Anda di halaman 1dari 14

BAB I

KONSEP DASAR SISTEM

Sebelum kita mendefinisikan apa yang dimaksud dengan sebuah sistem sebaiknya kita melihat
dua hal yang mendekati dan dapat digunakan untuk menerangkannya.Hal tersebut adalah:
a. Pendekatan melalui prosedur
Yaitu "suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa uruta kegiatan yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu".
Prosedur adalah "rangkaian operasi tulis menulis, yang melibatkan beberapa orang di dalam
satu atau lebih departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari
transaksi-transaksi bisnis yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu"
urutan kegiatan tersebut adalah untuk menjelaskan tentang apa(what) yang harus di
kerjakan,kemudian siapa (who) yang mengerjakannya,kapan(when) dikerjakan dan
bagaimana cara mengerjakannya.
b. Pendekatan melalui komponen
Yaitu kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatau tujuan
tertentu.Suatu sistem memiliki beberapa sub-sub system,dan sub-sub system memiliki beberapa
sub-sub sistem yamg lain.
Teori sistem umum terutama menekan pada pemeriksaan seluruh bagian sistem,seorang analisis hanya
fokus pada satu komponen dan ini membuat segalanya tidak efektif ,karena komponen yang lainnya
diabaikan.Suatu sistem terdiri dari beberapa komponen,yaitu kegiatan,misi,pekerjaan dan bagian-bagian
yang lainnya pada sistem untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Manajemen suatu sistem terdiri dari
kegiatan-kegiatan yang diarahkan pada perencanaan dan pengendalian.
Sistem adalah Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-
sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Tujuan suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau nmencapai suatau sasaran
(objectives).Goal meliputi ruang lingkup luas sedangkan objectives meliputi ruang lingkup sempit.

KLASIFIKASI SISTEM
a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misalnya sistem
teologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan tuhan. Sedangkan sistem fisik
(physical system) adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, misalnya sistem komputer, sistem
sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.
b. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik
Sistem deterministik (deterministic system) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi
secara tepat, misalnya sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik (probabilistic system)
adalah sistem yang tak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas,
misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan
jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.
c. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi
dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh
lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. Sedangkan sistem terbuka (open
system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan,
misalnya sistem perusahaan dagang.
d. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
Sistem Alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata
surya. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dibuat oleh
manusia,misalnya sistem komputer.
e. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
Berdasarkan tingkat kerumitannya, sistem dibedakan menjadi sistem sederhana (misalnya sepeda)
dan sistem kompleks (misalnya otak manusia).
KARAKTERISTIK SISTEM
a. Komponen
Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa :
Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari
sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia. Elemen-elemen yang lebih besar yang
disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem
CPU, perangkat I/O dan memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
b. Batas Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya
atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai
suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

c. Linkungan Luar Sistem


Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi
sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan
sistem tersebut. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan
demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus
ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

d. Penghubung
Penghubung merupakan media perantara antar subsistem. Melalui penghubung ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Output
dari satu subsistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui
penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan subsistem yang
lainnya membentuk satu kesatuan.

e. Masukkan
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance
input dan sinyal input. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut
dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

f. Keluaran
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna
dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau
kepada supra sistem.
g. Pengolah (proses)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai
pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi
akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa
barang jadi.

h. Sasaran dan Tujuan (Objectives & Goal)


Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran,
maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali
masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem
dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Analisis dan Desain Sistem


Analisis sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagai sebuah landasan konseptual. Terdapat
banyak pendekatan untuk analisis sistem dan pada dasarnya semunya mempunyai tujuan yang sama, yaitu
memahami sistem yang rumit kemudian melakukan modifikasi dengan beberapa cara. Hasil modifikasi
dapat berupa subsistem baru, komponen baruatau serangkaian transformasi baru dan lain-lain. Tujuannya
adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi di dalam sistem agar lebih efisien, untuk mengubah sasaran
sistem, untuk mengganti output, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain
atau untuk melakukan beberapa perbaikan serupa.
Tahapan dalam menganalisis sistem :
1. Definisikan masalahnya.
Bagian sistem yang mana yang tidak memuaskan ?. Apakah input telah mengalami perubahan bentuk,
harga atau ketersediannya ?. Apakah output kurang memuaskan ?. Apa tujuan usaha analisis sistem ?.
2. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya.
Karena sistem mempunyai hirarki (terdapat subsistem di dalam sistem yang lebih besar) dan saling
berhubungan dengan lingkungannya, maka akan sulit untuk dapat merumuskan secara tepat apa saja
komponen sistem yang sedang dipelajari. Tindakan ini selanjutnya dapat diperinci lebih lanjut dengan
mengajukan beberapa pertanyaan berikut untuk mendapatkan pemahaman tentang sistem.
a. Apa yang menjadi variabel-variabel (komponen sistem) ?
b. Bagaimana tiap variabel tersebut saling berhubungan dan juga dengan
lingkungan?
c. Apa yang menjadi batasan sistem, yaitu dimana sistem akan berakhir
serta apa rumusan pengembangannya ?
3. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan
memperhatikan modifikasi sistem tersebut ?.Pilihan apa saja yang tersedia untuk memperbaiki sistem,
berapa biayanya serta apakah hal tersebut dapat diterapkan ?.
4. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya.
5. Terapkan alternatif tersebut.
6. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasikan dampak dari perubahan
yang telah dilakukan terhadap sistem.
BAB II

INFORMASI

Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya
informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan
perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan.
Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami
ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis
sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan
pesaingnya.

Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak
bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat
penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system).
Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam
mendesain sistem baru.

KONSEP DASAR INFORMASI

Menurut Raymond Mcleod, : “ Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang
memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang ”
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang
nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-
kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam
dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah transaksi perubahan dari suatu nilai yang
disebut transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang
betul-betul ada dan terjadi.

Terdapat beberapa definisi, antara lain :


a. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu
keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan
mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
c. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the
choice is called business decision making).

.
PENGOLAHAN DATA

Adalah masa atau waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan


bentuk data menjadi informasi yang memiliki keguanaan (data processing is
the term used to describe changes performed on data to produce purposeful
information).
Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data :
1. Data input
a) Recording transaction data ke sebuah pengolahan data medium (contoh, punching number ke dalam
kalkulator).
b) Coding transaction data ke dalam bentuk lain (contoh, converting atribut kelamin female ke huruf F).
c) Storing data or information untuk pengambilan keputusan (potential information for future).
2. Data transformation
a) Calculating, operasi aritmatik terhadap data field.
b) Summarizing, proses akumulasi beberapa data (contoh, menjumlah jumlah jam kerja setiap hari
dalam seminggu menjadi nilai total jam kerja perminggu).
c) Classifying data group-group tertentu :
c.1) Categorizing data kedalam group berdasar karakteristrik tertentu
(contoh, pengelompokkan data mahasiswa berdasar semester aktif).
c.2) Sorting data kedalam bentuk yang berurutan (contoh, pengurutan
nomor induk karyawan secara ascending).
c.3) Merging untuk dua atau lebih set data berdasar kriteria tertentu
(menggabungkan data penjualan bulan Januari, Februari dan Maret kedalam group
triwulanan).
c.4) Matching data berdasar keinginan pengguna terhadap group data
(contoh, memilih semua karyawan yang total pendapatannya lebih
dari 15 juta pertahun).
3. Information output
a) Displaying result, menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan.
b) Reproducing, penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan.
c) Telecommunicating, penyimpanan data secara elektronik melalui saluran komunikasi.

TEST KEBUTUHAN INFORMASI


Terdapat 4 tes untuk menjelaskan sebuah pesan yang spesifik dalam informasi :
1. Kepada siapa (pembuat keputusan) informasi ditujukan ? (to whom (which decision maker) is the
message intended ?)
2. Untuk keputusan spesifik apa informasi ditujukan ? (for what specific decision is the message
intended ?)
3. Sejauh mana informasi dapat digunakan untuk mendeteksi dan memecahkan
masalah ? (how is the message used to detect or resolve the condition)
4. Sejauh mana (kapan) tingkat pembuatan keputusan ? (how often (when) is the decision made ?)
SIKLUS INFORMASI

Siklus informasi adalah gambaran secara umum mengenai proses terhadap data sehingga menjadi
informasi yang bermanfaat bagi pengguna. Informasi yang menghasilkan informasi berikutnya. Demikian
seterusnya proses pengolahan data menjadi informasi.

Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah
lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data dapat berbentuk
simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk suara, sinyak, gambar, dsb. Pemakai kemudian menerima
informasi tersebut sebagai landasan untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan operasional
yang akan membuat sejumlah data baru. Data baru tersebut selanjutnya menjadi input pada proses
berikutnya, begitu seterusnya sehingga membentuk suatu siklus informasi/Information Cycle

Berikut ini adalah gambar siklus informasi:

KUALITAS INFORMASI
Kualitas dari suatu informasi dapat dilihat dari dimensi-dimensi yang dimiliki oleh informasi
tersebut. Ada beberapa macam dimensi kualitas informasi, antara lain :

Relevancy
Komponen penting dari kualitas informasi adalah informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan customer.
Tetapi itu tidak berarti informasi yang tidak relevan dengan kebutuhan customer dikatakan sebagai
informasi yang memiliki kualitas yang rendah. Hal itu hanya mengindikasikan bahwa informasi adalah
anggota dari kelas informasi yang berbeda seperti halnya sebuah mobil mewah dan mobil sport dimana
keduanya memiliki kelas yang berbeda. Dalam beberapa kasus informasi dengan kualitas jelek dapat
menjadi informasi yang berkualitas sangat baik. Karena informasi tersebut merupakan informasi yang
dibutuhkan untuk mendidik informasi customer sehinggan mereka dapat mengerti dan menggunakannya.

Accuracy
Informasi yang akurat mencerminkan kenyataan yang sebenarnya. Informasi yang berkualitas seharusnya
akurat. Dalam prakteknya, informasi digunakan untuk tujuan yang berbeda membutuhkan jenis level
akurasi.

Timeliness
Informasi yang tepat waktu adalah sedang terjadi. Secara implisit di dalam sebuah proses yang dinamis
dimana informasi yang baru menimpa informasi yang lama. Informasi mempunyai sebuah siklus waktu
dimana tergantung pada seberapa cepat informasi baru dapat diproses dan dikomunikasikan dengan
kebutuhan customer itu sendiri.

Completeness
Informasi yang tidak lengkap dapat membuat customer tersesat. Akan tetapi, informasi yang lengkap
untuk seseorang dapat menjadi tidak lengkap untuk yang lainnya. Sebagai contoh vice presiden dan
direktur dari penelitian dan pengembangan untuk perusahaan farmasi dimana keduanya tertarik dengan
tes percobaan untuk obat baru, tetapi tentunya masing-masing membutuhkan detail informasi yang
berbeda.

Coherence
Hubungan adalah bagaimana informasi saling ketergantungan dan juga konsisten dengan dirinya sendiri.
Informasi menjadi tidak berhubungan karena detail yang tidak relevan, ambiguitas yang mana dapat
membingungkan customer dan menyebabkan mereka tidak menerimaatau bahkan menolak pesan dari
informasi tersebut.

Format
Format informasi mengacu kepada bagaimana informasi dipresentasikan ke customer. Dua komponen
dari format informasi adalah bentuk dasar dan konteks dari interpretasinya dimana kadang-kadang
dipandang sebagai frame.

Accessibility
Informasi yang aksesibel adalah informasi yang dapat diperoleh ketika dibutuhkan. Accessibility
bergantung pada customer dan keadaan khusus di sekitar customer. Untuk kualitas informasi yang
terdapat pada timeline dan aksesibilitas seharusnya melengkapi satu sama lain. Informasi yang tepat
waktu bisa berarti informasi yang tidak aksesibel atau aksesibel, tetapi informasi tersebut tidak dapat
memuaskan informasi yang dibutuhkan customer.

Compatibility
Arsitektur informasi yang benar adalah informasi yang memungkinkan kualitas informasinya
dikembangkan lebih lanjut untuk penggunaan selanjutnya.

Security
Informasi yang ada harus aman sehingga tidak mudah dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung
jawab.

Validity
Informasi dikatakan valid ketika informasi tersebut dapat diverifikasi dengan benar dan cocok dengan
dimensi yang lain seperti accuracy, timelines, completeness, dan security.

NILAI INFORMASI

Jogiyanto (2000: 11) mengemukakan bahwa nilai informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat
dan biaya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan
biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi dinikmati oleh lebih dari satu pihak sehingga sulit
untuk menghubungkan suatu informasi dengan biaya untuk memperolehnya dan sebagian besar informasi
tidak dapat ditaksirkan keuntungannya dengan satuan uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

Tata Sutabri (2003: 27) berpendapat bahwa nilai informasi tidak mudah untuk dinyatakan dengan
ukuran yang bersifat kuantitatif. Namun, nilai informasi dapat dijelaskan menurut skala relatif. Misalnya,
jika suatu informasi dapat menghasilkan hal yang mengurangi ketidakpastian bagi pengambilan
keputusan, maka nilai informasinya tinggi. Sebaliknya, jika suatu informasi kurang memberikan relevansi
bagi pengambilan keputusan, informasi tersebut dikatakan kurang bernilai atau informasinya rendah

INFORMASI DAN TINGKAT MANAJEMEN


Berdasarkan tingkatan manajemen, informasi dapat dikelompokkn berdasarkan penggunanya, yakni
sebagai berikut:
a. Informasi Strategi
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang mencakup informasi eksternal (tindakan
pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
b. Informasi Taktis
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah mencakup informasi trend penjualan yang
dapat dipakai untuk menyusun renana-rencana penjualan.
c. Informasi Teknis
Digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari, informasi persediaan stock, retur penjualan dan
laporan kas harian.
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajemen, maka analisis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan
mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang
diambilnya.

SISTEM INFORMASI

Definisi atau Pengertian Sistem Informasi Secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang
melibatkan serangkaian proses, berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Pengertian Sistem Informasi menurut Robert dalam Jogiyanto (2000) adalah informasi yang
diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.

Dapat didefinisikan sebagai


a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen- komponen dalam organisasi untuk
mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
b.Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi
pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi.
c.Suatu sistem didalam suato organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi,
mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

MANFAAT SISTEM INFORMASI


Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan
menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan
rekenig koran dan transaksi yang terjadi.
Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah
agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
KOMPONEN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen seperti orang,
aktivitas, data, perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan yang terintegrasi yang berfungsi untuk
mendukung dan meningkatkan operasi sehari-hari sebuah bisnis, juga menyediakan kebutuhan informasi
untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan oleh manajer.

1. Orang (SDM)

Semua pihak yang bertanggung jawab dalam hal penyokong atau sponsor sistem informasi (system
owner), pengguna sistem (system users), perancang sistem (system designer) dan pengembang sistem
informasi (sistem development).

2. Aktivitas(Input,Proses,Output)

Sekumpulan aturan atau tahapan-tahapan untuk membuat, memakai, memproses dan mengolah sistem
informasi ataupun hasil keluaran dari sistem informasi tersebut.

3. Data

Secara konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak
mempunyai makna dan tidak berpengaruh langsung secara langsung kepada pemakainya atau disebut juga
sebagai sekumpulan fakta mentah dalam isolasi.

4. Perangkat Keras (hardware)

Mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, printer, monitor, harddisk, DLL.

5. Perangkat Lunak (sotfware)

Sekumpulan instruksi-instruksi atau perintah-perintah yang memungkinkan perangkat keras bisa


digunakan untuk memproses data, atau sering disebut sebagai program.

6. Jaringan (network)

Sistem penghubung yang memungkinkan suatu sumber dipakai secara bersama-sama, baik pada waktu
dan tempat bersamaan ataupun berbeda
7. Teknologi
Sebagai pengembang dan pendukung untuk mempermudah pengaksesan suatu data,melalui berbagai alat
bantu yang praktis dan mudah untuk di gunakan

KEGIATAN SISTEM INFORMASI

a. Input
Menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses.
b. Proses
Menggambarkan bagaimana suatu data di proses untuk menghasilkan suatu
informasi yang bernilai tambah.
c. Output
Suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses di atas tersebut.
d. Penyimpanan
Suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
e. Control
Suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan
sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam mendisain dan menganalisa sistem informasi, perlu menerapkan pengetahuan dari berbagai
macaam bidang. Suatu sistem informasi melibatkan orang-orang pada berbagai tingkat di dalam sebuah
organisasi, komputer, program, dan prosedur serta personil untuk mengoperasikan sistem.
Bidang-bidang seperti manajemen, perilaku organisasi, teknik industri, ilmu komputer, teknik elektro,
komunikasi, psikologi dan lain-lain semuanya memiliki peranan penting dalam membuat, mempelajari
dan mendisain sistem informasi. Apabila Sistem Informasi digunakan dalam mendukung kegiatan
manajemen, maka sistem tersebut disebut SIM (Sistem Informasi Manajemen).

DASAR BANGUNAN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi dapat terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan
(Building Block), yaitu :

1. Blok Masukan (Input Block) :


Input blok mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, input disini termasuk metode-
metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-
dokumen dasar.
2. Blok Model (Model Block) :
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulsi
data input dan data yang tersimpan di dasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Blok Keluaran (Output Block) :
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan
dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai system
4. Blok Teknologi (Technology Block) :
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses
data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem
keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi (humanware atau brainware),
perangkat lunak dan perangkat keras.
5. Blok Dasar Data (Database Block) :
Data dasar merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama dengan yang
lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya. Data di dalam dasar data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas.
6. Blok Kendali (Controls Block) :
Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang
dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat
langsung cepat diatasi.
Gambar blok bangunan.

PERENCANAAN SISTEM INFORMASI

Untuk mengetahui bagaimana merencanakan sistem informasi yang tepatdan sesuai dengan suatu
organisasi ,berikut ini di bahas bagaimana informasi tersebut mengalir dari satu tempat ke tempat yang
lain,bagaimana merencanakan sistem informasi secara keseluruhan,serta bagaimana merencanakan sistem
informasi secara keseluruhan dan per bagian.
1. Tingkat I : Ide ,mengetahui perlu adanya perubahan
2. Tingkat II :Desaign,merancang cara pemecahannya
3. Tingkat III:Pelaksanaan,menerapkan desaign ke dalam sistem
4. Tingkat IV:Kontrol,memeriksaapakah tingakt pelaksanaan di jalankan sesuai dengan design
5. Tingkat V :Evaluasi,memeriksa apakah perubahan sesuai dengan tujuan semula
6. Tingkat VI:Tingkat lanjut,melaksanakan perubahan sesuaidengan hasil evaluasi yang ada
Oleh karena itu bahan perecanan system informasi yang akan di bahas berkisar pada keempat tingkatan
ini.

IDE >> DESIGN >> PELAKSANAAN >> EVALUASI

Keempat tingkatan ini juga telah menjadi kunci yang digunakan untuk memecahkan bagian masalah baik
itu secara menyeluruh maupun perbagian.

PENGELOLAAN & PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI


Pengendalian sistem informasi merupakan bagian yang tak dapat di pisahkan dari pengelolaan system
informasi,bahakan melaksanakan fungsi yang sangat penting karena mengamati setiap tahapan dalam
proses pengelolaan informasi.Pengelolaan pengendalian yaitu kegiatan yag dilakuakan manajer system
informasi untuk meyakinkan bahwa pengendalian pengendalian di dalam sistem teknologi informasi
masih tetap di lakukan dan masih efektif dalam mencegah ancaman dan gangguan terhadap system
informasi.dalam melakukan pengelolaan sitem informasi seseorang perlu memahami dan memiliki
keteramplan manajerialdalam melaksanakan kegiatan pengendalian sistem informasi
BAB III