PT. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.021.

K/0599/DIR/1995, 23-05-1995

PEMBACAAN METER

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

PENGERTIAN TUGAS POKOK JENIS-JENIS FORMULIR YANG DIGUNAKAN PERENCANAAN PEMBACAAN METER PERSIAPAN PEMBACAAN METER PELAKSANAAN PEMBACAAN METER PENGENDALIAN PEMBACAAN METER RUTE BACA METER

09/08/2011

MRB I

1

PT. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.021.K/0599/DIR/1995, 23-05-1995

PENGERTIAN FBM adalah fungsi yang melaksanakan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengendalian dalam kegiatan : pembacaan, pencatatan, dan perekaman angka kedudukan meter alat pengukur meter KWH, meter KVARH, meter KVA Max, pada setiap pelanggan serta pembacaan dan pencatatan penunjukkan sakelar waktu.

09/08/2011

MRB I

2

Menyampaikan surat pemberitahuan hasil pembacaan yang tidak berhasil dilakukan pembacaan meter. F.K/0599/DIR/1995. Merencanakan jadual dan rute pembacan meter serta memelihara baca meter.PT. B. E.021. D. Menyiapkan kegiatan pelaksanaan pembacaan meter C. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. Melaksanakan pembacaan dan pencatatan angka kedudukan meter secara tepat sesuai jadual yang telah ditetapkan. 23-05-1995 TUGAS POKOK FUNGSI PEMBACAAN METER A. Melakukan pembacaan khusus sehubungan dengan adanya pengaduan dan penyambungan baru. 09/08/2011 MRB I 3 . Menyampaikan segi pemberitahuan hasil pembacaan meter kepada pelanggan yang pembacaan meternya menggunakan PDE.

Melakukan pemeriksaan hasil pembacaan meter dan perbaikan kesalahan Pembaca Meter. Melakukan koordinasi dengan fungsi terkait. kVA max). 09/08/2011 MRB I 4 . H. L. K. M.021. Mengirim hasil pembacaan meter kepada Fungsi Pembuatan Rekening. 23-05-1995 G. Melakukan perekaman angka kedudukan meter dan perhitungan pemakaian tenaga listrik (kWh. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.PT.K/0599/DIR/1995. I. Mencatat dan menindak-lanjuti laporan Pembaca Meter. Membuat laporan sesuai bidangnya. kVArh. Melakukan pengawasan dan pembinaan kepada Pembaca Meter. J.

JENIS-JENIS FORMULIR YANG DIGUNAKAN           TUL II-01 A/B TUL II-02 TUL II-03 TUL II-04 TUL II-05 TUL II-06A/B TUL II-07 TUL II-08 TUL II-09 TUL II-10 Daftar Pembacaan Meter Berita Acara Pembacaan Meter Kartu Meter Langganan Surat Pemberitahuan Pembacaan Meter Rekapitulasi Pembacaan Meter Harian Daftar Pemakaian Kwh/KVarh/KVA Maks Kartu Pemakaian Kwh/KVarh/KVA Maks Daftar Koreksi Angka Kedudukan Meter Bulan Lalu Berita Acara Perhitungan Kembali Pemakaian Kwh/KVarh/ KVA Maks Berita Acara Pemeriksaan/Penelitian U/ Restitusi MRB I 5 09/08/2011 .

09/08/2011 MRB I 6 . Kriteria RBM yang baik.jumlah pelanggan yang dibaca seorang Pembaca Meter dalam sehari kerja sesuai dengan standar kapasitas baca meter. RBM adalah urutan langkah pembacaan meter yang sepraktis mungkin di lapangan dalam melakukan pembacaan meter sesuai dengan jumlah kemampuan membaca meter seorang Pembaca Meter dalam satu hari kerja.PT. 23-05-1995 PERENCANAAN PEMBACAAN METER 1. yaitu : .021. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. Pembentukan RBM.urutan langkah pembacaan meter yang sepraktis mungkin di lapangan .K/0599/DIR/1995.

Kode Sub Rayon/Rt Area BM. transportasi dari/ke kantor PLN c. 23-05-1995 PERENCANAAN PEMBACAAN METER Standar Kapasitas Baca Meter adalah jumlah pelanggan yang mampu dibaca dalam sehari kerja oleh seorang Pembaca Meter. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.PT.021. Kode Rute BM. Kode Rayon/Rt.K/0599/DIR/1995. Penetapan jumlah pelanggan dalam satu RBM disusun dengan memperhatikan antara lain : a. macam daerah b. 09/08/2011 MRB I 7 . tingkat produktivitas Pembaca Meter. lama waktu pembacaan d. Nomor Urut RBM dan Nomor sisipan. Struktur RBM terdiri atas : Kode cabang.

Untuk memudahkan pengawasan dan kelancaran pembacaan meter dibuat rencana jadual pelaksanaan pembacaan meter. Pengaturan jadual pembacaan meter. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. 09/08/2011 MRB I 8 . dan dimulai tanggal 1 setiap bulan. Pembacaan dilakukan setiap satu bulan sekali.PT. 23-05-1995 PERENCANAAN PEMBACAAN METER 2.021. 3. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hasil baca meter dan produktivitas Pembaca Meter. Rotasi Pembaca Meter adalah perpindahan penugasan Pembaca Meter dari daerah baca tertentu ke daerah baca yang lain. Pengaturan jadual rotasi Pembaca Meter.K/0599/DIR/1995.

MRB I 9 09/08/2011 .K/0599/DIR/1995. disiapkan BA Pembacaan Meter (TUL II-02) b.PT. Pelanggan Baru Berdasarkan PDL pelanggan baru. PEMBACAAN METER DENGAN DPM (TUL II-01A/TUL II-01B) a. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. 23-05-1995 PERSIAPAN PEMBACAAN METER 1.021. FPM menyiapkan DPM susulan sesuai jenis pelanggan dan lokasi pelanggan. mempermudah pelaksanaan dan pengawasan  DPM dibuat dua macam yaitu DPM Tarif Tunggal tanpa kVArh (TUL II-01A) dan DPM Tarif Ganda dan Tunggal dengan kVArh (TUL II-01B)  Untuk pelanggan tertentu. Pelanggan Lama  DPM disiapkan setiap hari per Pembaca Meter untuk memperlancar.

Kartu Meter Pelanggan yang hilang/rusak. harus segera dibuat/dipasang penggantinya. 3. PEMBERITAHUAN PEMBACAAN METER (TUL II-04) Pemberitahuan Pembacaan meter (TUL II-04) disiapkan untuk dibawa oleh Pembaca Meter dan disampaikan ke alamat pelanggan apabila Pembaca Meter tidak berhasil mencapai tempat meter untuk dibaca.PT. 23-05-1995 2.021. dibuatkan Kartu Meter Pelanggan (TUL II-03) 2.K/0599/DIR/1995. Setiap ada pelanggan baru. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. Kartu Meter Pelanggan untuk pelanggan lama dibuat setahun sekali. 3. 09/08/2011 MRB I 10 . KARTU METER PELANGGAN (TUL II-03) 1.

PEMBAGIAN TUGAS PEMBACA METER Pengawas Pembaca Meter menyiapkan pembagian tugas per Pembaca Meter sesuai jadual dan daerah masing-masing DPM dan Surat Pemberitahuan Pembacaan Meter (TUL II-04) secara harian. yang berhasil dibaca dan yang tidak berhasil dibaca.021.PT. 5. 09/08/2011 MRB I 11 . REKAPITULASI PEMBACAAN METER (TUL II-05) Digunakan untuk mengawasi kegiatan/produktivitas Pembaca Meter Mencatat jumlah pelanggan yang harus dibaca. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.K/0599/DIR/1995. 23-05-1995 PERSIAPAN PEMBACAAN METER 4.

Tata cara pembacaan dan pencatatan angka kedudukan meter Penyampaian Pemberitahuan Pembacaan Meter (TUL II-04) Pencatatan pada Kartu Meter Pelanggan (TUL II-03) Penyerahan hasil pembacaan meter (DPM) kepada Pengawas Pencatatan dan perhitungan kWh/kVArh/kVA Max Pemeriksaan hasil pembacaan. Pemeriksaan pemakaian kWH/kVArh/kVA Max.PT. 6. 3. 4. 2. Pengiriman hasil pembacaan meter ke FPR. 09/08/2011 MRB I 12 . 23-05-1995 PELAKSANAAN PEMBACAAN METER 1.021. 5.K/0599/DIR/1995. 8. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. 7.

meter rusak. KML (TUL II-03). Tata cara pembacaan dan pencatatan angka kedudukan meter. meter tidak ada.  Untuk pelanggan tertentu. ada anjing galak. bangunan tidak dihuni.K/0599/DIR/1995. dibuatkan BA Pembacaan Meter (TUL II-02) dan ditanda tangani oleh Petugas dan Pelanggan.  Apabila ada hambatan dalam pelaksanaan pembacaan meter. dan hubungi tetangga/petugas.  Apabila ada kelainan dalam pelaksanaan pembacaan meter dicatat dalam DPM seperti : meter sulit dibaca. Pemberitahuan (TUL II-04) dan BA Pembacaan meter (TUL II-02). dicatat dalam DPM (TUL II-01A/TUL II-01B) dan pada Kartu Meter Pelanggan (TUL II-03). kode kddk tidak sesuai atau tarif tidak sesuai. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. agar diberi pesan : meter didalam bangunan. 09/08/2011 MRB I 13 . Surat tugas. DPM atau PDE.  Pembaca Meter membawa : Kartu Jatidiri.021.PT. 23-05-1995 1.  Pembacaan angka kedudukan meter dilakukan dengan melihat angka meter di tempat pelanggan sesuai spesifikasi meter ybs.

Penyampaian Pemberitahuan Pembacaan Meter (TULII-04) 1. Maka pelanggan diminta membaca sendiri dan disampaikan ke PLN.021. 3.K/0599/DIR/1995. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. Apabila setelah lewat dua hari dari tanggal TUL II-04 pelanggan belum menyampaikan angka kedudukan maka pemakaian listrik dihitung sesuai rata-rata pemakaian 3 bulan terakhir.PT. TUL II-04 disampaikan apabila pembaca meter sulit mencapai tempat meter. TUL II-04 dibuat berbentuk kartu dengan 2 segi yaitu segi kesatu untuk pelanggan dan kedua untuk arsip FBM. 2. 09/08/2011 MRB I 14 . 23-05-1995 2.

Pencatatan pada Kartu Meter Pelanggan (TUL II-03) 1. 23-05-1995 3. Pengawas mencatat dalam Rekapitulasi Pembacaan Meter Harian (TUL II-05) 09/08/2011 MRB I 15 .PT. Penyerahan hasil pembacaan meter kepada Pengawas dilakukan setiap hari. Angka kedudukan meter dibaca dan dicatat dalam DPM atau PDE. 2. kemudian juga kartu meter pelanggan TUL II-03 diisi dan ditempatkan didekat APP. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. Penyerahan hasil pembacaan meter (DPM) kepada Pengawas 1.021. 2. Pembaca Meter dan Pelanggan membubuhkan paraf pada Kartu Meter Pelanggan (TUL II-03) 4.K/0599/DIR/1995.

09/08/2011 MRB I 16 . 2. Angka kedudukan yang dicatat di DPM dihitung pemakaian kWh/kVArh/kVA max dalam TUL II-06A/ TUL II-06B.021.K/0599/DIR/1995. angka kedudukan meter terakhir yang dicatat di DPM dipindahkan ke Kartu Pemakaian kWh/kVArh/kVA max (TUL II-07). Unit yang sudah menggunakan komputer. 23-05-1995 5. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. 3. perhitungannya dilakukan oleh komputer. Pelanggan besar dengan meter kVArh dan pelanggan lainnya yang dianggap perlu. Kartu pemakaian kWh/kVArh/kVA max diperlukan untuk pengawasan. Pencatatan dan perhitungan kWh/kVArh/kVA max 1.PT.

23-05-1995 a. Rumus perhitungan pemakaian kWH :  kWh = (A ± L) x FM x FRT ‡ Rumus perhitungan pemakaian kVArh :  kVArh = (A ± L) x FM x FRT a.PT.K/0599/DIR/1995. Rumus pemakaian kVA maksimum :  kVA maks = P x CT x PT x K  Apabila pelanggan yang dipasang KW maks maka besarnya daya terukur yang digunakan untuk menghitung biaya beban adalah dengan rumus : kVA maks = P x CT x PT x K x FD 09/08/2011 MRB I 17 .021. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.

Pemeriksaan hasil pembacaan. Setiap koreksi angka kedudukan meter bulan lalu harus dilakukan dengan membuat Daftar Koreksi Angka Kedudukan Meter Bulan Lalu (TUL II-08) yang di tandatangani Kepala Cabang/Kepala Bagian.PT. 3.021. Pengawas memeriksa DPM yang diterima atara lain : 1. Produksivitas Pembaca Meter. 23-05-1995 6. Angka kedudukan meter 2. maka perlu dilakukan penelitian sebagaimana mestinya. 09/08/2011 MRB I 18 . PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.K/0599/DIR/1995. Laporan Pembaca Meter Bila ada angka pemakaian yang tidak wajar.

23-05-1995 7.K/0599/DIR/1995. Pemeriksaan pemakaian kWH/kVArh/kVA Max. a) Pemeriksaan dilakukan pada :  Kartu Pemakaian kWh/kVArh/kVA max (TULII-07)  Daftar pemakaian kWh/kVArh/kVA max (TULII-06)  DLPD b) Pengaduan pelanggan dari FPL diteliti/diperiksa dan dibuat BA Perhitungan Kembali Pemakaian kWh/kVArh/kVA max (TUL II-09) dalam rangkap 4 :     Asli untuk FPR sbg bahan pembuatan rek listrik Tembusan 1 untuk FPL Tembusan 2 untuk FBM untuk koreksi stand meter Tembusan 3 untuk FBL sbg lampiran pembukuan. c) Pengaduan Pelanggan minta restitusi rekening listrik berdasarkan data pendukung dari FPL setelah diperiksa/diteliti kemudian dibuat Surat Pemeriksaan/ Penelitian Untuk Restitusi Rekening Listrik (TUL II-10) MRB I 19 09/08/2011 .021. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.PT.

Pengiriman hasil pembacaan meter ke FPR. a) Setelah DPM diperiksa/diteliti kemudian dikirim ke FPR dengan daftar pengiriman yang ditanda tangani pejabat yang berwenang. 09/08/2011 MRB I 20 .K/0599/DIR/1995. b) Isi daftar pengiriman antara lain :  Rekap jumlah pelanggan  Jumlah angka kedudukan meter per daerah baca meter.021. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. 23-05-1995 8.PT.

Pengawasan hasil pembacaan meter a. dibandingkan dengan yang berhasil dibaca setiap hari masing-masing Pembaca Meter. membandingkan :    Angka kedudukan meter bulan ini dengan bulan lalu di DPM Pemakaian kWh/kVArh/kVA max bulan ini dengan bulan lalu Jam nyala dengan menganut skala prioritas kalau ada kelainan kemudian diperiksa di lapangan. Pengawasan kuntitas baca meter Jumlah yang harus dibaca. Pengawasan kualitas pembacaan meter. b. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No. 09/08/2011 MRB I 21 .K/0599/DIR/1995. 23-05-1995 PENGENDALIAN PEMBACAAN METER 1.021.PT.

Tindak lanjut laporan Pembaca Meter Yang termasuk laporan Pembaca Meter adalah : Kelaianan kondisi instalasi PLN Perubahan peruntukan tenaga listrik di pelanggan Penyambungan TL dengan alas tidak sah Keluhan pelanggan Laporan Pembaca Meter di DPM dipindahkan ke pengaduan pelanggan (TUL I-14) segera setelah Pengawas baca meter menerima laporan. 09/08/2011 MRB I 22 . dll 3.PT. etika baca meter. PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.K/0599/DIR/1995. tata cara baca meter. penerapan sanksi terhadap Pembaca Meter yang melanggar. Pembinaan Pembaca Meter Secara periodik antara lain pendidikan dan pelatihan.021. 23-05-1995 PENGENDALIAN PEMBACAAN METER 2. Setiap laporan diberi nomor agenda dan dicatat dalam buku/agenda kemudian dikirim ke FPL.

Pemeliharaan arsip pembacaan meter 1. Daftar Pembacaan Meter (TUL II-01A/TUL II-01B) 2.PT. Historis pemakaian kWh/kVArh/kVA Maksimum Dalam kurun waktu 12 bulan terakhir dibuat historis pemakaian kWh/kVArh/kVA max dengan menggunakan Kartu Pemakaian kWh/kVArh/kVA max (TUL II-07) 5.K/0599/DIR/1995.Kartu Pemakaian kWh/kVArh/kVA max (TUL II-07) 3.Daftar Pemakaian kWh/kVArh/kVA max (TUL II-06A/TUL II-06B) 09/08/2011 MRB I 23 . PLN (PERSERO) P & P TULMAN 1994-SK No.021. 23-05-1995 PENGENDALIAN PEMBACAAN METER 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful