Anda di halaman 1dari 4

Definisi dan Konsep Strategi

Strategi adalah salah satu perangkat untuk mencapai tujuan. Dalam


perkembangannya, konsep mengenai teori strategi terus berkembang. Hal ini
dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan konsep mengenai strategi. Beberapa
definisi strategi yang dikemukakan oleh pakar :
1. Menurut Fred R. David (Fred R. David, 2004 : 15)
Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang.
2. Menurut Wheelan dan Hunger (Strategic Management and Business Policy
Massachuset, 1995)
Strategi merupakan program perencanaan perusahaan untuk mencapai
tujuan perusahaan dengan memaksimalkan keunggualan bersaing dan
meminimasi kelemahan.
3. Menurut Porter (1985) (Freddy Rangkuty, 1997)
Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan
bersaing.
4. Menurut Argyris (1985), Mintzberg (1979), Steiner dan Miner (1977) dalam
(Freddy Rangkuty, 1997)
Strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adaptif terhadap
peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal
yang dapat mempengaruhi organisasi.

Pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep-konsep yang


terkait sangat menentukan sukses tidaknya suatu strategi disusun. Konsep-konsep
tersebut adalah sebagai berikut :
a. Distinctive Competence : adalah tindakan yang dilakukan oleh
perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan
pesaingnya. Menurut Day dan Wensley, Identifikasi Distinctive competence
dalam suatu organisasi meliputi keahlian tenaga kerja dan kemampuan
sumber daya.
b. Competitive Advantage : merupakan kegiatan spesifik yang
dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan
pesaingnya. Menurut Porter ada tiga strategi yang dapat dilakukan oleh
perusahaan untuk memperoleh keunggulan bersaing yaitu : Cost
Leadership, diferensiasi, dan fokus.

Tipe-tipe strategi
Pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi,
yaitu :
1. Strategi manajemen
Strategi manajamen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen
dengan orientasi pengembangan strategi secara mikro. Misalnya strategi
pengembangan produk, strategi penerapan harga, strategi akuisisi, strategi
pengembangan pasar, strategi mengenai keuangan, dan sebagainya.
2. Strategi investasi
Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. Misalnya
apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif
atau berusaha mengadakan penetrasi pasar, strategi bertahan, strategi
pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestiasi, dan
sebagainya.
3. Strategi bisnis
Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional,
karena strategi berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen,
misalnya strategi pemasaran, strategi produksi atau strategi operasional,
strategi distribusi, strategi organisasi, dan strategi-strategi yang berhubungan
dengan keuangan.

Tingkatan strategi
Dalam suatu manajemen strategi, perusahaan pada umumnya
mempunyai 3 (tiga) tingkatan strategi, yaitu : (Freddy Rangkuti, 1997 : 10 –
14)
1. Strategi korporasi
Strategi korporasi adalah strategi yang disusun dalam suatu bisnis, dimana
perusahaan akan bersaing dengan cara mengubah distinctive competence
menjadi competitive advantage. Masalah yang cukup penting dari strategi
ini adalah menentukan startegi apa yang akan dikembangkan, bisnis apa
yang ingin dipertahankan dan bisnis apa yang ingin dilepaskan.
2. Strategi bisnis
Perusahaan yang menghasilkan berbagai jenis produk akan bersaing di
berbagai tingkatan bisnis atau pasar. Dengan demikian strategi bisnis dapat
ditekankan pada Strategic business Units (SBU). Pada prinsipnya Strategic
Business Units (SBU) memiliki karakteristik sebagai berikut, yaitu :
menghasilkan misi dan strategi, menghasilkan produk atau jasa yang
berkaitan dengan misi dan strategi, menghasilkan produk atau jasa secara
spesifik, bersaing dengan pesaing yang telah diketahui dengan jelas.
Strategi bisnis pada umumnya menekankan pada peningkatan margin laba
dari produk dan penjualan, dan harus mengintegrasikan berbagai aktivitas
fungsi, sehingga tujuan tingkat divisi dapat dicapai.
3. Strategi fungsional
Strategi fungsional ini lebih bersifat operasional karena langsung
diimplementasikan oleh fungsi-fungsi manajemen yang ada dibawah
tanggung jawabnya, seperti fungsi manajemen produksi / operasional, fungsi
manajemen pemasaran, fungsi manajemen keuangan, fungsi manajemen
sumber daya manusia.

Klasifikasi strategi
Strategi perusahaan dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis perusahaan
yaitu strategi perusahaan pada perusahaan konglomerasi yang memiliki beberapa
SBU (Strategi Bisnis Unit) dan perusahaan yang hanya memiliki satu SBU yang
biasa adalah perusahaan kecil. Selain itu, juga dikenal strategi perusahaan yang
diklasifikasikan atas dasar tingkatan tugas antara lain adalah strategi generik
(generic strategy) yang akan dijabarkan menjadi strategi utama/induk (grand
strategy). Strategi induk ini selanjutnya dijabarkan menjadi strategi ditingkat
fungsional perusahaan, yang sering disebut dengan strategi fungsional. Lihat
gambar dibawah ini
Strategi
Generik

Strategi
Utama/induk

Strategi
Fungsional

Gambar 2.1 : Rincian dari Strategi Generik Sampai Fungsional


sumber : (Husein Umar, 2003 : 31 – 32)

Strategi Utama Fred R. David


Jenis-jenis strategi akan dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu kelompok
strategi Integrasi, Intensif, Diversifikasi, dan Defensif. (Fred R. David, 2004 : 231-
256)
1. Strategi Integrasi
Yang termasuk dalam strategi ini adalah integrasi ke depan (forward
integration), Integrasi ke Belakang (Backward Integration), dan Integrasi
Horizontal (Horizontal Integration). Di mana tujuan dari integrasi ke depan
adalah memiliki atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer.
Strategi Integrasi ke Belakang bertujuan untuk mencoba memiliki atau
meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok. Strategi Integrasi Horizontal
bertujuan untuk mencoba memiliki dan meningkatkan kendali perusahaan
pesaing.
2. Strategi Intensif
Disebut strategi intensif karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif
jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak
ditingkatkan.
Yang termasuk dalam kategori strategi ini adalah sebagai berikut :
a. Strategi Penetrasi Pasar (Market Peneration Strategy)
Strategi Penetrasi Pasar berusaha untuk mencari pangsa pasar yang lebih
besar untuk produk atau jasa yang sudah ada sekarang melalui usaha
pemasaran yang lebih gencar.
b. Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy)
Strategi Pengembangan Pasar terdiri dari upaya memperkenalkan produk
atau jasa yang ada ke wilayah geografis baru.
c. Strategi Pengembangan Produk (Product Development Strategy)
Strategi Pengembangan Produk adalah strategi yang berupaya
meningkatkan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk
atau jasa yang ada ataupun mengembangkan yang baru. Pengembangan
produk biasanya memerlukan biaya yang besar untuk penelitian dan
pengembangan.

3. Strategi Diverifikasi
Terdapat tiga jenis strategi diversifikasi yaitu :
a. Strategi Diversifikasi Konsentrasi (Concentric Diversification Strategy)
Strategi ini dilakukan dengan cara menambah produk dan jasa baru tetapi
masih saling berhubungan (terkait).
b. Strategi Diversifikasi Horizontal (Horizontal Diversification Strategy)
Strategi ini dilaksanakan dengan cara menambah produk dan jasa baru
yang tidak terkait untuk pelanggan yang ada.
c. Strategi Diversifikasi Konglomerat (Conglomerate Diversification Strategy)
Strategi ini dilaksanakan dengan cara menambah produk dan jasa baru
yang tidak terkait untuk para pelanggan yang baru.
4. Strategi Defensif
Strategi ini terdiri dari :
a. Rasionalisasi Biaya (rentrenchment)
Rasioanalisasi Biaya (rentrenchment) terjadi jika suatu organisasi melakukan
restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan
kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Kadang disebut
sebagai strategi berbalik (turn around) atau reorganisasi (reorganization),
rasionalisasi biaya mungkin mengharuskan penjualan lahan dan bangunan
untuk menambah uang tunai yang diperlukan, mengurangi lini produk,
menutup bisnis marginal, menutup pabrik yang ketinggalan zaman,
mengotomasikan proses, mengurangi jumlah karyawan, dan melaksanakan
sistem pengendalian biaya.
b. Divestasi
Dalam strategi ini dilaksanakan dengan cara menjual suatu divisi atau
bagian dari organisasi. Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan
modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akuisisi atau investasi
strategis lebih lanjut.
c. Likuidasi (liquidation)
Likuidasi (liquidation) adalah menjual semua aset sebuah perusahaan
secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan
pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara
emosional sulit dilakukan.
d. Joint Venture Strategy
Strategi ini merupakan strategi yang populer, yakni dimana terjadi saat dua
atau lebih perusahaan membentuk suatu perusahaan temporer untuk tujuan
kapitalisasi modal. Strategi ini dapat dipertimbangkan dalam hal perusahaan
bertahan untuk tidak mau memikul beban-beban usahanya sendirian.