Anda di halaman 1dari 18

PENGARUH KECEPATAN PUTAR CETAKAN TERHADAP KEKUATAN TARIK

DAN POROSITAS ALUMINIUM PADUAN (Al-Mg-Si) HASIL PENGECORAN


SENTRIFUGAL HORIZONTAL

Riza Nasrulloh, Yudy Surya Irawan, Winarno Yahdi Atmodjo


Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail: rizanasrulloh@gmail.com

ABSTRAK
Salah satu metode pengecoran adalah proses pengecoran sentrifugal. Pada proses pengecoran pada
umumnya, masih terdapat beberapa permasalahan yang dapat mempengaruhi karakteristik dari produk cor
tersebut. Permasalahan tersebut adalah penyusutan (shrinkage), porositas gas (gas porosity) dan mikrostruktur,
sedangkan pada aluminium paduan masalah utamanya adalah porositas gas.
Pada penelitian ini menggunakan bahan Aluminium paduan (Al-Mg-Si) dengan variasi kecepatan putar
cetakan 950, 1150, 1450, 1750 dan 2200 rpm. Pengujian kekuatan tarik dilakukan dengan menggunakan mesin
uji tarik (universal tensile machine) dan pengujian porositas menggunakan metode piknometri.
Dari hasil pengujian dengan menggunakan variasi kecepatan putaran 950, 1150, 1450, 1750 dan 2200 rpm
didapatkan nilai porositas yang terus mengalami penurunan secara berturut-turut 1.306, 1.222, 0.859, 0.826
dan 0.605%. Penurunan nilai porositas ini akibat adanya peningkatan gaya sentrifugal yang menekan logam
cair ke dinding cetakan sehingga butir akan rapat dan padat serta udara terjebak penyebab porositas akan
terurai keluar dari logam cair. Dari hasil pengujian kekuatan tarik dengan variasi kecepatan putar cetakan 950,
1150, 1450, 1750 dan 2200 rpm didapatkan nilai kekuatan tarik berturut-turut 170.44, 173.39, 152.16, 141.54
dan 140.95 N/mm2. Adanya peningkatan nilai kekuatan tarik disebabkan karena peningkatan gaya sentrifugal
yang menekan logam cair ke dinding cetakan sehingga butir yang terbentuk semakin kecil akibat dari
pendinginan yang lebih cepat. Penurunan kekuatan tarik disebabkan karena kecepatan putar cetakan yang
terlalu tinggi sehingga pembekuan yang terjadi semakin cepat, selain itu kecepatan putar yang terlalu tinggi ini
menyebabkan getaran pada mesin sentrifugal, dan mengakibatkan adanya segregasi melingkar pada hasil
coran. Selain itu adanya kecepatan putar yang tinggi mengakibatkan tegangan melingkar yang besar sehingga
akan menimbulkan retakan melingkar pada hasil coran oleh sebab itu kekuatan tariknya menurun.
Kata Kunci: aluminium paduan (Al-Mg-Si), kecepatan putar cetakan, kekuatan tarik, pengecoran sentrifugal,
porositas.

PENDAHULUAN Penyusutan dan porositas merupakan


Latar belakang sumber utama permasalahan cacat hasil
Salah satu metode pengecoran logam pengecoran. Porositas dapat terjadi karena
adalah pengecoran sentrifugal. Proses terjebaknya gelembung-gelembung gas
pengecoran sentrifugal dilakukan dengan pada logam cair ketika dituangkan
cara menuangkan logam cair kedalam kedalam cetakan (Budinski, 1996 : 460).
cetakan yang berputar, karena pengaruh Adanya cacat porositas ini akan
gaya sentrifugal benda coran akan padat, memberikan pengaruh terhadap kualitas
permukaan halus dan struktur logam yang dan kekuatan hasil pengecoran. Oleh sebab
dihasilkan mempunyai struktur fisik yang itu maka perlu dilakukan suatu kontrol
unggul. Umumnya cara ini cocok untuk terhadap absorbsi gas selama proses
benda cor yang simetris (Amstead, 1979 : pengecoran berlangsung.
118). Pada proses pengecoran pada Arif (2005) meneliti dengan
umumnya masih terdapat beberapa menggunakan variasi kecepatan putar
permasalahan yang dapat mempengaruhi cetakan 850 rpm sampai 1450 rpm dan
karakteristik dari produk cor tersebut. disimpulkan bahwa semakin tinggi putaran
Permasalahan tersebut adalah penyusutan cetakan (1450 rpm) maka cacat permukaan
(shrinkage), porositas gas (gas porosity) (blow holes dan pin holes) semakin turun.
dan mikrostruktur, namun yang sering Pengecoran sentrifugal cukup luas
terjadi adalah penyusutan dan porositas gas penggunaannya diantaranya pada
(Wisambodo, 2008). pembuatan pipa, tabung, cincin torak,
rumah metal bantalan luncur, selubung

 

 
silinder dan sebagainya (Chaplin, 1976 : kekuatan logam akan meningkat
315). Dalam pengecoran sentrifugal (Kalpakjian, 1989 : 45).
solidification structure dari coran Berdasarkan uraian di atas maka
mempunyai pengaruh yang besar terhadap perlu diadakan penelitian yang bertujuan
hasil coran tersebut. Parameter-parameter untuk mengetahui pengaruh kecepatan
yang mempengaruhi solidification putar cetakan terhadap kekuatan tarik dan
structure tersebut antara lain kecepatan porositas aluminium paduan (Al-Mg-Si)
putar cetakan, konsentrasi dari coran hasil pengecoran sentrifugal horizontal.
(solute concentration), temperatur Sehingga dengan penelitian ini diharapkan
preheating cetakan, temperatur penuangan dapat menambah wacana ilmu
logam dan temperatur peleburan dari pengetahuan di bidang pengecoran serta
logam tersebut (Chang, et al, 2001). mampu menghasilkan benda hasil coran
Penelitian yang dilakukan oleh Tjitro yang berkualitas baik.
dan Sugiharto (2004) yang memvariasikan
Rumusan Masalah
kecepatan putar cetakan pada proses Berdasarkan latar belakang di atas,
pengecoran sentrifugal, dimana pada permasalahan yang akan diungkap dalam
penelitian ini menggunakan variasi penelitian ini adalah “Bagaimana pengaruh
kecepatan putaran150 rpm sampai 200 rpm
kecepatan putar cetakan terhadap kekuatan
dengan memakai bahan aluminium seri tarik dan porositas aluminium paduan (Al-
1000 dan diperoleh kesimpulan bahwa Mg-Si) hasil pengecoran sentrifugal
sifat mekanik yaitu nilai kekerasan horisontal?”.
tertinggi terdapat pada kecepatan putar
cetakan 200 rpm. Batasan Masalah
Pada penelitian yang dilakukan oleh Agar permasalahan tidak meluas
Sunyoto (2009), dimana pada penelitian ini dan pembahasan menjadi lebih terarah
menggunakan variasi kecepatan putar maka perlu dilakukan batasan-batasan
cetakan 600 rpm sampai 1000 rpm dari sebagai berikut:
hasil yang diperoleh dapat disimpulkan 1. Spesifikasi bahan yang digunakan
bahwa semakin tinggi kecepatan putaran adalah aluminium paduan (Al-Mg-Si).
cetakan maka diperoleh kekuatan tarik 2. Peleburan dilakukan pada dapur
teringgi pada putaran 1000 rpm sebesar induksi listrik.
241,25 N/mm2. 3. Temperatur peleburan aluminium
Aluminium paduan (Al–Mg-Si) paduan 9000 C .
mempunyai sifat mampu las, mampu 4. Waktu putar cetakan 120 detik.
mesin dan mampu bentuk serta 5. Temperatur preheating cetakan 4000C.
mempunyai ketahanan korosi yang baik 6. Toleransi putaran pada infrared
(Jacobs, 1997 : 293). Salah satu aplikasi tachometer 10 rpm.
penggunaan aluminium paduan (Al–Mg- 7. Toleransi temperatur preheating
Si) dengan proses pengecoran sentrifugal cetakan pada thermocontrol 100C.
adalah dalam pembuatan pipa air Tujuan Penelitian
(Guangdong Galuminium group co, ltd. Tujuan penelitian ini adalah untuk
2009). Pada aplikasinya produk hasil coran mengetahui pengaruh kecepatan putar
tersebut mengalami beban dinamis atau cetakan terhadap kekuatan tarik dan
beban yang bertambah seiring waktu, porositas aluminium paduan (Al-Mg-Si)
sehingga akan terjadi pertambahan panjang hasil pengecoran sentrifugal horisontal.
pada penampang melintang benda tersebut Manfaat Penelitian
dan untuk mengetahui sifat mekaniknya Penelitian ini diharapkan
maka dilakukan pengujian tarik. Sifat memberikan manfaat sebagai berikut:
mekanis dari logam sangat dipengaruhi 1. Mampu menerapkan teori yang
oleh ukuran butiran dan porositas hasil didapat selama perkuliahan terutama
coran. Semakin halus ukuran butiran maka

 
 

 
beerkenaan dengan teknologgi dimmana logam m cair dituaangkan keddalam
peengecoran loogam. salah satu ujungnya. Adanya gaya
2. M
Memberikan masuk kan yanng senntrifugal, loggam cair teerlempar ke luar
beermanfaat bagi
b industrii pengecoraan dann tertekan pada perm mukaan cettakan
lo
ogam dalam m peningkaatan kualitaas sehhingga terrbentuk roongga silinndris.
haasil coran. Puttaran yangg dipakai dalam prroses
3. Seebagai daasar pendeekatan daan penngecoran inii bervariasi antara 600-3000
peembanding bagi penelitiaan rpmm (Jain, 19779 : 51). Carra pengecoraan ini
seelanjutnya. diggunakan unttuk membuuat pipa, lappisan
4. M
Memberikan r
referensi tam
mbahan untuuk (lin
nier) mesin dan objek simetris lainnnya.
peenelitian leebih lanjuut mengenaai Prooses pengeccoran sentriifugal horisontal
peengecoran seentrifugal. dappat dilihat paada gambar 1 dibawah inni:
Tinjau uan Pustaka a
Pengeecoran Sentrrifugal
P
Proses p
pengecoran sentrifugaal
merup pakan salah satu metodee pengecoraan
yang dilakukan dengan
d cara menuangkaan Gambar 1 Pengecorann Sentrifugall
logamm cair kedalam m cetakan yang
y berputaar, Horisontall
karenaa pengaruh gaya sentrrifugal bendda Sumber : De Garmo, 1996 : 36
coran akan padatt, permukaaan halus daan
struktuur logam yan ng dihasilkann mempunyaai Pada penngecoran seentrifugal teerjadi
struktuur fisik yang
g unggul. Um mumnya carra struuktur campuran yang disebut sebbagai
ini coocok untuk benda
b cor yang
y simetris mixxed struccture yanng meruppakan
(Amsttead, 1979 : 118). Di baw wah pengaruuh kom mbinasi anttara strukturr columnar dan
gaya sentrifugal ini benda coran akaan equuiaxed. Pengaruh rotasi akibat cettakan
mengaalami pembeekuan dan memadat.
m Padda dipputar balik dengan cara c centriffugal
pengeccoran sentriffugal logam cair bergeraak cassting menyeebabkan terrjadinya struuktur
rotasi sepanjang sumbu horizoontal maupuun collumnar padaa bagian daasar dan struuktur
vertikaal. Gaya senntrifugal padda benda yanng equuiaxed pada bagaian tengah. (R Rusli,
berputtar adalah sebanding
s d
dengan radiuus 19995 : 82).
putar dan kuadratt dari kecepaatan putarnyya
(Zemaansky, 1985 : 135).

v2
Fc = m . t = m. = m. ω2.rr (1)
r Gambar 2 Struktur
S Yanng Dihasilkaan
v 2 Deengan Centrrifugal Castinng a). Chill zone
z
¾ αt = (22) b). Equiaxed zone c). Columnar
C zonne
r
¾ v = ω.r (33) Sumber : Rusli, 19995 : 82

dengan n: Keecepatan Pu utar Cetakan n


Fc = Gaya
G sentrifuugal (N) Kecepatann putar cetakkan pada prroses
= Kecepatan
K puutar (rad/s) penngecoran meerupakan baanyaknya puutaran
m = Massa
M bendaa cor (kg) yanng dilakukann cetakan tiaap satuan waktu.
w
v = Kecepatan
K kelliling (m/s) Keecepatan puutar cetakann ini berkkaitan
r = Radius
R cetakkan (m) lan
ngsung denggan proses solidifikasi dari
1 rad/ss = 9.55 r/miin (rpm) loggam cair keetika logam cair dituanngkan
keddalam cetakkan. Hal ini dikarennakan
Pengeecoran sentrrifugal horizzontal keccepatan putaar berhubunggan dengan gaya
Proses pengecoran
p sentrifugaal senntrifugal, ddari persammaan (1) dapat d
sejati dilakukan dengan
d memmutar cetakaan dikketahui bahwa kecepatan p
putar
pada sumbu horiizontal mauupun vertikaal, berrbanding lurrus dengan gaya
g sentriffugal,

 
semakkin besar keccepatan putaar maka gayya Mgg2Si terhadap larutan padat Al dari
sentriffugal juga semakin beesar. Adanyya tem
mperatur yanng tinggi ke temperatur yang
gaya sentrifugaal dimanna arahnyya leb
bih rendah.
meninnggalkan pussat putaran akan
a menekaan
logamm cair ke diinding cetak kan sehinggga
didapaatkan struktuur coran yaang rapat daan
padat. Selain itu menyebabkkan terjadinyya
struktuur columnarr pada bagian dasar daan
struktuuk equaxed pada bagian n tengah sertta
mengaakibatkan putusnya
p cabbang dendrrit
yang berfungsi sebagai grain g refineer
(Rusli, 1995 : 81)..
A
Adanya kecep patan putar maka logam m
cair akkan lebih ceepat menum mbuk cetakann,
maka akan didapaatkan struktuur coran yanng Gaambar 3 Diaggram Fasa Paduan
P Al-M
Mg2Si
lebih rapat dan padat
p serta waktu untuuk Sumbeer : Avner, 19974 : 491
prosess solidifikassi lebih cep pat sehinggga
akan didapatkan stuktur butiran b yanng Paduan A Al-Mg2Si merupakan
m jenis
halus. Dengan meningkatny
m ya kecepataan padduan alumiinium seri 6xxx, sebbagai
putar cetakan akaan meningkaatkan densitaas padduan praktiis dapat diiperoleh paaduan
dari pengintian logam cair sertta 60553, 6063 dann 6061. Padu uan dalam siistem
mengh haluskan ukuran
u butir equaxeed ini mempunyyai kekuatan n yang kuurang
(Chang, et al, 2001 : 743). sebbagai bahaan tempaann dibandinngkan
denngan paduann-paduan lainnnya, sangatt liat,
Alumiinium Padu uan Al-Mg-S Si sanngat baik untuk ekstrusi,, dan sangat baik
Siilikon merrupakan paaduan yanng pulla untuk mampu bentuk b pada
pentinng pada hasill coran alum
minium karenna tem
mperatur biaasa serta taahan korosi dan
mamppu meningkaatkan sifat mampu coor, sebbagai tambahhan dapat diperkuat
d deengan
mengu urangi peenyerapan gas daan perrlakuan paanas setelaah pengerrjaan.
meninngkatkan mampu alirnyaa. Magnesium m Prooduk yang biasa mengggunakan bahan b
yang ditambahkan n pada alum minium akaan alu
uminium padduan Al-Mgg2Si adalah pipa,
meninngkatkan kekuatan,
k selain ittu tab
bung, silindeer liner, ringg piston, banntalan
penammbahan unsu ur magnesiuum digunakaan dann perlengkappan pompa (Chaplin, 19976 :
untuk meningkattkan ketahhanan korosi 3155).
aluminnium. Apabbila dipaduukan dengaan
silikon
n maka daya tahaannya akaan
meninngkat, selain itu Mg juga akaan
meninngkatkan siffat mampu bentuk daan
mamppu mesinn aluminiium tanppa
menurrunkan keuleetannya.
K
Kalau sedikit Mg ditambaahkan kepadda
Al, pengerasan
p penuan saangat jaranng
terjadii, tetapi apabila
a secaara simultaan
mengaandung Si, maka dapaat dikeraskaan
dengan n penuaan panas setelah perlakuaan
pelaruutan. Hal ini disebab bkan karenna Diagram Padduan Al-Mg-Si
Gambar 4 D
senyaw wa Mg2Si berkelakuuan sebagaai Sumber : Raghavan, 2007 : 190
kompoonen muurni dan membuaat
kesimb bangan darri sistem biner sem mu Porositas
dengan n Al. Gaambar 3 menunjukka
m an
Porositass dapat terjadi kaarena
diagarram fasa paduan
p Al-MMg2Si, yanng
terjjebaknya gelembung-g
g gelembung gas
berasaal dari kelarrutan yang menurun
m daari

 
pada logam cair ketika dituangkan perbandingan dua buah densitas yaitu True
kedalam cetakan (Budinski, 1996 : 460). Density dan Apparent Density.
Porositas adalah suatu cacat (void) pada • True Density
produk cor yang dapat menurunkan Kepadatan dari suatu benda padat tanpa
kualitas benda tuang. Salah satu penyebab porositas yang terdapat di dalamnya.
terjadinya porositas pada penuangan logam Didefinisikan sebagai perbandingan
adalah gas hidrogen. Porositas oleh gas massanya terhadap volum sebenarnya
hidrogen dalam benda cetak paduan ( gr/cm3).
alumunium akan memberikan pengaruh • Apparent Density
yang buruk pada kekuatan, serta Berat setiap unit volum material
kesempurnaan dari benda tuang tersebut. termasuk cacat (void) yang terdapat dalam
Penyebabnya antara lain kontrol yang material uji ( gr/cm3).
kurang sempurna terhadap absorsi gas
dengan logam selama peleburan dan Pengukuran Densitas Menggunakan
penuangan. Metode Piknometri
Pada proses penuangan, hidrogen Piknometri adalah sebuah proses
yang larut selama peleburan akan membandingkan densitas relatif dari
tertinggal setelah proses pembekuan sebuah padatan dan sebuah cairan. Jika
karena kelarutannya pada fase cair lebih densitas dari cairan diketahui, densitas dari
tinggi dari pada fase padat. Gas padatan dapat dihitung. Proses dapat
dikeluarkan dari larutan akan terperangkap digambarkan secara skematik dalam
pada struktur padat. Gas tersebut gambar berikut ini:
bernukliasi pada cairan selama pembekuan
dan diantara fase padat-cair. Banyaknya
porositas yang terjadi pada pengecoran
paduan alumunium tidak saja tergantung
dengan banyaknya kandungan gas
hidrogen yang terabsorbsi oleh logam
tetapi tergantung juga pada kecepatan
pembekuan logam dalam cetakan. Makin
rendah kecepatan pembekuan
kemungkinan terjadi porositas akan lebih
besar (Firdaus : 2002).
Densitas Gambar 5 : Skema Piknometri
Densitas (simbol: ρ – Greek : rho) Sumber: Taylor, et al, 2000
adalah sebuah ukuran massa per volum.
Rata-rata kepadatan dari suatu obyek yang Tiga pengukuran berat yang
sama massa totalnya dibagi oleh volum digunakan adalah Ws = pengukuran berat
totalnya. Nilai kepadatan suatu material kering (dry weight), Wsb = pengukuran
dapat ditentukan dengan menggunakan berat apung keranjang dan sampel, dan Wb
persamaan dibawah ini: = pengukuran berat apung keranjang. Pada
m gambar diatas , pengukuran berat apung
ρ= (4) dibuat dengan menggantungkan sampel
V
menggunakan suatu keranjang kawat
dengan:
dalam sebuah bejana berisi cairan yang
ρ = kepadatan sebuah benda ( gr/cm3)
disangga oleh sebuah penyeimbang yang
m = massa total benda (gr)
menggunakan kawat penggantung.
V = volume total benda (cm3 )
Untuk memperoleh nilai True
Macam - Macam Densitas Density dapat dicari dengan menggunaan
Untuk mencari prosentase porositas persamaan yang ada pada standar ASTM
yang terdapat dalam suatu coran digunakan E252-84 yaitu:
 
 

 
100 (5) sebelum putus dianggap sebagai data
ρth =
⎧⎛ 0
⎞ ⎛ 0
⎞ ⎛ 0
⎞ ⎫ terpenting yang diperoleh dari hasil
⎨⎜ ρAl ⎟⎠ + ⎜⎝ ρCu ⎟⎠ + ⎜⎝ ρFe ⎟⎠ + etc⎬⎭
0 Al 0Cu 0 Fe

⎩⎝ pengujian tarik, karena biasanya


perhitungan – perhitungan kekuatan
dengan: dihitung atas dasar kekuatan tarik ini.
ρth = True Density ( gr/cm3). Keuntungan melakukan pengujian
ρAl, ρCu, ρFe, etc = Densitas unsur ( gr/cm3). tarik adalah :
%Al,%Cu,%Fe,etc = Prosentase berat 1. Mudah dilakukan
unsur (%). 2. Menghasilkan tegangan uniform
pada penampang
Sedangkan untuk perhitungan
Kekuatan tarik didefinisikan
Apparent Density menggunaan persamaan
sebagai distribusi gaya tarik persatuan luas
sesuai standar ASTM B311-93
penampang bahan yang dirumuskan
sebagaimana beikut:
dengan (Avner,1974: 37) :
Ws
ρs= ρw (6) p
W s − (W sb − Wb ) σ B = max (8)
A0
dengan:
dengan :
ρs = Apparent Density ( gr/cm3).
ߪ஻ = Kekuatan tarik ( N/mm2 )
ρw = Densitas air ( gr/cm3).
pmax = Beban tarik maksimum ( N )
Ws = Berat sampel di udara (gr)
A0 = Luas penampang awal ( mm 2)
Wsb = Berat sampel dan keranjang di dalam
air (gr)
METODOLOGI PENELITIAN
Wb = Berat keranjang di dalam air (gr)
Metode Penelitian
Perhitungan Porositas Metode yang dipakai dalam penelitian
Perhitungan prosentase porositas ini adalah metode penelitian eksperimental
yang terjadi dapat diketahui dengan nyata (true experimental research) yang
membandingkan densitas sampel atau bertujuan untuk mengetahui dan
apparent density dengan densitas teoritis menyelidiki pengaruh kecepatan putar
atau true density (Taylor, 2000), yaitu: cetakan terhadap kekuatan tarik dan
⎛ ρ ⎞ porositas aluminium paduan (Al-Mg-Si)
% P = ⎜⎜1 − s ⎟⎟ × 100% (7) hasil pengecoran sentrifugal horizontal.
⎝ ρ th ⎠ Dengan asumsi variabel yang lain konstan.
dengan: Kajian literatur dari berbagai sumber baik
%P = Prosentasi porositas (%) dari buku maupun jurnal ilmiah dilakukan
ρs = Apparent Density ( gr/cm3). untuk menambah informasi yang
ρth = True Density ( gr/cm3). diperlukan.
Kekuatan Tarik Tempat Penelitian
Kekuatan suatu bahan ditentukan Tempat yang digunakan dalam
oleh kemampuannya menerima beban penelitian ini adalah:
tanpa mengalami kerusakan. Jenis • Laboratorium Pengecoran Logam,
bebannya bermacam – macam dan pada Jurusan Teknik Mesin, Universitas
pengujian ini ditekankan pada bangunan Brawijaya.
yang mengalami beban tarik, patahnya • Laboratorium Proses Produksi I,
suatu bahan di sebabkan terlampauinya Jurusan Teknik Mesin, Universitas
batas tegangan tarik atau geser yang Brawijaya.
diizinkan. Kekuatan tarik merupakan • Laboratorium Metalurgi Fisik, Jurusan
kemampuan bahan untuk menereima beban Teknik Mesin, Universitas Brawijaya.
tarik tanpa mengalami kerusakan dan • Laboratorium Sentral Ilmu Hayati
dinyatakan sebagai tegangan maksimum Universitas Brawijaya.
sebelum putus. Tegangan maksimum
 
 

 
• Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bahan Penelitian
(LIPI) Pusat Penelitian Metalurgi. Bahan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah aluminium paduan
Variabel Penelitian
Al-Mg-Si dengan komposisi: Al 97.694%,
Variabel yang digunakan dalam
Si 0.661%, Fe 0.248%, Cu 0.187%, Mn
penelitian ini adalah:
0.034%, Mg 1.023%, Zn 0.055%, Ti
Variabel Bebas 0.010%, Cr 0.107%, Ni 0.017%, Pb
Variabel bebas adalah variabel yang 0.008%, Sn 0.004, V 0.010%, dan Cd
besarnya ditentukan oleh peneliti. Variabel 0.002%.
bebas yang digunakan adalah:
Gambar Spesimen
• Kecepatan Putar Cetakan: 950 rpm, a. Spesimen Uji Tarik
1150 rpm, 1450 rpm, 1750 rpm dan Satuan : mm
2200 rpm.
Variabel Terikat
Variabel terikat adalah variabel yang
besarnya tergantung dari variabel bebas. Gambar 6 Spesimen Uji Tarik
Variabel terikatnya adalah:
• Porositas Hasil Coran (%) b. Spesimen Uji Porositas
• Kekuatan Tarik (N/mm2) Satuan : mm

Variabel Terkontrol
Variabel terkontrol adalah variabel
yang besar nilainya dibuat konstan. Dalam
penelitian ini variabel terikatnya adalah:
• Temperatur Peleburan : 8000 C. Gambar 7 Spesimen Uji Porositas
• Waktu Pengecoran : 120 detik.
• Temperatur Preheating cetakan : 4000C. Instalasi Percobaan
• Holding pemanasan cetakan: 10 menit Instalasi proses pengecoran
• Holding setelah pengecoran : 10 menit sentrifugal dapat dilihat pada gambar
Alat Dan Bahan Penelitian berikut ini:
Alat Penelitian
Peralatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk proses pengecoran logam
1. Alat pengecoran sentrifugal
2. Stopwatch
3. Dapur peleburan
4. Tang penjepit
5. Ladel
6. Kunci L dan obeng
7. Digital tachometer
8. Infrared thermometer Gambar 8 Instalasi Pengecoran Sentrifugal
b. Untuk pengujian porositas Keterangan gambar instalasi penelitian :
1. Piknometri 1. Base 8. Bantalan
2. Timbangan digital 2. Motor Listrik 9. Thermocouple
3. Gelas kaca 3. Pulley 1 10. Cetakan
c. Untuk pengujian kekuatan tarik 4. V-belt 11. Corong
1. Mesin uji tarik 5. Pulley 2 12. Pengunci Cetakan
2. Palu 6. Kontrol Panel 13. Pemanas Cetakan
3. Obeng 7. Poros

 
 

 
HASIL DAN PEMBAHASAN = 2.695 gr/cm3
• Data dan Perhitungan Prosentase
Porositas Perhitungan Apparent Density
Perhitungan True Density Data hasil penimbangan
Perhitungan true density menggunakan metode piknometri dan
menggunakan standar ASTM E252-84 standar ASTM B311-93 dihitung
rumus (5) berikut ini: menggunakan rumus (6) dibawah ini:
100 Ws
ρth = ρs = ρw
⎧⎛ Al ⎞ ⎛ Cu ⎞ ⎛ 00 Fe ⎞
0 0 ⎫ Ws − (Wsb − Wb )
⎨⎜ ρAl ⎟⎠ + ⎜⎝ ρCu ⎟⎠ + ⎜⎝ ρFe⎟⎠ + etc⎬⎭
0 0
⎩⎝
dengan: dengan:
ρth = True Density ( gr/cm3) ρs = Apparent Density ( gr/cm3).
ρAl, ρCu, ρFe, etc = Densitas unsur ( gr/cm3) ρw = Densitas air ( gr/cm3).
%Al, %Cu,%Fe, etc = Prosentase berat Ws = Berat sampel di udara (gr)
unsur (%) Wsb = Berat sampel dan keranjang di dalam
air (gr)
dengan tahapan: Wb = Berat keranjang di dalam air (gr)
a. Data densitas unsur diperoleh dari tabel
unsur. Tabel 2 Data penimbangan sampel dan
b. Data prosentase berat unsur diperoleh keranjang
dari hasil uji komposisi menggunakan Putaran
Spesimen Ws (gr) Wb(gr) Wsb(gr)
Spark Spectrometer (lampiran 1). (rpm)

1 605.98 8.03 386.90


Tabel 1 Perhitungan densitas unsur dan
950 2 609.43 8.03 389.26
prosentase berat
3 603.89 8.03 385.42
Densitas Prosentase Densitas x
Unsur
1/(g/cm3) Berat (%) Prosentase Berat Rata-rata 606.43 8.03 387.19
Si 1 600.11 8.03 382.85
0.4292 0.661 0.2837012
Fe 0.248 0.0315208 1150 2 598.16 8.03 382.34
0.1271
Cu 0.1116 0.187 0.0208692 3 603.43 8.03 385.96
Mn 0.1346 0.034 0.0045764 Rata-rata 600.57 8.03 383.72
Mg 0.5522 1.023 0.5649006 1 609.25 8.03 389.99
Zn 0.1401 0.055 0.0077055 1450 2 573.95 8.03 367.79
Ti 0.2219 0.010 0.002219 3 625.31 8.03 400.14
Cr 0.1391 0.107 0.0148837
Rata-rata 602.69 8.03 385.53
Ni 0.1123 0.017 0.0019091
1 576.68 8.03 369.14
Pb 0.0882 0.008 0.0007056
1750 2 573.01 8.03 367.36
Sn 0.1371 0.004 0.0005484
3 588.86 8.03 377.11
V 0.1639 0.010 0.001639
Cd 0.1156 0.002 0.0002312 Rata-rata 579.52 8.03 371.07
2.366 0.9354097 1 606.25 8.03 387.69
Total A
Al 97.634 36.173397 2200 2 617.37 8.03 396.13
0.3705
Total B 37.1088067 3 625.51 8.03 401.32
Rata-rata 616.38 8.03 395.05
Contoh perhitungan:
100 Sehingga diperoleh perhitungan apparent
ρth =
⎧⎛ 00 Al ⎞ ⎛ 00Cu ⎞ ⎛ 00 Fe ⎞ ⎫ density sebagai berikut:
⎨⎜ ρ ⎟ + ⎜ ρ ⎟ + ⎜ ρ ⎟ + etc⎬
⎩⎝ Al ⎠ ⎝ Cu ⎠ ⎝ Fe ⎠ ⎭
100
=
TotalB
100
=
37.108806

 
 

 
Tabel 3 Data apparent density (gr/cm3) Pada penelitian ini digunakan data
Kecepatan Putar Cetakan (rpm) rata-rata dari tiga kali pengulangan
Spesimen
950 1150 1450 1750 2200 pengujian spesimen sebagai data yang
1 2.6597 2.6552 2.6716 2.6666 2.6670 digunakan dalam pembahasan dan
2 2.6621 2.6636 2.6711 2.6809 2.6841 pembuatan grafik hubungan antara
3 2.6576 2.6674 2.6729 2.6707 2.6850
kecepatan putar cetakan dengan kekuatan
Rata- tarik yang terjadi pada aluminium paduan
2.6598 2.6621 2.6718 2.6727 2.6783
rata
(Al-Mg-Si) hasil pengecoran sentrifugal
horizontal.
Contoh perhitungan menggunakan data Dari hasil pengujian kekuatan tarik
kecepatan putar cetakan 950 rpm spesimen menggunakan mesin uji tarik didapatkan
1: beban tarik maksimum pada tabel berikut
Ws ini.
ρs= ρw
W s − (W sb − Wb )
605 .98 Tabel 5 Data beban tarik maksimum (N)
= 0.9968 pada pengujian tarik
605 .98 − (386 .90 − 8.03)
= 2.6597 gr/cm3 Spesimen
Kecepatan Putar Cetakan (rpm)

Perhitungan Prosentase Porositas 950 1150 1450 1750 2200


Perhitungan prosentase porositas 1 4300 4850 4400 4250 5100
menggunakan rumus (7) sebagaimana 2 5350 4750 4350 3850 4100
berikut ini: 3450 5100 4150 3900 4000
3
⎛ ρ ⎞
% P = ⎜⎜1 − s ⎟⎟ × 100% Rata-rata 4366.67 4900 4300 4000 4400
⎝ ρ th ⎠
dengan: Perhitungan Kekuatan Tarik
%P = Prosentasi porositas (%) Nilai kekuatan tarik didapatkan dari
ρs = Apparent Density ( gr/cm3). hasil bagi beban maksimum tarik dengan
ρth = True Density ( gr/cm3). luas penampang awal seperti pada rumus
(8) dibawah ini:
Tabel 4 Data prosentase porositas
p max
Spesimen
Kecepatan Putar Cetakan (rpm) σB =
950 1150 1450 1750 2200 A0
1 1.310 1.477 0.867 1.055 1.040 dengan :
2 1.223 1.165 0.888 0.522 0.403 σB = Kekuatan tarik ( N/mm2 )
3 1.386 1.024 0.822 0.900 0.371
pmax = Beban tarik maksimum ( N )
A0 = Luas penampang awal ( mm 2)
Jumlah 3.919 3.666 2.578 2.477 1.814

Rata-rata 1.306 1.222 0.859 0.826 0.605


A0 = 28.26 mm2

Contoh perhitungan menggunakan data Tabel 6 Data kekuatan tarik (N/mm2)


kecepatan putar cetakan 950 rpm spesimen Spesimen
Kecepatan Putar Cetakan (rpm)

1: 950 1150 1450 1750 2200

⎛ ρ ⎞ 1 152.159 171.621 155.697 150.389 180.467


% P = ⎜⎜1 − s ⎟⎟ × 100% 189.314 168.082 153.928 136.235 145.081
ρ th ⎠
2
⎝ 3 122.081 180.467 146.851 138.004 141.543
⎛ 2.6597 ⎞
= ⎜1 − ⎟ × 100% Jumlah 463.553 520.170 456.476 424.628 467.091
⎝ 2.695 ⎠ Rata-rata 154.518 173.390 152.159 141.543 155.697
=1.310%
Contoh perhitungan menggunakan data
• Data dan Perhitungan Kekuatan kecepatan putar cetakan 950 rpm spesimen
Tarik 1 berikut ini:

 
 
10 
 
p max Tabel 7 Interval penduga prosentase
σB = porositas aluminium paduan hasil
A0
pengecoran sentrifugal horizontal
4300
= Kecepatan Interval
28.26 Putar
Cetakan
Porositas
rata-rata
Standar
Deviasi
Standar
Deviasi
Penduga
Porositas
=152.159 N/mm2 (rpm) (%) rata-rata rata-rata
1.103 <µ<
Analisis Statistik 950 1.306 0.082 0.047 1.509
0.646
¾ Analisis Statistik Prosentase 1150 1.222 0.232 0.134 <µ<1.798
Porositas 0.775
0.859 0.034 0.121 <µ<0.944
Analisis statistik prosentase 1450
0.145
porositas hasil coran diambil salah satu 1750 0.826 0.274 0.019 <µ< 1.506
0.332
contoh data dengan kecepatan putar 2200 0.605 0.377 0.218 <µ<1.542
cetakan 950 rpm.
• Data Rata-Rata ¾ Analisis Statistik Kekuatan Tarik
− Σx 3.919 Analisis statistik kekuatan tarik
x= = = 1.306
n 3 hasil coran diambil salah satu contoh data
• Standar Deviasi dengan kecepatan putar cetakan 950 rpm.
_ 2 • Data Rata-Rata
Σ ( x − x) − Σx 463.553
x= = = 154.518
σ= n 3
n −1
• Standar Deviasi
2 2
1.306 − 1.310 + 1.386 − 1.306 _ 2
= Σ ( x − x)
3 −1
= 0.082 σ=
n −1
• Standar deviasi Rata-Rata 2 2
− α 0.082 (152.159 − 154.518) + 122.081 − 154.518
σ= = = 0.047 =
n 3 3 −1
• Interval Penduga = 33.678
⎛α ⎞ ⎛α ⎞
x − t ⎜ , db ⎟σ < µ < x + t ⎜ , db ⎟σ • Standar deviasi Rata-Rata
⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ − α 33.678
db = n-1 σ= = = 19.444
= 3-1=2 n 3
Dari tabel A-7 dengan ߙ = 5 % dapat • Interval Penduga
diketahui: ⎛α ⎞ ⎛α ⎞
x − t ⎜ , db ⎟σ < µ < x + t ⎜ , db ⎟σ
⎛α ⎞ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠
t = ⎜ ; db ⎟ = t (0.025;2 ) = 4.303
⎝2 ⎠ db = n-1
Maka: = 3-1=2
1.306-[(4.303) (0.047)]<µ<1.306+[(4.303) Dari tabel A-7 dengan ߙ = 5 % dapat
(0.047)] diketahui:
⎛α ⎞
1.306-0.202241< µ<1.306+0.202241 t = ⎜ ; db ⎟ = t (0.025;2 ) = 4.303
⎝2 ⎠
1.103< µ<1.509 Maka:
Jadi interval penduga prosentase 154.518-[(4.303)
porositas hasil pengecoran sentrifugal (19.444)]<µ<154.518+[(4.303) (19.444)]
horizontal aluminium paduan dengan 154.518-
kecepatan putar cetakan 950 rpm 83.667532<µ<154.518+83.667532
didapatkan 1.103 gr/cm3 sampai 1.509
gr/cm3 dengan tingkat keyakinan 95%. 70.849<µ<238.186

 
 
11 
 
Jadi interval penduga kekuatan tarik {Ada pengaruh nyata besar kecepatan
hasil pengecoran sentrifugal horizontal putar cetakan terhadap kekuatan tarik dan
aluminium paduan dengan kecepatan putar porositas alumunium paduan (Al-Si-Mg)
cetakan 950 rpm didapatkan 70.849 hasil pengecoran sentrifugal horizontal}
N/mm2 sampai 238.186 N/mm2 dengan Dengan mengacu pada data di atas dapat
tingkat keyakinan 95%. diketahui nilai :
Tabel 8 Interval penduga kekuatan tarik - n (jumlah pengulangan) = 3 kali
aluminium paduan hasil pengecoran - k (jumlah variasi) = 5 variasi
sentrifugal horizontal - N (jumlah seluruh data yang diambil)
Interval
Kecepatan Kekuatan
Standar
Standar Penduga = 15 data
Putar
Cetakan
Tarik
rata-rata
Deviasi
Deviasi
rata-
Kekuatan
Tarik • Analisis Varian Satu Arah Porositas
(rpm) (N/mm2) rata rata-rata Langkah-langkah dalam analisa varian satu
70.849 < µ <
950 154.518 33.678 19.444 238.186
arah adalah sebagai berikut :
157.542 < µ <
1150 173.390 6.379 3.683 189.238 1. Jumlah seluruh perlakuan
140.529 < µ < n k
1450 152.159 4.681 2.703 163.788
122.383 < µ < ∑∑ Y
n =1 j =1
ij =1.310 + 1.477 + 1.013 +
1750 141.543 7.712 4.453 160.702
102.223 < µ < …+0.371 = 14.454
2200 155.697 21.524 12.427 209.171
2. Jumlah kuadrat seluruh perlakuan
⎡ n k 2⎤
⎢∑∑ Yij ⎥ =(1.310) + (1.477) +
Analisis Varian Satu Arah 2 2
Untuk memgetahui ada tidaknya ⎣ n =1 j =1 ⎦
pengaruh kecepatan putar cetakan terhadap (1.013)2 + …+(0.371)2 = 15.514
kekuatan tarik dan porositas aluminium 3. Faktor koreksi (fk)
paduan (Al-Mg-Si) hasil pengecoran
sentrifugal horizontal dapat diketahui dari 2
hasil analisis variannya. Apabila nilai F ⎡ n k ⎤
⎢∑ ∑ Yij ⎥
hitung lebih besar dari F tabel berarti faktor
fk =
⎣ n =1 j =1 ⎦
=
[1.310 + ... + 0.371]2
yang diuji memberikan pengaruh yang n×k 3× 5
nyata. Namun apabila F hitung lebih kecil
= 13.927
dari F tabel maka faktor yang diuji tidak
memberikan pengaruh yang nyata.
4. Jumlah kuadrat total (JKT)
Dari data hasil perhitungan n k
prosentase porositas dan kekuatan tarik JKT = ∑∑ Yij − fk = 15.514 − 13.927
2

dapat dilakukan analisis statistik n =1 j =1


menggunakan analisis varian satu arah JKT = 1.587
untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
kecepatan putar cetakan terhadap porositas 5. Jumlah kuadrat perlakuan (JKP)
dan kekuatan tarik alumunium paduan (Al- 2
⎡ k
n ⎤
Si-Mg) hasil pengecoran sentrifugal
horizontal. Hipotesis yang digunakan pada
∑ ⎢∑ Yij ⎥
n =1 ⎣ j =1 ⎦
analisis ini, yaitu : JKP = − fk
n
Ho : α1 = α2= α3= α 4= α 5 3.919 2 + 3.666 2 + ... + 1.814 2
JKP = − 15.808
{Tidak ada pengaruh nyata besar 3
kecepatan putar cetakan terhadap kekuatan JKP = 1.029
tarik dan porositas alumunium paduan (Al-
Si-Mg) hasil pengecoran sentrifugal 6. Jumlah kuadrat galat (JKG)
horizontal} JKG = JKT-JKP = 1.587 – 1.029
JKG= 0.558
H 1 : α1 ≠ α 2 ≠ α 3 ≠ α 4 ≠ α 5 7. Kuadrat tengah perlakuan (KTP)
 
 
12 
 
JKP 1.029 ⎡ n k ⎤
2
KTP = = = 0.257
k −1 5 −1 ⎢∑ ∑ Yij ⎥
8. Kuadrat tengah galat (KTG) ⎣ n =1 j =1 ⎦
fk =
JKG 0.558 n×k
KTG = = = 0.056 [152.159 + 189.314 + …+ 141.543 ]
2
k (n − 1) 5(3 − 1) fk =
9. Nilai F hitung 3× 5
fk = 363623 .797
KTP 0.257
Fhitung =
= = 4.614
KTG 0.056 4. Jumlah kuadrat total (JKT)
Dengan menentukan tingkat n k
JKT = ∑∑ Yij − fk
2
kesalahan (α) sebesar 5 %, maka untuk
n =1 j =1
Ftabel (α; k-1; N-k) = Ftabel (0,05; 4; 10)
adalah 3,48 (Walpole, 1995:473). JKT = 367480.413− 363623.797 = 3856.616

Tabel 9 Tabel analisis varian satu arah 5. Jumlah kuadrat perlakuan (JKP)
nilai porositas n ⎡ k ⎤
2

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat


F hitung F(0,05; 4; 10) ∑ ⎢∑ Yij ⎥
n =1 ⎣ j =1
Keragaman Bebas Kuadrat Tengah ⎦
JKP = − fk
Pengujian 4 1.0291 0.2573 4.6136 3.48 n
Galat 10 0.5576 0.0558 511.323 2 + ... + 422.859 2
14 1.5867
JKP = − 363623 .797
Total
3
Dengan menggunakan tingkat JKP = 2882 .027
kesalahan (α) sebesar 5 % dari tabel A.7
analisis varian satu arah diatas diperoleh 6. Jumlah kuadrat galat (JKG)
hasil F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan JKG = JKT-JKP =3856.616-2882.027
H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa penambahan kecepatan putar JKG= 974.589
cetakan mempunyai pengaruh nyata 7. Kuadrat tengah perlakuan (KTP)
terhadap nilai prosentase porositas
JKP 2882 .027
aluminium paduan (Al-Mg-Si) hasil KTP = = = 720 .507
pengecoran sentrifugal horizontal dengan k −1 5 −1
tingkat keyakinan 95 %. 8. Kuadrat tengah galat (KTG)

• JKG 974.589
Analisis Varian Satu Arah KTG = = = 97.459
Kekuatan Tarik k (n − 1) 5(3 − 1)
Langkah-langkah dalam analisa varian satu 9. Nilai F hitung
arah adalah sebagai berikut :
KTP 720 .507
1. Jumlah seluruh perlakuan Fhitung = = = 7.4929
KTG 97 .459
n k

∑∑ Y ij =152.159 + 189.314 + Dengan menentukan tingkat


n =1 j =1 kesalahan (α) sebesar 5 %, maka untuk
…+141.543 = 2335.456 Ftabel (α; k-1; N-k) = Ftabel (0,05; 4; 10)
2. Jumlah kuadrat seluruh perlakuan adalah 3,48 (Walpole, 1995:473).
⎡ n k 2⎤
⎢∑∑ Yij ⎥ =(152.159) + (189.314)
2 2

⎣ n =1 j =1 ⎦
+…+(141.543)2 = 367480.413
3. Faktor koreksi (fk)

 
 
13 
 
Tabel 10 Tabel analisis varian satu arah 1.7
nilai kekuatan tarik y = 3E-07x2 - 0.001x + 2.422

Porositas (%)
1.4
R² = 0.958
Sumber Derajat Jumlah Kuadrat 1.1
F hitung F(0,05; 4; 10)
Keragaman Bebas kuadrat rata-rata 0.8
0.5
Pengujian 4 2882.0275 720.5069 7.4929 3.48
0.2
Galat 10 974.5886 97.4589 - 700 1000 1300 1600 1900 2200
Total 14 65440.7358 - - Kecepatan Putar Cetakan (rpm
Rata-rata Spesimen 1
Spesimen 2 Spesimen 3
Dengan menggunakan tingkat Poly. (Rata-rata)
kesalahan (α) sebesar 5 % dari tabel A.7
analisis varian satu arah diatas diperoleh
hasil F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan Gambar 9 Grafik Hubungan Antara Kecepaan Putar
Cetakan Terhadap Porositas Aluminium Paduan
H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan (Al-Mg-Si) Hasil Pengecoran Sentrifugal
bahwa penambahan kecepatan putar Horizontal
cetakan mempunyai pengaruh nyata
terhadap nilai kekuatan tarik aluminium Pada grafik hubungan antara
paduan (Al-Mg-Si) hasil pengecoran kecepaan putar cetakan terhadap porositas
sentrifugal horizontal dengan tingkat aluminium paduan (Al-Mg-Si) hasil
keyakinan 95 %. pengecoran sentrifugal horizontal
memperlihatkan bahwa terjadi trend nilai
Pembahasan porositas yang dipengaruhi oleh kecepatan
Menuangkan logam cair ke dalam putar cetakan. Pada grafik tersebut
cetakan yang berputar adalah prinsip dari menunjukkan trend kurva porositas yang
proses pengecoran sentrifugal. Dengan cenderung menurun. Porositas tertinggi
adanya gaya sentrifugal, logam cair terjadi pada kecepatan putar 950 rpm
terlempar ke luar dan tertekan pada dengan nilai porositas sebesar 1.306%
permukaan cetakan sehingga terbentuk sedangkan untuk nilai porositas terendah
rongga silindris. Hal ini menyebabkan terjadi pada kecepatan putar cetakan 2200
logam cair seakan-akan diperlakukan rpm dengan nilai porositas sebesar
seperti pada proses tempa. 0.621%. Penurunan besarnya prosentase
Kecepatan putar cetakan pada saat porositas tersebut disebabkan karena
proses pengecoran sentrifugal merupakan semakin tinggi gaya sentrifugal akibat
salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan kecepatan putar cetakan,
kualitas benda hasil coran, dengan adanya adanya gaya sentrifugal yang bergerak
peningkatan kecepatan putar maka gaya meninggalkan pusat putaran menyebabkan
sentrifugal yang dihasilkan semakin besar terlemparnya logam cair ke dinding
sehingga logam cair akan lebih cepat cetakan sehingga logam cair akan tertekan
terlempar kedinding cetakan dan proses ke dinding cetakan, maka struktur butiran
pembekuan akan terjadi lebih cepat menjadi lebih rapat dan padat akibat
akibatnya butir yang dihasilkan lebih kecil, mendapat tekanan dari gaya sentrifugal
selain itu adanya gaya sentrifugal akan tersebut, serta gas yang ada pada logam
memberikan tekanan pada logam cair cair terdorong melewati permukaan bagian
sehingga gas-gas yang terjebak pada logam dalam dan bebas keluar dari logam cair.
cair akan semakin rendah. Porositas pada hasil pengecoran sentrifugal
Hubungan antara kecepatan putar terjadi karena terjebaknya gas pada logam
cetakan dengan porositas alumunium cair ketika logam cair tersebut membeku,
paduan (Al-Mg-Si) hasil pengecoran dengan meningkatnya kecepatan putar
sentrifugal horizontal diperlihatkan pada cetakan maka gas yang terjebak akan
gambar 9 di bawah ini: semakin berkurang sehingga didapatkan
prosentase porositas yang semakin rendah.

 
 
14 
 
putar cetakan. Pada grafik tersebut
menunjukkan trend kurva kekuatan tarik
yang cenderung naik sampai pada besar
kekuatan tarik 173.39 N/mm2 yang terjadi
pada spesimen dengan kecepatan putar
cetakan 1150 rpm dan kemudian turun
Gambar 10 Foto Makro Hasil Penelitian sampai pada besar kekuatan tarik 141.54
N/mm2 yang terjadi pada kecepatan putar
Setiap produk hasil coran pada cetakan 1750 rpm, akan tetapi kekuatan
aplikasinya akan mengalami beban tarik meningkat kembali pada kecepatan
dinamis atau beban yang bertambah seiring putar cetakan 2200 rpm dengan besar
waktu, sehingga akan terjadi pertambahan kekuatan tarik 155.70 N/mm2.
panjang pada penampang melintang benda Peningkatan nilai kekuatan tarik ini
tersebut, dengan melakukan uji tarik maka disebabkan oleh adanya peningkatan gaya
sifat mekanis berupa kekuatan akan sentrifugal akibat dari meningkatnya
diketahui. Kekuatan tarik sangat kecepatan putar cetakan, semakin besar
dipengaruhi oleh ukuran butir dan gaya sentrifugal yang terjadi, akan
porositas yang terkandung pada suatu mendesak logam cair ke dinding cetakan
material, semakin halus dan semakin sehingga pendinginan akan lebih cepat dan
rendahnya prosentase porositas maka butir tidak sempat berkembang dan waktu
kekuatan tarik material tersebut akan pembentukan butir akan menjadi lebih
semakin tinggi. singkat, selain itu adanya peningkatan gaya
Hubungan antara kecepatan putar sentrifugal akan menyebabkan cabang
cetakan dengan kekuatan tarik alumunium dendrit patah dan berfungsi sebagai grain
paduan (Al-Mg-Si) hasil pengecoran refiner, butir akan menjadi lebih halus
sentrifugal horizontal diperlihatkan pada sehingga mempunyai hambatan slip yang
gambar 11 berikut ini: lebih besar dan akan lebih sulit untuk
mengalami deformasi sehingga kekuatan
210 tariknya semakin besar.
y = 2E-05x2 - 0.092x + 245.1
Kekuatan Tarik (N/mm^2)

195 R² = 0.890 Hal serupa juga dikemukakan


180
165
dalam penelitian S.R. Chang, J.M. Kim
150
dan C.P. Hong (2001), disebutkan bahwa
135 semakin besar kecepatan putar cetakan
120 maka logam cair akan tertekan ke dinding
600 900 1200 1500 1800 2100 2400 cetakan sehingga pendinginan akan
Kecepatan Putar Cetakan (rpm) menjadi lebih cepat dan butir yang
dihasilkan akan semakin halus.
Sampel 1 Sampel 2
Sampel 3 Rata-rata Pada gambar 12 memperlihatkan foto
Poly. (Rata-rata) mikro dari hasil coran pada daerah chilled.
Daerah ini merupakan daerah dimana
terjadi kontak langsung antara logam cair
Gambar 11 Grafik Hubungan Antara Kecepaan
Putar Cetakan Terhadap Kekuatan tarik Aluminium
dengan dinding cetakan, sehingga butiran
Paduan (Al-Mg-Si) Hasil Pengecoran Sentrifugal yang dihasilkan kecil dan halus akibat
Horizontal pendinginan yang cepat. Dengan adanya
peningkatan kecepatan putar cetakan dapat
Pada grafik hubungan antara diketahui bahwa butir yang dihasilkan
kecepaan putar cetakan terhadap kekuatan semakin kecil.
tarik aluminium paduan (Al-Mg-Si) hasil
pengecoran sentrifugal horizontal
memperlihatkan bahwa terjadi trend nilai
porositas yang dipengaruhi oleh kecepatan

 
 
15 
 
Penurunan nilai kekuatan tarik
disebabkan karena kecepatan putar cetakan
yang terlalu tinggi sehingga pembekuan
yang terjadi semakin cepat, selain itu
kecepatan putar yang terlalu tinggi (1450,
1750 dan 2200 rpm) menyebabkan getaran
Gambar 12 Foto Mikro Hasil Penelitian pada mesin sentrifugal, dan mengakibatkan
dengan Perbesaran 100 kali pada daerah adanya segregasi melingkar pada hasil
chilled coran. Adanya perbedaan luas penampang
pada corong dan cetakan mengakibatkan
Columnar zone merupakan struktur
tekanan yang rendah dan kecepatan yang
yang tumbuh setelah gradien suhu pada
tinggi pada daerah pembesaran mendadak
dinding cetakan turun dan kristal pada chill
sehingga udara yang masuk kedalam
zone tumbuh secara dendritik dengan arah
cetakan semakin besar dan udara ini akan
yang tegak lurus dengan dinding cetakan.
terjebak pada cetakan, akibatnya udara
Batas permukaan antara struktur kolumnar
tidak dapat keluar seluruhnya sehingga
dengan cairan dapat berbentuk selular
menimbulkan cacat pada permukaan
maupun selular dendritik. Pada gambar 13
bagian dalam ketika logam cair mengalami
memperlihatkan foto mikro dari hasil
pembekuan. Selain itu kecepatan putar
coran pada daerah columnar dimana butir
cetakan yang tinggi dapat meningkatkan
yang dihasilkan semakin kecil seiring
tegangan melingkar yang cukup besar,
dengan peningkatan kecepatan putar
sehingga menimbulkan cacat cleavage
cetakan.
secara radial atau retakan secara melingkar
ketika logam mengalami penyusutan
selama proses pembekuan.

Gambar 13 Foto Mikro Hasil Penelitian


dengan Perbesaran 100 kali pada daerah
columnar
Gambar 15 Cacat Pada Permukaan Bagian
Pada daerah equaxed, daerah yang Dalam Hasil Coran
berasal dari mencairnya kembali lengan
Retakan secara melingkar
dendrit dan membentuk butir baru akibat
(cleavage radial) yang terjadi pada hasil
suhu yang ada disekitar masih tinggi, dapat
coran ini, juga mengakibatkan adanya
diketahui butir juga semakin kecil dengan
cacat permukaan pada spesimen uji tarik.
meningkatnya kecepatan putar cetakan.
Hal ini disebabkan dalamnya retakan yang
Pada gambar 14 memperlihatkan foto
terjadi pada spesimen hasil coran terlalu
mikro dari hasil coran pada daerah
dalam, sehingga ketika mengalami proses
equiaxed.
permesinan dalam pembuatan spesimen uji
tarik, cacat ini masih ada pada permukaan
spesimen uji tarik. Hal ini mengakibatkan
adanya pemusatan tegangan pada spesimen
sehingga kekuatan tariknya menurun. Pada
gambar 4.8 ditunjukkan cacat permukaan
pada spesimen uji tarik.

Gambar 14 Foto Mikro Hasil Penelitian


dengan Perbesaran 100 kali pada daerah
equiaxed
 
 
16 
 
yang menyebabkan sifat mekanik berupa
kekuatan tarik menjadi rendah.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian dan
perhitungan data penelitian diperoleh
kesimpulan bahwa kecepatan putar cetakan
berpengaruh pada kekuatan tarik dan
porositas alumunium paduan (Al-Mg-Si)
hasil pengecoran sentrifugal horizontal.
Gambar 16 Cacat permukaan pada 1. Semakin tinggi kecepatan putar cetakan
spesimen uji tarik pada proses pengecoran sentrifugal akan
meningkatkan gaya sentrifugal, dimana
Pada penelitian yang dilakukan gaya ini akan menekan logam cair ke
oleh Hanguang Fu, et all (2003) juga dinding cetakan sehingga akan
menyebutkan bahwa kecepatan putar yang didapatkan struktur coran yang padat
tinggi akan meningkatkan gaya sentrifugal dan gas yang terjebak pada coran akan
yang dapat menimbulkan retak (crack) terurai keluar sehingga porositas yang
pada roll sehingga akan menurunkan terjadi semakin rendah.
kekuatan dari benda hasil coran. 2. Semakin tinggi kecepatan putar cetakan
Semakin tingginya kecepatan putar akan meningkatkan gaya sentrifugal
cetakan pada proses pengecoran sentrifugal yang arahnya meninggalkan pusat
akan meningkatkan gaya sentrifugal, putaran dan gaya ini akan melempar
dimana gaya ini akan menekan logam cair logam cair ke dinding cetakan sehingga
ke dinding cetakan sehingga akan proses pendinginan akan lebih cepat
didapatkan struktur coran yang padat dan karena logam cair akan lebih cepat
gas yang terjebak pada coran akan terurai menumbuk cetakan dan dari proses
keluar sehingga porositas yang terjadi akan pendinginan yang lebih cepat ini akan
semakin rendah selain itu adanya gaya dihasilkan ukuran butir yang lebih kecil
sentrifugal yang tinggi akan melempar dan kekuatan tariknya meningkat.
logam cair ke dinding cetakan sehingga 3. Kecepatan putar yang terlalu tinggi
proses pendinginan akan lebih cepat dapat menurunkan kekuatan tarik
karena logam cair akan lebih cepat karena kecepatan putar yang tinggi
menumbuk cetakan dan dari proses dapat menyebabkan tegangan melingkar
pendinginan yang lebih cepat ini akan yang tinggi sehingga dapat
dihasilkan ukuran butir yang lebih kecil menimbulkan retakan melingkar pada
dan kekuatan tariknya akan meningkat. hasil coran selain itu adanya putaran
Akan tetapi dengan meiningkatnya gaya cetakan yang tinggi menyebabkan udara
sentrifugal mengakibatkan udara yang yang terjebak pada ruang cetakan
masuk kedalam rongga cetakan semakin semakin besar akibat adanya perbedaan
besar karena tekanan yang rendah dan luas penampang pada saluran masuk
kecepatan yang tinggi pada rongga dan rongga cetakan menyebabkan
cetakan, sehingga udara akan terhisap tekanan yang rendah pada rongga
masuk ke dalam rongga cetakan dan cetakan sehingga udara akan masuk
mengakibatkan adanya pusaran (vortex). kerongga cetakan dan terjebak pada
Hal ini menyebabkan udara yang terjebak coran.
dan udara yang terjebak semakin besar 4. Kecepatan putar cetakan maksimal 1150
seiring dengan meningkatnya kecepatan rpm untuk mendapatkan nilai kekuatan
putar cetakan sehingga akan menimbulkan tarik maksimum pada proses
cacat pada hasil coran. Adanya cacat ini pengecoran sentrifugal horizontal

 
 
17 
 
dengan menggunakan bahan aluminium DAFTAR PUSTAKA
paduan (Al-Mg-Si). Amstead, B, H. 1979. Manufacturing
5. Dari hasil penelitian didapatkan Processes. USA: John Wiley & Son
besarnya nilai kekuatan tarik akibat Publising Company
pengaruh kecepatan putar cetakan 950 Arif, Muhammad. 2005. Pengaruh
rpm, 1150 rpm, 1450 rpm, 1750 rpm Kecepatan Putar Cetakan
dan 2200 rpm besarnya nilai kekuatan Terhadap Cacat Permukaan
tarik berturut - turut adalah 170.44 Alumunium Paduan Pada
N/mm2, 173.39 N/mm2, 152.16 N/mm2, Pengecoran Sentrifugal. Skripsi
141.54 N/mm2 dan 140.95 N/mm2. tidak dipublikasikan. Malang:
6. Dari hasil penelitian didapatkan Universitas Brawijaya.
besarnya nilai porositas rata-rata akibat ASTM Standar B 311 - 93.2002. Tes
pengaruh kecepatan putar cetakan 950 Method for Density Determination
rpm, 1150 rpm, 1450 rpm, 1750 rpm for Powder Metalurgy
dan 2200 rpm besarnya nilai porositas (P/M)Materials Containing Less
berturut - turut adalah 1.31%, 1.22%, Than Two Percent Porosity.
1.01%, 0.98% dan 0.60%. Philadephia, PA : American
Society for Testing Materials.
Saran ASTM Standar B 557M – 81. 1999.
1. Adanya udara yang terjebak pada pada Standart Methods Of Tension
rongga cetakan merupakan fakta yang Testing Wrought And Cast
terjadi pada proses pengecoran Aluminium-And Magnesium-Alloy
sentrifugal untuk diselesaikan Product [Metric]1. Philadephia, PA
permasalahannya. Tekanan yang rendah : American Society for Testing
di daerah dekat perubahan penampang Materials.
daripada tekanan udara di luar cetakan ASTM Standar E 252 – 84. 1999. Standart
dapat mengakibatkan udara terhisap ke Test Method for Thickness of Thin
ruang cetakan. Saat proses pembekuan Foil and Film by Weighing.
logam cair rentan terpengaruh oleh Philadephia, PA : American
udara atau gas yang ada dalam ruang Society for Testing Materials.
cetakan maupun gas yang dihasilkan Avner, H, Sidney. 1974. Introduction of
oleh reaksi logam cair. Apabila udara Phisical Metallurgy. New York :
ini terjebak pada coran maka akan Mc Graw Hill Book Company
menimbulkan cacat pada hasil coran. Bambang, Agus, S. 2009. Pengaruh
Hal ini perlu diadakan penelitian lebih Kecepatan Putar Cetakan
lanjut. Terhadap Kekuatan Tarik dan
2. Mesin pengecoran sentrifugal pada Struktur Mikro Aluminium Paduan
penelitian berikutnya harus ada desain (Al-Zn) Hasil Pengecoran
untuk jalan keluar udara setelah logam Sentrifugal. Skripsi tidak
cair dituang pada cetakan agar udara dipublikasikan. Malang:
yang terjebak pada logam cair lebih Universitas Brawijaya.
rendah sehingga akan didapatkan Budinski, G, Kenneth. 1996. Engineering
peningkatan kualitas pada hasil coran. Material Properties and Selection.
3. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut New Jersey: Prentice Hall, Inc,
mengenai pengaruh kecepatan putar Englewood Cliffs
cetakan terhadap sifat mekanik dengan Chang, S. R., Kim, J. M. & Hong, C. P.
variasi temperatur preheating cetakan 2001. Numerical Simulation of
dan juga kemiringan sumbu putar. Microstructure Evolution of Al
Alloys in Centrifugal Casting. ISIJ
International. XLI (7) : 738–747.

 
 
18 
 
Chaplin, W, Jack. 1976. Manufacturing Casting Porosity Measurement
Technology. USA : McKnight Using Archimedes Principle.
Publishing Company International Journal of Cast Metals
De Garmo, E. P. 1996. Materials and Research, 1999, Vol. 11, 247-257.
Processes In Manufacturing. John Tjitro, Soejono, et al. 2004. Pengaruh
Wiley and Sons, Inc. Kecepatan Putar Pada Proses
Djaprie, S. 1985. Teknologi Mekanik. Pengecoran Aluminium
Jakarta : Erlangga Centrifugal.
Firdaus. 2002. Analisis Parameter Proses http://puslit.petra.ac.id.journals/mec
Pengecoran Squeze Terhadap Cacat hanical/. (diakses 25 November
Porositas Produk Flens Motor 2009).
Sungai. Jurnal Teknik Mesin. IV: 6- Walpole, Ronald, E. 1995. Pengantar
12. Statistika. Jakarta : PT Gramedia
Guangdong Galuminium group co, ltd. Pustaka Utama
2009. Aluminium Alloy Tube. Wisambodo, Harry, E. 2008. Pengaruh
http://cngaluminium.en.made-in- Tekanan Terhadap Porositas Dan
china.com/product/TqMnXREoJlk Kekerasan Aluminium Paduan (Al-
P/China-Aluminum-Pipe.html . Cu) Pada Proses Direct Squeze
(diakses tanggal 15 januari 2010). Casting. Skripsi tidak
Heine, R. W. 1985. Principles of Metal dipublikasikan. Malang:
Casting. New Delhi: Tata McGraw Universitas Brawijaya.
Hill, Publishing Company Ltd. Zemansky, M.W. 1985. Fisika Untuk
Jacobs, A, James & Kilduf, Thomas. 1997. Untuk Universitas. San Frasisco :
Engineering Materials Technology Addison Wesley.
Structure, Processing, Properties &
Selection. New Jersey: Prentice –
Hall International
Jain, P. L. 1987. Principles of Foundry
Technology. New Delhi: Tata
McGraw Hill Publishing Company
Ltd.
Kalpakjian, Scope. 1989. Manufacturing
Engineering and Technology. USA
: Addison Wesley Publish
Company.
Raghavan, S. 2007. Al-Mg-Si (Aluminium-
Magnesium-Silicon). Journal of
Phase Equilibria and Diffusion.
ASM International. XXVIII (02):
189-191
Rusli, R. H. 1995. Dasar Teori Solidifikasi
Metal. Jakarta: Penerbit
Universitas Indonesia (UI-Press).
Surdia, Tata. 1995. Pengetahuan Bahan
Teknik. Jakarta: PT. Pradya
Paramita.
Surdia, Tata. 1999. Teknologi Pengecoran
logam. Jakarta: PT. Pradya
Paramita.
Taylor, R. P., McClain, S. T. & Berry, J.
T., Uncertainty Analysis of Metal