Anda di halaman 1dari 14

TEORI MAXWELL BERKAITAN DENGAN

ELEKTROMAGNETIK

Disusun oleh:

AZIZ KHANIFAN

08506131007

PRODI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2009

DAFTAR ISI
Bab I : Pendahuluan……………………………………………………………………..

1.1 Latar Belakang……………………………………………………………

1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………

Bab II : Pembahasan…………………………………………………………………….

2.1 Sejarah Teori Maxwell dan


Elektromagnetik………………………………

2.2 Pengertian Teori Maxwell dan


Elektromagnetik…………………………...

2.3 Sumber Medan


Elektromagnetik……………………………………………

2.4 Dampak Gelombang


Elektromagnetik……………………………………...

2.5 Keterkaitan Teori Maxwell dan


Elektromagnetik…………………………..

2.5.1 Prinsip Dasar Kelistrikan


………………………………………………….

Bab III : Penutup…..……………………………………………………………………

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………….

Daftar Pustaka………………………………………………………………………….
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Ini dikenal sebagai gejala
induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted yang telah menemukan gejala ini
secara eksperimen dan dirumuskan secara lengkap oleh Ampere. Gejala induksi magnet
dikenal sebagai Hukum Ampere.

Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan


(menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini dikenal sebagai gejala
induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara eksperimen oleh
Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi
elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.

Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep
simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan.
Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap
waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi.
Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu
dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi
hukum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Sejarah ditemukannya teori Maxwell dan elektromagnetik ?

2. Keterkaitan teori maxwell dengan elektromagnetik?


BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Teori Maxwell dan Elektromagnetik

Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada
1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika
medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field),
berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865. Pada 1878 David E. Hughes
adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia
menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya.
Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang
itu cuma merupakan induksi adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888,
pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi
radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan
menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan
partial disebut persamaan gelombang. Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich
Hertz. Setiap muatan listrik yang memiliki percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik.
Waktu kawat (atau panghantar seperti antena) menghantarkan arus bolak-balik, radiasi
elektromagnetik dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus listrik. Bergantung pada
situasi, gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau seperti partikel.
Sebagai gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya), panjang gelombang, dan
frekuensi. Kalau dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan
masing-masing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh
hubungan Planck E = Hν, di mana E adalah energi foton, h ialah konstanta Planck — 6.626
× 10 −34 J·s — dan ν adalah frekuensi gelombang.
Einstein kemudian memperbarui rumus ini menjadi Ephoton = h1½.
Sekitar abad ke 19, Maxwell menyatakan persamaan nya yang cukup mengejutkan
dunia Fisika. Salah satunya menyatakan adanya gelombang elektromagnetik. Namun, saat itu
belum dapat dibuktikan. Karna itu, Heinrich Hertz mencoba untuk membuktikan keberadaan
gelombang elektromagnetik itu. Secara teori, Hertz menyadari bahwa gelombang
elektromagnetik yang dinyatakan Maxwell merupakan gabungan dari gelombang listrik dan
gelombang magnetik secara saling tegak lurus. Begitu pula dengan arah geraknya. Karena
gelombang tersebut mengantung gelombang listrik, maka Hertz mencoba membuktikan
keberadaan gelombang elektromagnetik tersebut melalui keberadaan gelombang listriknya
yang diradiasikan oleh rangkaian pemancar. Hertz mencoba membuat rangkaian pemancar
sederhana dengan bantuan trafo untuk memperkuat tegangan dan kapasitor sebagai
penampung muatannya. Karena ada arus pergeseran pada gap pemancar, diharapkan ada
radiasi gelombang elektromagnetik yang akan dipancarkan. Karena secara teori, dari percikan
yang muncul akan dihasilkan gelombang elektromagnetik. Alhasil, pada rangkaian loop
penerima yang hanya berupa kawat berbentuk lingkaran yang tanpa diberikan sumber
tegangan apapun, ternyata muncul percikan listrik pada gap-nya. Ini membuktikan ada listrik
yang mengalir melalui radiasi suatu benda.yang akhirnya terhantarkan ke loop. Karena
merasa belum puas, Hertz mencoba untuk menghitung frekuensi pada loop.
Ternyata frekuensi yang dihasilkan sama dengan frekuensi pemancar. Ini artinya listrik pada
loop berasal dari pemancar itu sendiri. Dengan ini terbuktilah adanya radiasi gelombang
elektromagnetik Maxwell. Percobaan Hertz ini juga memicu penemuan telegram tanpa kabel
dan radio oleh Marconi. Rangkaian ini ada dalam kaca quartz untuk menghindari sinar UV.

2.2. Pengertian Teori Maxwell dan Elektromagnetik

Inti teori Maxwell mengenai gelombang elektromagnetik adalah:

1. Perubahan medan listrik dapat menghasilkan medan magnet.


2. Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. Cepat rambat gelombang
elektromagnetik (c) tergantung dari permitivitas (Î) dan permeabilitas (m) zat.

C = 1 / Ö(Îo . mo) = 3 x 108 m/s

Îo = 8.85 x 10-12 C2/Nm2

c =f . l

mo = 12.56 x 10-7 wb/amp.m


Dalam fisika elektromagnetik, sebuah medan elektromagnetik adalah sebuah medan
terdiri dari dua medan vektor yang berhubungan: medan listrik dan medan magnet. Ketika
dibilang medan elektromagnetik, medan tersebut dibayangkan mencakup seluruh ruang,
biasanya medan elektromagnetik hanya terbatas di sebuah daerah kecil di sekitar objek dalam
ruang.

Vektor (E dan B) yang merupakan karakter medan masing-masing memiliki sebuah


nilai yang didefinisikan pada setiap titik ruang dan waktu. Bila hanya medan listrik (E) bukan
nol, dan konstan dalam waktu, medan ini dikatakan sebuah medan elektrostatik. E dan B
(medan magnet) dihubungkan dengan persamaan Maxwell.

Maxwell menyimpulkan beberapa hal seperti berikut:

• Medan listrik memancar dari muatan listrik.


• Kutub-kutub magnet tidak ada yang terpisah.
• Medan listrik dihasilkan oleh perubahan medan magnet.

Ciri-ciri gelombang elektromagnetik:

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan beberapa ciri gelombang elektromagnetik
adalah sebagai berikut:

1. Perubahan medan listrik dan medan magnetik terjadi pada saat yang bersamaan,
sehingga kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama
dan pada tempat yang sama.

2. Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus
terhadap arah rambat gelombang.

3. Dari ciri no 2 diperoleh bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang


transversal.

4. Seperti halnya gelombang pada umumnya, gelombang elektromagnetik mengalami


peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, dan difraksi. Juga mengalami peristiwa
polarisasi karena termasuk gelombang transversal.
5. Cepat rambat gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada sifat-sifat listrik
dan magnetik medium yang ditempuhnya.

2.3. Sumber Medan Elektromagnetik

Medan Elektromagnetik dihasilkan oleh barang-barang yang biasa ditemui dan


tumbuh sangat cepat dalam lingkungan yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan oleh Medan Elektromagnetik baik statis
maupun yang berubah-rubah dengan waktu. Medan yang berubah-rubah mulai dari frekwensi
nol ( listrik searah ) sampai 300 Giga Hz. mendekati batas teratas gelombang radio.

Gelombang Elektromagnetik ada disekitar kita, kemanapun kita pergi, tinggal dan
tidur, tidak dapat kita hindari. Gelombang Elektromagnetik itu termasuk yang dipancarkan
oleh Telepon seluler, oven microwave, hair dryer, shaver, pemotong rumput dan oleh saluran
listrik tegangan tinggi.

Sumber gelombang elektromagnetik:

1. Osilasi listrik.
2. Sinar matahari → menghasilkan sinar infra merah.

3. Lampu merkuri → menghasilkan ultra violet.

4. Penembakan elektron dalam tabung hampa pada keping logam → menghasilkan sinar
X (digunakan untuk rontgen).

Inti atom yang tidak stabil menghasilkan sinar gamma.

2.4. Dampak Gelombang Elektromagnetik

Menurut WHO, gangguan kesehatan seperti kanker, perubahan perilaku, hilang


ingatan, penyakit Parkinson, Alzheimer, AIDS, sindroma kematian bayi yang mendadak, dan
masih banyak yang lainnya lagi, termasuk meningkatnya angka bunuh diri diduga merupakan
akibat dari pancaran gelombang elektromagnetik.

Pada dasarnya kita hidup diatas bumi telah mendapatkan medan listrik dan medan
magnit natural yang disebabkan adanya lapisan ionosfer dan awan-awan yang bermuatan
listrik Medan listrik dibawah saluran udara, pada ketinggian 1 m diatas tanah, jauh lebih
kecil, sebagai contoh dibawah saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV, kuat medan pada
1 m dari permukaan tanah lebih kecil dari 10 kV/m. Untuk bagian otak, medan ekuivalen
untuk mencapai nilai kerapatan arus yang bisa menyebabkan efek rangsangan adalah 40
kV/m. Sedangkan medan ekuivalen sebesar 4000 kV/m dapat menyebabkan bahaya fibrilasi
jantung.

Disamping menyebabkan timbulnya arus induksi, medan listrik pada permukaan


tubuh akan menyebabkan gaya pada bulu tubuh atau rambut, sehingga terjadi vibrasi pada
bagian-bagian tersebut. Nilai kuat medan dimana stimulasi rambut mulai terasakan sangat
bervariasi untuk setiap orang. Nilai medan listrik yang mulai terasa pada bulu tangan 7 kV/m,
rambut 23 kV/m, stimulasi ini tidak menyebabkan efek gangguan kesehatan tubuh.

Riset laboratorium tentang pengaruh medan listrik dilakukan oleh Hauf dan kawan-
kawan. Pada penelitian tersebut disimpulkan exposure medan listrik yang berkekuatan
sampai 20 kV/m tidak menimbulkan efek patologis pada organ-organ tubuh, demikian juga
tidak diketemukan adanya stress symptom electrolyte effects, maupun kelainan-kelainan pada
keseimbangan enzim tubuh.

2.5 Keterkaitan Teori Maxwell dan Elektromagnetik

Bagian lain dari fisika klasik adalah berkaitan dengan gejala elektromagnet, yang
sangat cocok dibahas dengan menggunakan medan magnet E(x)dan H(x). Dua besaran ini
menurut. Persamaan Maxwell berhubungan dengan rapat muatan dan rapat arus. Uraian
tentang hal ini tidak akan diulangi di sini oleh karena dapat diperoleh dalam kuliah teori
medan elektromagnet. Konsep utama yang penting dikemukakan adalah bahwa menurut teori
Maxwell, medan listrik dan magnet memenuhi persamaan ;

Hal ini menyatakan bahwa kedua medan di atas merambat dalam ruang dalam bentuk
gelombang dengan kecepatan tetap . Dugaan inspiratif Maxwell menyatakan bahwa pada
range frekuensi tertentu gelombang ini tiada lain merupakan gelombang cahaya. Sejak itu
orang kemudian mengerti bahwa gelombang EM meliputi frekuensi yang sangat rendah
contohnya yang digunakan pada gelombang, cahaya tampak hingga radiasi yang frekuensinya

sangat besar seperti Sinar-X dan Sinar- α


Dari sudut pandang optika telah dipahami bahwa cahaya memiliki berbagai sifat yang
menunjukkan bahwa konsep cahaya sebagai gelombang tidaklah esensial. Akan tetapi guna
menjelaskan secara lebih tepat mengenai gejala interferensi, khususnya difrkasi, konsep
cahaya sebagai gelombang merupakan hal yang mutlak.

Pernyataan matematis dari gelombang dinytakan sbb:

dimana frekuensi sudut , dan vektor penjalaran merupakan karateristik fisis dasar
dari gelombang, yang terlihat dari hubungan:

Disiplin mekanika dan elektromagnet dihubungkan oleh hukum Lorentz, yang

menyatakan bahwa sebuah partikel bermuatan , yang bergerak dengan kecepatan dalam
medan listrik dan medan magnet akan mengalami gaya:

Pada prinsipnya pandangan klasik ini, yakni materi terdiri atas partikel dan radiasi
terdiri atas gelombang, menjadi acuan guna penjelasan gejala-gejala alam; partikel misalnya
elektron dan proton memiliki massa dan muatan listrik satu satuan, dan berinteraksi melalui
interaksi gravitasi (massa) dan elektromagnetik. Akan tetapi, teori klasik tetap tidak mampu
menjelaskan interaksi anatar partikel bermuatan dengan radiasi.

2.5.1 Prinsip Dasar Kelistrikan


arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Ini dikenal sebagai
gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted yang telah menemukan
gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan secara lengkap oleh Ampere. Gejala induksi
magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.

Michael Faraday, penemu induksi elektromagnetik

Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan


(menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini dikenal sebagai gejala
induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara eksperimen oleh
Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi
elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.

Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep
simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan.
Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap
waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi.
Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu
dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi
hukum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan.
James Clerk Maxwell, peletak dasar teori gelombang elektromagnetik

Jadi, prinsip ketiga adalah medan listrik yang berubah-ubah terhadap waktu dapat
menghasilkan medan magnet. Prinsip ketiga ini yang dikemukakan oleh Maxwell pada
dasarnya merupakan pengembangan dari rumusan hukum Ampere. Oleh karena itu, prinsip
ini dikenal dengan nama Hukum Ampere-Maxwell.

Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di atas, Maxwell melihat adanya
suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat membangkitkan medan
listrik yang juga berubah-ubah terhadap waktu, dan medan listrik yang berubah terhadap
waktu juga dapat menghasilkan medan magnet. Jika proses ini berlangsung secara kontinu
maka akan dihasilkan medan magnet dan medan listrik secara kontinu. Jika medan magnet
dan medan listrik ini secara serempak merambat (menyebar) di dalam ruang ke segala arah
maka ini merupakan gejala gelombang. Gelombang semacam ini disebut gelombang
elektromagnetik karena terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang merambat dalam
ruang.

Pada mulanya gelombang elektromagnetik masih berupa ramalan dari Maxwell yang
dengan intuisinya mampu melihat adanya pola dasar dalam kelistrikan dan kemagnetan,
sebagaimana telah dibahas di atas. Kenyataan ini menjadikan James Clark Maxwell dianggap
sebagai penemu dan perumus dasar-dasar gelombang elektromagnetik.
Teori Maxwell tentang listrik dan magnet meramalkan adanya gelombang elektromgnetik

Ramalan Maxwell tentang gelombang elektromagnetik ternyata benar-benar terbukti.


Adalah Heinrich Hertz yang membuktikan adanya gelombang elektromagnetik melalui
eksperimennya. Eksperimen Hertz sendiri berupa pembangkitan gelombang elektromagnetik
dari sebuah dipol listrik (dua kutub bermuatan listrik dengan muatan yang berbeda, positif
dan negatif yang berdekatan) sebagai pemancar dan dipol listrik lain sebagai penerima.
Antena pemancar dan penerima yang ada saat ini menggunakan prinsip seperti ini.

diagram skematik eksperimen Hertz

Melalui eksperimennya ini Hertz berhasil membangkitkan gelombang


elektromagnetik dan terdeteksi oleh bagian penerimanya. Eksperimen ini berhasil
membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik yang awalnya hanya berupa rumusan
teoritis dari Maxwell, benar-benar ada sekaligus mengukuhkan teori Maxwell tentang
gelombang elektromagnetik.
BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembelajaran yang saya dapatkan setelah setelah mengerjakan “ Teori Maxwell
Berkaitan dengan Elektromagnetik “, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan ;
Gelombang elektromagnetik yang dinyatakan Maxwell merupakan gabungan dari gelombang
listrik dan gelombang magnetik secara saling tegak lurus. Begitu pula dengan arah geraknya.
Karena gelombang tersebut mengantung gelombang listrik.
Hertz mencoba membuktikan keberadaan gelombang elektromagnetik tersebut
melalui keberadaan gelombang listriknya yang diradiasikan oleh rangkaian pemancar.
Hertz mencoba membuat rangkaian pemancar sederhana dengan bantuan trafo untuk
memperkuat tegangan dan kapasitor sebagai penampung muatannya. Karena ada arus
pergeseran pada gap pemancar, diharapkan ada radiasi gelombang elektromagnetik yang akan
dipancarkan. Karena secara teori, dari percikan yang muncul akan dihasilkan gelombang
elektromagnetik. Alhasil, pada rangkaian loop penerima yang hanya berupa kawat berbentuk
lingkaran yang tanpa diberikan sumber tegangan apapun, ternyata muncul percikan listrik
pada gap-nya. Ini membuktikan ada listrik yang mengalir melalui radiasi suatu benda.yang
akhirnya terhantarkan ke loop. Karena merasa belum puas, Hertz mencoba untuk menghitung
frekuensi pada loop. Ternyata frekuensi yang dihasilkan sama dengan frekuensi pemancar.
Ini artinya listrik pada loop berasal dari pemancar itu sendiri. Dengan ini terbuktilah adanya
gelombang elektromagnetik Maxwell.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.institutmahardika.com/artikel/artiteor.php
http://id.wikipedia.org/wiki/Persamaan_Maxwell
http://info.g-excess.com/id/info/GelombangElektromagnetik.info
http://www.institutmahardika.com/artikel/artiteor.php
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor
http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum_elektromagnetik