Anda di halaman 1dari 6

I.

TRANSMISI PARALEL DAN TRANSMISI SERIAL

Transmisi merupakan bagaimana suatu data dapat dikirimkan dari suatu alat dan
diterima oleh alat lain. Transmisi ini merupakan salah satu konsep penting dalam sistem
komputer sehingga suatu perangkat bisa berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Misalnya
dari perangkat input ke pemroses, pemroses ke storage, pemroses ke media output, atau
bahkan dari suatu sistem komputer ke sistem komputer lainnya. Dikenal dua mode transmisi
ini, yaitu: Paralel transmission dan Serial transmission. Berikut ini Penjelasan Mengenai
mekanisme transmisi serial dan transmisi parallel

1. Transmisi Serial

Pada metode pengiriman secara serial, data paralel internal akan diteruskan ke pengubah
paralel-serial (IC Converted). Bit-bit data akan dikirimkan secara berurutan (tidak serempak)
dan kecepatan perpindahan datanya lebih rendah dibandingkan mode transmisi paralel. Pada
transmisi ini pengelompokan bit dengan menambahkan juga bit control data dikirmkan satu
bit demi satu bit lewat kanal komunikasi yang telah dipilh misalnya data dikirmka dalam
bentuk kode ASCII dengan 7 bit untuk tiap karakter. Penerima juga harus menerima data, bit
demi bit. Untuk kode ASCII, satu informasi karakter terdiri dari 7 bit. Paling umum
digunakan untuk komunikasi antar-komputer. Pengiriman dimulai dari LSB (Least
Significant Bit) dan diakhiri dengan MSB (Most Significant Bit). Penerima harus
mengartikan isyarat data yang sama pada waktu yang tepat sebelum membentuk kembali
karakter yang diterima.
Gambar Mode transmisi serial

Agar data dapat diterima dengan benar maka selang waktu yang digunakan oleh pengirim dan
penerima harus sama. Untuk mendukung kebutuhan tersebut maka pengirim dan penerima
harus menambahkan detak (Time Pulse). Mode transmisi serial membutuhkan
sinkronisasi/penyesuaian yang berfungsi untuk:
1. Mengetahui jika sinyal yang diterimanya merupakan bit data (sinkronisasi bit)
2. Mengetahui jika sinyal yang diterimanya membentuk sebuah karakter (sinkronisasi
karakter)
3. Mengetahui jika sinyal yang diterima membentuk sebuah blok data (sinkronisasi blok).

Contoh penggunaanya dari transmisi serial yaitu pengguna yang menghubungkan terminal ke
host komputer yg berada pada bangunan yg lain. Berdasarkan cara sinkronisasi dikenal 3
mode transmisi serial yaitu Asinkron, sinkron, isokron. Berikut ini penjelasanya:

a. Asinkron

Gambar Transmisi asinkron

Transmisi asinkron digunakan bila pengiriman data dilakukan satu karakter setiap
kali. Antara satu karakter dengan yang lainnya tidak ada waktu antara yang tetap. Karakter
dapat dilakukan sekaligus ataupun beberapa karakter kemudian berhenti untuk waktu tidak
tentu, lalu mengirimkan sisanya. Akibatnya setiap kali penerima harus selalu melakukan
sinkronisasi supaya bit data yang dikirimkan diterima dengan benar. Dengan demikian
penerima harus mengetahui mulainya bit pertama dari sinyal data. Caranya dengan
memberikan suatu pulsa yang disebut start pulse pada awal tiap karakter. Pulsa ini
memberitahukan penerima untuk memulai menerima bit data. Umumnya keadaan idle, yaitu
keadaan tanpa transmisi sinyal, dikatakan keadaan tinggi (high) atau mark. Sehingga dapat
dikatakan bahwa selama keadaan idle transmitter mengirimkan deretan “1” secara terus
menerus. Keadaan sebaliknya, yaitu “0” disebut space.

Pengirim kalau hendak mengirmkan data, selalu memberikan bit awal (start bit) yaitu
pulsa perubahan dari 1 ke 0 selama satuan waktu bit. Kalau penerima mendeteksi pulsa ini
akan menjalankan clock-nya sesuai dengan baud rate yang dipilih. Setengah bit kemudian
saluran dicuplik, kalau ternyata dideteksi bit awal maka saluran dicuplik tiap 1 bit dan
keadaan line dicatat sesuai dengan hasil cuplikan. Kalau pada setengah bit diatas ternyata
keadaan saluran “1” , dianggap bahwa transisi “1” ke “0” hanyalah suatu gangguan belaka.
Dengan cara ini clock dari penerima mengalami sinkronisasi pada tiap karakter. Akibatnya
perbedaan clock sedikit pada pemancar dan penerima dapat diabaikan. Tiap karakter diakhiri
dengan bit akhir (stop bit). Bit akhir merupakan keadaan “1” dan panjangnya bervariasi satu
sistem ke sistem lain. Panjangnya dapat 1.5 atau 1.42 bit untuk sistem baudot, 1 atau 2 pulsa
pada sistem lain.

Transmisi asinkron kadang-kadang disebut transmisi awal-akhir (start-stop


transmision), karena tiap karakter mengalami sinkronisasi dengan jalan penggunaan bit awal
dan bit akhir. Banyaknya bit-bit-bit ini tergantung dari kode yang digunakan. Secara
singkat :Bit awal memberitahukan system untuk mulai mengumpulkan bit berikutnya sebagai
bit data. Bit akhir memberitahukan pada terminal bahwa data telah lengkap dan terminal
kembali ke keadaan reset supaya dapat menerima bit awal lagi. Sinkronisasi dilakukan
kembali setiap karakter diterima.

b. Sinkron

Gambar Transmisi Sinkron


Digunakan untuk transmisi kecepatan tinggi. Yang ditransmisikan satu blok data. Dalam
system ini baik pengirim maupun penerima bekerja bersama-sama dan sinkronisasi
dilakukan setiap sekian ribu bit data. Bit awal/akhir tidak dibuthukan untuk tiap karakter.
Sinkronisasi dilaksanakan dan dijaga baik pada waktu tidak ada data yang dikirm maupun
sesaat sebelum pengiriman terjadi. Sinkronisasi terjadi dengan jalan mengirimkan pola data
tertentu antara pengirim dan penerima. Pola data tertentu ini disebut karakter sinkronisasi
(synchronization character). Pengirim akan mengirimkan sejumlah besar data. Penerima,
yang mengetahui kode yang digunakan, akan memenggal data tersebut dan meneruskannya
ke komputer. Transmisi ini lebih efisien karena sinkronisasi hanya dibutuhkan 16 sampai 32
bit, sementara data dapat mencapai beberapa ribu bit Panjangnya. Karena pada mode
asinkron tiap huruf mempunyai bit awal-akhir, jika terjadi kesalahan karena sinkronisasi
maka hanya 1 karakter yang hilang sedangkan mode sinkron 1 blok data akan hilang.

Transmisi sinkron digunakan untuk menyalurkan data secara blok. Dalam transmisi ini
tiapa blok panjangnya sama. Waktu antara akhir dan bit terakhir suatu karakter dan awal bit
pertama karakter berikutnya harus nol atau kelipata dari waktu satu karakter. Untuk mencapai
sinkronisasi pengirim harus mengirim karakter khusus dan penerima harus mengenalinya.
Transmisi sinkron menggunakan kemampuan satuan komunikasi data secara efisien karena
transmisi hanya dilakukan bila telah dipunyai sejumlah blok data.

c. Isokron

Transmisi isokron adalah kombinasi dari asinkron dan sinkron. Tiap karakter
didahului dengan bit awal (start bit) dan akhir data ditutup dengan bit akhir (stop bit), tetapi
pengirim dan penerima disinkronisasi. Perioda tanpa transmisi terdiri atas satu atau lebih
karakter. Pada asinkron bit data dari karakter dikirmkan bebas dari timing dari karakter
lainnya, sedangkan pada sinkron pengirim dan penerima disinkronisasikan lalu data yang
terdiri atas beberapa ribu bit dikirmkan.Isokron menggunakan bit awal dan bit akhir selain
sinkronisasi dari peralatan pengirim dan penerima. Sinkronisasi dilakukan sebesar satuan
pewaktuan (timing unit).
2. Transmisi Paralel

Gambar Mode transmisi parallel

Pada Transmisi paralel, suatu konektor yang terdiri dari tujuh atau delapan bit
(ASCII) ditransmisikan secara serentak setiap saat. Misalkan bila digunakan kode ASCII,
maka dibutuhkan sebanyak 8 jalur untuk mentransmisikan sekaligus 8 bit untuk satu karakter
ASCII. Data dikirimkan sekaligus (serempak) misal 8 bit bersamaan. Kecepatan yang
dimiliki oleh mode transmisi paralel tinggi. Tetapi dengan adanya tuntutan kecepatan
pengiriman yang tinggi maka karakterisitik media transmisi yang digunakan harus baik. Ada
masalah ketika kita menggunakan mode transmisi paralel yaitu disebut “Skew Efek” yang
terjadi pada sejumlah pengiriman bit secara serempak dan tiba pada tempat yang dituju dalam
waktu yang tidak bersamaan.

Pada transmisi ini, yang ditransmisikan secara paralel adalah bit-bit yang mewakili
secara paralel adalah bit-bit yang mewakili satu karakter, sedangkan masing-masing karakter
ditransmisikan secara serial. Komunikasi paralel digunakan untuk komunikasi jarak dekat,
biasanya transmisi sinyal dalam komputer, maupun komputer dengan printer.Pengiriman data
dalam bentuk Paralel ini mempunyai kecepatan yang sangat tinggi, karena setiap saat dapat
mentransmisikan beberapa karakter sekaligus, namun metode ini membutuhkan banyak sekali
kabel untuk mentransmisikan masing masing bit tersebut. Agar data yang diterima itu benar
maka selang waktu yang digunakan oleh pengirim dan penerima harus sama. Untuk
keperluan tersebut maka pengirim dan penerima harus menambahkan “detak” (Time Pulse).
Contoh penggunaan transmisi paralel yaitu hubungan PC dengan Printer.