SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100/PMK.

01/2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN

MENTERI KEUANGAN,

Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Departemen Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan;

Mengingat

:

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005;

Memperhatikan

:

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat Nomor B/1697/M.PAN/7/2008 tanggal 7 Juli 2008;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN.

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Keuangan merupakan unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh seorang Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang keuangan dan kekayaan negara; pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawabnya; pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara; penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang keuangan dan kekayaan negara kepada Presiden.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;

-3h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Pengembangan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Pembinaan Umum Pengelolaan Kekayaan Negara; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan.

m. Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional;

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen Keuangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Departemen Keuangan; penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen Keuangan; penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator, Kementerian Negara, Departemen lain, Lembaga Pemerintah Non Departemen, dan lembaga lain yang terkait;

-4d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Hubungan Masyarakat; Biro Perlengkapan; Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 8 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan program dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Departemen, penyusunan anggaran Departemen, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen;

-5c. d. e. f. pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen; pelaksanaan akuntansi anggaran Departemen serta pelaporan keuangan Departemen; perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 10 Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Perencanaan Program; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 11 Bagian Perencanaan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek, dan strategik Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan dan kinerja Departemen. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Bagian Perencanaan Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional di lingkungan Departemen; penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerja sama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Program I;

b.

c.

-6b. c. d. Subbagian Perencanaan Program II; Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral; Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 14 (1) Subbagian Perencanaan Program I mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan Program II mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerjasama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 15 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Departemen; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Pembiayaan dan Perhitungan) Departemen; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 17 Bagian Penganggaran terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran I;

-7b. c. d. Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 18 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 19 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan bahan dan penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Departemen; verifikasi dokumen permintaan pembayaran lingkup Sekretariat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran; penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus.

-8-

Pasal 21 Bagian Perbendaharaan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan; Subbagian Verifikasi Perbendaharaan; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 22 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pemberian dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penyiapan bahan penyusunan pedoman pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) Subbagian Verifikasi Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian terhadap dokumen permintaan pembayaran, penerbitan surat perintah pembayaran dan penetapan SKPP, penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan, penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan, dan pembuatan tanggapan dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 23 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Departemen. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal;

-9b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Departemen Keuangan; penyusunan laporan keuangan Departemen meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Departemen; penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 25 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 26 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan

- 10 pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Departemen Keuangan. Pasal 27 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan dengan menggunakan pendekatan manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Bagian Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi sistem manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 29 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama II; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama III; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama IV. Pasal 30 Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I, II, III, dan IV masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data, analisis, dan penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi serta penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi konsep manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.

Bagian Keempat

- 11 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 31 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen.

Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 33 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 34 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 35

c. d.

- 12 -

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 36 Bagian Organisasi I terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; Subbagian Organisasi IC. Pasal 37 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 38 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi;

- 13 b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 40 Bagian Organisasi II terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; Subbagian Organisasi IIC.

Pasal 41 Subbagian Organisasi IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 42 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42, Bagian Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan laporan akuntabilitas kinerja; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja;

b.

- 14 c. d. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 44 Bagian Ketatalaksanaan I terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Ketatalaksanaan IA; Subbagian Ketatalaksanaan IB; Subbagian Ketatalaksanaan IC; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 45 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja, serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas rumah tangga Biro. Pasal 46 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46, Bagian Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: melakukan urusan tata usaha dan

dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 48 b. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi. evaluasi. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Inspektorat Jenderal. dan penyiapan bahan pembinaan. tata laksana pelayanan publik. pengumpulan dan pengolahan data. Badan Kebijakan Fiskal. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. c. Bagian Ketatalaksanaan II terdiri dari: a.15 a. b. c. penyiapan bahan pembinaan. analisis. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. analisis. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. b. koordinasi. tata laksana pelayanan publik. dan laporan akuntabilitas kinerja. koordinasi. dan analisis jabatan fungsional. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. dan monitoring jabatan fungsional. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. sistem administrasi umum. dan penyiapan pembinaan. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. sistem administrasi umum. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. . serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. Pasal 50 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. IIB. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. koordinasi.. evaluasi. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penelaahan. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. penyiapan bahan pembinaan. Pasal 49 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. evaluasi. penelaahan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. pengumpulan dan pengolahan data. penelaahan. koordinasi.

Subbagian Jabatan Fungsional I. c. Subbagian Jabatan Fungsional III. serta pengelolaan perpustakaan hukum. b. . perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. lelang. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.. evaluasi. c. penelaahan. perbendaharaan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. perusahaan. dan penyiapan bahan pembinaan. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 54 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. analisis. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. Biro Hukum a. II. kepabeanan dan cukai. Pasal 53 Subbagian Jabatan Fungsional I. koordinasi. dan penerimaan negara bukan pajak. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Jabatan Fungsional II. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. b.16 Pasal 52 Bagian Jabatan Fungsional terdiri dari: a.

kepabeanan dan cukai. Pasal 56 Biro Hukum terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. dan Informasi Hukum. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. Bagian Hukum Anggaran. Subbagian Hukum Pajak II. Perimbangan Keuangan. b. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Hukum Kekayaan Negara. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Perbendaharaan. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. Subbagian Hukum Pajak I. Kelompok Jabatan Fungsional. f.17 d. b. . Pasal 59 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri dari: a. Pasal 57 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak.. e. f. e. c. d. Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Perusahaan. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan.

Subbagian Hukum Kepabeanan I. Pajak Bumi dan Bangunan. keberatan dan banding. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. d. . (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Perbendaharaan. Subbagian Hukum Kepabeanan II.. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. pemberian uang ganjaran. Pasal 60 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. Pajak Tidak Langsung Lainnya. Bagian Hukum Anggaran. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. Pajak Pertambahan Nilai. Perimbangan Keuangan. Perimbangan Keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. Pasal 61 Bagian Hukum Anggaran. dan penerimaan negara bukan pajak.18 c. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. Perbendaharaan. perimbangan keuangan. dan Pajak Penghasilan. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. perbendaharaan.

rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. dan masalah anggaran terkait lainnya. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. dana tugas pembantuan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. terdiri dari: a. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan dana alokasi khusus. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-P Nias. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. Subbagian Hukum Perbendaharaan. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. Pasal 64 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. d. dana bagi hasil sumber daya alam. Perbendaharaan. c. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. anggaran Badan Layanan Umum. penyusunan Nota Keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Perimbangan Keuangan. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak. b.. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. dana alokasi umum. c. Pasal 63 Bagian Hukum Anggaran. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. Subbagian Hukum Anggaran.19 b. d. dan rancangan APBN Perubahan. penerusan pinjaman luar negeri kepada (2) .

(4) Pasal 65 Bagian Hukum Kekayaan Negara. dan diseminasi hukum. lelang. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. informasi. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. dan perusahaan. Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. serta menyelenggarakan dokumentasi. kekayaan negara yang dipisahkan. Bagian Hukum Kekayaan Negara. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. Perusahaan. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara.. b.20 pemerintah daerah. pengelolaan dana investasi. akuntansi dan pelaporan keuangan. Perusahaan. . dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. kekayaan negara lainnya. piutang negara. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara.

d. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. diseminasi hukum. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. Pasal 67 Bagian Hukum Kekayaan Negara. dan menengah. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. e. f. d. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan di bidang tugas Departemen. Lembaga Penyiaran Publik. penyiapan bahan pustaka hukum.. dan Informasi Hukum. terdiri dari: a. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Departemen. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. c. Pasal 68 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. mikro. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara.21 c. Perusahaan. b. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. Badan Hukum Pendidikan. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang- (2) (3) . penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen.

penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Departemen dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen. diseminasi hukum. penyiapan bahan pustaka hukum. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. dan derivatif terkait dengan surat utang negara. d. Pasal 69 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. b. Pasal 72 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. (4) Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. pinjaman dan hibah luar negeri. . pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro.22 undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 71 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri dari: a. pengelolaan perpustakaan hukum. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.. b. c. dan pembiayaan syariah. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. Subbagian Tata Usaha Biro. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara.

. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. asuransi. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. dana pensiun. pasar modal. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya. b. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam . jasa pembiayaan. lembaga keuangan bukan bank. perjanjian internasional. c. (3) (4) Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. Pasal 73 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. lembaga penjaminan.23 (2) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional.

. c. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. promosi dan kerjasama investasi. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). regional. dan jasa keuangan lainnya. dana pensiun. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. perjanjian perlindungan. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II.24 rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. perjanjian internasional. b. lembaga penjaminan. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. Pasal 76 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. dan pasar modal. d. dan perjanjian internasional. kewajiban kontinjensi. dan lembaga pembiayaan. Subbagian Hukum Perjanjian. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. (2) (3) (4) Bagian Keenam . khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. Pasal 75 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri dari: a.

memberikan bantuan hukum. c. Pasal 80 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. d. pendapat hukum. Arbitrase. c. Pasal 79 Biro Bantuan Hukum terdiri dari: a. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. serta Sengketa Internasional dan Arbitrase. d. Hukum I menyelenggarakan fungsi: a.25 Biro Bantuan Hukum Pasal 77 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. Bagian Bantuan Hukum I. b. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. sengketa Internasional. Bank Dalam Likuidasi (BDL). Bagian Bantuan Hukum II. Kelompok Jabatan Fungsional. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. b. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen.. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Bagian Bantuan . Bagian Bantuan Hukum III. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. dan Kepegawaian.

perdata. IB. Subbagian Bantuan Hukum IA. IC. sengketa pajak. c. Pasal 82 Bagian Bantuan Hukum I terdiri dari: a. dan pegawai Departemen yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Subbagian Bantuan Hukum IC. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. c. Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dalam penanganan perkara. tata usaha negara. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pendampingan kepada para mantan pejabat. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal Pasal 84 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). d. mantan pejabat.26 b. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. pra peradilan. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Bagian Bantuan . mantan pejabat.. Pasal 83 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. agama. b. niaga. Subbagian Bantuan Hukum IB. Subbagian Bantuan Hukum ID. b. mantan pejabat. pejabat. pendampingan kepada para pejabat. pendampingan kepada para pejabat.

sengketa Internasional. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. Arbitrase. sengketa pajak. b. dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Pasal 88 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. Bagian Bantuan .. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Subbagian Bantuan Hukum IIC. mantan pejabat. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Subbagian Bantuan Hukum IIB. pegawai. IIB. b. perdata. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. niaga. pendampingan kepada para pejabat. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL).27 c. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Tata Usaha Biro. d. Subbagian Bantuan Hukum IIA. d. pejabat. Pasal 86 Bagian Bantuan Hukum II terdiri dari: a. dan Kepegawaian. tata usaha negara. Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 87 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. c. mantan pejabat.

tata usaha negara. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. penyusunan formasi. IIIC. b. niaga. Biro SDM menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pra peradilan. sengketa Internasional. dan Kepegawaian. Arbitrase. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. Pasal 90 Bagian Bantuan Hukum III terdiri dari: a. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. IIIB. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 92 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perdata. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. serta dalam penanganan perkara. Subbagian Bantuan Hukum IIID. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). dan Kepegawaian. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). mantan pejabat. d. Arbitrase.. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri . Pasal 91 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. c. sengketa pajak. pendampingan kepada para pejabat. pelaksanaan pengadaan. penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia.28 c. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. sengketa Internasional.

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. d. dan pengelolaan kesejahteraan pegawai. Pasal 95 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. penyelesaian mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. b. serta pelaksanaan evaluasi kegiatan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan.. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia. f. pengembangan sumber daya manusia Departemen Keuangan. pengadaan pegawai. penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis.29 Sipil/Pegawai Negeri Sipil. pengelolaan. c. pemberhentian pegawai. penyelesaian administrasi umum. formasi. d. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Rencana Kerja. e. e. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun. c. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum. f. pengembangan. dan pelayanan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Departemen Keuangan. Pasal 94 Biro SDM terdiri dari : a. Rencana Kerja . b.

c. penyiapan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. Pasal 98 (1) Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis.30 Tahunan. serta evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. Penetapan Kinerja. (2) Subbagian Formasi dan Penyaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. Penetapan Kinerja. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. c. pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil. b. Subbagian Formasi dan Penyaringan.. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. Rencana Kerja. pemberian penghargaan dan tanda jasa. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia. (3) Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penempatan pegawai baru. Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. pengembangan standar dan pengawasan kinerja. penyiapan pengalokasian pegawai baru. Pasal 97 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. Rencana Kerja Tahunan. dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 99 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center dan psikotes serta penyiapan mutasi jabatan pegawai. koordinasi pendidikan dan pelatihan. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : .

penyusunan rencana kebutuhan. dan pengawasan standar kinerja. penyiapan mutasi jabatan dan koordinasi pembinaan pola karir di lingkungan Departemen. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. II. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I masing-masing dan penyiapan bahan pelaksanaan psikotes. Pasal 101 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. serta pemberian penghargaan dan tanda jasa. pengembangan. pemantauan. e. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. d. (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan riset. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. penyiapan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. dan pemberian penghargaan dan tanda jasa. pemantauan. Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai. Subbagian Assessment Center. pelaksanaan assessment center dan psikotes. penyiapan riset. Pasal 103 . c. dan III di lingkungan Departemen Keuangan. b. serta mutasi jabatan fungsional.. pengembangan. (2) Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan mutasi jabatan struktural eselon I. pengembangan dan evaluasi sistem assessment center dan psikotes. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. penyusunan rencana kebutuhan.31 a. dan pengawasan standar kinerja. b. dan pengaturan status kepegawaian. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 102 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan assessment center terhadap pejabat eselon II dan III di lingkungan Departemen Keuangan. d. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. dan eselon IV di lingkungan Sekretariat Jenderal. c.

penyusunan statistik pegawai. penyiapan petunjuk operasional penerapan standardisasi basis data. dan pemantauan perangkat keras. dan pemantauan perangkat keras. (4) Subbagian Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. serta penggunaan. pemeliharaan. c. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data. b. dan sarana pendukung komputer lainnya. c. Pasal 105 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. d. b. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. lunak. . pemeliharaan. pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian.32 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembangunan dan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Departemen Keuangan serta pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Pengelolaan Basis Data. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Naskah dan Dokumentasi. pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. d. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. (3) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik pegawai. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data kepegawaian. dan sarana pendukung komputer lainnya. lunak. Subbagian Integrasi Data.. serta penggunaan. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. Pasal 106 (1) Subbagian Integrasi Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan penyiapan bahan penyusunan petunjuk operasional standardisasi basis data. Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103.

Pasal 108 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta. d. Jawa . pensiun janda/duda. dan usul pensiun pegawai. Pasal 110 (1) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. (3) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. c. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III. penyiapan pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun dan usul pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Banten. pensiun janda/duda. dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. pensiun janda/duda. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Sumatera. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Sekretariat Jenderal. dan Badan Kebijakan Fiskal. b.33 - Pasal 107 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun mempunyai tugas melaksanakan mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. dan usul pensiun pegawai.. Pasal 109 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun terdiri dari : a. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. dan usul pensiun pegawai. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. b. penyiapan mutasi pangkat di lingkungan Departemen Keuangan. Direktorat Jenderal Anggaran. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II.

Pasal 111 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro SDM. Jawa Timur. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Jawa Tengah. penyiapan penyelesaian administrasi umum kepegawaian. b. pensiun janda/duda. penegakan disiplin. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. dan usul pensiun pegawai.34 Barat. Inspektorat Jenderal. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Penegakan Disiplin II. (4) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. Maluku. dan Papua. d. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Penegakan Disiplin I. Kalimantan. . d. DI Yogyakarta. Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum. dan mengelola kesejahteraan pegawai serta penyelesaian administrasi umum. Pasal 113 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum terdiri dari : a. Pasal 114 (1) Subbagian Penegakan Disiplin I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. penegakan disiplin.. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. b. c. c. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. Sulawesi. Bali dan Nusa Tenggara. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. pengelolaan kesejahteraan pegawai.

pemantauan. Direktorat Jenderal Pajak. b. penegakan disiplin. melaksanakan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara dan mengelola opini publik dalam rangka mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bagian Kedelapan Biro Hubungan Masyarakat Pasal 115 Biro Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program komunikasi publik.. Badan Kebijakan Fiskal. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan negara. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. c. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. serta menyiapkan penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya.35 penegakan disiplin. d. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. . penyebarluasan langkah dan kebijakan fiskal serta hasil pelaksanaannya kepada publik. (3) Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kesejahteraan pegawai dan penyelesaian administrasi umum kepegawaian. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Inspektorat Jenderal. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. analisis. Biro Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. mengelola perpustakaan departemen. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan program komunikasi publik secara terpadu dan berkelanjutan. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Penegakan Disiplin II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian.

Komisi-Komisi Negara. Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). serta fasilitasi penyelenggaraan rapat dan pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Kelompok Jabatan Fungsional. Bank Indonesia (BI). publikasi elektronik. komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. penyelenggaraan penerbitan. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. . pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. pengembangan. dan peningkatan partisipasi publik. c. perencanaan. Pasal 118 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan. Bagian Manajemen Opini Publik. d. Bagian Perpustakaan. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kementerian Negara. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. Mahkamah Konstitusi (MK).36 e. organisasi kemasyarakatan. lembaga pemerintah. evaluasi program komunikasi publik. Pasal 117 Biro Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. desk informasi dan call center. Pemerintah Daerah. lembaga pemerintah. Bagian Komunikasi Media dan Internasional. k. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). e. j. h. f. l. Mahkamah Agung (MA). pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. pengelolaan serta layanan perpustakaan. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan organisasi profesi. Bagian Publikasi dan Layanan Informasi. g. b. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). i. f..

Pasal 120 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri dari: a. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Pemerintah Daerah. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Departemen Keuangan di daerah pada masa reses persidangan. Kementerian Negara. Pemerintah Daerah.. b. pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan fiskal kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. pengkomunikasian kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. Komisi-Komisi Negara. Mahkamah Agung (MA). f. Kementerian Negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Komisi-Komisi Negara. Komisi-Komisi Negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kementerian Negara. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mahkamah Konstitusi (MK). penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mahkamah Konstitusi (MA).37 b. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas membina hubungan. e. Mahkamah Konstitusi (MK). d. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). c. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan Bank Indonesia (BI). Mahkamah Agung (MA). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mahkamah Konstitusi (MK). g. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. Bank Indonesia (BI). Pasal 121 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas membina hubungan. Bank Indonesia (BI). memberikan layanan informasi dan data. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Agung (MA). . Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mahkamah Agung (MA). serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Kementerian Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Lembaga Pemerintah Non Departemen c. memberikan layanan informasi dan data.

(2) Subbagian Publikasi Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan website Departemen serta publikasi infomasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya. penerbitan tidak berkala. c. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. Komisi-komisi Negara. (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas membina hubungan. Subbagian Publikasi Cetak. pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta pelayanan desk informasi dan call center. penyiapan. e. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122. Pasal 125 (1) Subbagian Publikasi Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan berkala. penyiapan dan pengelolaan website departemen serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaanya. . b. dan menyajikan data mengenai informasi keuangan dan kekayaan negara. menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat.. (3) Subbagian Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas menghimpun.38 (LPND). dan publikasi media luar ruang. c. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan bentuk publikasi elektronik lainnya. Subbagian Data dan Layanan Informasi. Bagian Publikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan publikasi media luar ruang. Pasal 122 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan dan publikasi elektronik. mengolah. Subbagian Publikasi Elektronik. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. b. penerbitan. kebijakan fiskal d. Pemerintah Daerah. Pasal 124 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi terdiri dari: a. f. pelayanan desk informasi dan call center Departemen.

penyiapan . advertorial.. d. Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. jumpa pers. g. h. c. Pasal 129 (1) Subbagian Komunikasi Media I mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. Subbagian Komunikasi Media II. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. internasional dan media asing serta pemanfaatan rubrik dan program media. b. data. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. wawancara. keterangan pers. e. Pasal 126 Bagian Komunikasi Media dan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan dan komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa. pelayanan informasi. f. Subbagian Komunikasi Media I. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. pengkajian. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. perencanaan. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. dan surat pembaca. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. b. perencanaan program berita. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center Departemen.39 dan hasil pelaksanaannya. dan kunjungan pers. c. tanggapan/bantahan. data. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. informasi. data. dan edukasi pada media. artikel. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. Bagian Komunikasi Media dan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan. penyusunan siaran pers. Pasal 128 Bagian Komunikasi Media dan Internasional terdiri dari: a. data. i.

c. Pasal 133 . b. pelayanan informasi. Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Departemen dan unit kerja eselon I di lingkungan Departemen. e. Subbagian Edukasi Publik. f. penyusunan siaran pers.40 dan penyelenggaraan liputan pers. dan penyusunan laporan perkembangan opini publik. c. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. dan surat pembaca. data.. serta perencanaan. pembinaan hubungan. advertorial. dan pelayanan informasi. pelayanan unjuk rasa. serta edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. lokakarya. dan kegiatan lainnya. melakukan edukasi publik. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. d. Pasal 132 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri dari: a. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. keterangan pers. data. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. Pasal 130 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas menyusun perencanaan dan program komunikasi publik. kegiatan sosial budaya. g. (3) Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. pemantauan. analisis. penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Departemen. artikel. pengkajian. penyiapan bahan. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. b. tanggapan/bantahan. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar. Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik. Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik. (2) Subbagian Komunikasi Media II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. wawancara. serta melakukan monitoring dan audit komunikasi. jumpa pers. dan kunjungan pers.

Bagian Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 136 Bagian Perpustakaan terdiri dari: a. h. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. serta koleksi perpustakaan lainnya. (2) Subbagian Edukasi Publik mempunyai tugas mengoptimalkan dukungan publik melalui edukasi. (3) Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal serta penyusunan laporan berkala pengembangan opini publik.41 - (1) Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan perencanaan. pemberian rekomendasi komunikasi publik. pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan. g. . Pasal 134 Bagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan perpustakaan. evaluasi. sarasehan. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain. Pasal 137 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program perpustakaan. b. serta pembuatan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan departemen. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. analisis. koleksi AV dan digital (CD. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja Biro. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya. penyusunan program komunikasi publik departemen. dan kegiatan sosial budaya serta menyusun bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan dan meningkatkan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. diskusi. Subbagian Tata Usaha Biro. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku. d. c.. e. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan institusi perpustakaan asing/internasional. penyelenggaraan seminar. Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan. pengembangan perpustakaan. penyusunan bibliografi. DVD). b. f. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work.

pelaksanaan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. Bagian Penyimpanan dan Distribusi. b. c. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan. b. pelayanan pendaftaran anggota. penyusunan bibliogragi/koleksi buku yang dimiliki. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Pengadaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penagihan dan reference work. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 140 Biro Perlengkapan terdiri dari: a. e. . serta penyiapan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. penyiapan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. c. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan unit yang membidangi perpustakaan di institusi dalam negeri. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. pemeliharaan koleksi perpustakaan. peminjaman/pengembalian bahan pustaka. pemberian kode-kode berdasarkan pedoman. analisis dan penyusunan serta penyiapan pembinaan administrasi rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen. layanan pengadaan secara elektronik departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. penyiapan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.42 - (2) Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan klasifikasi dan katalogisasi buku. Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 138 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. d..

Direktorat Jenderal Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Direktorat Jenderal Pajak. Pasal 143 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan terdiri dari: a. b. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. e. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan. c. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. analisis dan penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen. penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 141 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. (3) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea .43 d. Pasal 144 (1) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III. (2) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. serta koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I..

dan pelaporan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. barang cetakan. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. pelaksanaan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. Subbagian Tata Usaha Biro. serta pengadaan alat tulis kantor. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro.. b. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada . pelayanan pengadaan secara elektronik Departemen. Subbagian Pengadaan II. Inspektorat Jenderal. d. dan Gedung Keuangan Negara. layanan pengadaan secara elektronik Departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Subbagian Pengadaan III. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. c. dan alat rumah tangga kantor pada unit Sekretariat Jenderal. perencanaan. b. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Direktorat Jenderal Anggaran. pelaksanaan. Pasal 148 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. perencanaan. perencanaan. Subbagian Pengadaan I. Badan Kebijakan Fiskal. c. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Sekretariat Jenderal. penyusunan petunjuk teknis pengadaan.44 dan Cukai. pelaksanaan. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 147 Bagian Pengadaan terdiri dari: a. penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan dan penyusunan petunjuk teknis pengadaan di lingkungan Departemen. Pasal 145 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. d.

dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Direktorat Jenderal Pajak. serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. (3) Subbagian Pengadaan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi. Subbagian Penyimpanan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. pelaksanaan. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan penerimaan. pelaksanaan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. Pasal 151 Bagian Penyimpanan dan Distribusi terdiri dari: a. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Pasal 149 Bagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melaksanakan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. Bagian Penyimpanan dan Distribusi menyelenggarakan fungsi: a. . b. serta pengadaan barang inventaris kantor dan lain-lain pada unit Sekretariat Jenderal. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. c. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. Badan Kebijakan Fiskal. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. penyimpanan. serta pengadaan bahan fotocopy dan bahan komputer pada unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Perbendaharaan.. Pasal 152 c. pelaksanaan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang penatausahaan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.45 unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. b. perencanaan. Subbagian Distribusi.

d. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153.46 (1) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. penatausahaan. Pasal 155 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan terdiri dari: a. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. b. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III. (2) Subbagian Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan pelaksanaan penghapusan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan menyelenggarakan fungsi: a.. b. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. c. penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan. (3) Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. Pasal 153 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta menyusun daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 156 (1) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Sekretariat bahan . penyimpanan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II.

(4) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan perawatan dan kebersihan gedung. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. serta melaksanakan keamanan dalam. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Anggaran. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. penyimpanan pendistribusian barang. dan . dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara..47 Jenderal. b. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. c. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Kantor Pusat Departemen Keuangan. perawatan pegawai. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 157 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Departemen dan melaksanakan urusan tata usaha. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Departemen. (2) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Pajak. Badan Kebijakan Fiskal.

pencetakan. e. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen Keuangan. penggandaan. d. pengelolaan kendaraan dinas. d. dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Departemen. dan penyusutan arsip. f. Bagian Tata Usaha Departemen. e. Pasal 160 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Departemen Keuangan. penyusunan risalah. serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri. b. Pasal 159 Biro Umum terdiri dari: a. penyusunan jadwal retensi. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Bagian Rumah Tangga I. f. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip. c. serta pelaksanaan dan penatausahaan pembayaran. Bagian Rumah Tangga II. Bagian Rumah Tangga III. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. reproduksi. c. barang milik Negara.. perbaikan redaksi.48 d. serta urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Kelompok Jabatan Fungsional. pemeliharaan instalasi. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 162 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri dari: . penatausahaan barang milik negara. b.

pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 166 . penyajian bahan. penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. d. pemeliharaan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. b. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pendistribusian. d. penyajian bahan. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 164 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri.. pelaksanaan urusan tata usaha. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. dan pencatatan/penomoran surat. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha. perbaikan redaksi. penyusunan risalah. Pasal 165 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164.49 a. tamu asing dan akomodasi. Subbagian Tata Usaha Persuratan. c. pelaksanaan urusan protokol. c. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Departemen Keuangan. pengiriman dan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen. pengarahan. pemindahan. Pasal 163 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan. penyajian bahan. b.

obat-obatan. d. Subbagian Tata Usaha Menteri. . b. (3) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan kebersihan gedung/halaman. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. b. alat-alat laboratorium non inventaris. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. bahan mikrografik. pertamanan.50 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. (4) Subbagian Protokol dan Akomodasi mempunyai tugas melakukan urusan protokol. c. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. melaksanakan penerimaan. Pasal 167 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyajian bahan. perlengkapan kerja dan sarana kerja.. pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. alat-alat laboratorium non inventaris. serta melaksanakan keamanan dalam. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. perawatan pegawai. Subbagian Protokol dan Akomodasi. rumah jabatan. tamu asing dan akomodasi. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. pelaksanaan urusan perawatan pegawai. Pasal 169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan. pengadaan. penyajian bahan. penyimpanan dan pendistribusian barang. pengadaan bahan cetak. penyajian bahan. obat-obatan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyimpanan. Pasal 168 Bagian Rumah Tangga I mempunyai tugas melaksanakan urusan perawatan dan kebersihan gedung. Bagian Rumah Tangga I menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan kerja dan sarana kerja Sekretariat Jenderal. bahan mikrografik. c.

pertamanan. Pasal 173 . alatalat laboratorium non inventaris. obat-obatan. rambu-rambu lalu lintas. Subbagian Perawatan Pegawai. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. pakaian kerja dan kelengkapannya. pengurusan keamanan dalam kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. dan melaksanakan penatausahaan pembayaran. penatausahaan barang milik negara. pencetakan dan penggandaan. (2) Subbagian Urusan Dalam II mempunyai tugas melakukan urusan kebersihan gedung/halaman. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. Subbagian Urusan Dalam II. melaksanakan penerimaan. (4) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. Pasal 171 (1) Subbagian Urusan Dalam I mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. Subbagian Urusan Dalam I.51 d. Subbagian Keamanan Dalam. obatobatan. d. ramburambu lalu lintas. alat-alat laboratorium non inventaris. bahan mikrografik. pakaian kerja dan kelengkapannya. Pasal 170 Bagian Rumah Tangga I terdiri dari: a.. pengadaan bahan cetak. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Perawatan Pegawai mempunyai tugas urusan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Departemen beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. b. c. bahan mikrografik. penyimpanan. Pasal 172 Bagian Rumah Tangga II mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. rumah jabatan.

Pasal 176 . Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan usulan penghapusan barang milik negara Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. penjilidan. Pasal 175 (1) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal serta melaksanakan pengelolaan dan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Departemen Keuangan dan secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. penatausahaan uang kas Departemen dan pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran serta pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. pengeluaran dan penatausahaan uang kas Departemen serta pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran. d. b. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. c. Pasal 174 Bagian Rumah Tangga II terdiri dari: a. penyimpanan. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. c. pelaksanaan urusan penerimaan. Bagian Rumah Tangga II menyelenggarakan fungsi: a. pengeluaran. d. pelaksanaan urusan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai serta pelaksanaan penatausahaan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran.. (4) Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara.52 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyimpanan. b. (3) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan.

53 Bagian Rumah Tangga III mempunyai tugas melaksanakan urusan pemeliharaan peralatan. melaksanakan sewa mesin fotocopy dan penyediaan kertas fotocopynya di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. pengelolaan kendaraan dinas serta urusan persandian dan telekomunikasi. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi. . (3) Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. Pasal 179 (1) Subbagian Pemeliharaan I mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. Subbagian Pemeliharaan II. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. b. dan perawatan serta perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian. instalasi air. b. Subbagian Pemeliharaan I. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. mesin penyejuk udara. d. CCTV. barang inventaris lainnya. pengaturan penggunaan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. c. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas. c. Bagian Rumah Tangga III menyelenggarakan fungsi: a. alat komunikasi. genset. (2) Subbagian Pemeliharaan II mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana instalasi listrik/penerangan. pelaksanaan urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi.. Pasal 178 Bagian Rumah Tangga III terdiri dari: a. peralatan kantor. operasional.

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 181 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. ..54 - Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 180 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

53 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 182 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 184 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri dari: a. b. Direktorat Sistem Penganggaran. Direktorat Anggaran III. e. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan prosedur di bidang penganggaran. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. b. kriteria. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. c. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. perumusan standar.. Direktorat Anggaran I. Direktorat Anggaran II. pedoman. c. norma. f. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. d. perumusan kebijakan teknis Departemen Keuangan di bidang penganggaran. . g. pelaksanaan administrasi direktorat jenderal.

koordinasi penyusunan rencana kerja. c. koordinasi dan penyajian informasi penganggaran direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. dan pelaporan direktorat jenderal. Bagian Kepegawaian. kepustakaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. Bagian Keuangan. e. kearsipan. b. kepegawaian. . Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. Pasal 188 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. dokumentasi. Pasal 187 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. keuangan direktorat jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. ketatalaksanaan. e.. pembinaan jabatan fungsional direktorat jenderal. d. rumah tangga. rencana strategik. f. dan laporan kinerja direktorat jenderal. b. d. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan perlengkapan direktorat jenderal.54 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 185 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal.

d. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pengembangan kinerja organisasi. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi direktorat jenderal. . Subbagian Organisasi. e. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja.55 Pasal 189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. c. Subbagian Pelaporan. c. dan laporan pelaksanaan tugas. Subbagian Tata Laksana. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja.. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. laporan akuntabilitas kinerja. Pasal 191 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan penataan organisasi. b. Pasal 190 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyajian informasi penganggaran Direktorat Jenderal. laporan akuntabilitas. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. monitoring. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. serta pengembangan kinerja organisasi. Pasal 192 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. monitoring. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik.

penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. pemensiunan. cuti dan pengolahan data kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Mutasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. statistik. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai. dokumentasi. Pasal 196 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. statistik. kepangkatan. pemberhentian.. pemberhentian. c. serta penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai. b. . kepangkatan.56 Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. pemensiunan pegawai. Pasal 197 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. Pasal 195 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. Subbagian Umum Kepegawaian. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. pelaksanaan urusan pengangkatan. d. dokumentasi. c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 194 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. b. urusan tata usaha. cuti dan pengolahan data kepegawaian. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan.

b. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. pelaksanaan urusan surat menyurat. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. c. kepustakaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). dan perlengkapan direktorat jenderal. dokumentasi. Pasal 198 Bagian Keuangan terdiri dari: a.57 b. Pasal 200 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. keprotokolan. ekspedisi. rumah tangga. dokumentasi. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. c. c. Pasal 199 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. b. dan gaji. kearsipan. kepustakaan. dan penggandaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal.. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.

penghapusan perlengkapan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. kepustakaan. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah.58 Pasal 202 Bagian Umum terdiri dari: a. ekspedisi. penyimpanan. pemeliharaan. kearsipan. Subbagian Tata Usaha. angkutan pegawai. keprotokolan dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji pegawai. dan Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. dokumentasi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. Subbagian Rumah Tangga. b. dan penggandaan. c. penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. melakukan urusan pengadaan. pendistribusian. . Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 204 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Pasal 203 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. perjalanan dinas. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan.. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P). Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

penyusunan proyeksi. g. penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. c. e. h. monitoring dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta perkembangan ekonomi makro. Kelompok Jabatan Fungsional. analisis kebijakan serta evaluasi pembiayaan anggaran jangka pendek dan jangka menengah. c. pengelolaan data ekonomi makro dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. h. pengembangan model perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan proyeksi ekonomi makro. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. d. konsolidasi data di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. f. serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. serta penyusunan analisis dan konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal. l. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyusunan proyeksi. i. . Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. e. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 206 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. g. f. j. k.59 b. d. serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja negara jangka pendek dan jangka menengah. penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara jangka pendek dan jangka menengah. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara. penyusunan dan pelaporan statistik keuangan pemerintah. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian.

Seksi Sektor Riil. Pasal 210 (1) Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan moneter dan lembaga keuangan. c. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang kerangka ekonomi makro. b. b. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor moneter dan lembaga keuangan. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. c. kebijakan fiskal dan kerangka penganggaran jangka menengah. penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. Seksi Sektor Pemerintah. serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro. Pasal 209 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro terdiri dari: a. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. d. penyiapan bahan penyusunan analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap sektor riil. d. Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. f. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. . Seksi Sektor Eksternal.60 Pasal 207 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. sektor moneter dan sektor eksternal.. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. e.

serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor eksternal. langkah-langkah kebijakan fiskal.61 - (2) Seksi Sektor Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran. serta pengembangan model fiskal dan pengelolaan data sektor pemerintah. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a.. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung. dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. b. c. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor riil. . b. c. dan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d. Pasal 213 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara terdiri dari: a. (3) Seksi Sektor Riil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan sektor riil. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (4) Seksi Sektor Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal (fiscal stance). penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pendapatan negara. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis kebijakan pendapatan negara. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam. monitoring dan evaluasi realisasi pendapatan negara. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam. Pasal 211 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. d.

62 Pasal 214 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak penghasilan (PPh). dan pajak lainnya. serta monitoring. b. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan bagian pemerintah atas laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (2) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja modal. belanja barang. serta monitoring. bantuan sosial dan belanja lainnya. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. belanja barang. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan belanja pegawai. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan SDA migas dan SDA non-migas. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPN dan PPnBM). belanja modal. bantuan sosial dan belanja lainnya.. perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak langsung. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L). cukai. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja hibah. belanja modal. bantuan sosial dan belanja lainnya. bea masuk. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja pegawai. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). belanja barang. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. serta monitoring. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. belanja hibah. belanja hibah. . serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 215 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak tidak langsung. dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. dan pajak ekspor/bea keluar. perkembangan realisasi dan sasaran PNBP Non-SDA. pajak bumi dan bangunan (PBB). penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja pegawai. perkembangan realisasi dan sasaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA).

dana alokasi umum. pengembangan model serta pengelolaan data belanja lainnya dan belanja Kementerian/Lembaga. dan dana otonomi khusus. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan belanja pegawai. menyusun proyeksi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. pengembangan model serta pengelolaan data belanja pegawai dan belanja barang. dana perimbangan (dana bagi hasil. belanja hibah. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. b. d. Pasal 217 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri dari : a. pengembangan model serta pengelolaan data belanja modal. bantuan sosial dan belanja lainnya. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial. belanja modal. d.63 c. belanja modal. . belanja barang. menyusun proyeksi. menyusun proyeksi. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. belanja barang. e. bantuan sosial dan belanja lainnya. belanja hibah. belanja modal. penyiapan bahan penyusunan proyeksi belanja pegawai. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pegawai. belanja subsidi. analisis kebijakan serta evaluasi realisasi pembayaran bunga utang. Pasal 218 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan.. pengembangan model serta pengelolaan data belanja hibah dan belanja sosial. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal mempunyai tugas melakukan penyiapkan bahan analisis kebijakan. belanja hibah. bantuan sosial dan belanja lainnya. dan dana alokasi khusus). serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. c. Pasal 219 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. belanja barang. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. menyusun proyeksi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan.

belanja subsidi. pengembangan model serta pengelolaan data dana bagi hasil dan dana alokasi khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus. pengembangan model serta pengelolaan data dana alokasi umum. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi. menyusun proyeksi. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan pembayaran bunga utang. b. belanja subsidi. dan dana otonomi khusus. menyusun proyeksi. menyusun proyeksi. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. . d. dana perimbangan. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. belanja subsidi. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembayaran bunga utang. belanja subsidi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembayaran bunga utang. dan dana otonomi khusus. Pasal 222 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja dana perimbangan. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. dan Dana Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. dana perimbangan. dan dana otonomi khusus. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang. menyusun proyeksi. dana perimbangan.. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja bunga utang. dan belanja dana otonomi khusus. Pasal 221 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri dari: a. belanja subsidi. c. dan dana otonomi khusus. dan Dana Otonomi Khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. b. d. dan dana otonomi khusus. pengembangan model serta pengelolaan data pembayaran bunga utang. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. pengembangan model serta pengelolaan data belanja subsidi. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan.64 Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. dana perimbangan. c. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang.

pengelolaan utang. b. c. dan pengelolaan risiko fiskal.65 - Pasal 223 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. . d.. c. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan dalam negeri. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. e. menyusun proyeksi. monitoring pelaksanaan policy matrix pinjaman luar negeri. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. pengelolaan utang dan risiko fiskal. penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Pasal 225 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal terdiri dari: a. analisis kebijakan dan evaluasi pembiayaan anggaran. d. f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan luar negeri. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah. Pasal 226 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. menyusun proyeksi. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri. monitoring dan evaluasi pelaksanaan.

pengembangan model serta pengelolaan data penerimaan hibah. g. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. penyiapan bahan koordinasi monitoring pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. pengembangan model serta pengelolaan data risiko fiskal. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan pemerintah.. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta penyusunan dan pelaporan Statistik Keuangan Pemerintah. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.66 (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. data. . Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. f. d. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. (4) Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. menyusun proyeksi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. menyusun proyeksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. h. Pasal 227 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi data penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. e. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyiapan bahan konsolidasi dan pengolahan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya . serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. b.

data. serta Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. (4) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi persiapan dan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya. Pasal 229 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. serta koordinasi kebutuhan aplikasi. . Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. sumbangan bahan Pidato dan lampiran Pidato Presiden. (2) Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta menyiapkan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya.67 i. (3) Seksi Statistik Keuangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS). Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Seksi Statistik Keuangan Pemerintah. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 230 (1) Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengolahan dan monitoring data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. d. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 231 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b.

bimbingan teknis. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian b.68 Bagian Keenam Direktorat Anggaran I Pasal 232 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IC. b. g. c. subsidi. . Pasal 234 Direktorat Anggaran I terdiri dari: a. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Public Service Obligation (PSO). e. Subdirektorat Anggaran ID. f. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. i. Subdirektorat Anggaran IB. Subdirektorat Anggaran IA. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232.. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan Negara/Lembaga. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. h.

penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IC. Subbagian Tata Usaha.. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. c. g. Subdirektorat Anggaran IE. Seksi Anggaran IA-3. b. IC. Seksi Anggaran IA-4. f. Pasal 237 Subdirektorat Anggaran IA terdiri dari: a. definitif. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. Pasal 235 Subdirektorat Anggaran IA. c. PSO. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. ID. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. e. f. dan subsidi. IB. d. . ID.69 e. IB. revisi. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IA. sementara. penyiapan bahan koordinasi. Seksi Anggaran IA-1. Seksi Anggaran IA-2.

dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IB-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. c. PSO dan Subsidi.. PSO dan Subsidi. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . IB-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 240 Seksi Anggaran IB-1. Seksi Anggaran IC-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IC-3. Seksi Anggaran IB-1. b. Seksi Anggaran IB-4. d. PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. c.70 Pasal 238 Seksi Anggaran IA-1. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IB-2. Seksi Anggaran IC-4. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IC-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IA-3. IA-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 241 Subdirektorat Anggaran IC terdiri dari: a. Pasal 239 Subdirektorat Anggaran IB terdiri dari: a. Seksi Anggaran IB-3. IC-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Pasal 242 Seksi Anggaran IC-1. b. Seksi Anggaran IC-3. d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran ID-2. IE-3. IE-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. d.. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. ID-3. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi. c. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran ID-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.71 Pasal 243 Subdirektorat Anggaran ID terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. b. Seksi Anggaran IE-2. Seksi Anggaran IE-1. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran ID-1. . c. d. Pasal 246 Seksi Anggaran IE-1. dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. ID-2. Seksi Anggaran IE-3. Pasal 247 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. Pasal 245 Subdirektorat Anggaran IE terdiri dari: a. b. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran ID-4. Pasal 244 Seksi Anggaran ID-1. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IE-4.

dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. . PSO dan Subsidi. sementara. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. i. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. data. g. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. j.. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. c. Pasal 249 b. e. d. PSO dan Subsidi. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri dari : a.72 Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Dukungan Teknis. h. f. PSO dan Subsidi. b.

Public Service Obligation (PSO). Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran II Pasal 252 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. data dan informasi anggaran. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. sementara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. .. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. dan ABT. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. definitif. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. penyusunan rancangan alokasi anggaran. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. PSO dan subsidi. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. subsidi. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. Pasal 251 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.73 - Pasal 250 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. rencana kerja anggaran. bimbingan teknis. b.

koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga.. IID. Pasal 254 Direktorat Anggaran II terdiri dari : a. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran IIC. f. g. definitif. Subdirektorat Anggaran IIA. d. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. revisi. IIB. b. IIB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian g. IIC. Subdirektorat Anggaran IIA. e. Subdirektorat Anggaran IIB. c. PSO. penyiapan bahan koordinasi. pengolahan dan pelaporan Negara/Lembaga. IID. IIC. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. data serta informasi penganggaran Kementerian pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha. e. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. i. f. Subdirektorat Anggaran IID. dan subsidi. sementara.74 c. Subdirektorat Anggaran IIE. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. . fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. h. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 255 Subdirektorat Anggaran IIA. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

75 b. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIA-3. d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 257 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri dari: a. Seksi Anggaran IIA-1. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIA-4. Seksi Anggaran IIB-1.. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIB-2. b. c. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. c. e. Pasal 259 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri dari: a. d. . koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIA-2. b. f. Seksi Anggaran IIB-3. Seksi Anggaran IIB-4. c. Seksi Anggaran IIA-2. IIA-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 258 Seksi Anggaran IIA-1. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian Negara/Lembaga. d. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.

koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. IIB-2. Seksi Anggaran IIC-3. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IID-2. b. PSO dan Subsidi. Pasal 263 Subdirektorat Anggaran IID terdiri dari: a. Seksi Anggaran IID-1. Seksi Anggaran IIC-4. Seksi Anggaran IID-4. Seksi Anggaran IID-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 261 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri dari: a. IIC-2. Seksi Anggaran IIC-2. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. IIC-3. c. . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIB-3. d. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. c. IID-2.76 Pasal 260 Seksi Anggaran IIB-1. Pasal 262 Seksi Anggaran IIC-1. d. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 264 Seksi Anggaran IID-1. b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIC-1. IID-3. PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus.

IIE-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. c. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. c. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus.77 - Pasal 265 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri dari: a. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 266 Seksi Anggaran IIE-1. d. Seksi Anggaran IIE-3. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267. b. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIE-4. Seksi Anggaran IIE-1. IIE-2.. Pasal 267 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIE-2. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. sementara. b. e. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. f. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. d.

dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 270 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. PSO dan Subsidi. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. data dan informasi anggaran. j. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 269 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri dari : a. Pasal 271 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.78 g. dan ABT. PSO dan subsidi. Seksi Dukungan Teknis. PSO dan Subsidi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. h. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. definitif. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. . (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. data. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. sementara. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. rencana kerja anggaran. penyusunan rancangan alokasi anggaran. i. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi.. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

j. e. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. i. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Negara/Lembaga. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Subdirektorat Anggaran IIIB. serta Kementerian h. g. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. b. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (BAPP). dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga.. Subdirektorat Anggaran IIIA. b. d. Public Service Obligation (PSO). sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Pasal 273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272.79 Bagian Kedelapan Direktorat Anggaran III Pasal 272 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Negara/Lembaga. f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. pelaksanaan kebijakan. Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 274 Direktorat Anggaran III terdiri dari: a. c. . subsidi. bimbingan teknis.

b. d. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. PSO. Pasal 277 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri dari: a. b. . Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275. dan subsidi. Subbagian Tata Usaha. definitif. Subdirektorat Anggaran IIIE. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. Seksi Anggaran IIIA-1. Subdirektorat Anggaran IIIA. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. f. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 275 Subdirektorat Anggaran IIIA.. Subdirektorat Anggaran IIIC. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. revisi. e. c.80 c. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. d. d. penyiapan bahan koordinasi. Seksi Anggaran IIIA-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. f. IIIB. sementara. Seksi Anggaran IIIA-4. g. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. e. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. IIIB. Subdirektorat Anggaran IIID. Seksi Anggaran IIIA-2. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/ Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

Pasal 280 Seksi Anggaran IIIB-1. IIIA-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIIA-2. b. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. d. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIB-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIIB-1. Pasal 279 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIC-1. Seksi Anggaran IIIC-2.81 Pasal 278 Seksi Anggaran IIIA-1.. Seksi Anggaran IIIB-3. Seksi Anggaran IIIB-2. c. Pasal 281 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri dari: a. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIIB-3. PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIIC-3. Seksi Anggaran IIIB-4. b. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIIC-4.

e. pembiayaan dan pelaksanaan penyelesaian permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan dana yang bersifat darurat. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Penerusan Pinjaman sebagai Hibah (Bagian Anggaran 101). pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi anggaran perhitungan untuk permintaan dana yang tidak bersifat darurat. b. Pembayaran Pokok Utang Luar Negeri (Bagian Anggaran 096). Belanja Lain-Lain (Bagian Anggaran 069). penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran pembiayaan dan perhitungan. Pembayaran Pokok Utang Dalam Negeri (Bagian Anggaran 097). g. Seksi Anggaran IIID-1. penyiapan bahan penyelesaian rincian anggaran pembiayaan dan perhitungan. IIIC-2. Penyertaan Modal Negara (Bagian Anggaran 099). b. Pasal 284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283. Pasal 285 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri dari: a. c. Subsidi dan Transfer Lainnya (Bagian Anggaran 062). penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada anggaran pembiayaan dan perhitungan. PSO dan Subsidi. dan Penerusan Hibah (Bagian Anggaran 102).. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana anggaran pembiayaan dan perhitungan. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 283 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. . dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Penerusan Pinjaman (Bagian Anggaran 098). monitoring dan evaluasi anggaran pembiayaan dan perhitungan. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIID-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. f. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. d.82 Pasal 282 Seksi Anggaran IIIC-1. penelaahan permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan yang meliputi : Cicilan dan Bunga Utang (Bagian Anggaran 061). IIIC-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

Pasal 288 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. monitoring. evaluasi. Seksi Anggaran IIID-3. IIID-3. monitoring dan evaluasi anggaran serta menyelesaikan penyusunan rincian anggaran belanja. . Seksi Anggaran IIIE-2. melakukan monitoring penyampaian laporan keuangan. Seksi Anggaran IIIE-4. pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. IIIE-3. Pasal 286 Seksi Anggaran IIID-1. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan. Seksi Anggaran IIID-4. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. b. Seksi Anggaran IIIE-3. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan serta melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. Pasal 289 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. c. alokasi. bimbingan teknis. IIID-2. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. b. Pasal 290 Seksi Anggaran IIIE-1. d. bimbingan teknis penyusunan Laporan Keuangan BAPP. pemberian bimbingan teknis penyusunan laporan keuangan.83 c. Seksi Anggaran IIIE-1. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan BAPP. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. e.. d. c. menelaah permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat tidak darurat dan menyelesaikan permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat darurat. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. d. IIIE-2. serta pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. Pasal 287 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan BAPP.

. d. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. f. sementara. j. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. . k. h. Pasal 292 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 291. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. PSO dan Subsidi. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. serta ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. c. e. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. i. g. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. l. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. data. b. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan.84 - Pasal 291 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan.

rencana kerja anggaran. ABT Kementerian Negara/Lembaga dan ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan APP. b. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran.. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. serta koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan subsidi. Seksi Dukungan Teknis. penyusunan rancangan alokasi anggaran. Pasal 295 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pagu sementara. pagu definitif. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi APP.85 Pasal 293 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri dari : a. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. data dan informasi anggaran serta menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan BAPP. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. Pasal 294 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. .

f. d. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. f. e. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian.86 Bagian Kesembilan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 296 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. i. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pedoman. g. c. penatausahaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. d. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan di bidang PNBP.. h. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. e. penyusunan rumusan norma. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. h. dan peraturan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. b. . Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. koordinasi dan dukungan teknis penyusunan laporan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. b. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. g. Pasal 298 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan penagihan dan atau pemungutan di bidang PNBP.

Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. c. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. Seksi Verifikasi. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. d. pedoman. . e. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. f. Pasal 301 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri dari: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. standardisasi. b. b.. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. Seksi Penerimaan Gas Alam. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. d. dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. g. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS.87 - Pasal 299 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penatausahaan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. c.

Pasal 304 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303. pedoman. Pasal 303 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pedoman. penyusunan rencana dan realisasi. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pedoman. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. peraturan. penyusunan rencana dan realisasi. pengolahan dan verifikasi data. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pemungutan. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. peraturan. penyusunan rencana dan realisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pemungutan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. .88 Pasal 302 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.. pedoman. b. pemungutan. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.

penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 305 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri dari: a. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. d. h. g. penyusunan rencana. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. penatausahaan. Seksi Verifikasi. b. . verifikasi data.89 c. dan realisasi pemungutan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. f.. c. peraturan. pedoman. i. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. e. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Pasal 306 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.

Pasal 309 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian terdiri dari: a. b. penyusunan rencana dan realisasi. Seksi Verifikasi. pemungutan.. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Non Kementerian. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan.90 (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pedoman. penatausahaan. c. penyiapan perumusan norma. c. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk Badan Layanan Umum. Seksi Penerimaan Non Kementerian I. Seksi Penerimaan Non Kementerian II. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Non Kementerian. b. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pengolahan dan verifikasi data. d. . peraturan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk BLU. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. Pasal 307 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pedoman. dan peraturan di bidang PNBP pada Non Kementerian. Seksi Penerimaan Non Kementerian III. Pasal 308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307. d. e.

(2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Pasal 311 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. d. Seksi Verifikasi. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. b. .91 - Pasal 310 (1) Seksi Penerimaan Non Kementerian I. penatausahaan. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Pasal 312 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311. pedoman. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. d. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas.. e. Seksi Penerimaan Kementerian II. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerimaan Kementerian I. penyiapan perumusan norma. pengolahan dan verifikasi data. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. peraturan. penyiapan bahan penyusunan. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. pedoman. Pasal 313 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas terdiri dari: a. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian termasuk Badan Layanan Umum (BLU) dan Sumber Daya Alam (SDA) non migas. Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas. c. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas.

pedoman. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penelaahan. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. dan perikanan. kehutanan. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. e. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. c. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. pengolahan dan verifikasi data. b. peraturan. pedoman. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.92 Pasal 314 (1) Seksi Penerimaan Kementerian I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyiapan bahan perumusan norma. pelaksanaan urusan tata usaha. c. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. . Pasal 317 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri dari: a. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari SDA Non Migas yang berasal dari kegiatan pertambangan umum. standardisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. (2) Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. pedoman. standar. penyusunan. Seksi Penerimaan Laba BUMN II.. kriteria. Pasal 315 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 316 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 315. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. Seksi Verifikasi. penyusunan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan di bidang PNBP dari Kementerian dan SDA Non Migas. d. peraturan. b.

pengolahan dan konsolidasi data. Pasal 319 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. b. kriteria. pembukuan. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. data. standar. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Pasal 322 (1) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penatausahaan. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan kementerian dan non kementerian.93 Pasal 318 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. peraturan. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor migas. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. standar. pedoman. penelaahan. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. . c. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. c. panas bumi serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat dan melaksanakan koordinasi kebutuhan aplikasi. penyusunan rencana dan realisasi. pedoman. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. penyiapan bahan perumusan norma. verifikasi data. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. pedoman. Pasal 321 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri dari: a. b.. pengolahan. dan peraturan. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. data. d. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. standar.

pembangunan. e. perumusan. harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. c. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran serta dukungan teknis teknologi informasi. perumusan. pedoman. penyusunan. standardisasi. teknologi informasi. pengkajian. Bagian Keempat Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 324 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. g. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. h. dan peraturan. pedoman. pengkajian. . perumusan. pedoman. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 324. serta menyusun laporan di bidang PNBP. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Non Kementerian dan penerimaan laba BUMN. dan evaluasi penerapan standar biaya umum. pengkajian. Pasal 323 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.94 (2) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. pengkajian. d. dan evaluasi basis data. kriteria dan prosedur penyusunan dan evaluasi standar biaya khusus. pengembangan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan standar. pemberian bimbingan teknis. norma. (3) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. norma. standar. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. standar. pengembangan. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Kementerian dan SDA Non Migas. dan peraturan. penyiapan perumusan standar. f. pembangunan. b. pengembangan.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. pedoman. kriteria dan prosedur sistem penganggaran. dan evaluasi di bidang sistem penganggaran.

Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu. penyiapan perumusan standar. e. c. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. . serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. dan penganggaran berbasis kinerja. Subbagian Tata Usaha. Pasal 329 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran terdiri dari: a. perumusan norma. norma. pedoman. dan penganggaran berbasis kinerja. penyiapan bahan pengkajian dan pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran. d. b. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. c. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran. c. kriteria dan prosedur sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. kriteria dan prosedur. Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah. pengembangan. kerangka pengeluaran jangka menengah. Subdirektorat Standar Biaya. Pasal 327 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan penganggaran berbasis kinerja. b. f.. pedoman. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. kerangka pengeluaran jangka menengah. d.95 Pasal 326 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri dari: a. kerangka pengeluaran jangka menengah. b. penyiapan bahan perumusan norma. Pasal 330 (1) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian.

Seksi Standar Biaya Khusus III. dan penganggaran berbasis kinerja. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. (4) Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengembangan dan penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan norma standar biaya khusus.. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. c. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan kerangka pengeluaran jangka menengah. (3) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. pedoman. pedoman. Seksi Standar Biaya Khusus II.96 (2) Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. kerangka pengeluaran jangka menengah. pedoman. perumusan norma. b. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi standar biaya umum. penyiapan bahan perumusan norma. b. bimbingan teknis. Pasal 331 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma. c. . bimbingan teknis norma standar biaya khusus. penyusunan. kriteria dan prosedur. perumusan norma. bimbingan teknis standar biaya umum. Seksi Standar Biaya Khusus I. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 333 Subdirektorat Standar Biaya terdiri dari: a. Seksi Standar Biaya Umum. penyusunan standar. penyiapan bahan perumusan norma. kriteria dan prosedur. d. d. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331.

. penyiapan bahan evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. (2) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. b. pedoman. perumusan. c. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada non kementerian negara/lembaga. bimbingan teknis. Pasal 337 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran terdiri dari: a. (2) Seksi Standar Biaya Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya khusus sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya. b. d. perumusan. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada kementerian negara/lembaga. . II. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. serta monitoring dan evaluasi standar biaya umum.97 Pasal 334 (1) Seksi Standar Biaya Khusus I. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. perumusan. Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan kajian kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga. penyusunan. Pasal 335 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Pasal 338 (1) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian.

pembangunan. perumusan. Pasal 341 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri dari: a. Pasal 342 (1) Seksi Basis Data Penganggaran I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perumusan. dan evaluasi basis data. pengembangan. pembangunan. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. perumusan. pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. b. pengembangan. Pasal 340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 339. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. pembangunan. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. Seksi Basis Data Penganggaran I. pengembangan. penyiapan bahan pengkajian.. serta bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 339 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. c. d. . pengembangan. serta pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. pembangunan. Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi. perumusan. dan evaluasi basis data sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. d. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. dan evaluasi basis data dan penerapan sistem informasi penganggaran. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran lainnya. penyiapan bahan pengkajian. Seksi Basis Data Penganggaran II. pengembangan. perumusan.98 - (3) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. b. perumusan. pembangunan. c.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 343 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 345 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.99 (3) Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran. . Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 344 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Peraturan Perpajakan II. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perpajakan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 348 Direktorat Jenderal Pajak terdiri dari: a. b. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. penyusunan standar. c. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan.. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. dan Penerimaan. Sekretariat Direktorat Jenderal. h. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. b. dan prosedur di bidang perpajakan. f. kriteria. Direktorat Keberatan dan Banding. d. Direktorat Potensi. c. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. g. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. Direktorat Peraturan Perpajakan I. d. Kepatuhan. . norma.100 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 346 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri. pedoman.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 349 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Penyuluhan. d. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pelayanan. m. keuangan. b. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. c. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. kearsipan dan rumah tangga. kepegawaian. . j. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. b. e. pelaksanaan tata usaha. c. koordinasi penyusunan rencana kerja. k. dan Hubungan Masyarakat. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. Direktorat Transformasi Proses Bisnis. Bagian Umum. l. Pasal 351 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. d.101 i. f. rencana stratejik. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian.. Bagian Perlengkapan.

Subbagian Tatalaksana. pengawasan. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. . h. penatausahaan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. b. b. Subbagian Organisasi. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. c. f. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. dan bimbingan konsultan pajak. pengawasan. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. dan bimbingan konsultan pajak. penyiapan bahan pemberian izin. administrasi penataan organisasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan.. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. prosedur kerja. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. Subbagian Pengukuran Kinerja. d. Pasal 354 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri dari: a. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. e. Pasal 355 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. g. administrasi. c. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik.102 Pasal 352 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. serta penyiapan bahan pemberian izin. administrasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal.

dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. Pasal 358 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Pasal 359 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. formasi. d. cuti dan penghargaan pegawai. . penatausahaan. penempatan. d. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 356 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengangkatan. usulan penyaringan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal.. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. penggajian. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. e.103 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. c. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. penempatan. kepangkatan. pemindahan pegawai. penggajian. dan pengusulan pegawai. c. pelaksanaan tata usaha. b. analisis kebutuhan pegawai. dokumentasi. statistik. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicator. kesejahteraan pegawai.

. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. cuti dan penghargaan pegawai. Pasal 363 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. Pasal 362 Bagian Keuangan terdiri dari: a. b. formasi. c.104 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dokumentasi. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. d. . kesejahteraan pegawai. b. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. Pasal 360 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. statistik. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. d. usulan penyaringan pegawai.

c. dan Penghapusan. b. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. Pasal 367 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. b. Pasal 364 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perlengkapan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. . c. Subbagian Pengadaan I. d. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Subbagian Pengadaan II.105 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Subbagian Inventarisasi. Pasal 366 Bagian Perlengkapan terdiri dari : a. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pemeliharaan.

dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pelaksanaan tata usaha.106 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan ekspedisi. pengaturan penerimaan tamu. c. pengetikan. pelaksanaan surat-menyurat. pelaksanaan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal. Pasal 371 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. rapat pimpinan dan akomodasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. d. pengetikan. b. dan ekspedisi. kearsipan. (4) Subbagian Inventarisasi. serta kearsipan Kantor Pusat. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penggandaan. b. penggandaan. c. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Subbagian Rumah Tangga.. Subbagian Tata Usaha. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. pelaksanaan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. serta kearsipan Kantor Pusat. pelaksanaan protokol. . dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 368 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. e. pencatatan acara. d. penyajian bahan kegiatan. Pasal 370 Bagian Umum terdiri dari: a. dan rumah tangga. perjalanan dinas. Subbagian Protokol.

dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. rapat pimpinan dan akomodasi.107 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. . Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pencatatan acara. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. perjalanan dinas. penyajian bahan kegiatan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. b. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. pengaturan penerimaan tamu. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 372 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya.

penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. petunjuk pelaksanaan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Pasal 374 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri dari : a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan.108 d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Kelompok Jabatan Fungsional. . Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pasal 375 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. e. b. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. e. d. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi.. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. b. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan penyusunan rancangan peraturan. c. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. f. teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penegasan (ruling). Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pelaksanaan tata usaha Direktorat.

petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.109 c. dan penyusunan rancangan peraturan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 378 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. teknis operasional. penegasan (ruling). teknis operasional. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri dari: a. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). Pasal 377 d.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. teknis operasional. Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. c. Pasal 379 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. . b. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.

serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 381 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri dari: a. dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. penegasan (ruling). penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. pertambangan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. . c. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. b. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. d. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. b. dan elektronik. penyiapan bahan penelaahan. otomotif. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional.110 Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 382 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan.

jasa. d. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. teknis operasional. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. jasa. penegasan (ruling). Pasal 386 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Jasa. penegasan (ruling). dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. c. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. . dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. d. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Jasa. Pasal 385 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri dari: a. jasa. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. b. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. teknis operasional. c. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa..111 - Pasal 383 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Jasa.

serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. teknis operasional. d. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan..112 - (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). . penegasan (ruling). (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 387 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a.

serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. penegasan (ruling). kepegawaian. tata usaha. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. teknis operasional. keberatan dan pengurangan. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. dan rumah tangga Direktorat. penegasan (ruling). teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. . dan penyusunan rancangan peraturan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 390 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling).113 - Pasal 389 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri dari: a. b. Pasal 391 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan.. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. pengolahan data. petunjuk pelaksanaan. c. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional.

b. i. dan harmonisasi peraturan perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. bantuan hukum. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. b. koordinasi dan pemantauan pelaksanaan tugas bidang perpajakan perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Pajak Penghasilan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 393 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan dan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. c. bantuan hukum. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan. bantuan hukum dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional.. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. g. Pasal 394 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri dari: a. d. h. . petunjuk pelaksanaan. e. f. analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional.114 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 392 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. serta perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional.

d. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. Pasal 396 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395. Subbagian Tata Usaha. b. d. dan penyusunan rancangan peraturan. c. teknis operasional. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. Pasal 397 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri dari: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. e. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. f. Subdirektorat Bantuan Hukum. penyiapan bahan penelaahan. g. c.. Pasal 395 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. Pasal 398 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I.115 c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. . Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan.

116 (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. petunjuk pelaksanaan. c. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). . b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. Pasal 400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. teknis operasional. Pasal 399 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. c. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pasal 401 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri dari: a. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). teknis operasional. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pajak Penghasilan Pasal 23. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. Pasal 404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403. dan penyusunan rancangan peraturan. dan Pajak Penghasilan Pasal 26. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. petunjuk pelaksanaan.. dan peraturan pelaksanaannya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. Pasal 403 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. pemantauan. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. penegasan (ruling). penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. teknis operasional. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. penegasan (ruling).117 - Pasal 402 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. . d. penegasan (ruling). pengendalian dan evaluasi peraturan. b. c.

Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. serta penyiapan bahan penelaahan. f. . penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. b. c. Seksi Perjanjian Eropa. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. Pasal 405 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri dari: a. d. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan.. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. Pasal 406 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement.118 e. serta penyiapan bahan penelaahan.

- 119 Pasal 407 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis, dan pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir, pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407, Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 409 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Bantuan Hukum I; Seksi Bantuan Hukum II; Seksi Bantuan Hukum III; Seksi Bantuan Hukum IV. Pasal 410 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat, wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

b.

c.

- 120 (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi, Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 411 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan, dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411, Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan; sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional.

b.

c.

d.

- 121 Pasal 413 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan; Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan; Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan; Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. Pasal 414 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 415 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan, dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha,

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 416 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi dan bimbingan teknis, pembinaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

- 122 Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416, Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pelaksanaan, bimbingan, dan dukungan pemeriksaan; pelaksanaan urusan dan bimbingan penagihan pajak; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 418 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan; Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan; Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus; Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan; Subdirektorat Penagihan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 419 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. Pasal 420 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 419, Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala;

- 123 b. c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. Pasal 421 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi; Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan; Seksi Strategi Pemeriksaan. Pasal 422 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. Pasal 423 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. Pasal 424 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 423, Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak; pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak.

- 124 Pasal 425 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Teknik Pemeriksaan; Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan; Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. Pasal 426 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. Pasal 427 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. Pasal 428 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 427, Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.

b.

c.

- 125 Pasal 429 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri dari : a. b. c. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup; Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam; Seksi Transaksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. Pasal 430 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. Pasal 431 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan, dukungan teknis, sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. Pasal 432 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431, Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelahaan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait;

- 126 c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. Pasal 433 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Kerjasama Pemeriksaan; Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan; Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. Pasal 434
(1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait.

Pasal 435 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435, Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak;

- 127 b. c. pemantauan, pengawasan, pengendalian, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan; penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. Pasal 437 Subdirektorat Penagihan terdiri dari: a. b. c. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan; Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan; Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Pasal 438 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak, serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak, serta pemantauan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian mutu penagihan pajak, dan penatausahaan penagihan pajak, piutang pajak, dan penghapusan tunggakan pajak. Pasal 439 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha, dan

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 440 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi di bidang intelijen, identifikasi tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 128 Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440, Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pengumpulan dan penelaahan di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pelaksanaan identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan wajib pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; bimbingan dan dukungan pelaksanaan kegiatan intelijen, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan; pencarian dan pengumpulan data dan informasi dalam kerangka pelaksanaan kegiatan intelijen sebagai pelaksanaan undang-undang perpajakan; distribusi dan pemantauan pemanfaatan data dan informasi di bidang intelijen dan rekayasa keuangan; pemantauan atas Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan; pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 442 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Intelijen Perpajakan; Subdirektorat Rekayasa Keuangan; Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan; Subdirektorat Penyidikan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional.

b. c.

d. e. f. g. h. i. j.

- 129 Pasal 443 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan, analisis, dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta pelaksanaan intelijen. Pasal 444 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 443, Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan, pemantauan, evaluasi kegiatan intelijen, dan standardisasi teknis data intelijen, pengelolaan data intelijen, sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. Pasal 445 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri dari: a. b. c. Seksi Intelijen Perpajakan I; Seksi Intelijen Perpajakan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. Pasal 446 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen.

c.

d. e.

- 130 -

Pasal 447 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447, Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan; identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 449 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri dari: a. b. c. Seksi Rekayasa Keuangan I; Seksi Rekayasa Keuangan II; Seksi Rekayasa Keuangan III. Pasal 450 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan.

b. c.

- 131 -

(3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. Pasal 451 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 452 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 451, Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 453 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I; Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. Pasal 454 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan.

c.

- 132 (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 455 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 456 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455, Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 457 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari : a. b. c. Seksi Penyidikan I; Seksi Penyidikan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. Pasal 458 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi.

. dan evaluasi ekstensifikasi perpajakan serta di bidang pendataan. Pasal 459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. penilaian. tata usaha. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendataan dan pemetaan objek dan subjek pajak. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. pemetaan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian dan penetapan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 462 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Subdirektorat Pendataan. b. Subdirektorat Ekstensifikasi. d. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 460 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penilaian I. dan penetapan pajak. standardisasi bimbingan teknis. pengendalian. pengawasan.. kepegawaian.133 (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan.

c. Subdirektorat Penilaian II. Pasal 466 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. pemantauan Pasal 465 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. Pasal 467 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. b. c.134 d. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. f. pendataan. dan evaluasi pelaksanaan teknis . e. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Pasal 463 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. Seksi Teknis Ekstensifikasi. Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. b. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a..

pendataan. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. pendataan. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. komersial. pendataan. perhutanan. b. b. .135 - Pasal 468 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 467. c.. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. Pasal 470 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 469 Subdirektorat Pendataan terdiri dari: a. pendataan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. Pasal 471 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. penilaian individu sektor perkebunan. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran.

evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. industri. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Massal Bumi. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Pasal 475 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan. penilaian individu sektor perumahan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. Pasal 473 Subdirektorat Penilaian I terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. b. c. analisis keseimbangan nilai.136 Pasal 472 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 471. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. c. pemantauan. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. b. pemantauan.. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. Pasal 474 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. .

(2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Pasal 477 Subdirektorat Penilaian II terdiri dari: a. dan rumah tangga Direktorat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. pemantauan. penyiapan bahan perumusan. evaluasi. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. tata usaha. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. penyiapan bahan perumusan. evaluasi. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. c. . evaluasi. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. c. pemantauan. Pasal 479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. b. penyiapan bahan perumusan. pemantauan. Pasal 478 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Individu Pertambangan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan.. b. kepegawaian. Seksi Penilaian Massal Bangunan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan.137 Pasal 476 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 475.

Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. penghapusan. pembatalan. keberatan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. pembatalan. penghapusan. pelaksanaan dan evaluasi penyelesaian pembetulan. Subbagian Tata Usaha. banding di Pengadilan Pajak. pelaksanaan penyelesaian Peninjauan Kembali atas putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. penghapusan. pengurangan. keberatan. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. dan gugatan di Pengadilan Pajak. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. b. d. gugatan di Pengadilan Pajak. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pelaksanaan tata usaha Direktorat.. pengurangan. pengurangan. Pasal 482 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. d. c. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. pembatalan. pembatalan. pemantauan. f. pengurangan. e. e. banding di Pengadilan Pajak. dan gugatan di Pengadilan Pajak. keberatan. penghapusan. Subdirektorat Banding dan Gugatan I.138 Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 480 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. banding di Pengadilan Pajak. dan gugatan di Pengadilan Pajak. banding di Pengadilan Pajak. keberatan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. . Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. di bidang perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. dan Peninjauan Kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. c.

(2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. pengurangan. c. pengurangan. Jakarta Timur. dan keberatan. pengurangan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. penyiapan bahan penelaahan.. dan keberatan. pembatalan. . pengurangan. pembatalan. b. Pasal 485 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri dari: a. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. Pasal 484 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 483. penghapusan. penghapusan. pengurangan. b. Nusa Tenggara. Jakarta Selatan. Bali.139 Pasal 483 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. dan keberatan. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. penghapusan. pembatalan. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. pengurangan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. penghapusan. dan keberatan di wilayah Sulawesi. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. Maluku dan Papua. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. pembatalan. penghapusan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penelaahan. pembatalan. d. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Pasal 486 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pembatalan. penghapusan.

(2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. pembatalan. Seksi Banding dan Gugatan IA. Seksi Banding dan Gugatan IB. c. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Jawa Tengah. Seksi Banding dan Gugatan IC. penyiapan bahan penelaahan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. Jawa Barat. penghapusan. . dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 489 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri dari: a. Pasal 488 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 487. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan keberatan di wilayah Sumatera. b.140 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. b. pengurangan. Pasal 487 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Banten. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan.. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 490 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

Jakarta Selatan. Seksi Banding dan Gugatan IIB. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Seksi Banding dan Gugatan IIC. Sulawesi. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Sulawesi. Maluku. Nusa Tenggara.. c. Pasal 493 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri dari: a. dan Papua. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 491 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Jawa Barat. penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Papua. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan Jakarta Timur. Bali.141 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 492 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 491. dan Jawa selain Jakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. b. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Nusa Tenggara. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. Maluku. . dan Jawa Tengah. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. Bali. Kalimantan. penelaahan. Seksi Banding dan Gugatan IIA. Pasal 494 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

pemantauan. pengurangan. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. keberatan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. Seksi Evaluasi Banding. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penatausahaan. pengendalian. pembatalan. pengendalian. (3) Seksi Evaluasi Banding. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. banding di Pengadilan Pajak. pengendalian. penghapusan. penatausahaan. pengendalian. pemantauan. penyiapan bahan. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. penghapusan. c. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. Pasal 496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 495. penyiapan bahan pemantauan. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. b. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. keberatan. Gugatan. dan Peninjauan Kembali. pengurangan. pembatalan. c. pengurangan.. Pasal 497 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri dari: a. pembatalan. Seksi Peninjauan Kembali. b. keberatan. penyiapan bahan. penghapusan. penatausahaan. . pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penghapusan. pengurangan. penyiapan bahan pemantauan. pembatalan. dan banding di Pengadilan Pajak. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan keberatan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Pasal 498 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan.142 - Pasal 495 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. dan gugatan di Pengadilan Pajak. Gugatan.

dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan kebijakan. Kepatuhan. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang analisis dan evaluasi penerimaan perpajakan. Kepatuhan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pemantauan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. dan Penerimaan Pasal 500 Direktorat Potensi. Subdirektorat Potensi Perpajakan. penyiapan bahan penelaahan. kepegawaian. Kepatuhan. serta pemantauan. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan penyusunan kebijakan. c. Pasal 502 Direktorat Potensi.. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. dan Penerimaan terdiri dari: a. penyiapan bahan penelaahan.143 Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan. b. Direktorat Potensi. dan Penerimaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. tata usaha. penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. dan penyusunan kebijakan. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. f. e. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. b. c. . Subdirektorat Dampak Kebijakan. pengendalian. Kepatuhan. pengendalian.

serta pemantauan. c. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 505 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri dari: a. pengendalian. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. pemantauan. serta pemantauan. pengendalian. Pasal 503 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. f. Seksi Potensi Sektor Industri. pengendalian.144 d. pengendalian. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. e. Pasal 504 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. dan penyusunan kebijakan. . Seksi Potensi Sektor Perdagangan. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. b. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemantauan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal.. b. Subbagian Tata Usaha. Seksi Potensi Sektor Jasa. penelaahan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. Pasal 506 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan.

b. pendistribusian hasil penelitian.145 Pasal 507 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 509 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri dari: a. penelaahan dan penelitian perpajakan. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. pemilihan tema penelitian perpajakan. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. penyiapan. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. dan penyusunan kebijakan. Pasal 511 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 510 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. serta pemantauan. b.. penelaahan. penelaahan. c. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. c. Seksi Dampak Kebijakan Umum. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. pengendalian.

penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. e. serta pemantauan. Pasal 513 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri dari: a. pemantauan. b. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. pengendalian. Pasal 514 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri.. pengendalian. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. c. d. . c. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. b. d. serta pemantauan. Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. dan penyusunan kebijakan. serta pemantauan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.146 Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan.

pengendalian. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. rekonsiliasi. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. . Pasal 517 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri dari: a. pemantauan. statistik. d. c. statistik.. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. Pasal 518 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. e. Pajak Pertambahan Nilai. penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. analisis.147 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. d. dan penyusunan kebijakan. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. Seksi Evaluasi Penerimaan. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. rekonsiliasi. b. b. penelaahan. dan penatausahaan penerimaan pajak. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. penyusunan. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. pemantauan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. f. dan penatausahaan penerimaan pajak. analisis. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. c. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. Pasal 515 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan.

serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyuluhan. tata usaha. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. pemantauan. Pelayanan. dan Hubungan Masyarakat Pasal 520 Direktorat Penyuluhan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. b.148 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Direktorat Penyuluhan. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. Pelayanan. bimbingan dan pelaksanaan penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. penyusunan. Pasal 519 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan.. pelayanan dan hubungan masyarakat. d. pelayanan dan hubungan masyarakat. dan rumah tangga Direktorat. . penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional penyuluhan. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. c. standardisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang penyuluhan. pengendalian. kepegawaian. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.

b. pengendalian. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. f. g. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. e. riset pelajar dan mahasiswa. Pelayanan. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. pemantauan. dan peraturan non perpajakan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan.. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. e. dan materi penyuluhan pajak. i. f. j. dan penyusunan kebijakan. penyiapan teknik. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. serta pemantauan. pemantauan. Pasal 523 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pengendalian. c. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. b. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. metode. pengendalian. dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. d. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. h. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. c. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan.149 Pasal 522 Direktorat Penyuluhan. pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. dokumentasi peraturan perpajakan. penelaahan.

dan penyusunan kebijakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. d. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. c. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. . pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. Seksi Dukungan Penyuluhan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. riset pelajar dan mahasiswa. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. serta pemantauan. serta pemantauan. b. Pasal 526 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. dan penyusunan kebijakan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. Pasal 527 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. b. serta pemantauan. Seksi Materi Penyuluhan. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.150 Pasal 525 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri dari: a. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. pengendalian.

dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. bimbingan pelaksanaan pelayanan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. d. Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base. Pasal 530 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. pengendalian. Pasal 529 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri dari: a. Pasal 531 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. pengendalian. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. b. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. ..151 c. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. pemantauan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. c. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. Seksi Pelayanan Pengaduan. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Pasal 534 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. baik internal maupun eksternal. c. serta pemantauan. pengendalian.. d. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. pengendalian. Seksi Hubungan Internal. dan penyusunan kebijakan. c. Pasal 535 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. Seksi Pengelolaan Situs. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. Seksi Hubungan Eksternal. . pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. serta pemantauan dan pengelolaan berita. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. Seksi Pengelolaan Berita. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal.152 b. Pasal 533 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri dari: a. b. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengelolaan situs. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. d.

Pasal 539 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. tata usaha. Pasal 538 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pemantauan. pelaksanaan. Seksi Kerjasama Luar Negeri. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). dan rumah tangga Direktorat. c. Pasal 537 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri dari: a. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. . dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. serta pelaksanaan. Seksi Kemitraan Wajib Pajak. pelaksanaan. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. penyusunan kebijakan teknis.. pemantauan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. c. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. pengendalian. pemantauan. pengendalian.153 b. b. dan penyusunan.

serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. d. dan penyusunan kebijakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. c. serta pemantauan. b.154 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 540 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengendalian. pemberian dukungan dan layanan operasional serta pembinaan pengolahan data dan pengelolaan dokumen. Subbagian Tata Usaha. Pasal 542 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri dari: a. registrasi Wajib Pajak. pertukaran data elektronik. standardisasi dan bimbingan teknis. e. b. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. pengendalian. serta pelaksanaan bimbingan sistem. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta pemantauan.. Subdirektorat Pelayanan Operasional. pengelolaan intranet dan internet. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pemantauan sistem dan infrastruktur. Subdirektorat Pendukung Operasional. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. serta administrasi program aplikasi. pemutakhiran data tampilan. aplikasi. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemantauan. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. aplikasi. Pasal 543 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta administrasi program aplikasi.

pengendalian. Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. pemantauan. b. aplikasi. dukungan teknis. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. dan jaringan komunikasi data. registrasi Wajib Pajak. dukungan teknis. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. pengendalian. d. registrasi Wajib Pajak. . Pasal 545 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri dari: a. dukungan teknis. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pengendalian. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. b. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pelayanan Sistem Informasi.155 - Pasal 544 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 543. aplikasi. d. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.. serta administrasi program aplikasi. aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. registrasi Wajib Pajak. administrasi program aplikasi. serta pemantauan. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. c. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 546 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta pemantauan. dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi teknik operasional. dan jaringan komunikasi data. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi.

penelaahan. Pasal 549 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri dari: a. serta pengelolaan intranet dan internet. serta pengelolaan intranet dan internet. c. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. serta administrasi program aplikasi. d. b. serta administrasi pekerjaan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pemantauan.. serta pemantauan. pertukaran data elektronik. . Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan.156 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pertukaran data elektronik. Pasal 550 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pengelolaan intranet dan internet. dan penyusunan kebijakan. Pasal 547 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. pengendalian. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. pelaksanaan bimbingan sistem. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. pertukaran data elektronik. pemutakhiran data tampilan. administrasi pekerjaan. pengendalian. serta pemantauan. pengendalian. serta pelaksanaan bimbingan sistem. Seksi Bimbingan Sistem. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pertukaran data elektronik. pemutakhiran data tampilan. d. b. dan pelaksanaan tugas. c. kegiatan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. Seksi Pertukaran Data Elektronik. pemutakhiran data tampilan. pengelolaan intranet dan internet. pemutakhiran data tampilan.

serta administrasi program aplikasi. serta administrasi pekerjaan. basis data. pengendalian. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 551 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. e. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pemantauan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta pengolahan data dan dokumen. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. d. basis data. c. pengendalian. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta pemantauan. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengendalian. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi pekerjaan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pengolahan data dan dokumen. basis data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. administrasi program aplikasi. pengolahan data dan dokumen. . (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.157 - (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pengolahan data dan dokumen. b. pemantauan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak.. basis data.

pengendalian.. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. serta pemantauan. serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. serta administrasi program aplikasi. tata usaha. Pasal 554 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. d. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Pemantauan Basis Data. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. serta pemantauan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi teknik operasional. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 555 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. serta pemantauan. c. kualitas dan transfer data. kepegawaian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. . dan rumah tangga Direktorat. pengendalian. b. pengendalian. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. penyimpanan.158 - Pasal 553 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri dari: a. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data.

dan uji coba pengembangan serta evaluasi implementasi di bidang sumber daya aparatur. Pasal 558 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri dari: a. b. dan manajemen kepegawaian lainnya. e. h. koordinasi. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a.. peningkatan kompetensi pegawai. manajemen kepegawaian. d. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. penyusunan strategi dan perancangan. f. perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. . evaluasi hasil temuan pemeriksaan. j. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). serta pelaksanaan sistem investigasi internal. i. dan kompetensi pegawai. Subdirektorat Investigasi Internal. evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang organisasi. perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun pengukuran kinerja. l. Subdirektorat Kepatuhan Internal. c. k. pelaksanaan tata usaha Direktorat. penyusunan strategi dan perancangan.159 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 556 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. penyusunan dan evaluasi rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal. penyusunan strategi. serta penyusunan strategi dan perancangan. dan pelaksanaan sistem pengawasan internal Direktorat Jenderal. g. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. perancangan. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. b. pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi.

Seksi Penjaminan Kualitas. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu).. Kelompok Jabatan Fungsional. b. dan penyusunan strategi. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha.160 c. c. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. g. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Pasal 561 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri dari : a. e. Pasal 559 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). penyiapan bahan penyusunan strategi. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. d. . (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. perancangan. perancangan. c. Subdirektorat Transformasi Organisasi. Pasal 562 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. f. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Seksi Pengujian Kepatuhan. Seksi Internalisasi Kepatuhan. b. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan.

perancangan. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. d. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya.. pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. c. Seksi Investigasi Internal II. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. b. koordinasi. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. perancangan. Pasal 566 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. Seksi Investigasi Internal I. serta pelaksanaan sistem investigasi internal.161 - Pasal 563 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. e. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. Pasal 565 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri dari : a. b. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. . dan pelaksanaan sistem investigasi internal. c.

perancangan. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. Pasal 569 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri dari : a.162 - (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567.. Pasal 570 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). pelaksanaan. penyiapan bahan penyusunan strategi. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. c. Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. b. d. prosedur kerja. dan analisis jabatan. b. Seksi Perencanaan Strategis. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. uraian jabatan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. c. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. perancangan. . penyiapan bahan kelembagaan. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. Pasal 567 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang.

b. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 571 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. Promosi. c. . Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. dan manajemen kepegawaian lainnya. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. dan analisis jabatan. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. pengukuran kinerja pegawai. Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. dan Kompensasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. Pasal 574 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. Pasal 573 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri dari: a. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. d. promosi.163 (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. c. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. penyiapan bahan evaluasi. e. prosedur kerja. perancangan. uraian jabatan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. b. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja.. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. dan kompensasi.

penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. b. Pasal 577 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. dan kompensasi. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. promosi. Pasal 575 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. c. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. penyiapan bahan evaluasi. dan kompensasi. analisis kriteria kompetensi pegawai. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. penyiapan bahan evaluasi. promosi.164 - (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi.. serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. serta asistensi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. . d. b. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Pasal 578 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. Promosi.

pengembangan aplikasi di bidang teknologi komunikasi dan informasi. pengembangan perangkat keras. evaluasi dan implementasi dalam hal analisis dan evaluasi sistem informasi. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. g. perencanaan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. instalasi. serta analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. d. penyusunan strategi dan perancangan serta pengembangan sistem dan prosedur perpajakan. pengembangan. Pasal 579 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. dan rumah tangga Direktorat. . Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan tata usaha Direktorat. f. basis data dan data spasial. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 580 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. b. pengembangan dan instalasi aplikasi perpajakan. kepegawaian. penyiapan bahan evaluasi sistem informasi. tata usaha. e. dan pengelolaan konfigurasi basis data. dan aplikasi informasi dan pelaporan.165 - (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. pengawasan. jaringan komunikasi data. c. pengembangan.. aplikasi informasi geografis.

Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. c.. b. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. Pasal 583 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. evaluasi sistem informasi. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 585 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri dari : a. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. . Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. Pasal 586 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. c. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. d. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. d. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. d. e. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi.166 Pasal 582 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri dari : a. c. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. serta evaluasi sistem informasi.

dan evaluasi konfigurasi basis data.167 - (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. penelitian. dan evaluasi jaringan komunikasi data.. instalasi. dan evaluasi konfigurasi basis data. d. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. perencanaan. Pasal 589 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri dari : a. perencanaan perancangan. b. perancangan. perancangan. Pasal 590 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. instalasi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. instalasi konfigurasi basis data. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. pengelolaan data spasial. b. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. dan evaluasi jaringan komunikasi data. Pasal 587 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. Seksi Pengelolaan Basis Data. penelitian. d. perencanaan. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. . perancangan. perencanaan. pengelolaan basis data. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. c. Seksi Pengelolaan Data Spasial. instalasi. instalasi. perencanaan. c.

penelitian. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. d. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan.. b. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis.168 Pasal 591 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. instalasi. b. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. . pengembangan. pengembangan. dan evaluasi aplikasi perpajakan. aplikasi informasi geografis. c. serta administrasi program aplikasi. perancangan. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. aplikasi informasi geografis. serta administrasi program aplikasi. perencanaan. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. instalasi aplikasi perpajakan. Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. Pasal 594 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. dan aplikasi informasi dan pelaporan. serta administrasi program aplikasi. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. dan instalasi aplikasi informasi geografis. pengembangan. Pasal 593 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari : a.

169 Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. tata usaha. f. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 596 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian pengembangan proses bisnis. g. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. merancang. e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. perancangan. h. dan evaluasi implementasi di bidang operasional. evaluasi implementasi pengembangan di bidang operasional. perancangan. penyiapan. dan rumah tangga Direktorat. penyusunan strategi. perancangan. c. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. menyiapkan. perancangan. b. penyiapan. menyusun strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. penyusunan strategi. penyiapan. pendataan. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan.. kepegawaian. penyiapan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. penyusunan strategi. penyusunan strategi. penyusunan strategi. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. d. dan penilaian. Pasal 598 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri dari: a. melakukan uji coba pengembangan. perancangan. . pengkajian pengembangan proses bisnis Direktorat Jenderal Pajak. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan.

dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. Pasal 602 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 599 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. pelaksanaan uji coba konsep. . pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penyiapan bahan penyusunan strategi.170 c. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. pelaksanaan uji coba konsep. c. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. penyusunan strategi. penyiapan. f. Pasal 601 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri dari: a. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. penyiapan. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 603 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. Subbagian Tata Usaha.. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. perancangan. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. perancangan. b. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung.

dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. Pasal 607 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Seksi Pengembangan Pelayanan I. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. penyusunan strategi. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Pelayanan II. perancangan. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan.. Pasal 605 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri dari: a. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. penyiapan. perancangan. Pasal 606 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. c. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep.171 Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. b. . penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. b. b. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum.

penyiapan bahan penyusunan strategi. evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. perancangan. pendataan. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. penyiapan bahan penyusunan strategi. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 613 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. pendataan. perancangan. penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. d. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. perancangan. perancangan.172 Pasal 609 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri dari: a. dan penilaian. dan penilaian. perancangan. . pendataan. penyiapan bahan penyusunan strategi. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. pemetaan. dan penilaian. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. pelaksanaan uji coba konsep. b. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian.. c. Pasal 610 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. b. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan. Pasal 611 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian.

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 615 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. tata usaha.173 - Pasal 614 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. pendataan. . penyiapan bahan penyusunan strategi. kepegawaian. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 616 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. pelaksanaan uji coba konsep. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. perancangan. dan penilaian. perancangan. Pasal 617 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan rumah tangga Direktorat..

g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. e. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. perumusan standar.174 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 618 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. b. pedoman. Direktorat Cukai. h. c. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Kepabeanan Internasional. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. c. dan prosedur di bidang kepabeanan dan cukai. e. i. d. b. norma. f. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 620 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Audit. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. . kriteria.. Direktorat Teknis Kepabeanan.

koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. . b. evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. analisa jabatan. Bagian Kepegawaian. Bagian Keuangan. d.. kearsipan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan tata usaha. e. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. f. pembakuan prestasi dan sarana kerja. Pasal 622 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. Bagian Perlengkapan. Bagian Umum. e. dan pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. rencana strategik. d. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. Pasal 623 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan akuntabilitas. koordinasi penyusunan rencana kerja. kepegawaian dan keuangan.175 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 621 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. evaluasi kinerja serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional dan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. g. b. ketatalaksanaan. c. penataan organisasi. Pasal 624 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal.

standar norma waktu. dan standar beban kerja. analisis jabatan. Subbagian Tata Laksana. d. Pasal 627 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pelaksanaan evaluasi kinerja. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. d. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan. e. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. pemeriksaan. penelitian. b. Pasal 626 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a.. (3) Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. dan standar beban kerja. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. uraian jabatan. penyusunan rumusan produk hasil kerja. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. c. laporan akuntabilitas kinerja. . c. dan tata naskah persuratan dinas Direktorat Jenderal. dan penyusunan jabatan fungsional. prosedur dan metode kerja. standar norma waktu. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. b. Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja. penelaahan dan evaluasi jabatan. Subbagian Organisasi. dan penyusunan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan masyarakat. pembakuan prestasi dan sarana kerja. penyusunan rumusan produk hasil kerja.176 Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya.

formasi dan pengadaan pegawai. penempatan.177 (4) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penelitian. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. c. pemindahan. dan mutasi kepegawaian lainnya. b. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. d. pelaksanaan urusan tata usaha. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengawasan masyarakat. Pasal 631 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Pasal 630 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. b. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai.. pemeriksaan. penggajian. penempatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. penyiapan bahan perencanaan. dan dokumentasi kepegawaian. penindakan. ujian jabatan. dan mutasi kepegawaian lainnya. cuti. Subbagian Umum Kepegawaian. kepangkatan. pemindahan. d. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. dan penjatuhan hukuman disiplin. . kepangkatan. penggajian. Pasal 628 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. dan penjatuhan hukuman disiplin. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Pasal 629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 628. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan masyarakat. pendataan pegawai. c. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. penindakan.

d. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. Pasal 635 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Gaji.178 - (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. formasi dan pengadaan pegawai. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. c. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. . melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Pasal 632 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan dokumentasi kepegawaian. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha.. cuti. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. d. c. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. b. pendataan pegawai. Pasal 634 Bagian Keuangan terdiri dari: a.

pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. kearsipan. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636.179 Pasal 636 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. c. . Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. c. b. dan penghapusan perlengkapan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan.. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. pelaksanaan urusan surat menyurat. pengetikan. pelaksanaan urusan inventarisasi. dan penghapusan perlengkapan. pemeliharaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. Subbagian Pengadaan. dan kearsipan Direktorat Jenderal. penggandaan. b. Pasal 638 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. b. pemeliharaan. Pasal 640 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 639 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan sarana. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. distribusi.

dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. keprotokolan. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 644 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Subbagian Kesejahteraan. . serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. poliklinik. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. tarif bea masuk dan nilai pabean. Pasal 642 Bagian Umum terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. d. identifikasi dan klasifikasi barang. pengetikan. tarif bea masuk dan nilai pabean. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. protokol. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. b. Subbagian Rumah Tangga. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga.180 c. dan rumah dinas kantor pusat. d. pengamanan kantor. poliklinik dan rumah dinas. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. pemeliharaan sarana. dan akomodasi Direktur Jenderal. akomodasi. pelaksanaan urusan tata usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan identifikasi dan klasifikasi barang. pelaksanaan kesejahteraan. penggandaan. e. dan akomodasi Direktur Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. c. pengamanan kantor..

dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. d. c. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. d. b. dan tarif bea masuk. Pasal 646 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang tidak dikuasai. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 647 Subdirektorat Impor dan Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan barang milik negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. tempat penimbunan pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Impor dan Ekspor menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan data harga. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor.181 Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. Subbagian Tata Usaha. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. Subdirektorat Nilai Pabean.. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. e. d. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Impor dan Ekspor. barang dikuasai negara. profil komoditi. Subdirektorat Klasifikasi Barang.

Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. profil komoditi. dan tarif bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penangguhan Bea Masuk. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. (3) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 650 (1) Seksi Impor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang dikuasai negara. Seksi Ekspor. . c. Seksi Impor. b. standardisasi dan bimbingan teknis.. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea masuk. d. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. (2) Seksi Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. barang tidak dikuasai. profil komoditi. dan barang milik negara.182 - Pasal 649 Subdirektorat Impor dan Ekspor terdiri dari: a. Pasal 651 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan. tempat penimbunan pabean.

tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Seksi Klasifikasi I. Seksi Klasifikasi IV. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang.183 b. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Klasifikasi II. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. c. Pasal 653 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri dari: a. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan tarif bea keluar. d. Pasal 654 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk.. tarif bea masuk. tarif bea masuk. . tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Klasifikasi III. tarif bea masuk pengamanan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. b. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan.

tarif bea masuk pembalasan.184 - (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Pasal 657 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri dari: a. d. Seksi Nilai Pabean III. Pasal 658 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Pasal 655 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. Seksi Nilai Pabean I. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. dan data harga. . penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. c. Seksi Nilai Pabean II. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga.. Seksi Nilai Pabean IV. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a.

standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. . (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. dan pelaksanaan pembebasan atau keringanan bea masuk. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. tempat penimbunan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.185 (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. kearsipan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 660 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk.

standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. sosial.. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. pelintas batas dan barang kiriman. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. Pasal 662 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri dari: a. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. d. amal. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. buku ilmu pengetahuan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. b. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. barang untuk keperluan badan internasional. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang contoh. Subdirektorat Pembebasan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. serta barang pribadi penumpang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. Pasal 663 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. b. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. bahan terapi manusia. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. barang yang telah diekspor untuk perbaikan.186 b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. barang pindahan. pengerjaan dan pengujian. d. awak sarana pengangkut. e.

peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. dan barang kiriman. pengerjaan dan pengujian. standardisasi dan bimbingan teknis. peternakan atau perikanan. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pembebasan II. barang yang mengalami kerusakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. bahan terapi manusia. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. awak sarana pengangkut. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. standardisasi dan bimbingan teknis. penurunan mutu. pelintas batas. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. amal. barang pindahan. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai.. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. pengelompokan darah. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. d. sosial. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian.187 c. Pasal 665 Subdirektorat Pembebasan terdiri dari: a. buku ilmu pengetahuan. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. d. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. barang contoh. b. . standardisasi dan bimbingan teknis. kemusnahan. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. barang untuk keperluan badan internasional. barang keperluan olahraga. Pasal 666 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. Seksi Pembebasan III. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. serta barang keperluan proyek pemerintah. Seksi Pembebasan I. Seksi Pembebasan IV. barang pribadi penumpang. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. dan penjenisan jaringan.

188 (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kemusnahan. standardisasi dan bimbingan teknis. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 669 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 667 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. b. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. b. Pasal 670 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan.. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. . Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. peternakan atau perikanan. standardisasi dan bimbingan teknis. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. barang yang mengalami kerusakan. penurunan mutu. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. c. Pasal 671 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. Pasal 674 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis.189 - (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . tempat daur ulang berikat. dan tempat lelang berikat.. c. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 673 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II.

penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 676 Direktorat Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. impor. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang aneka cukai. harga dasar.. penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. produksi. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengkajian tarif cukai. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. d. standardisasi dan bimbingan teknis.190 (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. e. rumah tangga dan kepegawaian. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. standardisasi dan bimbingan teknis. . dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai serta urusan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. c. Pasal 675 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. standardisasi dan bimbingan teknis.

produksi. Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 681 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri dari : a. Subdirektorat Aneka Cukai. Pasal 679 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. pelaksanaan urusan penyediaan. harga dasar. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. ekspor. Pasal 678 Direktorat Cukai terdiri dari: a. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. g. c. impor. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pemasukan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. b. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. penyimpanan. standardisasi dan bimbingan teknis. .. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. c. b.191 f. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. ekspor.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai.192 Pasal 682 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan perkembangan harga pasar. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. ekspor. ekspor. c. b. harga dasar. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau.. impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. ekspor. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Seksi Aneka Cukai II. Pasal 685 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri dari: a. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. harga dasar. Pasal 683 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. produksi. Seksi Aneka Cukai I. pemasukan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. Seksi Aneka Cukai III.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. c. Pasal 689 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri dari: a. penyimpanan. b. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. . c. standardisasi dan bimbingan teknis. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 687 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan urusan penyediaan.193 - Pasal 686 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai.

evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 691 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. kearsipan. penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyidikan tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai.. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis.194 Pasal 690 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 692 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.

c. Pasal 695 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. f. e. . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Penyidikan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. g. Subdirektorat Intelijen.195 b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai.. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. e. Subdirektorat Sarana Operasi. Pasal 694 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri dari: a. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan narkotika dan psikotropika. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. d. f. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Narkotika. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. Subdirektorat Penindakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha.

Seksi Intelijen II. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. d. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pangkalan Data Intelijen. (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 698 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. . (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Pasal 697 Subdirektorat Intelijen terdiri dari: a.. barang hasil pelanggaran HAKI. Seksi Intelijen I. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. Seksi Intelijen III. Pasal 699 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan.196 c. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.

b. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. (4) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penindakan III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.197 Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. c. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. b.. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. c. Seksi Penindakan II. standardisasi dan bimbingan teknis. barang larangan dan pembatasan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 702 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan I. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 701 Subdirektorat Penindakan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. barang larangan dan pembatasan.

patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 705 Subdirektorat Narkotika terdiri dari: a.198 Pasal 703 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. prekursor. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. b. . psikotropika. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 706 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi di bidang prekursor. Seksi Prekursor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. dan prekursor. Seksi Narkotika dan Psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. psikotropika dan prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis.. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. b.

Pasal 710 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. Seksi Penyidikan I. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. b. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Pasal 709 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari: a. Pasal 708 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 707. . serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. c. Seksi Barang Hasil Penindakan.199 - Pasal 707 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Tahanan. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyidikan II. barang bukti.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b.. standardisasi dan bimbingan teknis. barang bukti. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 713 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. Seksi Sarana Operasi III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan cabang rumah tahanan. . urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. sarana operasi narkotika dan psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan sarana operasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. standardisasi dan bimbingan teknis. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. penginderaan. Pasal 711 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. Seksi Sarana Operasi II. Pasal 712 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 711.200 - (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. pemeliharaan keamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi I. b.

urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. penginderaan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. dan sarana operasi lainnya.201 Pasal 714 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. sarana operasi narkotika dan psikotropika. Pasal 715 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. . rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 716 Direktorat Audit mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. standardisasi dan bimbingan teknis.

. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. d. Pasal 718 Direktorat Audit terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Perencanaan Audit I. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.202 c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Audit. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 719 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. Subbagian Tata Usaha. e. Seksi Perencanaan Audit II. Seksi Perencanaan Audit III. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. Subdirektorat Evaluasi Audit. b. standardisasi dan bimbingan teknis. d. Pasal 721 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis.

standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Audit III. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. b. Pasal 724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 723. Seksi Pelaksanaan Audit II. Pasal 726 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.. Pasal 723 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.203 Pasal 722 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pelaksanaan Audit I. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Pasal 725 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri dari: a. serta perencanaan audit di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. . standardisasi dan bimbingan teknis. c.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Pasal 729 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri dari: a. b. (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 727 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. Pasal 730 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 727. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. .. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. c. c. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.204 - (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.

penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral di bidang kepabeanan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Regional. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. Pasal 734 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral di bidang kepabeanan. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. kearsipan. c. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama internasional di bidang kepabeanan.205 (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 732 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. b. standardisasi dan bimbingan teknis. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional di bidang kepabeanan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. standardisasi dan bimbingan teknis. e. pelaksanaan kerja sama teknis internasional di bidang kepabeanan. . pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 735 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. c. e. Pasal 738 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 737 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. Seksi Kerja Sama Multilateral I. c. Seksi Kerja Sama Multilateral II. d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. Seksi Kerja Sama Multilateral III. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral.206 d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral.

Seksi Kerja Sama Bilateral II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Bilateral III. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. Pasal 742 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika. Pasal 741 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral.. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika. b. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Bilateral I.207 - (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. c. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 739 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral.

. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional.. Pasal 745 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri dari: a.208 (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. c. b. c. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. Seksi Kerja Sama Regional II. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. Pasal 743 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. Pasal 746 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Regional III. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. Seksi Kerja Sama Regional I. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN.

evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional.209 (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 748 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. . dan evaluasi pelaksanaan di bidang penerimaan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. penyuluhan dan publikasi. penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. serta pelaksanaan bantuan hukum. hubungan masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. keberatan dan banding. cukai. penelahaan dan publikasi peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. hubungan masyarakat. (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. dan urusan banding. Pasal 747 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. rumah tangga. kepegawaian dan protokoler. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. Pasal 749 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748. kearsipan. penyuluhan. bantuan hukum. publikasi. standardisasi dan bimbingan teknis. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat..

evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai.. cukai. . d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. dan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. b. standardisasi dan bimbingan teknis. f. Seksi Penagihan dan Pengembalian. standardisasi dan bimbingan teknis. f. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. Seksi Pemantauan Penerimaan. Subdirektorat Penerimaan. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. Subbagian Tata Usaha. penyuluhan dan layanan informasi. e. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 751. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d. e.210 c. Subdirektorat Keberatan dan Banding. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. Pasal 751 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 750 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 753 Subdirektorat Penerimaan terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. b. c.. Seksi Peraturan Kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 757 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri dari: a. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. . Pasal 755 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.211 - Pasal 754 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 759 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Hubungan Masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan opini publik. pengelolaan situs internet. dan pengelolaan berita.212 Pasal 758 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. museum. standardisasi dan bimbingan teknis. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. hubungan media. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. perpustakaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis.. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. komunikasi publik. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. analisis berita. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Pasal 761 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyuluhan dan layanan informasi.

standardisasi dan bimbingan teknis. . dan urusan banding. komunikasi publik. d. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. analisis berita. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. perpustakaan. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. hubungan media. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a.. dan opini publik. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. dan pengelolaan berita. Pasal 765 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a.213 - Pasal 762 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. Seksi Keberatan dan Banding II. Pasal 763 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan situs internet. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Seksi Keberatan dan Banding I. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. museum. b. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis.

penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 768 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. dan pelaksanaan urusan banding. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. cukai.. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. kearsipan. b. pengembangan teknologi informasi. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. pengolahan data serta pelaporan kepabeanan dan cukai. dan administrasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko. . standardisasi dan bimbingan teknis. otomasi sistem dan prosedur. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang registrasi kepabeanan. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean.214 - Pasal 766 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. registrasi kepabeanan. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 783 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. c. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. e. evaluasi. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 782 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. pengendalian dan pengoperasian sarana otomasi Direktorat Jenderal. g. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan.. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Manajemen Risiko. d. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. e. f. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. Subbagian Tata Usaha. penyediaan. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. standardisasi dan bimbingan teknis. b.215 d. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. pemeliharaan. standardisasi dan bimbingan teknis. f. evaluasi. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. .

evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. Seksi Registrasi Kepabeanan I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis.216 Pasal 785 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri dari: a. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 786 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 787 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. Seksi Registrasi Kepabeanan III. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Pasal 788 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. c. Pasal 789 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Registrasi Kepabeanan II. c. .. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemantauan Risiko. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Seksi Pengendalian Risiko.

b.. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. standardisasi dan bimbingan teknis. cukai dan administrasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir.217 Pasal 790 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. standardisasi dan bimbingan teknis. d. Pasal 793 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri dari: a. d. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. Seksi Otomasi Sistem Administrasi. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 792 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. c. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. Pasal 791 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. pemeliharaan. pengendalian. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 795 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 797 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri dari: a. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyediaan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemeliharaan Sistem. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. c. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.218 Pasal 794 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi.. b.

evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. b. standardisasi dan bimbingan teknis. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.219 - Pasal 798 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Pasal 799 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian. pelayanan informasi. Seksi Pengelolaan Data. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. Pasal 802 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 801 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Pelayanan Informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. dan pelaporan Direktorat Jenderal.

Pasal 805 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. dan pelaporan Direktorat Jenderal. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis.220 (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 803 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. .. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. pelayanan informasi. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 804 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kearsipan.

Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan.221 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 806 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. d. e. c. pedoman. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. h. dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 808 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. kriteria. Direktorat Sistem Perbendaharaan. norma.. e. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. d. . c. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. penyusunan standar. dan prosedur di bidang perbendaharaan negara. b. f. g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.

koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengembangan pegawai Direktorat Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. e. Kelompok Jabatan Fungsional. f. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. f. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. Bagian Keuangan. kepegawaian. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. d. kearsipan.222 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 809 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan keuangan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. g. .. Bagian Administrasi Kepegawaian. koordinasi penyusunan rencana kerja. Bagian Pengembangan Pegawai. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. Pasal 811 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. c. e. c. rencana strategik. h. Bagian Umum. b. b. pelaksanaan tata usaha.

Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. e. serta penyiapan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. Pasal 815 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pemantauan akuntabilitas kinerja. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. Pasal 813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. c. koordinasi penyusunan peraturan. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. Pasal 814 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. Pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. b. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. d.223 Pasal 812 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. laporan akuntabilitas. analisa dan evaluasi jabatan.. pengembangan kinerja. c. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. penyusunan rencana strategis. pengembangan kinerja organisasi. Subbagian Organisasi. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. analisis dan evaluasi jabatan. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. rencana kinerja tahunan. b. . f. penyiapan bahan penataan organisasi. pelaporan.

penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. dan rencana kinerja tahunan. pemantauan dan pelaporan kinerja organisasi. pelaksanaan urusan tata usaha. dokumentasi. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. laporan akuntabilitas. Pasal 818 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri dari: a. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. statistik. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. c. d. pelaksanaan assessment pegawai. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan tatalaksana pelayanan publik. administrasi perkantoran. dan mutasi kepegawaian lainnya. statistik. (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. penempatan. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. kepangkatan. . Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. b. formasi. pemindahan pegawai. d. Subbagian Mutasi Kepegawaian.224 (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. b. pelaksanaan urusan pengangkatan. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengembangan. implementasi.. Pasal 816 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. penyusunan rencana strategis.

. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. Subbagian Pengembangan Kompetensi. b. calon peserta. administrasi kepegawaian lainnya. penilaian kinerja pegawai. dan penghargaan. dokumentasi. Pasal 820 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisa dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. c. pelaksanaan identifikasi. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. menyaring penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.225 Pasal 819 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. cuti. pendayagunaan kompetensi pegawai. penggajian dan pemindahan pegawai. merencanakan kebutuhan. Pasal 822 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri dari: a. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. media informasi dan edukasi. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. c. sarana riset. pengembangan. d. Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. dan sarana pengembangan lainnya. penempatan. pelantikan. b.. kepangkatan. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. pengangkatan. ujian jabatan. statistik. dan mengevaluasi mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dan kepegawaian kantor pusat. mengelola basis data kompetensi. evaluasi.

b. monitoring. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas merencanakan kebutuhan dan melaksanakan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat.. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas mengelola basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. . Pasal 824 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. c. mengusulkan penyempurnaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. perpustakaan. d. Pasal 826 Bagian Keuangan terdiri dari: a. d. analisa. sarana riset dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. c. dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. Subbagian Penyusunan Anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran.226 Pasal 823 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas menyelenggarakan identifikasi. mengelola media informasi dan edukasi. pemeringkatan. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

c. (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. kearsipan dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. serta urusan dalam. e.227 Pasal 827 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. kearsipan. pelaksanaan urusan surat-menyurat. pelaksanaan pengadaan dan penyimpanan perlengkapan. inventarisasi.. dan penggandaan. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. Pasal 830 Bagian Umum terdiri dari: a. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. Subbagian Perlengkapan. d. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. pemeliharaan. distribusi. b. Subbagian Administrasi Persuratan. c. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. . d. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris.

- 228 Pasal 831 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat, kearsipan, penggandaan dan ekspedisi serta penghapusan arsip. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol, kehumasan, perjalanan dinas, dan pengelolaan kendaraan dinas Kantor Pusat. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan, penyimpanan dan distribusi barang persediaan, urusan dalam dan tata usaha Bagian. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan, inventarisasi Barang Milik Negara Kantor Pusat dan Vertikal, pemeliharaan inventaris kantor vertikal, penyusunan LAKIP Bagian, penyimpanan, distribusi, penyelenggaraan akuntansi, serta penghapusan barang inventaris.

Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 832 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standarisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta monitoring, evaluasi, dan koordinasi di bidang penyerapan pagu anggaran berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Pasal 833 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832, Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penelaahan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; evaluasi dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

- 229 Pasal 834 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 835 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data, penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran, serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyusunan program kerja tahunan Direktorat; penyiapan anggaran; perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan

penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; pelaksanaan monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran; penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. Pasal 837

Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Data Pelaksanaan Anggaran; Seksi Perekaman dan Pelaporan; Seksi Bantuan Teknis I; Seksi Bantuan Teknis II.

- 230 Pasal 838 (1) Seksi Data Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga serta penyiapan data monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. (2) Seksi Perekaman dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan program kerja tahunan, melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. (3) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur pelaksanaan anggaran. (4) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan anggaran. Pasal 839 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 841 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B;

c. d. e. f.

- 231 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. Pasal 842 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A, I-B, I-C, dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 843 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 845 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B;

c. d. e. f.

- 232 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. Pasal 846 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A, II-B, II-C, dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 847 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan, dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 849 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B;

c. d. e. f.

- 233 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. Pasal 850 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A, III-B, III-C, dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 851 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 852 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 853 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B;

c. d. e. f.

- 234 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. Pasal 854 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A, IV-B, IV-C, dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 855 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 856 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP).

c. d. e. f.

- 235 Pasal 857 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-B; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-D. Pasal 858 Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A, V-B, V-C, dan V-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 859 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis.

Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 860 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, verifikasi dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan kas dan program pensiun serta pelaksanaan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 236 Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan kas; penyusunan petunjuk teknis di bidang penerimaan dan pengeluaran kas; pemberian petunjuk teknis pencairan dana pinjaman dan hibah luar negeri; pemantauan dan verifikasi pelaksanaan pembayaran, penagihan, dan perkembangan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pembinaan kebendaharaan; pengelolaan kas negara; pelaksanaan pembayaran kewajiban pemerintah atas beban rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, dan rekening Pemerintah Lainnya; penatausahaan rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, Rekening Khusus, dan Rekening Pemerintah Lainnya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara; pemeriksaan kas pada KPPN selaku kuasa Bendahara Umum Negara; pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara;

m. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun; n. o. pembahasan, penyusunan konsep pengesahan, dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun pegawai negeri sipil; pelaksanaan verifikasi, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan bendahara instansi dan program pensiun; kas

p. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 862 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas; Subdirektorat Kas Umum Negara; Subdirektorat Kas Negara; Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah; Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya; Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi;

- 237 g. h. Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 863 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas menyusun perencanaan kas, menyelenggarakan program optimalisasi dan pengendalian kas, serta memantau pelaksanaannya, melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 864 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas; penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya; penyelenggaraan program optimalisasi kas. Pasal 865 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Perencanaan Kas; Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara; Seksi Pengendalian Kas; Seksi Bantuan Teknis. Pasal 866 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas, menyelenggarakan program optimalisasi kas, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (2) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (3) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan posisi kas dalam rangka pemantauan dan pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas.

- 238 (4) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan kas. Pasal 867 Subdirektorat Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, pengelolaan Rekening Kas Umum Negara, Dana Reboisasi, Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya, pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, serta verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara. Pasal 868 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pelaksanaan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan rekening escrow Dana Reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), escrow Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 869 Subdirektorat Kas Umum Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Umum Negara A; Seksi Kas Umum Negara B; Seksi Kas Umum Negara C; Seksi Kas Umum Negara D.

e. f. g.

- 239 Pasal 870 (1) Seksi Kas Umum Negara A mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara, pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, serta pengelolaan rekening escrow dana reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), dan penerimaan APBN dalam valuta asing. (2) Seksi Kas Umum Negara B mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang berkaitan dengan Surat Utang Negara, serta pengelolaan rekening Surat Utang Negara, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan Rekening Pemerintah yang dibatasi penggunaannya. (3) Seksi Kas Umum Negara C mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran serta pengelolaan rekening Kas Umum Negara dan Rekening escrow Dana Bagi Hasil. (4) Seksi Kas Umum Negara D mempunyai tugas melaksanakan proses verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui rekening Kas Umum Negara, penyusunan laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran melalui rekening Kas Umum Negara dan penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 871 Subdirektorat Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening Kas Negara dan pelaksanaan sistem penerimaan negara. Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Subdirektorat Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas negara; b. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara; c. penyusunan pagu penyediaan dana pada bank operasional; d. pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga; e. pemantauan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran pada rekening kas negara; f. pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara.

- 240 Pasal 873 Subdirektorat Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Negara A; Seksi Kas Negara B; Seksi Kas Negara C; Seksi Kas Negara D.

Pasal 874 Seksi Kas Negara A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas Negara, pengajuan usul penunjukan dan penetapan Bank Persepsi/Devisa Persepsi/ Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya dan pagu dana Bank Operasional, pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga, pengawasan dan pemantauan terhadap kinerja Kantor Pos Persepsi dan Kantor Pos Pengeluaran, pemantauan dan evaluasi kinerja Bank Operasional, pembayaran jasa perbendaharaan dan penerimaan jasa giro pada Bank Operasional, pemeriksaan kas pada KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara, pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 875 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875, Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. pembukaan rekening khusus dan pengisian Initial Deposit dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri; penyusunan mekanisme pembayaran melalui rekening khusus; penyusunan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri; pengajuan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi rekening khusus dan pengajuan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus; pemantauan dan penatausahaan rekening khusus; melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri.

- 241 Pasal 877 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah B; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah C; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah D. Pasal 878 Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan pembukaan rekening khusus dan pengisian initial deposit, menyusun mekanisme pembayaran melalui rekening khusus dan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri, mengajukan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi kembali rekening khusus dan mengajukan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus, pemantauan dan penatausahaan rekening khusus, melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 879 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam, Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan Rekening Lainnya. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening pemerintah lainnya; penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD; penyaluran dana atas beban rekening pemerintah lainnya; penatausahaan rekening pemerintah lainnya; pemantauan saldo rekening pemerintah lainnya. Pasal 881 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya terdiri dari: a. b. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A; Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B;

242 c. (4) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. f. . pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D. (2) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. Pasal 884 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883. e. (3) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a.. Pasal 882 (1) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD. penyediaan data realisasi penerimaan/ pengeluaran RDI dan RPD. dan penyiapan laporan RDI dan RPD. penerbitan Surat Perintah Pencairan atas beban RDI dan RPD. melaksanakan verifikasi dan menyusun laporan pengelolaan kas bendahara instansi dan program pensiun serta melaksanakan pembinaan kepada bendahara instansi. pembinaan bendahara instansi. pelaksanaan pembayaran. d. c. penagihan. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. pembahasan. pencairan dana rekening lainnya. dan pemantauan saldo rekening lainnya. penyusunan konsep pengesahan. b. Pasal 883 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. penatausahaan penerimaan/pengeluaran RDI dan RPD. d. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seksi Program Pensiun. mengembangkan sistem investasi. penyusunan konsep pengesahan. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. pemantauan. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 888 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A dan B masing-masing mempunyai tugas menyusun petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A. c. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi B. pembayaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. dan mengelola investasi dan kredit program berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. pelaksanaan verifikasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi. h. serta pembahasan. dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. Pasal 885 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi terdiri dari: a.243 g. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). b. Pasal 886 (1) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. penagihan. pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi. pembinaan kepada bendahara instansi dan verifikasi. Pasal 887 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.. pemantauan dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi.

244 Pasal 889 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 888. Pasal 890 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. penerusan pinjaman. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi kebijakan pelaksanaan investasi dan pengelola investasi.. f. g. pengelolaan data. g. kredit program. Setelmen. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. manajemen risiko. Subdirektorat Perencanaan. Subdirektorat Pinjaman BUMN. h. c. . akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. penyediaan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. perjanjian. dan kredit program. pembinaan. f. Setelmen. h. c. restrukturisasi pinjaman. Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas menganggarkan dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. e. b. penerusan pinjaman dan kredit program. b. Pasal 891 Subdirektorat Verifikasi. Kelembagaan dan Evaluasi. lembaga d. melaksanakan setelmen pinjaman. Akuntansi dan Pelaporan. Subdirektorat Kredit Program. penyiapan perumusan kebijakan kelembagaan. perencanaan kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. pelaksanaan setelmen pinjaman pemerintah. pelaksanaan administrasi. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. pengembangan sistem pengelola investasi. dan penghapusan piutang. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah. Kelompok Jabatan Fungsional. penyaluran dana investasi. restrukturisasi. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. Subdirektorat Pinjaman Daerah. d. e. kepatuhan. perencanaan. divestasi. verifikasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola kredit program. i. Subdirektorat Verifikasi.

. Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a. c. b. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan.245 Pasal 892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. d. (3) Seksi Setelmen II melakukan perhitungan. dan pelaporan investasi dan kredit program. penarikan penerusan pinjaman luar negeri serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. pelaksanaan administrasi pengelolaan data. Setelmen. penagihan. b. penerusan pinjaman. (2) Seksi Setelmen I melakukan perhitungan. penagihan. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Seksi Setelmen I. Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. penagihan. Seksi Setelmen II. penarikan. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. dan kredit program. Setelmen. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. c.. e. d. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan melakukan pengolahan data. Pasal 893 Subdirektorat Verifikasi. penagihan. g. akuntansi. Subdirektorat Verifikasi. pelaksanaan perhitungan. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. Seksi Verifikasi. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. penarikan dan/atau pencairan investasi. verifikasi. pembayaran kredit program. penerusan pinjaman dan kredit program. Pasal 894 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. f.

penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. . penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. Kelembagaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan. penyediaan. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. Kelembagaan dan Evaluasi terdiri dari: a. dan pembiayaan kredit program. dan penyaluran dana investasi. i. Seksi Evaluasi.246 Pasal 895 Subdirektorat Perencanaan. h. Kelembagaan dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan perencanaan. b. j. melaksanakan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. d. investasi langsung. strategi investasi. investasi dan kredit program. b. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. evaluasi. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. Pasal 897 Subdirektorat Perencanaan. manajemen risiko dan pengembangan sistem investasi dan kredit program. Seksi Kelembagaan. g. c. c. Pasal 896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895.. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. d. kelembagaan. Subdirektorat Perencanaan. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. Pasal 898 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. k. f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. pinjaman pemerintah. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. e. Seksi Manajemen Risiko.

pinjaman pemerintah. permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi Pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah. dan kredit program. dan kredit program. penerusan pinjaman. pengembangan sistem investasi. pedoman pelaksanaan manajemen risiko dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. d. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah. dan kredit program. penerusan pinjaman. perubahan. menyiapkan rumusan dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. investasi pemerintah. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. dan perjanjian pinjaman pemerintah. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. penerusan pinjaman. c. . penerusan pinjaman. b. peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. Pasal 899 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas menyusun. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. h. pinjaman pemerintah. melaksanakan mediasi dan sosialisasi program investasi. menyusun rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. dan kredit program. i. analisis. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. penerusan pinjaman. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. pinjaman pemerintah dan kredit program. f. penanganan pemerintah. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. penyusunan dan perumusan rancangan. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. Pasal 900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. e.247 - (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan kelembagaan unitunit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. penyiapan perumusan.. g. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan.

penerusan pinjaman. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Perjanjian I.. analisis. b. Seksi Kepatuhan. pelaksanaan. Pasal 903 Subdirektorat Pinjaman BUMN mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 902 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas menyusun dan merumuskan rancangan. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. penerusan pinjaman. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas mengkaji permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. d. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. penerusan pinjaman. Seksi Perjanjian II. monitoring. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Seksi Peraturan. . evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. Subdirektorat Pinjaman BUMN menyelenggarakan fungsi: a. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. c.248 Pasal 901 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri dari: a. dan kredit program. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan pinjaman Pemerintah kepada BUMN. mengkaji ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. dan kredit program. b.

penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. kelautan. Seksi Pinjaman BUMN I. pelaksanaan monitoring. b. (4) Seksi Pinjaman BUMN IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. dan kesehatan. f. pelaksanaan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. pendidikan. dan telekomunikasi. pelaksanaan.. Pasal 906 (1) Seksi Pinjaman BUMN I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. analisis. (2) Seksi Pinjaman BUMN II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. (3) Seksi Pinjaman BUMN III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. Seksi Pinjaman BUMN II. perdagangan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian.249 c. pelaksanaan. perhubungan. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. e. dan pertambangan dan energi. pelaksanaan. Pasal 905 Subdirektorat Pinjaman BUMN terdiri dari: a. Seksi Pinjaman BUMN III. d. . analisis. dan kehutanan. Seksi Pinjaman BUMN IV. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. d. c. analisis. g.

Seksi Pinjaman Daerah I. Pasal 910 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 909 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. d. b. monitoring.. analisis. Seksi Pinjaman Daerah IV. Bogor. d. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Pasal 908 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. Kalimantan Barat. evaluasi pinjaman pemerintah. Bengkulu. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. . evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan monitoring. c. Sulawesi Tenggara. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada pemerintah daerah dan BUMD. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Seksi Pinjaman Daerah II. f. Banten (tidak termasuk Tangerang). dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. c.250 Pasal 907 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Seksi Pinjaman Daerah III. g. analisis. e. pelaksanaan. Bekasi). yang meliputi Nangroe Aceh Darussalam. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD.

Pasal 911 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. monitoring dan evaluasi. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. Papua. dan Sulawesi Utara. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. Kalimantan Selatan. pelaksanaan. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. yang meliputi Riau. g. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. yang meliputi Sumatera Barat. Lampung. dan Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Tengah. hapus buku dan hapus tagih. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. c. Jawa Timur. Bali. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. Bogor. Sumatera Selatan. b. analisis. Bekasi. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. analisis. yang meliputi Sumatera Utara. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Pasal 912 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911. Depok. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. Kepulauan Bangka Belitung. perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. Sulawesi Barat. analisis. pelaksanaan. Jawa Tengah. pelaporan. Gorontalo. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. dan Irian Jaya Barat. restrukturisasi. . hapus buku dan hapus tagih kredit program. f. pelaksanaan.251 - (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. DKI Jakarta. penelitian dan perumusan restrukturisasi. penatausahaan. Kalimantan Timur. Sulawesi Tengah. e. Tangerang.. Maluku. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. Jambi. DI Yogyakarta. Maluku Utara.

penelitian dan perumusan restrukturisasi. Setelmen. penelitian dan perumusan restrukturisasi. dan hapus tagih. penelitian dan perumusan restrukturisasi. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai menyiapkan bahan perumusan kebijakan. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. penelitian dan perumusan restrukturisasi. Seksi Kredit Program I. pelaksanan. b. dan hapus tagih. Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanan. penatausahaan. penatausahaan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. pemantauan. . penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. pemantauan. penatausahaan. hapus buku. Seksi Kredit Program IV.252 Pasal 913 Subdirektorat Kredit Program terdiri dari: a. Pasal 914 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. Pasal 915 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. hapus buku. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Lembanga Keuangan Bukan Bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. dan hapus tagih. Seksi Kredit Program III. dan hapus tagih. c. penatausahaan. hapus buku. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. hapus buku. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. pelaksanan. Seksi Kredit Program II. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Verifikasi. pelaksanan.. d. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan.

dan utang. e. belanja. investasi. g. kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kas. utang. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU. investasi. pengelolaan kas. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. f. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. piutang. akuntansi. utang. Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis. akuntansi. piutang. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). penyiapan penetapan standar biaya dan tarif BLU. pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan pengelolaan keuangan BLU. investasi. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU. pengelolaan kas.253 - Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 916 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. e. b. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penyusunan standardisasi teknis pelaksanaan anggaran. g. akuntansi. akuntansi. Subbagian Tata Usaha. d. Pasal 917 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 916. Kelompok Jabatan Fungsional. c. bimbingan teknis. d. utang. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 918 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri dari: a. pendapatan dan belanja. penetapan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. standardisasi. . c. piutang. penyiapan rumusan kebijakan penilaian dan penetapan BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pendapatan. investasi. pengelolaan kas.. b. f.

Pasal 920 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919. penilaian dan penetapan BLU. Pasal 922 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. penyusunan laporan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. penyiapan bahan penilaian dan penetapan BLU. (2) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. Pasal 921 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a.. tarif dan remunerasi. serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bantuan Teknis II.254 Pasal 919 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. penilaian dan penetapan BLU. pembinaan. j. pengelolaan basis data. d. h. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga. e. penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. . Seksi Bantuan Teknis I. g. penyusunan rencana kerja tahunan Direktorat. c. i. penyiapan bahan penetapan tarif dan remunerasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis. b. b. Seksi Data dan Informasi. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. f. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. c. serta penilaian dan penetapan tarif dan remunerasi.

pengelolaan kas. c. penetapan status pengelolaan keuangan BLU. penetapan kebijakan penilaian. investasi. bahan pembinaan. peningkatan/penurunan. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. b. . akuntansi. d. pelaksanaan anggaran. pengelolaan kas. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis menyelenggarakan fungsi: a.. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan BLU. akuntansi serta mengembangkan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. utang.255 (3) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. investasi. c. (2) Seksi Standardisasi Teknis BLU mempunyai tugas menyusun standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. e. piutang dan utang. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU. penetapan kebijakan pengelolaan keuangan BLU. Seksi Kebijakan BLU. Seksi Standardisasi Teknis BLU. b. Pasal 925 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis terdiri dari: a. standar teknis pengelolaan keuangan BLU. penetapan kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan BLU oleh Dewan Pengawas. Pasal 923 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis mempunyai tugas menyiapkan kebijakan. dan Pasal 926 (1) Seksi Kebijakan BLU mempunyai tugas menyusun kebijakan penilaian dan penetapan BLU. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan BLU. serta kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU. piutang. dan melaksanakan penelitian dan pengembangan BLU. Pasal 924 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923.

penganggaran. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun penyedia barang dan/atau jasa. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. Dewan Pengawas. Pasal 927 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. b. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. f. utang. atas pengelolaan keuangan BLU. piutang.. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. pelaksanaan anggaran. e. d. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan. penurunan. . c. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi BLU. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. pelaksanaan peningkatan. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. Pasal 928 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927. Pasal 930 (1) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana. dan pegawai BLU. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. penurunan. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas. melaksanakan peningkatan. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. investasi. pelaksanaan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. dan pegawai BLU. Pasal 929 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU terdiri dari: a. c. pelaksanaan penetapan instansi pengelola keuangan BLU.256 (3) Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan status BLU. Dewan Pengawas. pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. b. serta memproses penetapan tarif dan remunerasi bagi pejabat pengelola. menyeleksi dan memproses bahan penetapan dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. pengelolaan kas.

Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. melaksanakan peningkatan. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. c. belanja. dan pegawai BLU. melaksanakan peningkatan. kas. Seksi Pembinaan Kinerja BLU II. belanja.. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. belanja. Pasal 931 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. b. piutang. kas. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penurunan. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. investasi. utang. . utang. (3) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. investasi. piutang. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. Dewan Pengawas. piutang. c. kas. akuntansi. Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 931. penyuluhan pengelolaan pendapatan. Pasal 933 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU terdiri dari: a. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan pegawai BLU. investasi. penyiapan rumusan pembinaan pengelolaan pendapatan. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. Dewan Pengawas. penurunan. akuntansi. utang. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola.257 - (2) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. utang. piutang. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola dana. Seksi Pembinaan Kinerja BLU III. b. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola kawasan. belanja. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. pengelolaan kas. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU II. kas. investasi. belanja. II. dan III masing-masing mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. kinerja BLU. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan monitoring dan evaluasi pendapatan dan belanja. b. Pasal 939 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja BLU. pendapatan. akuntansi .258 Pasal 934 Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU III. II. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. b. c. piutang. utang. kinerja BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. belanja. pengelolaan kas. Pasal 938 Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. pengelolaan kas. piutang. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. investasi. c. . piutang. utang. Pasal 937 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU terdiri dari: a. Pasal 935 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. utang. pendapatan. Pasal 936 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU.. akuntansi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. utang. investasi. akuntansi. piutang.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. k. g. l. dan kewajiban pemerintah. penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. j. Pasal 942 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. b. b. penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat. pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan serta implementasi standar akuntansi pemerintahan. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi kementerian/lembaga. pembinaan dan pemeliharaan bagan perkiraan standar. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. posisi aset dan kewajiban pemerintah. penyelenggaraan rekonsiliasi dan konsolidasi laporan keuangan instansi pemerintah.. penyusunan dan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. h. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan serta unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.259 - Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 940 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. pembinaan akuntansi kementerian/lembaga. d. c. f. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. serta penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisa laporan keuangan pemerintah. Pasal 941 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 940. . Subdirektorat Sistem Akuntansi. penyelenggaraan akuntansi pusat. posisi aset. penyelenggaraaan akuntansi pusat. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. e. i. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. penyusunan statistik keuangan negara.

pemberian dukungan teknis implementasi standar akuntansi pemerintahan. Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. e. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan standar akuntansi pemerintahan. b. d. c. d. Pasal 945 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintah terdiri dari: a. b. bimbingan teknis dan/atau penyuluhan standar akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi.260 c. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan. Subbagian Tata Usaha. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. h. c. Pasal 943 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi standar akuntansi pemerintahan. Subdirektorat Akuntansi Pusat. pembinaan Subbagian Tata Usaha Direktorat. f. penyelenggaraan pemerintahan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 946 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas memberikan dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. d. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a.. g. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. . Pasal 944 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943.

c. serta bagan perkiraan standar. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. pengkajian. Pasal 950 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. Pasal 949 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari dari: a. . b. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 947 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengkajian. c. perumusan.261 (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. perumusan. d. Seksi Sistem Akuntansi Pusat.. Pasal 948 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. b. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. (4) Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas menjalankan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah.

c. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. b. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga. . pemantauan penyajian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. (4) Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan mempunyai tugas mengkaji. b. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi C. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. dan pemutakhiran bagan perkiraan standar. mengevaluasi. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi B. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. B dan C masing-masing mempunyai tugas menyusun. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. menyiapkan perumusan. Pasal 954 (1) Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. Pasal 951 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga. d.. c. Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga. Pasal 953 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri dari: a.262 (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. dan memantau laporan keuangan berkala kementerian/lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 952 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951. dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga.

c. d. kas umum negara dan pos-pos khusus neraca.. Subdirektorat Akuntansi Pusat menyelenggarakan fungsi: a. c. b.263 - (2) Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas menyusun mengevaluasi dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. . Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. Seksi Akuntansi Umum. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. b. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. Pasal 957 Subdirektorat Akuntansi Pusat terdiri dari: a. Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca. Seksi Akuntansi Kas. d. pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh kantor-kantor wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Seksi Pembinaan Akuntansi Regional. dan memantau laporan keuangan berkala bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 955 Subdirektorat Akuntansi Pusat mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran. Pasal 958 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah.

d. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. antara lain: investasi. Pasal 961 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. c. aset tetap. (4) Seksi Pembinaan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada kantor-kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penghimpunan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. d. Pasal 962 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. Pasal 960 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. (3) Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu dari neraca.264 (2) Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga. Pasal 959 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala. menyusun laporan keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). pengkonsolidasian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara.. pinjaman yang diberikan. c. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. b. . dan dana yang dikelola di luar mekanisme APBN.

. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Analisis Laporan Keuangan. statistik keuangan d. h. Seksi Informasi dan Publikasi. analisa laporan keuangan kepada pihak-pihak yang menyajikan informasi statistik keuangan pemerintah. Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. b. g. c.. menyusun laporan manajerial perbendaharaan. e. b. Pasal 963 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. mengumpulkan data yang diperlukan dalam penyusunan pemerintah. melakukan analisis terhadap laporan keuangan. c. Pasal 965 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri dari: a.. Pasal 964 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963.265 - (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. menyampaikan hasil berkepentingan. f. d. mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah. menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. mengolah data statistik keuangan pemerintah.

dan pemberian bimbingan teknis. melaksanakan pengelolaan basis data. melakukan analisis. sinkronisasi dan standardisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. perancangan. Pasal 969 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. (2) Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 968 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. sosialisasi. pembinaan. penyusunan. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. bimbingan teknis Peraturan dan Proses Bisnis. pengkajian. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. b. . (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisa terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. pengembangan dan evaluasi sistem aplikasi komputer. Pasal 967 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan.266 Pasal 966 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah. dukungan Teknologi Informasi. standardisasi. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. distribusi data. evaluasi.. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas menyusun laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas menyusun/menyajikan serta menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. c. harmonisasi. serta Pembinaan Profesi di bidang perbendaharaan. mengumpulkan dan mengolah data statistik.

perancangan. pembinaan. n. pemeliharaan. f. pemberian dukungan teknis terkait dengan perangkat keras. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 971 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. inventarisasi peraturan. perangkat keras. sinkronisasi. kajian. h. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. perangkat lunak dan komunikasi data di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. bimbingan teknis. m. penyusunan peraturan dan pedoman teknis di bidang sosialisasi dan penyuluhan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. perangkat lunak. j. sosialisasi. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengkajian dan standardisasi profesi di bidang perbendaharaan. . c. pengelolaan basis data. pembinaan dan bimbingan teknis. analisis. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. g. komunikasi data dan pengelolaan basis data. monitoring dan evaluasi data. analisis keterkaitan. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan . k. evaluasi. Subdirektorat Pengembangan Profesi. l. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. inventarisasi dan perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha. penelaahan permasalahan. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. f. g. e. distribusi data dan informasi di bidang perbendaharaan. dokumentasi. pengembangan. Pasal 970 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri dari: a. pengamanan data. pemberian bimbingan teknis aplikasi. e. d..267 d. b. i. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan. proses bisnis dan profesi perbendaharaan pada kementerian negara/lembaga dan kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan.

analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. b. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. I-B. sosialisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. evaluasi.268 - Pasal 972 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971. kajian. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. . penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. b. sinkronisasi. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. i. h. penelaahan permasalahan. analisis keterkaitan.. inventarisasi peraturan. c. d. Pasal 974 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. j. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. f. e. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 973 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri dari: a. k. g. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A.

analisis keterkaitan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. c. sinkronisasi. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. h. penelaahan permasalahan. sosialisasi. sinkronisasi. f. analisis keterkaitan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. d. Pasal 976 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. kajian.. e.269 Pasal 975 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. sosialisasi. j. Pasal 977 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri dari: a. inventarisasi peraturan. II-B. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. b. d. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. Pasal 978 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. b. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. pembinaan dan bimbingan teknis. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. penelaahan permasalahan. . Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. k. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan. evaluasi. kajian. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. i. evaluasi. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. g. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B.

pemeliharaan. pendokumentasian. Seksi Pengembangan Aplikasi C. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. pemeliharaan. d.270 - Pasal 979 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. g. dokumentasi. analisis dan perancangan sistem aplikasi. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. C. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi.. i. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 982 Seksi Pengembangan Aplikasi A. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. dukungan dan bimbingan teknis. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. h. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. f. perancangan. Pasal 981 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari: a. e. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. . Seksi Pengembangan Aplikasi B. Seksi Pengembangan Aplikasi D. pengembangan. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. pengembangan. B. d. b. Pasal 980 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979. Seksi Pengembangan Aplikasi A. perancangan. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c.

pemberian bimbingan dan dukungan teknis. Seksi Komunikasi Data. evaluasi. evaluasi. pengamanan. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. pengelolaan basis data. b. pemberian dukungan teknis. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. pengamanan. penghimpunan data sumber. dan perangkat lunak. dan distribusi data. b. monitoring. penerapan. g. perangkat keras. Seksi Analisis Data. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. pelaksanaan distribusi data. standardisasi. perangkat keras. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. pengelolaan layanan informasi. dan perangkat lunak. Seksi Pengelolaan Basis Data. pengujian. e.. monitoring. . Pasal 985 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri dari: a. j. situs (website). f. d. i. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. d. pengkajian. pengelolaan dan pengamanan basis data. penyusunan standardisasi. h. pengelolaan layanan informasi. perancangan dan standardisasi basis data. c. c. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. pengujian. e-mail. penghimpunan data sumber. web content dan internet. dan pengembangan teknologi informasi.271 - Pasal 983 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan perancangan dan standardisasi basis data.

e-mail. sosialisasi. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pembinaan. sertifikasi. (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. serta pengelolaan. g. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. d. Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai fungsi: a. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). pembinaan. diseminasi dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengujian. pengelolaan kinerja basis data. Pasal 988 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 987.272 Pasal 986 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. e. evaluasi. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. pengamanan. implementasi. perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. b. Pasal 987 Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai tugas melakukan perumusan pedoman. evaluasi. perumusan pola akreditasi. web content.. pelaksanaan penilaian akreditasi. f. pengelolaan kamus data (data dictionary). pengkajian. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. monitoring. pemberian dukungan teknis. . dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. situs (website). sertifikasi. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. c.

Pasal 991 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi. . Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. menyiapkan. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. b.273 - Pasal 989 Subdirektorat Pengembangan Profesi terdiri dari: a. mengembangkan. c.. serta melakukan uji coba proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. Pasal 990 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan peraturan perundangan dan pedoman terkait. merancang. (3) Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. (2) Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 992 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. merumuskan pola akreditasi. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan.

penyelarasan proses bisnis dengan teknologi informasi perbendaharaan. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. .274 Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal. e. perancangan. manajemen kas. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. pengendalian. perumusan kebijakan dan strategi pengembangan proses bisnis serta teknologi informasi perbendaharaan. perancangan. c. penyiapan. penyusunan. administrasi operasional. perancangan. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penerimaan. manajemen pembayaran. pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat. monitoring. evaluasi. c. manajemen komitmen. b. Kelompok Jabatan Fungsional. f. e. pelaporan. penyusunan. Pasal 995 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. f. g. b. dan akuntansi. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. dan pengembangan proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. dan pelaporan akuntabilitas kinerja direktorat. penyiapan. pengeluaran. perancangan.. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan rencana strategi dan rencana kerja. proses penerimaan. Pasal 996 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. manajemen kas. d. penyusunan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Pasal 994 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. penyiapan. d. dan pengembangan kebijakan dan strategi pengelolaan perubahan.

Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B.. d. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pelaporan. pengkajian dan penyempurnaan. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses pelaporan dan akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. proses penerimaan.275 b. (4) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. d. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. manajemen pembayaran. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. dan akuntansi. c. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. manajemen pembayaran. manajemen komitmen. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C. manajemen komitmen. Pasal 998 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. manajemen komitmen. dan akuntansi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A. manajemen kas. e. . serta pengkajian kesesuaian proses bisnis manajemen komitmen dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan. pelaporan. c. b. pengkajian dan penyempurnaan. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses penerimaan dan manajemen kas dengan aplikasi teknologi informasi. pelaporan. dan akuntansi. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. manajemen kas. manajemen kas. Pasal 997 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal terdiri dari: a. proses penerimaan. proses penerimaan. manajemen pembayaran.

Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B. manajemen Barang Milik Negara. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A. manajemen Barang Milik Negara. Pasal 1001 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri dari: a. manajemen investasi. manajemen investasi. dan sistem bank sentral. b. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja dengan aplikasi teknologi informasi. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. Utang. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. dan sistem bank sentral. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. c. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. e. dan sistem bank sentral. Utang. manajemen Barang Milik Negara. sistem perbankan umum. sistem perbankan umum. Utang. c. . Utang. dan sistem bank sentral. perancangan. Utang. sistem perbankan umum. d. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi.. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1002 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. manajemen investasi. pengkajian dan penyempurnaan.276 Pasal 999 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. dan sistem bank sentral. manajemen Barang Milik Negara. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. sistem perbankan umum. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen investasi. Pasal 1000 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. b.

pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. Pasal 1004 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. f. penetapan landasan hukum teknologi informasi tugas melaksanakan pengembangan. Seksi Transformasi Perangkat Keras. monitoring. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis Utang dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. pengembangan. b. dan Pasal 1005 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri dari: a. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. . perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. b. d. Pasal 1006 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. c. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dengan aplikasi teknologi informasi. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi.. pengkajian dan penyempurnaan.277 (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. pengkajian dan penyempurnaan. pengamanan. evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. penyusunan rekomendasi perbendaharaan. c. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. e. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengujian. pemberian dukungan teknis. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. perancangan. Pasal 1003 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan.

yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perancangan. monitoring. evaluasi. pemberian dukungan teknis. b.. pengembangan. pengelolaan. Pasal 1009 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri dari: a. pengembangan. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. monitoring. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. pemberian dukungan teknis.278 (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. c. pengujian. . penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan dokumentasi sistem aplikasi. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. Pasal 1010 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. b. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. II. pengamanan. pengembangan. c. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. pengujian. d. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. e. Pasal 1007 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I.

b. perumusan. Seksi Pengadaan. Pengendalian. melakukan operasional transformasi. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. Seksi Perencanaan. c. . menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. d.. melakukan monitoring.279 Pasal 1011 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan dan menyusun rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. dan Pelaporan mempunyai tugas menyusun rencana strategik dan rencana kerja. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. penyusunan. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. Pasal 1014 (1) Seksi Perencanaan. perumusan. dan Pelaporan. Pengendalian. Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia. g. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. Pasal 1013 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas SDM. e. mempunyai tugas melaksanakan verifikasi dan (3) Seksi Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. (2) Seksi Pelaksanaan Pendanaan penyelesaian tagihan. Pasal 1012 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1011. d. penyusunan. c. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. evaluasi. perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. f. pengkajian. perumusan. Seksi Pelaksanaan Pendanaan. b. h. melakukan monitoring dan evaluasi. perumusan kebijakan strategi perubahan organisasi. perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN.

. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1016 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Pasal 1017 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan.280 (4) Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas mengkaji dan merumuskan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi dan penempatan serta pelatihan SDM. Pasal 1015 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. f. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan lelang. dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kekayaan negara. piutang negara. Direktorat Barang Milik Negara II. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1020 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri dari: a. h. b. norma.281 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1018 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. . piutang negara. b. Direktorat Hukum dan Informasi. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain. pedoman.. d. g. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. Direktorat Piutang Negara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. dan lelang. e. dan lelang. d. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara. c. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. dan lelang. Direktorat Barang Milik Negara I. e. c. dan prosedur di bidang kekayaan negara. kriteria. Sekretariat Direktorat Jenderal. piutang negara. piutang negara. piutang negara. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan standardisasi. Direktorat Lelang.

koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. rencana strategik. koordinasi penyusunan rencana kerja. serta pembinaan dan pemberian dukungan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. e. . Bagian Keuangan. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. d. e. rencana strategik. pelaksanaan tata usaha. Bagian Umum. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.282 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1021 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. Pasal 1024 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. d. c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. rumah tangga. b. Pasal 1023 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian. f. kepegawaian. c. Bagian Perlengkapan. Pasal 1022 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1021.. dan keuangan.

standar norma waktu dan standar beban kerja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. uraian jabatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. penyiapan bahan tanggapan. penyusunan rumusan produk hasil kerja. Pasal 1027 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan jabatan fungsional dan penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. tata naskah persuratan dinas. analisa jabatan. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. (3) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. b. e.. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. g. serta penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. f. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik.283 Pasal 1025 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1024. c. d. standardisasi teknis dan produk hasil kerja. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. c. standar beban kerja Direktorat Jenderal. b. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktur Jenderal. . Pasal 1026 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. analisis jabatan. Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan. standar norma waktu. Subbagian Tata Laksana.

pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin. dan penghargaan pegawai. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. penggajian. Subbagian Pengembangan Pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. penghargaan dan penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin pegawai serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal.. b. dan penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian. dokumentasi. ujian jabatan serta penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan.284 - Pasal 1028 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. cuti. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. . penempatan. penempatan. formasi. pemindahan pegawai. Pasal 1029 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. dan mutasi kepegawaian lain-lain. kesejahteraan pegawai. dokumentasi. statistik. statistik. mutasi kepegawaian. kepangkatan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. penyaringan pegawai dalam rangka ujian jabatan. c. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. Subbagian Umum Kepegawaian. formasi. b. kesejahteraan pegawai. Pasal 1030 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. cuti. pemindahan pegawai. d. penggajian. kepangkatan. Pasal 1031 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan.

(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.285 Pasal 1032 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1033 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1036 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 1034 Bagian Keuangan terdiri dari: a. d. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. b. Subbagian Penyusunan Anggaran. .. c. Subbagian Gaji. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. d. c. Pasal 1035 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. b.

Pasal 1038 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. b. pelaksanaan urusan protokol. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pengetikan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. pemeliharaan sarana dan prasarana. dan penghapusan perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengamanan. . kearsipan. pemeliharaan. ekspedisi. Subbagian Pengadaan. c. c. kepustakaan.286 - Pasal 1037 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. b. perjalanan dinas. rumah tangga. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumentasi. pelaksanaan urusan inventarisasi. Pasal 1039 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. Pasal 1040 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan surat-menyurat. pelaksanaan urusan rumah tangga.. tamu. serta penatausahaan. c. dan penghapusan perlengkapan. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. penggandaan. angkutan. pemeliharaan. b. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. rapat pimpinan dan akomodasi.

pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. serta penatausahaan.287 - Pasal 1042 Bagian Umum terdiri dari: a. akuntansi. akuntansi. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. angkutan. Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara I Pasal 1044 Direktorat Barang Milik Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi. standardisasi. . penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pemindahtanganan. pemindahtanganan. ekspedisi. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. perjalanan dinas. pengendalian. b. pemanfaatan. pembinaan. bimbingan teknis. bimbingan teknis. penghapusan. kepustakaan. penggandaan. penatausahaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengamanan. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. pengawasan. dan dokumentasi. pengetikan. c. rapat pimpinan dan akomodasi. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. pembinaan. evaluasi. Pasal 1043 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pemanfaatan. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. Pasal 1045 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. Subbagian Tata Usaha. pemeliharaan sarana dan prasarana. Subbagian Rumah Tangga. pengawasan. penghapusan. penyiapan rumusan kebijakan. tamu. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. dan pelaksanaan kegiatan penggunaan. kearsipan. pemantauan. pengendalian.. Direktorat Barang Milik Negara I menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. pengamanan dan pemeliharaan.

penghapusan. IB. pembinaan. dan evaluasi penggunaan. Subdirektorat Barang Milik Negara IB. penyusunan sistem dan prosedur. pengamanan dan pemeliharaan. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. pengendalian. pemberian bimbingan teknis penggunaan. c. pengawasan. IB. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. IB. d.288 - b. akuntansi. standardisasi. f.. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. b. bimbingan teknis. pembinaan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. pengawasan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. pemanfaatan. penatausahaan. pemantauan. . pengamanan dan pemeliharaan. pelaksanaan penggunaan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pengawasan. koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penghapusan. pemanfaatan. Subdirektorat Barang Milik Negara ID. d. Pasal 1046 Direktorat Barang Milik Negara I terdiri dari: a. pemantauan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. akuntansi. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. dan IC. Pasal 1047 Subdirektorat Barang Milik Negara IA. penghapusan. pemanfaatan. dan IC. Subdirektorat Barang Milik Negara IC. penatausahaan. penatausahaan. pemanfaatan. pemindahtanganan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. pelaksanaan evaluasi penggunaan. standardisasi. c. dan IC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. pembinaan. Subbagian Tata Usaha. dan IC menyelenggarakan fungsi: a. f. pemindahtanganan. e. penghapusan. pelaksanaan. pemindahtanganan. dan pengendalian barang milik negara. IB. penghapusan. akuntansi. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. pembinaan. pemindahtanganan. pembinaan. bimbingan teknis. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. e.

pembinaan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. pelaksanaan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA-1. b. Seksi Barang Milik Negara IA-4. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. penghapusan. dan IC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Barang Milik Negara IB-1. d. dan IC. standardisasi. Seksi Barang Milik Negara IA-2. pemanfaatan. dan IC. penyiapan bahan penggunaan. e. c. d. dan IA-4. pembinaan. penghapusan. Seksi Barang Milik Negara IA-1. pembinaan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pengendalian. IB. pemanfaatan. pengamanan dan pemeliharaan.. c. Seksi Barang Milik Negara IB-4. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pemanfaatan. . pemantauan. IA-2. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. IA-3. dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. serta penghimpunan.289 - b. dan evaluasi penggunaan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. b. pemindahtanganan. penelaahan. IB. dan pengendalian barang milik negara. Seksi Barang Milik Negara IA-3. penghimpunan. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IB-2. pengawasan. pengawasan. dan IC. pengamanan dan pemeliharaan. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. penyusunan sistem dan prosedur. penghapusan. IA-2. Pasal 1051 Subdirektorat Barang Milik Negara IB masing-masing terdiri dari: a. pemindahtanganan. IB. pengamanan dan pemeliharaan. IA-3. penghapusan. Pasal 1049 Subdirektorat Barang Milik Negara IA masing-masing terdiri dari: a. Seksi Barang Milik Negara IB-3. d. pengawasan. pemindahtanganan. IB. c. bimbingan teknis. pembinaan. Pasal 1050 Seksi Barang Milik Negara IA-1.

dan evaluasi penggunaan. pembinaan. pengamanan dan pemeliharaan. IC-2. pemanfaatan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IB-1. penghapusan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IC-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IB-2. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. pengamanan dan pemeliharaan. pelaksanaan. pengawasan. pemindahtanganan. standardisasi. bimbingan teknis. IB-3. dan evaluasi penggunaan. d. Pasal 1055 Subdirektorat Barang Milik Negara ID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. pengawasan. Seksi Barang Milik Negara IC-3. Seksi Barang Milik Negara IC-4. akuntansi. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. serta penghimpunan.. pengendalian. pengawasan. standardisasi. IC-3. pemindahtanganan. penyusunan sistem dan prosedur. penghapusan. Pasal 1054 Seksi Barang Milik Negara IC-1. . Pasal 1053 Subdirektorat Barang Milik Negara IC masing-masing terdiri dari: a. IC-2. penyusunan sistem dan prosedur. Seksi Barang Milik Negara IC-2. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. IB-2. penghapusan. pembinaan. c. dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pelaksanaan. koordinasi. IC-3. dan evaluasi penggunaan. pemantauan. Seksi Barang Milik Negara IC-1. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. serta penghimpunan. bimbingan teknis. pemindahtanganan. dan penyusunan Daftar Barang Milik Negara. IB-3. pengendalian. bimbingan teknis. pelaksanaan. pemantauan. penyusunan sistem dan prosedur. pemantauan. dan IB-4. pemanfaatan.290 - Pasal 1052 Seksi Barang Milik Negara IB-1. pembinaan. dan IC-4. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

ID-2. standardisasi.. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. ID-3. dan ID-4. c. penghimpunan. penyusunan sistem dan prosedur. c. penghapusan. bimbingan teknis. penghimpunan. akuntansi. penghapusan. pemanfaatan. f. pengendalian. penyiapan bahan rumusan kebijakan. penatausahaan. pembinaan. penyiapan bahan penggunaan. d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. pemanfaatan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. standardisasi. pelaksanaan. penghapusan. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara ID-4. bimbingan teknis. pengamanan dan pemeliharaan. penghapusan. Seksi Barang Milik Negara ID-3. pemantauan. pengamanan dan pemeliharaan. ID-2. akuntansi. e. pengawasan. pemantauan. penatausahaan. pembinaan. d. akuntansi. pengendalian. pengawasan. pemindahtanganan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. pembinaan.291 Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. . pembinaan. dan pengendalian barang milik negara. pengamanan dan pemeliharaan. dan evaluasi penggunaan. Pasal 1058 Seksi Barang Milik Negara ID-1. pemanfaatan. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. akuntansi. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. penghapusan. pemindahtanganan. Subdirektorat Barang Milik Negara ID menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. pengendalian. pemanfaatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. akuntansi. Seksi Barang Milik Negara ID-1. b. pengawasan. dan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara. penatausahaan. ID-3. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. penatausahaan. Seksi Barang Milik Negara ID-2. pembinaan. pemindahtanganan. b. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID-1. pemindahtanganan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. Pasal 1057 Subdirektorat Barang Milik Negara ID terdiri dari: a.

292 Pasal 1059 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . pemberian bimbingan teknis penggunaan. pembinaan. penatausahaan. pembinaan. pengawasan. bimbingan teknis. pemanfaatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemindahtanganan.. pelaksanaan penggunaan. dan pengendalian barang milik negara. pemanfaatan. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. penghapusan. pengendalian. d. penatausahaan. pemanfaatan. pengawasan. pemindahtanganan. penatausahaan. pengamanan dan pemeliharaan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. dan penyusunan daftar kekayaan negara yang dipisahkan. pembinaan. bimbingan teknis. pengawasan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. penghapusan. pengendalian. penatausahaan. penghapusan. c. pengamanan dan pemeliharaan. penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. Pasal 1061 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060. pemindahtanganan. pembinaan. b. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. standardisasi. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. penyiapan rumusan kebijakan. penghapusan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. pelaksanaan evaluasi penggunaan. pembinaan. pengawasan. pemanfaatan. Bagian Kelima Direktorat Barang Milik Negara II Pasal 1060 Direktorat Barang Milik Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. penatausahaan. e. serta pengawasan. pemantauan. standardisasi. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pemindahtanganan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pemanfaatan. pengendalian. pengamanan dan pemeliharaan. Direktorat Barang Milik Negara II menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara ID.

penyusunan sistem dan prosedur. bimbingan teknis. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I. pengawasan. penghapusan.293 - f. h. penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. pemantauan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pelaksanaan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. bimbingan teknis. II. b.. proyek kekayaan negara yang dipisahkan. pengawasan. d. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. IIB. IIB. standardisasi. Pasal 1063 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum. pemanfaatan. Subdirektorat Barang Milik Negara IIB. dan IIC. f. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. penyusunan sistem dan prosedur. pemindahtanganan. penghapusan. pemindahtanganan. dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. IIB. dan III. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. Pasal 1062 Direktorat Barang Milik Negara II terdiri dari: a. penatausahaan. pengendalian. standardisasi. i. pembinaan. e. pemanfaatan. Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. . IIB dan IIC. bimbingan teknis. pengendalian. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. j. pengamanan dan pemeliharaan. pelaksanaan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan rumusan kebijakan. g. dan IIC menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Barang Milik Negara IIC. c. Subdirektorat Barang Milik Negara IID. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan.

IIB. Pasal 1065 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA terdiri dari: a. d. penghapusan. dan ID. II. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup I. dan III. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan.. IIA-3. penghapusan. pengawasan. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. pemindahtanganan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. dan IIC. penyiapan bahan penggunaan. IIB. dan pengendalian barang milik negara. pemindahtanganan. pengendalian. II. IB. Seksi Barang Milik Negara IIA-3. c. IIA-2. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA-1. d. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. dan III. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengawasan. e. pemindahtanganan. bimbingan teknis. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IA. penatausahaan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. pembinaan. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. f. pembinaan. II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. pemanfaatan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. Seksi Barang Milik Negara IIA-2. pengawasan. bimbingan teknis. pelaksanaan kegiatan penggunaan. dan IIA-4. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. pembinaan. g. dan IIC. standardisasi. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. IIA-3. penatausahaan. . penghapusan. penyusunan sistem dan prosedur. penghapusan. IIA-2. pembinaan. b. pengawasan. IIB.294 - b. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. dan III. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. Seksi Barang Milik Negara IIA-1. standardisasi. sistem dan prosedur. dan IIC. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IIA-4. Pasal 1066 Seksi Barang Milik Negara IIA-1. pengendalian. IC. pemanfaatan.

penghapusan. bimbingan teknis. pengendalian. . IIC-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIIB. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIB-1. pengendalian. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemanfaatan. standardisasi. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIIA. pemindahtanganan. IIIC. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pemindahtanganan. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. Seksi Barang Milik Negara IIC-4. Seksi Barang Milik Negara IIC-1. IIC. dan IIC-4. bimbingan teknis. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. Seksi Barang Milik Negara IIB-1. dan IID. pembinaan. penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. Seksi Barang Milik Negara IIB-3.295 Pasal 1067 Subdirektorat Barang Milik Negara IIB terdiri dari: a. IIB-3. penyusunan sistem dan prosedur. Pasal 1069 Subdirektorat Barang Milik Negara IIC terdiri dari: a. Pasal 1068 Seksi Barang Milik Negara IIB-1. b. IIC-2. dan IIB-4. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. IIC-3. IIB-2. pengamanan dan pemeliharaan. IIB. pengawasan. IIB-2. pemanfaatan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIC-1. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIA. c. IIB-3. Seksi Barang Milik Negara IIB-2. pengawasan. Seksi Barang Milik Negara IIC-2. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. Seksi Barang Milik Negara IIC-3.. dan IIID. b. IIC-3. Seksi Barang Milik Negara IIB-4. pelaksanaan kegiatan penggunaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembinaan. standardisasi. d. penyusunan sistem dan prosedur. d. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 1070 Seksi Barang Milik Negara IIC-1. c.

pemanfaatan. pengawasan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. pengendalian. pemanfaatan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pemindahtanganan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. Subdirektorat Barang Milik Negara IID menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. pembinaan. pembinaan. pembinaan. penghapusan. e. standardisasi. pengamanan dan pemeliharaan. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. pemindahtanganan. standardisasi. pemanfaatan. bimbingan teknis. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara lingkup II dan kekayaan negara yang dipisahkan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. pemantauan. pengamanan dan pemeliharaan. penghapusan. penatausahaan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup IV. penatausahaan. pengawasan. penyusunan sistem dan prosedur. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pemanfaatan. f. pemanfaatan. . pengamanan dan pemeliharaan. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. h. standardisasi. c. pengawasan. penatausahaan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. bimbingan teknis. pengendalian. dan pengendalian barang milik negara. penghapusan. pemindahtanganan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pengendalian. penyiapan bahan penggunaan. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. pengawasan. g. penghapusan. pembinaan. bimbingan teknis. pengawasan.. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV.296 Pasal 1071 Subdirektorat Barang Milik Negara IID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. pemindahtanganan. pembinaan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IV. Pasal 1072 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1071. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. penghapusan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. b. sistem dan prosedur. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penyiapan bahan rumusan kebijakan.

dan IID-4. Seksi Barang Milik Negara IID-3. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. dan IVD. pelaksanaan kegiatan penggunaan. penatausahaan. IID-2. analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pengendalian. IID-3. Pasal 1074 Seksi Barang Milik Negara IID-1. standardisasi. Seksi Barang Milik Negara IID-2. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID-1. pemindahtanganan. evaluasi serta pelaksanaan kegiatan di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. IID-3. d. serta penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. IVB. Seksi Barang Milik Negara IID-1. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IVA. pengamanan dan pemeliharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IID. pengawasan. pembinaan. Pasal 1075 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembinaan dan pelaksanaan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. IID-2. .297 - Pasal 1073 Subdirektorat Barang Milik Negara IID terdiri dari: a. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standardisasi. bimbingan teknis. Seksi Barang Milik Negara IID-4. IVC. Bagian Keenam Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1076 Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.. penyusunan sistem dan prosedur. penghapusan. b. c. pemanfaatan.

standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. barang yang dirampas oleh negara. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. air dan tata ruang angkasa. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. .298 Pasal 1077 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076. air dan tata ruang angkasa.. hak atas bumi. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. c. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. hak atas bumi. pengawasan. Pasal 1078 Direktorat Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri dari: a. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. aset eks Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3). dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. c. Subbagian Tata Usaha. barang yang dirampas oleh negara. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. aset eks UP3. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. hak atas bumi. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II. penyiapan rumusan kebijakan. barang milik negara eks kepabeanan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. perencanaan. air dan tata ruang angkasa. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. barang milik negara eks kepabeanan. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. f. barang yang dirampas oleh negara. serta akuntansi aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. b. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. d. b. penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. e. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi: a. d. barang milik negara eks kepabeanan. sistem dan prosedur. aset nasionalisasi atau eks asing/cina.

Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. II. c. perencanaan. II. II. standardisasi. III. II. III. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. penyusunan sistem dan prosedur. d. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. penghimpunan. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. b. e. Pasal 1081 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri dari: a. dan IV. penyiapan bahan perencanaan.. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. air dan tata ruang angkasa. barang milik negara eks kepabeanan. pemantauan. c. sistem dan prosedur. dan IV. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. II. II. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain lingkup I. pengawasan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. dan IV. III. dan IV. bimbingan teknis. III. Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. aset eks UP3. dan IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi. penatausahaan dan penyusunan daftar. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan antara lain kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. b. dan IV. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. II. pemberian bimbingan teknis. penelaahan. pengawasan. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. dan IV. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I. dan IV. hak atas bumi. III. III. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain sebagai akibat adanya ketentuan. II. III. penyiapan bahan rumusan kebijakan. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. barang yang dirampas oleh negara.299 - Pasal 1079 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. III. . d. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a.

dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IIB. IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. IIB. IIIB. penatausahaan dan penyusunan daftar. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan dan penyusunan daftar.300 Pasal 1082 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. penyusunan sistem dan prosedur. penatausahaan dan penyusunan daftar. pemantauan. penyusunan sistem dan prosedur. Pasal 1085 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri dari: a. IIC. b. perencanaan. Pasal 1086 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. pemberian bimbingan teknis. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan. Pasal 1083 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri dari: a. IIIC.. pengawasan. c. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IA. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IIC. . d. pemantauan. c. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. perencanaan. IB. dan ID. pemantauan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IB. d. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. dan IIID. IIIB. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIA. penyusunan sistem dan prosedur. pemberian bimbingan teknis. dan IID. b. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIIA. perencanaan. IIIC. IC. pemberian bimbingan teknis. pengawasan. Pasal 1084 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA.

Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVC. standardisasi dan pembinaan perencanaan penilaian kekayaan negara. IVB. standardisasi. evaluasi dan rekomendasi. dan IVD. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVB. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. . IVC. Pasal 1088 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian kekayaan negara.301 - Pasal 1087 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV terdiri dari: a. Pasal 1089 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. IVC. pemantauan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVD. pengawasan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. d. perencanaan. c. analisis. bimbingan teknis. (2) Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Kekayaan Negara Pasal 1090 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 1091 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090.. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. supervisi. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. penatausahaan dan penyusunan daftar. pemberian bimbingan teknis. penyusunan sistem dan prosedur. IVB. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IVA. perumusan kebijakan teknis.

e. sumber daya alam hayati. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian atas kekayaan negara berupa sumber daya alam energi. Sub Bagian Tata Usaha. b.302 b. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. mesin dan barang bergerak. verifikasi. pemberian bahan pertimbangan atas usul penilaian untuk keperluan. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam. restrukturisasi hutang. Pasal 1092 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara terdiri dari: a. atau penyelesaian piutang negara. g. pemberian bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis terhadap penilai. pemantauan. f. pemberian pertimbangan atas usul penilaian kekayaan negara dengan menggunakan jasa penilai eksternal. Kelompok Jabatan Fungsional. analisis. c. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengolahan data dan informasi di bidang penilaian. Subdirektorat Penilaian Real Properti. d. penggalian potensi. Subdirektorat Penilaian Usaha. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus. c. b. keringanan hutang. c. supervisi. pencairan. . Pasal 1093 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. bimbingan teknis.. e. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Pasal 1094 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1093. evaluasi dan rekomendasi. perumusan kebijakan teknis. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. penggalian potensi. e. real properti tanah dan bangunan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. f. serta Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan penilaian kekayaan negara berupa sumber daya alam energi dan mineral. d. d. properti khusus komersial. mineral dan hayati. penggalian potensi. supervisi. standardisasi. properti khusus non komersial.

Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan II. b. Pasal 1098 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. pengolahan. standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan.. Pasal 1097 Subdirektorat Penilaian Real Properti mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. analisis. penggalian potensi. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. d. e. pengumpulan. c. perumusan kebijakan teknis. (2) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I dan II mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengumpulan. Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I. perumusaan. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I. b. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral II. supervisi. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. analisis. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati II. d. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam hayati lingkup I dan II. c. Subdirektorat Penilaian Real Properti menyelenggarakan fungsi: a. pengevaluasian dan memberikan rekomendasi. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I. Pasal 1096 (1) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian real properti. Pasal 1099 Subdirektorat Penilaian Real Properti terdiri dari: a. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis.303 Pasal 1095 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam terdiri dari: a. b. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam energi dan mineral lingkup I dan II. penggalian potensi. perumusan. evaluasi dan rekomendasi. pengolahan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. penggalian potensi. pengevaluasian dan pemberian rekomendasi. .

supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. pengumpulan. penelitian dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian properti khusus. b. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. evaluasi dan pemberian rekomendasi. analisis. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. penyiapan rumusan kebijakan teknis. evaluasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. supervisi. . bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi. perumusan. b. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I. analisis. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian tanah dan bangunan lingkup I dan II. d. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian mesin dan barang bergerak lingkup I dan II. Seksi Penilaian Properti Komersial II. c. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak II. pengolahan. d. pengumpulan. standardisasi. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. Seksi Penilaian Properti Komersial I. Pasal 1103 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus terdiri dari: a. (2) Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. evaluasi dan pemberian rekomendasi. Pasal 1102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. d. Pasal 1100 (1) Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. c. Pasal 1101 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Penilaian Properti Non Komersial I. Seksi Penilaian Properti Non Komersial II. analisis.. pengolahan.304 c. penggalian potensi. e. perumusan.

supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. analisis. analisis. II. pengolahan. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. d.. penggalian potensi. perumusan. pengolahan. pengumpulan. penggalian potensi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 1106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. Seksi Penilaian Usaha III. penyiapan rumusan kebijakan teknis. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian usaha lingkup I. Subdirektorat Penilaian Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan rekomendasi. evaluasi dan pemberian rekomendasi. Pasal 1105 Subdirektorat Penilaian Usaha mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. dan III. penggalian potensi. e. pengumpulan. II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. Pasal 1107 Subdirektorat Penilaian Usaha terdiri dari: a. c. perumusan. c. supervisi. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti non komersial lingkup I dan II. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. analisis. analisis. evaluasi dan pemberian rekomendasi.305 Pasal 1104 (1) Seksi Penilaian Properti Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. pengolahan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. evaluasi dan pemberian rekomendasi. penelitian serta pelaksanaan tugas di bidang penilaian usaha. penggalian potensi. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengumpulan. . perumusan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti komersial lingkup I dan II. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. Seksi Penilaian Usaha I. Pasal 1108 Seksi Penilaian Usaha I. Seksi Penilaian Usaha II. (2) Seksi Penilaian Properti Non Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan.

h. penyiapan perumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara.. Bagian Kedelapan Direktorat Piutang Negara Pasal 1110 Direktorat Piutang Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. b. d. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) serta inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyusunan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Penilaian Usaha. . perencanaan. penelaahan usul penetapan. penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. penyiapan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. termasuk pelaksanaan tugas PUPN. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. serta usul penghapusan piutang negara. Pasal 1111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1110. perpanjangan.306 - Pasal 1109 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. e. c. g. standardisasi. f. Direktorat Piutang Negara menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. perencanaan. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI. perpanjangan. Seksi Piutang Negara IC. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. c. c. bimbingan teknis. . Subdirektorat Piutang Negara III. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. Subdirektorat Piutang Negara I. serta usul penghapusan piutang negara. Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1113. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1115 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri dari: a.307 Pasal 1112 Direktorat Piutang Negara terdiri dari: a. d. b. e. Pasal 1113 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Piutang Negara II. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD. c. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. Seksi Piutang Negara IB. Seksi Piutang Negara IA. Subbagian Tata Usaha.. d. e. b.

pengolahan dan pengelolaan barang jaminan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/D lingkup IA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IB. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. b. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. Pasal 1117 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. IB. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup I. dan menyelenggarakan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. e. penghapusan piutang negara. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Seksi Piutang Negara IIB. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup I. Pasal 1118 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117. perencanaan. pendataan. bimbingan teknis. bimbingan teknis. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. dan IC..308 Pasal 1116 Seksi Piutang Negara IA. perpanjangan. Seksi Piutang Negara IIA. Seksi Piutang Negara IIC. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. b. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup I. g. serta melaksanakan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup I. . Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. d. serta usul penghapusan piutang negara lingkup I. f. Pasal 1119 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri dari: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup I. c. penataan dan pengamanan.

dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup II. penataan dan pengamanan. (2) . serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. bimbingan teknis. pendataan. Subdirektorat Piutang Negara III menyelenggarakan fungsi: a. memberikan bahan pertimbangan atas usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. perencanaan. Pasal 1122 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. b. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup II. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. penataan dan pengamanan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1121 Subdirektorat Piutang Negara III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengolahan. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IA dan IB. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. pengolahan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pendataan. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup II. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. penghapusan piutang negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.309 Pasal 1120 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta melaksanakan inventarisasi Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IC.. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. c. bimbingan teknis. perpanjangan. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. bimbingan teknis. Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. penghapusan piutang negara. d.

310 e. penataan dan pengamanan. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga lingkup IIA.. pengawasan. Seksi Piutang Negara IIIC. Seksi Piutang Negara IIIB. Seksi Piutang Negara IIIA. standardisasi dan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemeriksaan. evaluasi. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengolahan. IIIB. serta usul penghapusan piutang negara lingkup II. dan IIC. Pasal 1125 (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. bimbingan teknis. . penghapusan piutang negara. Bagian Kesembilan Direktorat Lelang Pasal 1126 Direktorat Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. serta pelaksanaan pembinaan perencanaan lelang. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. f. Pasal 1124 Seksi Piutang Negara IIIA. pendataan. b. c. dan pembinaan kinerja di bidang lelang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. Pasal 1123 Subdirektorat Piutang Negara III terdiri dari: a. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Piutang Negara I. IIB.

e. penyiapan pemberian izin operasional. c. standardisasi. penghargaan dan sanksi serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. penyiapan pengangkatan dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II. penyiapan perumusan kebijakan teknis. dan pengembangan lelang lingkup I dan II. pengawasan. analisis. evaluasi. penyiapan perumusan kebijakan teknis. analisis. Subdirektorat Bina Lelang II. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. analisis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. pemeriksaan. Pasal 1129 Subdirektorat Bina Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. Subdirektorat Bina Lelang I. f. pembinaan perencanaan lelang. evaluasi. laporan. dan pembinaan kinerja Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. Pasal 1128 Direktorat Lelang terdiri dari : a. Kelompok Jabatan Fungsional. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan lelang. b.311 Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1126. e. b. d. . c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 1130 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129. bimbingan teknis. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. pembinaan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. dan pembukuan hasil lelang. pemantauan. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. dan pengawasan serta pembinaan Pejabat Lelang. penggalian potensi dan pengembangan di bidang lelang. b. pelaksanaan verifikasi risalah lelang. standardisasi. evaluasi.. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis. standardisasi.

pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. Pasal 1132 Seksi Bina Lelang IA. IB. Seksi Bina Lelang IIC. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pemantauan. e. f. IB. Pasal 1133 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri dari: a. g. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. b.312 c. i. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. c. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. Seksi Bina Lelang IC. c. Seksi Bina Lelang IIB. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. Seksi Bina Lelang IB. Seksi Bina Lelang IA. h. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. . dan IC. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. verifikasi risalah lelang. Seksi Bina Lelang IIA. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. penyelenggaraan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. d. bimbingan teknis.. Pasal 1131 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri dari: a. b.

Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. dan pemberian penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang.. analisis. pembinaan. ujian profesi Pejabat Lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. pengawasan. dan IIC. Pasal 1135 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. d. h. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. f. i. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. IIB. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. Pasal 1136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135. . pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. pengangkatan. g. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. IIB. pemantauan. bimbingan teknis. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. dan pemberhentian Pejabat Lelang. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. verifikasi risalah lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. pemantauan. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. e. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. j. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan bimbingan teknis.313 - Pasal 1134 Seksi Bina Lelang IIA. pemeriksaan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. b.

pengawasan dan pembinaan. pengawasan dan pembinaan. perencanaan dan pengembangan lelang. pengawasan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. standardisasi.314 k. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. pengolahan. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. pengumpulan. pemberian penghargaan dan sanksi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. Pasal 1139 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis. petunjuk teknis serta yuridis lelang. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pengolahan. Seksi Bina Jasa Lelang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh . pemantauan. Seksi Bina Profesi Lelang I. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. Pasal 1138 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. Pasal 1137 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri dari : a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemberian penghargaan dan sanksi. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. Seksi Bina Profesi Lelang II. b. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pengumpulan. analisis. ujian profesi. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. l. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang.. penyajian informasi. standardisasi. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. serta pencabutan izin operasional lelang. c. pengangkatan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang.

penilaian. Direktorat Hukum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan basis data.315 Subdirektorat Bina Lelang I. pengurusan piutang negara. k. pelaksanaan pembinaan jabatan pranata komputer. g. pelaksanaan pengolahan data di bidang kekayaan negara. c. pengurusan piutang negara. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. l. pelaksanaan pelayanan kepada pengguna. pengurusan piutang negara. dan pelaksanaan lelang. j. dan pelaksanaan lelang. . piutang negara dan lelang. piutang negara dan lelang. e. pengurusan piutang negara. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. i. pengurusan piutang negara. pengharmonisasian dan penyusunan peraturan perundangan dan petunjuk teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara.. pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. pemberian dukungan teknis. dan pelaksanaan lelang. penilaian. f. piutang negara dan lelang. d. penilaian. piutang negara dan lelang. Pasal 1141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140. pengelolaan dokumen hukum. penilaian. b. penilaian. pemberian bantuan hukum penanganan dan penyiapan. pembinaan dan pengembangan sistem informasi dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. dan pelaksanaan lelang. pengurusan piutang negara dan pelaksanaan lelang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. dan pelaksanaan lelang. penyusunan manual sistem dan dokumentasi program aplikasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. penilaian. dan pelaksanaan lelang. h. penilaian. m. pelayanan informasi dan pengelolaan pusat informasi di bidang kekayaan negara. penilaian. penilaian. pemberian bimbingan teknis sistem informasi di bidang kekayaan negara. penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang kekayaan negara. Bagian Kesepuluh Direktorat Hukum dan Informasi Pasal 1140 Direktorat Hukum dan Informasi mempunyai tugas melakukan persiapan bahan dan rumusan peraturan perundangan berikut petunjuk pelaksanaan peraturan perundangan. pelaksanaan operasi komputer. pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara. penilaian.

Subdirektorat Sistem Aplikasi. b. c. piutang negara. penilaian. pengurusan piutang negara dan lelang. f. Pasal 1144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143. Pasal 1143 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. pengurusan piutang negara. dan pelaksanaan lelang. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. . penilaian. dan lelang. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1142 Direktorat Hukum dan Informasi terdiri dari: a. e. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. e. penilaian. g. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi. pengelolaan dokumen hukum. penilaian. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan lelang. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. b. piutang negara. Subbagian Tata Usaha. penilaian. dan lelang. f. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subdirektorat Peraturan Perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. g. Subdirektorat Dukungan Teknis. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara dan lelang. penilaian.. Subdirektorat Bantuan Hukum. d. c.316 n. pengurusan piutang negara dan lelang. penilaian.

pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain. (4) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. (2) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang piutang negara. Pasal 1146 (1) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. d. penyajian peraturan perundangan di bidang lelang. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara. . (3) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang. c. pelaksanaan klasifikasi peraturan. penyajian peraturan perundangan di bidang Barang Milik Negara. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. b. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan.. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan.317 - Pasal 1145 Subdirektorat Peraturan Perundangan terdiri dari: a. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. penyajian peraturan perundangan di bidang Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain.

pertimbangan. penelaahan kasus hukum.. Seksi Bantuan Hukum II. piutang negara dan lelang. d. III. II. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. c. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi. Seksi Bantuan Hukum III. penilaian. penilaian. piutang negara dan lelang lingkup I. II. dan IV. pengujian pengoperasian sistem aplikasi. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. III. serta . Seksi Bantuan Hukum IV. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. piutang negara dan lelang. Seksi Bantuan Hukum I. pengurusan piutang negara. Pasal 1151 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengolahan data. analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. penilaian.318 - Pasal 1147 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. Pasal 1150 Seksi Bantuan Hukum I. b. Pasal 1148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1147. penilaian. penilaian. piutang negara dan lelang. d. dan pelaksanaan lelang. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. c. penyediaan layanan informasi. Pasal 1149 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. evaluasi implementasi sistem aplikasi. b. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum.

i. c. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. piutang negara. penilaian. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. piutang negara.. penilaian.319 pengelolaan intranet dan internet Direktorat Jenderal. h. (2) Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengujian operasionalisasi sistem aplikasi. . b. Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi. Pasal 1154 (1) Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. Pasal 1153 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi terdiri dari: a. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi berdasarkan standar prosedur operasional. dan lelang. b. evaluasi implementasi sistem aplikasi. pelaksanaan pengujian pengoperasian sistem aplikasi. pemantauan dan pengawasan kualitas data informasi di bidang kekayaan negara. d. evaluasi implementasi sistem aplikasi. Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. penilaian. e. memberikan pembinaan dan bimbingan di bidang pengolahan data serta melakukan pengelolaan portal. c. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. pengelolaan portal. pelaksanaan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi informasi di bidang kekayaan negara. pemantauan dan pengawasan kualitas data. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengelolaan data. dan lelang. penilaian. piutang negara dan lelang. f. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. g. (3) Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. piutang negara dan lelang.

pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi.. kesekretariatan. Pasal 1157 Subdirektorat Sistem Aplikasi terdiri dari: a. . program aplikasi. penilaian. sistem informasi dan pelaporan di bidang pengelolaan kekayaan negara. e. pengembangan. c. pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. d. Pasal 1156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. Subdirektorat Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1158 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan. piutang negara. penyusunan desain sistem aplikasi. dan penyusunan elemen data warehouse. penilaian. pengurusan piutang negara. pengembangan dan pembuatan sistem aplikasi. pengembangan dan pengintegrasian sistem aplikasi. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi. dokumentasi sistem aplikasi dan sistem informasi. penyiapan bahan penyusunan. pengembangan. g. penyusunan dokumentasi. Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi. serta pengembangan sistem informasi dan pelaporan di bidang kekayaan negara. Seksi Integrasi Sistem Aplikasi.320 - Pasal 1155 Subdirektorat Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan dan dokumentasi pembuatan dan pengembangan sistem aplikasi. pengembangan dan pengintegrasian model-model sistem aplikasi. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. pengembangan. pemutakhiran dan pemeliharaan sistem aplikasi transaksi dan produk cetakan. dan pendukung lainnya. pemutakhiran. pemutakhiran. penyusunan standardisasi kodifikasi dan elemen data. lelang. kesekretariatan. b. dan pendukung lain-lain. penyusunan standar pertukaran data antar modul. lelang. sistem informasi. (2) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengintegrasian modulmodul aplikasi. b. penyusunan pedoman pembuatan sistem aplikasi. c. f.

. Seksi Pengelolaan Jaringan. c. b. Pasal 1159 Subdirektorat Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyusunan standardisasi serta memberikan dukungan teknis perencanaan kebutuhan dan penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras komputer. Pasal 1161 Subdirektorat Dukungan Teknis terdiri dari: a. dan pendukung lainnya. perencanaan dan pengembangan serta pengelolaan dan pengendalian basis data serta layanan dan bimbingan operasional komputer. Pasal 1162 (1) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. kesekretariatan.321 - (3) Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan penyusunan standardisasi elemen data. dan bimbingan di bidang operasional komputer. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta operasional komputer. pemantauan keamanan sistem dan jaringan serta melaksanakan operasionalisasi komputer. b. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional. Subdirektorat Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. piutang negara. penilaian. bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi di bidang kekayaan negara. pengelolaan basis data serta sistem operasi komputer. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta melaksanakan operasionalisasi komputer. pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. . lelang. penyusunan dokumentasi dan pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. c. pembuatan kamus data.

Pasal 1165 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya..322 - (3) Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. pengelolaan dan pengendalian basis data serta memberikan dan menyediakan layanan dan bimbingan operasional komputer. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1164 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Dukungan Teknis. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan prosedur di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. kriteria. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. penyusunan standar. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. b. d.323 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1166 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1168 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri dari: a. b. c. e. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. norma.. c. Direktorat Dana Perimbangan. Pasal 1167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1166. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. d. e.

penelaahan dan evaluasi jabatan. pelaksanaan tata usaha. Pasal 1170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. Bagian Umum.324 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1169 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. f. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal.. rencana strategik. rencana anggaran. Bagian Kepegawaian. b. d. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. pengembangan kinerja. b. kearsipan. rencana kerja. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. d. kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dokumentasi. fasilitasi penyusunan peraturan. e. c. g. h. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi. . dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1171 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. koordinasi penyusunan rencana kerja. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1172 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. Bagian Keuangan. dan perpustakaan Direktorat Jenderal. e.

penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal.. rencana strategik. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. e. b. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Perencanaan. Subbagian Tata Laksana.325 Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. f. c. Pasal 1174 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Organisasi. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pasal 1175 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. d. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan akuntabilitas. c. d. b. Subbagian Pelaporan. g. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal. dan rencana anggaran. . dan laporan pelaksanaan tugas. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal.

statistik. statistik dan kesejahteraan pegawai. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. c. Pasal 1180 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi. b.. c. b. kepangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan mutasi kepegawaian lainnya. pemensiunan pegawai. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. . d. dokumentasi. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. dan kesejahteraan pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum Kepegawaian.326 Pasal 1176 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. pemberhentian. Pasal 1178 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. Subbagian Mutasi. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. kepangkatan. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. Pasal 1179 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. kepustakaan. kepustakaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.327 Pasal 1181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1180. . kearsipan. rumah tangga. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran. Pasal 1182 Bagian Keuangan terdiri dari: a. c. dan penggandaan. keprotokolan. dokumentasi. Pasal 1184 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 1183 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. b. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan.. kearsipan. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1185 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan gaji. b. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. perlengkapan. dokumentasi. ekspedisi. b.

serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. standardisasi. pelaksanaan urusan perlengkapan. dan penggandaan. dan pelaksanaan di bidang Transfer ke Daerah. Subbagian Perlengkapan. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dana alokasi khusus. dana alokasi umum. koordinasi dan rekonsiliasi serta fasilitasi perumusan dan perhitungan dana bagi hasil. b. Subbagian Protokol. Pasal 1187 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. koordinasi serta fasilitasi hukum.. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1188 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. dan urusan perjalanan dinas. pendistribusian. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. Subbagian Rumah Tangga. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil. Pasal 1186 Bagian Umum terdiri dari: a. melakukan urusan pengadaan. penyimpanan. ekspedisi.328 c. perhitungan alokasi. Pasal 1189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. dana alokasi khusus. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan fasilitasi. b. kepustakaan. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. c. pemeliharaan. d. kearsipan. dana alokasi umum. dokumentasi. pengangkutan pegawai. penghapusan perlengkapan. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. . (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. d. bimbingan teknis.

koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dana alokasi umum. dan rekonsiliasi. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. d.329 c. . Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. c. i. f.. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. g. h. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. h. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. dana alokasi khusus. dana alokasi khusus. dana alokasi khusus. Pasal 1190 Direktorat Dana Perimbangan terdiri dari: a. Pasal 1192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil. pengalokasian dana bagi hasil. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. b. f. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1191 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. penyusunan laporan realisasi transfer dana bagi hasil. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. e. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil. standardisasi. g. dana alokasi khusus. dana alokasi umum. dana alokasi umum. dana alokasi umum. b. dana alokasi khusus. pelaksanaan tata usaha direktorat. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dana alokasi umum. dana alokasi umum. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dana alokasi khusus. pelaksanaan transfer dana bagi hasil. penyusunan dokumen pelaksanaan transfer dana bagi hasil. e.

e. koordinasi. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan rekonsiliasi. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. d. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. koordinasi. Pasal 1194 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam.. dan fasilitasi. b. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. . Pasal 1195 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. c. e. f.330 c. Pasal 1196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. perhitungan. penetapan alokasi. f. standardisasi. Pasal 1193 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri dari: a. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. b. c. II. d.

sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. III. b. b. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. koordinasi. c. Seksi Dana Alokasi Umum II.331 Pasal 1197 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri dari: a. dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. standardisasi. II. dan fasilitasi. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. . dana otonomi khusus. pengalokasian dana alokasi umum. d. Pasal 1200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. dana otonomi khusus. dana otonomi khusus. d. e. c. b. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. c. dana otonomi khusus. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Umum I. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dana otonomi khusus. Pasal 1199 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan dana penyesuaian. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Umum III. perhitungan alokasi. penetapan alokasi. Pasal 1198 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. d. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Umum IV. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. Pasal 1201 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri dari: a. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. perhitungan. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan..

koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. standardisasi. perhitungan alokasi. perhitungan alokasi.. perhitungan alokasi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. d. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. Pasal 1203 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. . b. e. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. c. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Khusus III. perhitungan alokasi. d. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian.332 Pasal 1202 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Maluku. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Khusus II. standardisasi. standardisasi. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. perhitungan alokasi. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. Pasal 1205 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri dari: a. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Nusa Tenggara. (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Khusus I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. c. standardisasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. b.

khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. SPP. koordinasi fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. pemantauan/konfirmasi atas transfer. perhitungan alokasi. perhitungan alokasi.. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. Pasal 1207 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. perhitungan alokasi. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. bimbingan teknis. standardisasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPP. e. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. Surat Perintah Membayar (SPM). standardisasi. Nusa Tenggara. standardisasi. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. perhitungan alokasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. standardisasi. d.333 - Pasal 1206 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. . Maluku dan Papua. standardisasi. c. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. SPP. SPM. SPM. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. SPM.

khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). IB. pemantauan/konfirmasi atas transfer. d. SPM. c. Pasal 1212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1211. standardisasi. e. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Pasal 1211 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Pasal 1213 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri dari: a. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. SPM. c. bimbingan teknis. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pemantauan/konfirmasi atas transfer.. c. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. khususnya DAU dan DAK. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. SPM. SPP. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. SPM. koordinasi fasilitasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. . penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPP. b. b. SPP.334 Pasal 1209 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri dari: a. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. koordinasi fasilitasi. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. Pasal 1210 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. bimbingan teknis. standardisasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. SPP.

Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1216 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. perumusan kebijakan dan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah.. pemantauan. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. perumusan rekomendasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1215 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II. . e. khususnya DBH. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1218 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak.335 - Pasal 1214 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. perumusan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. IIB. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. pelaksanaan tata usaha direktorat. analisis dan perumusan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. b. c. analisis. pemantauan. bimbingan teknis. b. koordinasi fasilitasi. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah.

Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. c. Kelompok Jabatan Fungsional. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Pasal 1222 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA.. bimbingan teknis. analisis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. IB. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. pemantauan. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. IC. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. c. . Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. Pasal 1219 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. e. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. d. analisis. b. d. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pasal 1220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. pemantauan. f. g. pemantauan. Pasal 1221 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri dari: a.336 c. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera.

analisis. Pasal 1225 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri dari: a. pemantauan. b. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. analisis.. Bali. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. bimbingan teknis. Bali.337 Pasal 1223 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. bimbingan teknis. analisis. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. dan Nusa Tenggara. IIC. . Bali. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. Pasal 1226 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. dan Nusa Tenggara. Pasal 1227 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Bali. d. d. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. dan Nusa Tenggara. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. Pasal 1224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. dan Nusa Tenggara. Bali. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. IIB.

Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. c. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1231 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Pasal 1229 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri dari: a. d. . dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 1232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231. b. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. b. IIIB. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. c. Pasal 1230 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. bimbingan teknis. pemantauan.. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. IIIC. d. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. analisis.338 Pasal 1228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. pemantauan.

peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. pelaksanaan penyusunan. IVB. Pasal 1235 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. bimbingan teknis. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1234 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. koordinasi. pemantauan. Pasal 1236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235. . b. d. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. f. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. IVC.339 c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1233 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri dari: a. c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. d. standardisasi. pemantauan. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. d. c. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah.. pemantauan. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. e.

Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. pelaksanaan bimbingan teknis. analisis dan evaluasi retribusi daerah. penyusunan standardisasi. dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1240 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. pemantauan.340 Pasal 1237 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1239 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. bimbingan teknis. . standardisasi. c. analisis dan evaluasi pajak daerah. pemantauan.. b. Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. pelaksanaan bimbingan teknis. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1238 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. pemantauan. penyusunan standardisasi.

Kelompok Jabatan Fungsional. dan penguatan kapasitas daerah. f. pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan dan penguatan kapasitas daerah. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. g. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. obligasi daerah.. dan dana darurat. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. bimbingan teknis. c. Pasal 1242 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri dari: a. d. c. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Pasal 1244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1243. pelaksanaan kebijakan Obligasi Daerah. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri.341 b. pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan penerusan pinjaman luar negeri. b. perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembiayaan penataan. f. pelaksanaan bimbingan teknis. e. hibah kepada pemerintah daerah. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. Subdirektorat Pinjaman Daerah. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. Pasal 1243 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. . e. pemantauan. pengembangan ekonomi. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. pelaksanaan tata usaha direktorat. d. c. Subbagian Tata Usaha. penerusan pinjaman luar negeri. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. Subdirektorat Hibah Daerah. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a.

dan analisis. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Pasal 1246 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penerusan pinjaman luar negeri. dan penerusan pinjaman luar negeri. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pinjaman Daerah IV. pemantauan. obligasi daerah.. pemantauan. bimbingan teknis. Seksi Pinjaman Daerah II. standardisasi. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. Pasal 1245 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. dan analisis. obligasi daerah. d. penerusan pinjaman luar negeri. dan analisis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. bimbingan teknis. pemantauan. c. standardisasi. dan Papua. standardisasi. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Maluku. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis. . bimbingan teknis. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penerusan pinjaman luar negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. b. standardisasi. e. penerusan pinjaman luar negeri. Seksi Pinjaman Daerah I. pemantauan. Nusa Tenggara. dan analisis. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pinjaman Daerah III.342 d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah.

standardisasi. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. Seksi Hibah Daerah III. bimbingan teknis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. c. Pasal 1249 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri dari: a. d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1247. c. pemantauan. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. b.. e.343 Pasal 1247 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 1250 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. b. bimbingan teknis. Seksi Hibah Daerah IV. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah I. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. standardisasi. bimbingan teknis. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. pemantauan. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. d. Seksi Hibah Daerah II.

bimbingan teknis. standardisasi. d. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. Pasal 1254 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1251. dan Papua. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. . pemantauan. b. standardisasi. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. bimbingan teknis. bimbingan teknis. c. pemantauan. c. standardisasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat.. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1253 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri dari: a. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. b. pemantauan. Nusa Tenggara.344 (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Maluku. Pasal 1251 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. d. standardisasi. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat.

d. dan PMP kepada daerah. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. pemantauan. b. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. bimbingan teknis. Pasal 1256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1255. dan PMP kepada daerah. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. standardisasi. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. dan PMP kepada daerah. c. standardisasi. BLUD. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.. pemantauan. bimbingan teknis. Pasal 1255 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis.345 - (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). pemantauan. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. Nusa Tenggara. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. BLUD. BLUD. dan PMP kepada daerah. bimbingan teknis. Maluku. BLUD. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. dan Papua. standardisasi. .

dan dana darurat. bimbingan teknis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. d. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. investasi daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. hibah daerah. Seksi Investasi Daerah II. c. pemantauan. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. bimbingan teknis. .. standardisasi. bimbingan teknis. Seksi Investasi Daerah I. pemantauan. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. standardisasi. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. b. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). standardisasi. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa.346 Pasal 1257 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri dari: a. Pasal 1259 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. standardisasi. b. pemantauan. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1258 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. Pasal 1260 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259. pemantauan.

Pasal 1261 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri dari: a. d. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. Pasal 1263 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. Pasal 1262 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. b. hibah daerah. investasi daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. dan Papua. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. c. hibah daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. hibah daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. Nusa Tenggara. . Maluku. d. pembukuan. dan pelaporan pinjaman daerah. investasi daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. dana darurat. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi.347 c. investasi daerah.. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali.

penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. e. pelaksanaan tata usaha direktorat. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah serta dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. c. standardisasi. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. b. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. d. d. c. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1266 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri dari: a. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. g. h. Kelompok Jabatan Fungsional. f. f. pengembangan sistem dan pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. . Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah.348 Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1264 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. pengembangan sistem dan pelayanan informasi keuangan daerah. g. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah.

b. belanja daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. dan defisit anggaran daerah. pembiayaan daerah. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. c. belanja daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1270 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . belanja daerah. standardisasi. b. standardisasi. serta perekonomian daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. d. Pasal 1268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. bimbingan teknis.349 Pasal 1267 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. c. dan defisit anggaran daerah.. serta perekonomian daerah. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. dan defisit anggaran daerah. pembiayaan daerah. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembiayaan daerah. standardisasi. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. Pasal 1269 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri dari: a. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. serta perekonomian daerah.

b. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III d. standardisasi. d. standardisasi. Pasal 1274 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.350 (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.. meliputi Jawa. c. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1273 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri dari: a. meliputi wilayah Sumatera. c. . Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Pasal 1271 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1272 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1271. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah.

c. d. Kalimantan. dan Sulawesi. verifikasi dan analisis laporan keuangan. b. Neraca. . dan Catatan atas Laporan Keuangan. meliputi wilayah Bali.351 - (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1275 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. Maluku. Pasal 1278 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Pasal 1277 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Laporan Realisasi Anggaran. c. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. d. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional.. Nusa Tenggara. dan Papua. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. standardisasi. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan.

dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. Pasal 1279 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. pengolahan data keuangan daerah. . b.. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. verifikasi dan analisis laporan keuangan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. c. d. Pasal 1281 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri dari: a. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi.352 - (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Laporan Realisasi Anggaran. Seksi Data Keuangan Daerah I. b. Pasal 1280 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1279. verifikasi dan analisis laporan keuangan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. d. Neraca. Seksi Data Keuangan Daerah II. Seksi Data Keuangan Daerah III. dan Nusa Tenggara. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Bali. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. bimbingan teknis. Seksi Data Keuangan Daerah IV.

penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan Papua. bimbingan teknis. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. bimbingan teknis. Pasal 1285 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri dari: a. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. pemantauan. standardisasi. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program.. standardisasi. bimbingan teknis. pemantauan. Pasal 1284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1283. pengembangan. . Nusa Tenggara. b. dan evaluasi. Seksi Dukungan Teknis. bimbingan teknis. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. dan evaluasi. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. standardisasi. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. c. pengumpulan dan pengelolaan.353 Pasal 1282 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi. Seksi Pengelolaan Basis Data. pemantauan. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. pembangunan. Maluku. perencanaan. dan evaluasi. b. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Pasal 1283 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. e. d. d. dan evaluasi. c. dan pemeliharaan basis data. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah.

pengelolaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. dan peningkatan kualitas software. Pasal 1287 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembangunan. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. infrastruktur hardware.. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dan pengelolaan. pembangunan. dan penyusunan standar aplikasi dan program. pemeliharaan. pengelolaan. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan.354 Pasal 1286 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Pasal 1289 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. dan jaringan. pengembangan. pengumpulan. pembangunan. pemeliharaan. . pengembangan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1288 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

dan Setelmen. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Direktorat Surat Utang Negara. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang dan hibah.355 BAB X DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1290 Tugas pokok Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang adalah menyelenggarakan sebagian tugas pokok Departemen di bidang pengelolaan utang dan hibah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1292 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. c. d. dan prosedur di bidang pengelolaan utang dan hibah. Direktorat Evaluasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang dan hibah. Direktorat Pembiayaan Syariah. c. d. kriteria. b. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akuntansi. f. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang pengelolaan utang dan hibah. e. Direktorat Starategi dan Portofolio Utang. penyusunan standar. Pasal 1291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1290. norma.. . b. Sekretariat Direktorat Jenderal. pedoman.

f. kearsipan. rumah tangga. Bagian Keuangan. dan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. dokumentasi. Pasal 1295 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. Pasal 1296 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Dukungan Teknis. Bagian Umum. . Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. kepustakaan. b. c. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.. pelaksanaan urusan tata usaha. penyelenggaraan pengelolaan urusan kepegawaian. keuangan. e. d. Pasal 1294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293.356 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1293 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. b.

penyusunan prosedur dan metoda kerja. b. pemantauan prestasi kinerja. pemantauan prestasi kinerja. Pasal 1298 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. . (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan evaluasi jabatan. Subbagian Tata Laksana..357 Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. rencana kerja. b. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. c. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. rencana kinerja. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. rencana kinerja. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rencana strategis. c. penyusunan prosedur dan metoda kerja. Pasal 1299 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. penyusunan rencana strategis. penelaahan dan evaluasi jabatan. Subbagian Pelaporan. penataan organisasi. ketatalaksanaan. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1300 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat.

c. melakukan urusan tata usaha. Subbagian Mutasi Kepegawaian. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pendayagunaan kompetensi pegawai. ujian jabatan.358 Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. . pelaksanaan kode etik. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. c. pemberhentian. dokumentasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pemensiunan. b. asessment center. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. b. Pasal 1302 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Umum Kepegawaian.. kepangkatan. pelaksanaan kode etik. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. ujian jabatan. dokumentasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. pendayagunaan kompetensi pegawai. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. gaji berkala. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. asessment center. penyiapan bahan formasi. pelaksanaan urusan pengangkatan. gaji berkala. pemensiunan. pelaksanaan urusan perencanaan. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1303 (1) Subbagian Pengembangan pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. kepangkatan. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. melakukan urusan tata usaha. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan.

Pasal 1306 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Penyusunan Anggaran. Pasal 1305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. b. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.. Pasal 1308 Bagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan urusan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. b. pemeliharaan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. Pasal 1307 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. instalasi. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. perencanaan kebutuhan.359 Pasal 1304 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. c. . c. Pasal 1309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. rumah tangga. dan pemeliharaan barang inventaris. keprotokolan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. Pasal 1311 (1) Subbagian Perangkat Lunak Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. Pasal 1310 Bagian Dukungan Teknis terdiri dari: a. Subbagian Perangkat Lunak Komputer. kepustakaan. urusan penerimaan. kearsipan. dan penggandaan. kearsipan. ekspedisi. kepustakaan. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. pengetikan. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 1312 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan distribusi barang perlengkapan.. Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer. pelaksanaan urusan rumah tangga. instalasi. dokumentasi. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. instalasi. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. pemeliharaan. b. dokumentasi. perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. instalasi. c. (2) Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. Pasal 1313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. . c. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. penyimpanan. pemeliharaan. perencanaan kebutuhan. pemeliharaan. urusan penerimaan. Subbagian Perlengkapan.360 b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. dan distribusi barang perlengkapan. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. b. penyimpanan.

pembayaran gaji dan tunjangan. pembayaran gaji dan tunjangan. Subbagian Tata Usaha. serta penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. serta pertanggungjawabannya. pengangkutan pegawai. Pasal 1317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. . c. Subbagian Gaji. dokumentasi. urusan perjalanan dinas. analisis kelayakan pembiayaan proyek-proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. keprotokolan. b. Subbagian Rumah Tangga. Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1316 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi pengelolaan pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. b. pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penyiapan dokumen. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. Pasal 1314 Bagian Umum terdiri dari: a.. kearsipan. serta pertanggungjawabannya. kepustakaan. dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pengetikan. mengajukan permintaan pembayaran. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. mengajukan permintaan pembayaran. dan penggandaan. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. Pasal 1315 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. c. ekspedisi. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. d. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai.361 c.

e. b. e.. d. negosiasi. c. f. penyusunan standardisasi materi perjanjian. f. analisis kelayakan pembiayaan proyek. c. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Pasal 1318 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. . penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. Pasal 1319 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. peraturan perundang-undangan. dan Islamic Development Bank. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. f. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. IFAD. Pasal 1320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. g. pengembangan prosedur operasi standar. dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. d.362 e. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah.

IB.363 Pasal 1321 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a.. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. UN Institution. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. c. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari World Bank. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. pengembangan prosedur operasi standar. b. dan multilateral lainnya. European Invesment Bank (EIB). Pasal 1323 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. penyusunan naskah perjanjian. IC. f. terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. negosiasi. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. d. d. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. Pasal 1324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. b. analisis kelayakan pembiayaan proyek. penyusunan naskah perjanjian. peraturan perundang-undangan. . e. Seksi Pinjaman dan Hibah ID. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1322 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyusunan standardisasi materi perjanjian. g.

b. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. IIB. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. Rusia. IIC. g. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. Finlandia. Seksi Pinjaman dan Hibah IID. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. Australia. peraturan perundang-undangan. Inggris. Italia. d. Belgia. e. analisis kelayakan pembiayaan proyek. penyusunan standardisasi materi perjanjian. Pasal 1326 Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. Perancis. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. c. f. Swiss. Swedia. Pasal 1327 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Austria. Cina. penyusunan naskah perjanjian. . pengembangan prosedur operasi standar. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan.364 Pasal 1325 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Jerman. b. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. dan Selandia Baru.. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Belanda. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. penyusunan naskah perjanjian. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. negosiasi. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. Slovakia. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. Denmark. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. Pasal 1328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327.

d. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan dalam negeri. Rumania. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. Spanyol. Pasal 1331 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. Polandia. f. b. penyusunan standardisasi materi perjanjian. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Malaysia. Pasal 1330 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. Amerika Serikat. d. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. . e. IIIC. penyusunan naskah perjanjian. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. Canada. negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. Korea. IIIB. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Pasal 1332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB.365 Pasal 1329 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a.. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. g. penyusunan naskah perjanjian. b. pengembangan prosedur operasi standar. peraturan perundang-undangan. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. analisis kelayakan pembiayaan proyek. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. c. analisis kelayakan pembiayaan proyek. negosiasi. c. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang.

b. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. penyusunan naskah perjanjian. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan Surat Utang Negara.366 Pasal 1333 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. c. serta merumuskan peraturan dan kebijakan operasional Surat Utang Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 1335 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Pasal 1334 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. IVC. IVB. .. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. pengembangan pasar. b. analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1336 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan pengelolaan portofolio. perumusan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. d. c. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian.

perumusan peraturan dan kebijakan operasional pengelolaan Surat Utang Negara. c. f. b. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Perbendaharaan Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. i. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan publik dan hubungan investor. b. pelaksanaan tata usaha Direktorat. pembelian kembali. g. pelaksanaan penerbitan. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. e.367 d. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. Subbagian Tata Usaha. h. f. Pasal 1339 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara melaksanakan analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan. Pasal 1340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1339. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan.. penjualan. dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penyiapan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. . e. pelaksanaan analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara terkait pelaksanaan transaksi. f. Pasal 1338 Direktorat Surat Utang Negara terdiri dari: a. penukaran dan peminjaman Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. koordinasi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan transaksi dan pengembangan pasar. c. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. penyiapan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. d. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. penyiapan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. pengembangan instrumen terkait pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. d.

penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. dan penukaran Obligasi Negara di pasar perdana dan sekunder. serta pelaksanaan transaksi penerbitan. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. perumusan dan pengembangan instrumen. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1343 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar. penjualan.. penyiapan ketentuan dan persyaratan Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. penyiapan ketentuan dan persyaratan Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara. c. b.368 Pasal 1341 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri dari: a. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1342 (1) Seksi Infrastruktur Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. pembelian kembali. serta penukaran Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif di pasar perdana dan sekunder. pembelian kembali. penjualan. Seksi Infrastruktur Perdagangan. b. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif. koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. dan pelaksanaan transaksi penerbitan. c. Pasal 1344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1343. . analisis kebutuhan sistem perdagangan terkait pengelolaan Surat Utang Negara. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. penyiapan dan pengembangan layanan publik dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. serta penyiapan dan pengembangan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara.

(2) Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. serta penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan Surat Utang Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan. c. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. d. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a.. Pasal 1347 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara. monitoring. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. Pasal 1346 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan kerjasama internasional dalam rangka pengelolaan Surat Utang Negara. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. metode. b. e. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. monitoring. . pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. b. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara.369 - Pasal 1345 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. c. Pasal 1348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1347. pembuatan proyeksi. pembuatan proyeksi.

koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. pembuatan proyeksi. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. penyiapan dokumen hukum transaksi. serta evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. c. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. f. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara. Pasal 1352 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1351. Pasal 1350 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. penelitian kelengkapan adminitrasi institusi. Pasal 1351 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif. b. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar.. monitoring.370 Pasal 1349 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. b. d. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi. c. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. e. . penelitian kelengkapan administrasi institusi.

Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1356 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengelolaan pembiayaan syariah yang meliputi penerbitan. Seksi Kebijakan Operasional. Seksi Peraturan Surat Utang Negara.. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. serta penyiapan peraturan dan dokumen hukum. evaluasi kewajiban institusi dan penelitian kelengkapan administrasi institusi. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. baik yang diterbitkan secara langsung oleh Pemerintah maupun melalui Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. dan penyiapan dokumen hukum. . pembelian kembali. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan prosedur standar. Pasal 1354 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. perencanaan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1355 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat.371 Pasal 1353 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. b. pengkajian peraturan yang terkait. penjualan. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Kebijakan Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan kebijakan operasional berkaitan dengan pengelolaan Surat Utang Negara.

penatausahaan transaksi. d. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. c. f. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan penatausahaan transaksi yang meliputi penerbitan. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan penatausahaan aset. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penjualan. pembelian kembali. g. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. b. e. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. b. pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional. e. h.372 Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. c. d. Subbagian Tata Usaha. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan. j. koordinasi dengan pihak terkait. Pasal 1358 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri dari: a. pelaksanaan tata usaha Direktorat. f. penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. . i. Kelompok Jabatan Fungsional. pembelian kembali.. Pasal 1359 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. perencanaan.

penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. b. c. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Penatausahaan Transaksi.. d. c. Pasal 1362 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. serta penyiapan dan pengolahan data transaksi. e. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. b. penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan Transaksi. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. pembelian kembali. penyiapan dan pengolahan data transaksi. penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. . serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara.373 Pasal 1360 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359. perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1361 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri dari: a. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. Seksi Pelaksanaan Transaksi.

(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1364 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363. c. e.374 Pasal 1363 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. Seksi Pengembangan Instrumen.. pengembangan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar. pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait. Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan. dan pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. serta koordinasi dengan pihak terkait. d. dan penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. . Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1365 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. (3) Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi. b. f. dan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1366 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan instrumen pembiayaan syariah.

. dan Derivatif. Pasal 1370 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. monitoring. Pasar Uang. analisis kinerja. Seksi Analisis Fiskal. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. c. Pasal 1369 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. d. penyusunan proyeksi. b.375 Pasal 1367 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara.. b. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. serta penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. serta penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. e. f. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. Pasal 1368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367.

Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1373 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. pembelian kembali. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. Pasal 1374 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. b. . b. serta pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. c. pembelian kembali. serta pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. Seksi Dokumen Hukum. monitoring. d. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1371 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. Pasar Uang. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dalam rangka penerbitan.376 (3) Seksi Analisis Fiskal. Pasal 1372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. pembelian kembali.. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi.

dan evaluasi strategi pengelolaan utang. peraturan perundangan. memantau. perumusan strategi pengembangan instrumen utang. perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1376 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan. e. penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. perumusan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. merekomendasikan dan mengevaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. g. merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. pengkajian pengelolaan utang. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. Pasal 1375 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. b. memantau risiko dan kewajiban kontinjensi. merekomendasikan struktur portofolio utang yang optimal. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. f. perumusan. h. d. serta pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. merekomendasikan. . merumuskan strategi pengembangan instrumen utang. pengelolaan risiko utang. c. mengkoordinasikan pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. koordinasi pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. kode etik. dan mengevaluasi strategi pengelolaan utang. menyusun rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. mengelola risiko utang. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat.377 (3) Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat.. mengkaji pengelolaan utang. penyiapan rekomendasi.

penyiapan bahan perumusan. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. c.. kode etik. d. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. j. k. . strategi lindung nilai. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. Pasal 1379 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rekomendasi. penyiapan bahan penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. dan peningkatan peringkat kredit. rekomendasi. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. dan instrumen derivatif.378 i. b. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. Surat Berharga Negara. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. peraturan perundangan. f. pemantauan risiko dan kewajiban kontinjensi. Pasal 1380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1379. Kelompok Jabatan Fungsional. e. penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. penyiapan rekomendasi dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. pemantauan. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. Pasal 1378 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri dari: a. dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.

. Pasal 1381 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri dari: a. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penerbitan Surat Berharga Negara dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Negara. e. dan evaluasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah dan jangka panjang.379 c. (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan rumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. strategi lindung nilai. . Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif. b. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. dan peningkatan peringkat kredit. f. dan evaluasi strategi pengelolaan pinjaman dan hibah jangka menengah dan jangka panjang. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penggunaan pinjaman dan hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. i. Pasal 1382 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. koordinasi dengan pihak terkait dalam pengkajian pengelolaan utang. penyiapan kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. penyusunan rekomendasi. dan instrumen derivatif. Surat Berharga Negara. g. c. h. penyusunan rekomendasi. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang.

identifikasi. f. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang.. penyusunan strategi utang. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang. strategi lindung nilai. penyusunan strategi utang. serta melaksanakan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. dan peningkatan peringkat kredit. e. risiko. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. dan instrumen derivatif. pemantauan perkembangan indikator portofolio. d. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. g. penyiapan bahan pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. Pasal 1383 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang. lembaga pemeringkat. pelaksanaan kegiatan riset dan pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan instrumen derivatif. Pasal 1384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1383. penyiapan bahan pemantauan perkembangan indikator portofolio. pengkajian struktur portofolio utang. Surat Berharga Negara. pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. c. kreditur dan lembaga/institusi lainnya. . pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. dan penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. pembinaan hubungan dengan analis pasar. b. serta pengumpulan dan penyiapan bahan koordinasi pengkajian pengelolaan utang. pengidentifikasian. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit.380 (3) Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif. risiko. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar.

risiko pinjaman. Pasal 1386 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio pinjaman jangka menengah dan panjang yang optimal. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban pinjaman. Pasal 1385 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri dari: a. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio Surat Berharga Negara. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko pinjaman. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara. (3) Seksi Risiko Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengidentifikasian. j. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. c. . strategi penerbitan Surat Berharga Negara tahunan. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. strategi pinjaman tahunan. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. melakukan pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. Seksi Risiko Pasar. koordinasian dengan pihak terkait dalam penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio pinjaman. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. risiko Surat Berharga Negara. pemenuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban Surat Berharga Negara.. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio Surat Berharga Negara jangka menengah dan panjang yang optimal. pemantauan perkembangan indikator portofolio. dan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. k. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Negara. b. pelaksanaan kegiatan riset risiko pasar yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal.381 h. i. pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. pemantauan perkembangan indikator portofolio.

d. pemetaan. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. h. Seksi Pemantauan Kewajiban I. penyiapan bahan penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. Infrastruktur. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. f. Pasal 1388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1387. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. dan Dokumentasi. penyiapan bahan pemantauan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. g. dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi menyelenggarakan fungsi: a. dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. b. b. koordinasi dengan pihak terkait yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. c. Seksi Pemantauan Kewajiban II. . c. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi.. e. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. identifikasi.382 - Pasal 1387 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melaksanakan identifikasi. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. pemetaan. Seksi Identifikasi. Pasal 1389 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi terdiri dari: a. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah.

kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.. dan melakukan pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. dan klasifikasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. serta penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi.383 Pasal 1390 (1) Seksi Identifikasi. (2) Seksi Pemantauan Kewajiban I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengukuran dan analisis besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah untuk bahan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pemetaan. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. pemantauan. pemantauan. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. identifikasi. penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. pengklasifikasian. Pasal 1392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1391. Infrastruktur. serta pemantauan. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. b. baik dari sektor riil maupun finansial. . dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi. dan analisis risiko operasional. Pasal 1391 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengukuran. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. evaluasi. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. evaluasi. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal.

penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. pemantauan. pengklasifikasian. f. pengukuran. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. Seksi Risiko Operasional. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. Pasal 1394 (1) Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. identifikasi. b. (3) Seksi Risiko Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. dan penyusunan profil risiko operasional.. c. dan analisis risiko operasional. d. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. dan analisis risiko operasional. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. . identifikasi. Pasal 1393 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional terdiri dari: a. g. Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik. e. pemantauan. evaluasi. perumusan strategi pengendalian risiko operasional. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. (2) Seksi Kepatuhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. pengukuran. serta pemantauan. pengklasifikasian. Seksi Kepatuhan Hukum. evaluasi. pemantauan. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik.384 c.

hibah. hibah. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. verifikasi dan administrasi.. monitoring dan evaluasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. hibah. pelaksanaan penyelesaian kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. penyelesaian pembayaran kewajiban. dan Setelmen Pasal 1396 Direktorat Evaluasi. pelaksanaan verifikasi dan administrasi kewajiban yang timbul dari pengelolaan pinjaman. d. pencatatan basis data. pengembangan sistem informasi utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal terkait dengan pinjaman. verifikasi data. hibah. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. diseminasi laporan. dan instrumen pembiayaan syariah. Akuntansi. Akuntansi. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. pengembangan sistem informasi dalam rangka pengelolaan utang. analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. f. Surat Utang Negara. pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output dalam pengelolaan pinjaman. Direktorat Evaluasi. pelaksanaan penyelesaian transaksi penjualan Surat Berharga Negara. i.385 Pasal 1395 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. dan instrumen pembiayaan syariah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. dan instrumen pembiayaan syariah. h. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan kebijakan monitoring dan evaluasi. b. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan. pelaksanaan akuntansi dan konsolidasi data. hibah. Surat Utang Negara. e. dan instrumen pembiayaan syariah. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. Akuntansi. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. dan instrumen pembiayaan syariah. . g. c. yang timbul dari pengelolaan pinjaman. penyajian laporan. hibah. pelaksanaan tata usaha Direktorat. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. hibah. hibah. j. dan instrumen pembiayaan syariah.

Pasal 1401 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri dari: a. c. Seksi Monitoring dan Evaluasi I. e. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. hibah. hibah. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. dan instrumen pembiayaan syariah. dan penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. dan Setelmen terdiri dari: a. Subdirektorat Setelmen Transaksi. Subdirektorat Sistem Informasi Utang. Pasal 1399 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. Kelompok Jabatan Fungsional.386 - Pasal 1398 Direktorat Evaluasi. Subbagian Tata Usaha. g. hibah. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1399. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. . c. hibah. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. c. d. dan instrumen pembiayaan syariah. f. b. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. Akuntansi. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. hibah. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Monitoring dan Evaluasi II.. b. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi.

Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1403. dan data laporan berkaitan dengan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Verifikasi I. b. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. realisasi penarikan / hasil penjualan. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms.. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. Pasal 1403 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan dokumen perjanjian. Seksi Administrasi II. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. kebenaran pencatatan/data entry.387 Pasal 1402 Seksi Monitoring dan Evaluasi I. dan instrumen pembiayaan syariah. b. . Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi cakupan pencairan dan efektifitas. II. dan data laporan. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. analisis perkembangan. Seksi Administrasi I. hibah. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. hibah. c. Surat Utang Negara. penatausahaan dokumen perjanjian. dokumen penarikan. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. hibah. hibah. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. realisasi penarikan / hasil penjualan. dan dokumen pembayaran. d. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. serta proyeksi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. dokumen penarikan. serta koordinasi dan penyiapan rencana tindak (action plan) berkaitan dengan pinjaman. Pasal 1405 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi: a. kebenaran pencatatan/data entry. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data realisasi. d. dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Verifikasi II. c. realisasi pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. hibah. realisasi pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara.

dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. serta penyiapan dokumen pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen berkaitan dengan pinjaman. dan proyeksi pembayaran kewajiban. serta standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. dan pelaporan kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. pemrosesan pencatatan. (2) Seksi Verifikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. Pasal 1408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1407. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. perhitungan. hibah. dan dokumen pembayaran. pemrosesan pencatatan. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. Pasal 1407 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pemrosesan pencatatan. perhitungan. dokumen penarikan. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. rekonsiliasi data. perhitungan. dan pelaporan kewajiban. hibah. Surat Utang Negara. c. kebenaran pencatatan/data entry. dan instrumen pembiayaan syariah. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. dan pelaporan kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. rekonsiliasi data. perhitungan. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. b. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. realisasi penarikan / hasil penjualan.. hibah. Surat Utang Negara. penyiapan data penarikan dan pembayaran. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban.388 Pasal 1406 (1) Seksi Administrasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan dokumen perjanjian. realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi data. penatausahaan pelaksanaan dan pembayaran kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. data laporan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. pemrosesan pencatatan. rekonsiliasi data. .

(2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. verifikasi data. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. penyiapan data penarikan dan pembayaran. diseminasi laporan. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. pemrosesan pencatatan. dan instrumen pembiayaan syariah. pemrosesan pencatatan. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. rekonsiliasi data. hibah. perhitungan. pelaksanaan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman..389 Pasal 1409 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri dari: a. d. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. rekonsiliasi data. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. Pasal 1411 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data. hibah. dan Surat Berharga Negara. b. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. c. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1410 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. perhitungan. b. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah. penyajian laporan. Surat Utang Negara. rekonsiliasi data. . penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. perhitungan. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. pencatatan basis data. Surat Utang Negara. pemrosesan pencatatan. Pasal 1412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1411. hibah.

Pasal 1414 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. dan publikasi laporan pinjaman. c. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1416 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1415. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik dan penyiapan materi publikasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. pengelolaan basis data. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. b. analisis kebutuhan dan evaluasi program aplikasi. Surat Utang Negara. penyusunan dan pelaksanaan evaluasi spesifikasi sistem perangkat lunak serta pemeliharaan sistem dan program aplikasi terkait pengelolaan utang. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data. . Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. menyusun data. dan dukungan operasional teknologi informasi terkait pengelolaan utang. pelaksanaan konsolidasi data dan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. d. hibah. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. Pasal 1413 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a. mengembangkan data.390 c. Seksi Konsolidasi Data. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. dan pengujian validitas data terkait dengan pengelolaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. Surat Utang Negara. penyiapan. hibah. Surat Utang Negara.. Subdirektorat Sistem Informasi Utang menyelenggarakan fungsi: a. Surat Utang Negara. d. Pasal 1415 Subdirektorat Sistem Informasi Utang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem aplikasi. penyajian.

serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. dan memberikan dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan data dan elemen data. mengelola pertukaran/integrasi data. b. layanan internet. penyiapan. pengelolaan pertukaran/integrasi data. layanan internet. penyimpanan data elektronik. analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. mengatur kinerja dan keamanan data. analisis kebutuhan data dan elemen data. Pasal 1417 Subdirektorat Sistem Informasi Utang terdiri dari: a. Pasal 1418 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. pengelolaan Data Recovery Center (DRC). d. c. Seksi Pengelolaan Basis Data. pengaturan kinerja dan keamanan data. serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait pengelolaan utang. mengelola Data Recovery Center (DRC).. dan evaluasi sistem aplikasi terkait pengelolaan utang sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberian dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang.391 b. Pasal 1419 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. c. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. melakukan penyimpanan data elektronik. . serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait dengan pengelolaan utang. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sistem Informasi Utang. (3) Seksi Operasional Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi II. Seksi Operasional Teknologi Informasi.

392 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1420 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1421 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. .. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Inspektorat V. e. Inspektorat III. b. f. Inspektorat I. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri. i. Inspektorat VII. d. c. g. c. Pasal 1423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1422. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengawasan untuk tujuan tertentu. penyusunan laporan hasil pengawasan. d. b. Inspektorat II .. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1424 Inspektorat Jenderal terdiri dari: a. pelaksanaan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat VI. Inspektorat IV. .393 BAB XI INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1422 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. pengawasan keuangan. h. Inspektorat Bidang Investigasi. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pengawasan.

f. g. c. pengamanan. pelaksanaan pembinaan. h. koordinasi. d. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. keprotokolan. b. d. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin. penghimpunan. Bagian Kepegawaian.. i. pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. Pasal 1426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1425. Pasal 1427 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari: a. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan pelaporan kegiatan pengawasan. b. pengelolaan. rencana strategis. kerumahtanggaan. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. c. pengolahan. program kerja pengawasan. Bagian Umum. pelaksanaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana . f. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pelaksanaan urusan kepegawaian. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. .394 Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1425 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. dan laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. e. dan penugasan pengawasan.

Pasal 1430 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. b.395 Pasal 1428 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. c. Subbagian Pengukuran Kinerja. e. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. . evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. penelaahan. evaluasi laporan periodik Inspektorat. ketatalaksanaan. d. Subbagian Organisasi. Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. penelaahan. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen.. pengolahan. serta validasi pengolahan data pengawasan. penghimpunan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. penghimpunan. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. pengolahan. dan perumusan penataan organisasi dan b. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. Subbagian Pelaporan. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. pelaporan kegiatan pengawasan. Pasal 1431 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan data. (2) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. c. dan perumusan penataan organisasi. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin. d. sistem dan prosedur kerja. pengolahan data hukuman disiplin. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. pengumpulan data. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. dan sistem administrasi umum.

Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. rencana kerja dan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1434 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. Pasal 1432 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. e.396 - (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan evaluasi laporan periodik Inspektorat. d. serta validasi pengolahan data pengawasan. d. penghimpunan. Pasal 1433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1432. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. Subbagian Perbendaharaan. c. pengolahan data hukuman disiplin. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. program kerja pengawasan. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran. c. (4) Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. program kerja pengawasan. serta pengelolaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. dan rencana kerja dan anggaran. b. serta penyusunan laporan keuangan. pengolahan. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. b. ..

b. c. pelaksanaan urusan pengangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. program kerja pengawasan. pemindahan. Subbagian Umum Kepegawaian. pemberhentian. dan kesejahteraan pegawai. penyusunan formasi dan statistik. .397 Pasal 1435 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melaksanakan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. d. penempatan. Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional. kepangkatan. pelaksanaan urusan ketatausahaan kepegawaian. serta penyusunan laporan keuangan. pemberian penghargaan dan sanksi. Subbagian Pengembangan Pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. dokumentasi. cuti.. penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional. penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 1436 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. Subbagian Mutasi Kepegawaian. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. rencana kerja dan anggaran. Pasal 1437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1436. d. dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 1438 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. b. pemensiunan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran.

Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. cuti. pengamanan dan pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. b. penyiapan bahan koordinasi pengamanan sistem informasi. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. Subbagian Dukungan Pengguna. perencanaan. pembangunan.398 Pasal 1439 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan statistik. Pasal 1442 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri dari: a. pemberian layanan kepada pengguna. penyusunan. perencanaan. serta analisis dan penyajian informasi. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan kepegawaian. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 1440 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. dan kesejahteraan pegawai. pemberian dukungan teknis dan pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. pengelolaan. penempatan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. b. Pasal 1441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1440. pemberian penghargaan dan sanksi. pelaksanaan administrasi sistem. d. pemindahan. pemensiunan. pengumpulan. (4) Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional.. d. e. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. c. . Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. pemberhentian. dokumentasi. dan mutasi kepegawaian lainnya. penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. pengelolaan basis data. c. perencanaan. perencanaan. kepangkatan.

Subbagian Protokol dan Rumah Tangga. memberikan dukungan teknis dan mengelola kepustakaan teknologi informasi. kerumahtanggaan. kepustakaan. pengadaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan. dan ekspedisi. penyaluran. melaksanakan administrasi sistem. c. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. kearsipan. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. pencatatan. pembangunan. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. dan pemeliharaan inventaris kantor. Pasal 1445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1444. b. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha.. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. publik. Subbagian Penugasan Pengawasan. penggandaan. b. pelaksanaan urusan persuratan. Pasal 1446 Bagian Umum terdiri dari: a. Pasal 1444 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. penyusunan. penyusunan rencana kebutuhan. penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. kehumasan. dan penugasan pengawasan. d. c.399 Pasal 1443 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan pelaporan. . pengangkutan. d. pengelolaan basis data serta analisis dan penyajian informasi. keprotokolan. pelaksanaan urusan akomodasi. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas memberikan layanan kepada pengguna. komunikasi kerumahtanggaan. keprotokolan. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. pengumpulan. penyimpanan.

kehumasan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penyaluran. kepustakaan. efisiensi. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. kinerja. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengangkutan. d. penyimpanan. keprotokolan. kerumahtanggaan. dan pelaporan. c. b. . pencatatan. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. penggandaan. serta audit untuk tujuan tertentu. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. dan pemeliharaan inventaris kantor. dan ekspedisi. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kearsipan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan.. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri pada unit yang menangani bidang pajak. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.400 Pasal 1447 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. Pasal 1449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1448. komunikasi publik. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pengawasan keuangan. (2) Subbagian Protokol dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan akomodasi. pengadaan. pengawasan untuk tujuan tertentu. melakukan administrasi Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1448 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan reviu.

pelaksanaan pengawasan kinerja. g. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan keuangan. Pasal 1450 Inspektorat I terdiri dari: a. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1452. h. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pengawasan untuk tujuan tertentu. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. . pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1452 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Pasal 1451 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. b. f. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.401 e.. i.

pengawasan keuangan. Pasal 1454 Inspektorat II terdiri dari: a. kinerja. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. h. . b. serta audit untuk tujuan tertentu. Subbagian Tata Usaha. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1456 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1455 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pelaksanaan pengawasan kinerja.. efisiensi. d. Kelompok Jabatan Fungsional. f. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan reviu. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. i. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. c. pengawasan untuk tujuan tertentu. g.402 b. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum.

Pasal 1459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1458 Inspektorat III terdiri dari: a. i. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. d. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. b. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. kinerja. serta audit untuk tujuan tertentu.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. pelaksanaan reviu.403 - Pasal 1457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1456. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. b. g. . h. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. c. efisiensi. e. f. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. Kelompok Jabatan Fungsional.

pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1462 Inspektorat IV terdiri dari: a. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. g. pengawasan untuk tujuan tertentu. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan keuangan. i. Subbagian Tata Usaha. h.404 Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1460 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. c. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. serta audit untuk tujuan tertentu. d. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. kinerja. . efisiensi. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. b. pelaksanaan pengawasan kinerja. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. f. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. pelaksanaan reviu. Pasal 1461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1460. e. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.

pengawasan keuangan. Pasal 1465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1464. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang anggaran. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. . dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. f. penyiapan dan penyusunan rencana strategis.405 - Pasal 1463 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. dan belanja modal. pelaksanaan reviu. c. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. serta audit untuk tujuan tertentu. kinerja. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. b. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. efisiensi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum.. e. perimbangan keuangan. pengawasan untuk tujuan tertentu. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. d. Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1464 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja.

Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1468 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. h. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. serta audit untuk tujuan tertentu. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pengawasan untuk tujuan tertentu.406 g. efisiensi.. b. Pasal 1466 Inspektorat V terdiri dari: a. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1468. pengawasan keuangan. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. . Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1467 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. i. b. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum.

kinerja. d. Subbagian Tata Usaha. pengawasan untuk tujuan tertentu.. penelitian dan pengembangan pengawasan. Pasal 1471 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. pelaksanaan pengawasan kinerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. e. Pasal 1470 Inspektorat VI terdiri dari: a. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. h. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1472 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan keuangan. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. g. b. Kelompok Jabatan Fungsional. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan serta penyusunan laporan hasil pengawasan. i. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. f. . pelaksanaan reviu.407 c. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.

c. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. g. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan dan pengendalian audit terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. n. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. serta audit untuk tujuan tertentu. d. j. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis di bidang pengawasan. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. p.. perencanaan dan pengembangan kinerja Inspektorat Jenderal. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. e. k. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. efisiensi. kinerja. l. pelaksanaan reviu. b. m. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. i. penyusunan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. f. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. Pasal 1474 Inspektorat VII terdiri dari: a. . o. b. h. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan.408 Pasal 1473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1472. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan.

Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1476 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan arah kebijakan. pelaksanaan dan pengendalian investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Departemen. kebijakan. pelaksanaan kegiatan intelijen. . Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi investigasi. pelaksanaan investigasi dan kegiatan pendukungnya. b.. Pasal 1477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1476. d. penyusunan rencana strategis. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil investigasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. i. j. g. dan program kerja investigasi dan kegiatan pendukungnya. c. kajian atau analisis terhadap pengaduan dan informasi. pelaksanaan urusan administratif dan pelayanan teknis Inspektorat. h. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan investigasi dan pendukungnya serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. e. partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. penanganan pelimpahan hasil audit Inspektorat I sampai dengan VII. f. pemberian keterangan ahli di persidangan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. serta penyusunan laporan hasil investigasi dan hasil kegiatan pendukungnya.409 - Pasal 1475 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.

. Pasal 1479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1480 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional.. (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal.410 Pasal 1478 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. b. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1481 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

k. j. dan mengawasi seharihari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. f. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. persetujuan. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha.411 BAB XII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1482 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas membina. mengatur. . perumusan standar. g. Pasal 1483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1482. e. penegakan peraturan di bidang pasar modal. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. h. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. b. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. i. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. norma. pelaksanaan tata usaha Badan. Kliring dan Penjaminan. d.. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. c.

Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Pengelolaan Investasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1485 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. k. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Biro Dana Pensiun.412 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1484 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. c. . tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. i. b. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. b.. Biro Perasuransian. g. Biro Riset dan Teknologi Informasi. l. m. e. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. h. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. Biro Kepatuhan Internal. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. d. f. Sekretariat Badan. pelaksanaan penataan organisasi. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. j.

. b. penataan organisasi. e. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. pelaksanaan urusan keuangan Badan. Pasal 1487 Sekretariat Badan terdiri dari: a. .413 c. g. c. i. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. Bagian Keuangan. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. Pasal 1489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1488. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. laporan akuntabilitas kinerja. Pasal 1488 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. penyusunan prosedur dan metode kerja. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. h. d. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. Bagian Perencanaan dan Organisasi. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. d. penyiapan bahan pelaksanaannya. perencanaan anggaran Badan. perencanaan anggaran badan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. c. analisis dan evaluasi jabatan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. d. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. Bagian Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. f. f.

. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. analisis jabatan. Pasal 1492 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. dokumentasi. Subbagian Organisasi. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. b.414 Pasal 1490 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a.. c. d. pelaksanaan urusan pengangkatan. Pasal 1493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1492. Pasal 1491 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. c. Subbagian Perencanaan Anggaran. pemberhentian. kepangkatan. d. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. b. Subbagian Tata Laksana. statistik dan kesejahteraan pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

c. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. b. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. b. . pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran. penatausahaan penerimaan negara. c. dokumentasi. Pasal 1497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1496. Pasal 1498 Bagian Keuangan terdiri dari: a.. Pasal 1496 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. d. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Subbagian Umum Kepegawaian. pemberhentian. Pasal 1495 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. b. kepangkatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian.415 Pasal 1494 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. d. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha.

. b. dana pensiun. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. e. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan.416 Pasal 1499 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. c. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. f. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. g. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. asuransi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. perusahaan pembiayaan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. dan modal ventura. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. Pasal 1500 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. Pasal 1501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1500. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.. d.

417 h. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. . pelaksanaan kerjasama internasional.. i. Pasal 1503 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. j. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1502 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. d. c. b. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. metode dan materi penyuluhan. pemantauan. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. seminar. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. rancangan perjanjian. bahan pertukaran informasi. penyiapan dan pengembangan teknik. Subbagian Kerjasama Multilateral. dan kegiatan lainnya yang sejenis. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahanbahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. pelaksanaan kerjasama internasional. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Pengaduan Pasar Modal. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bahan pertukaran informasi. penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. rancangan perjanjian. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. Subbagian Kerjasama Bilateral.

perjalanan dinas dan gaji. c. protokol. Pasal 1506 Bagian Umum terdiri dari: a. pengangkutan pegawai.418 - Pasal 1504 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Tata Persuratan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. rumah tangga. pencatatan acara. komputerisasi persuratan. keprotokolan. ekspedisi. pelaksanaan urusan rumah tangga. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi.. dan akomodasi Ketua Badan. c. d. pelaksanaan urusan tata persuratan. b. Pasal 1507 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. b. pelaksanaan urusan perlengkapan. dan penggandaan. penghapusan perlengkapan. penyiapan bahan. perlengkapan. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. pendistribusian. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. Subbagian Perlengkapan. penyimpanan. kearsipan. mengkoordinir penyusunan pidato. pemeliharaan dan penyiapan . melakukan urusan pengadaan. Pasal 1505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1504. dan tata usaha Ketua Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. d.

f. . pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. penetapan sanksi. pemberian pertimbangan. pemberian pertimbangan. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. saran. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 1509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1508. pelaksanaan tata usaha Biro. melakukan litigasi. i. c. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal.419 Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1508 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. pemberian bantuan hukum. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. d. l. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penanganan keberatan. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. e. g. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. j. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal.. b. k. h.

Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. Penasihat Investasi. Penasihat Investasi. Subbagian Tata Usaha Biro. . Wakil Manajer Investasi. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Agen Penjual Efek Reksa Dana. e. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. b. d. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. penyusunan. c. Manajer Investasi. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. b. Pasal 1513 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1511 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. dan lembaga pemeringkat Efek. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha Biro. b. d. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. e. Manajer Investasi.. Pasal 1512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1511. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. c. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.420 - Pasal 1510 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Wakil Manajer Investasi. c. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi.

Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. pengkajian peraturan pasar modal internasional. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. rumah tangga. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Biro Administrasi Efek. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Kustodian. b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan.421 Pasal 1514 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. . kearsipan. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. c. Wakil Manajer Investasi. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Manajer Investasi. Penasihat Investasi. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Manajer Investasi. kepegawaian. Pasal 1516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1515. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. dan pelaporan Biro. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. yang berkaitan dengan Bursa Efek. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. dan lembaga pemeringkat Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penilaian Harga Efek. Penasihat Investasi. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Wakil Manajer Investasi. Agen Penjual Efek Reksa Dana.. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Pasal 1515 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan lembaga pemeringkat Efek.

Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. Kustodian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal.. Pasal 1518 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. pengkajian peraturan pasar modal internasional. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Wakil Perantara Pedagang Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. b. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Wakil Penjamin Emisi Efek. c. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Penjamin Emisi Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Pasal 1517 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi.422 d. Wakil Penjamin Emisi Efek. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Perantara Pedagang Efek. Biro Administrasi Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. . Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Biro Administrasi Efek. Kustodian. Kustodian.

serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 1520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1519. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. c. Penilai. Pasal 1522 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik.423 - Pasal 1519 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. . pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wali Amanat. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Penilai. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. Akuntan.. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Akuntan. penyusunan. Perusahaan Publik. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Perusahaan Publik. dan Penilai. Akuntan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1521 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri dari: a. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. b. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. yang berkaitan dengan Emiten. Penilai. b. Akuntan. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Konsultan Hukum. Notaris.

yang berkaitan dengan Emiten.424 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Pembiayaan dan Penjaminan. Notaris. Pasal 1524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1523. dan Dana Pensiun. pembiayaan dan penjaminan. pembiayaan dan penjaminan. Pasal 1523 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan.. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. Pasal 1525 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. . Akuntan. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Wali Amanat. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan dengan perasuransian. yang berkaitan Perasuransian. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Konsultan Hukum. Subbagian Peraturan Perasuransian. dan dana pensiun. Penilai. dan dana pensiun. Perusahaan Publik. c. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) b. b. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik.

yang berkaitan dengan perasuransian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. Pasal 1527 Bagian Profesi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. bantuan hukum. pemberian saran. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan perasuransian. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan.425 Pasal 1526 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. pendapat hukum. pengkajian peraturan perasuransian internasional. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. penyusunan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. .

426 - Pasal 1528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1527. g. k. . h. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. c. e. c. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. Subbagian Notaris Pasar Modal. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. ahli.. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 1529 Bagian Profesi Hukum terdiri dari: a. f. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. d. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. di b. i. b. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. j. Bagian Profesi Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. analisis. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. memproses pendaftaran. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1531 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Biro Riset dan pengumpulan. . yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. memproses pendaftaran.. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi).427 Pasal 1530 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. ahli. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 1532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1531.

c. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. pengumpulan. dana pensiun. e. b. c. analisis. Pasal 1533 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. Bagian Riset Asuransi. dan penyajian data ekonomi makro. penyusunan. analisis. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. f. g. b. . Bagian Riset Ekonomi.. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. d. d. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. analisis. pengelolaan. c. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Riset Pasar Modal. analisis.428 b. dan penyajian data dan statistik pasar modal. pengumpulan. e. analisis. dan lembaga keuangan lain. penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Pasal 1534 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dana pensiun. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. dan lembaga keuangan lain. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1534.

c. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. . analisis. b. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. c. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1538. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. analisis.. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. analisis. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. c. Subbagian Tata Usaha Biro. b. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1540 Bagian Riset Pasar Modal terdiri dari: a. penyiapan bahan pengumpulan. analisis. Pasal 1538 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro.429 Pasal 1536 Bagian Riset Ekonomi terdiri dari: a. Pasal 1537 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik pasar modal. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Statistik Pasar Modal. Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. b. analisis.

b. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. analisis. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Subbagian Statistik Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Pasal 1543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1542. Dana Pensiun. Bagian Riset Asuransi. dan lembaga keuangan lain.430 - Pasal 1541 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. analisis. Pasal 1542 Bagian Riset Asuransi. c. Pasal 1544 Bagian Riset Asuransi. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. dana pensiun. analisis. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. analisis. b. kepegawaian. analisis.. penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan pelaporan Biro. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. c. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Usaha Jasa Pembiayaan. penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. kearsipan. dan penyajian data dan statistik Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri dari: a. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. . Dana Pensiun. dan penyajian data dan statistik pasar modal. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. rumah tangga.

dan penyajian data dan statistik Asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi.. c. pengelolaan. Pasal 1548 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri dari: a.431 Pasal 1545 (1) Subbagian Statistik Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun. b. Usaha Jasa Pembiayaan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. analisis. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1546. Subbagian Dukungan Teknis. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. Usaha Jasa Pembiayaan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. penyiapan bahan penyusunan. . pengelolaan. b. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1546 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. analisis. c.

(2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. pengelolaan. Pasal 1550 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. b. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. . Pasal 1552 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri dari: a. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. c. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. b. Pasal 1553 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi.432 Pasal 1549 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Pasal 1551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1550. c..

Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. b. b. Kelompok Jabatan Fungsional.. f. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. c. h. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Pasal 1556 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri dari: a. g. pelaksanaan tata usaha Biro. e. c. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1554. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan. Pengelolaan Investasi. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1554 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. d. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. Keterbukaan Emiten. e. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. d. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. pembinaan.433 (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi.

serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. pengumpulan. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan.. e. Subbagian Tata Usaha Biro. c. Pasal 1559 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III.434 Pasal 1557 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. II. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. c. b. pengolahan. d. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. b. . serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1557. d. Pasal 1560 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. . Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.435 - (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. II.. rumah tangga. Pasal 1564 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. pengumpulan. pengolahan. Pasal 1562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1561. Perusahaan Efek. Pasal 1563 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. kepegawaian. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. kearsipan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. c. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. b. dan pelaporan Biro. Pasal 1561 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. c. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. d.

Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. c.436 Pasal 1565 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. d.. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. pengolahan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. pengumpulan. Pasal 1568 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. b. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Pasal 1567 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri dari: a. Pasal 1566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1565. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. c. b. . Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. II.

b. c. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Pasal 1572 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. c. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. II. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. Pasal 1570 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1569. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil.437 Pasal 1569 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. b. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. pengumpulan. Pasal 1571 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri dari: a. pengolahan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. . Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II.. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.

dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. izin perseorangan. d. f. penelaahan aspek keterbukaan. Pasal 1574 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1573. Kelompok Jabatan Fungsional. c. b. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. pemrosesan izin usaha. Penasihat Investasi. Wakil Manajer Investasi. d. pemrosesan permohonan izin usaha. e. g.. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. pelaksanaan tata usaha Biro. Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. hukum. b. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. Pasal 1575 Biro Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. . dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. Bagian Pengembangan Produk Investasi. e. Manajer Investasi. c.438 Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1573 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. f. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. dan Penasihat Investasi. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. Manajer Investasi.

analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi.. dan Wakil Manajer Investasi. dan Penasihat Investasi. b. Penasihat Investasi Perorangan. . Pasal 1577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1578 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri dari: a. Pasal 1580 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.439 Pasal 1576 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 1576. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. Pasal 1579 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. c. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Bagian pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Penasihat Investasi.

(2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana. Pasal 1584 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi. analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya. . Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. Pasal 1583 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik. analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. Penasihat Investasi. Penasihat Investasi. penyusunan program pengembangan keahlian. Pasal 1582 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri dari: a. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. Pasal 1580. izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi. c. Bagian pengumpulan. serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana.440 - Pasal 1581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya.. b. izin Perseorangan. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Penasihat Investasi Perorangan. Penasihat Investasi. d.

441 Pasal 1585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1584. Penasihat Investasi. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. b. Penasihat Investasi Perorangan. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana.. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. dan Penasihat Investasi. Subbagian Tata Usaha Biro. c. kepegawaian dan pelaporan Biro. Penasihat Investasi. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi. Pasal 1586 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri dari: a. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. f. d. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi. g. c. rumah tangga. Penasihat Investasi Perorangan. b. e. Pasal 1587 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. h. . penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Subbagian Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. Penasihat Investasi. kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi.

aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis. pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan. pernyataan pendaftaran. dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan. Pasal 1590 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. dan Efek Beragun Aset. b. Subbagian Penelaahan Hukum. d. e. h. dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. dan Efek Beragun Aset. penelaahan aspek keterbukaan. Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. g. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek. penelaahan aspek keterbukaan. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan. hukum. penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Subbagian Penelaahan Akuntansi. penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. c. hukum. f. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset. . akuntansi. b. c.. laporan keuangan dan akuntansi. pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi.442 - Pasal 1588 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha. Pasal 1589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1588. penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset.

penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset.443 Pasal 1591 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. f. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian. Penasihat Investasi. dan Efek Beragun Aset. . dan Kustodian. g. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi. pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. d. pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian. Pasal 1593 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1592. dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Reksa Dana. e. dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana. Penasihat Investasi. Pasal 1592 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi.. peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi. menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran. Efek Beragun Aset. Penelaahan laporan. laporan. c. b.

serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Penjamin Emisi Efek. melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi.. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana. Lembaga Kliring dan Penjaminan. serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. b. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset. Subbagian Kepatuhan Reksa Dana. pengawasan. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan pengawasan transaksi Efek. . Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Kustodian. dan pemeriksaan Bursa Efek. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana. Biro Administrasi Efek. Pasal 1595 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1596 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan. memantau kepatuhan penyampaian laporan.444 Pasal 1594 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. Penasihat Investasi dan Kustodian. Wakil Perantara Pedagang Efek. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset. Wakil Penjamin Emisi Efek. c. Perantara Pedagang Efek. pembinaan. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset.

Lembaga Kliring dan Penjaminan. pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. dan Kustodian. f.. Pasal 1598 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. d. Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Bagian Pengawasan Lembaga Efek. pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara. f. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. c. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bagian Wakil Perusahaan Efek. b. Biro Administrasi Efek. Bagian Pengawasan Perdagangan. pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek. Pasal 1599 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pemeriksaan atas Bursa Efek. dan Kustodian. b. Perantara Pedagang Efek. Penjamin Emisi Efek. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Perantara Pedagang Efek. e.445 Pasal 1597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1596. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Penjamin Emisi Efek. Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek. pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. pelaksanaan tata usaha Biro. e. Penjamin Emisi Efek. c. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek. Perantara Pedagang Efek. d. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. .

Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. d. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek. b. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1601 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1602 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek. menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan. Bagian penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek. dan penelaahan kode etik lembaga Efek. dan Perantara Pedagang Efek. menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek. .446 - Pasal 1600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1599. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek. b.. serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan. c.

dan Kustodian.. Pasal 1604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1603. Bursa Efek. c. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I. b. Pasal 1605 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri dari: a. dan Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. . d. Biro Administrasi Efek. Pasal 1606 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha. penelaahan laporan Perusahaan Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Biro Administrasi Efek. Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Bursa Efek. Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan Kustodian. b. e. dan Kustodian. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan Kustodian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian.447 - Pasal 1603 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II. Biro Administrasi Efek. pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek. Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. c. Bursa Efek. penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.

pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Biro Administrasi Efek. c. Lembaga Kliring dan Penyimpanan. penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek. c. Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan Kustodian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.448 (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I. dan Kustodian. e. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek. Biro Administrasi Efek. Biro Administrasi Efek. dan Kustodian. Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. . dan Kustodian. Lembaga Kliring dan Penyelesaian.. Pasal 1609 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek. dan Kustodian. indikasi adanya b. d. Lembaga Kliring dan Penjaminan. b. Bursa Efek. Bursa Efek. Bursa Efek. Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1607. mempersiapkan jadwal pemeriksaan. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II. Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Biro Administrasi Efek. Pasal 1607 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan. penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Bursa Efek. dan Kustodian.

pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. . b.449 Pasal 1610 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Surat Utang Negara. pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara. pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. c. Derivatif dan Efek lain. d. Pasal 1612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1611. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1613 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri dari: a. (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan. Derivatif dan Efek lain. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil. dan Kustodian. penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek. c. Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan.. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa. b. Pasal 1611 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. Biro Administrasi Efek.

(3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. penyelesaian transaksi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. . b.450 - Pasal 1614 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. serta pengawasan perdagangan di luar bursa. penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. d. penelaahan data transaksi. Pasal 1615 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin. pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. e. penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. c. dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. Efek Lain dan Derivatif. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek. penyelesaian transaksi. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek.. penelaahan atas kode etik. pengawasan perkembangan. penyelesaian transaksi. dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. f. penyusunan program pengembangan keahlian. Pasal 1616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1615.

dan pelaporan Biro. rumah tangga. b. Pasal 1620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1619. Pasal 1618 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. kearsipan. (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1619 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. penyusunan program pemeriksaan. dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek. . kepegawaian.451 Pasal 1617 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri dari: a. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek. Subbagian Tata Usaha Biro. c. c. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek.. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. b. penyusunan program pemeriksaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penelaahan peraturan dan laporan.

g. asuransi. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. d. pembiayaan. dan investasi. sekuritas. Pasal 1622 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. d. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. sekuritas.. e. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. e. Pernyataan Penawaran Tender. . pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. Kelompok Jabatan Fungsional. dan investasi . Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. pembiayaan.452 d. sekuritas. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. pembiayaan. dan investasi. dan investasi. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. b. f. asuransi. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. asuransi. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. b. asuransi. sekuritas. c. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. pembiayaan. Pasal 1621 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri dari: a. asuransi. f. pembiayaan. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. h. sekuritas. dan investasi. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. Pasal 1623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1622.

Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pernyataan Penggabungan Usaha. teknologi informasi. telekomunikasi. Pasal 1626 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan jasa lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. pariwisata. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. perhotelan. Pernyataan Penawaran Tender.. perhubungan. dan jasa lainnya. . media massa. Pernyataan Penawaran Tender. dan Investasi. media massa. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. pembiayaan. dan Investasi. Pasal 1627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1626. real estat. asuransi. properti. Pernyataan Penggabungan Usaha. pembiayaan. Pernyataan Penawaran Tender. properti. konstruksi. konstruksi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pasal 1625 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. asuransi. sekuritas. sekuritas. perhubungan. b. Pernyataan Penawaran Tender. pariwisata. dan Investasi. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. asuransi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. real estat. perhotelan. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. teknologi informasi. telekomunikasi. c. pembiayaan.453 Pasal 1624 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. sekuritas.

dan jasa lainnya. media massa. media massa. konstruksi.454 b. media massa. teknologi informasi. properti. teknologi informasi. Pasal 1629 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. perhubungan.. Pernyataan Penawaran Tender. real estat. konstruksi. perhotelan. pariwisata. real estat. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. teknologi informasi. Pernyataan Penawaran Tender. perhubungan. telekomunikasi. real estat. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. . media massa. pariwisata. telekomunikasi. konstruksi. telekomunikasi. pariwisata. pariwisata. konstruksi. Pernyataan Penggabungan Usaha. perhubungan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. d. teknologi informasi. dan jasa lainnya. dan jasa lainnya. c. telekomunikasi. c. real estat. perhubungan. perhubungan. media massa. pariwisata. dan jasa lainnya. perhotelan. dan jasa lainnya. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. teknologi informasi. teknologi informasi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. properti. perhotelan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. perhotelan. pariwisata. perhotelan. perhubungan. Pasal 1628 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri dari: a. real estat. real estat. konstruksi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan jasa lainnya. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. telekomunikasi. b. properti. Pernyataan Penggabungan Usaha. properti. properti. properti. Pernyataan Penawaran Tender. media massa. perhotelan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. telekomunikasi. konstruksi.

serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan investasi. asuransi. pembiayaan. dan investasi. pembiayaan. Pasal 1632 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. penelaahan laporan. Pasal 1631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1630. b. sekuritas. dan investasi. asuransi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. sekuritas. pembiayaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. . pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. asuransi. penelaahan laporan.. sekuritas. d. dan investasi. pembiayaan. asuransi. c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. pembiayaan. Pasal 1633 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. sekuritas. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. asuransi.455 Pasal 1630 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. sekuritas. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan investasi.

media massa. media massa. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. penelaahan laporan. perhubungan.456 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhubungan. telekomunikasi. dan teknologi informasi. penelaahan laporan. telekomunikasi. dan teknologi informasi. perhubungan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. telekomunikasi. pariwisata. media massa. telekomunikasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . b. pariwisata. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. dan teknologi informasi. Pasal 1634 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pariwisata. d. penelaahan laporan. c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. dan teknologi informasi. media massa. perhubungan. perhubungan. Pasal 1635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1634. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan teknologi informasi.. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. pariwisata. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. telekomunikasi. media massa.

konstruksi. b. . dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. perhotelan. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 1638 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.457 Pasal 1636 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri dari: a. real estat. penelaahan laporan. Pasal 1637 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi..

e.. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti.458 - Pasal 1639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1638. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. c. dan Perusahaan Jasa Lainnya. perhotelan. perhotelan. penelaahan laporan. c. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhotelan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. dan Perusahaan Jasa Lainnya. perhotelan. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1641 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . Pasal 1640 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri dari: a. b. real estat. real estat. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. d. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat. real estat. konstruksi. konstruksi. b. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. konstruksi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat.

pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. rumah tangga. dan pelaporan Biro. d. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. b. g. f. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. kepegawaian. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. e. Pasal 1643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1642. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1642 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. .. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku.459 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. pelaksanaan tata usaha Biro. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. kearsipan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. c. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. h. penelaahan laporan.

dan industri kimia. aneka industri lainnya. Pasal 1645 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. c. Pernyataan Penawaran Tender. barang konsumsi. barang konsumsi. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. b. alas kaki. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1647 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri dari: a. industri dasar. garmen. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. barang konsumsi. industri logam.460 Pasal 1644 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri dari: a. b. industri dasar. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. aneka industri lainnya. barang konsumsi. dan indutri kimia. Logam. industri dasar. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. alas kaki. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. dan industri kimia. Kelompok Jabatan Fungsional. industri logam. alas kaki. dan industri kimia. b. industri logam. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. c. dan industri kimia. e. alas kaki. Bagian Pemantuan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. barang konsumsi. d.. dan Kimia. . f. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri logam. alas kaki. Pasal 1646 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1645. industri logam. aneka industri lainnya. d. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. aneka industri lainnya. aneka industri lainnya. c. industri dasar. industri dasar.

Pernyataan Penggabungan Usaha. industri dasar. kehutanan. garmen. Pernyataan Penggabungan Usaha. garmen. Pernyataan Penawaran Tender. garmen. Pernyataan Penawaran Tender. b. Pasal 1650 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1649. aneka industri lainnya. dan agrobisnis. industri logam. barang konsumsi. dan agrobisnis. dan agrobisnis. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan industri kimia. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. dan agrobisnis. kehutanan. alas kaki. alas kaki. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. barang konsumsi. dan agrobisnis.461 - Pasal 1648 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. aneka industri lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. . Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan industri kimia. c. barang konsumsi. alas kaki. industri logam. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. aneka industri lainnya. kehutanan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. industri dasar. kehutanan.. Pasal 1649 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. industri logam. industri dasar. d. dan industri kimia. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.

kehutanan. dan agrobisnis. Pasal 1654 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1653. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pernyataan Penawaran Tender. b. barang konsumsi. . dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1652 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. c. garmen. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan agrobisnis. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan aneka industri lainnya. dan aneka industri lainnya. barang konsumsi. alas kaki. alas kaki. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan.462 Pasal 1651 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri dari: a. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. dan agrobisnis. garmen. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan laporan.. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender.

penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. Pasal 1656 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. d. dan aneka industri lainnya. garmen. alas kaki. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan laporan. alas kaki. garmen. penelaahan laporan.. barang konsumsi. barang konsumsi. dan aneka industri lainnya. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. alas kaki. Garmen. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Garmen. garmen. dan Alas Kaki. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. Pasal 1655 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri dari: a. b.463 b. dan alas kaki. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. c. dan aneka industri lainnya. (2) (3) . Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. garmen.

serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.. b. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. dan kimia. logam. dan kimia. Pasal 1658 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1657. dan kimia. b. Pasal 1660 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. logam. logam. dan Kimia terdiri dari: a. penelaahan laporan. dan kimia. . penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. dan kimia. c. Pasal 1659 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. d.464 Pasal 1657 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Logam. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. logam.

penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan laporan. . c. d. Pasal 1662 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1661. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. e. kehutanan dan agrobisnis. b. Pasal 1661 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kehutanan dan agrobisnis. pelaksanaan urusan tata usaha Biro.. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.465 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. kehutanan dan agrobisnis. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.

standar penilaian di bidang pasar modal.466 Pasal 1663 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri dari: a. kepegawaian. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1664 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. standar tata kelola perusahaan. standar pemeriksaan akuntansi. b. c. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. penelaahan laporan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1665 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. rumah tangga.. pembinaan. Pemeringkat Efek. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan Biro. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. .

Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. Penilai. dan Wali Amanat di pasar modal. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain.467 Pasal 1666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1665. e.. j. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. f. i. b. pengumpulan. . penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. h. d. Pasal 1667 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri dari: a. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. standar pemeriksaan khusus. pembinaan. b. c. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. c. e. pelaksanaan tata usaha Biro. d. Pemeringkat Efek. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. Pasal 1668 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. g. Bagian Akuntan. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. analisis.

b. f. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. b. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Subbagian Standar Akuntansi I. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi.468 Pasal 1669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1668. e. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. Subbagian Standar Akuntansi II. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. (2) . c.. Pasal 1670 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri dari: a. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. c. Pasal 1671 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. d. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. Subbagian Standar Pemeriksaan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik.

Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. Asosiasi Pemeringkat Efek. Penilai. e. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. Pengelolaan Investasi. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. pembinaan. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. Pemeringkat Efek. Penilai. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. g. Bagian Akuntan. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Pasal 1674 Bagian Akuntan. Subbagian Penilai Pasar Modal. b. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. c. b. . Penilai. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. f. Penilai. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. Penilai. h. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal.. penyusunan program pengembangan Akuntan. Subbagian Akuntan Pasar Modal. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Pasal 1673 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1672. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai. c. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri dari: a. Pasal 1672 Bagian Akuntan. penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal.469 (3) Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. d.

pengawasan dan inspeksi Penilai. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengawasan dan inspeksi Penilai. pembinaan. dan inspeksi Akuntan. Pasal 1677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan Tata Usaha Biro. pelaporan. dan Wali Amanat. pembinaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengawasan pengendalian mutu Penilai.. dan inspeksi Pemeringkat Efek. pengawasan. dan lembaga lain yang terkait. 1676. analisis. pengawasan. pengumpulan. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. analisis. . penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. b. pengumpulan. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pelaporan. Pasal 1676 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. pengawasan. c. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. pembinaan. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pelaporan. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. Bagian (2) (3) penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai.470 Pasal 1675 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. pengawasan. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat.

.471 d. c. d. Pasal 1679 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. f. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. analisis. rumah tangga. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. e. kearsipan. b. dan pelaporan Biro. pengumpulan. pelaksanaan Tata Usaha Biro. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1678 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri dari: a.. kepegawaian. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik.

dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal.472 Pasal 1680 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. analisis.. f. penelaahan. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. penyiapan. pengkajian. Pasal 1681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1680. pengkajian. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. analisis. b. Bagian a. b. pengumpulan. analisis. Pasal 1683 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. c. melakukan pengumpulan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan. e. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. . melakukan pengumpulan. pengumpulan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. c. Pasal 1682 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. melakukan pengumpulan. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. analisis. analisis. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan melakukan pengumpulan. d.

pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. jasa.. b. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penelaahan data kelembagaan. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. pelaksanaan tata usaha Biro. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. . melakukan pengumpulan. Pasal 1685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1684. menyelenggarakan fungsi: a.473 - (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. d. melakukan pengumpulan. penelaahan. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. c. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. evaluasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. standardisasi. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1684 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. e.

Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. e. Pasal 1687 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. d. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Lembaga Pembiayaan. c. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b.. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. c. . Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. c. analisis laporan keuangan. Pasal 1688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1687. Pasal 1689 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a. Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. penyajian informasi perkembangan usaha. Pasal 1690 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. penelahan jasa lembaga pembiayaan.474 Pasal 1686 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri dari: a. Bagian Lembaga Penjaminan. b.

pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Pasal 1693 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a. pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. rencana jangka pendek dan jangka panjang. c. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. d. b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. . Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II.. rencana jangka pendek dan jangka panjang. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1691 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. Pasal 1692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1691. Pasal 1694 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur.475 (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1697 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri dari: a. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. Pasal 1695 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. analisis laporan keuangan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1695. d. kepegawaian dan pelaporan Biro. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. b. kearsipan. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. b. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. rumah tangga.476 (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. analisis laporan keuangan. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. penyajian informasi perkembangan usaha. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. Pasal 1698 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. . rencana jangka pendek dan jangka panjang. penyajian informasi perkembangan usaha..

Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. penelaahan kegiatan operasional. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. Pasal 1701 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri dari: a. c. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. Pasal 1702 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. Pasal 1700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1699. menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. penelaahan kepatuhan. peneleahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. c. penelaahan kegiatan operasional.. penelaahan kegiatan operasional. b. (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. d. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. kecil dan menengah. b.477 Pasal 1699 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. . penelaahan kepatuhan. dan usaha pembiayaan usaha mikro. penelaahan kepatuhan.

- 478 Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1703 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis, evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian, termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 1704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1703, Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian; pembentukan, perubahan, dan

penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala; pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian; analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi; pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1705

Biro Perasuransian terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Perasuransian; Bagian Analisis Keuangan Perasuransian; Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian; Bagian Pemeriksaan Perasuransian; Bagian Perasuransian Syariah; Kelompok Jabatan Fungsional.

- 479 Pasal 1706 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis, bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, dan pembubaran perusahaan perasuransian, kepengurusan, pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. Pasal 1707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1706, Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian; penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian; pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. Pasal 1708 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I; Subbagian Kelembagaan Perasuransian II; Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. Pasal 1709 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian, pembubaran perusahaan perasuransian, data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan, pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian, registrasi tenaga ahli, pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian, melakukan perencanaan penyuluhan, dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1710 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan, dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian.

- 480 -

Pasal 1711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1710, Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan; evaluasi sistem perasuransian. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

Pasal 1712 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. Pasal 1713 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1714 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi, mengembangkan sistem, pelaporan, dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. Pasal 1715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1714, Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha; pengumpulan data dan analisis program asuransi; evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. dan sistem analisis laporan

- 481 Pasal 1716 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. Pasal 1717 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1718 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1719 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1718, Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1720 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III.

- 482 -

Pasal 1721 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1722 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan, penyelenggaraan usaha, program asuransi syariah, mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah, dan mengembangkan sistem, pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. dalam Pasal 1722, Bagian

pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah; evaluasi sistem laporan perasuransian syariah; dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah; evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1724 analisis laporan

Bagian Perasuransian Syariah terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perasuransian Syariah I; Subbagian Perasuransian Syariah II; Subbagian Tata Usaha Biro.

- 483 Pasal 1725 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah, melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan Biro.

Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1726 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun, melaksanakan analisis, evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1726, Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun; c. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; d. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; e. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun; f. pelaksanaan tata usaha Biro.

- 484 Pasal 1728 Biro Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun; Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun; Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun; Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun; Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1729 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Pasal 1730 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1729, Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. Pasal 1731 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Peraturan Dana Pensiun; Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun; Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. Pasal 1732
(1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun, pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri, struktur organisasi, rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun.

- 485 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun, melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum, dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia.

Pasal 1733 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. Pasal 1734 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1733, Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain; pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan lain; pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu; pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1735 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun; Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun; Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. Pasal 1736 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun.

c. d.

- 486 -

(2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan informasi lainnya, serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. Pasal 1737 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1738 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1737, Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1739 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti.

- 487 Pasal 1740 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi, pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. Pasal 1741 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun, penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. Pasal 1742 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1741, Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. Bagian

pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun; penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun; penyusunan laporan industri dana pensiun; pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun; penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1743

Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun; Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun; Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun.

- 488 Pasal 1744 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1745 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis, evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1746 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1745, Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; c. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, dan laporan berkala rutin; d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1747 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri dari: a. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana; b. Subbagian Analisis dan Pelaporan; c. Subbagian Tata Usaha Biro.

- 489 Pasal 1748 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, investasi, dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawain, dan pelaporan Biro.

Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1749 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. Pasal 1750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1749, Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan; b. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil; c. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek, pengelolaan investasi, dan sumber daya aparatur;

- 490 d. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian, dana pensiun, serta jasa pembiayaan dan penjaminan; e. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1751 Biro Kepatuhan Internal terdiri dari: a. Bagian Kepatuhan I; b. Bagian Kepatuhan II; c. Bagian Kepatuhan III; d. Bagian Kepatuhan IV. Pasal 1752 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1752, Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1754 Bagian Kepatuhan I terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IA; b. Subbagian Kepatuhan IB; c. Subbagian Kepatuhan IC.

- 491 -

Pasal 1755 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1756 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1756, Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1758 Bagian Kepatuhan II terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IIA; b. Subbagian Kepatuhan IIB; c. Subbagian Kepatuhan IIC.

492 Pasal 1759 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIA.. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1762 Bagian Kepatuhan III terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IIIC. dan sumber daya aparatur. . Pasal 1760 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIB. c. Pasal 1761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1760. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. c. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. d.. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.493 Pasal 1763 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. d. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Biro. b. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. Subbagian Kepatuhan IVC. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1764 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . Subbagian Kepatuhan IVB. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. Subbagian Kepatuhan IVA. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1764. Pasal 1766 Bagian Kepatuhan IV terdiri dari: a. dana pensiun. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1768 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1769 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.494 Pasal 1767 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. . (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. rumah tangga. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua.. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. kepegawaian. dan pelaporan Biro. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kearsipan.

analisis. risiko BUMN. j.. pengelolaan data dan statistik. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. perumusan rekomendasi dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi dan keuangan. pendapatan negara. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro serta proyeksi ekonomi makro. dan risiko dukungan pemerintah. e. analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. i. penyusunan dan pengembangan model ekonomi dan keuangan. k. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pemantauan dini perkembangan ekonomi dan surveillance. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. h. m. pengkajian kebijakan ekonomi. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. belanja negara. koordinasi pelaksanaan kegiatan tim tarif. perumusan rekomendasi dan evaluasi kebijakan pendapatan negara. d. analisis dan perumusan rekomendasi terhadap kelayakan pemberian dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.495 BAB XIII BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1770 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. g. pelaksanaan administrasi Badan. penyelenggaraan sosialisasi kebijakan fiskal. b. analisis. dan fiskal. f. dan ekonomi dan keuangan. Pasal 1771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1770. dan kerja sama internasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. l. belanja negara dan risiko fiskal. perumusan rekomendasi dan pelaksanaan kerja sama ekonomi dan keuangan internasional. keuangan. . RAPBN Perubahan. c.

koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. pelaksanaan urusan tata usaha. . pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. e. d. kearsipan. h. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. gaji. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. f. f. kepegawaian. rencana kerja dan anggaran. koordinasi penyusunan rencana strategik. b. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. c. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. c. pengembangan pegawai. d.. g. serta diseminasi elektronik. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.496 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1772 Badan Kebijakan Fiskal terdiri dari: a. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1773 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. b. dan kehumasan Badan. Sekretariat Badan. penyajian data dan informasi.

Bagian Organisasi dan Kepegawaian. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. pengukuran beban kerja. . kepegawaian. penghargaan. d. dan pemensiunan pegawai. d.497 Pasal 1775 Sekretariat Badan terdiri dari: a. serta pengurusan tata usaha. pengembangan kinerja. Subbagian Organisasi. Bagian Umum. Pasal 1779 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan prosedur dan metode kerja. laporan kegiatan. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. Pasal 1778 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Mutasi. pemindahan. Pasal 1776 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. c. penyiapan bahan penataan organisasi. c. Subbagian Umum Kepegawaian. penyusunan prosedur dan metode kerja. dokumentasi dan statistik pegawai. Bagian Data dan Informasi. penempatan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. pengukuran beban kerja. b. dan administrasi jabatan fungsional. penyiapan bahan penyusunan formasi. pengembangan kinerja. e. dan hukuman disiplin pegawai. kepangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. b. penggajian. analisis dan evaluasi jabatan. Pasal 1777 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1776. tatalaksana. analisis dan evaluasi jabatan. pemberhentian. cuti. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b.. c.

. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. penempatan. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. cuti. pemberhentian. penghargaan. c. Pasal 1783 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran.. kepangkatan.498 - (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. Pasal 1780 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. b. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana strategis dan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan. (3) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. e. dokumentasi dan statistik pegawai. b. penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1780. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Verifikasi. Pasal 1782 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. d. c. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). penggajian. dan pemensiunan pegawai. serta pengurusan tata usaha. dan hukuman disiplin pegawai. RKKL dan RKAKL. pemindahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan.

b. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. Pasal 1784 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. belanja negara. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. ekonomi dan keuangan. serta manajemen sistem informasi. dan diseminasi elektronik. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. Pasal 1787 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. b. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan manajemen sistem informasi. ekonomi dan keuangan. penyajian statistik pendapatan negara.499 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. Subbagian Data dan Statistik APBN. ekonomi dan keuangan. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. c. belanja negara. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. d. Pasal 1785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1784. belanja negara.. . Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan data pendapatan negara. Pasal 1786 Bagian Data dan Informasi terdiri dari: a. d. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. c.

pendistribusian.500 (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. ekspedisi. pengelolaan. perjalanan dinas. penggandaan. pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. b.. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. gaji. dan kendaraan dinas. dukungan teknis. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. d. perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Subbagian Rumah Tangga. b. kearsipan. Pasal 1789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1788. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. inventarisasi. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. . pemeliharaan. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. d. c. rumah tangga. Pasal 1791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. kesejahteraan. kearsipan. Subbagian Perlengkapan. dan pemeliharaan. pelaksanaan urusan tata usaha. dan kehumasan. Pasal 1790 Bagian Umum terdiri dari: a. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1788 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Kehumasan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji.

PPnBM. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. cukai. d. d. Bea Meterai. cukai. Bea Meterai. PBB. c. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. KUP. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. PPnBM. pelaksanaan tata kelola Pusat. cukai. PPSP. KUP. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. Pasal 1794 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. . Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. b. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif.. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. kepabeanan. BPHTB. b.501 Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1792 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. dan PNBP Non SDA. Pasal 1795 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. Kelompok Jabatan Fungsional. kepabeanan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan PNBP Non SDA. f. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. PPSP. e. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. analisis. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. kepabeanan. analisis usulan kebijakan pajak. Pasal 1796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1795. BPHTB. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1793 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1792. e. PBB. c.

KUP. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1799. dan Bea Meterai. Bea Meterai. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang PNBP Non SDA. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. analisis usulan kebijakan. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Meterai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. analisis usulan kebijakan. PPSP. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. Perpajakan Internasional. Pasal 1797 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri dari: a. Bea Meterai. analisis usulan kebijakan di bidang PPN.. Subbidang PBB.502 b. . PPnBM. Perpajakan Internasional. dan PNBP SDA. b. KUP. c. b. Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. PBB. PPSP. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. dan PNBP Non SDA. Pasal 1799 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. dan PNBP SDA. dan PNBP SDA. BPHTB. d. BPHTB. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Perpajakan Internasional. Subbidang KUP dan PPSP. BPHTB. c. c. PPnBM. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. Subbidang PPN dan PPnBM. BPHTB. Pasal 1798 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan PNBP SDA. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. PBB. (3) Subbidang PBB. BPHTB. dan PNBP Non SDA.

Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1804 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1803. c. d. Tarif Bilateral. Tarif Bilateral. dan Tarif Khusus.. dan Tarif Khusus. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Pasal 1805 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri dari: a. Tarif Regional. analisis usulan kebijakan. Subbidang Tarif Regional. Pasal 1803 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. Subbidang PPh. Tarif Regional. Tarif Regional. c. Tarif Bilateral. .503 Pasal 1801 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri dari: a. b. Tarif Regional. Pasal 1802 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. Subbidang Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Bilateral. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. dan Tarif Khusus. Subbidang Perpajakan Internasional. c. analisis usulan kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. dan Tarif Khusus. Tarif Bilateral.

Subbidang Cukai. b. Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . analisis usulan kebijakan. c. (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Keluar. Cukai. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan Bea Keluar. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral.504 - Pasal 1806 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.. analisis usulan kebijakan. b. Teknis Kepabeanan. Subbidang Teknis Kepabeanan. Pasal 1807 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. Cukai. Cukai. dan Bea Masuk Pembalasan. Pasal 1809 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri dari: a. Subbidang Bea Keluar. dan Bea Keluar. c. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. d. Teknis Kepabeanan. Bea Masuk Imbalan. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. analisis usulan kebijakan. dan Bea Keluar. Teknis Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. Teknis Kepabeanan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Pasal 1808 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1807.

Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan.. Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. d. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. . (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. Pasal 1812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1811. c. Pasal 1813 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. dan Cukai. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. analisis usulan kebijakan. PNBP. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. PNBP.505 - Pasal 1810 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. c. b. Subbidang Tata Kelola. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. Kepabeanan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. Kepabeanan. Pasal 1811 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. PNBP. b. dan Cukai.

penyusunan laporan hasil evaluasi. dan evaluasi kebijakan APBN.. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perumusan rekomendasi. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. f. penyusunan laporan hasil evaluasi. keuangan. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. rumah tangga. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. kearsipan. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan data konsolidasi APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan.506 Pasal 1814 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. menyusun rencana kerja. b. moneter. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1815 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. . dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. d. kepegawaian. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. c. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. dan laporan Pusat. e. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. analisis. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. Pasal 1816 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1815.

Bidang Kebijakan Subsidi. Pasal 1817 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. RAPBN Perubahan. Pasal 1819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1818. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. g. penyiapan bahan analisis. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan. f. h. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. c. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. e. f. d. d. perumusan rekomendasi. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. . Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. b.507 g. pelaksanaan tata kelola Pusat.. pelaksanaan tata kelola pusat. e. b.

Laporan Semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN. dan perumusan proyeksi. rumah tangga. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. kepegawaian. RAPBN Perubahan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. dan perumusan proyeksi.. analisis dan proyeksi arus kas. rekomendasi kebijakan. RAPBN Perubahan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. (3) Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak langsung. d. dan perumusan proyeksi. keuangan. perumusan rekomendasi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. c. evaluasi sasaran dan realisasi. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sesuai perundang-undangan yang berlaku. rekomendasi kebijakan. analisis dan proyeksi arus kas. penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan kepabeanan dan cukai. RAPBN Perubahan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. evaluasi sasaran dan realisasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak tidak langsung. rekomendasi kebijakan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. dan evaluasi kebijakan di bidang PNBP. . Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. kearsipan. evaluasi sasaran dan realisasi. Subbidang Tata Kelola. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Pasal 1821 (1) Subbidang Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. b. analisis dan proyeksi arus kas.508 Pasal 1820 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri dari: a. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. serta penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. (2) Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis.

penyusunan dan pengolahan data PNBP untuk konsolidasi APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan SDA. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. dan perumusan proyeksi. (2) Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan perumusan proyeksi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. . jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. d. Subbidang Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA). Pasal 1824 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan atas laba BUMN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi. c. penyusunan bahan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.509 - Pasal 1823 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1822. evaluasi sasaran dan realisasi. Pasal 1825 (1) Subbidang Penerimaan SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. rekomendasi kebijakan. b. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi arus kas. Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. analisis dan proyeksi arus kas. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan PNBP jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. e. RAPBN Perubahan. rekomendasi kebijakan. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas PNBP. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi PNBP. Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya. RAPBN Perubahan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.

Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. evaluasi sasaran dan realisasi. c. rekomendasi kebijakan. analisis dan proyeksi arus kas. RAPBN Perubahan. Bidang Kebijakan Belanja Pusat menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1828 Bidang Kebijakan Belanja Pusat terdiri dari: a. penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyusunan dan pengolahan data belanja pusat untuk konsolidasi APBN. d. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan belanja pusat jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Subbidang Belanja Lainnya. Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga. RAPBN Perubahan.510 (3) Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas belanja pusat. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor riil operasi keuangan pemerintah.. b. . penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi belanja pusat. Subbidang Pembayaran Bunga Utang. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyusunan bahan kebijakan belanja pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1826 Bidang Kebijakan Belanja Pusat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan Belanja Pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. b. dan perumusan proyeksi. e. f. Pasal 1827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1826. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. perumusan rekomendasi. c. dan evaluasi kebijakan di bidang belanja pusat. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan negara bukan pajak lainnya.

. rekomendasi kebijakan. penyiapan bahan analisis. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja kementerian/lembaga. RAPBN Perubahan. perumusan rekomendasi. c. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi. (2) Subbidang Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan subsidi jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1830 Bidang Kebijakan Subsidi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. rekomendasi kebijakan. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. dan evaluasi kebijakan di bidang subsidi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja lainnya. dan perumusan proyeksi. analisis dan proyeksi arus kas. penyusunan bahan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. evaluasi sasaran dan realisasi. rekomendasi kebijakan. analisis dan proyeksi arus kas. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor moneter operasi keuangan pemerintah. evaluasi sasaran dan realisasi. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang pembayaran bunga utang. analisis dan proyeksi arus kas. (3) Subbidang Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Bidang Kebijakan Subsidi menyelenggarakan fungsi: a. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b.. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. dan perumusan proyeksi. dan perumusan proyeksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.511 Pasal 1829 (1) Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1831 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1830. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.

Subbidang Subsidi Energi BBM. rekomendasi kebijakan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. rekomendasi kebijakan. Pasal 1833 (1) Subbidang Subsidi Energi BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. f. evaluasi sasaran dan realisasi. (3) Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi arus kas. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. c. RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi. (2) Subbidang Subsidi Energi Non-BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi non-BBM. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1834 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi subsidi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. rekomendasi kebijakan. penyusunan dan pengolahan data subsidi untuk konsolidasi APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. dan perumusan proyeksi. dan perumusan proyeksi.512 d. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi pangan dan lainnya. . dan perumusan proyeksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1832 Bidang Kebijakan Subsidi terdiri dari: a. b. Subbidang Subsidi Energi Non-BBM. analisis dan proyeksi arus kas. evaluasi sasaran dan realisasi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi BBM. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas subsidi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. dan evaluasi kebijakan di bidang transfer ke daerah. perumusan rekomendasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. analisis dan proyeksi arus kas. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. e. Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya.

513 Pasal 1835 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1834. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. (2) Subbidang Pembiayaan APBD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. b. b. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. rekomendasi kebijakan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. e. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi transfer ke daerah. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus. dan perumusan proyeksi. Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah. Subbidang Pembiayaan APBD. penyiapan bahan analisis. penyusunan bahan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.. evaluasi sasaran dan realisasi. Pasal 1836 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. c. dan perumusan proyeksi. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas transfer ke daerah. rekomendasi kebijakan. Pasal 1837 (1) Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. analisis dan proyeksi arus kas di bidang dana perimbangan dan otonomi khusus termasuk dana penyesuaian. d. evaluasi sasaran dan realisasi. f. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis dan proyeksi arus kas di bidang pembiayaan APBD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. c. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyusunan dan pengolahan data transfer ke daerah untuk konsolidasi APBN. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. serta perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. . perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan transfer ke daerah jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.

RAPBN Perubahan. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. analisis dan proyeksi arus kas di bidang transfer ke daerah. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. dan perumusan proyeksi. h. rekomendasi kebijakan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. b. hubungan investor dan stabilisasi sektor keuangan. fiskal. j. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. d. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. pemantauan dan pengendalian inflasi. evaluasi sasaran dan realisasi. diseminasi dan publikasi hasil kajian. analisis kebijakan dan perumusan rekomendasi kebijakan ekonomi makro. perencanaan program pengkajian. pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.. moneter dan lembaga keuangan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. f. c. g. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. Pasal 1839 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1838. pengembangan model analisis ekonomi makro. pelaksanaan tata kelola pusat. e. Bagian Keenam Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Pasal 1838 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini perkembangan ekonomi makro. i. analisis sektor riil. RAPBN Perubahan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. . k. penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyusunan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN.514 - (3) Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan informasi pendukung bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.

b. c. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. e. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang ekonomi domestik. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan. pengembangan model Early Warning System (surveillance). d. RAPBN Perubahan.515 - Pasal 1840 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro terdiri dari: a. Bidang Analisis Fiskal. pemantauan. e. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. Pasal 1841 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional serta penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan.. pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. Pasal 1842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1841. f. b. regional dan internasional. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. d. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Ekonomi Internasional. c. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro. Kelompok Jabatan Fungsional. regional dan internasional. Subbidang Stabilisasi Sektor Keuangan. Pasal 1843 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro terdiri dari: a. c. Subbidang Ekonomi Domestik. regional dan internasional dan analisis potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. Bidang Analisis Sektor Riil. b. .

bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1845 Bidang Analisis Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor riil serta pengembangan model analisis sektor riil. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi regional dan internasion serta pengembangan model Early Warning System (surveillance). pengembangan model analisis sektor riil. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. c. ketenagakerjaan. perdagangan. (2) Subbidang Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian regional dan internasional. kesempatan kerja dan kemiskinan. ketenagakerjaan. analisis potensi dampak terhadap APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. konsumsi agregat. perdagangan. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. analisis potensi dampak perekonomian nasional. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1846 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1845. RAPBN Perubahan.516 - Pasal 1844 (1) Subbidang Ekonomi Domestik mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. b. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. ketenagakerjaan. (3) Subbidang Stabilitas Sektor Keuangan mempunyai tugas melakukan pemantauan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. d.. investasi. investasi. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. . penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. konsumsi agregat. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. Bidang Analisis Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan proyeksi perkembangan produksi. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang produksi. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. perdagangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. investasi. konsumsi agregat. kesempatan kerja dan kemiskinan. kesempatan kerja dan kemiskinan.

perkembangan utang pemerintah dan penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang investasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. (2) (3) (4) . jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perdagangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1849 Bidang Analisis Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ketenagakerjaan dan kemiskinan. RAPBN Perubahan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan investasi. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Investasi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1848 (1) Subbidang Produksi dan Konsumsi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. RAPBN Perubahan. Subbidang Perdagangan. c.517 Pasal 1847 Bidang Analisis Sektor Riil terdiri dari: a. Subbidang Produksi dan Konsumsi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. d. Subbidang Investasi. pengembangan model dan proyeksi perkembangan ketenagakerjaan dan kemiskinan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi dan konsumsi agregat. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. pengembangan model dan proyeksi perkembangan perdagangan. RAPBN Perubahan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan produksi dan konsumsi agregat. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro.

RAPBN Perubahan. c. analisis. Subbidang Utang Luar Negeri. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. pengembangan model dan proyeksi besaran asumsi dasar ekonomi makro serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Utang Dalam Negeri. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro. Subbidang Hubungan Investor. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Bidang Analisis Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan model dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN.518 - Pasal 1850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1849. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1852 (1) Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. analisis dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri dan luar negeri. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang dalam negeri. d. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. b. (2) . RAPBN Perubahan. d. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar.. pemantauan. Pasal 1851 Bidang Analisis Fiskal terdiri dari: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro dan perkembangan utang. Subbidang Utang Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.

Subbidang Pasar Modal. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. f. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.519 (3) Subbidang Utang Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. perbankan. c. d. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Subbidang Perbankan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang luar negeri dan hibah. pasar modal dan neraca pembayaran. . perbankan. perbankan. Pasal 1853 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor moneter dan lembaga keuangan serta pengembangan model analisis sektor moneter. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang harga. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis dan proyeksi perkembangan harga. pasar modal dan neraca pembayaran.. Pasal 1854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1853. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. Subbidang Neraca Pembayaran. Subbidang Harga. pasar modal dan neraca pembayaran. pengembangan model analisis sektor moneter. d. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang harga. dan pengendalian inflasi. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang luar negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. (4) e. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1855 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. b.

bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan penyusunan pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. perencanaan program pengkajian. RAPBN Perubahan. diseminasi dan publikasi hasil kajian. (4) Subbidang Neraca Pembayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. serta dukungan administrasi Pusat. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1857 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian mempunyai tugas melaksanakan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. . jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perbankan dan suku bunga.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan pasar modal. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. (3) Subbidang Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. pengembangan model suku bunga. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. pengembangan model dan proyeksi perkembangan pasar modal. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. pemantauan. RAPBN Perubahan. (2) Subbidang Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan proyeksi perkembangan perbankan dan suku bunga. pengembangan model dan proyeksi perkembangan inflasi dan nilai tukar. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.520 - Pasal 1856 (1) Subbidang Harga melakukan penyiapan bahan analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang neraca pembayaran. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. pengembangan model dan proyeksi perkembangan neraca pembayaran. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang inflasi dan nilai tukar. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. dan pengendalian inflasi. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.

Bidang Data Ekonomi Makro serta Administrasi Pengkajian menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal Pasal 1861 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis. keuangan. c. Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro. dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. Pasal 1860 (1) Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. b. sosial. rumah tangga. Pengembangan aplikasi serta pengelolaan basis data ekonomi makro. (3) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan.. kearsipan. Subbidang Program Pengkajian. keuangan. serta diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. dan dukungan pemerintah. Pelaksanaan tata kelola pusat. perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. perumusan rekomendasi. Pasal 1859 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian terdiri dari: a. .521 Pasal 1858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1857. (2) Subbidang Program Pengkajian mempunyai tugas melakukan perencanaan. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi hasil pengkajian. c. d. kepegawaian. perencanaan program pengkajian. Pelaksanakaan diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. Pasal 1862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1861. Subbidang Tata Kelola. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. BUMN. b. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama.

Bidang Analisis Risiko Ekonomi. c. e. Bidang Analisis Risiko BUMN. keuangan dan sosial. pelaksanaan tata kelola Pusat. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. keuangan. f. penyiapan bahan. Pasal 1863 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. BUMN dan dukungan pemerintah. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. b. g. f. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. analisis dan evaluasi terhadap kelayakan permintaan dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. d. Pasal 1865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1864. perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. restrukturisasi dan privatisasi BUMN. . jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang pengelolaan risiko fiskal. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. c.522 b. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. c. sosial. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal.. penyertaan modal negara. Pasal 1864 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. d. Keuangan dan Sosial. risiko BUMN dan risiko dukungan pemerintah. b. e. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. Kelompok Jabatan Fungsional.

c. Subbidang Risiko Ekonomi. Bidang Analisis Risiko Ekonomi. analisis risiko ekonomi. d. keuangan dan sosial. keuangan dan sosial. perjanjian kerja sama kelembagaan dan koordinasi dengan instansi terkait. Pasal 1869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1868. .. serta perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. (3) Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko dukungan pemerintah. keuangan dan sosial. politik dan hukum.523 Pasal 1866 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. Pasal 1870 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. c. Subbidang Risiko BUMN. Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang. keuangan dan sosial. Subbidang Risiko Sosial. Subbidang Kerja Sama Kelembagaan. Pasal 1868 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. Politik dan Hukum. c. Keuangan dan Sosial terdiri dari: a. Keuangan dan Sosial. (2) Subbidang Risiko BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko BUMN. evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. keuangan dan sosial. (4) Subbidang Kerja Sama Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan negosiasi. Pasal 1867 (1) Subbidang Risiko Ekonomi. pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. d. b. Subbidang Risiko Ekonomi. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. risiko keuangan dan pengelolaan utang. b. Keuangan dan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. b. serta risiko sosial. pengumpulan dan pengolahan data risiko ekonomi. Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah.

d. c. . (3) Subbidang Risiko Sosial. Percetakan dan Penerbitan. Subbidang BUMN Jasa Keuangan. Subbidang BUMN Agro Industri. restrukturisasi dan privatisasi. (2) Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Konstruksi dan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. jasa konstruksi dan jasa lainnya. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. penyertaan modal negara. Kehutanan. politik dan hukum. Pasal 1875 (1) Subbidang BUMN Jasa Keuangan. penyiapan bahan analisis dan evaluasi.. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN yang mempengaruhi APBN. Konstruksi dan Jasa Lainnya. restrukturisasi dan privatisasi BUMN. d. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko sosial. Subbidang BUMN Pertambangan. Pasal 1872 Bidang Analisis Risiko BUMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal kinerja BUMN. Energi dan Telekomunikasi. b. Pasal 1873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1872. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata. Politik dan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyertaan modal negara. Kertas. Pasal 1874 Bidang Analisis Risiko BUMN terdiri dari: a. pengumpulan dan pengolahan data risiko BUMN. b. pengembangan model analisis pengelolaan risiko BUMN. c. Bidang Analisis Risiko BUMN menyelenggarakan fungsi: a.524 Pasal 1871 (1) Subbidang Risiko Ekonomi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko keuangan dan pengelolaan utang. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN jasa keuangan. Industri Strategis. pelaksanaan Public Service Obligation.

b. Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi. kehutanan.. Pasal 1876 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah serta melaksanakan analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. d. industri strategis. Percetakan dan Penerbitan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pengembangan model analisis pengelolaan risiko dukungan pemerintah. Industri Strategis. (4) Subbidang BUMN Pertambangan. pemantauan perkembangan proyek yang mendapatkan dukungan pemerintah. c. kertas. Pasal 1878 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah terdiri dari: a. Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan proyek infrastruktur sebelum perjanjian kerja sama ditandatangani. Subbidang Risiko Infrastruktur Energi.525 (2) Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Kertas. b. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN logistik dan pariwisata. Kehutanan. pengumpulan dan pengolahan data risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. Pasal 1877 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1876. (3) Subbidang BUMN Agro Industri. . energi dan telekomunikasi. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN agro industri. Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya. d. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. c. percetakan dan penerbitan. e. f. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN pertambangan. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. Energi dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data.

d. pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal.526 - Pasal 1879 (1) Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur energi yang mendapat dukungan pemerintah. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. analisis dan evaluasi. Pasal 1880 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan peraturan. analisis dan evaluasi. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur telekomunikasi dan lainnya yang mendapat dukungan pemerintah. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur jalan tol yang mendapat dukungan pemerintah. kodifikasi peraturan dan perjanjian. b. serta pelaksanaan dukungan administrasi pusat. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur transportasi yang mendapat dukungan pemerintah. dan pengelolaan data di bidang pengelolaan risiko fiskal. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. c. analisis dan evaluasi. (2) Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. (3) Subbidang Risiko Infrastruktur Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis dan evaluasi.. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. (4) Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. pelaksanaan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. . pengembangan model analisis pengelolaan risiko. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. Pasal 1881 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1880.

d. dan evaluasi dalam rangka integrasi ekonomi ASEAN. rumah tangga. evaluasi. analisis. analisis. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan tata persuratan. dan ASEAN+Mitra Wicara. dan kepegawaian serta penyusunan rencana kerja dan laporan Pusat. Pasal 1885 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1884. Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal. dan liberalisasi sektor jasa. c. ASEAN. (3) Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal. dan pemantauan kerja sama internasional serta menjadi focal point kebijakan internasional di bidang ekonomi. pelaksanaan.527 Pasal 1882 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. keuangan. . perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan interregional. keuangan. Subbidang Penyusunan Peraturan. analisis. (2) Subbidang Kodifikasi mempunyai tugas melakukan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. ASEAN+3. kearsipan. b. Bagian Kedelapan Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional Pasal 1884 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Tata Kelola.. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. bilateral dan multilateral. pelaksanaan. Pasal 1883 (1) Subbidang Penyusunan Peraturan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. b. Subbidang Kodifikasi. evaluasi. koordinasi.

dan pemantauan kerja sama di bidang sektor jasa ASEAN. analisis. analisis. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). serta pengelolaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. WTO. lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dan lembaga nonpemerintah interregional. evaluasi. APEC. dan penyusunan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. e. Mitra ASEAN. dan penyertaan modal pemerintah pada organisasiorganisasi internasional. perumusan rekomendasi kebijakan. d. evaluasi. i. evaluasi keanggotaan. Bidang Kerja Sama Multilateral. Pasal 1888 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1887. dan evaluasi dalam rangka kerja sama surveillance internasional. evaluasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah. analisis. f. Bidang Kerja Sama Interregional. dan forum Asia Pasifik lainnya. b. kontribusi. perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan negosiasi (offer-request) sektor jasa. analisis. pelaksanaan. evaluasi.528 c. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa. wakil Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. pelaksanaan. e. keuangan dan nonkeuangan internasional. pelaksanaan. . f. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. Pasal 1886 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional terdiri dari: a. pelaksanaan tata kelola Pusat. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bilateral. pemantauan. dan pejabat senior keuangan. pelaksanaan. d.. analisis. Kelompok Jabatan Fungsional. h. Bidang Kerja Sama Interregional menyelenggarakan fungsi: a. Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). Pasal 1887 Bidang Kerja Sama Interregional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional. g. Bidang Kerja Sama Bilateral. c. pemantauan dan evaluasi kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi.

evaluasi. (2) Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. serta kunjungan misi luar negeri. evaluasi. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). d. perumusan rekomendasi kebijakan. c. evaluasi. Pasal 1890 (1) Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. analisis. dan mengkoordinir usulan proyek yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dari hibah luar negeri. wakil Menteri Keuangan. . analisis. dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. (4) Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. analisis. Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). pelaksanaan. analisis. dan laporan kegiatan-kegiatan KTLN. Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri . b. dan forum interregional lainnya. dan forum interregional lainnya.529 b. melakukan pengurusan dokumen ke luar negeri. dan Forum Interregional Lainnya. evaluasi. pelaksanaan. serta grant/hibah luar negeri yang telah disetujui donor. wakil Menteri Keuangan. evaluasi. pelaksanaan. dan pemantauan tenaga ahli asing dan bantuan peralatan dalam rangka kerja sama teknik luar negeri. Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. dan pejabat senior keuangan (Senior Finance Officer Meeting/SFOM). dan Forum Interregional Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan dalam rangka kerja sama teknis dan misi luar negeri. pelaksanaan. d. pelaksanaan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. pelaksanaan. koordinasi. c. evaluasi. dan pemantauan kerja sama bantuan teknik yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dengan hibah dari pemerintah dan lembaga nonpemerintah negara lain.. Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) lainnya. (3) Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1889 Bidang Kerja Sama Interregional terdiri dari: a. dan forum Asia Pasifik lainnya. dan pemantauan pengiriman/penyeleksian pendidikan dan pelatihan luar negeri yang dibiayai sebagian/seluruhnya dari grant/hibah luar negeri dalam rangka kerja sama teknik dengan negara maju maupun negara berkembang dan lembagalembaga internasional/asing. maupun organisasi internasional. Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik. wakil Menteri Keuangan (Finance Minister Process/FMP) dan Gubernur Bank Sentral. evaluasi. analisis. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. perumusan rekomendasi kebijakan. melakukan monitoring. evaluasi.

Malaysia. dan kelompok kerja. pelaksanaan. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. keuangan. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). Pasal 1893 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional terdiri dari: a. . kerja sama ekonomi dan keuangan dengan Mitra ASEAN lainnya. koordinasi. d. pelaksanaan. evaluasi. keuangan. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. Deputi Menteri Keuangan. Malaysia. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. Malaysia. dan ASEAN+Mitra Wicara. c. dan nonkeuangan internasional. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. analisis. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). b. evaluasi.. Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional. Subbidang Kerja Sama ASEAN. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. c. b. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). serta pemantauan anggaran Sekretariat ASEAN dan kerja sama lembaga ASEAN lainnya. East Asia Summit (EAS). Indonesia. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah di kawasan ASEAN. dan kelompok kerja. Brunei Darussalam. perumusan rekomendasi kebijakan. Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). koordinasi. ASEAN+3. dan nonkeuangan internasional.530 - Pasal 1891 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. evaluasi. Pasal 1892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1891. analisis. dan kerja sama subregional ASEAN lainnya. Indonesia. analisis. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. serta kerja sama pemantauan ekonomi. d. evaluasi. Asia Cooperation Dialogue (ACD). analisis. koordinasi.

keuangan. . Pasal 1895 Bidang Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. dan nonkeuangan internasional. Indonesia. Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). pelaksanaan. Pasal 1896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1895. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. analisis. koordinasi. koordinasi. Malaysia. dan nonkeuangan internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. Bidang Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). Brunei Darussalam. analisis.. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. serta pembahasan dan negosiasi anggaran Sekretariat ASEAN dan lembaga ASEAN lainnya. (4) Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Coordinating Committee on Services (CCS).531 Pasal 1894 (1) Subbidang Kerja Sama ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan menjadi focal point/Liaison Officer (LO) berkenaan dengan kerja sama internasional. pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). pelaksanaan. kerja sama forum Pertemuan Asia Timur. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. evaluasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. Indonesia. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. evaluasi. koordinasi. koordinasi. Malaysia. analisis. dan kelompok kerja. pelaksanaan. koordinasi. analisis. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan pemerintah negara-negara sahabat. analisis. Deputi Menteri Keuangan. dan kelompok kerja. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). dan lainnya. perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. (3) Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. serta dukungan administrasi pusat. evaluasi. keuangan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dengan seluruh negara-negara sahabat. evaluasi. Malaysia. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). (2) Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Asia Cooperation Dialogue (ACD). evaluasi.

menyusun rencana kerja. analisis. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan. kepegawaian. kearsipan. analisis. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional. d. c. koordinasi. analisis. analisis. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. koordinasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama lembaga keuangan Japan Bank for International Cooperation (JBIC). pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. evaluasi. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan lembaga lainnya di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. keuangan dan nonkeuangan internasional. d. Pasifik dan Afrika. (3) Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah negaranegara sahabat. koordinasi. Pasal 1897 Bidang Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a. (2) Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Tata Kelola.532 b. evaluasi. evaluasi. koordinasi. . koordinasi. rumah tangga. b. koordinasi. Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika. OECD. keuangan dan nonkeuangan internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. analisis. e. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional.. evaluasi. evaluasi. dan laporan Pusat. Pasal 1898 (1) Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. analisis. c. Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. pelaksanaan dukungan administrasi pusat. dan lembaga lainnya di kawasan Eropa dan Amerika. keuangan. Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional.

d.. b. evaluasi.533 Pasal 1899 Bidang Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1901 Bidang Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. dan agenda PBB lainnya. perumusan rekomendasi kebijakan. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). dan organisasi keuangan multilateral lainnya. Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods. World Summit for Sustainable Development (WSSD). perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. Bidang Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI. evaluasi. Pasal 1900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1899. koordinasi. Islamic Development Bank (IDB). d. evaluasi. Organisasi Konferensi Islam (OKI). pelaksanaan dan pemantauan kerja sama pada forum United Nation for Development Programs (UNDP). serta menjadi focal point bagi kerja sama lembaga-lembaga keuangan multilateral. evaluasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan multilateral. koordinasi. c. . pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan lembaga internasional lainnya dan antar negara berkembang. koordinasi. Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP). analisis. Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). analisis. koordinasi. kontribusi. evaluasi. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. kontribusi. evaluasi. c. dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. analisis. pengkajian status keanggotaan. analisis. e. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. koordinasi. koordinasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum multilateral lainnya. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Asian Development Bank (ADB). dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Institusi Bretton Woods. pelaksanaan dan pemantauan yang berkaitan dengan status keanggotaan. f. Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional. b.

World Food Program (WFP). Mitra ASEAN. koordinasi. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). dan bilateral. koordinasi. APEC. United Nation for Development Programs (UNDP). dan nonkeuangan internasional. ICSID). perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. Kelompok 15 (G15). ASEAN. IDA. IEC. analisis. serta agenda PBB dan forum multilateral lainnya. Kelompok G8. . dan OKI. APEC dan Bilateral. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). analisis. Common Fund for Commodities (CFC). evaluasi. evaluasi. (2) Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. ICD). evaluasi. serta organisasi keuangan multilateral lainnya. keuangan. dan Economic and Social Council (ECOSOC). MIGA. serta kerja sama International Fund for Agriculture Development (IFAD). Kelompok Bank Pembangunan Islam/BPI (IDB. koordinasi. evaluasi. ASEAN. (3) Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. serta USAID. Developing Eight (D8). IFC. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Bank Pembangunan Asia/ADB. World Summit for Sustainable Development (WSSD). Financial Stability Forum (FSF). dan pelaksanaan kerja sama internasional serta negosiasi atas offer-request pada forum WTO. analisis. Food and Agriculture Development (FAO). Bidang Kerja Sama Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1903 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1903. Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP). koordinasi. analisis. ITFC. koordinasi. (4) Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan atas kebijakan kerja sama internasional dalam forum internasional sektor jasa dan menyediakan data/informasi hasil negosiasi pada forum WTO. serta kesepakatan kerja sama ekonomi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan International Monetary Fund (IMF). pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Kelompok 20 (G20). Kelompok 24 (G24). pemantauan.534 Pasal 1902 (1) Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Mitra ASEAN. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) FUND. analisis. kontribusi dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasiorganisasi internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan yang berkaitan dengan status keanggotaan. analisis.. kelompok Bank Dunia (IBRD. evaluasi.

dan pelaksanaan kerja sama jasa nonkeuangan ASEAN. penyiapan fasilitasi penyelenggaraan pertemuan Coordinating Committee on Services (CCS) di Indonesia setiap tahun. kesehatan. (2) Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (3) Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra Free Trade Area (FTA) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. APEC. pemantauan perkembangan liberalisasi sektor jasa keuangan dan nonkeuangan kerja sama WTO. Mitra ASEAN. . wakil delegasi Indonesia pada forum perundingan internasional sektor jasa. Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO. evaluasi. ASEAN. dan bilateral. evaluasi. koordinasi. pemantauan. telekomunikasi. evaluasi. dengan stakeholders untuk penyusunan offer-request dan posisi sektor jasa d. Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral. Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra FTA. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan. Mitra ASEAN. pelaksanaan dan pemantauan dengan stakeholder terkait atas kebijakan sektor jasa forum WTO. dan pelaksanaan kerja sama jasa mitra Free Trade Area (FTA) serta koordinasi sektor jasa pariwisata. ASEAN. d. analisis. analisis. koordinasi. c. evaluasi. koordinasi Indonesia.. dan pelaksanaan kerja sama jasa APEC dan bilateral serta koordinasi sektor-sektor jasa lainnya. Pasal 1906 (1) Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.535 b. e. b. pemantauan. Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa. analisis. analisis. dan transportasi udara. koordinasi. dan pelaksanaan kerja sama jasa keuangan WTO serta koordinasi jasa sektor keuangan. analisis. evaluasi. pemantauan. (4) Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. e-Commerce. c. serta publikasi dan diseminasi hasil negosiasi sektor jasa. Pasal 1905 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa terdiri dari: a. APEC. pemantauan. dan bilateral.

. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Badan. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1908 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.536 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1907 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. lembaga pemerintah.537 BAB XIV BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1909 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang selanjutnya dalam Keputusan ini disingkat BPPK mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. f. pelatihan dan penataran di bidang keuangan negara. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. b. b. evaluasi. dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan. c. pelatihan dan penataran dengan lembaga pendidikan dalam dan luar negeri. Sekretariat Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Pasal 1910 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: a. dan lembaga internasional. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. . pelaksanaan administrasi Badan. penelaahan. e. koordinasi pelaksanaan kerjasama pendidikan. d.