Anda di halaman 1dari 5

BAB VIII

Sumber Dana Jangka Menengah dan Jangka Panjang

Hampir sebagian besar perusahaan tidak bisa memperoleh sumebr dana tanpa
penggunaan jaminan. Untuk itu mereka harus memberikan berbagai jaminan kepada
pihak pemberi dana. Kredit jangka menengah dan panjang merupakan kredit yang
menggunakan jaminan. Istilah jangka menengah menunjukkan bahwa kredit tersebut
berjangka waktu satu tahun atau lebih, tetapi umumnya kurang dari 10 tahun. Sedang
kredit jangka panjang adalah kredit yang berjangka waktu lebih dari 10 tahun. Pembagian
waktu ini memang tidak ada dasarnya, sehingga mungkin saja pembaca menjumpai
pembagian jangka waktu yang berbeda.

A. Sumber Dana Jangka Menengah


Bentuk-bentuk kredit jangka menengah dan panjang diantaranya adalah: term loan,
equipment financing, leasing, saham, obligasi dan kredit modal kerja permanen.

1. Leasing
Perusahaan sewa guna usaha di Indonesia sering disebut perusahaan leasing.
Kegaitan usaha leasing bergerak dibidang pembiayaan untuk keperluan barang-barang
modal yang diinginkan oleh nasabah. Pembiayaan disini artinya jika perusahaan (klien)
membutuhkan barang-barang modal seperti peralatan kantor atau mobil dengan cara
disewa atau dibeli secara kredit, maka pihak leasing dapat membiayai keinginan
perusahaan (klien) tersebut sesuai perjanjian kedua belah pihak. Pihak-pihak yang terlibat
dalam proses pemberian fasilitas leasing adalah:
ƒ Lessor (merupakan perusahaan lesing yang membiayai keinginan para nasabahnya
untuk memperoleh barang-barang modal)
ƒ Lessee (adalah perusahaan yang mengajukan permohonan leasing kepada lessor
untuk memperoleh barang modal yang diinginkan)
ƒ Supplier (yaitu pedagang yang meyediakan barang yang akan di-leasing sesuai
perjanjian antara lessor dengan lessee dan dalam hal ini suplier juga dapat bertindak
sebagai lessor.
ƒ Asuransi merupakan perusahaan yang akan menanggung risiko terhadap perjanjian
antara lessor dengan lessee, dimana dalam hal ini lessee dikenakan biaya asuransi dan
apabila terjadi sesuatu, maka perusahaan akan menanggung risiko sebesar jumlah
yang sesuai dengan perjanjian terhadap barang yang dileasingkan.

2. Term Loan
Term loan mempunyai karakteristik: berusia lebih dari satu tahun, diberikan atas
dasar perjanjian formal. Kredit ini dilunasi secara berkala, baik bulanan, triwulanan,
tengah tahunan atau tahunan, dengan angsuran yang sama. Kemampuan membayar kredit
ini dihubungkan aliran kas sehingga tidak membahayakan likuiditas perusahaan. Term
loan ini diberikan oleh Bank Dagang, perusahaan asuransi, supplier atau manufacture.
Term loan ini sering dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang relatif kecil untuk
mengeluarkan surat berharga, baik jangka pendek maupun jangka panjang, sebagai salah
satu sumber pembelanjaan.

3. Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)


KMKP adalah bentuk kredit jangka menengah yang diberikan oleh pemerintah yang
biasanya dimanfaatkan pleh perusahaan-perusahaan kecil. Batasan-batasan KMKP
adalah:
♦ KMKP adalah bentuk kredit untuk kelancaran usaha secara terus-menerus
♦ KMKP diberikan kepada perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa dalam
usaha melakukan perluasan dan rehabilitasi, kecuali jasa-jasa yang bersifat
hiburan/amusement.
♦ KMKP diberikan maksimum Rp. 5 juta. Dalam memberikan kredit ini bank
mempertimbangkan perputaran usaha pemohon masa lalu, dan untuk usaha baru
dengan mendasarkan atas kebutuhan yang sebenarnya.
♦ Bunga KMKP 12% setahun (berlaku mulai 1 Januari 1978)
♦ Jangka waktu kredit maksimum 3 tahun.
♦ Cara memberikan KMKP oleh bank dilakukan sebagaimana lazimnya pada
pemberian kredit modal kerja/eksploatasi lainnya.
♦ Guna memperkuat jaminan pembayaran kembali oleh nasabah, bank mengadakan
perjanjian pertanggungan dengan PT. Askrindo.

B. Sumber Modal Jangka Panjang


Sumber modal jangka panjang ini dapat diperoleh dari modal sendiri (saham) dan
modal asing (obligasi, hipotek dan KIK (Kredit Investasi Kecil).
1. Obligasi
Adalah merupakan surat tanda hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan yang
didalamnyaa tercantum nilai nominal dan bunga serta waktu pembayaran kembali.
Harga obligasi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan yang diharapkan. Perusahaan
yang diperkenankan mengeluarkan obligasi adalah perusahaan yang benar-benar baik
dan mendapat pengawasan dari badan yang ditunjuk. Jenis obligasi : debenture,
subordinate debenture, income bond. Debenture adalah obligasi yang tidak dijamin
dengan suatu aktiva tertentu (unsecured bond) dari suatu perusahaan. Pada saat
dilikuidasi merupakan kreditor umum (akan dilunasi sesudah hutang yang dijamin).
Subordinate debenture adalah bentuk obligasi, jika terjadi likuidasi akan dibayar
setelah obligasi senior, bentuk ini dapat ditukarkan dengan saham (convertable bond).
Income bond adalah yang memperoleh pendapatan (bunga) jika perusahaan
memperoleh keuntungan, dimana bunga bersifat kumulatif, biasanya tidak lebih dari 3
tahun.

Pembayaran obligasi (pembayaran kembali) dapat dilakukan secara sekaligus (sinking


funds) pada hari jatuh tempo-nya, atau diangsur (amortization). Pembayaran kembali
obligasi dapat diambilkan dari penyusutan dari aktiva yang dibelanjai dengan
pinjaman obligasi tersebut atau dari keuntungan perusahaan.

2. Hipotek (morgage)

Adalah bentuk utang jangka panjang yang dijamin dengan aktiva tidak bergerak
(tanah, bangunan). Jika terjadi likuidasi aktiva yang dijadikan jaminan itu dijual
untuk membayar hutang hipotek tersebut, jika tidak mencukupi maka sisa utang
hipotek menjadi kreditor umum.

3. Kredit Investasi Kecil (KIK)


Karakteristik dimaksud KIK adalah: jumlah maksimum Rp. 5 juta, bunga 10,5% /
bulan (berlaku 1 Januari 1978), jangka waktu kredit 10 tahun termasuk grace
periode, self financing pemohon 25% tidak secara mutlak, diberikan kepada
perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa, kecuali
hiburan/amusement, jaminan kredit berupa: proyek yang dibiayai dengan kredit
tersebut, jika jaminan tidak mencukupi ditambahn kekayaan milik nasabah atau
pihak ketiga hingga mencapai 100%, untuk memperkuat pembayaran kembali bank
mengadakan perjanjian dengan PT. Askrindo.

4. Saham Preferen
Saham preferen mempunyai sifat sebagai utang dan sebagai modal sendiri. Dividen
tiap tahun tetap dinyatakan dalam persentase (%) tertentu dan bersifat kumulatif.
Saham preferen ini mempunyai hak atas sisa keuntungan setelah dibagikan kepada
pemilik saham biasa (participating future). Misalnya pemegang saham preferen telah
menerima Rp. 16,- dan pemegang biasa menerima dividen Rp. 20,- maka pemegang
saham preferen berhak atas tambahan sebesar Rp. 4,- . Jika terjadi likuidasi, saham
preferen memperoleh hak setelah kreditor, tetapi sebelum pemegang saham biasa
(biasanya hak ini hanya terbatas pada nilai nominal). Saham preferen tidak
mempunyai suara (kecuali jika tidak pernah menerima dividen) dalam RUPS. Untuk
mengakhiri peredaran saham preferen digunakan call price atau sinking funds. Call
price adalah harga yang disebutkan sebagai harga pelunasan apabila perusahaan
memutuskan untuk melunasi saham preferen. Call price lebih besar daripada nilai
nomisalnya. Call price ini dapat berlaku juga pada obligasi. Jika pajak tinggi tidak
menarik untuk mengeluarkan saham preferen. Untuk suatu perusahaan mengeluarkan
saham preferen karena alasan bahwa pembayaran dividen saham preferen sebenarnya
tidak merupakan kewajiban yang mempunyai kekuatan hukum.

5. Saham Biasa
Saham biasa adalah merupakan modal sendiri yang berasal dari luar perusahaan.
Saham biasa ini akan menanggung risiko perusahaan sejauh modal yang disetorkan.
Saahm yang diotorisir adalah jumlah maksimum saham baisa yang boleh
dikeluarkan. Out standing stock adalah saham biasa yang telah dikeluarkan yang
dimiliki oleh pemilik. Perusahaan mungkin membeli sebagian dari saham ini yang
dikeluarkan dan menyimpan sebagai treasury stock. Saham biasa mungkin
mempunyai atau mungkin tidak mempunyai nilai nominal. Nilai nominal hampir
tidak ada nilai ekonomisnya.

Modal sendiri yang berasal dari dalam perusahaan adalah : cadangan, dan laba
ditahan. Cadangan yang merupakan modal sendiri berupa: cadangan ekspansi,
cadangan modal kerja, cadangan selisih kurs, dan cadangan umum. Dan cadangan
yang tidak termasuk modal sendiri: cadangan penyusutan, cadangan piutang ragu-
ragu, cadangan yang bersifat utang.

Anda mungkin juga menyukai