Anda di halaman 1dari 5

1.

Performance Measurement/Pengukuran Kinerja adalah suatu proses


penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan
sebelumnya, termasuk informasi atas efisiensi penggunaan sumber daya dalam
menghasilkan barang dan jasa, kualitas barang dan jasa, hasil kegiatan
dibandingkan dengan maksud yang diinginkan dan efektivitas tindakan dalam
mencapai tujuan. Elemen pokok suatu pengukuran kinerja antara lain:
a. Menetapkan tujuan, sasaran, dan strategi organisasi.
Tujuan adalah pernyataan secara umum tentang apa yang ingin dicapai
organisasi. Sasaran merupakan tujuan organisasi yang sudah dinyatakan secara
eksplisit dengan disertai batasan waktu yang jelas. Strategi adalah cara atau
teknik yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran.
b. Merumuskan indikator dan ukuran kinerja.
Indikator kinerja mengacu pada penilaian kinerja secara tidak langsung yaitu
hal-hal yang sifatnya hanya merupakan indikasi-indikasi kinerja. Ukuran
kinerja mengacu pada penilaian kinerja secara langsung.
c. Mengukur tingkat ketercapaian tujuan dan sasaran-sasaran organisasi.
Jika kita sudah mempunyai indikator dan ukuran kinerja yang jelas, maka
pengukuran kinerja bisa diimplementasikan. Mengukur tingkat ketercapaian
tujuan, sasaran dan strategi adalah membandingkan hasil aktual dengan
indikator dan ukuran kinerja yang telah ditetapkan.
d. Evaluasi kinerja.
Evaluasi kinerja akan mmberikan gambaran kepada penerima informasi
mengenai nilai kinerja yang berhasil dicapai organisasi. Informasi capaian
kinerja dapat dijadikan:
• Feedback
Hasil pengukuran terhadap capaian kinerja dijadikan dasar bagi
manajemen atau pengelola organisasi untuk perbaikan kinerja pada periode
berikutnya. Bisa dijadikan landasan pemberian reward and punishment
terhadap manajer dana anggota organisasi.
• Penilaian kemajuan organisasi
Pengukuran kinerja yang dilakukan setiap periode waktu tertentu sangat
bermanfaat untuk menilai kemajuan yang telah dicapai organisasi.
• Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan
akuntabilitas
Pengukuran kinerja menghasilkan informasi yang sangat bermanfaat untuk
pengambilan keputusan manajemen maupun stakeholders.

Contoh pengukuran kinerja di unit kerja saya adalah dengan adanya suatu
indikator kinerja (Key Performance Indicator) yang terukur secara kuantitatif dan
jelas batas waktunya. Dalam KPI tersebut terdapat strategi dan program kerja
yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Beberapa contoh
indikator yang dinilai menyangkut tupoksi pemeriksaan adalah sebagai berikut :
a. Tingkat kesesuaian pelaksanaan pemeriksaan dengan SPKN dan Kode Etik
b. Kesesuaian proses pemeriksaan dengan PMP
c. Rekomendasi yang ditindaklanjuti auditee
d. Jumlah jam pelatihan/diklat
Adapun kriteria yang dinilai untuk masing masing indikator diatas adalah sebagai
berikut :
No Unsur KPI Unsur Penilaian
1 Persentase pelaksanaan pemeriksaan sesuai dengan Rencana 1. Penyebut adalah RKP dalam
Kerja Pemeriksaan (RKP) setahun (semester 1 +
semester 2 revisi)
2. Pembilang adalah jumlah
pemeriksaan yang telah
diterbitkan Surat Tugas
pemeriksaannya
2 Rasio nilai temuan yang berpengaruh terhadap keuangan 1. Data yang dipakai DRHP,
negara Realisasi Biaya =
pemeriksaan gaji, remunerasi
dan biaya pemeriksaan
(RKP)
2. Untuk sinkronisasi dengan
KPI Badan, disiapkan field
baru yaitu "realisasi
pengembalian keuangan
negara". Field ini diisi
dengan data realiasi
pengembalian keuangan
negara yang diperoleh dari
tindak lanjut LHP
3 Rekomendasi yang ditindaklanjuti auditee 1. Yang diukur adalah tindak
lanjut rekomendasi atas LHP
yang disampaikan oleh
auditee
2. Tindak lanjut yang diukur
adalah tindak lanjut yang
sesuai dengan rekomendasi
4 Jumlah Jam Pelatihan/Diklat Yang diukur adalah realiasi
diklat selama setahun. Jika ada
pegawai yang pindah ke satker
lain, jam pelatihannya di satker
lama ditransfer ke satker baru.
Jam pelatihan pegawai tersebut
dihitung di satker yang baru.

Analisa unsur penilaian contoh KPI diatas dengan menggunakan prinsip SMART
(Specific, Measureable, Attainable, Relevance, Time Bounded).
a. Spesific, unsur penilaian diatas sudah sangat spesifik yang artinya
menggunakan kriteria yang jelas, dan hasil yang diharapkan juga jelas
mengarah pada satu tujuan. Sebagai contoh, pada poin 3 yaitu rekomendasi
yang ditindaklanjuti auditee. Mengapa unsur tersebut dinilai? Hal ini
dikarenakan supaya ada perbaikan yang dilakukan auditee terkait dengan hasil
temuan BPK. Perbaikan yang diukur pun hanya perbaikan yang benar benar
sesuai dengan rekomendasi yang disampaikan. Tujuannya adalah menuju good
governance.
b. Measurable, unsur yang dinilai harus dapat diukur dengan pasti. Hal ini
sudah dipraktekkan dalam sistem KPI BPK. Contoh pada poin 2 yaitu rasio
nilai temuan yang berpengaruh terhadap keuangan negara. Disitu disebutkan
dengan jelas bahwa data yang digunakan adalah DRHP, Realisasi Biaya =
pemeriksaan gaji, remunerasi dan biaya pemeriksaan (RKP). Unsur-unsur
tersebut adalah unsur yang dapat diukur baik secara kuantitatif maupun
kualitatif serta memiliki tingkat kepastian yang tinggi.
c. Attainable, kriteria yang ditetapkan haruslah yang dapat dicapai oleh
organisasi. Contoh pada poin 4 yaitu mengadakan pelatihan/diklat. Diklat
sangat dapat dicapai oleh suatu organisasi karena penyelenggaraan diklat
sangat penting bagi kemajuan SDM organisasi tersebut. Begitu pula di BPK,
diklat bukan lagi sesuatu yang bisa dicapai tetapi merupakan kewajiban yang
harus dilakukan pegawainya dalam rangka peningkatan kualitas SDM.
d. Relevance, kriteria penilaian harus relevan dengan tujuan organisasi.
Semua kriteria dalam KPI BPK memang didasarkan pada visi misi serta tujuan
strategis yang ingin dicapai. Sebagai contoh misi BPK adalah memeriksa
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam rangka mendorong
terwujudnya akuntabilitas dan transparansi keuangan negara, serta berperan
aktif dalam mewujudkan pemerintah yang baik, bersih, dan transparan. Contoh
kriteria yang mendukung misi tersebut ada pada poin 2. Pemantauan
pengembalian kerugian negara terus dilakukan supaya pemerintahan yang
baik, bersih dan transparan dapat terwujud.
e. Time bounded, harus ada batas waktu kapan tujuan tercapai. Hal ini
sangat jelas sekali ada dalam KPI BPK. Dengan diadakannya pelatihan
dimaksudkan supaya kualitas SDM meningkat dan mempunyai kinerja yang
diharapkan sehingga pencapaian tujuan organisasi menjadi lebih cepat.

2. Performance Management Cycle adalah siklus atau tahap-tahap dalam


manajemen kinerja yang meliputi tahap penentuan objectives, penentuan sasaran
yang berorientasi pada perilaku, menyiapkan dukungan yang diperlukan, evaluasi
dan pengembangan serta memberi penghargaan. Proses manajemen kinerja
melibatkan perencanaan, coaching dan review. Dalam perencanaan diidentifikasi
dan ditentukan tingkat kinerja, apa sasarannya serta bagaimana perilaku untuk
mencapai sasaran, Dalam coaching dilakukan evaluasi, dukungan dan pengarahan
secara berkesinambungan melalui diskusi dua arah. Dalam proses review
dilakukan evaluasi terhadap pencapaian dan terhadap sasaran yang ditentukan dan
hasilnya dijadikan sebagai umpan balik. Jika disimpulkan maka siklus manajemen
kinerja adalah :
• Tahap perencanaan yaitu penentuan tujuan/sasaran,
menyiapkan langkah-langkah untuk mencapai sasaran yang diharapkan
• Tahap pelaksanaan yaitu melaksanakan langkah-langkah
yang telah disusun dalam rangka menuju kinerja yang diharapkan
• Tahap pengawasan yaitu melakukan pengarahan, dukungan
dan komunikasi dua arah yang berkesinambungan supaya proses
pencapaian tujuan berjalan secara efisien, efektif serta tepat sasaran
• Tahap Evaluasi yaitu dilakukan evaluasi terhadap pencapaian
dan terhadap sasaran yang ditentukan dan hasilnya dijadikan sebagai
umpan balik
Performance management cycle di unit kerja saya dapat digambarkan sebagai
berikut :
Dalam melakukan pemeriksaan ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu:
• Tahap perencanaan
Dalam perencanaan pemeriksaan, auditor wajib melakukan telaah untuk
memahami entitas yang akan diperiksa, struktur organisasinya, kebijakan
akuntansinya. Setelah melakukan telaah tersebut, auditor membuat tujuan
pemeiksaan/harapan penugasan dan program pemeriksaan. Program
pemeriksaan berisi langkah-langkah yang harus dilakukan agar
pemeriksaan dapat berjalan dengan baik.
• Tahap pelaksanaan
Tahap pelaksanaan adalah pelaksanaan pemeriksaan/audit. Dalam
pemeriksaan auditor harus berjalan dalam koridor yang telah ditetapkan
yaitu program pemeriksaan.
• Tahap Pengawasan
Pada saat proses pemeriksaan berlangsung, ada supervisi atas pelaksanaan
pemeriksaan yang dilakukan oleh atasan langsung yang disebut pengendali
teknis. Dalam supervisi tersebut, pengendali teknis meminta laporan
kemajuan pemeriksaan, kendala yang terjadi dan memberikan solusi atas
permasalahan yang dihadapi oleh tim pemeriksa serta mengarahkan tim
pemeriksa sehingga tujuan pemeriksaan dapat tercapai.
• Tahap Evaluasi
Dalam tahap evaluasi, sebelum laporan hasil pemeriksaan sebagai hasil
audit disajikan, konsep laporan tersebut dievaluasi secara bertingkat oleh
pengendali teknis, penanggungjawab, tortama dan angbintama. Tujuan
evaluasi tersebut adalah supaya laporan hasil pemeriksaan yang nanti
disajikan sejalan dengan tujuan pemeriksaan dan tujuan organisasi pada
umumnya (tepat guna dan tepat sasaran).

3. Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar
dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang
tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi. Visi tidak hanya
penting pada waktu mulai berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu
selanjutnya. Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan
internal dan eksternal. Oleh karenanya, visi organisasi juga harus menyesuaikan
dengan perubahan tersebut.
Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang
ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi
menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana
melakukannya. Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar
tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan
misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat
mengenal organisasi dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil
yang akan diperoleh dimasa mendatang.
Visi BPK adalah Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang bebas,
mandiri, dan profesional serta berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola
keuangan negara yang akuntabel dan transparan.
Misi BPK adalah Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara
dalam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas dan transparansi keuangan
negara, serta berperan aktif dalam mewujudkan pemerintah yang baik, bersih, dan
transparan.

Menurut saya visi dan misi BPK telah memenuhi kriteria sebuah visi dan misi.
Penjelasan mengenai hal tersebut dapat saya uraikan sebagai berikut :
• Sebuah visi harus memiliki tujuan kemana arah organisasi. Sebuah visi
harus menggambaran keadaan masa depan yang diinginkan oleh
organisasi. Visi BPK juga memiliki tujuan dan cita cita organisasi yang
jelas yaitu menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang bebas,
mandiri, dan profesional serta berperan aktif dalam mewujudkan tata
kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan.
• Misi adalah pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran
yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu
fokus. Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar
tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan
pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang
berkepentingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran dan
program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang.
Misi BPK memuat suatu hal yang harus dilakukan agar visi yang telah
ditetapkan dapat tercapai yaitu memeriksa pengelolaan dan tanggung
jawab keuangan negara dalam rangka mendorong terwujudnya
akuntabilitas dan transparansi keuangan negara, serta berperan aktif dalam
mewujudkan pemerintah yang baik, bersih, dan transparan. Misi tersebut
sangat jelas menggambarkan apa yang harus BPK lakukan agar tujuan
organisasi dapat tercapai. Misi tersebut diuraikan dalam beberapa tujuan
dan langkah strategis serta nilai dasar yang harus dipenuhi dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan misi BPK telah
memenuhi kriteria yang harus dimiliki sebuah misi.