P. 1
teori koligatif

teori koligatif

|Views: 98|Likes:
Dipublikasikan oleh Mujahidz Chayank Ghadieztnyha

More info:

Published by: Mujahidz Chayank Ghadieztnyha on Feb 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2011

pdf

text

original

HASIL PENGUJIAN SIFAT KOLIGATIF

TENTANG KENAIKAN TITIK DIDIH

 Tb

42 gram gula dan 0.5 gram 10 gram 100ml Urutan kerja: Ambil 3 buah gelas masing-masing dengan 50 ml air. molalitas garam .5 menit suhunya bertambah lebi cepat dari garam dan urea . Panaskan ketiga buah larutan tersebut sampai mendidih dan catatlah perubahan suhu yang terjadi setiap selang waktu 0.5 menit. stopwatch 5. KENAIKAN TITIK Alat dan bahan : 1.5 menit 1 2 3 4 5 6 7 8 9 32 35 40 45 50 55 57 58 61 32 35 38 42 47 51 56 60 66 32 35 39 42 45 49 52 56 59 32 32 35 37 41 44 48 51 53 2. termometer 4. urea. Dua dari tiga gelas kimia tadi masingmasing tambahkan 3. sedangkan gula itu juga cepat pada kenaikan suhunya mungkin hampir sama karna dari suhu awalnya yang sama akan tetapi pada suhu terakhir (ke 9) hanya brbeda 5 0C 4. Gelas kimia 100 ml 2.hasil tabel Tabel kenaikan titik didih larutan Gelas kimia 1 2 3 4 Air Larutan gula larutan garam larutan urea Zat yang di panasi Suhu (0C)tiap 0. kasa dan kaki tiga 3. Pembakar spiritus 6. Data dan analisa : 1. kesimpulan pada pelarut ketika setiap 0. variabel dari percobaan di atas Variabel manipulasi :larutan Variabel kantrol : air murni Variabel respon :suhu 3.I. gula pasir 8.585 gram garam dapur. Aquades DIDIH(  Tb ) 3 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3.dan gula . garam dapur 7.

52 0C)  Tb =m.8x0. kenaikan titik didih larutan (kb=0.P = Po .Po . Menurut RAOULT: p = po . Sifat koligatif meliputi: 1.(garam)m=n/p=0. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit. Penurunan titik beku 4. sehingga kecepatan penguapanberkurang. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.656  Tb ((urea)=2x0.64/0.05=2 5. X A sehingga: .kb  Tb (gula)=0.01/0. maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi: P = Po (1 . sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Penurunan tekanan uap jenuh 2.8 (gula)m=n/p=0. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut.2x0. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya.05=12. walaupun konsentrasi keduanya sama. XB dimana: p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut murni XB = fraksi mol pelarut Karena XA + XB = 1. zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu.04 sifat Koligatif Larutan Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). XA Po . Kenaikan titik didih 3. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu.104  Tb (garam)=12. PENURUNAN TEKANAN UAP JENUH Pada setiap suhu.XA) P = Po .05=0. Tekanan osmotik Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri.1/0.52=0.52=6.52=1.2 (urea)m=n/p=0.

Kb dimana: DTb = kenaikan titik didih (oC) m = molalitas larutan Kb = tetapan kenaikan titik didih molal Karena : m = (W/Mr) . Kf dimana: DTf = penurunan titik beku m = molalitas larutan Kf = tetapan penurunan titik beku molal W = massa zat terlarut Mr = massa molekul relatif zat terlarut p = massa pelarut Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm. 1000/p . maka titik didih larutan dinyatakan sebagai: Tb = (100 + DTb)oC PENURUNAN TITIK BEKU Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai : DTf = m . maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai: Tf = (O . Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan: DTb = m . Kb Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm. XA dimana: DP = penunman tekanan uap jenuh pelarut po = tekanan uap pelarut murni XA = fraksi mol zat terlarut KENAIKAN TITIK DIDIH Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni. (1000/p) . Kf = W/Mr .DTf)oC . (W menyatakan massa zat terlarut) Maka kenaikan titik didih larutan dapat dinyatakan sebagai: DTb = (W/Mr) .DP = po . (1000/p) .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->