SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100/PMK.

01/2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN

MENTERI KEUANGAN,

Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Departemen Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan;

Mengingat

:

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005;

Memperhatikan

:

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat Nomor B/1697/M.PAN/7/2008 tanggal 7 Juli 2008;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN.

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Keuangan merupakan unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh seorang Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang keuangan dan kekayaan negara; pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawabnya; pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara; penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang keuangan dan kekayaan negara kepada Presiden.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;

-3h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Pengembangan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Pembinaan Umum Pengelolaan Kekayaan Negara; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan.

m. Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional;

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen Keuangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Departemen Keuangan; penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen Keuangan; penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator, Kementerian Negara, Departemen lain, Lembaga Pemerintah Non Departemen, dan lembaga lain yang terkait;

-4d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Hubungan Masyarakat; Biro Perlengkapan; Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 8 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan program dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Departemen, penyusunan anggaran Departemen, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen;

-5c. d. e. f. pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen; pelaksanaan akuntansi anggaran Departemen serta pelaporan keuangan Departemen; perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 10 Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Perencanaan Program; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 11 Bagian Perencanaan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek, dan strategik Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan dan kinerja Departemen. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Bagian Perencanaan Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional di lingkungan Departemen; penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerja sama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Program I;

b.

c.

-6b. c. d. Subbagian Perencanaan Program II; Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral; Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 14 (1) Subbagian Perencanaan Program I mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan Program II mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerjasama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 15 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Departemen; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Pembiayaan dan Perhitungan) Departemen; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 17 Bagian Penganggaran terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran I;

-7b. c. d. Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 18 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 19 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan bahan dan penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Departemen; verifikasi dokumen permintaan pembayaran lingkup Sekretariat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran; penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus.

-8-

Pasal 21 Bagian Perbendaharaan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan; Subbagian Verifikasi Perbendaharaan; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 22 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pemberian dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penyiapan bahan penyusunan pedoman pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) Subbagian Verifikasi Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian terhadap dokumen permintaan pembayaran, penerbitan surat perintah pembayaran dan penetapan SKPP, penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan, penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan, dan pembuatan tanggapan dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 23 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Departemen. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal;

-9b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Departemen Keuangan; penyusunan laporan keuangan Departemen meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Departemen; penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 25 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 26 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan

- 10 pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Departemen Keuangan. Pasal 27 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan dengan menggunakan pendekatan manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Bagian Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi sistem manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 29 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama II; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama III; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama IV. Pasal 30 Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I, II, III, dan IV masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data, analisis, dan penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi serta penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi konsep manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.

Bagian Keempat

- 11 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 31 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen.

Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 33 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 34 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 35

c. d.

- 12 -

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 36 Bagian Organisasi I terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; Subbagian Organisasi IC. Pasal 37 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 38 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi;

- 13 b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 40 Bagian Organisasi II terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; Subbagian Organisasi IIC.

Pasal 41 Subbagian Organisasi IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 42 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42, Bagian Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan laporan akuntabilitas kinerja; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja;

b.

- 14 c. d. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 44 Bagian Ketatalaksanaan I terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Ketatalaksanaan IA; Subbagian Ketatalaksanaan IB; Subbagian Ketatalaksanaan IC; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 45 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja, serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas rumah tangga Biro. Pasal 46 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46, Bagian Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: melakukan urusan tata usaha dan

koordinasi. c. penelaahan. Bagian Ketatalaksanaan II terdiri dari: a. koordinasi. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. . Badan Kebijakan Fiskal. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan monitoring jabatan fungsional. Pasal 49 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. sistem administrasi umum. analisis. analisis. pengumpulan dan pengolahan data. evaluasi. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. b. b. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. penyiapan bahan pembinaan. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. penelaahan. tata laksana pelayanan publik. Pasal 50 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Pasal 48 b. koordinasi. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a.15 a. dan penyiapan pembinaan. Inspektorat Jenderal. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. IIB. tata laksana pelayanan publik. evaluasi. dan penyiapan bahan pembinaan. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. dan analisis jabatan fungsional. c. penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. sistem administrasi umum. evaluasi. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengumpulan dan pengolahan data. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen.. evaluasi. koordinasi. dan monitoring sistem dan prosedur kerja.

perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Subbagian Jabatan Fungsional III. b. serta pengelolaan perpustakaan hukum. koordinasi. perusahaan. .16 Pasal 52 Bagian Jabatan Fungsional terdiri dari: a.. lelang. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. evaluasi. II. c. Biro Hukum a. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Jabatan Fungsional I. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 54 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. dan penyiapan bahan pembinaan. kepabeanan dan cukai. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. Pasal 53 Subbagian Jabatan Fungsional I. c. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis. b. perbendaharaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. penelaahan. Subbagian Jabatan Fungsional II. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. dan penerimaan negara bukan pajak.

b. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 56 Biro Hukum terdiri dari: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Hukum Anggaran.17 d. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. Perimbangan Keuangan. e. Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. f. b. kepabeanan dan cukai. d. Perusahaan. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. e. Perbendaharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. dan Informasi Hukum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. Subbagian Hukum Pajak I. Pasal 57 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. . Bagian Hukum Kekayaan Negara. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. Subbagian Hukum Pajak II. Pasal 59 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri dari: a. b. f. c.

penyidikan dan pencegahan penyelundupan. pemberian uang ganjaran. Pasal 60 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. Pajak Pertambahan Nilai. perimbangan keuangan. d. dan Pajak Penghasilan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. dan penerimaan negara bukan pajak. Perimbangan Keuangan. Subbagian Hukum Kepabeanan II. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. Perbendaharaan. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. Pajak Tidak Langsung Lainnya. Bagian Hukum Anggaran. Pajak Bumi dan Bangunan. keberatan dan banding. Perbendaharaan. Perimbangan Keuangan. Subbagian Hukum Kepabeanan I. Pasal 61 Bagian Hukum Anggaran. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran.18 c. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. . pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk.

Pasal 63 Bagian Hukum Anggaran.19 b. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan masalah anggaran terkait lainnya. penyusunan Nota Keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. Perbendaharaan. terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-P Nias. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. d.. penerusan pinjaman luar negeri kepada (2) . dan dana alokasi khusus. dan rancangan APBN Perubahan. Subbagian Hukum Anggaran. Subbagian Hukum Perbendaharaan. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. dana alokasi umum. dana tugas pembantuan. c. b. Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. dana bagi hasil sumber daya alam. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. anggaran Badan Layanan Umum. d. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. Perimbangan Keuangan. Pasal 64 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). c. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak.

serta menyelenggarakan dokumentasi. Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. dan perusahaan. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. .. lelang.20 pemerintah daerah. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. Perusahaan. akuntansi dan pelaporan keuangan. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. dan diseminasi hukum. pengelolaan dana investasi. kekayaan negara lainnya. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. kekayaan negara yang dipisahkan. (4) Pasal 65 Bagian Hukum Kekayaan Negara. b. (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. informasi. Perusahaan. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). piutang negara. Bagian Hukum Kekayaan Negara. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya.

pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. c. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan di bidang tugas Departemen. Pasal 68 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. Lembaga Penyiaran Publik. terdiri dari: a. d. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. d. Badan Hukum Pendidikan. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang.. e. dan menengah.21 c. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. Pasal 67 Bagian Hukum Kekayaan Negara. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Departemen. penyiapan bahan pustaka hukum. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang- (2) (3) . termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. dan Informasi Hukum. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. Perusahaan. diseminasi hukum. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. mikro. f. b.

d. (4) Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. pinjaman dan hibah luar negeri. b. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. Pasal 69 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. c. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara. Pasal 71 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri dari: a. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.. penyiapan bahan pustaka hukum. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. dan derivatif terkait dengan surat utang negara. Pasal 72 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. .22 undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. pengelolaan perpustakaan hukum. dan pembiayaan syariah. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Departemen dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen. diseminasi hukum. Subbagian Tata Usaha Biro.

dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. lembaga keuangan bukan bank. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam . dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya.. dana pensiun. (3) (4) Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. jasa pembiayaan. perjanjian internasional. lembaga penjaminan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. asuransi. b.23 (2) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). c. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. pasar modal. pengkoordinasian. Pasal 73 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah.

Pasal 76 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. dan perjanjian internasional. Pasal 75 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri dari: a. Subbagian Hukum Perjanjian. b. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. d. promosi dan kerjasama investasi.. dan lembaga pembiayaan. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. lembaga penjaminan. dana pensiun. dan jasa keuangan lainnya. (2) (3) (4) Bagian Keenam . termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. regional. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. dan pasar modal. c. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. kewajiban kontinjensi. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. perjanjian internasional. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). perjanjian perlindungan.24 rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional.

sengketa Internasional. dan Kepegawaian. pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. memberikan bantuan hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 79 Biro Bantuan Hukum terdiri dari: a. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. Bank Dalam Likuidasi (BDL). Bagian Bantuan Hukum II. Bagian Bantuan . Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. c. Bagian Bantuan Hukum I. b. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Arbitrase. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta Sengketa Internasional dan Arbitrase. b. c. pendapat hukum.. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. Pasal 80 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. Bagian Bantuan Hukum III. d.25 Biro Bantuan Hukum Pasal 77 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum.

pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dalam penanganan perkara. Pasal 82 Bagian Bantuan Hukum I terdiri dari: a. tata usaha negara. Bagian Bantuan . Subbagian Bantuan Hukum IC. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. pendampingan kepada para pejabat. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pra peradilan. pendampingan kepada para pejabat.26 b. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal Pasal 84 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Subbagian Bantuan Hukum IB. sengketa pajak. c. mantan pejabat. b. b. Subbagian Bantuan Hukum IA. d. Pasal 83 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. niaga. mantan pejabat. c. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum.. Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pendampingan kepada para mantan pejabat. IB. perdata. agama. IC. pejabat. dan pegawai Departemen yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum ID. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk.

mantan pejabat. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional.27 c. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. d. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pegawai. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. pejabat. Bagian Bantuan . Subbagian Tata Usaha Biro. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Pasal 87 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. dan Kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. perdata. tata usaha negara. Arbitrase. b. sengketa pajak. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. d. pendampingan kepada para pejabat.. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. c. Subbagian Bantuan Hukum IIB. Subbagian Bantuan Hukum IIA. sengketa Internasional. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. niaga. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. Subbagian Bantuan Hukum IIC. dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Pasal 86 Bagian Bantuan Hukum II terdiri dari: a. Pasal 88 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. mantan pejabat. b. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). IIB.

sengketa Internasional. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. IIIC. tata usaha negara. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. Arbitrase. pra peradilan. pendampingan kepada para pejabat. Arbitrase. penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. pelaksanaan pengadaan. Subbagian Bantuan Hukum IIID. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. dan Kepegawaian. Pasal 90 Bagian Bantuan Hukum III terdiri dari: a. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan Kepegawaian.28 c. mantan pejabat. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. penyusunan formasi. b. niaga. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. sengketa pajak. Biro SDM menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. Pasal 91 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. perdata. d. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 92 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. sengketa Internasional. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri . serta dalam penanganan perkara. c. IIIB.

f. c. dan pengelolaan kesejahteraan pegawai. Rencana Kerja. Pasal 95 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. Pasal 94 Biro SDM terdiri dari : a. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : a. b. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. penyelesaian mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. c. b. e. Rencana Kerja .. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun. d. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum. pemberhentian pegawai. pengembangan sumber daya manusia Departemen Keuangan. pengadaan pegawai. penyelesaian administrasi umum. dan pelayanan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Departemen Keuangan. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. f. formasi. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan.29 Sipil/Pegawai Negeri Sipil. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis. serta pelaksanaan evaluasi kegiatan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. pengembangan. pengelolaan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian.

30 Tahunan. Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia. Pasal 97 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. Subbagian Formasi dan Penyaringan. Pasal 99 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center dan psikotes serta penyiapan mutasi jabatan pegawai. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. Penetapan Kinerja. Penetapan Kinerja. (3) Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penempatan pegawai baru. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. b. serta evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan.. pengembangan standar dan pengawasan kinerja. pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil. Pasal 98 (1) Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : . penyiapan pengalokasian pegawai baru. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. koordinasi pendidikan dan pelatihan. b. pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil. Rencana Kerja Tahunan. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. (2) Subbagian Formasi dan Penyaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. c. Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia. dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. pemberian penghargaan dan tanda jasa. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Rencana Kerja. c.

b. Subbagian Assessment Center. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. pemantauan. pelaksanaan assessment center dan psikotes. pengembangan. serta mutasi jabatan fungsional. d. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I masing-masing dan penyiapan bahan pelaksanaan psikotes. penyiapan mutasi jabatan dan koordinasi pembinaan pola karir di lingkungan Departemen. c. Pasal 101 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. pengembangan dan evaluasi sistem assessment center dan psikotes. Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai. b. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. penyiapan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. (2) Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan mutasi jabatan struktural eselon I. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. pengembangan. dan pengawasan standar kinerja.31 a. d. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. dan pengaturan status kepegawaian. dan pemberian penghargaan dan tanda jasa. c. Pasal 102 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan assessment center terhadap pejabat eselon II dan III di lingkungan Departemen Keuangan. serta pemberian penghargaan dan tanda jasa. (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan riset. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. dan eselon IV di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pengawasan standar kinerja. Pasal 103 . II.. dan III di lingkungan Departemen Keuangan. pemantauan. e. penyusunan rencana kebutuhan. penyusunan rencana kebutuhan. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. penyiapan riset.

32 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembangunan dan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Departemen Keuangan serta pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan.. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. b. b. pemeliharaan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data kepegawaian. dan pemantauan perangkat keras. pemeliharaan. dan sarana pendukung komputer lainnya. Pasal 105 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. lunak. Subbagian Integrasi Data. Pasal 106 (1) Subbagian Integrasi Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan penyiapan bahan penyusunan petunjuk operasional standardisasi basis data. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data. Subbagian Pengelolaan Basis Data. (3) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik pegawai. pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. d. d. Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. serta penggunaan. penyiapan petunjuk operasional penerapan standardisasi basis data. pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. c. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. Subbagian Naskah dan Dokumentasi. dan sarana pendukung komputer lainnya. c. lunak. dan pemantauan perangkat keras. (4) Subbagian Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. serta penggunaan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan statistik pegawai. .

pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Banten. b. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I. dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV.33 - Pasal 107 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun mempunyai tugas melaksanakan mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. dan usul pensiun pegawai. pensiun janda/duda. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Anggaran. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. (2) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. dan usul pensiun pegawai. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. pensiun janda/duda.. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. d. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. b. c. Pasal 109 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun terdiri dari : a. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III. (3) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. Jawa . Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta. penyiapan pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun dan usul pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Sumatera. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Pasal 110 (1) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. dan Badan Kebijakan Fiskal. dan usul pensiun pegawai. Pasal 108 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. pensiun janda/duda. penyiapan mutasi pangkat di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. (4) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. Subbagian Penegakan Disiplin II. Pasal 113 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum terdiri dari : a. b. Sulawesi. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. c. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Jawa Tengah. pensiun janda/duda. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. Bali dan Nusa Tenggara. c. Jawa Timur. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai.. Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum. Subbagian Penegakan Disiplin I. d. d. dan mengelola kesejahteraan pegawai serta penyelesaian administrasi umum. pengelolaan kesejahteraan pegawai. penyiapan penyelesaian administrasi umum kepegawaian. Pasal 114 (1) Subbagian Penegakan Disiplin I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. b. Pasal 111 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. penegakan disiplin. dan Papua. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro SDM. Maluku. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kalimantan. penegakan disiplin. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. DI Yogyakarta. . Subbagian Tata Usaha Biro. dan usul pensiun pegawai.34 Barat.

35 penegakan disiplin. melaksanakan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara dan mengelola opini publik dalam rangka mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat. mengelola perpustakaan departemen. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kesejahteraan pegawai dan penyelesaian administrasi umum kepegawaian.. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan program komunikasi publik secara terpadu dan berkelanjutan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. serta menyiapkan penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. penegakan disiplin. b. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran. Inspektorat Jenderal. c. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. penyebarluasan langkah dan kebijakan fiskal serta hasil pelaksanaannya kepada publik. mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2) Subbagian Penegakan Disiplin II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Bagian Kedelapan Biro Hubungan Masyarakat Pasal 115 Biro Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program komunikasi publik. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Jenderal Pajak. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan negara. analisis. Badan Kebijakan Fiskal. . dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. Biro Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. d.

dan peningkatan partisipasi publik. desk informasi dan call center. d.36 e. penyelenggaraan penerbitan. organisasi kemasyarakatan. Bagian Komunikasi Media dan Internasional. f. evaluasi program komunikasi publik. komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. Kelompok Jabatan Fungsional. lembaga pemerintah. dan organisasi profesi. Pasal 118 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan. lembaga pemerintah. f. Bagian Perpustakaan. Komisi-Komisi Negara. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. Pemerintah Daerah. j. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. l. . b. g. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. publikasi elektronik. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).. pengelolaan serta layanan perpustakaan. Kementerian Negara. Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). h. Bank Indonesia (BI). k. e. pengembangan. i. Mahkamah Konstitusi (MK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bagian Publikasi dan Layanan Informasi. perencanaan. Mahkamah Agung (MA). Pasal 117 Biro Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. Bagian Manajemen Opini Publik. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta fasilitasi penyelenggaraan rapat dan pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. c.

penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Mahkamah Konstitusi (MK). . Kementerian Negara. Bank Indonesia (BI). Mahkamah Agung (MA). pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan fiskal kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Konstitusi (MK). c. Mahkamah Konstitusi (MK). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemerintah Daerah. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kementerian Negara. e. dan Bank Indonesia (BI). Mahkamah Konstitusi (MA). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kementerian Negara. Pemerintah Daerah. memberikan layanan informasi dan data. Bank Indonesia (BI). Komisi-Komisi Negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Departemen Keuangan di daerah pada masa reses persidangan. Pemerintah Daerah. Mahkamah Agung (MA). Komisi-Komisi Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). pengkomunikasian kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasal 120 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri dari: a. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasal 121 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas membina hubungan.37 b. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Lembaga Pemerintah Non Departemen c. menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Komisi-Komisi Negara. (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas membina hubungan. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). g. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. d. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). b. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I.. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Mahkamah Agung (MA). f. serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Kementerian Negara. Mahkamah Agung (MA). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Bank Indonesia (BI). memberikan layanan informasi dan data. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND).

Bagian Publikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 125 (1) Subbagian Publikasi Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan berkala. mengolah. c. penyiapan. (2) Subbagian Publikasi Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan website Departemen serta publikasi infomasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya. Pasal 122 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan dan publikasi elektronik. (3) Subbagian Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas menghimpun. penyiapan dan pengelolaan website departemen serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaanya.38 (LPND). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). . pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta pelayanan desk informasi dan call center. dan menyajikan data mengenai informasi keuangan dan kekayaan negara. Pemerintah Daerah. Subbagian Data dan Layanan Informasi. Subbagian Publikasi Elektronik. dan publikasi media luar ruang. f. Subbagian Publikasi Cetak. kebijakan fiskal d. b. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. penerbitan tidak berkala. penerbitan. menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. e. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. dan publikasi media luar ruang. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122. Pasal 124 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi terdiri dari: a. Komisi-komisi Negara. b.. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan bentuk publikasi elektronik lainnya. pelayanan desk informasi dan call center Departemen. c. (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas membina hubungan.

penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. c. perencanaan program berita. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center Departemen. Subbagian Komunikasi Media I. f. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. h. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. Pasal 126 Bagian Komunikasi Media dan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan dan komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa. dan surat pembaca. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. Pasal 129 (1) Subbagian Komunikasi Media I mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. dan kunjungan pers. keterangan pers. Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional. jumpa pers. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. penyiapan bahan. data. perencanaan. g. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. data. Subbagian Komunikasi Media II. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. pengkajian. b. dan edukasi pada media.. c. wawancara. data. tanggapan/bantahan. informasi. b. Bagian Komunikasi Media dan Internasional menyelenggarakan fungsi: a.39 dan hasil pelaksanaannya. artikel. advertorial. internasional dan media asing serta pemanfaatan rubrik dan program media. Pasal 128 Bagian Komunikasi Media dan Internasional terdiri dari: a. e. d. penyiapan . serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. penyusunan siaran pers. pelayanan informasi. i. data.

penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. (3) Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. pemantauan. penyiapan bahan. Pasal 132 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri dari: a. pelayanan informasi. serta edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. pelayanan unjuk rasa. Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik. Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik. penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Departemen. Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a.. c. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar. data. artikel. dan pelayanan informasi. keterangan pers. jumpa pers. kegiatan sosial budaya. serta perencanaan. dan kegiatan lainnya. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. (2) Subbagian Komunikasi Media II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. advertorial. c. tanggapan/bantahan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. dan penyusunan laporan perkembangan opini publik. dan kunjungan pers. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Departemen dan unit kerja eselon I di lingkungan Departemen. analisis. pengkajian. Pasal 133 . g. data. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. d. pembinaan hubungan. lokakarya. f. dan surat pembaca. b. Pasal 130 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas menyusun perencanaan dan program komunikasi publik. serta melakukan monitoring dan audit komunikasi. b. penyusunan siaran pers. melakukan edukasi publik. Subbagian Edukasi Publik. wawancara.40 dan penyelenggaraan liputan pers. e.

diskusi. Pasal 137 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program perpustakaan. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja Biro. Pasal 136 Bagian Perpustakaan terdiri dari: a.41 - (1) Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan perencanaan. Pasal 134 Bagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan perpustakaan. . DVD). penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan. pengembangan perpustakaan. c. h.. g. serta koleksi perpustakaan lainnya. b. f. b. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. (2) Subbagian Edukasi Publik mempunyai tugas mengoptimalkan dukungan publik melalui edukasi. penyusunan bibliografi. d. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya. pemberian rekomendasi komunikasi publik. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku. Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan. c. dan kegiatan sosial budaya serta menyusun bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan dan meningkatkan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain. pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. penyelenggaraan seminar. evaluasi. e. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work. serta pembuatan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan departemen. Subbagian Tata Usaha Biro. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. koleksi AV dan digital (CD. penyusunan program komunikasi publik departemen. dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal serta penyusunan laporan berkala pengembangan opini publik. analisis. (3) Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan pemantauan. sarasehan. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan institusi perpustakaan asing/internasional.

analisis dan penyusunan serta penyiapan pembinaan administrasi rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen. c. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 140 Biro Perlengkapan terdiri dari: a. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan unit yang membidangi perpustakaan di institusi dalam negeri. penyiapan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pemberian kode-kode berdasarkan pedoman. penyiapan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. layanan pengadaan secara elektronik departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. serta penyiapan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. b.. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138.42 - (2) Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan klasifikasi dan katalogisasi buku. c. pemeliharaan koleksi perpustakaan. . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelayanan pendaftaran anggota. e. Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 138 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. peminjaman/pengembalian bahan pustaka. penagihan dan reference work. Bagian Pengadaan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. Bagian Penyimpanan dan Distribusi. d. penyusunan bibliogragi/koleksi buku yang dimiliki.

Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I. (3) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea . c. serta koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. b. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan.43 d. b. penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. Pasal 144 (1) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. analisis dan penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pasal 143 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Anggaran. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.. penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. Direktorat Jenderal Pajak. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II. Pasal 141 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi. e. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III.

Direktorat Jenderal Anggaran. pelaksanaan. dan Gedung Keuangan Negara. b. b. d. d. perencanaan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. layanan pengadaan secara elektronik Departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. Badan Kebijakan Fiskal. perencanaan. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Subbagian Pengadaan I. perencanaan.. c. Subbagian Pengadaan II. dan pelaporan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan dan penyusunan petunjuk teknis pengadaan di lingkungan Departemen. pelaksanaan. Pasal 145 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. Inspektorat Jenderal. Pasal 148 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. pelaksanaan. pelayanan pengadaan secara elektronik Departemen. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. dan alat rumah tangga kantor pada unit Sekretariat Jenderal. c. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro.44 dan Cukai. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada . Subbagian Pengadaan III. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. barang cetakan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. serta pengadaan alat tulis kantor. Pasal 147 Bagian Pengadaan terdiri dari: a.

Bagian Penyimpanan dan Distribusi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Direktorat Jenderal Pajak. serta pengadaan barang inventaris kantor dan lain-lain pada unit Sekretariat Jenderal. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelaksanaan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang penatausahaan. b. Pasal 149 Bagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melaksanakan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan penerimaan. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. b. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. Pasal 152 c. Subbagian Distribusi. serta pengadaan bahan fotocopy dan bahan komputer pada unit Sekretariat Jenderal. perencanaan. Badan Kebijakan Fiskal.. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149.45 unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. (3) Subbagian Pengadaan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. Pasal 151 Bagian Penyimpanan dan Distribusi terdiri dari: a. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. c. pelaksanaan. Subbagian Penyimpanan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. . Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi. pelaksanaan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen.

46 (1) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. d. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II. Pasal 153 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta menyusun daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan pelaksanaan penghapusan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan. b. Pasal 156 (1) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Sekretariat bahan . Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV. (3) Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. Pasal 155 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan terdiri dari: a. (2) Subbagian Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang. c. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. penatausahaan. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III. penyimpanan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. b.

c. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Kantor Pusat Departemen Keuangan. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. (4) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perawatan dan kebersihan gedung. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Anggaran. serta melaksanakan keamanan dalam. b. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Pajak.. Badan Kebijakan Fiskal. perawatan pegawai. dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 157 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Departemen dan melaksanakan urusan tata usaha.47 Jenderal. rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. dan . dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penyimpanan pendistribusian barang.

Bagian Rumah Tangga II. f. penyusunan risalah. Bagian Rumah Tangga I. Bagian Tata Usaha Pimpinan. e. barang milik Negara. Bagian Rumah Tangga III. Pasal 160 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Departemen Keuangan. Pasal 162 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri dari: . serta pelaksanaan dan penatausahaan pembayaran. c. dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Departemen. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip. e. Bagian Tata Usaha Departemen. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. perbaikan redaksi. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160.48 d. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. penggandaan. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. b. dan penyusutan arsip. pencetakan. penyusunan jadwal retensi. Pasal 159 Biro Umum terdiri dari: a. f. b. serta urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. d.. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan barang milik negara. pengelolaan kendaraan dinas. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pemeliharaan instalasi. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri. reproduksi. d.

pengarahan. penyajian bahan. pelaksanaan urusan tata usaha.49 a. d. Pasal 163 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan. c. penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. perbaikan redaksi. Pasal 166 . Pasal 165 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. dan pencatatan/penomoran surat. b. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Subbagian Tata Usaha Persuratan. penyusunan risalah. penyajian bahan. Pasal 164 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas. pengiriman dan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen. d. pelaksanaan urusan protokol. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pelaksanaan urusan tata usaha. b. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. tamu asing dan akomodasi. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Departemen Keuangan. c. pemindahan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha. pemeliharaan. Subbagian Tata Usaha Biro. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. penyajian bahan. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi.. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. pendistribusian.

pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan. c.. rumah jabatan. pelaksanaan urusan perawatan pegawai. alat-alat laboratorium non inventaris. d. . pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. perlengkapan kerja dan sarana kerja Sekretariat Jenderal. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. penyajian bahan. bahan mikrografik. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. tamu asing dan akomodasi. penyajian bahan. Subbagian Tata Usaha Menteri. obat-obatan. b. Pasal 168 Bagian Rumah Tangga I mempunyai tugas melaksanakan urusan perawatan dan kebersihan gedung. Subbagian Protokol dan Akomodasi. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. perawatan pegawai. Pasal 169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. alat-alat laboratorium non inventaris. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. pengadaan. Pasal 167 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Bagian Rumah Tangga I menyelenggarakan fungsi: a. obat-obatan. penyimpanan. penyimpanan dan pendistribusian barang. perlengkapan kerja dan sarana kerja. serta melaksanakan keamanan dalam. bahan mikrografik. (3) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyajian bahan. b. pelaksanaan urusan kebersihan gedung/halaman. c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. melaksanakan penerimaan. pengadaan bahan cetak.50 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri dari: a. pertamanan. (4) Subbagian Protokol dan Akomodasi mempunyai tugas melakukan urusan protokol. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri.

penyimpanan. Pasal 173 . bahan mikrografik. c. Subbagian Perawatan Pegawai.. alat-alat laboratorium non inventaris. obatobatan. penatausahaan barang milik negara. Pasal 171 (1) Subbagian Urusan Dalam I mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. ramburambu lalu lintas. melaksanakan penerimaan. obat-obatan. Subbagian Keamanan Dalam. Pasal 172 Bagian Rumah Tangga II mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. pengadaan bahan cetak. alatalat laboratorium non inventaris. dan melaksanakan penatausahaan pembayaran. pakaian kerja dan kelengkapannya. pertamanan. pengurusan keamanan dalam kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. b. rambu-rambu lalu lintas.51 d. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. pencetakan dan penggandaan. Pasal 170 Bagian Rumah Tangga I terdiri dari: a. (2) Subbagian Urusan Dalam II mempunyai tugas melakukan urusan kebersihan gedung/halaman. (4) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. Subbagian Urusan Dalam II. (3) Subbagian Perawatan Pegawai mempunyai tugas urusan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Departemen beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. bahan mikrografik. rumah jabatan. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. d. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. pakaian kerja dan kelengkapannya. Subbagian Urusan Dalam I. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan.

Pasal 176 .. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (3) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. pengeluaran dan penatausahaan uang kas Departemen serta pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran. pelaksanaan urusan penerimaan. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. penjilidan. c. Pasal 174 Bagian Rumah Tangga II terdiri dari: a. Pasal 175 (1) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal serta melaksanakan pengelolaan dan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Departemen Keuangan dan secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran. b. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. d. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. pelaksanaan urusan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai serta pelaksanaan penatausahaan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. c. pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. penyimpanan. pengeluaran. penatausahaan uang kas Departemen dan pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran serta pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. b. d. Bagian Rumah Tangga II menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. (2) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan usulan penghapusan barang milik negara Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. penyimpanan.52 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172.

peralatan kantor. d. pengaturan penggunaan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. pengelolaan kendaraan dinas serta urusan persandian dan telekomunikasi. Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. alat komunikasi. Subbagian Pemeliharaan I. mesin penyejuk udara. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi.53 Bagian Rumah Tangga III mempunyai tugas melaksanakan urusan pemeliharaan peralatan. CCTV. Pasal 179 (1) Subbagian Pemeliharaan I mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. Bagian Rumah Tangga III menyelenggarakan fungsi: a. b. b. genset. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. c. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. Subbagian Pemeliharaan II. melaksanakan sewa mesin fotocopy dan penyediaan kertas fotocopynya di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan II mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana instalasi listrik/penerangan. Pasal 178 Bagian Rumah Tangga III terdiri dari: a. c. .. (3) Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. instalasi air. pelaksanaan urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. dan perawatan serta perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian. operasional. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. barang inventaris lainnya.

(4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.54 - Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 180 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 181 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. b. Direktorat Anggaran III. Direktorat Anggaran I. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. norma. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. g. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. perumusan standar. e. d. b. Direktorat Anggaran II. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 184 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri dari: a. e. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. f. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. pelaksanaan administrasi direktorat jenderal. c.53 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 182 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. . Sekretariat Direktorat Jenderal. dan prosedur di bidang penganggaran. d. c. Direktorat Sistem Penganggaran. kriteria. perumusan kebijakan teknis Departemen Keuangan di bidang penganggaran.

dan perlengkapan direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pembinaan jabatan fungsional direktorat jenderal. f. c. koordinasi dan penyajian informasi penganggaran direktorat jenderal. kepustakaan. Bagian Umum. e.54 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 185 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. kepegawaian. b. . dan pelaporan direktorat jenderal. rumah tangga. d. rencana strategik. b. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 188 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. d. keuangan direktorat jenderal. Bagian Kepegawaian. c. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. dan laporan kinerja direktorat jenderal. kearsipan.. Bagian Keuangan. ketatalaksanaan. pengelolaan urusan tata usaha. Pasal 187 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. koordinasi penyusunan rencana kerja. dokumentasi.

. . d. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. dan laporan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penataan organisasi. e. monitoring. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. Pasal 191 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyajian informasi penganggaran Direktorat Jenderal. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. b. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c.55 Pasal 189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 190 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. c. b. penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Organisasi. monitoring. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. laporan akuntabilitas kinerja. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. laporan akuntabilitas. serta pengembangan kinerja organisasi. Pasal 192 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. Subbagian Pelaporan. serta pengembangan kinerja organisasi. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi direktorat jenderal.

Pasal 196 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. dokumentasi. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. urusan tata usaha. statistik. kepangkatan. pemberhentian. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. pemberhentian. b.. pemensiunan pegawai. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. kepangkatan. cuti dan pengolahan data kepegawaian. pemensiunan. penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. statistik. b. c. d. cuti dan pengolahan data kepegawaian. c. pelaksanaan urusan pengangkatan. Pasal 194 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Pasal 195 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. Subbagian Mutasi. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. .56 Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. dokumentasi. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 197 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. serta penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai.

. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perbendaharaan. c. rumah tangga. b.. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. dokumentasi. dan penggandaan. kepustakaan. kearsipan. Subbagian Penyusunan Anggaran. c. b. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. kepustakaan. dokumentasi. c.57 b. kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. Pasal 198 Bagian Keuangan terdiri dari: a. dan perlengkapan direktorat jenderal. ekspedisi. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan gaji. pelaksanaan urusan surat menyurat. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. Pasal 200 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. Pasal 199 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. keprotokolan. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Perlengkapan. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. pendistribusian. Subbagian Tata Usaha.58 Pasal 202 Bagian Umum terdiri dari: a. kearsipan. Pasal 203 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. b. penghapusan perlengkapan. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P). c. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 204 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). dan Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. perjalanan dinas. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. dan penggandaan. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. melakukan urusan pengadaan. pemeliharaan. penyimpanan. kepustakaan. penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jawaban Pemerintah atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. keprotokolan dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji pegawai. dokumentasi. ekspedisi. angkutan pegawai. . Subbagian Rumah Tangga.

Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro. analisis kebijakan serta evaluasi pembiayaan anggaran jangka pendek dan jangka menengah. pengelolaan data ekonomi makro dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. k. h. d. g. penyusunan dan pelaporan statistik keuangan pemerintah. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subbagian Tata Usaha. f.59 b. h. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. serta penyusunan analisis dan konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. c. c. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara. serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. l. e. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja negara jangka pendek dan jangka menengah. e. konsolidasi data di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. j. penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. i. pengembangan model perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan proyeksi ekonomi makro. Pasal 206 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. . penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara jangka pendek dan jangka menengah.. penyusunan proyeksi. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. f. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta perkembangan ekonomi makro. d. g. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. penyusunan proyeksi.

c. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Sektor Eksternal. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. sektor moneter dan sektor eksternal. d. serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian.60 Pasal 207 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. c. . Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. Pasal 209 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. d. kebijakan fiskal dan kerangka penganggaran jangka menengah. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 210 (1) Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan moneter dan lembaga keuangan. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor moneter dan lembaga keuangan. penyiapan bahan penyusunan analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap sektor riil. b. Seksi Sektor Pemerintah. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang kerangka ekonomi makro. e.. b. Seksi Sektor Riil. penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro. f.

monitoring dan evaluasi realisasi pendapatan negara. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis kebijakan pendapatan negara. Pasal 211 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. b. b. c. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. langkah-langkah kebijakan fiskal. serta pengembangan model fiskal dan pengelolaan data sektor pemerintah. Pasal 213 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara terdiri dari: a. . Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. dan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. (4) Seksi Sektor Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal (fiscal stance). d. c.. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam. d.61 - (2) Seksi Sektor Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran. dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. (3) Seksi Sektor Riil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan sektor riil. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor riil. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pendapatan negara. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor eksternal.

perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak langsung. b. perkembangan realisasi dan sasaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA). Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPN dan PPnBM). dan pajak ekspor/bea keluar. perkembangan realisasi dan sasaran PNBP Non-SDA. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja pegawai. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja barang. serta monitoring. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan bagian pemerintah atas laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN). belanja hibah. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan belanja pegawai.. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). . dan pajak lainnya. belanja hibah. dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. bantuan sosial dan belanja lainnya. perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak tidak langsung. cukai. belanja modal. belanja barang. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan SDA migas dan SDA non-migas. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. serta monitoring. belanja barang. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. pajak bumi dan bangunan (PBB). belanja modal. belanja hibah.62 Pasal 214 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja pegawai. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L). bantuan sosial dan belanja lainnya. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak penghasilan (PPh). serta monitoring. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. bantuan sosial dan belanja lainnya. belanja modal. Pasal 215 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. bea masuk.

serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. bantuan sosial dan belanja lainnya. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal mempunyai tugas melakukan penyiapkan bahan analisis kebijakan. belanja subsidi. pengembangan model serta pengelolaan data belanja modal. Pasal 217 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri dari : a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial. belanja barang. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang. belanja hibah.63 c. belanja modal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pegawai. belanja hibah. pengembangan model serta pengelolaan data belanja hibah dan belanja sosial. dan dana otonomi khusus. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja hibah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. Pasal 219 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. b. dana alokasi umum. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga. menyusun proyeksi. belanja modal. menyusun proyeksi. belanja modal. belanja barang. analisis kebijakan serta evaluasi realisasi pembayaran bunga utang. . penyiapan bahan penyusunan proyeksi belanja pegawai. pengembangan model serta pengelolaan data belanja lainnya dan belanja Kementerian/Lembaga. menyusun proyeksi. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. c. bantuan sosial dan belanja lainnya. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan belanja pegawai.. d. Pasal 218 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. dana perimbangan (dana bagi hasil. belanja barang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. bantuan sosial dan belanja lainnya. menyusun proyeksi. pengembangan model serta pengelolaan data belanja pegawai dan belanja barang. d. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. dan dana alokasi khusus).

dan dana otonomi khusus. pengembangan model serta pengelolaan data dana bagi hasil dan dana alokasi khusus. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan pembayaran bunga utang. dan dana otonomi khusus. Pasal 222 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja subsidi. belanja subsidi. Pasal 221 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri dari: a. dana perimbangan. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. d. d. dan dana otonomi khusus. pengembangan model serta pengelolaan data belanja subsidi. menyusun proyeksi. dan dana otonomi khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. belanja subsidi. b. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang. . c. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. b. dan Dana Otonomi Khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus. pengembangan model serta pengelolaan data pembayaran bunga utang.64 Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. belanja subsidi. pengembangan model serta pengelolaan data dana alokasi umum. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. belanja subsidi. dan dana otonomi khusus. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi. dan belanja dana otonomi khusus. belanja dana perimbangan. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembayaran bunga utang. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembayaran bunga utang.. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja bunga utang. menyusun proyeksi. dan Dana Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. menyusun proyeksi. menyusun proyeksi. dana perimbangan. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. dana perimbangan. dana perimbangan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. e.

monitoring dan evaluasi pelaksanaan. pengelolaan utang dan risiko fiskal. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah. b.65 - Pasal 223 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan dalam negeri.. d. dan pengelolaan risiko fiskal. Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal. pengelolaan utang. d. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. f. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan luar negeri. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Pasal 225 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal terdiri dari: a. analisis kebijakan dan evaluasi pembiayaan anggaran. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. menyusun proyeksi. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 226 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. c. e. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. . Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. menyusun proyeksi. b. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. monitoring pelaksanaan policy matrix pinjaman luar negeri. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 227 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi data penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. menyusun proyeksi. h. menyusun proyeksi. penyiapan bahan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi. penyiapan bahan konsolidasi dan pengolahan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya . Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. f. e. data. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. pengembangan model serta pengelolaan data penerimaan hibah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. c. penyiapan bahan koordinasi monitoring pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. . penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan pemerintah.. g. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. pengembangan model serta pengelolaan data risiko fiskal. (4) Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara.66 (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. serta penyusunan dan pelaporan Statistik Keuangan Pemerintah. b.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. (3) Seksi Statistik Keuangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS). Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. (2) Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta menyiapkan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. d. Pasal 230 (1) Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengolahan dan monitoring data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. serta koordinasi kebutuhan aplikasi. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. c. Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. sumbangan bahan Pidato dan lampiran Pidato Presiden. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Statistik Keuangan Pemerintah. b. (4) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi persiapan dan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.67 i. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. Pasal 229 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. data. Pasal 231 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. . Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional.

. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. c. kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IB.. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IA. Subdirektorat Anggaran IC. c. e. bimbingan teknis. Pasal 234 Direktorat Anggaran I terdiri dari: a. fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. f.68 Bagian Keenam Direktorat Anggaran I Pasal 232 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Subdirektorat Anggaran ID. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan kebijakan. subsidi. i. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Public Service Obligation (PSO). pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. g. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian b. d. h. d. penelaahan dan Negara/Lembaga.

IC. . dan subsidi. IB. g. c. Seksi Anggaran IA-1. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. sementara. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IA-4. c. Subdirektorat Anggaran IA. PSO. Seksi Anggaran IA-3. Seksi Anggaran IA-2. definitif.69 e. revisi. f. dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. f. e. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. IC.. b. Pasal 237 Subdirektorat Anggaran IA terdiri dari: a. d. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Pasal 235 Subdirektorat Anggaran IA. IB. b. ID. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. ID. d. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IE. Subbagian Tata Usaha. dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

IB-2. Seksi Anggaran IB-1. b. dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IB-3. Pasal 239 Subdirektorat Anggaran IB terdiri dari: a. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IC-1. IC-3. b. IA-2. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IC-4. Seksi Anggaran IB-4. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. d. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. PSO dan Subsidi. Pasal 242 Seksi Anggaran IC-1. d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Pasal 240 Seksi Anggaran IB-1. Seksi Anggaran IB-3. Seksi Anggaran IC-3. c. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja.70 Pasal 238 Seksi Anggaran IA-1. Seksi Anggaran IB-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IA-3.. Pasal 241 Subdirektorat Anggaran IC terdiri dari: a. Seksi Anggaran IC-2. . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IC-2. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. c.

Seksi Anggaran ID-2. c. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. PSO dan Subsidi.71 Pasal 243 Subdirektorat Anggaran ID terdiri dari: a. b. Seksi Anggaran IE-4. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran ID-1. d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IE-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. IE-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran ID-3. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran ID-4. Pasal 244 Seksi Anggaran ID-1. Seksi Anggaran IE-2.. c. PSO dan Subsidi. ID-2. ID-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IE-3. Pasal 246 Seksi Anggaran IE-1. b. d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 245 Subdirektorat Anggaran IE terdiri dari: a. dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IE-1. . monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 247 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran.

penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.72 Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. h. c. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. b. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . d. data. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 249 b. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. g. j. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. e. sementara. i. f. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. Seksi Dukungan Teknis. PSO dan Subsidi. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri dari : a. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a.

data dan informasi anggaran. Pasal 251 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. . dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan subsidi. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. dan ABT. subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.73 - Pasal 250 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. Public Service Obligation (PSO). definitif. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. b. rencana kerja anggaran. sementara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. penyusunan rancangan alokasi anggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran II Pasal 252 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri.

f. e. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. Subbagian Tata Usaha. definitif. pengolahan dan pelaporan Negara/Lembaga. h. PSO. dan subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. d.74 c. Pasal 255 Subdirektorat Anggaran IIA. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. c. Subdirektorat Anggaran IIB. d. IIB. penyiapan bahan koordinasi. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. IIB. IID. kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian g. . IID. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. data serta informasi penganggaran Kementerian pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Anggaran IIA. fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. i. g. e. b. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga.. Subdirektorat Anggaran IIC. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Anggaran IID. Subdirektorat Anggaran IIA. Subdirektorat Anggaran IIE. f. IIC. Pasal 254 Direktorat Anggaran II terdiri dari : a. IIC. revisi. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. sementara.

Seksi Anggaran IIA-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. d. c. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIA-2. Seksi Anggaran IIA-1. c. d. b. Seksi Anggaran IIB-3. Seksi Anggaran IIA-3. Seksi Anggaran IIA-4. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga.75 b. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. e. Pasal 259 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri dari: a. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. c. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIA-3. Pasal 257 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri dari: a. d. b. . Pasal 258 Seksi Anggaran IIA-1. Seksi Anggaran IIB-2. Seksi Anggaran IIB-4. f. Seksi Anggaran IIB-1.

dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIC-2. PSO dan Subsidi. IIB-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IID-4. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IID-2.. Seksi Anggaran IID-1. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. IID-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIC-3. Seksi Anggaran IIC-2. Pasal 262 Seksi Anggaran IIC-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIC-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 264 Seksi Anggaran IID-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.76 Pasal 260 Seksi Anggaran IIB-1. Seksi Anggaran IID-3. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. c. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIB-3. PSO dan Subsidi. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. b. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IID-2. Seksi Anggaran IIC-4. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. d. Pasal 261 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri dari: a. d. c. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIC-3. Pasal 263 Subdirektorat Anggaran IID terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.

d. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 267 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. b. Pasal 268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267. sementara. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIE-4. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. b. IIE-2. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Seksi Anggaran IIE-2. f. c. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIE-3. IIE-3. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. c. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 266 Seksi Anggaran IIE-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif.77 - Pasal 265 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri dari: a. . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIE-1.. d. e.

definitif. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. j. rencana kerja anggaran. . PSO dan Subsidi. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. i. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi.. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. h. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran.78 g. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. penyusunan rancangan alokasi anggaran. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Pasal 270 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. data. Pasal 269 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri dari : a. PSO dan Subsidi. dan ABT. sementara. b. data dan informasi anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Dukungan Teknis. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. PSO dan subsidi. Pasal 271 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

Kementerian Negara/Lembaga. b. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Subdirektorat Anggaran IIIA. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (BAPP). pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. f. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. pelaksanaan kebijakan. g. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Public Service Obligation (PSO). c. i. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Negara/Lembaga. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Pasal 274 Direktorat Anggaran III terdiri dari: a. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. d. j. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IIIB. bimbingan teknis. e. serta Kementerian h. subsidi. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.. .79 Bagian Kedelapan Direktorat Anggaran III Pasal 272 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan.

Seksi Anggaran IIIA-3. Subdirektorat Anggaran IIIA. revisi. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO. sementara. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subbagian Tata Usaha.. Subdirektorat Anggaran IIIE. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Anggaran IIIA-4. definitif. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. g. dan subsidi. Subdirektorat Anggaran IIIC. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275. d. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . d. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. d. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III.80 c. Pasal 277 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri dari: a. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 275 Subdirektorat Anggaran IIIA. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. e. Subdirektorat Anggaran IIID. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. b. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/ Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIIA-1. f. IIIB. f. c. c. Seksi Anggaran IIIA-2. penyiapan bahan koordinasi. e. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. IIIB.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIB-3. Seksi Anggaran IIIC-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Pasal 279 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri dari: a. b. c. Seksi Anggaran IIIC-4. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIIB-2.. . penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIB-3. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIIC-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. b. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.81 Pasal 278 Seksi Anggaran IIIA-1. Seksi Anggaran IIIB-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIIA-3. Pasal 280 Seksi Anggaran IIIB-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIB-4. Pasal 281 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri dari: a. PSO dan Subsidi. d. Seksi Anggaran IIIC-1. IIIB-2. c. d. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IIIA-2.

penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana anggaran pembiayaan dan perhitungan. Pasal 284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283. Penerusan Pinjaman (Bagian Anggaran 098). IIIC-2. Penerusan Pinjaman sebagai Hibah (Bagian Anggaran 101). Belanja Lain-Lain (Bagian Anggaran 069). Pasal 285 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri dari: a. g. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada anggaran pembiayaan dan perhitungan. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pembayaran Pokok Utang Dalam Negeri (Bagian Anggaran 097). penyiapan bahan penyelesaian rincian anggaran pembiayaan dan perhitungan. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. Pembayaran Pokok Utang Luar Negeri (Bagian Anggaran 096).. Pasal 283 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi anggaran pembiayaan dan perhitungan. IIIC-3. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran pembiayaan dan perhitungan. pembiayaan dan pelaksanaan penyelesaian permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan dana yang bersifat darurat. Seksi Anggaran IIID-2. Seksi Anggaran IIID-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan yang meliputi : Cicilan dan Bunga Utang (Bagian Anggaran 061). pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi anggaran perhitungan untuk permintaan dana yang tidak bersifat darurat. e. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. b. b. dan Penerusan Hibah (Bagian Anggaran 102). c. PSO dan Subsidi. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Subsidi dan Transfer Lainnya (Bagian Anggaran 062). Penyertaan Modal Negara (Bagian Anggaran 099). . f.82 Pasal 282 Seksi Anggaran IIIC-1.

serta pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. bimbingan teknis penyusunan Laporan Keuangan BAPP. Seksi Anggaran IIIE-2. e. monitoring. . d. Seksi Anggaran IIIE-3. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a.83 c. pemberian bimbingan teknis penyusunan laporan keuangan. Pasal 290 Seksi Anggaran IIIE-1. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan BAPP. pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. IIID-3. melakukan monitoring penyampaian laporan keuangan. bimbingan teknis. b. alokasi. Seksi Anggaran IIID-3. Pasal 288 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287. Seksi Anggaran IIIE-1. Seksi Anggaran IIIE-4. monitoring dan evaluasi anggaran serta menyelesaikan penyusunan rincian anggaran belanja. c. IIIE-2. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. Seksi Anggaran IIID-4. Pasal 289 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri dari: a. d. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan serta melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. menelaah permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat tidak darurat dan menyelesaikan permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat darurat. Pasal 287 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. Pasal 286 Seksi Anggaran IIID-1. d. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan. b. IIID-2. evaluasi. IIIE-3. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.

penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Pasal 292 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 291. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. k. l. data.. PSO dan Subsidi. b. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. j. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. PSO dan Subsidi. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. serta ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. . sementara. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. f. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. g. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif.84 - Pasal 291 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. h. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. i. c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. e.

penyusunan rancangan alokasi anggaran. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. serta koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. . penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi APP. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga.. pagu sementara. Seksi Dukungan Teknis. Pasal 295 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.85 Pasal 293 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri dari : a. data dan informasi anggaran serta menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan BAPP. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan APP. rencana kerja anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. ABT Kementerian Negara/Lembaga dan ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Pasal 294 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. PSO dan subsidi. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. pagu definitif. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran.

Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pelaksanaan penagihan dan atau pemungutan di bidang PNBP. g. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 298 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a.. penyusunan rumusan norma. c. i. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. f. koordinasi dan dukungan teknis penyusunan laporan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. e. dan peraturan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan di bidang PNBP. h. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subbagian Tata Usaha. g. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. f. . pedoman. d. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. e. standardisasi dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat.86 Bagian Kesembilan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 296 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas. penatausahaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. b. c. b. h. d.

penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. . dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. standardisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. Seksi Penerimaan Gas Alam. d. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. b. Seksi Verifikasi. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan. e. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. f. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. c. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 301 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri dari: a.. d. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299. pedoman. g.87 - Pasal 299 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). b.

pedoman. penyusunan rencana dan realisasi. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. peraturan. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. peraturan.88 Pasal 302 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi. pedoman. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas.. pemungutan. (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pemungutan. . Pasal 304 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. peraturan. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pedoman. pengolahan dan verifikasi data. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pedoman. Pasal 303 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan rencana dan realisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. b. pemungutan.

dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. pedoman. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. verifikasi data. b. h. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.89 c. Seksi Verifikasi. peraturan. g.. Pasal 305 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri dari: a. Pasal 306 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyusunan rencana. . i. dan realisasi pemungutan. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. d. penatausahaan. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.

. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Non Kementerian. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Non Kementerian.. pedoman. dan peraturan di bidang PNBP pada Non Kementerian. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk Badan Layanan Umum. c. Seksi Penerimaan Non Kementerian III. Pasal 308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. Pasal 307 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. penyusunan rencana dan realisasi. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pemungutan. peraturan. b. Seksi Penerimaan Non Kementerian II. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Seksi Verifikasi. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk BLU. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. e. pengolahan dan verifikasi data. b. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. d. penyiapan perumusan norma. Pasal 309 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian terdiri dari: a. c. pedoman. Seksi Penerimaan Non Kementerian I. penatausahaan. d. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian.90 (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.

b. Pasal 312 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311. Seksi Penerimaan Kementerian I. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. penyiapan perumusan norma. penatausahaan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas.91 - Pasal 310 (1) Seksi Penerimaan Non Kementerian I. c. peraturan. Pasal 311 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. Pasal 313 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas terdiri dari: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. b. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. d. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. c. pedoman. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Verifikasi. Seksi Penerimaan Kementerian II. e. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. pedoman. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian termasuk Badan Layanan Umum (BLU) dan Sumber Daya Alam (SDA) non migas. .. d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. pengolahan dan verifikasi data. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas.

pelaksanaan urusan tata usaha. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pengolahan dan verifikasi data. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. Pasal 316 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 315. penyusunan laporan di bidang PNBP dari Kementerian dan SDA Non Migas. dan perikanan. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. b. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. standar. pedoman. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pedoman. Seksi Verifikasi. . penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. penelaahan. (2) Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. kriteria. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. e. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. peraturan. b.. penyusunan. penyusunan. Pasal 315 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari SDA Non Migas yang berasal dari kegiatan pertambangan umum. d. standardisasi. pedoman. Pasal 317 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri dari: a. c. kehutanan. penyiapan bahan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. peraturan. Seksi Penerimaan Laba BUMN I.92 Pasal 314 (1) Seksi Penerimaan Kementerian I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.

koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. standar.. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. standar. dan peraturan. verifikasi data. data. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. c. pengolahan dan konsolidasi data. pedoman. Pasal 321 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri dari: a. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. penelaahan. penyusunan rencana dan realisasi. d. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan kementerian dan non kementerian. penyiapan bahan perumusan norma. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. panas bumi serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat dan melaksanakan koordinasi kebutuhan aplikasi. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. data. c. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. pembukuan. peraturan. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor migas. kriteria. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. b. penatausahaan. standar. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 322 (1) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. pengolahan. pedoman.93 Pasal 318 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. pedoman. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. . (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 319 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.

. perumusan. (3) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. c. f. pedoman. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 324. perumusan. norma. teknologi informasi. pengkajian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. standar. dan peraturan. Bagian Keempat Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 324 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. pemberian bimbingan teknis. penyiapan perumusan standar. pedoman. dan evaluasi basis data. kriteria dan prosedur penyusunan dan evaluasi standar biaya khusus. pengembangan. d. kriteria dan prosedur sistem penganggaran. h. g. Pasal 323 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.94 (2) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. dan evaluasi di bidang sistem penganggaran. pembangunan. pedoman. perumusan. harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. pedoman. dan peraturan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Kementerian dan SDA Non Migas. penyusunan. serta menyusun laporan di bidang PNBP. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Non Kementerian dan penerimaan laba BUMN. norma. standardisasi. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. e. pengkajian. pengkajian. pengkajian. dan evaluasi penerapan standar biaya umum. . dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran serta dukungan teknis teknologi informasi. pengembangan. penyiapan perumusan standar. standar. pembangunan. pengembangan.

kerangka pengeluaran jangka menengah. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran. Pasal 330 (1) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. norma. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. . serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. pedoman. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. c. kriteria dan prosedur. b. Pasal 329 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran terdiri dari: a. perumusan norma. kerangka pengeluaran jangka menengah. dan penganggaran berbasis kinerja. Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah. Subbagian Tata Usaha. c. e. kerangka pengeluaran jangka menengah.. dan penganggaran berbasis kinerja. Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran. pengembangan. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. penyiapan bahan perumusan norma. pedoman. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu. d. pedoman. c. penyiapan bahan pengkajian dan pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. b. dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 327 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian.95 Pasal 326 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri dari: a. d. penyiapan perumusan standar. f. kriteria dan prosedur sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. b. Subdirektorat Standar Biaya. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327.

serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan kerangka pengeluaran jangka menengah. pedoman. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan norma. dan penganggaran berbasis kinerja. bimbingan teknis. pedoman. Pasal 333 Subdirektorat Standar Biaya terdiri dari: a. d. kriteria dan prosedur. Seksi Standar Biaya Khusus II. (4) Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengembangan dan penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. kriteria dan prosedur. Seksi Standar Biaya Umum. d. pedoman. penyiapan bahan perumusan norma. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran berbasis kinerja. kriteria dan prosedur. bimbingan teknis standar biaya umum. (3) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. perumusan norma. c. c. kerangka pengeluaran jangka menengah. penyusunan standar. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi standar biaya umum. Seksi Standar Biaya Khusus III. .. b. Seksi Standar Biaya Khusus I. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan norma standar biaya khusus. Pasal 331 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma. penyusunan. perumusan norma. pedoman. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a.96 (2) Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. b. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. bimbingan teknis norma standar biaya khusus.

penyiapan bahan kajian kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya khusus sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penyiapan bahan evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. penyusunan. kriteria dan prosedur. pedoman. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada non kementerian negara/lembaga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran.. bimbingan teknis. Pasal 335 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. (2) Seksi Standar Biaya Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. perumusan. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada kementerian negara/lembaga. b. d. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya. Pasal 338 (1) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. . perumusan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Pasal 337 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran terdiri dari: a. c. (2) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. perumusan. II. c.97 Pasal 334 (1) Seksi Standar Biaya Khusus I. penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. serta monitoring dan evaluasi standar biaya umum. b.

perumusan. pembangunan. b.98 - (3) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian.. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. serta bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. d. Pasal 339 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pengembangan. dan evaluasi basis data. pengembangan. b. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 341 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri dari: a. c. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perumusan. perumusan. serta pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. penyiapan bahan pengkajian. pembangunan. Pasal 342 (1) Seksi Basis Data Penganggaran I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengembangan. pengembangan. . Pasal 340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 339. pembangunan. d. dan evaluasi basis data sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. pengembangan. pembangunan. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran lainnya. perumusan. Seksi Basis Data Penganggaran I. dan evaluasi basis data dan penerapan sistem informasi penganggaran. penyiapan bahan pengkajian. pembangunan. c. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi. Seksi Basis Data Penganggaran II. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. perumusan. perumusan. pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi.

Pasal 345 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.99 (3) Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. . Pasal 343 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 344 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

dan Penerimaan. Direktorat Keberatan dan Banding. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. g. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 348 Direktorat Jenderal Pajak terdiri dari: a. kriteria. norma. Direktorat Potensi. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. b. Sekretariat Direktorat Jenderal.100 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 346 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. h.. c. Direktorat Peraturan Perpajakan II. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perpajakan. d. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. pedoman. Direktorat Peraturan Perpajakan I. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. c. d. dan prosedur di bidang perpajakan. penyusunan standar. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. e. f. . b. Kepatuhan. e.

koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. c. rencana stratejik. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. k. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 349 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. Pasal 351 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Bagian Umum. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. d. j. d. b. kepegawaian. e. b. c. dan Hubungan Masyarakat. Bagian Keuangan.. Direktorat Transformasi Proses Bisnis.101 i. pelaksanaan tata usaha. m. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. Bagian Kepegawaian. keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perlengkapan. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. koordinasi penyusunan rencana kerja. Pelayanan. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. kearsipan dan rumah tangga. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. l. . Direktorat Penyuluhan.

c. Pasal 355 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. Subbagian Pengukuran Kinerja. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. pengawasan. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. . dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik.102 Pasal 352 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. prosedur kerja. c. f. h. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. pemantauan. d. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. administrasi. b. administrasi. pengawasan. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. g. penatausahaan. e. dan bimbingan konsultan pajak.. dan bimbingan konsultan pajak. penyiapan bahan pemberian izin. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. administrasi penataan organisasi. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. b. Pasal 354 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri dari: a. serta penyiapan bahan pemberian izin. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tatalaksana.

penempatan. Pasal 359 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan.103 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 356 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. analisis kebutuhan pegawai. usulan penyaringan pegawai. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicator. formasi. c. pemindahan pegawai. penggajian. e. pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. penatausahaan. penggajian. d. . Pasal 358 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. cuti dan penghargaan pegawai. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. b. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. penempatan. pelaksanaan pengangkatan.. statistik. dan pengusulan pegawai. kepangkatan. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. pelaksanaan tata usaha. c. d. b. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. dokumentasi. kesejahteraan pegawai. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional.

pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. d. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pasal 360 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. statistik. c. usulan penyaringan pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. c. b. formasi. . dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. kesejahteraan pegawai. Pasal 363 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. d. b.104 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai.. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. dokumentasi. Pasal 362 Bagian Keuangan terdiri dari: a. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. cuti dan penghargaan pegawai. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Penyusunan Anggaran.

b. . Pemeliharaan. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. dan Penghapusan. Subbagian Pengadaan I. b.. Subbagian Pengadaan II. d. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Subbagian Inventarisasi. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. Pasal 366 Bagian Perlengkapan terdiri dari : a. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.105 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. c. c. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 367 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. Pasal 364 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perlengkapan.

. Pasal 371 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. Subbagian Rumah Tangga.106 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Inventarisasi. pelaksanaan protokol. d. rapat pimpinan dan akomodasi. Pasal 368 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. kearsipan. pelaksanaan surat-menyurat. c. pencatatan acara. dan ekspedisi. b. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penggandaan. pengetikan. serta kearsipan Kantor Pusat. c. pengetikan. d. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. serta kearsipan Kantor Pusat. pelaksanaan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal. e. pengaturan penerimaan tamu. Pasal 370 Bagian Umum terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. dan ekspedisi. penggandaan. b. Subbagian Protokol. dan rumah tangga. pelaksanaan tata usaha. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. pelaksanaan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. perjalanan dinas. penyajian bahan kegiatan. .

Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyajian bahan kegiatan. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 372 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. c. rapat pimpinan dan akomodasi. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. . standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. pencatatan acara. pengaturan penerimaan tamu. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. perjalanan dinas. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.107 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya.

Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. petunjuk pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. e. teknis operasional. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan tata usaha Direktorat. c. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. f. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. Pasal 375 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.. b. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. e. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pasal 374 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri dari : a. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penegasan (ruling). Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. . dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.108 d. b. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. d. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.

c. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. b.109 c. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. Pasal 377 d. Pasal 379 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. petunjuk pelaksanaan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling).. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri dari: a. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). teknis operasional. penegasan (ruling). (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. Pasal 378 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. . Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

c. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III.110 Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379.. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. . Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. b. petunjuk pelaksanaan. otomotif. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penegasan (ruling). dan elektronik. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. b. pertambangan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. d. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). Pasal 381 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri dari: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. Pasal 382 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a.

jasa. . dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. d. Jasa.111 - Pasal 383 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. teknis operasional. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. Jasa. jasa. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. petunjuk pelaksanaan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Jasa. dan penyusunan rancangan peraturan. b. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. b. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Pasal 385 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. d. c. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. c. Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. teknis operasional. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. petunjuk pelaksanaan. Pasal 386 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri dari: a. jasa.

penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. teknis operasional. penegasan (ruling). penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. . petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional.. petunjuk pelaksanaan. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.112 - (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penegasan (ruling). Pasal 387 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. penegasan (ruling). serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. b. d.

teknis operasional. penegasan (ruling). (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 390 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan.. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. tata usaha. b. kepegawaian. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. Pasal 391 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. . petunjuk pelaksanaan.113 - Pasal 389 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri dari: a. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. dan rumah tangga Direktorat. keberatan dan pengurangan. teknis operasional. pengolahan data. dan penyusunan rancangan peraturan.

b. g. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. h. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan dan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan.. Pasal 393 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. f. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. i.114 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 392 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Pajak Penghasilan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. petunjuk pelaksanaan. . bantuan hukum. serta perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. e. Pasal 394 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri dari: a. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. teknis operasional. pelaksanaan tata usaha Direktorat. c. koordinasi dan pemantauan pelaksanaan tugas bidang perpajakan perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. d. bantuan hukum dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. bantuan hukum. dan harmonisasi peraturan perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

e. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. g. b. Subdirektorat Bantuan Hukum. d. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. d. Pasal 395 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. . penyiapan bahan penelaahan. c. Pasal 397 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri dari: a. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. Kelompok Jabatan Fungsional. b. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan.115 c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. penegasan (ruling). Pasal 396 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 398 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. teknis operasional. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. f. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan.. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II.

penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. petunjuk pelaksanaan. c. d. teknis operasional. penegasan (ruling). . b. Pasal 401 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri dari: a. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. b. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. penegasan (ruling). teknis operasional. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. Pasal 399 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. Pasal 400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. c. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. penyiapan bahan penelaahan.116 (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. c. dan peraturan pelaksanaannya. penegasan (ruling). (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. teknis operasional. dan Pajak Penghasilan Pasal 26. pengendalian dan evaluasi peraturan. teknis operasional. Pasal 404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403. Pajak Penghasilan Pasal 23. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. pemantauan. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. Pasal 403 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). penegasan (ruling). teknis operasional.. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. dan penyusunan rancangan peraturan. b. teknis operasional.117 - Pasal 402 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan.

serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. c. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. serta penyiapan bahan penelaahan. Seksi Perjanjian Eropa. d. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. Pasal 406 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. serta penyiapan bahan penelaahan. b. . serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement.118 e.. serta penyiapan bahan penelaahan. f. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. Pasal 405 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa.

- 119 Pasal 407 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis, dan pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir, pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407, Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 409 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Bantuan Hukum I; Seksi Bantuan Hukum II; Seksi Bantuan Hukum III; Seksi Bantuan Hukum IV. Pasal 410 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat, wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

b.

c.

- 120 (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi, Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 411 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan, dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411, Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan; sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional.

b.

c.

d.

- 121 Pasal 413 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan; Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan; Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan; Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. Pasal 414 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 415 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan, dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha,

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 416 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi dan bimbingan teknis, pembinaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

- 122 Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416, Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pelaksanaan, bimbingan, dan dukungan pemeriksaan; pelaksanaan urusan dan bimbingan penagihan pajak; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 418 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan; Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan; Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus; Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan; Subdirektorat Penagihan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 419 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. Pasal 420 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 419, Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala;

- 123 b. c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. Pasal 421 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi; Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan; Seksi Strategi Pemeriksaan. Pasal 422 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. Pasal 423 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. Pasal 424 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 423, Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak; pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak.

- 124 Pasal 425 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Teknik Pemeriksaan; Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan; Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. Pasal 426 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. Pasal 427 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. Pasal 428 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 427, Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.

b.

c.

- 125 Pasal 429 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri dari : a. b. c. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup; Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam; Seksi Transaksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. Pasal 430 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. Pasal 431 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan, dukungan teknis, sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. Pasal 432 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431, Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelahaan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait;

- 126 c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. Pasal 433 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Kerjasama Pemeriksaan; Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan; Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. Pasal 434
(1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait.

Pasal 435 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435, Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak;

- 127 b. c. pemantauan, pengawasan, pengendalian, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan; penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. Pasal 437 Subdirektorat Penagihan terdiri dari: a. b. c. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan; Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan; Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Pasal 438 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak, serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak, serta pemantauan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian mutu penagihan pajak, dan penatausahaan penagihan pajak, piutang pajak, dan penghapusan tunggakan pajak. Pasal 439 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha, dan

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 440 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi di bidang intelijen, identifikasi tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 128 Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440, Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pengumpulan dan penelaahan di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pelaksanaan identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan wajib pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; bimbingan dan dukungan pelaksanaan kegiatan intelijen, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan; pencarian dan pengumpulan data dan informasi dalam kerangka pelaksanaan kegiatan intelijen sebagai pelaksanaan undang-undang perpajakan; distribusi dan pemantauan pemanfaatan data dan informasi di bidang intelijen dan rekayasa keuangan; pemantauan atas Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan; pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 442 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Intelijen Perpajakan; Subdirektorat Rekayasa Keuangan; Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan; Subdirektorat Penyidikan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional.

b. c.

d. e. f. g. h. i. j.

- 129 Pasal 443 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan, analisis, dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta pelaksanaan intelijen. Pasal 444 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 443, Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan, pemantauan, evaluasi kegiatan intelijen, dan standardisasi teknis data intelijen, pengelolaan data intelijen, sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. Pasal 445 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri dari: a. b. c. Seksi Intelijen Perpajakan I; Seksi Intelijen Perpajakan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. Pasal 446 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen.

c.

d. e.

- 130 -

Pasal 447 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447, Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan; identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 449 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri dari: a. b. c. Seksi Rekayasa Keuangan I; Seksi Rekayasa Keuangan II; Seksi Rekayasa Keuangan III. Pasal 450 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan.

b. c.

- 131 -

(3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. Pasal 451 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 452 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 451, Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 453 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I; Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. Pasal 454 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan.

c.

- 132 (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 455 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 456 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455, Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 457 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari : a. b. c. Seksi Penyidikan I; Seksi Penyidikan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. Pasal 458 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi.

pengendalian. kepegawaian. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian dan penetapan. b. pengawasan.. standardisasi bimbingan teknis. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. tata usaha. dan penetapan pajak. b. Pasal 459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. c. Subdirektorat Penilaian I. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Pendataan. penilaian. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. dan evaluasi ekstensifikasi perpajakan serta di bidang pendataan. pemetaan. dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 460 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. d. Subdirektorat Ekstensifikasi. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Pasal 462 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendataan dan pemetaan objek dan subjek pajak.133 (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan.

Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Subbagian Tata Usaha. (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. Pasal 463 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. Pasal 467 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. e.134 d. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis . penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. f. c. Seksi Evaluasi Ekstensifikasi.. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Subdirektorat Penilaian II. Pasal 466 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. pendataan. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. c. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. b. pemantauan Pasal 465 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Teknis Ekstensifikasi.

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. komersial. dan pemetaan objek dan subjek pajak. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. Pasal 469 Subdirektorat Pendataan terdiri dari: a. Pasal 470 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. pendataan. c. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan.. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. pendataan. pendataan. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. c. . Pasal 471 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran.135 - Pasal 468 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 467. penilaian individu sektor perkebunan. perhutanan. dan pemetaan objek dan subjek pajak.

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. penyiapan bahan perumusan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. penyiapan bahan perumusan.136 Pasal 472 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 471. penilaian individu sektor perumahan. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. .. pemantauan. pemantauan. Pasal 474 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Pasal 473 Subdirektorat Penilaian I terdiri dari: a. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. Seksi Penilaian Massal Bumi. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. Pasal 475 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. industri. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan. b. analisis keseimbangan nilai. b.

dan rumah tangga Direktorat. Seksi Penilaian Massal Bangunan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan. c. penyiapan bahan perumusan. tata usaha. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. evaluasi. pemantauan. penyiapan bahan perumusan. Pasal 478 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. . Seksi Penilaian Individu Pertambangan. evaluasi. kepegawaian. c. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. b.137 Pasal 476 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 475. Pasal 479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. evaluasi. Pasal 477 Subdirektorat Penilaian II terdiri dari: a. pemantauan.. b.

c. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. f. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan gugatan di Pengadilan Pajak. banding di Pengadilan Pajak. keberatan. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. pelaksanaan dan evaluasi penyelesaian pembetulan. pelaksanaan penyelesaian Peninjauan Kembali atas putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. pembatalan. banding di Pengadilan Pajak. Pasal 482 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. keberatan. penghapusan. keberatan. keberatan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Peninjauan Kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. e. c. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. banding di Pengadilan Pajak. pembatalan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penghapusan. pengurangan. di bidang perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. e. pemantauan. d. b. penghapusan. penghapusan. pembatalan. pengurangan. pembatalan. banding di Pengadilan Pajak. pengurangan. gugatan di Pengadilan Pajak. d..138 Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 480 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengurangan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. .

Pasal 485 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri dari: a. pengurangan. c. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. pengurangan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan. pembatalan.. penghapusan. pengurangan. penghapusan. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pembatalan. penyiapan bahan penelaahan. dan keberatan. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. pengurangan. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. Nusa Tenggara. dan keberatan di wilayah Sulawesi. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. b. Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. b. Pasal 484 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 483. Jakarta Timur. penghapusan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. pembatalan. penghapusan. Pasal 486 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. d. Bali. pembatalan. penghapusan. dan keberatan. penelaahan. Jakarta Selatan. pembatalan. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. pengurangan. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. Maluku dan Papua. pembatalan. dan keberatan. pengurangan.139 Pasal 483 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. .

dan keberatan di wilayah Sumatera. Pasal 487 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. pembatalan. .. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 488 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 487. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Pasal 489 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri dari: a. penyiapan bahan penelaahan. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Seksi Banding dan Gugatan IA. Seksi Banding dan Gugatan IB. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. c. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Seksi Banding dan Gugatan IC. Jawa Tengah. Banten. b. pengurangan. Jawa Barat. penghapusan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 490 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.140 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan.

Pasal 491 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penyiapan bahan penelaahan. Sulawesi. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Nusa Tenggara. Sulawesi. Bali. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. dan Jawa selain Jakarta. c. dan Jawa Tengah. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 494 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Banding dan Gugatan IIC. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. Kalimantan. Bali. dan Jakarta Timur. dan Papua. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 492 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 491. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Seksi Banding dan Gugatan IIB. Papua. Pasal 493 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri dari: a. Maluku. Maluku.141 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Jakarta Selatan. penelaahan. b. b. Seksi Banding dan Gugatan IIA. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. Nusa Tenggara. Jawa Barat. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan..

penyiapan bahan. dan banding di Pengadilan Pajak. pengendalian. penyiapan bahan. keberatan. pembatalan. pengendalian. Pasal 496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 495. Gugatan. penatausahaan. pembatalan. pengurangan. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Seksi Peninjauan Kembali. pengurangan. penatausahaan. penghapusan. penyiapan bahan pemantauan. keberatan. penatausahaan.. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. pemantauan.142 - Pasal 495 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. pengurangan. . dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pembatalan. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. pembatalan. penyiapan bahan pemantauan. c. b. c. dan Peninjauan Kembali. b. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 497 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri dari: a. pengendalian. banding di Pengadilan Pajak. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penghapusan. pengendalian. Seksi Evaluasi Banding. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Gugatan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penghapusan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 498 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pengurangan. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. keberatan. (3) Seksi Evaluasi Banding. dan keberatan.

Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500.143 Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pengendalian. Kepatuhan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. kepegawaian. c. pengendalian. pengendalian. Subdirektorat Potensi Perpajakan. dan Penerimaan Pasal 500 Direktorat Potensi. . Pasal 502 Direktorat Potensi. d. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan. serta pemantauan. f. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. c. Direktorat Potensi. Subdirektorat Dampak Kebijakan. dan Penerimaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Kepatuhan. serta pemantauan. e. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penelaahan. Kepatuhan. dan penyusunan kebijakan. penyiapan bahan penelaahan. b. tata usaha. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. evaluasi dan pelaksanaan di bidang analisis dan evaluasi penerimaan perpajakan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. dan Penerimaan terdiri dari: a. b. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. penyiapan bahan penelaahan.. Kepatuhan. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. penyiapan bahan penelaahan. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak.

Pasal 506 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Kelompok Jabatan Fungsional. penelaahan. pengendalian. pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Potensi Sektor Industri.144 d. Subbagian Tata Usaha. pengendalian. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. c. f. Seksi Potensi Sektor Jasa.. serta pemantauan. serta pemantauan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. serta pemantauan. Pasal 503 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. serta pemantauan. b. b. pemantauan. . Pasal 505 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri dari: a. dan penyusunan kebijakan. e. pengendalian. Pasal 504 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal.

penelaahan. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. b. pendistribusian hasil penelitian. c. c. . penelaahan. serta pemantauan. Pasal 510 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. b.. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 511 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pemilihan tema penelitian perpajakan. pengendalian. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dampak Kebijakan Umum. penelaahan dan penelitian perpajakan. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penyusunan kebijakan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 509 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri dari: a. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a.145 Pasal 507 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian.

pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan. pemantauan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. b. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. pengendalian. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan.. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. Pasal 514 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. c. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan. d. serta pemantauan. Pasal 513 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri dari: a. pengendalian. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. c. b. serta pemantauan.146 Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. e.

statistik. pengendalian. pemantauan. b. analisis. statistik. d. . rekonsiliasi.147 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. b. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. penelaahan. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. pengendalian.. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. e. serta pemantauan. dan penatausahaan penerimaan pajak. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. d. dan penyusunan kebijakan. pemantauan. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. c. Pasal 518 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. analisis. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. Pasal 515 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. dan penatausahaan penerimaan pajak. Pasal 517 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri dari: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. rekonsiliasi. f. Pajak Pertambahan Nilai. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. Seksi Evaluasi Penerimaan. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. penyusunan. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515.

pelayanan dan hubungan masyarakat. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. pelayanan dan hubungan masyarakat. tata usaha. Direktorat Penyuluhan. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. Pelayanan. kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. Pasal 519 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pengendalian.. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. d. dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. bimbingan dan pelaksanaan penyuluhan. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. b. pelayanan dan hubungan masyarakat. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyuluhan. penyusunan. pemantauan. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan Hubungan Masyarakat Pasal 520 Direktorat Penyuluhan.148 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang penyuluhan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional penyuluhan. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pelayanan. .

e. penelaahan. b. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. dan penyusunan kebijakan. serta pemantauan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan.. c. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. b. d. i. . j. e. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. riset pelajar dan mahasiswa. pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. Pasal 523 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pemantauan. d. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. g. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. f. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. dokumentasi peraturan perpajakan. pengendalian.149 Pasal 522 Direktorat Penyuluhan. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. metode. c. penyiapan teknik. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. h. Pelayanan. dan materi penyuluhan pajak. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. dan peraturan non perpajakan. f. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Dukungan Penyuluhan. Pasal 526 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. c. serta pemantauan. riset pelajar dan mahasiswa.. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 527 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. . d. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. b. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. serta pemantauan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. dan penyusunan kebijakan. b. serta pemantauan. Seksi Materi Penyuluhan. dan penyusunan kebijakan.150 Pasal 525 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri dari: a. pengendalian. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527.

(4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. b. pengendalian. pengendalian. pengendalian. Pasal 529 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri dari: a. d. bimbingan pelaksanaan pelayanan. d. Seksi Pelayanan Pengaduan. Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi.151 c. pengendalian. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. pengendalian. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. . Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Pasal 531 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi.. Pasal 530 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. pemantauan. dan penyusunan kebijakan.

serta pemantauan. pengendalian. pengendalian. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. baik internal maupun eksternal. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. c. c. pengendalian. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d.152 b. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Seksi Pengelolaan Situs. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Pasal 534 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan dan pengelolaan berita. Seksi Pengelolaan Berita.. d. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Seksi Hubungan Eksternal. b. Pasal 535 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. pengelolaan situs. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. dan penyusunan kebijakan. pemantauan. pengendalian. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hubungan Internal. Pasal 533 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri dari: a. pengendalian.

serta pelaksanaan.153 b. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri.. pemantauan. pengendalian. Pasal 537 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri dari: a. Pasal 538 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. tata usaha. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). b. bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). pemantauan. d. Seksi Kemitraan Wajib Pajak. pemantauan. . (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. c. Pasal 539 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. dan rumah tangga Direktorat. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pengendalian. pelaksanaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. pelaksanaan. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. Seksi Kerjasama Luar Negeri. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan penyusunan. c. penyusunan kebijakan teknis. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. kepegawaian.

pemberian dukungan dan layanan operasional serta pembinaan pengolahan data dan pengelolaan dokumen. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pemantauan sistem dan infrastruktur. pengendalian. serta pemantauan. registrasi Wajib Pajak. pengendalian. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data.154 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 540 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. . serta pelaksanaan bimbingan sistem. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Subdirektorat Pendukung Operasional. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. pertukaran data elektronik. serta pemantauan. Subbagian Tata Usaha. serta administrasi program aplikasi. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 543 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. b. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. pelaksanaan tata usaha Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. aplikasi. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. c. Subdirektorat Pelayanan Operasional. pengelolaan intranet dan internet. serta administrasi program aplikasi. pemutakhiran data tampilan. aplikasi. Pasal 542 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri dari: a. serta pemantauan. c. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. d.. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data.

dan jaringan komunikasi data. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. dan jaringan komunikasi data. . (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. serta pemantauan. d.. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. b. Pasal 545 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri dari: a. registrasi Wajib Pajak. dukungan teknis. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. aplikasi. d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta administrasi program aplikasi.155 - Pasal 544 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 543. c. dukungan teknis. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. serta pemantauan. dan jaringan komunikasi data. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. serta pemantauan. pengendalian. registrasi Wajib Pajak. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. pengendalian. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. aplikasi. pemantauan. administrasi program aplikasi. registrasi Wajib Pajak. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. c. dukungan teknis. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. dan evaluasi teknik operasional. Pasal 546 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. aplikasi. b.

serta pengelolaan intranet dan internet. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. kegiatan. pengendalian. . pemutakhiran data tampilan. d. b. Seksi Bimbingan Sistem. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pelaksanaan bimbingan sistem. administrasi pekerjaan. kegiatan dan pelaksanaan tugas.. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. Pasal 549 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri dari: a. pemutakhiran data tampilan. pemantauan.156 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. Pasal 550 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemutakhiran data tampilan. serta pemantauan. dan pelaksanaan tugas. d. pemutakhiran data tampilan. serta pelaksanaan bimbingan sistem. serta administrasi program aplikasi. c. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. pengelolaan intranet dan internet. penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pertukaran data elektronik. dan penyusunan kebijakan. serta pemantauan. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. pertukaran data elektronik. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. serta pengelolaan intranet dan internet. Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. serta administrasi pekerjaan. Seksi Pertukaran Data Elektronik. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. pertukaran data elektronik. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pengendalian. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. c. pertukaran data elektronik. serta pengelolaan intranet dan internet. Pasal 547 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan.

serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.157 - (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. administrasi program aplikasi. pengendalian. kegiatan dan pelaksanaan tugas. basis data. serta administrasi program aplikasi. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. e. serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. basis data. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pengendalian. serta pemantauan. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. d. serta administrasi pekerjaan. serta pengolahan data dan dokumen. pemantauan. serta administrasi program aplikasi. serta pemantauan. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. b.. basis data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pengolahan data dan dokumen. pengolahan data dan dokumen. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. kegiatan dan pelaksanaan tugas. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. Pasal 551 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. . pengendalian. basis data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. c. pengolahan data dan dokumen. serta pemantauan. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. serta administrasi pekerjaan. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.

Pasal 554 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. . dan evaluasi kebijakan teknik operasional. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pemantauan. dan evaluasi teknik operasional. Pasal 555 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. Seksi Pemantauan Basis Data. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. penyimpanan. tata usaha.. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pemantauan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta pemantauan. serta pemantauan. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. d. pengendalian. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. pengendalian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. kualitas dan transfer data. kepegawaian. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. c. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. serta administrasi program aplikasi. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.158 - Pasal 553 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. b. dan rumah tangga Direktorat.

pelaksanaan tata usaha Direktorat. penyusunan strategi dan perancangan. e. peningkatan kompetensi pegawai. serta penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. Subdirektorat Investigasi Internal.. j. evaluasi hasil temuan pemeriksaan. perancangan. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556.159 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 556 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi. Pasal 558 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri dari: a. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal. pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). . k. g. dan kompetensi pegawai. h. perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. penyusunan strategi. b. evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang organisasi. perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun pengukuran kinerja. i. f. dan uji coba pengembangan serta evaluasi implementasi di bidang sumber daya aparatur. l. Subdirektorat Kepatuhan Internal. koordinasi. dan pelaksanaan sistem pengawasan internal Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. penyusunan strategi dan perancangan. c. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. d. dan manajemen kepegawaian lainnya. manajemen kepegawaian.

penyiapan bahan penyusunan strategi. dan penyusunan strategi. Pasal 562 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan.160 c. Seksi Internalisasi Kepatuhan.. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. b. c. g. b. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. . (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. f. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Pasal 561 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri dari : a. Subdirektorat Transformasi Organisasi. Pasal 559 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. d. perancangan. e. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. perancangan. Seksi Penjaminan Kualitas. c. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Seksi Pengujian Kepatuhan.

e. Seksi Investigasi Internal I. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 566 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. c. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. d. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi.161 - Pasal 563 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. Seksi Investigasi Internal II. b. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. b. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. koordinasi. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a.. perancangan. . Pasal 565 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri dari : a. c. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. dan pelaksanaan sistem investigasi internal.

pelaksanaan. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567.162 - (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. perancangan. penyiapan bahan kelembagaan. perancangan. c. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. c. Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 569 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri dari : a. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. Pasal 567 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). b. . dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. uraian jabatan. Pasal 570 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). prosedur kerja. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. Seksi Perencanaan Strategis. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. d. dan analisis jabatan. b. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang..

. dan manajemen kepegawaian lainnya. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. penyiapan bahan evaluasi. Pasal 574 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. . c. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. dan analisis jabatan. b. promosi. c. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. prosedur kerja. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. d. perancangan. dan Kompensasi. dan kompensasi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. uraian jabatan. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Promosi.163 (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. pengukuran kinerja pegawai. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. e. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. b. Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. Pasal 571 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. Pasal 573 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri dari: a.

penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai.. promosi. c. b. dan kompensasi.164 - (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. serta asistensi. . penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. dan kompensasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Pasal 578 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. analisis kriteria kompetensi pegawai. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. Promosi. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. Pasal 575 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. promosi. penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Pasal 577 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri dari: a. d. Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. b. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai.

instalasi. kepegawaian. pengawasan. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan pengelolaan konfigurasi basis data. Pasal 579 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. b. evaluasi dan implementasi dalam hal analisis dan evaluasi sistem informasi. dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. serta analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 580 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. pengembangan. tata usaha. c. perencanaan. basis data dan data spasial. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. e. penyusunan strategi dan perancangan serta pengembangan sistem dan prosedur perpajakan.. pengembangan aplikasi di bidang teknologi komunikasi dan informasi. pengembangan dan instalasi aplikasi perpajakan. jaringan komunikasi data. aplikasi informasi geografis. pengembangan. f. d. pelaksanaan tata usaha Direktorat. . penyiapan bahan evaluasi sistem informasi. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. dan aplikasi informasi dan pelaporan. g.165 - (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. pengembangan perangkat keras.

(2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. d. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras.166 Pasal 582 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri dari : a. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. d. b. Pasal 583 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. Subbagian Tata Usaha. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. b. evaluasi sistem informasi. e. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. c. b. serta evaluasi sistem informasi. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. c. . Seksi Evaluasi Sistem Informasi. c. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi.. Pasal 585 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri dari : a. Pasal 586 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. d.

perancangan. c. pengelolaan basis data. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. perencanaan. perencanaan perancangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penelitian. Pasal 587 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis.167 - (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 589 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri dari : a. b. b. Seksi Pengelolaan Data Spasial. perancangan. instalasi. perencanaan. Seksi Pengelolaan Basis Data. instalasi. perencanaan. dan evaluasi konfigurasi basis data. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. perencanaan. . c. perancangan. penelitian. dan evaluasi jaringan komunikasi data. instalasi. d. Pasal 590 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. pengelolaan data spasial. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. dan evaluasi jaringan komunikasi data. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian.. perancangan. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. dan evaluasi konfigurasi basis data. instalasi. instalasi konfigurasi basis data. d. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a.

penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. . pengembangan. aplikasi informasi geografis. dan instalasi aplikasi informasi geografis. d. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. dan aplikasi informasi dan pelaporan. Seksi Penyusunan Prosedur Operasional.. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. b. Pasal 593 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari : a. pengembangan. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. aplikasi informasi geografis. perencanaan. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. serta administrasi program aplikasi. pengembangan. serta administrasi program aplikasi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. dan evaluasi aplikasi perpajakan. c. penelitian. instalasi aplikasi perpajakan. perancangan. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. Pasal 594 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. instalasi. b. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a.168 Pasal 591 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan.

Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 596 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian pengembangan proses bisnis.. b. . perancangan. penyusunan strategi. penyiapan. evaluasi implementasi pengembangan di bidang operasional. Pasal 597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. menyiapkan. Pasal 598 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri dari: a. g. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. penyiapan. perancangan. kepegawaian. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. penyiapan. dan penilaian. melakukan uji coba pengembangan. h. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. f. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. d. penyusunan strategi. pengkajian pengembangan proses bisnis Direktorat Jenderal Pajak. penyiapan. penyiapan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. b. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. menyusun strategi. merancang. dan rumah tangga Direktorat. penyusunan strategi. penyusunan strategi. perancangan. c. dan evaluasi implementasi di bidang operasional. penyusunan strategi. perancangan.169 Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. e. perancangan. pendataan. tata usaha.

b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. d. penyiapan bahan penyusunan strategi. . Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. e. pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. penyiapan. pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. Pasal 601 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri dari: a. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. Pasal 599 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. penyusunan strategi.170 c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 602 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. perancangan. b. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599.. f. pelaksanaan uji coba konsep. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 603 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. c.

c. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan uji coba konsep. b.. perancangan.171 Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. pelaksanaan uji coba konsep. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 605 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri dari: a. . b. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. perancangan. b. penyiapan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. Seksi Pengembangan Pelayanan I. perancangan. Pasal 607 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. Seksi Pengembangan Pelayanan II. penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 606 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi.

dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. pendataan. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. d. pelaksanaan uji coba konsep. c. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. b. pelaksanaan uji coba konsep. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. penyiapan bahan penyusunan strategi. b. pemetaan.. penyusunan strategi. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan. perancangan. b.172 Pasal 609 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri dari: a. . perancangan. evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. dan penilaian. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. pendataan. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. perancangan. Pasal 611 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 610 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan penilaian. penyiapan bahan penyusunan strategi. pendataan. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. Pasal 613 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. dan penilaian.

perancangan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. pendataan. kepegawaian. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. Pasal 617 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan penilaian.. pelaksanaan uji coba konsep. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 616 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. tata usaha.173 - Pasal 614 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 615 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan.

174 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 618 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. d. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. e. f. h. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. Direktorat Kepabeanan Internasional. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai. . norma. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Audit. d. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. kriteria. i. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. c. Direktorat Cukai. b. Direktorat Teknis Kepabeanan. perumusan standar. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 620 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri dari: a. c. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. dan prosedur di bidang kepabeanan dan cukai.. g. b.

Pasal 622 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621. pembakuan prestasi dan sarana kerja. penataan organisasi. b. Bagian Perlengkapan. Bagian Umum. evaluasi kinerja serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional dan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. kepegawaian dan keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. dan pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. f. kearsipan. pelaksanaan tata usaha. analisa jabatan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. f. c. Pasal 623 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. e. Bagian Keuangan. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan akuntabilitas. rencana strategik. g. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.. Pasal 624 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. d. d.175 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 621 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. . b.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. pelaksanaan evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 626 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. pemeriksaan. c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya. Pasal 627 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. . d. b. dan penyusunan jabatan fungsional. penelitian. f. c. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. b.176 Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. Subbagian Tata Laksana. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan masyarakat. (3) Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan. standar norma waktu. dan standar beban kerja. laporan akuntabilitas kinerja. dan standar beban kerja. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. dan penyusunan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. penelaahan dan evaluasi jabatan. penyusunan rumusan produk hasil kerja. prosedur dan metode kerja. uraian jabatan. pelaksanaan evaluasi kinerja. e. d. pembakuan prestasi dan sarana kerja. analisis jabatan. standar norma waktu. dan tata naskah persuratan dinas Direktorat Jenderal.. rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan produk hasil kerja.

Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. penempatan. . (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. penindakan. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Pasal 628 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. pemeriksaan. penggajian. Subbagian Mutasi Kepegawaian. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan.. c. Subbagian Umum Kepegawaian. dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengawasan masyarakat. d. d. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. penempatan. kepangkatan. Pasal 629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 628.177 (4) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penelitian. Subbagian Pengembangan Pegawai. b. formasi dan pengadaan pegawai. penindakan. pelaksanaan urusan tata usaha. dan mutasi kepegawaian lainnya. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. pemindahan. penggajian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perencanaan. dan penjatuhan hukuman disiplin. dan mutasi kepegawaian lainnya. pelaksanaan urusan pengangkatan. dan dokumentasi kepegawaian. kepangkatan. ujian jabatan. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan masyarakat. Pasal 631 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pendataan pegawai. pemindahan. cuti. c. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. b. dan penjatuhan hukuman disiplin. Pasal 630 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a.

pendataan pegawai. d. formasi dan pengadaan pegawai. b. dan dokumentasi kepegawaian. Subbagian Gaji. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai.178 - (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Pasal 635 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. Pasal 634 Bagian Keuangan terdiri dari: a. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 632 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. pelaksanaan urusan tata usaha. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. cuti. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. . pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Subbagian Perbendaharaan. d. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal.. c. b.

Pasal 638 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. . pemeliharaan.. dan penghapusan perlengkapan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. b. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. pelaksanaan urusan inventarisasi. Pasal 639 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan sarana.179 Pasal 636 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. dan kearsipan Direktorat Jenderal. c. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. Subbagian Pengadaan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pelaksanaan urusan surat menyurat. b. pengetikan. distribusi. dan penghapusan perlengkapan. penggandaan. kearsipan. pemeliharaan. c. Pasal 640 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi.

(4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.180 c. Pasal 642 Bagian Umum terdiri dari: a. pelaksanaan kesejahteraan. identifikasi dan klasifikasi barang. b. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. d. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. penggandaan. tarif bea masuk dan nilai pabean. Subbagian Kesejahteraan. serta pelaksanaan identifikasi dan klasifikasi barang. pengetikan. pemeliharaan sarana. . Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. pengamanan kantor. poliklinik dan rumah dinas. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. keprotokolan. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 644 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. protokol. e. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. dan akomodasi Direktur Jenderal. tarif bea masuk dan nilai pabean. d.. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga. pengamanan kantor. poliklinik. pelaksanaan urusan tata usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. akomodasi. dan akomodasi Direktur Jenderal. dan rumah dinas kantor pusat.

barang dikuasai negara. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Pasal 647 Subdirektorat Impor dan Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. dan data harga. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 646 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan barang milik negara. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. c. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Subbagian Tata Usaha. c. d. Subdirektorat Impor dan Ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Klasifikasi Barang. tempat penimbunan pabean. e. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. profil komoditi. .. dan tarif bea masuk. Subdirektorat Nilai Pabean. c.181 Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. barang tidak dikuasai. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. d. Subdirektorat Impor dan Ekspor menyelenggarakan fungsi: a.

standardisasi dan bimbingan teknis. dan barang milik negara. standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea keluar. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. Seksi Impor. dan tarif bea masuk. (2) Seksi Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. tempat penimbunan pabean.182 - Pasal 649 Subdirektorat Impor dan Ekspor terdiri dari: a. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. b. d. . Seksi Penangguhan Bea Masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 651 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Ekspor. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. c. profil komoditi. profil komoditi. (3) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang dikuasai negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk.. standardisasi dan bimbingan teknis. barang tidak dikuasai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. Pasal 650 (1) Seksi Impor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. Seksi Klasifikasi II. tarif bea masuk pengamanan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. . tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Pasal 653 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri dari: a. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. tarif bea masuk. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang.. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. Pasal 654 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Klasifikasi III. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan. Seksi Klasifikasi I. tarif bea masuk pengamanan. dan tarif bea keluar. Seksi Klasifikasi IV. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan.183 b. b. tarif bea masuk. d.

penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. standardisasi dan bimbingan teknis. b. tarif bea masuk. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Nilai Pabean IV. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Seksi Nilai Pabean II. tarif bea masuk.184 - (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Nilai Pabean I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. Seksi Nilai Pabean III. b. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Pasal 657 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri dari: a. tarif bea masuk pengamanan.. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. d. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 658 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan data harga. Pasal 655 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. .

Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 660 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660.185 (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. dan pelaksanaan pembebasan atau keringanan bea masuk. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. . standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk.. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. tempat penimbunan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis.

pelintas batas dan barang kiriman. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. standardisasi dan bimbingan teknis. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pembebasan. serta barang pribadi penumpang. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. amal. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan bimbingan teknis. e. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. d. Pasal 662 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri dari: a. buku ilmu pengetahuan. barang contoh. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.. b. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. bahan terapi manusia. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat.186 b. c. sosial. awak sarana pengangkut. c. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. d. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. pengerjaan dan pengujian. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. Pasal 663 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. . Subbagian Tata Usaha. barang untuk keperluan badan internasional. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. barang pindahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk.

c. barang untuk keperluan badan internasional. dan barang kiriman. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. barang keperluan olahraga. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan.. pengerjaan dan pengujian. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. Seksi Pembebasan I. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. sosial. penurunan mutu. standardisasi dan bimbingan teknis. pelintas batas.187 c. amal. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. barang contoh. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. buku ilmu pengetahuan. b. barang pindahan. awak sarana pengangkut. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. standardisasi dan bimbingan teknis. d. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. pengelompokan darah. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. dan penjenisan jaringan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. Pasal 666 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang pribadi penumpang. Seksi Pembebasan IV. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. Seksi Pembebasan III. . barang yang mengalami kerusakan. Seksi Pembebasan II. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. peternakan atau perikanan. bahan terapi manusia. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. d. kemusnahan. serta barang keperluan proyek pemerintah. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. Pasal 665 Subdirektorat Pembebasan terdiri dari: a.

standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 670 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a.188 (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. barang yang mengalami kerusakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. penurunan mutu.. Pasal 669 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri dari: a. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. standardisasi dan bimbingan teknis. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. . barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. kemusnahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. peternakan atau perikanan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. Pasal 667 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri.

Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. Pasal 673 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri dari: a. c. dan tempat lelang berikat. Pasal 674 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 671 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.189 - (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. b. c. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. tempat daur ulang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. b..

Pasal 675 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. dan evaluasi pelaksanaan di bidang aneka cukai. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. b. kearsipan. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. produksi. impor. harga dasar. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. e. rumah tangga dan kepegawaian. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai serta urusan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. d. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.. c.190 (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengkajian tarif cukai. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 676 Direktorat Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. .

Subdirektorat Aneka Cukai. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. d. Pasal 678 Direktorat Cukai terdiri dari: a. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. harga dasar. . Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. b. c. Pasal 679 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. g. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. pelaksanaan urusan penyediaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 681 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri dari : a. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis.. e.191 f. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. produksi. penyimpanan. c. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. harga dasar. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. impor. ekspor. c.

. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. c. Pasal 685 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri dari: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. b. harga dasar. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. harga dasar. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. produksi. Seksi Aneka Cukai III. pemasukan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Aneka Cukai I. ekspor. harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. Pasal 683 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai.192 Pasal 682 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. impor. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a.. Seksi Aneka Cukai II.

Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. ekspor. . harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. penyimpanan. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. pemantauan perkembangan harga pasar. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. pendistribusian. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 689 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri dari: a. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.193 - Pasal 686 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. pemasukan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 687 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. serta pelaksanaan urusan penyediaan. c. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai.

evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. kearsipan.. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. standardisasi dan bimbingan teknis. pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 692 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan penyidikan tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai. .194 Pasal 690 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 691 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.

Subdirektorat Penindakan. . d. Subdirektorat Penyidikan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. g. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan narkotika dan psikotropika. e. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. e. Pasal 695 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Sarana Operasi. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b.195 b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Narkotika.. d. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Pasal 694 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri dari: a. f. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Intelijen. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. f. c. c. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a.

. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen III. Seksi Pangkalan Data Intelijen. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. barang hasil pelanggaran HAKI.. Pasal 698 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen I. barang hasil pelanggaran HAKI. d. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. d. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 697 Subdirektorat Intelijen terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.196 c. Seksi Intelijen II. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 699 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. Seksi Penindakan I. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. c. barang hasil pelanggaran HAKI. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. . barang larangan dan pembatasan.197 Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 702 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. barang hasil pelanggaran HAKI. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. barang larangan dan pembatasan. Seksi Penindakan II. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (4) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 701 Subdirektorat Penindakan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. Seksi Penindakan III..

dan prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a.. b. Pasal 705 Subdirektorat Narkotika terdiri dari: a. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. Seksi Prekursor. Pasal 706 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. b. c. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. psikotropika. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi di bidang prekursor. psikotropika dan prekursor. evaluasi dan pelaksanaan intelijen.198 Pasal 703 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. . serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. standardisasi dan bimbingan teknis. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. Seksi Narkotika dan Psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. prekursor. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Tahanan. Pasal 710 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Seksi Penyidikan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. Seksi Barang Hasil Penindakan. c. Seksi Penyidikan II. Pasal 709 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai.199 - Pasal 707 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. . barang bukti. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 708 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 707.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai.

pengelolaan cabang rumah tahanan. c. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Pasal 712 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 711. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi II. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 713 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. Seksi Sarana Operasi I. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. penginderaan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Sarana Operasi III. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. c. Pasal 711 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis.200 - (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. . pengumpulan data statistik lalu lintas berita. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. pemeliharaan keamanan. b. barang bukti. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. sarana operasi narkotika dan psikotropika.

standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 715 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penginderaan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan.201 Pasal 714 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit kepabeanan dan cukai. Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. sarana operasi narkotika dan psikotropika. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. standardisasi dan bimbingan teknis. dan sarana operasi lainnya. .. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 716 Direktorat Audit mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen.

b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis.. Pasal 718 Direktorat Audit terdiri dari: a. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta perencanaan audit di bidang cukai. d. Seksi Perencanaan Audit III. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . Seksi Perencanaan Audit I. Subdirektorat Evaluasi Audit. c. b. Seksi Perencanaan Audit II. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai.202 c. d. standardisasi dan bimbingan teknis. e. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. Pasal 721 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. c. Pasal 719 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Audit. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Subbagian Tata Usaha.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 726 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 723. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 725 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri dari: a. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. Seksi Pelaksanaan Audit I. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. serta perencanaan audit di bidang cukai. Pasal 723 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. Seksi Pelaksanaan Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. c. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Seksi Pelaksanaan Audit II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor.203 Pasal 722 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.

(3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. Seksi Evaluasi Hasil Audit III.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 729 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri dari: a.204 - (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. . Pasal 730 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 727 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. b. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 727. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai.

b. Subdirektorat Kerja Sama Regional. pelaksanaan kerja sama teknis internasional di bidang kepabeanan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral di bidang kepabeanan.. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 732 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. e. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama internasional di bidang kepabeanan. d. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.205 (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kearsipan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional di bidang kepabeanan. c. Pasal 734 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri dari: a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral di bidang kepabeanan.

serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. Seksi Kerja Sama Multilateral II. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. e. b. Seksi Kerja Sama Multilateral III. Pasal 737 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral.206 d. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan bimbingan teknis. c. . c.. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Multilateral I. Pasal 738 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Pasal 735 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO.

serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. c. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Pasal 739 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Bilateral I. Pasal 741 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral III. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. d. c.207 - (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 742 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. b. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral II. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. .

b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. Pasal 745 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. c. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 743 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Regional II. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional.208 (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. c. d. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 746 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Regional I. standardisasi dan bimbingan teknis. . serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. Seksi Kerja Sama Regional III. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional.

evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. kepegawaian dan protokoler. b. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 748 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penelahaan dan publikasi peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. keberatan dan banding. penyuluhan dan publikasi. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. rumah tangga. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 749 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penerimaan. serta pelaksanaan bantuan hukum. publikasi. bantuan hukum.. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. penyuluhan. hubungan masyarakat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. Pasal 747 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan.209 (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . kearsipan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. hubungan masyarakat.

penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. penyuluhan dan layanan informasi. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. cukai. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. . b. Seksi Pemantauan Penerimaan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. cukai. Kelompok Jabatan Fungsional. dan urusan banding. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. standardisasi dan bimbingan teknis.. b. b.210 c. e. Pasal 750 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. f. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. c. standardisasi dan bimbingan teknis. e. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 751 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Penerimaan. Seksi Penagihan dan Pengembalian. Subdirektorat Keberatan dan Banding. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 751. cukai. Pasal 753 Subdirektorat Penerimaan terdiri dari: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. f. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Seksi Peraturan Kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 755 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. c. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Pasal 757 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis.. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. cukai. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. b. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai.211 - Pasal 754 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. .

dan pengelolaan berita. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 761 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. c. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat.. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. . (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. komunikasi publik.212 Pasal 758 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. museum. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Seksi Hubungan Masyarakat. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. analisis berita. b. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 759 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. dan opini publik. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. perpustakaan. hubungan media. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. penyuluhan dan layanan informasi. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. pengelolaan situs internet. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

pengelolaan situs internet. b. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. dan urusan banding. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. dan pengelolaan berita. hubungan media. analisis berita. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai.213 - Pasal 762 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. komunikasi publik. perpustakaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. museum. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. dan opini publik. Pasal 763 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan urusan banding. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 765 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Keberatan dan Banding I. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center.. Seksi Keberatan dan Banding II. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. d. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. c. b. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi.

evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. standardisasi dan bimbingan teknis. otomasi sistem dan prosedur.214 - Pasal 766 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 768 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengolahan data serta pelaporan kepabeanan dan cukai. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang registrasi kepabeanan.. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. cukai. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. b. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. registrasi kepabeanan. kearsipan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengembangan teknologi informasi. dan administrasi lainnya. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan pelaksanaan urusan banding.

penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 782 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. e. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. f. f. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan.215 d. penyediaan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis.. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. d. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. pengendalian dan pengoperasian sarana otomasi Direktorat Jenderal. c. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Kelompok Jabatan Fungsional. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. g. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. pemeliharaan. . Pasal 783 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. e. b. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. b. Subdirektorat Manajemen Risiko. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai.

c. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. Pasal 787 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.216 Pasal 785 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. Seksi Pengendalian Risiko.. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Seksi Registrasi Kepabeanan I. Pasal 788 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. standardisasi dan bimbingan teknis. b. . (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. b. Pasal 786 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Registrasi Kepabeanan II. standardisasi dan bimbingan teknis. c. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Seksi Registrasi Kepabeanan III. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 789 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Risiko. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

cukai dan administrasi lainnya. c. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. d. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Pasal 791 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Otomasi Sistem Administrasi. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. b. Pasal 793 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri dari: a. . evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. b.217 Pasal 790 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. Pasal 792 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir.

b. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. penyediaan. c. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor.. . pengendalian. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.218 Pasal 794 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pemeliharaan Sistem. Pasal 795 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Pasal 797 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. pengendalian. pemeliharaan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai.

evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. b. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan.219 - Pasal 798 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. b. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengelolaan Data. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. Pasal 799 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaporan Direktorat Jenderal. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Pasal 802 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pelayanan Informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 801 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri dari: a. pelayanan informasi. . (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan.

dan pelaporan Direktorat Jenderal. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. pelayanan informasi. Pasal 805 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Pasal 803 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data.. kearsipan. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 804 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. standardisasi dan bimbingan teknis. . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi.220 (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

d.. dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. pedoman. f. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. g. b. kriteria. c. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. penyusunan standar. . Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806.221 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 806 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. c. dan prosedur di bidang perbendaharaan negara. e. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. d. b. norma. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. h. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 808 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri dari: a. Direktorat Sistem Perbendaharaan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. Bagian Pengembangan Pegawai. c. f. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.222 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 809 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Administrasi Kepegawaian. kepegawaian. rencana strategik. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. h. . penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. g. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. e. Bagian Keuangan. koordinasi penyusunan rencana kerja. Pasal 811 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional.. pelaksanaan tata usaha. b. d. d. e. pelaksanaan pengembangan pegawai Direktorat Jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. b. dan keuangan. Bagian Umum. kearsipan. dan dokumentasi Direktorat Jenderal.

serta penyiapan..223 Pasal 812 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. pengembangan kinerja organisasi. f. d. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. b. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyusunan rencana strategis. pengembangan kinerja. Subbagian Tata Laksana. b. Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. d. . Pasal 815 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. pelaporan. koordinasi penyusunan peraturan. Subbagian Organisasi. Pasal 813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. analisa dan evaluasi jabatan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. c. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. c. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. Pasal 814 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. analisis dan evaluasi jabatan. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. Pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. laporan akuntabilitas. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. e. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. rencana kinerja tahunan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. pemantauan akuntabilitas kinerja.

laporan akuntabilitas. . dokumentasi. statistik. pemindahan pegawai. (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat.. pelaksanaan urusan pengangkatan. d. b. penyusunan rencana strategis. dan mutasi kepegawaian lainnya. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 818 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri dari: a. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. Pasal 816 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. c. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. formasi. administrasi perkantoran. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. pemantauan dan pelaporan kinerja organisasi. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. c. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. penempatan. d. kepangkatan. dan rencana kinerja tahunan. statistik. b. dan tatalaksana pelayanan publik. implementasi. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengembangan. pelaksanaan assessment pegawai.224 (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan.

penilaian kinerja pegawai. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. pendayagunaan kompetensi pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan mengevaluasi mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi. pelaksanaan identifikasi. dan kepegawaian kantor pusat. mengelola basis data kompetensi. . statistik. sarana riset.. merencanakan kebutuhan. calon peserta. b. cuti. ujian jabatan. Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820. penempatan. menyaring penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 820 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisa dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan.225 Pasal 819 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. administrasi kepegawaian lainnya. d. (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. dan penghargaan. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. Subbagian Pengembangan Kompetensi. pengembangan. penggajian dan pemindahan pegawai. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. kepangkatan. b. pengangkatan. Pasal 822 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri dari: a. c. dan sarana pengembangan lainnya. media informasi dan edukasi. c. pelantikan.

. dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. pemeringkatan. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. b. analisa. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. perpustakaan. Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. sarana riset dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. mengusulkan penyempurnaan. monitoring. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas mengelola basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Penyusunan Anggaran.226 Pasal 823 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas menyelenggarakan identifikasi. . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. mengelola media informasi dan edukasi. Pasal 824 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. c. Pasal 826 Bagian Keuangan terdiri dari: a. c. Subbagian Perbendaharaan. d. d. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas merencanakan kebutuhan dan melaksanakan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan.

b. c. Pasal 830 Bagian Umum terdiri dari: a. (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. d. dan penggandaan. Subbagian Administrasi Persuratan. kearsipan. serta urusan dalam. b. . d. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828. inventarisasi.. kearsipan dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan.227 Pasal 827 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. e. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pemeliharaan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. pelaksanaan urusan surat-menyurat. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengadaan dan penyimpanan perlengkapan. distribusi. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. c.

- 228 Pasal 831 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat, kearsipan, penggandaan dan ekspedisi serta penghapusan arsip. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol, kehumasan, perjalanan dinas, dan pengelolaan kendaraan dinas Kantor Pusat. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan, penyimpanan dan distribusi barang persediaan, urusan dalam dan tata usaha Bagian. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan, inventarisasi Barang Milik Negara Kantor Pusat dan Vertikal, pemeliharaan inventaris kantor vertikal, penyusunan LAKIP Bagian, penyimpanan, distribusi, penyelenggaraan akuntansi, serta penghapusan barang inventaris.

Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 832 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standarisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta monitoring, evaluasi, dan koordinasi di bidang penyerapan pagu anggaran berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Pasal 833 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832, Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penelaahan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; evaluasi dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

- 229 Pasal 834 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 835 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data, penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran, serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyusunan program kerja tahunan Direktorat; penyiapan anggaran; perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan

penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; pelaksanaan monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran; penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. Pasal 837

Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Data Pelaksanaan Anggaran; Seksi Perekaman dan Pelaporan; Seksi Bantuan Teknis I; Seksi Bantuan Teknis II.

- 230 Pasal 838 (1) Seksi Data Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga serta penyiapan data monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. (2) Seksi Perekaman dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan program kerja tahunan, melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. (3) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur pelaksanaan anggaran. (4) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan anggaran. Pasal 839 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 841 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B;

c. d. e. f.

- 231 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. Pasal 842 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A, I-B, I-C, dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 843 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 845 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B;

c. d. e. f.

- 232 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. Pasal 846 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A, II-B, II-C, dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 847 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan, dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 849 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B;

c. d. e. f.

- 233 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. Pasal 850 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A, III-B, III-C, dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 851 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 852 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 853 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B;

c. d. e. f.

- 234 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. Pasal 854 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A, IV-B, IV-C, dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 855 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 856 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP).

c. d. e. f.

- 235 Pasal 857 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-B; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-D. Pasal 858 Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A, V-B, V-C, dan V-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 859 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis.

Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 860 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, verifikasi dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan kas dan program pensiun serta pelaksanaan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 236 Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan kas; penyusunan petunjuk teknis di bidang penerimaan dan pengeluaran kas; pemberian petunjuk teknis pencairan dana pinjaman dan hibah luar negeri; pemantauan dan verifikasi pelaksanaan pembayaran, penagihan, dan perkembangan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pembinaan kebendaharaan; pengelolaan kas negara; pelaksanaan pembayaran kewajiban pemerintah atas beban rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, dan rekening Pemerintah Lainnya; penatausahaan rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, Rekening Khusus, dan Rekening Pemerintah Lainnya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara; pemeriksaan kas pada KPPN selaku kuasa Bendahara Umum Negara; pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara;

m. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun; n. o. pembahasan, penyusunan konsep pengesahan, dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun pegawai negeri sipil; pelaksanaan verifikasi, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan bendahara instansi dan program pensiun; kas

p. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 862 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas; Subdirektorat Kas Umum Negara; Subdirektorat Kas Negara; Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah; Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya; Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi;

- 237 g. h. Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 863 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas menyusun perencanaan kas, menyelenggarakan program optimalisasi dan pengendalian kas, serta memantau pelaksanaannya, melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 864 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas; penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya; penyelenggaraan program optimalisasi kas. Pasal 865 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Perencanaan Kas; Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara; Seksi Pengendalian Kas; Seksi Bantuan Teknis. Pasal 866 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas, menyelenggarakan program optimalisasi kas, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (2) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (3) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan posisi kas dalam rangka pemantauan dan pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas.

- 238 (4) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan kas. Pasal 867 Subdirektorat Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, pengelolaan Rekening Kas Umum Negara, Dana Reboisasi, Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya, pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, serta verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara. Pasal 868 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pelaksanaan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan rekening escrow Dana Reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), escrow Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 869 Subdirektorat Kas Umum Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Umum Negara A; Seksi Kas Umum Negara B; Seksi Kas Umum Negara C; Seksi Kas Umum Negara D.

e. f. g.

- 239 Pasal 870 (1) Seksi Kas Umum Negara A mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara, pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, serta pengelolaan rekening escrow dana reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), dan penerimaan APBN dalam valuta asing. (2) Seksi Kas Umum Negara B mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang berkaitan dengan Surat Utang Negara, serta pengelolaan rekening Surat Utang Negara, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan Rekening Pemerintah yang dibatasi penggunaannya. (3) Seksi Kas Umum Negara C mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran serta pengelolaan rekening Kas Umum Negara dan Rekening escrow Dana Bagi Hasil. (4) Seksi Kas Umum Negara D mempunyai tugas melaksanakan proses verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui rekening Kas Umum Negara, penyusunan laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran melalui rekening Kas Umum Negara dan penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 871 Subdirektorat Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening Kas Negara dan pelaksanaan sistem penerimaan negara. Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Subdirektorat Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas negara; b. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara; c. penyusunan pagu penyediaan dana pada bank operasional; d. pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga; e. pemantauan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran pada rekening kas negara; f. pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara.

- 240 Pasal 873 Subdirektorat Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Negara A; Seksi Kas Negara B; Seksi Kas Negara C; Seksi Kas Negara D.

Pasal 874 Seksi Kas Negara A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas Negara, pengajuan usul penunjukan dan penetapan Bank Persepsi/Devisa Persepsi/ Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya dan pagu dana Bank Operasional, pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga, pengawasan dan pemantauan terhadap kinerja Kantor Pos Persepsi dan Kantor Pos Pengeluaran, pemantauan dan evaluasi kinerja Bank Operasional, pembayaran jasa perbendaharaan dan penerimaan jasa giro pada Bank Operasional, pemeriksaan kas pada KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara, pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 875 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875, Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. pembukaan rekening khusus dan pengisian Initial Deposit dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri; penyusunan mekanisme pembayaran melalui rekening khusus; penyusunan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri; pengajuan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi rekening khusus dan pengajuan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus; pemantauan dan penatausahaan rekening khusus; melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri.

- 241 Pasal 877 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah B; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah C; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah D. Pasal 878 Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan pembukaan rekening khusus dan pengisian initial deposit, menyusun mekanisme pembayaran melalui rekening khusus dan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri, mengajukan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi kembali rekening khusus dan mengajukan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus, pemantauan dan penatausahaan rekening khusus, melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 879 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam, Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan Rekening Lainnya. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening pemerintah lainnya; penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD; penyaluran dana atas beban rekening pemerintah lainnya; penatausahaan rekening pemerintah lainnya; pemantauan saldo rekening pemerintah lainnya. Pasal 881 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya terdiri dari: a. b. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A; Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B;

d. (4) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. Pasal 884 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C. b. penagihan. d. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). melaksanakan verifikasi dan menyusun laporan pengelolaan kas bendahara instansi dan program pensiun serta melaksanakan pembinaan kepada bendahara instansi. f. . c. (2) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. pencairan dana rekening lainnya. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. pelaksanaan pembayaran. e. pembinaan bendahara instansi. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan laporan RDI dan RPD. penerbitan Surat Perintah Pencairan atas beban RDI dan RPD. penatausahaan penerimaan/pengeluaran RDI dan RPD.. (3) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. dan pemantauan saldo rekening lainnya. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi.242 c. Pasal 883 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. Pasal 882 (1) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D. penyusunan konsep pengesahan. penyediaan data realisasi penerimaan/ pengeluaran RDI dan RPD. pembahasan.

penagihan. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. (2) Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A dan B masing-masing mempunyai tugas menyusun petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi B. mengembangkan sistem investasi. c. pemantauan dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi. Pasal 886 (1) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembayaran. serta pembahasan. penyusunan konsep pengesahan. Seksi Program Pensiun.. dan mengelola investasi dan kredit program berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. Pasal 887 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembinaan kepada bendahara instansi dan verifikasi. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 888 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. pelaksanaan verifikasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi.243 g. pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi. h. . pemantauan. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A. Pasal 885 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi terdiri dari: a. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

lembaga d. penyaluran dana investasi. monitoring dan evaluasi kebijakan pelaksanaan investasi dan pengelola investasi. penyediaan. . Setelmen. perjanjian. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. e. g.. penyiapan perumusan kebijakan kelembagaan. b. manajemen risiko. divestasi. d. Subdirektorat Perencanaan. pembinaan. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. f. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan setelmen pinjaman pemerintah. Akuntansi dan Pelaporan. melaksanakan setelmen pinjaman. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola kredit program. pengembangan sistem pengelola investasi. g. Subdirektorat Pinjaman Daerah. Kelembagaan dan Evaluasi. verifikasi. h. kredit program. f. Kelompok Jabatan Fungsional. perencanaan. penerusan pinjaman. i. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. Subdirektorat Kredit Program. dan kredit program. Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas menganggarkan dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. pengelolaan data. b. restrukturisasi. h. perencanaan kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. penerusan pinjaman dan kredit program. Subdirektorat Pinjaman BUMN. pelaksanaan administrasi. e.244 Pasal 889 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 888. c. c. Setelmen. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. kepatuhan. Pasal 891 Subdirektorat Verifikasi. Subdirektorat Verifikasi. Pasal 890 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. dan penghapusan piutang. restrukturisasi pinjaman.

b. penagihan. Pasal 894 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. penarikan dan/atau pencairan investasi. penerusan pinjaman. Seksi Verifikasi. pelaksanaan administrasi pengelolaan data.245 Pasal 892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891. Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penarikan penerusan pinjaman luar negeri serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. Seksi Setelmen II. e. Setelmen. dan pelaporan investasi dan kredit program. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. d. d. c. penerusan pinjaman dan kredit program. Seksi Setelmen I. pembayaran kredit program. (2) Seksi Setelmen I melakukan perhitungan. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. c. Subdirektorat Verifikasi. Setelmen. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. dan kredit program. f. b. penagihan. akuntansi. pelaksanaan perhitungan. (3) Seksi Setelmen II melakukan perhitungan. penarikan. penagihan. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. g. verifikasi. Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a.. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan melakukan pengolahan data. Pasal 893 Subdirektorat Verifikasi. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. penagihan. .

penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program.246 Pasal 895 Subdirektorat Perencanaan. j. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. manajemen risiko dan pengembangan sistem investasi dan kredit program. penyediaan. k. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. c. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. Seksi Perencanaan. Pasal 898 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. dan pembiayaan kredit program. h. kelembagaan. Subdirektorat Perencanaan. Pasal 896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895. Kelembagaan dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan perencanaan. Kelembagaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. . investasi langsung. i. b. g. e. Seksi Kelembagaan. melaksanakan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. d. dan penyaluran dana investasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. c. pinjaman pemerintah. f. pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. b. Kelembagaan dan Evaluasi terdiri dari: a. evaluasi. d. strategi investasi. Pasal 897 Subdirektorat Perencanaan.. Seksi Manajemen Risiko. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. investasi dan kredit program.

e. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. f. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. Pasal 899 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas menyusun. permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi Pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah. d. melaksanakan mediasi dan sosialisasi program investasi. pinjaman pemerintah. dan kredit program. pinjaman pemerintah. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. g.247 - (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan kelembagaan unitunit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. investasi pemerintah. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. . b.. peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. c. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. dan kredit program. menyusun rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. pengembangan sistem investasi. penerusan pinjaman. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. dan perjanjian pinjaman pemerintah. pedoman pelaksanaan manajemen risiko dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. dan kredit program. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. pinjaman pemerintah. dan kredit program. Pasal 900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. penyusunan dan perumusan rancangan. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. h. penyiapan perumusan. menyiapkan rumusan dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. penerusan pinjaman. penanganan pemerintah. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. pinjaman pemerintah. analisis. pinjaman pemerintah dan kredit program. penerusan pinjaman. perubahan. i. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman.

menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. Seksi Kepatuhan. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. c. penerusan pinjaman. b. Pasal 903 Subdirektorat Pinjaman BUMN mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Subdirektorat Pinjaman BUMN menyelenggarakan fungsi: a. mengkaji ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. d. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pinjaman pemerintah. monitoring. . evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas mengkaji permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. Seksi Perjanjian II. dan kredit program.. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. pinjaman pemerintah. Seksi Perjanjian I. dan pinjaman Pemerintah kepada BUMN. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman. Pasal 902 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas menyusun dan merumuskan rancangan.248 Pasal 901 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri dari: a. pelaksanaan. b. dan kredit program. Seksi Peraturan. analisis.

Seksi Pinjaman BUMN I. d. pelaksanaan. pelaksanaan. c. Seksi Pinjaman BUMN II. pelaksanaan. (4) Seksi Pinjaman BUMN IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. Pasal 905 Subdirektorat Pinjaman BUMN terdiri dari: a. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. f. pelaksanaan. (3) Seksi Pinjaman BUMN III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. . dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. analisis. g. e. pendidikan. (2) Seksi Pinjaman BUMN II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis.. perdagangan. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Pinjaman BUMN IV. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan telekomunikasi. Pasal 906 (1) Seksi Pinjaman BUMN I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. b.249 c. analisis. dan pertambangan dan energi. dan kehutanan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. analisis. pelaksanaan monitoring. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan kesehatan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. analisis. d. perhubungan. Seksi Pinjaman BUMN III. kelautan.

pelaksanaan. pelaksanaan monitoring. analisis.250 Pasal 907 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD. e. Seksi Pinjaman Daerah IV. yang meliputi Nangroe Aceh Darussalam. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Bengkulu. Seksi Pinjaman Daerah II. Sulawesi Tenggara. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. analisis. . Bogor.. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. pelaksanaan. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. Pasal 909 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. Pasal 908 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. g. c. d. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Seksi Pinjaman Daerah III. dan Nusa Tenggara Timur. Seksi Pinjaman Daerah I. Pasal 910 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. monitoring. evaluasi pinjaman pemerintah. Bekasi). b. b. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada pemerintah daerah dan BUMD. f. d. Kalimantan Barat. Banten (tidak termasuk Tangerang). dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a.

Kalimantan Timur. Jambi. g. Lampung. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. Papua. Kepulauan Bangka Belitung. Bekasi. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. dan Irian Jaya Barat. hapus buku dan hapus tagih kredit program. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. Kepulauan Riau. Kalimantan Tengah. dan Nusa Tenggara Barat. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. penatausahaan. DKI Jakarta. penelitian dan perumusan restrukturisasi. . Sumatera Selatan. Maluku. pelaksanaan. Bali. Sulawesi Selatan. pelaporan. analisis. hapus buku dan hapus tagih. b. analisis. monitoring dan evaluasi. pelaksanaan. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. pelaksanaan. Bogor. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. DI Yogyakarta. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Sulawesi Barat. Pasal 912 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911. yang meliputi Sumatera Barat. Gorontalo. yang meliputi Sumatera Utara. f. Jawa Timur.251 - (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. dan Sulawesi Utara. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. Pasal 911 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. e. Kalimantan Selatan.. restrukturisasi. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. yang meliputi Riau. c. Sulawesi Tengah. Jawa Tengah. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. Maluku Utara. Depok. Tangerang.

penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. d. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. penatausahaan. pelaksanan.. penelitian dan perumusan restrukturisasi. Seksi Kredit Program IV. pelaksanan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. pemantauan. pemantauan. pemantauan. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. pelaksanan. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai menyiapkan bahan perumusan kebijakan. dan hapus tagih. penatausahaan. dan hapus tagih. hapus buku. penatausahaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. penatausahaan. Seksi Kredit Program III. pemantauan. c. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. Akuntansi dan Pelaporan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. hapus buku. dan hapus tagih. Setelmen. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Lembanga Keuangan Bukan Bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. pelaksanan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. hapus buku. Pasal 915 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penelitian dan perumusan restrukturisasi. Seksi Kredit Program I. Pasal 914 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan.252 Pasal 913 Subdirektorat Kredit Program terdiri dari: a. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. . dan hapus tagih. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Verifikasi. hapus buku. Seksi Kredit Program II.

e. . piutang. penyiapan rumusan kebijakan penilaian dan penetapan BLU. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. investasi. Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU. pengelolaan kas. akuntansi. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penyusunan standardisasi teknis pelaksanaan anggaran. investasi. piutang. piutang. pendapatan dan belanja. utang. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. pengelolaan kas. standardisasi. piutang. utang. Pasal 918 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU menyelenggarakan fungsi: a. d. g. pengelolaan kas. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU. penetapan. b. dan utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. investasi. penyiapan penetapan standar biaya dan tarif BLU. bimbingan teknis.. g. c. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan pengelolaan keuangan BLU. akuntansi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. b. akuntansi.253 - Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 916 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. belanja. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pendapatan. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. c. pengelolaan kas. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). akuntansi. utang. Pasal 917 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 916. f. f.

penyusunan rencana kerja tahunan Direktorat. c. tarif dan remunerasi. penyusunan laporan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. Pasal 922 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. i. penilaian dan penetapan BLU. penyiapan bahan penilaian dan penetapan BLU. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. d. b. serta penilaian dan penetapan tarif dan remunerasi.254 Pasal 919 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. e. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. Pasal 921 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a. Seksi Bantuan Teknis II. Seksi Bantuan Teknis I. pembinaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.. c. b. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 920 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919. pengelolaan basis data. (2) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. Seksi Data dan Informasi. penyiapan bahan penetapan tarif dan remunerasi. penilaian dan penetapan BLU. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. j. g. f. penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. . h.

kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. penetapan kebijakan penilaian. b.255 (3) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU. standar teknis pengelolaan keuangan BLU. Seksi Standardisasi Teknis BLU. peningkatan/penurunan. dan Pasal 926 (1) Seksi Kebijakan BLU mempunyai tugas menyusun kebijakan penilaian dan penetapan BLU. d. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan BLU. utang. e. b. penetapan kebijakan pengelolaan keuangan BLU. serta kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. piutang. penetapan status pengelolaan keuangan BLU. c. pelaksanaan anggaran. akuntansi.. c. bahan pembinaan. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU. (2) Seksi Standardisasi Teknis BLU mempunyai tugas menyusun standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. Pasal 923 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis mempunyai tugas menyiapkan kebijakan. investasi. Pasal 924 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923. . penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan BLU. investasi. penetapan kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan BLU oleh Dewan Pengawas. pengelolaan kas. akuntansi serta mengembangkan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengelolaan kas. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kebijakan BLU. dan melaksanakan penelitian dan pengembangan BLU. piutang dan utang. Pasal 925 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis terdiri dari: a.

penurunan. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. Dewan Pengawas.. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi BLU. atas pengelolaan keuangan BLU. menyeleksi dan memproses bahan penetapan dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. akuntansi. pelaksanaan anggaran. dan pegawai BLU. Dewan Pengawas. pelaksanaan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. Pasal 930 (1) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. c. investasi. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. piutang. Pasal 928 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. c. melaksanakan peningkatan. Pasal 929 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU terdiri dari: a. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU.256 (3) Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan status BLU. pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. f. Pasal 927 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. serta memproses penetapan tarif dan remunerasi bagi pejabat pengelola. penurunan. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. d. pelaksanaan peningkatan. . b. pengelolaan kas. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas. b. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun penyedia barang dan/atau jasa. Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU menyelenggarakan fungsi: a. utang. pelaksanaan penetapan instansi pengelola keuangan BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. penganggaran. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana. dan pegawai BLU. e.

memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. utang. bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. investasi. akuntansi. b. utang. belanja. utang. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. kas. Pasal 931 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. investasi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. melaksanakan peningkatan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Dewan Pengawas. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 931. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola dana. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola kawasan. b. belanja. Seksi Pembinaan Kinerja BLU II. investasi. piutang. c. (3) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penyuluhan pengelolaan pendapatan. dan pegawai BLU.. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. penurunan. belanja. piutang. . melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. piutang. Dewan Pengawas. kas. Seksi Pembinaan Kinerja BLU III. c. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. penurunan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. investasi. akuntansi. kas. utang. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU menyelenggarakan fungsi: a. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. Pasal 933 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU terdiri dari: a. melaksanakan peningkatan. belanja.257 - (2) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. dan pegawai BLU. penyiapan rumusan pembinaan pengelolaan pendapatan.

Pasal 935 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. b. II. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU II. belanja. kas. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. b. utang. melaksanakan monitoring dan evaluasi pendapatan dan belanja. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU III. piutang. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. Pasal 939 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. akuntansi . dan III masing-masing mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. investasi. c. piutang. belanja. piutang. II. investasi. . dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU.258 Pasal 934 Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. c. investasi. pengelolaan kas.. pendapatan. utang. kinerja BLU. pengelolaan kas. utang. piutang. pendapatan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. Pasal 938 Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. akuntansi. utang. kinerja BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Pasal 936 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935. belanja. Pasal 937 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU terdiri dari: a. melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja BLU. pengelolaan kas. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan.

d. pembinaan dan pemeliharaan bagan perkiraan standar. g. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. Subdirektorat Sistem Akuntansi. penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat. l. k. pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan serta implementasi standar akuntansi pemerintahan. dan kewajiban pemerintah. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan serta unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.. h. pembinaan akuntansi kementerian/lembaga. penyelenggaraaan akuntansi pusat. Pasal 941 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 940. penyusunan statistik keuangan negara. serta penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisa laporan keuangan pemerintah. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. posisi aset dan kewajiban pemerintah. Pasal 942 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. b. i. b. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi kementerian/lembaga. penyelenggaraan rekonsiliasi dan konsolidasi laporan keuangan instansi pemerintah.259 - Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 940 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. e. posisi aset. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. j. c. penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. f. penyusunan dan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . penyelenggaraan akuntansi pusat.

f. e. h. b. penyelenggaraan pemerintahan. bimbingan teknis dan/atau penyuluhan standar akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan. c. pemberian dukungan teknis implementasi standar akuntansi pemerintahan. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. pembinaan Subbagian Tata Usaha Direktorat. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. d. e. Subdirektorat Akuntansi Pusat. Pasal 943 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi standar akuntansi pemerintahan. Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. d. d. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. . Subbagian Tata Usaha. c. g. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. Pasal 944 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943. Pasal 945 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintah terdiri dari: a. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan standar akuntansi pemerintahan. Pasal 946 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas memberikan dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan.260 c.. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. b.

Pasal 948 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. perumusan. perumusan. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 949 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari dari: a. Pasal 950 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. b. c. pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran.261 (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. d. Pasal 947 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengkajian. . pengkajian. c. Seksi Sistem Akuntansi Instansi.. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan. serta bagan perkiraan standar. (4) Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas menjalankan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. b. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah.

c. (4) Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan mempunyai tugas mengkaji. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi B. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi C. . Pasal 951 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga. b. mengevaluasi. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan memantau laporan keuangan berkala kementerian/lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 954 (1) Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. Pasal 953 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri dari: a. menyiapkan perumusan. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 952 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951. dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. b. dan pemutakhiran bagan perkiraan standar. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga. Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. B dan C masing-masing mempunyai tugas menyusun. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A.262 (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. c. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. pemantauan penyajian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga.. d. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga.

Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. kas umum negara dan pos-pos khusus neraca. Seksi Pembinaan Akuntansi Regional. Pasal 958 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Subdirektorat Akuntansi Pusat menyelenggarakan fungsi: a. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. b. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. b. Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca. Seksi Akuntansi Umum.263 - (2) Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas menyusun mengevaluasi dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan memantau laporan keuangan berkala bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh kantor-kantor wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Pasal 955 Subdirektorat Akuntansi Pusat mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran. c. d. Pasal 957 Subdirektorat Akuntansi Pusat terdiri dari: a. c. . Seksi Akuntansi Kas. d..

penghimpunan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara. b. dan dana yang dikelola di luar mekanisme APBN. pinjaman yang diberikan. Pasal 959 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala. c. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara. Pasal 961 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. c. (3) Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu dari neraca. Pasal 960 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. aset tetap. (4) Seksi Pembinaan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada kantor-kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. menyusun laporan keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d.264 (2) Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga. antara lain: investasi. . Pasal 962 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. d.. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan.

. melakukan analisis terhadap laporan keuangan. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 964 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963. Seksi Informasi dan Publikasi. analisa laporan keuangan kepada pihak-pihak yang menyajikan informasi statistik keuangan pemerintah. c. statistik keuangan d. Pasal 963 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. mengumpulkan data yang diperlukan dalam penyusunan pemerintah. menyusun laporan manajerial perbendaharaan.. mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah. menyampaikan hasil berkepentingan. b. menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. mengolah data statistik keuangan pemerintah.265 - (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. . Pasal 965 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri dari: a. d. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. f. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. g. b. h. Seksi Analisis Laporan Keuangan. c. e.

pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. melaksanakan pengelolaan basis data. c. (2) Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 968 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi. harmonisasi. pengembangan dan evaluasi sistem aplikasi komputer. standardisasi. sinkronisasi dan standardisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sosialisasi. . bimbingan teknis Peraturan dan Proses Bisnis. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisa terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. serta Pembinaan Profesi di bidang perbendaharaan. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas menyusun/menyajikan serta menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. dukungan Teknologi Informasi. perancangan. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas menyusun laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.266 Pasal 966 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah.. penyusunan. distribusi data. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 967 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. melakukan analisis. pengkajian. mengumpulkan dan mengolah data statistik. Pasal 969 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. pembinaan. dan pemberian bimbingan teknis.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. analisis keterkaitan. Subdirektorat Pengembangan Profesi. g. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. e. pemeliharaan. pengamanan data. analisis. e. pemberian bimbingan teknis aplikasi. inventarisasi dan perbendaharaan. i. pengembangan. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis. perangkat keras. penelaahan permasalahan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. perancangan. . k. perangkat lunak dan komunikasi data di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. evaluasi. bimbingan teknis. h. Pasal 970 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri dari: a. Pasal 971 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. distribusi data dan informasi di bidang perbendaharaan. sosialisasi. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan. d. g. komunikasi data dan pengelolaan basis data. pemberian dukungan teknis terkait dengan perangkat keras. j. b. pengkajian dan standardisasi profesi di bidang perbendaharaan..267 d. pengelolaan basis data. sinkronisasi. dokumentasi. f. perangkat lunak. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. proses bisnis dan profesi perbendaharaan pada kementerian negara/lembaga dan kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. n. inventarisasi peraturan. penyusunan peraturan dan pedoman teknis di bidang sosialisasi dan penyuluhan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. f. monitoring dan evaluasi data. m. Subbagian Tata Usaha. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan . kajian. pembinaan. l.

penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B.268 - Pasal 972 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971. sinkronisasi. evaluasi.. . f. d. b. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. b. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. c. c. j. pembinaan dan bimbingan teknis. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. penelaahan permasalahan. i. analisis keterkaitan. e. k. sosialisasi. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. I-B. h. inventarisasi peraturan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Pasal 974 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. d. kajian. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 973 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri dari: a. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. g. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan.

c. Pasal 976 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975. pembinaan dan bimbingan teknis. kajian. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. d. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. II-B. e. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penelaahan permasalahan. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. d. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. b. Pasal 977 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri dari: a. f. . Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. sinkronisasi. evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.269 Pasal 975 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. Pasal 978 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. analisis keterkaitan. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. pembinaan dan bimbingan teknis. sinkronisasi. g. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. sosialisasi. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan.. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. k. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. inventarisasi peraturan. analisis keterkaitan. penelaahan permasalahan. h. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. kajian. inventarisasi peraturan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. i. sosialisasi. b. j. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis.

d. b. c. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 982 Seksi Pengembangan Aplikasi A. Seksi Pengembangan Aplikasi B. dukungan dan bimbingan teknis. . Pasal 981 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari: a.. f. B. Seksi Pengembangan Aplikasi C. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. perancangan. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. pengembangan. C. e. Seksi Pengembangan Aplikasi A. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. h. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. pemeliharaan. Pasal 980 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979. pemeliharaan. i. g. dokumentasi. c. analisis dan perancangan sistem aplikasi.270 - Pasal 979 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. d. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pendokumentasian. perancangan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Seksi Pengembangan Aplikasi D. b. pengembangan.

pemberian bimbingan dan dukungan teknis. c. pemberian dukungan teknis. f. e-mail. monitoring. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. pengkajian. pengelolaan layanan informasi. perangkat keras. dan perangkat lunak. d. perancangan dan standardisasi basis data. penghimpunan data sumber. situs (website). pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. j. pengujian. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. pengamanan. Seksi Analisis Data. pelaksanaan distribusi data. pengelolaan layanan informasi. h. dan perangkat lunak. perangkat keras. evaluasi. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. Seksi Komunikasi Data.. pengelolaan basis data. dan pengembangan teknologi informasi. standardisasi. pengelolaan dan pengamanan basis data. b. penerapan. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. dan distribusi data.271 - Pasal 983 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan perancangan dan standardisasi basis data. . e. web content dan internet. c. g. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. Pasal 985 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri dari: a. evaluasi. Seksi Pengelolaan Basis Data. pengamanan. d. monitoring. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. penghimpunan data sumber. penyusunan standardisasi. pengujian. i.

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pelaksanaan penilaian akreditasi. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi.272 Pasal 986 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan.. pembinaan. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. g. f. sosialisasi. pengelolaan kamus data (data dictionary). situs (website). sertifikasi. pengujian. b. sertifikasi. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai fungsi: a. pembinaan. web content. Pasal 988 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 987. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). Pasal 987 Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai tugas melakukan perumusan pedoman. (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. evaluasi. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengkajian. pengamanan. perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. monitoring. diseminasi dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. perumusan pola akreditasi. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. implementasi. e-mail. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. serta pengelolaan. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. evaluasi. pengelolaan kinerja basis data. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. . c. d. perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pemberian dukungan teknis. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. e.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi. merumuskan pola akreditasi.273 - Pasal 989 Subdirektorat Pengembangan Profesi terdiri dari: a. Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta melakukan uji coba proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. c. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. . (2) Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. (3) Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 990 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan peraturan perundangan dan pedoman terkait. Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. b. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. mengembangkan. Pasal 991 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.. merancang. menyiapkan. Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 992 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan.

manajemen kas. d. dan akuntansi. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal menyelenggarakan fungsi: a. pengeluaran. Subbagian Tata Usaha. f. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal. e. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. evaluasi. manajemen kas.274 Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992.. pengendalian. penyiapan. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. b. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penerimaan. manajemen komitmen. c. c. penyusunan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyelarasan proses bisnis dengan teknologi informasi perbendaharaan. perancangan. perancangan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaporan akuntabilitas kinerja direktorat. Pasal 994 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. penyusunan. . Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. penyiapan. administrasi operasional. dan pengembangan kebijakan dan strategi pengelolaan perubahan. monitoring. perumusan kebijakan dan strategi pengembangan proses bisnis serta teknologi informasi perbendaharaan. Pasal 995 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. g. pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat. dan pengembangan rencana strategi dan rencana kerja. d. e. Pasal 996 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. proses penerimaan. perancangan. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan. manajemen pembayaran. f. perancangan. penyiapan. pelaporan.

d. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses penerimaan dan manajemen kas dengan aplikasi teknologi informasi. b. manajemen kas. manajemen pembayaran. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A. manajemen pembayaran. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Pasal 997 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal terdiri dari: a. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis manajemen komitmen dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. manajemen kas.275 b. manajemen komitmen. pengkajian dan penyempurnaan. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. c. manajemen komitmen. pelaporan. Pasal 998 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. pelaporan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B. proses penerimaan. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses pelaporan dan akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. dan akuntansi. pengkajian dan penyempurnaan. e. proses penerimaan. d. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D. (4) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. manajemen kas.. c. manajemen pembayaran. pengkajian dan penyempurnaan. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. proses penerimaan. pelaporan. manajemen komitmen. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dengan aplikasi teknologi informasi. dan akuntansi. dan akuntansi. . penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengkajian dan penyempurnaan.

serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja dengan aplikasi teknologi informasi. sistem perbankan umum. e. . dan sistem bank sentral. dan sistem bank sentral. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen Barang Milik Negara. Pasal 1000 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999.. sistem perbankan umum. Utang. manajemen investasi. manajemen Barang Milik Negara. pengkajian dan penyempurnaan. Utang. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. Pasal 1001 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri dari: a. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. manajemen Barang Milik Negara. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. c. Utang. manajemen investasi. Utang. sistem perbankan umum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. dan sistem bank sentral. manajemen investasi. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. dan sistem bank sentral. d. Pasal 1002 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi.276 Pasal 999 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. b. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A. b. Utang. manajemen investasi. manajemen investasi. c. manajemen Barang Milik Negara. manajemen Barang Milik Negara. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. perancangan.

dan Pasal 1005 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri dari: a. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. Seksi Transformasi Perangkat Keras. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. penyusunan rekomendasi perbendaharaan. pemberian dukungan teknis. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. b. Pasal 1003 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. pengujian. pengkajian dan penyempurnaan. e. b. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan.277 (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. f. pengembangan. Pasal 1004 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. Pasal 1006 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. penetapan landasan hukum teknologi informasi tugas melaksanakan pengembangan. c. monitoring. pengamanan. c. perancangan. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. d. pengkajian dan penyempurnaan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis Utang dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. . evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a..

perancangan. pengujian. monitoring. pengujian. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. c. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengembangan. e. pemberian dukungan teknis. b. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. II. pengembangan. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1010 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. pengembangan. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. pengelolaan. Pasal 1009 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri dari: a. d. c. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. b. monitoring. pengamanan. Pasal 1007 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III.. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. . evaluasi. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data.278 (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. dan dokumentasi sistem aplikasi. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. pemberian dukungan teknis.

Seksi Pelaksanaan Pendanaan. melakukan operasional transformasi. Pasal 1014 (1) Seksi Perencanaan. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. b. (2) Seksi Pelaksanaan Pendanaan penyelesaian tagihan. Seksi Pengadaan. f. c. perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas SDM. Pengendalian. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. melakukan monitoring dan evaluasi. perumusan. h. penyusunan. penyusunan. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. b. perumusan kebijakan strategi perubahan organisasi. perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. . evaluasi.279 Pasal 1011 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan dan menyusun rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia. perumusan. d. Pasal 1012 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1011. perumusan. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. pengkajian. Pasal 1013 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. c.. melakukan monitoring. mempunyai tugas melaksanakan verifikasi dan (3) Seksi Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. d. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. dan Pelaporan mempunyai tugas menyusun rencana strategik dan rencana kerja. Seksi Perencanaan. g. e. Pengendalian. dan Pelaporan.

Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1016 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku..280 (4) Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas mengkaji dan merumuskan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi dan penempatan serta pelatihan SDM. . Pasal 1017 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Pasal 1015 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan prosedur di bidang kekayaan negara. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. dan lelang. piutang negara. norma. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kekayaan negara. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara. dan lelang. pedoman. piutang negara. dan lelang. dan lelang. piutang negara. Sekretariat Direktorat Jenderal. f. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Hukum dan Informasi. b. e. Direktorat Barang Milik Negara I. b.. penyusunan standardisasi. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. piutang negara. piutang negara. d. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain. . h. Direktorat Piutang Negara.281 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1018 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1020 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri dari: a. c. Direktorat Barang Milik Negara II. c. d. Direktorat Lelang. e. kriteria.

serta pembinaan dan pemberian dukungan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. kepegawaian. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. rencana strategik. pelaksanaan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Perlengkapan. e. d. Pasal 1022 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1021. dan keuangan. pelaksanaan tata usaha. b. . Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. Bagian Keuangan. e. Pasal 1023 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a.. c. Bagian Kepegawaian.282 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1021 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. Bagian Umum. Pasal 1024 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. f. kearsipan. koordinasi penyusunan rencana kerja. b. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. rencana strategik. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. rumah tangga. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. d.

Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan. . c. serta penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. penyusunan rumusan produk hasil kerja. penyiapan bahan tanggapan. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal.. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. b. Pasal 1026 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. uraian jabatan. standar norma waktu dan standar beban kerja. standar beban kerja Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. c. penyiapan bahan penataan organisasi. e. analisis jabatan. Pasal 1027 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan jabatan fungsional dan penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.283 Pasal 1025 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1024. Subbagian Tata Laksana. standar norma waktu. tata naskah persuratan dinas. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktur Jenderal. analisa jabatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. d. standardisasi teknis dan produk hasil kerja. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. b. f. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. g.

penempatan. dokumentasi. pemindahan pegawai. dokumentasi. Pasal 1030 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. d. cuti. dan mutasi kepegawaian lain-lain. dan penghargaan pegawai. penyaringan pegawai dalam rangka ujian jabatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. kesejahteraan pegawai.. ujian jabatan serta penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. kepangkatan. c. kesejahteraan pegawai. penggajian. mutasi kepegawaian. Pasal 1029 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. pemindahan pegawai. statistik. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. kepangkatan. formasi. b. penempatan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin.284 - Pasal 1028 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. Pasal 1031 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. c. Subbagian Umum Kepegawaian. b. . statistik. penggajian. penghargaan dan penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin pegawai serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. dan penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. cuti. formasi.

Pasal 1033 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032. Pasal 1036 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.. Subbagian Gaji. c. d. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1035 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. b. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. c. b. d.285 Pasal 1032 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1034 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Penyusunan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal.

Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. serta penatausahaan. pelaksanaan urusan inventarisasi. pelaksanaan urusan surat-menyurat. b. c. penggandaan.. Pasal 1038 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pemeliharaan sarana dan prasarana. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 1039 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. rapat pimpinan dan akomodasi. tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. b. dan penghapusan perlengkapan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. kearsipan. c. Subbagian Pengadaan. pengetikan. rumah tangga. pemeliharaan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pelaksanaan urusan protokol.286 - Pasal 1037 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. pengamanan. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. dan penghapusan perlengkapan. kepustakaan. ekspedisi. Pasal 1040 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. tamu. . angkutan. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan dokumentasi. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. perjalanan dinas. pemeliharaan. b. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi.

standardisasi. pengamanan dan pemeliharaan. Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara I Pasal 1044 Direktorat Barang Milik Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1043 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. penyiapan rumusan kebijakan. . pengendalian. bimbingan teknis. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. dan dokumentasi. b.287 - Pasal 1042 Bagian Umum terdiri dari: a. pengamanan. Subbagian Rumah Tangga. kepustakaan. Direktorat Barang Milik Negara I menyelenggarakan fungsi: a. pemindahtanganan. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. akuntansi. penghapusan. kearsipan. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. evaluasi. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. angkutan. pengawasan. pemindahtanganan. pembinaan. ekspedisi. standardisasi. akuntansi. dan pelaksanaan kegiatan penggunaan. penatausahaan. penggandaan. tamu. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. pemanfaatan. pembinaan. c. pengamanan dan pemeliharaan. Pasal 1045 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. pengawasan. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. pemanfaatan. pengetikan. pengendalian. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. penghapusan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. rapat pimpinan dan akomodasi. serta penatausahaan.. pemeliharaan sarana dan prasarana. penatausahaan. perjalanan dinas. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. bimbingan teknis.

penyiapan bahan rumusan kebijakan. bimbingan teknis. pelaksanaan penggunaan. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. Subdirektorat Barang Milik Negara IB. IB. . pembinaan. pengamanan dan pemeliharaan. d. pemantauan. penghapusan. d. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. pemberian bimbingan teknis penggunaan. e. penghapusan. c. pemanfaatan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pemindahtanganan. c. b. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. penghapusan. e. pemanfaatan. koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. penghapusan.. pengamanan dan pemeliharaan. dan pengendalian barang milik negara. standardisasi. dan IC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. pemindahtanganan. pemanfaatan. pengendalian. akuntansi. pembinaan. pengamanan dan pemeliharaan. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. pemindahtanganan. f. Subdirektorat Barang Milik Negara ID. pelaksanaan evaluasi penggunaan. dan evaluasi penggunaan. penyusunan sistem dan prosedur. pemanfaatan. bimbingan teknis. pembinaan. pengawasan. dan IC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IB. IB. pelaksanaan. pemantauan. pemanfaatan. dan IC. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. penatausahaan. pemindahtanganan. pemindahtanganan. akuntansi. penatausahaan. IB. Subdirektorat Barang Milik Negara IC.288 - b. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. Pasal 1047 Subdirektorat Barang Milik Negara IA. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penghapusan. pengawasan. Subbagian Tata Usaha. f. penatausahaan. Pasal 1046 Direktorat Barang Milik Negara I terdiri dari: a. dan IC menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. pengawasan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pengawasan.

. dan pengendalian barang milik negara. IB. b. bimbingan teknis. Seksi Barang Milik Negara IA-2. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. penghapusan. pelaksanaan. dan IC. dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. penyusunan sistem dan prosedur. IA-2. dan IC. dan evaluasi penggunaan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. c. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IA-1. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA-1. penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. IB. pengamanan dan pemeliharaan. penghapusan. pengawasan. pengawasan. dan IC. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. IB. pembinaan. penelaahan. pengendalian. pemindahtanganan. pemindahtanganan. b. Seksi Barang Milik Negara IB-1. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. pemanfaatan. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IA-4. Seksi Barang Milik Negara IB-4. Pasal 1050 Seksi Barang Milik Negara IA-1. pemindahtanganan. IA-2. c. Pasal 1049 Subdirektorat Barang Milik Negara IA masing-masing terdiri dari: a. pembinaan. pembinaan.289 - b. . pemanfaatan. IA-3. pemantauan. penyiapan bahan penggunaan. pembinaan. d. Seksi Barang Milik Negara IA-3. c. penghapusan. Seksi Barang Milik Negara IB-3. pemindahtanganan. standardisasi. IB. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. penghimpunan. e. Seksi Barang Milik Negara IB-2. serta penghimpunan. IA-3. dan IC. pengamanan dan pemeliharaan. d. dan IA-4. pengawasan. Pasal 1051 Subdirektorat Barang Milik Negara IB masing-masing terdiri dari: a. d.

dan evaluasi penggunaan. serta penghimpunan. . pembinaan. pemanfaatan. serta penghimpunan. standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penghapusan. penyusunan sistem dan prosedur. penyusunan sistem dan prosedur. pengamanan dan pemeliharaan.290 - Pasal 1052 Seksi Barang Milik Negara IB-1. pemanfaatan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. dan evaluasi penggunaan. koordinasi. bimbingan teknis. pemantauan. IC-3. IC-2. c. d. Seksi Barang Milik Negara IC-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IC-1. penghapusan. pengendalian. pemanfaatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemindahtanganan. penghapusan. IB-3. standardisasi. IB-3. IB-2. pengamanan dan pemeliharaan.. penyusunan sistem dan prosedur. pemantauan. pengawasan. pembinaan. Seksi Barang Milik Negara IC-2. pembinaan. standardisasi. pengawasan. IB-2. pengamanan dan pemeliharaan. dan IC-4. b. IC-3. bimbingan teknis. dan penyusunan Daftar Barang Milik Negara. pelaksanaan. dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemantauan. Pasal 1055 Subdirektorat Barang Milik Negara ID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1053 Subdirektorat Barang Milik Negara IC masing-masing terdiri dari: a. Pasal 1054 Seksi Barang Milik Negara IC-1. dan evaluasi penggunaan. bimbingan teknis. pengendalian. pelaksanaan. IC-2. pemindahtanganan. dan IB-4. Seksi Barang Milik Negara IC-4. akuntansi. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IB-1. pemindahtanganan. pelaksanaan. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Seksi Barang Milik Negara IC-1. pengawasan.

pengawasan. ID-2. bimbingan teknis. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. penghimpunan. pemanfaatan. dan pengendalian barang milik negara. pelaksanaan. penyusunan sistem dan prosedur. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. akuntansi. dan ID-4. pengamanan dan pemeliharaan. dan evaluasi penggunaan. Pasal 1058 Seksi Barang Milik Negara ID-1.. pemindahtanganan. akuntansi. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. d. pembinaan. pembinaan. ID-2. pengamanan dan pemeliharaan. Pasal 1057 Subdirektorat Barang Milik Negara ID terdiri dari: a. pengawasan. c. pengawasan. penatausahaan. penatausahaan. f. pemindahtanganan. pemantauan. b. Seksi Barang Milik Negara ID-4. akuntansi. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. pengendalian. penatausahaan. pengendalian. pemindahtanganan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. Seksi Barang Milik Negara ID-2. pembinaan. penghimpunan. standardisasi. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. e. penghapusan. pengawasan. penghapusan. pemantauan. Seksi Barang Milik Negara ID-3. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID-1. d. Subdirektorat Barang Milik Negara ID menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. penghapusan. penatausahaan.291 Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. bimbingan teknis. dan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara ID-1. penghapusan. ID-3. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. pemanfaatan. standardisasi. pembinaan. penghapusan. penyiapan bahan penggunaan. pengendalian. pemanfaatan. pengawasan. pemanfaatan. c. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemindahtanganan. ID-3. akuntansi. . penyiapan bahan evaluasi penggunaan. b. pemindahtanganan.

Pasal 1061 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060.. pemantauan. c. penatausahaan. e. pemindahtanganan. standardisasi. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan.292 Pasal 1059 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembinaan. pemanfaatan. penatausahaan. pembinaan. pengawasan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. penghapusan. standardisasi. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. serta pengawasan. bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan. pemanfaatan. pemanfaatan. pemanfaatan. pengawasan. pengawasan. penghapusan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. pengawasan. . pengamanan dan pemeliharaan. pengendalian. pemindahtanganan. penghapusan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara ID. pembinaan. penyiapan rumusan kebijakan. pemindahtanganan. dan pengendalian barang milik negara. penatausahaan. dan penyusunan daftar kekayaan negara yang dipisahkan. pengendalian. d. pemindahtanganan. pembinaan. pengawasan. penghapusan. penghapusan. penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. penatausahaan. bimbingan teknis. Direktorat Barang Milik Negara II menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan. pemberian bimbingan teknis penggunaan. pelaksanaan penggunaan. b. pelaksanaan evaluasi penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. Bagian Kelima Direktorat Barang Milik Negara II Pasal 1060 Direktorat Barang Milik Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengamanan dan pemeliharaan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. pengendalian. penatausahaan. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan.

Pasal 1063 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA.. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. IIB. f. pemantauan. dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Barang Milik Negara IID. penyusunan sistem dan prosedur. pemanfaatan.293 - f. pemanfaatan. Pasal 1062 Direktorat Barang Milik Negara II terdiri dari: a. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pengendalian. IIB. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. b. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. IIB dan IIC. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. pelaksanaan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. II. Subdirektorat Barang Milik Negara IIC. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. j. c. penyusunan sistem dan prosedur. pembinaan. dan III. penghapusan. standardisasi. pemindahtanganan. d. bimbingan teknis. dan IIC. bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I. IIB. Subbagian Tata Usaha. h. pengawasan. standardisasi. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. penghapusan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum. i. bimbingan teknis. g. pengendalian. proyek kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. pengamanan dan pemeliharaan. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. pelaksanaan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. dan IIC menyelenggarakan fungsi: a. pemindahtanganan. penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Barang Milik Negara IIB. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pembinaan. . e. pengawasan.

II.. pengamanan dan pemeliharaan.294 - b. penyiapan bahan rumusan kebijakan. f. IIA-2. . dan III. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. c. pengamanan dan pemeliharaan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. II. Seksi Barang Milik Negara IIA-2. Pasal 1066 Seksi Barang Milik Negara IIA-1. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. pengamanan dan pemeliharaan. dan IIC. dan III. pengawasan. dan III. pemindahtanganan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA-1. dan IIC. penghapusan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. IIB. penghapusan. pembinaan. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. pengawasan. b. pengendalian. penyiapan bahan penggunaan. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IIA-4. pemanfaatan. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. Pasal 1065 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA terdiri dari: a. pemindahtanganan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup I. dan pengendalian barang milik negara. IC. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IA. pembinaan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. Seksi Barang Milik Negara IIA-1. IIA-2. pembinaan. penatausahaan. penatausahaan. penyusunan sistem dan prosedur. c. d. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. standardisasi. pelaksanaan kegiatan penggunaan. d. g. dan IIA-4. standardisasi. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Seksi Barang Milik Negara IIA-3. pembinaan. IB. pengendalian. e. pemindahtanganan. sistem dan prosedur. bimbingan teknis. IIA-3. dan IIC. pemanfaatan. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. pemanfaatan. pengawasan. pemindahtanganan. IIB. II. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. bimbingan teknis. IIA-3. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. dan ID. IIB. pengamanan dan pemeliharaan.

IIC. bimbingan teknis. pengendalian. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIIA. b. penghapusan. penyusunan sistem dan prosedur. dan IIID. bimbingan teknis. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. c. Seksi Barang Milik Negara IIB-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB-3. pembinaan. pengamanan dan pemeliharaan. Pasal 1069 Subdirektorat Barang Milik Negara IIC terdiri dari: a. d. penghapusan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIA. IIB. dan IIC-4. pengamanan dan pemeliharaan. IIIC. Seksi Barang Milik Negara IIC-2. pengawasan. . pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. IIC-2. Seksi Barang Milik Negara IIC-1. standardisasi. pemindahtanganan. Seksi Barang Milik Negara IIC-4. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. dan IIB-4. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. pengendalian. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pengawasan. pemanfaatan. c. Seksi Barang Milik Negara IIB-4. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. pemindahtanganan.. penyusunan sistem dan prosedur. pelaksanaan kegiatan penggunaan. IIB-2. pembinaan. pemanfaatan. Pasal 1070 Seksi Barang Milik Negara IIC-1. standardisasi. Seksi Barang Milik Negara IIB-2. Seksi Barang Milik Negara IIC-3. Seksi Barang Milik Negara IIB-3. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB-2. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIC-1. d.295 Pasal 1067 Subdirektorat Barang Milik Negara IIB terdiri dari: a. IIB-3. dan IID. IIC-3. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. IIC-2. IIC-3. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIB-1. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 1068 Seksi Barang Milik Negara IIB-1. IIIB. b.

standardisasi. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. . pengamanan dan pemeliharaan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. g. penghapusan. pengawasan. pemanfaatan. penatausahaan. penatausahaan. pemindahtanganan. f. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. penyiapan bahan penggunaan. pengendalian. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pemanfaatan. c. penatausahaan. penyiapan bahan rumusan kebijakan.. pembinaan. dan pengendalian barang milik negara. pemindahtanganan. penghapusan. pengawasan. e. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IV. bimbingan teknis. pembinaan. h. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. penghapusan. bimbingan teknis. pemanfaatan. b. pengendalian. penatausahaan. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. standardisasi. penghapusan. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. bimbingan teknis. pembinaan.296 Pasal 1071 Subdirektorat Barang Milik Negara IID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pengawasan. sistem dan prosedur. penghapusan. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. pemantauan. penyusunan sistem dan prosedur. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pemindahtanganan. standardisasi. penyiapan bahan rumusan kebijakan. penatausahaan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pengendalian. d. Subdirektorat Barang Milik Negara IID menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup IV. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. pembinaan. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pemindahtanganan. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara lingkup II dan kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 1072 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1071.

analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. IVC. Seksi Barang Milik Negara IID-1. IVB. pemanfaatan. Pasal 1075 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan IID-4. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembinaan dan pelaksanaan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan. pembinaan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. Seksi Barang Milik Negara IID-4. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID-1. d. bimbingan teknis. dan IVD. penyusunan sistem dan prosedur. IID-3. b. standardisasi. pengendalian. c. serta penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. IID-2. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. bimbingan teknis. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IVA..297 - Pasal 1073 Subdirektorat Barang Milik Negara IID terdiri dari: a. Seksi Barang Milik Negara IID-3. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1076 Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi. pemindahtanganan. evaluasi serta pelaksanaan kegiatan di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. Seksi Barang Milik Negara IID-2. . pengamanan dan pemeliharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IID. Pasal 1074 Seksi Barang Milik Negara IID-1. IID-3. IID-2. pelaksanaan kegiatan penggunaan.

aset nasionalisasi atau eks asing/cina. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. barang yang dirampas oleh negara. b. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. air dan tata ruang angkasa. aset eks Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3). cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. hak atas bumi. penyiapan rumusan kebijakan. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. barang milik negara eks kepabeanan. e. standardisasi. . pengawasan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain.298 Pasal 1077 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan prosedur. aset eks UP3. f. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. barang milik negara eks kepabeanan. b. barang yang dirampas oleh negara. penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. d. Pasal 1078 Direktorat Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri dari: a. barang milik negara eks kepabeanan. air dan tata ruang angkasa. serta akuntansi aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. barang yang dirampas oleh negara. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. hak atas bumi. d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. perencanaan. air dan tata ruang angkasa. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. hak atas bumi. c. c. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. Kelompok Jabatan Fungsional. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain..

di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. penyusunan sistem dan prosedur. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan antara lain kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan rumusan kebijakan. III. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. III. pemantauan. dan IV. dan IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi.. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I. b. II. dan IV. perencanaan. barang yang dirampas oleh negara. Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. d. dan IV. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. standardisasi. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain lingkup I. penatausahaan dan penyusunan daftar. II. c. e. dan IV. II. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. aset eks UP3. II. b. II. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. pengawasan. penghimpunan. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I.299 - Pasal 1079 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. air dan tata ruang angkasa. III. sistem dan prosedur. bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. II. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. penyiapan bahan perencanaan. III. II. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. c. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. III. . III. dan IV. hak atas bumi. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. pengawasan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain sebagai akibat adanya ketentuan. d. dan IV. dan IV. penelaahan. Pasal 1081 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri dari: a. III. III. barang milik negara eks kepabeanan. II.

Pasal 1086 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. IB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. . d. penatausahaan dan penyusunan daftar. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. c. pengawasan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. dan IID. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. pemantauan. IIC. IIB. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Pasal 1084 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. IIIB. d. IIIC. pemantauan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. dan ID. penyusunan sistem dan prosedur. b. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIIA. pemberian bimbingan teknis. perencanaan. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IIIC. IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. penatausahaan dan penyusunan daftar. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan sistem dan prosedur. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IA. pengawasan. pengawasan.300 Pasal 1082 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. IIC.. pemberian bimbingan teknis. perencanaan. IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. pemberian bimbingan teknis. penyusunan sistem dan prosedur. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIA. pemantauan. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. penatausahaan dan penyusunan daftar. dan IIID. IB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. perencanaan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. b. Pasal 1083 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri dari: a. Pasal 1085 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri dari: a. IIIB.

. c. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVC. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVD. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVB.301 - Pasal 1087 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV terdiri dari: a. dan IVD. IVB. evaluasi dan rekomendasi. IVC. perencanaan. pemantauan. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. (2) Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Kekayaan Negara Pasal 1090 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. . b. Pasal 1088 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA. penatausahaan dan penyusunan daftar. standardisasi dan pembinaan perencanaan penilaian kekayaan negara. dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian kekayaan negara. Pasal 1091 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. IVB. penyusunan sistem dan prosedur. d. IVC. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. perumusan kebijakan teknis. supervisi. standardisasi. Pasal 1089 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IVA. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis. analisis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA.

mesin dan barang bergerak.302 b. c. b. . penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. c. Pasal 1093 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. Pasal 1092 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara terdiri dari: a. f. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian atas kekayaan negara berupa sumber daya alam energi. analisis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. properti khusus non komersial.. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus. g. penggalian potensi. perumusan kebijakan teknis. d. standardisasi. d. pemberian pertimbangan atas usul penilaian kekayaan negara dengan menggunakan jasa penilai eksternal. verifikasi. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. sumber daya alam hayati. pencairan. d. properti khusus komersial. e. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. penggalian potensi. bimbingan teknis. keringanan hutang. e. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan data dan informasi di bidang penilaian. Subdirektorat Penilaian Usaha. serta Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. pemantauan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan penilaian kekayaan negara berupa sumber daya alam energi dan mineral. atau penyelesaian piutang negara. f. pemberian bahan pertimbangan atas usul penilaian untuk keperluan. evaluasi dan rekomendasi. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam. mineral dan hayati. penggalian potensi. e. supervisi. Sub Bagian Tata Usaha. restrukturisasi hutang. b. Subdirektorat Penilaian Real Properti. pemberian bimbingan teknis. Pasal 1094 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1093. supervisi. pemberian bimbingan teknis terhadap penilai. real properti tanah dan bangunan.

Pasal 1096 (1) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati II. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian real properti. penggalian potensi. evaluasi dan rekomendasi. Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan II. pengolahan. Pasal 1097 Subdirektorat Penilaian Real Properti mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. analisis. pengevaluasian dan pemberian rekomendasi. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. b. pengumpulan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam hayati lingkup I dan II. d. standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I. penggalian potensi. analisis. d. perumusan kebijakan teknis. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. . b.. penggalian potensi. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I. b.303 Pasal 1095 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam terdiri dari: a. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Pasal 1099 Subdirektorat Penilaian Real Properti terdiri dari: a. pengevaluasian dan memberikan rekomendasi. perumusaan. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral II. perumusan. pengumpulan. bimbingan teknis. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengolahan. Subdirektorat Penilaian Real Properti menyelenggarakan fungsi: a. c. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. (2) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I dan II mempunyai tugas melakukan perencanaan. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam energi dan mineral lingkup I dan II. Pasal 1098 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. c. supervisi. e.

d. evaluasi. analisis. pengumpulan. c. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. b. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian tanah dan bangunan lingkup I dan II. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak II. . evaluasi dan pemberian rekomendasi. d. penggalian potensi. penelitian dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian properti khusus. perumusan. bimbingan teknis. Seksi Penilaian Properti Non Komersial II. b. e. Seksi Penilaian Properti Komersial I. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian mesin dan barang bergerak lingkup I dan II. Seksi Penilaian Properti Komersial II. dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. supervisi.. Pasal 1101 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. analisis. standardisasi. evaluasi dan pemberian rekomendasi. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I. Pasal 1100 (1) Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengumpulan. evaluasi dan rekomendasi. d. perumusan. analisis. Pasal 1103 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengolahan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. Seksi Penilaian Properti Non Komersial I. c.304 c. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. Pasal 1102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. (2) Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan.

analisis. d. evaluasi dan pemberian rekomendasi. penyiapan rumusan kebijakan teknis. b. penggalian potensi. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian usaha lingkup I. b. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti non komersial lingkup I dan II. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. c. penggalian potensi. Pasal 1107 Subdirektorat Penilaian Usaha terdiri dari: a.305 Pasal 1104 (1) Seksi Penilaian Properti Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengumpulan. supervisi. analisis. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. dan III. c. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. II. Seksi Penilaian Usaha II. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis.. Subdirektorat Penilaian Usaha menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti komersial lingkup I dan II. Seksi Penilaian Usaha I. pengumpulan. standardisasi dan bimbingan teknis. analisis. penggalian potensi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Penilaian Usaha III. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. perumusan. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. pengolahan. penelitian serta pelaksanaan tugas di bidang penilaian usaha. Pasal 1106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. perumusan. evaluasi dan rekomendasi. pengolahan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. e. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis. II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. (2) Seksi Penilaian Properti Non Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. . Pasal 1108 Seksi Penilaian Usaha I. Pasal 1105 Subdirektorat Penilaian Usaha mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. penggalian potensi. pengumpulan. evaluasi dan pemberian rekomendasi. evaluasi dan pemberian rekomendasi. perumusan. pengolahan.

Pasal 1111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1110. c.. penyiapan perumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. termasuk pelaksanaan tugas PUPN. penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. e. standardisasi. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI. perpanjangan. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. bimbingan teknis. b. g. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. . serta usul penghapusan piutang negara. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. Bagian Kedelapan Direktorat Piutang Negara Pasal 1110 Direktorat Piutang Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyusunan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. perencanaan.306 - Pasal 1109 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) serta inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Penilaian Usaha. penelaahan usul penetapan. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. f. penyiapan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. h. d. Direktorat Piutang Negara menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Piutang Negara IB. e. Subdirektorat Piutang Negara I. perpanjangan. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. bimbingan teknis. Subdirektorat Piutang Negara III. Subbagian Tata Usaha. c. b. c. b. b. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. c. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. . perencanaan. d. d. Pasal 1113 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI. Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 1115 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri dari: a. serta usul penghapusan piutang negara.. Seksi Piutang Negara IA. Pasal 1114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1113. Seksi Piutang Negara IC. Subdirektorat Piutang Negara II.307 Pasal 1112 Direktorat Piutang Negara terdiri dari: a.

f. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup I. c. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup I. Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. perencanaan. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. c. . dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. Seksi Piutang Negara IIA. serta usul penghapusan piutang negara lingkup I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. g. perpanjangan. IB. penataan dan pengamanan. pendataan. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. bimbingan teknis. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup I. bimbingan teknis. Pasal 1117 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup I. penghapusan piutang negara. e. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. IB. Pasal 1119 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri dari: a. Seksi Piutang Negara IIB. Seksi Piutang Negara IIC. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. pengolahan dan pengelolaan barang jaminan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/D lingkup IA. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. dan IC. d. b. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. Pasal 1118 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117.. b. dan menyelenggarakan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. serta melaksanakan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup I.308 Pasal 1116 Seksi Piutang Negara IA.

c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IA dan IB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Piutang Negara III menyelenggarakan fungsi: a. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. penghapusan piutang negara. bimbingan teknis. memberikan bahan pertimbangan atas usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penataan dan pengamanan. pendataan. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup II.309 Pasal 1120 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perpanjangan. bimbingan teknis. pendataan.. penghapusan piutang negara. serta melaksanakan inventarisasi Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. Pasal 1121 Subdirektorat Piutang Negara III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. bimbingan teknis. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. penataan dan pengamanan. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup II. d. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup II. Pasal 1122 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. pengolahan. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IC. perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. b. pengolahan. (2) . dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara.

Seksi Piutang Negara IIIA. c. Bagian Kesembilan Direktorat Lelang Pasal 1126 Direktorat Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan IIC. penghapusan piutang negara. IIB. pemeriksaan. f. Pasal 1125 (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta pelaksanaan pembinaan perencanaan lelang. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara.310 e. pengolahan. pendataan. pengawasan. evaluasi. serta usul penghapusan piutang negara lingkup II.. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. b. IIIB. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Pasal 1123 Subdirektorat Piutang Negara III terdiri dari: a. Seksi Piutang Negara IIIC. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Piutang Negara I. . pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pembinaan kinerja di bidang lelang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Seksi Piutang Negara IIIB. bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1124 Seksi Piutang Negara IIIA. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga lingkup IIA. penataan dan pengamanan.

Kelompok Jabatan Fungsional. penggalian potensi dan pengembangan di bidang lelang. penyiapan perumusan kebijakan teknis. pemantauan. pemeriksaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. e. penghargaan dan sanksi serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. laporan. pemantauan. bimbingan teknis. penyiapan pemberian izin operasional. standardisasi.. dan pembukuan hasil lelang. Pasal 1129 Subdirektorat Bina Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang.311 Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1126. f. d. . pembinaan perencanaan lelang. bimbingan teknis. b. pemantauan. e. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. standardisasi. evaluasi. standardisasi. dan pengembangan lelang lingkup I dan II. analisis. penyiapan perumusan kebijakan teknis. b. pengawasan. dan pembinaan kinerja Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. evaluasi. penyiapan pengangkatan dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II. Subdirektorat Bina Lelang II. bimbingan teknis. Pasal 1128 Direktorat Lelang terdiri dari : a. dan evaluasi pelaksanaan lelang. evaluasi. Pasal 1130 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129. pelaksanaan verifikasi risalah lelang. analisis. c. penyiapan bahan bimbingan teknis. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. Subdirektorat Bina Lelang I. analisis. dan pengawasan serta pembinaan Pejabat Lelang. pembinaan.

dan IC. Seksi Bina Lelang IC. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. IB. Pasal 1133 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri dari: a. pemantauan.. f. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. d. i. b. b. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. e. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. verifikasi risalah lelang. penyelenggaraan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. IB. Seksi Bina Lelang IIC.312 c. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. . Seksi Bina Lelang IIA. Seksi Bina Lelang IIB. h. Pasal 1132 Seksi Bina Lelang IA. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. Pasal 1131 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri dari: a. g. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. Seksi Bina Lelang IB. c. Seksi Bina Lelang IA. c. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang.

pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. f. bimbingan teknis. c. pembinaan. dan pemberian penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. b. ujian profesi Pejabat Lelang. analisis. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. verifikasi risalah lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pemeriksaan. . pemantauan. e. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. d. dan IIC. pengawasan. dan pemberhentian Pejabat Lelang.313 - Pasal 1134 Seksi Bina Lelang IIA. Pasal 1136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. Pasal 1135 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. h. g. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. IIB. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi.. penyiapan bahan bimbingan teknis. pengangkatan. j. IIB. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. i. pemantauan. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan.

314 k. standardisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh . pemantauan. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang.. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. pengangkatan. (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. pengawasan dan pembinaan. bimbingan teknis. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. Seksi Bina Jasa Lelang. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. serta pencabutan izin operasional lelang. ujian profesi. Pasal 1139 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengumpulan. standardisasi. pengolahan. Seksi Bina Profesi Lelang I. pengawasan dan pembinaan. pengumpulan. petunjuk teknis serta yuridis lelang. perencanaan dan pengembangan lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. penyajian informasi. c. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. Pasal 1137 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri dari : a. analisis. b. l. pengolahan. pemberian penghargaan dan sanksi. Seksi Bina Profesi Lelang II. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. pengawasan. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. Pasal 1138 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. pemberian penghargaan dan sanksi. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang.

pelaksanaan pembinaan jabatan pranata komputer. pemberian bimbingan teknis sistem informasi di bidang kekayaan negara. h. . l. dan pelaksanaan lelang. pelaksanaan pelayanan kepada pengguna. pengurusan piutang negara. penilaian. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang kekayaan negara. f. Bagian Kesepuluh Direktorat Hukum dan Informasi Pasal 1140 Direktorat Hukum dan Informasi mempunyai tugas melakukan persiapan bahan dan rumusan peraturan perundangan berikut petunjuk pelaksanaan peraturan perundangan. b. penilaian. Direktorat Hukum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan basis data. piutang negara dan lelang. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara dan pelaksanaan lelang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan operasi komputer. i. dan pelaksanaan lelang. pengurusan piutang negara.. penilaian. dan pelaksanaan lelang. pengurusan piutang negara. penilaian.315 Subdirektorat Bina Lelang I. pengelolaan dokumen hukum. piutang negara dan lelang. penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelayanan informasi dan pengelolaan pusat informasi di bidang kekayaan negara. pemberian bantuan hukum penanganan dan penyiapan. e. piutang negara dan lelang. c. m. piutang negara dan lelang. pelaksanaan pengolahan data di bidang kekayaan negara. penilaian. Pasal 1141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140. pengurusan piutang negara. penilaian. dan pelaksanaan lelang. penilaian. penilaian. pembinaan dan pengembangan sistem informasi dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. j. pengharmonisasian dan penyusunan peraturan perundangan dan petunjuk teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. penilaian. piutang negara dan lelang. pengurusan piutang negara. penilaian. penyusunan manual sistem dan dokumentasi program aplikasi di bidang kekayaan negara. d. k. pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. pemberian dukungan teknis. pengurusan piutang negara. g. dan pelaksanaan lelang. dan pelaksanaan lelang. pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara.

pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. d. piutang negara. g. b. e. penilaian. Subdirektorat Dukungan Teknis. pengurusan piutang negara dan lelang. penilaian. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. c. pengurusan piutang negara. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan lelang.. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1143 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan pelaksanaan lelang. f. penilaian. Subdirektorat Peraturan Perundangan. c. . dan lelang. Pasal 1142 Direktorat Hukum dan Informasi terdiri dari: a. d. b. f. piutang negara. pengelolaan dokumen hukum. dan lelang. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara dan lelang. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. pengurusan piutang negara. pengurusan piutang negara dan lelang. penilaian.316 n. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. g. penilaian. Subdirektorat Bantuan Hukum. e. Subdirektorat Sistem Aplikasi. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penilaian.

penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. b. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang. pelaksanaan klasifikasi peraturan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain. (4) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. Pasal 1146 (1) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. (2) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain.317 - Pasal 1145 Subdirektorat Peraturan Perundangan terdiri dari: a. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang lelang. c. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara. .. pelaksanaan klasifikasi peraturan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara. penyajian peraturan perundangan di bidang Barang Milik Negara. (3) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. d. penyajian peraturan perundangan di bidang piutang negara. pelaksanaan klasifikasi peraturan. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan.

penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. serta . penilaian. c. Seksi Bantuan Hukum I. Pasal 1148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1147. II. piutang negara dan lelang lingkup I. b. Seksi Bantuan Hukum II. penilaian. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. Pasal 1151 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. Seksi Bantuan Hukum IV. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. penilaian.318 - Pasal 1147 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. piutang negara dan lelang. II. penilaian. dan IV. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengolahan data. piutang negara dan lelang. d. analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. Pasal 1150 Seksi Bantuan Hukum I. Seksi Bantuan Hukum III. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. b. Pasal 1149 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. penyediaan layanan informasi. piutang negara dan lelang. penilaian. pengurusan piutang negara. penelaahan kasus hukum. pertimbangan. pengujian pengoperasian sistem aplikasi. evaluasi implementasi sistem aplikasi. dan pelaksanaan lelang.. d. III. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi. III.

perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi berdasarkan standar prosedur operasional. piutang negara. (3) Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. evaluasi implementasi sistem aplikasi. dan lelang. piutang negara. g. piutang negara dan lelang. c. pelaksanaan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. c. penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. penilaian. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi informasi di bidang kekayaan negara. evaluasi implementasi sistem aplikasi. Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi. dan lelang. penilaian. penilaian. f. Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi. e. Pasal 1153 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi terdiri dari: a. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. (2) Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengujian operasionalisasi sistem aplikasi. pemantauan dan pengawasan kualitas data. penilaian. b. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengelolaan data. d. piutang negara dan lelang. pelaksanaan pengujian pengoperasian sistem aplikasi. memberikan pembinaan dan bimbingan di bidang pengolahan data serta melakukan pengelolaan portal. b. pengelolaan portal. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. h. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara.. i. pemantauan dan pengawasan kualitas data informasi di bidang kekayaan negara. Pasal 1154 (1) Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi.319 pengelolaan intranet dan internet Direktorat Jenderal. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. .

penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. dan pendukung lain-lain. program aplikasi. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. pengurusan piutang negara. c. pengembangan. penilaian. Pasal 1158 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan. sistem informasi. e. penyusunan desain sistem aplikasi. Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. b. lelang. pemutakhiran. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. kesekretariatan. pemutakhiran dan pemeliharaan sistem aplikasi transaksi dan produk cetakan. pengembangan. b. . dokumentasi sistem aplikasi dan sistem informasi. c. Subdirektorat Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. Pasal 1157 Subdirektorat Sistem Aplikasi terdiri dari: a. pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi. g. sistem informasi dan pelaporan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penyiapan bahan penyusunan. penyusunan standardisasi kodifikasi dan elemen data. pemutakhiran. pengembangan. dan penyusunan elemen data warehouse. dan pendukung lainnya. penyusunan pedoman pembuatan sistem aplikasi. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi. serta pengembangan sistem informasi dan pelaporan di bidang kekayaan negara. (2) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengintegrasian modulmodul aplikasi. f. penyusunan standar pertukaran data antar modul.. kesekretariatan. penilaian. piutang negara. pengembangan dan pengintegrasian sistem aplikasi. pengembangan dan pembuatan sistem aplikasi. pengembangan dan pengintegrasian model-model sistem aplikasi. Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi. penyusunan dokumentasi.320 - Pasal 1155 Subdirektorat Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan dan dokumentasi pembuatan dan pengembangan sistem aplikasi. lelang.

pengelolaan basis data serta sistem operasi komputer. dan pendukung lainnya. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. c.. lelang. Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional. . bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi di bidang kekayaan negara. perencanaan dan pengembangan serta pengelolaan dan pengendalian basis data serta layanan dan bimbingan operasional komputer. piutang negara. b. Pasal 1160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta operasional komputer. Pasal 1162 (1) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. dan bimbingan di bidang operasional komputer. penyusunan dokumentasi dan pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. Subdirektorat Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penilaian. pemantauan keamanan sistem dan jaringan serta melaksanakan operasionalisasi komputer. Seksi Pengelolaan Jaringan. c. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta melaksanakan operasionalisasi komputer. Pasal 1161 Subdirektorat Dukungan Teknis terdiri dari: a. b. pembuatan kamus data. Pasal 1159 Subdirektorat Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyusunan standardisasi serta memberikan dukungan teknis perencanaan kebutuhan dan penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras komputer. kesekretariatan.321 - (3) Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan penyusunan standardisasi elemen data. perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras.

pengelolaan dan pengendalian basis data serta memberikan dan menyediakan layanan dan bimbingan operasional komputer. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Dukungan Teknis.322 - (3) Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan. .. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1164 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Pasal 1165 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

penyusunan standar. dan prosedur di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.323 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1166 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 1167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1166. e. b. . kriteria. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1168 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri dari: a. norma. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Dana Perimbangan. c. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pedoman. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. c. b. d.. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

pelaksanaan tata usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Bagian Keuangan. h.. dokumentasi. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. d. kepegawaian. Pasal 1171 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. rencana anggaran. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. rencana kerja. d. c. Pasal 1172 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Organisasi.324 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1169 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian. b. f. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. . rencana strategik. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pasal 1170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. Bagian Umum. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. pengembangan kinerja. b. e. c. g. fasilitasi penyusunan peraturan. koordinasi penyusunan rencana kerja. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. penelaahan dan evaluasi jabatan. kearsipan. e.

f. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. penyusunan laporan akuntabilitas. g. d. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi.325 Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Subbagian Perencanaan. Pasal 1174 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah.. Subbagian Organisasi. e. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. rencana strategik. . dan laporan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. c. c. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan rencana anggaran. b. b. Pasal 1175 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. Subbagian Pelaporan. d. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal.

dan kesejahteraan pegawai. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176.326 Pasal 1176 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengangkatan. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. Pasal 1178 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Pengembangan Pegawai. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. dokumentasi. Pasal 1179 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. . pemensiunan pegawai. b. pemberhentian. c. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. dan mutasi kepegawaian lainnya. c. d. dokumentasi. Pasal 1180 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.. kepangkatan. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Subbagian Mutasi. statistik. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. kepangkatan. pemberhentian. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. b.

Subbagian Penyusunan Anggaran. keprotokolan. kepustakaan. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. kearsipan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal.327 Pasal 1181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1180. dan penggandaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. dan gaji.. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. c. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. kepustakaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. . c. dokumentasi. pelaksanaan urusan surat menyurat. rumah tangga. dokumentasi. ekspedisi. perlengkapan. Pasal 1185 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. Pasal 1182 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Pasal 1183 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. Pasal 1184 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. b. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

dan urusan perjalanan dinas. b. pengangkutan pegawai. koordinasi dan rekonsiliasi serta fasilitasi perumusan dan perhitungan dana bagi hasil. penghapusan perlengkapan. penyimpanan. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. c. standardisasi. d. Pasal 1187 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Protokol. dana alokasi khusus. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. perhitungan alokasi. . dan penggandaan. pelaksanaan urusan perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. kepustakaan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. melakukan urusan pengadaan. pemeliharaan. d. kearsipan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. dana alokasi umum. bimbingan teknis. Pasal 1189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188.328 c. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1188 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Pasal 1186 Bagian Umum terdiri dari: a. b. dan pelaksanaan di bidang Transfer ke Daerah. dana alokasi umum.. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi serta fasilitasi hukum. ekspedisi. koordinasi dan fasilitasi. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil. dana alokasi khusus. pendistribusian. Subbagian Tata Usaha. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dokumentasi. Subbagian Perlengkapan.

. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. koordinasi. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. c. h. dana alokasi umum.329 c. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. dana alokasi khusus. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. h. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil. b. Pasal 1190 Direktorat Dana Perimbangan terdiri dari: a. Pasal 1191 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dana alokasi khusus. dana alokasi umum. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. d. b. penyusunan dokumen pelaksanaan transfer dana bagi hasil. dana alokasi umum. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. g. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. g. Subbagian Tata Usaha. . dana alokasi khusus. dan rekonsiliasi. dana alokasi khusus. e. dana alokasi umum. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil. Pasal 1192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. pelaksanaan tata usaha direktorat. penyusunan laporan realisasi transfer dana bagi hasil. pelaksanaan transfer dana bagi hasil. pengalokasian dana bagi hasil. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. d. dana alokasi umum. i. f. dana alokasi umum. dana alokasi khusus. standardisasi. e. dana alokasi khusus.

Pasal 1195 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. dan rekonsiliasi. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. e. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam.. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. standardisasi. Pasal 1196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. c. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. Pasal 1193 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri dari: a. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. d. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. perhitungan. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam.330 c. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. f. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. koordinasi. b. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. e. II. . Pasal 1194 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. f. penetapan alokasi. koordinasi. dan fasilitasi. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. b. d.

dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. II. c. Seksi Dana Alokasi Umum II.331 Pasal 1197 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri dari: a. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. Seksi Dana Alokasi Umum IV. perhitungan alokasi. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. Pasal 1198 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. b. koordinasi. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. dan fasilitasi. dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Umum III. d. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. dana otonomi khusus. b. dana otonomi khusus.. c. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. standardisasi. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. dan dana penyesuaian. dana otonomi khusus. perhitungan. penetapan alokasi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. III. c. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. d. dan dana penyesuaian. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dana otonomi khusus. e. pengalokasian dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Umum I. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. d. dan dana penyesuaian. Pasal 1199 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dana otonomi khusus. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. Pasal 1201 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri dari: a. b. Pasal 1200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199.

dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. Seksi Dana Alokasi Khusus I. perhitungan alokasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. b. standardisasi. standardisasi. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan alokasi. standardisasi.332 Pasal 1202 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Khusus II. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Seksi Dana Alokasi Khusus III. standardisasi.. perhitungan alokasi. c. Pasal 1204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. d. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. Pasal 1205 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri dari: a. perhitungan alokasi. perhitungan alokasi. Pasal 1203 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. e. Nusa Tenggara. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. d. Maluku. b. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. . koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Surat Perintah Membayar (SPM). bimbingan teknis. SPM. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. SPM. standardisasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK.333 - Pasal 1206 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. Nusa Tenggara. SPM. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. d. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. standardisasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. perhitungan alokasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. e. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. standardisasi. Pasal 1207 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. standardisasi. SPP. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. koordinasi fasilitasi.. perhitungan alokasi. Maluku dan Papua. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. . c. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). SPP. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. perhitungan alokasi. SPP. pemantauan/konfirmasi atas transfer.

koordinasi fasilitasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. standardisasi. SPP. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPP. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. SPM. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pemantauan/konfirmasi atas transfer. c. IB. khususnya DAU dan DAK. b. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. pemantauan/konfirmasi atas transfer. c. bimbingan teknis. bimbingan teknis. b. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Pasal 1213 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri dari: a. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. SPP. Pasal 1211 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. Pasal 1212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1211. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. b. . pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPM.. e. Pasal 1210 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. koordinasi fasilitasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. d. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. SPM. standardisasi. c. SPP. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. SPM.334 Pasal 1209 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri dari: a.

. b. . analisis dan perumusan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. pemantauan. pemantauan. perumusan rekomendasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. perumusan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah.335 - Pasal 1214 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. standardisasi. bimbingan teknis. d. Pasal 1215 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. IIB. koordinasi fasilitasi. e. analisis. khususnya DBH. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. standardisasi. pelaksanaan tata usaha direktorat. dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1216 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. perumusan kebijakan dan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II. Pasal 1218 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. b.

e.336 c. analisis. Pasal 1219 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. d. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1221 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. c. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Subbagian Tata Usaha. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. b. bimbingan teknis. d. pemantauan. IC. pemantauan.. Pasal 1222 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. analisis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. pemantauan. g. f. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. IB. c. d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. b.

pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. analisis. b. c. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. Bali. . Pasal 1225 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri dari: a. Pasal 1227 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Pasal 1224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. Bali. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan.337 Pasal 1223 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan Nusa Tenggara. Bali. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. pemantauan. IIB. dan Nusa Tenggara. IIC. Bali. d. dan Nusa Tenggara.. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. c. dan Nusa Tenggara. bimbingan teknis. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. pemantauan. dan Nusa Tenggara. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. analisis. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Bali. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. b. d. analisis. bimbingan teknis. Pasal 1226 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. pemantauan. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA.

dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. d. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. IIIC. b. Pasal 1230 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. bimbingan teknis. IIIB. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pemantauan. b. pemantauan. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. d. analisis. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.338 Pasal 1228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. Pasal 1232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231.. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1229 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri dari: a. Pasal 1231 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi.

sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan. b. f. standardisasi. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. Pasal 1235 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. Pasal 1233 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri dari: a. Pasal 1236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235. e. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. Pasal 1234 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. pemantauan. bimbingan teknis. IVB. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua.339 c. koordinasi. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah.. pemantauan. pelaksanaan penyusunan. d. c. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. . analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. IVC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. d. d. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan.

Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240.340 Pasal 1237 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a.. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan. pemantauan. pelaksanaan bimbingan teknis. penyusunan standardisasi. penyusunan standardisasi. b. analisis dan evaluasi retribusi daerah. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. standardisasi. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1240 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. bimbingan teknis. . pelaksanaan bimbingan teknis. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. c. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. pemantauan. Pasal 1238 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. analisis dan evaluasi pajak daerah. dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. bimbingan teknis. Pasal 1239 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. Subbagian Tata Usaha. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. f. dan dana darurat. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. c. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. e. dan penguatan kapasitas daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan dan penguatan kapasitas daerah. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. standardisasi. . pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. Pasal 1244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1243. c. hibah kepada pemerintah daerah. pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan penerusan pinjaman luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional.341 b. pelaksanaan tata usaha direktorat. penerusan pinjaman luar negeri. pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 1243 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Subdirektorat Pinjaman Daerah. b. pelaksanaan kebijakan Obligasi Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. f. obligasi daerah. e. pengembangan ekonomi. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembiayaan penataan.. obligasi daerah. d. b. bimbingan teknis. g. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. c. Pasal 1242 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri dari: a. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. pemantauan. d. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Subdirektorat Hibah Daerah.

bimbingan teknis. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. dan Papua. Seksi Pinjaman Daerah IV.. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. standardisasi. penerusan pinjaman luar negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan analisis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. Seksi Pinjaman Daerah III. Seksi Pinjaman Daerah I. Maluku. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. c. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. dan analisis. obligasi daerah. Seksi Pinjaman Daerah II. dan penerusan pinjaman luar negeri. d. Nusa Tenggara. bimbingan teknis. pemantauan. bimbingan teknis. standardisasi. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan analisis. e. b. pemantauan.342 d. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan. dan analisis. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. bimbingan teknis. penerusan pinjaman luar negeri. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. Pasal 1246 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. Pasal 1245 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. .

pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah IV. b.. b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri.343 Pasal 1247 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1250 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Hibah Daerah I. c. . standardisasi. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. pemantauan. Pasal 1248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1247. bimbingan teknis. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1249 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri dari: a. standardisasi. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. pemantauan. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. e. pemantauan. bimbingan teknis. standardisasi. d. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. d. c. bimbingan teknis. Seksi Hibah Daerah II. Seksi Hibah Daerah III.

pemantauan. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. c. b. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Maluku. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Pasal 1254 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Pasal 1251 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. bimbingan teknis. standardisasi. bimbingan teknis. d. b.344 (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. bimbingan teknis. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. . dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. d. Pasal 1252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1251. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. Nusa Tenggara. Pasal 1253 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri dari: a. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. standardisasi. standardisasi. pemantauan. dan Papua. pemantauan. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi.. c. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. bimbingan teknis.

Maluku. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. dan PMP kepada daerah. bimbingan teknis. b. BLUD. BLUD. c. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. Nusa Tenggara. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan PMP kepada daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. pemantauan. BLUD. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. pemantauan. dan Papua.. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. . pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. pemantauan. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. BLUD. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. pemantauan. Pasal 1255 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1255. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. standardisasi. standardisasi. d. bimbingan teknis. dan PMP kepada daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.345 - (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan PMP kepada daerah. standardisasi. bimbingan teknis.

dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. investasi daerah.. standardisasi. standardisasi. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. . bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). pemantauan. pemantauan. bimbingan teknis. Pasal 1258 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. Pasal 1260 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. Pasal 1259 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa.346 Pasal 1257 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri dari: a. bimbingan teknis. b. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. hibah daerah. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Investasi Daerah II. bimbingan teknis. Seksi Investasi Daerah I. dan dana darurat. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. d. pemantauan. c. standardisasi. b. standardisasi.

Pasal 1262 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. b.347 c. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. dan Papua. pembukuan. Nusa Tenggara. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. dan pelaporan pinjaman daerah. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. investasi daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. hibah daerah. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. investasi daerah. d. Pasal 1263 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. hibah daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. c. investasi daerah. Pasal 1261 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri dari: a. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. d. dana darurat. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat.. . hibah daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. Maluku. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah.

Pasal 1266 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri dari: a. f. pelaksanaan tata usaha direktorat. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. f.. standardisasi. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. c. g. pengembangan sistem dan pelayanan informasi keuangan daerah. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah serta dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan sistem dan pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha.348 Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1264 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. e. b. d. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. d. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. g. h. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. b. . pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. c.

serta perekonomian daerah. Pasal 1269 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri dari: a. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. belanja daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. dan defisit anggaran daerah. d. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah.349 Pasal 1267 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan defisit anggaran daerah. serta perekonomian daerah. serta perekonomian daerah. dan defisit anggaran daerah. standardisasi. pembiayaan daerah. standardisasi. Pasal 1270 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.. c. belanja daerah. standardisasi. . Pasal 1268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. b. b. pembiayaan daerah. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. pembiayaan daerah. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. belanja daerah. c. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah.

350 (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. Pasal 1274 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. Pasal 1271 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. b. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. standardisasi. . dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. standardisasi. Pasal 1273 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri dari: a. standardisasi. Pasal 1272 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1271. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III d. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi Jawa. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. c.. meliputi wilayah Sumatera.

dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Neraca. standardisasi. Laporan Realisasi Anggaran. Pasal 1275 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional.351 - (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara.. d. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Kalimantan. c. Pasal 1278 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Maluku. b. Pasal 1276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. c. standardisasi. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. dan Sulawesi. . penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. meliputi wilayah Bali. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Pasal 1277 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. d. dan Papua. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III.

Pasal 1280 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1279. c. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. verifikasi dan analisis laporan keuangan. verifikasi dan analisis laporan keuangan. . pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. d. Seksi Data Keuangan Daerah II. b. Pasal 1281 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri dari: a. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b.. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. Seksi Data Keuangan Daerah I. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. Bali. c. pemantauan.352 - (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Seksi Data Keuangan Daerah IV. bimbingan teknis. Laporan Realisasi Anggaran. Pasal 1279 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. d. Seksi Data Keuangan Daerah III. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. Neraca. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. pengolahan data keuangan daerah. dan Nusa Tenggara. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah.

standardisasi. dan evaluasi. pemantauan. perencanaan. e. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah.353 Pasal 1282 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. . (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. d. standardisasi. pengumpulan dan pengelolaan. bimbingan teknis. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. Pasal 1284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1283. pemantauan. Seksi Dukungan Teknis. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. dan pemeliharaan basis data. pemantauan. Pasal 1285 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri dari: a. Nusa Tenggara. Maluku. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1283 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi.. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. b. bimbingan teknis. c. standardisasi. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. bimbingan teknis. d. Seksi Pengelolaan Basis Data. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pemantauan. b. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. dan evaluasi. pengembangan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. dan Papua. c. dan evaluasi. pembangunan. dan evaluasi. standardisasi.

pengumpulan. pemeliharaan. Pasal 1289 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Pasal 1287 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . dan penyusunan standar aplikasi dan program. pembangunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. pemeliharaan. pengelolaan. pembangunan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. pengembangan. infrastruktur hardware. dan jaringan. pengembangan. dan pengelolaan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.354 Pasal 1286 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. dan peningkatan kualitas software.. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. pengelolaan. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1288 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembangunan.

Akuntansi. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Direktorat Surat Utang Negara. c. b. d. Direktorat Starategi dan Portofolio Utang. dan prosedur di bidang pengelolaan utang dan hibah. e. Direktorat Pinjaman dan Hibah.355 BAB X DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1290 Tugas pokok Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang adalah menyelenggarakan sebagian tugas pokok Departemen di bidang pengelolaan utang dan hibah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1292 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a.. norma. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang dan hibah. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang dan hibah. e. penyusunan standar. kriteria. . d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang pengelolaan utang dan hibah. f. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. dan Setelmen. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Evaluasi. Pasal 1291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1290. c. Direktorat Pembiayaan Syariah.

serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. d. kearsipan. c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. kepustakaan. . c. e. d. b. f. Bagian Dukungan Teknis. dokumentasi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha.356 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1293 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1295 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian. b. Pasal 1296 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan.. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. rumah tangga. Bagian Umum. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 1294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293.

rencana kinerja. penyusunan rencana strategis. penyusunan prosedur dan metoda kerja. penataan organisasi. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. rencana kerja. Subbagian Organisasi. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal.. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. c. rencana kinerja. b. penyusunan prosedur dan metoda kerja. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. c. Pasal 1300 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan prestasi kinerja. b. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. penyusunan rencana strategis. pemantauan prestasi kinerja. . serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. rencana kerja. penelaahan dan evaluasi jabatan. Pasal 1299 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. penelaahan dan evaluasi jabatan.357 Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pelaporan. Pasal 1298 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. ketatalaksanaan.

Pasal 1303 (1) Subbagian Pengembangan pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. ujian jabatan. pelaksanaan. pelaksanaan urusan pengangkatan. Pasal 1302 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. pemberhentian. pemberhentian. b. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan kode etik. penyiapan bahan formasi. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. c. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. melakukan urusan tata usaha. Subbagian Umum Kepegawaian.. pelaksanaan. pendayagunaan kompetensi pegawai. pemensiunan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. gaji berkala. melakukan urusan tata usaha. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. pendayagunaan kompetensi pegawai. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. b. dokumentasi. c. asessment center. pelaksanaan kode etik. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. pelaksanaan urusan perencanaan. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. ujian jabatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemensiunan. gaji berkala. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. .358 Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. asessment center. dokumentasi. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan.

perencanaan kebutuhan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran.. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Penyusunan Anggaran. c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. b. . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.359 Pasal 1304 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1307 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. Bagian Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. instalasi. pemeliharaan. Pasal 1309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. c. Pasal 1305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. Pasal 1306 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Pasal 1308 Bagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan urusan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal.

kepustakaan. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. Pasal 1310 Bagian Dukungan Teknis terdiri dari: a. (2) Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. perencanaan kebutuhan. Subbagian Perlengkapan. dan distribusi barang perlengkapan. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. penyimpanan. kearsipan. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. dokumentasi. urusan penerimaan. Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer. b.360 b. pemeliharaan. rumah tangga. pemeliharaan. perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. dan penggandaan. Pasal 1313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. dan pemeliharaan barang inventaris. pengetikan. c. instalasi. b. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. . Pasal 1312 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. ekspedisi. kearsipan. dokumentasi. Pasal 1311 (1) Subbagian Perangkat Lunak Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. pemeliharaan. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan distribusi barang perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. Subbagian Perangkat Lunak Komputer. urusan penerimaan. penyimpanan. kepustakaan. c. instalasi. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. instalasi.. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. keprotokolan.

pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. c. pembuatan daftar gaji dan tunjangan.. c. dan pemeliharaan barang inventaris. analisis kelayakan pembiayaan proyek-proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. Pasal 1314 Bagian Umum terdiri dari: a. pengetikan. Subbagian Rumah Tangga. mengajukan permintaan pembayaran. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1316 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi pengelolaan pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. . Subbagian Gaji. Pasal 1317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. perumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pembayaran gaji dan tunjangan. dan penggandaan.361 c. ekspedisi. dokumentasi. pembayaran gaji dan tunjangan. kearsipan. kepustakaan. Pasal 1315 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. d. pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penyiapan dokumen. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. serta pertanggungjawabannya. urusan perjalanan dinas. Subbagian Tata Usaha. pengangkutan pegawai. b. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. serta pertanggungjawabannya. b. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. mengajukan permintaan pembayaran. keprotokolan. serta penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.

pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. . pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 1319 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan Islamic Development Bank. e. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. peraturan perundang-undangan. penyusunan standardisasi materi perjanjian. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan. e. d. negosiasi. b. c.362 e. c. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. pengembangan prosedur operasi standar. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. f. g. d. Subbagian Tata Usaha. dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. Pasal 1318 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. b. f. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. f. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. IFAD. Pasal 1320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah.

analisis kelayakan pembiayaan proyek. d. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. UN Institution. Pasal 1324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. IB. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. b. e. . Seksi Pinjaman dan Hibah IC. dan multilateral lainnya. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. pengembangan prosedur operasi standar. penyusunan naskah perjanjian. c. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah ID. penyusunan naskah perjanjian. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari World Bank. terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. IC. penyusunan standardisasi materi perjanjian. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. b. analisis kelayakan pembiayaan proyek. f. d. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. c. European Invesment Bank (EIB).. peraturan perundang-undangan. penyelesaian pelaksanaan pinjaman.363 Pasal 1321 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. g. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. negosiasi. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1323 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Pasal 1322 Seksi Pinjaman dan Hibah IA.

penyusunan naskah perjanjian. penyusunan standardisasi materi perjanjian. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. d. g. . Perancis. IIC. Italia. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah.364 Pasal 1325 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Finlandia. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. Australia. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. analisis kelayakan pembiayaan proyek. IIB. peraturan perundang-undangan. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. Rusia. f. Slovakia. Austria. d. Swedia. penyusunan naskah perjanjian. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Belgia. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. c. Belanda. e. Denmark. Seksi Pinjaman dan Hibah IID. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. Pasal 1327 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Swiss. Pasal 1326 Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Inggris. dan Selandia Baru. negosiasi. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. Jerman. Cina. b.. analisis kelayakan pembiayaan proyek. pengembangan prosedur operasi standar. Pasal 1328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. b.

pengembangan prosedur operasi standar. b. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. g. negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. peraturan perundang-undangan. c. . dan dalam negeri. Spanyol. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. negosiasi. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Malaysia. penyusunan naskah perjanjian. d. Pasal 1332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331.365 Pasal 1329 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. Amerika Serikat. penyusunan standardisasi materi perjanjian. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. Korea. Polandia. penyusunan naskah perjanjian. Rumania. f. Pasal 1330 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. b. IIIC. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. Pasal 1331 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Canada. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. d. e.. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIIB. analisis kelayakan pembiayaan proyek. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. c. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian.

366 Pasal 1333 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. IVC. b. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1336 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan pengelolaan portofolio. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. analisis kelayakan pembiayaan proyek. IVB. d. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. Pasal 1334 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. c. pengembangan pasar. pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. penyusunan naskah perjanjian. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan Surat Utang Negara. analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara. perumusan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. serta merumuskan peraturan dan kebijakan operasional Surat Utang Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 1335 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. penyelesaian pelaksanaan pinjaman.. . Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. b. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian.

pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Perbendaharaan Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. Pasal 1339 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara melaksanakan analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan. penyiapan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan.367 d. pelaksanaan analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara terkait pelaksanaan transaksi. koordinasi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan transaksi dan pengembangan pasar. Subbagian Tata Usaha. i. pengembangan instrumen terkait pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Pasal 1340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1339. Kelompok Jabatan Fungsional. e. e. f. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha Direktorat. f. perumusan peraturan dan kebijakan operasional pengelolaan Surat Utang Negara. g. e. penyiapan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. pelaksanaan penerbitan. c. dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penyiapan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. penjualan. b. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. penukaran dan peminjaman Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. Pasal 1338 Direktorat Surat Utang Negara terdiri dari: a. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan. pelaksanaan pelayanan publik dan hubungan investor. c. h. f. . pembelian kembali. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. b. d. d..

Pasal 1343 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. b. koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara.. Pasal 1342 (1) Seksi Infrastruktur Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. pembelian kembali. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. pengumpulan dan pengolahan data. b. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pelaksanaan transaksi penerbitan. pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. penyiapan ketentuan dan persyaratan Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara. pembelian kembali. dan penukaran Obligasi Negara di pasar perdana dan sekunder. Pasal 1344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1343. perumusan dan pengembangan instrumen. penyiapan dan pengembangan layanan publik dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara.368 Pasal 1341 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri dari: a. penyiapan ketentuan dan persyaratan Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. dan pelaksanaan transaksi penerbitan. c. Seksi Infrastruktur Perdagangan. serta penukaran Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif di pasar perdana dan sekunder. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif. serta penyiapan dan pengembangan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. penjualan. penjualan. . analisis kebutuhan sistem perdagangan terkait pengelolaan Surat Utang Negara.

penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan. c. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. serta penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan Surat Utang Negara. pembuatan proyeksi. Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara. Pasal 1348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1347. monitoring. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. pembuatan proyeksi. . monitoring. c. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. metode. (2) Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Pasal 1346 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan kerjasama internasional dalam rangka pengelolaan Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. e. Pasal 1347 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara.. b. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara.369 - Pasal 1345 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor.

dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. pembuatan proyeksi. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. Pasal 1352 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1351. d. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif.. c. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. . Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. monitoring. Pasal 1350 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. b. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. serta evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara. f.370 Pasal 1349 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. e. b. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. Pasal 1351 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. penelitian kelengkapan administrasi institusi. penelitian kelengkapan adminitrasi institusi. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. penyiapan dokumen hukum transaksi.

pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. penjualan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. pengkajian peraturan yang terkait. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1355 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. serta penyiapan peraturan dan dokumen hukum.371 Pasal 1353 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. dan penyiapan dokumen hukum. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Kebijakan Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan kebijakan operasional berkaitan dengan pengelolaan Surat Utang Negara. . Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. Seksi Kebijakan Operasional. baik yang diterbitkan secara langsung oleh Pemerintah maupun melalui Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. perencanaan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah.. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan prosedur standar. c. evaluasi kewajiban institusi dan penelitian kelengkapan administrasi institusi. pembelian kembali. b. Pasal 1354 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1356 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengelolaan pembiayaan syariah yang meliputi penerbitan.

pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. f.. penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. penatausahaan transaksi. pembelian kembali. . dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1358 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri dari: a. e. b. b. penjualan. pembelian kembali. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. pelaksanaan. d. koordinasi dengan pihak terkait. serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional. f. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan penatausahaan aset. g.372 Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. d. pelaksanaan. e. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Subbagian Tata Usaha. j. i. h. dan penatausahaan transaksi yang meliputi penerbitan. Pasal 1359 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. c. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. perencanaan. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 1362 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan dan pengolahan data transaksi. e.373 Pasal 1360 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. c. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. . penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara.. c. Seksi Pelaksanaan Transaksi. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. Seksi Penatausahaan Transaksi. d. b. pembelian kembali. Seksi Perencanaan Transaksi. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1361 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri dari: a. pembelian kembali. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. b. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. serta penyiapan dan pengolahan data transaksi.

d. c. c. pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara.374 Pasal 1363 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Pengembangan Instrumen. Pasal 1366 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan instrumen pembiayaan syariah.. b. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. (2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. pengembangan instrumen pembiayaan syariah. serta koordinasi dengan pihak terkait. Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan. dan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. . (3) Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. Pasal 1364 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363. Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar. dan pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. Pasal 1365 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. f. e. pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait. b.

penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. . Pasar Uang. f. c.. serta penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. analisis kinerja. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. e. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1370 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. serta penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. Pasal 1369 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. b. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367. penyusunan proyeksi. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. dan Derivatif. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. d. monitoring. Seksi Analisis Fiskal. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. b.375 Pasal 1367 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan.

serta pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. serta pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. b. Pasal 1372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371. pembelian kembali. pembelian kembali. pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja. c. . Pasal 1371 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. b. Pasal 1374 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. Pasal 1373 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat.376 (3) Seksi Analisis Fiskal. d. monitoring. Pasar Uang. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. pembelian kembali. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. Seksi Dokumen Hukum..

dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pengkajian pengelolaan utang. koordinasi pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. d. merekomendasikan. pengelolaan risiko utang. perumusan strategi pengembangan instrumen utang.. dan evaluasi strategi pengelolaan utang. memantau. mengelola risiko utang. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. peraturan perundangan. c. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1376 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. memantau risiko dan kewajiban kontinjensi. f. merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit.377 (3) Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. merumuskan strategi pengembangan instrumen utang. Pasal 1375 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. b. kode etik. merekomendasikan struktur portofolio utang yang optimal. penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. . perumusan. g. penyiapan rekomendasi. dan mengevaluasi strategi pengelolaan utang. merekomendasikan dan mengevaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. mengkaji pengelolaan utang. mengkoordinasikan pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. e. h. perumusan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. serta pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. menyusun rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara.

dan peningkatan peringkat kredit. Pasal 1378 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri dari: a. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. k. kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. j. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. rekomendasi. penyiapan rekomendasi. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. kode etik. perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. strategi lindung nilai.. . b. dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. Pasal 1379 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. Surat Berharga Negara. Pasal 1380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1379. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. penyiapan rekomendasi dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. peraturan perundangan. penyiapan bahan penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. c.378 i. f. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. penyiapan bahan perumusan. pemantauan. pemantauan risiko dan kewajiban kontinjensi. d. penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. dan instrumen derivatif. b. e. Subbagian Tata Usaha.

penyusunan rekomendasi. e. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penggunaan pinjaman dan hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penerbitan Surat Berharga Negara dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyusunan rekomendasi. d. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Negara. dan evaluasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah dan jangka panjang. dan instrumen derivatif. (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah. . Pasal 1382 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. i. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. Surat Berharga Negara. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif. Pasal 1381 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri dari: a. penyiapan bahan rumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. koordinasi dengan pihak terkait dalam pengkajian pengelolaan utang. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. f. penyiapan kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. strategi lindung nilai. dan evaluasi strategi pengelolaan pinjaman dan hibah jangka menengah dan jangka panjang..379 c. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. g. c. h. dan peningkatan peringkat kredit.

pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. risiko. serta pengumpulan dan penyiapan bahan koordinasi pengkajian pengelolaan utang. pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. d.. dan penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. lembaga pemeringkat. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. strategi lindung nilai. Pasal 1384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1383. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. dan instrumen derivatif. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang. pembinaan hubungan dengan analis pasar. penyusunan strategi utang. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang. f. b. penyiapan bahan pemantauan perkembangan indikator portofolio. e. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. risiko. serta melaksanakan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. kreditur dan lembaga/institusi lainnya. penyusunan strategi utang. g. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. pelaksanaan kegiatan riset dan pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan instrumen derivatif. dan peningkatan peringkat kredit. Pasal 1383 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang. penyiapan bahan pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. . pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. Surat Berharga Negara.380 (3) Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. c. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. identifikasi. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. pengidentifikasian. pengkajian struktur portofolio utang. penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. pemantauan perkembangan indikator portofolio.

Pasal 1386 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio pinjaman jangka menengah dan panjang yang optimal. strategi pinjaman tahunan. b. Pasal 1385 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri dari: a. dan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. i. koordinasian dengan pihak terkait dalam penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban pinjaman. pelaksanaan kegiatan riset risiko pasar yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. c. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko pinjaman. risiko Surat Berharga Negara.. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. (3) Seksi Risiko Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengidentifikasian. pemantauan perkembangan indikator portofolio. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio Surat Berharga Negara. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. . dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Negara. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio Surat Berharga Negara jangka menengah dan panjang yang optimal. j. k. pemenuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban Surat Berharga Negara. Seksi Risiko Pasar. pengolahan basis data utang dan pasar keuangan.381 h. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio pinjaman. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. melakukan pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. strategi penerbitan Surat Berharga Negara tahunan. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. pemantauan perkembangan indikator portofolio. risiko pinjaman. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara.

dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. Infrastruktur. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. Pasal 1388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1387. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. h. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. . Pasal 1389 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi terdiri dari: a. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. identifikasi. f. pemetaan. Seksi Identifikasi. b. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. e. Seksi Pemantauan Kewajiban II. penyiapan bahan koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. d. dan Dokumentasi. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. c. pemetaan.382 - Pasal 1387 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melaksanakan identifikasi.. b. penyiapan bahan penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. koordinasi dengan pihak terkait yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. g. c. Seksi Pemantauan Kewajiban I.

evaluasi. dan klasifikasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan. dan melakukan pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. identifikasi. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. serta penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. . b. pengklasifikasian. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. Pasal 1392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1391. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pemantauan.383 Pasal 1390 (1) Seksi Identifikasi. baik dari sektor riil maupun finansial. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional.. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. pengukuran. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. evaluasi. dan analisis risiko operasional. Pasal 1391 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. (2) Seksi Pemantauan Kewajiban I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengukuran dan analisis besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah untuk bahan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. serta pemantauan. pemetaan. dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi. Infrastruktur. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.

identifikasi. f. (3) Seksi Risiko Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. dan analisis risiko operasional. perumusan strategi pengendalian risiko operasional. g. serta pemantauan. pemantauan. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. Pasal 1394 (1) Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. Seksi Kepatuhan Hukum. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pengukuran. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. dan analisis risiko operasional. evaluasi. (2) Seksi Kepatuhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pengukuran. c.. d. identifikasi. e. Pasal 1393 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional terdiri dari: a. b. pemantauan. pengklasifikasian. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.384 c. Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik. . penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. dan penyusunan profil risiko operasional. penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. Seksi Risiko Operasional. evaluasi. pengklasifikasian. pemantauan.

g. penyelesaian pembayaran kewajiban. pencatatan basis data. hibah. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan. dan instrumen pembiayaan syariah. penyajian laporan. Surat Utang Negara. . Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. pengembangan sistem informasi utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal terkait dengan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. Akuntansi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. verifikasi data. hibah. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan kebijakan monitoring dan evaluasi. e. d. hibah. i. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. verifikasi dan administrasi. dan instrumen pembiayaan syariah.385 Pasal 1395 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. yang timbul dari pengelolaan pinjaman. hibah. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. hibah. pengembangan sistem informasi dalam rangka pengelolaan utang. j. h. dan instrumen pembiayaan syariah. pelaksanaan penyelesaian transaksi penjualan Surat Berharga Negara. Akuntansi. dan instrumen pembiayaan syariah. dan Setelmen Pasal 1396 Direktorat Evaluasi. hibah. monitoring dan evaluasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. pelaksanaan tata usaha Direktorat. pelaksanaan penyelesaian kewajiban. Direktorat Evaluasi. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. pelaksanaan akuntansi dan konsolidasi data. hibah. Akuntansi. pelaksanaan verifikasi dan administrasi kewajiban yang timbul dari pengelolaan pinjaman. f. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. diseminasi laporan. hibah. b. pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output dalam pengelolaan pinjaman.. dan instrumen pembiayaan syariah. c.

Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. Pasal 1401 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri dari: a. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. dan penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. Kelompok Jabatan Fungsional. b.. d. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. e. c. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. b. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. Subbagian Tata Usaha. . Pasal 1399 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. Akuntansi. Subdirektorat Sistem Informasi Utang. hibah. dan Setelmen terdiri dari: a. c. dan instrumen pembiayaan syariah.386 - Pasal 1398 Direktorat Evaluasi. hibah. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. Subdirektorat Setelmen Transaksi. hibah. Pasal 1400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1399. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. g. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. f. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. Seksi Monitoring dan Evaluasi I. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. c. hibah.

kebenaran pencatatan/data entry. Surat Utang Negara. evaluasi cakupan pencairan dan efektifitas. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. d. Surat Utang Negara. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. realisasi pembayaran kewajiban. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. hibah. Pasal 1403 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan dokumen perjanjian. hibah. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. Seksi Verifikasi I. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1403. c. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kebenaran pencatatan/data entry. Seksi Administrasi I. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi.. dan data laporan. dan dokumen pembayaran. Surat Utang Negara. analisis perkembangan. dokumen penarikan. . Seksi Verifikasi II. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data realisasi. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. II. b. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. c. realisasi penarikan / hasil penjualan. realisasi penarikan / hasil penjualan. b. realisasi pembayaran kewajiban. hibah. Surat Utang Negara. Seksi Administrasi II.387 Pasal 1402 Seksi Monitoring dan Evaluasi I. serta koordinasi dan penyiapan rencana tindak (action plan) berkaitan dengan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. dan data laporan berkaitan dengan pinjaman. d. dokumen penarikan. penatausahaan dokumen perjanjian. hibah. Pasal 1405 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi: a. serta proyeksi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen.

dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. rekonsiliasi data. penatausahaan pelaksanaan dan pembayaran kewajiban. kebenaran pencatatan/data entry. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. perhitungan. Surat Utang Negara. realisasi penarikan / hasil penjualan. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. pemrosesan pencatatan.388 Pasal 1406 (1) Seksi Administrasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan dokumen perjanjian. rekonsiliasi data. dan pelaporan kewajiban. dan pelaporan kewajiban. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. pemrosesan pencatatan. dan dokumen pembayaran. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. hibah. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. Pasal 1408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1407. Pasal 1407 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan proyeksi pembayaran kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah. rekonsiliasi data. hibah. pemrosesan pencatatan. penyiapan data penarikan dan pembayaran. . serta standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perhitungan. b. rekonsiliasi data. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. data laporan. dokumen penarikan. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. c. perhitungan. perhitungan.. pemrosesan pencatatan. hibah. (2) Seksi Verifikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. serta penyiapan dokumen pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen berkaitan dengan pinjaman. realisasi pembayaran kewajiban. dan pelaporan kewajiban.

dan Surat Berharga Negara. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. pencatatan basis data. pemrosesan pencatatan. pelaksanaan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. penyiapan data penarikan dan pembayaran. pemrosesan pencatatan. diseminasi laporan.389 Pasal 1409 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri dari: a. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. verifikasi data. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. c. Pasal 1412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1411. perhitungan. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. perhitungan. d. rekonsiliasi data. . b. Pasal 1410 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penyajian laporan. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. Pasal 1411 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data. perhitungan. hibah. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. dan instrumen pembiayaan syariah. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. Surat Utang Negara.. hibah. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. rekonsiliasi data. b. rekonsiliasi data. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan pencatatan. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. Subdirektorat Sistem Informasi Utang menyelenggarakan fungsi: a. dan instrumen pembiayaan syariah. penyiapan. analisis kebutuhan dan evaluasi program aplikasi. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik dan penyiapan materi publikasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. Pasal 1413 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a. menyusun data. dan instrumen pembiayaan syariah. b. . Surat Utang Negara. pelaksanaan konsolidasi data dan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Surat Utang Negara. hibah. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. hibah. dan publikasi laporan pinjaman. Pasal 1415 Subdirektorat Sistem Informasi Utang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem aplikasi.. dan dukungan operasional teknologi informasi terkait pengelolaan utang. penyusunan dan pelaksanaan evaluasi spesifikasi sistem perangkat lunak serta pemeliharaan sistem dan program aplikasi terkait pengelolaan utang. mengembangkan data. pengelolaan basis data. Seksi Konsolidasi Data. hibah. Pasal 1414 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. penyajian. c. d.390 c. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. d. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. Pasal 1416 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1415. dan pengujian validitas data terkait dengan pengelolaan pinjaman. Surat Utang Negara.

mengelola pertukaran/integrasi data. dan evaluasi sistem aplikasi terkait pengelolaan utang sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengaturan kinerja dan keamanan data. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan data dan elemen data. Seksi Operasional Teknologi Informasi. serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait dengan pengelolaan utang. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. dan memberikan dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. layanan internet. b. c. analisis kebutuhan data dan elemen data. c. Pasal 1419 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. pengelolaan pertukaran/integrasi data. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sistem Informasi Utang. (3) Seksi Operasional Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. mengatur kinerja dan keamanan data. . pengelolaan Data Recovery Center (DRC). serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait pengelolaan utang. analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. Pasal 1418 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I. mengelola Data Recovery Center (DRC). pemberian dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi II. d. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1417 Subdirektorat Sistem Informasi Utang terdiri dari: a. melakukan penyimpanan data elektronik. layanan internet. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. Seksi Pengelolaan Basis Data.. penyiapan. penyimpanan data elektronik.391 b.

. Pasal 1421 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.392 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1420 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

. pelaksanaan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1424 Inspektorat Jenderal terdiri dari: a. e. pengawasan untuk tujuan tertentu.393 BAB XI INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1422 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Inspektorat IV.. b. d. Inspektorat I. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri. Inspektorat Bidang Investigasi. c. pengawasan keuangan. f. i. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat II . penyusunan laporan hasil pengawasan. h. Inspektorat VII. Inspektorat V. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pengawasan. Pasal 1423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1422. Inspektorat III. Inspektorat VI. d.

pengamanan. perlengkapan. pengelolaan. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. koordinasi. g. dan penugasan pengawasan. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. e. h. Pasal 1426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1425. program kerja pengawasan. i. pelaksanaan pembinaan. f. perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. c. rencana strategis. . koordinasi penyusunan rencana kerja. c. kerumahtanggaan.. keprotokolan. dan laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin. pelaksanaan urusan ketatausahaan. b. f. e. pengolahan. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. d.394 Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1425 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. Bagian Umum. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana . pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. dan pelaporan kegiatan pengawasan. d. Bagian Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penghimpunan. Pasal 1427 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari: a.

dan perumusan penataan organisasi dan b. pengolahan. Pasal 1430 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. penelaahan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. Subbagian Pelaporan. c. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen.395 Pasal 1428 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi laporan periodik Inspektorat. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. c. Subbagian Pengukuran Kinerja. penelaahan. serta validasi pengolahan data pengawasan. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin. dan perumusan penataan organisasi. pengolahan. e. b. penghimpunan. d. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. penghimpunan. ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi.. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. pelaporan kegiatan pengawasan. dan sistem administrasi umum. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. pengolahan data hukuman disiplin. Pasal 1431 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan data. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. d. . Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. sistem dan prosedur kerja. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. pengumpulan data.

akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran.. pengolahan. Pasal 1433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1432. Pasal 1432 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis.396 - (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan evaluasi laporan periodik Inspektorat. c. dan rencana kerja dan anggaran. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. penghimpunan. b. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. b. e. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan laporan keuangan. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. . penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. d. Subbagian Perbendaharaan. serta validasi pengolahan data pengawasan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengolahan data hukuman disiplin. program kerja pengawasan. Pasal 1434 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. rencana kerja dan anggaran. program kerja pengawasan. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. serta pengelolaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. d. c. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal.

penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional. kepangkatan. dokumentasi. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 1438 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. program kerja pengawasan. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. penyusunan formasi dan statistik. Pasal 1437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1436. cuti. dan mutasi kepegawaian lainnya. penempatan. dan kesejahteraan pegawai. c. pelaksanaan urusan ketatausahaan kepegawaian. d. pemberian penghargaan dan sanksi. Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Mutasi Kepegawaian. b. . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian.397 Pasal 1435 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. pemindahan. rencana kerja dan anggaran. c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan penyusunan formasi. d. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melaksanakan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan pengangkatan. pemensiunan. serta penyusunan laporan keuangan. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1436 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian..

penyiapan bahan koordinasi pengamanan sistem informasi. pengamanan dan pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. pemberhentian. d. kepangkatan. dan mutasi kepegawaian lainnya. pengelolaan. c.398 Pasal 1439 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan statistik. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. perencanaan. Pasal 1441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1440. perencanaan. penyusunan. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. pengelolaan basis data. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. pemberian layanan kepada pengguna. Pasal 1440 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi.. pembangunan. b. Subbagian Dukungan Pengguna. penempatan. perencanaan. cuti. pengumpulan. e. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. b. dokumentasi. pelaksanaan administrasi sistem. serta analisis dan penyajian informasi. pemensiunan. perencanaan. c. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan kepegawaian. . (4) Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional. pemindahan. pemberian penghargaan dan sanksi. penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. d. Pasal 1442 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri dari: a. dan kesejahteraan pegawai. pemberian dukungan teknis dan pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a.

dan pemeliharaan inventaris kantor. Subbagian Penugasan Pengawasan. pengelolaan basis data serta analisis dan penyajian informasi. c. c. b. dan pelaporan. melaksanakan administrasi sistem. penyusunan rencana kebutuhan. penggandaan. pelaksanaan urusan persuratan. keprotokolan. Subbagian Protokol dan Rumah Tangga. penyaluran. kearsipan. Pasal 1445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1444. publik. dan penugasan pengawasan. Pasal 1446 Bagian Umum terdiri dari: a. pelaksanaan urusan akomodasi. penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. Subbagian Tata Usaha. kerumahtanggaan. d. penyusunan. Subbagian Perlengkapan. dan ekspedisi. penyimpanan. kepustakaan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. pengumpulan. pengangkutan. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas memberikan layanan kepada pengguna.399 Pasal 1443 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. b. pembangunan. keprotokolan. perlengkapan. kehumasan. memberikan dukungan teknis dan mengelola kepustakaan teknologi informasi. d. . pencatatan. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. Pasal 1444 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi.. pengadaan. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. komunikasi kerumahtanggaan.

kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. penyimpanan. dan ekspedisi. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. kearsipan.. penggandaan. kehumasan. Pasal 1449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1448. kinerja. (2) Subbagian Protokol dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan akomodasi.400 Pasal 1447 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. dan pelaporan. kerumahtanggaan. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. pengawasan untuk tujuan tertentu. pengadaan. pengangkutan. serta audit untuk tujuan tertentu. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri pada unit yang menangani bidang pajak. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. keprotokolan. melakukan administrasi Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1448 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan reviu. efisiensi. . laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. d. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. b. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengawasan keuangan. c. komunikasi publik. dan pemeliharaan inventaris kantor. kepustakaan. penyaluran. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. pencatatan.

pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. . Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1452 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. pengawasan keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. g. i. Pasal 1453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1452. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.. pelaksanaan pengawasan kinerja. f. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. b. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat.401 e. Pasal 1451 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. h. pengawasan untuk tujuan tertentu. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1450 Inspektorat I terdiri dari: a. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a.

pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. c. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan keuangan. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. f.402 b. g. pengawasan untuk tujuan tertentu. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 1454 Inspektorat II terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan kinerja. kinerja. e. d. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. h. serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1455 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. i. . pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1456 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. b. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. efisiensi. pelaksanaan reviu..

Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. g. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan reviu. . laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. h. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. kinerja.403 - Pasal 1457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1456. d. efisiensi. b. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. f. Pasal 1458 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. e. c. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. i. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. b. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.

d. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. pelaksanaan reviu. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pengawasan keuangan. serta audit untuk tujuan tertentu. e. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan untuk tujuan tertentu. Pasal 1462 Inspektorat IV terdiri dari: a. f. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. g. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. c. Kelompok Jabatan Fungsional. kinerja. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. efisiensi. b.. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. .404 Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1460 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. i. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1460. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. h. pelaksanaan pengawasan kinerja.

kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. . laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang anggaran. Pasal 1465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1464. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. penyiapan dan penyusunan rencana strategis.405 - Pasal 1463 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. d. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. perimbangan keuangan. pengawasan untuk tujuan tertentu. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan reviu.. e. serta audit untuk tujuan tertentu. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan pengawasan kinerja. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. f. dan belanja modal. kinerja. Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1464 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pengawasan keuangan. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. c. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. efisiensi.

penyiapan dan penyusunan rencana strategis. b. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1468 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Pasal 1469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1468. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1466 Inspektorat V terdiri dari: a. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. efisiensi. Subbagian Tata Usaha. . pelaksanaan pengawasan kinerja. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b.. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1467 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. h. pengawasan keuangan. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. i.406 g. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. pengawasan untuk tujuan tertentu. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi.

analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan serta penyusunan laporan hasil pengawasan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. b. kinerja. f. Kelompok Jabatan Fungsional. i.. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pengawasan kinerja. pelaksanaan reviu. h. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.407 c. pengawasan keuangan. g. . penelitian dan pengembangan pengawasan. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. d. e. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1472 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1470 Inspektorat VI terdiri dari: a. pengawasan untuk tujuan tertentu. Pasal 1471 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.

serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. i. perencanaan dan pengembangan kinerja Inspektorat Jenderal. h. j. penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. k. o. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. f. p. Subbagian Tata Usaha. penyusunan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. b. b. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. c. pelaksanaan dan pengendalian audit terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. e. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. l. n. kinerja.408 Pasal 1473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1472. efisiensi. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. m. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis di bidang pengawasan. . d. Pasal 1474 Inspektorat VII terdiri dari: a. g. pelaksanaan reviu. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Kelompok Jabatan Fungsional.

e. c. Pasal 1477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1476. Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1476 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan arah kebijakan. h. penyusunan rencana strategis. j. penanganan pelimpahan hasil audit Inspektorat I sampai dengan VII. f. i. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi investigasi. g. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. b. partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil investigasi. pemberian keterangan ahli di persidangan. serta penyusunan laporan hasil investigasi dan hasil kegiatan pendukungnya. pelaksanaan urusan administratif dan pelayanan teknis Inspektorat. . penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan investigasi dan pendukungnya serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan investigasi dan kegiatan pendukungnya. d. pelaksanaan kegiatan intelijen. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum.409 - Pasal 1475 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.. pelaksanaan dan pengendalian investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Departemen. kajian atau analisis terhadap pengaduan dan informasi. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. kebijakan. dan program kerja investigasi dan kegiatan pendukungnya.

Subbagian Tata Usaha..410 Pasal 1478 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri dari: a. Pasal 1481 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pasal 1479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1480 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. . (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. b.

j. k. g. e. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. perumusan standar. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. persetujuan. dan mengawasi seharihari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. f. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan.411 BAB XII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1482 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas membina. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha.. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pelaksanaan tata usaha Badan. . pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. d. b. Pasal 1483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1482. h. penegakan peraturan di bidang pasar modal. c. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. i. Kliring dan Penjaminan. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. norma. mengatur. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan.

Sekretariat Badan. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. . f. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. m. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. c. b.. i. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a.412 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1484 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. d. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. Biro Riset dan Teknologi Informasi. l. e. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. b. k. Biro Perasuransian. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. g. h. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1485 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Biro Kepatuhan Internal. pelaksanaan penataan organisasi. j. Biro Pengelolaan Investasi. Biro Dana Pensiun. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485.

Pasal 1488 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. Pasal 1489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1488. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan.413 c. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. c. penyusunan prosedur dan metode kerja. b. Bagian Kepegawaian. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. penataan organisasi. e. i. Kelompok Jabatan Fungsional. f. penyiapan bahan pelaksanaannya. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keuangan Badan. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. perencanaan anggaran badan. d. h. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. g.. d. . Bagian Perencanaan dan Organisasi. penyiapan bahan penataan organisasi. laporan akuntabilitas kinerja. d. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. Pasal 1487 Sekretariat Badan terdiri dari: a. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. f. perencanaan anggaran Badan. Bagian Umum. c. analisis dan evaluasi jabatan. e.

kepangkatan. analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya.. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. d. Subbagian Tata Laksana. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. dokumentasi.414 Pasal 1490 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. b. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. Pasal 1491 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. pemberhentian. d. c. . (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Pasal 1493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1492. Pasal 1492 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. Subbagian Organisasi. analisis jabatan. c. pelaksanaan urusan pengangkatan. b. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Perencanaan Anggaran. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan.

akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. pemberhentian. Pasal 1498 Bagian Keuangan terdiri dari: a. b.415 Pasal 1494 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. b. Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. d. b. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. c.. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1495 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. Pasal 1496 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. kepangkatan. Subbagian Umum Kepegawaian. d. dokumentasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. . dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Subbagian Perbendaharaan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. c. c. penatausahaan penerimaan negara. Pasal 1497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1496. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran.

Pasal 1500 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. dana pensiun. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. . Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. f. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. g. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. e. perusahaan pembiayaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1500. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal..416 Pasal 1499 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. d. dan modal ventura. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. c. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. asuransi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. b.

bahan pertukaran informasi. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. dan kegiatan lainnya yang sejenis. metode dan materi penyuluhan. b. rancangan perjanjian. Subbagian Kerjasama Multilateral. pemantauan. d. Subbagian Kerjasama Bilateral. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. bahan pertukaran informasi. j. pelaksanaan kerjasama internasional. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1503 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan dan pengembangan teknik. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. Subbagian Pengaduan Pasar Modal. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. seminar. penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal.. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahanbahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. i. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. . c.417 h. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. Pasal 1502 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. rancangan perjanjian. Subbagian Hubungan Masyarakat. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pelaksanaan kerjasama internasional.

rumah tangga. dan penggandaan. mengkoordinir penyusunan pidato. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Subbagian Tata Persuratan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. keprotokolan. c. Pasal 1506 Bagian Umum terdiri dari: a. ekspedisi. pengangkutan pegawai.. protokol. pelaksanaan urusan rumah tangga. kearsipan. perjalanan dinas dan gaji. Subbagian Rumah Tangga. penghapusan perlengkapan. perlengkapan. b. c. melakukan urusan pengadaan. pelaksanaan urusan tata persuratan. pencatatan acara. komputerisasi persuratan. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. dan tata usaha Ketua Badan. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 1507 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. b.418 - Pasal 1504 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. pemeliharaan dan penyiapan . Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1504. dan akomodasi Ketua Badan. Subbagian Perlengkapan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. penyiapan bahan. d. d. pelaksanaan urusan perlengkapan. penyimpanan. pendistribusian.

pemberian pertimbangan. . penanganan keberatan. pelaksanaan tata usaha Biro. h. g. d. pemberian bantuan hukum.419 Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1508 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. melakukan litigasi. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. b. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. c.. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penetapan sanksi. l. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. saran. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian pertimbangan. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. j. i. Pasal 1509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1508. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. e. k. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. f.

pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. d. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. c. e. Pasal 1513 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. c. dan lembaga pemeringkat Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. Penasihat Investasi. c. d. b. Manajer Investasi. Pasal 1512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1511. b. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1511 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan.. . Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. e. Agen Penjual Efek Reksa Dana.420 - Pasal 1510 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Manajer Investasi. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha Biro. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyusunan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Wakil Manajer Investasi. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. b. Penasihat Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi.

Manajer Investasi. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.421 Pasal 1514 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. rumah tangga. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Penasihat Investasi. . yang berkaitan dengan Bursa Efek. Wakil Manajer Investasi. Manajer Investasi. b. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Wakil Manajer Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Pasal 1516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1515. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. dan lembaga pemeringkat Efek. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan lembaga pemeringkat Efek. kearsipan. c. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Lembaga Penilaian Harga Efek. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. dan pelaporan Biro. Kustodian. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. kepegawaian. Biro Administrasi Efek. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1515 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Penasihat Investasi.

c. Kustodian. Biro Administrasi Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Kustodian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan.422 d. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. . pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Lembaga Penilaian Harga Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Penilaian Harga Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Penjamin Emisi Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. Pasal 1518 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Kustodian. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. yang berkaitan dengan Bursa Efek. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. pengkajian peraturan pasar modal internasional. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. b. Wakil Penjamin Emisi Efek. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal.. Wakil Perantara Pedagang Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Perantara Pedagang Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Pasal 1517 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. Biro Administrasi Efek.

c. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. . Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. b. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Perusahaan Publik. Akuntan. Pasal 1522 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik..423 - Pasal 1519 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Perusahaan Publik. dan Penilai. penyusunan. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Akuntan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Akuntan. Perusahaan Publik. Notaris. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pasal 1521 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri dari: a. Konsultan Hukum. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 1520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1519. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Penilai. Wali Amanat. b. Penilai.

424 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Perusahaan Publik. dan dana pensiun. yang berkaitan dengan perasuransian. Konsultan Hukum. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Emiten. dan dana pensiun. pembiayaan dan penjaminan. . Pasal 1523 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Subbagian Peraturan Perasuransian. c. Pasal 1525 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri dari: a. Notaris. pembiayaan dan penjaminan. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. b. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan Perasuransian. Pasal 1524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1523. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat. dan Dana Pensiun. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Akuntan. Penilai.. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) b. pengkajian peraturan pasar modal internasional.

Pasal 1527 Bagian Profesi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. bantuan hukum. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. . penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pemberian saran. yang berkaitan dengan perasuransian. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. pendapat hukum. penyusunan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.425 Pasal 1526 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional.. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. yang berkaitan dengan perasuransian. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pengkajian peraturan perasuransian internasional. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum.

c. k. b.426 - Pasal 1528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1527. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. Subbagian Notaris Pasar Modal. ahli. e. h. c. i. di b. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. d. melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. . pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi.. Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. f. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. Pasal 1529 Bagian Profesi Hukum terdiri dari: a. j. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. Bagian Profesi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. g. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.

melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. .. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. memproses pendaftaran. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal.427 Pasal 1530 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. ahli. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. analisis. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). Pasal 1532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1531. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1531 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. memproses pendaftaran. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Biro Riset dan pengumpulan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal.

dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. g. analisis. analisis. Pasal 1535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1534. c.. b. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1533 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. dana pensiun. dan penyajian data ekonomi makro. penyiapan bahan pengumpulan. d. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. b. Bagian Riset Asuransi. penyiapan bahan pengumpulan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. f. pengelolaan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. f. pengumpulan. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. dan penyajian data dan statistik asuransi. . d. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pengumpulan. dana pensiun. analisis. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. dan lembaga keuangan lain. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1534 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.428 b. dan penyajian data dan statistik pasar modal. e. dan lembaga keuangan lain. Bagian Riset Pasar Modal. Bagian Riset Ekonomi. c. c. penyusunan. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain.

c. Pasal 1540 Bagian Riset Pasar Modal terdiri dari: a. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. b. b. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1538. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal.. analisis. Subbagian Statistik Pasar Modal. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. . analisis. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. Pasal 1537 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. analisis. analisis. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. analisis. penyiapan bahan pengumpulan.429 Pasal 1536 Bagian Riset Ekonomi terdiri dari: a. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. Pasal 1538 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Tata Usaha Biro. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. c. Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data dan statistik pasar modal.

Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri dari: a. Usaha Jasa Pembiayaan. kepegawaian. Usaha Jasa Pembiayaan. analisis. dana pensiun. Dana Pensiun.430 - Pasal 1541 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1544 Bagian Riset Asuransi. analisis. dan penyajian data dan statistik Asuransi. penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. analisis. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. dan penyajian data dan statistik pasar modal. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. analisis. analisis. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. b. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. c. Subbagian Statistik Asuransi. analisis. Pasal 1543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1542. kearsipan.. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1542 Bagian Riset Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. . rumah tangga. Dana Pensiun. penyiapan bahan pengumpulan. c. Bagian Riset Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan lembaga keuangan lain. penyiapan bahan pengumpulan. dan pelaporan Biro. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. Usaha Jasa Pembiayaan.

b. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi.431 Pasal 1545 (1) Subbagian Statistik Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. analisis. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi.. penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Dana Pensiun. Pasal 1547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1546. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Usaha Jasa Pembiayaan. Pasal 1548 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. c. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. pengelolaan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. c. dan penyajian data dan statistik Asuransi. penyiapan bahan penyusunan. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. analisis. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Pasal 1546 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. b. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. Usaha Jasa Pembiayaan. Subbagian Dukungan Teknis. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. . dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. Dana Pensiun.

Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. . (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. b. Pasal 1550 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. c. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. Pasal 1552 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri dari: a. pengelolaan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. Pasal 1553 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan.432 Pasal 1549 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi.. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. Pasal 1551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1550. c. b. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan.

e. b. Pasal 1555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1554. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. d. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. d. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a.. g. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. h. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. pembinaan. c.433 (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. pelaksanaan tata usaha Biro. Keterbukaan Emiten. Pengelolaan Investasi. pengawasan. Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1554 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. e. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. b. c. Pasal 1556 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri dari: a. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. . perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal.

Pasal 1559 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. pengolahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III.. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. b.434 Pasal 1557 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. II. Subbagian Tata Usaha Biro. e. . serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Pasal 1558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1557. c. pengumpulan. b. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. c. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. d. Pasal 1560 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. d.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II.. kepegawaian. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. dan pelaporan Biro. kearsipan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Pasal 1564 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Pasal 1563 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. b. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Pasal 1562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1561. b. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. II. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. . dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. pengumpulan. c. rumah tangga. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. d. Perusahaan Efek.435 - (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1561 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. pengolahan.

436 Pasal 1565 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. pengolahan. b. c. b. Pasal 1567 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri dari: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. c. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa.. . Pasal 1568 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. II. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pengumpulan. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. d. Pasal 1566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1565. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II.

dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Pasal 1572 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III.. b. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1571 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri dari: a. pengolahan. b. d. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II.437 Pasal 1569 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. II. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. . c. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1570 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1569. c. pengumpulan. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.

b. Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. Manajer Investasi. Bagian Pengembangan Produk Investasi. f. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. Penasihat Investasi. e. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. izin perseorangan. pelaksanaan tata usaha Biro. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. . e. g. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penelaahan aspek keterbukaan. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi.438 Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1573 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. c. pemrosesan izin usaha. f. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. dan Penasihat Investasi. Pasal 1574 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1573. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. b. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. hukum. c.. pemrosesan permohonan izin usaha. Pasal 1575 Biro Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. d.

Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. dan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1580 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi.439 Pasal 1576 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi. b. dan Penasihat Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. Penasihat Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. Pasal 1578 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri dari: a. Pasal 1579 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi.. . b. Bagian pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Pasal 1577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. Pasal 1576. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. c. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan.

Penasihat Investasi Perorangan. d. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. b. . c. Wakil Manajer Investasi.. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1582 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri dari: a. Penasihat Investasi. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Pasal 1583 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana. Bagian pengumpulan. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. b. izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi. analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana. izin Perseorangan. penyusunan program pengembangan keahlian. Penasihat Investasi. Pasal 1580. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana. analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. Penasihat Investasi. analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.440 - Pasal 1581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1584 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi.

kepegawaian dan pelaporan Biro. dan Penasihat Investasi. menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi. e. g. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. . rumah tangga. kearsipan. d. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi.441 Pasal 1585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1584. Pasal 1586 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri dari: a. Penasihat Investasi Perorangan. Wakil Manajer Investasi. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi. b. Penasihat Investasi. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi. Subbagian Wakil Manajer Investasi. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi. h. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. c. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. b. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. f. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. Penasihat Investasi Perorangan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro.. Penasihat Investasi. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1587 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. dan Wakil Pedagang Reksa Dana.

pernyataan pendaftaran. akuntansi. penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan. pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi. Subbagian Penelaahan Hukum. b. hukum. c. laporan keuangan dan akuntansi. Pasal 1589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1588. h. c. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek. f. g. penelaahan aspek keterbukaan. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 1590 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi. dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. dan Efek Beragun Aset. penelaahan aspek keterbukaan. penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis. pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan. e. aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi.442 - Pasal 1588 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha. dan Efek Beragun Aset. b. Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset.. hukum. dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan. Subbagian Penelaahan Akuntansi. d. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset.

dan Efek Beragun Aset. Penelaahan laporan. f. Pasal 1593 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1592. pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian. d.. Reksa Dana. pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Penasihat Investasi. pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. g. dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana. . laporan. peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. c. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. dan Kustodian. Pasal 1592 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi. penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian. pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi. e.443 Pasal 1591 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. b. dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Efek Beragun Aset. penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran. Penasihat Investasi.

menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana. Penjamin Emisi Efek. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset. serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1596 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan. Penasihat Investasi dan Kustodian. melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. dan pengawasan transaksi Efek. Biro Administrasi Efek. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Wakil Penjamin Emisi Efek. c. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. pembinaan. Perantara Pedagang Efek. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1595 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana. Subbagian Kepatuhan Reksa Dana. b. dan pemeriksaan Bursa Efek. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana.. Wakil Perantara Pedagang Efek. Kustodian. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset. . Lembaga Kliring dan Penjaminan. memantau kepatuhan penyampaian laporan. pengawasan.444 Pasal 1594 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a.

b. d. Bagian Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1598 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. . Bagian Pengawasan Perdagangan. Bagian Pengawasan Lembaga Efek. Kelompok Jabatan Fungsional. e. f. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan Kustodian. Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. c. Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan. pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. Perantara Pedagang Efek. Perantara Pedagang Efek. c. pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek. pelaksanaan tata usaha Biro. pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Biro Administrasi Efek. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek. Biro Administrasi Efek.. e. f. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek. pemeriksaan atas Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. b. Pasal 1599 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Penjamin Emisi Efek. d. dan Kustodian. Perantara Pedagang Efek. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek. dan Penjamin Emisi Efek.445 Pasal 1597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1596. Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

b. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek. dan Perantara Pedagang Efek. menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek. Pasal 1601 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. c.446 - Pasal 1600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1599. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek. dan penelaahan kode etik lembaga Efek. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek. Wakil Perusahaan Efek. . Pasal 1602 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek. menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan. Bagian penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek. Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek. d.. Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. c.

d. Pasal 1606 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pasal 1604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1603. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Biro Administrasi Efek. b. c. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek. Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan Biro Administrasi Efek. Biro Administrasi Efek. Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. b. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan Kustodian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Kustodian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Kustodian. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.447 - Pasal 1603 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan. Pasal 1605 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri dari: a. Bursa Efek. e. Bursa Efek. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II. serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. dan Kustodian. Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek.. Bursa Efek. . Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan laporan Perusahaan Efek. c.

Biro Administrasi Efek. Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penyimpanan. dan Kustodian. Biro Administrasi Efek. pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Biro Administrasi Efek. dan Kustodian.. dan Kustodian. pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. c. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Kustodian. melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek. Bursa Efek. b. Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I. penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek. dan Kustodian. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Pasal 1608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1607. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan. Pasal 1609 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri dari: a. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Bursa Efek. indikasi adanya b. e. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Bursa Efek. c. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. .448 (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan. penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II. Biro Administrasi Efek. Pasal 1607 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan. dan Kustodian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. d. mempersiapkan jadwal pemeriksaan.

pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. . dan Kustodian. Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1611 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa. pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara. Derivatif dan Efek lain. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek. c.. Surat Utang Negara. Pasal 1612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1611. penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil. Pasal 1613 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri dari: a. Lembaga Kliring dan Penjaminan. b. Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. c.449 Pasal 1610 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. d. Biro Administrasi Efek. Derivatif dan Efek lain. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. b.

c. penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek. b. penyelesaian transaksi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. serta pengawasan perdagangan di luar bursa. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil. penyelesaian transaksi. Efek Lain dan Derivatif. (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a.450 - Pasal 1614 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. pengawasan perkembangan. e. dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara. penelaahan data transaksi. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. penyelesaian transaksi. d. . Pasal 1615 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek. dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. f. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek.. Pasal 1616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1615. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. penyusunan program pengembangan keahlian. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penelaahan atas kode etik.

penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek. b. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. b. penyusunan program pemeriksaan. c. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan pelaporan Biro. rumah tangga. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a.451 Pasal 1617 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri dari: a. (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan.. dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. Pasal 1620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1619. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek. Pasal 1618 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1619 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. kepegawaian. serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penelaahan peraturan dan laporan. c. penyusunan program pemeriksaan. Subbagian Tata Usaha Biro. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. kearsipan. .

Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. h. pembiayaan.452 d. Pasal 1623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1622. dan investasi. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. pembiayaan. asuransi. dan investasi. dan investasi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. sekuritas. sekuritas. e. b. asuransi. g. Pernyataan Penggabungan Usaha. sekuritas. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. pembiayaan. Pasal 1622 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. asuransi. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. f. Pasal 1621 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri dari: a. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. dan investasi . Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. Kelompok Jabatan Fungsional. sekuritas. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. c. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pembiayaan. dan investasi. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. d. f. e. asuransi. b. Pernyataan Penawaran Tender. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. . Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. d. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. pembiayaan. c.. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. sekuritas.

Pernyataan Penawaran Tender. perhubungan. asuransi. asuransi. pembiayaan. sekuritas. dan jasa lainnya.. dan Investasi. Pasal 1626 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. telekomunikasi. sekuritas. real estat. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan.453 Pasal 1624 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. . properti. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. media massa. Pernyataan Penggabungan Usaha. perhotelan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. pariwisata. properti. c. b. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan Investasi. telekomunikasi. teknologi informasi. real estat. konstruksi. pembiayaan. Pasal 1625 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. perhotelan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. konstruksi. dan Investasi. dan jasa lainnya. asuransi. Pasal 1627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1626. pembiayaan. media massa. pariwisata. sekuritas. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perhubungan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. teknologi informasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan.

konstruksi. perhubungan. b. dan jasa lainnya. perhotelan. pariwisata. real estat. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. pariwisata. dan jasa lainnya. properti. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. Pasal 1629 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan jasa lainnya. real estat. perhotelan. perhotelan. media massa. perhubungan. dan jasa lainnya. properti. media massa. properti. pariwisata. telekomunikasi. properti. media massa. media massa. pariwisata.. Pernyataan Penawaran Tender. real estat. telekomunikasi. telekomunikasi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. media massa. konstruksi. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. teknologi informasi. dan jasa lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. teknologi informasi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan jasa lainnya. teknologi informasi. teknologi informasi. . c. real estat. real estat. Pernyataan Penawaran Tender. perhotelan. konstruksi. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. d. teknologi informasi.454 b. c. media massa. Pernyataan Penawaran Tender. perhubungan. konstruksi. Pernyataan Penggabungan Usaha. konstruksi. perhotelan. pariwisata. perhubungan. Pasal 1628 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri dari: a. konstruksi. telekomunikasi. teknologi informasi. pariwisata. real estat. telekomunikasi. telekomunikasi. perhotelan. perhubungan. properti. properti. perhubungan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan.

asuransi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. penelaahan laporan. Pasal 1632 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. b. c. asuransi. dan investasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. asuransi. pembiayaan.. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. d. pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. pembiayaan.455 Pasal 1630 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembiayaan. sekuritas. Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. asuransi. b. . sekuritas. dan investasi. dan investasi. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. asuransi. sekuritas. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. sekuritas. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pembiayaan. penelaahan laporan. pembiayaan. c. Pasal 1633 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan investasi. sekuritas. dan investasi. Pasal 1631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1630.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan teknologi informasi. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. perhubungan. telekomunikasi.456 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan teknologi informasi. pariwisata. dan teknologi informasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. media massa. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. telekomunikasi. perhubungan. media massa. telekomunikasi. telekomunikasi. perhubungan. perhubungan. media massa. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. media massa. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. dan teknologi informasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. d. b. Pasal 1634 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. media massa. . penelaahan laporan. telekomunikasi.. pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. penelaahan laporan. Pasal 1635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1634. dan teknologi informasi. pariwisata. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. perhubungan.

penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Pasal 1638 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. . serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat.457 Pasal 1636 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri dari: a. dan Perusahaan Jasa Lainnya. penelaahan laporan.. perhotelan. konstruksi. penelaahan laporan. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1637 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b.

458 - Pasal 1639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1638. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. konstruksi. c. konstruksi. e.. penelaahan laporan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. b. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. perhotelan. . Subbagian Tata Usaha Biro. perhotelan. perhotelan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. real estat. konstruksi. d. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat. dan Perusahaan Jasa Lainnya. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. konstruksi. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat. Pasal 1640 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri dari: a. dan Perusahaan Jasa Lainnya. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. c. real estat. perhotelan. Pasal 1641 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Perusahaan Jasa Lainnya.

h. kepegawaian. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. c. d. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. kearsipan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. penelaahan laporan. Pasal 1643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1642. e. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. g. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. . pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan pelaporan Biro. b. pelaksanaan tata usaha Biro.459 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat.. rumah tangga. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. f. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1642 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan.

barang konsumsi.460 Pasal 1644 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri dari: a. Pernyataan Penggabungan Usaha. barang konsumsi. dan Kimia. industri logam. industri logam. industri dasar. Pasal 1646 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1645. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. b. b. industri dasar. b. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. dan industri kimia. dan industri kimia. Pasal 1647 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri dari: a. alas kaki. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan indutri kimia. Logam. e. c. f.. barang konsumsi. industri dasar. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Pernyataan Penawaran Tender. aneka industri lainnya. industri logam. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. aneka industri lainnya. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. alas kaki. aneka industri lainnya. dan industri kimia. Pasal 1645 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. c. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. aneka industri lainnya. alas kaki. dan industri kimia. industri dasar. d. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. c. d. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. industri logam. alas kaki. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. aneka industri lainnya. alas kaki. barang konsumsi. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. industri logam. . Bagian Pemantuan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. Kelompok Jabatan Fungsional. garmen. barang konsumsi. industri dasar.

penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan agrobisnis. industri dasar. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. d. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. . barang konsumsi. kehutanan. industri logam. Pernyataan Penggabungan Usaha. b. industri dasar. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. dan industri kimia. kehutanan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. alas kaki. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. alas kaki. garmen. barang konsumsi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan industri kimia. c. industri dasar. barang konsumsi. dan agrobisnis. Pasal 1650 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1649.461 - Pasal 1648 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. garmen. dan agrobisnis. aneka industri lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penawaran Tender. garmen. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. industri logam. industri logam. Pernyataan Penawaran Tender.. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. aneka industri lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pasal 1649 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan industri kimia. alas kaki. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan agrobisnis. aneka industri lainnya. kehutanan. Pernyataan Penggabungan Usaha.

462 Pasal 1651 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri dari: a. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. barang konsumsi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. barang konsumsi. kehutanan. dan agrobisnis. dan agrobisnis. Pasal 1652 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan aneka industri lainnya. Pernyataan Penawaran Tender.. Pasal 1654 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1653. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. garmen. . dan aneka industri lainnya. penelaahan laporan. garmen. alas kaki. Pernyataan Penawaran Tender. b. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan agrobisnis. alas kaki. kehutanan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. c. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pernyataan Penggabungan Usaha.

garmen. Pasal 1656 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. Garmen. penelaahan laporan. dan alas kaki. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. dan aneka industri lainnya. barang konsumsi. c. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. d. dan aneka industri lainnya. garmen. barang konsumsi. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan aneka industri lainnya. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. garmen. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1655 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri dari: a.463 b. garmen. Garmen. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. alas kaki. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. alas kaki. penelaahan laporan. (2) (3) . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.. b. barang konsumsi. dan Alas Kaki.

logam. Pasal 1658 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1657.464 Pasal 1657 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan Kimia terdiri dari: a. logam. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Logam. b. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan kimia. b. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. d. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. dan kimia. dan kimia. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. Pasal 1660 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. penelaahan laporan. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar.. penelaahan laporan. dan kimia. Pasal 1659 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan kimia. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . logam. logam. c. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. logam. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. . e. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. kehutanan dan agrobisnis.465 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1662 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1661. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kehutanan dan agrobisnis. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1661 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. b. kehutanan dan agrobisnis. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. kehutanan dan agrobisnis. c.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan. b.466 Pasal 1663 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri dari: a. standar penilaian di bidang pasar modal. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kearsipan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1664 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan Biro. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1665 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. standar tata kelola perusahaan. . kepegawaian. rumah tangga. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai.. standar pemeriksaan akuntansi. penelaahan laporan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. Pemeringkat Efek. c. Subbagian Tata Usaha Biro.

pelaksanaan tata usaha Biro. c. e. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. Pasal 1667 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri dari: a. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. Bagian Akuntan. d. h. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. c. Pemeringkat Efek.467 Pasal 1666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1665. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. e. pembinaan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. b. Kelompok Jabatan Fungsional.. i. Pasal 1668 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. b. analisis. f. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. g. j. . standar pemeriksaan khusus. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. d. Penilai. dan Wali Amanat di pasar modal. pengumpulan. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan.

c. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. b. Subbagian Standar Akuntansi II. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. d. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1670 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri dari: a. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi.468 Pasal 1669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1668. c. f. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. Pasal 1671 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. e. (2) . Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. b. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Standar Akuntansi I.. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. Subbagian Standar Pemeriksaan.

pengawasan dan inspeksi Akuntan. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. penyusunan program pengembangan Akuntan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. d. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri dari: a. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. Penilai. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pasal 1672 Bagian Akuntan. Bagian Akuntan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Penilai. e. b. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan.. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. pembinaan. g. c. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1673 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1672. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal.469 (3) Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pemeringkat Efek. Penilai. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. f. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Subbagian Penilai Pasar Modal. Pasal 1674 Bagian Akuntan. Subbagian Akuntan Pasar Modal. Asosiasi Pemeringkat Efek. h. Penilai. Penilai. . c. b. Pengelolaan Investasi.

pengumpulan. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai.. dan lembaga lain yang terkait. c. pengumpulan. pelaporan. pengawasan.470 Pasal 1675 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. pengawasan dan inspeksi Penilai. b. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. Pasal 1677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. 1676. dan inspeksi Akuntan. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan Tata Usaha Biro. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengawasan. pengawasan. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pembinaan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pelaporan. dan inspeksi Pemeringkat Efek. pengawasan pengendalian mutu Penilai. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. analisis. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. pengawasan dan inspeksi Penilai. . dan Wali Amanat. pengawasan. pembinaan. pelaporan. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1676 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. pembinaan. analisis. Bagian (2) (3) penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. penyiapan bahan perumusan pembinaan.

c. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. kepegawaian. f. . d. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi.. pengumpulan. dan pelaporan Biro. rumah tangga. pelaksanaan Tata Usaha Biro. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. b. Subbagian Tata Usaha Biro. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik.471 d. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. kearsipan. analisis. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. Pasal 1678 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. e. Pasal 1679 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan.

dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan melakukan pengumpulan.472 Pasal 1680 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. penelaahan. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. penelaahan. pengumpulan. pengumpulan. f. melakukan pengumpulan. Pasal 1681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1680. c. melakukan pengumpulan. Bagian a. melakukan pengumpulan. analisis. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. d.. . analisis. analisis. e. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. b. Pasal 1682 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. pengkajian. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. analisis. pengkajian. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. analisis. c. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. penyiapan. Pasal 1683 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. b. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik.

penelaahan data kelembagaan. standardisasi. c. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian.473 - (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. evaluasi. d. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. penelaahan. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. e. penelaahan. . Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1684 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. jasa. menyelenggarakan fungsi: a. melakukan pengumpulan.. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. melakukan pengumpulan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Pasal 1685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1684. b. pelaksanaan tata usaha Biro.

e. c. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. analisis laporan keuangan. .. Pasal 1690 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1689 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a. d.474 Pasal 1686 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri dari: a. Bagian Lembaga Pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1687 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Lembaga Penjaminan. Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. c. penelahan jasa lembaga pembiayaan. Pasal 1688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1687. b. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. c. penyajian informasi perkembangan usaha. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. b. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. b. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. c. Pasal 1693 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a.475 (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. Pasal 1694 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Pasal 1691 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan.. Pasal 1692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1691. d. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. rencana jangka pendek dan jangka panjang. rencana jangka pendek dan jangka panjang. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. . b. b. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. c.

. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. analisis laporan keuangan. kepegawaian dan pelaporan Biro. penyajian informasi perkembangan usaha. rumah tangga. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. penyajian informasi perkembangan usaha. Pasal 1695 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. Pasal 1698 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. d. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. analisis laporan keuangan. c. kearsipan. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan.476 (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Pasal 1697 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri dari: a. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. . Subbagian Tata Usaha Biro. c. rencana jangka pendek dan jangka panjang. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1695. b.

penelaahan kegiatan operasional. Pasal 1700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1699.477 Pasal 1699 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. penelaahan kegiatan operasional. Pasal 1702 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. . Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha.. kecil dan menengah. Pasal 1701 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri dari: a. peneleahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. b. c. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. c. dan usaha pembiayaan usaha mikro. b. penelaahan kepatuhan. penelaahan kepatuhan. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. d. penelaahan kegiatan operasional. penelaahan kepatuhan. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha.

- 478 Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1703 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis, evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian, termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 1704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1703, Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian; pembentukan, perubahan, dan

penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala; pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian; analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi; pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1705

Biro Perasuransian terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Perasuransian; Bagian Analisis Keuangan Perasuransian; Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian; Bagian Pemeriksaan Perasuransian; Bagian Perasuransian Syariah; Kelompok Jabatan Fungsional.

- 479 Pasal 1706 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis, bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, dan pembubaran perusahaan perasuransian, kepengurusan, pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. Pasal 1707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1706, Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian; penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian; pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. Pasal 1708 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I; Subbagian Kelembagaan Perasuransian II; Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. Pasal 1709 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian, pembubaran perusahaan perasuransian, data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan, pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian, registrasi tenaga ahli, pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian, melakukan perencanaan penyuluhan, dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1710 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan, dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian.

- 480 -

Pasal 1711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1710, Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan; evaluasi sistem perasuransian. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

Pasal 1712 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. Pasal 1713 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1714 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi, mengembangkan sistem, pelaporan, dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. Pasal 1715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1714, Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha; pengumpulan data dan analisis program asuransi; evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. dan sistem analisis laporan

- 481 Pasal 1716 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. Pasal 1717 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1718 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1719 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1718, Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1720 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III.

- 482 -

Pasal 1721 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1722 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan, penyelenggaraan usaha, program asuransi syariah, mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah, dan mengembangkan sistem, pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. dalam Pasal 1722, Bagian

pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah; evaluasi sistem laporan perasuransian syariah; dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah; evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1724 analisis laporan

Bagian Perasuransian Syariah terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perasuransian Syariah I; Subbagian Perasuransian Syariah II; Subbagian Tata Usaha Biro.

- 483 Pasal 1725 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah, melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan Biro.

Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1726 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun, melaksanakan analisis, evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1726, Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun; c. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; d. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; e. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun; f. pelaksanaan tata usaha Biro.

- 484 Pasal 1728 Biro Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun; Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun; Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun; Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun; Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1729 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Pasal 1730 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1729, Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. Pasal 1731 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Peraturan Dana Pensiun; Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun; Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. Pasal 1732
(1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun, pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri, struktur organisasi, rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun.

- 485 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun, melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum, dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia.

Pasal 1733 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. Pasal 1734 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1733, Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain; pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan lain; pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu; pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1735 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun; Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun; Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. Pasal 1736 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun.

c. d.

- 486 -

(2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan informasi lainnya, serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. Pasal 1737 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1738 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1737, Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1739 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti.

- 487 Pasal 1740 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi, pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. Pasal 1741 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun, penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. Pasal 1742 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1741, Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. Bagian

pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun; penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun; penyusunan laporan industri dana pensiun; pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun; penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1743

Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun; Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun; Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun.

- 488 Pasal 1744 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1745 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis, evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1746 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1745, Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; c. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, dan laporan berkala rutin; d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1747 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri dari: a. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana; b. Subbagian Analisis dan Pelaporan; c. Subbagian Tata Usaha Biro.

- 489 Pasal 1748 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, investasi, dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawain, dan pelaporan Biro.

Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1749 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. Pasal 1750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1749, Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan; b. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil; c. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek, pengelolaan investasi, dan sumber daya aparatur;

- 490 d. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian, dana pensiun, serta jasa pembiayaan dan penjaminan; e. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1751 Biro Kepatuhan Internal terdiri dari: a. Bagian Kepatuhan I; b. Bagian Kepatuhan II; c. Bagian Kepatuhan III; d. Bagian Kepatuhan IV. Pasal 1752 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1752, Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1754 Bagian Kepatuhan I terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IA; b. Subbagian Kepatuhan IB; c. Subbagian Kepatuhan IC.

- 491 -

Pasal 1755 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1756 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1756, Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1758 Bagian Kepatuhan II terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IIA; b. Subbagian Kepatuhan IIB; c. Subbagian Kepatuhan IIC.

dan sumber daya aparatur. Pasal 1760 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. Pasal 1762 Bagian Kepatuhan III terdiri dari: a. c. pengelolaan investasi. Pasal 1761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1760. b. Subbagian Kepatuhan IIIC. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. .. Subbagian Kepatuhan IIIA. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa.492 Pasal 1759 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIB.

Subbagian Kepatuhan IVA. Pasal 1765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1764. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. dana pensiun. Pasal 1766 Bagian Kepatuhan IV terdiri dari: a. b. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Pasal 1764 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta jasa pembiayaan dan penjaminan.493 Pasal 1763 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. d. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. Subbagian Kepatuhan IVC. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi.. b. Subbagian Tata Usaha Biro. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IVB. d.

rumah tangga. kepegawaian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1768 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan Biro. kearsipan. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1769 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat..494 Pasal 1767 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua.

analisis. analisis. RAPBN Perubahan. analisis. dan fiskal. pengkajian kebijakan ekonomi. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro serta proyeksi ekonomi makro. perumusan rekomendasi dan pelaksanaan kerja sama ekonomi dan keuangan internasional. . d.495 BAB XIII BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1770 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. pemantauan dini perkembangan ekonomi dan surveillance. Pasal 1771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1770. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. risiko BUMN. h. l. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. pelaksanaan administrasi Badan. b. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pendapatan negara. penyusunan dan pengembangan model ekonomi dan keuangan. analisis dan perumusan rekomendasi terhadap kelayakan pemberian dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. i. c. perumusan rekomendasi dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi dan keuangan.. penyelenggaraan sosialisasi kebijakan fiskal. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. k. f. dan ekonomi dan keuangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. keuangan. dan risiko dukungan pemerintah. g. belanja negara. pengelolaan data dan statistik. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. belanja negara dan risiko fiskal. koordinasi pelaksanaan kegiatan tim tarif. dan kerja sama internasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. perumusan rekomendasi dan evaluasi kebijakan pendapatan negara. m. j. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. e.

pelaksanaan urusan tata usaha. h. serta diseminasi elektronik. gaji. g. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. b. penyajian data dan informasi. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan.. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. rencana kerja dan anggaran. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. f. dan kehumasan Badan. d. kepegawaian. pengembangan pegawai. e. e. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. . Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. Sekretariat Badan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1773 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. c. koordinasi penyusunan rencana strategik. f. d.496 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1772 Badan Kebijakan Fiskal terdiri dari: a.

Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 1776 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. . Subbagian Pengembangan Pegawai. c. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. pemberhentian. pemindahan. Pasal 1779 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. dan pemensiunan pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. b. Pasal 1778 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri dari: a. penyiapan bahan penataan organisasi. d. Subbagian Organisasi. penyusunan prosedur dan metode kerja. penyusunan prosedur dan metode kerja.497 Pasal 1775 Sekretariat Badan terdiri dari: a. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. dokumentasi dan statistik pegawai. Bagian Umum. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. b.. Bagian Data dan Informasi. Bagian Perencanaan dan Keuangan. c. analisis dan evaluasi jabatan. Pasal 1777 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1776. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. laporan kegiatan. pengukuran beban kerja. e. Subbagian Mutasi. penempatan. penghargaan. cuti. d. d. kepangkatan. tatalaksana. pengukuran beban kerja. penyiapan bahan penyusunan formasi. pengembangan kinerja. dan administrasi jabatan fungsional. penggajian. pengembangan kinerja. analisis dan evaluasi jabatan. b. serta pengurusan tata usaha. Subbagian Umum Kepegawaian. dan hukuman disiplin pegawai. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan.

c. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). (3) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. serta pengurusan tata usaha. dokumentasi dan statistik pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. b. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). pemberhentian. d. pelaksanaan urusan perbendaharaan. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. e.498 - (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. pemindahan. penggajian. Pasal 1783 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana strategis dan anggaran. RKKL dan RKAKL. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1780 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. . c. dan hukuman disiplin pegawai. penghargaan. b. penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 1782 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.. Pasal 1781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1780. dan pemensiunan pegawai. Subbagian Verifikasi. penempatan. kepangkatan. cuti.

d. b. c. penyajian statistik pendapatan negara. ekonomi dan keuangan.. d. b. pengelolaan data pendapatan negara. serta manajemen sistem informasi. . serta penerbitan Surat Perintah Membayar. Subbagian Data dan Statistik APBN. Pasal 1785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1784. belanja negara. pelaksanaan manajemen sistem informasi. belanja negara. Pasal 1786 Bagian Data dan Informasi terdiri dari: a. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi.499 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. belanja negara. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. Pasal 1784 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. ekonomi dan keuangan. ekonomi dan keuangan. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. c. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. dan diseminasi elektronik. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1787 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara.

Pasal 1788 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Rumah Tangga.500 (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. pendistribusian. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. Pasal 1790 Bagian Umum terdiri dari: a. . c. ekspedisi. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. Subbagian Perlengkapan. kearsipan. dan pemeliharaan. Subbagian Kehumasan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dukungan teknis.. d. dan kehumasan. kearsipan. d. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan kendaraan dinas. pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. inventarisasi. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. pengelolaan. Pasal 1791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pelaksanaan urusan tata usaha. kesejahteraan. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. b. pemeliharaan. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1788. gaji. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. c. pengadaan. perlengkapan. perjalanan dinas. rumah tangga. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. penggandaan. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan.

cukai. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. kepabeanan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. b. KUP. PPnBM. PBB. d. PPSP. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. cukai. Pasal 1796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1795. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. kepabeanan.. PPnBM. Pasal 1794 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. cukai. PPSP. f. b. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. analisis usulan kebijakan pajak. c. KUP. BPHTB. pelaksanaan tata kelola Pusat. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1795 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. d. Bea Meterai. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. e. Pasal 1793 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1792. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. BPHTB. kepabeanan. PBB. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif.501 Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1792 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. Bea Meterai. dan PNBP Non SDA. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. analisis. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. . dan PNBP Non SDA. e. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I.

(3) Subbidang PBB. b. Pasal 1799 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. Subbidang PPN dan PPnBM. b. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. BPHTB. Perpajakan Internasional. c. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan PNBP SDA. PPnBM. KUP. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. dan Bea Meterai. dan PNBP Non SDA. c. Subbidang PNBP Non SDA. Pasal 1797 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri dari: a.502 b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. dan PNBP SDA. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. PPnBM. c. Pasal 1798 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Meterai. PBB. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. d. Perpajakan Internasional. Subbidang KUP dan PPSP. KUP. Bea Meterai. BPHTB. analisis usulan kebijakan. Bea Meterai. dan PNBP SDA. Pasal 1800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1799. Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan. dan PNBP SDA. PPSP. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. PPSP. BPHTB. dan PNBP Non SDA. Perpajakan Internasional. Subbidang PBB. BPHTB. BPHTB. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM.. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. . PBB.

analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. dan Tarif Khusus. Pasal 1803 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. b. Tarif Regional. Subbidang Perpajakan Internasional. c. Subbidang PPh. b. c. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Tarif Bilateral. Subbidang Tarif Bilateral. Tarif Bilateral. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang PNBP SDA. Tarif Bilateral. Tarif Regional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. Subbidang Tarif Khusus. Subbidang Tarif Regional. Tarif Regional. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. Tarif Regional. dan Tarif Khusus.. d. Pasal 1805 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri dari: a.503 Pasal 1801 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri dari: a. analisis usulan kebijakan. Pasal 1804 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1803. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. . analisis usulan kebijakan. (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1802 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. dan Tarif Khusus. dan Tarif Khusus. Tarif Bilateral. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. c.

c. . Teknis Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. d. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Subbidang Cukai. Teknis Kepabeanan. dan Bea Masuk Pembalasan. (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Bea Keluar. Pasal 1809 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri dari: a. c. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Keluar. b. dan Bea Keluar. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. Teknis Kepabeanan. Bea Masuk Imbalan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a.. b.504 - Pasal 1806 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Pasal 1808 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1807. analisis usulan kebijakan. Pasal 1807 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. Cukai. Subbidang Teknis Kepabeanan. Cukai. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. Cukai. dan Bea Keluar. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. dan Bea Keluar. analisis usulan kebijakan. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . Cukai. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan.

analisis usulan kebijakan. Pasal 1813 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. PNBP. . analisis usulan kebijakan. d. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. Pasal 1811 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. analisis usulan kebijakan. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. Kepabeanan. dan Cukai. dan Cukai. Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. c. b. Kepabeanan. PNBP. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.505 - Pasal 1810 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1811.. (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. analisis usulan kebijakan. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. PNBP. c. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. Subbidang Tata Kelola.

e. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. . b.. RAPBN Perubahan. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. menyusun rencana kerja. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. keuangan. dan laporan Pusat. f.506 Pasal 1814 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. analisis. moneter. penyusunan data konsolidasi APBN. kearsipan. dan evaluasi kebijakan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. rumah tangga. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1815 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. penyusunan laporan hasil evaluasi. kepegawaian. c. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. perumusan rekomendasi. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. Pasal 1816 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1815. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. d. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyusunan laporan hasil evaluasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.

pelaksanaan tata kelola pusat. c. d. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. pelaksanaan tata kelola Pusat. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan. Pasal 1819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1818. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. d. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. e. Pasal 1817 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. h. . f. perumusan rekomendasi. g. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan analisis. Kelompok Jabatan Fungsional. c. b. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. b. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. e. f. Bidang Kebijakan Subsidi.507 g. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. RAPBN Perubahan..

jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Laporan Semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN. rekomendasi kebijakan. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sesuai perundang-undangan yang berlaku. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. (2) Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. evaluasi sasaran dan realisasi. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak langsung. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai.508 Pasal 1820 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri dari: a. perumusan rekomendasi. analisis dan proyeksi arus kas. rumah tangga. Pasal 1821 (1) Subbidang Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan perumusan proyeksi. analisis dan proyeksi arus kas. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. serta penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. . RAPBN Perubahan. b. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. (3) Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. rekomendasi kebijakan. keuangan. evaluasi sasaran dan realisasi. penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan kepabeanan dan cukai. kearsipan. RAPBN Perubahan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. c. d.. dan perumusan proyeksi. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. dan evaluasi kebijakan di bidang PNBP. Subbidang Tata Kelola. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. rekomendasi kebijakan. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. analisis dan proyeksi arus kas. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak tidak langsung. dan perumusan proyeksi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. kepegawaian.

analisis dan proyeksi arus kas. RAPBN Perubahan. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan PNBP jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. c. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan analisis. dan perumusan proyeksi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1825 (1) Subbidang Penerimaan SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. rekomendasi kebijakan. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas PNBP. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan SDA. RAPBN Perubahan. Subbidang Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA). analisis dan proyeksi arus kas. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan atas laba BUMN. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pengolahan data PNBP untuk konsolidasi APBN. (2) Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya. b. evaluasi sasaran dan realisasi. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi PNBP. b. penyusunan bahan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.509 - Pasal 1823 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1822.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. rekomendasi kebijakan. d. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. . dan perumusan proyeksi. Pasal 1824 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. e. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi.

penyusunan dan pengolahan data belanja pusat untuk konsolidasi APBN. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor riil operasi keuangan pemerintah. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. f. Pasal 1828 Bidang Kebijakan Belanja Pusat terdiri dari: a. evaluasi sasaran dan realisasi. c. . perumusan rekomendasi. Pasal 1826 Bidang Kebijakan Belanja Pusat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan Belanja Pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. d. penyiapan bahan analisis. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.510 (3) Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi belanja pusat. analisis dan proyeksi arus kas. Bidang Kebijakan Belanja Pusat menyelenggarakan fungsi: a. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga. rekomendasi kebijakan. dan evaluasi kebijakan di bidang belanja pusat. penyusunan bahan kebijakan belanja pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Pembayaran Bunga Utang. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan negara bukan pajak lainnya. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan belanja pusat jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. b. e. Subbidang Belanja Lainnya. RAPBN Perubahan. dan perumusan proyeksi. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas belanja pusat. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional.. b. Pasal 1827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1826.

Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang pembayaran bunga utang. dan perumusan proyeksi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. (2) Subbidang Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja lainnya. penyiapan bahan analisis. Pasal 1830 Bidang Kebijakan Subsidi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. rekomendasi kebijakan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor moneter operasi keuangan pemerintah. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. rekomendasi kebijakan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. b. rekomendasi kebijakan. evaluasi sasaran dan realisasi. (3) Subbidang Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Pasal 1831 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1830. . perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan subsidi jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja kementerian/lembaga. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. dan evaluasi kebijakan di bidang subsidi. perumusan rekomendasi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan.511 Pasal 1829 (1) Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyusunan bahan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas. analisis dan proyeksi arus kas. c. analisis dan proyeksi arus kas. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan. dan perumusan proyeksi. Bidang Kebijakan Subsidi menyelenggarakan fungsi: a. dan perumusan proyeksi. evaluasi sasaran dan realisasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional.

Subbidang Subsidi Energi BBM. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi pangan dan lainnya. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi subsidi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. dan perumusan proyeksi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas subsidi. e. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Pasal 1833 (1) Subbidang Subsidi Energi BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi. perumusan rekomendasi. dan perumusan proyeksi. rekomendasi kebijakan. evaluasi sasaran dan realisasi. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi BBM. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. . jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas. Subbidang Subsidi Energi Non-BBM. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi non-BBM. (2) Subbidang Subsidi Energi Non-BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan perumusan proyeksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.512 d. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi arus kas. b. Pasal 1834 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. rekomendasi kebijakan. analisis dan proyeksi arus kas. c. rekomendasi kebijakan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1832 Bidang Kebijakan Subsidi terdiri dari: a. penyusunan dan pengolahan data subsidi untuk konsolidasi APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. dan evaluasi kebijakan di bidang transfer ke daerah. evaluasi sasaran dan realisasi. (3) Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. f.

Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan transfer ke daerah jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas di bidang dana perimbangan dan otonomi khusus termasuk dana penyesuaian. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas transfer ke daerah. penyusunan bahan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. . RAPBN Perubahan. penyiapan bahan analisis.. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. f. evaluasi sasaran dan realisasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. e. rekomendasi kebijakan. RAPBN Perubahan. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. evaluasi sasaran dan realisasi. d. c. Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a.513 Pasal 1835 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1834. Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah. penyusunan dan pengolahan data transfer ke daerah untuk konsolidasi APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. c. serta perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. dan perumusan proyeksi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. b. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1837 (1) Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1836 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. dan perumusan proyeksi. rekomendasi kebijakan. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi transfer ke daerah. Subbidang Pembiayaan APBD. b. (2) Subbidang Pembiayaan APBD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas di bidang pembiayaan APBD.

RAPBN Perubahan. fiskal. diseminasi dan publikasi hasil kajian. pemantauan dan pengendalian inflasi. evaluasi sasaran dan realisasi. pengembangan model analisis ekonomi makro. h. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Bagian Keenam Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Pasal 1838 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini perkembangan ekonomi makro. penyusunan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. hubungan investor dan stabilisasi sektor keuangan. i. k. e. c. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis kebijakan dan perumusan rekomendasi kebijakan ekonomi makro. pelaksanaan tata kelola pusat. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro.514 - (3) Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan informasi pendukung bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. d. pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. j. dan perumusan proyeksi. moneter dan lembaga keuangan. . b. f. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. g. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. analisis sektor riil. RAPBN Perubahan. rekomendasi kebijakan. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. analisis dan proyeksi arus kas di bidang transfer ke daerah. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. perencanaan program pengkajian. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1839 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1838. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional.

e. c. Bidang Analisis Sektor Riil. Subbidang Ekonomi Internasional. Bidang Analisis Fiskal. Subbidang Stabilisasi Sektor Keuangan. b. . Pasal 1841 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional serta penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1841. regional dan internasional dan analisis potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. regional dan internasional. regional dan internasional. c. Subbidang Ekonomi Domestik. pengembangan model Early Warning System (surveillance). f. pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. d. Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian. Pasal 1843 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro terdiri dari: a. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. e. d.515 - Pasal 1840 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro terdiri dari: a. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan. b. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang ekonomi domestik. b. RAPBN Perubahan. pemantauan. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. c..

konsumsi agregat. ketenagakerjaan. ketenagakerjaan. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi perkembangan produksi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. investasi. konsumsi agregat. (3) Subbidang Stabilitas Sektor Keuangan mempunyai tugas melakukan pemantauan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1845 Bidang Analisis Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor riil serta pengembangan model analisis sektor riil. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. RAPBN Perubahan.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi regional dan internasion serta pengembangan model Early Warning System (surveillance). (2) Subbidang Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian regional dan internasional. analisis potensi dampak terhadap APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. investasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. perdagangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. pengembangan model analisis sektor riil. Bidang Analisis Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi. perdagangan. ketenagakerjaan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. kesempatan kerja dan kemiskinan. kesempatan kerja dan kemiskinan. investasi. konsumsi agregat. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1846 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1845. perdagangan. analisis potensi dampak perekonomian nasional. kesempatan kerja dan kemiskinan. .516 - Pasal 1844 (1) Subbidang Ekonomi Domestik mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. b. RAPBN Perubahan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang produksi. c. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.

Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. b. d. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perdagangan. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan ketenagakerjaan dan kemiskinan. Pasal 1848 (1) Subbidang Produksi dan Konsumsi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. RAPBN Perubahan. perkembangan utang pemerintah dan penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. Subbidang Investasi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan. Subbidang Perdagangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang investasi. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. pengembangan model dan proyeksi perkembangan perdagangan. Subbidang Investasi.. pengembangan model dan proyeksi perkembangan investasi. Pasal 1849 Bidang Analisis Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro. pengembangan model dan proyeksi perkembangan produksi dan konsumsi agregat. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. (2) (3) (4) . penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Produksi dan Konsumsi. Subbidang Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi dan konsumsi agregat. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.517 Pasal 1847 Bidang Analisis Sektor Riil terdiri dari: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ketenagakerjaan dan kemiskinan.

Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro. analisis. b.. pengembangan model dan proyeksi besaran asumsi dasar ekonomi makro serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro dan perkembangan utang. RAPBN Perubahan. Subbidang Hubungan Investor. Subbidang Utang Luar Negeri. c. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang dalam negeri. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. pemantauan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Bidang Analisis Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. RAPBN Perubahan. Subbidang Utang Dalam Negeri. d. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1851 Bidang Analisis Fiskal terdiri dari: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. pengembangan model dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Utang Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. Pasal 1852 (1) Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. analisis dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri dan luar negeri. b. RAPBN Perubahan. Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar.518 - Pasal 1850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1849. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. (2) .

bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang luar negeri dan hibah. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. d. Subbidang Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. . analisis dan proyeksi perkembangan harga. pasar modal dan neraca pembayaran. (4) e. c. Subbidang Pasar Modal. b. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. dan pengendalian inflasi. Subbidang Harga. perbankan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. b. c. Subbidang Neraca Pembayaran. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang harga. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. pasar modal dan neraca pembayaran.. Pasal 1855 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang harga. perbankan. RAPBN Perubahan. perbankan. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. pasar modal dan neraca pembayaran. d. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Perbankan. RAPBN Perubahan. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Pasal 1853 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor moneter dan lembaga keuangan serta pengembangan model analisis sektor moneter. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang luar negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. pemantauan. pengembangan model analisis sektor moneter. f. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1853.519 (3) Subbidang Utang Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis.

penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. (3) Subbidang Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang neraca pembayaran. serta dukungan administrasi Pusat. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.520 - Pasal 1856 (1) Subbidang Harga melakukan penyiapan bahan analisis. perencanaan program pengkajian. pengembangan model dan proyeksi perkembangan pasar modal. diseminasi dan publikasi hasil kajian. pengembangan model dan proyeksi perkembangan neraca pembayaran. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. (4) Subbidang Neraca Pembayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. (2) Subbidang Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan proyeksi perkembangan perbankan dan suku bunga. . Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Pasal 1857 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian mempunyai tugas melaksanakan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. pengembangan model suku bunga. RAPBN Perubahan. pemantauan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan pasar modal. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang inflasi dan nilai tukar. pengembangan model dan proyeksi perkembangan inflasi dan nilai tukar. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. dan pengendalian inflasi. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perbankan dan suku bunga. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan penyusunan pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. RAPBN Perubahan. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.

Pasal 1862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1861. sosial. kepegawaian. Pengembangan aplikasi serta pengelolaan basis data ekonomi makro. rumah tangga. Bagian Ketujuh Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal Pasal 1861 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan dukungan pemerintah. Pasal 1860 (1) Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro.521 Pasal 1858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1857. (2) Subbidang Program Pengkajian mempunyai tugas melakukan perencanaan. serta diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. keuangan. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. b. Pelaksanaan tata kelola pusat. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Data Ekonomi Makro serta Administrasi Pengkajian menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. keuangan. Pelaksanakaan diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. (3) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. kearsipan. Subbidang Tata Kelola.. BUMN. d. perencanaan program pengkajian. Pasal 1859 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian terdiri dari: a. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi hasil pengkajian. Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro. . c. perumusan rekomendasi. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat. Subbidang Program Pengkajian. b. dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi.

keuangan dan sosial. f. pelaksanaan tata kelola Pusat. keuangan. perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. BUMN dan dukungan pemerintah. d. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation..522 b. b. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal. Bidang Analisis Risiko Ekonomi. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1864. e. e. d. sosial. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. . RAPBN Perubahan. Keuangan dan Sosial. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang pengelolaan risiko fiskal. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. g. penyertaan modal negara. f. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. Kelompok Jabatan Fungsional. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. c. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah. perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. analisis dan evaluasi terhadap kelayakan permintaan dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. risiko BUMN dan risiko dukungan pemerintah. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal. penyiapan bahan. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. Pasal 1863 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. restrukturisasi dan privatisasi BUMN. penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. c. Bidang Analisis Risiko BUMN. c. Pasal 1864 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. b.

d. b. Pasal 1867 (1) Subbidang Risiko Ekonomi. Subbidang Risiko Ekonomi. keuangan dan sosial. keuangan dan sosial. keuangan dan sosial. Subbidang Kerja Sama Kelembagaan.. analisis risiko ekonomi. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi.523 Pasal 1866 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. serta risiko sosial. Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah. c. Subbidang Risiko Sosial. pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. Bidang Analisis Risiko Ekonomi. (3) Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko dukungan pemerintah. Pasal 1870 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. (2) Subbidang Risiko BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko BUMN. b. Politik dan Hukum. evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. c. Pasal 1868 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. pengumpulan dan pengolahan data risiko ekonomi. Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang. . politik dan hukum. Subbidang Risiko BUMN. Subbidang Risiko Ekonomi. d. c. Keuangan dan Sosial. perjanjian kerja sama kelembagaan dan koordinasi dengan instansi terkait. b. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. Pasal 1869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1868. risiko keuangan dan pengelolaan utang. keuangan dan sosial. keuangan dan sosial. Keuangan dan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. Keuangan dan Sosial terdiri dari: a. (4) Subbidang Kerja Sama Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan negosiasi.

serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN jasa keuangan. penyertaan modal negara. Konstruksi dan Jasa Lainnya. b. serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko keuangan dan pengelolaan utang. Subbidang BUMN Agro Industri. Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata. restrukturisasi dan privatisasi. .. Subbidang BUMN Jasa Keuangan. pelaksanaan Public Service Obligation. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. (3) Subbidang Risiko Sosial. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN yang mempengaruhi APBN. c. Pasal 1874 Bidang Analisis Risiko BUMN terdiri dari: a. penyiapan bahan analisis dan evaluasi. restrukturisasi dan privatisasi BUMN. Pasal 1872 Bidang Analisis Risiko BUMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal kinerja BUMN. Konstruksi dan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. politik dan hukum. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko sosial. d. c. pengembangan model analisis pengelolaan risiko BUMN. Bidang Analisis Risiko BUMN menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi.524 Pasal 1871 (1) Subbidang Risiko Ekonomi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Industri Strategis. Politik dan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. d. Pasal 1873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1872. (2) Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Kehutanan. Percetakan dan Penerbitan. Kertas. b. pengumpulan dan pengolahan data risiko BUMN. Energi dan Telekomunikasi. penyertaan modal negara. Subbidang BUMN Pertambangan. jasa konstruksi dan jasa lainnya. Pasal 1875 (1) Subbidang BUMN Jasa Keuangan.

c. Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya. Kehutanan. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. . Pasal 1876 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah serta melaksanakan analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. industri strategis. b. Pasal 1877 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1876. Pasal 1878 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah terdiri dari: a. percetakan dan penerbitan. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN pertambangan.525 (2) Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan proyek infrastruktur sebelum perjanjian kerja sama ditandatangani. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN agro industri. Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi. Kertas. Energi dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. (4) Subbidang BUMN Pertambangan. pengumpulan dan pengolahan data risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. Industri Strategis. d. kehutanan. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN logistik dan pariwisata. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Risiko Infrastruktur Energi. c. kertas. Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol. d.. f. e. b. (3) Subbidang BUMN Agro Industri. pengembangan model analisis pengelolaan risiko dukungan pemerintah. Percetakan dan Penerbitan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pemantauan perkembangan proyek yang mendapatkan dukungan pemerintah. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. energi dan telekomunikasi.

analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur telekomunikasi dan lainnya yang mendapat dukungan pemerintah. penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. d. kodifikasi peraturan dan perjanjian. (4) Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. . pengembangan model analisis pengelolaan risiko. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah.526 - Pasal 1879 (1) Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1881 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1880. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. b. analisis dan evaluasi. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. dan pengelolaan data di bidang pengelolaan risiko fiskal. analisis dan evaluasi. (3) Subbidang Risiko Infrastruktur Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. c. (2) Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis dan evaluasi. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur transportasi yang mendapat dukungan pemerintah. pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur energi yang mendapat dukungan pemerintah. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah.. pelaksanaan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. serta pelaksanaan dukungan administrasi pusat. analisis dan evaluasi. Pasal 1880 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan peraturan. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur jalan tol yang mendapat dukungan pemerintah. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah.

Pasal 1883 (1) Subbidang Penyusunan Peraturan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. dan liberalisasi sektor jasa. Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal. (3) Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal.527 Pasal 1882 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. kearsipan. Subbidang Penyusunan Peraturan. keuangan. ASEAN. keuangan. analisis. dan ASEAN+Mitra Wicara. analisis. b. . dan evaluasi dalam rangka integrasi ekonomi ASEAN. b. dan pemantauan kerja sama internasional serta menjadi focal point kebijakan internasional di bidang ekonomi. d. analisis. bilateral dan multilateral. Subbidang Tata Kelola. ASEAN+3. perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. (2) Subbidang Kodifikasi mempunyai tugas melakukan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. Subbidang Kodifikasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan interregional. Bagian Kedelapan Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional Pasal 1884 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. evaluasi. c. rumah tangga. perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1885 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1884.. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan tata persuratan. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. dan kepegawaian serta penyusunan rencana kerja dan laporan Pusat. pelaksanaan.

dan forum Asia Pasifik lainnya. evaluasi. Bidang Kerja Sama Multilateral. Mitra ASEAN. c. dan pemantauan kerja sama di bidang sektor jasa ASEAN. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah. pemantauan. Bidang Kerja Sama Bilateral. Pasal 1887 Bidang Kerja Sama Interregional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi keanggotaan.. keuangan dan nonkeuangan internasional. APEC. pelaksanaan. analisis. analisis. evaluasi. analisis. e. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional. Bidang Kerja Sama Interregional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan pemantauan negosiasi (offer-request) sektor jasa. WTO. dan Bilateral. perumusan rekomendasi kebijakan. g. . f. Pasal 1888 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1887. Kelompok Jabatan Fungsional. Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). pelaksanaan. Bidang Kerja Sama Interregional. pelaksanaan tata kelola Pusat. d. serta pengelolaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa. pemantauan dan evaluasi kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi.528 c. perumusan rekomendasi kebijakan. b. dan evaluasi dalam rangka kerja sama surveillance internasional. evaluasi. f. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). analisis. h. wakil Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. e. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). analisis. kontribusi. dan pejabat senior keuangan. i. d. lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dan lembaga nonpemerintah interregional. dan penyertaan modal pemerintah pada organisasiorganisasi internasional. dan penyusunan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 1886 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional terdiri dari: a.

dan pemantauan tenaga ahli asing dan bantuan peralatan dalam rangka kerja sama teknik luar negeri. dan forum interregional lainnya. wakil Menteri Keuangan (Finance Minister Process/FMP) dan Gubernur Bank Sentral. Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. (4) Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan mengkoordinir usulan proyek yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dari hibah luar negeri. . pelaksanaan. c. evaluasi. evaluasi. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) lainnya. (3) Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. Pasal 1889 Bidang Kerja Sama Interregional terdiri dari: a. dan pemantauan pengiriman/penyeleksian pendidikan dan pelatihan luar negeri yang dibiayai sebagian/seluruhnya dari grant/hibah luar negeri dalam rangka kerja sama teknik dengan negara maju maupun negara berkembang dan lembagalembaga internasional/asing. analisis. analisis. evaluasi.. serta grant/hibah luar negeri yang telah disetujui donor. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. d. dan forum Asia Pasifik lainnya. maupun organisasi internasional. analisis. Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik. dan pemantauan dalam rangka kerja sama teknis dan misi luar negeri. dan pejabat senior keuangan (Senior Finance Officer Meeting/SFOM). wakil Menteri Keuangan. melakukan monitoring. koordinasi. pelaksanaan. evaluasi. evaluasi.529 b. analisis. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). d. evaluasi. pelaksanaan. pelaksanaan. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. (2) Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. analisis. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri. pelaksanaan. dan pemantauan kerja sama bantuan teknik yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dengan hibah dari pemerintah dan lembaga nonpemerintah negara lain. dan Forum Interregional Lainnya. wakil Menteri Keuangan. dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. pelaksanaan. dan laporan kegiatan-kegiatan KTLN. Pasal 1890 (1) Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. pelaksanaan. Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri . dan forum interregional lainnya. c. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. melakukan pengurusan dokumen ke luar negeri. dan Forum Interregional Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. serta kunjungan misi luar negeri.

Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. keuangan. analisis. Malaysia. analisis. dan kerja sama subregional ASEAN lainnya. serta kerja sama pemantauan ekonomi. analisis. .530 - Pasal 1891 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. serta pemantauan anggaran Sekretariat ASEAN dan kerja sama lembaga ASEAN lainnya. analisis. Brunei Darussalam. dan kelompok kerja. Malaysia. Asia Cooperation Dialogue (ACD). dan kelompok kerja. dan nonkeuangan internasional. perumusan rekomendasi kebijakan. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. ASEAN+3. Malaysia. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. Subbidang Kerja Sama ASEAN. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). koordinasi. d. koordinasi. koordinasi. evaluasi. Indonesia. Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah di kawasan ASEAN.. perumusan rekomendasi kebijakan. dan nonkeuangan internasional. pelaksanaan. East Asia Summit (EAS). Deputi Menteri Keuangan. koordinasi. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). Pasal 1892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1891. Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional. keuangan. b. perumusan rekomendasi kebijakan. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. dan ASEAN+Mitra Wicara. b. c. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. Pasal 1893 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional terdiri dari: a. Indonesia. evaluasi. evaluasi. kerja sama ekonomi dan keuangan dengan Mitra ASEAN lainnya. evaluasi. pelaksanaan. d. c.

pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. Asia Cooperation Dialogue (ACD). koordinasi. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. analisis. Pasal 1895 Bidang Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. serta pembahasan dan negosiasi anggaran Sekretariat ASEAN dan lembaga ASEAN lainnya. . evaluasi. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. dan kelompok kerja. Pasal 1896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1895. Malaysia. pelaksanaan. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan. Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan pemerintah negara-negara sahabat. keuangan. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. evaluasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dengan seluruh negara-negara sahabat. dan menjadi focal point/Liaison Officer (LO) berkenaan dengan kerja sama internasional. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). Brunei Darussalam. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. Indonesia.. koordinasi. dan nonkeuangan internasional. Coordinating Committee on Services (CCS). analisis. evaluasi. koordinasi. koordinasi. analisis. pelaksanaan. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). dan kelompok kerja. (4) Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. evaluasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. dan nonkeuangan internasional. Indonesia. (3) Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.531 Pasal 1894 (1) Subbidang Kerja Sama ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). analisis. kerja sama forum Pertemuan Asia Timur. Bidang Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. Malaysia. analisis. Malaysia. keuangan. dan lainnya. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). analisis. Deputi Menteri Keuangan. serta dukungan administrasi pusat. pelaksanaan. (2) Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.

pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. dan lembaga lainnya di kawasan Eropa dan Amerika. evaluasi. evaluasi. Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. Pasal 1898 (1) Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. Pasifik dan Afrika. keuangan. Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional. pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. pelaksanaan dukungan administrasi pusat. perumusan rekomendasi kebijakan. e. koordinasi. b. perumusan rekomendasi kebijakan. rumah tangga. (3) Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. keuangan dan nonkeuangan internasional. d. Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika. . pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. c. dan laporan Pusat. Pasal 1897 Bidang Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a. Subbidang Tata Kelola. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama lembaga keuangan Japan Bank for International Cooperation (JBIC). kepegawaian. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional. c. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah negaranegara sahabat. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan lembaga lainnya di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. d. analisis. koordinasi. koordinasi. analisis. koordinasi. keuangan dan nonkeuangan internasional. kearsipan.532 b. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. (2) Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. analisis. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional. OECD. analisis.. menyusun rencana kerja. analisis. evaluasi. koordinasi. evaluasi.

koordinasi. Islamic Development Bank (IDB). koordinasi. Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional. analisis. c. dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum multilateral lainnya. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan yang berkaitan dengan status keanggotaan. c. kontribusi.533 Pasal 1899 Bidang Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama pada forum United Nation for Development Programs (UNDP). koordinasi. analisis. b. kontribusi. analisis. dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. evaluasi. evaluasi. Pasal 1900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1899. dan agenda PBB lainnya. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan lembaga internasional lainnya dan antar negara berkembang. e. perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral. b. analisis. evaluasi. dan organisasi keuangan multilateral lainnya. d. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan multilateral. Pasal 1901 Bidang Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. pengkajian status keanggotaan. evaluasi. Bidang Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).. World Summit for Sustainable Development (WSSD). serta menjadi focal point bagi kerja sama lembaga-lembaga keuangan multilateral. analisis. Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI. koordinasi. analisis. koordinasi. pelaksanaan. . United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Institusi Bretton Woods. f. d. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Asian Development Bank (ADB). Organisasi Konferensi Islam (OKI). perumusan rekomendasi kebijakan. Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP). Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods. evaluasi.

ITFC. IDA. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan. APEC. analisis. evaluasi. serta kesepakatan kerja sama ekonomi. kontribusi dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasiorganisasi internasional. Developing Eight (D8). keuangan. analisis. analisis. ICSID). koordinasi. evaluasi. (3) Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. pemantauan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Bank Pembangunan Asia/ADB. ICD). ASEAN.534 Pasal 1902 (1) Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. APEC dan Bilateral. analisis. kelompok Bank Dunia (IBRD. Kelompok Bank Pembangunan Islam/BPI (IDB. serta agenda PBB dan forum multilateral lainnya. koordinasi. evaluasi. World Food Program (WFP). dan nonkeuangan internasional. koordinasi. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). serta kerja sama International Fund for Agriculture Development (IFAD). Kelompok 24 (G24). koordinasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan yang berkaitan dengan status keanggotaan. analisis. Mitra ASEAN. World Summit for Sustainable Development (WSSD). serta USAID. Pasal 1903 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan.. Financial Stability Forum (FSF). pelaksanaan dan pemantauan atas kebijakan kerja sama internasional dalam forum internasional sektor jasa dan menyediakan data/informasi hasil negosiasi pada forum WTO. analisis. (2) Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP). Pasal 1904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1903. ASEAN. serta organisasi keuangan multilateral lainnya. dan pelaksanaan kerja sama internasional serta negosiasi atas offer-request pada forum WTO. Food and Agriculture Development (FAO). Common Fund for Commodities (CFC). United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Kelompok G8. dan Economic and Social Council (ECOSOC). . Kelompok 15 (G15). evaluasi. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) FUND. MIGA. IFC. United Nation for Development Programs (UNDP). dan OKI. evaluasi. Mitra ASEAN. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan International Monetary Fund (IMF). dan bilateral. IEC. (4) Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Kelompok 20 (G20).

penyiapan fasilitasi penyelenggaraan pertemuan Coordinating Committee on Services (CCS) di Indonesia setiap tahun. analisis. evaluasi. kesehatan. analisis. evaluasi. koordinasi. koordinasi. evaluasi. dan pelaksanaan kerja sama jasa keuangan WTO serta koordinasi jasa sektor keuangan. dan bilateral. koordinasi. analisis. koordinasi. d. e. b. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pelaksanaan kerja sama jasa mitra Free Trade Area (FTA) serta koordinasi sektor jasa pariwisata. . Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra FTA. koordinasi. dan pelaksanaan kerja sama jasa APEC dan bilateral serta koordinasi sektor-sektor jasa lainnya. pemantauan. (2) Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. ASEAN. koordinasi Indonesia. e-Commerce. (4) Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pemantauan. c. (3) Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra Free Trade Area (FTA) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa. ASEAN.. pemantauan. APEC. serta publikasi dan diseminasi hasil negosiasi sektor jasa. dan pelaksanaan kerja sama jasa nonkeuangan ASEAN. dan transportasi udara. evaluasi. Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO. analisis. dengan stakeholders untuk penyusunan offer-request dan posisi sektor jasa d. telekomunikasi. c. Pasal 1906 (1) Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1905 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa terdiri dari: a. dan bilateral. evaluasi. wakil delegasi Indonesia pada forum perundingan internasional sektor jasa. pemantauan perkembangan liberalisasi sektor jasa keuangan dan nonkeuangan kerja sama WTO. pelaksanaan dan pemantauan dengan stakeholder terkait atas kebijakan sektor jasa forum WTO. Mitra ASEAN. Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral. pemantauan.535 b. Mitra ASEAN. APEC.

. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Badan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.536 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1907 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Pasal 1908 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pelaksanaan administrasi Badan. f. evaluasi. c. b. dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan. koordinasi pelaksanaan kerjasama pendidikan.537 BAB XIV BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1909 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang selanjutnya dalam Keputusan ini disingkat BPPK mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. Sekretariat Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anggaran dan Perbendaharaan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1911 BPPK terdiri dari: a. Pasal 1910 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. pelatihan dan penataran di bidang keuangan negara. pengkajian dan pengembangan pendidikan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1909. pelaksanaan kebijakan Menteri Keuangan di bidang pendidikan. pelatihan dan penat