MAKALAH BAHASA INDONESIA UNSUR-UNSUR INTRINSIK KARYA SASTRA CERPEN , PUISI, DAN DRAMA DISUSUN OLEH : NAMA : NOVI.ARROFIAH KELAS : XII AK 1 SMK NEGERI 11 JAKARTA KATA PENGANTAR Alhamdulillah, Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat -Nya lah susunan makalah Bahasa Indonesia yang membahas ´PUISI, CERPEN, dan DRAMAµ yang berisi tentang unsur-insur intrinsiknya.dapat terselesaikan. Makalah yang saya buat bertujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan karya sastra baik puisi, cerpen, maupun drama baik mengenai isi, tema, rasa, diksi, majas, rima, ritme, tokoh, watak sampai dengan penarikan kesimpulan -kesimpulan karya sastra tersebut. Tak ada gading yang tak retak. Dengan segala kerendahan hati penulis terbuka untuk rembug saran demi kesempurnaan makalah ini. Jakarta, 04 desember 2010 Penyusun NOVI.ARROFIAH DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................... DAFTAR ISI.................................................................................. 1 2 A. PUISI Puisi ³DENGAN PUISI, AKU´««««««««««« Unsur-unsur Intrinsik Puisi««««««««««««. 3 4 B. CERPEN Cerpen ³HIKAYAT SI MISKIN´««««««««««. 5 Unsur-unsur Intrinsik Cerpen««««««««««« 6 C. DRAMA Drama ³CAT HITAM MENDAKWA´««««««««.. Unsur-unsur Intrinsik Drama 7 KESIMPULAN««««««««««««««««««.. 8 SARAN-SARAN«««««««««««««««««« 9 PUISI Dengan Puisi, Aku Dengan puisi aku bernyanyi Sampai senja umurku nanti Dengan puisi aku bercinta Berbatas cakrawala Dengan puisi aku mengenang Keabadian yang akan datang Dengan puisi aku menangis Jarum waktu bila kejam mengiris Dengan puisi aku mengetuk Nafas zaman yang busuk Dengan puisi aku berdoa Perkenankanlah kiranya UNSUR ± UNSUR INTRINSIK PUISI ³Dengan Puisi, Aku´ TEMA Tema dari puisi diatas yang berjudul ³Dengan Puisi, Aku´ adalah seseorang yang meng-ekspresikan perasaannya lewat puisi RASA Rasa yang ditimbulkan penyair pada puisi diatas adalah rasa keharuan. DIKSI ³senja´ maksudnya adalah sampai tua/ lanjut usia. ³berbatas cakrawala´ maksudnya adalah berbatas langit maksud dari berbatas langit adalah tidak ada batasnya. ³jarum waktu bila kejam mengiris´ maksudnya adalah Jalannya waktu yang penuh masalah. ³nafas zaman yang buruk´ maksudnya adalah keadaan Dunia yang tidak baik. MAJAS Majas Pleonasme RIMA Vokal ³ i ± a ´ menimbulkan efek tertentu terhadap rasa. RITME Puisi dibawakan dengan penuh penghayatan. AMANAT Seseorang dapat berkarya dengan meng-ekspresikan perasaannya lewat sebuah puisi ³jarum waktu bila kejam mengiris´ ³berbatas cakrawala´ CERPEN HIKAYAT SI MISKIN Menurut cerita, ada dua orang bersaudara bernama Mara Karmah dan Putri Nila Kusuma .Pada suatu hari nila menangis meminta susu ,namun kedua orang saudara itu tidak mempunyai susu ,melainkan hanya mempunyai ketupat .Sampai tujuh hari tujuh malam Putri Nila Kusuma hanya memakan ketupat begitu pula Mara Karmah. Beberapa lama kemudian ,mereka berdua berjalan kaki melewati gunung yang tinggi dan padang -padang yang luas,di tempat segala dewa -dewa tersebut Mara Karmah mendapat kesaktian . Kemudian , Mara Karmah melihat kekayaan Allah SWT ( Tuhan Yang Maha Esa). Mara Karmah melihat bukit bersenjatera tempat segala raja -raja. Namun,ketika Mara Karmah bertemu raja-raja, Putri Nila Kusuma selalu disembunyikan dan jika terdapat binatang buas Putri Nila Ku suma selalu dilindungi oleh Mara Karmah . Setelah itu, Mara Karmah sampai di pohon kayu beringin, tiba -tiba ada seekor burung dari atas kepalanya, dan ketika itu Putri Nila Kusuma pun menangis, minta burung tersebut ditangkap . Lalu, Mara Karmah menangkap bu rung tersebut dan memberikannya kepada Putri Nila Kusuma . Setela itu, Putri Nila Kusuma ingin burung tersebut dibakar dan disantap, namun disana tidak ada api. Mara Karmah melihat ada cahaya , seperti terdapat dusun dan Mara Karamah mempunyai ide untuk mencari api di dusun tersebut. Mara Karmah pun meminta izin kepada saudaranya, ³Adinda tunggu sebentar, kakanda akan mencari api untuk membakar burung itu ´. Setelah sampai di dusun tersebut, Mara Karmah melihat kebun yang banyak ditanami tanaman,seperti ubi keladi, tebu, pisang, kacang, dan jagung. Maka ia pun berjalan mengelilingi pagar kebun itu menanti orang yang mepunyai kebun tersebut. Ia hendak meminta api. Setelah dilihat orang yang mempunyai kebun itu, pemilik kebun pun berkata, ³Anak si pencuri, sehari-hari perbuatanmu mencuri segala tanamanku´. Sang pemilik kebun berkata, Engkaulah yang mencuri sambil berlari menangkap tangan Mara Karmah . Mara Karmah pun berkata, ³Aku tidak lari, karena aku tidak berdosa kepadamu,Aku bukan pencuri, aku ini orang sesat, aku datang dari negeri asing hendak meminta api kepadamu. Mara Karmah pun ditampar oleh pemilik kebun itu seraya berkata, ³bohonglah engkau ini!´. Mara Karmah pun dipukuli hingga meninggal dunia. UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN TEMA Nasib dua orang bersaudara yang hidupnya miskin. PENOKOHAN / WATAK Mara Karmah wataknya baik dan pelindung. Putri Nila Kusuma wataknya manja. Pemilik kebun wataknya jahat dan kejam. LATAR/ SETTING gunung hutan bukit kebun ALUR/ PLOT Cerpen tersebut menggunakan alur maju. SUDUT PANDANG Cerpen tersebut menggunakan sudut pandang orang ketiga menceritakan orang lain. MAJAS Asosiasi ³seperti orang mengikat mengikat lepat´ AMANAT/ PESAN Berbuat baiklah kepada saudara. Janganlah menuduh orang lain tanpa bukti. DRAMA CAT HITAM MENDAKWA Pentas menggambarkan halaman belakang sekolah. Ada tembok bagian bagian belakang sekolah itu. Di dekat tembok ada semacam bangku panjang yang sudah luntur wana catnya terletak di sebelah kiri. Tampak pada tembok coret -coretan yang dibuat dengan cat : PROTHOLS, XELEX, THORAX, dan lain -lainnya. Tampaknya, coretan itu belum lama dibuat. Catnya belum kering benar. Tatkala lakon ini berlangsung, waktu menunjuk saat istirahat. Dari sebelah kiri muncul dua orang anak, siswa dan siswi. Tuti menarik tangan bakri. Tuti : (Nada mengajak) Lihat itu! Ayo, cepat. (Menarik tangan Bakri) Lihat itu. (Mereka tiba di depan tembok yang bercoret -coret dan memandangi tulisan itu. Tentu saja, Mereka membelakangi penonton, tetapi tidak perlu dipersoalkan karena ada alasannya). Nah, percaya tidak kamu? Bakri : Gila! (Menyentuh coretan). Catnya belum kering benar, Tut. Padahal Tembok ini baru dikapur oleh Pak Dullah seminggu yang lalu, ya k an? Tuti : Bakri : Tuti : Bakri : (Berjalan menuju bangku dan duduk) Ya, aku juga tahu itu. Terlalu! (Membalik ke arah Tuti) Siapa yang terlalu ? Yaaaa««« siapa lagi ? Jadi, kamu juga sependapat dengan Pak Guru bahwa si Muhdom yang membuat coret-coret ini? Tuti : Aku tidak bilang sependapat, aku hanya mengatakan siapa lagi kan ? Bakri : (Mendekati Tuti) Maksudmu siapa? (Duduk) siapa? Tuti : Aku tidak tahu. (Berdiri, berjalan ke arah tembok, kemudian membalik ke membalik ke arah Bakri). Tapi, kalau aku piker bahwa di sekolah kita hanya Muhdom yang sering membantu Pak Guru membuat dekorasi panggung, hiasan kelas, dan sebangsanya itu. Mungkin dugaan Pak Guru tidak terlalu salah. Bakri : Ah, kamu ini, Tut. (Berdiri) Masak Muhdom? Dia sahabatku. Dan itu tidak mungkin. Tuti : Selama sahabatmu bukan malaikat, kemungkinan selalu ada. Lagi pula, siapa yang pintar main -main cat seperti ini kecuali Muhdom ? : Jika kemungkinan selalu ada, aku menduga ini perbuatan Nyoman. Bakri Tuti Bakri : Maksudmu Nyoman sahabatku? Itu tuduhan tidak berdasar. : (Tersenyum) Naaaah, kalau menurut kamubukan Nyoman, menurut aku, juga bukan Muhdom yang membu at coret-coretan ini. (Berjalan ke bangku dan duduk) Kita memang tidak tahu. Kamu tidak mengerti, aku pun demikian pula. Huh !! (Memandangi tulisan itu) (Terdengar beberapa anak memanggil -manggil, ³Tut, Tuti.´) Tuti : (Berteriak) Aku disini«..!!! (Ita,Tarso,dan Bardas muncul«.) Bardas : Tut, Muhdom akan disidang nanti selepas jam terakhir !!! (Menatap Coretan dan mendekatinya, lalu geleng -geleng kepala tujuh kali) Tuti Bakri Ita : oh, ya ? (Memandang Bakri) : (Kaget,lalu berdiri ) Apa? : Ya, si Muhdom!!! Kasihan, dia. (Melihat coretan, lalu geleng -geleng Kepala delapan kali) Tarso : Bagaimana, Kri. Dia kan sahabatmu««? Bakri Ita Bakri : (Menahan marah) Gila!!! Pak Guru bilang begitu? (kepada Ita) : Bukan, bukan Pak Guru. : Lalu si«««.. Tarso : (memotong) Tanjir yang ngomong. Bakri : Tanjir yang berbicara dan kalian percaya ? Bardas : Habis, dia keluar dari ruangan guru terus bilang begitu. Siapa tidak Percaya? (Semua terdiam, saling memandang. Sepi berlangsung tujuh detik. Bakri berjalan pelan-pelan menuju bangku lalu duduk. Berpikir. Ita mendekatinya dan duduk di sebelahnya. Musik terdengar keras, gemuruh, lalu perlahan -lahan lenyap). UNSUR-UNSUR INTRISIK DRAMA TEMA Memecahakan masalah untuk mencari tahu siapa yang mencoret -coret tembok tembok sekolah. ALUR/ PLOT Drama di atas menggunakan alur maju. PERWATAKAN/ PENOKOHAN Tuti Bakri Tarso Bardas Ita Tanjir berburuk sangka suka membela teman suka menyindir gampang percaya baik suka mengadu LATAR/ SETTING Di halaman belakang sekolah, waktu istirahat. SUDUT PANDANG Drama tersebut menggunakan sudut pandang orang ketiga. MAJAS Pleonasme pada kalimat ³selama sahabatmu bukan malaikat´. DIALOG Dialog dilakukan oleh enam orang PARA PELAKU 1.Tuti 2.Bakri 3.Tarso 4. Bardas 5. Ita 6. Tanjir AMANAT/ PESAN Janganlah mencoret -coret tembok sembarangan dan jagalah kebersihan. Janganlah berburuk sangka terhadap orang lain. KESIMPULAN PUISI Kesimpula dari puisi yang ada adalah seseorang dapat mengapresiasikan karyanya melalui puisi dari semua persaan yang ada di dalam hatinya,baik senang maupun sedih. CERPEN Kesimpulan dari cerpen tersebut adalah kisah dua orang bersaudara yang tidak mempunyai orang tua dan membutuhkan perjuangan yang keras untuk mendapatkan makanan. DRAMA Kesimpulan dari drama tersebut adalah sebuah persahabatan dimana saling membela temannya. Karena dari masing-masing sahabatnya dituduh mencoret-coret tembok. SARAN-SARAN PUISI Puisi dari makalah yang dibuat sudah bagus CERPEN Sebaiknya bahasa yang digunakan lebih diperjelas dan gunakan bahasa yang mudah dipahami untuk memudahakn para pembacanya. DRAMA Cerita penutup dari drama tersebut tidak ada akhirannya, sehingga tidak mengetahui bagaimana akhir ceritanya.
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful