Anda di halaman 1dari 5

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah swt yang telah mengajar manusia dangan perantaraan kalam. Shalawat
dan salamn-Nya semoga selalu dianugerahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw Rasul alam
dan manusia yang paling fasih di antara orang-orang Arab dan A’zam, juga kepada para keluarga
dan sahabatnya.

Alhamdulillah dengan taufiq dan inaya-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan
judul “Taukid dan Badal”. Adapun makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah nahwu.

Tiadak gading yang tak retak, penulis menyadari bahwasannya makalah ini jauh dari
kesempurnaan dan masih banyak menyisakan kekurangan dan kesalahan di sana-sini baik dari
segi penulisan ataupun isinya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kepada para pembaca yang
budiman memberikan saran kritiknya yang membangun untuk perbaikan di masa yang akan
datang.

Penulis mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses
penyusunan makalah ini secara langsung ataupun tidak, semoga Allah swt membalas amal
baiknya. Akhir kata semoga makalah ini bermanpaat dan menjadi sumbangan kecil bagi
pengetahuan kita.

Bandung, 27 Oktober 2009

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

Bahasa arab adalah bahasa Al-qur’an dan hadits dan banyak referensi tentang ilmu ke-Islaman
lainnya dan ntuk memahami bahasa arab kita perlu memahami ilmu shorof dan nahwu.
Para ulama mengatakan shorof adalah induknya ilmu dan nahwu adalah bapaknya. Berarti
dengan memahami shorof dan nahwu sama dengan mempunyai kunci untuk membuka gerbang
ilmu.

Adapun pada kesempatan kali ini penulis sedikitnya akan membahas tentang nahwu atau lebih
spesifiknya pada permasalahan Taukid dan Badal, karena masih banyak yang belum memahami
betul tentang kedua permasalah ini.

BAB II

PEMBAHASAN

A. TAUKID

1. Pengertian

Menurut bahasa kata “taukid” mempunyai beberapa bentuk, yaitu: ‫التأكيد‬,‫ التاكيد‬,‫ التوكيد‬, tapi yang
paling populer adalah ‫ التوكيد‬seperti dalam firman Allah

‫وال تنقضواااليمان بعد توكيدها‬

Secara harfiah taukid adalah “‫ ”التقوية‬yang artinya menguatkan.

Adapun menurut istilah taukid adalah ‫التوكيد تابع للمؤكد في إعرابه وتعريفه‬

Artinya: taukid adalah kata yang tabi’ (ikut) kepada muakadnya dalam i’rob dan ma’rifatnya.

2. Pembagian taukid

a. Taukid lapdzi

Taukid lapdzi adalah ‫هو إعادة الفظ بعينه أو بمرادفه‬

Artinya: taukid lafdzi adalah mengulang suatu kata dengan ain atau murodifnya.

Conto:

‫ يا ليتني كنت صبيا مرضعا‬.‫ حضرالوزير الوزير‬.‫جاء إنسان بشر‬

b. Taukid Manawi

Depinisinya adalah ‫إعادة اللفظ بألفاظ معلومات‬


artinya: mengembalikan suatu kata dengan kata-kata yang telah ditentukan

Adapun kata-kata yang digunakan untuk mentaukidkan adalah:

 ‫نفس وعين‬
Kata ‫ عين‬dan ‫نفس‬dipakai untuk mentaukidkan muakad yang muprod dan apabila
digunakan untuk mentaukidkan mutsana dan jama’maka dijamakan mengikuti wajan‫أفعل‬
serta harus ada dlomir yang kembali kepada muakadnya.

Contoh: ‫نصرت أحمد نفسه‬.

‫حضرت فاطمة عينها‬

‫جاء الرجالن أنفسهما‬

‫جاءت النساء أعينهم‬


‫مررت بالشاعرين أنفسهم‬

 ‫ عامة‬,‫ جميع‬,‫كل‬

Ketiga kata di atas dipakai untuk mentaukidkan muakad yang muprod dan jama, serta
harus ada dlomirnya.
Contoh :
‫عامته مررت بالقبيلة‬/‫جميعه‬/‫اشتريت البيت كله‬
‫عامتها‬/‫جميعها‬/‫كلها‬

‫عامتهم‬/‫جميعهم‬/‫حاضر القوم كلهم‬

‫عامتهن‬/‫جميعهن‬/‫أكرمت النساء كلهن‬

Ketiga kata ini tidak bisa untuk mentaukidkan muakad muprod yang tidak berupa
kumpulan. Contoh: ‫عامته‬/‫جميعه‬/‫جاء أحمد كله‬

Adapun muprod yang berupa kumpulan diantaranya: ‫ البيت‬،‫ الفرقة‬،‫ الجيش‬،‫ القبيلة‬dll.

 ‫كال و كلتا‬

Kata ‫ كال‬digunakan khusus untuk mudzakar mutsana dan ‫ كلتا‬untuk muanats mutsana,
serta harus ada dlomirnya juga.

Contoh:
‫الرجالن كالهما في البيت‬

‫شاهدت الطالبتان كلتاهما التلفزيون‬

‫بروالديك كليهما‬

‫صن يديك كلتيهما عن األذى‬

 ‫أجمع‬

Kata ‫ أجمع‬khusus untuk mentakidkan jama dan tidak untuk muprod dan mutsana.

Contoh:
‫آمن المالءكة أجمعون‬
‫أحيى هللا الناس أجمعين‬

Bila ingin mentaukidkan dengan maka kata dijamakan menjadi dan tidak dibubuhi
dlomir bariz.

Contoh : ‫ حضر الطالبون أجمعون‬bukan ‫حضر الطالبون أجمعهم‬

Catatan:

Apabila kata-kata yang menjadi taukid terdapat pada suatu jumlah selain taukid maka i’rcbnya
sesuai dengan kedudukannya dalam jumlah.

‫ حضر جميع األضاء‬،‫ كل مولد يولد على فطرة‬،‫جاء نفس الرجل‬،

Kata-kata di atas bukanlah taukid seperti ‫ نفس‬yang menjadi fail.

Dalam taukid ada yang dinamakan ‫( تقوية التوكيد‬menguatkan taukid) maka boleh ada :

‫ أجمع‬setelah ‫كله‬

‫ أجمعون‬setelah ‫كلهم‬

‫ جمعاء‬setelah ‫كلها‬

‫ جمع‬setelah ‫كلهن‬

Contoh: ‫فسجد المالئكة كلهم أجمعون‬

Dan terkadang didatangkan setelah ‫ أجمع‬kata-kata yang tabi’ padanya yaitu ‫ أكتع‬،‫ أبصع‬،‫أبتع‬

Contoh: ‫أبتعون جاء القوم كلهم أجمعون أكتعون أبصعون‬


Kelima taukid di atas maknanya sama dan menjadi taukid untuk kata sebelumnya

Selain isim kalimah huruf dan fiil juga bisa ditaukidkan

Contoh: ‫أتاك أتاك المدرس‬

‫جلس قعد زيد‬

‫الال أعرفه‬