SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100/PMK.

01/2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN

MENTERI KEUANGAN,

Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Departemen Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan;

Mengingat

:

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005;

Memperhatikan

:

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat Nomor B/1697/M.PAN/7/2008 tanggal 7 Juli 2008;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN.

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Keuangan merupakan unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh seorang Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang keuangan dan kekayaan negara; pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawabnya; pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara; penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang keuangan dan kekayaan negara kepada Presiden.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;

-3h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Pengembangan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Pembinaan Umum Pengelolaan Kekayaan Negara; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan.

m. Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional;

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen Keuangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Departemen Keuangan; penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen Keuangan; penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator, Kementerian Negara, Departemen lain, Lembaga Pemerintah Non Departemen, dan lembaga lain yang terkait;

-4d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Hubungan Masyarakat; Biro Perlengkapan; Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 8 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan program dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Departemen, penyusunan anggaran Departemen, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen;

-5c. d. e. f. pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen; pelaksanaan akuntansi anggaran Departemen serta pelaporan keuangan Departemen; perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 10 Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Perencanaan Program; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 11 Bagian Perencanaan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek, dan strategik Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan dan kinerja Departemen. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Bagian Perencanaan Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional di lingkungan Departemen; penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerja sama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Program I;

b.

c.

-6b. c. d. Subbagian Perencanaan Program II; Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral; Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 14 (1) Subbagian Perencanaan Program I mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan Program II mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerjasama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 15 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Departemen; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Pembiayaan dan Perhitungan) Departemen; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 17 Bagian Penganggaran terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran I;

-7b. c. d. Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 18 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 19 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan bahan dan penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Departemen; verifikasi dokumen permintaan pembayaran lingkup Sekretariat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran; penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus.

-8-

Pasal 21 Bagian Perbendaharaan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan; Subbagian Verifikasi Perbendaharaan; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 22 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pemberian dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penyiapan bahan penyusunan pedoman pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) Subbagian Verifikasi Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian terhadap dokumen permintaan pembayaran, penerbitan surat perintah pembayaran dan penetapan SKPP, penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan, penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan, dan pembuatan tanggapan dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 23 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Departemen. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal;

-9b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Departemen Keuangan; penyusunan laporan keuangan Departemen meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Departemen; penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 25 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 26 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan

- 10 pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Departemen Keuangan. Pasal 27 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan dengan menggunakan pendekatan manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Bagian Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi sistem manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 29 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama II; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama III; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama IV. Pasal 30 Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I, II, III, dan IV masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data, analisis, dan penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi serta penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi konsep manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.

Bagian Keempat

- 11 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 31 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen.

Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 33 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 34 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 35

c. d.

- 12 -

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 36 Bagian Organisasi I terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; Subbagian Organisasi IC. Pasal 37 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 38 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi;

- 13 b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 40 Bagian Organisasi II terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; Subbagian Organisasi IIC.

Pasal 41 Subbagian Organisasi IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 42 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42, Bagian Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan laporan akuntabilitas kinerja; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja;

b.

- 14 c. d. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 44 Bagian Ketatalaksanaan I terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Ketatalaksanaan IA; Subbagian Ketatalaksanaan IB; Subbagian Ketatalaksanaan IC; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 45 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja, serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas rumah tangga Biro. Pasal 46 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46, Bagian Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: melakukan urusan tata usaha dan

dan monitoring sistem dan prosedur kerja. b. Pasal 50 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Pasal 48 b. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. penyiapan bahan pembinaan.15 a. dan analisis jabatan fungsional. analisis. pengumpulan dan pengolahan data. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penelaahan. dan penyiapan bahan pembinaan. penelaahan. evaluasi. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. koordinasi. c. evaluasi. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. evaluasi. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 49 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. penelaahan. . penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. koordinasi. tata laksana pelayanan publik. pengumpulan dan pengolahan data.. IIB. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. evaluasi. penyiapan bahan pembinaan. Badan Kebijakan Fiskal. sistem administrasi umum. b. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. dan monitoring jabatan fungsional. koordinasi. dan penyiapan pembinaan. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. Inspektorat Jenderal. c. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. analisis. Bagian Ketatalaksanaan II terdiri dari: a. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. dan laporan akuntabilitas kinerja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. sistem administrasi umum. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. tata laksana pelayanan publik. koordinasi.

b. Subbagian Jabatan Fungsional I. c. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. Biro Hukum a. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. evaluasi. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. dan penyiapan bahan pembinaan. Pasal 53 Subbagian Jabatan Fungsional I. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. perbendaharaan. perusahaan. II. koordinasi.. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Jabatan Fungsional III. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 54 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. serta pengelolaan perpustakaan hukum. penelaahan. analisis.16 Pasal 52 Bagian Jabatan Fungsional terdiri dari: a. Subbagian Jabatan Fungsional II. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. c. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. kepabeanan dan cukai. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. dan penerimaan negara bukan pajak. b. lelang.

. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. e. kepabeanan dan cukai.17 d. Pasal 56 Biro Hukum terdiri dari: a. d. b. . Bagian Hukum Kekayaan Negara. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. b. f. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Perimbangan Keuangan. f. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Perusahaan. Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. Pasal 57 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Pasal 59 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri dari: a. Subbagian Hukum Pajak II. Subbagian Hukum Pajak I. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. Bagian Hukum Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. Perbendaharaan. c. b. dan Informasi Hukum.

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. d. Pajak Bumi dan Bangunan. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak.. Pasal 60 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. Perimbangan Keuangan. perbendaharaan. Perimbangan Keuangan. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. Pasal 61 Bagian Hukum Anggaran. Pajak Tidak Langsung Lainnya. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. pemberian uang ganjaran. Subbagian Hukum Kepabeanan II. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. dan penerimaan negara bukan pajak. Perbendaharaan. . pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai. Pajak Pertambahan Nilai. dan Pajak Penghasilan. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk.18 c. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. Perbendaharaan. perimbangan keuangan. Subbagian Hukum Kepabeanan I. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. Bagian Hukum Anggaran. keberatan dan banding.

Perimbangan Keuangan. Perbendaharaan. b. Subbagian Hukum Perbendaharaan. dan rancangan APBN Perubahan. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. dana tugas pembantuan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan masalah anggaran terkait lainnya. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-P Nias. Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. Subbagian Hukum Anggaran. Pasal 64 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). anggaran Badan Layanan Umum.. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. d. penyusunan Nota Keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. dana alokasi umum. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. dan dana alokasi khusus. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. c. c. penerusan pinjaman luar negeri kepada (2) . dana bagi hasil sumber daya alam. terdiri dari: a. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 63 Bagian Hukum Anggaran. d. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.19 b.

serta menyelenggarakan dokumentasi. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. b. piutang negara. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. kekayaan negara yang dipisahkan. pengelolaan dana investasi. (4) Pasal 65 Bagian Hukum Kekayaan Negara. informasi. kekayaan negara lainnya. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Perusahaan. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya.20 pemerintah daerah. Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. Bagian Hukum Kekayaan Negara.. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. lelang. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. . obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. dan perusahaan. akuntansi dan pelaporan keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. dan diseminasi hukum. Perusahaan. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

terdiri dari: a. dan menengah. dan Informasi Hukum. d. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. f. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. diseminasi hukum. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. c. Lembaga Penyiaran Publik. Pasal 68 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum.. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan di bidang tugas Departemen. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. Badan Hukum Pendidikan. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. Perusahaan. d. e. b.21 c. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang- (2) (3) . penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Departemen. Pasal 67 Bagian Hukum Kekayaan Negara. penyiapan bahan pustaka hukum. mikro.

Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 71 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri dari: a. diseminasi hukum. d. dan pembiayaan syariah. b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara.. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan.22 undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. Pasal 69 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. dan derivatif terkait dengan surat utang negara. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. penyiapan bahan pustaka hukum. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Pasal 72 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. pinjaman dan hibah luar negeri. pengelolaan perpustakaan hukum. c. (4) Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Departemen dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen. b. . pelayanan informasi peraturan perundangundangan.

perjanjian internasional. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. lembaga penjaminan. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Biro. jasa pembiayaan. asuransi. dana pensiun. lembaga keuangan bukan bank. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah.. (3) (4) Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. c. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam . pengkoordinasian. Pasal 73 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. pasar modal. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya.23 (2) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). b. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah.

kewajiban kontinjensi. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. dan lembaga pembiayaan. c. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). dan perjanjian internasional. regional. lembaga penjaminan. dan pasar modal. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. Pasal 76 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. perjanjian internasional. dana pensiun. Pasal 75 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri dari: a. promosi dan kerjasama investasi. perjanjian perlindungan. termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. d. Subbagian Hukum Perjanjian. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi.24 rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II.. b. dan jasa keuangan lainnya. (2) (3) (4) Bagian Keenam . Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional.

penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Bantuan Hukum I. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. Pasal 79 Biro Bantuan Hukum terdiri dari: a. Bagian Bantuan Hukum III. d. b. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bank Dalam Likuidasi (BDL). dan Kepegawaian. c.25 Biro Bantuan Hukum Pasal 77 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. Arbitrase. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. pendapat hukum.. Pasal 80 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Bagian Bantuan Hukum II. d. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. b. Bagian Bantuan . memberikan bantuan hukum. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). serta Sengketa Internasional dan Arbitrase. sengketa Internasional.

pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. agama. d. IB. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Subbagian Bantuan Hukum ID. Bagian Bantuan . pendampingan kepada para pejabat. mantan pejabat. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dalam penanganan perkara. b. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. pendampingan kepada para mantan pejabat. dan pegawai Departemen yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. b. sengketa pajak. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. IC.26 b. Subbagian Bantuan Hukum IA. Subbagian Bantuan Hukum IC. tata usaha negara. mantan pejabat. pendampingan kepada para pejabat. Pasal 82 Bagian Bantuan Hukum I terdiri dari: a. pejabat. c. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Subbagian Bantuan Hukum IB. mantan pejabat. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal Pasal 84 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). pra peradilan. niaga. perdata. Hukum II menyelenggarakan fungsi: a.. c. Pasal 83 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA.

pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. pejabat. perdata. tata usaha negara. mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIA. Arbitrase. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pegawai. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. Pasal 86 Bagian Bantuan Hukum II terdiri dari: a. b. Pasal 88 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. mantan pejabat. Pasal 87 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal..27 c. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Subbagian Tata Usaha Biro. dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Bagian Bantuan . Subbagian Bantuan Hukum IIB. IIB. d. pendampingan kepada para pejabat. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. b. d. niaga. Subbagian Bantuan Hukum IIC. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. sengketa pajak. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. dan Kepegawaian. sengketa Internasional. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk.

penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. b. perdata. d. penyusunan formasi. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Arbitrase. dan Kepegawaian. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. pendampingan kepada para pejabat. sengketa Internasional. pra peradilan. Pasal 90 Bagian Bantuan Hukum III terdiri dari: a. Subbagian Bantuan Hukum IIID.. pelaksanaan pengadaan. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 92 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Biro SDM menyelenggarakan fungsi : a. IIIC. tata usaha negara. serta dalam penanganan perkara. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 91 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. dan Kepegawaian. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri . sengketa pajak. Arbitrase. niaga. c. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). sengketa Internasional. IIIB. mantan pejabat. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum.28 c.

f. b. dan pelayanan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Departemen Keuangan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia. b. c. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian.. Pasal 95 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. e. c. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. serta pelaksanaan evaluasi kegiatan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian. pengelolaan. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 94 Biro SDM terdiri dari : a. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis. Rencana Kerja .29 Sipil/Pegawai Negeri Sipil. pengadaan pegawai. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum. e. formasi. penyelesaian administrasi umum. penyelesaian mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. f. pengembangan. Rencana Kerja. d. dan pengelolaan kesejahteraan pegawai. d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. pemberhentian pegawai. pengembangan sumber daya manusia Departemen Keuangan. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : a.

pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil. pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil. Rencana Kerja. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. b. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : . Subbagian Formasi dan Penyaringan. Pasal 98 (1) Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis. koordinasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. penyiapan pengalokasian pegawai baru. Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia. Pasal 97 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. c. (3) Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penempatan pegawai baru. serta evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM.. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Rencana Kerja Tahunan. pemberian penghargaan dan tanda jasa. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.30 Tahunan. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Pasal 99 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center dan psikotes serta penyiapan mutasi jabatan pegawai. Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia. dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. (2) Subbagian Formasi dan Penyaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. Penetapan Kinerja. pengembangan standar dan pengawasan kinerja. c. Penetapan Kinerja. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan.

Subbagian Assessment Center. dan pemberian penghargaan dan tanda jasa. Pasal 102 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan assessment center terhadap pejabat eselon II dan III di lingkungan Departemen Keuangan. c. Pasal 101 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. e. pemantauan. serta mutasi jabatan fungsional. penyiapan mutasi jabatan dan koordinasi pembinaan pola karir di lingkungan Departemen. dan pengaturan status kepegawaian. serta pemberian penghargaan dan tanda jasa. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I masing-masing dan penyiapan bahan pelaksanaan psikotes. d. d. dan pengawasan standar kinerja. pengembangan. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. penyiapan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. c. dan III di lingkungan Departemen Keuangan. pengembangan dan evaluasi sistem assessment center dan psikotes. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan.31 a. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. penyusunan rencana kebutuhan. penyiapan riset. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan.. penyusunan rencana kebutuhan. b. pengembangan. pemantauan. dan eselon IV di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan mutasi jabatan struktural eselon I. Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai. dan pengawasan standar kinerja. (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan riset. Pasal 103 . koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. b. pelaksanaan assessment center dan psikotes. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. II.

pemeliharaan. Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. dan sarana pendukung komputer lainnya. Subbagian Naskah dan Dokumentasi. dan pemantauan perangkat keras. Subbagian Pengelolaan Basis Data. Pasal 106 (1) Subbagian Integrasi Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan penyiapan bahan penyusunan petunjuk operasional standardisasi basis data. c. dan pemantauan perangkat keras. (4) Subbagian Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. serta penggunaan. d. d. b. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. . pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. penyiapan petunjuk operasional penerapan standardisasi basis data.. c. lunak. lunak. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data kepegawaian. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. serta penggunaan. (3) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik pegawai. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 105 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data. dan sarana pendukung komputer lainnya. pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. penyusunan statistik pegawai.32 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembangunan dan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Departemen Keuangan serta pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. pemeliharaan. Subbagian Integrasi Data. b.

dan Badan Kebijakan Fiskal. dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. dan usul pensiun pegawai. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan usul pensiun pegawai. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Sekretariat Jenderal. pensiun janda/duda. Pasal 110 (1) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Banten. c. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV. b. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. b. (2) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Anggaran. penyiapan mutasi pangkat di lingkungan Departemen Keuangan. (3) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. penyiapan pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun dan usul pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Jawa . Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I. Pasal 109 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun terdiri dari : a.33 - Pasal 107 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun mempunyai tugas melaksanakan mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Sumatera. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. pensiun janda/duda. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. pensiun janda/duda. dan usul pensiun pegawai.. d. Pasal 108 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107.

Bali dan Nusa Tenggara. Jawa Timur. b. Jawa Tengah.. Subbagian Penegakan Disiplin I. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. (4) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. Kalimantan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. d. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. penyiapan penyelesaian administrasi umum kepegawaian. penegakan disiplin. penegakan disiplin. Subbagian Penegakan Disiplin II. Inspektorat Jenderal. Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum. Maluku. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. dan usul pensiun pegawai. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum menyelenggarakan fungsi : a. d. c. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro SDM. pengelolaan kesejahteraan pegawai. c. Pasal 113 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum terdiri dari : a. . Pasal 114 (1) Subbagian Penegakan Disiplin I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian.34 Barat. Subbagian Tata Usaha Biro. dan Papua. Pasal 111 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan mengelola kesejahteraan pegawai serta penyelesaian administrasi umum. pensiun janda/duda. b. DI Yogyakarta. Sulawesi.

penyebarluasan langkah dan kebijakan fiskal serta hasil pelaksanaannya kepada publik. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pajak. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan negara.. Inspektorat Jenderal. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. melaksanakan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara dan mengelola opini publik dalam rangka mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat. . b. Badan Kebijakan Fiskal. d. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan program komunikasi publik secara terpadu dan berkelanjutan. serta menyiapkan penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. mengelola perpustakaan departemen. c. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Penegakan Disiplin II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Biro Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kesejahteraan pegawai dan penyelesaian administrasi umum kepegawaian. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.35 penegakan disiplin. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Bagian Kedelapan Biro Hubungan Masyarakat Pasal 115 Biro Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program komunikasi publik. pemantauan. analisis. penegakan disiplin. Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Kementerian Negara. f. Pemerintah Daerah. d. f. Bagian Manajemen Opini Publik. Bagian Publikasi dan Layanan Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 118 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). e. dan organisasi profesi. Mahkamah Agung (MA). Komisi-Komisi Negara. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). dan peningkatan partisipasi publik. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. pengelolaan serta layanan perpustakaan. Bank Indonesia (BI). Bagian Perpustakaan. g. k. . evaluasi program komunikasi publik. lembaga pemerintah. Mahkamah Konstitusi (MK). serta fasilitasi penyelenggaraan rapat dan pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. publikasi elektronik. i. desk informasi dan call center..36 e. organisasi kemasyarakatan. perencanaan. l. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. j. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. lembaga pemerintah. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. h. b. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). penyelenggaraan penerbitan. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. pengembangan. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Bagian Komunikasi Media dan Internasional. Pasal 117 Biro Hubungan Masyarakat terdiri dari: a.

b. menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. dan Bank Indonesia (BI). serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). e. Pasal 121 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas membina hubungan. Kementerian Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pemerintah Daerah. Bank Indonesia (BI). g. Mahkamah Agung (MA). Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah. Mahkamah Konstitusi (MA). (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas membina hubungan. Mahkamah Konstitusi (MK). pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan fiskal kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).. Mahkamah Agung (MA). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Departemen Keuangan di daerah pada masa reses persidangan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). f. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Kementerian Negara. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Mahkamah Agung (MA).37 b. c. Mahkamah Agung (MA). Bank Indonesia (BI). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemerintah Daerah. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. Kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Komisi-Komisi Negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). memberikan layanan informasi dan data. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga Pemerintah Non Departemen c. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Pasal 120 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri dari: a. Mahkamah Konstitusi (MK). pengkomunikasian kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kementerian Negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Komisi-Komisi Negara. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). d. memberikan layanan informasi dan data. Komisi-Komisi Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). . penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

dan publikasi media luar ruang. . penyiapan dan pengelolaan website departemen serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaanya. pelayanan desk informasi dan call center Departemen. mengolah. dan publikasi media luar ruang. (3) Subbagian Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas menghimpun.38 (LPND). Pasal 122 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan dan publikasi elektronik. Pasal 124 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi terdiri dari: a. f. Pasal 125 (1) Subbagian Publikasi Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan berkala.. kebijakan fiskal d. Komisi-komisi Negara. (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas membina hubungan. penerbitan tidak berkala. Bagian Publikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. e. c. dan menyajikan data mengenai informasi keuangan dan kekayaan negara. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta pelayanan desk informasi dan call center. penerbitan. Pemerintah Daerah. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122. (2) Subbagian Publikasi Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan website Departemen serta publikasi infomasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya. b. penyiapan. b. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. Subbagian Data dan Layanan Informasi. menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Subbagian Publikasi Cetak. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan bentuk publikasi elektronik lainnya. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. Subbagian Publikasi Elektronik. c.

serta menyelenggarakan desk informasi dan call center Departemen. internasional dan media asing serta pemanfaatan rubrik dan program media. g. h. keterangan pers. d. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. data. Pasal 126 Bagian Komunikasi Media dan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan dan komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa. e. artikel. Bagian Komunikasi Media dan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. c. b. Pasal 128 Bagian Komunikasi Media dan Internasional terdiri dari: a. Subbagian Komunikasi Media II. data. penyiapan bahan. perencanaan. dan kunjungan pers. Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional. advertorial. data. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. informasi.. penyusunan siaran pers. Pasal 129 (1) Subbagian Komunikasi Media I mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. pelayanan informasi. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. Subbagian Komunikasi Media I. b. pengkajian.39 dan hasil pelaksanaannya. penyiapan . dan surat pembaca. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. data. c. tanggapan/bantahan. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. wawancara. i. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. perencanaan program berita. f. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. jumpa pers. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. dan edukasi pada media.

dan surat pembaca. Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar. pelayanan unjuk rasa. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. c. Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik. kegiatan sosial budaya. dan pelayanan informasi. Subbagian Edukasi Publik. tanggapan/bantahan. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Departemen dan unit kerja eselon I di lingkungan Departemen. d. (2) Subbagian Komunikasi Media II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. wawancara. artikel. pemantauan. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. dan kunjungan pers. Pasal 132 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri dari: a. jumpa pers. penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Departemen. penyusunan siaran pers. serta edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. g. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. pembinaan hubungan. serta melakukan monitoring dan audit komunikasi. dan kegiatan lainnya. (3) Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. analisis. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. e. f. pelayanan informasi. serta perencanaan.40 dan penyelenggaraan liputan pers. penyiapan bahan. Pasal 130 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas menyusun perencanaan dan program komunikasi publik. data. keterangan pers. dan penyusunan laporan perkembangan opini publik. b. data. c. Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. b.. pengkajian. advertorial. melakukan edukasi publik. lokakarya. Pasal 133 .

DVD). serta koleksi perpustakaan lainnya. sarasehan. penyusunan bibliografi.. e. b. penyusunan program komunikasi publik departemen. Pasal 136 Bagian Perpustakaan terdiri dari: a. Pasal 134 Bagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan perpustakaan. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. pemberian rekomendasi komunikasi publik. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work. (2) Subbagian Edukasi Publik mempunyai tugas mengoptimalkan dukungan publik melalui edukasi. penyelenggaraan seminar.41 - (1) Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan perencanaan. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan. h. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan institusi perpustakaan asing/internasional. Bagian Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya. (3) Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan pemantauan. diskusi. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan. pengembangan perpustakaan. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. d. f. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. . Pasal 137 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program perpustakaan. c. Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan. serta pembuatan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan departemen. b. koleksi AV dan digital (CD. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain. c. analisis. dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal serta penyusunan laporan berkala pengembangan opini publik. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja Biro. Subbagian Tata Usaha Biro. g. dan kegiatan sosial budaya serta menyusun bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan dan meningkatkan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal.

b. c. pemeliharaan koleksi perpustakaan. Pasal 140 Biro Perlengkapan terdiri dari: a. c. b. . penyiapan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelaksanaan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pengadaan. e. layanan pengadaan secara elektronik departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. Bagian Penyimpanan dan Distribusi. penagihan dan reference work. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. penyiapan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelayanan pendaftaran anggota.42 - (2) Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan klasifikasi dan katalogisasi buku. d. peminjaman/pengembalian bahan pustaka. Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 138 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. analisis dan penyusunan serta penyiapan pembinaan administrasi rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen.. penyusunan bibliogragi/koleksi buku yang dimiliki. pemberian kode-kode berdasarkan pedoman. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan. serta penyiapan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan unit yang membidangi perpustakaan di institusi dalam negeri.

(2) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 143 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan terdiri dari: a.. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 141 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III. e. c. penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. serta koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Pajak. penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 144 (1) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal.43 d. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I. Direktorat Jenderal Anggaran. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II. b. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. (3) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea . analisis dan penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen.

dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan dan penyusunan petunjuk teknis pengadaan di lingkungan Departemen. Pasal 148 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. perencanaan. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada . perencanaan. Subbagian Tata Usaha Biro. dan Gedung Keuangan Negara. barang cetakan.44 dan Cukai. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Direktorat Jenderal Anggaran. Pasal 147 Bagian Pengadaan terdiri dari: a. b. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Sekretariat Jenderal. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. Subbagian Pengadaan III. b. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. perencanaan. c. serta pengadaan alat tulis kantor. Pasal 145 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. d. Subbagian Pengadaan II. Badan Kebijakan Fiskal. pelayanan pengadaan secara elektronik Departemen.. c. dan pelaporan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. d. pelaksanaan. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. layanan pengadaan secara elektronik Departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. Subbagian Pengadaan I. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. Inspektorat Jenderal. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. dan alat rumah tangga kantor pada unit Sekretariat Jenderal.

Badan Kebijakan Fiskal. Pasal 151 Bagian Penyimpanan dan Distribusi terdiri dari: a. Subbagian Penyimpanan. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (3) Subbagian Pengadaan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan.. b. Pasal 152 c. perencanaan. Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi. pelaksanaan. Subbagian Distribusi. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Bagian Penyimpanan dan Distribusi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. . dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. b. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. serta pengadaan bahan fotocopy dan bahan komputer pada unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.45 unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. pelaksanaan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. pelaksanaan urusan penerimaan. Pasal 149 Bagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melaksanakan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. serta pengadaan barang inventaris kantor dan lain-lain pada unit Sekretariat Jenderal. c. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Direktorat Jenderal Pajak. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. pelaksanaan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang penatausahaan. penyimpanan.

Pasal 153 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta menyusun daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal..46 (1) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 155 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan terdiri dari: a. b. penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan pelaksanaan penghapusan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang. d. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I. penyimpanan. Pasal 156 (1) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Sekretariat bahan . penatausahaan. (3) Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II. c. penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan.

dan . dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Kantor Pusat Departemen Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. b. dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. c. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. perawatan pegawai. Inspektorat Jenderal. serta melaksanakan keamanan dalam. Badan Kebijakan Fiskal. rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. pelaksanaan urusan perawatan dan kebersihan gedung. (4) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Anggaran. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 157 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Departemen dan melaksanakan urusan tata usaha. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.47 Jenderal. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.. (2) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Pajak. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan pendistribusian barang.

pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai.48 d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. f. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Rumah Tangga II. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta pelaksanaan dan penatausahaan pembayaran. reproduksi. barang milik Negara. c. penggandaan. e. penyusunan risalah. Bagian Tata Usaha Departemen. d. dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Departemen. b. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. f. penyusunan jadwal retensi. Bagian Rumah Tangga I. serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. pengelolaan kendaraan dinas. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. serta urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. d. penatausahaan barang milik negara. pencetakan. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen Keuangan. Pasal 160 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Departemen Keuangan. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip.. perbaikan redaksi. Bagian Rumah Tangga III. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 159 Biro Umum terdiri dari: a. pemeliharaan instalasi. e. b. Pasal 162 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri dari: . c. dan penyusutan arsip.

d. c. c. Pasal 165 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. pengarahan. penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. Pasal 163 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan. tamu asing dan akomodasi. pelaksanaan urusan tata usaha. dan pencatatan/penomoran surat. Pasal 166 .. pendistribusian. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. d. penyajian bahan. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Pasal 164 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. Subbagian Tata Usaha Persuratan. pemindahan. b. penyajian bahan. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Departemen Keuangan. b. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan protokol. penyajian bahan. penyusunan risalah. pengiriman dan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha Biro. pemeliharaan.49 a. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. perbaikan redaksi. Subbagian Arsip dan Dokumentasi.

bahan mikrografik. Pasal 169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. d. alat-alat laboratorium non inventaris. obat-obatan. penyajian bahan. c. penyajian bahan. pertamanan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. (4) Subbagian Protokol dan Akomodasi mempunyai tugas melakukan urusan protokol. melaksanakan penerimaan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pengadaan. b. b. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. alat-alat laboratorium non inventaris. penyimpanan. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. obat-obatan. serta melaksanakan keamanan dalam. Pasal 168 Bagian Rumah Tangga I mempunyai tugas melaksanakan urusan perawatan dan kebersihan gedung. (3) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. . Pasal 167 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Bagian Rumah Tangga I menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan kerja dan sarana kerja. bahan mikrografik. tamu asing dan akomodasi. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. pelaksanaan urusan kebersihan gedung/halaman. Subbagian Protokol dan Akomodasi. pelaksanaan urusan perawatan pegawai. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. c. perawatan pegawai. rumah jabatan.50 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. penyajian bahan. pengadaan bahan cetak. penyimpanan dan pendistribusian barang.. perlengkapan kerja dan sarana kerja Sekretariat Jenderal.

Pasal 173 . rumah jabatan. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. Subbagian Urusan Dalam I. (4) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. Pasal 171 (1) Subbagian Urusan Dalam I mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. melaksanakan penerimaan. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. rambu-rambu lalu lintas. d.51 d. pertamanan. Subbagian Urusan Dalam II. alat-alat laboratorium non inventaris. pengurusan keamanan dalam kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. penatausahaan barang milik negara. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. bahan mikrografik. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. penyimpanan. pencetakan dan penggandaan. b. (2) Subbagian Urusan Dalam II mempunyai tugas melakukan urusan kebersihan gedung/halaman. Pasal 170 Bagian Rumah Tangga I terdiri dari: a. (3) Subbagian Perawatan Pegawai mempunyai tugas urusan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Departemen beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan. bahan mikrografik. alatalat laboratorium non inventaris.. obatobatan. c. Pasal 172 Bagian Rumah Tangga II mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai. ramburambu lalu lintas. Subbagian Perawatan Pegawai. Subbagian Keamanan Dalam. pakaian kerja dan kelengkapannya. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. dan melaksanakan penatausahaan pembayaran. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. obat-obatan. pengadaan bahan cetak. pakaian kerja dan kelengkapannya.

Pasal 175 (1) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal serta melaksanakan pengelolaan dan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Departemen Keuangan dan secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. penjilidan. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. pelaksanaan urusan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai serta pelaksanaan penatausahaan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. (4) Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. (2) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan usulan penghapusan barang milik negara Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran. Pasal 174 Bagian Rumah Tangga II terdiri dari: a. pengeluaran. b. d. Bagian Rumah Tangga II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. Pasal 176 . penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. penatausahaan uang kas Departemen dan pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran serta pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. c. (3) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. b. pengeluaran dan penatausahaan uang kas Departemen serta pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran. pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. penyimpanan. penyimpanan.. pelaksanaan urusan penerimaan. c. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara.52 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. d.

(3) Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. . CCTV. pengelolaan kendaraan dinas serta urusan persandian dan telekomunikasi. Pasal 179 (1) Subbagian Pemeliharaan I mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. operasional. Subbagian Pemeliharaan II. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. Pasal 178 Bagian Rumah Tangga III terdiri dari: a. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. alat komunikasi. (2) Subbagian Pemeliharaan II mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana instalasi listrik/penerangan. barang inventaris lainnya. c.53 Bagian Rumah Tangga III mempunyai tugas melaksanakan urusan pemeliharaan peralatan. b. b. Bagian Rumah Tangga III menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. dan perawatan serta perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian. genset. pelaksanaan urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. instalasi air. Subbagian Pemeliharaan I. mesin penyejuk udara. peralatan kantor. c. pengaturan penggunaan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. melaksanakan sewa mesin fotocopy dan penyediaan kertas fotocopynya di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal.. d. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan.

(3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.54 - Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 180 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal.. . Pasal 181 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

53 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 182 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 184 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri dari: a. Direktorat Anggaran III. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Anggaran II. . Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. g. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. perumusan standar. b.. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. b. pedoman. d. pelaksanaan administrasi direktorat jenderal. f. Direktorat Sistem Penganggaran. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. Direktorat Anggaran I. dan prosedur di bidang penganggaran. kriteria. c. e. perumusan kebijakan teknis Departemen Keuangan di bidang penganggaran. norma. e. d.

dan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 188 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. c. e. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. . pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. pembinaan jabatan fungsional direktorat jenderal. koordinasi dan penyajian informasi penganggaran direktorat jenderal. kepegawaian. ketatalaksanaan. Pasal 187 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian. d. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. dan pelaporan direktorat jenderal. b. d. Bagian Keuangan. keuangan direktorat jenderal. kepustakaan. rencana strategik. c. dan perlengkapan direktorat jenderal. e. koordinasi penyusunan rencana kerja. rumah tangga.54 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 185 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional.. Bagian Umum. f. pengelolaan urusan tata usaha. b. dokumentasi.

e. Pasal 192 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. laporan akuntabilitas. serta pengembangan kinerja organisasi. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. Pasal 191 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. . laporan akuntabilitas kinerja. b. c. b. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik.. dan laporan pelaksanaan tugas. c. penyiapan bahan penataan organisasi. serta pengembangan kinerja organisasi. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. penyiapan bahan koordinasi dan penyajian informasi penganggaran Direktorat Jenderal. monitoring. Subbagian Organisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. Subbagian Pelaporan. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. d.55 Pasal 189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. Pasal 190 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. Subbagian Tata Laksana. monitoring.

Subbagian Mutasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. statistik. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. c. pemberhentian. Pasal 196 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. urusan tata usaha. pemensiunan pegawai. b. kepangkatan. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. d. serta penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai.. penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai. Pasal 197 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. dokumentasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. dokumentasi.56 Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. kepangkatan. Pasal 194 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. . pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. cuti dan pengolahan data kepegawaian. cuti dan pengolahan data kepegawaian. Pasal 195 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. pemensiunan. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. b. pemberhentian. c. statistik. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Subbagian Umum Kepegawaian.

dokumentasi. kearsipan. pelaksanaan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. kearsipan. dokumentasi. ekspedisi. Subbagian Penyusunan Anggaran. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan penggandaan. dan perlengkapan direktorat jenderal. Pasal 200 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. . c.. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. Pasal 199 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. c. b. b. rumah tangga. c. keprotokolan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). kepustakaan. kepustakaan. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. Pasal 198 Bagian Keuangan terdiri dari: a. dan gaji.57 b. pelaksanaan urusan surat menyurat. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.

melakukan urusan pengadaan. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 204 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). penghapusan perlengkapan.. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. pendistribusian. penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P). serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. angkutan pegawai. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. dan penggandaan. dokumentasi. penyimpanan. c. keprotokolan dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji pegawai. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasal 203 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pemeliharaan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. kepustakaan. b. kearsipan. perjalanan dinas. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. ekspedisi.58 Pasal 202 Bagian Umum terdiri dari: a. . Jawaban Pemerintah atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat.

g. l. penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara jangka pendek dan jangka menengah. serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. analisis kebijakan serta evaluasi pembiayaan anggaran jangka pendek dan jangka menengah. c. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja negara jangka pendek dan jangka menengah. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. . serta penyusunan analisis dan konsolidasi perhitungan risiko fiskal. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. pengembangan model perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan proyeksi ekonomi makro. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal. penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. penyusunan proyeksi. e. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. g. penyusunan proyeksi. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro.. Pasal 206 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. k. b. i. h. e. penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. f. pengelolaan data ekonomi makro dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. konsolidasi data di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. monitoring dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta perkembangan ekonomi makro. j. f.59 b. penyusunan dan pelaporan statistik keuangan pemerintah. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara. d. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro. h. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. sektor moneter dan sektor eksternal. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. b.60 Pasal 207 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. c.. monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro. f. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. b. serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. c. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. Pasal 210 (1) Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan moneter dan lembaga keuangan. Seksi Sektor Riil. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap sektor riil. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor moneter dan lembaga keuangan. kebijakan fiskal dan kerangka penganggaran jangka menengah. e. Seksi Sektor Eksternal. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. d. Pasal 209 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro terdiri dari: a. Seksi Sektor Pemerintah. . penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang kerangka ekonomi makro. d.

langkah-langkah kebijakan fiskal. monitoring dan evaluasi realisasi pendapatan negara. c.. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis kebijakan pendapatan negara. (3) Seksi Sektor Riil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan sektor riil. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor eksternal. (4) Seksi Sektor Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal (fiscal stance). . b. Pasal 211 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor riil. serta pengembangan model fiskal dan pengelolaan data sektor pemerintah. dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam. d. b. d.61 - (2) Seksi Sektor Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran. Pasal 213 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pendapatan negara. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

dan pajak lainnya. belanja barang. Pasal 215 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. bantuan sosial dan belanja lainnya. dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPN dan PPnBM). perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak tidak langsung. belanja barang. pajak bumi dan bangunan (PBB). serta monitoring. bantuan sosial dan belanja lainnya. serta monitoring. belanja hibah. belanja modal. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak penghasilan (PPh). (4) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. . belanja barang. dan pajak ekspor/bea keluar. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. perkembangan realisasi dan sasaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA). belanja hibah. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja pegawai. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. serta monitoring. serta monitoring. perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak langsung. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja pegawai.. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. b.62 Pasal 214 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan SDA migas dan SDA non-migas. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L). penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan belanja pegawai. perkembangan realisasi dan sasaran PNBP Non-SDA. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan bagian pemerintah atas laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. bantuan sosial dan belanja lainnya. belanja modal. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. cukai. belanja hibah. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). belanja modal. bea masuk.

(3) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. belanja barang. belanja hibah. . dan dana otonomi khusus. e. pengembangan model serta pengelolaan data belanja modal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. bantuan sosial dan belanja lainnya. d. belanja hibah. analisis kebijakan serta evaluasi realisasi pembayaran bunga utang. Pasal 218 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan belanja pegawai. pengembangan model serta pengelolaan data belanja lainnya dan belanja Kementerian/Lembaga. Pasal 219 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial. belanja subsidi. belanja modal. bantuan sosial dan belanja lainnya. b. belanja modal. menyusun proyeksi.63 c. menyusun proyeksi. belanja hibah. d. belanja modal. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. c. belanja barang. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga. belanja barang. pengembangan model serta pengelolaan data belanja pegawai dan belanja barang. penyiapan bahan penyusunan proyeksi belanja pegawai. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. menyusun proyeksi.. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. bantuan sosial dan belanja lainnya. Pasal 217 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri dari : a. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal mempunyai tugas melakukan penyiapkan bahan analisis kebijakan. dan dana alokasi khusus). menyusun proyeksi. pengembangan model serta pengelolaan data belanja hibah dan belanja sosial. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pegawai. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. dana alokasi umum. dana perimbangan (dana bagi hasil.

belanja subsidi. d. dana perimbangan. pengembangan model serta pengelolaan data dana bagi hasil dan dana alokasi khusus. c. dan Dana Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. pengembangan model serta pengelolaan data belanja subsidi. dana perimbangan. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang. pengembangan model serta pengelolaan data dana alokasi umum. belanja subsidi. pengembangan model serta pengelolaan data pembayaran bunga utang. menyusun proyeksi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembayaran bunga utang. dan dana otonomi khusus. Pasal 222 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan.. menyusun proyeksi. dana perimbangan.64 Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan pembayaran bunga utang. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. dan dana otonomi khusus. b. dan dana otonomi khusus. dan belanja dana otonomi khusus. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. b. d. dana perimbangan. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi. dan Dana Otonomi Khusus. belanja dana perimbangan. dan dana otonomi khusus. dan dana otonomi khusus. belanja subsidi. . Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Pasal 221 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja bunga utang. belanja subsidi. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembayaran bunga utang. menyusun proyeksi. menyusun proyeksi. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. c. belanja subsidi.

(2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri. Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal. menyusun proyeksi. . e.65 - Pasal 223 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi.. analisis kebijakan dan evaluasi pembiayaan anggaran. d. dan pengelolaan risiko fiskal. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. menyusun proyeksi. Pasal 226 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan dalam negeri. c. f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. b. d. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan luar negeri. Pasal 225 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal terdiri dari: a. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah. penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. pengelolaan utang. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri. pengelolaan utang dan risiko fiskal. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. b. c. monitoring pelaksanaan policy matrix pinjaman luar negeri. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223.

serta penyusunan dan pelaporan Statistik Keuangan Pemerintah. g.. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan konsolidasi dan pengolahan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya . Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pengembangan model serta pengelolaan data risiko fiskal. pengembangan model serta pengelolaan data penerimaan hibah. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. (4) Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. data. . serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan pemerintah.66 (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. penyiapan bahan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. h. f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. b. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. Pasal 227 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi data penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. menyusun proyeksi. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. e. penyiapan bahan koordinasi monitoring pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. menyusun proyeksi. d. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi.

sumbangan bahan Pidato dan lampiran Pidato Presiden. Seksi Statistik Keuangan Pemerintah. data. Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (3) Seksi Statistik Keuangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS). sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. (2) Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta menyiapkan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. (4) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi persiapan dan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. .. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR.67 i. c. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 230 (1) Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengolahan dan monitoring data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. Pasal 231 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Pasal 229 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. serta koordinasi kebutuhan aplikasi. Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional.

e. c. . penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian b. d. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IC. f.68 Bagian Keenam Direktorat Anggaran I Pasal 232 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. Pasal 234 Direktorat Anggaran I terdiri dari: a. b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Public Service Obligation (PSO). penelaahan dan Negara/Lembaga. Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. c. subsidi. i. Subdirektorat Anggaran IB. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran ID. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. pelaksanaan kebijakan.. g. Subdirektorat Anggaran IA. h. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. bimbingan teknis. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Kementerian Negara/Lembaga.

Subdirektorat Anggaran IA. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. revisi.. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IA-1. IB.69 e. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. dan subsidi. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. e. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. Subbagian Tata Usaha. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IE. f. dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. Pasal 235 Subdirektorat Anggaran IA. sementara. b. f. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IA-4. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. IC. definitif. IB. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. Seksi Anggaran IA-3. d. d. IC. c. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. ID. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 237 Subdirektorat Anggaran IA terdiri dari: a. b. Seksi Anggaran IA-2. PSO. c. . g. ID.

Seksi Anggaran IC-4. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi.. d. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IC-1. IC-3. Pasal 240 Seksi Anggaran IB-1. b. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 241 Subdirektorat Anggaran IC terdiri dari: a. PSO dan Subsidi. Pasal 239 Subdirektorat Anggaran IB terdiri dari: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . Seksi Anggaran IB-2. IA-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IA-3. Seksi Anggaran IB-4. Seksi Anggaran IC-2. IB-2.70 Pasal 238 Seksi Anggaran IA-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IB-3. IC-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. c. dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. c. b. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 242 Seksi Anggaran IC-1. Seksi Anggaran IB-1. PSO dan Subsidi. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IC-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IB-3.

Seksi Anggaran IE-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Pasal 246 Seksi Anggaran IE-1. Pasal 245 Subdirektorat Anggaran IE terdiri dari: a. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. PSO dan Subsidi. d. Seksi Anggaran IE-4. Seksi Anggaran ID-2. b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IE-2. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. b.71 Pasal 243 Subdirektorat Anggaran ID terdiri dari: a. Pasal 247 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran ID-3. . ID-2. c. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. ID-3. IE-3. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. Seksi Anggaran ID-4. Seksi Anggaran IE-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi. Pasal 244 Seksi Anggaran ID-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. IE-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran ID-1.

penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 249 b. c.72 Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. g. PSO dan Subsidi. i. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. f. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. PSO dan Subsidi. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. Seksi Dukungan Teknis. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. . penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. b. h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. PSO dan Subsidi. data. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri dari : a. e. sementara. j.

Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. subsidi. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. bimbingan teknis. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. .73 - Pasal 250 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran II Pasal 252 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. sementara. b. definitif. data dan informasi anggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. rencana kerja anggaran. Public Service Obligation (PSO). menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan kebijakan.. dan ABT. PSO dan subsidi. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 251 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyusunan rancangan alokasi anggaran. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga.

sementara. .74 c. penyiapan bahan koordinasi. fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. IIB. data serta informasi penganggaran Kementerian pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 255 Subdirektorat Anggaran IIA. kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian g. Pasal 254 Direktorat Anggaran II terdiri dari : a. Subdirektorat Anggaran IIA. b. f.. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. d. dan subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Subdirektorat Anggaran IIB. c. definitif. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. PSO. IIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. g. Subdirektorat Anggaran IID. revisi. Subbagian Tata Usaha. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IIC. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. IIB. f. h. Subdirektorat Anggaran IIE. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. pengolahan dan pelaporan Negara/Lembaga. IID. Subdirektorat Anggaran IIC. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. IID. e. Subdirektorat Anggaran IIA. i.

koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIA-4. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. c. Seksi Anggaran IIB-3. Seksi Anggaran IIB-4. . Seksi Anggaran IIB-1.75 b. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIB-2. f. Seksi Anggaran IIA-2. Pasal 257 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri dari: a. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 258 Seksi Anggaran IIA-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. b. c. d. d. b. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. IIA-3. e. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIA-1. d. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. Seksi Anggaran IIA-3.. IIA-2. Pasal 259 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri dari: a.

Seksi Anggaran IIC-3. IIC-2. b. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IID-4. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IID-3. c. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. d. Seksi Anggaran IID-1. Pasal 264 Seksi Anggaran IID-1. Pasal 262 Seksi Anggaran IIC-1. IID-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. PSO dan Subsidi. IID-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIC-4. Seksi Anggaran IIC-1. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.. b. IIB-3. d. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. PSO dan Subsidi. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Pasal 263 Subdirektorat Anggaran IID terdiri dari: a. Pasal 261 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri dari: a. c. IIC-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIB-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. .76 Pasal 260 Seksi Anggaran IIB-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IID-2. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIC-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja.

Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 266 Seksi Anggaran IIE-1. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. f. d. b. Pasal 268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIE-1. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. PSO dan Subsidi. . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIE-4. d. IIE-2. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Pasal 267 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. e. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. c. b. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sementara. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga.. Seksi Anggaran IIE-2. c. IIE-3. Seksi Anggaran IIE-3. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi.77 - Pasal 265 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri dari: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. Pasal 271 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 270 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. i. PSO dan subsidi. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. Pasal 269 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri dari : a. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. rencana kerja anggaran. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. b. definitif. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. dan ABT. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. h. j.. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran.78 g. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. penyusunan rancangan alokasi anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Dukungan Teknis. data dan informasi anggaran. data. sementara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. PSO dan Subsidi.

Pasal 274 Direktorat Anggaran III terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IIIB. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (BAPP). subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Kementerian Negara/Lembaga. serta Kementerian h. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan kebijakan. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Negara/Lembaga. Pasal 273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272. . dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. e. Subdirektorat Anggaran IIIA. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. j. Public Service Obligation (PSO). bimbingan teknis. b. c. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. d.. i. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. g.79 Bagian Kedelapan Direktorat Anggaran III Pasal 272 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Negara/Lembaga. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. b. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. f.

Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. . Subdirektorat Anggaran IIID. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. b. definitif. d. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Anggaran IIIA-4. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.. PSO. e. Subbagian Tata Usaha. c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 275 Subdirektorat Anggaran IIIA. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/ Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. c.80 c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. e. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 277 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri dari: a. IIIB. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. d. dan subsidi. Subdirektorat Anggaran IIIE. d. g. Seksi Anggaran IIIA-3. sementara. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. f. IIIB. Seksi Anggaran IIIA-1. Subdirektorat Anggaran IIIA. f. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. Seksi Anggaran IIIA-2. Subdirektorat Anggaran IIIC. revisi.

IIIA-3. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. d. Seksi Anggaran IIIB-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIIA-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIIB-3. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIIB-4. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.. d. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. IIIB-2.81 Pasal 278 Seksi Anggaran IIIA-1. c. b. Pasal 280 Seksi Anggaran IIIB-1. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. c. Seksi Anggaran IIIB-1. Seksi Anggaran IIIC-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIIC-4. Seksi Anggaran IIIC-1. IIIB-3. Pasal 281 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri dari: a. Pasal 279 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri dari: a. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. b.

. penyiapan bahan penyelesaian rincian anggaran pembiayaan dan perhitungan. Penyertaan Modal Negara (Bagian Anggaran 099). monitoring dan evaluasi anggaran pembiayaan dan perhitungan. d. penelaahan permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan yang meliputi : Cicilan dan Bunga Utang (Bagian Anggaran 061). Seksi Anggaran IIID-2. dan Penerusan Hibah (Bagian Anggaran 102). penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. pembiayaan dan pelaksanaan penyelesaian permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan dana yang bersifat darurat. c. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran pembiayaan dan perhitungan. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi anggaran perhitungan untuk permintaan dana yang tidak bersifat darurat. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Pasal 285 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri dari: a. PSO dan Subsidi.82 Pasal 282 Seksi Anggaran IIIC-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Subsidi dan Transfer Lainnya (Bagian Anggaran 062). b. IIIC-2. IIIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. f. Seksi Anggaran IIID-1. Penerusan Pinjaman sebagai Hibah (Bagian Anggaran 101). penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada anggaran pembiayaan dan perhitungan. Belanja Lain-Lain (Bagian Anggaran 069). Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pembayaran Pokok Utang Dalam Negeri (Bagian Anggaran 097). e. g. Pembayaran Pokok Utang Luar Negeri (Bagian Anggaran 096). penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana anggaran pembiayaan dan perhitungan. b. Pasal 284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Pasal 283 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis.. Penerusan Pinjaman (Bagian Anggaran 098). monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

bimbingan teknis. bimbingan teknis penyusunan Laporan Keuangan BAPP. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIE-2. . Pasal 288 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287. Seksi Anggaran IIID-3. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan. IIIE-2.. IIID-2. monitoring dan evaluasi anggaran serta menyelesaikan penyusunan rincian anggaran belanja. evaluasi. b. d. Pasal 287 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. IIIE-3. pemberian bimbingan teknis penyusunan laporan keuangan. Pasal 289 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri dari: a. d. c. IIID-3. melakukan monitoring penyampaian laporan keuangan. Seksi Anggaran IIIE-3. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Pasal 290 Seksi Anggaran IIIE-1. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Anggaran IIIE-1. serta pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan serta melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. monitoring. Seksi Anggaran IIID-4. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. alokasi. menelaah permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat tidak darurat dan menyelesaikan permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat darurat. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. c.83 c. Seksi Anggaran IIIE-4. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. d. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan BAPP. Pasal 286 Seksi Anggaran IIID-1. e. b.

. d. i. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. f. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. l. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. sementara. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. k. data.. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 292 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 291. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. g. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. j. e. penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. b. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan.84 - Pasal 291 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. PSO dan Subsidi. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. serta ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. h.

85 Pasal 293 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri dari : a. ABT Kementerian Negara/Lembaga dan ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. b. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 295 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. data dan informasi anggaran serta menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan BAPP. pagu definitif. . rencana kerja anggaran. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan APP. PSO dan subsidi. serta koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. pagu sementara. Pasal 294 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. penyusunan rancangan alokasi anggaran. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi APP. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. Seksi Dukungan Teknis. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi.

Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian. g. h. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. f. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pelaksanaan penagihan dan atau pemungutan di bidang PNBP. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan di bidang PNBP. e. standardisasi dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. f. koordinasi dan dukungan teknis penyusunan laporan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. d. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. penatausahaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. h. b. pedoman. penyusunan rumusan norma.86 Bagian Kesembilan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 296 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. c. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. i. . Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas. Pasal 298 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. c. d. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. g.. dan peraturan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. e.

. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. standardisasi. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. c. e. c. b.87 - Pasal 299 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerimaan Gas Alam. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. penatausahaan. b. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299. d. Seksi Verifikasi. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. f. pedoman. dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). Seksi Penerimaan Minyak Bumi. g. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. Pasal 301 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri dari: a. . d.

pedoman. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. pemungutan. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. penyusunan rencana dan realisasi. Pasal 303 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pedoman. pedoman. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.88 Pasal 302 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyusunan rencana dan realisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. pemungutan. (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. . b. peraturan. pemungutan. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. pengolahan dan verifikasi data. peraturan. Pasal 304 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303.. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. pedoman.

f. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.. Pasal 305 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri dari: a. i. Seksi Verifikasi. penatausahaan. e. g. pedoman. dan realisasi pemungutan. Pasal 306 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. b.89 c. c. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. penyusunan rencana. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. . pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. peraturan. d. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. verifikasi data. h.

serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307. Seksi Penerimaan Non Kementerian II.. Seksi Verifikasi. d. Seksi Penerimaan Non Kementerian III. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk BLU. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Non Kementerian. b. pengolahan dan verifikasi data. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. penatausahaan. pemungutan. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. pedoman. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penyusunan rencana dan realisasi. c. pedoman. Seksi Penerimaan Non Kementerian I. e. dan peraturan di bidang PNBP pada Non Kementerian. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. c. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. penyiapan perumusan norma. b. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Non Kementerian. peraturan.90 (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Pasal 307 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. d. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. . standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk Badan Layanan Umum. Pasal 309 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian terdiri dari: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.

pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. . d. penatausahaan.. penyiapan perumusan norma. peraturan. Pasal 311 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c.91 - Pasal 310 (1) Seksi Penerimaan Non Kementerian I. Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas. pengolahan dan verifikasi data. e. Seksi Verifikasi. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. c. b. Pasal 312 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311. penyiapan bahan penyusunan. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Pasal 313 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas terdiri dari: a. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. d. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian termasuk Badan Layanan Umum (BLU) dan Sumber Daya Alam (SDA) non migas. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. Seksi Penerimaan Kementerian II. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Penerimaan Kementerian I. b. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. pedoman. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas.

Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Pasal 315 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. Seksi Verifikasi. (2) Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Pasal 316 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 315. d. b. penelaahan. e. kriteria. pengolahan dan verifikasi data. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. dan perikanan. peraturan. c. penyiapan bahan perumusan norma. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. pelaksanaan urusan tata usaha.. penyusunan. standar. pedoman. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. kehutanan. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. standardisasi. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari SDA Non Migas yang berasal dari kegiatan pertambangan umum. . penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan.92 Pasal 314 (1) Seksi Penerimaan Kementerian I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. b. peraturan. c. Pasal 317 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri dari: a. dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. penyusunan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. penyusunan laporan di bidang PNBP dari Kementerian dan SDA Non Migas. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. pedoman. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan.

pengolahan. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. verifikasi data. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. c. pedoman.93 Pasal 318 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penelaahan. pedoman. b. d. data. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Pasal 322 (1) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. kriteria. penatausahaan. pedoman. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. Pasal 319 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. pembukuan. standar. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Pasal 321 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri dari: a. panas bumi serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat dan melaksanakan koordinasi kebutuhan aplikasi. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. data. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan.. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan kementerian dan non kementerian. dan peraturan. standar. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. . penyiapan bahan perumusan norma. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. b. standar. penyusunan rencana dan realisasi. peraturan. pengolahan dan konsolidasi data. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor migas. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. c.

pengkajian. pemberian bimbingan teknis.. d. perumusan. e. Pasal 323 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pedoman. penyiapan perumusan standar. pedoman. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran serta dukungan teknis teknologi informasi. standardisasi. c. dan evaluasi basis data. pengembangan. Bagian Keempat Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 324 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. pengembangan. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Non Kementerian dan penerimaan laba BUMN. pedoman. dan peraturan. pengkajian. dan evaluasi di bidang sistem penganggaran. norma. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 324. b. teknologi informasi. pedoman. perumusan. dan peraturan. pembangunan. standar. pembangunan. penyusunan. norma. f. (3) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Kementerian dan SDA Non Migas. kriteria dan prosedur sistem penganggaran. pengembangan. kriteria dan prosedur penyusunan dan evaluasi standar biaya khusus. . Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a.94 (2) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. h. dan evaluasi penerapan standar biaya umum. pengkajian. pengkajian. g. penyiapan perumusan standar. perumusan. serta menyusun laporan di bidang PNBP. harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran.

b.. Subdirektorat Standar Biaya. pedoman. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. dan penganggaran berbasis kinerja. d. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. norma. dan penganggaran berbasis kinerja. penyiapan bahan perumusan norma. dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Pasal 330 (1) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. Subbagian Tata Usaha. d. . kerangka pengeluaran jangka menengah. kriteria dan prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. kerangka pengeluaran jangka menengah. pengembangan. e. f. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. pedoman. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. kerangka pengeluaran jangka menengah. Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran. c. b. perumusan norma. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja. kriteria dan prosedur. c.95 Pasal 326 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri dari: a. penyiapan perumusan standar. Pasal 329 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran terdiri dari: a. Pasal 327 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. b. kriteria dan prosedur sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. pedoman. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu. Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah. penyiapan bahan pengkajian dan pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran. c.

. c. b. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya. Seksi Standar Biaya Khusus II. pedoman. bimbingan teknis standar biaya umum. d. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Standar Biaya Umum. Pasal 331 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma.96 (2) Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. bimbingan teknis norma standar biaya khusus. perumusan norma. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran berbasis kinerja. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi standar biaya umum. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. perumusan norma. Pasal 333 Subdirektorat Standar Biaya terdiri dari: a. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pedoman. (3) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. kerangka pengeluaran jangka menengah. Seksi Standar Biaya Khusus III. Seksi Standar Biaya Khusus I. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan norma standar biaya khusus. c. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan kerangka pengeluaran jangka menengah. kriteria dan prosedur. d. (4) Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengembangan dan penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. dan penganggaran berbasis kinerja. penyusunan. b. bimbingan teknis. pedoman. penyiapan bahan perumusan norma. . kriteria dan prosedur.

kriteria dan prosedur. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya. penyiapan bahan kajian kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada kementerian negara/lembaga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. c. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. perumusan..97 Pasal 334 (1) Seksi Standar Biaya Khusus I. penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. (2) Seksi Standar Biaya Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya khusus sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penyiapan bahan evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. b. perumusan. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 335 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pedoman. b. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada non kementerian negara/lembaga. perumusan. . (2) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. II. Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. serta monitoring dan evaluasi standar biaya umum. d. Pasal 338 (1) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. bimbingan teknis. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyusunan. c. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 337 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran terdiri dari: a.

Pasal 339 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Pasal 341 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri dari: a. perumusan. c. perumusan. pengembangan. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran lainnya. serta bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 339. perumusan. pembangunan. (2) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian.. b. pengembangan. pengembangan. pengembangan. pengembangan. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. Pasal 342 (1) Seksi Basis Data Penganggaran I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perumusan. penyiapan bahan pengkajian. dan evaluasi basis data dan penerapan sistem informasi penganggaran. pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. d.98 - (3) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi. c. perumusan. pembangunan. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. Seksi Basis Data Penganggaran I. penyiapan bahan pengkajian. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. b. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi basis data. Seksi Basis Data Penganggaran II. pembangunan. perumusan. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. dan evaluasi basis data sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. pembangunan. serta pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. d. pembangunan. .

. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Pasal 343 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 345 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 344 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.99 (3) Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran.

. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. h. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perpajakan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. . pedoman. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. Kepatuhan. Direktorat Potensi. norma. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. dan Penerimaan. penyusunan standar. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. c. e. Direktorat Peraturan Perpajakan II. g. c. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. b. f. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 348 Direktorat Jenderal Pajak terdiri dari: a.100 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 346 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri. Direktorat Peraturan Perpajakan I. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. d. Direktorat Keberatan dan Banding. b. dan prosedur di bidang perpajakan.

Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Direktorat Penyuluhan. . e. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. d. Bagian Umum. Pasal 351 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Bagian Perlengkapan. m. b. k. koordinasi penyusunan rencana kerja. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. c. Pelayanan. keuangan. dan Hubungan Masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. c. Direktorat Transformasi Proses Bisnis. kearsipan dan rumah tangga. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. kepegawaian. l. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 349 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d.101 i. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan tata usaha. Bagian Kepegawaian. rencana stratejik.. b. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. j. Bagian Organisasi dan Tatalaksana.

Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. administrasi penataan organisasi. pengawasan. penatausahaan. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. serta penyiapan bahan pemberian izin. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. . f. Subbagian Pengukuran Kinerja. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal.102 Pasal 352 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. administrasi. administrasi. e. Subbagian Organisasi. c. Subbagian Tatalaksana. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. b. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. Pasal 355 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. dan bimbingan konsultan pajak. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. g. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. h. Pasal 354 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri dari: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. pemantauan. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. penyiapan bahan pemberian izin.. prosedur kerja. dan bimbingan konsultan pajak. b. pengawasan. c. d.

Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Pasal 359 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. usulan penyaringan pegawai. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. Subbagian Umum Kepegawaian. c. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicator. c. e. dan pengusulan pegawai. analisis kebutuhan pegawai.103 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. b. pelaksanaan pengangkatan. pemindahan pegawai.. penggajian. kepangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. dokumentasi. Pasal 356 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. penggajian. kepangkatan. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. formasi. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. d. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. cuti dan penghargaan pegawai. d. penempatan. pelaksanaan tata usaha. Pasal 358 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. statistik. penempatan. kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. .

Pasal 363 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. b. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. cuti dan penghargaan pegawai. kesejahteraan pegawai. d. Subbagian Penyusunan Anggaran.104 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. formasi. . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. d. c. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. Pasal 360 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. statistik. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. b. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. usulan penyaringan pegawai. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.. dokumentasi. Pasal 362 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c.

c. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pemeliharaan. b. Pasal 364 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perlengkapan. Subbagian Pengadaan I. Subbagian Pengadaan II. b.. . Pasal 367 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. dan Penghapusan. d. Subbagian Inventarisasi. Pasal 366 Bagian Perlengkapan terdiri dari : a. c. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara.105 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengetikan. (4) Subbagian Inventarisasi. Subbagian Rumah Tangga. dan ekspedisi. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. serta kearsipan Kantor Pusat. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. penggandaan. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. pelaksanaan protokol. dan ekspedisi. penggandaan. Subbagian Protokol. pelaksanaan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal. d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 371 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. perjalanan dinas. b. b. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. . e. serta kearsipan Kantor Pusat. pelaksanaan surat-menyurat. rapat pimpinan dan akomodasi.. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 370 Bagian Umum terdiri dari: a. pengaturan penerimaan tamu. d. c. pencatatan acara.106 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. pengetikan. dan rumah tangga. penyajian bahan kegiatan. pelaksanaan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. kearsipan. pelaksanaan tata usaha. Pasal 368 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha.

penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. pengaturan penerimaan tamu.107 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha.. . (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 372 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. b. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. c. rapat pimpinan dan akomodasi. pencatatan acara. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. perjalanan dinas. penyajian bahan kegiatan. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat.

Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. penyiapan bahan penelaahan. . e. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.108 d. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. b. c. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. b. Pasal 374 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri dari : a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. e. d. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. Pasal 375 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Subbagian Tata Usaha. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. f. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). Penagihan Pajak dengan Surat Paksa..

(2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. teknis operasional. teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri dari: a. penegasan (ruling). . petunjuk pelaksanaan. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. Pasal 379 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan.109 c. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pasal 378 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. b. penegasan (ruling). serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. petunjuk pelaksanaan. Pasal 377 d. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. c. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. penegasan (ruling). serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.

b. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. teknis operasional. Pasal 382 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. teknis operasional.. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. penegasan (ruling). penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. otomotif. . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. c. c. pertambangan. penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri.110 Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. b. dan penyusunan rancangan peraturan. d. Pasal 381 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri dari: a. dan elektronik. petunjuk pelaksanaan.

teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. c. b. jasa. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. c. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. . d. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Jasa. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. Pasal 386 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.111 - Pasal 383 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. jasa. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. b. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. Jasa.. jasa. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri dari: a. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. penegasan (ruling). teknis operasional. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. Pasal 385 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. jasa.

teknis operasional. Pasal 387 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. . d. teknis operasional.112 - (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya.. c. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). b. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling).

tata usaha. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. b. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). . Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. kepegawaian. Pasal 391 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. penegasan (ruling). pengolahan data. dan rumah tangga Direktorat. keberatan dan pengurangan. teknis operasional.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan.113 - Pasal 389 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri dari: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. Pasal 390 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional.

dan harmonisasi peraturan perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional.. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. . d. g. i. bantuan hukum.114 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 392 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. serta perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. petunjuk pelaksanaan. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan dan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. e. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. teknis operasional. h. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan. b. c. bantuan hukum. b. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Pajak Penghasilan. Pasal 394 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri dari: a. koordinasi dan pemantauan pelaksanaan tugas bidang perpajakan perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. bantuan hukum dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. f. analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 393 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392.

Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. g. f. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. d. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. e. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan.115 c. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. c. Pasal 395 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. d. c. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. Pasal 396 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bantuan Hukum. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. dan penyusunan rancangan peraturan. . penyiapan bahan penelaahan. Pasal 397 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri dari: a.. b. Pasal 398 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. b.

serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pasal 401 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri dari: a. b. c. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. Pasal 399 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. . Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan. c. d.116 (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pasal 400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399. penyiapan bahan penelaahan. b. dan penyusunan rancangan peraturan.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. penegasan (ruling). (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. teknis operasional.

dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. penegasan (ruling). d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. pengendalian dan evaluasi peraturan. teknis operasional. Pasal 403 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. teknis operasional. (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. Pajak Penghasilan Pasal 23.117 - Pasal 402 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. dan Pajak Penghasilan Pasal 26. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. b. petunjuk pelaksanaan. c. Pasal 404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. .. teknis operasional. dan peraturan pelaksanaannya. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan.

penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa..118 e. Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. Pasal 405 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri dari: a. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. c. serta penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta penyiapan bahan penelaahan. Seksi Perjanjian Eropa. Pasal 406 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. . pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. serta penyiapan bahan penelaahan. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. d. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. b. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. f. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan.

- 119 Pasal 407 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis, dan pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir, pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407, Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 409 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Bantuan Hukum I; Seksi Bantuan Hukum II; Seksi Bantuan Hukum III; Seksi Bantuan Hukum IV. Pasal 410 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat, wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

b.

c.

- 120 (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi, Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 411 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan, dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411, Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan; sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional.

b.

c.

d.

- 121 Pasal 413 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan; Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan; Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan; Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. Pasal 414 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 415 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan, dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha,

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 416 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi dan bimbingan teknis, pembinaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

- 122 Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416, Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pelaksanaan, bimbingan, dan dukungan pemeriksaan; pelaksanaan urusan dan bimbingan penagihan pajak; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 418 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan; Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan; Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus; Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan; Subdirektorat Penagihan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 419 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. Pasal 420 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 419, Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala;

- 123 b. c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. Pasal 421 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi; Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan; Seksi Strategi Pemeriksaan. Pasal 422 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. Pasal 423 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. Pasal 424 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 423, Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak; pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak.

- 124 Pasal 425 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Teknik Pemeriksaan; Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan; Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. Pasal 426 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. Pasal 427 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. Pasal 428 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 427, Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.

b.

c.

- 125 Pasal 429 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri dari : a. b. c. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup; Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam; Seksi Transaksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. Pasal 430 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. Pasal 431 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan, dukungan teknis, sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. Pasal 432 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431, Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelahaan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait;

- 126 c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. Pasal 433 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Kerjasama Pemeriksaan; Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan; Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. Pasal 434
(1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait.

Pasal 435 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435, Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak;

- 127 b. c. pemantauan, pengawasan, pengendalian, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan; penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. Pasal 437 Subdirektorat Penagihan terdiri dari: a. b. c. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan; Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan; Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Pasal 438 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak, serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak, serta pemantauan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian mutu penagihan pajak, dan penatausahaan penagihan pajak, piutang pajak, dan penghapusan tunggakan pajak. Pasal 439 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha, dan

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 440 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi di bidang intelijen, identifikasi tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 128 Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440, Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pengumpulan dan penelaahan di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pelaksanaan identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan wajib pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; bimbingan dan dukungan pelaksanaan kegiatan intelijen, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan; pencarian dan pengumpulan data dan informasi dalam kerangka pelaksanaan kegiatan intelijen sebagai pelaksanaan undang-undang perpajakan; distribusi dan pemantauan pemanfaatan data dan informasi di bidang intelijen dan rekayasa keuangan; pemantauan atas Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan; pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 442 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Intelijen Perpajakan; Subdirektorat Rekayasa Keuangan; Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan; Subdirektorat Penyidikan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional.

b. c.

d. e. f. g. h. i. j.

- 129 Pasal 443 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan, analisis, dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta pelaksanaan intelijen. Pasal 444 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 443, Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan, pemantauan, evaluasi kegiatan intelijen, dan standardisasi teknis data intelijen, pengelolaan data intelijen, sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. Pasal 445 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri dari: a. b. c. Seksi Intelijen Perpajakan I; Seksi Intelijen Perpajakan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. Pasal 446 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen.

c.

d. e.

- 130 -

Pasal 447 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447, Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan; identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 449 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri dari: a. b. c. Seksi Rekayasa Keuangan I; Seksi Rekayasa Keuangan II; Seksi Rekayasa Keuangan III. Pasal 450 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan.

b. c.

- 131 -

(3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. Pasal 451 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 452 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 451, Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 453 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I; Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. Pasal 454 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan.

c.

- 132 (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 455 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 456 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455, Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 457 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari : a. b. c. Seksi Penyidikan I; Seksi Penyidikan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. Pasal 458 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi.

pelaksanaan tata usaha Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. b.. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. pengendalian. penilaian. c. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendataan dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan evaluasi ekstensifikasi perpajakan serta di bidang pendataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian dan penetapan. kepegawaian. Subdirektorat Pendataan. tata usaha. . Pasal 459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. pemetaan. d. dan penetapan pajak. Pasal 462 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. dan rumah tangga Direktorat. c. b. Subdirektorat Ekstensifikasi.133 (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. standardisasi bimbingan teknis. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 460 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengawasan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Subdirektorat Penilaian I.

penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan Pasal 465 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri dari: a. (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. Pasal 467 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. dan evaluasi pelaksanaan teknis . b. penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. Subbagian Tata Usaha. Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. c. Pasal 466 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Pasal 463 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Subdirektorat Penilaian II. f. b. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran.. Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi.134 d. c. pendataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Seksi Teknis Ekstensifikasi. e.

b. komersial. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. c. c. pendataan. pendataan. penilaian individu sektor perkebunan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. Pasal 470 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran.135 - Pasal 468 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 467. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. pendataan. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. perhutanan. . Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. dan pemetaan objek dan subjek pajak. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. b. Pasal 471 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. dan pemetaan objek dan subjek pajak. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran.. pendataan. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. Pasal 469 Subdirektorat Pendataan terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan perumusan. analisis keseimbangan nilai. . pemantauan. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. c. penyiapan bahan perumusan. pemantauan. b. Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. penyiapan bahan perumusan. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Penilaian Massal Bumi.. industri. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Pasal 474 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan.136 Pasal 472 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 471. Pasal 475 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. penilaian individu sektor perumahan. Pasal 473 Subdirektorat Penilaian I terdiri dari: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. b.

Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. evaluasi. Seksi Penilaian Individu Pertambangan. Seksi Penilaian Massal Bangunan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. penyiapan bahan perumusan. pemantauan. kepegawaian. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan.137 Pasal 476 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 475. tata usaha. Pasal 479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. Pasal 478 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan.. pemantauan. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. evaluasi. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. evaluasi. . c. c. b. penyiapan bahan perumusan. pemantauan. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 477 Subdirektorat Penilaian II terdiri dari: a. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan.

pengurangan. pelaksanaan dan evaluasi penyelesaian pembetulan. dan Peninjauan Kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. c. pengurangan. b. d. pembatalan. d. banding di Pengadilan Pajak. pembatalan. banding di Pengadilan Pajak. Kelompok Jabatan Fungsional.. pengurangan. penghapusan. e. penghapusan. gugatan di Pengadilan Pajak. Subbagian Tata Usaha. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan.138 Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 480 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pembatalan. c. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 482 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. di bidang perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. dan gugatan di Pengadilan Pajak. f. dan gugatan di Pengadilan Pajak. keberatan. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. keberatan. pengurangan. . pembatalan. e. pelaksanaan penyelesaian Peninjauan Kembali atas putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. standardisasi dan bimbingan teknis. banding di Pengadilan Pajak. banding di Pengadilan Pajak. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. keberatan. keberatan. penghapusan. b. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. dan gugatan di Pengadilan Pajak. penghapusan. pemantauan.

Pasal 485 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri dari: a. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. pengurangan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. Nusa Tenggara. penghapusan. penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. dan keberatan di wilayah Sulawesi. penghapusan. penghapusan. pembatalan. pembatalan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. d. Jakarta Timur. penghapusan. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pembatalan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. b.. pengurangan. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. pembatalan. dan keberatan. c. penghapusan. Pasal 484 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 483. Jakarta Selatan. dan keberatan. . pengurangan. penghapusan. penelaahan. Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. pengurangan.139 Pasal 483 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. b. pembatalan. pembatalan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Bali. Pasal 486 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Maluku dan Papua. pengurangan. dan keberatan. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. pengurangan.

Pasal 488 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 487. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.140 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Jawa Tengah. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. b. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan.. dan keberatan di wilayah Sumatera. pengurangan. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 489 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri dari: a. pembatalan. Jawa Barat. . dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Pasal 490 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penghapusan. Banten. Seksi Banding dan Gugatan IC. Seksi Banding dan Gugatan IB. Pasal 487 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. c. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. penyiapan bahan penelaahan. Seksi Banding dan Gugatan IA. b.

. dan Jawa Tengah. penyiapan bahan penelaahan. dan Jakarta Timur. (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 493 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri dari: a. Maluku. b. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penelaahan. Jawa Barat. Sulawesi. Kalimantan. Seksi Banding dan Gugatan IIB. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan Jawa selain Jakarta. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. . Pasal 494 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Nusa Tenggara. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. dan Papua. Bali. Nusa Tenggara. Jakarta Selatan. b. Pasal 491 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan.141 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Pasal 492 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 491. Daerah Istimewa Yogyakarta. Papua. Seksi Banding dan Gugatan IIA. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Bali. Maluku. Seksi Banding dan Gugatan IIC. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. c. Sulawesi.

dan gugatan di Pengadilan Pajak. pembatalan. penyiapan bahan pemantauan. penatausahaan. penghapusan. pengendalian. pengendalian. penatausahaan. pengurangan. pengurangan. keberatan. Pasal 496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 495. penyiapan bahan.142 - Pasal 495 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. penatausahaan. . (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pembatalan. (3) Seksi Evaluasi Banding. keberatan. pembatalan. dan Peninjauan Kembali. dan banding di Pengadilan Pajak. pengendalian. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Gugatan. penghapusan. penghapusan. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penyiapan bahan. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Pasal 498 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pembatalan. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.. penghapusan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. c. pengurangan. banding di Pengadilan Pajak. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Evaluasi Banding. Seksi Peninjauan Kembali. penyiapan bahan pemantauan. b. Gugatan. pengurangan. b. pemantauan. Pasal 497 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri dari: a. pengendalian. dan keberatan. pemantauan. c. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. keberatan.

dan Penerimaan terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan. Kepatuhan. standardisasi dan bimbingan teknis. e. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. b. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian.. penyiapan bahan penelaahan. tata usaha. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan. dan rumah tangga Direktorat. serta pemantauan. d. Direktorat Potensi. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. . c. dan Penerimaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang analisis dan evaluasi penerimaan perpajakan. dan Penerimaan Pasal 500 Direktorat Potensi. pengendalian. Pasal 502 Direktorat Potensi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. Subdirektorat Dampak Kebijakan. Kepatuhan. c. penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. kepegawaian. dan penyusunan kebijakan. b. penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. dan penyusunan kebijakan. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. pelaksanaan tata usaha Direktorat. serta pemantauan. pengendalian.143 Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. f. Kepatuhan. Subdirektorat Potensi Perpajakan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. Kepatuhan.

dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. c. Seksi Potensi Sektor Jasa. pengendalian. pemantauan. serta pemantauan. serta pemantauan. Pasal 503 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pengendalian. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. . Pasal 506 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 504 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503. Pasal 505 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri dari: a. e. b. pengendalian. Seksi Potensi Sektor Industri. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. pengendalian. Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyusunan kebijakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. serta pemantauan. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. penelaahan. serta pemantauan. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan.144 d. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak.. f. Subbagian Tata Usaha.

penelaahan.145 Pasal 507 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. b. . pengendalian. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penyusunan kebijakan. Pasal 510 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penelaahan dan penelitian perpajakan. c. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. penelaahan. pendistribusian hasil penelitian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. serta pemantauan. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. pemilihan tema penelitian perpajakan. c. b. Pasal 511 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Pasal 509 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri dari: a.. Seksi Dampak Kebijakan Umum. penyiapan. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507.

pengendalian. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. b. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. serta pemantauan. . serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. Pasal 514 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. d.146 Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. pengendalian. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. e. pengendalian. d. pemantauan. Pasal 513 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri dari: a. c. Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. pengendalian.

evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. e. dan penatausahaan penerimaan pajak. statistik. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. . analisis. pemantauan. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. Pasal 518 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pajak Pertambahan Nilai. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. penelaahan. b. Seksi Evaluasi Penerimaan. penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. c. rekonsiliasi. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. pengendalian. statistik.. d. pengendalian. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. dan penyusunan kebijakan. rekonsiliasi. Pasal 517 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri dari: a. pemantauan. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. f.147 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. d. dan penatausahaan penerimaan pajak. Pasal 515 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. b. penyusunan. analisis.

evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 519 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pemantauan. pelayanan dan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. pelayanan dan hubungan masyarakat. Pelayanan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. d. kepegawaian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyuluhan. bimbingan dan pelaksanaan penyuluhan. c. tata usaha. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. . dan Hubungan Masyarakat Pasal 520 Direktorat Penyuluhan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional penyuluhan.148 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pelayanan dan hubungan masyarakat. pelayanan dan hubungan masyarakat. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. standardisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang penyuluhan. dan rumah tangga Direktorat. Pelayanan. penyusunan. Direktorat Penyuluhan. b..

j. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. b.. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. dokumentasi peraturan perpajakan. pemantauan. d. c. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. .149 Pasal 522 Direktorat Penyuluhan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. i. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. serta pemantauan. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. e. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. riset pelajar dan mahasiswa. penyiapan teknik. pengendalian. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. metode. Pasal 523 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. g. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. Subbagian Tata Usaha. pengendalian. dan materi penyuluhan pajak. d. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. pengendalian. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan. h. c. Pelayanan. e. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. f. dan peraturan non perpajakan. penelaahan. f. pelaksanaan pengelolaan perpustakaan.

dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. Seksi Materi Penyuluhan. d. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. Pasal 526 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. Seksi Dukungan Penyuluhan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. dan penyusunan kebijakan. b. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. . pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. b. dan penyusunan kebijakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. c. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. Pasal 527 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. serta pemantauan. serta pemantauan. riset pelajar dan mahasiswa. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.150 Pasal 525 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri dari: a. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. serta pemantauan.

dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat.151 c. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Pelayanan Pengaduan. c. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base. Pasal 530 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. pengendalian. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. d. pengendalian. Pasal 531 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. pengendalian. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. bimbingan pelaksanaan pelayanan. b. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. . (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. Pasal 529 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri dari: a.. d. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. pemantauan. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. Pasal 533 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri dari: a. pengendalian. pengendalian. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. c.152 b. c. pengendalian. baik internal maupun eksternal.. serta pemantauan. . Seksi Pengelolaan Situs. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. pengelolaan situs. Pasal 535 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. pengendalian. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. b. serta pemantauan dan pengelolaan berita. Seksi Hubungan Internal. pengendalian. Seksi Hubungan Eksternal. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Pasal 534 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pemantauan. Seksi Pengelolaan Berita. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat.

dan penyusunan. Pasal 537 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri dari: a. Pasal 539 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. Seksi Kerjasama Luar Negeri. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. dan rumah tangga Direktorat. serta pelaksanaan.. pengendalian. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. kepegawaian. pengendalian. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. pelaksanaan. pemantauan. pemantauan. b. Seksi Kemitraan Wajib Pajak. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. Pasal 538 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.153 b. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. c. . pelaksanaan. tata usaha. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan.

dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. c. b.154 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 540 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Pasal 543 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. e. pelaksanaan tata usaha Direktorat. pertukaran data elektronik.. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Subdirektorat Pendukung Operasional. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. aplikasi. serta administrasi program aplikasi. pemutakhiran data tampilan. pengelolaan intranet dan internet. Subdirektorat Pelayanan Operasional. pengendalian. serta pelaksanaan bimbingan sistem. aplikasi. c. standardisasi dan bimbingan teknis. dan penyusunan kebijakan. registrasi Wajib Pajak. d. pengendalian. . Subbagian Tata Usaha. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Pasal 542 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian dukungan dan layanan operasional serta pembinaan pengolahan data dan pengelolaan dokumen. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta pemantauan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pemantauan sistem dan infrastruktur. b. serta pemantauan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional.

dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. d. d. aplikasi. administrasi program aplikasi. dan evaluasi teknik operasional. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. registrasi Wajib Pajak.. pengendalian. Pasal 545 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. dukungan teknis. b. registrasi Wajib Pajak. pengendalian. Pasal 546 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan jaringan komunikasi data. pemantauan. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dukungan teknis. registrasi Wajib Pajak. dan jaringan komunikasi data. serta pemantauan. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. dan jaringan komunikasi data. .155 - Pasal 544 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 543. c. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. dukungan teknis. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. aplikasi. b.

serta pemantauan. Seksi Bimbingan Sistem. pengendalian. dan pelaksanaan tugas. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. administrasi pekerjaan.. pengendalian. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. serta pemantauan. pertukaran data elektronik. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. dan penyusunan kebijakan. pemutakhiran data tampilan. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. pertukaran data elektronik. pemutakhiran data tampilan. kegiatan. penelaahan. serta administrasi pekerjaan. serta pemantauan. pertukaran data elektronik. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. serta pengelolaan intranet dan internet. b. pengelolaan intranet dan internet. c. pelaksanaan bimbingan sistem. pertukaran data elektronik.156 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. serta pengelolaan intranet dan internet. pengendalian. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. Pasal 550 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan bimbingan sistem. . Pasal 549 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri dari: a. d. Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. pemutakhiran data tampilan. Pasal 547 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pemutakhiran data tampilan. serta pengelolaan intranet dan internet. Seksi Pertukaran Data Elektronik. d. c. b.

pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pemantauan. basis data. dan penyusunan kebijakan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi pekerjaan. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta pemantauan. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. basis data. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. pengolahan data dan dokumen. serta administrasi pekerjaan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. e. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. kegiatan dan pelaksanaan tugas. basis data. pengendalian.157 - (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. pengolahan data dan dokumen. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta pemantauan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. c. serta pemantauan. serta pemantauan. d. basis data. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. pengolahan data dan dokumen. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. serta pengolahan data dan dokumen. Pasal 551 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. pemeliharaan Master File Wajib Pajak.. . administrasi program aplikasi. b. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet.

(4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. pengendalian.. dan evaluasi teknik operasional. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. Pasal 555 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. . dan rumah tangga Direktorat. serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.158 - Pasal 553 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri dari: a. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. c. serta pemantauan. penyimpanan. serta pemantauan. b. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. tata usaha. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 554 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. serta pemantauan. d. kualitas dan transfer data. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pemantauan Basis Data. serta administrasi program aplikasi. kepegawaian. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pemeliharaan Master File Wajib Pajak.

penyusunan strategi. manajemen kepegawaian.. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. peningkatan kompetensi pegawai. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. Subdirektorat Investigasi Internal. j. perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi. perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. f. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). . perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun pengukuran kinerja.159 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 556 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. Subdirektorat Kepatuhan Internal. evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang organisasi. c. h. penyusunan strategi dan perancangan. evaluasi hasil temuan pemeriksaan. l. b. dan kompetensi pegawai. d. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. penyusunan dan evaluasi rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal. g. k. dan uji coba pengembangan serta evaluasi implementasi di bidang sumber daya aparatur. b. perancangan. pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). i. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. pelaksanaan tata usaha Direktorat. penyusunan strategi dan perancangan. serta penyusunan strategi dan perancangan. koordinasi. dan pelaksanaan sistem pengawasan internal Direktorat Jenderal. Pasal 558 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri dari: a. dan manajemen kepegawaian lainnya. e.

160 c. dan penyusunan strategi. . Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. d. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Seksi Pengujian Kepatuhan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Seksi Internalisasi Kepatuhan. b. Pasal 561 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri dari : a. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). f. Seksi Penjaminan Kualitas. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 559 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. g. perancangan. c.. b. c. e. Subdirektorat Transformasi Organisasi. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Pasal 562 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. perancangan. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian.

serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. koordinasi. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. Pasal 566 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. . penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 565 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri dari : a. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. b. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. d. perancangan. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. dan pelaksanaan sistem investigasi internal.. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. Seksi Investigasi Internal II. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. perancangan. c. Seksi Investigasi Internal I. e. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. c. pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. b.161 - Pasal 563 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan.

Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. uraian jabatan. penyiapan bahan penyusunan strategi. c. pelaksanaan. Pasal 570 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. b. Seksi Perencanaan Strategis. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. c.162 - (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e.. Pasal 567 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan kelembagaan. Pasal 569 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri dari : a. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. perancangan. . dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. dan analisis jabatan. d. prosedur kerja. perancangan. b.

c.163 (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. . promosi. Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. d. dan analisis jabatan. dan kompensasi. penyiapan bahan evaluasi. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. Pasal 571 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. c. dan manajemen kepegawaian lainnya. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. prosedur kerja. perancangan. e. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. Pasal 573 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri dari: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. dan Kompensasi.. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Promosi. Pasal 574 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. pengukuran kinerja pegawai. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. b. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. b. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. uraian jabatan.

Pasal 575 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai.164 - (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. promosi. Pasal 578 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. penyiapan bahan evaluasi.. c. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. Pasal 577 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri dari: a. dan kompensasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. analisis kriteria kompetensi pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan. d. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. b. penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. promosi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. . b. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. Promosi. dan kompensasi. serta asistensi.

evaluasi dan implementasi dalam hal analisis dan evaluasi sistem informasi. kepegawaian. d. pengembangan. pengembangan. dan pengelolaan konfigurasi basis data. tata usaha. g. dan rumah tangga Direktorat. pengembangan aplikasi di bidang teknologi komunikasi dan informasi. aplikasi informasi geografis. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. penyiapan bahan evaluasi sistem informasi. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 580 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. e. penyusunan strategi dan perancangan serta pengembangan sistem dan prosedur perpajakan. . basis data dan data spasial. jaringan komunikasi data. serta analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. dan aplikasi informasi dan pelaporan.165 - (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. Pasal 579 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. perencanaan. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. b. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. c. instalasi. pengembangan dan instalasi aplikasi perpajakan. f. pengembangan perangkat keras. pengawasan.

perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi sistem informasi. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. b. Kelompok Jabatan Fungsional.166 Pasal 582 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri dari : a. d. Pasal 585 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri dari : a. evaluasi sistem informasi. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi.. c. d. b. Subbagian Tata Usaha. c. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 583 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. . d. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. Pasal 586 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. b. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. e.

d. dan evaluasi jaringan komunikasi data. dan evaluasi jaringan komunikasi data. dan evaluasi konfigurasi basis data. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. pengelolaan data spasial. Seksi Pengelolaan Basis Data. c. instalasi. Pasal 587 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. Seksi Pengelolaan Data Spasial. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. instalasi. perencanaan. b. perencanaan perancangan. perancangan. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. instalasi. d. instalasi konfigurasi basis data. instalasi.. perancangan. perancangan. pengelolaan basis data. perancangan. dan evaluasi konfigurasi basis data. penelitian. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. perencanaan. Pasal 589 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri dari : a. penelitian. b. perencanaan.167 - (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. c. perencanaan. . Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Pasal 590 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial.

Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. serta administrasi program aplikasi. c. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. aplikasi informasi geografis. perancangan. dan evaluasi aplikasi perpajakan. b. pengembangan. b. serta administrasi program aplikasi. penelitian.168 Pasal 591 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. aplikasi informasi geografis. Pasal 593 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari : a. dan aplikasi informasi dan pelaporan. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. instalasi. dan instalasi aplikasi informasi geografis. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. perencanaan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a.. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. instalasi aplikasi perpajakan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. Pasal 594 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. pengembangan. pengembangan. . serta administrasi program aplikasi. d. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional.

perancangan. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. merancang. Pasal 597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha. . Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 596 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian pengembangan proses bisnis. b. perancangan. penyiapan. menyusun strategi. penyusunan strategi. f. penyiapan. menyiapkan. pengkajian pengembangan proses bisnis Direktorat Jenderal Pajak. pelaksanaan tata usaha Direktorat. penyusunan strategi. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. dan evaluasi implementasi di bidang operasional. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. h. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. perancangan. pendataan. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan. c. perancangan. g.. penyiapan. melakukan uji coba pengembangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. e. b. penyiapan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. penyusunan strategi. d. penyusunan strategi. Pasal 598 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri dari: a. evaluasi implementasi pengembangan di bidang operasional. penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. dan penilaian.169 Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. kepegawaian. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan.

pengkajian. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. perancangan. . dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. penyiapan. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan bahan penyusunan strategi. e. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. pelaksanaan uji coba konsep. penyiapan. pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. Pasal 602 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep. c. Pasal 601 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri dari: a. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. f.. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. Pasal 603 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. penyusunan strategi. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 599 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. Kelompok Jabatan Fungsional.170 c. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. b. perancangan. d. perancangan. perancangan.

. penyiapan. perancangan. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. b. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum.. c. b. Pasal 607 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 605 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri dari: a. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Pelayanan II. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.171 Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. perancangan. perancangan. perancangan. Seksi Pengembangan Pelayanan I. pelaksanaan uji coba konsep. penyusunan strategi. Pasal 606 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi.

dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. b. dan penilaian. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. pemetaan. penyiapan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. Pasal 611 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pendataan. perancangan.172 Pasal 609 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri dari: a.. perancangan. Pasal 613 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. b. dan penilaian. c. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. penyiapan bahan penyusunan strategi. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. pendataan. penyusunan strategi. pendataan. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. . penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. Pasal 610 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. d. Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. dan penilaian. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II.

Pasal 615 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. tata usaha. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. kepegawaian. dan penilaian. penyiapan bahan penyusunan strategi. . Pasal 617 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. perancangan.. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 616 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perancangan. pendataan. pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep.173 - Pasal 614 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. penyiapan bahan penyusunan strategi. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618.174 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 618 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. g. h. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai. pedoman. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 620 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri dari: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. b. c. e. d. c. Direktorat Audit. perumusan standar. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. norma. i. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. . f. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Direktorat Teknis Kepabeanan. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. dan prosedur di bidang kepabeanan dan cukai.. Direktorat Kepabeanan Internasional. Direktorat Cukai. kriteria.

e. ketatalaksanaan. kearsipan. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. f. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. rencana strategik. d. Bagian Perlengkapan. Bagian Umum. pembakuan prestasi dan sarana kerja. Pasal 622 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621. b. . dan dokumentasi Direktorat Jenderal. g. c.. penataan organisasi. e. c. b. koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan akuntabilitas. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. evaluasi kinerja serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional dan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 624 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja.175 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 621 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. kepegawaian dan keuangan. d. pelaksanaan tata usaha. dan pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. Pasal 623 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. analisa jabatan.

Pasal 627 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya. penelaahan dan evaluasi jabatan. penyusunan rumusan produk hasil kerja. (3) Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas. f. pelaksanaan evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan standar beban kerja. . e.176 Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. uraian jabatan. dan tata naskah persuratan dinas Direktorat Jenderal. rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan. prosedur dan metode kerja. dan penyusunan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan produk hasil kerja. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. laporan akuntabilitas kinerja. standar norma waktu. Subbagian Tata Laksana. Pasal 626 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan evaluasi kinerja. dan standar beban kerja. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. standar norma waktu. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. d.. d. Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja. c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. c. analisis jabatan. pemeriksaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan masyarakat. penelitian. pembakuan prestasi dan sarana kerja. dan penyusunan jabatan fungsional. b.

pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penindakan. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Subbagian Mutasi Kepegawaian. d. dan mutasi kepegawaian lainnya. b. Pasal 630 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan masyarakat. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengawasan masyarakat. Pasal 628 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal.. d. Subbagian Umum Kepegawaian. pemindahan. pelaksanaan urusan tata usaha. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan.177 (4) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penelitian. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. Pasal 629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 628. dan dokumentasi kepegawaian. penempatan. penggajian. cuti. dan penjatuhan hukuman disiplin. . pemeriksaan. dan mutasi kepegawaian lainnya. ujian jabatan. c. formasi dan pengadaan pegawai. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. c. pendataan pegawai. kepangkatan. penindakan. Pasal 631 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. kepangkatan. dan penjatuhan hukuman disiplin. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perencanaan. b. pemindahan. penempatan. penggajian.

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal.. . pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. c. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. d. d. Pasal 632 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Pasal 635 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Gaji. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. dan dokumentasi kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. b. Subbagian Penyusunan Anggaran. b. cuti. formasi dan pengadaan pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.178 - (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Pasal 634 Bagian Keuangan terdiri dari: a. pendataan pegawai. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

pelaksanaan urusan surat menyurat. b. . mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi.179 Pasal 636 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. Pasal 639 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan sarana. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pelaksanaan urusan inventarisasi. b. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan.. dan penghapusan perlengkapan. kearsipan. pemeliharaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. distribusi. pengetikan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. Pasal 638 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. Subbagian Pengadaan. c. dan penghapusan perlengkapan. dan kearsipan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. b. pemeliharaan. penggandaan. Pasal 640 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. c.

(2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.. keprotokolan. protokol. pelaksanaan urusan tata usaha. pemeliharaan sarana. d. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. e. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. tarif bea masuk dan nilai pabean. dan akomodasi Direktur Jenderal. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. serta pelaksanaan identifikasi dan klasifikasi barang. Subbagian Kesejahteraan. tarif bea masuk dan nilai pabean. d. identifikasi dan klasifikasi barang. penggandaan. b. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.180 c. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. pengetikan. dan rumah dinas kantor pusat. Pasal 642 Bagian Umum terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. c. poliklinik. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. poliklinik dan rumah dinas. . pengamanan kantor. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan kesejahteraan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. dan akomodasi Direktur Jenderal. pengamanan kantor. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 644 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. akomodasi.

barang dikuasai negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. dan tarif bea masuk. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. standardisasi dan bimbingan teknis. dan data harga. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. d. c. e. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 646 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Klasifikasi Barang. Subdirektorat Nilai Pabean. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Pasal 647 Subdirektorat Impor dan Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. c. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. tempat penimbunan pabean. barang tidak dikuasai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . Subdirektorat Impor dan Ekspor. dan barang milik negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. d. profil komoditi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Impor dan Ekspor menyelenggarakan fungsi: a.181 Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. b. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. barang tidak dikuasai. standardisasi dan bimbingan teknis.. profil komoditi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 651 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. dan tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. profil komoditi. (3) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang dikuasai negara. (4) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Ekspor. Seksi Penangguhan Bea Masuk. Seksi Impor. tarif bea masuk pembalasan. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. Pasal 650 (1) Seksi Impor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea keluar. dan barang milik negara. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. tempat penimbunan pabean.182 - Pasal 649 Subdirektorat Impor dan Ekspor terdiri dari: a.

tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan.. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Pasal 653 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri dari: a. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Seksi Klasifikasi IV. tarif bea masuk pengamanan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Seksi Klasifikasi III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. d. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk. dan tarif bea keluar. . c. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan.183 b. Seksi Klasifikasi II. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Pasal 654 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Klasifikasi I. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan. Seksi Nilai Pabean IV. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. c. d. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. b. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Pasal 655 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a.. dan data harga. Pasal 657 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri dari: a. Seksi Nilai Pabean III. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Pasal 658 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. b. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. . standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Nilai Pabean I.184 - (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. Seksi Nilai Pabean II.

kearsipan. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis. rumah tangga. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis.. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 660 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan pembebasan atau keringanan bea masuk. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. tempat penimbunan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor. (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean.185 (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a.

barang untuk keperluan badan internasional. barang pindahan.186 b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. sosial. c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat.. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. Pasal 662 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri dari: a. d. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. Pasal 663 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta barang pribadi penumpang. b. bahan terapi manusia. b. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. d. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. c. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. . barang yang telah diekspor untuk perbaikan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. barang contoh. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. pelintas batas dan barang kiriman. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. Kelompok Jabatan Fungsional. awak sarana pengangkut. e. Subdirektorat Pembebasan. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. buku ilmu pengetahuan. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. pengerjaan dan pengujian. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. amal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. penurunan mutu. serta barang keperluan proyek pemerintah. pelintas batas. barang yang mengalami kerusakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.187 c. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. Pasal 666 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pembebasan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. standardisasi dan bimbingan teknis. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. Seksi Pembebasan II. sosial. barang pribadi penumpang. standardisasi dan bimbingan teknis. buku ilmu pengetahuan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. awak sarana pengangkut. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. barang pindahan. standardisasi dan bimbingan teknis. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. c. barang untuk keperluan badan internasional. Pasal 665 Subdirektorat Pembebasan terdiri dari: a. d. pengelompokan darah. amal. bahan terapi manusia. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang contoh. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. barang keperluan olahraga. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. b. d. peternakan atau perikanan. kemusnahan. . Seksi Pembebasan IV. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. pengerjaan dan pengujian. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. dan penjenisan jaringan. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. Seksi Pembebasan III. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. dan barang kiriman. standardisasi dan bimbingan teknis.

hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. penurunan mutu. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 669 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri dari: a. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. b. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. barang yang mengalami kerusakan. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. b. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. . Pasal 670 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kemusnahan. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan..188 (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. peternakan atau perikanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 667 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 674 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I.. b. dan tempat lelang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. Pasal 673 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. Pasal 671 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. . toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. standardisasi dan bimbingan teknis.189 - (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan pengkajian tarif cukai. . Pasal 675 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. kearsipan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai. ekspor.190 (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 676 Direktorat Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang aneka cukai. impor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai serta urusan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. e. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. rumah tangga dan kepegawaian. penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. produksi. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. d. standardisasi dan bimbingan teknis. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. harga dasar. b.

e. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 681 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri dari : a. c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 679 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. pelaksanaan urusan penyediaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. c. produksi. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai lainnya. c. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. Kelompok Jabatan Fungsional. pemasukan. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. b. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. ekspor. impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. harga dasar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau.191 f. g. Subdirektorat Aneka Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau.. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. Pasal 678 Direktorat Cukai terdiri dari: a. harga dasar. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyimpanan.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. pemasukan. c. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. produksi. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. b.. ekspor. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 685 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri dari: a. impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. c. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. ekspor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. harga dasar. pemasukan. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. pemantauan perkembangan harga pasar. Seksi Aneka Cukai III. Seksi Aneka Cukai I. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Aneka Cukai II. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. Pasal 683 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.192 Pasal 682 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

b. pendistribusian. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. harga dasar. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 689 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri dari: a. serta pelaksanaan urusan penyediaan. pemasukan. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis.. .193 - Pasal 686 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. c. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. c. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 687 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 692 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat.194 Pasal 690 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. kearsipan. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan penyidikan tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 691 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.

Subdirektorat Narkotika. . Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. c. f. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Intelijen. e. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.. e. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan narkotika dan psikotropika. b. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Sarana Operasi. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai.195 b. Subdirektorat Penindakan. evaluasi dan pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Penyidikan. f. Pasal 695 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. g. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. d. d. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. Pasal 694 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri dari: a. b.

barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. Seksi Intelijen III. standardisasi dan bimbingan teknis.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. d. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen II. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. Pasal 699 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. Seksi Pangkalan Data Intelijen. Pasal 698 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.196 c. standardisasi dan bimbingan teknis. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. . evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 697 Subdirektorat Intelijen terdiri dari: a. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. c. Seksi Intelijen I. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan.

barang larangan dan pembatasan. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. barang hasil pelanggaran HAKI. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. b. b. standardisasi dan bimbingan teknis. barang larangan dan pembatasan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai.197 Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 701 Subdirektorat Penindakan terdiri dari: a. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. c. (4) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. . Seksi Penindakan I. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. Seksi Penindakan II. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. Seksi Penindakan III. Pasal 702 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

(2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen.. psikotropika dan prekursor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. Seksi Narkotika dan Psikotropika. Seksi Prekursor. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. . evaluasi dan pelaksanaan intelijen. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 706 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. psikotropika. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. standardisasi dan bimbingan teknis. b. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. dan prekursor. c. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis.198 Pasal 703 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 705 Subdirektorat Narkotika terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. patroli dan operasi di bidang prekursor.

standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 708 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 707. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Tahanan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyidikan I. . barang bukti. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 710 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyidikan II. b. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Pasal 709 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. Seksi Barang Hasil Penindakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai.199 - Pasal 707 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. c. barang bukti. b. c. . serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. Seksi Sarana Operasi III.. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. Seksi Sarana Operasi II. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. sarana operasi narkotika dan psikotropika. pengumpulan data statistik lalu lintas berita.200 - (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan cabang rumah tahanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. standardisasi dan bimbingan teknis. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. Pasal 712 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 711. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penginderaan. Pasal 713 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri dari: a. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Sarana Operasi I. dan sarana operasi lainnya. Pasal 711 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. pemeliharaan keamanan.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 716 Direktorat Audit mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. sarana operasi narkotika dan psikotropika.. . dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716.201 Pasal 714 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. penginderaan. Pasal 715 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai.

c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Audit. c. b. serta perencanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. d. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. Pasal 718 Direktorat Audit terdiri dari: a. e. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 721 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri dari: a. . penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 719 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. Seksi Perencanaan Audit II. Subbagian Tata Usaha. d. Kelompok Jabatan Fungsional.202 c. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis.. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Evaluasi Audit. c. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Perencanaan Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. Pasal 726 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Pasal 725 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. b. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. c. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Pelaksanaan Audit I. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pelaksanaan Audit III. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.203 Pasal 722 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pelaksanaan Audit II. c.. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 723 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 723. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang cukai. b.

dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 727 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. standardisasi dan bimbingan teknis. . (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 730 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. c. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. Pasal 729 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri dari: a. b. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. c. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 727. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.204 - (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

. b. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. . standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral di bidang kepabeanan. kearsipan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d.205 (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Regional. Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 732 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama internasional di bidang kepabeanan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral di bidang kepabeanan. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Pasal 734 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. c. pelaksanaan kerja sama teknis internasional di bidang kepabeanan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.

standardisasi dan bimbingan teknis. c.. . standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 738 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 737 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. c. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. b.206 d. Seksi Kerja Sama Multilateral I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Multilateral III. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. e. Pasal 735 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Seksi Kerja Sama Multilateral II. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 742 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. Pasal 741 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a.207 - (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 739 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Bilateral III. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. Seksi Kerja Sama Bilateral II. . serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral I. standardisasi dan bimbingan teknis. c. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika.. b. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. d.

Seksi Kerja Sama Regional III. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Regional I. . c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Regional II. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 746 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743.. Pasal 745 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 743 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. c. d. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.208 (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. b.

serta pelaksanaan bantuan hukum. kepegawaian dan protokoler.209 (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. penyuluhan dan publikasi. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyuluhan. Pasal 747 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. hubungan masyarakat. kearsipan. rumah tangga. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 749 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. publikasi. hubungan masyarakat. dan urusan banding. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 748 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. penelahaan dan publikasi peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. b. cukai. keberatan dan banding. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penerimaan. bantuan hukum. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC.

penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. e. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. f. Seksi Pemantauan Penerimaan.. dan urusan banding. Subdirektorat Penerimaan. f. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. Pasal 751 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. e. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.210 c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Subdirektorat Keberatan dan Banding. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 753 Subdirektorat Penerimaan terdiri dari: a. Pasal 750 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Seksi Penagihan dan Pengembalian. standardisasi dan bimbingan teknis. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. . b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. penyuluhan dan layanan informasi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. cukai. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 751. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. c. standardisasi dan bimbingan teknis. cukai. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. b.

standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. cukai. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis.. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis.211 - Pasal 754 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. c. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. Pasal 755 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. Pasal 757 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri dari: a. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. cukai. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Peraturan Kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. pengelolaan situs internet. analisis berita. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. Pasal 759 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.212 Pasal 758 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. standardisasi dan bimbingan teknis. b. komunikasi publik. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. penyuluhan dan layanan informasi. dan pengelolaan berita. perpustakaan. b. Seksi Hubungan Masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan opini publik. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. c. hubungan media. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 761 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri dari: a. (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. . museum.

Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. b. hubungan media. Seksi Keberatan dan Banding I. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. standardisasi dan bimbingan teknis.213 - Pasal 762 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. Seksi Keberatan dan Banding II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. museum. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pengelolaan berita. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. perpustakaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. d. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. . b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. analisis berita. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. standardisasi dan bimbingan teknis. komunikasi publik. dan urusan banding. Pasal 763 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan situs internet. dan opini publik. pelaksanaan urusan banding. Pasal 765 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko.214 - Pasal 766 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. registrasi kepabeanan. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. pengolahan data serta pelaporan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan administrasi lainnya. Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. otomasi sistem dan prosedur. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.. kearsipan. . evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. pengembangan teknologi informasi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang registrasi kepabeanan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 768 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai.

standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. f. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian dan pengoperasian sarana otomasi Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. Pasal 782 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 783 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis. d. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. f. c. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. . Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. Subdirektorat Manajemen Risiko. e. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan.. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. pemeliharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. e. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.215 d. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyediaan. g.

Seksi Pengendalian Risiko. b. Pasal 789 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri dari: a. Seksi Registrasi Kepabeanan I. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemantauan Risiko. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. c. Seksi Registrasi Kepabeanan II. b. . (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 788 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. Pasal 786 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Registrasi Kepabeanan III. c. Pasal 787 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. standardisasi dan bimbingan teknis.216 Pasal 785 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri dari: a..

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. c. cukai dan administrasi lainnya. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 792 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Seksi Otomasi Sistem Administrasi. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. d. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. c.. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 791 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 793 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri dari: a. d. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi.217 Pasal 790 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. . evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyediaan.218 Pasal 794 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 797 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. . pengoperasian dan pemeliharaan sistem. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. pemeliharaan. Pasal 795 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. c. b. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis.. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemeliharaan Sistem. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi.

pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian.. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. Seksi Pelayanan Informasi. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. pelayanan informasi. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Pasal 799 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.219 - Pasal 798 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. . standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengelolaan Data. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 801 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. Pasal 802 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pelaporan Direktorat Jenderal. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai.

dan pelaporan Direktorat Jenderal. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 804 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. kearsipan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 803 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. standardisasi dan bimbingan teknis. . pelayanan informasi. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 805 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.220 (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data.

Direktorat Transformasi Perbendaharaan. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. d. h. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan standar. kriteria. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. b. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perbendaharaan negara. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. f. c. . Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. c. dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. b. dan prosedur di bidang perbendaharaan negara. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 808 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri dari: a. e. g.221 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 806 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Sistem Perbendaharaan. e. pedoman. norma. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. d.

Bagian Keuangan. h. rencana strategik. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 811 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. f. Bagian Umum. Bagian Administrasi Kepegawaian. f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.. b. dan keuangan. g. kepegawaian. serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. . koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Bagian Pengembangan Pegawai. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. d. kearsipan. e. d. e. b. pelaksanaan pengembangan pegawai Direktorat Jenderal. c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. pelaksanaan tata usaha. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. c. koordinasi penyusunan rencana kerja.222 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 809 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan.

pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. serta penyiapan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. rencana kinerja tahunan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi. e. pemantauan akuntabilitas kinerja. Subbagian Tata Laksana. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. pengembangan kinerja organisasi. penyusunan rencana strategis. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. Pasal 815 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. f. d. Pasal 814 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pelaporan. b. c. Pasal 813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. d. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. Subbagian Organisasi. c. laporan akuntabilitas.223 Pasal 812 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. analisis dan evaluasi jabatan. Pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. analisa dan evaluasi jabatan. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. pengembangan kinerja. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal.. Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. koordinasi penyusunan peraturan. b.

dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816. statistik.. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. d. dan rencana kinerja tahunan. pelaksanaan urusan tata usaha. (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. pemindahan pegawai. b. dan tatalaksana pelayanan publik. d. kepangkatan. statistik. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. Subbagian Mutasi Kepegawaian. c. Pasal 816 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. b. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. implementasi. pelaksanaan urusan pengangkatan. administrasi perkantoran. pemantauan dan pelaporan kinerja organisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. c. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengembangan. formasi. penempatan. penyusunan rencana strategis. . Pasal 818 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri dari: a. laporan akuntabilitas. pelaksanaan assessment pegawai. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin.224 (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. dokumentasi. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal.

(4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai.. penempatan. menyaring penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. administrasi kepegawaian lainnya. pendayagunaan kompetensi pegawai. dan mengevaluasi mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. statistik.225 Pasal 819 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. dan sarana pengembangan lainnya. penilaian kinerja pegawai. kepangkatan. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. b. ujian jabatan. . Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. media informasi dan edukasi. pelaksanaan identifikasi. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. calon peserta. sarana riset. pengembangan. c. Pasal 820 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisa dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. pelantikan. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi. cuti. penggajian dan pemindahan pegawai. d. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. dan penghargaan. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi. dan kepegawaian kantor pusat. pengangkatan. mengelola basis data kompetensi. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820. merencanakan kebutuhan. c. Pasal 822 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Kompetensi. b.

d. perpustakaan. Pasal 826 Bagian Keuangan terdiri dari: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. c. mengusulkan penyempurnaan. dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. mengelola media informasi dan edukasi. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. sarana riset dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. monitoring. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. Subbagian Penyusunan Anggaran.226 Pasal 823 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas menyelenggarakan identifikasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perbendaharaan. d. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas merencanakan kebutuhan dan melaksanakan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. b. Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. analisa. (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas mengelola basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. . pemeringkatan. Pasal 824 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. c. b..

(4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan. b. dan penggandaan.227 Pasal 827 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. c. Subbagian Administrasi Persuratan. kearsipan. pelaksanaan pengadaan dan penyimpanan perlengkapan. inventarisasi. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. distribusi. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. e. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga.. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. kearsipan dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. Pasal 830 Bagian Umum terdiri dari: a. c. serta urusan dalam. b. Subbagian Perlengkapan. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828. pelaksanaan urusan surat-menyurat. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. . d. d.

- 228 Pasal 831 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat, kearsipan, penggandaan dan ekspedisi serta penghapusan arsip. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol, kehumasan, perjalanan dinas, dan pengelolaan kendaraan dinas Kantor Pusat. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan, penyimpanan dan distribusi barang persediaan, urusan dalam dan tata usaha Bagian. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan, inventarisasi Barang Milik Negara Kantor Pusat dan Vertikal, pemeliharaan inventaris kantor vertikal, penyusunan LAKIP Bagian, penyimpanan, distribusi, penyelenggaraan akuntansi, serta penghapusan barang inventaris.

Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 832 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standarisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta monitoring, evaluasi, dan koordinasi di bidang penyerapan pagu anggaran berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Pasal 833 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832, Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penelaahan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; evaluasi dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

- 229 Pasal 834 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 835 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data, penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran, serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyusunan program kerja tahunan Direktorat; penyiapan anggaran; perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan

penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; pelaksanaan monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran; penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. Pasal 837

Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Data Pelaksanaan Anggaran; Seksi Perekaman dan Pelaporan; Seksi Bantuan Teknis I; Seksi Bantuan Teknis II.

- 230 Pasal 838 (1) Seksi Data Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga serta penyiapan data monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. (2) Seksi Perekaman dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan program kerja tahunan, melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. (3) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur pelaksanaan anggaran. (4) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan anggaran. Pasal 839 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 841 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B;

c. d. e. f.

- 231 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. Pasal 842 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A, I-B, I-C, dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 843 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 845 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B;

c. d. e. f.

- 232 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. Pasal 846 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A, II-B, II-C, dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 847 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan, dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 849 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B;

c. d. e. f.

- 233 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. Pasal 850 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A, III-B, III-C, dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 851 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 852 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 853 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B;

c. d. e. f.

- 234 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. Pasal 854 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A, IV-B, IV-C, dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 855 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 856 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP).

c. d. e. f.

- 235 Pasal 857 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-B; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-D. Pasal 858 Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A, V-B, V-C, dan V-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 859 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis.

Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 860 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, verifikasi dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan kas dan program pensiun serta pelaksanaan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 236 Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan kas; penyusunan petunjuk teknis di bidang penerimaan dan pengeluaran kas; pemberian petunjuk teknis pencairan dana pinjaman dan hibah luar negeri; pemantauan dan verifikasi pelaksanaan pembayaran, penagihan, dan perkembangan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pembinaan kebendaharaan; pengelolaan kas negara; pelaksanaan pembayaran kewajiban pemerintah atas beban rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, dan rekening Pemerintah Lainnya; penatausahaan rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, Rekening Khusus, dan Rekening Pemerintah Lainnya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara; pemeriksaan kas pada KPPN selaku kuasa Bendahara Umum Negara; pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara;

m. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun; n. o. pembahasan, penyusunan konsep pengesahan, dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun pegawai negeri sipil; pelaksanaan verifikasi, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan bendahara instansi dan program pensiun; kas

p. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 862 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas; Subdirektorat Kas Umum Negara; Subdirektorat Kas Negara; Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah; Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya; Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi;

- 237 g. h. Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 863 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas menyusun perencanaan kas, menyelenggarakan program optimalisasi dan pengendalian kas, serta memantau pelaksanaannya, melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 864 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas; penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya; penyelenggaraan program optimalisasi kas. Pasal 865 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Perencanaan Kas; Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara; Seksi Pengendalian Kas; Seksi Bantuan Teknis. Pasal 866 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas, menyelenggarakan program optimalisasi kas, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (2) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (3) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan posisi kas dalam rangka pemantauan dan pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas.

- 238 (4) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan kas. Pasal 867 Subdirektorat Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, pengelolaan Rekening Kas Umum Negara, Dana Reboisasi, Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya, pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, serta verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara. Pasal 868 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pelaksanaan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan rekening escrow Dana Reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), escrow Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 869 Subdirektorat Kas Umum Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Umum Negara A; Seksi Kas Umum Negara B; Seksi Kas Umum Negara C; Seksi Kas Umum Negara D.

e. f. g.

- 239 Pasal 870 (1) Seksi Kas Umum Negara A mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara, pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, serta pengelolaan rekening escrow dana reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), dan penerimaan APBN dalam valuta asing. (2) Seksi Kas Umum Negara B mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang berkaitan dengan Surat Utang Negara, serta pengelolaan rekening Surat Utang Negara, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan Rekening Pemerintah yang dibatasi penggunaannya. (3) Seksi Kas Umum Negara C mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran serta pengelolaan rekening Kas Umum Negara dan Rekening escrow Dana Bagi Hasil. (4) Seksi Kas Umum Negara D mempunyai tugas melaksanakan proses verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui rekening Kas Umum Negara, penyusunan laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran melalui rekening Kas Umum Negara dan penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 871 Subdirektorat Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening Kas Negara dan pelaksanaan sistem penerimaan negara. Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Subdirektorat Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas negara; b. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara; c. penyusunan pagu penyediaan dana pada bank operasional; d. pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga; e. pemantauan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran pada rekening kas negara; f. pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara.

- 240 Pasal 873 Subdirektorat Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Negara A; Seksi Kas Negara B; Seksi Kas Negara C; Seksi Kas Negara D.

Pasal 874 Seksi Kas Negara A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas Negara, pengajuan usul penunjukan dan penetapan Bank Persepsi/Devisa Persepsi/ Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya dan pagu dana Bank Operasional, pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga, pengawasan dan pemantauan terhadap kinerja Kantor Pos Persepsi dan Kantor Pos Pengeluaran, pemantauan dan evaluasi kinerja Bank Operasional, pembayaran jasa perbendaharaan dan penerimaan jasa giro pada Bank Operasional, pemeriksaan kas pada KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara, pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 875 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875, Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. pembukaan rekening khusus dan pengisian Initial Deposit dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri; penyusunan mekanisme pembayaran melalui rekening khusus; penyusunan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri; pengajuan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi rekening khusus dan pengajuan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus; pemantauan dan penatausahaan rekening khusus; melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri.

- 241 Pasal 877 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah B; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah C; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah D. Pasal 878 Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan pembukaan rekening khusus dan pengisian initial deposit, menyusun mekanisme pembayaran melalui rekening khusus dan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri, mengajukan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi kembali rekening khusus dan mengajukan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus, pemantauan dan penatausahaan rekening khusus, melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 879 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam, Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan Rekening Lainnya. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening pemerintah lainnya; penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD; penyaluran dana atas beban rekening pemerintah lainnya; penatausahaan rekening pemerintah lainnya; pemantauan saldo rekening pemerintah lainnya. Pasal 881 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya terdiri dari: a. b. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A; Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B;

d. penyediaan data realisasi penerimaan/ pengeluaran RDI dan RPD. e. penagihan. c. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. Pasal 884 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883. (4) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. pelaksanaan pembayaran. . Pasal 882 (1) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD. penyusunan konsep pengesahan. penatausahaan penerimaan/pengeluaran RDI dan RPD. (3) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening.242 c. d. Pasal 883 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. penerbitan Surat Perintah Pencairan atas beban RDI dan RPD. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. pencairan dana rekening lainnya.. b. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. melaksanakan verifikasi dan menyusun laporan pengelolaan kas bendahara instansi dan program pensiun serta melaksanakan pembinaan kepada bendahara instansi. f. pembinaan bendahara instansi. dan pemantauan saldo rekening lainnya. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C. pembahasan. dan penyiapan laporan RDI dan RPD. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D. (2) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi.

Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A. (2) Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A dan B masing-masing mempunyai tugas menyusun petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. Seksi Program Pensiun. Pasal 886 (1) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. h. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. pelaksanaan verifikasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi. pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi. b. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). pembinaan kepada bendahara instansi dan verifikasi.243 g. dan mengelola investasi dan kredit program berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 888 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. serta pembahasan. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. penagihan. mengembangkan sistem investasi. c.. penyusunan konsep pengesahan. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi B. Pasal 887 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. . dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembayaran. Pasal 885 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi terdiri dari: a. pemantauan dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi.

e. Setelmen. i. Subdirektorat Perencanaan. dan kredit program. kredit program. pengembangan sistem pengelola investasi. kepatuhan. e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Kredit Program. pelaksanaan setelmen pinjaman pemerintah. Pasal 891 Subdirektorat Verifikasi. penerusan pinjaman dan kredit program. penerusan pinjaman. penyediaan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola kredit program. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Setelmen. pembinaan. lembaga d. perjanjian. . perencanaan kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. c. Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas menganggarkan dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi. divestasi. g. pengelolaan data. Subdirektorat Pinjaman BUMN. Akuntansi dan Pelaporan. monitoring dan evaluasi kebijakan pelaksanaan investasi dan pengelola investasi. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. Subdirektorat Pinjaman Daerah. verifikasi..244 Pasal 889 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 888. penyiapan perumusan kebijakan kelembagaan. f. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. h. b. g. c. d. Subdirektorat Verifikasi. penyaluran dana investasi. Pasal 890 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. h. b. manajemen risiko. restrukturisasi pinjaman. f. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah. restrukturisasi. perencanaan. melaksanakan setelmen pinjaman. Kelembagaan dan Evaluasi. dan penghapusan piutang.

dan pelaporan investasi dan kredit program. b. penarikan. b.. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 893 Subdirektorat Verifikasi. Seksi Setelmen I.245 Pasal 892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891. . d. penerusan pinjaman dan kredit program. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. (3) Seksi Setelmen II melakukan perhitungan. penarikan penerusan pinjaman luar negeri serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. Pasal 894 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. c. pelaksanaan administrasi pengelolaan data. g. penerusan pinjaman. Subdirektorat Verifikasi. pelaksanaan perhitungan. penarikan dan/atau pencairan investasi. penagihan. Setelmen. f. c. penagihan. (2) Seksi Setelmen I melakukan perhitungan. penagihan. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. pembayaran kredit program. penagihan. Setelmen. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. akuntansi. Seksi Setelmen II. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan melakukan pengolahan data. dan kredit program. Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. verifikasi. e. d. Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Verifikasi. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi.

pembinaan kelembagaan pengelola investasi. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. . penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. investasi langsung. Seksi Evaluasi. Pasal 897 Subdirektorat Perencanaan. Kelembagaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan. Pasal 896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895. d. c. Seksi Kelembagaan. pinjaman pemerintah. investasi dan kredit program. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. b.. Kelembagaan dan Evaluasi terdiri dari: a. Seksi Manajemen Risiko.246 Pasal 895 Subdirektorat Perencanaan. b. d. kelembagaan. dan pembiayaan kredit program. f. melaksanakan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. Pasal 898 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. evaluasi. e. strategi investasi. j. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. i. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. manajemen risiko dan pengembangan sistem investasi dan kredit program. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. Subdirektorat Perencanaan. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. h. g. pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. Seksi Perencanaan. dan penyaluran dana investasi. c. k. Kelembagaan dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan perencanaan.

investasi pemerintah. Pasal 900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah.. menyusun rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. penyusunan dan perumusan rancangan. b. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah. f. pinjaman pemerintah. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. dan kredit program. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. menyiapkan rumusan dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. h. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman. perubahan. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. d. c. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan. pinjaman pemerintah dan kredit program. . pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman. Pasal 899 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas menyusun. penanganan pemerintah. penerusan pinjaman. dan kredit program. dan kredit program. melaksanakan mediasi dan sosialisasi program investasi. dan kredit program. i.247 - (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan kelembagaan unitunit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. g. pengembangan sistem investasi. pinjaman pemerintah. pedoman pelaksanaan manajemen risiko dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. e. peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. analisis. dan perjanjian pinjaman pemerintah. permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi Pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah.

monitoring. Seksi Kepatuhan. d. b. Seksi Perjanjian II.248 Pasal 901 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri dari: a. . dan kredit program. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas mengkaji permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Seksi Perjanjian I. Pasal 902 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas menyusun dan merumuskan rancangan. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. Pasal 903 Subdirektorat Pinjaman BUMN mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Subdirektorat Pinjaman BUMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. pinjaman pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Peraturan. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. b. penerusan pinjaman. pelaksanaan.. dan kredit program. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pinjaman pemerintah. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. mengkaji ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. dan pinjaman Pemerintah kepada BUMN. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. c. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi.

. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. pelaksanaan. dan kesehatan. pelaksanaan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. pendidikan. pelaksanaan. analisis. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. (2) Seksi Pinjaman BUMN II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank.249 c. analisis. Seksi Pinjaman BUMN I. (4) Seksi Pinjaman BUMN IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. Pasal 906 (1) Seksi Pinjaman BUMN I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. dan kehutanan. dan telekomunikasi. c. perdagangan. Pasal 905 Subdirektorat Pinjaman BUMN terdiri dari: a. e. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan pertambangan dan energi. Seksi Pinjaman BUMN III. f. g. kelautan. perhubungan. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. . d. d. b. Seksi Pinjaman BUMN II. pelaksanaan monitoring. (3) Seksi Pinjaman BUMN III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. Seksi Pinjaman BUMN IV.

dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. pelaksanaan. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. monitoring. Pasal 910 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada pemerintah daerah dan BUMD. c. Bekasi). b. Pasal 908 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. Kalimantan Barat. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Sulawesi Tenggara. yang meliputi Nangroe Aceh Darussalam. Seksi Pinjaman Daerah II. b. d. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD. analisis. e. Pasal 909 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. Seksi Pinjaman Daerah IV. Seksi Pinjaman Daerah III. d. f. pelaksanaan.. analisis. Seksi Pinjaman Daerah I. Bengkulu. g. dan Nusa Tenggara Timur. Banten (tidak termasuk Tangerang). pelaksanaan monitoring. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD.250 Pasal 907 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. evaluasi pinjaman pemerintah. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Bogor. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. .

hapus buku dan hapus tagih. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 912 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911.251 - (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan. Lampung. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. g. c. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Papua. dan Nusa Tenggara Barat. pelaporan. Kalimantan Timur. . Bogor. penatausahaan. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. Kalimantan Tengah. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. Gorontalo. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. Tangerang. yang meliputi Sumatera Barat. Jawa Timur. restrukturisasi. Maluku Utara. DKI Jakarta. Kepulauan Riau. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. Sulawesi Selatan. f.. analisis. pelaksanaan. Sumatera Selatan. b. monitoring dan evaluasi. Bekasi. Pasal 911 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. Sulawesi Tengah. e. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. pelaksanaan. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. yang meliputi Sumatera Utara. analisis. yang meliputi Riau. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Tengah. hapus buku dan hapus tagih kredit program. Maluku. DI Yogyakarta. Bali. dan Sulawesi Utara. dan Irian Jaya Barat. Jambi. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. Kalimantan Selatan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. analisis. Sulawesi Barat. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. penelitian dan perumusan restrukturisasi. Depok. perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program.

peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. penatausahaan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional.252 Pasal 913 Subdirektorat Kredit Program terdiri dari: a. . hapus buku. dan hapus tagih. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. Seksi Kredit Program IV. Seksi Kredit Program III.. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Lembanga Keuangan Bukan Bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. penelitian dan perumusan restrukturisasi. pelaksanan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penatausahaan. pelaksanan. Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 915 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. penatausahaan. pemantauan. c. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. dan hapus tagih. dan hapus tagih. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Verifikasi. dan hapus tagih. penelitian dan perumusan restrukturisasi. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. hapus buku. b. Setelmen. d. pelaksanan. (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. Seksi Kredit Program I. hapus buku. Pasal 914 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. pemantauan. hapus buku. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai menyiapkan bahan perumusan kebijakan. penatausahaan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. Seksi Kredit Program II. pelaksanan. pemantauan.

Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU. investasi. akuntansi. investasi. piutang. investasi. g. penyusunan standardisasi teknis pelaksanaan anggaran. d. pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan pengelolaan keuangan BLU. Kelompok Jabatan Fungsional. piutang. penyiapan rumusan kebijakan penilaian dan penetapan BLU. penyiapan penetapan standar biaya dan tarif BLU. investasi.. c. pendapatan dan belanja. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. Pasal 917 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 916. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU. pengelolaan kas. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penetapan. akuntansi. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis. d. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). e. standardisasi. piutang. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. c. bimbingan teknis. pengelolaan kas. e. g. kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. f. b. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. belanja. utang. Pasal 918 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri dari: a. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pendapatan. . piutang. akuntansi. pengelolaan kas. pengelolaan kas. b.253 - Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 916 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan utang. utang. akuntansi.

(2) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. Pasal 920 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919.. d. pengelolaan basis data. c. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga. b. penyusunan laporan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. penyiapan bahan penetapan tarif dan remunerasi. penyiapan bahan penilaian dan penetapan BLU. . penilaian dan penetapan BLU. Seksi Bantuan Teknis II. f. j. b. g. serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. i. h. tarif dan remunerasi. pembinaan. c. Pasal 922 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. Pasal 921 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a.254 Pasal 919 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. Seksi Data dan Informasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penilaian dan penetapan BLU. penyusunan rencana kerja tahunan Direktorat. Seksi Bantuan Teknis I. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis. serta penilaian dan penetapan tarif dan remunerasi.

bahan pembinaan. piutang. utang. Pasal 923 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis mempunyai tugas menyiapkan kebijakan. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. . e. Pasal 924 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923. peningkatan/penurunan. pengelolaan kas. c.. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan BLU. d. akuntansi. b.255 (3) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. standar teknis pengelolaan keuangan BLU. pengelolaan kas. akuntansi serta mengembangkan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. c. penetapan status pengelolaan keuangan BLU. b. penetapan kebijakan pengelolaan keuangan BLU. Seksi Kebijakan BLU. investasi. penetapan kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan BLU oleh Dewan Pengawas. dan Pasal 926 (1) Seksi Kebijakan BLU mempunyai tugas menyusun kebijakan penilaian dan penetapan BLU. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan BLU. Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU. investasi. penetapan kebijakan penilaian. pelaksanaan anggaran. dan melaksanakan penelitian dan pengembangan BLU. Seksi Standardisasi Teknis BLU. Pasal 925 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis terdiri dari: a. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU. (2) Seksi Standardisasi Teknis BLU mempunyai tugas menyusun standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. piutang dan utang.

serta memproses penetapan tarif dan remunerasi bagi pejabat pengelola. b. utang. atas pengelolaan keuangan BLU. dan pegawai BLU. Dewan Pengawas. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. f. penurunan. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi BLU. pengelolaan kas. investasi. b. pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. .. penurunan. pelaksanaan anggaran. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana. Pasal 930 (1) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. Pasal 927 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. c. melaksanakan peningkatan.256 (3) Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan status BLU. menyeleksi dan memproses bahan penetapan dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. dan pegawai BLU. c. pelaksanaan peningkatan. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun penyedia barang dan/atau jasa. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa. akuntansi. Dewan Pengawas. d. pelaksanaan penetapan instansi pengelola keuangan BLU. Pasal 929 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU terdiri dari: a. e. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. piutang. Pasal 928 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan. penganggaran. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas.

b. c. utang. belanja. penyiapan rumusan pembinaan pengelolaan pendapatan. investasi. utang. investasi. Dewan Pengawas. akuntansi. Seksi Pembinaan Kinerja BLU II. piutang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola kawasan. dan pegawai BLU. investasi. piutang. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. penurunan. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. belanja. dan pegawai BLU. Dewan Pengawas. melaksanakan peningkatan. utang. Seksi Pembinaan Kinerja BLU III. kas. penurunan. (3) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. akuntansi. belanja. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola dana. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 931. piutang. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Pasal 933 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU terdiri dari: a. c. melaksanakan peningkatan. penyuluhan pengelolaan pendapatan. Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. Pasal 931 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. belanja. investasi. . kas. b.. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU menyelenggarakan fungsi: a. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. kas. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU.257 - (2) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. utang.

utang. pengelolaan kas. c. utang. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU III. II. investasi. akuntansi. kas. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. pendapatan. dan III masing-masing mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. Pasal 938 Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. b. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 936 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935. melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. melaksanakan monitoring dan evaluasi pendapatan dan belanja. pengelolaan kas. b. kinerja BLU. utang.. Pasal 935 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. akuntansi. Pasal 937 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU terdiri dari: a. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. investasi. akuntansi . belanja. Pasal 939 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. investasi.258 Pasal 934 Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. II. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. piutang. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. . investasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pendapatan. piutang. pengelolaan kas. kinerja BLU. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU II. piutang. piutang. c. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU.

pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan serta implementasi standar akuntansi pemerintahan. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. dan kewajiban pemerintah. b. penyusunan statistik keuangan negara. d. penyelenggaraaan akuntansi pusat. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. f. Subdirektorat Sistem Akuntansi. . i. h. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. c. pembinaan dan pemeliharaan bagan perkiraan standar. l. posisi aset. b.. pembinaan akuntansi kementerian/lembaga. penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat. Pasal 942 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. e. g. k. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi kementerian/lembaga. penyelenggaraan akuntansi pusat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyelenggaraan rekonsiliasi dan konsolidasi laporan keuangan instansi pemerintah. Pasal 941 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 940. serta penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisa laporan keuangan pemerintah. penyusunan dan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan.259 - Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 940 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan serta unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. j. posisi aset dan kewajiban pemerintah. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN.

Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. . Pasal 945 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintah terdiri dari: a. Pasal 946 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas memberikan dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan.. penyelenggaraan pemerintahan. f. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. d. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian dukungan teknis implementasi standar akuntansi pemerintahan. d. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. b. Pasal 943 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi standar akuntansi pemerintahan. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. d.260 c. e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 944 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan/atau penyuluhan standar akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. pembinaan Subbagian Tata Usaha Direktorat. c. c. b. Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Subdirektorat Akuntansi Pusat. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan. g. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan standar akuntansi pemerintahan. h. e.

perumusan.. pengkajian. c. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. Pasal 949 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari dari: a. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 950 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. Pasal 947 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengkajian. c. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. serta bagan perkiraan standar.261 (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. . dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan. perumusan. Pasal 948 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947. d. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. b. b. pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. (4) Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas menjalankan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan.

pemantauan penyajian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. b. dan pemutakhiran bagan perkiraan standar. Pasal 954 (1) Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. Pasal 951 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga. B dan C masing-masing mempunyai tugas menyusun. c. menyiapkan perumusan. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. (4) Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan mempunyai tugas mengkaji. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. d. . serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga. dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.. dan memantau laporan keuangan berkala kementerian/lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi B. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a.262 (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi C. b. Pasal 953 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri dari: a. mengevaluasi. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. c. Pasal 952 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951.

b. Pasal 955 Subdirektorat Akuntansi Pusat mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. Subdirektorat Akuntansi Pusat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 958 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca. Seksi Pembinaan Akuntansi Regional. Pasal 957 Subdirektorat Akuntansi Pusat terdiri dari: a. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. dan memantau laporan keuangan berkala bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Akuntansi Kas. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Seksi Akuntansi Umum. d. Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh kantor-kantor wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. c. d.. c. kas umum negara dan pos-pos khusus neraca. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN.263 - (2) Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas menyusun mengevaluasi dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. .

Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. d. Pasal 961 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. (4) Seksi Pembinaan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada kantor-kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penghimpunan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara. penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. antara lain: investasi. c. d. b. c. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas.. Pasal 962 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. b. Pasal 960 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. (3) Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu dari neraca. aset tetap. dan dana yang dikelola di luar mekanisme APBN. menyusun laporan keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pinjaman yang diberikan. Pasal 959 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala. .264 (2) Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga.

f.. g. . Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. e. Pasal 965 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri dari: a. Seksi Analisis Laporan Keuangan. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. menyusun laporan manajerial perbendaharaan. b. menyampaikan hasil berkepentingan. b. Pasal 964 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963. statistik keuangan d. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. h. c. mengolah data statistik keuangan pemerintah.. d. menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. Pasal 963 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. analisa laporan keuangan kepada pihak-pihak yang menyajikan informasi statistik keuangan pemerintah. mengumpulkan data yang diperlukan dalam penyusunan pemerintah.265 - (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. melakukan analisis terhadap laporan keuangan. Seksi Informasi dan Publikasi. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah.

perancangan. melakukan analisis. sosialisasi.. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas menyusun laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. distribusi data. standardisasi. sinkronisasi dan standardisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisa terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. pembinaan. . mengumpulkan dan mengolah data statistik. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas menyusun/menyajikan serta menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. pengembangan dan evaluasi sistem aplikasi komputer. Pasal 967 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta Pembinaan Profesi di bidang perbendaharaan. melaksanakan pengelolaan basis data. evaluasi. b. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dukungan Teknologi Informasi. bimbingan teknis Peraturan dan Proses Bisnis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan. penyusunan. pengkajian. Pasal 969 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. dan pemberian bimbingan teknis. c. harmonisasi.266 Pasal 966 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah. (2) Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 968 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.

e. komunikasi data dan pengelolaan basis data. f. inventarisasi dan perbendaharaan. pembinaan dan bimbingan teknis. kajian.. f. perangkat lunak. dokumentasi. pengelolaan basis data. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan. h. pemberian bimbingan teknis aplikasi. bimbingan teknis. penyusunan peraturan dan pedoman teknis di bidang sosialisasi dan penyuluhan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. g. i. sinkronisasi. sosialisasi. analisis. n. Pasal 970 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri dari: a. c. g. inventarisasi peraturan. k. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. pembinaan. Subdirektorat Pengembangan Profesi. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. d. . perangkat keras. pemberian dukungan teknis terkait dengan perangkat keras. monitoring dan evaluasi data. proses bisnis dan profesi perbendaharaan pada kementerian negara/lembaga dan kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan. m. j. pengembangan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. penelaahan permasalahan. pengamanan data. pemeliharaan. evaluasi. Pasal 971 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. Subbagian Tata Usaha. analisis keterkaitan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.267 d. b. l. distribusi data dan informasi di bidang perbendaharaan. perancangan. perangkat lunak dan komunikasi data di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan . e. pengkajian dan standardisasi profesi di bidang perbendaharaan.

penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. pembinaan dan bimbingan teknis. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b.. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. d. Pasal 973 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri dari: a. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. i. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. . h. I-B. j. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. e. sinkronisasi. d. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 974 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. k. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. evaluasi. b. sosialisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. f. penelaahan permasalahan. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. kajian. inventarisasi peraturan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.268 - Pasal 972 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971. c. g.

Pasal 976 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975. c. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. sinkronisasi. penelaahan permasalahan. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. sosialisasi. b. evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. pembinaan dan bimbingan teknis. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. II-B. Pasal 977 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri dari: a. c. b. inventarisasi peraturan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. . kajian. h. e. k. pembinaan dan bimbingan teknis. i. inventarisasi peraturan. evaluasi. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. sinkronisasi. Pasal 978 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. penelaahan permasalahan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A.. j. analisis keterkaitan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. kajian. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. g. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis.269 Pasal 975 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. d. f. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. sosialisasi. d.

monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Seksi Pengembangan Aplikasi D. b. h. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. g. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis dan perancangan sistem aplikasi. i. pendokumentasian. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. perancangan. c. B. pengembangan. perancangan. Seksi Pengembangan Aplikasi B.. dokumentasi. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengembangan. c. e. Seksi Pengembangan Aplikasi C. C. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. Pasal 981 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari: a. pemeliharaan. d. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. dukungan dan bimbingan teknis. b. Seksi Pengembangan Aplikasi A. f. d.270 - Pasal 979 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis. Pasal 982 Seksi Pengembangan Aplikasi A. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. Pasal 980 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. .

e. pengamanan. evaluasi. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. Seksi Komunikasi Data. b. d. monitoring. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. penghimpunan data sumber. j. pengelolaan layanan informasi. perangkat keras. pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. pengujian. monitoring. pengelolaan dan pengamanan basis data. i. h. evaluasi. pemberian bimbingan dan dukungan teknis. Seksi Pengelolaan Basis Data. dan pengembangan teknologi informasi. pengamanan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. dan perangkat lunak. Seksi Analisis Data. d. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. penyusunan standardisasi. f. b. Pasal 985 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri dari: a. pemberian dukungan teknis. dan perangkat lunak. penerapan. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan.271 - Pasal 983 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan perancangan dan standardisasi basis data. situs (website). g. c. dan distribusi data. . perangkat keras. c. e-mail. standardisasi. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. pengelolaan layanan informasi. pengkajian. pengelolaan basis data. penghimpunan data sumber. pelaksanaan distribusi data. perancangan dan standardisasi basis data. pengujian. web content dan internet..

pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. e. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. monitoring. implementasi. Pasal 988 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 987. pengamanan. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. pembinaan. g. c. e-mail. pemberian dukungan teknis. situs (website). sertifikasi. pengkajian. evaluasi. pembinaan. pelaksanaan penilaian akreditasi. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). serta pengelolaan. Pasal 987 Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai tugas melakukan perumusan pedoman.. sertifikasi. f. web content. diseminasi dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. perumusan pola akreditasi.272 Pasal 986 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. d. sosialisasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. evaluasi. pengelolaan kamus data (data dictionary). analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. pengelolaan kinerja basis data. Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai fungsi: a. pengujian. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. .

pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 992 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi.. (2) Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. b. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta melakukan uji coba proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. menyiapkan.273 - Pasal 989 Subdirektorat Pengembangan Profesi terdiri dari: a. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi. . Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. merumuskan pola akreditasi. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. (3) Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. mengembangkan. Pasal 990 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan peraturan perundangan dan pedoman terkait. merancang. Pasal 991 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan.

Pasal 995 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. e. penyiapan..274 Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. f. Pasal 994 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. c. g. dan pelaporan akuntabilitas kinerja direktorat. manajemen kas. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. b. pelaporan. penyusunan. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penerimaan. pengeluaran. perancangan. penyusunan. administrasi operasional. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat. dan pengembangan proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. perancangan. pengendalian. Subbagian Tata Usaha. d. c. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal. proses penerimaan. evaluasi. dan pengembangan kebijakan dan strategi pengelolaan perubahan. penyelarasan proses bisnis dengan teknologi informasi perbendaharaan. penyiapan. penyiapan. f. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. d. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. perancangan. . Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. manajemen pembayaran. Pasal 996 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. b. manajemen komitmen. perancangan. dan akuntansi. perumusan kebijakan dan strategi pengembangan proses bisnis serta teknologi informasi perbendaharaan. manajemen kas. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. dan pengembangan rencana strategi dan rencana kerja. monitoring. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. penyusunan. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B. b.275 b. manajemen kas. manajemen pembayaran. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. . manajemen kas. (4) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. dan akuntansi. proses penerimaan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 998 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. pelaporan. manajemen komitmen. d. manajemen pembayaran. pelaporan. d. c. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. e. manajemen kas. proses penerimaan. pengkajian dan penyempurnaan. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis manajemen komitmen dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen komitmen.. Pasal 997 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal terdiri dari: a. dan akuntansi. manajemen pembayaran. dan akuntansi. c. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses pelaporan dan akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A. manajemen komitmen. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses penerimaan dan manajemen kas dengan aplikasi teknologi informasi. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan. pelaporan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D. proses penerimaan. pengkajian dan penyempurnaan.

Utang. manajemen Barang Milik Negara. Utang. dan sistem bank sentral. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. manajemen Barang Milik Negara. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. . Pasal 1002 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. Utang. Pasal 1001 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri dari: a. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. d. sistem perbankan umum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A. c. manajemen investasi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C. dan sistem bank sentral. e.276 Pasal 999 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi.. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. manajemen investasi. sistem perbankan umum. manajemen investasi. sistem perbankan umum. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. dan sistem bank sentral. perancangan. manajemen Barang Milik Negara. Pasal 1000 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. manajemen Barang Milik Negara. pengkajian dan penyempurnaan. manajemen Barang Milik Negara. b. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. b. c. dan sistem bank sentral. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja dengan aplikasi teknologi informasi. Utang. Utang. manajemen investasi. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. manajemen investasi. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja.

evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. Pasal 1003 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pemberian dukungan teknis. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. f. penyusunan rekomendasi perbendaharaan. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. monitoring. pengembangan. pengujian. . d. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis Utang dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. penetapan landasan hukum teknologi informasi tugas melaksanakan pengembangan. Pasal 1006 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. c. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. pengamanan. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Pasal 1004 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003.. dan Pasal 1005 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri dari: a. b. perancangan. Seksi Transformasi Perangkat Keras. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. e. c.277 (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. b. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. pengkajian dan penyempurnaan.

pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. pengembangan. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. Pasal 1009 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri dari: a. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. d. pengamanan. b. pemberian dukungan teknis. pemberian dukungan teknis. pengembangan.. pengembangan.278 (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengujian. monitoring. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring. c. evaluasi. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 1007 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. perancangan. dan dokumentasi sistem aplikasi. pengujian. b. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengelolaan. . II. Pasal 1010 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. c. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007.

Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. Seksi Pengadaan. d. Pasal 1012 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1011. c. melakukan monitoring. d. c. b. Pasal 1013 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. Seksi Pelaksanaan Pendanaan. b. mempunyai tugas melaksanakan verifikasi dan (3) Seksi Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. Pengendalian. perumusan kebijakan strategi perubahan organisasi. Pengendalian. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. melakukan operasional transformasi. (2) Seksi Pelaksanaan Pendanaan penyelesaian tagihan. Pasal 1014 (1) Seksi Perencanaan. Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas SDM. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. melakukan monitoring dan evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas menyusun rencana strategik dan rencana kerja. penyusunan. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. perumusan. pengkajian. evaluasi. penyusunan. h.. perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. f. dan Pelaporan. perumusan. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. g. Seksi Perencanaan. . perumusan. e. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat.279 Pasal 1011 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan dan menyusun rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan.

Pasal 1015 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.280 (4) Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas mengkaji dan merumuskan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi dan penempatan serta pelatihan SDM. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. . Pasal 1017 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1016 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

e. dan lelang. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kekayaan negara. dan lelang. dan prosedur di bidang kekayaan negara. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain. penyusunan standardisasi. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1020 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri dari: a. dan lelang. c. . piutang negara. kriteria. piutang negara. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. dan lelang. Direktorat Piutang Negara. h. pedoman. norma. d. Direktorat Lelang. c. Direktorat Barang Milik Negara II. g. piutang negara.281 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1018 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. f. dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. e. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara. Direktorat Hukum dan Informasi. d. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. piutang negara.. Direktorat Barang Milik Negara I. piutang negara. Sekretariat Direktorat Jenderal. b.

pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. Bagian Perlengkapan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. kearsipan.. serta pembinaan dan pemberian dukungan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. kepegawaian. Pasal 1022 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1021. dan keuangan. e. c. Pasal 1024 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. b. Bagian Umum. pelaksanaan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. rencana strategik. koordinasi penyusunan rencana kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1023 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. b. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. e. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Bagian Kepegawaian. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. pelaksanaan tata usaha. . d. f.282 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1021 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. d. rencana strategik. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. rumah tangga. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal.

(2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. uraian jabatan. standar norma waktu. penyiapan bahan penataan organisasi. b.. Pasal 1026 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. . f. Pasal 1027 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. analisis jabatan. serta penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. e. c. tata naskah persuratan dinas. (3) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. g. Subbagian Organisasi. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. standar norma waktu dan standar beban kerja. penyusunan rumusan produk hasil kerja. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktur Jenderal. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat.283 Pasal 1025 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1024. analisa jabatan. penyusunan jabatan fungsional dan penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. d. Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. standar beban kerja Direktorat Jenderal. standardisasi teknis dan produk hasil kerja. penyiapan bahan tanggapan. c. b. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja.

kepangkatan. dan penghargaan pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. cuti. formasi. formasi. kesejahteraan pegawai. penyaringan pegawai dalam rangka ujian jabatan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin. pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian. penghargaan dan penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin pegawai serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. d. . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. c. kepangkatan. cuti. Subbagian Pengembangan Pegawai. dokumentasi. statistik. penggajian. b. statistik. b. dan mutasi kepegawaian lain-lain. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemindahan pegawai. ujian jabatan serta penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. Pasal 1029 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. dokumentasi. penggajian. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subbagian Umum Kepegawaian. penempatan..284 - Pasal 1028 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. mutasi kepegawaian. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. dan penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. c. Pasal 1031 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. penempatan. kesejahteraan pegawai. Pasal 1030 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. pemindahan pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan.

Pasal 1033 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032.285 Pasal 1032 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1034 Bagian Keuangan terdiri dari: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b.. Pasal 1035 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. Subbagian Gaji. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 1036 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. c. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. d. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. d. b. Subbagian Penyusunan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.

pemeliharaan sarana dan prasarana. perjalanan dinas. kepustakaan. pemeliharaan. pengamanan. pelaksanaan urusan surat-menyurat.286 - Pasal 1037 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. b. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai penyimpanan dan distribusi perlengkapan. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. serta penatausahaan. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Subbagian Pengadaan. dan penghapusan perlengkapan. . kearsipan. pemeliharaan. b.. pelaksanaan urusan inventarisasi. Pasal 1038 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. dan penghapusan perlengkapan. angkutan. pengetikan. ekspedisi. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. c. pelaksanaan urusan protokol. c. Pasal 1039 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. dan dokumentasi. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. rumah tangga. b. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Pasal 1040 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. c. tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. rapat pimpinan dan akomodasi. tamu. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. penggandaan. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor.

Subbagian Tata Usaha. standardisasi. evaluasi. penatausahaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengendalian. Pasal 1045 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. penghapusan. pemantauan. penatausahaan. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. Direktorat Barang Milik Negara I menyelenggarakan fungsi: a. b. ekspedisi. pengawasan. pengamanan. penggandaan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. kepustakaan. bimbingan teknis. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. serta penatausahaan. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor.287 - Pasal 1042 Bagian Umum terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kearsipan. dan dokumentasi. tamu. Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara I Pasal 1044 Direktorat Barang Milik Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. rapat pimpinan dan akomodasi. akuntansi. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. akuntansi. c. pengendalian. pengawasan. pengetikan. standardisasi. pemeliharaan sarana dan prasarana. pengamanan dan pemeliharaan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 1043 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. penyiapan rumusan kebijakan. angkutan. . pemindahtanganan. dan pelaksanaan kegiatan penggunaan. perjalanan dinas. pembinaan. penghapusan.. pemanfaatan. pemanfaatan. bimbingan teknis. pembinaan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pemindahtanganan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I.

penyusunan sistem dan prosedur. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. pemindahtanganan. akuntansi. Pasal 1047 Subdirektorat Barang Milik Negara IA. penyiapan bahan rumusan kebijakan. IB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. penatausahaan. c. pengawasan. penghapusan. pembinaan. pemindahtanganan. pemindahtanganan. dan IC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. penatausahaan. pemanfaatan. IB. bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis penggunaan. pembinaan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. e. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. akuntansi. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. akuntansi. Subdirektorat Barang Milik Negara ID. dan pengendalian barang milik negara. IB. pemanfaatan. e. c. penghapusan. dan evaluasi penggunaan. d. pemantauan. pelaksanaan penggunaan. pembinaan. dan IC menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. pengendalian. pembinaan. pengamanan dan pemeliharaan. pelaksanaan. f. pemanfaatan. Pasal 1046 Direktorat Barang Milik Negara I terdiri dari: a. pemantauan. IB.. pemanfaatan. Subbagian Tata Usaha. pembinaan. penghapusan. bimbingan teknis. pemanfaatan. b. koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. penghapusan. pengawasan. dan IC. Subdirektorat Barang Milik Negara IC. Subdirektorat Barang Milik Negara IB. . pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. standardisasi. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan.288 - b. pelaksanaan evaluasi penggunaan. penatausahaan. dan IC. Kelompok Jabatan Fungsional. f. pemindahtanganan. pemindahtanganan. d. penghapusan.

pemindahtanganan. penghapusan. pembinaan.. IB. pelaksanaan. penghimpunan. penyiapan bahan penggunaan. Seksi Barang Milik Negara IA-3. d. d. pemanfaatan. penghapusan. penyusunan sistem dan prosedur. dan pengendalian barang milik negara. pengamanan dan pemeliharaan. dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA-1. pemanfaatan. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. serta penghimpunan. penghapusan. Seksi Barang Milik Negara IA-1. pemindahtanganan. standardisasi. Seksi Barang Milik Negara IA-2. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. Seksi Barang Milik Negara IA-4. . b. dan IC. pembinaan. pemantauan. pemanfaatan. IB. c. pemindahtanganan. Pasal 1049 Subdirektorat Barang Milik Negara IA masing-masing terdiri dari: a. pengendalian. dan IC. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. Seksi Barang Milik Negara IB-2. IB. d. pengawasan. IB. IA-2. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. Pasal 1051 Subdirektorat Barang Milik Negara IB masing-masing terdiri dari: a. c. e. dan IC. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. dan IC.289 - b. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IB-4. dan evaluasi penggunaan. c. pemindahtanganan. bimbingan teknis. Seksi Barang Milik Negara IB-1. b. penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IA-4. IA-2. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. IA-3. pembinaan. Seksi Barang Milik Negara IB-3. pengawasan. Pasal 1050 Seksi Barang Milik Negara IA-1. penelaahan. IA-3. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan.

290 - Pasal 1052 Seksi Barang Milik Negara IB-1. Seksi Barang Milik Negara IC-4. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IB-1. pemindahtanganan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IC-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengendalian. pembinaan. IB-3. serta penghimpunan. pemantauan. pelaksanaan. penyusunan sistem dan prosedur. Seksi Barang Milik Negara IC-3. dan IC-4. pemanfaatan. koordinasi. penyusunan sistem dan prosedur. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. penghapusan.. IB-2. . dan evaluasi penggunaan. dan IB-4. pengawasan. pemantauan. IC-3. pemantauan. bimbingan teknis. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. c. pemindahtanganan. IB-2. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. pelaksanaan. IC-3. bimbingan teknis. dan penyusunan Daftar Barang Milik Negara. IC-2. pengamanan dan pemeliharaan. b. pengamanan dan pemeliharaan. dan evaluasi penggunaan. penghapusan. IB-3. Pasal 1054 Seksi Barang Milik Negara IC-1. IC-2. pemindahtanganan. pemanfaatan. pemanfaatan. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Seksi Barang Milik Negara IC-2. pengawasan. pelaksanaan. pengendalian. Pasal 1055 Subdirektorat Barang Milik Negara ID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Barang Milik Negara IC-1. standardisasi. pembinaan. serta penghimpunan. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. dan evaluasi penggunaan. Pasal 1053 Subdirektorat Barang Milik Negara IC masing-masing terdiri dari: a. dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. akuntansi. d. penghapusan. standardisasi. pembinaan. penyusunan sistem dan prosedur.

pengendalian. pengawasan. penatausahaan. pembinaan. ID-3. b. pemantauan. Pasal 1058 Seksi Barang Milik Negara ID-1. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. pengendalian. penatausahaan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. Seksi Barang Milik Negara ID-3. ID-2. bimbingan teknis. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. penghapusan. Subdirektorat Barang Milik Negara ID menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pemindahtanganan. b. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara ID-4. penatausahaan. pemindahtanganan.. penghapusan. ID-2. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. pengawasan. standardisasi. pemanfaatan. akuntansi. ID-3.291 Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. pemindahtanganan. penghapusan. penghimpunan. Seksi Barang Milik Negara ID-1. c. pembinaan. pengawasan. akuntansi. akuntansi. penyiapan bahan penggunaan. Seksi Barang Milik Negara ID-2. dan pengendalian barang milik negara. akuntansi. pemindahtanganan. penatausahaan. pembinaan. d. d. penghapusan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. pemanfaatan. dan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID-1. penyiapan bahan rumusan kebijakan. bimbingan teknis. pengawasan. dan ID-4. Pasal 1057 Subdirektorat Barang Milik Negara ID terdiri dari: a. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. pengamanan dan pemeliharaan. akuntansi. pembinaan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. penyusunan sistem dan prosedur. penghapusan. f. . pengendalian. pelaksanaan. e. penghimpunan. pemantauan. dan evaluasi penggunaan. pemindahtanganan. pembinaan. pemanfaatan. pemanfaatan.

pemanfaatan.. pengawasan. c. dan penyusunan daftar kekayaan negara yang dipisahkan.292 Pasal 1059 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis. penatausahaan. . pengamanan dan pemeliharaan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. dan pengendalian barang milik negara. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. pelaksanaan penggunaan. pengendalian. pemantauan. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. Direktorat Barang Milik Negara II menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. pembinaan. bimbingan teknis. standardisasi. penghapusan. pengendalian. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pemindahtanganan. pelaksanaan evaluasi penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. penghapusan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. pengawasan. penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. pemanfaatan. pembinaan. penghapusan. penyiapan rumusan kebijakan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. serta pengawasan. pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. d. Pasal 1061 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060. pemanfaatan. standardisasi. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. pembinaan. pemindahtanganan. penatausahaan. penatausahaan. penghapusan. pengawasan. pemanfaatan. penghapusan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara ID. pengawasan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. Bagian Kelima Direktorat Barang Milik Negara II Pasal 1060 Direktorat Barang Milik Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penatausahaan. penatausahaan. pengendalian. pemberian bimbingan teknis penggunaan. e. pemindahtanganan.

h. dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. Subdirektorat Barang Milik Negara IIC.. penyusunan sistem dan prosedur. bimbingan teknis. pelaksanaan kegiatan penggunaan. IIB. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. Pasal 1062 Direktorat Barang Milik Negara II terdiri dari: a. pengamanan dan pemeliharaan. II. penyusunan sistem dan prosedur. dan III. bimbingan teknis. Subdirektorat Barang Milik Negara IIB. pemindahtanganan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. IIB. Subdirektorat Barang Milik Negara IID. penatausahaan. dan IIC menyelenggarakan fungsi: a.293 - f. standardisasi. IIB. f. pelaksanaan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. standardisasi. bimbingan teknis. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. i. . d. proyek kekayaan negara yang dipisahkan. c. pemanfaatan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1063 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. Kelompok Jabatan Fungsional. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pemantauan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. dan IIC. pembinaan. penghapusan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I. pelaksanaan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. e. pengendalian. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pemanfaatan. g. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. b. penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. pengawasan. j. pengendalian. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. penghapusan. IIB dan IIC. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. pengawasan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. pembinaan.

pemindahtanganan. standardisasi. Pasal 1066 Seksi Barang Milik Negara IIA-1. dan IIA-4. pembinaan. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan.294 - b. dan pengendalian barang milik negara. Seksi Barang Milik Negara IIA-2. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. pengawasan. IIA-3. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IA. bimbingan teknis. Seksi Barang Milik Negara IIA-4. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. pembinaan. IIB. II. bimbingan teknis. penatausahaan. IB. pelaksanaan kegiatan penggunaan. sistem dan prosedur. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. pengendalian. penyusunan sistem dan prosedur. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. e. pemanfaatan. IIA-3. Pasal 1065 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA terdiri dari: a. standardisasi. dan III. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. penghapusan. penghapusan. IIA-2. g. dan III. penyiapan bahan rumusan kebijakan. dan IIC. IC. II. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup I. c. pengendalian. d. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. Seksi Barang Milik Negara IIA-1. f. penghapusan. dan ID. pemanfaatan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. pembinaan. II. d. pemanfaatan. pemindahtanganan. penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. dan III. pengamanan dan pemeliharaan. c.. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. penyiapan bahan penggunaan. pembinaan. dan IIC. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA-1. pemindahtanganan. pengawasan. . pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. IIA-2. Seksi Barang Milik Negara IIA-3. pemindahtanganan. pengawasan. IIB. IIB. b. penatausahaan. pengamanan dan pemeliharaan. dan IIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

dan IIB-4. IIIB. bimbingan teknis. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIC-1. pengamanan dan pemeliharaan. c. pengamanan dan pemeliharaan.. b. IIC-2. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. d. IIB-3. IIC. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. standardisasi. dan IIID. pelaksanaan kegiatan penggunaan. IIB-2. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIIA. IIC-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. dan IID. pemanfaatan. pembinaan. b. IIC-2. Seksi Barang Milik Negara IIB-3. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIB-1. IIB-2. Seksi Barang Milik Negara IIB-1. pemindahtanganan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIA. dan IIC-4. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. pengendalian. Pasal 1070 Seksi Barang Milik Negara IIC-1. standardisasi.295 Pasal 1067 Subdirektorat Barang Milik Negara IIB terdiri dari: a. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. Seksi Barang Milik Negara IIC-1. pengawasan. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 1068 Seksi Barang Milik Negara IIB-1. pelaksanaan kegiatan penggunaan. IIB-3. pemanfaatan. penghapusan. IIIC. Seksi Barang Milik Negara IIC-2. Seksi Barang Milik Negara IIC-3. Seksi Barang Milik Negara IIC-4. pengawasan. penyusunan sistem dan prosedur. Seksi Barang Milik Negara IIB-2. pemindahtanganan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. Seksi Barang Milik Negara IIB-4. IIB. c. penyusunan sistem dan prosedur. pengendalian. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Pasal 1069 Subdirektorat Barang Milik Negara IIC terdiri dari: a. IIC-3. pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. .

pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. c. pembinaan. penatausahaan. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara lingkup II dan kekayaan negara yang dipisahkan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup IV. pemanfaatan. bimbingan teknis. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemindahtanganan. pengawasan. standardisasi. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. penyiapan bahan evaluasi penggunaan.. pembinaan. sistem dan prosedur. bimbingan teknis. pengendalian. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. dan pengendalian barang milik negara. penatausahaan. pengawasan. penatausahaan. pembinaan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penghapusan. Pasal 1072 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1071. penyusunan sistem dan prosedur. pengendalian. penghapusan. pengawasan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IV. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. pemindahtanganan. penatausahaan. pemindahtanganan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pengawasan. b. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. g. pemantauan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. pemindahtanganan. Subdirektorat Barang Milik Negara IID menyelenggarakan fungsi: a. e. pengawasan. bimbingan teknis. standardisasi. standardisasi. penatausahaan. d. penghapusan. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. pengendalian. pemindahtanganan. pembinaan. penghapusan. penyiapan bahan penggunaan. pembinaan. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. pemanfaatan. penghapusan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. f. pemanfaatan. pemanfaatan. h. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pemanfaatan.296 Pasal 1071 Subdirektorat Barang Milik Negara IID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID.

bimbingan teknis. b. Pasal 1075 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Barang Milik Negara IID-4. analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan.297 - Pasal 1073 Subdirektorat Barang Milik Negara IID terdiri dari: a. Seksi Barang Milik Negara IID-3. pengendalian. pemanfaatan. pengawasan. dan IID-4. IID-2. IID-2. . evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. Seksi Barang Milik Negara IID-2. Pasal 1074 Seksi Barang Milik Negara IID-1. IVC.. pengamanan dan pemeliharaan. dan IVD. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID-1. evaluasi serta pelaksanaan kegiatan di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. d. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. standardisasi. pemindahtanganan. c. Seksi Barang Milik Negara IID-1. penatausahaan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IVA. standardisasi. IID-3. IVB. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IID. pembinaan dan pelaksanaan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IID-3. penyusunan sistem dan prosedur. pembinaan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. serta penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. Bagian Keenam Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1076 Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis.

barang milik negara eks kepabeanan. barang yang dirampas oleh negara. . sistem dan prosedur. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. c. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain.298 Pasal 1077 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. Pasal 1078 Direktorat Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri dari: a. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. b. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi: a. aset eks Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3). aset nasionalisasi atau eks asing/cina. barang yang dirampas oleh negara. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. perencanaan. barang yang dirampas oleh negara. standardisasi. hak atas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II. serta akuntansi aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. pengawasan. bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. air dan tata ruang angkasa. barang milik negara eks kepabeanan. penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. hak atas bumi. e. f. hak atas bumi. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. penyiapan rumusan kebijakan. aset eks UP3. b.. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. Subbagian Tata Usaha. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. d. air dan tata ruang angkasa. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. barang milik negara eks kepabeanan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. air dan tata ruang angkasa.

dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. aset eks UP3. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I.. barang yang dirampas oleh negara. penghimpunan. dan IV. pemantauan. II. II. III. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I.299 - Pasal 1079 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. III. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. penyusunan sistem dan prosedur. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain lingkup I. sistem dan prosedur. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. III. III. dan IV. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. pengawasan. II. II. standardisasi. penatausahaan dan penyusunan daftar. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. c. III. III. . bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. b. penyiapan bahan perencanaan. dan IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi. II. hak atas bumi. dan IV. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain sebagai akibat adanya ketentuan. b. d. barang milik negara eks kepabeanan. dan IV. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. penelaahan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. pemberian bimbingan teknis. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. II. c. d. pengawasan. dan IV. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. Pasal 1081 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri dari: a. II. perencanaan. III. dan IV. dan IV. air dan tata ruang angkasa. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan antara lain kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. III. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. penyiapan bahan rumusan kebijakan. II. e.

pengawasan. . IC. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. pengawasan. penatausahaan dan penyusunan daftar. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. IIIB. pemantauan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID.300 Pasal 1082 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. dan IIID. IIB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. penatausahaan dan penyusunan daftar. penyusunan sistem dan prosedur. perencanaan. perencanaan. d. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. pemberian bimbingan teknis. IB. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IA. b. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIIA.. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. b. IIIB. IB. dan IID. pemberian bimbingan teknis. IIIC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. Pasal 1085 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri dari: a. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. Pasal 1083 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri dari: a. penyusunan sistem dan prosedur. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIC. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. c. pemantauan. IIC. IIIC. dan ID. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIA. pemantauan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan. Pasal 1086 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. Pasal 1084 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. penyusunan sistem dan prosedur. d. perencanaan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. c. pemberian bimbingan teknis. penatausahaan dan penyusunan daftar.

pengawasan. IVB. Pasal 1088 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA. c. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVD. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVB. dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian kekayaan negara. standardisasi. IVB. dan IVD.. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. IVC. perumusan kebijakan teknis. (2) Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Kekayaan Negara Pasal 1090 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. analisis. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. pemantauan. supervisi. evaluasi dan rekomendasi. penatausahaan dan penyusunan daftar. IVC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA.301 - Pasal 1087 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV terdiri dari: a. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IVA. penyusunan sistem dan prosedur. b. pemberian bimbingan teknis. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 1089 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. perencanaan. Pasal 1091 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. standardisasi dan pembinaan perencanaan penilaian kekayaan negara. . bimbingan teknis. d.

. Sub Bagian Tata Usaha. c. penggalian potensi. evaluasi dan rekomendasi. e. g. d. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus. verifikasi. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian atas kekayaan negara berupa sumber daya alam energi. e. f. pemberian bimbingan teknis. analisis. penggalian potensi. mineral dan hayati. f. properti khusus komersial. Subdirektorat Penilaian Real Properti. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. penggalian potensi. b. restrukturisasi hutang. Pasal 1094 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1093. pemberian pertimbangan atas usul penilaian kekayaan negara dengan menggunakan jasa penilai eksternal. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam. sumber daya alam hayati. c. Kelompok Jabatan Fungsional. supervisi. real properti tanah dan bangunan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. keringanan hutang. Pasal 1092 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara terdiri dari: a. Subdirektorat Penilaian Usaha. atau penyelesaian piutang negara. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan penilaian kekayaan negara berupa sumber daya alam energi dan mineral. b. serta Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. e. supervisi. Pasal 1093 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. pemberian bahan pertimbangan atas usul penilaian untuk keperluan. c. pemantauan. pemberian bimbingan teknis terhadap penilai. standardisasi. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. mesin dan barang bergerak. pengolahan data dan informasi di bidang penilaian.302 b. pencairan. bimbingan teknis. d. perumusan kebijakan teknis. . d. properti khusus non komersial.

menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam hayati lingkup I dan II. pengolahan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. . penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. pengumpulan. Subdirektorat Penilaian Real Properti menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1099 Subdirektorat Penilaian Real Properti terdiri dari: a. e. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengevaluasian dan memberikan rekomendasi. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I. penggalian potensi. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. perumusan.. Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian real properti. penggalian potensi. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral II. perumusaan. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. b. penggalian potensi. pengumpulan. Pasal 1096 (1) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. analisis. c. b. analisis. b. evaluasi dan rekomendasi. d. pengevaluasian dan pemberian rekomendasi. Pasal 1098 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati II. c. Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan II. Pasal 1097 Subdirektorat Penilaian Real Properti mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. perumusan kebijakan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam energi dan mineral lingkup I dan II. (2) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I dan II mempunyai tugas melakukan perencanaan.303 Pasal 1095 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standardisasi. bimbingan teknis. d. supervisi. pengolahan.

analisis. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. penggalian potensi. analisis. evaluasi. pengumpulan. evaluasi dan rekomendasi. perumusan. . supervisi. (2) Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. d. evaluasi dan pemberian rekomendasi. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan teknis. c. Seksi Penilaian Properti Non Komersial I. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian tanah dan bangunan lingkup I dan II. Seksi Penilaian Properti Komersial II..304 c. Pasal 1101 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. Pasal 1100 (1) Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. e. Seksi Penilaian Properti Non Komersial II. bimbingan teknis. b. pengolahan. b. standardisasi. penelitian dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian properti khusus. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian mesin dan barang bergerak lingkup I dan II. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I. Pasal 1103 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus terdiri dari: a. Seksi Penilaian Properti Komersial I. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. pengolahan. c. Pasal 1102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. d. d. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perumusan. evaluasi dan pemberian rekomendasi. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. analisis. pengumpulan.

dan III. pengumpulan. analisis. pengolahan. II. c. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian usaha lingkup I. Pasal 1107 Subdirektorat Penilaian Usaha terdiri dari: a. supervisi. Pasal 1105 Subdirektorat Penilaian Usaha mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti non komersial lingkup I dan II. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. Seksi Penilaian Usaha I. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti komersial lingkup I dan II. perumusan. penggalian potensi.305 Pasal 1104 (1) Seksi Penilaian Properti Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. analisis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi dan pemberian rekomendasi. penggalian potensi. Pasal 1108 Seksi Penilaian Usaha I. penggalian potensi. standardisasi dan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengolahan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengolahan. Subdirektorat Penilaian Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. penyiapan rumusan kebijakan teknis. evaluasi dan pemberian rekomendasi. c. b. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. evaluasi dan pemberian rekomendasi. analisis. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. analisis. d. perumusan. penggalian potensi. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. perumusan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. (2) Seksi Penilaian Properti Non Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan.. b. evaluasi dan rekomendasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelitian serta pelaksanaan tugas di bidang penilaian usaha. Pasal 1106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. II. pengumpulan. Seksi Penilaian Usaha III. Seksi Penilaian Usaha II. . e.

pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) serta inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. Bagian Kedelapan Direktorat Piutang Negara Pasal 1110 Direktorat Piutang Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. termasuk pelaksanaan tugas PUPN. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Penilaian Usaha. Pasal 1111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1110. perpanjangan. f.. penelaahan usul penetapan. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. e. serta usul penghapusan piutang negara. perencanaan. d. c. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. . penyiapan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN.306 - Pasal 1109 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Piutang Negara menyelenggarakan fungsi: a. h. penyiapan perumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. b. standardisasi. bimbingan teknis. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI. g. penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. penyusunan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat.

Seksi Piutang Negara IB. b. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI. e. b. Pasal 1113 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. perencanaan. bimbingan teknis. Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Piutang Negara II. c. perpanjangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Piutang Negara III.307 Pasal 1112 Direktorat Piutang Negara terdiri dari: a. serta usul penghapusan piutang negara. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. Seksi Piutang Negara IA. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD. Pasal 1115 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri dari: a.. Pasal 1114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1113. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. . e. c. b. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. c. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. d. Subdirektorat Piutang Negara I. Seksi Piutang Negara IC. d.

pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. Pasal 1118 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117. IB. serta usul penghapusan piutang negara lingkup I. e. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. penataan dan pengamanan. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup I. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. bimbingan teknis. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. Seksi Piutang Negara IIC. pendataan. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup I. b. Seksi Piutang Negara IIA. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup I. perpanjangan. . Pasal 1119 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri dari: a. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. penghapusan piutang negara. c. IB. dan menyelenggarakan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. c. d. pengolahan dan pengelolaan barang jaminan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/D lingkup IA. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. serta melaksanakan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.308 Pasal 1116 Seksi Piutang Negara IA.. f. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. bimbingan teknis. perencanaan. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup I. b. dan IC. Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1117 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Seksi Piutang Negara IIB. g.

309 Pasal 1120 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. penataan dan pengamanan. perpanjangan. penghapusan piutang negara. Subdirektorat Piutang Negara III menyelenggarakan fungsi: a. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup II. pengolahan. perencanaan. penataan dan pengamanan. penghapusan piutang negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IC. Pasal 1121 Subdirektorat Piutang Negara III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup II. pendataan. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. serta melaksanakan inventarisasi Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang.. (2) . memberikan bahan pertimbangan atas usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. bimbingan teknis. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup II. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. pendataan. b. bimbingan teknis. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. bimbingan teknis. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. c. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Pasal 1122 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IA dan IB. pengolahan.

f.. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Piutang Negara I. serta usul penghapusan piutang negara lingkup II. dan IIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. penataan dan pengamanan. bimbingan teknis. Seksi Piutang Negara IIIC.310 e. evaluasi. Bagian Kesembilan Direktorat Lelang Pasal 1126 Direktorat Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. pemeriksaan. Seksi Piutang Negara IIIB. Pasal 1125 (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penghapusan piutang negara. IIIB. Seksi Piutang Negara IIIA. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1124 Seksi Piutang Negara IIIA. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. serta pelaksanaan pembinaan perencanaan lelang. pengawasan. b. Pasal 1123 Subdirektorat Piutang Negara III terdiri dari: a. dan pembinaan kinerja di bidang lelang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. IIB. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. . penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga lingkup IIA. pengolahan. pendataan. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang.

evaluasi. evaluasi. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan lelang. f. penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. penyiapan pengangkatan dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi.. c. e. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. dan pengembangan lelang lingkup I dan II. bimbingan teknis. b. pemantauan. Subbagian Tata Usaha. standardisasi. pemeriksaan. analisis. pembinaan. Pasal 1128 Direktorat Lelang terdiri dari : a. e. d. penyiapan perumusan kebijakan teknis. pelaksanaan. pelaksanaan verifikasi risalah lelang. pemantauan. b. penyiapan pemberian izin operasional. pengawasan. dan pengawasan serta pembinaan Pejabat Lelang. b. d. penghargaan dan sanksi serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bina Lelang II. standardisasi. bimbingan teknis.311 Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1126. pembinaan perencanaan lelang. c. Pasal 1129 Subdirektorat Bina Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. penggalian potensi dan pengembangan di bidang lelang. . Subdirektorat Bina Lelang I. dan pembinaan kinerja Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. Pasal 1130 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129. pemantauan. laporan. analisis. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. analisis. dan pembukuan hasil lelang. penyiapan perumusan kebijakan teknis.

pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. bimbingan teknis. dan IC. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. Pasal 1131 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri dari: a. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. b. pemantauan. h. Pasal 1133 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri dari: a. i. Seksi Bina Lelang IIB. IB. IB. e. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. g. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. f. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. Seksi Bina Lelang IIA. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. Seksi Bina Lelang IA. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA.312 c. verifikasi risalah lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. Pasal 1132 Seksi Bina Lelang IA. Seksi Bina Lelang IC. penyelenggaraan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. . pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang.. Seksi Bina Lelang IIC. Seksi Bina Lelang IB. b. c. c. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang.

pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. j. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. IIB. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. pengawasan. i. bimbingan teknis.313 - Pasal 1134 Seksi Bina Lelang IIA. IIB. e. pemeriksaan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. f. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. pembinaan. ujian profesi Pejabat Lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pemantauan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. analisis. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. . dan pemberian penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. h. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. c. penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. dan pemberhentian Pejabat Lelang. d. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. dan IIC. pengangkatan. g. verifikasi risalah lelang. b. pemantauan. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. Pasal 1135 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.. Pasal 1136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135.

standardisasi. Pasal 1137 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri dari : a. Pasal 1139 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta pencabutan izin operasional lelang. pengumpulan. pengawasan. standardisasi. pengolahan. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh . dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. analisis. ujian profesi. pemberian penghargaan dan sanksi. perencanaan dan pengembangan lelang. c. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. pemantauan. penyajian informasi.314 k. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 1138 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. Seksi Bina Profesi Lelang I. petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pengawasan dan pembinaan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan.. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. bimbingan teknis. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pengawasan dan pembinaan. pemberian penghargaan dan sanksi. Seksi Bina Jasa Lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. Seksi Bina Profesi Lelang II. pengangkatan. l. pengolahan. pengumpulan. (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. b.

pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan pengelolaan basis data. b. Bagian Kesepuluh Direktorat Hukum dan Informasi Pasal 1140 Direktorat Hukum dan Informasi mempunyai tugas melakukan persiapan bahan dan rumusan peraturan perundangan berikut petunjuk pelaksanaan peraturan perundangan. pengurusan piutang negara. i. Pasal 1141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140. penilaian. pengharmonisasian dan penyusunan peraturan perundangan dan petunjuk teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara. h. penilaian. pelayanan informasi dan pengelolaan pusat informasi di bidang kekayaan negara. pemberian bantuan hukum penanganan dan penyiapan. piutang negara dan lelang. . penilaian. penilaian. dan pelaksanaan lelang. penilaian. Direktorat Hukum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. pengurusan piutang negara. m. piutang negara dan lelang. penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. f.315 Subdirektorat Bina Lelang I. penilaian. penilaian. e. pelaksanaan pembinaan jabatan pranata komputer. j. c. penilaian. penilaian. pelaksanaan operasi komputer. dan pelaksanaan lelang. pengurusan piutang negara. dan pelaksanaan lelang. pelaksanaan pengolahan data di bidang kekayaan negara. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara. dan pelaksanaan lelang. penyusunan manual sistem dan dokumentasi program aplikasi di bidang kekayaan negara. penilaian. dan pelaksanaan lelang. pengurusan piutang negara. piutang negara dan lelang. pengelolaan dokumen hukum. l. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara.. pelaksanaan pelayanan kepada pengguna. penilaian. pembinaan dan pengembangan sistem informasi dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. pemberian dukungan teknis. g. pengurusan piutang negara dan pelaksanaan lelang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. piutang negara dan lelang. d. penilaian. pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. k. pengurusan piutang negara. pemberian bimbingan teknis sistem informasi di bidang kekayaan negara. dan pelaksanaan lelang.

Subdirektorat Sistem Aplikasi. . Pasal 1142 Direktorat Hukum dan Informasi terdiri dari: a. pengurusan piutang negara. g. penilaian. b. b. dan pelaksanaan lelang. penilaian. dan lelang. e. pengurusan piutang negara. f. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1143 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. pengurusan piutang negara dan lelang. penilaian. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Peraturan Perundangan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. penilaian. pengelolaan dokumen hukum. penilaian. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. e. d. Subdirektorat Bantuan Hukum. f. piutang negara. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penilaian. dan lelang. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara dan lelang. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. c.. Subdirektorat Dukungan Teknis. Subbagian Tata Usaha.316 n. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. dan lelang. c. g. pengurusan piutang negara dan lelang. penilaian. d. piutang negara. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara.

Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara. (3) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang lelang. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Pasal 1146 (1) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. b. penyajian peraturan perundangan di bidang piutang negara. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. (2) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan.. . c. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. (4) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan.317 - Pasal 1145 Subdirektorat Peraturan Perundangan terdiri dari: a. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. d. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. pelaksanaan klasifikasi peraturan. penyajian peraturan perundangan di bidang Barang Milik Negara.

dan pelaksanaan lelang. Pasal 1149 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. piutang negara dan lelang. Seksi Bantuan Hukum III. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengolahan data. penilaian. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. pertimbangan. serta . b. dan IV. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. III. II. II. c. b. penilaian. Pasal 1151 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. Seksi Bantuan Hukum IV. penilaian. Seksi Bantuan Hukum I. piutang negara dan lelang. c. Pasal 1150 Seksi Bantuan Hukum I. III. penelaahan kasus hukum.318 - Pasal 1147 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. piutang negara dan lelang. pengujian pengoperasian sistem aplikasi. piutang negara dan lelang lingkup I.. d. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi. evaluasi implementasi sistem aplikasi. penyediaan layanan informasi. penilaian. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. Seksi Bantuan Hukum II. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. d. Pasal 1148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1147. penilaian. pengurusan piutang negara. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara.

e. d. memberikan pembinaan dan bimbingan di bidang pengolahan data serta melakukan pengelolaan portal. pemantauan dan pengawasan kualitas data informasi di bidang kekayaan negara. Pasal 1154 (1) Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional.319 pengelolaan intranet dan internet Direktorat Jenderal. piutang negara dan lelang. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi berdasarkan standar prosedur operasional. Pasal 1153 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi terdiri dari: a. (2) Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengujian operasionalisasi sistem aplikasi. piutang negara. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi informasi di bidang kekayaan negara. c. penilaian. penilaian. (3) Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. . dan lelang. pemantauan dan pengawasan kualitas data. Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi. f. penilaian. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. evaluasi implementasi sistem aplikasi. c. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151.. pengelolaan portal. piutang negara. pelaksanaan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi. dan lelang. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. b. g. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengelolaan data. pelaksanaan pengujian pengoperasian sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. evaluasi implementasi sistem aplikasi. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. penilaian. b. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. h. i.

dan penyusunan elemen data warehouse. Pasal 1157 Subdirektorat Sistem Aplikasi terdiri dari: a. pemutakhiran. piutang negara. b. sistem informasi dan pelaporan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi. b. pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. g. d.. e. kesekretariatan. serta pengembangan sistem informasi dan pelaporan di bidang kekayaan negara. pengembangan dan pembuatan sistem aplikasi. c. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. dan pendukung lain-lain. kesekretariatan. program aplikasi. pemutakhiran dan pemeliharaan sistem aplikasi transaksi dan produk cetakan. penyiapan bahan penyusunan. Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi. . f. c. lelang. penilaian. (2) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengintegrasian modulmodul aplikasi. dokumentasi sistem aplikasi dan sistem informasi. lelang. Pasal 1156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. penyusunan desain sistem aplikasi. dan pendukung lainnya. pengembangan dan pengintegrasian sistem aplikasi. pengurusan piutang negara. pengembangan dan pengintegrasian model-model sistem aplikasi. pemutakhiran. penilaian. Subdirektorat Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. penyusunan standardisasi kodifikasi dan elemen data. Pasal 1158 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan. sistem informasi. pengembangan. penyusunan dokumentasi.320 - Pasal 1155 Subdirektorat Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan dan dokumentasi pembuatan dan pengembangan sistem aplikasi. Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. pengembangan. penyusunan standar pertukaran data antar modul. penyusunan pedoman pembuatan sistem aplikasi.

pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. b. Pasal 1161 Subdirektorat Dukungan Teknis terdiri dari: a. Pasal 1159 Subdirektorat Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyusunan standardisasi serta memberikan dukungan teknis perencanaan kebutuhan dan penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras komputer. Pasal 1160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. b. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. Pasal 1162 (1) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. pemantauan keamanan sistem dan jaringan serta melaksanakan operasionalisasi komputer.321 - (3) Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan penyusunan standardisasi elemen data. kesekretariatan. c.. bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi di bidang kekayaan negara. perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional. perencanaan dan pengembangan serta pengelolaan dan pengendalian basis data serta layanan dan bimbingan operasional komputer. pengelolaan basis data serta sistem operasi komputer. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta melaksanakan operasionalisasi komputer. dan pendukung lainnya. Subdirektorat Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. lelang. c. pembuatan kamus data. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta operasional komputer. penilaian. . piutang negara. Seksi Pengelolaan Jaringan. dan bimbingan di bidang operasional komputer. penyusunan dokumentasi dan pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 1165 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Dukungan Teknis. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1164 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. .322 - (3) Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan. pengelolaan dan pengendalian basis data serta memberikan dan menyediakan layanan dan bimbingan operasional komputer.

c. d. e. b.. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1168 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri dari: a. Pasal 1167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1166. norma. penyusunan standar.323 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1166 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pedoman. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. . dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. e. dan prosedur di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. d. b. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Direktorat Dana Perimbangan.

g. b. Pasal 1171 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. kepegawaian. d. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. c. Pasal 1172 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. pelaksanaan tata usaha. f. kearsipan. e. fasilitasi penyusunan peraturan. penelaahan dan evaluasi jabatan. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. d.324 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1169 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. pengembangan kinerja. dan perpustakaan Direktorat Jenderal.. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. dokumentasi. Bagian Umum. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. rencana anggaran. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. rencana kerja. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi penyusunan rencana kerja. e. b. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. rencana strategik. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi. Pasal 1170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. c. .

Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal. d. c. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. dan rencana anggaran. b. dan laporan pelaksanaan tugas. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. . d. Subbagian Tata Laksana.. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal.325 Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. Pasal 1175 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan laporan akuntabilitas. b. c. Subbagian Pelaporan. g. Subbagian Organisasi. Pasal 1174 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. f. rencana strategik. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. e. Subbagian Perencanaan. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik.

dan mutasi kepegawaian lainnya. kepangkatan. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. pemberhentian. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. d. dan kesejahteraan pegawai. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. statistik dan kesejahteraan pegawai. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. dokumentasi. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. Subbagian Pengembangan Pegawai. b.326 Pasal 1176 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1178 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. pemberhentian. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. b. pelaksanaan urusan pengangkatan. kepangkatan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. statistik. c. c. Pasal 1180 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pemensiunan pegawai. Subbagian Mutasi. Pasal 1179 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan.. . Subbagian Umum Kepegawaian. dokumentasi. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176.

keprotokolan. Pasal 1185 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. c. Pasal 1183 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. dan penggandaan. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. kepustakaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. c. Subbagian Perbendaharaan. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. b. rumah tangga. ekspedisi. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. dokumentasi. . kearsipan. kearsipan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1184 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. b. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 1182 Bagian Keuangan terdiri dari: a. pelaksanaan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan rumah tangga.327 Pasal 1181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1180. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kepustakaan. dokumentasi. b. perlengkapan. dan gaji.. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

b. dana alokasi khusus. standardisasi. Subbagian Protokol. penghapusan perlengkapan. koordinasi serta fasilitasi hukum. Pasal 1186 Bagian Umum terdiri dari: a. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. koordinasi dan rekonsiliasi serta fasilitasi perumusan dan perhitungan dana bagi hasil. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1188 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. kearsipan. dan pelaksanaan di bidang Transfer ke Daerah.. dan penggandaan. ekspedisi. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. koordinasi dan fasilitasi. pendistribusian. b. d. Subbagian Tata Usaha. c. Subbagian Rumah Tangga. d. perhitungan alokasi. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dana alokasi umum. kepustakaan. Pasal 1189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. . bimbingan teknis. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan perlengkapan. dokumentasi. pengangkutan pegawai.328 c. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil. dan urusan perjalanan dinas. pemeliharaan. dana alokasi khusus. penyimpanan. Pasal 1187 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dana alokasi umum. melakukan urusan pengadaan. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a.

Subdirektorat Dana Alokasi Umum. dana alokasi umum. pelaksanaan transfer dana bagi hasil. koordinasi. dana alokasi khusus. Pasal 1191 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. standardisasi. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. f. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil. dan rekonsiliasi. i. g.. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. c. b. dana alokasi khusus. b.329 c. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. pelaksanaan tata usaha direktorat. penyusunan laporan realisasi transfer dana bagi hasil. h. dana alokasi khusus. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. dana alokasi khusus. Subbagian Tata Usaha. e. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dana alokasi umum. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. Pasal 1192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil. dana alokasi umum. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. e. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. pengalokasian dana bagi hasil. Kelompok Jabatan Fungsional. dana alokasi khusus. g. f. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dana alokasi umum. dana alokasi khusus. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dana alokasi umum. . penyusunan dokumen pelaksanaan transfer dana bagi hasil. dana alokasi umum. h. Pasal 1190 Direktorat Dana Perimbangan terdiri dari: a. d. d.

pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. f. d. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. b. f. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. b. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. perhitungan. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.. e. koordinasi. Pasal 1193 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri dari: a. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. koordinasi. Pasal 1196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. d. dan rekonsiliasi. e. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. penetapan alokasi. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi.330 c. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. c. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. c. Pasal 1195 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. II. dan fasilitasi. Pasal 1194 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. .

b. dan dana penyesuaian. d. Pasal 1198 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengalokasian dana alokasi umum. dana otonomi khusus. Seksi Dana Alokasi Umum I. Seksi Dana Alokasi Umum IV. dana otonomi khusus.331 Pasal 1197 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri dari: a. Pasal 1201 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri dari: a. III. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. c. dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian. dan fasilitasi. Seksi Dana Alokasi Umum III. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi. c. d. b. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. e. standardisasi. . Pasal 1200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. perhitungan alokasi. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. perhitungan. dana otonomi khusus. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penetapan alokasi. Seksi Dana Alokasi Umum II. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. Pasal 1199 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian. dana otonomi khusus.. c. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. dana otonomi khusus. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. d. II.

dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Pasal 1205 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri dari: a. perhitungan alokasi. perhitungan alokasi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. b. d. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. b. Seksi Dana Alokasi Khusus I. Nusa Tenggara. c. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. d. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. Seksi Dana Alokasi Khusus III. c. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. e. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Pasal 1204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. standardisasi. Pasal 1203 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. perhitungan alokasi. Maluku. (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Dana Alokasi Khusus II. perhitungan alokasi.. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian.332 Pasal 1202 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. .

e. d. koordinasi fasilitasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). SPP. . dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. b. standardisasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. c. SPP. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. perhitungan alokasi. Surat Perintah Membayar (SPM). standardisasi. perhitungan alokasi. SPM. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. standardisasi. perhitungan alokasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. perhitungan alokasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPM. bimbingan teknis. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. Pasal 1207 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.333 - Pasal 1206 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan/konfirmasi atas transfer. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. standardisasi.. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. SPM. standardisasi. SPP. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pasal 1208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207.

SPP. SPP. koordinasi fasilitasi. d. SPM. standardisasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. Pasal 1213 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. SPM. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. e. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA.334 Pasal 1209 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri dari: a. SPM. Pasal 1211 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. c. koordinasi fasilitasi. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPM. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. c. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPP. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. c. khususnya DAU dan DAK. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. Pasal 1212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1211. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pemantauan/konfirmasi atas transfer. b. standardisasi. bimbingan teknis. SPP. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Pasal 1210 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. pemantauan/konfirmasi atas transfer. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. . pemantauan/konfirmasi atas transfer.. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. IB. b. bimbingan teknis.

pemantauan. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan perumusan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. . Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1216 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. analisis. e. IIB. bimbingan teknis.. perumusan kebijakan dan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah.335 - Pasal 1214 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. standardisasi. khususnya DBH. bimbingan teknis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. d. perumusan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. b. pelaksanaan tata usaha direktorat. perumusan rekomendasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. koordinasi fasilitasi. Pasal 1218 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. b. c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1215 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II.

b. analisis. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. d. IB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC.336 c. . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. pemantauan. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. Pasal 1220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. analisis. d. Pasal 1222 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Subbagian Tata Usaha. d. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. g. IC. bimbingan teknis. pemantauan. f. c. b. Pasal 1221 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri dari: a. e. pemantauan. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. Pasal 1219 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi.. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. c.

pemantauan. dan Nusa Tenggara. Bali. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. d. analisis. pemantauan. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Bali. pemantauan. pemantauan. b.337 Pasal 1223 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. b. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. IIB. dan Nusa Tenggara. analisis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. Bali. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 1226 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. Pasal 1227 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. c. IIC. bimbingan teknis. d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. analisis. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC.. c. . analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Pasal 1224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan Nusa Tenggara. Bali. Bali. bimbingan teknis. Pasal 1225 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri dari: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA.

pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. Pasal 1229 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri dari: a. d. b. analisis. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. . b. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pemantauan. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. b. IIIB. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis.338 Pasal 1228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Pasal 1231 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. d. bimbingan teknis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. c. IIIC. c.. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1230 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua.

Pasal 1233 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. bimbingan teknis. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. . dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. f. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. koordinasi. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. pemantauan. b. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. Pasal 1236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. d. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. standardisasi.339 c. e. Pasal 1235 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi.. IVC. pelaksanaan penyusunan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. b. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. IVB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. Pasal 1234 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. d. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. d. c.

pelaksanaan bimbingan teknis. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. bimbingan teknis. standardisasi. pemantauan. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1240 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyusunan standardisasi. c. penyusunan standardisasi. b. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pelaksanaan bimbingan teknis. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. Pasal 1238 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. analisis dan evaluasi retribusi daerah. . standardisasi.340 Pasal 1237 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1239 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.. pemantauan. Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. penyiapan perumusan kebijakan. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. analisis dan evaluasi pajak daerah.

penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. Subbagian Tata Usaha. b. pelaksanaan tata usaha direktorat. Subdirektorat Hibah Daerah. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pengembangan ekonomi. c. Pasal 1244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1243. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. e. Subdirektorat Pinjaman Daerah. obligasi daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri.. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. f. f. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan dan penguatan kapasitas daerah. penerusan pinjaman luar negeri. c. g. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. bimbingan teknis. standardisasi. Pasal 1243 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. dan dana darurat.341 b. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. obligasi daerah. pelaksanaan kebijakan Obligasi Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. pemantauan. c. Pasal 1242 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri dari: a. hibah kepada pemerintah daerah. . dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan penguatan kapasitas daerah. d. pelaksanaan bimbingan teknis. e. pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan penerusan pinjaman luar negeri. b. perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembiayaan penataan.

bimbingan teknis. standardisasi. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. Seksi Pinjaman Daerah I. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. penerusan pinjaman luar negeri. dan analisis. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. Pasal 1245 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. penerusan pinjaman luar negeri. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. . dan Papua. Maluku. standardisasi. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Seksi Pinjaman Daerah IV. Pasal 1246 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. dan penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. bimbingan teknis.342 d. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. pemantauan. Nusa Tenggara. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pinjaman Daerah III. d. dan analisis.. bimbingan teknis. Seksi Pinjaman Daerah II. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. bimbingan teknis. obligasi daerah. pemantauan. dan analisis. pemantauan. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan analisis. penerusan pinjaman luar negeri. e.

Seksi Hibah Daerah IV. pemantauan. . b. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. standardisasi. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. bimbingan teknis. c. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah I.343 Pasal 1247 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. c. bimbingan teknis. d. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. standardisasi. pemantauan. d. Pasal 1250 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Hibah Daerah III. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. pemantauan. Pasal 1249 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri dari: a. e. Pasal 1248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1247.. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. standardisasi. bimbingan teknis. Seksi Hibah Daerah II. b.

Pasal 1253 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri dari: a. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. Pasal 1254 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. . b. standardisasi. pemantauan. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. dan Papua. pemantauan. d. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. bimbingan teknis. c. Pasal 1251 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. b. bimbingan teknis.344 (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. bimbingan teknis. standardisasi. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II.. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. pemantauan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Maluku. pemantauan. c. standardisasi. Pasal 1252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1251. d. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Nusa Tenggara.

BLUD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah.. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. BLUD. bimbingan teknis. pemantauan. Maluku. Nusa Tenggara. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. bimbingan teknis. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah.345 - (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan PMP kepada daerah. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan PMP kepada daerah. dan PMP kepada daerah. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. standardisasi. pemantauan. . d. BLUD. dan Papua. standardisasi. bimbingan teknis. Pasal 1255 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. standardisasi. dan PMP kepada daerah. pemantauan. Pasal 1256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1255. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. bimbingan teknis. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. BLUD. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. c. pemantauan. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

b. bimbingan teknis. Pasal 1260 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1259 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. standardisasi. Pasal 1258 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. Seksi Investasi Daerah I. (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). dan dana darurat. standardisasi. b. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Seksi Investasi Daerah II. pemantauan. bimbingan teknis. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).. pemantauan. c.346 Pasal 1257 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri dari: a. investasi daerah. bimbingan teknis. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. pemantauan. d. standardisasi. pemantauan. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). . (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. standardisasi. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. hibah daerah. bimbingan teknis.

Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. hibah daerah. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Pasal 1263 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. hibah daerah. dana darurat. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. pembukuan. c. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. Pasal 1262 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. investasi daerah. hibah daerah. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah.. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. investasi daerah.347 c. Nusa Tenggara. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku. dan pelaporan pinjaman daerah. b. . Pasal 1261 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri dari: a. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. dan Papua. investasi daerah.

Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. d. Subbagian Tata Usaha. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. pelaksanaan tata usaha direktorat. b. pengembangan sistem dan pelayanan informasi keuangan daerah. f. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. c. pengembangan sistem dan pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. standardisasi. e. c. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. e. Kelompok Jabatan Fungsional. g. f. h. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. Pasal 1266 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri dari: a..348 Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1264 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. d. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. b. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. g. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah serta dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. . Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a.

serta perekonomian daerah. serta perekonomian daerah.349 Pasal 1267 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. pembiayaan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. pembiayaan daerah. Pasal 1270 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. b. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah.. belanja daerah. c. bimbingan teknis. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. c. dan defisit anggaran daerah. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. Pasal 1269 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri dari: a. dan defisit anggaran daerah. dan defisit anggaran daerah. belanja daerah. pembiayaan daerah. belanja daerah. d. standardisasi. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. standardisasi. standardisasi. serta perekonomian daerah.

Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. Pasal 1274 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. Pasal 1271 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. . penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III d.. standardisasi. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b.350 (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. standardisasi. d. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi wilayah Sumatera. c. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1272 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1271. Pasal 1273 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri dari: a. c. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi Jawa.

. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. verifikasi dan analisis laporan keuangan. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1275 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. b. d. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. dan Catatan atas Laporan Keuangan. dan Papua. dan Sulawesi. Pasal 1276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. . Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Realisasi Anggaran. d. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi wilayah Bali. b. Neraca. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. c. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Kalimantan. standardisasi. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. c. Pasal 1278 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Pasal 1277 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. standardisasi.351 - (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara.

(4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. c. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah.352 - (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Laporan Realisasi Anggaran. c. Seksi Data Keuangan Daerah II. b. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Bali. dan Nusa Tenggara. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. Seksi Data Keuangan Daerah I. Neraca. pemantauan. bimbingan teknis. Pasal 1279 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. pengolahan data keuangan daerah. Pasal 1280 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1279. verifikasi dan analisis laporan keuangan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi.. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Data Keuangan Daerah III. Pasal 1281 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri dari: a. b. . dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. d. Seksi Data Keuangan Daerah IV. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah.

Pasal 1283 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. bimbingan teknis. standardisasi.353 Pasal 1282 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. d. b. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. Maluku. pemantauan. dan pemeliharaan basis data. perencanaan. c. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pembangunan. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pengembangan. standardisasi. dan evaluasi. e. dan evaluasi. Nusa Tenggara. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. Seksi Dukungan Teknis. standardisasi. pemantauan. bimbingan teknis. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. pemantauan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera.. c. standardisasi. pemantauan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. dan Papua. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. d. bimbingan teknis. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Seksi Pengelolaan Basis Data. Pasal 1285 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri dari: a. dan evaluasi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. pengumpulan dan pengelolaan. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. Pasal 1284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1283. . b. dan evaluasi.

dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. . dan peningkatan kualitas software. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 1287 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1288 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.354 Pasal 1286 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. pembangunan. dan penyusunan standar aplikasi dan program. pengembangan. pengembangan. pengelolaan. infrastruktur hardware. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.. pembangunan. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. pemeliharaan. dan jaringan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. pemeliharaan. Pasal 1289 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. pengumpulan. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. pembangunan. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. dan pengelolaan. pengelolaan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

b. penyusunan standar. d. dan prosedur di bidang pengelolaan utang dan hibah. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Akuntansi. . Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. c. pedoman. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang dan hibah. d. Direktorat Surat Utang Negara. Direktorat Pembiayaan Syariah. Direktorat Evaluasi. Pasal 1291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1290. f. Sekretariat Direktorat Jenderal. kriteria. perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang pengelolaan utang dan hibah. c. e. norma. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.355 BAB X DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1290 Tugas pokok Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang adalah menyelenggarakan sebagian tugas pokok Departemen di bidang pengelolaan utang dan hibah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang dan hibah. dan Setelmen. Direktorat Starategi dan Portofolio Utang. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1292 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. e. Direktorat Pinjaman dan Hibah..

b. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. f. penyelenggaraan pengelolaan urusan kepegawaian. e. kearsipan. dokumentasi. Bagian Kepegawaian. dan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal.. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. Pasal 1295 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. keuangan. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. d. c. b.356 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1293 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. . Pasal 1296 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. kepustakaan. Bagian Dukungan Teknis. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Pasal 1294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. d. rumah tangga. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. Bagian Umum.

penyusunan prosedur dan metoda kerja. pemantauan prestasi kinerja. rencana kinerja. penataan organisasi. penyusunan prosedur dan metoda kerja. penyusunan rencana strategis. penelaahan dan evaluasi jabatan. b. Subbagian Organisasi. Pasal 1299 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. penyusunan rencana strategis. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. c. Pasal 1300 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal.. penelaahan dan evaluasi jabatan. rencana kerja. ketatalaksanaan. Pasal 1298 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat.357 Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. rencana kerja. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. rencana kinerja. pemantauan prestasi kinerja. Subbagian Pelaporan. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. b. c. . (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal.

pemensiunan. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. pelaksanaan. pendayagunaan kompetensi pegawai. ujian jabatan. pendayagunaan kompetensi pegawai.. gaji berkala. Subbagian Pengembangan Pegawai. melakukan urusan tata usaha. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. gaji berkala. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. asessment center. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. pemberhentian. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. c. pelaksanaan kode etik. Pasal 1303 (1) Subbagian Pengembangan pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Subbagian Umum Kepegawaian. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan formasi. pemberhentian. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. ujian jabatan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. dokumentasi. asessment center. b. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal.358 Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. kepangkatan. pelaksanaan urusan perencanaan. b. . Subbagian Mutasi Kepegawaian. dokumentasi. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kode etik. melakukan urusan tata usaha. pemensiunan. Pasal 1302 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. c. pelaksanaan urusan pengangkatan. pelaksanaan.

b.359 Pasal 1304 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal.. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. perencanaan kebutuhan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1307 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. c. Pasal 1309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1306 Bagian Keuangan terdiri dari: a. pemeliharaan. instalasi. c. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. Pasal 1308 Bagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan urusan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal.

b. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. pemeliharaan. kepustakaan. urusan penerimaan. pelaksanaan urusan rumah tangga. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. dan penggandaan. instalasi. c. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. dan pemeliharaan barang inventaris. kearsipan. perencanaan kebutuhan. Pasal 1313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. instalasi. Pasal 1312 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Perlengkapan. Pasal 1310 Bagian Dukungan Teknis terdiri dari: a. Pasal 1311 (1) Subbagian Perangkat Lunak Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. Subbagian Perangkat Lunak Komputer. pengetikan. instalasi. penyimpanan. dan distribusi barang perlengkapan. (2) Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. dokumentasi. pemeliharaan. dokumentasi. rumah tangga. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan. perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. pelaksanaan urusan surat menyurat. b. ekspedisi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. urusan penerimaan. c. kepustakaan. kearsipan. dan distribusi barang perlengkapan. . pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan.. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer.360 b. keprotokolan. penyimpanan.

dan penggandaan. c. kepustakaan. Subbagian Gaji. pembayaran gaji dan tunjangan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam.. d. serta pertanggungjawabannya. mengajukan permintaan pembayaran. pembayaran gaji dan tunjangan. dokumentasi. kearsipan. Pasal 1315 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. urusan perjalanan dinas. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah.361 c. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. ekspedisi. keprotokolan. mengajukan permintaan pembayaran. b. serta pertanggungjawabannya. serta penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. perumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penyiapan dokumen. Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1316 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi pengelolaan pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. . pengangkutan pegawai. Subbagian Rumah Tangga. pengetikan. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. dan pemeliharaan barang inventaris. b. Pasal 1317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. Pasal 1314 Bagian Umum terdiri dari: a. analisis kelayakan pembiayaan proyek-proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. c.

g. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1318 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. c. b.362 e. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah.. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. c. . Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. penyusunan standardisasi materi perjanjian. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. f. dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. e. IFAD. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan prosedur operasi standar. Pasal 1320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. d. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. peraturan perundang-undangan. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. negosiasi. e. analisis kelayakan pembiayaan proyek. b. f. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan Islamic Development Bank. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. Pasal 1319 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Subbagian Tata Usaha. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan. f. pelaksanaan tata usaha Direktorat. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah.

Seksi Pinjaman dan Hibah IC. IC. c. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Pasal 1322 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. b. analisis kelayakan pembiayaan proyek. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. negosiasi. pengembangan prosedur operasi standar. peraturan perundang-undangan. Pasal 1324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. penyusunan standardisasi materi perjanjian. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari World Bank. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. Pasal 1323 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. UN Institution. penyusunan naskah perjanjian. e. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. European Invesment Bank (EIB). Seksi Pinjaman dan Hibah ID. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. dan multilateral lainnya. IB. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. c. b. penyusunan naskah perjanjian.. d.363 Pasal 1321 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. g. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. d. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. f. .

g. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. Australia. c. c. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. Inggris. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Slovakia. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. negosiasi. Jerman. Belgia. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. d. Rusia. Cina. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. dan Selandia Baru. Pasal 1326 Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. b. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Denmark. penyusunan standardisasi materi perjanjian.. penyusunan naskah perjanjian. e. Swedia. f. penyusunan naskah perjanjian. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IID. IIC. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Perancis. Belanda.364 Pasal 1325 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. Austria. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. d. pengembangan prosedur operasi standar. Italia. Finlandia. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. IIB. Pasal 1328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. b. Pasal 1327 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. analisis kelayakan pembiayaan proyek. . Swiss. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. peraturan perundang-undangan.

dan dalam negeri. penyusunan naskah perjanjian. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. . penyusunan standardisasi materi perjanjian. Pasal 1331 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan.365 Pasal 1329 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. Spanyol. Amerika Serikat. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. d. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Rumania. negosiasi. analisis kelayakan pembiayaan proyek. peraturan perundang-undangan. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. d. Korea. Malaysia. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman.. Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. IIIB. Pasal 1330 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. IIIC. e. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. penyusunan naskah perjanjian. c. f. negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. b. c. Canada. pengembangan prosedur operasi standar. g. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Pasal 1332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. b. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. Polandia.

analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara. penyusunan naskah perjanjian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. penyelesaian pelaksanaan pinjaman.. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan Surat Utang Negara. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1334 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. pengembangan pasar. Pasal 1335 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. . Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan.366 Pasal 1333 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. IVC. b. d. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. perumusan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. serta merumuskan peraturan dan kebijakan operasional Surat Utang Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. b. IVB. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1336 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan pengelolaan portofolio. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. analisis kelayakan pembiayaan proyek. c. pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. c. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a.

f. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. perumusan peraturan dan kebijakan operasional pengelolaan Surat Utang Negara. d. penjualan. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan. d. penyiapan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. pelaksanaan analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara terkait pelaksanaan transaksi. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 1339 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara melaksanakan analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan. c. b. Pasal 1338 Direktorat Surat Utang Negara terdiri dari: a. e. dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. e. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. pembelian kembali. pelaksanaan pelayanan publik dan hubungan investor.367 d. pengembangan instrumen terkait pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. e. koordinasi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan transaksi dan pengembangan pasar. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. Pasal 1340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1339. Subbagian Tata Usaha. f. i.. g. Kelompok Jabatan Fungsional. b. . pelaksanaan penerbitan. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. penukaran dan peminjaman Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. c. h. f. penyiapan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Perbendaharaan Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. penyiapan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan.

analisis kebutuhan sistem perdagangan terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. b. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan transaksi penerbitan. penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif. penyiapan ketentuan dan persyaratan Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara. Pasal 1343 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar. c. Pasal 1342 (1) Seksi Infrastruktur Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. serta penukaran Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif di pasar perdana dan sekunder. penjualan. pembelian kembali. c. penyiapan dan pengembangan layanan publik dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1343. . Seksi Infrastruktur Perdagangan. pembelian kembali. dan penukaran Obligasi Negara di pasar perdana dan sekunder.. pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan ketentuan dan persyaratan Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. perumusan dan pengembangan instrumen. b. dan pelaksanaan transaksi penerbitan.368 Pasal 1341 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri dari: a. serta penyiapan dan pengembangan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penjualan.

Seksi Hubungan Kelembagaan. c. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara.. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. pembuatan proyeksi. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan Surat Utang Negara. monitoring. b. Pasal 1346 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan kerjasama internasional dalam rangka pengelolaan Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. Pasal 1347 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. d. pembuatan proyeksi. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. . (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. Pasal 1348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1347. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. metode. monitoring. Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara. e.369 - Pasal 1345 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a.

b. penelitian kelengkapan adminitrasi institusi. penyiapan dokumen hukum transaksi. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. monitoring. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. f. b. c. pembuatan proyeksi. Pasal 1351 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum.. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. Pasal 1352 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1351. e. serta evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. Pasal 1350 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. penelitian kelengkapan administrasi institusi. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. .370 Pasal 1349 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. d. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar.

serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Pasal 1355 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. perencanaan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. baik yang diterbitkan secara langsung oleh Pemerintah maupun melalui Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara.. Pasal 1354 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. b.371 Pasal 1353 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. penjualan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. dan penyiapan dokumen hukum. serta penyiapan peraturan dan dokumen hukum. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. pengkajian peraturan yang terkait. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1356 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengelolaan pembiayaan syariah yang meliputi penerbitan. . pembelian kembali. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan prosedur standar. Seksi Kebijakan Operasional. c. evaluasi kewajiban institusi dan penelitian kelengkapan administrasi institusi. (2) Seksi Kebijakan Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan kebijakan operasional berkaitan dengan pengelolaan Surat Utang Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. dan penatausahaan transaksi yang meliputi penerbitan. Kelompok Jabatan Fungsional. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan. i. pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. koordinasi dengan pihak terkait. pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1359 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. j. penjualan. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara.. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. . Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. e. d. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. penatausahaan transaksi. perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. c. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan.372 Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. c. perencanaan. g. pelaksanaan. f. Pasal 1358 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri dari: a. e. pembelian kembali. Subbagian Tata Usaha. f. dan penatausahaan aset. b. b. h. pelaksanaan tata usaha Direktorat.

Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Perencanaan Transaksi. perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara.373 Pasal 1360 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359. b. . serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. c. e. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. serta penyiapan dan pengolahan data transaksi. Seksi Penatausahaan Transaksi. Pasal 1362 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan dan pengolahan data transaksi. penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Pelaksanaan Transaksi. Pasal 1361 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri dari: a. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. c. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. d.. b. pembelian kembali.

374 Pasal 1363 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. (3) Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi. (2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. f. Pasal 1364 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363. e. Seksi Pengembangan Instrumen. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. c. Pasal 1365 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan. c. pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara.. dan pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait. serta koordinasi dengan pihak terkait. . d. pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. pengembangan instrumen pembiayaan syariah. b. dan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar. Pasal 1366 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan instrumen pembiayaan syariah.

analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan Derivatif. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. e. serta penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. c. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. . f.. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1369 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara.375 Pasal 1367 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. penyusunan proyeksi. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. monitoring. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. Pasal 1368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. d. Pasal 1370 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. c. analisis kinerja. Pasar Uang. Seksi Analisis Fiskal. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. serta penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara.

Pasal 1374 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. Pasal 1372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371. Seksi Dokumen Hukum. b. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasar Uang. pembelian kembali.376 (3) Seksi Analisis Fiskal. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. pembelian kembali. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. b. d. pembelian kembali. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. Pasal 1371 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. . pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. serta pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. monitoring. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. c. Pasal 1373 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja. serta pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara.. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. c. penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat.

g.377 (3) Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. perumusan strategi pengembangan instrumen utang. perumusan. e. . merekomendasikan struktur portofolio utang yang optimal. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. penyiapan rekomendasi. merekomendasikan. dan evaluasi strategi pengelolaan utang. peraturan perundangan. penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. pengelolaan risiko utang. serta pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1376 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan. b. perumusan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. memantau. dan mengevaluasi strategi pengelolaan utang.. koordinasi pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. Pasal 1375 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. mengkoordinasikan pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. f. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. pengkajian pengelolaan utang. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. memantau risiko dan kewajiban kontinjensi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. d. merekomendasikan dan mengevaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. mengkaji pengelolaan utang. merumuskan strategi pengembangan instrumen utang. h. kode etik. c. mengelola risiko utang. menyusun rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah.

penyiapan bahan penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. Pasal 1380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1379. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. penyiapan rekomendasi. dan peningkatan peringkat kredit. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. . Pasal 1379 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. pemantauan. Pasal 1378 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri dari: a. j. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. k. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. f. penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. e. kode etik.. pemantauan risiko dan kewajiban kontinjensi. d. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rekomendasi dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. rekomendasi. peraturan perundangan. c. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. strategi lindung nilai. dan instrumen derivatif. perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. b. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. Surat Berharga Negara. penyiapan bahan perumusan.378 i. b.

e. i. f. penyusunan rekomendasi. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. h. d. g. koordinasi dengan pihak terkait dalam pengkajian pengelolaan utang. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penggunaan pinjaman dan hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 1381 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri dari: a. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. dan evaluasi strategi pengelolaan pinjaman dan hibah jangka menengah dan jangka panjang.379 c. dan instrumen derivatif. penyusunan rekomendasi. dan evaluasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah dan jangka panjang. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah. (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. b.. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penerbitan Surat Berharga Negara dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif. Surat Berharga Negara. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Negara. dan peningkatan peringkat kredit. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan bahan rumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. penyiapan kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. c. strategi lindung nilai. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. Pasal 1382 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan.

risiko. pengidentifikasian. Surat Berharga Negara. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. risiko. penyiapan bahan pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. Pasal 1383 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang. dan peningkatan peringkat kredit. penyusunan strategi utang. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. pembinaan hubungan dengan analis pasar.380 (3) Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. f. penyiapan bahan pemantauan perkembangan indikator portofolio. penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. d. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang. dan instrumen derivatif. c. serta melaksanakan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. dan penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. Pasal 1384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1383. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. lembaga pemeringkat. pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. b. strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. identifikasi. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. e. . pemantauan perkembangan indikator portofolio. penyusunan strategi utang. serta pengumpulan dan penyiapan bahan koordinasi pengkajian pengelolaan utang. strategi lindung nilai. pengkajian struktur portofolio utang. kreditur dan lembaga/institusi lainnya. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. pelaksanaan kegiatan riset dan pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan instrumen derivatif.. g.

. pemantauan perkembangan indikator portofolio. j. pemenuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban Surat Berharga Negara. pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. risiko Surat Berharga Negara.. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. dan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. k. (3) Seksi Risiko Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengidentifikasian. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Negara. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio Surat Berharga Negara jangka menengah dan panjang yang optimal. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara. strategi pinjaman tahunan. Pasal 1385 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri dari: a. i. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. strategi penerbitan Surat Berharga Negara tahunan. risiko pinjaman. Pasal 1386 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio pinjaman jangka menengah dan panjang yang optimal. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko pinjaman. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban pinjaman. melakukan pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. b. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio pinjaman. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. koordinasian dengan pihak terkait dalam penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. Seksi Risiko Pasar.381 h. c. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio Surat Berharga Negara. pelaksanaan kegiatan riset risiko pasar yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. pemantauan perkembangan indikator portofolio.

pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. b. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. Infrastruktur. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. c. pemetaan. pemetaan. g. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. d. identifikasi. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. c. Seksi Identifikasi.382 - Pasal 1387 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melaksanakan identifikasi. dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. koordinasi dengan pihak terkait yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. Seksi Pemantauan Kewajiban II. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. . dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. dan Dokumentasi. Pasal 1388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1387. b. penyiapan bahan koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. e. Pasal 1389 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Kewajiban I. penyiapan bahan pemantauan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. f. h..

pemantauan. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. b. evaluasi. pengukuran. penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pemantauan. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. baik dari sektor riil maupun finansial.383 Pasal 1390 (1) Seksi Identifikasi. pengklasifikasian. dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi. (2) Seksi Pemantauan Kewajiban I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengukuran dan analisis besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah untuk bahan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. dan analisis risiko operasional. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. dan melakukan pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi.. identifikasi. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. serta pemantauan. pemetaan. Infrastruktur. serta penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. Pasal 1391 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. . evaluasi. Pasal 1392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1391. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. dan klasifikasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.

pemantauan. pengklasifikasian. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. . serta pemantauan. (3) Seksi Risiko Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. pengukuran. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. perumusan strategi pengendalian risiko operasional. e. Pasal 1393 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional terdiri dari: a. c. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. evaluasi. dan penyusunan profil risiko operasional. evaluasi. g. pemantauan. pengklasifikasian. identifikasi. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. Seksi Kepatuhan Hukum. (2) Seksi Kepatuhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. b. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. dan analisis risiko operasional.384 c. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.. f. identifikasi. d. Seksi Risiko Operasional. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. Pasal 1394 (1) Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. dan analisis risiko operasional. pemantauan. Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik. penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pengukuran.

dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan sistem informasi dalam rangka pengelolaan utang. Akuntansi. f. j. h. Surat Utang Negara. penyajian laporan. hibah. pelaksanaan penyelesaian kewajiban. Akuntansi. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. pengembangan sistem informasi utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal terkait dengan pinjaman. g. i. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. penyelesaian pembayaran kewajiban. d. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan kebijakan monitoring dan evaluasi. dan instrumen pembiayaan syariah. Akuntansi. dan instrumen pembiayaan syariah.. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. monitoring dan evaluasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output dalam pengelolaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. c. Direktorat Evaluasi. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. verifikasi data. dan Setelmen Pasal 1396 Direktorat Evaluasi. yang timbul dari pengelolaan pinjaman. pelaksanaan penyelesaian transaksi penjualan Surat Berharga Negara. analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah.385 Pasal 1395 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. b. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan instrumen pembiayaan syariah. diseminasi laporan. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. verifikasi dan administrasi. e. . pelaksanaan akuntansi dan pelaporan. pelaksanaan verifikasi dan administrasi kewajiban yang timbul dari pengelolaan pinjaman. hibah. pencatatan basis data. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. hibah. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. pelaksanaan akuntansi dan konsolidasi data.

hibah. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. Subbagian Tata Usaha. dan Setelmen terdiri dari: a. dan penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. hibah. c. f. b. d. . b.386 - Pasal 1398 Direktorat Evaluasi. dan instrumen pembiayaan syariah. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman.. Subdirektorat Setelmen Transaksi. g. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. c. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. Akuntansi. hibah. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. Pasal 1399 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. c. b. hibah. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1401 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri dari: a. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Sistem Informasi Utang. Seksi Monitoring dan Evaluasi I. dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1399.

d. serta koordinasi dan penyiapan rencana tindak (action plan) berkaitan dengan pinjaman. evaluasi cakupan pencairan dan efektifitas. penatausahaan dokumen perjanjian. dan data laporan berkaitan dengan pinjaman. Surat Utang Negara. dokumen penarikan. hibah. Surat Utang Negara. Seksi Administrasi II. hibah. dan data laporan. dan instrumen pembiayaan syariah. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. b. realisasi penarikan / hasil penjualan. hibah. d. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1403. . dan instrumen pembiayaan syariah. analisis perkembangan. dan instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data realisasi. dan dokumen pembayaran. II. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. Pasal 1405 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi: a.. kebenaran pencatatan/data entry. hibah. realisasi pembayaran kewajiban. kebenaran pencatatan/data entry. realisasi penarikan / hasil penjualan. hibah. c. realisasi pembayaran kewajiban. Seksi Administrasi I. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Surat Utang Negara. dokumen penarikan. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1403 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan dokumen perjanjian. Seksi Verifikasi II.387 Pasal 1402 Seksi Monitoring dan Evaluasi I. c. Seksi Verifikasi I. Surat Utang Negara. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. serta proyeksi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. b.

hibah. Pasal 1408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1407. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. perhitungan. penyiapan data penarikan dan pembayaran. rekonsiliasi data. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. (2) Seksi Verifikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Surat Utang Negara. serta penyiapan dokumen pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen berkaitan dengan pinjaman. realisasi pembayaran kewajiban. dan pelaporan kewajiban. kebenaran pencatatan/data entry.. dokumen penarikan. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. perhitungan. pemrosesan pencatatan. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. serta standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. dan pelaporan kewajiban. Surat Utang Negara. b. realisasi penarikan / hasil penjualan. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. rekonsiliasi data. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. penatausahaan pelaksanaan dan pembayaran kewajiban. pemrosesan pencatatan. hibah. . Surat Utang Negara. data laporan. rekonsiliasi data. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1407 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan dokumen pembayaran. c. dan pelaporan kewajiban.388 Pasal 1406 (1) Seksi Administrasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan dokumen perjanjian. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan proyeksi pembayaran kewajiban. pemrosesan pencatatan. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perhitungan. pemrosesan pencatatan. rekonsiliasi data. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. perhitungan. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran.

Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. pencatatan basis data. . d. perhitungan. b. hibah. pelaksanaan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman. diseminasi laporan. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. verifikasi data. rekonsiliasi data. b. Pasal 1411 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. pemrosesan pencatatan. dan Surat Berharga Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. penyiapan data penarikan dan pembayaran. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. perhitungan. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. Pasal 1412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1411. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. hibah.. pemrosesan pencatatan. pemrosesan pencatatan. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penyajian laporan. perhitungan. Pasal 1410 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. rekonsiliasi data. Surat Utang Negara. rekonsiliasi data. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara.389 Pasal 1409 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri dari: a. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. dan instrumen pembiayaan syariah. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. Surat Utang Negara. hibah.

dan publikasi laporan pinjaman. analisis kebutuhan dan evaluasi program aplikasi. penyiapan. hibah. mengembangkan data. penyusunan dan pelaksanaan evaluasi spesifikasi sistem perangkat lunak serta pemeliharaan sistem dan program aplikasi terkait pengelolaan utang. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. . c. d. Subdirektorat Sistem Informasi Utang menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. b. Pasal 1416 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1415. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data. Surat Utang Negara. penyajian. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik dan penyiapan materi publikasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. hibah. Seksi Konsolidasi Data. Pasal 1415 Subdirektorat Sistem Informasi Utang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem aplikasi.390 c. Surat Utang Negara. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. dan dukungan operasional teknologi informasi terkait pengelolaan utang. d. hibah. menyusun data. dan pengujian validitas data terkait dengan pengelolaan pinjaman. Pasal 1413 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. pelaksanaan konsolidasi data dan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. pengelolaan basis data. Surat Utang Negara. Pasal 1414 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. dan instrumen pembiayaan syariah..

layanan internet. Pasal 1418 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. c. (3) Seksi Operasional Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak.391 b. layanan internet. pemberian dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. dan memberikan dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan evaluasi sistem aplikasi terkait pengelolaan utang sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I.. d. serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait dengan pengelolaan utang. . c. pengaturan kinerja dan keamanan data. melakukan penyimpanan data elektronik. analisis kebutuhan data dan elemen data. pengelolaan Data Recovery Center (DRC). mengatur kinerja dan keamanan data. pengelolaan pertukaran/integrasi data. Seksi Operasional Teknologi Informasi. analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. Pasal 1417 Subdirektorat Sistem Informasi Utang terdiri dari: a. mengelola Data Recovery Center (DRC). penyimpanan data elektronik. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sistem Informasi Utang. mengelola pertukaran/integrasi data. serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait pengelolaan utang. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi II. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan data dan elemen data. Pasal 1419 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. Seksi Pengelolaan Basis Data. penyiapan.

Pasal 1421 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. .392 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1420 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

. Sekretariat Inspektorat Jenderal. h. pengawasan keuangan. Inspektorat IV. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pengawasan. c. i. Inspektorat I. Inspektorat Bidang Investigasi. e. d. b. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat VII. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1424 Inspektorat Jenderal terdiri dari: a. Inspektorat III. Inspektorat II . dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri. Inspektorat V. pengawasan untuk tujuan tertentu. d. f. c. Inspektorat VI.. g. b. Pasal 1423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1422. pelaksanaan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal.393 BAB XI INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1422 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri dan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. pelaksanaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. e. keprotokolan. dan pelaporan kegiatan pengawasan. Pasal 1427 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari: a. program kerja pengawasan. f. c. pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. dan penugasan pengawasan. d. koordinasi. Bagian Kepegawaian. e. pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pembinaan. d. dan laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. i. pengamanan. pengolahan. kerumahtanggaan. penghimpunan. c. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. rencana strategis. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana . Bagian Umum. . g. f. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin.. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. Bagian Perencanaan dan Keuangan.394 Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1425 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. pengelolaan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. h. koordinasi penyusunan rencana kerja. Pasal 1426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1425. perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. perlengkapan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. b.

evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. dan perumusan penataan organisasi dan b. pelaporan kegiatan pengawasan. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. . e. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum.. penelaahan. ketatalaksanaan. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin.395 Pasal 1428 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. d. pengolahan. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. c. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. d. b. penghimpunan. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. pengolahan. pengolahan data hukuman disiplin. Pasal 1430 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. Subbagian Pengukuran Kinerja. Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. evaluasi laporan periodik Inspektorat. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. (2) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1431 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan data. Subbagian Organisasi. serta validasi pengolahan data pengawasan. dan sistem administrasi umum. dan perumusan penataan organisasi. Subbagian Pelaporan. sistem dan prosedur kerja. c. penghimpunan. pengumpulan data.

serta validasi pengolahan data pengawasan. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. program kerja pengawasan. Pasal 1433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1432. b. serta penyusunan laporan keuangan. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. (4) Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal.396 - (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan evaluasi laporan periodik Inspektorat. c. pengolahan data hukuman disiplin. penghimpunan. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. rencana kerja dan anggaran. Pasal 1432 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. d.. pengolahan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Perbendaharaan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. program kerja pengawasan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. . dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. dan rencana kerja dan anggaran. c. serta pengelolaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. e. akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran. Pasal 1434 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. b.

pemberian penghargaan dan sanksi. Pasal 1437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1436. pelaksanaan urusan ketatausahaan kepegawaian. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran. Subbagian Umum Kepegawaian. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melaksanakan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Pasal 1438 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. kepangkatan. pemberhentian. c. pemensiunan. Pasal 1436 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. program kerja pengawasan. cuti. penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional. d. rencana kerja dan anggaran. penyusunan formasi dan statistik. dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Mutasi Kepegawaian.. dokumentasi. b. d. pemindahan. penempatan. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional. c. pelaksanaan urusan pengangkatan. serta penyusunan laporan keuangan. b. . dan kesejahteraan pegawai.397 Pasal 1435 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan formasi.

pemberian layanan kepada pengguna. Pasal 1440 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan kepegawaian. penyusunan. cuti. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. kepangkatan. d. penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. c. pelaksanaan administrasi sistem.. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. pembangunan. perencanaan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. pemindahan. e. c. dan kesejahteraan pegawai. serta analisis dan penyajian informasi. Pasal 1442 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri dari: a. b. dokumentasi. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. . dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. pengamanan dan pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. penempatan. pemberian dukungan teknis dan pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. Pasal 1441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1440. Subbagian Dukungan Pengguna. pengelolaan basis data. pemberhentian. penyiapan bahan koordinasi pengamanan sistem informasi. pengelolaan. pemberian penghargaan dan sanksi. (4) Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional. perencanaan. perencanaan. b. pemensiunan. dan mutasi kepegawaian lainnya. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi.398 Pasal 1439 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan statistik. d. pengumpulan.

publik. penyusunan rencana kebutuhan. memberikan dukungan teknis dan mengelola kepustakaan teknologi informasi. Pasal 1445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1444. d. komunikasi kerumahtanggaan. penyusunan. pembangunan. b. pencatatan. pengelolaan basis data serta analisis dan penyajian informasi. pengangkutan. dan pelaporan. c. Subbagian Perlengkapan. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. dan pemeliharaan inventaris kantor. keprotokolan. b. pengumpulan. pengadaan. Subbagian Tata Usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas memberikan layanan kepada pengguna. kehumasan. kepustakaan. Pasal 1446 Bagian Umum terdiri dari: a.. penggandaan. keprotokolan.399 Pasal 1443 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Pasal 1444 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. dan penugasan pengawasan. penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. . melaksanakan administrasi sistem. kearsipan. penyaluran. c. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. kerumahtanggaan. perlengkapan. d. Subbagian Protokol dan Rumah Tangga. Subbagian Penugasan Pengawasan. pelaksanaan urusan akomodasi. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. pelaksanaan urusan persuratan. penyimpanan. dan ekspedisi.

pengawasan keuangan. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. pelaksanaan reviu. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 1449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1448. penyaluran. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. (2) Subbagian Protokol dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan akomodasi. kerumahtanggaan. pengangkutan. serta audit untuk tujuan tertentu. kepustakaan. keprotokolan. penyimpanan. . dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. c. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas.400 Pasal 1447 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. kehumasan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. melakukan administrasi Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1448 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pencatatan. pengawasan untuk tujuan tertentu. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. penggandaan. efisiensi. b. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. kinerja. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri pada unit yang menangani bidang pajak. dan pemeliharaan inventaris kantor. komunikasi publik. dan pelaporan. dan ekspedisi. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengadaan. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kearsipan.. d.

pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. h. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan untuk tujuan tertentu. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. . Pasal 1450 Inspektorat I terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan kinerja. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1452 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. g. penyiapan dan penyusunan rencana strategis.. i. Pasal 1453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1452. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a.401 e. f. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. b. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. Pasal 1451 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. serta penyusunan laporan hasil pengawasan.

d. kinerja.402 b. Pasal 1455 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. efisiensi. Pasal 1454 Inspektorat II terdiri dari: a. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. h. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1456 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. f. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan reviu. pengawasan untuk tujuan tertentu. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. serta audit untuk tujuan tertentu. e. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pengawasan keuangan. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. g. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. c. i. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.. .

pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. c. i. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. efisiensi. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis.403 - Pasal 1457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1456. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. h. b. d. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. e. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. g. Pasal 1459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. serta audit untuk tujuan tertentu. . kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. f. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. Pasal 1458 Inspektorat III terdiri dari: a.. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan reviu. kinerja.

kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. f. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan untuk tujuan tertentu. b. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kinerja. pengawasan keuangan. e. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan reviu. Pasal 1462 Inspektorat IV terdiri dari: a. Pasal 1461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1460. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. i. serta audit untuk tujuan tertentu. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. c. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a.. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. d.404 Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1460 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. g. efisiensi. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. pelaksanaan pengawasan kinerja. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. . pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.

kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. kinerja. b. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan reviu. e. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan belanja modal.405 - Pasal 1463 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. Pasal 1465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1464. serta audit untuk tujuan tertentu. efisiensi. perimbangan keuangan. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. c. d. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. . pengawasan keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. f. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang anggaran. pelaksanaan pengawasan kinerja. Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1464 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan.. pengawasan untuk tujuan tertentu.

406 g. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pengawasan untuk tujuan tertentu. h. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1467 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pengawasan keuangan. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. . efisiensi. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. i. b. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1468 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. b. Subbagian Tata Usaha. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 1466 Inspektorat V terdiri dari: a. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1468.

pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. pengawasan keuangan. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. Kelompok Jabatan Fungsional. i. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha.407 c. kinerja. d. b.. h. pelaksanaan reviu. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. f. Pasal 1471 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. e. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan untuk tujuan tertentu. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penelitian dan pengembangan pengawasan. g. Pasal 1470 Inspektorat VI terdiri dari: a. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1472 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. .

pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. n. kinerja. pelaksanaan reviu. l. d. penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan.. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. b.408 Pasal 1473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1472. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. k. o. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1474 Inspektorat VII terdiri dari: a. c. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan dan pengendalian audit terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. perencanaan dan pengembangan kinerja Inspektorat Jenderal. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. . Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. m. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. e. p. b. h. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. f. i. g. efisiensi. j. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. penyusunan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. serta audit untuk tujuan tertentu. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis di bidang pengawasan.

penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan investigasi dan pendukungnya serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. kajian atau analisis terhadap pengaduan dan informasi. partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1476 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan arah kebijakan. g. c. serta penyusunan laporan hasil investigasi dan hasil kegiatan pendukungnya. d. Pasal 1477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1476. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi investigasi. dan program kerja investigasi dan kegiatan pendukungnya. kebijakan..409 - Pasal 1475 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pelaksanaan urusan administratif dan pelayanan teknis Inspektorat. penanganan pelimpahan hasil audit Inspektorat I sampai dengan VII. h. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil investigasi. pelaksanaan kegiatan intelijen. penyusunan rencana strategis. j. pelaksanaan dan pengendalian investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Departemen. i. pemberian keterangan ahli di persidangan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. e. f. pelaksanaan investigasi dan kegiatan pendukungnya. .

(2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1480 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.410 Pasal 1478 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri dari: a. Pasal 1479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. b. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. . Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional.. Pasal 1481 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum.

perumusan standar. persetujuan. f. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. j. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. i. penegakan peraturan di bidang pasar modal.411 BAB XII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1482 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas membina. Pasal 1483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1482. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. h. c. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. Kliring dan Penjaminan. d. dan mengawasi seharihari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. . penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. b. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. k. norma. g. pelaksanaan tata usaha Badan. e. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a.. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. mengatur.

Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. g. pelaksanaan penataan organisasi. j. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. h.. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. c. Biro Kepatuhan Internal. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. d. Biro Riset dan Teknologi Informasi. l. b. k. Sekretariat Badan. b. e. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum.412 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1484 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. Biro Perasuransian. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1485 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. f. . Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. m. i. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Pengelolaan Investasi. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Biro Dana Pensiun.

Bagian Kepegawaian. Pasal 1489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1488. penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. perencanaan anggaran Badan.413 c. Pasal 1487 Sekretariat Badan terdiri dari: a. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. . i. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. c. penyusunan prosedur dan metode kerja. e. f. Kelompok Jabatan Fungsional. penataan organisasi. Bagian Umum. d. laporan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. g. Bagian Keuangan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. d. penyiapan bahan pelaksanaannya. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1488 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. f. b. analisis dan evaluasi jabatan. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keuangan Badan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. e. h. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. perencanaan anggaran badan.. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. d. c. Bagian Perencanaan dan Organisasi.

Subbagian Organisasi. analisis jabatan. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. c. kepangkatan. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. pelaksanaan urusan pengangkatan. . Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. b. Subbagian Perencanaan Anggaran. c. pemberhentian. Pasal 1493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1492. Pasal 1492 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. b. dokumentasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Tata Laksana.. d. d.414 Pasal 1490 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. Pasal 1491 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. statistik dan kesejahteraan pegawai. analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional.

penatausahaan penerimaan negara. Subbagian Pengembangan Pegawai. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 1497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1496. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. c. Subbagian Perbendaharaan. kepangkatan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. Pasal 1495 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Umum Kepegawaian. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. b. statistik dan kesejahteraan pegawai. Pasal 1498 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. d. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. c. d.. c. b. dokumentasi. b. . (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Pasal 1496 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. Subbagian Administrasi Penerimaan Negara.415 Pasal 1494 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a.

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. f. Pasal 1500 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal.416 Pasal 1499 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. dana pensiun.. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. . penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. e. Pasal 1501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1500. d. asuransi. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. b. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. perusahaan pembiayaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. c. dan modal ventura. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. g.

pelaksanaan kerjasama internasional. pelaksanaan kerjasama internasional. rancangan perjanjian. seminar. . pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. i. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Kerjasama Multilateral. metode dan materi penyuluhan. c. Subbagian Hubungan Masyarakat. bahan pertukaran informasi. rancangan perjanjian. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran.417 h. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. penyiapan dan pengembangan teknik. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. b. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1502 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. j. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. bahan pertukaran informasi. Pasal 1503 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahanbahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. dan kegiatan lainnya yang sejenis. pemantauan. Subbagian Kerjasama Bilateral. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal.. Subbagian Pengaduan Pasar Modal. d. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan.

melakukan urusan pengadaan. dan tata usaha Ketua Badan. kearsipan. pelaksanaan urusan rumah tangga. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. penyimpanan. pelaksanaan urusan perlengkapan. pendistribusian. Subbagian Perlengkapan. d. pengangkutan pegawai. Pasal 1506 Bagian Umum terdiri dari: a. dan penggandaan. Pasal 1507 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat.. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. pelaksanaan urusan tata persuratan. penghapusan perlengkapan. makalah dan mengatur jadwal kegiatan.418 - Pasal 1504 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Subbagian Rumah Tangga. ekspedisi. pemeliharaan dan penyiapan . Pasal 1505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1504. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. keprotokolan. perlengkapan. dan akomodasi Ketua Badan. b. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. c. Subbagian Tata Persuratan. c. b. penyiapan bahan. protokol. perjalanan dinas dan gaji. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. d. komputerisasi persuratan. pencatatan acara. mengkoordinir penyusunan pidato.

dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. d. pemberian bantuan hukum. pelaksanaan tata usaha Biro. j. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. l. g. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi).419 Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1508 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. pemberian pertimbangan. i. penanganan keberatan. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. b. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. h. k. penetapan sanksi. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. f. pemberian pertimbangan. e. . melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. Pasal 1509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1508. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. melakukan litigasi. saran. c..

Manajer Investasi. dan lembaga pemeringkat Efek. Wakil Manajer Investasi. c. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Pasal 1513 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. . Bagian Hukum Lembaga Keuangan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. b. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 1511 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. d. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Wakil Manajer Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. b. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. penyusunan. pelaksanaan tata usaha biro. e. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan.420 - Pasal 1510 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. c. Penasihat Investasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b.. Penasihat Investasi. d. e. Manajer Investasi. Pasal 1512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1511. c. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha Biro.

Biro Administrasi Efek. c. Penasihat Investasi. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Kustodian. Pusat Laporan Transaksi Obligasi.421 Pasal 1514 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Penasihat Investasi.. dan lembaga pemeringkat Efek. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. rumah tangga. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan lembaga pemeringkat Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Wakil Manajer Investasi. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Manajer Investasi. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Manajer Investasi. kepegawaian. . yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Pasal 1516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1515. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. Lembaga Penilaian Harga Efek. dan pelaporan Biro. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan pasar modal internasional. kearsipan. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Pasal 1515 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. b. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.

Lembaga Penilaian Harga Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Penjamin Emisi Efek.. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. Kustodian. Wakil Penjamin Emisi Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Kustodian. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Wakil Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penilaian Harga Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. b. Wakil Perantara Pedagang Efek. Pasal 1517 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. Pasal 1518 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Perantara Pedagang Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.422 d. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Biro Administrasi Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Kustodian. . Biro Administrasi Efek. c. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal.

Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. pengkajian peraturan pasar modal internasional. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Notaris. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Penilai. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik.423 - Pasal 1519 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Perusahaan Publik. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Perusahaan Publik. penyusunan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. Konsultan Hukum. dan Penilai. Pasal 1520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1519. b. . pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Akuntan. Penilai. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. Akuntan. Pasal 1522 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. c. Perusahaan Publik. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten.. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. Akuntan. Penilai. Wali Amanat. b. Akuntan. Pasal 1521 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri dari: a. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan dengan Emiten. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. . yang berkaitan Perasuransian. Perusahaan Publik.424 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Pasal 1523 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. c. Konsultan Hukum. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Akuntan. yang berkaitan dengan Emiten. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. b. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. dan Dana Pensiun. Notaris. dan dana pensiun. Penilai.. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. pembiayaan dan penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 1524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1523. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pembiayaan dan Penjaminan. Wali Amanat. pembiayaan dan penjaminan. Pasal 1525 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan perasuransian. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Perasuransian. dan dana pensiun. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. (3) b.

dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan perasuransian. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pendapat hukum. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. . serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pemberian saran.. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan perasuransian. penyusunan.425 Pasal 1526 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. Pasal 1527 Bagian Profesi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perasuransian internasional. bantuan hukum. pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. yang berkaitan dengan Dana Pensiun.

penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.. j. melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. b. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. f. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. Bagian Profesi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1529 Bagian Profesi Hukum terdiri dari: a. di b. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. c. Subbagian Notaris Pasar Modal.426 - Pasal 1528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1527. g. ahli. d. e. . pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. c. i. h. k.

yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Biro Riset dan pengumpulan. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. memproses pendaftaran. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.427 Pasal 1530 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. ahli. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a.. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. . melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. memproses pendaftaran. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. analisis. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1531 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 1532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1531. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

pengelolaan. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data dan statistik asuransi. c. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. b. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. pengumpulan. dan penyajian data ekonomi makro. d. analisis. f. c. d. dan lembaga keuangan lain. pengumpulan. analisis. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. analisis. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal. f. penyiapan bahan pengumpulan. dana pensiun. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. analisis. e. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. . e. Pasal 1535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1534. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dana pensiun. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Riset Asuransi. dan lembaga keuangan lain. Pasal 1533 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. Bagian Riset Pasar Modal. Pasal 1534 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. Bagian Riset Ekonomi. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.428 b. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. pelaksanaan tata usaha Biro. g. penyusunan. c. penyiapan bahan pengumpulan.. analisis. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. b.

c. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. b. Pasal 1537 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1538. analisis. analisis. Pasal 1540 Bagian Riset Pasar Modal terdiri dari: a. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. c. . Pasal 1538 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Statistik Pasar Modal. c.. analisis. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. b. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. penyiapan bahan pengumpulan.429 Pasal 1536 Bagian Riset Ekonomi terdiri dari: a. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. analisis. b. analisis. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data dan statistik pasar modal. analisis. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Subbagian Tata Usaha Biro. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan.

kepegawaian. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal. analisis. Dana Pensiun. analisis. b. penyiapan bahan pengumpulan. Usaha Jasa Pembiayaan. Subbagian Statistik Asuransi. b. dan pelaporan Biro. c. Dana Pensiun. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Dana Pensiun. rumah tangga. penyiapan bahan pengumpulan. dan lembaga keuangan lain. Pasal 1542 Bagian Riset Asuransi. Pasal 1543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1542. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Pasal 1544 Bagian Riset Asuransi. kearsipan. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dana pensiun.430 - Pasal 1541 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Usaha Jasa Pembiayaan. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Usaha Jasa Pembiayaan. Bagian Riset Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi.. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. c. analisis. analisis. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyajian data dan statistik Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. . Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri dari: a.

b.. c. Usaha Jasa Pembiayaan. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. c. pengelolaan. Usaha Jasa Pembiayaan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Subbagian Dukungan Teknis. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. analisis. .431 Pasal 1545 (1) Subbagian Statistik Asuransi. analisis. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. penyiapan bahan penyusunan. Usaha Jasa Pembiayaan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Dana Pensiun. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. Pasal 1546 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. pengelolaan. dan penyajian data dan statistik Asuransi. analisis. Pasal 1548 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. b. penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. Pasal 1547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1546. Dana Pensiun.

. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. b. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1550. c. Pasal 1552 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri dari: a. Pasal 1553 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.432 Pasal 1549 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. . penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. b. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. c. pengelolaan. Pasal 1550 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal.

Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. f. Keterbukaan Emiten. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. pembinaan. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. h. Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1554 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. e. Pengelolaan Investasi. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. b. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. c. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Pasal 1555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1554. d.. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. pengawasan. Pasal 1556 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri dari: a. pelaksanaan tata usaha Biro. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. g. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. c.433 (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. d. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III. . II. b.. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Pasal 1559 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. pengumpulan. pengolahan. d. d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. c. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. c. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Pasal 1560 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1557. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. e.434 Pasal 1557 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. b.

pengumpulan. d. II. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. . Pasal 1563 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. b. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II.. kepegawaian. Perusahaan Efek. c. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Pasal 1561 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. rumah tangga. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. kearsipan. pengolahan.435 - (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. c. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. b. Pasal 1562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1561. Pasal 1564 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. dan pelaporan Biro.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. pengumpulan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Pasal 1566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1565. pengolahan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. . dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. c..436 Pasal 1565 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1568 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. II. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. Pasal 1567 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri dari: a. c. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. b. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. d. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.

dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. c. b. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. Pasal 1570 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1569. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. pengumpulan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. d. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pengolahan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. .437 Pasal 1569 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. b.. II. Pasal 1572 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II. Pasal 1571 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri dari: a.

dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. dan Penasihat Investasi. Bagian Pengembangan Produk Investasi. Pasal 1575 Biro Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. Pasal 1574 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1573. Wakil Manajer Investasi. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. f. e. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. hukum. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi. . e. b. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. izin perseorangan. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. d. c. c. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. d. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. pemrosesan izin usaha.. penelaahan aspek keterbukaan. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. f. Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. b.438 Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1573 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. pelaksanaan tata usaha Biro. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. pemrosesan permohonan izin usaha. g. Manajer Investasi. Kelompok Jabatan Fungsional. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif.

dan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1578 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri dari: a. dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1579 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. Wakil Manajer Investasi. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. . Penasihat Investasi. c. b. Pasal 1580 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a.439 Pasal 1576 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. Bagian pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Penasihat Investasi Perorangan.. Pasal 1576. Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi.

Penasihat Investasi. d. penyusunan program pengembangan keahlian. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1583 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. izin Perseorangan. Pasal 1582 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. c. b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana. Pasal 1584 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 1580. Bagian pengumpulan. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya. b. analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana. izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi. analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana. .. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik. Penasihat Investasi. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. Penasihat Investasi.440 - Pasal 1581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a.

Penasihat Investasi. kearsipan.441 Pasal 1585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1584. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. g. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi. e. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi. Penasihat Investasi. c. Pasal 1587 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Subbagian Tata Usaha Biro. kepegawaian dan pelaporan Biro. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi.. Penasihat Investasi. h. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1586 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri dari: a. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi. d. Subbagian Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. b. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. . Penasihat Investasi Perorangan. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. b. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. rumah tangga. Penasihat Investasi Perorangan. dan Penasihat Investasi. f. pelaksanaan urusan tata usaha Biro.

penelaahan aspek keterbukaan. pernyataan pendaftaran. dan Efek Beragun Aset. h. . hukum. penelaahan aspek keterbukaan. Pasal 1589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1588. Pasal 1590 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan. pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan. dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Subbagian Penelaahan Hukum. penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi. e. c. hukum. d. Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan. b. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset. f. c.. g. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset. akuntansi. laporan keuangan dan akuntansi. penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi. aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi. b. dan Efek Beragun Aset. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek.442 - Pasal 1588 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan. Subbagian Penelaahan Akuntansi.

443 Pasal 1591 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. b. Reksa Dana. Pasal 1593 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1592. dan Kustodian.. dan Efek Beragun Aset. Penasihat Investasi. g. . laporan. Penelaahan laporan. penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. c. menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Efek Beragun Aset. pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. f. dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana. Pasal 1592 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian. pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian. pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. d. dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Penasihat Investasi. e. peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi.

dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1596 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan. Penjamin Emisi Efek. . Kustodian. serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Wakil Perantara Pedagang Efek. Penasihat Investasi dan Kustodian. pengawasan. Biro Administrasi Efek. b. Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. pembinaan. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Wakil Penjamin Emisi Efek.. c. memantau kepatuhan penyampaian laporan. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana. Pasal 1595 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Subbagian Kepatuhan Reksa Dana. dan pengawasan transaksi Efek. melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset. dan pemeriksaan Bursa Efek. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana.444 Pasal 1594 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset. Lembaga Kliring dan Penjaminan.

Biro Administrasi Efek. Pasal 1598 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek. d. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Perantara Pedagang Efek. c. f. pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek. Perantara Pedagang Efek. dan Kustodian. pelaksanaan tata usaha Biro. Bagian Wakil Perusahaan Efek. f. Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Biro Administrasi Efek. b. Perantara Pedagang Efek. Kelompok Jabatan Fungsional. Penjamin Emisi Efek. Bagian Pengawasan Lembaga Efek. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek. d. dan Kustodian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. c. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek.445 Pasal 1597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1596. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek. . penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek. Penjamin Emisi Efek. e. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Pasal 1599 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara. Bagian Pengawasan Perdagangan. e. pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. pemeriksaan atas Bursa Efek. Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan.. b.

c. dan penelaahan kode etik lembaga Efek. b. . melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek. b. dan Perantara Pedagang Efek. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek. menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan.. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek. menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek.446 - Pasal 1600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1599. Wakil Perusahaan Efek. Bagian penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. d. Pasal 1601 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Pasal 1602 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek. Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. c.

Biro Administrasi Efek. penelaahan laporan Perusahaan Efek.. dan Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan.447 - Pasal 1603 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. Bursa Efek. dan Kustodian. Biro Administrasi Efek. dan Kustodian. b. Bursa Efek. penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. c. Pasal 1604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1603. . b. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek. dan Kustodian. Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Pasal 1605 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri dari: a. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. e. Pasal 1606 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha. serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. c. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Bursa Efek. Bursa Efek. d. dan Kustodian. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II.

Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pasal 1608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1607. b. Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Bursa Efek. Bursa Efek. melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek. penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek. dan Kustodian. dan Kustodian. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. .. c. d. mempersiapkan jadwal pemeriksaan. Pasal 1607 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan. c. Biro Administrasi Efek. Biro Administrasi Efek. Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Pasal 1609 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri dari: a. Biro Administrasi Efek. Biro Administrasi Efek. dan Kustodian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Kustodian. Lembaga Kliring dan Penyimpanan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I.448 (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II. Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Kustodian. e. dan Kustodian. indikasi adanya b. pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Bursa Efek. penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek. pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Bursa Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Biro Administrasi Efek.

serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. d. Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil. pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara. c. . Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek. Derivatif dan Efek lain. Lembaga Kliring dan Penjaminan.. Derivatif dan Efek lain. Pasal 1611 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. c. dan Kustodian. (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 1613 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri dari: a. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. Surat Utang Negara.449 Pasal 1610 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. Pasal 1612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1611. b. b.

penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan.450 - Pasal 1614 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. penyelesaian transaksi. d. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. pengawasan perkembangan. b. penyusunan program pengembangan keahlian. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek. serta pengawasan perdagangan di luar bursa. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil. penelaahan data transaksi. dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara. dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. e. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek. penelaahan atas kode etik. Pasal 1616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1615. Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian transaksi. Efek Lain dan Derivatif. penyelesaian transaksi. .. Pasal 1615 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin. f.

dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa.. rumah tangga. Pasal 1620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1619. penyusunan program pemeriksaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. kepegawaian. dan pelaporan Biro. c. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1618 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. Subbagian Tata Usaha Biro. kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. b. Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek. Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1619 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. b. c. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. penelaahan peraturan dan laporan. . serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek. (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. penyusunan program pemeriksaan.451 Pasal 1617 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri dari: a.

Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. e. e. sekuritas. asuransi. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. sekuritas. asuransi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pembiayaan. pembiayaan. g. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. pembiayaan. .. Pasal 1623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1622. dan investasi . pembiayaan. asuransi. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. dan investasi. dan investasi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. asuransi. d. Pernyataan Penawaran Tender. c. sekuritas. d. sekuritas. f. c. Pasal 1621 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri dari: a. Pernyataan Penggabungan Usaha. h. dan investasi. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. Pasal 1622 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. sekuritas.452 d. b. f. pembiayaan. dan investasi. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. b. asuransi.

sekuritas. Pernyataan Penawaran Tender. dan Investasi. sekuritas. perhubungan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pasal 1625 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. asuransi. perhubungan. pembiayaan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. Pernyataan Penawaran Tender. pembiayaan. perhotelan. c. Pernyataan Penggabungan Usaha. pariwisata. dan jasa lainnya. perhotelan. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. teknologi informasi. dan jasa lainnya. Pasal 1626 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. telekomunikasi. pariwisata. asuransi. dan Investasi. . Pernyataan Penawaran Tender.. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. b. real estat. asuransi. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. properti. sekuritas. pembiayaan. dan Investasi.453 Pasal 1624 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. teknologi informasi. Pernyataan Penawaran Tender. media massa. konstruksi. konstruksi. real estat. Pernyataan Penggabungan Usaha. telekomunikasi. properti. media massa. Pasal 1627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1626. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran.

dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. teknologi informasi. properti. teknologi informasi. dan jasa lainnya. media massa. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. konstruksi. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. properti. teknologi informasi. perhubungan. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. konstruksi. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan.454 b. dan jasa lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. real estat. teknologi informasi. properti. perhubungan. dan jasa lainnya. media massa. Pernyataan Penggabungan Usaha. perhotelan. Pasal 1628 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri dari: a. properti. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. b. . real estat. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. perhotelan. pariwisata. dan jasa lainnya. media massa. pariwisata. properti. Pernyataan Penawaran Tender. telekomunikasi. perhubungan. d. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. Pasal 1629 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran.. c. konstruksi. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. pariwisata. dan jasa lainnya. real estat. konstruksi. telekomunikasi. real estat. perhotelan. real estat. konstruksi. pariwisata. perhotelan. perhotelan. real estat. telekomunikasi. teknologi informasi. perhubungan. perhotelan. pariwisata. media massa. perhubungan. Pernyataan Penawaran Tender. telekomunikasi. dan jasa lainnya. telekomunikasi. pariwisata. teknologi informasi. c. telekomunikasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. media massa. properti. perhubungan. konstruksi. media massa.

dan investasi. sekuritas. dan investasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. c.455 Pasal 1630 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. sekuritas. dan investasi. sekuritas. Pasal 1633 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. pembiayaan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. asuransi. asuransi. dan investasi. pembiayaan. sekuritas. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. b. penelaahan laporan. Pasal 1632 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. pembiayaan. asuransi.. b. d. Pasal 1631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1630. . dan investasi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. c. pembiayaan. asuransi. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. sekuritas. Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. pembiayaan. asuransi. pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan.

dan teknologi informasi. dan teknologi informasi. dan teknologi informasi. d. pariwisata. media massa. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhubungan. media massa. pariwisata. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. c. penelaahan laporan. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pariwisata. media massa. Pasal 1635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1634. media massa. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan. Pasal 1634 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. telekomunikasi. telekomunikasi. .. telekomunikasi. b. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. telekomunikasi. perhubungan. dan teknologi informasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. telekomunikasi.456 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. media massa. perhubungan. dan teknologi informasi. perhubungan. penelaahan laporan. pariwisata. penelaahan laporan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan.

Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1637 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhotelan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. penelaahan laporan. real estat. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. konstruksi. c.. Pasal 1638 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku.457 Pasal 1636 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri dari: a. penelaahan laporan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. penelaahan laporan.

real estat. konstruksi. c. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. Pasal 1640 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri dari: a. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. c. d. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. e. b. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti.. perhotelan. perhotelan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. penelaahan laporan. konstruksi.458 - Pasal 1639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1638. Pasal 1641 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhotelan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. real estat. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. real estat. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. real estat. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. b. perhotelan. . serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan.

konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. dan pelaporan Biro. rumah tangga. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil.459 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan tata usaha Biro. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan laporan. f. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. e. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1642. . d. h. g. kepegawaian. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1642 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. b. kearsipan. c.. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a.

barang konsumsi. industri dasar. aneka industri lainnya. industri logam.. b. f. barang konsumsi. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. c. aneka industri lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. industri dasar. alas kaki. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Bagian Pemantuan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. garmen. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. industri logam. dan industri kimia. aneka industri lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. Logam. industri logam. Kelompok Jabatan Fungsional. alas kaki. Pernyataan Penawaran Tender. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. industri dasar. aneka industri lainnya. dan industri kimia. dan indutri kimia.460 Pasal 1644 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri dari: a. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. aneka industri lainnya. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. industri dasar. Pasal 1645 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. b. industri logam. industri dasar. dan industri kimia. alas kaki. dan industri kimia. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. barang konsumsi. industri logam. dan Kimia. d. barang konsumsi. b. . Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. c. barang konsumsi. c. Pasal 1646 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1645. alas kaki. Pasal 1647 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri dari: a. e. d. alas kaki.

dan agrobisnis. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. garmen. alas kaki. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pasal 1649 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan agrobisnis. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. Pernyataan Penawaran Tender.461 - Pasal 1648 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan agrobisnis. kehutanan. Pernyataan Penggabungan Usaha. alas kaki. barang konsumsi. garmen. industri dasar. aneka industri lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. dan industri kimia. garmen. b. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri logam. . Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. kehutanan. dan industri kimia. dan agrobisnis. barang konsumsi. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. kehutanan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. aneka industri lainnya. industri logam. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan industri kimia. industri dasar. d. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. barang konsumsi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pasal 1650 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1649.. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. c. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. industri logam. industri dasar. aneka industri lainnya. alas kaki.

462 Pasal 1651 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri dari: a. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan agrobisnis. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan. penelaahan laporan. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. dan aneka industri lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. alas kaki. barang konsumsi. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. . kehutanan. dan agrobisnis. b. garmen. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. garmen. Pasal 1654 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1653. c. Pernyataan Penggabungan Usaha.. barang konsumsi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. dan aneka industri lainnya. alas kaki. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1652 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan.

Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. garmen. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. alas kaki. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. barang konsumsi. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. Pasal 1655 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri dari: a. barang konsumsi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. alas kaki. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.. penelaahan laporan. c. d. dan Alas Kaki. garmen. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. dan alas kaki. (2) (3) . Garmen. Garmen.463 b. dan aneka industri lainnya. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. dan aneka industri lainnya. dan aneka industri lainnya. alas kaki. garmen. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan laporan. barang konsumsi. b. garmen. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pasal 1656 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil.

Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan kimia. Pasal 1659 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan kimia. dan kimia. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.464 Pasal 1657 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar.. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. logam. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Logam. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. c. dan kimia. logam. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. d. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. b. Pasal 1658 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1657. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. c. penelaahan laporan. b. logam. logam. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kimia. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1660 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . logam. penelaahan laporan. dan Kimia terdiri dari: a. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.

serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis.. penelaahan laporan. kehutanan dan agrobisnis. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penelaahan laporan. Pasal 1661 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. kehutanan dan agrobisnis. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. Pasal 1662 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1661. kehutanan dan agrobisnis. . c. kehutanan dan agrobisnis. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b.465 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.

pembinaan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. rumah tangga. kepegawaian. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. Subbagian Tata Usaha Biro. . Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1665 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pemeringkat Efek. standar tata kelola perusahaan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. Pasal 1664 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. standar penilaian di bidang pasar modal. c. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. penelaahan laporan.. kearsipan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah.466 Pasal 1663 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri dari: a. dan pelaporan Biro. standar pemeriksaan akuntansi. penelaahan laporan. b.

Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. b. i. d. g. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. e. Bagian Akuntan. pembinaan. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. pengumpulan. analisis. c. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik.. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Wali Amanat di pasar modal. c. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. e. Pasal 1667 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri dari: a. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. Penilai. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. h. Pasal 1668 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. d.467 Pasal 1666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1665. pelaksanaan tata usaha Biro. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. . f. b. j. standar pemeriksaan khusus.

Pasal 1671 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. b. c. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. b. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan.468 Pasal 1669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1668. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. c. Subbagian Standar Pemeriksaan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. (2) . peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. d. Subbagian Standar Akuntansi I. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Subbagian Standar Akuntansi II. f. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain.. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. e. Pasal 1670 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri dari: a.

Pengelolaan Investasi. Subbagian Penilai Pasar Modal. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. c. b. Penilai. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. Penilai. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. b. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Penilai. . h. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. Pasal 1673 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1672. c. f. Subbagian Akuntan Pasar Modal. Pasal 1674 Bagian Akuntan. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. d. pembinaan. penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri dari: a. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Penilai. Penilai. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. Pemeringkat Efek. g. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Asosiasi Pemeringkat Efek. Pasal 1672 Bagian Akuntan.. penyusunan program pengembangan Akuntan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait.469 (3) Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. e. Bagian Akuntan. Penilai. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan.

pengawasan. pelaporan. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. dan inspeksi Akuntan. b. c. 1676. penyiapan bahan perumusan pembinaan. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. pengawasan. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. pembinaan. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. . pembinaan. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. analisis. Pasal 1676 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. pengawasan dan inspeksi Penilai. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. Pasal 1677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. pengawasan dan inspeksi Penilai. Bagian (2) (3) penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. pengawasan. dan inspeksi Pemeringkat Efek. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. dan lembaga lain yang terkait. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. dan Wali Amanat. pengumpulan. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. pengawasan. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. pembinaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan Tata Usaha Biro. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. pengawasan pengendalian mutu Penilai. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. analisis.470 Pasal 1675 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal.. pengumpulan. pelaporan. pelaporan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. penyiapan bahan perumusan pembinaan.

rumah tangga. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1679 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. kearsipan. Subbagian Tata Usaha Biro. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. kepegawaian.471 d. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1678 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri dari: a.. dan pelaporan Biro. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. e. analisis. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. d. pengumpulan. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. pengumpulan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. c. b. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. f. pelaksanaan Tata Usaha Biro. .

472 Pasal 1680 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Bagian a. Pasal 1683 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. analisis. b. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. analisis. melakukan pengumpulan. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Pasal 1682 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. e. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. penyiapan. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Pasal 1681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1680. b.. analisis. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. pengkajian. d. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. penelaahan. . dan melakukan pengumpulan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. penelaahan. analisis. melakukan pengumpulan. c. pengumpulan. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. f. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. pengumpulan. c. pengkajian. melakukan pengumpulan. analisis.

c. Pasal 1685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1684. jasa. b. standardisasi. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. d. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1684 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. .473 - (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. pelaksanaan tata usaha Biro.. melakukan pengumpulan. penelaahan data kelembagaan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. penelaahan. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. menyelenggarakan fungsi: a. e. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan.

Pasal 1688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1687. analisis laporan keuangan. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. penelahan jasa lembaga pembiayaan. c. Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. penyajian informasi perkembangan usaha. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus.. d. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 1687 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. . b. Bagian Lembaga Pembiayaan. e. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. Bagian Lembaga Penjaminan. Pasal 1690 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. c. b. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. c.474 Pasal 1686 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri dari: a. Pasal 1689 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a.

b. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b. Pasal 1693 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a. d.475 (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. rencana jangka pendek dan jangka panjang. c. rencana jangka pendek dan jangka panjang. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1691 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. . Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I.. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1694 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1691. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. c. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura.476 (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. kearsipan. Pasal 1695 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. c. rencana jangka pendek dan jangka panjang. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. Pasal 1698 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. c. rumah tangga. analisis laporan keuangan. analisis laporan keuangan. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1695. penyajian informasi perkembangan usaha. Subbagian Tata Usaha Biro. penyajian informasi perkembangan usaha. d. .. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1697 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri dari: a. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. kepegawaian dan pelaporan Biro.

. c. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. Pasal 1701 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri dari: a. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. penelaahan kepatuhan. penelaahan kepatuhan. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. b. menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. dan usaha pembiayaan usaha mikro. Pasal 1700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1699. d. Pasal 1702 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. penelaahan kegiatan operasional. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan kegiatan operasional. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan.477 Pasal 1699 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. c. peneleahan data investasi lembaga pembiayaan khusus.. penelaahan kegiatan operasional. kecil dan menengah. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. penelaahan kepatuhan. b. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus.

- 478 Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1703 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis, evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian, termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 1704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1703, Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian; pembentukan, perubahan, dan

penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala; pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian; analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi; pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1705

Biro Perasuransian terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Perasuransian; Bagian Analisis Keuangan Perasuransian; Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian; Bagian Pemeriksaan Perasuransian; Bagian Perasuransian Syariah; Kelompok Jabatan Fungsional.

- 479 Pasal 1706 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis, bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, dan pembubaran perusahaan perasuransian, kepengurusan, pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. Pasal 1707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1706, Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian; penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian; pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. Pasal 1708 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I; Subbagian Kelembagaan Perasuransian II; Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. Pasal 1709 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian, pembubaran perusahaan perasuransian, data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan, pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian, registrasi tenaga ahli, pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian, melakukan perencanaan penyuluhan, dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1710 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan, dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian.

- 480 -

Pasal 1711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1710, Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan; evaluasi sistem perasuransian. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

Pasal 1712 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. Pasal 1713 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1714 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi, mengembangkan sistem, pelaporan, dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. Pasal 1715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1714, Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha; pengumpulan data dan analisis program asuransi; evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. dan sistem analisis laporan

- 481 Pasal 1716 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. Pasal 1717 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1718 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1719 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1718, Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1720 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III.

- 482 -

Pasal 1721 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1722 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan, penyelenggaraan usaha, program asuransi syariah, mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah, dan mengembangkan sistem, pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. dalam Pasal 1722, Bagian

pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah; evaluasi sistem laporan perasuransian syariah; dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah; evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1724 analisis laporan

Bagian Perasuransian Syariah terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perasuransian Syariah I; Subbagian Perasuransian Syariah II; Subbagian Tata Usaha Biro.

- 483 Pasal 1725 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah, melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan Biro.

Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1726 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun, melaksanakan analisis, evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1726, Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun; c. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; d. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; e. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun; f. pelaksanaan tata usaha Biro.

- 484 Pasal 1728 Biro Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun; Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun; Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun; Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun; Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1729 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Pasal 1730 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1729, Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. Pasal 1731 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Peraturan Dana Pensiun; Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun; Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. Pasal 1732
(1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun, pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri, struktur organisasi, rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun.

- 485 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun, melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum, dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia.

Pasal 1733 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. Pasal 1734 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1733, Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain; pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan lain; pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu; pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1735 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun; Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun; Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. Pasal 1736 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun.

c. d.

- 486 -

(2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan informasi lainnya, serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. Pasal 1737 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1738 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1737, Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1739 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti.

- 487 Pasal 1740 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi, pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. Pasal 1741 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun, penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. Pasal 1742 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1741, Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. Bagian

pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun; penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun; penyusunan laporan industri dana pensiun; pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun; penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1743

Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun; Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun; Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun.

- 488 Pasal 1744 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1745 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis, evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1746 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1745, Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; c. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, dan laporan berkala rutin; d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1747 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri dari: a. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana; b. Subbagian Analisis dan Pelaporan; c. Subbagian Tata Usaha Biro.

- 489 Pasal 1748 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, investasi, dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawain, dan pelaporan Biro.

Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1749 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. Pasal 1750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1749, Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan; b. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil; c. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek, pengelolaan investasi, dan sumber daya aparatur;

- 490 d. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian, dana pensiun, serta jasa pembiayaan dan penjaminan; e. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1751 Biro Kepatuhan Internal terdiri dari: a. Bagian Kepatuhan I; b. Bagian Kepatuhan II; c. Bagian Kepatuhan III; d. Bagian Kepatuhan IV. Pasal 1752 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1752, Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1754 Bagian Kepatuhan I terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IA; b. Subbagian Kepatuhan IB; c. Subbagian Kepatuhan IC.

- 491 -

Pasal 1755 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1756 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1756, Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1758 Bagian Kepatuhan II terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IIA; b. Subbagian Kepatuhan IIB; c. Subbagian Kepatuhan IIC.

Pasal 1760 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. c.. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. Subbagian Kepatuhan IIIC. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.492 Pasal 1759 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1760. dan sumber daya aparatur. Pasal 1762 Bagian Kepatuhan III terdiri dari: a. . penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Kepatuhan IIIB. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. b. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. c. Subbagian Kepatuhan IIIA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil.

c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1764. Subbagian Kepatuhan IVC. d. d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Subbagian Tata Usaha Biro.493 Pasal 1763 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepatuhan IVB. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1764 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. Pasal 1766 Bagian Kepatuhan IV terdiri dari: a. c. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. Subbagian Kepatuhan IVA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. dana pensiun. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur..

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kepegawaian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. dan pelaporan Biro. .494 Pasal 1767 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1768 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. rumah tangga.. kearsipan. Pasal 1769 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

analisis dan perumusan rekomendasi terhadap kelayakan pemberian dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. analisis. penyusunan dan pengembangan model ekonomi dan keuangan. risiko BUMN. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. g. dan fiskal.495 BAB XIII BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1770 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. perumusan rekomendasi dan pelaksanaan kerja sama ekonomi dan keuangan internasional. belanja negara. pendapatan negara. dan kerja sama internasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. pengelolaan data dan statistik. RAPBN Perubahan. j. perumusan rekomendasi dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi dan keuangan. belanja negara dan risiko fiskal. d. koordinasi pelaksanaan kegiatan tim tarif. pemantauan dini perkembangan ekonomi dan surveillance. pelaksanaan administrasi Badan. dan risiko dukungan pemerintah. dan ekonomi dan keuangan. . keuangan. i. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. l. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro serta proyeksi ekonomi makro. k. b. c. perumusan rekomendasi dan evaluasi kebijakan pendapatan negara. analisis.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. analisis. Pasal 1771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1770. m. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. e. f. h. penyelenggaraan sosialisasi kebijakan fiskal. pengkajian kebijakan ekonomi.

pelaksanaan urusan tata usaha. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. f. Sekretariat Badan. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pengembangan pegawai. h. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. koordinasi penyusunan rencana strategik. kearsipan. . koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1773 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b.. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. b. serta diseminasi elektronik. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. rencana kerja dan anggaran. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. gaji. c. d. e. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. d. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. kepegawaian. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional. g. e. f. c. dan kehumasan Badan.496 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1772 Badan Kebijakan Fiskal terdiri dari: a. penyajian data dan informasi.

b. dan pemensiunan pegawai. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. pengembangan kinerja. Bagian Umum. penyiapan bahan penyusunan formasi. c. Subbagian Mutasi. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. c. dokumentasi dan statistik pegawai. pengukuran beban kerja. penyusunan prosedur dan metode kerja. penyusunan prosedur dan metode kerja. b.. analisis dan evaluasi jabatan. pengembangan kinerja. Subbagian Pengembangan Pegawai. b. pelaksanaan urusan pengangkatan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. cuti. tatalaksana. Subbagian Umum Kepegawaian. laporan kegiatan.497 Pasal 1775 Sekretariat Badan terdiri dari: a. d. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. Pasal 1778 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri dari: a. Pasal 1777 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1776. d. d. c. dan administrasi jabatan fungsional. dan hukuman disiplin pegawai. pengukuran beban kerja. penghargaan. Pasal 1779 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. kepegawaian. Bagian Data dan Informasi. penggajian. Kelompok Jabatan Fungsional. e. penempatan. pemberhentian. serta pengurusan tata usaha. analisis dan evaluasi jabatan. penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Organisasi. kepangkatan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. Pasal 1776 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. .

Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). penggajian. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. . pemberhentian. e. penghargaan. c. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. cuti. Subbagian Verifikasi. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. b. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.498 - (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. Pasal 1782 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. dan pemensiunan pegawai. serta pengurusan tata usaha. d. RKKL dan RKAKL. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. dan hukuman disiplin pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan. penempatan. penyusunan rencana strategis dan anggaran. pemindahan. Pasal 1780 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. Pasal 1781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1780. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. c. dokumentasi dan statistik pegawai. Pasal 1783 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. kepangkatan. (3) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. b.

belanja negara. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. ekonomi dan keuangan. belanja negara. ekonomi dan keuangan. Pasal 1785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1784. . d. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. d. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1784 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. pelaksanaan manajemen sistem informasi. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Pasal 1786 Bagian Data dan Informasi terdiri dari: a.499 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.. serta manajemen sistem informasi. belanja negara. dan diseminasi elektronik. b. Pasal 1787 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. ekonomi dan keuangan. penyajian statistik pendapatan negara. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. Subbagian Data dan Statistik APBN. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. c. c. pengelolaan data pendapatan negara. b.

pelaksanaan urusan rumah tangga. dan kehumasan. gaji. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. perjalanan dinas. inventarisasi. b. pendistribusian. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Kehumasan. perlengkapan. kearsipan. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. pengadaan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. pemeliharaan.. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Pasal 1789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1788. b. d. ekspedisi. Pasal 1791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. rumah tangga. kesejahteraan. d. pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. dan kendaraan dinas. c. kearsipan. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. Subbagian Rumah Tangga. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. c. penggandaan. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. . dukungan teknis. dan pemeliharaan.500 (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengelolaan. pelaksanaan urusan tata usaha. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. Pasal 1788 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 1790 Bagian Umum terdiri dari: a.

. c. Bea Meterai. Pasal 1795 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. cukai. PBB. cukai. f. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. kepabeanan.. PPnBM. BPHTB. analisis. PPSP. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. kepabeanan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. Pasal 1793 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1792. Kelompok Jabatan Fungsional. b. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. PPnBM. dan PNBP Non SDA. PBB. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.501 Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1792 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. KUP. e. KUP. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. d. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. Pasal 1794 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. kepabeanan. pelaksanaan tata kelola Pusat. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. Bea Meterai. BPHTB. cukai. c. dan PNBP Non SDA. e. PPSP. Pasal 1796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1795. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. analisis usulan kebijakan pajak. d. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. b. perumusan rekomendasi kebijakan pajak.

Subbidang KUP dan PPSP. dan Bea Meterai. Pasal 1798 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang PPN dan PPnBM. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. KUP. Pasal 1797 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri dari: a. Pasal 1800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1799. dan PNBP SDA. c. Perpajakan Internasional. BPHTB. dan PNBP SDA. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. Subbidang PBB. b. Bea Meterai. Perpajakan Internasional. BPHTB. Perpajakan Internasional. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. BPHTB. Pasal 1799 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. PBB. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Meterai. Bea Meterai. Perpajakan Internasional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan PNBP Non SDA. KUP. (3) Subbidang PBB. dan PNBP Non SDA. PPnBM. c. PPSP. BPHTB. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. dan PNBP SDA. d. analisis usulan kebijakan. . analisis usulan kebijakan. PPSP. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. dan PNBP SDA. PBB. analisis usulan kebijakan. b. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. BPHTB. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. Subbidang PNBP Non SDA. PPnBM.502 b.. c.

Tarif Bilateral.503 Pasal 1801 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri dari: a. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1802 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Regional. Pasal 1803 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. dan Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan. Tarif Bilateral. dan Tarif Khusus. c. b. Subbidang PNBP SDA. . Pasal 1805 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri dari: a. Tarif Regional. Tarif Bilateral. Subbidang Tarif Bilateral. Tarif Regional. b. b. dan Tarif Khusus. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh.. c. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. d. dan Tarif Khusus. Tarif Regional. Tarif Bilateral. analisis usulan kebijakan. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Perpajakan Internasional. Subbidang PPh. Tarif Regional. Pasal 1804 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1803. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. Subbidang Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan.

Subbidang Teknis Kepabeanan. d. dan Bea Keluar. c. dan Bea Keluar. Cukai. Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. Teknis Kepabeanan. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. Bea Masuk Imbalan. Cukai. analisis usulan kebijakan. Subbidang Cukai. dan Bea Keluar. dan Bea Keluar. dan Bea Masuk Pembalasan. Teknis Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. Subbidang Bea Keluar. Teknis Kepabeanan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.504 - Pasal 1806 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Cukai. analisis usulan kebijakan. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. c. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Pasal 1808 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1807. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . Pasal 1807 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. b. analisis usulan kebijakan. b. Pasal 1809 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri dari: a. .. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional.

Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. analisis usulan kebijakan. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. d. Kepabeanan. Subbidang Tata Kelola. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. PNBP.505 - Pasal 1810 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1811. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. PNBP. Pasal 1813 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. c. dan Cukai. b. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1811 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. analisis usulan kebijakan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. dan Cukai. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. b. Kepabeanan.. (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. PNBP.

b. analisis. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. f. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. dan evaluasi kebijakan APBN. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. penyusunan laporan hasil evaluasi.. . Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. keuangan. kepegawaian. d. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional.506 Pasal 1814 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. c. dan laporan Pusat. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. e. rumah tangga. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. moneter. penyusunan laporan hasil evaluasi. Pasal 1816 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1815. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. perumusan rekomendasi. penyusunan laporan hasil evaluasi. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1815 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. penyusunan data konsolidasi APBN. RAPBN Perubahan. kearsipan. menyusun rencana kerja. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan.

perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Pasal 1819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1818. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. h. RAPBN Perubahan. pelaksanaan tata kelola Pusat. penyiapan bahan analisis. Bidang Kebijakan Subsidi. b. f. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak.. d. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. g. e. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata kelola pusat. c. Pasal 1817 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. f. . d. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. perumusan rekomendasi. e. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan.507 g. b. c.

RAPBN Perubahan. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. kearsipan. evaluasi sasaran dan realisasi. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. dan perumusan proyeksi. keuangan. c. Pasal 1821 (1) Subbidang Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. (2) Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. dan perumusan proyeksi. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak langsung. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak tidak langsung. RAPBN Perubahan. b. dan perumusan proyeksi. rekomendasi kebijakan. RAPBN Perubahan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. rekomendasi kebijakan. Laporan Semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN. (3) Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sesuai perundang-undangan yang berlaku. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. analisis dan proyeksi arus kas. d. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. analisis dan proyeksi arus kas. dan evaluasi kebijakan di bidang PNBP. evaluasi sasaran dan realisasi.508 Pasal 1820 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri dari: a. rekomendasi kebijakan. analisis dan proyeksi arus kas. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. kepegawaian. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi. rumah tangga.. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan kepabeanan dan cukai. serta penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. perumusan rekomendasi. . Subbidang Tata Kelola.

Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. b. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas PNBP. rekomendasi kebijakan. c. Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyiapan bahan analisis. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.509 - Pasal 1823 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1822. analisis dan proyeksi arus kas. Pasal 1825 (1) Subbidang Penerimaan SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA). rekomendasi kebijakan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. evaluasi sasaran dan realisasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. d. dan perumusan proyeksi. . penyusunan bahan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan PNBP jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan SDA. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan atas laba BUMN. Pasal 1824 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. RAPBN Perubahan.. dan perumusan proyeksi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. evaluasi sasaran dan realisasi. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi PNBP. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. RAPBN Perubahan. c. Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN. (2) Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. b. analisis dan proyeksi arus kas. e. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyusunan dan pengolahan data PNBP untuk konsolidasi APBN.

jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. c. dan evaluasi kebijakan di bidang belanja pusat. d. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor riil operasi keuangan pemerintah.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Subbidang Belanja Lainnya. RAPBN Perubahan. dan perumusan proyeksi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1826 Bidang Kebijakan Belanja Pusat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan Belanja Pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. perumusan rekomendasi. penyiapan bahan analisis. b. Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga. Pasal 1828 Bidang Kebijakan Belanja Pusat terdiri dari: a. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas belanja pusat. b. . e. c. f. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan negara bukan pajak lainnya. penyusunan dan pengolahan data belanja pusat untuk konsolidasi APBN. Subbidang Pembayaran Bunga Utang. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyusunan bahan kebijakan belanja pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. rekomendasi kebijakan. evaluasi sasaran dan realisasi. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi belanja pusat. Bidang Kebijakan Belanja Pusat menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan proyeksi arus kas. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan belanja pusat jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Pasal 1827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1826.510 (3) Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.

Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi arus kas. dan perumusan proyeksi. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan subsidi jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. evaluasi sasaran dan realisasi. Pasal 1831 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1830. rekomendasi kebijakan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang pembayaran bunga utang. dan perumusan proyeksi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor moneter operasi keuangan pemerintah. rekomendasi kebijakan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. RAPBN Perubahan. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja kementerian/lembaga. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. b. analisis dan proyeksi arus kas. (2) Subbidang Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN..511 Pasal 1829 (1) Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja lainnya. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan analisis. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. dan evaluasi kebijakan di bidang subsidi. Bidang Kebijakan Subsidi menyelenggarakan fungsi: a. . RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi. analisis dan proyeksi arus kas. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. c. evaluasi sasaran dan realisasi. penyusunan bahan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. (3) Subbidang Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1830 Bidang Kebijakan Subsidi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. dan perumusan proyeksi. perumusan rekomendasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. rekomendasi kebijakan.

analisis dan proyeksi arus kas. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1832 Bidang Kebijakan Subsidi terdiri dari: a. analisis dan proyeksi arus kas. f. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi non-BBM. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Subsidi Energi BBM. rekomendasi kebijakan. Subbidang Subsidi Energi Non-BBM. evaluasi sasaran dan realisasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. (3) Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan perumusan proyeksi. Pasal 1834 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. perumusan rekomendasi.. rekomendasi kebijakan. . (2) Subbidang Subsidi Energi Non-BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan perumusan proyeksi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. evaluasi sasaran dan realisasi. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi subsidi. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi BBM. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi arus kas. e. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas subsidi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1833 (1) Subbidang Subsidi Energi BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. c. rekomendasi kebijakan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya. RAPBN Perubahan. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi pangan dan lainnya. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. dan perumusan proyeksi.512 d. b. evaluasi sasaran dan realisasi. dan evaluasi kebijakan di bidang transfer ke daerah. penyusunan dan pengolahan data subsidi untuk konsolidasi APBN.

Subbidang Pembiayaan APBD. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan transfer ke daerah jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. . Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. dan perumusan proyeksi. rekomendasi kebijakan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. (2) Subbidang Pembiayaan APBD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah. Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus. evaluasi sasaran dan realisasi. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi arus kas di bidang pembiayaan APBD. c. dan perumusan proyeksi. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. evaluasi sasaran dan realisasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. c. Pasal 1837 (1) Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. serta perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas transfer ke daerah. Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1836 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis dan proyeksi arus kas di bidang dana perimbangan dan otonomi khusus termasuk dana penyesuaian. penyusunan bahan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan analisis. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. f. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi transfer ke daerah. d. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. rekomendasi kebijakan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyusunan dan pengolahan data transfer ke daerah untuk konsolidasi APBN. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. RAPBN Perubahan. b. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional..513 Pasal 1835 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1834. e.

hubungan investor dan stabilisasi sektor keuangan. Pasal 1839 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1838. perencanaan program pengkajian. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. fiskal. pelaksanaan tata kelola pusat. RAPBN Perubahan. pemantauan dan pengendalian inflasi. rekomendasi kebijakan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan model analisis ekonomi makro. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. . Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis kebijakan dan perumusan rekomendasi kebijakan ekonomi makro. j. pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. g. analisis dan proyeksi arus kas di bidang transfer ke daerah..514 - (3) Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan informasi pendukung bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. c. h. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. b. analisis sektor riil. k. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. dan perumusan proyeksi. Bagian Keenam Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Pasal 1838 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini perkembangan ekonomi makro. penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. RAPBN Perubahan. i. evaluasi sasaran dan realisasi. e. diseminasi dan publikasi hasil kajian. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. f. penyusunan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN. moneter dan lembaga keuangan. d.

regional dan internasional dan analisis potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan. c. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. Bidang Analisis Fiskal. Subbidang Stabilisasi Sektor Keuangan. regional dan internasional. regional dan internasional. d. pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. d. Pasal 1841 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional serta penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang ekonomi domestik. Subbidang Ekonomi Internasional. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Ekonomi Domestik. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. e. Pasal 1842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1841. pemantauan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian. pengembangan model Early Warning System (surveillance). b. . f. Bidang Analisis Sektor Riil.. c. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro. b.515 - Pasal 1840 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro terdiri dari: a. c. Pasal 1843 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro terdiri dari: a. RAPBN Perubahan. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.

jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi regional dan internasion serta pengembangan model Early Warning System (surveillance). Pasal 1846 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1845. Pasal 1845 Bidang Analisis Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor riil serta pengembangan model analisis sektor riil.. perdagangan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.516 - Pasal 1844 (1) Subbidang Ekonomi Domestik mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. c. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. investasi. investasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. (2) Subbidang Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian regional dan internasional. kesempatan kerja dan kemiskinan. kesempatan kerja dan kemiskinan. d. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Bidang Analisis Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. perdagangan. RAPBN Perubahan. ketenagakerjaan. perdagangan. (3) Subbidang Stabilitas Sektor Keuangan mempunyai tugas melakukan pemantauan. kesempatan kerja dan kemiskinan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. . penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. ketenagakerjaan. pengembangan model analisis sektor riil. konsumsi agregat. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang produksi. analisis dan proyeksi perkembangan produksi. investasi. ketenagakerjaan. konsumsi agregat. analisis potensi dampak perekonomian nasional. b. konsumsi agregat. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. analisis potensi dampak terhadap APBN.

pengembangan model dan proyeksi perkembangan produksi dan konsumsi agregat. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perdagangan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. RAPBN Perubahan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan perdagangan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan ketenagakerjaan dan kemiskinan. (2) (3) (4) .517 Pasal 1847 Bidang Analisis Sektor Riil terdiri dari: a. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. Pasal 1849 Bidang Analisis Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. b. Subbidang Investasi. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan. Pasal 1848 (1) Subbidang Produksi dan Konsumsi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Subbidang Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Subbidang Produksi dan Konsumsi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. Subbidang Perdagangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi dan konsumsi agregat. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ketenagakerjaan dan kemiskinan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan investasi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang investasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Subbidang Investasi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. d. perkembangan utang pemerintah dan penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.

Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1851 Bidang Analisis Fiskal terdiri dari: a. (2) . analisis dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri dan luar negeri. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis. Bidang Analisis Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. d. d. RAPBN Perubahan. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Hubungan Investor.518 - Pasal 1850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1849. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Utang Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. pengembangan model dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN. b. b. Pasal 1852 (1) Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. RAPBN Perubahan. pemantauan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Utang Dalam Negeri. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang dalam negeri. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro dan perkembangan utang. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro. pengembangan model dan proyeksi besaran asumsi dasar ekonomi makro serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Utang Luar Negeri.. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar. RAPBN Perubahan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. c.

. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang harga. pengembangan model analisis sektor moneter. Subbidang Neraca Pembayaran. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Subbidang Harga. pasar modal dan neraca pembayaran. f. c. b. b. Pasal 1855 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. . RAPBN Perubahan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. Pasal 1854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1853.519 (3) Subbidang Utang Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. perbankan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang luar negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang luar negeri dan hibah. pasar modal dan neraca pembayaran. Subbidang Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pasar modal dan neraca pembayaran. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. pemantauan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. dan pengendalian inflasi. (4) e. Pasal 1853 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor moneter dan lembaga keuangan serta pengembangan model analisis sektor moneter. perbankan. RAPBN Perubahan. Subbidang Perbankan. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang harga. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. perbankan. analisis dan proyeksi perkembangan harga. c. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. Subbidang Pasar Modal.

pengembangan model dan proyeksi perkembangan pasar modal. (3) Subbidang Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perbankan dan suku bunga. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang inflasi dan nilai tukar. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. RAPBN Perubahan. (4) Subbidang Neraca Pembayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. (2) Subbidang Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan proyeksi perkembangan perbankan dan suku bunga. RAPBN Perubahan. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan pasar modal. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan inflasi dan nilai tukar. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. pemantauan. Pasal 1857 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian mempunyai tugas melaksanakan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. dan pengendalian inflasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang neraca pembayaran.520 - Pasal 1856 (1) Subbidang Harga melakukan penyiapan bahan analisis. perencanaan program pengkajian. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. diseminasi dan publikasi hasil kajian. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.. serta dukungan administrasi Pusat. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. pengembangan model dan proyeksi perkembangan neraca pembayaran. pengembangan model suku bunga. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. .

Subbidang Tata Kelola. keuangan. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rekomendasi. (3) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. kepegawaian. sosial.521 Pasal 1858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1857. serta diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi hasil pengkajian. Pasal 1859 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian terdiri dari: a. b. BUMN. b. Bagian Ketujuh Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal Pasal 1861 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis. kearsipan. keuangan. Pelaksanaan tata kelola pusat. perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. d. Pasal 1862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1861.. dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. (2) Subbidang Program Pengkajian mempunyai tugas melakukan perencanaan. Pelaksanakaan diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. c. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat. Pasal 1860 (1) Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. c. . Pengembangan aplikasi serta pengelolaan basis data ekonomi makro. dan dukungan pemerintah. Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro. Subbidang Program Pengkajian. perencanaan program pengkajian. Bidang Data Ekonomi Makro serta Administrasi Pengkajian menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga.

Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. e. Kelompok Jabatan Fungsional. restrukturisasi dan privatisasi BUMN. c. d. BUMN dan dukungan pemerintah. penyiapan bahan.. perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. b. Bidang Analisis Risiko BUMN. pelaksanaan tata kelola Pusat. penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. f. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. Keuangan dan Sosial. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang pengelolaan risiko fiskal. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal. keuangan dan sosial. Bidang Analisis Risiko Ekonomi. Pasal 1864 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. keuangan. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. sosial. b. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1863 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah. d. RAPBN Perubahan.522 b. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. g. Pasal 1865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1864. risiko BUMN dan risiko dukungan pemerintah. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyertaan modal negara. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal. . analisis dan evaluasi terhadap kelayakan permintaan dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. c. e. perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. f.

Pasal 1870 Bidang Analisis Risiko Ekonomi.523 Pasal 1866 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a.. Subbidang Risiko Sosial. keuangan dan sosial. perjanjian kerja sama kelembagaan dan koordinasi dengan instansi terkait. Subbidang Risiko BUMN. risiko keuangan dan pengelolaan utang. keuangan dan sosial. Keuangan dan Sosial terdiri dari: a. Politik dan Hukum. c. Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang. analisis risiko ekonomi. pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. b. d. Pasal 1868 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. serta perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. Bidang Analisis Risiko Ekonomi. Subbidang Kerja Sama Kelembagaan. Subbidang Risiko Ekonomi. b. Keuangan dan Sosial. politik dan hukum. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. c. c. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. serta risiko sosial. Subbidang Risiko Ekonomi. keuangan dan sosial. Pasal 1869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1868. . Keuangan dan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbidang Kerja Sama Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan negosiasi. (3) Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko dukungan pemerintah. Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah. b. (2) Subbidang Risiko BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko BUMN. d. pengumpulan dan pengolahan data risiko ekonomi. keuangan dan sosial. keuangan dan sosial. evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. Pasal 1867 (1) Subbidang Risiko Ekonomi.

(2) Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1874 Bidang Analisis Risiko BUMN terdiri dari: a. jasa konstruksi dan jasa lainnya. Kertas. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN yang mempengaruhi APBN. serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko keuangan dan pengelolaan utang. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. penyertaan modal negara. Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata. . penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko sosial. Subbidang BUMN Pertambangan. c. Politik dan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. (3) Subbidang Risiko Sosial. pelaksanaan Public Service Obligation. Konstruksi dan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan bahan analisis dan evaluasi. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. Energi dan Telekomunikasi. Konstruksi dan Jasa Lainnya. politik dan hukum. Industri Strategis. restrukturisasi dan privatisasi. pengembangan model analisis pengelolaan risiko BUMN. Kehutanan. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN jasa keuangan. d. Percetakan dan Penerbitan. Pasal 1873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1872. Subbidang BUMN Jasa Keuangan. b. b. Bidang Analisis Risiko BUMN menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1875 (1) Subbidang BUMN Jasa Keuangan. penyertaan modal negara. Pasal 1872 Bidang Analisis Risiko BUMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal kinerja BUMN. Subbidang BUMN Agro Industri.. d. c.524 Pasal 1871 (1) Subbidang Risiko Ekonomi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. restrukturisasi dan privatisasi BUMN. pengumpulan dan pengolahan data risiko BUMN.

. Kertas. d. d. energi dan telekomunikasi. percetakan dan penerbitan. (4) Subbidang BUMN Pertambangan. c. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan proyek infrastruktur sebelum perjanjian kerja sama ditandatangani. Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya. industri strategis. pengumpulan dan pengolahan data risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. Pasal 1878 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah terdiri dari: a. kehutanan.525 (2) Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. kertas. c. e. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. Subbidang Risiko Infrastruktur Energi. (3) Subbidang BUMN Agro Industri. Percetakan dan Penerbitan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. f. Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN logistik dan pariwisata. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. pemantauan perkembangan proyek yang mendapatkan dukungan pemerintah. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN pertambangan.. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. Energi dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pengembangan model analisis pengelolaan risiko dukungan pemerintah. Kehutanan. b. Pasal 1877 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1876. b. Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN agro industri. Industri Strategis. Pasal 1876 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah serta melaksanakan analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah.

analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. Pasal 1881 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1880. penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. b. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur telekomunikasi dan lainnya yang mendapat dukungan pemerintah. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur jalan tol yang mendapat dukungan pemerintah. pelaksanaan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. (2) Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. (3) Subbidang Risiko Infrastruktur Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur transportasi yang mendapat dukungan pemerintah. c. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. d. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. dan pengelolaan data di bidang pengelolaan risiko fiskal. Pasal 1880 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan peraturan. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. analisis dan evaluasi. serta pelaksanaan dukungan administrasi pusat.526 - Pasal 1879 (1) Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal. (4) Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan evaluasi. . pengembangan model analisis pengelolaan risiko. kodifikasi peraturan dan perjanjian.. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur energi yang mendapat dukungan pemerintah. analisis dan evaluasi. analisis dan evaluasi.

koordinasi. Subbidang Tata Kelola. (2) Subbidang Kodifikasi mempunyai tugas melakukan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal. b. rumah tangga. dan pemantauan kerja sama internasional serta menjadi focal point kebijakan internasional di bidang ekonomi. Pasal 1883 (1) Subbidang Penyusunan Peraturan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. Bagian Kedelapan Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional Pasal 1884 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. dan liberalisasi sektor jasa. ASEAN. bilateral dan multilateral. perumusan rekomendasi kebijakan. d. . Pasal 1885 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1884. evaluasi. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. analisis. (3) Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan tata persuratan. analisis. keuangan.. keuangan. evaluasi. kearsipan. Subbidang Kodifikasi. dan ASEAN+Mitra Wicara. dan kepegawaian serta penyusunan rencana kerja dan laporan Pusat. pelaksanaan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan interregional. Subbidang Penyusunan Peraturan. ASEAN+3. analisis. b. c.527 Pasal 1882 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. dan evaluasi dalam rangka integrasi ekonomi ASEAN. pelaksanaan.

perumusan rekomendasi kebijakan. WTO. evaluasi. Bidang Kerja Sama Bilateral. Bidang Kerja Sama Interregional menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. evaluasi. c. pelaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. APEC. b. Bidang Kerja Sama Multilateral. pelaksanaan. keuangan dan nonkeuangan internasional. d. analisis. evaluasi keanggotaan. Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dan lembaga nonpemerintah interregional. e. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). evaluasi. Pasal 1887 Bidang Kerja Sama Interregional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). evaluasi. analisis. dan pemantauan negosiasi (offer-request) sektor jasa. dan penyertaan modal pemerintah pada organisasiorganisasi internasional. pemantauan dan evaluasi kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. analisis. dan penyusunan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. wakil Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Mitra ASEAN. dan Bilateral. dan evaluasi dalam rangka kerja sama surveillance internasional. perumusan rekomendasi kebijakan. f. dan pemantauan kerja sama di bidang sektor jasa ASEAN. Pasal 1886 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional terdiri dari: a. dan pejabat senior keuangan. pemantauan. Bidang Kerja Sama Interregional. e. kontribusi. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. evaluasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa.528 c. . d. pelaksanaan tata kelola Pusat. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional. analisis. analisis. h. perumusan rekomendasi kebijakan. g. f.. dan forum Asia Pasifik lainnya. pelaksanaan. Pasal 1888 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1887. i. pelaksanaan.

pelaksanaan. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). b. dan mengkoordinir usulan proyek yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dari hibah luar negeri. d. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) lainnya. melakukan monitoring. c.. dan Forum Interregional Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1890 (1) Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri.529 b. Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). analisis. evaluasi. pelaksanaan. dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. evaluasi. evaluasi. dan forum interregional lainnya. (2) Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. dan Forum Interregional Lainnya. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. dan pemantauan kerja sama bantuan teknik yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dengan hibah dari pemerintah dan lembaga nonpemerintah negara lain. dan forum Asia Pasifik lainnya. wakil Menteri Keuangan (Finance Minister Process/FMP) dan Gubernur Bank Sentral. dan pemantauan tenaga ahli asing dan bantuan peralatan dalam rangka kerja sama teknik luar negeri. pelaksanaan. evaluasi. (3) Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan forum interregional lainnya. analisis. wakil Menteri Keuangan. analisis. evaluasi. serta grant/hibah luar negeri yang telah disetujui donor. pelaksanaan. analisis. d. Pasal 1889 Bidang Kerja Sama Interregional terdiri dari: a. c. dan laporan kegiatan-kegiatan KTLN. evaluasi. melakukan pengurusan dokumen ke luar negeri. Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. analisis. dan pejabat senior keuangan (Senior Finance Officer Meeting/SFOM). perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan dalam rangka kerja sama teknis dan misi luar negeri. pelaksanaan. Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri . wakil Menteri Keuangan. evaluasi. . pelaksanaan. maupun organisasi internasional. analisis. pelaksanaan. Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik. perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. (4) Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan pengiriman/penyeleksian pendidikan dan pelatihan luar negeri yang dibiayai sebagian/seluruhnya dari grant/hibah luar negeri dalam rangka kerja sama teknik dengan negara maju maupun negara berkembang dan lembagalembaga internasional/asing. serta kunjungan misi luar negeri.

c. Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. koordinasi. analisis. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). pelaksanaan. Subbidang Kerja Sama ASEAN. perumusan rekomendasi kebijakan. Malaysia. Malaysia. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. perumusan rekomendasi kebijakan. Indonesia. keuangan. Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). dan kelompok kerja. Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN. evaluasi. dan kerja sama subregional ASEAN lainnya. perumusan rekomendasi kebijakan. d. koordinasi. Deputi Menteri Keuangan. Indonesia. Asia Cooperation Dialogue (ACD). analisis. Pasal 1893 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional terdiri dari: a. d.530 - Pasal 1891 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah di kawasan ASEAN. evaluasi. b.. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. Pasal 1892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1891. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. dan nonkeuangan internasional. dan ASEAN+Mitra Wicara. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. East Asia Summit (EAS). keuangan. kerja sama ekonomi dan keuangan dengan Mitra ASEAN lainnya. serta pemantauan anggaran Sekretariat ASEAN dan kerja sama lembaga ASEAN lainnya. evaluasi. c. dan kelompok kerja. pelaksanaan. analisis. dan nonkeuangan internasional. koordinasi. Malaysia. evaluasi. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). Brunei Darussalam. serta kerja sama pemantauan ekonomi. analisis. ASEAN+3. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). b. pelaksanaan. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. .

Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan pemerintah negara-negara sahabat. Bidang Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. Coordinating Committee on Services (CCS). evaluasi. koordinasi. analisis. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Asia Cooperation Dialogue (ACD). Pasal 1896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1895. dan menjadi focal point/Liaison Officer (LO) berkenaan dengan kerja sama internasional. (3) Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan nonkeuangan internasional. Deputi Menteri Keuangan. koordinasi. Brunei Darussalam. keuangan. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). koordinasi. dan nonkeuangan internasional. Indonesia. evaluasi. evaluasi. dan kelompok kerja. analisis. pelaksanaan. serta dukungan administrasi pusat. dan lainnya. kerja sama forum Pertemuan Asia Timur. (4) Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan kelompok kerja. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). analisis.531 Pasal 1894 (1) Subbidang Kerja Sama ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. keuangan. Indonesia. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. evaluasi. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. analisis. Malaysia. pelaksanaan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. analisis. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. .. Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). (2) Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Malaysia. Malaysia. Pasal 1895 Bidang Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. serta pembahasan dan negosiasi anggaran Sekretariat ASEAN dan lembaga ASEAN lainnya. evaluasi. koordinasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dengan seluruh negara-negara sahabat.

menyusun rencana kerja. e. rumah tangga. b. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. Pasifik dan Afrika. keuangan. d. Pasal 1897 Bidang Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a. dan laporan Pusat. koordinasi. keuangan dan nonkeuangan internasional. pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. (2) Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. kepegawaian. Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. c. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan lembaga lainnya di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. keuangan dan nonkeuangan internasional. pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dukungan administrasi pusat. koordinasi. evaluasi. evaluasi. d. perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. . (3) Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. c. Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama lembaga keuangan Japan Bank for International Cooperation (JBIC). analisis. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah negaranegara sahabat. analisis. kearsipan. Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional. Subbidang Tata Kelola. koordinasi. dan lembaga lainnya di kawasan Eropa dan Amerika. evaluasi. OECD. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. koordinasi. Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. analisis. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional.532 b. Pasal 1898 (1) Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. koordinasi.. koordinasi. evaluasi. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional. analisis. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. evaluasi. analisis.

dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. evaluasi. analisis. analisis. Islamic Development Bank (IDB). b. Bidang Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan. koordinasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama pada forum United Nation for Development Programs (UNDP). pelaksanaan dan pemantauan yang berkaitan dengan status keanggotaan. c. perumusan rekomendasi kebijakan.. evaluasi. Pasal 1900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1899. Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI. World Summit for Sustainable Development (WSSD). kontribusi. dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. pengkajian status keanggotaan. Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan multilateral. kontribusi. Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods. analisis. koordinasi. . perumusan rekomendasi kebijakan. serta menjadi focal point bagi kerja sama lembaga-lembaga keuangan multilateral. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Asian Development Bank (ADB). analisis. b. koordinasi. koordinasi. e. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Institusi Bretton Woods. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan lembaga internasional lainnya dan antar negara berkembang. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum multilateral lainnya. d. koordinasi. d. koordinasi. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. dan agenda PBB lainnya. Pasal 1901 Bidang Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. koordinasi. Organisasi Konferensi Islam (OKI). evaluasi.533 Pasal 1899 Bidang Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. dan organisasi keuangan multilateral lainnya. analisis. analisis. analisis. Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP). perumusan rekomendasi kebijakan. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). perumusan rekomendasi kebijakan. f.

koordinasi. evaluasi. Financial Stability Forum (FSF). serta organisasi keuangan multilateral lainnya. serta kesepakatan kerja sama ekonomi. dan Economic and Social Council (ECOSOC). APEC dan Bilateral. serta USAID. World Summit for Sustainable Development (WSSD). koordinasi. IEC. Kelompok G8. Developing Eight (D8). serta agenda PBB dan forum multilateral lainnya. Food and Agriculture Development (FAO). serta kerja sama International Fund for Agriculture Development (IFAD). evaluasi. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Bank Pembangunan Asia/ADB. analisis. IDA. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Pasal 1904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1903. pelaksanaan dan pemantauan atas kebijakan kerja sama internasional dalam forum internasional sektor jasa dan menyediakan data/informasi hasil negosiasi pada forum WTO. analisis. Pasal 1903 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). United Nation for Development Programs (UNDP). analisis. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan yang berkaitan dengan status keanggotaan. koordinasi. (4) Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. . dan OKI. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan International Monetary Fund (IMF). Kelompok 24 (G24).534 Pasal 1902 (1) Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. IFC. ICSID). MIGA. Mitra ASEAN. World Food Program (WFP). kontribusi dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasiorganisasi internasional. keuangan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Kelompok 20 (G20). Mitra ASEAN. koordinasi. dan nonkeuangan internasional. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok 15 (G15). kelompok Bank Dunia (IBRD. analisis. (2) Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.. perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. dan pelaksanaan kerja sama internasional serta negosiasi atas offer-request pada forum WTO. analisis. analisis. evaluasi. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) FUND. pemantauan. APEC. Kelompok Bank Pembangunan Islam/BPI (IDB. dan bilateral. (3) Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. ASEAN. Common Fund for Commodities (CFC). Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP). ASEAN. evaluasi. ITFC. ICD). koordinasi.

pemantauan. perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi Indonesia. koordinasi. Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO. wakil delegasi Indonesia pada forum perundingan internasional sektor jasa. dan bilateral. APEC. (4) Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan pelaksanaan kerja sama jasa nonkeuangan ASEAN. pemantauan. penyiapan fasilitasi penyelenggaraan pertemuan Coordinating Committee on Services (CCS) di Indonesia setiap tahun. (2) Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. (3) Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra Free Trade Area (FTA) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan dengan stakeholder terkait atas kebijakan sektor jasa forum WTO. kesehatan. Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral. e-Commerce. c. dengan stakeholders untuk penyusunan offer-request dan posisi sektor jasa d.535 b. dan bilateral. dan pelaksanaan kerja sama jasa keuangan WTO serta koordinasi jasa sektor keuangan. . dan pelaksanaan kerja sama jasa mitra Free Trade Area (FTA) serta koordinasi sektor jasa pariwisata. analisis. koordinasi. e. Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra FTA. pemantauan perkembangan liberalisasi sektor jasa keuangan dan nonkeuangan kerja sama WTO. serta publikasi dan diseminasi hasil negosiasi sektor jasa. c. Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa.. telekomunikasi. analisis. b. ASEAN. pemantauan. koordinasi. analisis. dan pelaksanaan kerja sama jasa APEC dan bilateral serta koordinasi sektor-sektor jasa lainnya. analisis. d. koordinasi. Pasal 1906 (1) Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. pemantauan. Mitra ASEAN. analisis. evaluasi. APEC. ASEAN. evaluasi. koordinasi. Mitra ASEAN. Pasal 1905 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa terdiri dari: a. evaluasi. dan transportasi udara.

. Pasal 1908 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Badan.536 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1907 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelatihan dan penataran dengan lembaga pendidikan dalam dan luar negeri. pelaksanaan administrasi Badan..537 BAB XIV BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1909 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang selanjutnya dalam Keputusan ini disingkat BPPK mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. pelaksanaan kebijakan Menteri Keuangan di bidang pendidikan. penelaahan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1911 BPPK terdiri dari: a. d. evaluasi. Sekretariat Badan. b. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. c. Pasal 1910 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: a. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anggaran dan Perbendaharaan