P. 1
MAKALAH PERENCANAAN KOTA KECAMATAN PONDOK AREN - FINAL RELEASE

MAKALAH PERENCANAAN KOTA KECAMATAN PONDOK AREN - FINAL RELEASE

|Views: 3,534|Likes:
Dipublikasikan oleh Debrian Ruhut Saragih

More info:

Published by: Debrian Ruhut Saragih on Feb 05, 2011
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2014

Fisik dari suatu wilayah pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu fisik dasar dan fisik

terbangun. Fisik dasar adalah sesuatu yang terkait dengan tanah, air, dan udara tetapi tidak

tampak penggunaannya.

Survei karakteristik fisik dasar merupakan survei awal dalam rangka pengkajian

penataan ruang. Tujuan dari survei karakteristik fisik dasar adalah:

1. Sifat alami geografis.

2. Mengenali skala dan bentuk detil lingkungan.

3. Mengetahui secara teknis aspek-aspek topografi, geologi, iklim, mineral, areal

mempunyai fisik khusus, lokasi produktif, serta sumber polusi.

Hasil atau informasi dari survei tersebut diimplementasikan dalam “Peta Penggunaan

Tanah”, yang selanjutnya akan berfungsi mengantisipasi adanya perubahan-perubahan

yang terjadi dari strutur tata ruang serta aktivitasnya. Selain itu, juga bermanfaat dalam

menganalisis sifat pertumbuhan atau perkembangan kawasan serta pola pemukiman

penduduk.

Karakter fisik dasar dari suatu wilayah adalah :

1. Topografi

Keadaan topografi merupakan bahasan tentang permukan tanah atau bentang alam,

berguna untuk mengetahui/menentukan batas lereng/kemiringan tanah yang

diizinkan dalam pembangunan. Rumus untuk menghitung batas kemiringan adalah:

8

Kemiringan = a/b

x 100%

Kriteria kemiringan lahan:

a) 0 – 2% : Bagus untuk membangun, tapi mengalami masalah

dengan pengairan/drainase karena terganggunya

aliran air.

b) 3 – 15% : Paling baik dibangun untuk perumahan, industri, dan

wisata.

c) 16 – 25% : Masih perlu pengelolaan.

d) 26 – 40% : Pembangunan bersyarat.

e) > 40% : Dilarang

Semua ini diwujudkan dalam bentuk peta keterangan wilayah.

2. Hidrologi

Hidrologi membahas jalur perairan yang ada di suatu wilayah serta membahas

tentang sumber air yang digunakan oleh penduduk dalam suatu wilayah.

Kebijakan perencanaan wilayah mencakup hidrologi. Hidrologi membahas tentang:

a) Sumber air dan keadaan air tanah,

b) Pola dan arah aliran sungai untuk irigasi,

c) Sistem air ke dalam untuk mencari tahu apakah air tanah di tempat itu dapat

dipenuhi (identifikasi peneyediaan air),

d) Pola aliran air sungai di bawah permukaan tanah,

e) Irigasi, digunakan untuk pemetaan lokasi (sanitary landfill).

3. Klimatologi

Membahas tentang:

a) Suhu dan kelembapan udara,

b) Curah hujan, untuk perhitungan dimensi saluran air hujan

c) Arah angin untuk menentukan lokasi pabrik di wilayah yang rawan akan polusi

udara,

d) Penyinaran matahari, untuk menentukan komoditi yang akan cocok di wilayah

itu,

a

b

9

e) Iklim,

f) Mineral.

4. Pemanfaatan lahan

Hal ini membahas tentang peruntukkan suatu lahan dalam suatu wilayah yang

meliputi peruntukkan : Perumahan rakyat, Permukiman/ Real Estate, Pertanian

padi sawah, Pertanian padi gogo, Bangunan, pemerintahan, Kuburan, Rawa,

Lapangan olahraga, Empang, Danau.

5. Kawasan terbangun dan kawasan tidak boleh terbangun

Yaitu membahas tentang zoning penggunaan area yang didasarkan pada topografi,

kemiringan, dan penggunaan lahan.

6. Lokasi produktif dan sumber polusi

Apabila karakter-karakter topografi, geologi, hidrologi, dan klimatologi

digabungkan, maka akan dapat menghasilkan peta super impose. Selain itu,

karakteristik fisik dasar lainya yang dapat di analisis berupa jalan, utilitas, etika

dan lain-lain.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->