DR407 TEORI SASTRA: S-1, 3 SKS, SEMESTER 2 Mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah dari kelompok

ilmu-ilmu sastra dan keahlian program studi. Setelah selesai perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan, mengenai [a] batasan dan hakikat sastra, [b] fungsi sastra, [c] ciri-ciri sastra, [d] genre atau corak karangan, [e] struktur khasanah sastra (puisi, prosa, dan drama) dan [f] aliran dan pendekatan sastra ((1) strukturalisme, (2) semiotik, (poststrukturalisme): (3) feminisme, (4) dekonstruksi)). Selain itu, diharapkan mahasiswa memiliki keterampilan menganalisis jenis karangan sesuai pendekatan yang telah dipelajarinya dan memiliki sikap yang baik terhadap perkembangan teori dan karya sastra dalam membina sikap berbahasa dan bersastra yang baik bagi para mahasiswa sebagai calon guru. Pelaksanaan perkuliahan ini menggunakan OHP, LCD, dan naturalisasi media. Pendekatan yang digunakan adalah ekspositoris, komunikatif, persuasif, analitik, dan apresiatif. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, latihan, studi pustaka, dan studi lapangan. Tahap penguasaan dan kemampuan materi selain dievaluasi dengan UTS dan UAS, juga dievaluasi dengan tugas individu dan kelompok. Buku sumber utama adalah Abrams, M.H. 1979. The Mirror and The Lamp. London. New York: Oxford University Press; Abrams, M.H. 1981. A Glossary of Literary Term (Fourth Edition). New York: Holt, Rinehart and Winston; Adiwidjaja, R.I.. 1954. Kesusastraan Sunda I-II. Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementrian P&K; Eagleton, Terry. 1983. Literary Theory: An Introduction. Minneapolis: Univ. of Minnesota; Wellek, Rene dan Austin Warren. 1987 Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia; Teeuw, A. 1988 (cet ke-2). Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya dan Gimukti Pasaka.

1

persuasif. [c] ciri-ciri sastra. feminisme. dekonstruksi). S. Deskripsi Mata Kuliah Membahas pengetahuan dan pemahaman [a] batasan dan hakikat sastra. dan drama) dan [f] aliran dan pendekatan sastra (strukturalisme. [b] fungsi sastra. feminisme. semiotik. komunikatif. diharapkan mahasiswa memiliki keterampilan menganalisis jenis karangan sesuai pendekatan yang telah dipelajarinya dan memiliki sikap yang baik terhadap perkembangan teori dan karya sastra dalam membina sikap berbahasa dan bersastra yang baik bagi para mahasiswa sebagai calon guru. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah: Kode Mata Kuliah: Bobot SKS: Semester/Jenjang: Kelompok Mata Kuliah: Jurusan/Program: Prasyarat: Dosen/Kode Dosen: Teori Sastra DR 407 3 SKS 2/S1 Ilmu-ilmu Sastra Pendidikan Bahasa Daerah Mahasiswa sudah mempunyai pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai teori kesusastraan. tanya-jawab. Evaluasi Kehadiran 85% Tugas Kelompok Tugas Individual UTS UAS PAP 1T+1UTS+2UAS 4 2 . studi lapangan/pustaka Individual. Hum (2022) 2. 3. analitik.. [d] genre atau corak karangan. Dedi Koswara. mengenai [a] batasan dan hakikat sastra. [e] struktur khasanah sastra (puisi.Pd. latihan. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan: Metode: Tugas: Media: Ekspositoris. (0690) Retty Isnendes. semiotik. Selain itu. studi pustaka. Dr. apresiatif Ceramah. dan drama) dan [f] aliran dan pendekatan sastra (strukturalisme. prosa. LCD. M. dan naturalisasi media 5. dekonstruksi). [c] ciri-ciri sastra. [d] genre atau corak karangan.SILABUS 1. M. kelompok OHP. Hum. prosa. [b] fungsi sastra. Tujuan Setelah selesai perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan. 4. [e] struktur khasanah sastra (puisi. diskusi.

buhun.6. wawangsalan). (5) membedakan beberapa genre karya sastra seperti carpon dan sketsa. ruang lingkup mata kuliah. drama). esey dan kritik sastra). Prinsip-prinsip dasar bentuk puisi (1) pengertian dan hakikat puisi Sunda.5 6. biografi dan autobiogafi. buku ajar yang digunakan dan sumber lain. (3) pembentuk nilai humaniora. drama inkonvensional (absurd). (4) anatomi struktur literer tiap genre karya sastra drama. (3) sebagai sistem. narasi.7 8 9. (2) genre perwujudan (wangun: puisi.) pupuh (dangding. dsb. (3) genre puisi Sunda. guguritan) dan sajak. paparikan. drama konvensional. (2) alat penerus tradisi dan pelestarian budaya. dsb.). heubeul dan modern. Klasifikasi sastra Klasifikasi menurut: (1) media perwujudan (wanda: lisan dan tulisan). (2) sebagai ilmu. Ujian Tengah Semester Prinsip-prinsip dasar bentuk prosa (1) pengertian dan hakekat prosa Sunda. mantra (jangjawokan. kakawihan. (2) aspek aspek prosa Sunda. dan hal-hal esensial dalam pelaksanaan perkuliahan. (4) telaah struktur literer tiap genre karya sastra. 13 14 15 16 3 . purna drama. dan teater. (5) sebagai karya seni). (2) aspek-aspek puisi Sunda. (3) genre prosa Sunda berdasarkan jaman dan perkembangannya. tugas yang harus diselesaikan. sair (pupujian. asihan. gending. (3) genre drama Sunda berdasarkan jaman dan perkembangannya (dramaswara. kebijakan pelaksanaan perkuliahan. (4) perwujudan dan perkembangan puisi Sunda berupa: pantun. Prinsip-prinsip dasar bentuk drama (1) pengertian dan hakekat drama Sunda. Pengertian dan hakikat sastra (Pengertian sastra secara: (1) etimologis. 11 12. sawer. anyar). (4) sebagai proses kreatif. Fungsi kesusastraan (Sastra sebagai: (1) alat komunikasi. (2) aspek-aspek drama Sunda. Aliran dan pendekatan sastra: Strukturalisme dan Semiotik Aliran dan pendekatan sastra: Feminisme dan Dekonstruksi Ujian Akhir Semester 2 3 4.10. (4) pelipur lara). Rincian Materi Perkuliahan Tiap Pertemuan Pertemuan 1 Pokok Bahasan Tujuan mata kuliah. (3) jenis perwujudan (warna: klasik. roman dan novel dan novelet. kebijakan penilaian hasil belajar. jemblungan. jampe. sisindiran (rarakitan.

Apresiasi Kesusastraan. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. Ajip. Bandung: Angkasa. _______________________. Sumardjo. 1967. Daftar Buku a. Bandung: Geger Sunten. R. Rosidi. Kesusastraan Sunda Dewasa Ini. Jakarta: Pustaka Jaya. 1983. 1992.I. Jakarta: BP. 1985. Pengantar Ilmu Sastra (diterjemahkan oleh Dick Hartoko). Jakob & Saini KM. Rinehart and Winston. New York: Oxford University Press. Tentang Sastra (diterjemahkan oleh Akhadiati Ikram). ---------------. Adiwidjaja. dkk. Eagleton. 1958. Jakarta: Pustaka Jaya dan Gimukti Pasaka. 1966. Buku Utama Abrams. Henry Guntur. Literary Theory: An Introduction. 1987. Wellek. b. 1987. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: Gadjah mada University Press. Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementrian P&K. M. Ajip. Teeuw. The Mirror and The Lamp. 1995 (Cet ke-4). 4 . 1988. Pengkajian Puisi. of Minnesota. Sastra dan Ilmu Sastra. Umar. A Glossary of Literary Term (Fourth Edition). 1981. Jakarta: Gramedia. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. dll. Terry. Jakarta: Gramedia. Jakarta: BP. Minneapolis: Univ. 1995. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.A. makalah. on-line. Prosa jeung Puisi Sabada Perang. 1983. 1983. New York: Holt. London. A. Jurnal. Tergantung pada Kata. Jakarta: Pustaka Jaya. Selden.. 1963. Kesusastraan Sunda I-II. Salmun.H. Rosidi. Teeuw. ------------------.7. 1954. Raman. M. 1979. (cet-2) Dari Peristiwa ke Imajinasi. Rachmat Djoko. Sumber Pengayaan Pradopo. Kamus Istilah Sastra. Intermasa. Kanjut Kundang. Ngalanglang Kasusastraan Sunda 1983. Kandaga Kesusastraan. 1992. Teori Kesusastraan. A. Rene dan Austin Warren. Tjirebon: Tjupumanik. Jakarta: Gramedia. Tarigan. Luxemburg. Iskandarwassid. 1988 (cet ke-2). jan van.

Rene dan 4. Menyimpulkan dunia/jagat sastra pengertian sastra Wellek. 1995 (Cet ke-4). secara etimologis dan pendapat para ahli. (b) jagat sastra [sastra sebagai ilmu/studi sastra dan sebagai karya] (c) karya sastra Sunda Proses Pembelajaran Tugas dan Evaluasi Media dan Sumber Tujuan Pembelajaran Khusus (Performansi/indikator) 1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian sastra dalam pengertian etimologis 2. Jakarta: Gramedia Karya sastra Sunda Media dan OHP/ LCD Adiwidjaja. Mahasiswa dapat (a) Sastra sebagai 1. Mahasiswa membaca karya 3.I. A. R. Mahasiswa dapat menerangkan kedudukan sastra dalam jagat sastra 4. Kesusastraan 2 1. para ahli pengertian para Jakarta: Pustaka Jaya dan Gimukti 3. Mahasiswa menerangkan secara etimologis (cet ke-2). Mahasiswa menyimak menjelaskan hakikat sastra ilmu dan ciri-cirinya materi perkuliahan sebagai ilmu (b) sastra sebagai 2. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian sastra dalam pengertian para ahli 3. Mahasiswa menjelaskan 1. sastra Sunda akhir perkuliahan Teori Kesusastraan.. 1954. 1988 2. Mahasiswa menyimak ahli Pasaka kedudukan sastra dalam 2. Mahasiswa dapat sistem dan unsurekelompok kecil dan Mahasiswa menjawab pertanyaan lisan di akhir perkuliahan 5 . Mahasiswa membaca karya sastra Sunda dan 1. Pemberian tugas Media OHP/LCD pengertian sastra secara individu tentang etimologis pengertian sastra Teeuw.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode dan Nama Mata Kuliah: Topik Bahasan: Tujuan Pembelajaran Umum: Jumlah Pertemuan: Pert ke 1 DR407 Teori Sastra Pengertian dan hakikat sastra Mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pengertian dan hakikat sastra 2 (dua) kali Sub Pokok Bahasan Dan Rincian Materi (a) Bermacammacam pengertian sastra. Mahasiswa membuat 2. Sastra pengertian sastra menurut dan menurut dan Ilmu Sastra. Pertanyaan lisan di Austin Warren.

(b) sistem. Mahasiswa membaca sastra Sunda sastra dapat sastra dapat sastra karya mendiskusikan ciri dan unsur yang unsure hakikat sastra membangunnya sebagai: (a) ilmu. Jakarta: Gramedia Karya sastra Sunda 6 . Salmun. Apresiasi Kesusastraan. Rene dan Austin Warren.menjelaskan hakikat sebagai sistem 3. Jakarta: BP. 1995 (Cet ke-4). Mahasiswa memberi contoh karya seni (d) karya sastra hakikat sastra 4. 1988. Sumardjo. Kandaga Kesusastraan. 1958. dan (d) proses kreatif karya seni. Mahasiswa menjelaskan hakikat sebagai proses kreatif 4. Mahasiswa membaca karya Sunda sastra Sunda Sunda I-II. M. Jakob & Saini KM. Mahasiswa menjelaskan hakikat sebagi karya seni 5. Teori Kesusastraan.A. Jakarta: Gramedia Wellek. Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementrian P&K. (c) sastra sebagai (c) proses kreatif. (d) sastra sebagai 3.

Karya Sastra 3. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Pustaka Jaya Karya sastra Sunda Topik Bahasan: Tujuan Pembelajaran Umum: Jumlah Pertemuan: Pert ke 3 Tujuan Pembelajaran Khusus (Performansi/indicator) 1. Mahasiswa menyimpulkan Sunda hasil pembahasan dan diskusi kelas dan tanya jawab 4. 1983. Jakarta: Gramedia Teeuw. Sumardjo. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda Tugas mandiri mendokumentasikan karya berupa contohcontoh sesuai dengan fungsi sastra 7 . Jakarta: Gramedia. Fungsi sastra 1. 2.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode dan Nama Mata Kuliah: DR407 Teori Sastra Fungsi sastra Mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai fungsi sastra 1 (satu) kali Sub Pokok Bahasan Dan Rincian Materi Proses Pembelajaran Tugas dan Evaluasi Media dan Sumber Media dan OHP Luxemburg. Mahasiswa mendokumentasikan hasil karya karya berupa contohcontoh sesuai dengan fungsinya 5. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda 1. Jakob & Saini KM. 1992. Tergantung pada Kata. Mahasiswa (b) alat penerus mengembangkan tradisi pemahaman mengenai (c) pembentuk nilai fungsi sastra dengan cara humaniora diskusi kelas dan tanya (d) pelipur lara jawab 2. Mahasiswa menyimak sebagai: materi kuliah dari dosen (a) alat komunikasi. A. Mahasiswa dapat menjelaskan bermacammacam fungsi sastra 2. Pengantar Ilmu Sastra (diterjemahkan oleh Dick Hartoko). 1988.

Rene dan Austin Warren. cara diskusi kelas dan tanya klasifikasi hasil sastra menurut dan jenisnya jawab media (wanda) perwujudannya (warna). 1995 (Cet ke-4). Mahasiswa (1) lisan dan (2) mendokumentasikan hasil tertulis. Mahasiswa dapat (wanda). Mahasiswa dapat (a) Hasil/karya 1.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode dan Nama Mata Kuliah: Topik Bahasan: Tujuan Pembelajaran Umum: Jumlah Pertemuan: Pert ke 4 DR407 Teori Sastra Klasifikasi sastra Mahasiswa memiliki pengetahuan. pemahaman.H. M. Wellek. New York: Oxford University Press. dan keterampilan mengenai klasifikasi sastra 2 (dua) kali Tugas dan Evaluasi Media dan Sumber Media. karya karya berupa contoh(c) Karya Sastra contoh sesuai dengan Sunda klasifikasinya 5. Mahasiswa sastra menurut klasifikasi menurut: mengembangkan perwujudannya. London. The Mirror and The Lamp. OHP/LCD Abrams. genreklasifikasi sastra dengan menyebutkan dan merinci nya (wangun). Mahasiswa membaca karya sastra Sunda Tugas mandiri mendokumentasikan karya berupa contohcontoh sesuai dengan klasifikasi sastra dan media perwujudannya 8 . medianya pemahaman mengenai 2. Karya sastra Sunda Tujuan Pembelajaran Sub Pokok Bahasan Proses Pembelajaran Khusus Dan Rincian Materi (Performansi/indicator) 1. 1979. Mahasiswa membaca karya (b) Klasifikasi hasil pembahasan dan sastra Sunda menurut diskusi kelas dan tanya medianya adalah jawab karya sastra 4. 3. Mahasiswa menyimpulkan 3. Teori Kesusastraan. Mahasiswa menyimak membedakan dan sastra materi kuliah dari dosen membandingkan hasil karya diklasifikasi 2.

London. klasifikasinya (2) 4.5 1. contoh sesuai dengan sisindiran jste. Bandung: Geger Sunten Wellek. Mahasiswa genre (wangun) karya sastra (1) mengembangkan perwujudannya puisi. Iskandarwassid. Kamus Istilah Sastra. OHP/LCD Tugas mandiri: Membuat Matriks klasifikasi karya Abrams. Mahasiswa membaca karya (c) Karya sastra sastra Sunda Sunda Media. sastra Sunda 1979. mantra. (2) prosa. karya karya berupa contohdongeng. drama 5. 1995 (Cet ke-4). Mahasiswa memberi contoh modern/anyar: judul-judul karya sastra novel. Mahasiswa membaca karya pantun. pemahaman mengenai 2. Jakarta: Gramedia Karya sastra Sunda 9 . Sunda sesuai dengan sajak. mendokumentasikan hasil sastra Sunda wayang. Mahasiswa menyimak menyebutkan dan merinci menurut materi kuliah dari dosen klasifikasi hasil sastra menurut genrenya adalah 2. Teori Kesusastraan. Mahasiswa dapat (a) Klasifikasi 1. M. Mahasiswa dapat menyebut dan (3) drama klasifikasi sastra dengan dan merinci klasifikasi hasil (b) Klasifikasi cara diskusi kelas dan tanya sastra menurut jenis (warna) menurut (1) jawab perwujudannya klasik/heubeul: 3. 1992. New York: Oxford University Press. cerpen. The Mirror and The Lamp. naskah klasifikasinya. Rene dan Austin Warren. Mahasiswa 3.H.

Jakarta: BP Wellek. Kamus Istilah Sastra. Kanjut Kundang. 1992. Rachmat Djoko. Bandung: Geger Sunten Pradopo. Rosidi. Pengkajian Puisi. Ajip. Rene dan Austin Warren. 1963. Mahasiswa dapat merinci aspek-aspek puisi 4. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Mahasiswa dapat menyebut pengertian dan hakikat puisi Sunda 2. 1987. dll) hakikat puisi Sunda dengan (c) Karya sastra cara tanya jawab Sunda 3. Mahasiswa menjawab pertanyaan lisan tentang perbedaan puisi Sunda dan Indonesia atau asing 4. mengenai pengertian dan imajinasi. Mahasiswa menyimak hakikat puisi Sunda materi kuliah dari dosen (b) Aspek-aspek atau 2. Tujuan Pembelajaran Khusus (Performansi/indikator) 1. mahasiswa mampu membedakan pengertian puisi Sunda dengan puisi Indonesia atau asing 3. Prosa jeung Puisi Sabada Perang. Mahasiswa menjawab unsur-unsur atau aspek-aspek karya sastra puisi 5. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda (a) Pengertian dan 1. irama. 1995 (Cet ke-4).SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode dan Nama Mata Kuliah: Topik Bahasan: Tujuan Pembelajaran Umum: Jumlah Pertemuan: Pert ke 6 DR407 Teori Sastra Prinsip-prinsip dasar bentuk puisi Mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai struktur sastra puisi 2 (dua) kali Sub Pokok Bahasan Dan Rincian Materi Proses Pembelajaran Tugas dan Evaluasi Media dan Sumber Media OHP/LCD Iskandarwassid. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda Tugas individual: Membaca karya sastra puisi dan membuat laporan secara tertulis 10 . Mahasiswa unsur-unsur puisi mengembangkan pemahaman (bunyi. nada.

Mahasiswa dapat merinci carita. Rachmat tentang penelaahan Djoko. sair. Teori Kesusastran. Jakarta: BP Wellek. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Mahasiswa dapat merinci (a) Genre puisi 1. Kanjut Kundang. Mahasiswa membedakan nya (heubeul dan warna puisi Sunda anyar): pantun. jenis puisi Sunda Pengkajian Puisi. 1987. 6. Jakarta: Gramedia Karya sastra Sunda 11 . contoh-contoh puisi heubeul sisindiran. kawih. 1992. Rene dan Austin Warren. Mahasiswa menyimak sastra Sunda puisi menurut materi kuliah dari dosen perkembangan4. Mahasiswa mengembangkan 2. Ajip. sastra Sunda sajak (c) Karya Sastra Sunda Membaca karya sastra puisi dan membuat laporan secara tertulis Tugas kelompok: Diskusi kelompok Pradopo. naratif. 1995 (Cet ke-4). Kamus Istilah Sastra. Prosa jeung Puisi Sabada Perang. dan anyar. Bandung: Geger Sunten 7 1. Rosidi. Jakarta: Gramedia Karya sastra Sunda Media OHP/LCD Iskandarwassid. 1963. Mahasiswa membaca karya dan menjelaskan genre puisi Sunda: (1) puisi sastra puisi Sunda nu ngawujud 2. kakawihan. 5. pemahaman mengenai genre dan menjelaskan jenis (2) puisi nu teu dan jenis puisi Sunda dengan ‘warna’ puisi Sunda ngawujud carita cara tanya jawab 3.Teori Kesusastran. Mahasiswa membaca karya (b) Jenis atau warna 3. Mahasiswa menyebutkan mantra. Mahasiswa membaca karya pupuh.

Mahasiswa menyimak hakikat prosa Sunda materi kuliah dari dosen (b) Aspek-aspek atau 2. Ajip. Mahasiswa dapat merinci aspek-aspek prosa Sunda 4. fakta hakikat prosa Sunda dengan cerita dan sarana cara tanya jawab cerita. Mahasiswa menjawab (c) Karya sastra pertanyaan lisan tentang Sunda perbedaan prosa Sunda dan Indonesia atau asing 4. Minneapolis: Univ. 1983. Bandung: Geger Sunten Rosidi. Literary Theory: An Introduction. Jakarta: Pustaka Jaya. Mahasiswa dapat menyebut pengertian dan hakikat prosa Sunda 2. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda (a) Pengertian dan 1. 1992. Mahasiswa unsur-unsur prosa mengembangkan pemahaman (tema dan mengenai pengertian dan permasalahan. Ngalanglang Kasusastraan Sunda 1983. mahasiswa mampu membedakan pengertian prosa Sunda dengan prosa Indonesia atau asing 3.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode dan Nama Mata Kuliah: Topik Bahasan: Tujuan Pembelajaran Umum: Jumlah Pertemuan: Pert ke 9 DR407 Teori Sastra Prinsip-prinsip dasar bentuk prosa Mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai struktur sastra prosa 3 (tiga) kali Sub Pokok Bahasan Dan Rincian Materi Proses Pembelajaran Tugas dan Evaluasi Media dan Sumber Media OHP/LCD Iskandarwassid. 1967. Kamus Istilah Sastra. of Minnesota Tujuan Pembelajaran Khusus (Performansi/indikator) 1. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda Membaca karya sastra prosa dan membuat laporan secara tertulis 12 . Mahasiswa menyebutkan unsur-unsur atau aspek-aspek karya sastra prosa 5. dll) 3. Terry. Eagleton.

Mahasiswa dapat merinci dan menjelaskan jenis (warna) prosa Sunda berdasarkan jamannya dan dapat menjelaskan perkembangannya 2. Minneapolis Karya sastra Sunda 11 1. Mahasiswa (b) biografi dan mengembangkan pemahaman mengenai perbedaan jenis autobiogafi. 2. Bandung: Geger Sunten Rosidi. 1967. 1983. esey dan Struktur literer 1. (c) roman dan novel prosa Sunda dengan cara Tugas Kelompok: Media Menelaah jenis prosa OHP/LCD Sunda dan membuat Iskandarwassid. Mahasiswa membaca jenis prosa menurut karya sastra prosa perkembangan-nya berdasarkan jaman dan (heubeul dan anyar): perkembangannya dongeng. laporan kelompok 1992. Ngalanglang Kasusastraan Sunda 1983. Jakarta: Pustaka Jaya. novel. Ajip. Mahasiswa dapat membedakan beberapa jenis karya sastra seperti cerpen dan sketsa. Terry. Mahasiswa menyimak beberapa jenis prosa materi kuliah dari dosen (a) cerpen dan sketsa. Eagleton. carpon. 2. Mahasiswa membedakan (b) Karya sastra jenis prosa Sunda Sunda berdasarkan jaman dan perkembangannya 4. roman dan novel dan novelet. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda (a) Jenis atau warna 1. Literary Theory: An Introduction. Istilah Bandung: Kamus Sastra.Karya Sunda sastra 10 1. Kamus Istilah Sastra. biografi dan autobiogafi. dan materi kuliah dari dosen novellet 3. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda Tugas Mandiri: Membaca karya sastra prosa Sunda berdasarkan jenis perwujudannya dan membuat laporan secara tertulis Media OHP/LCD Iskandarwassid. 1992. Mahasiswa menyimak roman. Geger 13 .

Tentang Sastra (diterjemahkan oleh Akhadiati Ikram). Intermasa. Mahasiswa membaca jenis prosa Sunda 4. 2. 1967. Ngalanglang Kasusastraan Sunda 1983. Mahasiswa membaca karya (d) esey dan kritik sastra Sunda sastra (e) Karya sastra Sunda tanya jawab 3. 1983. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda Sunten Luxemburg. jan van. Minneapolis Karya sastra Sunda 14 . Literary Theory: An Introduction.kritik sastra dan novelet. 1987. Eagleton. Ajip. Rosidi. Mahasiswa membedakan struktur literer jenis prosa Sunda 6. Jakarta: Pustaka Jaya. dkk. Terry. Mahasiswa menelaah struktur literer jenis prosa Sunda 5.

Membaca naskah drama Sunda dan membuat laporan secara tertulis 2. Mahasiswa dapat merinci aspek-aspek drama Sunda 4. Tentang Sastra (diterjemahkan oleh Akhadiati Ikram). Kamus Istilah Sastra. Tujuan Pembelajaran Khusus (Performansi/indikator) 1. 1981. A Glossary of Literary Term (Fourth Edition). Mahasiswa mampu membedakan pengertian drama Sunda dengan prosa Indonesia atau asing 3. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda (a) Pengertian dan 1. Mahasiswa menjawab artistik panggung. 1987. dkk. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda Tugas Mandiri: 1. pertanyaan lisan tentang sutradara) perbedaan drama Sunda dan (c) Karya sastra Indonesia atau asing 4. Mengapresiasi pertunjukan drama 15 . New York: Holt.M. Intermasa Sumardjo. Jakob & Saini KM. jan van. Rinehart and Winston Iskandarwassid.. Mahasiswa dapat menyebut pengertian dan hakikat drama Sunda 2. Mahasiswa menyimak materi kuliah dari dosen hakikat drama Sunda Mahasiswa (b) Aspek-aspek atau 2. 1988. Bandung: Geger Sunten Luxemburg. Mahasiswa menyebutkan Sunda unsur-unsur atau aspek-aspek karya sastra drama 5. 1992. unsur-unsur hakikat drama Sunda dengan cara tanya jawab pagelaran drama/wujud visual 3.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode dan Nama Mata Kuliah: Topik Bahasan: Tujuan Pembelajaran Umum: Jumlah Pertemuan: Pert ke 12 DR407 Teori Sastra Prinsip-prinsip dasar bentuk drama Mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai struktur sastra drama 2 (dua) kali Sub Pokok Bahasan Dan Rincian Materi Proses Pembelajaran Tugas dan Evaluasi Media dan Sumber Abrams H. unsur-unsur drama mengembangkan pemahaman (unsur-unsur naskah mengenai pengertian dan drama.

Mahasiswa menelaah jenis drama Sunda secara structural 6. seni pertunjukan (b) Struktur literer jenis (naskah) drama Sunda (c) Karya sastra Sunda 1.Apresiasi Kesusastraan. Mahasiswa membaca salah satu naskah dari jenis drama Sunda 2. 1988. gending. Apresiasi Kesusastraan.M. Mahasiswa dapat merinci dan menjelaskan jenis (warna) perwujudan drama Sunda berdasarkan jaman dan perkembangannya 2. dkk. Jakob & Saini KM. jan van. 1981. Mahasiswa menyimak materi kuliah dari dosen 3 Mahasiswa membedakan jenis drama Sunda berdasarkan jaman dan perkembangannya secara struktural 5. Mahasiswa dapat menelaah anatomi struktur literer jenis drama Sunda 3. Rinehart and Winston Iskandarwassid. A Glossary of Literary Term (Fourth Edition). Tentang Sastra (diterjemahkan oleh Akhadiati Ikram). Jakarta: Gramedia Karya sastra Sunda Abrams H. jemblungan. teaoter. 1987. 1992. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda Tugas kelompok: Mahasiswa mempresentasikan hasil telaahnya secara kelompok 16 .. Bandung: Geger Sunten Luxemburg. Jakarta: Gramedia Karya sastra Sunda 13 1. Intermasa Sumardjo. purna drama. Kamus Istilah Sastra. drama konvensional. Mahasiswa membaca karya sastra Sunda (a) Jenis atau warna drama menurut perkembangan-nya (tradisional ‘heubeul’ dan modern ‘anyar’): dramaswara. drama inkonvensional. New York: Holt.

Mahasiswa dapat menjelaskan aliran dan pendekatan sastra Semiotik: sejarah. Mahasiswa menjelaskan Tugas kelompok: Strukturalisme dan aliran dan pendekatan sastra Diskusi kelompok Semiotik: Strukturalisme: sejarah. Tujuan Pembelajaran Khusus (Performansi/indikator) 1. kritik. Selden. prinsip. prinsip. kritik. perkembangan. tokoh. perkembangan. perkembangannya. metodologi. prinsip. Mahasiswa menjelaskan (7) perkembangan aliran dan pendekatan sastra Semiotik: sejarah. 4. Jakarta: Gramedia. dan dapat menelaah karya sastra berdasarkan pada aliran dan pendekatan sastra. Mahasiswa dapat menelaah karya sastra berdasarkan pendekatan struktural 3. Mahasiswa dapat menjelaskan aliran dan pendekatan sastra Strukturalisme: sejarah. The Mirror and The Lamp. Semiotik dan (3) prinsip perkembangannya. Raman. kritik. Pengantar Ilmu Sastra (diterjemahkan oleh Dick Hartoko). Minneapolis Luxemburg. tokoh. London. 1992. Mahasiswa dapat menelaah karya sastra berdasarkan Pendekatan 1. New York: Oxford University Press Eagleton. (6) kritik 3. kelebihan-kelemahan. Mahasiswa menelaah karya sastra berdasarkan (5) kelebihansastra berdasarkan kedua pendekatan kekurangan pendekatan struktural tsb. mempresentasikan (1) sejarah tokoh.H.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode dan Nama Mata Kuliah: Topik Bahasan: Tujuan Pembelajaran Umum: Jumlah Pertemuan: Pert ke 14 DR407 Teori Sastra Aliran dan Pendekatan Sastra Mahasiswa memiliki pengetahuan. metodologi. kritik. metodologi. kelebihankelemahan. Terry. pemahaman. 1983. Literary Theory: An Introduction. 2. 1979. prinsip. Mahasiswa menelaah karya sastra berdasarkan pendekatan semiotik 17 . 4. 2 (dua) kali Sub Pokok Bahasan Dan Rincian Materi Proses Pembelajaran Tugas dan Evaluasi Media dan Sumber Abrams. M. metodologi. menelaah karya (4) metodologi 2. Strukturalisme dan (2) tokoh kelebihan-kelemahan. tokoh. kelebihan-kelemahan.

Mahasiswa dapat menelaah karya sastra berdasarkan pendekatan feminisme 3. (2) tokoh kelebihan-kelemahan. 1995. perkembangan. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. Literary Theory: An Introduction. kritik. kritik. New York: Oxford University Press Eagleton. prinsip. (3) prinsip perkembangannya. 18 . Jakarta: Gramedia. Mahasiswa menjelaskan (7) Perkembangan aliran dan pendekatan sastra Dekonstruksi: sejarah. Raman. Terry. Yogyakarta: Gadjah mada University Press. tokoh. metodologi. perkembangan. 2. 1983. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. metodologi. Mahasiswa menelaah karya sastra berdasarkan pendekatan dekonstruksi Tugas kelompok: Diskusi kelompok mempresentasikan Feminisme dan Dekonstruksi dan menelaah karya sastra berdasarkan kedua pendekatan tsb. perkembangannya. kritik. metodologi.H. metodologi. Minneapolis Luxemburg. Mahasiswa dapat menjelaskan aliran dan pendekatan sastra Dekonstruksi: sejarah. The Mirror and The Lamp. Mahasiswa menjelaskan Pendekatan aliran dan pendekatan sastra Feminisme dan Feminisme: sejarah. Yogyakarta: Gadjah mada University Press. prinsip. Mahasiswa dapat menjelaskan aliran dan pendekatan sastra Feminisme: sejarah.pendekatan semiotik 15 1. Mahasiswa menelaah karya (5) kelebihansastra berdasarkan kekurangan pendekatan feminismel (6) kritik 4. 5. Mahasiswa dapat menelaah karya sastra berdasarkan pendekatan dekonstruksi 1. prinsip. 1995. 4. (4) metodologi 3. kelebihan-kelemahan. Selden. 1992. tokoh. London. tokoh. Dekonstruksi: (1) sejarah prinsip. 1979. kelebihan-kelemahan. kritik. tokoh. Abrams. M. kelebihan-kelemahan. Pengantar Ilmu Sastra (diterjemahkan oleh Dick Hartoko).

. Retty Isnendes.Hum. Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia 2009 19 . M.SILABUS TEORI SASTRA (DR 407) Dr. Hum. M. S.Pd. Dedi Koswara.