Anda di halaman 1dari 53

Kelompok III

Bab VII

1. Nugraha Ibnussalem 024008018


2. M Nurul Huda 024008045
3. Sari Ayu 024008007
4. Sapitri Ardiyani 024008016
5. Rahma Daniar 024008017
6. Dedi Susanto024008009
7. Virman Febrian 024008028
8. Nurmansyah 024008010
9. Fazrie Febianda 024008033
10. Siti Rahayu 024008023

UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR


Manajemen Keuangan dan Perbankan
D III
AUDIT BIDANG LUAR
NEGERI
Kegiatan perbankan Bidang Luar Negeri seperti eksport,
import, dan jasa-jasa Valas lainnya, dari hari ke hari telah
menunjukan arti penting yang semakin meningkat, bahkan
sumber- sumber pendapatan dari kegiatan Bidang Luar Negeri
ini telah menunjukan proporsi pendapatan yang lebih besar
dari jasa-jasa dalam negeri sendiri.
Dalam hal ini banyak factor-faktor yang perlu diperhatikan secara khusus, dengan bebagai

pertimbangan antara lain :


• Adanya peraturan yang sering berubah dari suatu periode ke periode yang lain dengan tingkat
frekuensi yang tinggi, dari hal ini auditror dituntut untuk mengikuti perkembangan peraturan-peraturan
yang menyangkut perkembangan Luar Negeri secara berkesinambungan.
• Dalam transaksi-transaksi luar negeri tersebut selalu dilibatkan berbagai mata uang yang satu sama
lainnya mempunyai nilai tukar yang berbeda dan mempunyai frekuensi tingkat perputaran yang sangat
tinggi. Nilai tukar (kurs) itu sendri dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan, sehingga para
pelaksana maupun para auditor dituntut pula ketelitiannya yang cukup tinggi.
• Transaksi ini juga menyangkut pihak luar negeri hingga hingga persyaratan yang telah disepakati harus
dilaksanakan dengan baik.
• Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam mengerjakan dokumen-dokumen
ekspor/impor yang dapat merugikan.
Dokumen ekspor/impor tersebut antara lain :
1. Letter of Credit

Adakan penelitian apakah :


1) L/C yang diterima tersebut telah ditest keabsahannya atau angka test, tanda
tangan dan lain-lain telah ditest otentikasinya.
2) Status L/C yang diterima tersebut operative cresit instrument atau pre advice.
3) Telah dicatat dalam registrasi yang disediakan secara tertib.
4) Reputasi Bank pembuka L/C cukup baik.
5) Kondisi L/C yang bersangkutan, antara lain :
 Irrecovable
 Valas yang dipakai convertible
 Sifat L/C restricted/general/unrestricted/negotiation type
6) Expiry date L/C tersebut lebih panjang dari lates shipment date/bill of lading.
7) Tanggal berlakunya expiry date adalah tanggal di Indonesia.
8) Syarat peruntukan L/C tersebut “ available by negotiaton”.
9) Klausula yang mempersulit pelaksanaan L/C telah diperbaiki
 Ditetapkannya dalam L/C nama kapal/maskapai pelayaran
 Meminta sertifikat yang diterbitkan oleh perwakilan pembeli
 Jenis komoditi tidak lazim
 Jumlah komoditi tidak wajar
 Syarat L/C tidak konsisten
10) Reimburse kepada bank ketiga dengan kondisi clean reimbursement.
11) Ada penegasan L/C tunduk pada Uniform Customs and Practice yang terbaru.
 2. Draft
Adakan penelitian apakah :
1) Nomor L/C tidak ada atau ditulis salah.
2) Draft diserahkan setelah expiry date (tanggal jatuh tempo) atau apabila bank
tutup pada tanggal L/C jatuh tempo, draft diunjukan pada hari kerja pertama
sesudah expiry date.
3) Nilai daripada draft lebih besar daripada nilai L/C.
4) Tenor todak sama dengan tenor yang disebut dalam L/C.
5) Draft ditarik bukan oleh beneficiary yang ditunjukan dalam L/C.
6) Tanda tangan penarik tidak tercantum.
7) Draft tidak di-endorse oleh payee di sebelah belakangnya, atau endorsement
dilakukan tidak benar.
8) Klausula yang diminta dalam L/C, misalnya klausula “Interest”,
tidak dicantumkan.
9) Instruksi-instruksi lainnya yang terdapat dalam L/C tidak
dipenuhi.
10) Draft ditarik pada pihak lain.
11) Draft dapat dibayarkan pada tanggal yang tidak ditentukan.
12) Kapasitas dari penandatangan tidak memenuhi ketentuan yang
ada, tidak disebutkan for and on behalf of a company, for, pro pp
or per pro (per pro-curationem).
3. Commercial Invoice
Adakan penelitian apakah :
1) Diterbitkan bukan oleh beneficiary L/C (nama tidak identik).
2) Nama pembeli tidak identik dengan nama account party L/C.
3) Keterangan mengenau barang (kecuali kuantitas) tidak identik.
4) Kuantitas barang melampaui “leeway” yang diijinkan. (Leeway=batas
kurang/lebih)
5) Nilai invoice melampaui L/C atau melampaui leeway yang diijinkan.
6) Jumlah harga yang terdapat dalam invoice berbeda dengan yang terdapat dalam
L/C.
7) Tanda persetujuan dari konsul Negara importer tidak dicantumkan
sebagaimana diminta oleh L/C.
8) Tidak ditandatangani sebgaimana syarat L/C.
9) Syarat L/C lainnya tidak dipenuhi.
10) Jumlahnya berbeda dengan jumlah nilai yang ada pada bill of exchange.
11) Tidak tercantum adanya suatu pernyataan bahawa invoice ini dibuat atas dasar
L/C nya itu sendiri.
12) Ditambahkannya biaya ekstra padahal tidak tercantumkan dalam L/C.
4. Bill of Lading
1) Jumlah lembar tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.
2) Adanya perubahan yang tidak diotentikan oleh pejabat yang berwenang dari
perusahaan Pelayaran atau agennya.
3) Tidak disebutkan ON BOARD sesuai dengan yang disyaratkan.
4) Pernyataan ON BOARD tidak diberi tanggal.
5) Pernyataan ON BOARD tidak ditandatangani atau disahkan oleh penangkut atau
agennya.
6) Perincian barang yang dimuat berbeda dengan yang tercantum dalam L/C.
7) Pengapalan atau shipment dilakukan dari pelabuhan dan tujuan yang berbeda
dengan yang disyaratkan.
8) Bentuk dari Bill of Lading-nya sendiri tidak sesuai dengan yang diminta dalam
dilakukan. Misal, Charter Party B/L, Forwarding Agents B/L.
5. Insurance Document
Adakan penelitian apakah :
1) Diterbitkan oleh suatu maskapai asuransi atau oleh “underwriter”.
2) Asuransi tidak dalam bentuk “negotiable”.
3) Valuta pertanggungan tidak sama dengan valuta dilakukan.
4) Keterangan barang tidak sesuai dengan L/C.
5) Pelabuhan muat tidak cocok dengan yang tercantum dalam L/C.
6) Resiko yang disebutkan dalam L/C tidak tercantum didalam polis
pertanggungan.
7) Dokumen diserahkan tidak “full set”.
8) Syarat L/C lainnya tidak terpenuhi.
9) Tidak dibuat dalam bentuk
transferable.
10) Nama kapal tidak tercatat.
11) Tidak menyebutkan adanya penutupan
asuransi untuk transshipment padahal
dalam B/L dicantumkan adanya
transshipment.
6. Certificate, List, Sheet
Adakan penelitian apakah :
1) Isi sertifikat tersebut telah menyatakan/menjawab kondisi yang diminta pada L/C.
2) Jumlah dan lembar yang diterbitkan telah sama dengan yang diminta dalam L/C.
3) Badan/ orang/ pihak yang berwenang menerbitkan sertifikat tersebut sesuai
dengan L/C.
4) Nama sertifikat itu sendiri telah sama dengan yang diminta dalam L/C.
5) Isinya konsisten dengan yang tercantum dalam B/L dan Invoice.
Beberapa contoh Certificate, List, Sheet yang harus
diperhatikan auditor diantaranya :
• Certificate of origin
• Certificate of quality
• Certificate of analysis
• Certificate of health
• Certificate of fumigation
• Certificate of phitosanitary
• Packing list, Measurement list, Weight list,
• Time sheet
7. Dokumen-dokumen pengapalan lainnya
Adakan penelitian apakah :
1) Jumlah L/C melbihi yang ditetapkan.
2) L/C telah kadaluarsa.
3) Dokumen tidak konsisten.
4) Tanda dan nomor berbeda dalam setiap
dokumen.
5) Jumlah berat barang berbeda pada
dokumen-dokumen.
A. EVALUASI INTERNAL CONTROL
(EIC)
Untuk memudahkan evaluasi ini dapat dibakukan dalam suatu
daftar pernyataan yang telah diarahkan untuk tujuan evaluasi.
Rangkaian daftar pernyataan tersebut dinamakan Evaluasi Internal
Control, atau dengan nama lainnya. Secara nyata evaluasi internal
control tersebut berbeda dalam suatu kegiatan satu dengan kegiatan
lainnya.
Setelah melakukan Evaluasi Internal Control, mulailah diadakan
compliance test dan substantive test untuk masing-masing nasabah.
B. AUDIT BIDANG EKSPOR
1. UMUM
Auditor harus memperhatikan kelengkapan dan isi dari masing-masing dokumen
yang digunakan didalam ekspor tersebut. Oleh karena itu auditor wajib mengingatkan
untuk menekan seminimal mungkin terjadinya discrepanciest (penyimpangan) pada
dokumen ekspor tersebut, diantaranya :
a) Pada saat penerimaan L/C baik per surat, telex, faximile telah diadakan otentikasi baik
melalui penelitian test key-nya Maupun pencocokan specimen tanda tangannya.
b) Teliti kondisi dan jenis L/C tersebut, dapat dilaksanakan atau tidak.
c) Cara penerusan L/C ke pihak eksportir,apakah sesuai dengan permintaan yang ada pada
L/C dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing bank.
d) Apakah biaya yang timbul telah dibebankan kepada nasabah sesuai dengan tarif yang
berlaku di bank yang bersangkutan.
e) Adakan penelitian terhadap isi dari L/C tersebut.
f) Perhatikan barang yang akan diekspor, apa tidak terkena larangan atau
memungkinkan untuk diekspor,
g) Teliti kembali pengisian formulir PEB
h) Adakan penelitian terhadap dokumen-dokumen ekspor.
i) Penelitian kembali pada saat pelaksanaan negosiasi.
j) Adakan verifikasi atas perhitungan draft.
k) Adakan penelitian kembali tentang proses pengiriman dokumen.
l) Adakan penelitian terhadap penerimaan Payment advice dan Credit advice.
m) Adakan penelitian apakah tidak terdapat wesel ekspor yang unpaid.
2. EKSPOR DENGAN USANCE L/C

a) Adakan penelitian mengenai jangka waktu penarikan wesel berjangkaseperti tersebut


dalam syarat L/C apakah selambat-lambatnya 190 hari setelah tanggal B/L.
b) Apakah wesel ekspor yang diambil alih telah dirediskontokan ke BI pada hari yang
sama.
c) Adakan penelitian apakah pelaksanaan penagihan wesel ekspor ini dilakukan tidak
melebihi jangka waktu 180 hari.
d) Adakan penelitian apakah setelah PEB disahkan lalu dibubuhi stempel ekspor
berdasarkan usance L/C.
e) Adakan rechecking apakah wesel berjangka tersebut telah diakseptasi oleh Bank
Pembuka L/C.
3. EKSPOR TANPA L/C

a) Teliti apakah ekspor tersebut didasarkan atas Sales Contract.


b) Apakah kelengkapan pengisian PEB telah sesuai/ telah benar.
c) Adakan penelitian apakah atas wesel maupun surat tagihan ekspor telah
diaksep oleh Bank Koresponden di Luar Negeri.
d) Adakan rechecking apakah atas wesel/surat tagihan wesel tersebut telah
ditutup asuransinya ke PT Askrindo.
PENJELASAN PROSEDUR EKSPOR

1. Pihak-pihak yang terlibat :

a) Eksportir
b) Importir
c) Bank Koresponden
d) Bank Dalam Negeri
e) Expedisi
f) SGS, Bea Cukai
g) Pelayaran
2. Urutan Kerja :

a) Eksportir dan importir mengadakan kontrak jual beli


b) Importir membuka L/C ke banknya di Luar Negeri
c) Eksportir mempersiapkan barang-barang yang akan dikirim kepada
expedisi kemudian diteruskan ke Maskapai Pelayaran
d) Maskapai Pelayaran menyelesaikan B/L
e) Barang diperiksa surveyor/bea cukai disiapkan PEB dan lainnya
f) Eksportir menyelesaikan urusannya dengan pihak SGS bea cukai,
Pelayaran dan lain-lain kelengkapan yang disyaratkan dalam L/C Ekspor
g) Eksportir mempersiapkan dokumen untuk dinegosiasi ke bank
h) Bank mengambil alih wesel ekspor
i) Eksportir menerima pembayaran dari bank
4. Formulir dokumen dilihat impor dan ada beberapa
tambahan :

• Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)


• Sertifikat Eksport (SE)
C. PROSEDUR AUDIT BIDANG IMPOR
1. Adakan pengecekan audit tambahan barang kembali tentang barang-
barang yang di impor tersebut apakah:

– Barang yang dapat di impor dalam keadaan baru


– Barang modal yang bukan baru
– Dapat di impor dalam peti kemas
– Barang yang bersangkutan tidak dilarang untuk di impor
– Barang impor tesebut merupkan barang yang diawasi mutunya
– Barang impor tersebut merupakan barang yang di atur pada niaganya
– Barang impor tersebut merupakan barang yang wajib diperikasa surveyor
– Barang impor tersebut merupkan ada agen tunggalnya di Indonesia.
2. Adakan penelitian apakah jenis barang dalam L/C tidak diadakan prubahan lebih dua kali
(dengan ketentuan barang tergolonga dalam pos tarip atau Harmonize system yang sama).

3. Adakan pengecekan kembali pada saat proses permohonan pembukaan L/C apakah :
– APIS/API/APIT yang tertera pada permohonan pembukaan L/C sama dengan copy yang ada pada
bank.
– Klasifikasi importir dan barang yang di impor telah sama.
– Data yang tercantum dalam permohonan pembukaan L/C telah lengakap dan benar.
– Pencantuman nomor register L/C sudah dilaksanakan dengan benar.
– Komoditi barang impor yang wajib disurvey oleh surveyor apakh L/C tersebut telah dikirimkan
kepada kantor surveyor yang bersangkutan
4. Pada saat pelaksanaan pembukaan L/C dan adakan pengecekan kembali apakah:
• Bank telah menerima setoran pembakuaan L/C sebesar 100%
• Atau apakah fdasilitas impor tersebut telah mendapatkan persetujuan oleh pejabat yang
berwenang pada bank yang bersangkutan
• Perhitungan, menyebabkan biaya emisi, telex dan lain-lain telah dilaksanakan

5. Perhatikan kondisi dari pembukaan L/C tersebut


• Apakah dibuka dengan usance atau sight
• Apakah L/c tersebut irrevocable
• Bila L/C transferable apakah telah dicantumkan syaratnya
• Bila dalam L/C mensnyaratkan pemeriksaan surveyor

maka pada L/C tersebut tercantumkan syarat


6. Cara penerusan L/C apakah dilkasanakan sesuai L/C
• By mail
• By telex
• By SWIFT
• Pre advice
• Operative Credit Instrument

7. Apakah copy PP L/C, L/C, amandement telah diserahkan pada surveyor.

8. Apakah pembukaan L/C telah ditutup asuransinya.

9. Apakah pembukaan L/C tesebut telah dicatatat dalam buku register yang
disediakan untuk maksud tersebut dalam tertib.
10.Terhadap schedule of reimbursement adakan penelitian apakah:
• Terdapat penyimpangan baik yang bersifat correctable/uncorrectable
• Schedule of reimbursement tersebut telah ditandatangani oleh pejabat
yang berwenang untuk itu
• Schedule of reimbursement tersebut telah diisi dengan lengkap sesuai
dengan lampiran-lampirannya (dokumen-dokumen yang diminta dalam
L/C)
• Dokumen-dokumen terasebut dikirimkan sesuai dengan instruksi dalam
L/C
• Claim reimbursement pada SR apakah sesuai dengan instruksi yang ada
pada L:/C.
• Negosiasi atas L/C tersebut telah dibukukan pada map L./C yang
bersangkutan/posisi outstanding/balance of L/C.
11. Adakan pengecekan kembali terhadap dokumen-dokumen
apakah :
• Telah kompilt
• Telah ada kesesuaian/comply with.
• Telah benar interkorelasi satu dengan lainnya.
• Telah ada endorsement pada draft atau bill of lading.
12.Terhadap formulir PIUD adakan penelitian apakah:
• Telah diisi dengan lengkap dan benar oleh importir.
• Asli LPS-1 yang diterima bank dari surveyor sudah diserahkan ke importir untuk lampiran
PIUD yang diajukan.
• Bea masuk atas barang-barang telah dilunasi oleh importir.
• Perhitungan bea masuk tersebut apakah sudah sesuai dengan ketentuan
• Kewaqjiban-kewajiban lainnya telah dilunasi oleh importir.
• Registrasi dan penomoran PIUD sudah dilaksanakan dengan tertib.
IMPOR TANPA L/C

Adakan penelitian apakah impor tanpa L/C telah dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan ketentuan?
• Apakah melalui entreport umum
• Apakah dengan cara-cara pembayaran yang telah disepakati bersama antara importir
dengan eksportir diluar negeri yaitu dengan pembayaran dimuka,dengan collection
draft,dengan open account,konsinyasi,merchant’kredit?
• Perubahan PMDN.

Untuk lebih mempermudah memahami prosedur audit bidang impor ini


perhatikanlah skema prosedur impor dan dokumen-dokumen yang biasa dipakai
dalam kegiatan impor seperti tersebut terlampir
PENJELASAN PROSEDUR IMPOR

A.pihak-pihak yang terlibat:


1. Bank dalam negeri
2. Bank luar negeri

3. Bank Indonesia/bursa

4. Importir

5. Eksportir/Supplier
6. Custom
7. Surveyor SGS
8. Pelayaran

9. Bea Cukai

10. Ekspedisi
11. Gudang Pelabuhan
B. Urutan Kerja:
1. Pihak Importir dan Eksportir mengadakan kontrak
2. Importir mengajukan pembukaan L/C pada bank

3. - Pihak bank mempersiapkan devisa

- Meneruskan L/C ke bank koresponden dan supplier

4. Barang-barang mulai dipersiapkan di survey oleh perwakilan SGS diluar negeri dan custom di luar
negeri

5. Pemuatan barang oleh maskapai pelayaran dan B/L


6. Supplier/bank koresponden mengirimkan dokumen-dokumen impor dan penebusan dokumen-
dokumen oleh importir.
7. Importir menyelesaikan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan Bea-Cukai,SGS.

8. Penyelesaian dokumen-dokumen impor dengan pelayaran.


9. Barang-barang dikeluarkan dari gudang.
C. DOKUMEN-DOKUMEN YANG DIPAKAI :

1. L/C import
2. Draft/Bill Of Exchange
3. Bill Of Ladding/ B/L
4. Polis Asuransi
5. Packing List,Long List,Weight List,Measurement list etc
6. Certificate of Quality/Certificate of Analysis/Certificate of health/Certificate of
inspenction/certificate of origin export Quote certificate etc
7. Clean report of finding,dan lain-lain
Penjelasan L/C
1. Bentuk L/C yaitu irrevocable

2. Nama dan alamat eksportir/Beneficiary

3. Nama dan alamat importir


4. Nilai dari L/C

5. Nama pihak yang akan mengeluarkan Bill of Exchange dan cara-cara pembayarannya
6. Syarat-syarat kontrak dan pengapalannya
7. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pihak eksportir untuk pengambil alihan wesel eksport
8. Uraian jenis spesifikasi dan jumlah barang
9. Ketentuan mengenai tujuan pengapalan secara langsung atau transshipment

10. Ketentuan-ketentuan yang mengatur boleh tidaknya partshipment dan transhipment

11. Tanggal jatuh tempo L/C


D. AUDIT PROSEDUR DANA VALUTA ASING
Dalam melaksanakan kegiatannya dapat saja suatu bank
mengumpulkan dana-dana valas dari masyarakat seperti halnya pada
kegiatan didalam negeri.Dan valas tersebut meliputi:Giro
Valas,Deposito Valas T/C Valas
Secara umum audit dan valas ini juga menyerupai dengan audit
dana rupiah namun perlu diperhatikan beberapa kekhususan yang ada
antara lain:
A. GIRO VALAS

1. Teliti apakah ketentuan dalam pembukaan rekening giro telah memenuhi syarat
pembukaan rfekening pada umumnya yang berlaku pada bank yang bersangkutan

2. Teliti apakah nasabah tidak diberikan buku check

3. Teliti apakah penarikan dan penyetoran bank notes telah dikenakan komisi yang
sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada bank yang bersangkutan

4. Teliti apakah perhitungan dan pemberian jasa giro telah benar


B. DEPOSITO VALAS
1. Adakan penelitian apakah prosedur penempatan deposito valas telah sesuai
dengan ketentuan

2. Apakah penyetoran nasabah dengan valuta rupiah telah dihitung dengan kurs
beli yang berlaku pada saat tersebut

3. Apakah perhitungan bunga telah sesuai dengan nominal jangka waktu dari
deposito yang bersangkutan
4. Adakan penelitian apakah penyetoran dan penarikan dalam bentuk bank notes
telah dikenakan komisi sesuai dengan peraturan yang berlaku
TRAVELLERS CHECK
1. Apakah prosedur pembelian atau penjualan travelers check setelah sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
2. Apakah penerbitan travelers check setelah dananya diterima secara efektif oleh bank yang
bersangkutan.
3. Apakah komisi penerbitan T/C telah dipungut atau dipotong langsung sesuai dengan perjanjian
yang ada.
4. Apakah sale application atau purchase agreement telah diisi lengkap dan ditanda tangani oleh
nasabah.
5. Apakah nasabah selalu membubuhkan tanda tangannya pada kolom Speciment.
6. Apakah bank atau cabang yang bersangkutan telah memelihara buku control T/C yang hilang.
7. Apakah stock bilyet T/C valas yang belum dijual telah diadministrasikan dengan baik dan
disimpan secara aman.
8. Adakan pencocokan atas T/C yang belum terjual dengan buku control (buku stock T/C yang
dikuasai oleh petugas pada bank yang bersangkutan).
9. Atas kesalahan pembayaran T/C yang telah hilang karena terlambatnya ‘’pemberitahuan T/C
hilang”. Apakah telah dibuatkan cadangan yang memadai.
E. JASA VALUTA ASING
Didalam kegiatan perbankan terdapat berbagai jasa yang disediakan dalam transaksi valas ini. Ada
kemungkitan suatu bank yang berbeda dengan bank lainnya namun ada beberapa yang lazim
diselenggarakan misalnya:
• Transfer keluar dengan menggunakan bank draft.
• Transfer keluar dengan mail transfer/telegraphic transfer ataupun dengan elektronik fund transfer.
• Inkaso keluar.
• Tansfer masuk dengan mail transfer.
• Transfer masuk dengan draft/internasional money order.
• Transaksi SWAP
• Bank notes.
Secara umum audit prosedur untuk masing-masing jasa diatas dapat diuraikan
sebagai berikut :
A. TRANSFER KELUAR MAIL/TELEGRAFIC DAN DRAFT
1) Adakan penelitian apakah prosedur transfer tersebut telah dilakukan sesuai
ketentuan yang berlaku untuk masing-masing jenis transfer diatas.
2) Apakah dana yang akan di transfer telah diterima secara efektif oleh bank yang
bersangkutan dengan perhitungan kurs beli yang berlaku pada saat tesebut.
3) Apakah pemungutan komisi transfer (kalau ada) telah diperhitungkan dan
dibukukan dengan benar.
4) Apakah amanat transfer pada formulir aplikasi transfer telah diteruskan dengan
benar.
5) Apakah pelaksanaan transfer tersebut telah dilakukan sesuai dengan permintaan
nasabah. Khusus untuk draft perlu juga diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
6) Apakah pemberian nomor-nomor kode rahasia pada draft tersebut telah dilakukan
oleh pejabat yang berwenang.
7) Apakah draft tersebut tel;ah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
8) Apakah penerbitan draft tersebut telah ditujukan kepada depository koresponden
bank yang bersangkutan.
9) Adakan penelitian/stock opname apakah stock bilyet draft secara fisik telah cocok
dengan buku pembantu.
10) Apakah pertinggal/carikan draft telah diisi sesuai dengan draft yang diterbitkannya.
11) Apakah administrasi draft telah dilakukan dengan baik.
B. AUDIT PROSEDUR OUTWARD COLLECTION

1) Apakah prosedur collection telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang


berlaku.

2) Apakah warkat-warkat yang akan di Inkasokan telah diadministrasikan dalam


buku control dengan baik.

3) Apabila inkaso berhasil apakah jumlah dalam kredit advice telah sesuai dan telah
diteruskan ke nasabah yang bersangkutan.
4) Dalam hal inkaso tersebut unpaid apakah telah diteruskan ke nasabah yang
bersangkutan.

5) Adakan verifikasi perhitungan biaya inkaso apakah telah dihitung dan dibebankan
dengan benar.

6) Adakan evaluasi apakah pengiriman warkat yang akan di Inkasokan telah


menggunakan sarana yang aman dan cepat.
C. AUDIT PROSEDUR TRANSFER MASUK MT/TT/DRAFT
1) Apakah amanat transfer yang diterima dari luar negri telah
diadministrasikan terlebih dahulu ke dalam buku kontro sebelum
diteruskan ke nasabah.
2) Apakah specimen tanda tangan/kode-kode telah dites terlebih dahulu
khusus untuk draft apakah autentikasinya telah dilakukan.
3) Apakah pembayaran transfrer telah benar kepada pihak yang tercantum
dalam amanah transfer tersebut.
4) Apakah jurnal/pendebetan rekening bank koresponden segera dilakukan
setelah transfer tersebut dibayarkan ke nasabah
D. AUDIT PROSEDUR TRANSAKSI SWAP
1) Apakah prosedur transaksi SWAP telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2) Apakah setiap aplikasi SWAP telah memenuhi syarat-syarat
3) Apakah atas SWAP yang akan ditutup tersebut masih tersedia plafond dari bank
Indonesia.
4) Apakah setiap SWAP yang ditutup telah direswapkan ke Bank Indonesia.
5) Apakah komosi SWAP telah dihitung dan dipungut sesuai dengan ketentuan yang
berlaku pada bank yang bersangkutan.
6) Apakah kurs transaksi SWAp tersebut telah benar.
7) Pada saat SWAP dilunasi apakah bukti pelunasan PBDR dari nasabah telah diserahkan
pada bank.
8) Apakah pelunasan tersebut oleh nasabah disetorkan valuta secara efektif dan tepat
sesuai dengan jangka waktru kontrak SWAP.
9) Apakah asli kontrak SWAP telah dikembalikan kepada nasabah dan telah diperforasi
selesai.
10) Apakah administrasi atau pencatatan pada buku control telah tertib.
E. AUDIT PROSEDUR TRANSAKSI BANK NOTES
• Adakan stock opname dan cocokanlah dengan buku kontrolnya.
• Adakan penelitian apakah bank notes yang diperjual belikan hanya bank notes yang conventible di
Indonesia.
• Adakan verifikasi apakah transaksi jual beli bank notes digunakan kurs beli/jual yang berlaku.
• Periksa apakah alat-alat untuk pemeriksaan dolar atau valas palsu masih berjalan dengan baik.
• Adakan penelitian apakah setiap transaksi bank notes selalu menggunakan advis jual/beli.
• Apakah atas bank notes tesebut telah ditutup asuransinya, cash in Cashier box.
• Apakah pembelian bank notes pada pecahan yang besar diadakan catatan nomor serinya dan alamat
penjual.
F. CASE STUDY – PEMERIKSAAN BIDANG LUAR NEGERI

G. JASA VALUTA ASING


Dari hasil pemerisaan sesuatu cabang bank temukan hal-hal sebagai berikut:
1) Cabang memuat mail transfer dan telegraphic transfer baru ke bank korenpondennya diluar negri.
2) Cabang menerbitkan draft yang ditanda tangani oleh 2 pejabat junior.
3) Untuk permintaan transfer ke Luar Negri dalam bentuk valuta non convertible dari nasabah bank yang
saudara periksa telah dilakukan sbb:
– Cabank bank A meminta bantuan kepada kantor pusatnya untuk mengirimkan advis transfer tersebut.
– Cabang kemudian mengirimkan konfirmasi.
4) Suatu advise transfer yang dikirimkan kepada suatu koresponden di luar negeri ternyata hilang. Penerims
transfer protes kemudian bank koresponden meminta bantuan kepada cabang pengirim transfer tersebut agar
instrusi pembayaran tersebut diulang.
5) Suatu cabang menerima transfer masuk dengan surat dari non depository Correspondent yang dilampiri
draft mereka sebagai cover transfer tersebut.
B. Export
1) Suatu L/C yang diterbitkan oleh bank antara lain menyebutkan bahwa dokumen-dokumen export atas dasr
L/C ini harus disertai pula dengan dokumen-dokumen yang membuktikan realisasi export atas dasar L/C
yang dibuka sebelumnya oleh bank A tetapi teru nyata belum direalisir sepenuhnya.

2) Suatu L/C mensyaratkan antara lain :

“The operativity of this credit will be take place only after presentation of following document
• Declaration issued by beneficiary certifying ……………..”
• Declaration issued by beneficiary certifying …………….”

Cabang yang bersangkutan tidak memperhatikan syarat-syarat tersebut, dan tanpa menyerahkan
kedua declaration yang diminta telah menegosiasi dokumen-dokumen export dan mermburs ke
reimbursing bank.
3) Suatu L/C usance yang dibuka oleh bank di Amsterdam mengandung syarat antara
lain :
“You are authorized to reimburse yourself at maturity on our san fransisco
office.”
Cabang tidak mengikuti instruksi tersebut dan segera setelah negosiasi dokumen
melaksanakan reimburse ke opening bank.

4) Suatu L/C yang dibuka oleh non Depository bank di Itali tidak mencantumkan syarat
reimburse.
Cabang tanpa adanya kepastian mengenai reimburse, telah menegosiasi
dokumen-dokumen export dan melaksanakan remburs ke opening bank.
5. Suatu L/C untuk pengapalan barang-barang kimia mengandung syarat-syarat
antara lain :

“Certificate of quality, quantity, packing and supervision of loading issued by


superintending co. of Indonesia. Certificate must show analysis of the goods and
guarantee that material is free following.

Ternyata dari superintending company (sucofindo) tidak memenuhi


persyaratan yang diminta. Certificate tersebut menyatakan”
“upon visual examination of the goods at time of sampling and check
weighing, we are of the opinion that same found to be free flowing.”
C. Import
1) Pembukaan L/C
a) Cabang membuka L/C ke non depository correspondent yang disalurkan kepada salah
satu depository correspondent (yang juga sebagai reimbursing bank) dengan permintaan
untuk meneruskannya ke n on depository yang bersangkutan

b) Dalam payment instruction pada sight L/C (devu/IMFAS)yang dibuka ke non depository
correspondent, cabang tidak membubuhkan syarat bahwa reimburse dapat dilakukan
apabila syarat dan kondisi L/C telah dipenuhi.
1) Penerimaan dokumen
a) Cabang menerima schedule off Remittance dan dokumen-dokumen dari negotiating bank
dengan permintaan mentransfer hasil ekspornya untuk keuntungan rekening mereka pada
salah satu depository correspondent. Sesuai permintaan negotiating bank, cabang membuat
otorisasi atau perintah bayar per-kawat ke depository correspondent tanpa membatalkan
R/A dan untuk nota pembukuannya digunakan formulir nota perhitungan transfer.

b) Cabang menerima dokumen dari negotiating bank baik atas dasar remittance ataupun
collection. Atas penerimaan dokumen-dokumen tersebut terjadi hal-hal sebagai berikut:
1. Cabang telah berulang kali menghubungi importir untuk mengajukan penerbitan KPP, tapi tidak ada tanggapan apapun dari
importir.
2. Barang kenyataannya telah keluar dari pelabuhan tanpa KPP barang.

3. Akhirnya dokumen terkantung-kantung dicabang tanpa penyelesaian lebih lanjut oleh cabang.
.. Sekian Terima Kasih ..