P. 1
MR Edisi 230

MR Edisi 230

|Views: 596|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Feb 07, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 4
Urus JAMKESDA Cukup Ajukan SPM Gerakan Kewirausahaan Nasional Dimulai

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 5

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 230 Tahun XI, 8 - 18 Februari 2011

Bangsa

Hal. 9
Kejar Target Di Akhir Masa Jabatan?

Harga Rp. 3.500,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
Penolakan Terhadap Bibit-Chandra Sikap Moral DPR
Komisi III DPR menegaskan penolakan kehadiran dua pimpinan Komisi Pemberan-tasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra (Hal 2)

Mendiknas Tidak Berwenang Tarik Buku SBY
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, enggan menanggapi ucapan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pramono (Hal 8)

Jaksa Agung Bantah Lamban Jalankan Inpres
Johan Budi Marzuki Alie Patrialis Akbar

Jakarta,(MR) Jaksa Agung Basrief Arief membantah pihaknya lamban menjalankan Inpres No 1/2011 terkait penuntasan mafia pajak dan mafia hukum Gayus Tambunan. Salah satu poin dalam instruksi tersebut adalah pencopotan atau mutasi terhadap pejabat yang terlibat kasus mafia pajak dan mafia hukum. Menurut Basrief, ia sudah mencopot 12 jaksa dan dikenakan hukuman disiplin. Namun, Basrief tidak memerinci nama-nama pejabat yang tersangkut mafia pajak dan mafia hukum itu. Ia menambahkan, baca hal 11

Untuk Telusuri Harta Gayus

Kejagung Minta Bantuan FBI
Indonesia Dekati Status Negara "Gagal"
Jakarta,(MR) Indonesia sudah mendekati parameter negara gagal dengan menduduki posisi 61 dari 177 negara menurut fail state index. Hal ini di ungkapkan Sofyan E ff e n d i , m a n t a n r e k t o r Universitas Gadjah Mada, Sofyan Effendi Yogyakarta, dalam pertemuan tokoh lintas agama dengan forum rektor dan beberapa LSM lainnya di Jakarta, Jumat (4/2). Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara gagal lebih rendah dari tahun lalu. Adapun ukuran yang digunakan adalah seberapa berat tekanan penduduk, kesenjangan kemiskinan, merosotnya pelayanan publik, delegitimasi negara, serta terpecah belahnya elite politik. " Ini indikator ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan tugasnya. Jika tahun depan turun lagi, negara kita baca hal 11 akan masuk dalam kategori Red (negara rapor

Pemerintah Akan Percepat Pembangunan Ekonomi
Jakarta,(MR) Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah akan mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi nasional. " Rapat tadi tentang Persiapan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia," kata Hatta setelah rapat kabinet terbatas di Hatta Rajasa Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat. Hatta mengaku telah memaparkan di hadapan presiden bahwa dalam waktu dekat akan ada rapat kerja dengan dunia usaha. Setelah itu juga akan ada rapat dengan BUMN pada 21 Februari 2011. "Dari situ nanti kita tahu komitmen BUMN dalam investasi infrastruktur berapa," katanya. Kemudian, pemerintah akan menggelar rapat dengan dunia usaha secara lebih luas pada 28-29 Februari 2011. Dia berharap, koordinasi dengan dunia usaha itu akan memunculkan visi ekonomi Indonesia, khususnya komitmen BUMN dalam pembangunan. Hatta menjelaskan, pemerintah akan lebih mengutamakan investasi BUMN. Setelah investor lokal baca hal 11

Hartono Tanoesoedibjo

Kelayakan Buku Pengayaan Sekolah Ditentukan Tim Ahli
Jakarta,(MR) Upaya meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya dilakukan dengan pengadaan buku pengayaan atau nonteks pelajaran. Sebelum dapat dikoleksi oleh sekolah, buku-buku tersebut dinilai kelayakannya oleh tim yang dibentuk Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional (Puskur Kemdiknas), yang saat ini telah berganti nama menjadi Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdiknas. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas Suyanto menyampaikan, buku pengayaan dan referensi dapat meliputi buku sastra, pendidikan karakter, dan tokoh-tokoh. Buku itu, kata dia, ditentukan oleh pusat. "Bukan dalam arti judul-judulnya, tetapi Kementerian memberikan sejumlah daftar buku yang telah lolos diseleksi dan dinilai oleh tim di bawah Pusat Perbukuan," katanya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media Kemdiknas, Selasa (25/1). Suyanto menyampaikan, dari buku-buku yang telah lolos seleksi tersebut, daerah dapat menentukan bukubuku untuk dikoleksi sekolah. Dia menjelaskan, pengadaan buku melalui mekanisme dana alokasi khusus (DAK) dilakukan secara lelang. "(Tahun) 2010 DAK diadakan dengan mekanisme lelang. Kita itu hanya menentukan juknisnya. Tentang judulnya baca hal 11

Jakarta,(MR) Untuk terus menelusuri harta kekayaan Gayus Halomoan Tambunan yang berjumlah Rp28 miliar dan Rp74 miliar, pihak Kejaksaan Agung kabarnya akan meminta bantuan kepada Federal Bureau of Investigation (FBI). Hal tersebut dilakukan karena kejaksaan merasa kesulitan untuk menelusuri harta milik Gayus tersebut. Pernyataan tersebut diucapkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Korupsi (Jampidsus) M Amari saat ditemui wartawan seusai melaksanakan salat Jumat di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (4/2). Sebelumnya, pihak Kejaksaan Agung sudah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri uang Gayus baca hal 11

Pemerintah Didesak Percepat Kajian Pembatasan BBM

MA Enggan Jawab Status Hukum Bibit Chandra
Jakarta,(MR) Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa mengatakan pihaknya tidak menjawab pertanyaan Komisi III DPR RI atas status tersangka dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad dan Chandra Hamzah. " Mereka tanya status hukum Bibit-Chandra, tetapi saya tidak jawab," kata Ketua MA Harifin Andi Tumpa, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/2) Ketua MA ini mengungkapkan bahwa Komisi III ini mempertanyakan status tersangka kedua pimpinan KPK ini apakah hilang dengan sendirinya setelah "deponeering" (mengesampingkan perkara) " saat dijatuhkan Kejaksaan Agung atau masih melekat. " Masak persoalan politik mau dijawab MA," kata Harifin. Menurut dia, MA tetap berpendapat Jakarta,(MR) Komisi VII DPR yang membidangi energi akan segera memanggil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perihal kesiapan program pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhir kwartal I 2011 yang begitu sunyi. Pemerintah didesak untuk segera menyelesaikan kajian menyeluruh sebagaimana diminta dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada Desember 2010. Hal itu dikemukakan dua anggota Komisi VII DPR RI, Romahurmuziy dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Satya W Yudha dari Fraksi Golkar. "DPR mendukung pemberlakuan pengendalian BBM bersubsidi sebagai bentuk koreksi terhadap pola subsidi tidak tepat sasaran selama ini. Namun, persiapan pemerintah, kalaupun ada, terlalu sunyi," ujar Romahurmuziy kepada Media Indonesia, Senin (31/1). " Saya melihat persiapan pemerintah sama dengan tipe rumah yang lagi trend sekarang: minimalis." baca hal 11

Dipukul Karena Salah Tanya
Seorang jaksa sedang bertanya kepada terdakwa, seorang istri yang melakukan pemukulan pada suami. Jaksa: "Apakah yang dikatakan suami kepada Anda pagi itu?" Terdakwa: "Dia mengatakan, 'Sekarang sudah jam berapa, Diana?'" Jaksa: "Lalu mengapa Anda menjadi marah dan memukul suami Anda hanya karena pertanyaan seperti itu?" Terdakwa: "Karena nama saya adalah Susan."

Harifin Tumpa

Lintas Daerah

seperti dahulu, yakni saat "deponeering" dijatuhkan, maka dengan sendirinya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap kehilangan kekuatan eksekutorialnya. baca hal 11

Bersama Ilyas Beramal Menyongsong Hari Depan
Pasangan Ilyas Beramal saat kampaye terbuka

Natuna,(MR) Senin 1 Pebruari 2011, ribuan massa pendukung Ilyas beramal mulai memadati lapangan Srisirindit. Pendukung panatik bagi pasangan Ilyas Beramal, mereka segaja datang dari segala penjuru, untuk menyaksikan seperti apa visi misi dan orang

kedua pasangan idolanya itu. Semakin ramai pula masyarakat berkumpul di lapangan bola Srisirindit. Terlebih lagi bendera Ilyas beramal turut menghiasi lapangan. Di kiri kanan panggung, terpampang dua baleho milik baca hal 11 kandidat. Sebelum

2
Bambang DH Ingin Mundur Pejabat Pemkot Surabaya Puasa Bicara
Surabaya, (MR) Belum juga reda suhu politik Surabaya, Bambang DH mengajukan pengunduran diri sebagai wakil walikota ke DPP PDIP. Dia beralasan, ingin memberikan kesempatan kepada kader muda untuk memimpin Surabaya. Pejabat Pemerintahan Kota Surabaya pun memilih hati-hati mengomentari niat Bambang DH berhenti mendampingi Walikota Tri Bambang DH Rismaharini itu. Seperti yang diungkapkan Sekretaris Kota Surabaya Sukamto Hadi kepada wartawan usai menghadiri rapat pembahasan KUA/PPAS di DPRD Surabaya. “ Itu politis mas saya tidak mau komentar, ” kata Sukamto singkat, Jumat (4/2) Hal senada juga diungkapkan, Asisten II Kota Surabaya, Mukhlas Udin. Dia menyatakan memilih ogah berpendapat terhadap kemelut politik yang sedang terjadi. “ Sementara tutup mulut dulu,” ujarnya dengan tersenyum sambil berjalan meninggalkan wartawan. Bahkan Kepala Dinas PU Bina Marga Surabaya Sri Mulyono tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Hanya menggelengkan kepala saja. Demikian pula Kepala Dinas Kesehatan Esty Martiana Rahmi. “ No comment untuk itu,” tandasnya. >> Dea

Berita Utama
Jakarta,(MR) Anggota Komisi VIII dari FPKS Jazuli Juwaini mengatakan, pemerintah harus lebih mengutamakan upaya menyelamatkan orang miskin ketimbang terpaku pada data tentang kemiskinan Badan Pusat Statistik yang menyebutkan angka orang miskin sudah menurun. "Karena itu, tantangan buat Badan Pusat Statistik (BPS) selaku lembaga resmi penyedia angka statistik, agar serius dan akurat dalam menyajikan data apa pun, terutama menyangkut kemiskinan," kata Juwaini, di Jakarta, Kamis. Dia mengatakan itu kepada wartawan menjawab berbagai komentar dan sorotan publik yang mempersoalkan data angka kemiskinan kita. Sorotan publik itu sendiri antara lain muncul banyak pihak berpendapat, angka tidak merupakan solusi untuk mengungkap kondisi riil warga yang mayoritas kian terjepit kehidupannya. Ini sangat harus diperhatikan BPS, demikian Jazuli Juwaini, karena data ini dilihat publik, dengan selalu membandingkannya pada realitas di lapangan. Apalagi, menurutnya, pekerjaan ini (mengoleksi dan mengolah data.Red) bisa dilakukan lembaga lain yang penyajiannya terkadang lebih mudah dipahami publik. "Jadi, kalo tidak akurat bisa jadi tamparan buat BPS," tandasnya. Namun, Jazuli Juwaini berulang menekankan, apapun data ini, terutama tentang kemiskinan, sangat penting guna menyusun langkah kebijakan. "Tetapi yang pasti, sepenting-pentingnya data kemiskinan, yang lebih penting lagi menyelamatkan orang-orang miskinnya," ujarnya. Karena bagi yang miskin,

Tahun Edisi 230 Tahun XI Febr ebruari 8 - 18 Febr uari 2011

Utamakan Selamatkan Orang Miskin Ketimbang Data Kemiskinan

lanjut Jazuli Juwaini, berapa pun naik turunnya data (kemiskinan), tetap saja 100 persen miskin. >>Tedy Sutisna

Penolakan Terhadap Bibit-Chandra

Menhut :

Sikap Moral DPR
Jakarta,(MR) Komisi III DPR menegaskan penolakan kehadiran dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha Hamzah merupakan bentuk desakan DPR agar kriminalisasi dua pimpinan KPK tersebut diusut tuntas. Hal ini disampaikan Ketua Komisi III dari fraksi Demokrat, Benny K Harman seusai rapat konsultasi bersama Mahkamah Agung, Rabu (2/2). "Jadi, ini (penolakan) merupakan sebuah sikap moral, bukan balas dendam. Bukan karena tidak suka. Kita mau menegaskan bahwa itu adalah kezaliman. Kalau memang itu kezalimana harus SKP3 (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara). Kalau deponeering itu seolah-olah tuduhan itu benar, karena deponeering itu tidak meniadakan status tersangkanya," ujar Benny. Tuduhan yang dimaksud Benny adalah tuduhan mengenai dugaan pemerasan yang dilakukan dua pimpinan KPK terhadap Anggodo Widjojo.

Bupati Belum Mengerti Perubahan Iklim
Jakarta,(MR) Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menuding bupati sebagai penyebab sulitnya pemerintah menekan angka emisi di Indonesia. Zulkifli menilai hal itu terjadi karena para bupati melakukan kesalahan dasar, yakni tidak mengerti definisi perubahan iklim. "Di daerah itu banyak yang belum paham, termasuk para bupati. Sebagian besar dari mereka tidak paham apalagi rakyatnya yang masih terbelakang di pelosok hutan, kata Zulkifli di Jakarta, Kamis (3/2). Ia memberi contoh ketika jajaran Kementrian Kehutanan berkunjung ke Bangka Belitung. Di sana, banyak bupati tidak mengerti sambutan Presiden bahwa Indonesia menargetkan penurunan emisi 26% pada 2020 dan 41% atas usaha sendiri. Yang mereka mengerti, imbuh Zulkifli, hanyalah harga komoditi di daerah tersebut sedang melonjak seperti kakao dan sawit sehingga banyak areal hutan di konversi untuk lahan. Hal itu menjadi berbahaya karena Menhut beranggapan bahwa bupati seharusnya menjadi pelindung dalam pengawasan hutan di daerah sesuai perundang-undangan yang berlaku. "Ini berakibat sosialisasi yang sering diupayakan Kemenhut juga menemui kendala karena penyampaian informasi sering tidak sampai ke pelosok, bahkan bantuan yang diberikan LSM asing pun tidak pernah sampai, ungkap Zulkifli. >> Tedy Sutisna

33 Dinkes Tinjau MDR - TB
Sejak tahun lalu Kemenkes RI menunjuk RSUD Dr. Soetomo sebagai pilot project MDR-TB. Meski menjadi pilot project, bukan berarti penanganan MDR-TB hanya diserahkan pada rumah sakit saja. Untuk itu dibuatlah sistem, antara lain sistem jejaring dan sistem rujukan. “ Pemberantasan MDR-TB nggak bisa poli (rumah sakit) saja. Laboratorium, Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) satelit 1& 2, jejaring, dan rujukan harus ada (untuk membantu),”

Benny K Harman

Surabaya,(MR) Kamis (20/1), puluhan peserta Monitoring dan Evaluasi (Monev) TB (Tuberculosis) yang diadakan oleh Kemenkes RI mengunjungi RSUD Dr. Soetomo. Kunjungan mereka tersebut untuk melihat pelayanan MDR-TB yang diterapkan di RSUD Dr.Soetomo. Pasalnya, banyak dari daerah mereka belum menerapkan pelayanan tersebut. MDR TB (Multidrug Resisten Tuberculosis) adalah virus TB yang telah resisten terhadap berbagai jenis obat TB karena mengalami mutasi. Secara alami, virus TB memang akan mengalami mutasi pertama namun yang dihindari adalah kejadian mutasinya yang kedua. Sebab mutasi kedua inilah yang menyebabkan virus TB berubah menjadi resisten terhadap berbagai obat TB.Karena resisten, pasien MDR-Tb menjadi lebih sulit disembuhkan. Untuk mencegah dan menanganinya, sejak tahun lalu Kemenkes RI menunjuk RSUD Dr. Soetomo sebagai pilot project MDR-TB. Meski menjadi pilot project, bukan berarti penanganan MDR-TB hanya diserahkan pada rumah sakit saja. Untuk itu dibuatlah sistem, antara lain sistem jejaring dan sistem rujukan. “ Pemberantasan MDR-TB nggak bisa poli (rumah sakit) saja. Laboratorium, Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) satelit 1& 2, jejaring, dan rujukan harus ada (untuk membantu),” ujar dr. Dini Hari, Koordinator PMDT Subdit TB.Semua pihak yang terkait dalam sistem, seperti dinas kesehatan (Dinkes) dan puskesmas, harus terlibat dalam penanganan MDR-TB. Dalam kunjungan tersebut, para peserta Monev MDR-TB ini meninjau ruang isolasi di Irna Paru Laki dan Wanita. Mereka juga meninjau Integrated Tuberculosis Center (ITC), bangunan baru yang difungsikan untuk berobat rawat jalan pasien TB. Usai kegiatan para peserta yang juga perwakilan Dinkes dari 33 Provinsi di Indonesia ini rencananya akan mulai membuat sistem untuk proyek MDR-TB di masingmasing daerahnya. Bahkan Solo, Malang, dan Sulawesi Selatan telah ditargetkan Kemenkes RI sebagai daerah penerapan proyek MDR-TB selanjutnya. >>Dea

"Ungkap kasus itu. Kenapa kalian mau deponeering kalau kalian tidak salah?," serunya. Benny membantah pihaknya menolak kehadiran Bibit dan Chandra terkait penahanan sejumlah anggota DPR Komisi IX yang tersangkut kasus suap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. "Bukan itu. Makanya dulu kita minta kasus ini di SP3 kan karena penuh dengan rekayasa. Kalau rekayasa kan dibikin-bikin," imbuhnya.

Ditambahkan Benny, penolakan yang dilakukan DPR merupakan desakan agar kriminalisasi kedua pimpinan KPK tersebut dibongkar. "Maksud penolakan komisi 3 itu akn supaya rekayasa itu harus dibongkar. Bukan soal semata-mata itu (kasus TC). Makanya dulu saya minta kejaksaan untuk memproses orang-orang itu," imbuhnya tentang keinginannya agar Bibit dan Chandra diproses ke pengadilan. >> Tedy Sutisna

Gedung DPRD Kota Banjar Segera Dioperasikan

Hotma:

Keterangan Gayus di KPK Yang Paling Benar
Jakarta,(MR) Penasehat hukum Gayus Halomoan Tambunan, Hotma Sitompoel menegaskan bahwa keterangan dari kliennya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah yang paling benar. " Saya juga tanya ke Gayus kenapa keterangannya berubah-ubah. Ia menjawab karena ternyata apa yang dijanjikan Deny tidak benar, jadi semua yang disebutkan Gayus di KPK ini lah yang benar," kata Hotma di Jakarta, Rabu (2/2). Ia mengatakan bahwa semua keterangan kliennya di KPK berbeda dengan keterangan saat di pengadilan. Termasuk informasi tentang tiga perusahaan dari Grup Bakrie. "Semua keterangan di sini beda dengan keterangan di pengadilan. Yang tiga perusahaan Grup Bakrie itu tidak benar, semua dikatakan Gayus karena permintaan Deny Indrayana," ujar dia. Benar atau tidaknya pernyataan kliennya tersebut, menurut dia, akan bisa dibuktikan dengan meminta keterangan para saksi. "Kalau dia memang menyebut Deny kan bisa di cek, termasuk kalau dia sebut tiga perusahaan Grup Bakrie juga bisa dicek ". Saat ditanya keterkaitan 151 perusahaan wajib pajak dengan kliennya, Hotma kembali menyangkal bahwa Gayus tidak ada urusan dengan perusahaan-perusahan tersebut. " Faktanya itu yang disampaikan Gayus ". Hotma tidak mau menjelaskan lebih lanjut soal keterkaitan 151 perusahaan wajib pajak yang disebutkan Gayus dalam persidangan. Semua akan diketahui kebenarannya apakah ada keterkaitan dengan kliennya atau tidak karena itu perlu dilakukan pemeriksaan. Saat ditanya apakah hal tersebut juga disampaikan Gayus kepada KPK, Hotma mengatakan hal tersebut termasuk yang diceritakan kliennya saat menjalani pemeriksaan di lembaga antikorupsi tersebut. Hotma juga tidak mau menjelaskan perihal uang yang dimiliki Gayus sebesar Rp28 miliar dan Rp74 miliar. "Kalau masalah uang kita dengarkan saja nanti di pengadilan". >> Ediatmo
Nampak gedung kota banjar terletak di Jl Tentara Pelajar Kec.Pataruman Banjar. Rencananya akan di oprasikan Akhir maret 2011 kedepan. (dok 2-4)

Banjar,(MR) Pelaksanaan pembangunan gedung DPRD Kota Banjar saat ini sudah hampir rampung, Walaupun penyelesaiannya baru mencapai sekitar delapan puluh persen, nampak bangunan nya mentereng dan terkesan megah. Bangunan yang satu ini terlihat khas diantara deretan gedung pemerintah yang ada di lingkungan kota Banjar. Menurut Bambang selaku PPTK wacananya di gelar acara rapat paripurna momentum hari jadi kota banjar yang ke-8 21 februari 2011 mendatang. “ Untuk itu kami akan segera kordinasi dengan pihak yang terkait. sebab kami, sangat optimis dengan pelaksanaan rapat paripurna hari jadi kota Banjar yang ke-8 tanggal 21 februari 2011. yang di gelar, di gedung kantor yang baru tersebut ”. jelas Bambang. Lebih lanjut, Bambang berharap mudah-mudahan gedung tersebut ke depan segera selesai. Rencananya gedung DPRD yang baru akhir maret mendatang selesai dan bisa di oprasikan. Jelasnya. >> A-S

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : S. Wahyudi, Kab. Bekasi : A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Kota Bandung : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Suhada, NC Jawir, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Rustandi, Biro Cianjur : Ruslan AG, Jaenudin, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi, (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto, (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi, (Kepala), Biro Oku Selatan : Swardi, (Kepala), Thomas Ivan, Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Jambi : Leman Burhan, Hendar, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto, Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano, Kab. Bintan : Defran, Edi Ishak, Biro Natuna : Roy S. (Kepala), Kab. Anambas : S. Edwar. S, (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Jawa Timur : Deasy Epita A, Mojokerto : Edi Waluyo, Moh. Lutfi, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Manunggal VII Krajan Lamaran RT. 04/09 Gg. Anggur II (Depan SMU 2 Lamaran) Kel. Palumbonsari - Karawang 41351 Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com PO. BOX 88 Karawang 41300 Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Kantor Perwakilan Utama : Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 230 Tahun XI Tahun Febr ebruari 8 - 18 Febr uari 2011

Berita Utama
Surabaya,(MR) Kini anda tak perlu lagi menunggu lama atau bolakbalik ke rumah sakit untuk mengetahui hasil laboratorium di RSUD Dr. Soetomo. Sebab mulai bulan Januari 2011, pelayanan laboratorium RSUD Dr.Soetomo telah dilengkapi dengan Pneumatic Tube. Pneumatic tube atau capsule pipelines atau Lamson tubes bekerja dengan memanfaatkan tekanan angin. Cara kerjanya, sebuah tabung berisi sample laboratorium, darah atau urin, dikirimkan melalui pipa yang kedap udara kemudian didorong dengan tekanan angin. Jum’at (21/1), Direktur RSUD Dr. Soetomo melakukan uji coba alat yang juga dikenal sebagai Pneumatic Tube Transport (PTT) ini. Bertempat di Kamar 14 (Laboratorium) IRJ (Instalasi Rawat Jalan), Soetomo mengirimkan sample darah yang telah dimasukkan dalam tabung menuju ke Laboratorium Patologi Klinik di GDC melalui pipa. Alat transportasi untuk obat dan pemeriksaan medis ini memiliki kecepatan tinggi sehingga dapat menghemat waktu. Biasanya hasil pemeriksaan darah standar, seperti gula darah, dapat diketahui dalam waktu 15 menit, namun dengan Pneumatic tube hanya membutuhkan 6 menit saja. Dengan adanya alat ini maka pasien tidak perlu kesana kemari untuk melakukan pemeriksaan lab dan mengambil hasilnya. Mereka cukup tunggu di poli tempat mereka mengambil sampling, kemudian menunggu sebentar untuk mendapatkan hasilnya. “Jadi sehari sudah selesai (hasil lab) dan mereka (pasien) bisa pulang. Hanya uintuk kasus-kasus sulit, yang butuh waktu beberapa hari untuk pemeriksaannya, baru pasien kembali,” ujar Dr.dr.

3

Pengolahan Lahan Parkir Seharusnya Satu Instansi

Percepat Pelayanan dengan Pneumatic Tube

Semarang,(MR) Pengamat transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, berpendapat, seharusnya pengelolaan parkir di Kota Semarang ditangani satu instansi sehingga hasilnya bisa optimal. "Jangan berbeda-beda instansi pengelolanya. Di Semarang ada tiga instansi yang mengelola parkir sehingga hasilnya tidak maksimal," kata Djoko Setijowarno, di Semarang, Kamis (3/2). Djoko menyebutkan tiga instansi yang mengelola parkir yakni Dinas Pasar, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubukominfo), dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemerintah Kota Semarang. Terkait dengan larangan memarkirkan kendaraan di Jalan Pahlawan, Djoko berpendapat, seharusnya juga diikuti dengan penyediaan lahan parkir. Ia mengemukakan, halaman kantor pemerintah setempat di kawasan Jalan Pahlawan bisa menjadi lokasi parkir untuk masyarakat yang ingin menghabiskan waktu menikmati area umum kawasan Simpanglima. Pada kesempatan lain, Wali Kota Semarang, Soemarmo, mengatakan, seluruh jalan protokol di Kota Semarang akan dibenahi secara bertahap sedangkan pemilik usaha di sepanjang jalan protokol tersebut diwajibkan memiliki lahan parkir secara memadai. Jalan protokol yang menjadi salah satu kawasan bisnis adalah Jalan Pandanaran Semarang yang terkenal sebagai pusat oleh-oleh Ibu Kota Jawa Tengah itu. Ia mengatakan, penyediaan lahan parkir tersebut diperlukan karena selama ini cukup banyak trotoar dan badan jalan difungsikan sebagai lahan parkir. Ia juga mengatakan, terkait dengan kemacetan lalu lintas di sejumlah titik di Kota Semarang seharusnya disikapi oleh Pemkot Semarang. "Kalau Pemkot Semarang mau serius menata transportasi Kota Semarang, seharusnya pemerintah memiliki program membatasi kendaraaan bermotor pribadi," katanya. Transportasi massal berupa bus dan kereta api yang sudah diterapkan di Kota Semarang, katanya, harus dikembangkan. >> Irman Idrus

Massa Minta Penyelesaian Sengketa Lahan dan Pengusutan Tewasnya Warga Senyerang
Jambi,(MR) Sekitar 30 orang warga Desa Senyerang Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, yang tergabung dalam Persatuan Petani Jambi (PPJ), belum lama ini mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi. Kedatangan mereka untuk menuntut penyelesaian kasus sengketa lahan yang diserobot perusahaan, dan tewasnya seorang rekan mereka, karena tertembak oleh pihak kepolisian. Kuasa Hukum petani Seyerang Thawab Ali mengatakan, kasus ini sampai sekarang belum ada perkembangannya. Padahal batas waktu yang dijanjikan penyelesaian pada bulan Januari 2011. Oleh sebab itu kami berharap kepada Komisi II DPRD Provinsi Jambi untuk mendesak dan menanyakan kepada instansi terkait perkembangan penyelesaian lahan petani Senyerang ujarnya. Disamping itu mendesak untuk pengusutan tewasnya seorang petani senyerang yang belum ada kejelasan dan masih mengendap di Polda Jambi. Anggota Komisi II, Handayani mengatakan, ada kemungkinan DPRD untuk memanggil Kapolda Jambi untuk diminta pejelasan. Kita merencanakan akan memanggil pihak kepolisian dalam kasus ini, Sekaligus untuk minta penyelesaian kasus Karang Mendapo. Dalam kasus Senyerang mengapa warga yang dimintai keterangan, bukan oknum polisi yang menembak, ini janggal sekali ujar Handayani. Namun kapan waktu pemanggilan tersebut, Handayani belum dapat memastikannya, sebab membutuhkan waktu, karena akan dirapatkan terlebih dahulu oleh anggota dewan ujarnya. Sementara itu data yang berhasil dihimpun Media Rakyat dilapangan, menyebutkan, hampir disetiap Kabupaten dalam Provinsi Jambi sejumlah warga masyarakat terlilit sengketa lahan dengan pihak PT. Perkebunan Swasta. Demikian juga dengan keberadaan PT.Wira Karya Sakti (WKS), yang juga diributkan warga sebagai penyerobot lahan. Perusahan raksasa di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) ini mempunyai kontrak lahan 100 tahun dengan Pemerintah Provinsi Jambi. Padahal keberadaan PT. WKS ini, selaku pemasok bahan industri bubur kertas terbesar, masih dipertanyakan kontribusinya bagi daerah ini. >> Leman

Slamet R. Yuwono, DTM&H, MARS, Direktur RSUD Dr. Soetomo. Kedepannya Pneumatic Tube yang awalnya diciptakan sebagai alat transportasi surat ini akan dipasang di seluruh ruang pelayanan RSUD Dr.

Soetomo, terutama IRNA (instalasi rawat inap), dan berpusat di GPDT. ”Pemasangan alat ini (Pneumatic tube) akan meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Dr. Soetomo,” papar dr. Slamet. >> Dea

Pengadaan CCTV Pemprov Bali Diduga Di mark up
Temuan BPK tentang pemahalan harga CCTV dan AVL GPS bermakna adanya indikasi mark up atas pembelian alat-alat keamanan tersebut. Peneliti menemukan harga pasaran di bawah harga pembelian yang dilakukan oleh Kesbanglinmaspol, sehingga ada kerugian Rp 4,60 miliar. Artinya, kalau dibeli dengan harga pasaran, maka uang Negara senilai Rp 4,60 miliar itu dapat diselamatkan,"
Denpasar,(MR) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap dugaan mark up dalam pengadaan closed circuit television (CCTV) dan system auto vehicle locating global positioning system (AVL GPS) pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Provinsi Bali. Menurut data dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK Semester I 2010 pada 6 September 2010, terdapat pemahalan harga pengadaan dan pengembangan alat keamanan (CCTV) dan (AVL GPS) senilai Rp4,60 miliar, yang oleh BPK dinyatakan sebagai kasus yang menyebabkan kerugian daerah. Namun, Humas BPK Bali, IGA Mas Ningrat, saat dihubungi Wartawan, mengatakan belum mau menjelaskan terkait data temuan instansinya karena sedang sibuk. "Kami ada meeting mendadak, Setelah Imlek baru ada waktu longgar, dan bisa bertemu," ujarnya dari balik telepon genggamnya, Selasa (1/2). Saat ditanya dengan kata pemahalan bermakna markup, ia juga tak mau menjelaskan lebih jauh. Lagi-lagi ia meminta kepada Media Indonesia agar menemuinya di Kantor BPK usai Imlek. Pun halnya dengan tindakan yang diambil institusinya terkait pemahalan tersebut, IGA Mas Ningrat meminta waktu khusus bertemu. Sementara itu, dihubungi terpisah, Ketua Bali Corruption Watch (BCW) Putu Wirata Dwikora menegaskan, temuan BPK tentang pemahalan harga CCTV dan AVL GPS bermakna adanya indikasi mark up atas pembelian alat-alat keamanan tersebut. "Kata pemahalan dalam temuan BPK itu bermakna peneliti menemukan harga pasaran di bawah harga pembelian yang dilakukan oleh Kesbanglinmaspol, sehingga ada kerugian Rp 4,60 miliar. Artinya, kalau dibeli dengan harga pasaran, maka uang Negara senilai Rp 4,60 miliar itu dapat diselamatkan," katanya. Meski ada indikasi mark-up, namun Putu Wirata mengaku masih butuh penelitian lebih lanjut. Kendati begitu, ia menegaskan jika betul terjadi mark-up, sesungguhnya tindakan itu masuk dalam ketegori penyimpangan. "Tinggal diteliti lebih jauh apakah hal itu ada unsur kesengajaan atau tidak. Tetapi prinsipnya, pemahalan harga itu masuk kategori mark-up yang artinya penyimpangan dan sama maknanya dengan tindak pidana korupsi," tegas dia. >> Nyoman

Flu Burung Serang Warga Prabumulih
Prabumulih, (MR) Penyakit flu burung melanda delapan kelurahan di Kabupaten Prabumulih, Sumatra Selatan. Akibatnya, Kepala Dinas Perkebunan Pertanian Kehutanan Peternakan dan Perikanan (PPKPP) Prabumulih, RA Hanunah memberlakukan status siaga yang merupakan upaya preventif agar penyakit yang disebabkan virus H5N1 ini tidak menular ke manusia. "Dalam kondisi begini, kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, terutama di daerah endemic," ujarnya. Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar dalam memelihara peliharaannya mengkandangkan agar mudah dilakukan pemantauan, tidak seperti selama ini yang dilepas seenaknya. Bagaimanapun dengan dikandang dapat mengurangi risiko penularan. "Tindakan yang dilakukan terhadap daerah endemi mulai dari pembersihan kandang hingga pemusnahan unggas," ujarnya sembari menambahkan unggas berupa ayam, angsa termasuk anak ayam beserta telur yang diduga terserang segera dimusnahkan. Kelurahan yang terserang flu burung tersebut, antara lain, Kelurahan Prabumulih, Sukajadi, Wonosari, Cambai, Tugu Kecil, Gunung Ibul, dan terakhir Mangga Besar. Di Palembang pasca matinya puluhan ayam di kawasan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, instansi terkait melakukan langkah persuasif seperti pembersihan kandang unggas dalam radius 1 kilometer. Sementara di Kota Palembang didapati sekitar 25 ekor ayam mati dan dinyatakan positive terkena flu burung. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian perikanann dan Kehutanan Kota Palembang Sudirman Teguh, Selasa (1/2). "Kami telah lakukan langkah lebih lanjut dalam radius 1 kilometer di kawasan tersebut," kata Sudirman kala dikonfirmasi via telpon. Hal serupa juga dilakukan di beberapa tempat terutama sentra penjualan unggas di Palembang seperti kawasan Pasar Burung Palembang. Menurut Sudirman, pihaknya juga mengantisipasi langkah penyebaran flu burung dengan memperketat masuknya unggas ke Palembang dengan membentuk satuan tugas. >>Alex

Tindak Tegas Oknum yang “Mengatasnamakan Bupati”
Karawang,(MR) Setelah menjadi Bupati karawang periode 2010-2015 H.Ade Swara harus Antisipasi karena banyak yang Memanpaatkan situasi, mengatasnamakan tim sukses bahkan merasa paling dekat dan tidak sedikit yang mengaku saudara Bupati, maka dituntut ketegasan seorang Bupati, bukan hanya membuat surat edaran tapi harus memberikan sangsi ketika memang hal ini terjadi, bila perlu pidana, kalau mengatas namakan bupati karena pencemaran nama baik. Bupati berhak melaporkan kalau terbukti ada pencemaran nama baik tapi kalau ada pembiaran dari Bupati terkesan memang ada perintah di luar dinas, sebenarnya dengan adanya surat edaran itu hanya membuktikan bahwa Bupati tidak terlibat tapi dibelakang dinas siapa tahu?, maka kami mensinyalir memang ini sudah terbentuk jaringan bahkan ada beberapa kelompok tertentu telah menyusun kabinet terhadap Kepala UPD, dan kami mendengar dari beberapa perusahaan salah satunya dibidang niaga, saling berebut lahan parkiran, lahan proyek itu dilakukan oleh orang yang mengaku dekat dengan bupati dan merasa berjasa atas kemenangan Bupati saat ini, kata Nace Permana,SE ketua LSM Lodaya Karawang di kantornya Jl. Siliwangi depan kodim 0604 Karawang. Nace juga mengatakan, tindakan yang mesti dilakukan oleh Bupati karawang atas tindakan tersebut kembali pada aturan yang berlaku, kalau terkesan hanya membiarkan cuman membuat edaran itu bukan suatu tindakan antisipasi karena toh “Korupsi”, pun undang-undangnya sudah berlapis tapi masih banyak yang melakukan. Jadi harapan masyarakat kabupaten karawang jangan ada perbedaan karakter yang mencolok sangat jauh dari kepemimpinan yang sebelumnya dengan yang sekarang, kalau yang sebelumnya kita akui dari sisi management lebih baik magerial Dadang S, Muchtar karena ada ketegasan walaupun masih banyak sisi negatip yang merugikan masyarakat dengan berbagai silang pendapat seperti; mobil dinas Kepala Desa, anggaran keamanan yang dititipkan di sat Pol PP untuk muspida, ini kan sebelumnya tidak pernah ada justru ini sekarang ada, RAPBD siapa yang buat ? lantas siapa yang menyetujui?, aspirasi DPR yang nilainya 2 milyar, ini juga harus dikaji karena bermasalah, dulu yang nilainya 700 juta saja itu timbul gratifikasi, nah sekarang 2 milyar ?. Lanjut Nace, Kami ingin bertanya kepada DPR mampu propesionl tidak penggunaan anggaran aspirasi tetrsebut? Karena kami mensinyalir tidak jauh berbeda dengan para senior dulu bahwa dana aspirasi digunakan semata mata untuk mencari keuntungan komisi proyek, semestinya nilai 2 milyar untuk kepentingan masyarakat to. Batasan pungsi DPR itu pengusulan anggaran bukan

Ketua LSM Lodaya :

Nace Permana,SE Ketua LSM Lodaya karawang

untuk melaksanakan penggunaan anggaran karena itu tugas eksekutip, kalau penggunaan anggaran sudah campur tangan nah itu akan terpotong sudah saja jangan ada bupati segala, tidak perlu ada kepala dinas kalau DPR ingin merangkul keluar dari tugas pungsinya, pungsinya penganggaran, pungsi pengawasan, pungsi legislator, itu pungsi legislatip percaya sepenuhnya kepada eksekutip, tinggal kalau ada penyimpangan legislatip berhak menindak sebagai pungsi kontrolnya, kalau DPR ikut jadi pemain, kalau semua ikut main bola siapa yang akan menjadi wasitnya, DPR sebagai wasitnya pemerintah. Jelas Nace. Lanjut Nace, Diharapkan kepemimpinan H.Ade walaupun tidak sama tapi mempunyai karakter dalam upaya ketegasan dalam tindakan dan kami menilai karena karakter H.Ade kurang mempunyai ketegasan sehingga tidak menutup kemungkinan adanya unsur manfaat baik

yang dilakukan dari unsur tim sukses maupun ujung-ujungnya celah ini dimanfaatkan oleh para pejabat nakal. Sehingga tidak menutup kemungkinan para birokrat yang selama ini sudah terbiasa dengan korupsi akan merasa akan pesta besar. Ada beberapa pola mesti dirubah oleh pihak Bupati sekarang yaitu: Penempatan birokrat baik dari lingkungan Dinas maupun dilingkungan sekretariat pemda sendiri jangan sampai penempatan pegawai sebagai proyek balas jasa, pemenuhan janji-janji kampanye sipatnya selama pada waktu kampanye dijadikan sebuah alat ukur demi sebuah kemenangan, nah ini harus dikaji oleh tim ahli mana yang mesti progres mana yang mesti didahulukan jangan asal janji langsung dipenuhi harus diukur dengan budgeting anggaran pemda Karawang, kalau hanya langsung memenuhi nanti akan terjadi defisit yang rugi masyarakat karawang. Jelasnya. Menurut Nice, Pemahaman sosial politik kabupaten kara-

wang tidak menutup kemungkinan banyak hal pekerjaan yang tertunda dan sengaja ditunda oleh Dadang S,Muchar. Harus segera dikerjakan oleh bupati sekarang, jadi kalau bahasa politisnya kami sampaikan tidak sedikit mata anggaran yang sipatnya akan menjadi tanggung jawab resiko seorang bupati yang baru walaupun sebenarnya RAPBD dibuat oleh bupati lama, ini yang disebut jebakan atau ranjau-ranjau yang memungkinkan Bupati ketika salah menentukan kebijakan bisa terpeleset, ujungnya bukan hanya sangsi administrasi ataupun kesalahan managerial saja tapi bisa mengakibatkan ke unsur pidana. Maka bupati harus segera mungkin merekrut tenaga ahli yang setuia kepada bupati dibidang social politik, ekonomi maupun bidang birokrasi sehingga tim ahli ini sesuai dengan perundang-undangan berhak diadakan disetiap daerah untuk menantisipasi supaya pembangunan terarah. tegas Nace. >>Komarudin

4
Kepala BKPD Kota Banjar Sosialisasikan PP NO 53 TAHUN 2010
Banjar,(MR) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPLD) Kota Banjar. Melakukan Sosialisasi PP No.53 Tahun 2010. Tentang Disiplin Pegawai Negeri khususnya yang ada dilingkup SMP Negeri 5 Banjar, Rabu pekan kemarin. Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala (BKPLD) Kota Banjar Drs.Dedi Suhendar. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada guru dan pegawai lainnya. Disekolah tentang disiplin pegawai dalam PP No.53, dengan tujuan agar disiplin yang baik dikalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Guru khususnya di SMP Negeri 5 Banjar pada umum nya para PNS yang ada dilingkup kota Banjar Didalam kesempatan acara nya tersebut Dedi mengemukakan lebih lanjut “ Kita akan rodsow kebeberapa Sekolah dan Dinas yang lainnya, bukan disini saja ” sepertinya guru terlebih Kepala Sekolah yang lain nya. Perlu tahu dan memahami isi nya sebab antara kewajiban dan larangan dalam PP No.53 ini dibahas terpisah dan lebih tegas lagi. Untuk itu seorang pejabat di atas bawahan nya,bahan kena sanksi tegas jika membiarkan bawahan nya yang melanggar kedisiplinan pegawai. Kalau ada guru yang melanggar dibiarkan oleh kepala sekolahnya atau para PNS yang lain nya akan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. >>A-S

Berita Utama
Bojonegoro,(MR) Masyarakat kurang mampu dan belum memiliki jaminan kesehatan dapat memperoleh Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Meski demikian pelayanan kesehatan gratis ini memiliki persyaratan khusus yang harus dipenuhi pemohon jaminan kesehatan. Satu diantaranya, pengajuan Surat Pernyataan Miskin (SPM) yang diterbitkan masingmasing kepala desa. Dengan SPM tersebut masyarakat bisa mendapat pelayanan lazimnya pemilik kartu Jamkesmas maupun Jamkesda. Data tahun 2020 penerima Jamkesmas mencapai 576.927 jiwa sedangkan Jamkesda 200.226 jiwa. Jumlah tersebut masih ditambah lagi dengan pemohon SPM sebanyak 1.971 jiwa. Pelayanan kesehatan tersebut dapat digunakan di Puskesmas dan RSUD.Namun jumlah tersebut belum menampung semua masyarakat di Bojonegoro yang berjumlah 1,3 juta penduduk. Untuk merealisasikan pengobatan gratis Dinas Kesehatan juga mengimbangi dengan alokasi dana dari APBD Kabupaten dan Provinsi. Sebab program ini sudah mendapat rekomendasi dari Gubernur menggunakan dana sharing 50:50. “Masyarakat yang memi-liki kartu tanda penduduk (KTP) sudah harus diayomi dan berhak memperoleh Jamkesda,” kata Totok Ismanto Kasi Jaminan pemeliharaan Kesehatan Dinkes Bojonegoro, Jumat (04/02). Ia menambahkan, seluruh masyarakat harus masuk Jamkesd. Hanya saja masalahnya masyarakat mau atau tidak memanfaatkan Jamkesda itu. Untuk Jamkesmas memang sudah tidak mungkin kuotanya bertambah. Dengan adanya Jamkesda diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa pemerintah telah mengayomi mereka dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis. Saat ini Puskesamas sudah memberikan pelayanan gratis dan jumlahnya terus ditambah agar bisa menjangkau pelayanan masyarakat. Jumlahnya mencapai 36 Puskesmas ditambah 68 Puskesmas pembantu yang tersebar di 27 kecamatan.

Tahun Edisi 230 Tahun XI Febr ebruari 8 - 18 Febr uari 2011

Urus Jamkesda, Cukup Ajukan SPM
Dengan demikian masyarakat yang sakit tidak perlu putus asa untuk mendapat pelayanan kesehatan. Jika di Puskesmas tidak mampu maka dapat minta rujukan ke RSUD atau rumah sakit pemerintah di Surabaya. Prosedurnya, harus dibuatkan rujukan dan tidak bisa langsung dari Puskesmas ke Surabaya. Karena itu pasti akan ditolak dengan alasan menyalahi prosedur. >>Dea

Pemprov Kaltim Larang Rapat Daerah di Hotel
Samarinda,(MR) Setelah melakukan rasionalisasi biaya perjalanan dinas pegawai negeri sipil (PNS) mulai tahun ini, Pemprov Kaltim juga akan meminimalkan anggaran untuk pertemuan dengan melarang Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) melakukan rapat di hotel. " Tak ada lagi rapat di hotel. Tak boleh lagi. Ini untuk menghemat anggaran," kata Gubernur Kaltim Awang Farouk, (Kamis 3/2). Menurutnya, rapat sebaiknya tak dilakukan di hotel, seperti pertemuan antara SKPD dengan anggota dewan, atau rapat lainnya yang sebelumnya kerap dilakukan di hotel. Untuk itu, rapat yang dilakukan harus menggunakan ruangan-ruangan di gubernuran. " Jika rapatnya berskala lebih besar, misalnya mengundang wali kota/bupati, bisa dilakukan di Lamin Etam, Gubernuran," ungkapnya. Dia menambahkan, penghematan anggaran harus dilakukan. Apalagi, sekarang adalah zaman transparansi. Anggaran yang dialokasikan untuk perjalanan dinas dan lainnya harus diketahui secara pasti. Sebelumnya, pemvrop Kaltim juga telah memangkas biaya-biaya perjalanan dinas yang dinilai tak penting. >>Kipan S

Karawang Go Green
Karawang,(MR) Menurut Kepala Badan Pelaksana penyuluhan Pertanian ,Perikanan dan kehutanan (BP4K) kabupaten Karawang, Ir.Kadarisman Dalam rangka mensukseskan Program Pohon 1 milyar Bupati Karawang H.Ade Swara mengadakan penghijauan sebanyak 1700 pohon yang terdiri dari pohon mahoni, pohon tanjung dan pohon tembesai,yang dipasilitasi oleh Dinas Partanian dan Kehutanan dan BP4K Kabupaten Karawang, adapun titik tanam pohon tersebut yakni di jalan alternatip Tanjungpura Warungbambu intercine. Ir. Kadarisman juga menambahkan, bahwa dalam melaksanakan program tersebut dirinya menyerahkan 228 PPL seKabupaten Karawang untuk bekerja di lapangan, dan kegiatan ini bukan semata-mata jadi prioritas kegiatan dinas terkait saja melainkan harus menjadi kewajiban semua warga, semoga kegiatan penghijauan ini terus di tindak lanjuti oleh masyarakat semua untuk melestarikan dan menjaga alam mini, karena iklim sekarang kadangkala tidak bisa di prediksi, panasa global ini bisa dirasakan oleh kita semua itu dimungkinkan oleh paktor alam yang kian lama semakin ruksak, tidak menutup kemungkinan salah satunya kurangnya penghijauan di lingkungan kita sendiri, salah satu contoh banjir tahun lalu beberapa penyebabnya dari gunung yang gundul, bahu jalan tidak ada pembuangan air dan hampir semua halaman rumah tidak tertanam rumput dan pohon hingga tanah tidak bisa meresap air hujan. Lanjut kadarisman, Hal ini

Dokter Meninggal Terserang Malaria
Kupang,(MR) Seorang dokter Petugas Tidak Tetap (PTT) bernama Ulfa Neilly Syaada yang bertugas di Puskesmas Wonokaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal akibat menderita malaria cerebral. Informasi yang dihimpun Media Indonesia, Kamis (3/2) menyebutkan, dokter asal Jawa Timur itu meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumba Barat pada Selasa (1/2). Jenazahnya telah diterbangkan ke kampung halamannya di Jawa Timur. Dokter Ulfa bertugas di puskesmas tersebut sejak Juni 2010. Namun, informasi mengenai riwayat penyakit malaria yang diderita dokter Ulfa belum diperoleh dari pihak rumah sakit. Sandro Dandara, warga Waikabubak, Sumba Barat yang dihubungi mengatakan, jenazah diantar oleh petugas dari Kantor Bupati Sumba Barat untuk diserahkan kepada keluarga di Jawa Timur. "NTT kehilangan besar atas meninggalnya dokter Ulfa karena daerah ini kekurangan dokter," katanya.>> Klaudius Edy Burga

Kegiatan penghiauan

MUI Langkat Minta Sikap Konkret Atasi Pemaksiatan
Langkat,(MR) Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat meminta pihak berwenang dan terkait untuk merumuskan sikap konkret berupa kebijakan mengatasi berbagai bentuk kemaksiatan yang semakin memprihatinkan di daerah setempat. "Perlu sikap konkret atas kemaksiatan yang selain telah melanggar norma agama, juga mencederai Langkat sebagai bumi religius," kata H Saleh Hamid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat, ketika dihubungi di Stabat, Kamis (3/1). Ketua MUI Langkat mengakui sudah dukup resah menyaksikan kemaksiatan terus berlangsung tanpa ada tindakan refresif dari aparat hukum. " Dalam waktu dekat ini, kami akan menyampaikan keresahan ummat ini kepada unsur Muspida Langkat," katanya. Beberapa bentuk kemaksiatan yang perlu menjadi perhatian dan kini menjalar sudah di generasi muda, yang bisa merusak masa depan mereka, seperti judi, bilyar, miras, narkoba, prostitusi, maupun pergaulan bebas di kalangan remaja. Selain tindakan represif kepada Muspida selaku eksekutor, selanjutnya MUI juga mengimbau orang tua untuk lebih mewaspadai hal-hal tersebut di atas khususnya bagi perkembangan putra-putrinya. >>Waskito

jangan sampai terulang kembali dikemudian hari makanya kita mesti cepat sadar jangan tidur yang kepanjangan, lihat dan lakukan penghijauan sekarang juga agar kita semua bisa merasakan bersinergi dengan alam, apalagi Indonesia sebagai salah satu paru-parunya dunia, kalau di Negara kita panas dan sering banjir apalagi di Negara lain yang sudah padat dan sempit karena bangunan, tidak seperti di Indonesia masih banyak tanah kosong dan luas halaman yang bisa untuk di tanam pohon, tinggal dikembalikan kepada diri sendiri tanggung jawag ini tidak semua di beban pemerintah tapi kita sebagai manusia yang mengisi alam ini harus menjaga dan melestarikannya, tegas kadarisman yang disusul oleh pernyataan yang sama dikatakan kepala kelurahan tanjung mekar menyambut baik program bupati dengan penanaman pohon ini akan diprioritaskan baik oleh unsur pribadi maupun penggalakan kepada masyarakat kami yang ada di wilayah sekitarnya supaya mengadakan penghijauan

Menurut Kabid Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan, Edi ediyanto, Mengatakan, target kabupaten Karawang 6,9 juta pohon yang sudah di tanam berdasarkan swadaya masyarakat, adapun pohon yang sudah tertanam 1,9 juta pohon menyebar di berbagai pelosok di wilayah Kabupaten Karawang, secara pribadi dan kedinasan sangat mendukung dengan program prsiden RI pohon 1 Milyar untuk kepentingan penurunan pemanasan global, adapun di karawang kegiatan ini melibatkan bupati dan wakil bupati dan para OPD kabupaten Karawang, sekaligus menyerahkan secara simbolis dari bupati ke SD, SMP, SMA di wakili Wakiki Kepala Disdik supaya siswa-siswi peduli terhadap lingkungan sesuai dengan program gubernur di raja mandala bandung, harapan saya memohon kepada pemerintah daerah Karena stock bibit yang ada di kehutanan kurang mencukupi karena masih banyak gunung yang ada di kabupaten karawang dan lahan kosong yang harus di tanam. >> Komarudin

Pembongkaran Pasar Kota Banjar “Selesai Dilaksanakan”

Pembongkaran Pasar Kota Banjar “Selesai Dilaksanakan” Pembongkaran pasar kota Banjar saat ini sudah selesai sebentar lagi tahap pembangunannya segera dilaksanakan. Dengan itu sebagai salah satu bentuk kesuksesan dari pembangunan yang direncanakan pemerintah Kota Banjar. Pelaksanaan tahap pembangunan nya pasar tersebut kedepan segera akan dilaksanakan, untuk itu mengingat bangunan pasar tersebut merupakan salah satu sentral perekonomian masyarakat Banjar dan sekitarnya. >> A-S

Bali Targetkan Gaet 2,8 Juta Turis Asing
Denpasar,(MR) Bali memasang target 2,6 juta hingga 2,8 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Dewata selama 2011. " Sasaran tersebut lebih tinggi dari realisasi kunjungan wisman ke Bali 2010 sebanyak 2,57 juta orang, atau melampaui sasaran yang saat itu ditetapkan 2,2 juta hingga 2,3 juta orang," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Gede Suarsa MSi di Denpasar, Rabu (2/2). Ia mengatakan, meskipun target yang ditetapkan Pemprov Bali melalui dinas pariwisata setempat meningkat, namun Bali tidak perlu menambah atau membangun fasilitas pariwisata berupa kamar hotel berbintang. "Fasilitas kamar hotel berbintang yang ada di Pulau Dewata masih memungkinkan untuk menampung meningkatkan kunjungan wisman, mengingat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali selama 2010 itu rata-rata 65 persen atau meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat 60,8 persen," ujar Gede Suarsa. Fasilitas kamar hotel berbintang, khususnya di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar selama ini dinilai cukup memadai, sehingga tidak perlu ditambah dalam mengantisipasi kunjungan wisman yang ditargetkan 2,8 juta dalam tahun 2011 itu. Namun daerah lain di Bali seperti Kabupaten Jembrana, Klungkung dan Kabupaten Bangli yang selama ini belum memiliki fasilitas kamar hotel berbintang, perlu membangun kamar hotel berstandar, mengingat wisatawan ingin menikmati suasana baru dalam berliburan ke Bali. Demikian pula daerah-daerah lain seperti Kabupaten Tabanan, Gianyar, Buleleng dan Karangasem masih sangat memungkinkan untuk menambah kamar hotel berbintang, ujar Gede Suarsa. Sementara itu Kepala Badan Penjamin Mutu Universitas Udayana (BPMU) Prof Dr Ir Wayan Windia MS dalam kesempatan terpisah menambahkan, Bali jika bercermin dari hasil penelitian dan pengkajian SCETO, konsultan pariwisata dari Prancis tahun 1975, disebutkan bahwa di daerah ini maksimal hanya bisa dibangun 24.000 kamar hotel berbintang untuk menjaga daya dukung Bali. Namun kenyataannya di Bali kini telah dibangun 55.000 kamar hotel berbintang, atau dua kali lipat daya dukung Bali, sehingga Bali sudah saatnya melakukan moratorium terhadap pembangunan fisik terkait kepentingan pariwisata.>> Nyoman

Gunakan Dana Pusat Untuk Pembangunan Daerah
sate pelanduk (Sate kancil) enak rasanya. Sambil melahap sate pelanduk, tak lupa kawan titip 20 cucuk untuk dibawa pulang. “ ku pesan 20 cucuk bang untuk di bungkus,” katanya. Usai makan ketiganya pun berangkat ke Desa Cemaga. Sampai di lokasi Busri menunjukkan lampu jalan sepanjang 2 Km. “Lampu ini nyalak malam hari saja, pokoknya Cemaga ini cantik dilihat jika malam hari tiba” jelasnya, selanjutnya kamipun dibawa lokasi pembangkit. Disana masih kami jumpai beberapa pekerja, yang sedang menyelesaikan kegiatan. Saat dikonfirmasi Kadis yang murah seyum itu mengatakan, Kita harus bersyukur, Natuna bisa didapat Pembangkit Listrik ramah lingkungan, merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, tepatnya Departemen ESDM dan Direktorat Jenderal Listrik. Dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan PT Amonra Daya Sentosa dari Jakarta. “Pembangkit ini merupakan bantuan dari Pusat, proyek tahun 2010,” papar Busri kepada MR, bersama rekan wartawan. Namanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Angin (Hybrid)’ . Sebab dalam tahun ini saja, hanya 2 provinsi yang dapat. Salah satunya Kepri, dan Proyeknya di Natuna. Nilai investasinya sangat mahal, dan merupakan produk baru. jelasnya. Dengan adanya listrik hybrid ini, 50 kepala rumah tangga telah di terangi.Bahkan biayanya pun jauh lebih murah dari pada PLN.Cara kerjanya mengubah arus DC menjadi AC.Tenaga diatas atap adalah pembangkit listrik tenaga surya. Dari sana dipancarkan masuk ke inventer, kemudian di simpan di dalam batre, kemudian diolah lagi jadi arus AC, dan siap di salurkan ke rumah masyarakat, terang Busri. Kincir agin berpungsi untuk menambah tenaga apabila musim hujan. Mengenai biaya, kita serahkan kepada Masyarakat, biayanya tidak besar, hanya upah jaga mesin, dan petugas kebersihan untuk membersihkan tenaga suryanya. Batre ini tahan untuk jangka waktu 25 tahun.Ini merupakan tugas Saya, sebagai kepala Distamben, kita berusaha membawa proyek besar di Pusat untuk kita tarik ke daerah.Tiang ini sendiri khusus, mengingat lokasi kita di tepi laut, maka tiang jaringan anti karat, Saat ini ada tiga desa memakai Hybrid ini, Pertama Pulau Skatung, Kecamatan Pulau laut, kedua Pulau Senoa, Kec Bunguran Timur, ketiga Cemaga, kecamatan Bunguran selatan. Meski Natuna sudah dapat, dan diperuntukkan untuk Pulau terluar, Busri meminta petunjuk Bupati, di Desa mana yang lebih tepat itu di bangun.Atas saran pimpinan, Desa Cemagalah tempat paling tepat. Sambil berhenti di depan Rumah warga, Busri menunjukkan meteran segi empat. Sangat berbeda dengan milik PLN.Meteran ini bekerja seperti Hp.Jika pemakaian kita banyak, maka cepatlah mati lampu kita. Ibarat orang tua memberi pulsa sama anaknya, Jika pulsa seratus diperuntukkan 1 bulan, ternyata si anak dua minggu dah habis, maka dia tak dapat lagi mempergunakannya, tunggu di isi kembali, ujar Busri di damping fahmi, teknisi PLTH. Basri juga menunjukkan tempat beroperasinya PLTH, ramah lingkungan itu. Alasannya bebas polusi dan tidak bising. Saat ini kita serahkan pengelolaannya kepada OMS (Organisasi Masyarakat Surya). Organisasi inilah yang akan mengelola PLTH ini. Nanti biaya operasionalnya akan di kutip Rp 10.ribu/ bulan tiap KK. Uang itu untuk biaya kebersihan dan jaga malam mesin, tutupnya. >> Roy

Kadistamben Natuna IR Busri saat meninjau lokasi PLTH bersama Bupati Natuna

Natuna,(MR) Sore itu Ahad lalu, cuaca di kota Ranai terlihat mendung sebagian besar Pegawai di Natuna, menghabiskan masa liburnya. Sebab sudah seminggu bekerja. Namun tidak dengan Ir Busri. Kadis Tamben Natuna itu, tidak ada kata libur dalam Dirinya.Sambil minum segelas kopi di Happy bakrie, dia menunggu dua wartawan, yang siap melihat proyek Listrik Tenaga Surya dan Tenaga Angin. Eh… Kayak sudah janjian ni celutuk Basri, nyampainya sama-sama, maklum secara kebetulan kedua wartawan Kuli tinta itu sama-sama tiba, Silahkan minum dulu ! lanjutnya . Salah satu teman mengatakan,

kita berangkat aja, aku minta rokok aja, habis cepat-cepat berangkat rokok ketinggalan paparnya. Usai pembicaraan, ketiganyapun beranjak ke mobil.Basri memengang kemudi, sedangkan satu teman wartawan mengambil posisi disamping Kadis Tamben. “Saya di Depan aja dulu ye, jadi komandan, katanya berkelakar. Disepanjang perjalanan, ketiganya akrab bercerita tentang perkembanggan Natuna kedepan. Dipertengahan jalan, Tak lupa Busri menghentikan mobil Dinasnya disebuah warung kesukaan masyarakat Natuna. Kita turun dulu, perjalanan masih lama, makan dulu. Ni ada

Edisi 230 Tahun XI Tahun Febr ebruari 8 - 18 Febr uari 2011

Sos-Ek-Bis
Karawang,(MR) Kabupaten Karawang masih tetap menjadi daerah yang memiliki daya tarik yang tinggi di kalangan para investor. Hal ini terlihat saat diresmikannya PT.Chang Shin Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari Chang Shin Group, Korea Selatan. Peresmian perusahaan yang terletak di Kecamatan Klari tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Kara-wang, H. Ade Swara, serta Sekretaris Jendral Kementerian Perindustrian dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Selasa (25/1). Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan, semakin banyaknya investasi yang ditanamkan di Kabupaten Karawang, diharapkan dapat memperkokoh sinergitas antara sektor pertanian yang tangguh dan sektor industri yang maju dalam rangka memperkokoh struktur ekonomi kerakyatan. “Selain itu pembangunan industri diarahkan agar dapat menunjukan kemandirian, meningkatkan kemampuan bersaing baik di pasaran dalam negeri maupun di pasaran luar negeri. Sejak diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1989 tentang Pengembangan Kawasan Industri, Kabupaten Karawang termasuk daerah sebagai pengembangan kawasan industri. “ Hingga saat ini jumlah industri di Karawang sebanyak 8.845 unit terdiri dari PMA 295 unit, PMDN 187 unit, non fasilitas 73 unit dan industri kecil 8.290 unit. Yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak adalah masalah lingkungan hidup, karena masih ada perusahaan yang tidak memperhatikan dampak negatif dari pengelolaan limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan. “Atas dasar itulah saya mengharapkan agar manajemen perusahaan dapat memperhatikan masalah limbah dengan baik dan benar sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari,” pesannya. Dirinya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang mengucapkan selamat, atas diresmikannya pabrik PT. Chang Shin Indonesia. “Mudah-mudahan keberadaan pabrik ini dapat memberikan kontribusi yang nyata terutama bagi upaya menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat Kab. Karawang,” tambahnya. Sekjen Kemenperin, Ansari Bukhari mengatakan, bagi Indonesia, industri sepatu telah menjadi salah satu industri prioritas untuk dikembangkan dalam lima tahun ke depan. “ Hal ini karena industri sepatu merupakan salah satu industri padat karya, dimana salah satu visi pemerintah saat ini adalah peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya. Ansari menambahkan, saat ini terdapat 388 produsen sepatu di seluruh Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai US$ 500 juta. Industri sepatu tersebut sedikitnya telah berhasil menyerap tenaga kerja mencapai 450 ribu orang. “ Dan hari ini jumlah tersebut telah bertambah sebesar 5.600 orang dengan diresmikannya PT. Chang Shin Indonesia. Indonesia merupakan salah satu produsen sepatu terbesar di dunia, yaitu berada di posisi keempat setelah China, Korea, dan Vietnam. “ Hal ini tentunya sangat membanggakan, dimana nilai ekspor sepatu kita mencapai US$ 2 miliar,” tambahnya. Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Mr. Kim Ho Young, dengan diresmikannya perusahaan ini, hubungan ekonomi dua Negara telah semakin kuat. Bahkan para pertemuan G-20 beberapa waktu lalau, volume perdagangan antara kedua Negara telah mencapai nilai lebih dari US$ 200 juta. “Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat dua kali lipat di masa yang akan datang. Mr. Kim Ho Young menambahkan, saat ini terdapat 1.300 perusahaan asal Korea Selatan di seluruh Indonesia, dengan jumlah karyawan mencapai 500 ribu orang. “Industri sepatu merupakan industri terbesar kedua setelah tekstil, dimana saat ini industri sepatu Korea Selatan di Indonesia berada di posisi keenam penyumbang devisa Negara diluar Migas. Sementara itu, General Manager PT. Chang Shin Indonesia, Mr. Billy Kim menjelaskan, saat ini perusahaannya telah memiliki 1 gedung manufaktur dengan 8 line produksi. Dari delapan line tersebut, lima diantaranya telah berproduksi penuh, dan tiga lainnya masih dalam proses on the job training selama 8 minggu. “Dengan peresmian ini, kami berharap PT. Chang Shin dapat berkembang, karyawan berkembang, dan masyarakat pun berkembang, sesuai dengan visi kami untuk mensejahterakan seluruh sumber daya manusia,” tambahnya. >> Komarudin

5

Menkop:

Gerakan Kewirausahaan Nasional, Dimulai

Sekjen Kemenperin, Bupati Karawang dan Dubes Korsel Resmikan PT. Chang Shin Indonesia

Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan

Jakarta,(MR) Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan, menyatakan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) telah dimulai sejak 2 Februari 2011. " Mulai hari ini, Gerakan Kewirausahaan Nasional telah dimulai," kata Sjarifuddin Hasan di Jakarta, Rabu, dalam acara Pencanangan GKN yang dihadiri oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Pencanangan GKN menandai telah dimulainya sebuah program untuk melahirkan lebih banyak wirausaha baru di Indonesia. Ia mengatakan, saat ini jumlah wirausaha di Tanah Air baru sebanyak 0,24 persen dari total populasi penduduk, padahal untuk dapat dikatakan sebagai negara maju diperlukan setidaknya 2 persen jumlah wirausaha dari seluruh jumlah penduduk. " Melalui GKN ini kita berharap dapat meningkatkan jumlah wirausaha minimal 2 persen dari total populasi penduduk kita," katanya. Menurut Menteri, jika hal itu dapat dicapai maka bukan tidak mungkin jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan dapat ditekan sehingga kesejahteraan rakyat dapat tercapai. Ia menambahkan, berbagai upaya dilakukan untuk mendukung GKN di antaranya program pengembangan sumber daya manusia, peningkatan program pembiayaan, dan pemasaran bagi calon wirausaha. " Seluruh kementerian bersinergi dengan BUMN, perbankan, organisasi masyarakat dengan satu tujuan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan eksistensi GKN," katanya. Selain itu, berbagai program yang digulirkan pemerintah antara lain program wirausaha 1.000 sarjana, pelatihan kewirausahaan, PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan), program pembiayaan CSR, PNPM Mandiri, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun ini ditarget Rp20 triliun tanpa jaminan. " Ini komitmen pemerintah untuk mendorong agar generasi muda menjadi wirausaha andal dan menjadi generasi yang menciptakan pekerjaan bukan sebagai `job seeker`," katanya. Begitu pula program pemasaran, kata Sjarifuddin, yang diarahkan untuk mendukung kemudahan bagi calon wirausaha dalam memasarkan produknya. " Kami juga telah bekerja sama dengan kementerian lain untuk meningkatkan fungsi pemasaran baik domestik maupun internasional," katanya. Pihaknya telah menyediakan ruang pamer Gedung Smesco yang siap menampung pemasaran produk KUKM dari seluruh Indonesia. Pihaknya berharap GKN akan menjadi titik balik sinerginya seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha yang andal, mandiri, dan berdaya saing. " Kita akan membawa rakyat Indonesia ke arah negara `the best on new economic` melalui kewirausahaan," katanya. Dalam pencanangan GKN terangkai pula acara expo kewirausahaan, pemberian penghargaan kepada tokoh, perbankan, wirausaha muda sukses, koperasi, dan kepala daerah penggerak kewirausahaan. Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam sambutannya menyatakan gembira dan bangga terhadap seorang wirausaha atau mereka yang bertekad menjadi wirausaha. "Wirausaha adalah seorang yang punya ide, kreatif, dan inovatif. Mereka berani melakukan sesuatu yang baru, berani mengambil risiko," katanya. Wirausaha, menurut Presiden juga tidak pasif tetapi aktif untuk berkarya bagi kemajuan hidupnya. >> Ediatmo

Bupati Karawang, Drs. H. Ade Swara Memberikan Sambutan saat peresmian PT. Chang Shin Indonesia

Pemerintah Diminta Turunkan Harga Beras OP

Pemerintah Siapkan Pelaksanaan Pembatasan BBM Bersubsidi
Jakarta,(MR) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menyatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan pelaksanaan program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi untuk kawasan Jabodetabek. "Sedang disiapkan, masih disiapkan, kan nanti mulai April untuk Jabodetabek," kata Armida seusai rapat koordinasi ketahanan pangan di kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu pekan lalu. Armida menyebutkan, persiapan itu antara lain saat ini sedang diidentifikasi kebutuhan BBM bersubsidi untuk nelayan. "Sedang diidentifikasi kebutuhan BBM untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan," tegasnya. Ketika ditanya apakah akan ada percepatan pelaksanaan pembatasan BBM Bersubsidi melihat harga minyak dunia yang meningkat, Armida mengatakan, semua memerlukan persiapan matang sehingga diharapkan tidak ada masalah di lapangan, Katanya. Sementara itu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, hingga saat ini belum ada lagi pembahasan antar menteri terkait masalah itu. "Belum ada pertemuan lagi membahas masalah itu," kata Hatta. >> Ediatmo

Jakarta,(MR) Perum Bulog meminta pemerintah menurunkan harga beras medium sekitar Rp200 per kilogram dalam operasi pasar. Tujuannya, agar harga beras mendekati harga normal. "Kita minta operasi pasar diturunkan harganya, sekarang Rp5.600-Rp5.700. Kita minta turun Rp5.400 untuk di Jawa dan Rp5.500 di luar Jawa. Itu untuk beras medium, ujar Dirut Bulog Sutarto Alimuso di usai Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan di kantor Menko Perekonomian, Rabu (2/2). Menurut Soetarto, tujuan permintaan penurunan harga beras OP tersebut agar bisa menekan harga beras ke arah harga wajar. "Ini sekarang harga sudah turun, ini supaya cenderung ke arah harga normal, ” katanya. Sepanjang Januari 2011, lanjut dia, Bulog telah menggelontorkan 60 ribu ton beras dalam OP ke daerah-daerah. OP terutama dilakukan di DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Bandung. Menurutnya, operasi pasar masih akan dilakukan selama dibutuhkan di pasar. Sementara itu mengenai impor gula, Sutarto mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu kedatangan gula impor sebanyak 20.000 ton. "Kita sudah teken kontrak sehingga diharapkan pada Februari ini sudah masuk ke Indonesia," katanya. Ketika ditanya akan didistribusikan ke mana saja gula impor itu, Ia mengatakan, hal itu diputuskan oleh Menteri Perdagangan. "Tapi biasanya ke Jakarta, Sumut, Jatim," katanya. mengenai negara asal gula itu, Sutarto mengatakan, akan ketahuan stelah gula itu masuk ke Indonesia. "Beda dengan impor beras yang ketahuan negara asalnya, impor gula ini kita beli dari trader," katanya. >> Ediatmo

PNPM Salurkan dana 143,6 Miliar Selama 12 Tahun
pada Badan Pemberdayaan Masayarakat dan Desa Kabupaten Indramayu Dra. Hj. Rugaya, M.Si mengatakan, Semenjak kemunculannya tahun 1999 semula hanya diperuntukan untuk 4 kecamatan dan bernama PPK, anggaran yang terserap hanya 3 miliar tanpa dana sharing dari APBD. Namun dalam perkembangannya setiap tahun terus mengalami peningkatan dan sejak tahun 2006 Pemkab Indramayu memberikan dana sharing dari APBD sebesar 1 miliar dan hingga 2010 dana sharing yang diberikan oleh Pemkab Indramayu mencapai 21.260.000.000,Sementara itu untuk alokasi per bidang kegiatan selama 12 tahun untuk bidang sarana/ prasarana terserap 63.470. 189.308,- bidang kesehatan terserap 2.992.490.687,- pendidikan 5.826.141.875,- ekonomi UEP 5.446.596.584,- dan ekonomi SPP 9.977.292.946,- . Dalam Semiloka tersebut hadir Ketua Komisi B DPRD Indramayu Ruslandi serta beberapa orang anggota komisi B lainnya diantaranya H. Uryanto Hadi, Emi Jumiarsih, Suwarto. Kepala Bappeda Ir. Apas Fahmi Permana. Camat dan para pengelola UPK. >> Abdulah

Indramayu,(MR) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan yang telah berjalan selama 12 tahun di Kabupaten Indramayu berhasil menyalurkan dana sebesar 148.300.000.000,- untuk berbagai jenis kegiatan di 27 kecamatan dan 267 desa. Hal ini terungkap dalam kegiatan Semiloka DPRD yang berlangsung di Ruang Data II Setda Indramayu yang dibuka oleh Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. Selasa (1/2). PNPM Mandiri adalah suatu program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis

pemberdayaan masyarakat. PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan system, mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan, dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan. Mengingat proses pemberdayaan umumnya butuh waktu 5-6 tahun, maka PNPM Mandiri direncanakan sampai tahun 2014 hal ini sejalan dengan target waktu RPJM Nasional dan selaras dengan pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). Menurut Kabid Pengembangan Desa dan Kelurahan

6

Nusantara

Edisi 230 Tahun XI 8 - 18 Februari 2011

Lima Pasangan Cabup-Cawabup Natuna Sampaikan Visi-Misi dan Pemilu Damai
Natuna,(MR) Lima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna periode 2011-2016 membacakan Visi dan Misi di ruang rapat paripurna DPRD Natuna pada Senin (24/1) sekitar pukul 10.oo wib. Sidang paripurna pembacaan visi dan misi ini di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Natuna Hadi Candra, S,Sos, disaksikan langsung oleh unsur Muspida Natuna, Tokoh Masyarakat, Ormas OKP dan Sipatisan Kandidat serta terbuka untuk umum. Adapun ke lima pasangan cabup dan cawabup yang membacakan visi dan misi tersebut antara lain, pasangan Sayed Ridwan Idris-Herman Yadi, pasangan Tawarich dan Suardi, pasangan Raja Amirullah dan Daeng Amhar. Pasangan Ilyas Sabli dan Imalko, dan pasangan Wan Siswandi dan Baharuddin. Sesuai dengan nomor urut, pembacaan visi dan misi calon bupati dan wakil bupati dimulai dari nomor urut 1 yaitu pasangan Sayed Ridwan Idris-Herman Yadi, kemudian dibacakan masing-masing kandidat sesuai dengan nomor urut nya. Berikut visi dan misi kelima pasangan cabup dan cawabup natuna periode 2011-2016: Pasangan Drs.H.Sayed Ridwan Idris-H.Herman Yadi Visi dan Misi kedua pasangan ini dibacakan oleh cabup, Sayed Ridwan Idris, sayed Ridwan mengatakan, setelah mempelajari situasi dan potensi daerah, grand design dan grand strategy, serta isu-isu yang berkembang baik secara nasional, regional, lokal maupun antisipasi globalisasi dapat ditetapkan. Adapun Visi dan Misi Kedua Pasangan ini adalah.VISI “ Mengangkat Ekonomi Rakyat Kabupaten Natuna Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis Dan Berbudaya,” MISI 1.Mengelola potensi ekonomi masyarakat dan sumber-sumber produksi dengan system manajemen terpadu serta mengembangkan industry berbasis ekonomi kerakyatan. 2.Membuka jaringan kerja sama antar daerah, Negara tetangga (luar negeri), pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. 3.Memperkuat ketahanan iman dan taqwa (imtaq) serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) 4.Mengembangkan kebudayaan daerah sebagai asset bangsa. 5.Meningkatkan kesehatan masyarakat. 6.Menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai daerah perbatasan dan pintu gerbang Indonesia bagian utara dan timur laut.

Lima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna Diabadikan awak Pers usai menyampaikan Visi dan Misi

Pasangan Tawarich,B.Sc– Suardi,S.Sos Visi “ Bersama Membangun Natuna Berlandaskan Agama, Menjadikan Masyarakat Sejahtera ”. Misi a).Menciptakan situasi yang kondusif melalui terselenggaranya reformasi politik yang sehat dan penegakan supremasi hukum. b).Menciptakan kualitas kehidupan beragama demi terwujudnya Natuna menjadi daerah yang islami. c).Mengembangkan struktur ruang dan infrastruktur dasar yang memadai untuk memajukan perekonomian masyarakat dengan memperhatikan lingkungan. d).Memberdayakan masyarakat melaui pengembangan jiwa kewirausahawan, kemandirian, etos juang, etos jiwa dan jiwa komperatif yang didukung oleh iklim usaha yang sehat. Pasangan Drs.H.Raja Amirullah,Apt-Daeng Amhar, SE.MM : Visi Visi pada hakekatnya adalah gambaran masa depan yang ingin dicapai. Walaupun tidak selalu dapat diwujudkan dalam jangka pendek. Tetapi ideal yang dapat mengarahkan sebuah misi. Dalam jangka panjang saya mempunyai visi “ Mewujudkan Natuna sebagai daerah yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Sejajar (M2S2)” ungkap Raja Amirullah. Misi - Misi lebih merupakan aliran tugas yang dianut. Sebuah beban dan pekerjaan yang harus dilakukan dan sedapat mungkin harus dapat diwujudkan untuk semakin mendekati visi yang dicanangkan. - Misi

Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra saat memimpin acara penyampaian visi-misi pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Natuna

Pasangan Ilyas Beramal saat menyampaikan Visi dan Misinya

Anggota DPRD Natuna dengan hikmat mengikuti rapat paripurna penyampaian visi-misi calon Bupati dan wakil Bupati Natuna

Kelima Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna

Unsur muspida Natuna yang hadir dalam acara penyampaian visi-misi calon Bupati dan wakil Bupati Natuna
adalah bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. - Misi memiliki jangka waktu yang lebih pendek dari visi. Bupati, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang memiliki masa jabatan selama 5 (lima) tahun kedepan, inilah jangka waktu untuk mewujudkan misi tersebut, misi diupayakan tidak terlalu muluk-muluk melainkan harus serealitis mungkin. Dalam hal ini, saya mencoba merumuskan misi tersebut sebagai “ Mengantarkan masyarakat Kabupaten Natuna sebagai masyarakat yang terdidik, sehat, bermoral baik, berdisiplin, sanggup bersaing dalam kancah global dan mencapai tingkat ekonomi yang memadai ”. Hal ini diungkapkan Raja Amirullah. Pasangan Drs.H.Ilyas Sabli,M.Si-Imalko,S.Sos Visi “ Menuju Natuna Yang Sejahtera, Merata dan Seimbang” Misi 1.Meletakkan dasar-dasar pembangunan Natuna, dengan menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) Kabupaten Natuna. 2.Memeratakan pembangunan infrastruktur dasar dengan meningkatkan dan menguatkan sarana dan prasarana transportasi laut, transportasi darat, transportasi udara, jaringan tenaga listrik, dan jaringan air bersih terpadu. 3.Menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Natuna, yang berkualitas berpendidikan, memiliki etos kerja dan produktifitas baik. 4.Mengembangkan dan meningkatkan potensi

Unsur muspida Natuna yang hadir dalam acara penyampaian visi-misi calon Bupati dan wakil Bupati Natuna

Sipatisan dan pendukung Calon Bupati Natuna 2011-2016 dalam acara penyampaian visi-misi calon Bupati dan wakil Bupati Natuna

perikanan, kelautan, pariwisata, pertanian dan perkebunan hingga munculnya industry-industri pendukung sebagai penunjang utama kegiatan ekonomi berbasis kerakyatan. 5.Meningkatkan kualitas aparatur pemerintahan yang tertib hukum, tertib administrasi dan tertib operasional dalam melayani mengemban amanat masyarakat, untuk mewujudkan Kabupaten Natuna, sebagai salah satu pusat dan atau lokomotif petumbuhan ekonomi di Kepri dan Nasional. Arah Kebijakan Pembangunan : 1.Bidang Pemerintahan. 2.Bidang Pembangunan. 3.Bidang Ekonomi. 4.Bidang SDM dan Masyarakat. Pasangan Wan Siswandi,S.Sos,M.Si-Baharuddin,S.pd Berangkat dari tekad untuk meneruskan dan memacu pembangunan Kabupaten Natuna yang telah dimulai sebelumnya, melihat kondisi terkini dan mempertimbangkan potensi keunggulan daerah tersebut, maka dapat kami rumuskan Visi Kabupaten Natuna Periode 2011-2016 yaitu “ Memacu terwujudnya Natuna yang Makmur, Adil dan Sejahtera(Natuna MAS) tahun 2020” ungkap Wan Siswandi. Lebih lanjut Wan Siswandi mengatakan, untuk merealisasikam visi tersebut, maka mereka merumuskan Misi Kabupaten Natuna periode 2011-2016 sebagai berikut : a).Memajukan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Natuna melalui pemberdayaan perekonomian masyarakat. b).Mencerdaskan kehidupan masyarakat Kabupaten Natuna melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). c).Menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana sampai ke tingkat desa. d).Menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui peningkatan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil serta honorer sesuai kemampuan APBD Natuna. e).Menumbuh kembangkan kehidupan Bergama agar mempunyai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Secara singkat dapat diuraikan bahwa pembangunan Natuna ke depan dalam mencapai visi dan melakukan misi Natuna MAS 2020 tersebut diarahkan kepada pembangunan di seluruh sektor. Sebut Wan Siswandi. Sementara itu ketua DPRD Natuna Hadi Candra S,Sos dalam akhir sambutannya sebelum menutup rapat paripurna pembacaan Visi dan Misi calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna priode 2011-2016, mengharapkan agar Pemilukada Natuna yang akan berlangsung tanggal 10 Febuari mendatang dapat berjalan dengan aman dan damai. Masyarakat berharap siapun jadi Bupati hendaklah bekerja sesuai dengan visi-misi pasangan masing-masing, sebab semua visi-misi pasti baik, kenyataannya dalam perjalan banyak tak di jalankan. Jadi kita harap mereka benar-benar menjalankannya. >> Roy

7

Nusantara

Edisi 230 Tahun XI 8 - 18 Februari 2011

Klarik Minta di Percantik
Belum menariknya, Kota Kelarik diakibatkan tidak tersentuh pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Sehingga Ibukota Kecamatan Bunguran Utara, masih terisolasi, walau satu daratan dengan ibukota kabupaten ini akan menjadi target pembangunan pemerintah daerah.
Klarik,(MR) Hembusan angin laut, Selasa pekan lalu, di Pelabuhan Kelarik sedikit membuat lega ratusan warga berkumpul disana. Dengan berpakaian rapi, mereka membentuk barisan, dari depan pelabuhan sampai ke-ujungnya. Warga dari berbagai strata itu, ingin menyambut kedatangan Bupati Natuna Raja Amirullah Apt, Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra S.Sos, Wakil Ketua DPRD Natuna Daeng Amhar SE dan pejabat lainnya. Kedatangan orang-orang penting dari Kabupaten Natuna ke Kota Kelarik, Ibukota Kecamatan Bunguran Utara itu, ingin melaksanakan kunjungan kerja, sekaligus silahturahmi. Namun, selama perjalanan rombongan ke gedung serbaguna kecamatan, infrastruktur jalan dan jembatan masih sangat-sangat memprihatinkan. “ Masyarakat disini hanya minta prioritas pembangunan infrastruktur jalan,” kata Camat Bunguran Utara Sabki Muhammad saat memberikan kata sambutan di Gedung Serbaguna Kelarik. “ Jalan tanah ini, pada musim hujan sulit dilewati karena berlumpur ”. Menurut Sabki, jalan-jalan berlumpur hampir merata, khususnya menuju ke-Desa Belakang Gunung. Walau kenderaan roda empat sekalipun tidak akan mampu melewati, terkecuali punya mesin double garden. “ Kami berharap, jalan lingkar kecamatan segera dibangun,” katanya. “ Begitu juga jalan dari pelabuhan ke kantor kecamatan,”. Yang paling utama sekali, kata Sabki, pembukaan jalan tembus Klarik-Batubi (menuju Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna-red). Sebab, jika masih menghandalkan jasa transportasi laut, biayanya sangat mahal, dan belum lagi musim utara tiba, jelas tidak bisa diseberangi. Sebenarnya, pembukaan jalan tembus Kelarik-Batubi pernah dibantu oleh Pemerintah Provinsi Kepri (Kepulauan Riau), namun kontraktornya tidak mengerjakan, akhirnya proyek itu dihentikan. Sekarang, paket pembukaan jalan dilaksanakan memakai anggaran Pemerintah Kabupaten Natuna. Bupati Natuna Raja Amirullah Apt dalam sambutan mengatakan, pemerintah daerah pada tahun ini dan mendatang akan mengutamakan pembangunan dikecamatan dan desa. Untuk Kota Kelarik sendiri, akan dibangun jalan beton bertulang dari pelabuhan sampai ke kantor kecamatan, dengan lebar 6 meter, pagu dana sekitar Rp2,5 milyar. Soal anggaran jalan tembus dari provinsi tidak terakomodir, tidak masalah, karena pemerintah daerah tetap melanjutkan. “Kita telah memprogram pembangunan disegala bidang, dimulai dari pedesaan,” katanya. “Supaya kedepan, pembangunan bisa merata, dan tidak ada lagi kecamatan di-istimewakan ”.

Bupati Natuna beserta istri bersalaman dengan masyarakat Kalarik yang menyambutnya Bupati berharap, dalam kunjungan ini dilaksanakan dialog bersama, agar suasana semakin hangat. Jadi masyarakat bisa menyampaikan saran dan masukan. Kata Bupati, “ Dikritik pun tidak masalah, demi pembangunan Natuna kedepan ”. Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra S.Sos menyampaikan pendapatnya, bahwa masyarakat Kecamatan Bunguran Utara ini mempunyai harapan tidak banyak, mereka hanya ingin pemerintah daerah membangun infrastruktur jalan memadai, seperti jalan lingkar kota kecamatan, dan jalan tembus Kelarik-Batubi. Dia menjawab sendiri, bahwa harapan warga Kelarik telah terakomodir, karena pada tahun ini pembukaan jalan tembus KelarikBatubi dianggarkan. Walaupun kegiatan itu tidak terselesaikan oleh kontraktor pelaksananya. “ Saya dengan Pak Bupati beserta Pak Sekda (Sekretaris Daerah) sudah berkomitmen. Tidak lama lagi paket itu akan dilelang. Tapi saya minta Dinas Pekerjaan Umum mengawasi kinerja kontraktor pelaksananya,” katanya. Ketua KNPI Kecamatan Bunguran Utara Syamsir Alam dalam dialog meminta, pembangunan jalan beton bertulang dari pelabuhan kekantor kecamatan dengan lebar 8 meter, bukan 6 meter. Menurut dia, kecamatan ini bakal maju, jadi jalan selebar 6 meter kurang memadai. Dia juga menyarankan mahasiswa STAI bisa kuliah pada siang hari, kalau malam hari takut terjadi hal-hal tidak di-ingini. Terakhir, setiap kecamatan, pemerintah daerah dapat menguliahkan dua warga yang ingin memperoleh gelar S2.

Ketua DPRD Hadi Chandra bersalaman dengan masyarakat Klarik yang menyambutnya

Sekda Natuna Drs Minwardi beserta Kepala SKPD Natuna

Anggota DPRD Mustamin Bakri, Sekda Natuna Minwardi dan rombongan menyalami satu persatu masyarakat menyambutnya

Bupati Natuna beserta rombongan saat menginjakan kaki di Pelabuhan Kelarik

Bupati Raja Amirullah memantau jalan Kelarik yang belum pernah tersentuh pembangunan

Bupati Raja Amirullah, Camat Bunguran Utara Sabki Muhammad, dan Kadistamben Ir Basri dipelabuhan, dan akan kembali kekota Ranai

Foto bersama, dari kiri Kadistamben Ir Basri, Kadisnaker Agus Supardi dan Sekda Natuna Drs Minwardi

Wakil Ketua DPRD Daeng Amhar SE bersama Bupati Raja Amirullah dan rombongan lainnya usai melaksanakan pertemuan

Bupati Raja Amirullah menerangkan, pembangunan jalan dari pelabuhan kekantor kecamatan dengan lebar 6 meter, sesuai dengan alokasi dana tersedia. Soal kuliah malam hari, hampir sebagian pelajarnya bekerja pada siang hari. Masalah kuliah S2, kata Bupati, “ Pemerintah daerah akan mengakomodir sebagai masukan,”. Kades Kelarik Utara Ramli mempertanyakan, tentang kebijakan pemerintah kabupaten memberi bantuan kepada masyarakat lewat proposal. Yang menjadi pertanyaan, apakah proposal-proposal itu dilayani atau dibantu? “ Saya mau tahu informasi tentang kebijakan ini ”. Ramli menambahkan, kebijakan memberi bantuan melalui proposal, membuat dia merasa ngeri. Sebab dia turut menandatanganinya. “Saya mau tanya lagi, berapa angka bantuan terealisasi,” katanya. “Karena proposal per-orangan itu mencapai Rp60 sampai Rp70 juta”. Ramli menyentil juga soal jalan tembus Batubi-Kelarik.Pembukaan jalan itu dilaksanakan sejak zaman Bupati Natuna dijabat Hamid Rizal pada 2002. Namun berganti pimpinan sampai berakhir 2010, belum juga selesai jalan tembusnya. Dia juga menyarankan pemerintah daerah jangan menganggarkan secara bertahap, coba diplot sesuai kebutuhan. Sedangkan mengenai pekerjaan dilapangan, bukan kesalahan kontraktor pelaksana, tapi kesalahan tim survey (konsultan perencanaan-red). “Informasi kita terima, tim survey yang salah merencanakan”. Bupati Raja Amirullah menjawab tentang proposal bantuan. Menurut dia, dana bantuan itu tidak sepenuhnya terealisasi. Dan mengenai pekerjaan jalan tembus Kelarik-Batubi, Raja meminta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum menjelaskan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, merangkap sebagai Sekda Natuna Drs Minwardi membenarkan perkataan Kepala Desa Kelarik Utara, bahwa jalan tembus Kelarik-Batubi bukan kesalahan kontraktor pelaksana. Menurut dia, masalah terjadi, disebabkan keterlambatan lelang, cuaca dan sebagainya. “Paket itu telah maksimal dilaksanakan,” paparnya. “Karena masalah teknis, jadi terlambat diselesaikan”. Dialog antara pemimpin daerah dengan masyarakat Kelarik terus berlangsung. Belasan pertanyaan dan saran dijawab dengan lugas oleh Bupati Raja Amirullah, Ketua DPRD Hadi Chandra beserta Sekda Natuna Drs Minwardi. Yang pasti, hanya satu harapan warga Kelarik, kapan kota kecamatan itu bisa lebih menarik, dengan terbangunnya infrastruktur jalan dan jembatan. *** Kabag Perlengkapan dan Aset H Darmansyah SH, Kabag Kesra, Kabag Hukum dan staf bersantai disalah satu kedai warga Belakang Gunung

8
SDN 1 Cikoneng Siap Wujudkan Visi / Misi Sekolah

Pendidikan
"Sampai sekarang diserahkan ke daerah. Kita hanya menyusun buku yang lolos seleksi. Dipilih monggo, enggak dipilih ya monggo juga,"
Jakarta, MR Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, enggan menanggapi ucapan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pramono Anung yang mendesak Kementerian Pendi-dikan Nasional (Kemendiknas) untuk menarik buku Presiden Yudhoyono yang beredar di sejumlah daerah. "Pendekatannya tentu karena dia orang politik, pasti pendekatannya perspektif politik," ujar Nuh di Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (1/2). Menurut Nuh, ia tak punya kewenangan untuk menarik buku SBY tersebut. Pasalnya, kewenanangan tersebuit ada di daerah. "Sampai sekarang diserahkan ke daerah. Kita hanya menyusun buku yang lolos seleksi. Dipilih monggo, enggak dipilih ya monggo juga," imbuhnya. Nuh menegaskan, bila buku SBY yang beredar merupakan buku pengayaan yang sifatnya tidak wajib. Buku pun hanya diperbolehkan disediakan dua eksemplar per judul dan diletakkan di perpusatakaan. Sejauh ini, Kemendiknas mengantongi dua ribuan lebih judul buku yang diizinkan menjadi bagian dari materi pengayaan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Inisiatif Mendiknas Sekretaris Kabinet Dipo Alam menegaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak tahu menahu atas peredaran buku tentang dirinya di sejumlah sekolah di berbagai daerah. Menurut Dipo, buku itu beredar atas inisiatif Menteri Pendidikan Nasional M Nuh dan sudah disetujui oleh tim independen. "Masalah buku SBY sudah dijelaskan oleh Mendiknas. Pak SBY sebagai Presiden tidak tahu sama sekali. Itu merupakan sekian judul yang oleh Mendiknas diserahkan ke suatu panitia tertentu yang diketuai Dr Bana Kartasasmita dan kepada daerah yang membuatnya serta memilih judul itu," kata Dipo di Jakarta, Rabu (2/2). Ia meminta polemik terkait buku SBY tidak berlanjut. Dipo juga mendesak kalangan DPR tidak memperkeruh suasana dengan menyebut SBY mempolitisasi peredaran buku tersebut. Dipo justru menuding DPR-lah yang ingin mempolitisasinya. "SBY tidak perlu untuk politisasi di kalangan anak-anak SMP. Beliau itu tahun 2014 selesai sebagai Presiden. Saya bersedia berhadapan dan menjelaskan ke anggota DPR. Janganlah dipolitisasi. Bukannya SBY yang mempolitisasi pembuatan buku itu. Anggota DPR yang meributkan itu silahkan panggil saya. Saya akan jelaskan," tegasnya. >> Nokipa/Ediatmo

Tahun Edisi 230 Tahun XI Febr ebruari 8 - 18 Febr uari 2011

Mendiknas Tidak Berwenang Tarik Buku SBY

Ciamis, (MR) Menjadi seorang kepala sekolah bukanlah hal gampang, apalagi di identikan dengan kesenangan dan enak itu semua merupakan suatu gambaran yang keliru sebab bagaimanapun menjadi pimpinan di tuntut harus memiliki visi / misi yang jelas, bertanggung jawab dan mampu memanajemen apa yang di pimpinnya hal itu di ungkapkam kepala SDN 1 Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Drs. Ahmad Wahyudin kepada MR, diruang kerjanya belum lama ini. Menyadari hal tersebut, Drs. Ahmad Wahyudin tengah berusaha keras untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang di pimpinnya agar para murid senantiasa dapat meraih prestasi dengan belajar lebih baik lagi, disisi lain pihaknya juga merasa bertanggung jawab untuk mensukseskan program wajar Dikdas 7 tahun yang sudah menjadi program pemerintahan dengan sasaran yakni membangun sumber daya manusia yang handal melalui pembinaan yang insten, sehingga memiliki keunggulan di bidang tertentu. Sekolah yang memiliki jumlah murid sebanyak 249 orang dan 14 guru (berikut honorer) ini sedang meningkatkan kualitas KBM bagi anak didiknya soal prestasi, sekolah ini pernah meraih juara tahun ajaran 2010-2011 Juara 3 LMP Matematika, Inisial Deti Story Toping Juara I ISMI Sapta Lomba Juara I Praktek Shalat. Adapun visi yang hendak di capai dengan imtak dan imtek kita tingkatkan akhlakhulkorimah. >> HR

SMK Negeri 1 Anjatan
Raih Target Puluhan Juta Rupiah

Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepri Akan Berstatus Negeri
Jakarta, (MR) Universitas Maritm Raja Ali Haji (Umrah) Provinsi Kepulauan Riau segera berstatus negeri. Upaya ini atas usul pihak yayasan dengan dukungan dari pemerintah daerah. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional mendam-pingi proses perubahan status dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, keleng-kapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), dan program studi yang ditawarkan. "Lahan sudah memadahi, bangunan-bangunan awal sudah ada, dan jalur akademik sudah dianalisa dan memadai," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal usai menyaksikan penandatanganan naskah serah terima aset berupa tanah kampus Umrah dan SDM antara Gubernur Kepulauan Riau H. Muhammad Sani dengan Direktur Jenderal Dikti Kemdiknas Djoko Santoso di Kemdiknas, Jakarta, Senin (31/1). Fasli menyampaikan, proses selanjutnya untuk mendapatkan status negeri yaitu mendapatkan persetujuan penerimaan aset bersih, yang sudah bersertifikat oleh Kementerian Keuangan. Selain itu, persetujuan dari kelembagaan PTN baru dengan SDM yang nanti akan ditransformasikan bagi yang memenuhi syarat menjadi pegawai negeri sipil oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta dari Badan Kepegawaian Negara. Djoko menyampaikan, angka partisipasi kasar (APK)

TK Harapan Pertiwi Sumuradem Butuh Anggaran Operasional

Aktivitas para murid Broadcasting Televisi SBC TV SMK Negeri 1 Anjatan Indramayu.

Indramayu,(MR) Jamidin, S. Ag. Kepala TK Harapan Pertiwi Sumuradem Kecamatan Sukra, memohon kepada pihak berwenang mencairkan anggaran operasional pendidikan tahunan sesuai dengan proposal yang pernah dimintanya pada tahun 2010 silam. Diungkapkannya, pihak berwenang pernah meminta para pengelola TK se-Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengajukan proposal permohonan bantuan anggaran operasional pendiditan pertahun. Namun, hingga saat ini pihak berwenang belum merealisasikan bantuan dana tersebut sebagaimana yang pernah dijanjikannya, cetus Jamidin Jumat lalu. Ditegaskannya, TK Harapan Pertiwi dalam beberapa tahun ini terus aktiv melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), meskipun biaya operasionalnya pas-pasan. Kami mengucapkan terima kasih kepada para wali murid dan rekan-rekan guru, yang sudah mensukseskan KBM disekolah ini, terang Jamidin kepada Nia Daniati Kontributor MR. Para guru yang mengasuh dan mendidik murid TK Harapan Pertiwi : Iryati, S, Pd. Ade Kunaerih Handayani, Bayu Yogaswara dan Karja, dengan jumlah siswa pertahun 2003 sebanyak 29 murid, 2004 sebanyak 32 murid, 2005 sebanyak 30 murid, 2006 sebanyak 34 murid, 2007 sebanyak 32 murid, 2008 sebanyak 25 murid, 2009 sebanyak 27 murid, 2010 sebanyak sebanyak 23 murid, papar Jamidin di Press Room PGRI Sukra. >> Abdullah

jenjang pendidikan tinggi hampir mencapai 18,5 persen. Dia menyebutkan, kenaikan satu persen APK setara dengan 213 ribu kursi baru mahasiswa. Ditargetkan, pada 2014 mencapai 25%. "Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah membuat universitas dengan mutu yang baik," katanya. Djoko mengatakan, saat ini Provinsi Kepulauan Riau belum memiliki perguruan tinggi negeri. Dia berharap, dalam waktu tidak terlalu lama segera memilikinya. "Dengan penyerahan aset ini, Kementerian menunjukkan dukungan agar semuanya bisa berjalan dengan

baik," katanya. Sani menyebutkan, saat ini UMRAH memiliki sebanyak 4.596 mahasiswa pada sembilan program studi, yang dibimbing oleh 147 dosen. Dia menyebutkan, pembangunan kompleks kampus sampai saat ini mencapai 80 persen. "Dengan total dana 50 milyar diharapkan pada 2011 ini sudah selesai. Kalau tahun ini sudah menjadi negeri, tahun ini (Umrah) juga sudah memiliki kampus," katanya.Sani berharap apabila Umrah menjadi negeri maka akan mengurangi biaya anakanak untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. >> Nokipa

Indramayu,(MR) SMK Negeri 1 Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, yang membuka Program Studi Keahlian Teknik Broadcasting Televisi, patut dibanggakan dan dijadikan contoh. Pasalnya, koran lokal mengabarkan, dalam 4 hari sekolah tersebut dapat meraih target penjualan sebesar Rp 68.272.000. Selain itu, Kewirausahaan SMK Negeri 1 Anjatan, berhasil menjual 5.000 keping VCD Tarling Dangdut, yang merupakan hasil produksiSBC TV dari Teknik Broadcasting Televisi. Dan Lembaga Pendidikan yang berlokasi di Jln. Raya Limpas Kecamatan Anjatan, juga berhasil menjual 15.000 Nomor Perdana Kartu XL dari mitra usahanya. Namun sayangnya, ketika MR hendak minta keterangan soal keberhasilan itu, Kepala SMK Negeri 1 Anjatan, Drs. Ece Rahmat Rustanda, sedang tidak ada dikantornya. “ Kepala Sekolah pergi ke Indramayu dan Kepala Bidang Humas rapat dengan para wali murid, jadi tidak bisa ditemui wartawan, “ kata Staf TU Amelia, seraya mempersilahkan mengisi buku tamu. Informasi yang dihimpun MR menyebutkan, Program Studi Keahlian Teknik Broadcasting Televisi SMK Negeri 1 Anjatan, meluluskan siswa yang siap kerja di stasiun-stasiun Televisi dan membuat rumah produksi sendiri. Para siswa dibekali dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap, agar kompeten dalam bidang tata artistik, tata cahaya, mengoprasikan kamera video, system audio, proses editing dan still photo. >> Mukromin

TK Intan Terima Dana Hibah SarPras Sesuai Peruntukannya
Intan mengajukan sebesar Rp 65.000.000 tetapi terealisasi sebesar Rp 58.000.000. satu yang teristimewa dari TK Intan adalah adanya Kolam Renang milik TK Intan tersebut. Dalam dana hibah sarpras tersebut TK Intan mengajukan perbaikan gedung depan dan membuat keramik untuk kolam renang. Siswa dapat belajar berenang setiap hari Jumat dan itu kegiatan Ekstrakulikuler, ujar Dra. Yulianti Puspaningtyas saat menemui wartawan di selasela kesibukkan nya. Lebih lanjut Yulianti biasa di panggil menjelaskan sebelum turun dana hibah tersebut banyak CV yang datang dan mengajukan untuk perbaikan apa yang di minta sesuai proposal. Karena ketakutan Yulianti menghadap Bambang Sekretaris Diknas Kota Surabaya di takutkan dana tersebut nanti turun tidak langsung di terima oleh Rek TK Intan tetapi di ambil oleh CV tersebut. Semua dana hibah saya kelola sendiri dan sesuai dengan pengajuan proposal dikarenakan saya takut terkena masalah dan hal itu sangat rawan. Saat menjumpai wartawan pun kondisi TK INtan juga masih dalam perbaikan. Yulianti sangat bersyukur dan senang dengan mendapatkan bantuan dana hibah tersebut karena bias membantu dalam pengembangan dan pembangunan TK Intan dan mengharapkan adanya bantuan lain guna kemajuan anak didiknya di tahun tahun akan dating. >>Dea

Dra. Yulianti Puspaningtyas

Surabaya,(MR) TK Intan yang terletak di kawasan Surabaya Timur khususnya Kecamatan Bulak mendapatkan bantuan dana hibah 2010 sebesar Rp 58.500.000. dalam pengajuan proposal yang di ajukan ke Diknas Kota Surabaya TK

Edisi 230 Tahun XI Tahun Febr ebruari 8 - 18 Febr uari 2011

Investigasi
Natuna,(MR) Tidak mau ketinggalan, Bupati Natuna Raja Amirullah Apt, satu bulan terakhir ini, gencar melaksanakan kunjungan kerja kebeberapa tempat. Calon incamben dari Partai Golkar, terus melakukan upaya, agar Dirinya cepat dikenal masyarakat. Alasannya sangat masuk akal, selama Dirinya menjabat jadi Wakil Bupati Natuna periode 2005-2011, boleh dikatakan tidak punya kegiatan, bahkan jarang “Masuk kantor”. Raja sendiri mengakui, kalau dirinya tidak popular. Pucuk dicinta wulan pun tiba, Raja Amirullah dinobatkan jadi Bupati Natuna untuk menyelesaikan tugas akhir masa jabatan, dikarenakan, Daeng Rusnadi (pasangannya), tersandung kasus korupsi DBH migas. Setelah sah jadi orang no 1 di kabupaten Natuna, berbagai terobosan dilakukannya, mulai resuffell pegawai, “Perubahan pembagian DBH dengan Anambas dari 72% Natuna, 28 % Anambas, Kini menjadi 60-40,”. Statemen Natuna Ubi, dan masalah THR, membuat tersinggung masyarakat, kulitinta dan non muslim. Gebrakan dibuat Raja Amirullah, patut kita acungi jempol. Meski pernah di demo dan dilaporkan kepolisi oleh TIM sepuluh Natuna bangkit ?, terkait statemen Natuna Ubi, Dirinya tetap tegar. Baru- baru ini, Raja melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Bunguran Selatan, untuk meresmikan beberapa insfratuktur bangunan penunjang. Dalam satu hari Kunjungan kerjanya, Dia mampu menyelesaikan 4 kegiatan. Anehnya dalam kunjungannya, Dia selalu di damping pasangan calonnya. Pada hal itu merupakan kunjungan resmi Pemerintahan, sedang pasangannya sudah cuti. Pertanyaannya, mengapa Wakilnya selalu turut mendampinginya?, sementara itu merupakan kunjungan kerja yang notabenenya memakai pasilitas Negara?. Ada iyel-iyel merdu dinyanyikan Bupati Natuna Raja Amirullah Apt, saat melakukan kunjungan kerja. Lagu balonku ada lima dirobah sairnya menjadi,” Pilkada di Natuna, Pasangan ada lima, mau pilih siapa, yang pasti no 3 Secara tidak langsung Bupati Natuna telah mengajak masyarakat, melakukan kampaye “Terselubung ” memanfaatkan pasilitas negara. Sayangnya, tidak satupun Panwascam yang mampu melakukan teguran terhadap Bupati. Maklum sebahagian Panwascam latar belakangnya “ Pegawai Negeri.” Bukan hanya Bupati Saja, Raja Amirullah juga mengutus istri tercinta Dian Novita, untuk memperbanyak dukungan. Dengan gelar, ketua PKK, Dian mengumpulkan ibu-ibu dibalai pertemuan Desa Batu Bayan. Pertemuan dijakwalkan pukul 10.wib terlambat jadi pukul 12.00wib. Beberapa ibu rumah tangga yang dihampiri wartawan, mengatakan, katanya ada pertemuan dengan ketua PKK. Kami disuruh istri kepala Desa untuk kumpul disini, tapi dah nunggu dua jam ni, belum datang juga. Belum beberapa saat rombongan pun tiba, sementara Bupati natuna melanjutkan kunjungan ke Pian padang. Dalam pertemun itu, Dian Novita sempat membagi-bagikan uang bagi jandajanda Tua. Disela pertemuannya, Dian melalui Bendahara sempat meninggalkan beberapa uang pecahan Rp 50.000 kepada ibu Erwaida. Sebelum acara selesai, kabarnya Erwaida, mengatakan “Ibu-ibu jangan pulang dulu, ada hal nak di bahas,” katanya. Sementara Ketua PKK beranjak melanjutkan kegiatan ke tempat lain. Beberapa wartawan sempat mau mengabadikan segepok uang pecahan lima puluh diatas meja, tapi Ibu berkerudung itu, cepat mengantisipasi menutupnya dengan tas bawaannya. Karena wartawan banyak, maka uang tersebut tak jadi dibagikan, Bahkan terdengan celutuk oleh ibu-ibu, kita jangan pulang dulu ada titipan cuma tak bisa di bagikan banyak wartawan celutuk si Ibu. Hal yang sama juga dilakukan, Bupati Natuna saat melakukan lawatan kebeberapa mesjid di daerah batu gajah. Di Mesjid An, nasria sebakung, Melalui ajudannya Raja diduga membagi-bagikan uang Rp 50.000/ kepala seperti yang dilangsir dari pemberitaan Koran Peduli. Meski demikian Panwaslu kabupaten tetap tutup mata. Pada hal setiap acara kegiatan Pemerintahan, Raja Amirullah selalu menekan, agar merobah paradikma lama menjadi baru. Kita harus memberi pema-

9
baleho dan bendera partai di bentangkan. Kita ada BBnya, soalnya, orang kita ada disana dan mengambil bukti-bukti itu.Jika Dia berkunjung sebagai Bupati kenapa SKPD tak ikut ?. Dan perlu diketahui, tidak seharusnya Bupati berada di sana, sebab ada jakwal kampaye kandidat. Tambah Ingland. Kalau sudah begini, Bupati sendirilah membuat Pilkada di Natuna tidak kondusip. Ini harus cepat diantisipasi, Panwaslu harus bertindak tegas. Kita akan lihat, jika panwaslu tidak merespon, maka akan kita naikkan laporan kepada yang lebih tinggi lagi. Anggaran Besar, Panwaslu Tutup mata ? Ketua panwaslu kabupaten Natuna Sukardi Spdi, saat dikonfirmasi terkait adanya laporan tim Ilyas Beramal terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan Radar, mengatakan akan mengkaji kembali laporan tersebut. Jika ada bukti pendukung, nanti akan kita lihat kemana arahnya, apakah ada unsure pidananya. Terkait pelanggaran yang dilakukan setiap kunjungan kerja, dengan pengajakan terhadap masyarakat agar memilih no tiga, dengan enteng Sukardi mengatakan belum mendapat laporan. Artinya selagi tidak ada laporan dan keberatan tidak perlu sibuk. Saat ditanya apa pungsi Panwascam apakah makan gaji Buta, Sukardi Bungkam seribu bahasa, sesekali Dirinya mengotak-atik hpnya, usai pelaksanaan visi misi di kantor DPRD Natuna. Pernyataan Ketua panwaslu tidak masuk akal, Jika harus menunggu laporan dari masingmasing Tim jika ada pelanggaran, “ Bubarkan ” saja Panwaslu, kecamatan, buat apa di gaji jika tak mampu melakukan teguran jika ada pihak kandidat, melakukan pelanggaran ?. Hasil pantauan dilapangan, kebanyakan panwaslu kecamatan berprofesi ganda, sebagai Pegawai Negeri. Ini sangat menguntungkan incambene. PNS tidak bakal berani melakukan teguran, terhadap Incamben meski terang-terang melakukan pelanggaran. Sukardi juga menepis bahwa pemilihan Panwascam, main comot. Dia mengatakan, Pemilihan itu pakai seleksi, sebahagian besar kita pakai orang lama, artinya orang yang sudah lama duduk di Panwaslu. Sayangnya dalam pantauan MR, mereka banyak tak mengerti UU Pemilukada. >> Roy

Diduga Jadi Pungli Oknum GP dan Oknum UPTD Pengairan
Indramayu,(MR) Program Particifatory Irrigation Sector Project (PISP) tahun 2010 untuk Kabupaten Indramayu,wilayah Cipancu Haurgeulis yang tersebar di sejumlah Desa. seperti di Cipancu, Bogis masing-masing kelompok P3A menyesalkan rindakan oknum GP yang mengatasnamakan kordinator dilapangan, Pasalnya dari 30 kelompok P3A penerima bantuan PISP harus rela menelan pil pahit karena masih adanya penekanan dana bantuan yang semestinya mereka terima tanpa ada lain-lain tapi pada kenyataan di lapangan sunggu sangat mengecewakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum Kordinator dan Oknum Pegawai Dinas pengairan (UPTD) Pertanian Cipancu Haurgeulis. Hal ini terungkap, Setelah wartawan koran ini mendapatkan informasi melalui phone seluler Senin pekan lalu pukul 16.30 Wib sore hari, dari sumber yang mengaku mengetahui persis kondisi yang terjadi Program PISP di wilayah barat Indramayu Kecamatan Haurgeulis. Setelah menerima informasi tersebut, wartawan koran ini langsung lakukan investigasi ke lapangan atau ke P3A mitra cai setelah di temui beberapa kelompok penerima bantuan tersebut membenarkan adanya, tekanan dari oknum Gabungan Kelompok (GP) dan oknum dinas Pengairan Cipancu Haurgeulish. Namun sumber tidak bersedia namanya di tulis kan dalam koran ini. Menurut sumber Media Rakyat, Dana dari program PISP setiap satu kali termaine pencairan, selalu ada penekanan yang seolah-olah kelompok P3A dirugikan.oleh oknum GP dan UPTD. Pengairan Haurgeulis. Tri saat di hubungi Media Rakyat di rumahnya menjelaskan, “ Saya hanya pasilitator dari kelompok hanya sebatas mempasilitasi ketika adanya pencairan kami berangkat dengan kelompok untuk mengambil dana dan untuk mewakili rapat di bandung ,” ungkapnya. Sedangkan mengenai adanya penekanan terkait dana atau pengondisian iru bukan wewenang saya melainkan wewenang Bapak End.. Kepala UPTD Pengairan Kecamatan Hurgeulis, jelas Tri. Sedangkan nda.. saat di hubungi wartawan di kantornya di jl.Cipancu Haurgeulis yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat kata salah satu stafnya mengatakan pimpinan belum datang mungkin masi di kator di Patrol Ungpak salah satu setaf UPTD Pengairan Cipancu Haurgelis. Tim Media di Karangampel Indramayu yang bersangkutan End. Ketika di konfirmasi tentang adanya pelanggaran tertunduk diam dan hanya mengatakan,” Ia kami akui tapi tolong jangan naik dulu kami sedang di upayakan ketemu dengan Tri. Selaku GP, ungkap End jelas dan En, juga seola akan menyogok wartawan dengan catan memo bukti berupa pengondisian yang lumayan besar. Hingga berita ini di turunkan data berupa nota yang di catat masih tersimpan. >> NC. Jawir/Ab

Kejar Target Diakhir Masa Jabatan?

Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt menyampaikan sambutannya

Tim Kecamatan Anjatan Adakan Pembinaan Para Pamong Desa
Indramayu,(MR) Tim Kecamatan Anjatan yang terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Umum (Yan-Um), Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Pemerintahan, Kesejahteraan Sosial (Kesos), Keamanan dan Ketertiban (Trantib), mengadakan pembinaan regular tahav II tahun 2010 bagi para Pamong Desa. Sujai, Kasi PMD Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengatakan hal itu disela-sela pembinaan di Desa Bugistua, Sabtu siang lalu. Program pembinaan regular bagi para kepala urusan (Kaur) dan Staf Desa diseluruh Wilayah Anjatan, bertujuan untuk menertibkan adminitasi pelayanan masyarakat dan pembangunan inprastruktur dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, social budaya dan olah raga, tuturnya. Dalam kegiatan pembinaan ini para Pamong Desa diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang Juknis/ Juklak untuk melaksanakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat, sehingga semua Program Pemerintah dapat disukseskan sesuai target, dan kesejahteraan warga tiap tahun semakin baik, kata Sujai didampingi Staf Kantor Kuwu Bugistua Sabit. >> Abdullah

haman kepada masyarakat, kalau Dia Nelayan, kita beri pancing, kalau Dia Petani kita beri cangkul, artinya, jangan membiasakan masyarakat memberi uang. Pakta yang terjadi, menjelang Pilkada, Raja royal “ Bagi-bagi rezki kepada masyarakat ”. Hal ini, bertolak belakang dengan ucapannya. Akhir cerita, saat jadwal kampaye dikeluarkan, Raja membuat pelanggaran lagi. Jadwal kampaye di Pulau tiga, seharusnya untuk pasangan Ilyas Beramal, “ Disusupinya ” bersama timsesnya. Oleh karena itu Pasangan Raja amirullah (RADAR) dilaporkan Timses Ilyas Beramal ke Panwaslu Kabupaten. Ketua Tim Pemenangan Iyas Beramal M.Fadly, didampingi sekretarisnya Ingland, sangat menyanyangkan kegiatan yang dilakukan Bupati di Pulau tiga. Seharusnya selaku Incambene, Dia harus dapat menjaga ketertiban dan keamanan dalam pelaksanaan Pemilu mendatang. Dengan kejadian ini, Bupati telah membuat kisruh ditegah memanasnya Pemilukada. Oleh karena itu kami membuat laporan ke panwaslu dengan nomor laporan, no 1/ Pemilukada/2011. Inti laporan, pasangan Radar “ Curi start ” seharusnya pasangan Radar belum waktunya kampaye, ini malah Dia kampaye diluar jakwal. Bukti kita ada. Mereka bersama timses, mengumpulkan masyarakat disalah satu rumah warga,

Adik Hidayat Nur Wahid Diduga Gelapkan Aset Yayasan,
Yogjakarta,(MR) Mantan Direktur Yayasan Lembaga Pendidikan Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta Drs Muhammad Subagya Agung Wahyana mendekam di bui Polresta Surakarta. Ia diduga menggelapkan aset yayasan. Adik politisi PKS Hidayat Nur Wahid itu menjadi pesakitan karena laporan Direktur LPTP Mahmudi melalui kuasa hukumnya, Joko Suranto SH. " Laporannya sendiri sudah lama. Agung dilaporkan karena tidak bersedia mengembalikan aset berupa sertifikat tanah yang ternyata sudah dijual ke pihak ketiga. Baru beberapa hari ini ia ditahan. Sebelumnya, ia sulit diketahui keberadaannya," ungkap Joko Suranto tadi siang (3/2) di Mojosongo, Solo. Dia paparkan, kasus itu bermula dari pembelian sebidang tanah oleh pihak Yayasan LPTO di Jalan Letjen Suprapto, Sumber Solo, seluas 6.666 meter persegi. Oleh pihak yayasan, disepakati pinjam nama Drs Muhammad Subagya Agung Wahyana. Peminjaman nama itu karena saat itu Agung kebetulan menjabat sebagai direktur yayasan. Dari pembelian tanah itu, Badan Pertanahan Nasional menerbitkan SHM Nomor 4089 atas nama Agung. Dalam rentang waktu sekitar sembilan tahun tidak ada persoalan. Tapi, di awal 2010 mulai ada firasat yang tidak baik. Pihak yayasan mendengar bahwa sertifikat itu digadaikan kepada seorang pengusaha tekstil bernama Hartono Setyo senilai Rp3,7 miliar. Yayasan lantas menelusuri dan mendapatkan informasi bahwa posisi sertifikat sudah diblokir oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo atas permintaan Hartono Setyo. >> Suratno

Empat Tahun Mengabdi, Tak Ada Status? Pemkab Jangan Tutup Mata
ada berupa bantuan dari Dinas Pendidikan setiap tahunnya, nilainya berubahubah.Tahun 2007 -2009 kita dibantu Rp 4.500.000/ tahun. Sayangnya, dana yang sampai hanya Rp 3.000.000. Kamipun tak tau kemana sisanya. Natuna,(MR) Memang benar, pepatah mengatakan, Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Ungkapan itu sangat tepat bagi 4 orang guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di desa sepempang. Banyangkan, selama 4 tahun bertugas, tidak jelas status, bahkan honorpun tak ada. ungkap Dewi didampingi teman guru lainnya. Menurutnya, sekolah ini dulu didirikan tahun 2006 atas usulan ketua PKK. Tempat ini dulunya kantor Desa lama, sekarang dah dikasih untuk dipergunakan tempat mengajar anak-anak PAUD. Jumlah siswa saat ini 22 orang, tenaga pengajar 4 orang, termasuk Kepala Sekolahnya. Diakuinya, ada berupa bantuan dari Dinas Pendidikan setiap tahunnya, nilainya berubah-ubah.Tahun 2007 2009 kita dibantu Rp 4.500.000/ tahun. Sayangnya, dana yang sampai hanya Rp 3.000.000. Kamipun tak tau kemana sisanya. katanya dengan bahasa terbata-bata. Untuk tahun 2010, ada peningkatan, bantuan Rp 7 juta, yang sampai 6 juta. Tetap juga ada “penyunatan” anggaran. Biaya inilah kami buat operasional sekolah. Untuk bangku, merupakan bantuan dari Provinsi, tapi hanya sekali saja. Sementara penilik dari PLS, beberapa kali melakukan peninjauan kesekolah PAUD, dan selalu bertanya, apa saja kebutuhan yang kurang. Sayangnya, hanya nanya saja, kelanjutan tak ada, katanya. Sebenarnya, kami iri dengan anak-anak SMA yang baru tamat, langsung di terima honor dan dapat SK Bupati, sementara kami yang sudah mengabdi bertahun-tahun, jasa kami tidak dipandang sedikitpun. Kita tidak menuntut jadi PNS, kami hanya ingin status jelas, minimal honor Pemerintah, jadi jelas ada penghasilan setiap bulan untuk membantu suami menopang keluarga, katanya iba. Belakangan ini, ada 300 honor diangkat jadi PTT kantor Bupati, Sebahagian besar, anak baru tamat SMA.Kabarnya banyak titipan pejabat juga. Kita berharap kiranya Pemerintah membuka mata dan hatinya, agar Guru PAUD, mendapat hak yang sama, dengan yang lain. Bahkan bukan Cuma kami, mungkin Guru PAUD lainnya berharap sama. Sudahlah status tak jelas, gaji tak ada, bantuan setiap Guru Mengenai surat lamaran sudah beberapa kali kita layangkan, tapi tak ada tanggapan. Mungkin karena kita tidak ada saudara jadi pejabat, jadi tidak dihiraukan. Kami berharap, kiranya Pemerintah Kabupaten Natuna, mau melihat keadaan ini. Kita ingin status disamakan dengan GTT, sehingga ada yang diharapkan setiap bulannya. Menjadi Guru PAUD, lebih sulit dari Guru SD. Sebab mereka masih sulit untuk memahami, dan butuh kesabaran dalam melaksanakan tugas. >> Roy

10
KNPI Terus Berbenah Diri

Nusantara
Karawang, (MR) Pengurus Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Agung, jum’at (21/1) sore, mendatangi DPRD. Mereka meminta wakil rakyat karawang mambantu menjembatani kepada bupati agar taman Alun-alun yang berada di depan masjid agung ini tidak lagi diijinkan untuk tempat berjualan pedagang kaki lima. “Sekitar dua minggu lalu ada sekelompok orang yang mengklaim sebagai tim sukses Bupati Ade Swara menyiapkan taman Alun-alun untuk dibuka lagi menjadi tempat pedagang kaki lima. Kelompok tersebut kabarnya malah telah membuat surat permohonan ijin kepada Bupati. Bahkan para pedagang yang sebelumnya mangkal di tempat itu sudah di ajak rapat,” ungkap penasehat DKM Agung, H. Didi Supriyadi, di hadapan ketua dan beberapa orang anggota DPRD yang menerimanya di ruang rapat I Mendengar kabar demikian, ia bersama pengurus DKM turun mencari tahu kepastian atas rencana itu ke masyarakat di sekitar alun-alun. Ternyata masyarakat sendiri membenarkan kalau memang taman yang pernah di tata ulang dengan merelokasi para pedagangnya taman pabrik es di pertigaan jalan KertabumiNiaga Bakal ditarik lagi ke alunalun. “Beberapa Orang yang mengaku sebagai tim sukses Bupati malah telah menentukan biaya terhadap para pedagang yang ingin menempati kembali taman alun-alun seharga Rp. 600 ribu selama 6 bulan. Uang pungut sebesar itu, katanya untuk di setorkan ke petugas Satpol PP, membayar pemasangan listrik ke PLN, dan bagi pengelola yang bertanggung jawab atas di bukanya tempat ini menjadi area berdagang kaki lima, “jelas Didi. Saat tawaran dari orangorang tersebut belum terealisasi. Sambung Didi, muncul tawaran lain yang juga dari orang yang mengaku samasama sebagai tim sukses. Para pedagang oleh orang ini diminta Rp.300 ribu per lapak. Namun hanya berlaku setiap 3 bulan. Setelah mendengar cerita demikian, kata Didi, warga disekitar masjid Agung resah. Mereka tidak akan terima taman alun-alun dipenuhi lagi pedagang kaki lima. “Sudah 5 kelompok masyarakat datang kerumah saya. Intinya mereka keberatan dan meminta pengurus DKM Agung jangan tinggal diam. Makanya kami langsung mengirim surat kepada bupati tanggal 10 januari lalu. Setelah di tunggu-tunggu belum ada jawaban. Kami perwakilan pengurus DKM Mesjid Agung mencoba mendatangi bupati ke kantornya. Sayangnya belum sempat ketemu-ketemu. Akhirnya kami putuskan mendatangi DPRD hari ini ” ungkap Didi. Mendengar keluhan seperti itu, Plt. ketua DPRD Tono Bahtiar, langsung memanggil kepala Satpol PP, R. Tedjasuria. Dijelaskannya, Bupati Ade Swara tidak akan merubah kebijakan bupati sebelumnya yang telah menetapkan taman alunalun steril dari aktifitas pedagang kaki lima. Malah pedagang yang masih tersisa bertahan di sekelilingnya, direncanakan direlokasi ke tempat lain yang dikhususkan untuk itu. “ Alun-alun tetap Alun-alun, Tidak lagi dibolehkan untuk pedagang kaki lima atau yang lainnya, kecuali untuk taman bahkan pada tahun anggaran 2011 ini telah diberikan anggaran Rp. 300 juta melalui Dinas Cipta Karya guna penataan. Kalau sampai ada oknum anggota Satpol PP yang berani mengi-jinkan, saya akan tindak tegas. Terus terang memang saya juga telah dapat laporan, sesuai yang di dengar pengurus DKM Masjid Agung. Ini sudah di laporkan ke bupati. Jawaban beliau tegas, taman Alun-alun tetap tidak akan di ijinkan seba-gai tempat aktifitas para peda-gang kaki lima,” jelas Tedja. Malah yang sedang dipikirkan Tedja, pihaknya sedang mencari cara langkah terbaik dalam menertibakn pedagang kaki lima yang masih bertahan berdagang di luar pagar taman Alun-alun. “Saya juga perlu sampaikan, bupati telah mengeluarkan surat edaran, intinya kepada semua pihak, termasuk masyarakat, agar tidak pernah mau melayani orang-orang yang berani mengatasnamakan Bupati untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok, hal itu sempat disampaikan ulang saat senam pagi di kantor pusat PDAM tadi pagi.” tandasnya. Menjawab keluhan pengurus DKM Masjid Agung yang sulit menemui bupati, dijelaskan oleh anggota DPR dari PBB, Suherno H. Permana, sebenarnya tidak demikian, bupati selalu siap menerima siapapun yang ingin bertemu dengannya. Hanya saja, kata Suherno atau biasa akrab di panggil dr. Eno, sekpri atau pengawalnya terlalu berlebihan dalam menerapkan protokoler. Sedangkan anggota DPR lainnya, Akhmad “Zimmy” Jamakhsari dari PKB, H. Ahmad Rifai dan muhtar dari Demokrat, serta Danu Hamidi dari Gerindra, sepakat mendukung dipertahankannya taman alun-alun seperti sekarang. Artinya steril dari pedagang kaki lima. Menurut pada wakil rakyat ini, taman alun-alun menjadi bagian dari lingkungan masjid Agung yang wajib di pelihara kebersihannya apalagi keberadaan Masjid Agung merupakan symbol dan bukti sejarah dalam pengembangan islam di tatar sunda karawang. Sehingga, sebut Zimmy, DPRD telah memberikan anggaran Rp. 500

Tahun Edisi 230 Tahun XI Febr ebruari 8 - 18 Febr uari 2011

Terkait PKL Alun-Alun DKM Masjid Agung Desak DPRD
juta melalui dinas kebudayaan dan Pariwisata untuk untuk penelusuran sejarah Tarumanegara hingga di masa Syech Quro sebagai ulama besar yang berjasa dalam mengembangkan islam di wilayah Kabupaten Karawang. >> Komarudin

Ketua KNPI Natuna Harmidi saat melihat anggotanya merehap rumah

Natuna,(MR) Pagi itu, kota Ranai hujan rintik-rintik. Beberapa pemuda bergegas menuju sebuah rumah tua. Gubuk tua itu pantas dinamai Gubuk Derita, sebab, dinding dan atapnya nyaris roboh. Meski tempatnya tidak jauh dari Ibu Kota kabupaten, namun Pemerintah seakan tutup mata. Simpang masuk lokasi, terbentang spanduk ukuran 1x 3 M, bertuliskan rehap rumah tak layak huni. Sampai di tempat tujuan, didinding depan tertulis kata, sudah lama aku menunggumu. Entah untuk siapa kata-kata ini di tujukan. Meski cuaca tak bersahabat, namun pemuda lengkap dengan kaos KNPInya, disibukkan dengan membongkar pasang rumah milik Ibu Sainang. Sebenarnya penderitaan Ibu Sainang sudah lengkap selain umur sudah ujur, suaminyapun lumpuh. Meski punya anak, namun untuk biaya hidup sehari tidak mencukupi. Kemarin ada bantuan rehap rumah dari Provinsi, dari hasil data, kita sudah termasuk, namun karena tanah tempat sekarang bukan milik pribadi, maka tidak boleh. Untunglah ada KNPI, yang mau berbagi pada masyarakat. Kalau tidak, nasib kami tidak tau lagi, apalagi saat ini musim penghujan, mau tidur saja susah, karena seluruh atap dari daun dah bocor, tak layak pakai. Sementara mau menggantinya, kami tidak punya biaya, keluh Sainang. Dia juga mengatakan, sangat kaget dengan bantuan yang di berikan oleh KNPI. Sebab dari semula Dirinya tidak mengetahui bakal dapat bantuan rehap rumah dari KNPI. Seandainya organisasi lain mau dermawan seperti ini, Kemungkinan dapat mengurangi penderitaan orang lain. Intinya Saya sangat bersukur dan berterima kasih. Tak terasa jam pun sudah menunjukkan jam 1, namun para pengurus KNPI tetap siap melaksanakan tugas, agar rumah milik Sainang cepat selesai. Target kita satu hari harus tuntas pak, kata Harmidi Ketua KNPI kabupaten. Harmidi yang berada dari sejak pagi, dengan setia mendampingi pengurus KNPI kecamatan. Sesekali Dia mengeluh, dan iba tentang nasib ibu Sainang. Harmidi saat dikonfirmasi, mengatakan, didepan sejumlah wartawan, Ketua KNPI kabupaten itu berkata, KNPI baik di kabupaten maupun Kecamatan, terus berbenah. Kegiatan selama ini kita kerjakan kebanyakan sosila. Sebelumnya dalam bencana Sunami di Nias dan merapi di jawa, kita menurun kan personil terjung kelapangan, dan memberikan bantuan. Kemudian, kita juga memberikan bantuan rehap rumah yang dilaksanakan PMI. Namun laporan pertanggung jawabannya belum kita terima. Hari ini, untuk ke 4kalinya kita melakukan sosial rehap rumah bagi orang tak mampu. Harmidi mengakui dalam kurun waktu 4 rumah dari 4 kecamatan telah dilakukan. Dalam pelaksanaannya, timnya melakukan survey dulu, mana yang layak direhap. Dalam pekerjaan, kita memakai tenaga KNPI sendiri, selain untuk menghemat biaya, kita memupuk kebersamaan. Meski demikian, rehap rumah yang kita laksanakan, rata-rata menelan biaya Rp 10.juta/rumah, papar Harmidi, sambil menunjukkan seng dan bahan bangunan lainnya. Biasanya, usai melakukan rehap rumah, kita berkumpul dan melakukan syukuran bersama pemilik rumah ujarnya. Target kita jika anggaran mencukupi, program ini akan terus kita laksanakan sampai 12 kecamatan. Jelas Harmidi. Sementara itu Haryadi, selaku ketua KNPI kecamatan mengaku, tidak ada pilih kasih dalam penetapan siapa yang lebih berhak atas rehap rumah dari KNPI. Seandainya Ibu sainang dapat rehap rumah dari provinsi, pasti kita alihkan ke tempat lain. Masalahnya rumah ibu ini tanahnya numpang dan tak layak lagi ditempati. Hal inilah yang jadi acuan buat kita, maka KNPI menetapkan rumah I bu sainang untuk di rehap. Mudah-mudahan pekerjaan ini lancar, hingga sore nanti sudah selesai kata haryadi. >> Roy

Pemkab Indramayu Salurkan Beras untuk Nelayan

Meniti Perjalanan Karir Ketua DPRD Natuna
Natuna,(MR) Siapa tak kenal sosok Hadi Chandra,S.Sos Ketua DPRD Natuna saat ini. Sebelum menjadi Ketua DPRD Natuna satu tahun lalu, banyak terobosan yang dilakukan untuk kemajuan daerah. Selain menjabat sebagai PK Golkar di Kecamatan Midai Kabupaten Natuna pada tahun 2003-2006. Dia juga merupakan kontraktor yang mendapat perhitungan bagi kontraktor lainnya. Karena kegigihannya Hadi diangkat menjadi Ketua DPD Golkar tahun 2006 sampai sekarang. Dia adalah putra asli Natuna lahir di kecamatan Midai pada tanggal 1 Oktober 1977 silam. Dalam perjalanan hidupnya, Hadi Chandra menjalani pendidikan tingkat dasar di SDN 002 Midai dan selesai pada tahun 1990. Kemudian dia meneruskan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP 001 Kecamatan Midai dan selesai pada tahun 1993. Terbatasnya sekolah pendidikan saat itu tidak mengurungkan niat, lelaki ini untuk melanjutkan studynya. Berbekal keberanian dan cita-cita,serta didorong keinginan orangtuanya Pria inipun hijrah ke kota Tanjung Pinang (Ibu kota Provinsi Kepri sekarang) untuk melanjutkan pendidikan menengah atas di STM Negeri Tanjung Pinang Akhir cerita, Ia pun menyelesaikan Studinya dengan baik, pada tahun 1996. Perjalanan Hadi bukan sampai disitu, keinginan yang kuat untuk memiliki ilmu pengetahuan lebih banyak lagi membuat Hadi Chandra melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Tanjungpura. Oleh karena itu,Hadi Chandra mendapat penilaian

Indramayu,(MR) Cuaca yang masih belum menentu menjadikan ribuan nelayan di wilayah Kabupaten Indramayu masih belum melaut dan tidak memiliki penghasilan. Kondisi ini membuat prihatin Pemerintah KabupatenIndramayu dan juga pemerintah pusat untuk turun tangan menanganimasalah ini. Pemkab Indramayu melalui Bulog Sub Divre meyalurkan beras tanggap darurat sebanyak 100 ton untuk 21.128 kepala keluarga (KK). Pemberian beras tanggap darurat ini tersebar di 11 kecamatan yakni Kandanghaur, Indramayu, Juntinyuat, Cantigi, Pasekan, Losarang, Balongan, Sindang, Patrol, Sukra, dan Karangampel. Diberikan secara simbolis kepada puluhan nelayan Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat Jum’at (4/2) di kantor desa setempat. Dalam pemberian beras itu hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Cecep Nana Suryana, M.Si. Deputi Menko Kesra Bidang Koordinator Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat DR. Adang Setiana. Kepala Divis Penyaluran Bulog RI Putri Lenggo Gani, Kepala Bagian Perekonomian Dede Setiawati, Camat Juntinyuat Sutrisno dan puluhan nelayan desa tersebut. Dihadapan para nelayan baik Adang Setiana maupun Cecep Nana Suryana mengatakan, meskipun jumlah yang diberikan ini jumlahnya sedikit namun hal ini merupakan bukti dan komitmen pemerintah terhadap masyarakat yang tengah kesusahan. Meski demikan pihaknya berharap agar kondisi cuaca dapat kembali normal dan nelayan dapat mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Sebelumnya, dalam rapat koordinasi tanggap darurat yang berlangsung di ruang Data II Setda Indramayu terungkap bahwa sebanyak 21.128 nelayan di Indramayu terancam tidak mendapatkan penghasilan. Pemkab Indramayu langsung merespon kondisi seperti ini dengan menyalurkan beras cadangan pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog. >>Abdullah

Perayaan Imlek di Kupang, Sepi

Biodata Diri Nama Lengkap Nama Kecil Tempat / Tgl Lahir Agama Jabatan 2014 Nama Istri Nama Anak Nama Ayah Nama Ibu : : : : : Hadi Chandra,S.Sos Chandra Midai, 01 Oktober 1977 Islam Ketua DPRD Natuna Periode 2009 –

: Dian Aprianti : 1. Dian Aisyahdinur 2. Rezqika Albaini : D.Hasyim (Alm) : Sumiati

Kupang,(MR) Perayaan Imlek di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (3/2) sepi. Di Kelenteng Lay yang sering didatangi warga Thionghoa untuk sembahyang juga tidak terlalu ramai. Sekitar pukul 06.00 WITA hanya terlihat sekitar 20 warga Thionghoa mendatangi Kelenteng tua di pusat kota tersebut. Mereka memanjatkan doa sebentar kemudian pulang ke rumah masing-masing. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan imlek di Kota Kupang selalu ramai karena didahului berbagai atraksi seperti barongsai dan perayaan lainnya. Wakil Ketua Paguyuban Masyarakat Thionghoa Indonesia Cabang Kupang Teo Widodo membenarkan perayaan imlek sepi karena tidak disertai atraksi barongsai. Menurut Teo, banyak pemain barongsai bahkan sudah pindah ke daerah lain karena melanjutkan studi atau bekerja. Tahun ini menurut Dia, pihaknya hanya menggelar sejumlah kegiatan sosial seperti pemberian beasiswa kepada anak-anak sekolah dari keluarga tidak mampu."Kegiatan imlek hanya silahturahmi keluarga atau anak-anak berkumpul bersama orang tuanya," katanya. Dari pantauan, tidak terlihat aktivitas menyambut imlek di sejumlah kelurahan. Bahkan, hampir seluruh pertokoan di pusat kota sampai Kelurahan Kuanino tutup. Sebaliknya, banyak warga Kota Kupang mulai mendatangi sejumlah obyek wisata pantai di daerah itu untuk mengisi liburan imlek. Mereka mendatangi wisata pantai Lasiana, 10 kilometer di arah timur Kota Kupang. >> Klaudius Edy Burga

Riwayat Pendidikan SDN 002 Midai Tahun 1990 SMP 001 Midai Tahun 1993 STM Negeri Tanjung Pinang Tahun 1996 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Riwayat Organisasi AKAINDO Tahun 2005 – Sekarang KOSGORO 56 Tahun 2004 – Sekarang Riwayat Partai Politik PK Golkar Kecamatan Midai Tahun 2003 – 2006 DPD Golkar Tahun 2006 - Sekarang

tersendiri dibenak sejumlah tokoh masyarakat kepri sebagai salah satu tokoh termuda di Kepri, menjabat sebagai Ketua DPRD dalam usia 33 tahun, sejak sekolah ia sudah mulai aktif berorganisasi. Dia sudah lebih dulu terlibat dengan sejumlah kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Dia adalah kader golkar terbaik yang tercatat sebagai aktifis KOSGORO dan AKAINDO sejak tahun 2004 silam. Terjadinya pemekaran Kabupaten Natuna, membuat Pria ini merasa terpanggil untuk ikut serta membangun Natuna. Semenjak terbentuknya kabupaten Natuna, Ia pun memutuskan untuk kembali ke kampung halaman nya. Meski sudah punya segudang pengalaman dalam berorganisasi, Hadi tidak langsung ikut berlaga, dalam pencalonan wakil rakyat. Menjadi seorang kontraktor ditekuninya, hingga merasa Dia siap untuk tampil, memberikan yang terbaik untuk masyarakat Natuna. Akhir kata setelah 10 tahun menimba pengalaman, Dia memutuskan untuk ikut mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif dengan perahu partai Golkar, Dan pada akhirnya dia berhasil duduk di kursi Legislatif Kabupaten Natuna, men-

jabat sebagi Ketua DPRD Natuna. Hadi Chandra menikahi Dian Aprianti dan dikaruniai dua orang anak diantaranya, Dian Aisyahdinur dan Rezqika Albaini. Dalam mendidik anak, dia tegas, serta memperhatikan keperluan anak. Selalu memberi solusi yang terbaik untuk anakanaknya. Sedangkan untuk menciptakan keharmonisan dalam berumah tangga dia selalu mengalah dan menyelesaikan permasalahan dengan bermusyawarah dengan istri dan anak-anaknya, serta berusaha membimbing kearah iman dan taqwa. Terhadap generasi hari ini, dia berpesan untuk terus belajar tanpa mengenal umur dan waktu, belajar dan teruslah belajar. Dikancah politik, dia berpesan agar sama-sama dapat menghargai pendapat orang lain. Dia juga mengang-gap kondisi politik hari ini sangat kejam, namun demikian Dia menghimbau, agar peker-jaan tidak dijadikan arena politis. Perlu ditekankan adalah sisi fositif dari sebuah jabatan yang diemban agar bisa memberi dampak yang nyata terhadap perubahan pembangunan Natuna kedepan. >> Roy

Edisi 230 Tahun XI Tahun Febr ebruari 8 - 18 Febr uari 2011

Nusantara
UPTD Pertamanan Haurgeulis Tanam Ratusan Bibit Pohon
Indramayu,(MR) Iyang Suhara, SH. MH. Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Wilayah Haurgeulis, mengaku sudah menanam ratusan tunas bibit pohon diruas Jln. Jenderal Sudirman dan Jln. Jenderal Ahmad Yani Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, beberapa bulan lalu. Menurutnya, ratusan bibit pohon yang ditanam diruas jalan tersebut terdiri dari jenis pohon Grobokan, Tanjung dan Ketapang, sebagai tahav awal rencana pembangunan Taman Kota Haurgeulis. Begitupun diruas jalan Kecamatan Anjatan, Patrol, Sukra dan Gantar, dalam waktu dekat ini hendak ditanami ratusan pohan, sehingga nantinya dijalur jalan tersebut menjadi sejuk, kata Iyang Rabu siang pekan ini. Iyang Suhara menjelaskan, Kantor UPTD Kebersihan dan Pertamanan Haurgeulis, yang baru berlokasi di Jln. Raya Irigasi Timur Lempuyang Anjatan, memiliki 30 karyawan yakni 3 orang PNS, 2 orang Harian Lepas dan 25 orang petugas lapangan dengan 2 unit kendaraan bermotor roda 4 (Drum Truk), 1 unit kendaraan bermotor roda 3, yang siap melayani kebersihan didaerah Haurgeulis, Gantar, Anjatan, Sukra dan Patrol, baik dirumah, took, sekolah dan pasar. >> Abdullah

11
SOSOK
Kasa Wijaya

Pemkab Karawang Antisipasi Daerah Rawan Bencana

Seksi Patrol Pelaksana Teknis Lapangan
Indramayu,(MR) Kasa Wijaya, Pengamat Sungai dan Irigasi Wilayah Eretan dan Anjatan mengatakan, PJT II Seksi Patrol, tidak mempunyai program kerja, tetapi hanya melaksanakan teknis kerja lapangan. Sedangkan yang mempunyai program kerja dan anggaran itu Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, katanya. Contohnya ujar dia, dalam beberapa bulan ini curah hujan bisa menyebabkan musibah banjir dilokasi tertentu, maka kami mengadakan koordinasi dengan Instansi terkait, untuk menginformasikan adanya dugaan banjir. Dan kami juga mengadakan pencegahan seperti pengurangan debit air dan pembuangan air dari saluran Irigasi, sehingga banjir bisa diantisipasi, tukas Kasa kepada MR dikantornya barubaru ini. Dikatakannya, PJT II Seksi Patrol Kabupaten Indramayu Jawa Barat, merupakan perusahaan milik Pemerintah, jadi segala sesuatunya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Misalnya, bila ada bangunan inprastruktur jaringan irigasi yang rusak, kami sifatnya hanya melaporkan kepada Pemerintah, apakah jenis kerusakan itu dibawah kewenangan Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten, jelas Kasa Wijaya. >> Abdullah

Karawang,(MR) Sebagai salah satu upaya mengantisipasi bencana yang kerap melanda Kabupaten Karawang Jawa barat. Pemda Karawang gelar Rapat Antisipasi Bencana Tahun 2011 di Gedung Singaperbangsa Lt. III. Rapat yang dipimpin oleh Bupati Karawang, H.Ade Swara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Kapolres Karawang, Dandim 0604/Karawang, dan Kepala Kejaksaaan Negeri, Senin (24/1). Bupati H.Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan, di beberapa bagian wilayah Kabupaten Karawang terdapat sejumlah titik rawan bencana, khususnya bencana banjir, baik karena air pasang maupun karena curah hujan yang tinggi. Bahkan di sejumlah titik, bencana banjir rutin terjadi setiap tahun, seperti di daerah desa sedari maupun cemarajaya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, dengan kondisi curah hujan saat ini yang terus meningkat, aparatur pemerintah daerah perlu melakukan langkah-langkah antisipatif guna menanggulangi bencana banjir tersebut, khususnya dalam upaya mengurangi penderitaan yang dialami oleh para korban banjir. “Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita perlu memetakan secara tepat wilayah-wilayah yang merupakan daerah rawan bencana di kab. Karawang,” jelasnya. Menurut Bupati, hal ini karena pemetaan wilayah yang tepat dapat memudahkan sekaligus mengoptimalkan upaya kita dalam penanggulangan bencana. “Oleh karena itu, para camat dan kepala desa yang merupakan ujung tombak pemerintah di daerah, diharapkan dapat memberikan datadata yang tepat mengenai daerah rawan bencana di wilayah masing-masing, serta menyiapkan lokasi evakuasi bagi para korban banjir,” Bupati melanjutkan, hal lain yang perlu diantisipasi dalam penanggulangan bencana adalah kesiapan kita saat bencana tersebut datang. Kebutuhan obat-obatan, pangan, air bersih, tenda, serta posko bencana dan dapur umum merupakan elemen vital yang harus siap tatkala bencana terjadi. “ Selain itu, alat komunikasi, evakuasi, dan kebutuhan personil pun harus diantisipasi sejak dini, sehingga mereka senantiasa siap saat dibutuhkan,” pesannya Di sisi lain, lanjut Bupati, sebagai daerah pertanian, bencana banjir yang terjadi di kab. Karawang tidak hanya melanda kawasan pemukiman warga, melainkan juga turut menyebabkan kerusakan di sawah-sawah. Pemetaan wilayah sawah rawan banjir, serta kondisi dan masa tanam padi di sawah tersebut merupakan elemen penting yang harus segera diinventarisir. “Dengan demikian kebutuhan bibit pasca bencana yang diperlukan untuk mengganti sawahsawah yang rusak dapat diketahui,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kesbang Pol Linmas Kab. Karawang, Sujana Ruswana menambahkan, bencana yang rutin terjadi di Kab. Karawang tidak hanya banjir, melainkan juga air pasang, tsunami, luapan air sungai, angin puting beliung, orang tenggelam, longsor, serta pencemaran industri. Untuk itu, pihaknya telah menyusun peta wilayah rawan bencana di Kab. Karawang. “ Dari 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, 21 kecamatan diantaranya termasuk dalam kategori rawan bencana.>> Komarudin

Wartawan MR, Para Karyawan dan Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Haurgeulis, foto bersama didepan kantornya. (foto: Abdullah)

Bantuan FBI ............................................................................. (Sambungan dari Hal 1)
senilai lebih dari Rp100 miliar tersebut. Namun, karena belum adanya kemajuan dari hasil penelitian tersebut, pihak kejaksaan tampaknya akan meminta bantuan kepada FBI. " Atas inisiatif saya untuk dilakukan penelusuran bersama dengan kawan-kawan di PPATK. Ternyata untuk mencari aliran dana itu susah. Kemarin (Kamis, 3/2) kami sudah mau meminta bantuan ke FBI, untuk bisa mendeteksi uang itu dari mana," ucap Amari kepada wartawan. Karena, lanjut Amari, dirinya mengatakan bahwa uang yang tersebut masih dalam bentuk bundel. Bahkan akan ditelusuri uang itu dari mana dan larinya ke mana. "Nanti untuk kemungkinan itu akan terus kami telusuri dan dapat segera dideteksi," katanya. Seperti diketahui sebelumnya, uang sejumlah Rp28 miliar tersebut digunakan Gayus Halomoan Tambunan untuk menyuap para petinggi institusi penegak hukum, yakni Kepolisian, Kejaksaan Agung, pengadilan, dan pengacara. Namun, uang Rp74 miliar tersebut diketahui adalah aset-aset yang dimiliki Gayus di safe deposit di beberapa bank di Indonesia. Uang Rp74 miliar tersebut terdiri atas emas batangan, uang dalam bentuk dolar Amerika dan Singapura, serta beberapa surat berharga lainnya. >>Tedy Sutisna

Bantah ......................................... (Sambungan dari Hal 1)
Kejaksaan Agung sedang memproses kasus pidana para pegawai di lingkungan kejaksaan. Saya kira tidak benar jika dikatakan Kejaksaan Agung lambat dalam menangani pejabatnya. 12 pejabat kan sudah lama kita copot. Ada yang sudah terkena hukuman disiplin. Nah, sekarang masalah pidananya yang sedang kita laksanakan, kata Basrief sebelum mengikuti rapat revisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Komisi Kepolisian Nasional dan Komisi Kejaksaan di Kantor Presiden, Jumat (4/2). >> Tedy Sutisna

Percepat .................................... (Sambungan dari Hal 1)
terakomodir, pemerintah baru akan mengakomodir investor yang sudah berkomitmen, misalnya dari Jepang, Korea, dan India. Sebelum menggelar rapat tentang dunia usaha, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat kabinet terbatas yang membahas penguatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Kejaksaan (Komjak). Setelah itu, presiden menerima laporan dari Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga Ketua Satgas Evakuasi WNI di Mesir, Hassan Wirajuda. >> Ediatmo

Kelayakan Buku

................................................................... (Sambungan dari Hal 1)

apa, daerah yang menentukan," ujarnya. Suyanto juga menerangkang tentang buku seri Presiden SBY yang beredar di Tegal, Jawa Tengah. Menurut dia, buku tersebut telah memenuhi persyaratan. Selain karena harganya murah dan juga telah lolos penilaian. "Buku seri SBY ada 10 (judul) yang telah dinilai," ujarnya. Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdiknas Diah Harianti menyampaikan, penilaian kelayakan buku tersebut meliputi empat komponen yaitu kelayakan materi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan grafika. "Masing-masing komponen memiliki skor yang akan menentukan kelayakan buku tersebut," katanya. Dia menjelaskan, buku dengan total skor kurang dari 100 dinyatakan tidak layak, 100-122 bintang satu (cukup), 122-140 bintang dua (bagus), dan di atas 140 bintang tiga (sangat bagus). Saat ini ada 807 judul buku pengayaan yang telah lolos penilaian. Diah mengatakan, tim penilai bukan berasal dari Pusat Perbukuan melainkan tim ahli tentang perbukuan, yang secara independen menjadi tim penilai dari buku teks dan nonteks. Dia menyebutkan, para ahli tersebut di antaranya adalah Dr. Bana Kartasasmita dari Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Yus Rusyana dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Dr Mien Rivai dari Herbarium Bogorience, Dr Dasim Budimansyah dari UPI, dan Dr Sugiarto dari SMK 8 Jakarta. Adapun untuk materi pendidikan kewarganegaraan dan materi kepribadian mereka dibantu oleh Dr Saparia, Dr Kokom Komalasari, M.Pd, Dr Muchson AR, M.Pd, Dra Deasiyanti, Psi, M.Si, dan Dr Siti Nurohmah. "Jadi bukan tim sembarangan, tim khusus penilai buku yang disebut panitia penilai buku. Panitia mengoordinir tim penilai buku sesuai dengan kontennya. Siapa yang berhak menjadi tim penilai buku yaitu orang-orang yang memiliki kompetensi terhadap konten itu. Kalau buku fisika, tim penilai (dari) ahli fisika. Kalau buku sejarah, dinilai oleh ahli sejarah," katanya. >> Nokipa

Negara Gagal

................... (Sambungan dari Hal 1)

Ilyas Beramal

merah)," ujar Sofyan. " Inilah tanda-tanda menuju negara gagal. Saya kira inilah yang membuat tokoh-tokoh agama dan forum rektor melakukan pertemuan ini," lanjutnya. Tokoh-tokoh yang datang dalam pertemuan tersebit antara lain, Din Syamsuddin, Franz Magnis Suseno, Buya Syafi'i Ma'arif, Khalid Mohammad, Effendi Ghazali, Masdar Masluki, Anhar Gonggong, Badia Parizade Hendrik, Ray Rangkuti serta beberapa tokoh lainnya. Mereka berkumpul dan merumuskan sebuah pernyataan yang secara tidak langsung mengkritik tentang berbagai permasalahan negara yang tak kunjung selesai dibawah pemerintah yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. >> Ediatmo

......................................................................... (Sambungan dari Hal 1)

pasangan calon datang, alunan merdu suara artis local menambah semarak. Puluhan lori, hilir mudik membawa penumpang pasangan Ilyas Beramal. Tepatnya jam 10.ooWib, pasangan calon Ilyas Beramalpun tiba di tempat. Di bawa mobil merek Afanza, kedua kandidat didampingi istri tercinta, tiba di lokasi. Ilyas beramal juga tak lupa membawa artis Jakarta. Hal ini menambah suasana semakin menarik. Rodial selaku pembawa acara, langsung memulainya, dengan membaca ayat-ayat suci Alqur’an. Kemudian dilakukan dengan pembacaan doa kampanye terbuka pun dimulai. Ilyas Sabli selaku calon orang no satu, dalam orasinya mengatakan, Dia maju, untuk melakukan perbaikan, agar kelak masyarakat adil sejahtera benar-benar tercapai. Diakuinya, ada selentingan isu tak jelas, yang mengatakan, Jika Dia terpilih jadi Bupati bakal masuk penjara. Isu ini langsung ditepisnya. Kalau memang Dirinya terlibat kasus korupsi DBH migas, tidak perlu menunggu Dia jadi Bupati. Sudah dari kemarin ditahan KPK. Isu itu merupakan isu murahan, hanya orang-orang yang takut berkonpetisi secara sehat lah menyebarkan isu rombengan seperti itu. Kemudian adalagi mengatakan jika saya duduk jadi Bupati saya hanya akan membangun Serasan saja? Itu juga tak benar. Saya ini, bukan Bupatinya kecamatan, tetapi Bupati Natuna. Artinya milik masyarakat Natuna. Ilyas juga menyayangkan kabar tersebut. Sesuai dengan visi misi kita, membangun Natuna, sejahtera, merata dan berkesinambungan, katanya. Sesekali Dia menyebut Hidup Ilyas Beramal, jangan lupa tanggal 10, pilihlah pasangan no 4. Hari ini kita mencari Bupati ke 4 ya pilih no 4. Lain halnya dengan calon wakil Bupati Imalko S.sos. Dengan suara lantang Dia berpantun, Bukan balon sembarang balon, Balon berwarna jumlahnya empat, Bukan calon sembarang calon, Ilyas Beramal pilihan tetap (no 4). Dalam orasinya Imalko minta maaf kepada masyarakat banyak, karena rela berpanas-panas, meninggalkan pekerjaan, demi mendukung pasangan no 4. Terima kasih yang tak terhingga kami ucapkan. Seandainya daerah ini diurus dengan baik oleh pemimpinnya, kita tak perlu berpanas-panasan disini. Melihat penderitaan itulah, mendorong pasangan Ilyas Beramal maju, agar dapat memperbaiki roda Perekonomian masyarakat. Lima tahun lamanya kita mau berjuang, masih banyak yang mau kita benahi, ingat jangan salah pilih, Jangan hanya iming-iming, kita menderita selama lima tahun. Mari kita pikirkan bersama nasib daerah ini. Ini bekal untuk anak cucu kita. Oleh karena itu jangan salah pilih. Tekad kami sudah bulat, ingin jadi pelayan bagi bapak-bapak dan ibu-ibu, Kita duduk bukan untuk dilayani. Sebab menjadi Pemimpin Bupati, Camat, Lurah sampai Kepala Desa merupakan pelayan masyarakat. Selama ini terbalik. Sesuai dengan visi misi, membangun dengan hati, bersama masyarakat. Keinginan kita, mari bersama-sama merasakan kue pembangunan Natuna yang merata. Jika sudah demikian tidak adalagi anak kandung dan anak tiri. Untuk itu, jatuh hatilah kepada no 4, jangan lupa tanggal 10 pebruari ini, yang lain lewatkan, tapi pilihan kita tetap Ilyas Beramal no 4. Kita ketahui, APBD Natuna sangat besar, namun kenyataannya, Pembangunan masih jalan di tempat. Jangankan kami, bapak-bapak dan ibu-ibu juga malu jika ada yang bertanya, bagaimana keadaan Kabupaten Natuna saat ini. Mungkin kita tak dapat menjawab. Kita akui, ada satu dua bangunan megah di Natuna, namun tak memberikan arti untuk diceritakan. Pada dasarnya, untuk saat ini, masyarakat Natuna tidak menginginkan bangunan mewah, tetapi kesejahtraan, masyarakat Natuna dalam arti tepat sasaran. Kami yakin jika amanah ini diserahkan kepada pasangan no 4, amanah masyarakat Natuna akan kita jungjung tinggi, serta menyatakan kesiapan kami untuk mampu mensejahtrakan masyarakat. Melihat dukungan dari bapak-bapak dan ibu- ibu, serta puan-puan dan tuan-tuan, kami yakin Ilyas Beramal pasti menang. Janganlah terlena dengan iming-iming uang, yang membuat iman kita goyah untuk menentukan pilihan kita tetaplah waspada.Bulatkan tekad, ajak sanak saudara, pastikan pilihan pada pasangan no 4. RT dan RW, merupakan ujung tombak pembangunan, ini akan kita berdayakan. Mari kita menangkan no 4 pembangunan pasti merata dan seimbang. Kami akan jadi sejarah untuk menjadikan Natuna lebih baik dimasa mendatang. Akhir kata, dengan suara yang bergelegar, orasipun ditutup dengan pantun. Biar puyuh senang berlari, tanamlah pinang rapat-rapat.tanggal 10 bulan Pebruari, Pilihlah no 4 pasangan Ilyas-Imalko. Pasangan lain jangan dihiraukan, jangan tergoda dengan imingiming. Natuna harus melakukan perubahan, Pilihlah no 4, pemimpin yang menyatu dengan rakyatnya. Usai melakukan orasi kedua pasangan melakukan simulasi penusukan kotak suara, disaksikan ribuan pendukung panatik Ilyas Beramal. >> Roy

BBM ................................................ (Sambungan dari Hal 1)
Setidaknya ada beberapa kesiapan Pemerintah yang hingga kini masih dipertanyakan terkait program pembatasan BBM bersubsidi. Pertama, kesiapan Pemerintah untuk melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang harus beralih produk dari BBM bersubsidi jenis premium seharga Rp4500 per liter ke BBM nonsubsidi pertamax Rp7850 per liter. Selain itu, Pemerintah juga masih belum terlihat di dalam mempersiapkan petugas-petugas SPBU untuk mengidentifikasi kendaraan yang berhak menerima subsidi. " Belum jelas sampai sekarang yang berhak subsidi apakah seluruh pelat kuning, atau plus sebagian pelat hitam," tukas Romahurmuziy. Selain itu, Pemerintah terkesan tergopoh-gopoh di dalam mewacanakan produk alternatif Liquefied Gas for Vehicle (LGV) sebagai produk alternatif pengganti pertamax seharga Rp3600 per liter setara premium. " Sampai saat ini baru 17 SPBU yg punya dispenser Vi-Gas (merek dagang Pertamina untuk LGV). Di Argentina, negara memfasilitasi Vi-Gas sebelum pelaksanaan konversi. Dan hasilnya sekarang 80% transportasi darat Argentina sudah beralih ke Vi-Gas," papar Romahurmuziy. Romahurmuziy pun mengkhawatirkan kesiapan Pemerintah di dalam mengantisipasi pasar gelap BBM bersubsidi, terutama untuk melarang para supir angkutan umum untuk tidak memasarkan premium secara gelap. Begitu pula dengan kesiapan antisipasi dampak kepada para pengusaha UKM pengguna mobil pelat hitam. >> Tedy Sutisna

Enggan ....................................... (Sambungan dari Hal 1)
Sementara Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman menegaskan polemik status tersangka pada Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah yang masih melekat hanyalah sanksi moral yang diberikan oleh parlemen. " Ini sebuah sikap moral, bukan balas dendam. Bukan karena tidak suka, kami mau menegaskan bahwa itu adalah kezaliman. Kalau memang itu kezaliman maka harus di SP3," kata Benny, usai menghadiri rapat koordinasi ddengan MA. Ketua Komisi III ini juga mengatakan keputusan untuk mengeluarkan " deponeering " adalah sebuah keputusan yang salah, karena deponeering terlebih menyudutkan kedua wakil pimpiann KPK itu. " Deponeering itu seolah-olah tuduhan itu benar, maka ungkap kasus itu. Kenapa kalian(Bibit-Chandra) mau deponeering kalau kalian tidak salah," jelasnya. Benny juga membantah bahwa penolakan kehadiran Bibit Chandra tidak terkait dengan kasus "travel cheque" pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. Dalam pemberitaan sebelumnya, Komisi III dalam Rapat Dengar Pendapat pada Senin (31/1) mengusir pimpinan KPK yang telah mengikutsertakan Bibit-Chandra di persidangan. Komisi III beranggapan "deponeering" tersebut tidak menghilangkan status hukum Bibit dan Chandra sebagai tersangka. >> Ediatmo

SURAT KABAR UMUM

Advertorial

Edisi 230 Tahun XI 8 - 18 Februari 2011

12

Bupati Natuna Lakukan Lawatan di Kecamatan Bunguran Selatan
Ranai,(MR) Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt (21/01) pekan lalu, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Bunguran Selatan. Dalam kunjungan kerja tersebut Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt melakukan peresmian pemakaian beberapa bangunan insfratuktur, fisik di Kecamatan Bunguran Selatan meski ada yang belum pinal pekerjaannya. Dalam kesempatan tersebut turut hadir sejumlah unsur FKPD ( Forum Komunikasi Perangkat Daerah) Natuna, tokoh adat dan masyarakat setempat,serta sejumlah SKPD. Ada pun beberapa bangunan fisik yang diresmikan oleh Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt di Kecamatan Bunguran Selatan diantaranya, Peresmian pemakaian jembatan penghubung Setedung-Singgang Bulan, Peresmian gedung Sekolah Dasar 003 Singgang Bulan, Peresmian Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) At-Taufa dan TK AlHidayat Singang Bulan, SMA Ansor Singgang Bulan dan Peresmian Pemakaian jaringan listrik tenaga surya PLTS Hybrith di desa Cemaga Kecamatan Bunguran Selatan. Dalam kesempatan yang sama Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt juga menyerahkan bantuan kepada Karang Taruna setempat berupa peralatan olah raga dan drum band, bagi siswa SMAAnsor. Dalam sambutannya Raja Amirullah menyebutkan, salah satu indikator kesejahteraan suatu daerah atau kecamatan, bukan semata-mata dilihat dari keberadaan pembangunan fisik saja, tetapi masalah pendidikan dan kesehatan masyarakat disuatu daerah juga menjadi tolak ukur majunya sebuah daerah. Pembangunan sarana dan prasarana yang bersipat fisik seperti jalan, jambatan, listrik, sarana air bersih dan gedung-gedung pertemuan memang penting, namun yang lebih penting lagi adalah pembangunan karakter atau keperibadian masyarakat itu sendiri, ungkap Raja Lebih jauh Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt menegaskan bahwa, pada tahuntahun yang akan datang pemerintah Kabupaten Natuna telah bertekat akan memulai serta mengarahkan pembangunan di Natuna dari tingkat bawah yakni ditingkat pedesaan dan kecamatan. Sebab itu otonomi pedesaan dan kecamatan menjadi program prioritas pemerintah daerah yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Untuk itu, diharapkan dengan program otonomi pedesaan dan kecamatan, pembangunan di Natuna akan lebih baik, merata dan berkembang demi kesejahteraan masyarakat. Marilah kita bersama-sama membangun Natuna kedepan. >> Roy

Bupati Natuna bersama rombongan muspida Natuna saat berkunjung di kecamatan Bunguran Selatan

Bupati Natuna menyampaikan sambutannya

Bupati Natuna Raja Amirullah,Apt menandatangani berita acara peresmian pembangunan jemabatan Setedung-Singgang Bulan

Plh. Sekda Natuna Drs. Minwardi bersama muspida meyumbangkan lagu kesayangannya

Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt menyerahkan bantuan kepada Karang Taruna Kecamatan Bunguran Selatan

Bupati Natuna melakukan percobaan peralatan PLTS di Cemaga kecamatan Bunguran Selatan

Bupati Natuna didampingi istri Diana Novita meninjau bangunan SD 003 Singgang- Bulan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->