Anda di halaman 1dari 18
BABI PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Darah merupakan salah satu cairan yang sangat penting yang juga sebagai cairan terbesar yang dalam tubuh, Darah yang diedarkan melalui pembuluh darah, yang banyaknya pada orang dewasa kurang lebih 5 liter ini, dapat mengalir karena kinerja pompa jantung, Darah dialirkan ke seluruh tubuh karena fungsinya yang khusus yaitu sebagai sistem transportasi. Darahlah yang berjasa membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Selain fungsi utamanya sebagai pembawa dan pengedar Oksigen dan nutrisi bagi tubuh, darah juga beperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh dengan menjaga Ph tetap seimbang dan sebagai bagian dari sistes perlindungan tubuh karena di dalam darah juga terdapat leukosit atau sel darah putih yang berperan di dalam sistem imun tubuh, Darah agak sedikit lebih kental dan lengket dibandingkan air. Suhu darah normal adalah 38 © atau 1 derajat lebih tinggi dari suhu pengukuran oral maupun rektal, dan untuk menjaga keseimbangan Ph dalam tubuh darah memiliki Ph sebesar 7,35-7.45. Walaupun darah berupa cairan plasma, di dalamnya terkandung pula selsel darah dan trombosit, Darah yang berbentuk cair ini diakibatkan karena kandungan Plasma darah yang banyaknya 55% dari total volume darah yang ada di tubuh, sedangkan 45% sisanya berupa sel darah yang terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit (keeping darah). Masing-masing komponen di dalam darah ini memiliki tugas dan peran masing-masing yang spesifik. Eritrosit misalnya, berperan dalam transport oksigen ke seluruh tubuh, kemudian leukosit berperan dalam sistem pertahanan tubuh dalam melawan agen-agen asing yang masuk ke tubuh, sedangkan trombosit berperan dalam pembekuan darah, ‘Tuhan menciptakan manusia dengan segala keistimewaanya, terkadang dengan melakukan pemeriksaan darah di dalam tubub, dapat dicari suatu jenis kelainan yang selanjutnya sangat berguna bagi penegakan diagnosis dan pengobatan selanjutnya. Melalui praktikum kali ini akan dilakukan beberapa pemeriksaan darah yaitu pemeriksaan masa perdarahan/bleeding time, pemeriksaan laju endap darah, penentuan golongan darah, cross ‘mate, PTT, dan APTT. ‘Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa mengetahui dan memahami jenisjenis pemeriksaan darah meliputi pemeriksaan masa perdarahan/bleeding time, pemeriksaan laju endap darah, penentuan golongan darah, cross mate, PTT, dan APTT. 2. Mahasiswa mengetahui kegunaan pemeriksaan lab peme! atas untuk penegakan diagnosis, BABIL DASAR TEORI Darah adalah jaringan penghubung yang berbentuk cair. Memiliki tiga fungsi utama, yaitu membantu transportas-pengangkutan oksigen dan nutrisi serta_ sampah-sampah__hasil ‘metabolisme scl, regulasi-sirkulasi darah menjaga homeostasis seluruh cairan yang ada di dalam tubuh, dan yang terakhir adalah proteksi-darah memiliki kemampuan untuk membeku, kemampuan penting apabila tubuh mengalami jejas, akan melindungi tubuh sehingga tubuh tidak akan kehilangan darah dalam jumlah besar serta kemampuan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari masuknya kuman-kuman dan agen asing. Keadaan normal di dalam darah dipertahankan sedimikian rupa sehingga tubuh tetap mampu menjalankan aktivitas metabolismenya secara normal. Tubuh memiliki suuatu kemampuan untuk mempertahankan agar darah tetap berada di dalam aliran pembuluh darah yang sering disebut sebagai haemostatis. (Guyton, 1997) PENGUKURAN LAJU/KECEPATAN ENDAP DARAH (LED/KED) KED adalah suatu pengukuran yang tidak spesifik yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi dan memonitor suatu respon inflamasi pada perlukaan jaringan. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan), Sebagian ahli hematologi, LED tidak andal karena tidak spesifik, dan dipengaruhi oleh faktor fisiologis yang menyebabkan temuan tidak akurat. ‘osit di dalam Pemeriksaan ini sangat mudah yaitu mengukur kecepatan sedimentasi sel e1 plasma. Penilaian dilakukan pada periode waktu tertentu, biasanya adalah satu jam (adapula yang 1 jam & 2 jam) dan satuan yang dipergunakan adalah mm/jam, Metoda pengukuran KED ada 2 macam cara yaitu metoda Westergren dan metoda Wintrobe, namun yang dierkomendasikan oleh Internatiolnal Committee for Standardization in Haematology (ICSH) adalah metoda Westergren, dan metode ini pula yang akan dilakukan di dalam praktikum, LED berlangsung 3 tahap, tahap ke-1 penyusunan letak eritrosit (rouleawe formation) dimana kecepatan sedimentasi sangat sedikit, tahap ke-2 kecepatan sedimentasi agak cepat, dan tahap ke-3 kecepatan sedimentasi sangat rendah. Nilai normal LED pada laki-laki 0-15mm/jam, perempuan 0-20mm/jam. (Riswanto: labkesehatan blogspot.com) PENGUKURAN WAKTU PERDARAHAN (Bleeding Time/BT) dengan METODA IVY Pengukuran waktu perdarah merupakan salah satu uji saring hemostasis. Pemeriksaan yang lain diantaranya adalah hitung trombosit, Plasma Protombin Time, activated Partial Thromboplastin Time dll. BT adalah suatu pemeriksaan penyaring untuk mendeteksi kelainan fungsi trombosit dan penyakit von Willebrand dan dipengaruhi secara langsung oleh jumlah trombosit dan kemmampuan trombosit untuk membuat sumbat hemostasis. Waktu perdarahan (bleeding time, BT) biasanya dilakukan menentukan lamanya tubuh menghentikan perdarahan akibat trauma yang dibuat secara laboratoris, Pemeriksaan ini mengukur hemostasis dan koagulasi. Masa perdarahan tergantung atas: ketepatgunaan cairan jaringan dalam memacu koagulasi, fungsi pembuluh darah kapiler dan trombosit. Prinsip pemeriksaan ini adalah menghitung lamanya perdarahan sejak terjadi luka kecil pada permukaan kulit dan dilakukan dalam kondisi yang standard, Ada 2 teknik yang dapat digunakan, yaitu teknik Ivy dan Duke. Kepekaan teknik Ivy lebih baik dengan nilai normal 1-6 menit. Teknik Duke nilai normal 1-8 menit. Teknik Ivy menggunakan lengan bawah untuk insisi merupakan teknik yang paling terkenal. Aspirin dan antiinflamasi dapat memperlama waktu perdarahan. Pada praktikum kali ini yang dilakukan adalah menggunakan metode Ivy. Nilai normal adalah 1-7menit, dengan nilai batas 7-1 1menit (Riswanto: labkeschatan blogspot.com) PLASMA PROTROMBIN TIME (PPT) (Metoda Quick) PPT merupakan alat uji saring yang penting untuk menilai adanya defisiensi faktor ekstrinsik yaitu faktor II, V, VII & X. pemeriksaan ini juga relatif peka terhadap adanya hipofibrinogenemi dan heparin dalam darah. (Anonim, 2010) ACITVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (APTT) Pemeriksaan APTT adalah suatu pemeriksaan yang sangat berguna untuk penyaring rutin kelainan pembekuan pada faktor intrinsik, untuk mendeteksi adanya circulating anticoagulant (inhibitor) dan untuk monotoring terapi antikoagulan, Nilai normal APTT sangat bervariasi tergantung reagen yang digunakan, namun secara umum rata rata mempergunakan nilai normal antara 25 dan 35 detik. PENENTUAN GOLONGAN DARAH Meskipun ratusan jenis antigen golongan darah dalam eritrosit telah ditemukan namun golongan darah ABO dan Rh yang penting digunakan. Ada dalam praktek keseharian hanya sist empat (4) jenis golongan darah dalam sistim golongan darah ABO yakni golongan darah A, golongan darah B, golongan darah O dan golongan darah AB. Sistim golongan darah ABO mempergunakan dasar ada tidaknya antigen A dan antigen B pada permukaan eritrosit. Golongan A mempunyai dua subgrup yaitu sub grup AI&ALB serta A2&A2B. (Anonim, 2010) Jikalau pada permukaan eritrosit ditemukan antigennya maka dalam serum tidak mengandung anbodinya. Orang dengan golongan darah A pada permukaan eritrositnya terdapat antigen A dan dalam serumnya mengandung antibodi B (anti-B), sedangkan pada golongan darah B pada permukaan eritrositnya terdapat antigen B , serumnya mengandung antibodi A (anti-A), Golongan AB serumnya tidak mengandung antibodi sama sekali (nihil), sedangkan golongan 0 serumnya mengandung baik antibodi A (anti-A) maupun antibodi B (anti-B). (Anonim, 2010) Penggunaan penggolongan darah sistim Rh dalam praktik Klinik keseharian mepergunakan antisera yang dikenal dengan anti-D. Ada dua jenis golongan darah Rh yaitu golongan Rh-positif dan golongan Rh-negatif, Hasil reaksi yang terjadi antara antigen-antibodi pada peristiwa ini adalah aglutinasi, oleh karenanya antigen (Ag) disebut juga aglutinogen, dan antibodi (Ab) disebut agglutinin (Anonim, 2010) CROOS TEST = CROSS MATCHING = UJI COCOK SERASI Pemeriksaan antara serum segar dari resipien dengan eritrosit dari donor dan ini disebut Mayor ‘Test; dan pemeriksaan serum/plasma dari donor dengan eritrosit dari resipien ini disebut Minor Test. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi ada atau tidak adanya antibod (baik complete maupun in-complete antibody) yang terdapat dalam serum resipien maupun donor supaya tidak terjadi reaksi transfusi pada diri resipien schingga berakibat fatal. (Anonim, 2010) BABII METODOLOGI A. ALAT DAN BAHAN 1 PENGUKURAN LAJU/KECEPATAN ENDAP DARAH (LED/KED) Bahan pemeriksaan: Darah vena dengan antikoagulan, (baik menggunakan larutan Natrium Sitrat 0,109 M dengan perbandingan 1:4, namun dapat juga menggunakan darah EDTA yang diencerkan dengan larutan Sodium Sitrat 0,109M atau NaCldengan perbandingan 4:1) Peralatan dan reagen: Pipet Westergren beserta rak-nya Natrium Sitrat 0,109M. PENGUKURAN WAKTU PERDARAHAN (Bleeding Time/BT) dengan METODA IVY Peralatan: ‘Tensimeter lancet steril sekali pak (disposable) stop watch kapas alkohol dan kertas saring bulat PLASMA PROTROMBIN TIME (PPT) (Metoda Quick} Bahan pemeriksaan: Darah dengan antikoagulansia Natrium Sitrat 9:1 (9 bagian darah whole blood dan 1 bagian Natrium Sitrat) Perlatan dan reagen Penangas air 37°C Campuran larutan thromboplastin -calcium chloride Kontrol plasma normal Tabung reaksi 13x100mm, Mikropipet 0,1 & 0,2uL (dispenser 100 uL dan 200 yl.) 4, ACITVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (APTT) Bahan pemeriksaan: Darah dengan antikoagulansia Natrium Sitrat 9:1 (9 bagian darah whole blood dan 1 bagi Natrium Sitrat). Perlatan dan reagen: Penangas air Calcium chlorida 0,025M (calcium chlorida anhidrid1,38gr dan aquades 500ml.) Partial thromboplastin yang mengandung suatu aktivator Kontrol normal plasma Tabung reaksi ukuran 13x100mm Stopwateh Mikropipet 0,1ml (dispenser 100 uL.) PENENTUAN GOLONGAN DARAH Whole blood dan serum anti-A, serum anti-B, serum anti-AB, serum Rh, 6. CROOS TEST = CROSS MATCHING = UJI COCOK SERASI Bahan: Sediaan darah donor dan resipien CaraKerja 1. PENGUKURAN LAJU/KECEPATAN ENDAP DARAH (LED/KED) Darah yang sudah diencerkan diisikan ke dalam pipet Westergren sampai garis/tanda 0 (nol) pipet diletakkan pada rak, dipastikan posisinya sudah benar tegaklurus. Darah di dalam rak didiamkan dalam suhu kamar dan dijaubkan dari sinar matahari, serta getaran. Sesudah satu (1) jam tepat, panjang penurunan eritrosit dibaca. Hasilnya dicatat dan dilaporkan dengan satuan mm/jam 2. PENGUKURAN WAKTU PERDARAHAN (Bleeding Time/BT) dengan METODA IVY Pada lengan atas di atas siku dipasang manset tensi meter gu ‘Tensi meter dipompa hingga didapatkan tekanan sebesar 40mmilg selama berlangsungnya pemeriksaan permukaan volar lengan bawah dibersihkan dengan kapas alkohol dacrah yang bersih dipilih dan diperiksa dari vena superfisial (letaknya * 3jari dari lipatan siku) a kulit diregangkan dan dibuat perlukaan dengan lancet disposibel steril sedalam 3mm dan lebar ‘Imm stopwatch dijalankan tepat saat terjadi perdarahan u setiap 30 detik, bintik darah yang keluar dari luka dihapus (hindari jangan sampai menyentuh luka) stopwatch dimatikan tepat saat perdarahan sudah berhenti, manset kemudian dilepaskan u Jama waktu yang dibutuhkan dari mulai perdarahan sampai berhentinya perdarahan dicatat gu pemeriksaan diulang satu kali lagi, kemudian diambil nilai rata rata dan hasilnya dilaporkan dalam satuan detik 3. PLASMA PROTROMBIN TIME (PPT) (Metoda Quick) pemusingan darah-sitrat dilakukan selama 10menit pada kecepatan 3000ppm, segera sesudah darah diambil plasma dipisahkan dari endapan eritrosit'an diletakkan di dalam tabung tersendiri ealng reals a 0-.canapn rabsplastacalfuna dct tabung reaksi dimasukkan ke dalam penangas air pada suhu 37°C selama Imenit (suhu tabung sama dengan suhu air dalam penangas) plasma yang diperoleh diinkubasikan pada penangas 37°C selama 2-3menit sampai subunya sama (jangan lebih dari Smenit) 0,1m1 plasma diambil dan ditambahkan dan dicampurkan ke dalam tabung berisi campuran tromboplastin-calsium, pada saat bersamaan stopwatch dijalankan B tabung berisi campuran plasma & tromboplastin-calsium dikeluarkan dari penangas dinding luar tabung dikeringkan dengan lap vddin dan tabung digoyangkan ke depan-belakang, sampai bentukan benang fibrin terlihat. g stopwatch dimatikan tepat saat bentukan benang fibrin terlihat, waktunya dicatat. dengan prosedur yang sama juga dilakukan pemeriksaan PPT pada plasma kontrol normal (plasma pasien diganti plasma kontrol normal), pemeriksaan diatas diulangi dengan prosedur yang sama, dihitung rata-rata waktu yang diperoleh dan dilaporkan hasilnya sebagai waktu PPT dengan satuan detik 4. ACITVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (APTT) pemusingan darah-sitrat dilakukan selama 10menit pada kecepatan 3000ppm, segera sesudah, darah diambil, plasma dipisahkan dari endapan eritrosit dan diletakkan dalam tabung tersendiri, diletakkan dalam es larutan calcium chlorida 0,025M (secukupnya as kebutuhan) air pada suhu 37°C inkubasikan di dalam penangas tabung reaksi ukuran 13x100mm, chanbh dan ais dengan 0,1mL plasma pasien 0,1m, partial thromboplastin (yang mengandung suatu aktivator) ditambahkan pada tabung berisi plasma pasien, dicampurkan baik-baik, kemudian dikembalikan lagi ke dalam penangas diinkubasikan dengan suhu eee 5 menit (jangan lebih) gu g Saat tepat 5 menit, ditambahkan 0,2mL. larutan calcuim chlorida (yang sudah disiapkan) pada tabung item 6, pada saat yang bersamaan stopwatch dijalankan dicampur baik baik (dengan mengocok pada posisi tabung tetap dalam penangas). setelah detik ke duapuluh tabung diangkat dari penangas, dikeringkan dan dibersihkan bagian luar tabung, kemudian digoyangkan ke depan-belakang, benang fibrin yang terbentuk diamati stopwatch dihentikan saat tampak benang fibrin terjadi, waktu yang diperlukan dicatat. prosedur pemeriksaan diatas dilakukan untuk memeriksa plasma kontrol, pemeriksaan diulangi sekali lagi untuk masing masing jenis plasma (plasma pasien dan plasma kontrol) dihitung rata-rata waktu, kemudian hasilnya dilaporkan dalam detik 5. PENENTUAN GOLONGAN DARAH Whole blood diambil dari naracoba dengan membuat perlukaan pada ujung jari manis sebelah, lateral darah diteteskan pada lembar pemeriksaan sesuiai dengan letaknya, serum anti-A, anti-B, anti-AB, dan serum Rh diteteskan kemudian dicampurkan dengan gelas pengaduk perubahan yang terjadi dicatat dan dilaporkan 6. CROOS TES’ = CROSS MATCHING = UJI COCOK SERASI Fase satu (1) atau fase suhu kamar di dalam media saline, Yang akan terdeteksi adalah cold antibody (complete antibody dari klas IgM) misalnya: 1. Incompatible golongan darah sistim ABO 2, Cold Ab; anti M, anti N, anti P1, anti Lewis, anti I dan anti 1H Mayor test 2 tetes serum resipien dan 1 tetes suspensi sel donor 5% dimasulkkan ke dalam tabung reaksi kecil Minor Test: 2 tetes plasma donor dan 1 tetes suspensi sel resipien 5% Masing-masing tabung dikkocok kemudian dpusingkan selama 1 menit pada 1000ppm atau 15 detik pada 3400ppm dasar tabung diamati, jika tampak aglutinasi atau hemolisis dilaporkan hasil positif (+), jika tidak tampak aglutinasi atau hemolisis berarti hasil negatif (-) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran Laju/Kecepatan Endap Darah (Led/Ked) 1 =5mm/jam 1 mm/jam Bleeding Time Probadus I: 3 menit 21 detik Probandus II : 2 menit Plasma Protombim Time (PTT) : 15, 37 detik Activated Partial ‘Thromboplastine ‘Time : 32, 47 detik Golongan darah Cross Match resipien 1-donor2 | resipien3-donor4 | resipien 5- donor 6 Mayor ) (+) () Minor tJ iJ G) Pembahasan: PENGUKURAN LAJU/KECEPATAN ENDAP DARAH (LED/KED) KED adalah suatu pengukuran yang tidak spesifik yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi dan memonitor suatu respon inflamasi pada perlukaan jaringan. Perinsip yang bekerja pada pemeriksaan LED ini adalah pembentukan roulette di dalam darah, roulette ini dibentuk dari sel-sel darah merah yang saling menempel menjadi satu, Dengan terbentuknya roulette ini, proses pengendapan darah berlangsung lebih cepat, Nilai normal LED pada laki-laki 0-15mm/jam, perempuan 0-20mm/jam, Penurunan atau kenaikan nilai LED di atas normal, secara Klinis dapat diindikasikan dengan berbagai penyakit. Penurunan kadar : polisitemia vera, CHF, anemia sel sabit, mononukleus infeksiosa, defisiensi faktor V, artritis degeneratif, angina pektoris. Pengaruh obat : Etambutol (myambutol), kinin, salisilat (aspirin), kortison, prednison. Peningkatan kadar ; artirits reumatoid, demam rematik, MCI akut, kanker (lambung, kolon, payudara, hati, ginjal), penyakit Hodgkin, mieloma multipel, limfosarkoma, endokarditis bakterial, gout, hepatitis, sirosis hati, inflamasi panggul akut, sifilis, tuberkulosis, glomerulonefritis, penyakit hemolitik pada bay baru lahir (eritroblastosis fetalis), SLE, kehamilan (trimester kedua dan ketiga), Pengaruh obat ; Dextran, metildopa (\ldomet), metilsergid (Sansert), penisilamin (Cuprimine), prokainamid (Pronestyl), teofilin, kontrasepsi oral, vitamin A Di dalam pengamatan hasil permeriksaan LED ini, tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengarui yaitu, faktor yang mengurangi LED terjadi pada bayi baru lahir (penurunan fibrinogen), akibat konsumsi obat (lihat pengaruh obat), gula darah tinggi, albumin serum, fosfolipid serum, kelebihan antikoagulan, sera penurunan suhu. Sedangkan faktor yang meningkatkan LED antara lain ialah kehamilan (trimester kedua dan ketiga), menstruasi, konsumsi obat (lihat pengaruh obat), keberadan kolesterol, fibrinogen, globulin, peningkatan suhu, serta kemiringan tabung pada saat pemeriksaan. Dari hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa nilai LED pada sediaan darah adalah normal. Bleeding Time Seperti yang telah tertulis di atas, waktu perdarahan (bleeding time, #1) adalah uji laboratorium untuk menentukan lamanya tubuh menghentikan perdarahan akibat trauma yang dibuat secara laboratories, pemeriksaan ini terutama ditujukan untuk mengetaui jumlah dan kualitas trombosit di dalam melakukan proses pembekuan darah. Prinsip pemeriksaan ini adalah menghitung lamanya perdarahan sejak terjadi luka kecil pada permukaan kulit dan dilakukan dalam kondisi yang standard, Dalam keadaan normal, pembekuan darah akan memakan waktu sekitar 1-7 menit dengan batas normal 7-11 menit. Apabila lama waktu bleeding time ini kuranlama waktu bleeding time ini kuranlama waktu bleeding time ini kurang dari waktu normal, dapat digunakan untuk mengindikasikan adanya penyakit Hodkin, sedangkan bila waktu perdarahan lebih dari waktu normal dapat dicurigai adanya idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), abnormalitas trombosit, abnormalitas vascular, leukemia, penyakit hati serius, disseminated intravascular coagulation (DIC), anemia aplastik, defisiensi faktor koagulasi (V, VIL, XI), atau dapat diakibatkan oleh pengaruh obat seperti: salisilat (aspirin), dekstran, mitramisin, warfarin (Coumadin), streptokinase (streptodornasi, agens fibrinolitik) Selain itu, tidak menutup kemungkinan, hasil yang didapat di laboratorium dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium, antara lai jika metode yang digunakan tidak tepat, teknik perlukaan yang tidak tepat-terjadi luka pungsi yang mungkin lebih dalam daripada yang seharusnya, Bila tetesan darah ditekan paksa pada permukaan kertas dan tidak menunggu tetesan darah benar-benar terisap dengan sendirinya pada kertas penghisap, hal ini dapat merusak partikel fibrin sehingga memperlama perdarahan. Dari hasil yang didapatkan melalui praktikum, waktu perdarahan atau bleeding time dua probandus yaitu 3 menit 21 detik dan 2 menit, dinyatakan normal. PLASMA PROTROMBIN TIME (PPT) (Metoda Quick) dan ACTIVATED PROTOMBIN TIME (APTI) Plasma protrombin time (ppt) (metoda quick) dan activated protombin time (aptt), keduanya adalah uji laboratorium untuk menilai aktifitas faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan intrinsik , yaita faktor I, V, VI, dan X. Tes ini untuk monitoring terapi heparin atau adanya circulating anticoagulant. Prinsip dari uji ini adalah menginkubasikan plasma sitrat yang mengandung semua faktor koagulasi intrinsik kecuali kalsium dan trombosit dengan tromboplastin parsial (fosfolipid) dengan bahan pengaktif (mis. kaolin, ellagic acid, mikronized sitica atau celite koloidal). Setelah ditambah kalsium maka akan terjadi bekuan fibrin. Waktu yang dibutuhkan sampai terbentuknya fibrin ini disebut APT. Nilai normal PTT adalah 10-15 detik, sedangkan nilai normal APTT adalah 25-35 detik. Dari percobaan yang telah dilakukan, didapatkan hasil PTT 15, 37 detik dan APTT 32, 42 detik. Dari hasil tersebut baik PTT maupun APTT memiliki waktu yang normal. PENENTUAN GOLONGAN DARAH Dari hasil pemeriksaan didapatkan bahwa, pada naracoba Haryo dan Andika memiliki golongan darah 0, ini berarti bahwa di dalam eritrosit keduanya tidak terdapat antigen A dan Antigen B dan di serum terdapat antibody A dan antibodi B, hal ini ditunjukkan dengan tidak ‘menggumpalnya darah setelah ditetesi dengan serum Anti-A, Anti-B, dan Anti-AB. Pada naracoba Sindy dan Adi memiliki golongan darah B, yang terlihat dari menggumpalnya darah setelah diberi dengan serum Anti-B dan serum anti-AB, sedangkan pada darah yang ditetesi serum anti-A tidak. Penggumpalan ini terjadi, karena di permukaan eritrosit orang bergolongan darah B terdapat antigen B, ketika antigen ini ditetesi dengan serum anti-B dan anti-AB (yang masih ‘memiliki komponen anti-B), maka terjadi penggumpalan, Pada naracoba Johan, didapati golongan darah A, yang terlihat dari menggumpalnya darah setelah diber serum anti-A dan anti-AB, sedangkan pada pemberian serum anti-B darah tidak menggumpal. Sama seperti golongan darah B, penggumpalan ini terjadi akibat serum anti-A bereaksi dengan antigen A yang berada di permukaan eritrosit. Untuk penetapan RH, dari kelima naracoba didapati bahwa kelimanya ber-Rh positif, hal ini ditunjukkan dengan menggumpalnya semua darah ketika ditetesi serum anti-D/serum Rh. Penentuan golongan darah dan Rh ini sangat penting ketika seseorang akan melangsungkan perkawinan, Khususnya pada golongan darah berdasarkan Rh, sebaiknya seorang yang berpasangan dan ingin menikah memiliki golongan darah Rh yang sama, Karena pada beberapa kasus pernikahan Rh yang berbeda, dapat meningkatkan resiko terjadinya eritoblastosis fetalis, di mana sel imun ibu akan menghancurkan sel darah bayi yang memiliki Rh yang berbeda dari ibu, sehingga anak yang dilahirkan mengalami anemia berat atau bahkan meninggal di dalam rahim. CROOS TEST = CROSS MATCHING = UJI COCOK SERASI Pemeriksaan cross dilakukan sebelum melakukan transfusi dari donor ke resipien agar tidak terjadi komplikasi. Cross test ini dilakukan dengan cara mendeteksi ada tidaknya antibodi baik complete maupun in-complete antibody di dalam serum donor maupun resipien. Pemeriksaan dilakukan melalui tiga fase, namun pada pemeriksaan kali ini hanya dilakukan fase pertama, Mayor test adalah pemeriksaan serum dari resipien dengan eritrosit dari donor, sedangkan minor test adalah pemeriksaa serum donor dan eritrosit pasien. Dari hasil pem iksaan dapat diketahui bahwa pada mayor test resipien 1 dan donor 2 bernilai positif (+). Sedangkan minor testnya bernilai (-). Pada resipien 3 dan donor 4, mayor test bernilai (+), dan minor test bernilai (-). Pada resipien 5 dan donor 6, mayor test bernilai negative (-) dan minor test bernilai negative (-). Karena dari kesemuanya masih memiliki nilai negative, maka harus dilakukan pemeriksaan fase II, yaitu pencucian darah dari serum, apabila pada fase I masih bernilai negative, berarti dalam kondisi apapun resipien tidak dapat diberikan donor. BABV KESIMPULAN Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pada Pengukuran Laju/Kecepatan Endap Darah (Led/Ked) bernilai normal yaitu , 1 = 5 mm/jam dan Il = 7 mm/jam; hasil pemeriksaan bleeding time normal dengan waktu Probadus I ; 3 menit 21 detik dan Probandus Il : 2 menit; pemeriksaan Plasma Protombim Time (PTT) : 15, 37 detik Activated Partial ‘Thromboplastine Time : 32, 47 detik herate keadaan trombosit dan faktor-faktor koagulan dalam keadaan normal. Golongan darah Haryo dan Adhika adalah 0, golongan darah Sindy dan Adi adalah B, dan golongan darah Johan adalah A. Hasil Cross Match fase I, dari kesemuanya masih memiliki nilai negative, maka harus dilakukan pemeriksaan fase Il, yaitu pencucian darah dari serum, apabila pada fase I masih bernilai negative, berarti dalam kondisi apapun resipien tidak dapat diberikan donor. Cross match dilakukan agar pada trnasfusi darah tidak terjadi komplikasi yag diinginkan, DAFTAR PUSTAKA Guyton & Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta. 8 Agustus 2010 8 Agustus 2010 PRAKTIKUM Menentukan Golongan Darah, Masa Perdarahan dan Masa Pembekuan (PT&APTT) dan Cross Match Haryo Dimasto Kristiyanto 41090012 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA 2010