Anda di halaman 1dari 10

Laporan Biologi

Dunia Hewan
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Makhluk hidup di sekitar kita sangat beranekaragam.
Keanekaragaman tersebut bisa dilihat dari bentuk tubuhnya, warnanya,
tempat hidupnya, makanannya dan banyak hal lainnya. Keanekaragaman
makhluk hidup tersebut mendorong diperlukannya suatu
pengelompokkan makhuk hidup agar lebih mudah dipelajari. Kingdom
Animalia merupakan salah satu kingdom dari 5 kingdom yang ada. Suatu
makhluk hidup dimasukkan dalam kingdom Animalia apabila ia memiliki
ciri-ciri dapat bergerak, eukariotik, tidak memiliki dinding sel dan
klorofil dan hidup heterotrof.

B. Tujuan
Untuk mengetahui ciri-ciri hewan yang akan diamati dan
mengelompokkannya dalam filum-filum yang tepat.

II. Dasar Teori


Makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan dan
perbedaan cirinya. Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri
dikelompokkan dalam 1 kelompok bersama. Namun, jika anggota dari
kelompok tersebut masih memiliki perbedaan ciri maka hewan tersebut
akan dipisahkan dalam kelompok yang lebih kecil lagi. Bila hewan-hewan
tersebut masuk dalam 1 kelompok yang lebih kecil bersama maka hewan
tersebut memiliki persamaan ciri yang lebih banyak.
Menurut klasifikasi 5 kingdom, makhluk hidup dibedakan menjadi
5 kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia. Kingdom
Animalia dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Invertebrata dan
Vertebrata. Invertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak
memiliki tulang belakang dan Vertebrata merupakan kelompok hewan
yang memiliki tulang belakang. Diantara kelompok invertebrata juga
memiliki perbedaan-perbedaan sehingga invertebrata dikelompokkan
menjadi 8 filum utama, yaitu Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes,
Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthopoda dan Echinodermata.
Kelompok vertebrata dibagi menjadi 5 filum, yaitu Pisces, Reptilia,
Amphibia, Aves dan Mamalia.

III. Metode
A. Alat dan Bahan
-Cacing tanah -Ubur-ubur -Ikan
-Gurita -Udang -Cicak
-Cumi-cumi -Kepiting -Pinset
-Bekicot -Laba-laba -Pisau
-Capung -Belalang -Papan bedah
-Kelabang -Bulu babi
-Kaki seribu -Kerang hijau

B. Cara Kerja
1. Mengamati setiap hewan yang ada, lalu menuliskan ciri-ciri yang ada
dalam hewan tersebut.
2. Apabila hewan tersebut sudah mati, kita dapat melakukan
pembedahan dan mengamati struktur tubuh yang ada didalamnya.
3. Memasukkan hewan-hewan tersebut dalam filum-filum yang tepat
berdasarkan ciri-ciri hewan tersebut.

IV. Data & Pembahasan


No Nama Hewan Ciri-ciri Filum
1. Cacing Tanah -Bentuk tubuhnya simetri bilateral dan
bersegmen
-Tubuhnya panjang Oligochaeta
-Bergerak dengan kontraksi ototnya

2. -Memiliki mata
Gurita -Tubuhnya lunak
-Kakinya terdapat di kepala Mollusca-
-Hidup di air Cephalopoda
-Memiliki kantong tinta pada bagian
ventral
-Memiliki 8 lengan dengan alat penghisap

-Memiliki mata
-Tubuhnya lunak, panjang dan langsing
-Kakinya terdapat di kepala
3. Cumi-cumi -Hidup di air Mollusca-
-Memiliki kantong tinta pada bagian Cephalopoda
ventral
-Memiliki 4 pasang tentakel(tangan) dan
sepasang tentakel panjang
-Terdapat sifon yang berguna untuk
bergerak dengan cara mengisap dan
menyemburkan air
-Pada bagian ventral terdapat mantel
berwarna putih dengan bintik-bintik
merah ungu sampai kehitaman dan
diselubungi selaput tipis berlendir.
-Tubuhnya Lunak
-Tubuhnya dilindungi oleh cangkang
Bekicot -Berlendir
4. -Bergerak dengan perut, gerakannya
lambat
-Kakinya pipih dan lebar
-Pada kepala, terdapat mulut dan Mollusca-
tentakel Gastropoda
-Terdapat 2 tentakel panjang dan 2
tentakel pendek
-Pada tentakel panjang terdapat mata
yang hanya bisa membedakan gelap dan
terang
-Bila disentuh, tentakelnya akan
memendek dan tubuhnya akan masuk ke
dalam cangkang
-Dapat menyemburkan lendir dari
mulutnya
5. -Mata majemuk
Capung -Memiliki antenna yang berukuran pendek
-Bagian abdomennya panjang dan ramping Arthopoda-
-Tubuhnya tidak berbulu Insecta
-Kakinya berjumlah 6
-Kakinya beruas-ruas
-Dapat terbang
-Memiliki 2 pasang sayap seperti jala
-terdapat labium dam labrum
-Memiliki sepasang antena
-Pada kepala, terdapat mulut dengan
6. Kelabang sepasang mandibula dan dua pasang
maksila. Arthopoda-
-Tubuhnya merupakan simetri bilateral Myriapoda-
-Tubuhnya beruas-ruas, pipih dan Chilopoda
memanjang
-Terdapat sepasang kaki dalam setiap
ruas tubuhnya
-Kakinya beruas-ruas dan banyak
-Sepasang kaki pertama termodifikasi
menjadi alat penyengat
-Memiliki sepasang antena pendek
-Tubuhnya bulat panjang
-Tubuhnya bersegmen, setiap segmennya
7. Kaki Seribu terdapat 2 pasang kaki Arthopoda-
-Kakinya beruas-ruas Myriapoda-
-Gerakannya lambat Diplopoda
-Tidak memiliki alat penyengat
-Jika dalam keadaan bahaya, tubuhnya
akan menggulung seperti benda mati
-Memiliki kelenjar yang dapat
menyemprotkan cairan yang mengandung
sianida dan iodium untuk mengusir
musuhnya.
8. Ubur-ubur -Tubuhnya berongga
-Memiliki sel penyengat di sekitar
mulutnya Coelenterata-
-Bentuk tubuhnya simetri radial Scyphozoa
-Tubuhnya transparan dan seperti jelly
-Tidak memiliki mata dan otak
-Memiliki 2 bentuk tubuh, namun bentuk
medusa yang dominan
-Memiliki sepasang mata mejemuk
-Memiliki antena dan antenula
-Terdapat rostrum
-Pada bagian kepala terdapat 4 pasang
9. Udang kaki jalan
-Tubuhnya keras dan memiliki 6 ruas Arthopoda-
-Tiap ruas tubuhnya terdapat kaki yang Crustaceae-
beruas pula Malacostraca
-terdapat 5 pasang kaki renang
(pleopod)dari ruas pertama sampai ruas
kelima, sedangkan pada ruas keenam
sepasang kaki renangnya mengalami
perubahan bentuk menjadi ekor kipas
(uropod)
-Diantara ekor kipas terdapat ekor yang
meruncing pada bagian ujungnya yang
disebut telson.
-Memiliki sepasang mata
-Memiliki sepasang antenna
10. Kepiting -Bentuk tubuhnya melebar, keras dan Arthopoda-
merupakan simetri bilateral Crustaceae-
-Memiliki 5 pasang kaki, 1 pasang kakinya Malacostraca
menjadi capit dan 4 pasang lainnya adalah
kaki jalan, 1 pasang kaki terakhir agak
pipih yang berfungsi untuk mendayung
-Kakinya beruas-ruas
-Pada kakinya terdapat kuku
-Terdapat duri pada bagian tubuhnya
11. Laba-laba -Bagian tubuhnya terbagi atas
sefalotoraks dan abdomen
-Tidak memiliki sayap dan antena
-Memiliki sapasang kelisera dan
pedipalpus Arthopoda-
-Bagian mulut berkembang menjadi taring Arcahnoidea
-Badannya tidak bersegmen
-Kakinya beruas-ruas
-Memiliki 4 pasang kaki
-Memiliki 2 pasang antena
-Tubuhnya merupakan simetri bilateral
12. Belalang -Bagian badannya beruas-ruas
-Memilki dua pasang sayap, sayap depan
lebih sempit daripada sayap belakang
-Sayap depan agak keras dan sayap Artopoda-
belakang seperti selaput Insecta
-Pada kakinya terdapat duri-duri kecil
-kakinya beruas-ruas
-Memiliki palpus
-Kakinya berjumlah 6, 1 pasang kaki
melompat dan 2 pasang kaki jalan
13. Bulu Babi -bentuk tubuhnya seperti bola dengan
cangkang yang keras
-Tubuhnya dipenuhi duri-duri yang lancip Echinodermata-
dan panjang Echinoidea
-Bergerak dengan kaki ambulakral
-Bila tertusuk durinya, kita dapat
merasakan sedikit demam
14. -Kakinya pipih seperti kapak
Kerang Hijau -Tubuhnya lunak
-Memiliki 2 cangkang pipih yang
setangkup Mollusca-
-Kedua cangkang dihubungkan dengan Pelecypoda
jaringan ikat yang berfungsi sebagai
engsel
-Tidak memiliki kepala
-Tubuhnya dibagi atas kepala, badan dan
15. Ikan ekor
-Memiliki sirip
-Tubuhnya bersisik, lembab dan Pisces
berlendir
-Terdapat gurat sisi
-Bernafas dengan insang
-berdarah dingin
-Memiliki ginjal, hati, usus
16. Cicak -Memiliki mata
-Tubuhnya panjang dan bersisik Reptilia
-Memiliki 4 kaki
-Jalannya merayap
-Memiliki ekor
-Memiliki alat perekat pada kakinya

Pembahasan
-Salah satu contoh Coelenterata adalah ubur-ubur. Ubur-ubur memiliki
tubuh yang berongga dan memiliki alat penyengat sehingga dimasukkan
dalam filum ini. Coelenterata dibagi menjadi 3 kelas yaitu, Hydrozoa,
Scyphozoa dan Anthozoa. Ubur-ubur termasuk dalam kelas Scyphozoa
karena bentuk tubuh ubur-ubur yang dominan adalah medusa.
-Cacing tanah merupakan filum dari Annelida karena cacing tanah
merupakan cacing dengan tubuh bersegmen. Selain itu, cacing tanah
merupakan hewan triploblastik yang sudah memiliki rongga tubuh
sejati. Filum Annelida terbagi atas Polychaeta, Oligichaeta dan
Hirudinea. Cacing tanah termasuk dalam filum Oligochaeta karena
cacing tanah tidak memiliki parapodia dan memiliki seta.
-Bekicot, kerang hijau, gurita dan cumi-cumi termasuk dalam filum
Molusca. Hewan-hewan tersebut memiliki tubuh yang lunak sehingga
masuk dalam filum Mollusca. Molusca terbagi atas kelas Gastropoda,
Pelecypoda dan Chephalopoda. Bekicot termasuk dalam kelas
Gastropoda karena bekicot menggunakan perutnya sebagai alat gerak.
Kerang hijau masuk dalam kelas Pelecypoda karena kakinya berbentuk
pipih seperti kapak. Sedangkan cumi-cumi dan gurita termasuk dalam
kelas Cephalopoda karena memiliki kaki di kepala.
-Laba-laba, kelabang, kaki seribu, udang, kepiting, capung dan belalang
termasuk dalam filum arthopoda karena memiliki kaki yang beruas-
ruas. Selain itu, tubuh mereka meruopakan simetri bilateral dan
tergolong hewan triploblastik selomata. Arthopoda dibagi menjadi
Kelas Arachnoidea, Myriapoda, Crustaceae, Insecta.
Laba-laba termasuk dalam kelas Arachnoidea karena tidak
memiliki anggota badan sebagai anggota perasa yang disebut sebagai
antena. Sedangkan kelabang dan kaki seribu masuk dalam kelas
Myriapoda karena memiliki jumlah kaki yang banyak. Myriapoda dibagi
menjadi 2 ordo yaitu Chilopoda dan Diplopoda. Contoh Chilopoda
adalah kelabang karena dalam setiap segmen tubuhnya, kelabang
memiliki sepasang kaki dan spirakel. Sedangkan kaki seribu adalah
contoh dari Diplopoda karena dalam setiap segmen tubuhnya, kaki
seribu memiliki 2 pasang kaki dan spirakel.
Udang dan kepiting adalah contoh dari kelas Crustaceae. Mereka
masuk dalam kelas ini karena memiliki kulit (eksokleton) yang keras.
Crustaceae dibagi atas Entomostraca yang terdiri atas hewan
Crystaceae yang berukuran mikroskopik dan Malacostraca, contohnya
yaitu udang dan kepiting.
Belalang dan capung merupakan contoh dari kelas insecta. Kelas
insecta memiliki ciri-ciri kakinya berjumlah 6. Berdasarkan sayapnya
insecta dibagi atas Apterigota (tidak bersayap) dan Pterigota
(bersayap). Pterigota dibagi atas Eksopterigota (sayap yang berasal
dari dinding luar tubuh) dan Endoptrigota (sayap berasal dari dalam
dinding tubuh). Eksoptrigota dibagi menjadi 4 yaitu Orthoptera,
Hemiptera, Homoptera dan Odonata. Belalang termasuk dalam
Orthoptera karena memiliki 2 pasang sayap dengan sayap depan yang
lebih sempit. Capung termasuk dalam Odonata karena memiliki 2
pasang sayap seperti jala.
-Bulu babi merupakan contoh dari Echinodermata karena bulu babi
memiliki endoskeleton berduri yang menembus kulit. Echinodermata
dibagi atas 5 kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Holothuroidea,
Echinoidea dan Crinoidea. Cirri dari kelas Echinoidea adalah
berbentuk bola atau pipih sehingga bulu babi termasuk dalam kelas ini.
-Ikan dan cicak termasuk dalam kelas vertebrata karena memiliki
tulang belakang. Vertebrata terbagi atas 5 kelompok, yaitu Pisces,
Amphibia, Reptile, Aves dan Mammalia. Ikan termasuk dalam kelas
Pisces. Sedangkan cicak termasuk dalam kelas Reptilia karena
memiliki kulit yang bersisik.

V. Pertanyaan
1. Ciri-ciri apa yang kalian amati? Bagian apa?
-Morfologi hewan yang tampak dari luar dan bagian dalam hewan bagi
hewan yang telah mati dengan cara melakukan pembedahan. Selain itu,
kita dapat mengamati cara bergerak dan makan hewan tersebut.
2. Bagian apa yang kalian tidak bisa amati?
-Bagian dalam tubuh hewan bagi hewan yang masih hidup. Sistem-sistem
yang ada di dalam hewan tersebut seperti system pencernaan, sisitem
saraf, system pernafasan, system peredaran darah.

VI. Kesimpulan
Hewan di dunia ini beragam jenis dan variasinya. Untuk memudahkan
mempelajarinya, hewan-hewan tersebut dikelompokkan menurut persamaan
dan perbedaan cirinya. Hewan yang masuk dalam 1 filum yang sama memiliki
persamaan ciri yang lebih banyak dibanding dengan 1 kingdom yang sama.
Hewan yang masuk dalam 1 ordo yang sama memiliki persamaan ciri yang lebih
banyak dibanding dengan 1 filum yang sama, begitu pula seterusnya sampai ke
genus. Untuk memasukkan hewan dalam kelompok yang tepat, kita harus
mengamati ciri-ciri hewan tersebut dengan seksama. Dengan mengamati
persamaan ciri dan perbedaan ciri hewan tersebut, kita dapat
memasukkannya dalam kingdom, filum, kelas, ordo, famili dan genus yang
tepat.

VII. Referensi Teori


http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_ilmiah
http://www.gudangmateri.com/2010/02/klasifikasi-makhluk-hidup.html