SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100/PMK.

01/2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN

MENTERI KEUANGAN,

Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Departemen Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan;

Mengingat

:

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005;

Memperhatikan

:

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat Nomor B/1697/M.PAN/7/2008 tanggal 7 Juli 2008;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN.

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Keuangan merupakan unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh seorang Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang keuangan dan kekayaan negara; pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawabnya; pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara; penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang keuangan dan kekayaan negara kepada Presiden.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;

-3h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Pengembangan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Pembinaan Umum Pengelolaan Kekayaan Negara; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan.

m. Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional;

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen Keuangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Departemen Keuangan; penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen Keuangan; penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator, Kementerian Negara, Departemen lain, Lembaga Pemerintah Non Departemen, dan lembaga lain yang terkait;

-4d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Hubungan Masyarakat; Biro Perlengkapan; Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 8 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan program dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Departemen, penyusunan anggaran Departemen, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen;

-5c. d. e. f. pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen; pelaksanaan akuntansi anggaran Departemen serta pelaporan keuangan Departemen; perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 10 Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Perencanaan Program; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 11 Bagian Perencanaan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek, dan strategik Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan dan kinerja Departemen. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Bagian Perencanaan Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional di lingkungan Departemen; penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerja sama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Program I;

b.

c.

-6b. c. d. Subbagian Perencanaan Program II; Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral; Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 14 (1) Subbagian Perencanaan Program I mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan Program II mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerjasama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 15 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Departemen; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Pembiayaan dan Perhitungan) Departemen; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 17 Bagian Penganggaran terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran I;

-7b. c. d. Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 18 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 19 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan bahan dan penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Departemen; verifikasi dokumen permintaan pembayaran lingkup Sekretariat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran; penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus.

-8-

Pasal 21 Bagian Perbendaharaan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan; Subbagian Verifikasi Perbendaharaan; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 22 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pemberian dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penyiapan bahan penyusunan pedoman pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) Subbagian Verifikasi Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian terhadap dokumen permintaan pembayaran, penerbitan surat perintah pembayaran dan penetapan SKPP, penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan, penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan, dan pembuatan tanggapan dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 23 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Departemen. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal;

-9b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Departemen Keuangan; penyusunan laporan keuangan Departemen meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Departemen; penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 25 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 26 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan

- 10 pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Departemen Keuangan. Pasal 27 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan dengan menggunakan pendekatan manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Bagian Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi sistem manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 29 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama II; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama III; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama IV. Pasal 30 Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I, II, III, dan IV masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data, analisis, dan penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi serta penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi konsep manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.

Bagian Keempat

- 11 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 31 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen.

Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 33 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 34 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 35

c. d.

- 12 -

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 36 Bagian Organisasi I terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; Subbagian Organisasi IC. Pasal 37 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 38 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi;

- 13 b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 40 Bagian Organisasi II terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; Subbagian Organisasi IIC.

Pasal 41 Subbagian Organisasi IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 42 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42, Bagian Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan laporan akuntabilitas kinerja; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja;

b.

- 14 c. d. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 44 Bagian Ketatalaksanaan I terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Ketatalaksanaan IA; Subbagian Ketatalaksanaan IB; Subbagian Ketatalaksanaan IC; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 45 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja, serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas rumah tangga Biro. Pasal 46 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46, Bagian Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: melakukan urusan tata usaha dan

Pasal 50 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. evaluasi. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Pasal 48 b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan pembinaan. analisis. dan penyiapan pembinaan. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. analisis. koordinasi. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. dan penyiapan bahan pembinaan. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. koordinasi. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. pengumpulan dan pengolahan data. b. .. tata laksana pelayanan publik. Badan Kebijakan Fiskal. IIB. penelaahan. pengumpulan dan pengolahan data. koordinasi. dan monitoring jabatan fungsional. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. tata laksana pelayanan publik. penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. sistem administrasi umum. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. b. dan analisis jabatan fungsional. Bagian Ketatalaksanaan II terdiri dari: a. dan laporan akuntabilitas kinerja. c. Pasal 49 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. sistem administrasi umum. dan Sekretariat Pengadilan Pajak.15 a. Inspektorat Jenderal. evaluasi. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. penelaahan. c. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. evaluasi. koordinasi. evaluasi. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. Subbagian Ketatalaksanaan IIC.

c. kepabeanan dan cukai. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan penyiapan bahan pembinaan. b.16 Pasal 52 Bagian Jabatan Fungsional terdiri dari: a. Subbagian Jabatan Fungsional III. . evaluasi. koordinasi. serta pengelolaan perpustakaan hukum. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. analisis. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 54 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. c. lelang.. II. Subbagian Jabatan Fungsional I. b. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. perusahaan. perbendaharaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. dan penerimaan negara bukan pajak. Pasal 53 Subbagian Jabatan Fungsional I. penelaahan. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Subbagian Jabatan Fungsional II. Biro Hukum a.

Kelompok Jabatan Fungsional. . Bagian Hukum Anggaran. Perusahaan. dan Informasi Hukum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57.17 d. d. b. c. f. Bagian Hukum Pengelolaan Utang.. Subbagian Hukum Pajak II. Pasal 59 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri dari: a. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. kepabeanan dan cukai. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. Perimbangan Keuangan. Subbagian Hukum Pajak I. e. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. Perbendaharaan. Bagian Hukum Kekayaan Negara. f. b. Pasal 57 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Pasal 56 Biro Hukum terdiri dari: a. b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. e.

Pasal 61 Bagian Hukum Anggaran. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. Perbendaharaan. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. Pajak Tidak Langsung Lainnya. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Pajak Bumi dan Bangunan. Pasal 60 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. perbendaharaan. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai. Bagian Hukum Anggaran. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. Subbagian Hukum Kepabeanan II. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan.18 c.. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. Perimbangan Keuangan. Perbendaharaan. Subbagian Hukum Kepabeanan I. pemberian uang ganjaran. keberatan dan banding. perimbangan keuangan. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. dan Pajak Penghasilan. d. Pajak Pertambahan Nilai. Perimbangan Keuangan. . dan penerimaan negara bukan pajak.

penerusan pinjaman luar negeri kepada (2) . Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. dan rancangan APBN Perubahan. d. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah.. Pasal 64 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dana tugas pembantuan. dan masalah anggaran terkait lainnya.19 b. b. penyusunan Nota Keuangan. Perimbangan Keuangan. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. dana bagi hasil sumber daya alam. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan dana alokasi khusus. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-P Nias. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. anggaran Badan Layanan Umum. Subbagian Hukum Perbendaharaan. c. Subbagian Hukum Anggaran. c. dana alokasi umum. Pasal 63 Bagian Hukum Anggaran. d. Perbendaharaan.

. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. Bagian Hukum Kekayaan Negara. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. piutang negara. serta menyelenggarakan dokumentasi. dan diseminasi hukum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. akuntansi dan pelaporan keuangan. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat.. Perusahaan.20 pemerintah daerah. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. kekayaan negara lainnya. Perusahaan. b. (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. lelang. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. kekayaan negara yang dipisahkan. dan perusahaan. pengelolaan dana investasi. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. informasi. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (4) Pasal 65 Bagian Hukum Kekayaan Negara. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya.

pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan di bidang tugas Departemen. Pasal 68 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. Pasal 67 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. Perusahaan. e. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Departemen. b. Lembaga Penyiaran Publik. d. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. mikro.. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang- (2) (3) . dan Informasi Hukum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. penyiapan bahan pustaka hukum. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. terdiri dari: a. diseminasi hukum. Badan Hukum Pendidikan. c.21 c. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. f. dan menengah. d.

Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara.. dan derivatif terkait dengan surat utang negara. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. . melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. pinjaman dan hibah luar negeri. Pasal 71 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri dari: a. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. Pasal 69 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. penyiapan bahan pustaka hukum. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Departemen dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen. dan pembiayaan syariah. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 72 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. diseminasi hukum.22 undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. pengelolaan perpustakaan hukum. b. d. (4) Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.

b.23 (2) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). pasar modal. (3) (4) Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam . penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. asuransi. dana pensiun. perjanjian internasional. lembaga keuangan bukan bank. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. Pasal 73 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. lembaga penjaminan. pengkoordinasian. c. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Biro. jasa pembiayaan. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah.. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya.

c. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. (2) (3) (4) Bagian Keenam . Pasal 76 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III.. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. b. Subbagian Hukum Perjanjian. dan perjanjian internasional.24 rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. perjanjian perlindungan. dan pasar modal. d. kewajiban kontinjensi. Pasal 75 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri dari: a. promosi dan kerjasama investasi. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. dan jasa keuangan lainnya. dana pensiun. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). regional. perjanjian internasional. dan lembaga pembiayaan. lembaga penjaminan. termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional.

Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Bantuan Hukum III. pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. c.25 Biro Bantuan Hukum Pasal 77 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. Bagian Bantuan . dan Kepegawaian. Pasal 79 Biro Bantuan Hukum terdiri dari: a.. Bagian Bantuan Hukum I. d. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. sengketa Internasional. memberikan bantuan hukum. Arbitrase. b. Kelompok Jabatan Fungsional. serta Sengketa Internasional dan Arbitrase. b. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. d. Bagian Bantuan Hukum II. Pasal 80 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Bank Dalam Likuidasi (BDL). pendapat hukum. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.

Bagian Bantuan . pra peradilan. pejabat. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. IC. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dalam penanganan perkara.. Pasal 82 Bagian Bantuan Hukum I terdiri dari: a. c. niaga. tata usaha negara. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. b. c.26 b. sengketa pajak. pendampingan kepada para pejabat. Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. perdata. mantan pejabat. mantan pejabat. mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IA. b. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Subbagian Bantuan Hukum IC. pendampingan kepada para mantan pejabat. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Pasal 83 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. dan pegawai Departemen yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. agama. Subbagian Bantuan Hukum IB. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Subbagian Bantuan Hukum ID. pendampingan kepada para pejabat. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. d. IB. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal Pasal 84 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Subbagian Bantuan Hukum IIA.27 c. Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 87 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIC. dan Kepegawaian. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. c. Bagian Bantuan . mantan pejabat. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum.. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Tata Usaha Biro. pegawai. pendampingan kepada para pejabat. mantan pejabat. sengketa pajak. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Bantuan Hukum IIB. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. b. dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Pasal 88 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. d. perdata. d. Arbitrase. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. IIB. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. tata usaha negara. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). sengketa Internasional. Pasal 86 Bagian Bantuan Hukum II terdiri dari: a. niaga.

28 c. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Arbitrase.. IIIB. pelaksanaan pengadaan. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. pra peradilan. IIIC. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. dan Kepegawaian. Pasal 91 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. tata usaha negara. dan Kepegawaian. sengketa Internasional. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 92 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Arbitrase. niaga. perdata. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). c. sengketa Internasional. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Subbagian Bantuan Hukum IIID. Biro SDM menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. serta dalam penanganan perkara. pendampingan kepada para pejabat. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri . Pasal 90 Bagian Bantuan Hukum III terdiri dari: a. b. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. penyusunan formasi. d. sengketa pajak.

Rencana Kerja . pengembangan sumber daya manusia Departemen Keuangan. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis.. e. d. Kelompok Jabatan Fungsional.29 Sipil/Pegawai Negeri Sipil. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. pengadaan pegawai. b. e. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun. formasi. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia. pemberhentian pegawai. penyelesaian administrasi umum. d. c. pengelolaan. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. c. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. penyelesaian mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. Pasal 95 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. dan pelayanan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Departemen Keuangan. b. f. Pasal 94 Biro SDM terdiri dari : a. dan pengelolaan kesejahteraan pegawai. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum. Rencana Kerja. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengembangan. penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian. serta pelaksanaan evaluasi kegiatan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. f.

pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : . Penetapan Kinerja. b. penyiapan pengalokasian pegawai baru.. c. Rencana Kerja. Subbagian Formasi dan Penyaringan. pemberian penghargaan dan tanda jasa. Pasal 98 (1) Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis. (3) Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penempatan pegawai baru. serta evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia. koordinasi pendidikan dan pelatihan. c. dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Formasi dan Penyaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Pasal 99 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center dan psikotes serta penyiapan mutasi jabatan pegawai. pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil.30 Tahunan. Rencana Kerja Tahunan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pasal 97 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. Penetapan Kinerja. Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia. penyiapan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. pengembangan standar dan pengawasan kinerja.

(4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I masing-masing dan penyiapan bahan pelaksanaan psikotes.. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. serta mutasi jabatan fungsional. pemantauan. c. d. dan pengawasan standar kinerja. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. penyiapan mutasi jabatan dan koordinasi pembinaan pola karir di lingkungan Departemen. penyiapan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. II. penyusunan rencana kebutuhan. Pasal 102 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan assessment center terhadap pejabat eselon II dan III di lingkungan Departemen Keuangan. e. Subbagian Assessment Center. dan pengawasan standar kinerja. dan pengaturan status kepegawaian. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. dan eselon IV di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pemberian penghargaan dan tanda jasa. penyusunan rencana kebutuhan. pemantauan. c. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. pengembangan. b. d.31 a. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. pengembangan. dan III di lingkungan Departemen Keuangan. serta pemberian penghargaan dan tanda jasa. pengembangan dan evaluasi sistem assessment center dan psikotes. pelaksanaan assessment center dan psikotes. penyiapan riset. (2) Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan mutasi jabatan struktural eselon I. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan riset. b. Pasal 101 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. Pasal 103 . Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai.

Subbagian Naskah dan Dokumentasi. Pasal 106 (1) Subbagian Integrasi Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan penyiapan bahan penyusunan petunjuk operasional standardisasi basis data. (3) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik pegawai. Pasal 105 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. lunak. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data. pemeliharaan.. pemeliharaan. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. serta penggunaan. lunak. c. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. dan sarana pendukung komputer lainnya. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. d. b. . c. dan pemantauan perangkat keras. dan pemantauan perangkat keras.32 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembangunan dan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Departemen Keuangan serta pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data kepegawaian. b. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. dan sarana pendukung komputer lainnya. pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. Subbagian Integrasi Data. Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. (4) Subbagian Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. Subbagian Pengelolaan Basis Data. penyusunan statistik pegawai. d. penyiapan petunjuk operasional penerapan standardisasi basis data. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. serta penggunaan.

dan Badan Kebijakan Fiskal. pensiun janda/duda. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV. c. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. pensiun janda/duda. (2) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat.33 - Pasal 107 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun mempunyai tugas melaksanakan mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. b. dan usul pensiun pegawai. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Banten. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. Pasal 110 (1) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I. b. (3) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. Pasal 109 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun terdiri dari : a. Jawa . Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Sumatera. dan usul pensiun pegawai. dan usul pensiun pegawai. Pasal 108 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. penyiapan mutasi pangkat di lingkungan Departemen Keuangan. dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar.. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. pensiun janda/duda. Direktorat Jenderal Anggaran. penyiapan pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun dan usul pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. d.

penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Inspektorat Jenderal. b. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan usul pensiun pegawai. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum menyelenggarakan fungsi : a. Sulawesi. penegakan disiplin. dan Papua. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Pasal 113 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum terdiri dari : a. Jawa Timur. b. dan mengelola kesejahteraan pegawai serta penyelesaian administrasi umum. Bali dan Nusa Tenggara. penyiapan penyelesaian administrasi umum kepegawaian. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. pengelolaan kesejahteraan pegawai. Pasal 111 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penegakan Disiplin I. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro SDM. Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum.. . Jawa Tengah. Pasal 114 (1) Subbagian Penegakan Disiplin I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. DI Yogyakarta. c. Maluku. (4) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. penegakan disiplin. d. pensiun janda/duda.34 Barat. Kalimantan. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. d. Subbagian Penegakan Disiplin II.

d. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. penegakan disiplin. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan negara. Direktorat Jenderal Pajak. Biro Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a..35 penegakan disiplin. (2) Subbagian Penegakan Disiplin II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. . serta menyiapkan penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. pemantauan. mengelola perpustakaan departemen. analisis. Badan Kebijakan Fiskal. b. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan program komunikasi publik secara terpadu dan berkelanjutan. penyebarluasan langkah dan kebijakan fiskal serta hasil pelaksanaannya kepada publik. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. melaksanakan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara dan mengelola opini publik dalam rangka mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. (3) Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kesejahteraan pegawai dan penyelesaian administrasi umum kepegawaian. Bagian Kedelapan Biro Hubungan Masyarakat Pasal 115 Biro Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program komunikasi publik. mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Bagian Publikasi dan Layanan Informasi. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. pengelolaan serta layanan perpustakaan. c. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. desk informasi dan call center. Pasal 117 Biro Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. Dewan Perwakilan Daerah (DPD).. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Komisi-Komisi Negara. komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. l. . pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan organisasi profesi. penyelenggaraan penerbitan. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Bagian Manajemen Opini Publik. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). i. organisasi kemasyarakatan. lembaga pemerintah. pengembangan.36 e. Bagian Perpustakaan. publikasi elektronik. evaluasi program komunikasi publik. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). j. e. Pasal 118 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan. Mahkamah Konstitusi (MK). dan peningkatan partisipasi publik. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. k. f. Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. g. h. Bagian Komunikasi Media dan Internasional. Bank Indonesia (BI). Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Mahkamah Agung (MA). f. b. lembaga pemerintah. Kementerian Negara. Pemerintah Daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. perencanaan. d. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. serta fasilitasi penyelenggaraan rapat dan pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional.

menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Kementerian Negara. memberikan layanan informasi dan data. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). memberikan layanan informasi dan data. Kementerian Negara. Mahkamah Konstitusi (MK). Mahkamah Agung (MA).37 b. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Komisi-Komisi Negara. . Pasal 120 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri dari: a. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Bank Indonesia (BI). pengkomunikasian kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). f. Komisi-Komisi Negara. Pemerintah Daerah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Kementerian Negara. Komisi-Komisi Negara. e. b. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas membina hubungan. Pemerintah Daerah. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. c. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. Kementerian Negara. Mahkamah Konstitusi (MK). dan Bank Indonesia (BI). serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). g. Pemerintah Daerah. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Departemen Keuangan di daerah pada masa reses persidangan. Pasal 121 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas membina hubungan. Mahkamah Konstitusi (MA). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. Mahkamah Agung (MA). Mahkamah Agung (MA). Bank Indonesia (BI). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Bank Indonesia (BI). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Agung (MA). Lembaga Pemerintah Non Departemen c. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan fiskal kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). d. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)..

. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. Bagian Publikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi media luar ruang. pelayanan desk informasi dan call center Departemen. pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta pelayanan desk informasi dan call center. dan menyajikan data mengenai informasi keuangan dan kekayaan negara. e. penerbitan. c. b. . Subbagian Publikasi Cetak. f. dan publikasi media luar ruang. Pasal 125 (1) Subbagian Publikasi Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan berkala. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan bentuk publikasi elektronik lainnya. penerbitan tidak berkala. (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas membina hubungan. mengolah.38 (LPND). Pemerintah Daerah. Komisi-komisi Negara. menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (3) Subbagian Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas menghimpun. penyiapan. b. kebijakan fiskal d. Subbagian Data dan Layanan Informasi. Subbagian Publikasi Elektronik. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122. Pasal 122 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan dan publikasi elektronik. Pasal 124 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi terdiri dari: a. penyiapan dan pengelolaan website departemen serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaanya. c. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. (2) Subbagian Publikasi Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan website Departemen serta publikasi infomasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya.

Subbagian Komunikasi Media II. penyiapan . dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. Pasal 126 Bagian Komunikasi Media dan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan dan komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa. data. Pasal 128 Bagian Komunikasi Media dan Internasional terdiri dari: a. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. d. advertorial. data. dan kunjungan pers. keterangan pers. data. penyiapan bahan. perencanaan program berita. internasional dan media asing serta pemanfaatan rubrik dan program media. informasi. Subbagian Komunikasi Media I. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. f. jumpa pers. dan surat pembaca. penyusunan siaran pers.39 dan hasil pelaksanaannya. h. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. Bagian Komunikasi Media dan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. e. dan edukasi pada media. c. perencanaan.. i. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional. wawancara. data. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. artikel. pengkajian. b. tanggapan/bantahan. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center Departemen. c. Pasal 129 (1) Subbagian Komunikasi Media I mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. pelayanan informasi. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. b. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. g.

Pasal 132 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri dari: a. advertorial. melakukan edukasi publik. kegiatan sosial budaya. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Departemen dan unit kerja eselon I di lingkungan Departemen. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. serta melakukan monitoring dan audit komunikasi. serta perencanaan. e. lokakarya. Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik. Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik. penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Departemen. (3) Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. dan kunjungan pers. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. (2) Subbagian Komunikasi Media II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. tanggapan/bantahan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. g. data. serta edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. keterangan pers. Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a.40 dan penyelenggaraan liputan pers. c. pelayanan informasi. pengkajian.. artikel. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. wawancara. Subbagian Edukasi Publik. Pasal 130 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas menyusun perencanaan dan program komunikasi publik. dan surat pembaca. penyusunan siaran pers. pelayanan unjuk rasa. jumpa pers. b. dan kegiatan lainnya. pemantauan. f. dan pelayanan informasi. data. penyiapan bahan. dan penyusunan laporan perkembangan opini publik. d. c. analisis. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. b. Pasal 133 . pembinaan hubungan.

evaluasi. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain. Pasal 137 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program perpustakaan. pengembangan perpustakaan. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work. e. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. h. penyusunan bibliografi. pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya. sarasehan. d. penyelenggaraan seminar. Pasal 134 Bagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan perpustakaan. serta koleksi perpustakaan lainnya. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan institusi perpustakaan asing/internasional. b. analisis. (2) Subbagian Edukasi Publik mempunyai tugas mengoptimalkan dukungan publik melalui edukasi. f.. koleksi AV dan digital (CD. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan. pemberian rekomendasi komunikasi publik. penyusunan program komunikasi publik departemen. c. Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan. (3) Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan pemantauan. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja Biro. diskusi. g.41 - (1) Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan perencanaan. Pasal 136 Bagian Perpustakaan terdiri dari: a. c. Subbagian Tata Usaha Biro. b. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan. . dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal serta penyusunan laporan berkala pengembangan opini publik. dan kegiatan sosial budaya serta menyusun bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan dan meningkatkan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. serta pembuatan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan departemen. Bagian Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. DVD).

pemberian kode-kode berdasarkan pedoman. Pasal 140 Biro Perlengkapan terdiri dari: a. b. Bagian Pengadaan. penyiapan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.42 - (2) Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan klasifikasi dan katalogisasi buku. d. c. c. layanan pengadaan secara elektronik departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. peminjaman/pengembalian bahan pustaka. pelaksanaan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.. pemeliharaan koleksi perpustakaan. pelayanan pendaftaran anggota. analisis dan penyusunan serta penyiapan pembinaan administrasi rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen. Bagian Penyimpanan dan Distribusi. b. serta penyiapan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan unit yang membidangi perpustakaan di institusi dalam negeri. e. Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 138 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. penyiapan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. penyusunan bibliogragi/koleksi buku yang dimiliki. penagihan dan reference work. .

analisis dan penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II. b. (3) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea . dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan. serta koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I. Pasal 144 (1) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 141 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi. Direktorat Jenderal Pajak. dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. c.43 d. e.. Direktorat Jenderal Anggaran. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. Kelompok Jabatan Fungsional. b. (2) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III. Pasal 143 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan.

Direktorat Jenderal Anggaran.44 dan Cukai. layanan pengadaan secara elektronik Departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. pelaksanaan. d. b. perencanaan. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. Subbagian Tata Usaha Biro. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. dan pelaporan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Sekretariat Jenderal. b. Inspektorat Jenderal. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. perencanaan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. c. c. d. perencanaan. Subbagian Pengadaan II. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 147 Bagian Pengadaan terdiri dari: a. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Pasal 145 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. dan alat rumah tangga kantor pada unit Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. dan Gedung Keuangan Negara. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan alat tulis kantor. pelayanan pengadaan secara elektronik Departemen.. Subbagian Pengadaan III. pelaksanaan. Pasal 148 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Subbagian Pengadaan I. barang cetakan. Badan Kebijakan Fiskal. penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan dan penyusunan petunjuk teknis pengadaan di lingkungan Departemen. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada .

penyimpanan.45 unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 152 c. Inspektorat Jenderal. serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Penyimpanan dan Distribusi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengadaan barang inventaris kantor dan lain-lain pada unit Sekretariat Jenderal. b. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. b. Pasal 151 Bagian Penyimpanan dan Distribusi terdiri dari: a. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. (3) Subbagian Pengadaan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. pelaksanaan urusan penerimaan. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. pelaksanaan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. c. Subbagian Distribusi. pelaksanaan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang penatausahaan. Badan Kebijakan Fiskal. perencanaan. . Subbagian Penyimpanan.. serta pengadaan bahan fotocopy dan bahan komputer pada unit Sekretariat Jenderal. Pasal 149 Bagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melaksanakan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Direktorat Jenderal Pajak. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.

Pasal 156 (1) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Sekretariat bahan . Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I. b. (3) Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal.46 (1) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153.. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. Pasal 155 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan terdiri dari: a. c. penatausahaan. penyimpanan. d. penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan pelaksanaan penghapusan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan. b. penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan. Pasal 153 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta menyusun daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

dan . serta melaksanakan keamanan dalam. (2) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Pajak. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Kantor Pusat Departemen Keuangan. perawatan pegawai. Inspektorat Jenderal. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 157 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Departemen dan melaksanakan urusan tata usaha. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Anggaran. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Badan Kebijakan Fiskal.. penyimpanan pendistribusian barang. (4) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Departemen. c. b. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.47 Jenderal. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. pelaksanaan urusan perawatan dan kebersihan gedung. dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a.

b. pengelolaan kendaraan dinas. Bagian Tata Usaha Pimpinan. c. e. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen Keuangan. Bagian Rumah Tangga III. d. f. perbaikan redaksi. dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Departemen. f. Bagian Rumah Tangga II. serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 162 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri dari: . d. serta urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip. c. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri. b. Bagian Rumah Tangga I.. Pasal 160 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Departemen Keuangan. penyusunan risalah. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.48 d. pemeliharaan instalasi. Bagian Tata Usaha Departemen. penatausahaan barang milik negara. reproduksi. dan penyusutan arsip. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. penyusunan jadwal retensi. barang milik Negara. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. serta pelaksanaan dan penatausahaan pembayaran. Pasal 159 Biro Umum terdiri dari: a. penggandaan. pencetakan. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai.

Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. Pasal 163 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan. pengiriman dan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. pelaksanaan urusan protokol. dan pencatatan/penomoran surat. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal.49 a. pelaksanaan urusan tata usaha.. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. d. c. tamu asing dan akomodasi. pemeliharaan. Subbagian Tata Usaha Biro. penyajian bahan. b. penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. b. pengarahan. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pendistribusian. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 165 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Pasal 166 . c. penyajian bahan. penyajian bahan. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Departemen Keuangan. perbaikan redaksi. Subbagian Tata Usaha Persuratan. d. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. Pasal 164 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. penyusunan risalah. pelaksanaan urusan tata usaha.

pengadaan bahan cetak. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. Bagian Rumah Tangga I menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan. Subbagian Tata Usaha Menteri.50 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri dari: a. melaksanakan penerimaan. bahan mikrografik. (4) Subbagian Protokol dan Akomodasi mempunyai tugas melakukan urusan protokol. penyimpanan dan pendistribusian barang. perlengkapan kerja dan sarana kerja. pengadaan. penyajian bahan. Pasal 167 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. pelaksanaan urusan kebersihan gedung/halaman. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. Subbagian Protokol dan Akomodasi. obat-obatan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. rumah jabatan. c. penyajian bahan. obat-obatan. serta melaksanakan keamanan dalam. Pasal 168 Bagian Rumah Tangga I mempunyai tugas melaksanakan urusan perawatan dan kebersihan gedung. perawatan pegawai.. . bahan mikrografik. tamu asing dan akomodasi. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. penyajian bahan. alat-alat laboratorium non inventaris. c. penyimpanan. pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. b. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. b. pelaksanaan urusan perawatan pegawai. d. perlengkapan kerja dan sarana kerja Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. pertamanan. alat-alat laboratorium non inventaris.

alat-alat laboratorium non inventaris.51 d. pakaian kerja dan kelengkapannya. (2) Subbagian Urusan Dalam II mempunyai tugas melakukan urusan kebersihan gedung/halaman. melaksanakan penerimaan. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. penatausahaan barang milik negara. d. pakaian kerja dan kelengkapannya. dan melaksanakan penatausahaan pembayaran. pengadaan bahan cetak. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. Pasal 171 (1) Subbagian Urusan Dalam I mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. (4) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. obatobatan. Subbagian Urusan Dalam I. rambu-rambu lalu lintas. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. bahan mikrografik. Subbagian Perawatan Pegawai. alatalat laboratorium non inventaris. pengurusan keamanan dalam kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan.. ramburambu lalu lintas. Subbagian Keamanan Dalam. Pasal 172 Bagian Rumah Tangga II mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai. Pasal 170 Bagian Rumah Tangga I terdiri dari: a. penyimpanan. pencetakan dan penggandaan. b. c. pertamanan. Pasal 173 . penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan. Subbagian Urusan Dalam II. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. (3) Subbagian Perawatan Pegawai mempunyai tugas urusan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Departemen beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. obat-obatan. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. bahan mikrografik. rumah jabatan.

Pasal 176 . (4) Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. penyimpanan. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. c. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. b. pelaksanaan urusan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai serta pelaksanaan penatausahaan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. pengeluaran. Pasal 174 Bagian Rumah Tangga II terdiri dari: a.. pelaksanaan urusan penerimaan. c. d. pengeluaran dan penatausahaan uang kas Departemen serta pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. penjilidan. penatausahaan uang kas Departemen dan pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran serta pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan.52 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. b. Pasal 175 (1) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal serta melaksanakan pengelolaan dan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Departemen Keuangan dan secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. Bagian Rumah Tangga II menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan usulan penghapusan barang milik negara Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. penyimpanan.

dan perawatan serta perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. CCTV. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi. . operasional.53 Bagian Rumah Tangga III mempunyai tugas melaksanakan urusan pemeliharaan peralatan. b. c. barang inventaris lainnya. (2) Subbagian Pemeliharaan II mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana instalasi listrik/penerangan. melaksanakan sewa mesin fotocopy dan penyediaan kertas fotocopynya di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. c. mesin penyejuk udara. instalasi air. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. d.. pelaksanaan urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. alat komunikasi. b. pengaturan penggunaan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Pasal 178 Bagian Rumah Tangga III terdiri dari: a. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. Subbagian Pemeliharaan I. pengelolaan kendaraan dinas serta urusan persandian dan telekomunikasi. (3) Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas. genset. Subbagian Pemeliharaan II. Pasal 179 (1) Subbagian Pemeliharaan I mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. peralatan kantor. Bagian Rumah Tangga III menyelenggarakan fungsi: a.

54 - Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 180 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal. . Pasal 181 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya..

kriteria. c. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Anggaran II. b. b. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. g. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. Direktorat Sistem Penganggaran. d. pedoman. pelaksanaan administrasi direktorat jenderal. perumusan kebijakan teknis Departemen Keuangan di bidang penganggaran. d. e. dan prosedur di bidang penganggaran. . c. Direktorat Anggaran III. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 184 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri dari: a.. perumusan standar. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.53 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 182 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. norma. e. Direktorat Anggaran I. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. f.

koordinasi penyusunan rencana kerja. d. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi dan penyajian informasi penganggaran direktorat jenderal. kepustakaan. Pasal 188 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi.. rumah tangga. dan pelaporan direktorat jenderal. c. pengelolaan urusan tata usaha. kepegawaian. Bagian Keuangan. b. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. dan laporan kinerja direktorat jenderal. rencana strategik. c. dokumentasi. Bagian Umum. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.54 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 185 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. . b. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. d. f. keuangan direktorat jenderal. e. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. Pasal 187 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. e. kearsipan. dan perlengkapan direktorat jenderal. pembinaan jabatan fungsional direktorat jenderal.

. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. Subbagian Organisasi. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan koordinasi dan penyajian informasi penganggaran Direktorat Jenderal. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. . Subbagian Tata Laksana. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi. c. serta pengembangan kinerja organisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. serta pengembangan kinerja organisasi. Pasal 192 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. monitoring. dan laporan pelaksanaan tugas. penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. d. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi direktorat jenderal. Pasal 190 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. b. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja.55 Pasal 189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. Subbagian Pelaporan. c. e. laporan akuntabilitas kinerja. b. Pasal 191 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. monitoring. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. laporan akuntabilitas.

Pasal 195 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya.56 Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. pemberhentian. c. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. dokumentasi. dokumentasi.. b. statistik. urusan tata usaha. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. b. kepangkatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. cuti dan pengolahan data kepegawaian. statistik. penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. c. cuti dan pengolahan data kepegawaian. Pasal 197 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. Subbagian Mutasi. Pasal 196 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. pemensiunan. . pemensiunan pegawai. serta penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai. Pasal 194 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Subbagian Umum Kepegawaian. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemberhentian.

dokumentasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan rumah tangga. keprotokolan. kearsipan. kepustakaan. dan penggandaan. Pasal 199 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan perlengkapan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). pelaksanaan urusan surat menyurat. . serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. Pasal 200 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. rumah tangga. Pasal 198 Bagian Keuangan terdiri dari: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. kepustakaan. c. b. c. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal.. dokumentasi. Subbagian Penyusunan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200.57 b. kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi. c. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. dan gaji.

kearsipan. dokumentasi. Subbagian Tata Usaha. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 204 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). b. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. kepustakaan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. pendistribusian. dan penggandaan. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). melakukan urusan pengadaan. penyimpanan. Pasal 203 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Rumah Tangga. ekspedisi. . penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.58 Pasal 202 Bagian Umum terdiri dari: a. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P). Subbagian Perlengkapan. angkutan pegawai. perjalanan dinas. c. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. keprotokolan dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji pegawai.. penghapusan perlengkapan. dan Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. pemeliharaan.

c. penyusunan dan pelaporan statistik keuangan pemerintah. penyusunan proyeksi. serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara. monitoring dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta perkembangan ekonomi makro. g. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal. i. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyusunan analisis dan konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro.59 b. h. Pasal 206 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. penyusunan proyeksi. g. j. h. Subbagian Tata Usaha. .. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pengelolaan data ekonomi makro dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. analisis kebijakan serta evaluasi pembiayaan anggaran jangka pendek dan jangka menengah. f. serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. pengembangan model perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan proyeksi ekonomi makro. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja negara jangka pendek dan jangka menengah. b. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d. c. penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. e. l. d. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara jangka pendek dan jangka menengah. e. konsolidasi data di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. f. k.

serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. d. . penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal.. sektor moneter dan sektor eksternal. monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor moneter dan lembaga keuangan. Seksi Sektor Eksternal. b. kebijakan fiskal dan kerangka penganggaran jangka menengah. c. c. d. Seksi Sektor Pemerintah. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. f. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. b. Seksi Sektor Riil. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. penyiapan bahan penyusunan analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap sektor riil. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro.60 Pasal 207 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. Pasal 209 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro terdiri dari: a. Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang kerangka ekonomi makro. e. Pasal 210 (1) Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan moneter dan lembaga keuangan.

langkah-langkah kebijakan fiskal. (4) Seksi Sektor Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal (fiscal stance). penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. . b. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis kebijakan pendapatan negara. d. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam. c. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung. monitoring dan evaluasi realisasi pendapatan negara. c. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pendapatan negara. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor riil. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor eksternal. (3) Seksi Sektor Riil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan sektor riil. dan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d. b.. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 213 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara terdiri dari: a.61 - (2) Seksi Sektor Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam. serta pengembangan model fiskal dan pengelolaan data sektor pemerintah. Pasal 211 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung. dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian.

. perkembangan realisasi dan sasaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA). serta monitoring. perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak tidak langsung. belanja hibah. serta monitoring. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja pegawai. pajak bumi dan bangunan (PBB). serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. . serta monitoring. belanja barang. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan belanja pegawai. belanja barang. perkembangan realisasi dan sasaran PNBP Non-SDA. serta monitoring. belanja hibah. dan pajak lainnya. bantuan sosial dan belanja lainnya. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan bagian pemerintah atas laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN).62 Pasal 214 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja modal. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. b. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). bantuan sosial dan belanja lainnya. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan SDA migas dan SDA non-migas. belanja modal. bantuan sosial dan belanja lainnya. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak penghasilan (PPh). (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak langsung. cukai. belanja modal. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja pegawai. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L). Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. dan pajak ekspor/bea keluar. Pasal 215 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. belanja hibah. bea masuk. belanja barang. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPN dan PPnBM).

belanja barang. d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. dana perimbangan (dana bagi hasil. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. dan dana otonomi khusus. menyusun proyeksi. penyiapan bahan penyusunan proyeksi belanja pegawai. b. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan belanja pegawai. dana alokasi umum. belanja subsidi. dan dana alokasi khusus). serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. belanja modal. d. belanja hibah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan.. bantuan sosial dan belanja lainnya. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. menyusun proyeksi.63 c. bantuan sosial dan belanja lainnya. belanja modal. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. c. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal. pengembangan model serta pengelolaan data belanja lainnya dan belanja Kementerian/Lembaga. belanja barang. analisis kebijakan serta evaluasi realisasi pembayaran bunga utang. Pasal 217 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri dari : a. belanja barang. e. bantuan sosial dan belanja lainnya. pengembangan model serta pengelolaan data belanja modal. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga. pengembangan model serta pengelolaan data belanja hibah dan belanja sosial. menyusun proyeksi. belanja hibah. belanja modal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal mempunyai tugas melakukan penyiapkan bahan analisis kebijakan. menyusun proyeksi. . Pasal 219 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pegawai. belanja hibah. pengembangan model serta pengelolaan data belanja pegawai dan belanja barang. Pasal 218 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan.

d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. menyusun proyeksi. pengembangan model serta pengelolaan data dana alokasi umum. dana perimbangan. belanja subsidi. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan pembayaran bunga utang. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. dan belanja dana otonomi khusus. dana perimbangan. dan Dana Otonomi Khusus. b. Pasal 222 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja subsidi. belanja dana perimbangan. dan dana otonomi khusus. dana perimbangan. menyusun proyeksi. dana perimbangan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembayaran bunga utang.. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. . penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja bunga utang. dan dana otonomi khusus. belanja subsidi. Pasal 221 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri dari: a. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus. b. d. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang. menyusun proyeksi. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan model serta pengelolaan data dana bagi hasil dan dana alokasi khusus. c. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. c. pengembangan model serta pengelolaan data belanja subsidi. dan Dana Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. dan dana otonomi khusus. menyusun proyeksi.64 Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. dan dana otonomi khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. belanja subsidi. pengembangan model serta pengelolaan data pembayaran bunga utang. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembayaran bunga utang. dan dana otonomi khusus. e. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. belanja subsidi.

.65 - Pasal 223 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah. d. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Pasal 226 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan.. pengelolaan utang dan risiko fiskal. Pasal 225 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal terdiri dari: a. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. pengelolaan utang. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. analisis kebijakan dan evaluasi pembiayaan anggaran. e. monitoring pelaksanaan policy matrix pinjaman luar negeri. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan dalam negeri. c. b. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri. dan pengelolaan risiko fiskal. menyusun proyeksi. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. f. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri. Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan luar negeri. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. menyusun proyeksi. d.

penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. data. penyiapan bahan koordinasi monitoring pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan konsolidasi dan pengolahan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya . h. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. d.66 (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. . Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. pengembangan model serta pengelolaan data risiko fiskal. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. (4) Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. menyusun proyeksi. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. f.. e. pengembangan model serta pengelolaan data penerimaan hibah. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. g. menyusun proyeksi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. b. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan pemerintah. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta penyusunan dan pelaporan Statistik Keuangan Pemerintah. Pasal 227 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi data penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Seksi Statistik Keuangan Pemerintah. Pasal 230 (1) Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengolahan dan monitoring data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. (4) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi persiapan dan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta menyiapkan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. sumbangan bahan Pidato dan lampiran Pidato Presiden. . Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.67 i. d. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. Pasal 231 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. data. (3) Seksi Statistik Keuangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS). Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. b.. c. serta koordinasi kebutuhan aplikasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 229 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya.

d. d. g. bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian b. kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. subsidi. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. h. i. c. b.. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. Public Service Obligation (PSO). Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. Subdirektorat Anggaran IA. Subdirektorat Anggaran IB. Subdirektorat Anggaran ID.68 Bagian Keenam Direktorat Anggaran I Pasal 232 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Subdirektorat Anggaran IC. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan Negara/Lembaga. e. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 234 Direktorat Anggaran I terdiri dari: a. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. . f. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga.

revisi. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. . IC. Seksi Anggaran IA-1. dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. definitif. d. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IA-2. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. ID. Subdirektorat Anggaran IA. IB. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IA-4. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. Pasal 235 Subdirektorat Anggaran IA. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. g. d. dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. IB. b. penyiapan bahan koordinasi. c. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. f. Seksi Anggaran IA-3. Pasal 237 Subdirektorat Anggaran IA terdiri dari: a. c. sementara. e. ID. f. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. b.. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. Subdirektorat Anggaran IE. PSO. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I.69 e. dan subsidi. IC.

Seksi Anggaran IC-4. Seksi Anggaran IC-1. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 239 Subdirektorat Anggaran IB terdiri dari: a. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IC-3. IB-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. d. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. b. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IB-2. Pasal 240 Seksi Anggaran IB-1. Pasal 241 Subdirektorat Anggaran IC terdiri dari: a. d. dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Pasal 242 Seksi Anggaran IC-1. IC-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. b. PSO dan Subsidi.70 Pasal 238 Seksi Anggaran IA-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IA-3. IC-3. Seksi Anggaran IC-2. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IB-3. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IB-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja.. IA-2. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. . monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IB-1. Seksi Anggaran IB-4. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.

penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IE-2. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi. IE-3. PSO dan Subsidi. d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 246 Seksi Anggaran IE-1. dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. ID-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Pasal 244 Seksi Anggaran ID-1. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. ID-3. Pasal 245 Subdirektorat Anggaran IE terdiri dari: a. b. Seksi Anggaran ID-3. Seksi Anggaran IE-3. b. c. Pasal 247 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IE-4. Seksi Anggaran ID-1. c. d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.. Seksi Anggaran ID-4. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IE-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IE-2.71 Pasal 243 Subdirektorat Anggaran ID terdiri dari: a. Seksi Anggaran ID-2. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. h. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri dari : a. PSO dan Subsidi. e. sementara. b. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. c. Seksi Dukungan Teknis. . penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . PSO dan Subsidi. PSO dan Subsidi. j. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 249 b. data. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. i. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus.72 Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga.. f. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rancangan alokasi anggaran. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. subsidi. Pasal 251 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan kebijakan. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. . penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga.. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. rencana kerja anggaran. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi.73 - Pasal 250 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. sementara. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Public Service Obligation (PSO). definitif. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. PSO dan subsidi. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. data dan informasi anggaran. dan ABT. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran II Pasal 252 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.

e. definitif. IIB. kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian g. c. i. f. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. d. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran IIA. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis.. IIC.74 c. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IID. e. penyiapan bahan koordinasi. g. Subdirektorat Anggaran IIE. IIB. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 255 Subdirektorat Anggaran IIA. Subbagian Tata Usaha. revisi. Pasal 254 Direktorat Anggaran II terdiri dari : a. data serta informasi penganggaran Kementerian pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. PSO. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan subsidi. pengolahan dan pelaporan Negara/Lembaga. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. f. h. Subdirektorat Anggaran IID. d. IIC. IID. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. sementara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. b. Subdirektorat Anggaran IIB. Subdirektorat Anggaran IIA. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. Subdirektorat Anggaran IIC. fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga.

monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IIA-2. Seksi Anggaran IIA-1. Seksi Anggaran IIA-4. IIA-3. b. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian Negara/Lembaga. c. Seksi Anggaran IIB-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIA-3. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 258 Seksi Anggaran IIA-1. Seksi Anggaran IIB-4. PSO dan Subsidi. d. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.75 b. Pasal 259 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri dari: a. e. f. Seksi Anggaran IIA-2. c. c.. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. Seksi Anggaran IIB-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. d. d. Seksi Anggaran IIB-2. b. . Pasal 257 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri dari: a.

. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIC-4. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IID-4. IIC-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. d. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. c. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.. IID-3. d. Seksi Anggaran IID-2. Pasal 262 Seksi Anggaran IIC-1. Pasal 264 Seksi Anggaran IID-1. Pasal 261 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri dari: a. Seksi Anggaran IIC-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIC-2. b. Seksi Anggaran IID-1. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIC-2. b. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIB-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 263 Subdirektorat Anggaran IID terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.76 Pasal 260 Seksi Anggaran IIB-1. c. IIB-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IID-3. Seksi Anggaran IIC-1. IID-2.

koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIE-2. b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. Seksi Anggaran IIE-3. Pasal 267 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. sementara. Seksi Anggaran IIE-1. c. f. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. PSO dan Subsidi. Pasal 268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267. Seksi Anggaran IIE-2. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IIE-3. PSO dan Subsidi. e. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga.. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.77 - Pasal 265 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri dari: a. b. Seksi Anggaran IIE-4. c. Pasal 266 Seksi Anggaran IIE-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus.

PSO dan Subsidi. h. dan ABT.78 g. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. i. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. sementara. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. data. Pasal 270 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. j. penyusunan rancangan alokasi anggaran. . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan subsidi. Seksi Dukungan Teknis. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. b. data dan informasi anggaran. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. Pasal 271 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. definitif. rencana kerja anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi.. Pasal 269 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri dari : a.

i. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Negara/Lembaga. d.79 Bagian Kedelapan Direktorat Anggaran III Pasal 272 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. c. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Kementerian Negara/Lembaga. e. bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . f. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IIIB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. b. b. Pasal 274 Direktorat Anggaran III terdiri dari: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Subdirektorat Anggaran IIIA. serta Kementerian h. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Negara/Lembaga. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. subsidi. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. j. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (BAPP). penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. pelaksanaan kebijakan. Public Service Obligation (PSO). g..

monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis.. Subdirektorat Anggaran IIID. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan subsidi. definitif. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. e. Subdirektorat Anggaran IIIC. c. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/ Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275. penyiapan bahan koordinasi. Seksi Anggaran IIIA-1. Pasal 277 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri dari: a. b. d. IIIB. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. e. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. b. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. revisi. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 275 Subdirektorat Anggaran IIIA. Subdirektorat Anggaran IIIE. g. Seksi Anggaran IIIA-3. Seksi Anggaran IIIA-2. PSO. Subdirektorat Anggaran IIIA. Seksi Anggaran IIIA-4. Subbagian Tata Usaha.80 c. c. IIIB. d. sementara. . f. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III.

Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. b.81 Pasal 278 Seksi Anggaran IIIA-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. .. d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIIC-4. IIIB-3. b. Seksi Anggaran IIIC-1. IIIA-3. Seksi Anggaran IIIB-1. Seksi Anggaran IIIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIIB-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Pasal 281 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri dari: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. d. Seksi Anggaran IIIB-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 279 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri dari: a. IIIA-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. c. IIIB-2. Seksi Anggaran IIIC-2. Seksi Anggaran IIIB-4. Pasal 280 Seksi Anggaran IIIB-1. PSO dan Subsidi. PSO dan Subsidi. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.

penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran pembiayaan dan perhitungan. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIID-2. penyiapan bahan penyelesaian rincian anggaran pembiayaan dan perhitungan. pembiayaan dan pelaksanaan penyelesaian permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan dana yang bersifat darurat. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada anggaran pembiayaan dan perhitungan. Pembayaran Pokok Utang Dalam Negeri (Bagian Anggaran 097). monitoring dan evaluasi anggaran pembiayaan dan perhitungan. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. c. dan Penerusan Hibah (Bagian Anggaran 102). koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIID-1. Pasal 283 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. b. Pembayaran Pokok Utang Luar Negeri (Bagian Anggaran 096). Subsidi dan Transfer Lainnya (Bagian Anggaran 062). Belanja Lain-Lain (Bagian Anggaran 069).. PSO dan Subsidi. Pasal 284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana anggaran pembiayaan dan perhitungan. Penerusan Pinjaman (Bagian Anggaran 098). g. IIIC-2. b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IIIC-3. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi anggaran perhitungan untuk permintaan dana yang tidak bersifat darurat. Penerusan Pinjaman sebagai Hibah (Bagian Anggaran 101). e. Penyertaan Modal Negara (Bagian Anggaran 099). f. d. Pasal 285 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri dari: a. .82 Pasal 282 Seksi Anggaran IIIC-1. penelaahan permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan yang meliputi : Cicilan dan Bunga Utang (Bagian Anggaran 061).

d. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan serta melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. alokasi. IIID-3.83 c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIID-4. IIIE-3. pemberian bimbingan teknis penyusunan laporan keuangan. e. d. d. b. IIID-2. Seksi Anggaran IIIE-3. menelaah permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat tidak darurat dan menyelesaikan permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat darurat. Pasal 289 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri dari: a. melakukan monitoring penyampaian laporan keuangan. bimbingan teknis penyusunan Laporan Keuangan BAPP. c. Seksi Anggaran IIIE-4. Pasal 286 Seksi Anggaran IIID-1. bimbingan teknis. Seksi Anggaran IIIE-2. Pasal 288 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi anggaran serta menyelesaikan penyusunan rincian anggaran belanja. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. Pasal 287 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. evaluasi. monitoring. serta pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. IIIE-2. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. Pasal 290 Seksi Anggaran IIIE-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan.. Seksi Anggaran IIID-3. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan BAPP. b. Seksi Anggaran IIIE-1. c. . pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP.

c.. sementara. penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. j. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. b. data. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan.84 - Pasal 291 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. . l. Pasal 292 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 291. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. g. PSO dan Subsidi. d. h. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. k. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. serta ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. PSO dan Subsidi. e. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. PSO dan Subsidi. i. f. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri.

menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. b. penyusunan rancangan alokasi anggaran. ABT Kementerian Negara/Lembaga dan ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Seksi Dukungan Teknis. serta koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 295 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . pagu definitif. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan subsidi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi APP. data dan informasi anggaran serta menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan BAPP. Pasal 294 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri.. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. rencana kerja anggaran.85 Pasal 293 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri dari : a. pagu sementara. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan APP. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi.

f. pedoman. dan peraturan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. . b. d.. Kelompok Jabatan Fungsional. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. f. Subbagian Tata Usaha. i. koordinasi dan dukungan teknis penyusunan laporan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. d. c. penyusunan rumusan norma. h. Pasal 298 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. pelaksanaan penagihan dan atau pemungutan di bidang PNBP. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.86 Bagian Kesembilan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 296 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan di bidang PNBP. standardisasi dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. b. e. h. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian. g. e. penatausahaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. c. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. g. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas.

b. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penatausahaan. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. f. standardisasi. b. d.87 - Pasal 299 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pedoman. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. . verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. c. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. d. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299. Seksi Verifikasi. dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. Pasal 301 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri dari: a. e. Seksi Penerimaan Gas Alam. c. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. g. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS.

penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. penyusunan rencana dan realisasi. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. peraturan. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan verifikasi data. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. b. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pemungutan. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 304 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303.88 Pasal 302 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pemungutan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. peraturan. . pedoman. penyusunan rencana dan realisasi. peraturan. pemungutan. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. Pasal 303 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pedoman. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.

c. penatausahaan. g. b. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. e. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Pasal 305 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri dari: a. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.89 c. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. f. . verifikasi data. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 306 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. d.. Seksi Verifikasi. penyusunan rencana. h. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. dan realisasi pemungutan. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. i. pedoman. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.

penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.90 (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. Seksi Verifikasi. d. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Seksi Penerimaan Non Kementerian II. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. Pasal 308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307. pemungutan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Non Kementerian. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 307 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk Badan Layanan Umum. penyiapan perumusan norma. Seksi Penerimaan Non Kementerian III. e. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Non Kementerian. Seksi Penerimaan Non Kementerian I. pedoman. pengolahan dan verifikasi data. Pasal 309 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian terdiri dari: a. c. d. pedoman. penatausahaan. peraturan. . (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk BLU. c.. b. dan peraturan di bidang PNBP pada Non Kementerian. b. penyusunan rencana dan realisasi.

Pasal 311 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. Seksi Verifikasi. c. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas. d. d. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Penerimaan Kementerian I. b. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. penatausahaan. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. pedoman. b. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian termasuk Badan Layanan Umum (BLU) dan Sumber Daya Alam (SDA) non migas. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas.. peraturan. pengolahan dan verifikasi data.91 - Pasal 310 (1) Seksi Penerimaan Non Kementerian I. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. pedoman. Pasal 312 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. e. Seksi Penerimaan Kementerian II. penyiapan perumusan norma. penyiapan bahan penyusunan. Pasal 313 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas terdiri dari: a.

pengolahan dan verifikasi data. peraturan. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. standardisasi. pedoman. penyusunan. kehutanan.. b. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. pedoman. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. Pasal 315 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. e. c. Seksi Verifikasi. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. (2) Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma.92 Pasal 314 (1) Seksi Penerimaan Kementerian I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. d. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. Pasal 317 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri dari: a. penelaahan. c. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari SDA Non Migas yang berasal dari kegiatan pertambangan umum. standar. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Pasal 316 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 315. peraturan. penyusunan laporan di bidang PNBP dari Kementerian dan SDA Non Migas. . dan perikanan. penyiapan bahan perumusan norma. penyusunan. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. kriteria.

kriteria. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. pengolahan. . pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor migas. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. d. data. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan kementerian dan non kementerian. dan peraturan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. c. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. b. data. Pasal 321 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri dari: a. pembukuan. penyusunan rencana dan realisasi. Pasal 319 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. standar. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. Pasal 322 (1) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. pengolahan dan konsolidasi data. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. standar. pedoman. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. penatausahaan. panas bumi serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat dan melaksanakan koordinasi kebutuhan aplikasi. c. penelaahan. pedoman. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. peraturan.93 Pasal 318 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. pedoman. verifikasi data. standar.

pedoman. perumusan. serta menyusun laporan di bidang PNBP. b. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Non Kementerian dan penerimaan laba BUMN. pengembangan. dan peraturan. d. standardisasi. dan evaluasi di bidang sistem penganggaran. perumusan.. g. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. teknologi informasi. dan evaluasi penerapan standar biaya umum. harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. kriteria dan prosedur penyusunan dan evaluasi standar biaya khusus. perumusan. pedoman. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran serta dukungan teknis teknologi informasi. pengkajian. . pemberian bimbingan teknis. pengembangan. penyusunan. pembangunan. pembangunan. pengkajian. norma. e. pengkajian. penyiapan perumusan standar. (3) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. norma. pedoman. Pasal 323 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan standar. standar. pedoman. pengkajian. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 324. h. f. standar. Bagian Keempat Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 324 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengembangan. c. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Kementerian dan SDA Non Migas. dan evaluasi basis data.94 (2) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. kriteria dan prosedur sistem penganggaran. dan peraturan.

95 Pasal 326 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri dari: a. pedoman. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran. e. kerangka pengeluaran jangka menengah. kriteria dan prosedur. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran. norma.. penyiapan bahan perumusan norma. Pasal 327 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. perumusan norma. b. Subdirektorat Standar Biaya. c. Pasal 329 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja. pengembangan. d. kerangka pengeluaran jangka menengah. c. pedoman. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran. b. penyiapan bahan pengkajian dan pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. dan penganggaran berbasis kinerja. kriteria dan prosedur. dan penganggaran berbasis kinerja. f. penyiapan perumusan standar. kerangka pengeluaran jangka menengah. . b. c. Pasal 330 (1) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. pedoman. dan penganggaran berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. d. kriteria dan prosedur sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu.

kriteria dan prosedur. Seksi Standar Biaya Umum. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. kerangka pengeluaran jangka menengah. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan kerangka pengeluaran jangka menengah.. bimbingan teknis. c. penyusunan. Seksi Standar Biaya Khusus II. bimbingan teknis norma standar biaya khusus. pedoman. pedoman. dan penganggaran berbasis kinerja. b. pedoman. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan norma standar biaya khusus. pedoman. d. c. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. Pasal 331 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma.96 (2) Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. d. (3) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. Seksi Standar Biaya Khusus III. b. perumusan norma. penyiapan bahan perumusan norma. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya. Seksi Standar Biaya Khusus I. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran berbasis kinerja. bimbingan teknis standar biaya umum. penyiapan bahan perumusan norma. perumusan norma. . kriteria dan prosedur. Pasal 333 Subdirektorat Standar Biaya terdiri dari: a. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi standar biaya umum. (4) Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengembangan dan penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. kriteria dan prosedur. penyusunan standar.

penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran.. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada kementerian negara/lembaga. perumusan. Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. b. (2) Seksi Standar Biaya Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyiapan bahan kajian kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada non kementerian negara/lembaga. pedoman. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga. serta monitoring dan evaluasi standar biaya umum. Pasal 338 (1) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. perumusan. (2) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya khusus sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. c. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. II. Pasal 335 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyiapan bahan evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. penyusunan. c. Pasal 337 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran terdiri dari: a. d.97 Pasal 334 (1) Seksi Standar Biaya Khusus I. b. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. kriteria dan prosedur. . perumusan.

dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. c. pembangunan. Pasal 340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 339. dan evaluasi basis data. Pasal 341 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri dari: a. pengembangan. pembangunan. Seksi Basis Data Penganggaran II. dan evaluasi basis data dan penerapan sistem informasi penganggaran. penyiapan bahan pengkajian. Pasal 339 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. perumusan. perumusan.. d. pembangunan. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran lainnya. perumusan. d. b. perumusan. serta bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal.98 - (3) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. perumusan. pengembangan. serta pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. penyiapan bahan pengkajian. pengembangan. perumusan. pengembangan. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. . dan evaluasi basis data sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. (2) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 342 (1) Seksi Basis Data Penganggaran I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. b. c. pembangunan. Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi. Seksi Basis Data Penganggaran I. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. pembangunan.

Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 344 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran.99 (3) Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. Pasal 345 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.. Pasal 343 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. .

. dan prosedur di bidang perpajakan. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. c. pedoman. Direktorat Keberatan dan Banding. g. dan Penerimaan.. d. c. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 348 Direktorat Jenderal Pajak terdiri dari: a. Direktorat Peraturan Perpajakan II. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. Direktorat Potensi. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. f. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. e. norma. b. penyusunan standar. h. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. kriteria. Direktorat Peraturan Perpajakan I. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perpajakan. Kepatuhan. e.100 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 346 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri.

. pelaksanaan tata usaha. b. f. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. j. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 349 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. rencana stratejik. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. m. k. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. kepegawaian. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. kearsipan dan rumah tangga. d. Pasal 351 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. koordinasi penyusunan rencana kerja. Bagian Perlengkapan. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. d. l. b. dan Hubungan Masyarakat. e. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal.101 i. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. c. Direktorat Penyuluhan. Bagian Kepegawaian. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c.. keuangan. Pelayanan. Direktorat Transformasi Proses Bisnis. Bagian Umum.

prosedur kerja. administrasi. pemantauan. penyiapan bahan pemberian izin. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. dan bimbingan konsultan pajak. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal.102 Pasal 352 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. c. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. . Subbagian Pengukuran Kinerja. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. Subbagian Tatalaksana. h. dan bimbingan konsultan pajak. Pasal 354 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri dari: a. pengawasan. e. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. Subbagian Organisasi. b. administrasi penataan organisasi. pengawasan. serta penyiapan bahan pemberian izin. Pasal 355 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. g. f. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. c.. penatausahaan. administrasi. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. d.

c. Pasal 356 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. kepangkatan. penatausahaan. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. d. penempatan. pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. statistik. Pasal 358 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. c. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. pemindahan pegawai. pelaksanaan pengangkatan. b. d. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. e. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicator. penggajian. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. penempatan. Pasal 359 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. dan pengusulan pegawai. . cuti dan penghargaan pegawai. pelaksanaan tata usaha. usulan penyaringan pegawai. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya.103 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. kesejahteraan pegawai. penggajian. dokumentasi. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. formasi.. Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. analisis kebutuhan pegawai. b.

formasi. b. kesejahteraan pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Penyusunan Anggaran. c.104 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. usulan penyaringan pegawai. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. d. Pasal 363 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. d. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. dokumentasi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. cuti dan penghargaan pegawai. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. Pasal 360 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. statistik. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran.. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. . c. Pasal 362 Bagian Keuangan terdiri dari: a. b.

penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. Pasal 364 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perlengkapan. Pemeliharaan. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. b.105 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pengadaan II. Pasal 367 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. Pasal 366 Bagian Perlengkapan terdiri dari : a. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Inventarisasi. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Subbagian Pengadaan I. b.. c. c. d. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. . dan Penghapusan. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

serta kearsipan Kantor Pusat.. penyajian bahan kegiatan. Subbagian Rumah Tangga. pencatatan acara. Pasal 370 Bagian Umum terdiri dari: a. c. dan ekspedisi. rapat pimpinan dan akomodasi. pengetikan. pelaksanaan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. pelaksanaan protokol. pelaksanaan surat-menyurat. Subbagian Tata Usaha. . Pasal 368 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. e. d. perjalanan dinas. pengetikan. pengaturan penerimaan tamu.106 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. b. serta kearsipan Kantor Pusat. penggandaan. b. c. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 371 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Subbagian Protokol. dan ekspedisi. penggandaan. pelaksanaan tata usaha. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. pelaksanaan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. (4) Subbagian Inventarisasi. kearsipan.

Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. pencatatan acara. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. . c. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 372 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. pengaturan penerimaan tamu. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.107 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. perjalanan dinas. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. b. rapat pimpinan dan akomodasi. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.. penyajian bahan kegiatan.

serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi.. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.108 d. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 375 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. e. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pasal 374 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri dari : a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. penegasan (ruling). teknis operasional. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. c. b. e. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. d. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.

. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. teknis operasional. Pasal 378 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. teknis operasional. Pasal 379 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. c. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. teknis operasional.. b. penegasan (ruling). penegasan (ruling). Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pasal 377 d. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan penyusunan rancangan peraturan. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan.109 c. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri dari: a. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. penegasan (ruling). pertambangan. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. b.. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. c. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. dan elektronik. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. Pasal 382 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. b. petunjuk pelaksanaan.110 Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. c. Pasal 381 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri dari: a. teknis operasional. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. otomotif. penegasan (ruling). (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. .

dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. d. petunjuk pelaksanaan. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. jasa. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a.111 - Pasal 383 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Pasal 386 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. jasa. teknis operasional. b. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. penegasan (ruling). Jasa. b. jasa. Jasa. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Jasa. jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. . Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. petunjuk pelaksanaan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. Pasal 385 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. c. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. dan penyusunan rancangan peraturan. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. teknis operasional. d. c. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri dari: a. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.

dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. . penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 387 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. c. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. penegasan (ruling). teknis operasional.112 - (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. d. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. b. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. penegasan (ruling).

. dan penyusunan rancangan peraturan.113 - Pasal 389 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri dari: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. petunjuk pelaksanaan. b. Pasal 390 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). dan rumah tangga Direktorat. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. petunjuk pelaksanaan. tata usaha. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. keberatan dan pengurangan. c. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. kepegawaian. . penegasan (ruling). Pasal 391 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. petunjuk pelaksanaan. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. pengolahan data. teknis operasional. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan. h. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. g. pelaksanaan tata usaha Direktorat. i. bantuan hukum dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. c. b. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. dan harmonisasi peraturan perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan dan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. f. bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. Pasal 393 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. serta perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. bantuan hukum. e. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 394 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri dari: a.114 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 392 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. . petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. d. koordinasi dan pemantauan pelaksanaan tugas bidang perpajakan perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Pajak Penghasilan.

c. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 396 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan.. petunjuk pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Pasal 397 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri dari: a. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. Pasal 398 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan.115 c. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. teknis operasional. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. b. g. b. Pasal 395 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. penegasan (ruling). e. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. c. Subdirektorat Bantuan Hukum. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. f. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional.

b. d. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). teknis operasional. c. b. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. Pasal 401 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri dari: a. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. . Pasal 399 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan.116 (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan. c. penyiapan bahan penelaahan. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. Pasal 400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399.

teknis operasional. dan peraturan pelaksanaannya. b. Pasal 403 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional.117 - Pasal 402 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian dan evaluasi peraturan. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. d. c. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penegasan (ruling). penegasan (ruling). penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. teknis operasional. dan Pajak Penghasilan Pasal 26. Pasal 404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403. Pajak Penghasilan Pasal 23.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. penegasan (ruling). teknis operasional. (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. pemantauan. petunjuk pelaksanaan. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional.

pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. Seksi Perjanjian Eropa. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. d. serta penyiapan bahan penelaahan. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. b. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. Pasal 405 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri dari: a. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta penyiapan bahan penelaahan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. Pasal 406 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. c. serta penyiapan bahan penelaahan.. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement.118 e. . f.

- 119 Pasal 407 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis, dan pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir, pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407, Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 409 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Bantuan Hukum I; Seksi Bantuan Hukum II; Seksi Bantuan Hukum III; Seksi Bantuan Hukum IV. Pasal 410 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat, wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

b.

c.

- 120 (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi, Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 411 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan, dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411, Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan; sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional.

b.

c.

d.

- 121 Pasal 413 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan; Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan; Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan; Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. Pasal 414 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 415 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan, dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha,

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 416 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi dan bimbingan teknis, pembinaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

- 122 Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416, Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pelaksanaan, bimbingan, dan dukungan pemeriksaan; pelaksanaan urusan dan bimbingan penagihan pajak; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 418 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan; Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan; Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus; Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan; Subdirektorat Penagihan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 419 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. Pasal 420 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 419, Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala;

- 123 b. c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. Pasal 421 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi; Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan; Seksi Strategi Pemeriksaan. Pasal 422 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. Pasal 423 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. Pasal 424 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 423, Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak; pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak.

- 124 Pasal 425 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Teknik Pemeriksaan; Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan; Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. Pasal 426 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. Pasal 427 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. Pasal 428 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 427, Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.

b.

c.

- 125 Pasal 429 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri dari : a. b. c. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup; Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam; Seksi Transaksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. Pasal 430 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. Pasal 431 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan, dukungan teknis, sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. Pasal 432 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431, Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelahaan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait;

- 126 c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. Pasal 433 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Kerjasama Pemeriksaan; Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan; Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. Pasal 434
(1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait.

Pasal 435 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435, Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak;

- 127 b. c. pemantauan, pengawasan, pengendalian, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan; penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. Pasal 437 Subdirektorat Penagihan terdiri dari: a. b. c. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan; Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan; Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Pasal 438 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak, serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak, serta pemantauan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian mutu penagihan pajak, dan penatausahaan penagihan pajak, piutang pajak, dan penghapusan tunggakan pajak. Pasal 439 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha, dan

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 440 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi di bidang intelijen, identifikasi tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 128 Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440, Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pengumpulan dan penelaahan di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pelaksanaan identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan wajib pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; bimbingan dan dukungan pelaksanaan kegiatan intelijen, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan; pencarian dan pengumpulan data dan informasi dalam kerangka pelaksanaan kegiatan intelijen sebagai pelaksanaan undang-undang perpajakan; distribusi dan pemantauan pemanfaatan data dan informasi di bidang intelijen dan rekayasa keuangan; pemantauan atas Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan; pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 442 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Intelijen Perpajakan; Subdirektorat Rekayasa Keuangan; Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan; Subdirektorat Penyidikan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional.

b. c.

d. e. f. g. h. i. j.

- 129 Pasal 443 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan, analisis, dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta pelaksanaan intelijen. Pasal 444 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 443, Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan, pemantauan, evaluasi kegiatan intelijen, dan standardisasi teknis data intelijen, pengelolaan data intelijen, sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. Pasal 445 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri dari: a. b. c. Seksi Intelijen Perpajakan I; Seksi Intelijen Perpajakan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. Pasal 446 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen.

c.

d. e.

- 130 -

Pasal 447 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447, Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan; identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 449 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri dari: a. b. c. Seksi Rekayasa Keuangan I; Seksi Rekayasa Keuangan II; Seksi Rekayasa Keuangan III. Pasal 450 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan.

b. c.

- 131 -

(3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. Pasal 451 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 452 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 451, Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 453 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I; Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. Pasal 454 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan.

c.

- 132 (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 455 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 456 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455, Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 457 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari : a. b. c. Seksi Penyidikan I; Seksi Penyidikan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. Pasal 458 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian dan penetapan. pemetaan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. pengawasan. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendataan dan pemetaan objek dan subjek pajak. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 460 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. c. Subdirektorat Penilaian I. tata usaha.133 (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan.. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. Pasal 459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. Subdirektorat Pendataan. penilaian. b. dan penetapan pajak. Pasal 462 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. pengendalian. b. dan rumah tangga Direktorat. c. Subdirektorat Ekstensifikasi. standardisasi bimbingan teknis. kepegawaian. d. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. dan evaluasi ekstensifikasi perpajakan serta di bidang pendataan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan.

Pasal 466 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Subdirektorat Penilaian II. e. penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. Seksi Teknis Ekstensifikasi. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. c. (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak.134 d. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 467 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. c. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. Subbagian Tata Usaha. pemantauan Pasal 465 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri dari: a. Pasal 463 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. dan evaluasi pelaksanaan teknis .. pendataan.

dan pemetaan objek dan subjek pajak.135 - Pasal 468 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 467. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. . c. dan pemetaan objek dan subjek pajak. b. b.. perhutanan. penilaian individu sektor perkebunan. Pasal 471 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. c. Pasal 470 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. komersial. pendataan. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. Pasal 469 Subdirektorat Pendataan terdiri dari: a. pendataan.

Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. Pasal 473 Subdirektorat Penilaian I terdiri dari: a. .. b. pemantauan. Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. b. penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. penilaian individu sektor perumahan. industri. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. c. c. Seksi Penilaian Massal Bumi. pemantauan. Pasal 474 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. analisis keseimbangan nilai. pemantauan. Pasal 475 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan.136 Pasal 472 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 471.

Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. Pasal 479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. Seksi Penilaian Massal Bangunan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. . penyiapan bahan perumusan. Pasal 477 Subdirektorat Penilaian II terdiri dari: a. c. kepegawaian. pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. Seksi Penilaian Individu Pertambangan. pemantauan. evaluasi. evaluasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. c. Pasal 478 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan.137 Pasal 476 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 475. evaluasi. tata usaha. b. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan. dan rumah tangga Direktorat. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan.. penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. b.

Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. f. di bidang perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. pengurangan. pembatalan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. pengurangan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. e. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. banding di Pengadilan Pajak. d. keberatan. c. penghapusan. d. Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. pelaksanaan dan evaluasi penyelesaian pembetulan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan gugatan di Pengadilan Pajak. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. gugatan di Pengadilan Pajak. keberatan. pengurangan. b. c. pembatalan. pemantauan. pembatalan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. . banding di Pengadilan Pajak. penghapusan. standardisasi dan bimbingan teknis. pembatalan. banding di Pengadilan Pajak. banding di Pengadilan Pajak. Subbagian Tata Usaha. e. dan Peninjauan Kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. b. pelaksanaan penyelesaian Peninjauan Kembali atas putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. penghapusan. keberatan.. Pasal 482 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. dan gugatan di Pengadilan Pajak.138 Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 480 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. keberatan. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan.

c. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. d. pengurangan. b. Maluku dan Papua. penghapusan. penghapusan. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. dan keberatan. pembatalan. pengurangan. Nusa Tenggara. Jakarta Timur. Jakarta Selatan. penghapusan. penelaahan. pembatalan. Pasal 484 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 483. pengurangan. dan keberatan. . pengurangan.139 Pasal 483 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pembatalan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. pembatalan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. b. pembatalan. Pasal 485 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri dari: a. penghapusan. Pasal 486 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. penghapusan. dan keberatan. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. penghapusan. penyiapan bahan penelaahan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. dan keberatan di wilayah Sulawesi. pembatalan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. Bali..

serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. Pasal 487 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Banten. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. Seksi Banding dan Gugatan IA. penyiapan bahan penelaahan. Pasal 489 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri dari: a. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. Jawa Tengah. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Pasal 488 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 487.. pengurangan. Seksi Banding dan Gugatan IB. Seksi Banding dan Gugatan IC. dan keberatan di wilayah Sumatera. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. pembatalan. . Pasal 490 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan.140 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Jawa Barat. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan.

dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Daerah Istimewa Yogyakarta.141 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Nusa Tenggara. Nusa Tenggara. dan Papua. dan Jawa Tengah. Jakarta Selatan. c. b. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. Seksi Banding dan Gugatan IIB. penyiapan bahan penelaahan. Maluku. . Bali. Kalimantan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Jawa Barat. (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 492 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 491. Pasal 491 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Seksi Banding dan Gugatan IIA. dan Jawa selain Jakarta.. b. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 494 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Banding dan Gugatan IIC. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. Pasal 493 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri dari: a. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. Sulawesi. Bali. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. dan Jakarta Timur. penelaahan. Maluku. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Papua.

pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. b. dan keberatan. Seksi Evaluasi Banding. keberatan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penyiapan bahan pemantauan. Gugatan. pengurangan. (3) Seksi Evaluasi Banding. pengurangan. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan. Pasal 498 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penghapusan. pengendalian. pembatalan. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. penyiapan bahan. Seksi Peninjauan Kembali. pembatalan. banding di Pengadilan Pajak. b. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. pengurangan. penghapusan. pengurangan.142 - Pasal 495 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. penghapusan. . Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. penyiapan bahan pemantauan. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penatausahaan. dan banding di Pengadilan Pajak. pemantauan. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. penghapusan.. Gugatan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. dan Peninjauan Kembali. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. pengendalian. keberatan. penatausahaan. keberatan. pembatalan. c. pembatalan. Pasal 497 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri dari: a. c. pengendalian. pengendalian. penatausahaan. Pasal 496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 495. dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak.

penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. serta pemantauan. pengendalian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. Direktorat Potensi. penyiapan bahan penelaahan.. c. kepegawaian. Kepatuhan. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. dan penyusunan kebijakan. tata usaha. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan penyusunan kebijakan. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. dan Penerimaan terdiri dari: a. Subdirektorat Dampak Kebijakan. pengendalian. . dan Penerimaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. f. Kepatuhan. penyiapan bahan penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang analisis dan evaluasi penerimaan perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak.143 Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. b. e. penyiapan bahan penelaahan. dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan. c. d. Kepatuhan. Kepatuhan. dan Penerimaan Pasal 500 Direktorat Potensi. Subdirektorat Potensi Perpajakan. dan penyusunan kebijakan. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. serta pemantauan. serta pemantauan. Pasal 502 Direktorat Potensi.

Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. b. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. Kelompok Jabatan Fungsional. e. serta pemantauan. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 506 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan penyusunan kebijakan. f. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. pengendalian. . (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. pemantauan.144 d. Seksi Potensi Sektor Jasa. Seksi Potensi Sektor Industri. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. pengendalian. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. b. serta pemantauan. c. Pasal 505 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri dari: a. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a.. Pasal 503 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. serta pemantauan. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. Pasal 504 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503. pengendalian. penelaahan. pengendalian.

pengendalian. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data.. pemilihan tema penelitian perpajakan. penelaahan. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 510 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dampak Kebijakan Umum. c. b. dan penyusunan kebijakan. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Pasal 509 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri dari: a. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. pendistribusian hasil penelitian.145 Pasal 507 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. . Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. penyiapan. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. b. penelaahan. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 511 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penelaahan dan penelitian perpajakan. c. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. serta pemantauan.

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. dan penyusunan kebijakan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. d. pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. pengendalian. serta pemantauan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. c. Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. d. pemantauan. pengendalian. e. dan penyusunan kebijakan. Pasal 514 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. . serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. b. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. Pasal 513 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri dari: a. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. serta pemantauan.146 Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. b.. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. pengendalian. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. c. pengendalian.

Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. penyusunan. analisis. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. b. Seksi Evaluasi Penerimaan. d. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. dan penatausahaan penerimaan pajak. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. dan penatausahaan penerimaan pajak. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. d. Pasal 517 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri dari: a. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. pengendalian. Pasal 515 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. b. Pajak Pertambahan Nilai. Pasal 518 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. f. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. rekonsiliasi. pemantauan. serta pemantauan. rekonsiliasi. pengendalian. e. c. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. . penelaahan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. analisis. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. statistik. statistik..147 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan.

Pasal 519 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pemantauan. standardisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang penyuluhan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional penyuluhan. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. tata usaha. pelaksanaan tata usaha Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. Pelayanan. Pelayanan. pengendalian. c. bimbingan dan pelaksanaan penyuluhan. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. . pelayanan dan hubungan masyarakat. d. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyuluhan. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyusunan. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. pelayanan dan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat Pasal 520 Direktorat Penyuluhan.148 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. kepegawaian. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. dan rumah tangga Direktorat. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan dan hubungan masyarakat.. pelayanan dan hubungan masyarakat. b. Direktorat Penyuluhan.

i.. b. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. dokumentasi peraturan perpajakan. pengendalian. j. pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. d. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. riset pelajar dan mahasiswa. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. f. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. Pasal 523 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. penyiapan teknik. d. c. pemantauan. b. penelaahan. h. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. f. dan penyusunan kebijakan. c. pengendalian. Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. metode. g. pemantauan. Pelayanan. e. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan.149 Pasal 522 Direktorat Penyuluhan. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan peraturan non perpajakan. serta pemantauan. pengendalian. dan materi penyuluhan pajak. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. .

(4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dukungan Penyuluhan. b. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. dan penyusunan kebijakan. b. pengendalian. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. serta pemantauan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. d. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan.150 Pasal 525 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri dari: a. serta pemantauan. c. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. Seksi Materi Penyuluhan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. serta pemantauan. serta pemantauan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. . Pasal 527 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. riset pelajar dan mahasiswa. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. Pasal 526 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak.. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan.

dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. c. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. pengendalian. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.151 c. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. pemantauan. serta pemantauan. d. Pasal 529 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri dari: a. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. Pasal 531 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Pasal 530 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . pengendalian. Seksi Pelayanan Pengaduan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. pengendalian. bimbingan pelaksanaan pelayanan.

Pasal 533 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri dari: a. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. serta pemantauan dan pengelolaan berita. pengendalian. b.152 b. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs.. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Seksi Pengelolaan Situs. pengendalian. d. . dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. Seksi Pengelolaan Berita. c. Pasal 534 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. serta pemantauan. pengendalian. pengendalian. baik internal maupun eksternal. Seksi Hubungan Eksternal. Seksi Hubungan Internal. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. pengendalian. Pasal 535 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengelolaan situs. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pemantauan. d. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

b.153 b. pemantauan. dan penyusunan.. . dan rumah tangga Direktorat. d. tata usaha. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. Pasal 538 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pemantauan. pelaksanaan. kepegawaian. bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). penyusunan kebijakan teknis. Pasal 539 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pelaksanaan. Pasal 537 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri dari: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. pemantauan. serta pelaksanaan. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. Seksi Kemitraan Wajib Pajak. c. pengendalian. Seksi Kerjasama Luar Negeri. pengendalian. pengendalian.

pemberian dukungan dan layanan operasional serta pembinaan pengolahan data dan pengelolaan dokumen. Subdirektorat Pendukung Operasional. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. b. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan.. e. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. Pasal 542 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. aplikasi. pertukaran data elektronik. pengendalian. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. serta pemantauan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540.154 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 540 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengelolaan intranet dan internet. serta pemantauan. aplikasi. registrasi Wajib Pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. b. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Subdirektorat Pelayanan Operasional. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. Pasal 543 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. c. serta administrasi program aplikasi. pelaksanaan tata usaha Direktorat. serta pelaksanaan bimbingan sistem. . serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. pengendalian. pemutakhiran data tampilan. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. c. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pemantauan sistem dan infrastruktur.

serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. aplikasi. dukungan teknis.155 - Pasal 544 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 543. c. serta administrasi program aplikasi. serta pemantauan. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. serta pemantauan. . b. dan jaringan komunikasi data. d. Pasal 545 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri dari: a. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. b. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. dan jaringan komunikasi data. pengendalian. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. dukungan teknis. aplikasi. registrasi Wajib Pajak. pemantauan. Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. pengendalian. Pasal 546 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.. pengendalian. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi teknik operasional. serta administrasi program aplikasi. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta administrasi program aplikasi. registrasi Wajib Pajak. aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. dan jaringan komunikasi data. registrasi Wajib Pajak. dukungan teknis. administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. d. serta pemantauan. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. c.

c. Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. pertukaran data elektronik. serta pemantauan. b. serta administrasi pekerjaan. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. serta pemantauan. pertukaran data elektronik. pemutakhiran data tampilan. d. serta pengelolaan intranet dan internet. pengendalian. pertukaran data elektronik. d. kegiatan. serta pelaksanaan bimbingan sistem. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. . penelaahan. pemutakhiran data tampilan. Pasal 547 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Seksi Bimbingan Sistem. c.156 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pengendalian. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. serta administrasi program aplikasi. pemantauan. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pemutakhiran data tampilan. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. Pasal 549 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri dari: a. kegiatan dan pelaksanaan tugas. pengelolaan intranet dan internet. pertukaran data elektronik. b. dan penyusunan kebijakan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pemutakhiran data tampilan.. serta pengelolaan intranet dan internet. Seksi Pertukaran Data Elektronik. serta pengelolaan intranet dan internet. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. Pasal 550 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan pelaksanaan tugas. serta pemantauan. pelaksanaan bimbingan sistem. administrasi pekerjaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pengendalian.

b. basis data. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengendalian. pengendalian. pemantauan. d. serta administrasi program aplikasi. pengolahan data dan dokumen. pengendalian. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta administrasi pekerjaan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta pemantauan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. e. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. basis data. basis data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pengolahan data dan dokumen. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pemantauan.. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pengendalian. pengolahan data dan dokumen. pengendalian. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. Pasal 551 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. pengolahan data dan dokumen. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. serta pemantauan. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.157 - (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. c. serta pemantauan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta administrasi pekerjaan. basis data. . pemeliharaan Master File Wajib Pajak.

kepegawaian. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. tata usaha. penyimpanan. serta pemantauan. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. dan rumah tangga Direktorat. serta pemantauan. b. Pasal 554 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pemantauan. pengendalian. dan evaluasi teknik operasional. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. Pasal 555 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. kualitas dan transfer data. serta pemantauan. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. serta administrasi program aplikasi. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi program aplikasi.. serta administrasi program aplikasi. d. . Seksi Pemantauan Basis Data. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. c.158 - Pasal 553 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri dari: a. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. pengendalian. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik.

manajemen kepegawaian. l. c. perancangan. penyusunan strategi dan perancangan. evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang organisasi. b. koordinasi.159 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 556 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. dan pelaksanaan sistem pengawasan internal Direktorat Jenderal. evaluasi hasil temuan pemeriksaan. i. dan uji coba pengembangan serta evaluasi implementasi di bidang sumber daya aparatur. Pasal 558 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri dari: a. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. peningkatan kompetensi pegawai. serta penyusunan strategi dan perancangan. perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun pengukuran kinerja. Subdirektorat Kepatuhan Internal. . dan manajemen kepegawaian lainnya. e. perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi. dan kompetensi pegawai. d. pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor).. h. b. j. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. k. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. penyusunan strategi dan perancangan. penyusunan dan evaluasi rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal. g. pelaksanaan tata usaha Direktorat. f. Subdirektorat Investigasi Internal. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan strategi.

serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. f. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Seksi Internalisasi Kepatuhan. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Subdirektorat Transformasi Organisasi. Pasal 559 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan.. penyiapan bahan penyusunan strategi. g. perancangan. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. c. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Kelompok Jabatan Fungsional. b. c. e. b. dan penyusunan strategi. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a.160 c. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Seksi Pengujian Kepatuhan. Seksi Penjaminan Kualitas. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. perancangan. d. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Subbagian Tata Usaha. perancangan. . Pasal 561 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri dari : a. Pasal 562 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan.

d. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. Pasal 566 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik.. Pasal 565 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri dari : a. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. perancangan. . serta pelaksanaan sistem investigasi internal. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. koordinasi. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. c. Seksi Investigasi Internal I.161 - Pasal 563 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. Seksi Investigasi Internal II. e. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. b. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. c. b.

serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. dan analisis jabatan. c. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. b. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. d. perancangan. . Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. perancangan. c. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. Pasal 569 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri dari : a..162 - (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. Seksi Perencanaan Strategis. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 567 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. uraian jabatan. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. pelaksanaan. penyiapan bahan kelembagaan. prosedur kerja. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. Pasal 570 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor).

e. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja.163 (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. dan Kompensasi. pengukuran kinerja pegawai. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan.. dan kompensasi. b. uraian jabatan. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. Pasal 574 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. d. Promosi. c. Pasal 571 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. c. . dan manajemen kepegawaian lainnya. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. prosedur kerja. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 573 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri dari: a. dan analisis jabatan. promosi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. perancangan. penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. b.

dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. promosi. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. c. Pasal 577 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri dari: a. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. analisis kriteria kompetensi pegawai. promosi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. serta asistensi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. b. dan kompensasi. penyiapan bahan evaluasi.. dan kompensasi. b. Promosi. Pasal 575 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. Pasal 578 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria.164 - (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. . penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. d. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575.

pengembangan aplikasi di bidang teknologi komunikasi dan informasi. pengembangan. penyusunan strategi dan perancangan serta pengembangan sistem dan prosedur perpajakan. dan rumah tangga Direktorat. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi.. dan pengelolaan konfigurasi basis data. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. pengembangan dan instalasi aplikasi perpajakan.165 - (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. aplikasi informasi geografis. serta analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. c. b. tata usaha. Pasal 579 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. d. pengembangan perangkat keras. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. f. . basis data dan data spasial. instalasi. pengembangan. penyiapan bahan evaluasi sistem informasi. e. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. jaringan komunikasi data. pengawasan. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 580 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. g. pelaksanaan tata usaha Direktorat. perencanaan. evaluasi dan implementasi dalam hal analisis dan evaluasi sistem informasi. kepegawaian. dan aplikasi informasi dan pelaporan.

d. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. b. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. serta evaluasi sistem informasi. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. d.. Subbagian Tata Usaha. c. Pasal 585 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri dari : a. evaluasi sistem informasi. Pasal 583 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan.166 Pasal 582 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri dari : a. d. c. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. b. b. c. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. Pasal 586 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. e. Kelompok Jabatan Fungsional. .

jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. perancangan. Seksi Pengelolaan Data Spasial.. b. Pasal 589 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri dari : a. c. Pasal 590 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. b. c. Pasal 587 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. perencanaan. perancangan. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. perancangan. dan evaluasi konfigurasi basis data. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. instalasi. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. pengelolaan data spasial. dan evaluasi jaringan komunikasi data. pengelolaan basis data. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. instalasi konfigurasi basis data. dan evaluasi konfigurasi basis data. d. perencanaan.167 - (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. . d. perencanaan. perencanaan perancangan. perencanaan. instalasi. Seksi Pengelolaan Basis Data. instalasi. dan evaluasi jaringan komunikasi data. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. penelitian. penelitian. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. instalasi.

pengembangan. pengembangan. Pasal 594 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. aplikasi informasi geografis. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. b. instalasi. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. instalasi aplikasi perpajakan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. dan evaluasi aplikasi perpajakan. c. dan aplikasi informasi dan pelaporan.. b. serta administrasi program aplikasi. aplikasi informasi geografis. Pasal 593 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari : a. d. dan instalasi aplikasi informasi geografis. serta administrasi program aplikasi. perancangan. penelitian. pengembangan. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. serta administrasi program aplikasi. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional.168 Pasal 591 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. . Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis.

Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. penyusunan strategi. tata usaha. pendataan. Pasal 598 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri dari: a.169 Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. pengkajian pengembangan proses bisnis Direktorat Jenderal Pajak. perancangan. b. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. perancangan. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 596 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian pengembangan proses bisnis. menyiapkan. evaluasi implementasi pengembangan di bidang operasional. dan evaluasi implementasi di bidang operasional. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. c. melakukan uji coba pengembangan. dan penilaian. penyiapan. penyiapan. penyiapan. e. f. perancangan. merancang. h. g. dan rumah tangga Direktorat. perancangan. Pasal 597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. kepegawaian. . d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. menyusun strategi. penyiapan.. penyiapan. penyusunan strategi. penyusunan strategi.

evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. pelaksanaan uji coba konsep.170 c. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. c. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. penyiapan. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. pelaksanaan uji coba konsep. Subbagian Tata Usaha. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. perancangan. Pasal 602 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian.. Pasal 599 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. pengkajian. perancangan. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. f. Pasal 603 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. . b. penyiapan bahan penyusunan strategi. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyusunan strategi. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. Pasal 601 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. d. Kelompok Jabatan Fungsional. e.

perancangan. . dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. pelaksanaan uji coba konsep. penyiapan. b. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. Seksi Pengembangan Pelayanan II. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. penyusunan strategi. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Pelayanan I. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 607 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi.. Pasal 606 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. b. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. Pasal 605 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri dari: a. c. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan uji coba konsep. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum.171 Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. penyiapan bahan penyusunan strategi. b.

pendataan. pelaksanaan uji coba konsep. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan penilaian. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. penyusunan strategi. Pasal 611 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. dan penilaian. penyiapan bahan penyusunan strategi.172 Pasal 609 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan strategi. c. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. Pasal 613 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. perancangan. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611.. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. d. b. Pasal 610 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. penyiapan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. perancangan. dan penilaian. b. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. pemetaan. perancangan. pendataan. pendataan. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. . b. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan.

perancangan. Pasal 617 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan penilaian. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. kepegawaian.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan uji coba konsep. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. perancangan. tata usaha. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 616 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. . dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan uji coba konsep. pendataan.173 - Pasal 614 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 615 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. penyiapan bahan penyusunan strategi.

kriteria. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai. b. h. i. norma. Direktorat Cukai. c. d. dan prosedur di bidang kepabeanan dan cukai. perumusan standar. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. e. b.. g. c. e. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Audit. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Direktorat Kepabeanan Internasional. pedoman. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 620 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri dari: a. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. . Direktorat Teknis Kepabeanan.174 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 618 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. f.

Bagian Keuangan.. analisa jabatan. d. koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan akuntabilitas. penataan organisasi. ketatalaksanaan. evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. evaluasi kinerja serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional dan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. c. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 623 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. . b. Pasal 624 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pembakuan prestasi dan sarana kerja. Bagian Perlengkapan. Pasal 622 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621. f. Kelompok Jabatan Fungsional. e. koordinasi penyusunan rencana kerja. Bagian Umum. b. pelaksanaan tata usaha. g. e. rencana strategik. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. f.175 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 621 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. kearsipan. kepegawaian dan keuangan. dan pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

penelitian. d. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. f. c. penyusunan rumusan produk hasil kerja. Subbagian Organisasi. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan. d. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. dan penyusunan jabatan fungsional. . Pasal 627 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. analisis jabatan. prosedur dan metode kerja. rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. pembakuan prestasi dan sarana kerja. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. standar norma waktu. pelaksanaan evaluasi kinerja. penyusunan rumusan produk hasil kerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya. penelaahan dan evaluasi jabatan. pemeriksaan. pelaksanaan evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan standar beban kerja. c. standar norma waktu. Subbagian Tata Laksana. b. Pasal 626 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. dan tata naskah persuratan dinas Direktorat Jenderal. laporan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan masyarakat. e. Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja. dan standar beban kerja. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas. uraian jabatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. dan penyusunan jabatan fungsional Direktorat Jenderal..176 Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624.

kepangkatan. penempatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. dan penjatuhan hukuman disiplin. Subbagian Mutasi Kepegawaian. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. formasi dan pengadaan pegawai. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. pelaksanaan urusan tata usaha. penggajian. Pasal 630 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. pemindahan. kepangkatan. penindakan. dan penjatuhan hukuman disiplin. dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengawasan masyarakat. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan masyarakat. dan dokumentasi kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian.. pelaksanaan urusan pengangkatan. penyiapan bahan perencanaan. Pasal 628 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. penempatan. pendataan pegawai. cuti. d. Pasal 629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 628. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. pemeriksaan.177 (4) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penelitian. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. penindakan. c. dan mutasi kepegawaian lainnya. b. b. . penggajian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. ujian jabatan. pemindahan. c. Pasal 631 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. d. dan mutasi kepegawaian lainnya.

pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. b. d. formasi dan pengadaan pegawai. . b. pendataan pegawai. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632.. dan dokumentasi kepegawaian. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Perbendaharaan.178 - (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran. Pasal 632 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 634 Bagian Keuangan terdiri dari: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. d. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Gaji. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. c. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. c. cuti. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 635 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan.

Pasal 640 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan penghapusan perlengkapan.. kearsipan. penggandaan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. pengetikan. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 638 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. c. dan penghapusan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. pelaksanaan urusan surat menyurat. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. dan kearsipan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi. . Pasal 639 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan sarana. b. Subbagian Pengadaan. pemeliharaan. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. distribusi. pemeliharaan. b. b. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. c. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636.179 Pasal 636 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal.

d. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. poliklinik dan rumah dinas. pelaksanaan kesejahteraan. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga. pengamanan kantor. dan rumah dinas kantor pusat. tarif bea masuk dan nilai pabean. tarif bea masuk dan nilai pabean. e. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. Subbagian Kesejahteraan. poliklinik. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha.. akomodasi. dan akomodasi Direktur Jenderal. c. keprotokolan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. penggandaan. protokol. pengamanan kantor. Subbagian Rumah Tangga. dan akomodasi Direktur Jenderal. b. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 644 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Pasal 642 Bagian Umum terdiri dari: a. d. pemeliharaan sarana. identifikasi dan klasifikasi barang. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. serta pelaksanaan identifikasi dan klasifikasi barang. . pengetikan. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor.180 c. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal.

Pasal 646 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri dari: a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. barang tidak dikuasai. c. c. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. tempat penimbunan pabean. Subdirektorat Impor dan Ekspor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean.181 Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Subdirektorat Nilai Pabean. profil komoditi. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.. barang dikuasai negara. b. standardisasi dan bimbingan teknis. d. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan barang milik negara. b. Subdirektorat Impor dan Ekspor menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan data harga. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. e. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. . Pasal 647 Subdirektorat Impor dan Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan tarif bea masuk. Subdirektorat Klasifikasi Barang. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. c. Pasal 651 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. barang dikuasai negara. (2) Seksi Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang tidak dikuasai. Pasal 650 (1) Seksi Impor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. dan tarif bea masuk. d. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea keluar. tempat penimbunan pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan. (3) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.182 - Pasal 649 Subdirektorat Impor dan Ekspor terdiri dari: a. Seksi Ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi. profil komoditi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. Seksi Penangguhan Bea Masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. dan barang milik negara. Seksi Impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang.

d. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pembalasan. Pasal 653 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. Seksi Klasifikasi IV. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Klasifikasi I. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. c. tarif bea masuk pengamanan. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. . Pasal 654 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis.. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. b. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. Seksi Klasifikasi II. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. tarif bea masuk.183 b. Seksi Klasifikasi III. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. dan tarif bea keluar. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang.

standardisasi dan bimbingan teknis. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang.. Pasal 657 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. c. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. standardisasi dan bimbingan teknis. b. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Pasal 655 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. . tarif bea masuk. Seksi Nilai Pabean II. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Nilai Pabean IV. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. tarif bea masuk pengamanan. Seksi Nilai Pabean III. b. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan data harga. Seksi Nilai Pabean I. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. tarif bea masuk pengamanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 658 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.184 - (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

dan pelaksanaan pembebasan atau keringanan bea masuk. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tempat penimbunan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor.185 (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 660 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. kearsipan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean.. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. rumah tangga.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. barang pindahan. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 662 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri dari: a. barang untuk keperluan badan internasional. pelintas batas dan barang kiriman. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. Subdirektorat Pembebasan. . peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. serta barang pribadi penumpang. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. Pasal 663 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.. c. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. amal. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. barang contoh. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. sosial. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. c. awak sarana pengangkut. pengerjaan dan pengujian.186 b. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. b. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. bahan terapi manusia. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. e. Subbagian Tata Usaha. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. d. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. buku ilmu pengetahuan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan.

sosial. barang untuk keperluan badan internasional. d. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. standardisasi dan bimbingan teknis. penurunan mutu. peternakan atau perikanan. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. barang keperluan olahraga. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.187 c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. pelintas batas. c. standardisasi dan bimbingan teknis. b. d. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. Pasal 666 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pembebasan II. .. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. awak sarana pengangkut. buku ilmu pengetahuan. barang pindahan. pengerjaan dan pengujian. Seksi Pembebasan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. standardisasi dan bimbingan teknis. barang pribadi penumpang. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. kemusnahan. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. pengelompokan darah. serta barang keperluan proyek pemerintah. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. dan barang kiriman. Pasal 665 Subdirektorat Pembebasan terdiri dari: a. barang contoh. amal. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. bahan terapi manusia. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. dan penjenisan jaringan. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang yang mengalami kerusakan. Seksi Pembebasan IV. Seksi Pembebasan III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing.

barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 669 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. penurunan mutu.. b. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kemusnahan. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. Pasal 667 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. peternakan atau perikanan. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. barang yang mengalami kerusakan. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. . Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 670 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. standardisasi dan bimbingan teknis. b.188 (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis.

serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. Pasal 671 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat.189 - (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 673 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. c. dan tempat lelang berikat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. . tempat daur ulang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II.. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 674 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b.

standardisasi dan bimbingan teknis. d. penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai. b. rumah tangga dan kepegawaian. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai serta urusan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang aneka cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. kearsipan. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. produksi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a.190 (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat.. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 675 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. impor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 676 Direktorat Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. ekspor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengkajian tarif cukai. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. harga dasar. e. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

pemasukan. harga dasar. b. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. b. e. Subbagian Tata Usaha. d. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. c. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai lainnya. g. c. Pasal 679 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. ekspor.191 f. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor.. Pasal 678 Direktorat Cukai terdiri dari: a. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. impor. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. produksi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. Subdirektorat Aneka Cukai. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. pelaksanaan urusan penyediaan. harga dasar. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan. b. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. Pasal 681 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri dari : a.

pemasukan. c. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan perkembangan harga pasar. Seksi Aneka Cukai II. Seksi Aneka Cukai I. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. c. harga dasar. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. pemasukan. ekspor. Seksi Aneka Cukai III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. . Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. Pasal 683 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. produksi. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 685 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri dari: a. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a.. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. harga dasar. ekspor. pelaksanaan pengkajian tarif cukai.192 Pasal 682 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. impor. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.

serta pelaksanaan urusan penyediaan. pemasukan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. c. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 689 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri dari: a. b. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. pemantauan perkembangan harga pasar. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. . (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyimpanan. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. Pasal 687 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian.193 - Pasal 686 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor.

Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 692 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan.194 Pasal 690 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan penyidikan tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai.. Pasal 691 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.

195 b. Subdirektorat Penyidikan. f. standardisasi dan bimbingan teknis.. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Narkotika. g. Subdirektorat Sarana Operasi. Pasal 694 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan narkotika dan psikotropika. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. b. c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. e. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Penindakan. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 695 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. Subbagian Tata Usaha. . Subdirektorat Intelijen. Kelompok Jabatan Fungsional. c. e. d. f. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor.

barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara.196 c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 697 Subdirektorat Intelijen terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. Pasal 699 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. Seksi Pangkalan Data Intelijen. Pasal 698 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen I. standardisasi dan bimbingan teknis. c. barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. barang hasil pelanggaran HAKI.. d. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Intelijen III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Seksi Intelijen II. (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. b. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan II. Seksi Penindakan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. barang larangan dan pembatasan. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. .. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. (4) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 701 Subdirektorat Penindakan terdiri dari: a. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. Seksi Penindakan III. barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang larangan dan pembatasan. Pasal 702 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.197 Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor.

Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Narkotika dan Psikotropika. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Prekursor. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 705 Subdirektorat Narkotika terdiri dari: a. prekursor. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. psikotropika dan prekursor.. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. c. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.198 Pasal 703 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. patroli dan operasi di bidang prekursor. Pasal 706 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. b. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . Seksi Dukungan Operasi Narkotika. dan prekursor. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. Seksi Penyidikan I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Barang Hasil Penindakan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 709 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari: a. c. d. standardisasi dan bimbingan teknis. b.. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. d. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Pasal 708 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 707. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. Pasal 710 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.199 - Pasal 707 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Seksi Tempat Tahanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. barang bukti. Seksi Penyidikan II. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. c. standardisasi dan bimbingan teknis.

b.200 - (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pemeliharaan keamanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. Pasal 711 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. Seksi Sarana Operasi II. standardisasi dan bimbingan teknis. barang bukti. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. standardisasi dan bimbingan teknis. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. . pengelolaan cabang rumah tahanan. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Pasal 712 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 711. penginderaan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. sarana operasi narkotika dan psikotropika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi I. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. Pasal 713 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri dari: a.. dan sarana operasi lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. standardisasi dan bimbingan teknis. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. sarana operasi narkotika dan psikotropika. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. . penginderaan. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 715 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. b.201 Pasal 714 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit kepabeanan dan cukai. Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 716 Direktorat Audit mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. kearsipan. dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan.. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. pengumpulan data statistik lalu lintas berita.

evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan.202 c. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. c. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Perencanaan Audit. Pasal 721 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri dari: a. Pasal 718 Direktorat Audit terdiri dari: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 719 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. e. Seksi Perencanaan Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. b. d. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Subdirektorat Evaluasi Audit. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. c. serta perencanaan audit di bidang cukai. Seksi Perencanaan Audit II. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Perencanaan Audit I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. . b. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pelaksanaan Audit.. Kelompok Jabatan Fungsional.

standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Pelaksanaan Audit III. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.203 Pasal 722 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 725 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis.. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 723 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. Seksi Pelaksanaan Audit I. b. c. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Seksi Pelaksanaan Audit II. Pasal 724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 723. serta perencanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 726 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. .

dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 727 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 727. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 729 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Evaluasi Hasil Audit I.204 - (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 730 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. Seksi Evaluasi Hasil Audit III.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. c.205 (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. Subdirektorat Kerja Sama Regional. e. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. . Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 732 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. Pasal 734 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama teknis internasional di bidang kepabeanan. d. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama internasional di bidang kepabeanan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis..

Pasal 737 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 735 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. e. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. Seksi Kerja Sama Multilateral I. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Multilateral II. d. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. Seksi Kerja Sama Multilateral III. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c.206 d. Pasal 738 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO.

evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Bilateral II. standardisasi dan bimbingan teknis.207 - (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Bilateral III. Pasal 739 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral I. b. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika.. Pasal 741 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. c. d. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. . Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 742 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. c. Seksi Kerja Sama Regional III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional.208 (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.. Seksi Kerja Sama Regional II. Seksi Kerja Sama Regional I. Pasal 746 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. b. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 743 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. c. Pasal 745 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC.

Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 748 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. rumah tangga. publikasi. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penerimaan. penyuluhan dan publikasi. hubungan masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 749 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. keberatan dan banding. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. kepegawaian dan protokoler. penelahaan dan publikasi peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. bantuan hukum. dan urusan banding.209 (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. . Pasal 747 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. serta pelaksanaan bantuan hukum. kearsipan. hubungan masyarakat. penyuluhan. cukai. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

. Pasal 750 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Penerimaan.210 c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. f. b. cukai. f. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 753 Subdirektorat Penerimaan terdiri dari: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. e. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 751. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. b. Pasal 751 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Penerimaan. d. standardisasi dan bimbingan teknis. b. penyuluhan dan layanan informasi. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Seksi Penagihan dan Pengembalian. cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. d. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan urusan banding. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Subdirektorat Keberatan dan Banding. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. . cukai. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. b. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.211 - Pasal 754 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. cukai. c. Pasal 757 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 755 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Seksi Peraturan Kepabeanan. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal.

standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. c. c. dan opini publik. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.212 Pasal 758 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis. penyuluhan dan layanan informasi. perpustakaan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. dan pengelolaan berita. museum. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. pengelolaan situs internet. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. komunikasi publik. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. b. . hubungan media.. (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. Pasal 759 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 761 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Seksi Hubungan Masyarakat. analisis berita.

pengelolaan situs internet. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan opini publik. Seksi Keberatan dan Banding I. hubungan media. museum. analisis berita. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Keberatan dan Banding II. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 765 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan banding. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. d. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. . evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. dan urusan banding. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 763 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b.. perpustakaan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pengelolaan berita. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. komunikasi publik.213 - Pasal 762 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. otomasi sistem dan prosedur. cukai. dan pelaksanaan urusan banding. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. c. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengolahan data serta pelaporan kepabeanan dan cukai.. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis.214 - Pasal 766 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang registrasi kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. dan administrasi lainnya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. pengembangan teknologi informasi. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 768 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. registrasi kepabeanan.

pengendalian dan pengoperasian sarana otomasi Direktorat Jenderal. e. f. pemeliharaan. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Manajemen Risiko. b. Pasal 783 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d. e. evaluasi. f. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan bimbingan teknis. penyediaan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. g.. standardisasi dan bimbingan teknis. .215 d. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 782 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a.

evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. Seksi Registrasi Kepabeanan III. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a.. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Registrasi Kepabeanan II. b. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. Seksi Pemantauan Risiko. Seksi Registrasi Kepabeanan I. Pasal 788 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. c. c. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 789 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 787 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengendalian Risiko. standardisasi dan bimbingan teknis. .216 Pasal 785 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri dari: a. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Pasal 786 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Pasal 791 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 793 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. c. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan.217 Pasal 790 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Otomasi Sistem Administrasi. cukai dan administrasi lainnya. Pasal 792 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791. b. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. d.. b.

pemeliharaan. b. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. pengoperasian dan pemeliharaan sistem.218 Pasal 794 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. c.. b. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 795 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. Seksi Pemeliharaan Sistem. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. penyediaan. Pasal 797 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai.. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 802 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. pelayanan informasi. Pasal 799 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 801 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri dari: a. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaporan Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelayanan Informasi. b.219 - Pasal 798 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengelolaan Data. pengoperasian dan pemeliharaan sistem.

Pasal 805 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 804 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.220 (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pelaporan Direktorat Jenderal. pelayanan informasi. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. . rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 803 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas.

dan prosedur di bidang perbendaharaan negara.221 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 806 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. f.. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. b. e. g. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. d. c. . Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Direktorat Sistem Perbendaharaan. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. h. kriteria. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. norma. b. dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 808 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri dari: a. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan standar. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. c.

pelaksanaan pengembangan pegawai Direktorat Jenderal. c. b. . h. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. kearsipan. Bagian Umum. e. c. d. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal.222 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 809 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. e. g. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. kepegawaian.. f. Bagian Administrasi Kepegawaian. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. f. b. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. Bagian Pengembangan Pegawai. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan tata usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. dan keuangan. Pasal 811 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. koordinasi penyusunan rencana kerja. rencana strategik.

Pasal 814 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. analisis dan evaluasi jabatan.. Pasal 813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. e. b. Pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. analisa dan evaluasi jabatan. c. pemantauan akuntabilitas kinerja. pengembangan kinerja. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. . penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Organisasi. c. pelaporan. rencana kinerja tahunan. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 815 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. b. pengembangan kinerja organisasi. laporan akuntabilitas. serta penyiapan. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan peraturan. d.223 Pasal 812 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penyusunan rencana strategis. Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. d. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. Subbagian Tata Laksana.

Pasal 816 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. dokumentasi. pelaksanaan urusan pengangkatan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. laporan akuntabilitas. d. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. c. implementasi.224 (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan.. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. kepangkatan. pemindahan pegawai. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. d. Pasal 818 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri dari: a. (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. b. b. dan mutasi kepegawaian lainnya. pemantauan dan pelaporan kinerja organisasi. penyusunan rencana strategis. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. pelaksanaan assessment pegawai. statistik. c. . Subbagian Mutasi Kepegawaian. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. formasi. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. penempatan. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan tatalaksana pelayanan publik. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816. pelaksanaan urusan tata usaha. dan rencana kinerja tahunan. statistik. administrasi perkantoran. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengembangan.

b. merencanakan kebutuhan. pengembangan. pelaksanaan identifikasi. ujian jabatan. penggajian dan pemindahan pegawai. dan sarana pengembangan lainnya. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. administrasi kepegawaian lainnya. dan penghargaan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. dan mengevaluasi mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 820 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisa dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. calon peserta. pendayagunaan kompetensi pegawai. mengelola basis data kompetensi. penempatan. Pasal 822 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri dari: a. pengangkatan. evaluasi.. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pengembangan Kompetensi. dan kepegawaian kantor pusat. penilaian kinerja pegawai. pelantikan. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. cuti. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai.225 Pasal 819 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. statistik. kepangkatan. c. (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. dokumentasi. c. media informasi dan edukasi. d. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. . Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820. menyaring penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. sarana riset.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. . Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. monitoring. d. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. sarana riset dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. d. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. Pasal 826 Bagian Keuangan terdiri dari: a. b. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. c. analisa. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. c. dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. mengelola media informasi dan edukasi. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas merencanakan kebutuhan dan melaksanakan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan.. (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas mengelola basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. b. Pasal 824 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. mengusulkan penyempurnaan.226 Pasal 823 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas menyelenggarakan identifikasi. perpustakaan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. pemeringkatan.

Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828. c. Subbagian Administrasi Persuratan. d. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan surat-menyurat. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. c. b. kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan. b. inventarisasi. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana.227 Pasal 827 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. . Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. distribusi.. Pasal 830 Bagian Umum terdiri dari: a. serta urusan dalam. pelaksanaan pengadaan dan penyimpanan perlengkapan. kearsipan dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. dan penggandaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. d. Subbagian Perlengkapan. e. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal.

- 228 Pasal 831 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat, kearsipan, penggandaan dan ekspedisi serta penghapusan arsip. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol, kehumasan, perjalanan dinas, dan pengelolaan kendaraan dinas Kantor Pusat. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan, penyimpanan dan distribusi barang persediaan, urusan dalam dan tata usaha Bagian. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan, inventarisasi Barang Milik Negara Kantor Pusat dan Vertikal, pemeliharaan inventaris kantor vertikal, penyusunan LAKIP Bagian, penyimpanan, distribusi, penyelenggaraan akuntansi, serta penghapusan barang inventaris.

Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 832 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standarisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta monitoring, evaluasi, dan koordinasi di bidang penyerapan pagu anggaran berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Pasal 833 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832, Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penelaahan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; evaluasi dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

- 229 Pasal 834 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 835 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data, penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran, serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyusunan program kerja tahunan Direktorat; penyiapan anggaran; perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan

penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; pelaksanaan monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran; penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. Pasal 837

Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Data Pelaksanaan Anggaran; Seksi Perekaman dan Pelaporan; Seksi Bantuan Teknis I; Seksi Bantuan Teknis II.

- 230 Pasal 838 (1) Seksi Data Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga serta penyiapan data monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. (2) Seksi Perekaman dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan program kerja tahunan, melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. (3) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur pelaksanaan anggaran. (4) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan anggaran. Pasal 839 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 841 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B;

c. d. e. f.

- 231 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. Pasal 842 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A, I-B, I-C, dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 843 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 845 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B;

c. d. e. f.

- 232 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. Pasal 846 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A, II-B, II-C, dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 847 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan, dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 849 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B;

c. d. e. f.

- 233 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. Pasal 850 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A, III-B, III-C, dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 851 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 852 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 853 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B;

c. d. e. f.

- 234 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. Pasal 854 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A, IV-B, IV-C, dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 855 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 856 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP).

c. d. e. f.

- 235 Pasal 857 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-B; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-D. Pasal 858 Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A, V-B, V-C, dan V-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 859 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis.

Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 860 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, verifikasi dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan kas dan program pensiun serta pelaksanaan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 236 Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan kas; penyusunan petunjuk teknis di bidang penerimaan dan pengeluaran kas; pemberian petunjuk teknis pencairan dana pinjaman dan hibah luar negeri; pemantauan dan verifikasi pelaksanaan pembayaran, penagihan, dan perkembangan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pembinaan kebendaharaan; pengelolaan kas negara; pelaksanaan pembayaran kewajiban pemerintah atas beban rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, dan rekening Pemerintah Lainnya; penatausahaan rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, Rekening Khusus, dan Rekening Pemerintah Lainnya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara; pemeriksaan kas pada KPPN selaku kuasa Bendahara Umum Negara; pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara;

m. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun; n. o. pembahasan, penyusunan konsep pengesahan, dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun pegawai negeri sipil; pelaksanaan verifikasi, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan bendahara instansi dan program pensiun; kas

p. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 862 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas; Subdirektorat Kas Umum Negara; Subdirektorat Kas Negara; Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah; Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya; Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi;

- 237 g. h. Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 863 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas menyusun perencanaan kas, menyelenggarakan program optimalisasi dan pengendalian kas, serta memantau pelaksanaannya, melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 864 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas; penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya; penyelenggaraan program optimalisasi kas. Pasal 865 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Perencanaan Kas; Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara; Seksi Pengendalian Kas; Seksi Bantuan Teknis. Pasal 866 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas, menyelenggarakan program optimalisasi kas, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (2) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (3) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan posisi kas dalam rangka pemantauan dan pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas.

- 238 (4) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan kas. Pasal 867 Subdirektorat Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, pengelolaan Rekening Kas Umum Negara, Dana Reboisasi, Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya, pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, serta verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara. Pasal 868 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pelaksanaan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan rekening escrow Dana Reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), escrow Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 869 Subdirektorat Kas Umum Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Umum Negara A; Seksi Kas Umum Negara B; Seksi Kas Umum Negara C; Seksi Kas Umum Negara D.

e. f. g.

- 239 Pasal 870 (1) Seksi Kas Umum Negara A mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara, pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, serta pengelolaan rekening escrow dana reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), dan penerimaan APBN dalam valuta asing. (2) Seksi Kas Umum Negara B mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang berkaitan dengan Surat Utang Negara, serta pengelolaan rekening Surat Utang Negara, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan Rekening Pemerintah yang dibatasi penggunaannya. (3) Seksi Kas Umum Negara C mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran serta pengelolaan rekening Kas Umum Negara dan Rekening escrow Dana Bagi Hasil. (4) Seksi Kas Umum Negara D mempunyai tugas melaksanakan proses verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui rekening Kas Umum Negara, penyusunan laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran melalui rekening Kas Umum Negara dan penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 871 Subdirektorat Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening Kas Negara dan pelaksanaan sistem penerimaan negara. Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Subdirektorat Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas negara; b. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara; c. penyusunan pagu penyediaan dana pada bank operasional; d. pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga; e. pemantauan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran pada rekening kas negara; f. pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara.

- 240 Pasal 873 Subdirektorat Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Negara A; Seksi Kas Negara B; Seksi Kas Negara C; Seksi Kas Negara D.

Pasal 874 Seksi Kas Negara A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas Negara, pengajuan usul penunjukan dan penetapan Bank Persepsi/Devisa Persepsi/ Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya dan pagu dana Bank Operasional, pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga, pengawasan dan pemantauan terhadap kinerja Kantor Pos Persepsi dan Kantor Pos Pengeluaran, pemantauan dan evaluasi kinerja Bank Operasional, pembayaran jasa perbendaharaan dan penerimaan jasa giro pada Bank Operasional, pemeriksaan kas pada KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara, pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 875 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875, Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. pembukaan rekening khusus dan pengisian Initial Deposit dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri; penyusunan mekanisme pembayaran melalui rekening khusus; penyusunan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri; pengajuan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi rekening khusus dan pengajuan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus; pemantauan dan penatausahaan rekening khusus; melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri.

- 241 Pasal 877 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah B; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah C; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah D. Pasal 878 Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan pembukaan rekening khusus dan pengisian initial deposit, menyusun mekanisme pembayaran melalui rekening khusus dan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri, mengajukan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi kembali rekening khusus dan mengajukan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus, pemantauan dan penatausahaan rekening khusus, melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 879 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam, Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan Rekening Lainnya. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening pemerintah lainnya; penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD; penyaluran dana atas beban rekening pemerintah lainnya; penatausahaan rekening pemerintah lainnya; pemantauan saldo rekening pemerintah lainnya. Pasal 881 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya terdiri dari: a. b. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A; Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B;

dan pemantauan saldo rekening lainnya. pencairan dana rekening lainnya. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 883 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. dan penyiapan laporan RDI dan RPD. d. Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C.242 c. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. . d. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D. penatausahaan penerimaan/pengeluaran RDI dan RPD. pembahasan.. penagihan. Pasal 884 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883. penyediaan data realisasi penerimaan/ pengeluaran RDI dan RPD. c. (2) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. e. b. Pasal 882 (1) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD. penyusunan konsep pengesahan. f. pembinaan bendahara instansi. pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi. penerbitan Surat Perintah Pencairan atas beban RDI dan RPD. (4) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. pelaksanaan pembayaran. melaksanakan verifikasi dan menyusun laporan pengelolaan kas bendahara instansi dan program pensiun serta melaksanakan pembinaan kepada bendahara instansi. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun.

c. Pasal 886 (1) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 888 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. pembinaan kepada bendahara instansi dan verifikasi. pemantauan. penagihan. h.. Pasal 885 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi terdiri dari: a. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. pembayaran. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). b. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. penyusunan konsep pengesahan. serta pembahasan. dan mengelola investasi dan kredit program berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.243 g. (2) Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A dan B masing-masing mempunyai tugas menyusun petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A. dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi B. pelaksanaan verifikasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi. mengembangkan sistem investasi. Seksi Program Pensiun. Pasal 887 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. .

penyiapan perumusan kebijakan kelembagaan. pelaksanaan setelmen pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman dan kredit program. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. g. monitoring dan evaluasi kebijakan pelaksanaan investasi dan pengelola investasi. perjanjian. f. penerusan pinjaman. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi. Pasal 891 Subdirektorat Verifikasi. divestasi. melaksanakan setelmen pinjaman. penyaluran dana investasi. . verifikasi. kepatuhan. b. Setelmen. pengembangan sistem pengelola investasi. c. b. f. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah. h. pengelolaan data. e. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Subdirektorat Kredit Program. Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola kredit program. manajemen risiko. penyediaan. perencanaan kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. e. restrukturisasi. Subdirektorat Verifikasi. Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas menganggarkan dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. Setelmen. lembaga d. Subdirektorat Pinjaman Daerah. restrukturisasi pinjaman.. c. perencanaan. Subdirektorat Pinjaman BUMN. g. Kelembagaan dan Evaluasi. i. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. dan penghapusan piutang. dan melaksanakan administrasi pengelolaan.244 Pasal 889 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 888. pembinaan. Pasal 890 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. Subdirektorat Perencanaan. d. kredit program. Kelompok Jabatan Fungsional. h. dan kredit program.

Seksi Setelmen II. c. f. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. d. c. (2) Seksi Setelmen I melakukan perhitungan. b. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. penarikan. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan melakukan pengolahan data. pelaksanaan administrasi pengelolaan data. penagihan. Seksi Verifikasi. b. . penerusan pinjaman dan kredit program. Pasal 893 Subdirektorat Verifikasi. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. penerusan pinjaman. Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. d. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. verifikasi. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. penagihan. g. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. akuntansi. Setelmen. Pasal 894 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. penarikan dan/atau pencairan investasi. e. dan pelaporan investasi dan kredit program. dan kredit program.. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. Subdirektorat Verifikasi. penagihan. penarikan penerusan pinjaman luar negeri serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a.245 Pasal 892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891. Setelmen. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. pembayaran kredit program. pelaksanaan perhitungan. penagihan. (3) Seksi Setelmen II melakukan perhitungan. Seksi Setelmen I.

246 Pasal 895 Subdirektorat Perencanaan. investasi dan kredit program. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. dan pembiayaan kredit program. Pasal 898 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Kelembagaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 897 Subdirektorat Perencanaan. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. investasi langsung. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. d. Seksi Manajemen Risiko. b. kelembagaan. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. Pasal 896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895. b. dan penyaluran dana investasi. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. penyediaan. Subdirektorat Perencanaan. evaluasi. h. strategi investasi. c. j. Seksi Perencanaan. Kelembagaan dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan perencanaan. c. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. Seksi Kelembagaan. e. pinjaman pemerintah. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. k. manajemen risiko dan pengembangan sistem investasi dan kredit program. g.. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. i. Kelembagaan dan Evaluasi terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. f. Seksi Evaluasi. melaksanakan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. d.

pinjaman pemerintah. investasi pemerintah. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. dan perjanjian pinjaman pemerintah. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. dan kredit program. pinjaman pemerintah. dan kredit program. pinjaman pemerintah. melaksanakan mediasi dan sosialisasi program investasi. pedoman pelaksanaan manajemen risiko dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. penerusan pinjaman. penyusunan dan perumusan rancangan. b.. c. penerusan pinjaman. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. penyiapan perumusan. g. Pasal 899 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas menyusun. perubahan. i. penerusan pinjaman. . (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. menyiapkan rumusan dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan sistem investasi. d. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penanganan pemerintah. permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi Pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah. f. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. dan kredit program. h. menyusun rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. penerusan pinjaman. Pasal 900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. penerusan pinjaman. analisis. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program.247 - (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan kelembagaan unitunit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. dan kredit program. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. pinjaman pemerintah dan kredit program. e.

b.248 Pasal 901 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri dari: a. penerusan pinjaman. Seksi Peraturan. penerusan pinjaman. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas mengkaji permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. . Pasal 903 Subdirektorat Pinjaman BUMN mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. mengkaji ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. dan kredit program. Seksi Kepatuhan. pinjaman pemerintah. pelaksanaan. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. b. d. dan pinjaman Pemerintah kepada BUMN. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. dan kredit program. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. penerusan pinjaman. Pasal 902 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas menyusun dan merumuskan rancangan.. analisis. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Perjanjian II. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Perjanjian I. c. Subdirektorat Pinjaman BUMN menyelenggarakan fungsi: a.

evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. pendidikan. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. pelaksanaan. Seksi Pinjaman BUMN I. c. dan kehutanan. dan telekomunikasi. Seksi Pinjaman BUMN IV. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank.. Seksi Pinjaman BUMN III. analisis. . d. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. perhubungan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. (2) Seksi Pinjaman BUMN II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. b. e. analisis. g. perdagangan. dan pertambangan dan energi. kelautan. pelaksanaan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. f. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Pinjaman BUMN II.249 c. dan kesehatan. (3) Seksi Pinjaman BUMN III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. Pasal 906 (1) Seksi Pinjaman BUMN I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. d. pelaksanaan. pelaksanaan. (4) Seksi Pinjaman BUMN IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. pelaksanaan monitoring. Pasal 905 Subdirektorat Pinjaman BUMN terdiri dari: a.

b. pelaksanaan. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Seksi Pinjaman Daerah I. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. analisis. Pasal 909 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD. yang meliputi Nangroe Aceh Darussalam. dan Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan monitoring. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. g. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada pemerintah daerah dan BUMD.. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Seksi Pinjaman Daerah III. d. d. Sulawesi Tenggara. Bekasi). Banten (tidak termasuk Tangerang). c. analisis. Seksi Pinjaman Daerah II. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pinjaman pemerintah. Bengkulu. Bogor. Pasal 910 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan. . evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. b. f. monitoring.250 Pasal 907 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Seksi Pinjaman Daerah IV. Pasal 908 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. Kalimantan Barat. e. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD.

Gorontalo. Tangerang. DI Yogyakarta. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. yang meliputi Sumatera Barat. Depok. Maluku Utara. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Kepulauan Bangka Belitung. Lampung. e. penelitian dan perumusan restrukturisasi. Papua.251 - (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. DKI Jakarta. hapus buku dan hapus tagih kredit program. Sumatera Selatan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. Kalimantan Selatan. Bekasi. perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. Pasal 911 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. analisis. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. penatausahaan. dan Irian Jaya Barat. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. Bali. Kalimantan Timur. Sulawesi Selatan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Sulawesi Barat. yang meliputi Sumatera Utara. yang meliputi Riau. b. Pasal 912 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. pelaksanaan. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. Jambi. Bogor. Jawa Timur. analisis. pelaksanaan.. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. Sulawesi Tengah. . Maluku. f. c. dan Nusa Tenggara Barat. restrukturisasi. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. Kalimantan Tengah. dan Sulawesi Utara. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. g. monitoring dan evaluasi. pelaksanaan. hapus buku dan hapus tagih. pelaporan.

hapus buku. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penatausahaan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. Pasal 914 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. d. Setelmen. penatausahaan. dan hapus tagih. hapus buku. penatausahaan. pemantauan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. dan hapus tagih. Seksi Kredit Program III.. pelaksanan. c. pelaksanan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Seksi Kredit Program IV. penelitian dan perumusan restrukturisasi. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. penelitian dan perumusan restrukturisasi. pelaksanan. b. Seksi Kredit Program I. pelaksanan. pemantauan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. dan hapus tagih. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penatausahaan. dan hapus tagih. (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Verifikasi. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai menyiapkan bahan perumusan kebijakan. . pemantauan. Seksi Kredit Program II.252 Pasal 913 Subdirektorat Kredit Program terdiri dari: a. hapus buku. Akuntansi dan Pelaporan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. Pasal 915 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Lembanga Keuangan Bukan Bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. pemantauan. hapus buku. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional.

e. utang. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). akuntansi. pengelolaan kas. piutang. pendapatan dan belanja. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. e. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU. Pasal 918 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri dari: a. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. standardisasi.. penyiapan penetapan standar biaya dan tarif BLU. dan utang. f. pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan pengelolaan keuangan BLU. penetapan. penyusunan standardisasi teknis pelaksanaan anggaran. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. c. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntansi. piutang. utang. pengelolaan kas. piutang. belanja. g. akuntansi. akuntansi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan kas. bimbingan teknis. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis. pengelolaan kas. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 917 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 916. f. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pendapatan. utang. b. investasi. . Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU.253 - Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 916 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. piutang. c. d. g. d. b. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU. investasi. penyiapan rumusan kebijakan penilaian dan penetapan BLU. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. investasi.

penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. Pasal 920 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919. pengelolaan basis data. b. penyusunan laporan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. . e.254 Pasal 919 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. d. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. pembinaan. penyiapan bahan penetapan tarif dan remunerasi. Seksi Bantuan Teknis I. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 921 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a. i. penilaian dan penetapan BLU. (2) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. f.. serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan penilaian dan penetapan BLU. c. serta penilaian dan penetapan tarif dan remunerasi. j. g. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga. Seksi Data dan Informasi. penilaian dan penetapan BLU. Seksi Bantuan Teknis II. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. b. tarif dan remunerasi. h. penyusunan rencana kerja tahunan Direktorat. Pasal 922 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU.

Pasal 925 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis terdiri dari: a. dan Pasal 926 (1) Seksi Kebijakan BLU mempunyai tugas menyusun kebijakan penilaian dan penetapan BLU. standar teknis pengelolaan keuangan BLU. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. investasi. pengelolaan kas. akuntansi serta mengembangkan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. peningkatan/penurunan. b. pengelolaan kas.. piutang dan utang. penetapan kebijakan penilaian. penetapan status pengelolaan keuangan BLU. e. pelaksanaan anggaran. piutang. dan melaksanakan penelitian dan pengembangan BLU. c. b. (2) Seksi Standardisasi Teknis BLU mempunyai tugas menyusun standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. utang. serta kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. d. c. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. bahan pembinaan. Pasal 924 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923. Pasal 923 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis mempunyai tugas menyiapkan kebijakan. . investasi. Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU. penetapan kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan BLU oleh Dewan Pengawas. penetapan kebijakan pengelolaan keuangan BLU. Seksi Kebijakan BLU. Seksi Standardisasi Teknis BLU. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan BLU.255 (3) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan BLU.

utang. Dewan Pengawas. penurunan. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. menyeleksi dan memproses bahan penetapan dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. f. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan.. pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. . pelaksanaan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. c. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas. melaksanakan peningkatan. c. pengelolaan kas. b. atas pengelolaan keuangan BLU. Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU menyelenggarakan fungsi: a. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. penganggaran. investasi. Pasal 929 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU terdiri dari: a. Pasal 927 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. pelaksanaan anggaran. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa. Dewan Pengawas. piutang. penurunan. pelaksanaan penetapan instansi pengelola keuangan BLU. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun penyedia barang dan/atau jasa.256 (3) Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan status BLU. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. dan pegawai BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. e. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi BLU. Pasal 928 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927. serta memproses penetapan tarif dan remunerasi bagi pejabat pengelola. Pasal 930 (1) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. b. d. dan pegawai BLU. pelaksanaan peningkatan. akuntansi.

investasi. . akuntansi. dan pegawai BLU. belanja. utang. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola kawasan. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola dana. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. melaksanakan peningkatan. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. akuntansi. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. Seksi Pembinaan Kinerja BLU II. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. (3) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. penurunan. piutang. Seksi Pembinaan Kinerja BLU III. Pasal 933 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU terdiri dari: a. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU menyelenggarakan fungsi: a. kas. investasi. investasi. c. dan pegawai BLU. penyiapan rumusan pembinaan pengelolaan pendapatan. Dewan Pengawas. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. kas. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Pasal 931 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. belanja. investasi. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 931. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. penyuluhan pengelolaan pendapatan. piutang. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU.257 - (2) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. piutang. bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. b. Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. penurunan. c. b. kas. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. belanja.. Dewan Pengawas. utang. piutang. melaksanakan peningkatan. utang.

258 Pasal 934 Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. kinerja BLU. b. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. pendapatan. dan III masing-masing mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. pengelolaan kas. piutang. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. investasi. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. Pasal 936 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935. kas. belanja. belanja. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi . piutang. utang. Pasal 939 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja BLU. belanja. pengelolaan kas. akuntansi. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU III. II.. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. . Pasal 938 Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. pengelolaan kas. Pasal 937 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU terdiri dari: a. kinerja BLU. akuntansi. b. Pasal 935 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. piutang. investasi. investasi. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU II. pendapatan. utang. c. melaksanakan monitoring dan evaluasi pendapatan dan belanja. II. investasi. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. c.

b. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan serta implementasi standar akuntansi pemerintahan. g. penyelenggaraaan akuntansi pusat. dan kewajiban pemerintah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 941 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 940. serta penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisa laporan keuangan pemerintah. h. i. penyelenggaraan rekonsiliasi dan konsolidasi laporan keuangan instansi pemerintah. posisi aset dan kewajiban pemerintah. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. pembinaan akuntansi kementerian/lembaga. f. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi kementerian/lembaga. c. e. Pasal 942 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. j. Subdirektorat Sistem Akuntansi. k. penyusunan statistik keuangan negara. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat. d. penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. b. .259 - Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 940 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. posisi aset. penyelenggaraan akuntansi pusat.. penyusunan dan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. pembinaan dan pemeliharaan bagan perkiraan standar. l. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan serta unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.

Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan. Subdirektorat Akuntansi Pusat. Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. pemberian dukungan teknis implementasi standar akuntansi pemerintahan. g. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan standar akuntansi pemerintahan. c. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 945 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintah terdiri dari: a. pembinaan Subbagian Tata Usaha Direktorat. d. e. c. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. Pasal 946 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas memberikan dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. bimbingan teknis dan/atau penyuluhan standar akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. b. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. d.. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. . f.260 c. h. Pasal 943 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi standar akuntansi pemerintahan. Pasal 944 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943. e. penyelenggaraan pemerintahan. d.

d. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. Pasal 949 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari dari: a. b. Pasal 948 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947.. Pasal 950 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan. perumusan. Pasal 947 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengkajian. c. pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan.261 (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. (4) Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas menjalankan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. serta bagan perkiraan standar. . c. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. pengkajian. perumusan. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran.

pemantauan penyajian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga. Pasal 953 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga. c. c. Pasal 954 (1) Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. . Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi B. b. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. menyiapkan perumusan. (4) Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan mempunyai tugas mengkaji. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi C. B dan C masing-masing mempunyai tugas menyusun. d.. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. dan memantau laporan keuangan berkala kementerian/lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. dan pemutakhiran bagan perkiraan standar. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. b. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. mengevaluasi. Pasal 952 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951. Pasal 951 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga. dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga.262 (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.

penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Seksi Akuntansi Umum. Pasal 958 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Pasal 957 Subdirektorat Akuntansi Pusat terdiri dari: a. Subdirektorat Akuntansi Pusat menyelenggarakan fungsi: a. dan memantau laporan keuangan berkala bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Pembinaan Akuntansi Regional. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. d. b. d. pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh kantor-kantor wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. .263 - (2) Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas menyusun mengevaluasi dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. b. Seksi Akuntansi Kas. Pasal 955 Subdirektorat Akuntansi Pusat mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran.. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. kas umum negara dan pos-pos khusus neraca. Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca. c. c.

aset tetap. Pasal 959 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala. (4) Seksi Pembinaan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada kantor-kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penghimpunan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara. penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara.. Pasal 961 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. d.264 (2) Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga. antara lain: investasi. b. c. b. d. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. (3) Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu dari neraca. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. dan dana yang dikelola di luar mekanisme APBN. pinjaman yang diberikan. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 960 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. menyusun laporan keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). . Pasal 962 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan.

g. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. Seksi Analisis Laporan Keuangan. Pasal 965 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri dari: a. h. Seksi Informasi dan Publikasi. mengumpulkan data yang diperlukan dalam penyusunan pemerintah. statistik keuangan d.. analisa laporan keuangan kepada pihak-pihak yang menyajikan informasi statistik keuangan pemerintah. c. f. d. e. mengolah data statistik keuangan pemerintah.265 - (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. menyusun laporan manajerial perbendaharaan. menyampaikan hasil berkepentingan. menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. b. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah. Pasal 964 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963. c. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.. Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. b. melakukan analisis terhadap laporan keuangan. . Pasal 963 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 969 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. mengumpulkan dan mengolah data statistik. bimbingan teknis Peraturan dan Proses Bisnis. Pasal 967 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pemberian bimbingan teknis. harmonisasi. standardisasi. melakukan analisis. . serta Pembinaan Profesi di bidang perbendaharaan. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas menyusun/menyajikan serta menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah.. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisa terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. b. dukungan Teknologi Informasi.266 Pasal 966 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah. melaksanakan pengelolaan basis data. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas menyusun laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. distribusi data. pembinaan. pengembangan dan evaluasi sistem aplikasi komputer. sosialisasi. penyusunan. c. evaluasi. sinkronisasi dan standardisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. perancangan. (2) Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 968 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengkajian.

Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. Pasal 971 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. d. sosialisasi. i. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. f. Pasal 970 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri dari: a. pengelolaan basis data. perangkat lunak dan komunikasi data di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan. pemberian bimbingan teknis aplikasi. g. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan. Subdirektorat Pengembangan Profesi. . perancangan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. g. pemeliharaan. j. b. h. distribusi data dan informasi di bidang perbendaharaan. inventarisasi dan perbendaharaan. pengembangan. e.267 d. l. pemberian dukungan teknis terkait dengan perangkat keras. analisis. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. proses bisnis dan profesi perbendaharaan pada kementerian negara/lembaga dan kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan. m.. k. perangkat keras. bimbingan teknis. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. perangkat lunak. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. monitoring dan evaluasi data. evaluasi. Subbagian Tata Usaha. dokumentasi. c. penelaahan permasalahan. pengkajian dan standardisasi profesi di bidang perbendaharaan. sinkronisasi. inventarisasi peraturan. penyusunan peraturan dan pedoman teknis di bidang sosialisasi dan penyuluhan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan . n. f. e. komunikasi data dan pengelolaan basis data. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. kajian. pengamanan data. analisis keterkaitan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II.

.268 - Pasal 972 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. sinkronisasi. f. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. pembinaan dan bimbingan teknis. k. e. c. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. Pasal 974 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Pasal 973 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri dari: a. inventarisasi peraturan. d. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. I-B. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. h. kajian. c. j. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. g. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. i. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. b. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. sosialisasi. d. b. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. penelaahan permasalahan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. . dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C.

analisis keterkaitan. pembinaan dan bimbingan teknis. b. k. penelaahan permasalahan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Pasal 978 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. e. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. sosialisasi. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. Pasal 977 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri dari: a. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. Pasal 976 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. analisis keterkaitan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. kajian. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. i. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. kajian. inventarisasi peraturan. . sinkronisasi. penelaahan permasalahan. inventarisasi peraturan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. sosialisasi. sinkronisasi.. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. h. g. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. II-B. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. j. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. f. pembinaan dan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. evaluasi.269 Pasal 975 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. evaluasi. d.

C. Pasal 981 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Aplikasi B. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. . monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pasal 982 Seksi Pengembangan Aplikasi A. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. Seksi Pengembangan Aplikasi C. pemeliharaan. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis.. Seksi Pengembangan Aplikasi D. dukungan dan bimbingan teknis. b. perancangan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. d. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemeliharaan. f. pengembangan. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. c. d. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dokumentasi. B. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. g. c. Pasal 980 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979. Seksi Pengembangan Aplikasi A. e. pengembangan. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. perancangan. h. i.270 - Pasal 979 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis. b. analisis dan perancangan sistem aplikasi. pendokumentasian. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

. standardisasi. web content dan internet. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. d. pengujian. dan distribusi data. dan perangkat lunak. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. pengelolaan basis data.271 - Pasal 983 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan perancangan dan standardisasi basis data. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. Pasal 985 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri dari: a. f. pengamanan. monitoring. g. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. perancangan dan standardisasi basis data. pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. c. j. Seksi Pengelolaan Basis Data. c. penghimpunan data sumber. evaluasi. pengkajian. pengelolaan dan pengamanan basis data. penerapan. b. d. pengamanan. pengelolaan layanan informasi. e-mail. perangkat keras. dan pengembangan teknologi informasi. Seksi Komunikasi Data. penghimpunan data sumber. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. situs (website). pengelolaan layanan informasi. pelaksanaan distribusi data. Seksi Analisis Data. monitoring. b. . pemberian bimbingan dan dukungan teknis. e. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. pengujian. pemberian dukungan teknis. perangkat keras. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. penyusunan standardisasi. dan perangkat lunak. i. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. evaluasi. h.

web content. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. serta pengelolaan. sertifikasi. implementasi. pelaksanaan penilaian akreditasi. d. g. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. b. pengelolaan kinerja basis data. e. diseminasi dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. f. e-mail. pengelolaan kamus data (data dictionary). pembinaan. perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. Pasal 987 Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai tugas melakukan perumusan pedoman.. evaluasi. sosialisasi. pengkajian. Pasal 988 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 987. pengamanan. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. monitoring. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. perumusan pola akreditasi. pengujian.272 Pasal 986 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. pembinaan. . dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pemberian dukungan teknis. c. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. evaluasi. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai fungsi: a. sertifikasi. situs (website). penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan.

273 - Pasal 989 Subdirektorat Pengembangan Profesi terdiri dari: a. mengembangkan. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 992 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. serta melakukan uji coba proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. menyiapkan. Pasal 990 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan peraturan perundangan dan pedoman terkait. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. (3) Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. c. . Pasal 991 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. merumuskan pola akreditasi.. (2) Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. merancang. Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan.

dan pengembangan kebijakan dan strategi pengelolaan perubahan. penyiapan. Pasal 995 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. manajemen komitmen. proses penerimaan. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengeluaran.. . manajemen pembayaran. perumusan kebijakan dan strategi pengembangan proses bisnis serta teknologi informasi perbendaharaan. penyusunan. pelaporan. monitoring. dan pengembangan proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. b. pengendalian. manajemen kas. administrasi operasional. evaluasi. Pasal 996 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. perancangan. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. Pasal 994 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. c. perancangan. penyiapan. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal. d. penyusunan. e. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. dan akuntansi. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. perancangan. pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. penyelarasan proses bisnis dengan teknologi informasi perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha. perancangan. manajemen kas. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penerimaan. d. c. penyiapan. penyusunan.274 Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. Kelompok Jabatan Fungsional. g. f. dan pelaporan akuntabilitas kinerja direktorat. dan pengembangan rencana strategi dan rencana kerja. f. b.

manajemen kas. b. Pasal 997 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal terdiri dari: a. . perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses pelaporan dan akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen pembayaran. manajemen pembayaran. dan akuntansi. manajemen komitmen. proses penerimaan. manajemen komitmen. c.. pengkajian dan penyempurnaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaporan. proses penerimaan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A. manajemen pembayaran. dan akuntansi. d. c.275 b. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C. pelaporan. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses penerimaan dan manajemen kas dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. manajemen kas. pengkajian dan penyempurnaan. pengkajian dan penyempurnaan. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. Pasal 998 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. dan akuntansi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D. e. pelaporan. proses penerimaan. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. manajemen kas. d. manajemen komitmen. pengkajian dan penyempurnaan. (4) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis manajemen komitmen dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum.

Utang. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. Pasal 1000 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C. sistem perbankan umum. manajemen investasi. dan sistem bank sentral. perancangan. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. c. Pasal 1002 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. sistem perbankan umum. dan sistem bank sentral. dan sistem bank sentral.276 Pasal 999 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. sistem perbankan umum.. dan sistem bank sentral. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. b. e. . d. Utang. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. Utang. b. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. pengkajian dan penyempurnaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Pasal 1001 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri dari: a. dan sistem bank sentral. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. manajemen Barang Milik Negara. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen investasi. manajemen investasi. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. manajemen Barang Milik Negara. c. sistem perbankan umum. Utang. Utang. manajemen Barang Milik Negara.

penyusunan rekomendasi perbendaharaan. pengamanan. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. d. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. f. penetapan landasan hukum teknologi informasi tugas melaksanakan pengembangan. monitoring. Pasal 1003 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dengan aplikasi teknologi informasi.. b. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi.277 (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis Utang dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. c. pengkajian dan penyempurnaan. e. . pengembangan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. c. pengujian. evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. perancangan. Pasal 1006 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1004 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. dan Pasal 1005 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri dari: a. b. Seksi Transformasi Perangkat Keras. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan. pemberian dukungan teknis.

evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. pengelolaan. pengujian. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. e.. II. pemberian dukungan teknis. pemberian dukungan teknis. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. pengembangan. . dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengamanan.278 (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. dan dokumentasi sistem aplikasi. pengujian. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. Pasal 1009 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri dari: a. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. monitoring. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. Pasal 1010 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengembangan. b. monitoring. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. evaluasi. pengembangan. Pasal 1007 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. b. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. c. perancangan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. c. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. d.

mempunyai tugas melaksanakan verifikasi dan (3) Seksi Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. c. perumusan. b. Seksi Pengadaan. evaluasi. h. Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia. perumusan. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. Pasal 1013 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. dan Pelaporan mempunyai tugas menyusun rencana strategik dan rencana kerja. c. e. pengkajian.. Seksi Pelaksanaan Pendanaan. penyusunan. perumusan. Pengendalian. penyusunan. Seksi Perencanaan. d. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. b. dan Pelaporan. Pasal 1012 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1011.279 Pasal 1011 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan dan menyusun rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. d. f. perumusan kebijakan strategi perubahan organisasi. perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. . (2) Seksi Pelaksanaan Pendanaan penyelesaian tagihan. melakukan monitoring dan evaluasi. perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas SDM. g. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. melakukan monitoring. melakukan operasional transformasi. Pengendalian. Pasal 1014 (1) Seksi Perencanaan.

Pasal 1015 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1017 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.280 (4) Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas mengkaji dan merumuskan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi dan penempatan serta pelatihan SDM. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1016 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pedoman. piutang negara. Direktorat Barang Milik Negara I. dan lelang. h. dan lelang. Direktorat Barang Milik Negara II. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur di bidang kekayaan negara. g. Direktorat Lelang. dan lelang. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. Direktorat Hukum dan Informasi. . Direktorat Piutang Negara. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. f. kriteria. piutang negara. piutang negara. d. dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara. norma. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. b.. piutang negara. d. e. dan lelang. c. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain. penyusunan standardisasi. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. piutang negara. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1020 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri dari: a. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kekayaan negara. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara.281 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1018 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara.

f. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. d. Bagian Kepegawaian.282 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1021 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. b. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan tata usaha. Bagian Perlengkapan. e. e. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. c. kearsipan. kepegawaian.. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. . d. f. Pasal 1022 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1021. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 1024 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. serta pembinaan dan pemberian dukungan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. rencana strategik. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. rencana strategik. pelaksanaan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. b. dan keuangan. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. Bagian Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. Pasal 1023 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a.

analisis jabatan. d. penyiapan bahan penataan organisasi. standar norma waktu dan standar beban kerja. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. penyiapan bahan tanggapan. penyusunan rumusan produk hasil kerja. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. c. penyusunan jabatan fungsional dan penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. standar norma waktu. Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan. c. tata naskah persuratan dinas. . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. Pasal 1026 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. standardisasi teknis dan produk hasil kerja. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. e.283 Pasal 1025 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1024. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. f. Subbagian Organisasi. b. uraian jabatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. b.. (3) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Pasal 1027 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. standar beban kerja Direktorat Jenderal. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktur Jenderal. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. g. serta penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. analisa jabatan. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat.

kepangkatan. kesejahteraan pegawai. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. dan mutasi kepegawaian lain-lain. formasi. mutasi kepegawaian. penggajian. dokumentasi. dokumentasi. penghargaan dan penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin pegawai serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal.. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan pegawai. dan penghargaan pegawai. cuti. Pasal 1029 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. kepangkatan. formasi. ujian jabatan serta penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin. cuti. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. d. pelaksanaan urusan pengangkatan. pemindahan pegawai. b. Subbagian Mutasi Kepegawaian. dan penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. penempatan. c. penempatan. c. statistik. Pasal 1030 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. .284 - Pasal 1028 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyaringan pegawai dalam rangka ujian jabatan. Pasal 1031 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. penggajian. statistik.

d. c.. d. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. Pasal 1036 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1034 Bagian Keuangan terdiri dari: a. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1035 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 1033 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Gaji. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat.285 Pasal 1032 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran. . c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. b.

perjalanan dinas. Pasal 1038 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. serta penatausahaan. angkutan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi.. pemeliharaan. c. dan penghapusan perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. pengetikan. dan dokumentasi. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. b. pelaksanaan urusan surat-menyurat. Subbagian Pengadaan. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. . pemeliharaan. rapat pimpinan dan akomodasi. dan penghapusan perlengkapan. c. rumah tangga. ekspedisi. penggandaan. kepustakaan. pengamanan. tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. pelaksanaan urusan protokol. pelaksanaan urusan inventarisasi. Pasal 1040 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. c. b. tamu. kearsipan. b. pemeliharaan sarana dan prasarana. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor.286 - Pasal 1037 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Pasal 1039 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.

tamu. bimbingan teknis.. Pasal 1045 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. pemeliharaan sarana dan prasarana. pengawasan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. Pasal 1043 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. kearsipan. angkutan. pengendalian. pengamanan. pengetikan. penghapusan. pemanfaatan. akuntansi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemindahtanganan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. pembinaan. dan pelaksanaan kegiatan penggunaan. dan dokumentasi. pemindahtanganan. Subbagian Rumah Tangga. kepustakaan. penatausahaan. standardisasi. Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara I Pasal 1044 Direktorat Barang Milik Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengawasan. pembinaan. . (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. pengamanan dan pemeliharaan. evaluasi. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. serta penatausahaan. penyiapan rumusan kebijakan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. rapat pimpinan dan akomodasi. Subbagian Tata Usaha. b. perjalanan dinas. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. pengendalian. penggandaan. Direktorat Barang Milik Negara I menyelenggarakan fungsi: a.287 - Pasal 1042 Bagian Umum terdiri dari: a. ekspedisi. penatausahaan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. pemantauan. bimbingan teknis. c. pemanfaatan. penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. akuntansi.

pemantauan. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. pelaksanaan. pemanfaatan. pengendalian. penatausahaan. dan IC. dan evaluasi penggunaan. f. pembinaan. pengamanan dan pemeliharaan. dan IC. pemindahtanganan. e. bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis penggunaan. penyusunan sistem dan prosedur. penghapusan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. Pasal 1047 Subdirektorat Barang Milik Negara IA. IB. bimbingan teknis. pemantauan. pemanfaatan. c. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. akuntansi. e. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. pengawasan. Subbagian Tata Usaha. pengawasan. pemindahtanganan. IB. koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. pelaksanaan penggunaan. akuntansi. pemanfaatan. pengawasan. pembinaan. penghapusan. Subdirektorat Barang Milik Negara ID. penyiapan bahan rumusan kebijakan. standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. . Subdirektorat Barang Milik Negara IA. akuntansi. Pasal 1046 Direktorat Barang Milik Negara I terdiri dari: a. d. pembinaan. IB. penghapusan. penatausahaan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Barang Milik Negara IC. pengawasan. pemindahtanganan. d. pelaksanaan evaluasi penggunaan.288 - b. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. pengawasan. penghapusan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. IB. dan IC menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan. c. pembinaan. pemindahtanganan. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. b. Subdirektorat Barang Milik Negara IB. dan pengendalian barang milik negara. dan IC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. pemanfaatan. f.. penghapusan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I.

c. dan IC. IA-2. c. d. penyiapan bahan penggunaan. e.289 - b. IA-3. IB. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IB-1. pelaksanaan. . pembinaan. pengawasan. IA-3. penghapusan. pengawasan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. bimbingan teknis. d. pengamanan dan pemeliharaan. Seksi Barang Milik Negara IA-3. pemanfaatan. IB. b. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA-1. Seksi Barang Milik Negara IB-3. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. penyusunan sistem dan prosedur. IA-2. pembinaan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. dan IA-4. dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. pemindahtanganan. standardisasi. pemindahtanganan. pembinaan. IB. pengendalian. penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. Pasal 1049 Subdirektorat Barang Milik Negara IA masing-masing terdiri dari: a. Seksi Barang Milik Negara IA-1. pengawasan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. dan IC. penghapusan. dan IC. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. pemindahtanganan. penelaahan. pemindahtanganan. pemantauan. b. Seksi Barang Milik Negara IA-4. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. serta penghimpunan. penghapusan. dan IC. Seksi Barang Milik Negara IB-2. Pasal 1050 Seksi Barang Milik Negara IA-1. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Seksi Barang Milik Negara IB-4.. c. pengawasan. Pasal 1051 Subdirektorat Barang Milik Negara IB masing-masing terdiri dari: a. IB. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. dan pengendalian barang milik negara. dan evaluasi penggunaan. d. Seksi Barang Milik Negara IA-2. pemanfaatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penghimpunan.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. IB-3. standardisasi. pemantauan. penyusunan sistem dan prosedur. penyusunan sistem dan prosedur. IC-3. pembinaan. penghapusan. IC-3. pengawasan. Pasal 1053 Subdirektorat Barang Milik Negara IC masing-masing terdiri dari: a. serta penghimpunan. dan IC-4. pembinaan. serta penghimpunan. IC-2. pemanfaatan. pelaksanaan. IC-2. IB-2. IB-2. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. standardisasi. pemindahtanganan. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengamanan dan pemeliharaan. IB-3. dan evaluasi penggunaan. pengawasan. Seksi Barang Milik Negara IC-4. koordinasi. pemindahtanganan. pemantauan. pembinaan. dan penyusunan Daftar Barang Milik Negara. pemindahtanganan. d. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. Seksi Barang Milik Negara IC-1. Seksi Barang Milik Negara IC-3. dan IB-4. Pasal 1055 Subdirektorat Barang Milik Negara ID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan sistem dan prosedur. akuntansi. b. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IB-1. bimbingan teknis. pengawasan. pemanfaatan. pelaksanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1054 Seksi Barang Milik Negara IC-1. dan evaluasi penggunaan. . dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. c. pelaksanaan. pengendalian. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IC-1. pemantauan. Seksi Barang Milik Negara IC-2. penghapusan. pengendalian.290 - Pasal 1052 Seksi Barang Milik Negara IB-1. penghapusan. pemanfaatan. bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengamanan dan pemeliharaan. dan evaluasi penggunaan.. bimbingan teknis.

pengendalian. pengamanan dan pemeliharaan. pengendalian. penghapusan. pengawasan. standardisasi. akuntansi. akuntansi. pelaksanaan. Subdirektorat Barang Milik Negara ID menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. standardisasi. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. pemanfaatan. pengawasan.. pengawasan. Pasal 1058 Seksi Barang Milik Negara ID-1. ID-3. e. pemanfaatan. penatausahaan. akuntansi. dan ID-4. penghapusan. pengawasan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. pemindahtanganan. c. pengendalian. pemindahtanganan. bimbingan teknis. Seksi Barang Milik Negara ID-1. penatausahaan. pembinaan. pembinaan. penghapusan. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. pemantauan. c. ID-2. ID-3. d. penghimpunan. f. b. dan evaluasi penggunaan. d. pembinaan. penghapusan. . penyiapan bahan penggunaan. pembinaan. Seksi Barang Milik Negara ID-4. dan pengendalian barang milik negara. Seksi Barang Milik Negara ID-2. akuntansi. pemantauan. penghimpunan. Seksi Barang Milik Negara ID-3. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. pemindahtanganan. pengawasan. ID-2. b. Pasal 1057 Subdirektorat Barang Milik Negara ID terdiri dari: a. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. penyusunan sistem dan prosedur. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. dan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. pemanfaatan. bimbingan teknis. penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. pengamanan dan pemeliharaan.291 Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. akuntansi. pembinaan. penyiapan bahan rumusan kebijakan.

pemanfaatan. pengendalian. penatausahaan. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. pelaksanaan penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. dan penyusunan daftar kekayaan negara yang dipisahkan. pemanfaatan. pemanfaatan. pengawasan. pemindahtanganan. penyiapan rumusan kebijakan. penatausahaan. bimbingan teknis. pelaksanaan evaluasi penggunaan. penghapusan. pemindahtanganan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. penatausahaan. d. pemantauan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II.292 Pasal 1059 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . pembinaan. pemindahtanganan. pembinaan. pemberian bimbingan teknis penggunaan. Pasal 1061 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060. serta pengawasan. b. Bagian Kelima Direktorat Barang Milik Negara II Pasal 1060 Direktorat Barang Milik Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pembinaan. pemindahtanganan. c. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. dan pengendalian barang milik negara. pengawasan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara ID.. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. penghapusan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. bimbingan teknis. pembinaan. Direktorat Barang Milik Negara II menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan dan pemeliharaan. penghapusan. pengendalian. pengawasan. standardisasi. penatausahaan. pembinaan. penatausahaan. pengawasan. penatausahaan. pemanfaatan. pengendalian. e. penghapusan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan.

penghapusan. pemindahtanganan. Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. j. Subdirektorat Barang Milik Negara IID. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. bimbingan teknis. IIB dan IIC. pelaksanaan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. c. h. Kelompok Jabatan Fungsional. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. e. dan IIC menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan. standardisasi. Pasal 1062 Direktorat Barang Milik Negara II terdiri dari: a. pengendalian. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum. penyusunan sistem dan prosedur. IIB. IIB. Subdirektorat Barang Milik Negara IIB. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I.. IIB. g. b. Subdirektorat Barang Milik Negara IIC. pengendalian. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. . pemindahtanganan. pembinaan. dan IIC. f. pelaksanaan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. d. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemantauan. penghapusan. Subbagian Tata Usaha. penyusunan sistem dan prosedur.293 - f. pengawasan. standardisasi. pengamanan dan pemeliharaan. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. II. Pasal 1063 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. proyek kekayaan negara yang dipisahkan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. bimbingan teknis. dan III. bimbingan teknis. pengawasan. i. pembinaan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. pemanfaatan.

IIB. bimbingan teknis. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup I. penatausahaan. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. c. e. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pembinaan. pemindahtanganan. d. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. IB.. pemindahtanganan. pengawasan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA-1. pemanfaatan. II. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. penghapusan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. dan IIC. dan pengendalian barang milik negara. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. pemanfaatan. g. Pasal 1066 Seksi Barang Milik Negara IIA-1. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IIA-2. pengendalian. penyusunan sistem dan prosedur. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. dan IIC. IC. bimbingan teknis. pemanfaatan. pembinaan. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. b. Seksi Barang Milik Negara IIA-4. II. f. penyiapan bahan penggunaan. pemindahtanganan. d. standardisasi. penghapusan. sistem dan prosedur. pengendalian. dan III. IIB. pemindahtanganan. dan IIC. dan IIA-4. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standardisasi. Seksi Barang Milik Negara IIA-3. pembinaan. pengamanan dan pemeliharaan. Seksi Barang Milik Negara IIA-1. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. II. dan III. IIA-3. dan ID. penatausahaan. dan III. IIA-3. Pasal 1065 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA terdiri dari: a. pengamanan dan pemeliharaan. IIA-2. IIB. pengawasan. pembinaan. penghapusan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IA.294 - b. IIA-2. c. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA.

d. penghapusan. bimbingan teknis. b. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. IIIB. IIB. pelaksanaan kegiatan penggunaan. dan IIC-4. Pasal 1070 Seksi Barang Milik Negara IIC-1. dan IIID. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIC-1. pengamanan dan pemeliharaan. Seksi Barang Milik Negara IIB-2. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIB-1. pemindahtanganan. d. c. pengamanan dan pemeliharaan. IIC-2. Seksi Barang Milik Negara IIC-4. Seksi Barang Milik Negara IIC-1. Seksi Barang Milik Negara IIC-2. IIC-2. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIA. IIB-3. pengawasan. . IIC-3. penyusunan sistem dan prosedur. standardisasi. pemanfaatan.. standardisasi. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. dan IIB-4. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. dan IID. pembinaan. pengawasan. IIC-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. penyusunan sistem dan prosedur. pengendalian. IIC. Seksi Barang Milik Negara IIB-4. Seksi Barang Milik Negara IIB-3. pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengendalian. Seksi Barang Milik Negara IIC-3. pemanfaatan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIIA. c. pemindahtanganan. Pasal 1068 Seksi Barang Milik Negara IIB-1. b. pelaksanaan kegiatan penggunaan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. Seksi Barang Milik Negara IIB-1. bimbingan teknis. IIB-2. Pasal 1069 Subdirektorat Barang Milik Negara IIC terdiri dari: a. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. IIB-3.295 Pasal 1067 Subdirektorat Barang Milik Negara IIB terdiri dari: a. IIIC. penghapusan. IIB-2.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1072 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1071. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penyiapan bahan rumusan kebijakan. penghapusan. penghapusan. bimbingan teknis. pemanfaatan. pengamanan dan pemeliharaan. dan pengendalian barang milik negara. pemindahtanganan. g. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. e. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pembinaan. penatausahaan. pemindahtanganan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. standardisasi. pemindahtanganan. pengawasan. pemantauan. standardisasi. pemanfaatan. penghapusan. penatausahaan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pengawasan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penatausahaan.. pengawasan. f. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. penatausahaan. penghapusan. pemindahtanganan.296 Pasal 1071 Subdirektorat Barang Milik Negara IID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. c. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara lingkup II dan kekayaan negara yang dipisahkan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup IV. bimbingan teknis. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. b. penyiapan bahan rumusan kebijakan. penghapusan. pembinaan. pengendalian. penatausahaan. pembinaan. pemanfaatan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. pembinaan. sistem dan prosedur. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IV. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. pembinaan. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. penyiapan bahan penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. penyusunan sistem dan prosedur. pengawasan. bimbingan teknis. . pemindahtanganan. standardisasi. d. pengamanan dan pemeliharaan. pengendalian. Subdirektorat Barang Milik Negara IID menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pengendalian. pengawasan. h. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. pemanfaatan.

penyusunan sistem dan prosedur. Seksi Barang Milik Negara IID-2. standardisasi. b.297 - Pasal 1073 Subdirektorat Barang Milik Negara IID terdiri dari: a. pembinaan dan pelaksanaan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. IVC. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IID.. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penatausahaan. penghapusan. pengawasan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. Seksi Barang Milik Negara IID-1. Seksi Barang Milik Negara IID-3. standardisasi. Pasal 1075 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IVA. IID-3. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. IID-2. bimbingan teknis. d. bimbingan teknis. analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. Seksi Barang Milik Negara IID-4. IVB. evaluasi serta pelaksanaan kegiatan di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. c. dan IID-4. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID-1. pengendalian. pembinaan. IID-3. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. Pasal 1074 Seksi Barang Milik Negara IID-1. serta penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. IID-2. dan IVD. Bagian Keenam Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1076 Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . pemanfaatan.

b. hak atas bumi. f. e. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi: a.. c. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. aset eks UP3. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. . aset nasionalisasi atau eks asing/cina. Pasal 1078 Direktorat Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri dari: a. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. hak atas bumi. bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II. c. d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III. perencanaan. air dan tata ruang angkasa. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. barang milik negara eks kepabeanan. d. standardisasi. air dan tata ruang angkasa. barang yang dirampas oleh negara. barang milik negara eks kepabeanan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. penyiapan rumusan kebijakan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. hak atas bumi. serta akuntansi aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. pengawasan. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. barang milik negara eks kepabeanan. aset eks Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3). barang yang dirampas oleh negara. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. sistem dan prosedur. b. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. Kelompok Jabatan Fungsional. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. barang yang dirampas oleh negara. air dan tata ruang angkasa. penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan.298 Pasal 1077 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076.

penelaahan. II. dan IV. bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. dan IV. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I.. e. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. II. III. III. sistem dan prosedur. Pasal 1081 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri dari: a. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. . penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. dan IV. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. II. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. dan IV. dan IV. II. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain sebagai akibat adanya ketentuan. pengawasan. penyusunan sistem dan prosedur. dan IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi. penghimpunan. b. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. penyiapan bahan rumusan kebijakan. perencanaan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. pemberian bimbingan teknis. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. II. c. dan IV. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I. III. barang yang dirampas oleh negara. II. II. II. b. Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. aset eks UP3. III. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. hak atas bumi. air dan tata ruang angkasa. d. dan IV. c. III. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain lingkup I.299 - Pasal 1079 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. pengawasan. pemantauan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan antara lain kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. standardisasi. barang milik negara eks kepabeanan. III. penyiapan bahan perencanaan. III. III. penatausahaan dan penyusunan daftar.

IIC. b. dan IID. IIIC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain.300 Pasal 1082 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. pemantauan. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. IB. IIIC. pengawasan. perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IA. Pasal 1085 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri dari: a. Pasal 1084 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. pemantauan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. pemberian bimbingan teknis. c. d. dan IIID. pengawasan. penatausahaan dan penyusunan daftar. penyusunan sistem dan prosedur. IIC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. Pasal 1083 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri dari: a. pemantauan. penyusunan sistem dan prosedur. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIIA. penyusunan sistem dan prosedur. perencanaan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. Pasal 1086 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. c. d. IIIB. IIIB. penatausahaan dan penyusunan daftar. IIB. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. pengawasan. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IB. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIA. pemberian bimbingan teknis. dan ID. . Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan dan penyusunan daftar. pemberian bimbingan teknis.. IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. IIB.

IVC. . Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. penatausahaan dan penyusunan daftar. perencanaan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IVA.301 - Pasal 1087 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV terdiri dari: a. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pemantauan. pemberian bimbingan teknis. dan IVD. IVB. bimbingan teknis. standardisasi dan pembinaan perencanaan penilaian kekayaan negara. IVC. c. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVC. (2) Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Kekayaan Negara Pasal 1090 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.. b. standardisasi. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. supervisi. pengawasan. evaluasi dan rekomendasi. Pasal 1091 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. d. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVD. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Pasal 1088 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA. IVB. penyusunan sistem dan prosedur. perumusan kebijakan teknis. Pasal 1089 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian kekayaan negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis.

pemberian pertimbangan atas usul penilaian kekayaan negara dengan menggunakan jasa penilai eksternal. atau penyelesaian piutang negara. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian atas kekayaan negara berupa sumber daya alam energi. c. b.. properti khusus non komersial. serta Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. d. evaluasi dan rekomendasi. c. pemberian bahan pertimbangan atas usul penilaian untuk keperluan. penggalian potensi. Subdirektorat Penilaian Real Properti. e. keringanan hutang. b. pencairan. restrukturisasi hutang. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan penilaian kekayaan negara berupa sumber daya alam energi dan mineral. mesin dan barang bergerak. pemberian bimbingan teknis. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus. sumber daya alam hayati. penggalian potensi. supervisi. g. c. pengolahan data dan informasi di bidang penilaian. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. . supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. standardisasi. Pasal 1094 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1093. e. analisis. pemantauan. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. real properti tanah dan bangunan. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. d. perumusan kebijakan teknis. supervisi. bimbingan teknis. f. Subdirektorat Penilaian Usaha. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam. d. e. Pasal 1092 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara terdiri dari: a. properti khusus komersial. Sub Bagian Tata Usaha. mineral dan hayati.302 b. pemberian bimbingan teknis terhadap penilai. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. verifikasi. f. Pasal 1093 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. penggalian potensi.

pengolahan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam hayati lingkup I dan II. penggalian potensi. d. Pasal 1099 Subdirektorat Penilaian Real Properti terdiri dari: a. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. e. penggalian potensi. evaluasi dan rekomendasi. c. pengumpulan. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. b. pengumpulan. pengevaluasian dan pemberian rekomendasi. Subdirektorat Penilaian Real Properti menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I. d. b. Pasal 1098 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. Pasal 1096 (1) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I dan II mempunyai tugas melakukan perencanaan. supervisi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penggalian potensi. perumusaan. bimbingan teknis. pengevaluasian dan memberikan rekomendasi. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan II. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam energi dan mineral lingkup I dan II. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis.303 Pasal 1095 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam terdiri dari: a. c. . pengolahan. perumusan. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral II.. Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I. Pasal 1097 Subdirektorat Penilaian Real Properti mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati II. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I. b. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian real properti. standardisasi. analisis. perumusan kebijakan teknis. analisis.

analisis. b. supervisi. b. pengumpulan. standardisasi. d. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Penilaian Properti Komersial I. Pasal 1102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. (2) Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. Seksi Penilaian Properti Komersial II. penyiapan rumusan kebijakan teknis. e. bimbingan teknis. Seksi Penilaian Properti Non Komersial I. evaluasi dan pemberian rekomendasi.. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengolahan. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. analisis. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian mesin dan barang bergerak lingkup I dan II. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak II. penggalian potensi. evaluasi dan pemberian rekomendasi. perumusan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian tanah dan bangunan lingkup I dan II. d. dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. evaluasi dan rekomendasi. Pasal 1101 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. pengolahan.304 c. analisis. penelitian dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian properti khusus. c. Seksi Penilaian Properti Non Komersial II. evaluasi. Pasal 1100 (1) Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. . d. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. perumusan. Pasal 1103 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus terdiri dari: a. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I.

II. c. evaluasi dan pemberian rekomendasi. pengolahan. Pasal 1105 Subdirektorat Penilaian Usaha mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. perumusan. perumusan. . pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. e. Seksi Penilaian Usaha I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan III. pengumpulan. analisis. evaluasi dan pemberian rekomendasi. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian usaha lingkup I. pengumpulan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Penilaian Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. penggalian potensi. evaluasi dan pemberian rekomendasi. Seksi Penilaian Usaha II. Pasal 1108 Seksi Penilaian Usaha I. pengumpulan. b.305 Pasal 1104 (1) Seksi Penilaian Properti Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. analisis. analisis. (2) Seksi Penilaian Properti Non Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. analisis. c. Pasal 1107 Subdirektorat Penilaian Usaha terdiri dari: a. pengolahan. supervisi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perumusan. penggalian potensi. Seksi Penilaian Usaha III.. penggalian potensi. penyiapan rumusan kebijakan teknis. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti komersial lingkup I dan II. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. b. penggalian potensi. evaluasi dan rekomendasi. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. II. standardisasi dan bimbingan teknis. d. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti non komersial lingkup I dan II. penelitian serta pelaksanaan tugas di bidang penilaian usaha. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. pengolahan.

g. perpanjangan. d. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 1111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1110.306 - Pasal 1109 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. penyiapan perumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. b. bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Penilaian Usaha. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) serta inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. penyusunan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI. Direktorat Piutang Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. standardisasi. . penelaahan usul penetapan. h. c. perencanaan. e. serta usul penghapusan piutang negara. Bagian Kedelapan Direktorat Piutang Negara Pasal 1110 Direktorat Piutang Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. termasuk pelaksanaan tugas PUPN. f..

Subdirektorat Piutang Negara I. Subbagian Tata Usaha. c. e. Pasal 1115 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri dari: a. e. d. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. Seksi Piutang Negara IA. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. b. Seksi Piutang Negara IC. Subdirektorat Piutang Negara III. d. Pasal 1113 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. Pasal 1114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1113. perencanaan. . dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI.307 Pasal 1112 Direktorat Piutang Negara terdiri dari: a. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. b. Kelompok Jabatan Fungsional. perpanjangan. b. Seksi Piutang Negara IB. bimbingan teknis. serta usul penghapusan piutang negara. Subdirektorat Piutang Negara II. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. penyiapan bahan telaahan usul penetapan.. Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. c.

penataan dan pengamanan. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. Seksi Piutang Negara IIC. c. f. d. serta usul penghapusan piutang negara lingkup I. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup I. serta melaksanakan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup I. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. e. . Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. c. bimbingan teknis. perpanjangan. g. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. b. dan menyelenggarakan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. IB. b. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. penghapusan piutang negara. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IC. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. IB. Pasal 1118 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117.. pendataan.308 Pasal 1116 Seksi Piutang Negara IA. Pasal 1117 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup I. Seksi Piutang Negara IIB. Pasal 1119 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri dari: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup I. perencanaan. Seksi Piutang Negara IIA. bimbingan teknis. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. pengolahan dan pengelolaan barang jaminan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/D lingkup IA.

pendataan. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. b. penataan dan pengamanan. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. (2) . pendataan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penataan dan pengamanan. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang.309 Pasal 1120 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penghapusan piutang negara. perencanaan. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup II. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. bimbingan teknis. serta melaksanakan inventarisasi Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Pasal 1121 Subdirektorat Piutang Negara III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. memberikan bahan pertimbangan atas usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. d. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IC. perpanjangan. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup II.. Pasal 1122 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IA dan IB. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengolahan. pengolahan. Subdirektorat Piutang Negara III menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. bimbingan teknis. penghapusan piutang negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

evaluasi. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. Bagian Kesembilan Direktorat Lelang Pasal 1126 Direktorat Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1124 Seksi Piutang Negara IIIA. serta usul penghapusan piutang negara lingkup II. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Seksi Piutang Negara IIIA.. IIIB. IIB. pendataan. Pasal 1123 Subdirektorat Piutang Negara III terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Piutang Negara I. penghapusan piutang negara. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta pelaksanaan pembinaan perencanaan lelang. . bimbingan teknis. pengawasan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara.310 e. Seksi Piutang Negara IIIC. penataan dan pengamanan. pengolahan. dan IIC. f. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga lingkup IIA. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. pemeriksaan. Seksi Piutang Negara IIIB. Pasal 1125 (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. b. dan pembinaan kinerja di bidang lelang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis. pelaksanaan verifikasi risalah lelang. pelaksanaan. d. standardisasi. dan evaluasi pelaksanaan lelang. penghargaan dan sanksi serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. Subdirektorat Bina Lelang I. c. Subbagian Tata Usaha. pembinaan perencanaan lelang. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. b.311 Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1126. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1130 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. Subdirektorat Bina Lelang II. standardisasi. analisis. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. analisis.. e. Pasal 1129 Subdirektorat Bina Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. dan pembinaan kinerja Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. d. dan pengembangan lelang lingkup I dan II. penyiapan perumusan kebijakan teknis. dan pembukuan hasil lelang. pembinaan. laporan. b. Pasal 1128 Direktorat Lelang terdiri dari : a. bimbingan teknis. evaluasi. pemantauan. pengawasan. penyiapan pemberian izin operasional. evaluasi. penggalian potensi dan pengembangan di bidang lelang. bimbingan teknis. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. pemeriksaan. penyiapan pengangkatan dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II. . pemantauan. evaluasi. pemantauan. f. c. standardisasi. analisis. dan pengawasan serta pembinaan Pejabat Lelang. b.

Pasal 1133 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri dari: a.312 c. penyelenggaraan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. verifikasi risalah lelang. Pasal 1131 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri dari: a. c. Seksi Bina Lelang IIB. b. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. Seksi Bina Lelang IB. bimbingan teknis. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. c. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. . pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. Pasal 1132 Seksi Bina Lelang IA. f. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Bina Lelang IC. Seksi Bina Lelang IIA. IB. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. IB. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. Seksi Bina Lelang IIC. e. g. pemantauan. Seksi Bina Lelang IA.. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. dan IC. h. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. i. d.

Pasal 1135 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. pengawasan. dan IIC. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. j. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135.. penyiapan bahan bimbingan teknis. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. . dan pemberhentian Pejabat Lelang. d. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. b. i. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pemantauan. verifikasi risalah lelang. g. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. f. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. c. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. pemeriksaan. IIB. h. analisis. pembinaan.313 - Pasal 1134 Seksi Bina Lelang IIA. IIB. bimbingan teknis. dan pemberian penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. pengangkatan. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pemantauan. e. ujian profesi Pejabat Lelang. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II.

pengangkatan. penyajian informasi.314 k. bimbingan teknis. Pasal 1139 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengawasan. (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pemantauan. pemberian penghargaan dan sanksi. Seksi Bina Jasa Lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang.. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pengolahan. perencanaan dan pengembangan lelang. Seksi Bina Profesi Lelang I. Pasal 1137 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri dari : a. l. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan dan pembinaan. pengumpulan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh . b. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. c. Seksi Bina Profesi Lelang II. standardisasi. pemberian penghargaan dan sanksi. standardisasi. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. pengumpulan. pengawasan dan pembinaan. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. pengolahan. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. analisis. petunjuk teknis serta yuridis lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. serta pencabutan izin operasional lelang. Pasal 1138 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. ujian profesi. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II.

pelaksanaan pembinaan jabatan pranata komputer. dan pelaksanaan lelang. i. Bagian Kesepuluh Direktorat Hukum dan Informasi Pasal 1140 Direktorat Hukum dan Informasi mempunyai tugas melakukan persiapan bahan dan rumusan peraturan perundangan berikut petunjuk pelaksanaan peraturan perundangan. l. pembinaan dan pengembangan sistem informasi dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140. j. penyusunan manual sistem dan dokumentasi program aplikasi di bidang kekayaan negara. pemberian dukungan teknis. pelaksanaan operasi komputer. penilaian. pengurusan piutang negara. penilaian. e. penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan pelaksanaan lelang. penilaian. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pemberian bantuan hukum penanganan dan penyiapan. dan pelaksanaan lelang. piutang negara dan lelang. penilaian. piutang negara dan lelang. penilaian. pengurusan piutang negara. f. piutang negara dan lelang. pelayanan informasi dan pengelolaan pusat informasi di bidang kekayaan negara. c. pengurusan piutang negara. pengurusan piutang negara. dan pengelolaan basis data. pengurusan piutang negara. penilaian. penilaian. dan pelaksanaan lelang.315 Subdirektorat Bina Lelang I. pemberian bimbingan teknis sistem informasi di bidang kekayaan negara. penilaian. pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. dan pelaksanaan lelang. Direktorat Hukum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang kekayaan negara. pelaksanaan pelayanan kepada pengguna. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengelolaan dokumen hukum. g. pengurusan piutang negara dan pelaksanaan lelang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. piutang negara dan lelang.. pengurusan piutang negara. penilaian. . d. h. b. pelaksanaan pengolahan data di bidang kekayaan negara. pengharmonisasian dan penyusunan peraturan perundangan dan petunjuk teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. dan pelaksanaan lelang. penilaian. piutang negara dan lelang. pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. m. k.

pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. Pasal 1142 Direktorat Hukum dan Informasi terdiri dari: a. g. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. pengurusan piutang negara dan lelang. . f. penilaian. Subdirektorat Dukungan Teknis. piutang negara. dan lelang. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara. Subdirektorat Bantuan Hukum. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penilaian. pengurusan piutang negara. piutang negara. penilaian. d. c. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan dokumen hukum. penilaian. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara.. d. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara dan lelang. dan lelang. b. pengurusan piutang negara dan lelang. g. b. dan lelang. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1143 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. e. Subdirektorat Peraturan Perundangan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Sistem Aplikasi. c. penilaian. penilaian. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. e. Pasal 1144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143. f. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a.316 n. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi. dan pelaksanaan lelang.

pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. d. pelaksanaan klasifikasi peraturan. (2) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. Pasal 1146 (1) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang piutang negara.317 - Pasal 1145 Subdirektorat Peraturan Perundangan terdiri dari: a. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang Barang Milik Negara. . Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. (3) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. penyajian peraturan perundangan di bidang lelang. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. pelaksanaan klasifikasi peraturan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. c.. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. (4) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. b.

pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. pengurusan piutang negara. II. piutang negara dan lelang. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengolahan data. pertimbangan. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. Seksi Bantuan Hukum I. penilaian. Seksi Bantuan Hukum IV.. Pasal 1151 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. Pasal 1150 Seksi Bantuan Hukum I. Pasal 1148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1147. II. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi. b. penelaahan kasus hukum. penilaian. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. piutang negara dan lelang. dan IV. Pasal 1149 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. penyediaan layanan informasi. d. serta .318 - Pasal 1147 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan pelaksanaan lelang. Seksi Bantuan Hukum II. penilaian. evaluasi implementasi sistem aplikasi. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. c. penilaian. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. III. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang lingkup I. Seksi Bantuan Hukum III. pengujian pengoperasian sistem aplikasi. d. III. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. penilaian. c.

d. piutang negara. i. dan lelang. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi informasi di bidang kekayaan negara. penilaian. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengelolaan data. penilaian. Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi. evaluasi implementasi sistem aplikasi. c. dan lelang.. penilaian. penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. f. (3) Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. pemantauan dan pengawasan kualitas data. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. h. .319 pengelolaan intranet dan internet Direktorat Jenderal. c. (2) Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengujian operasionalisasi sistem aplikasi. Pasal 1154 (1) Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi berdasarkan standar prosedur operasional. piutang negara dan lelang. b. b. g. piutang negara dan lelang. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. pengelolaan portal. evaluasi implementasi sistem aplikasi. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. Pasal 1153 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi terdiri dari: a. penilaian. pemantauan dan pengawasan kualitas data informasi di bidang kekayaan negara. piutang negara. pelaksanaan pengujian pengoperasian sistem aplikasi. Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi. memberikan pembinaan dan bimbingan di bidang pengolahan data serta melakukan pengelolaan portal.

c. penilaian. program aplikasi. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. kesekretariatan. pengembangan. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi. pemutakhiran. piutang negara. pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. kesekretariatan. penyusunan pedoman pembuatan sistem aplikasi. pengembangan. lelang. pengembangan dan pengintegrasian model-model sistem aplikasi. f. b. pengembangan. d. b. penyusunan standardisasi kodifikasi dan elemen data.. pengembangan dan pengintegrasian sistem aplikasi. serta pengembangan sistem informasi dan pelaporan di bidang kekayaan negara. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi. Pasal 1156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi. . g. pengembangan dan pembuatan sistem aplikasi. sistem informasi. dokumentasi sistem aplikasi dan sistem informasi. pengurusan piutang negara. c. sistem informasi dan pelaporan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penyusunan desain sistem aplikasi. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. pemutakhiran. lelang. penyusunan dokumentasi. dan pendukung lainnya. pemutakhiran dan pemeliharaan sistem aplikasi transaksi dan produk cetakan. penyiapan bahan penyusunan. e. Pasal 1157 Subdirektorat Sistem Aplikasi terdiri dari: a. Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. dan pendukung lain-lain. penyusunan standar pertukaran data antar modul. Subdirektorat Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1158 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan. dan penyusunan elemen data warehouse. penilaian. (2) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengintegrasian modulmodul aplikasi.320 - Pasal 1155 Subdirektorat Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan dan dokumentasi pembuatan dan pengembangan sistem aplikasi.

Pasal 1159 Subdirektorat Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyusunan standardisasi serta memberikan dukungan teknis perencanaan kebutuhan dan penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras komputer.321 - (3) Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan penyusunan standardisasi elemen data. Seksi Pengelolaan Jaringan. Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional. dan pendukung lainnya. penyusunan dokumentasi dan pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. c. . Pasal 1161 Subdirektorat Dukungan Teknis terdiri dari: a. c. Subdirektorat Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1162 (1) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. Pasal 1160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta melaksanakan operasionalisasi komputer. pemantauan keamanan sistem dan jaringan serta melaksanakan operasionalisasi komputer. pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. kesekretariatan. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta operasional komputer. dan bimbingan di bidang operasional komputer. b.. pengelolaan basis data serta sistem operasi komputer. penilaian. bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi di bidang kekayaan negara. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. perencanaan dan pengembangan serta pengelolaan dan pengendalian basis data serta layanan dan bimbingan operasional komputer. perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. lelang. pembuatan kamus data. piutang negara.

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. .322 - (3) Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan. pengelolaan dan pengendalian basis data serta memberikan dan menyediakan layanan dan bimbingan operasional komputer. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Dukungan Teknis. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 1165 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1164 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

.323 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1166 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pasal 1167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1166. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah.. e. d. d. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. e. kriteria. Direktorat Dana Perimbangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pedoman. dan prosedur di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. c. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1168 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri dari: a. c. penyusunan standar.

Pasal 1171 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. g. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. Pasal 1172 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. d.324 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1169 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi. b. Bagian Umum. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Organisasi. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pelaksanaan tata usaha. rencana kerja. dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Pasal 1170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169.. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c. penelaahan dan evaluasi jabatan. Kelompok Jabatan Fungsional. fasilitasi penyusunan peraturan. e. kearsipan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. rencana strategik. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. pengembangan kinerja. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. c. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. h. Bagian Keuangan. e. b. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. . rencana anggaran. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. d.

laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. f. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. b. c. d. Subbagian Tata Laksana. dan rencana anggaran. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. Subbagian Perencanaan. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. . penyusunan laporan akuntabilitas. Subbagian Pelaporan. c.325 Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. dan laporan pelaksanaan tugas. g. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. e. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. Pasal 1175 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. Pasal 1174 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. b. rencana strategik. d. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal.

statistik. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. dokumentasi. b. Pasal 1179 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. Subbagian Mutasi. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1180 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. d. c.326 Pasal 1176 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. b. statistik dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. pemberhentian. kepangkatan. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. pemensiunan pegawai. Pasal 1178 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. pemberhentian. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. . dokumentasi. Subbagian Umum Kepegawaian.. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan kesejahteraan pegawai. c. kepangkatan. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan mutasi kepegawaian lainnya. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha.

Pasal 1182 Bagian Keuangan terdiri dari: a.327 Pasal 1181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1180. kearsipan. kearsipan. Pasal 1184 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. kepustakaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. . rumah tangga. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. dan gaji. Pasal 1185 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. c. pelaksanaan urusan rumah tangga. c. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. ekspedisi. perlengkapan.. pelaksanaan urusan surat menyurat. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dokumentasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyusunan Anggaran. b. dokumentasi. b. kepustakaan. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. dan penggandaan. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. keprotokolan. Pasal 1183 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL.

ekspedisi. d. penyimpanan. Pasal 1187 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penghapusan perlengkapan. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. kearsipan. c. dan urusan perjalanan dinas. standardisasi. melakukan urusan pengadaan. bimbingan teknis. Pasal 1189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. pendistribusian. koordinasi serta fasilitasi hukum. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. Pasal 1186 Bagian Umum terdiri dari: a. b. kepustakaan. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi.328 c. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan penggandaan. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1188 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dana alokasi umum. Subbagian Protokol. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. . Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. d. dana alokasi khusus. pengangkutan pegawai. perhitungan alokasi. dokumentasi.. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Subbagian Perlengkapan. dan pelaksanaan di bidang Transfer ke Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil. dana alokasi umum. b. koordinasi dan fasilitasi. pemeliharaan. koordinasi dan rekonsiliasi serta fasilitasi perumusan dan perhitungan dana bagi hasil. Subbagian Tata Usaha. dana alokasi khusus.

dana alokasi khusus. . Pasal 1190 Direktorat Dana Perimbangan terdiri dari: a. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dana alokasi khusus. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. d. dan rekonsiliasi. b. penyusunan dokumen pelaksanaan transfer dana bagi hasil. h. g. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. i. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Pasal 1192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191. dana alokasi khusus. h. dana alokasi khusus. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. dana alokasi khusus. pelaksanaan transfer dana bagi hasil. c. e. koordinasi. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. Subbagian Tata Usaha.. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. dana alokasi umum. f. dana alokasi khusus. pelaksanaan tata usaha direktorat. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau.329 c. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. d. g. dana alokasi umum. dana alokasi umum. penyusunan laporan realisasi transfer dana bagi hasil. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil. f. dana alokasi umum. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. pengalokasian dana bagi hasil. e. standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil. Pasal 1191 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dana alokasi umum. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. dana alokasi umum. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian.

e. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. perhitungan. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. koordinasi. koordinasi. f. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. penetapan alokasi. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan rekonsiliasi. b. c. c. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau.330 c. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Pasal 1193 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri dari: a. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . Pasal 1195 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan fasilitasi. f. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. d. e. Pasal 1196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. II. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. b. d. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam.. Pasal 1194 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I.

d. Pasal 1200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. c. Pasal 1201 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri dari: a. pengalokasian dana alokasi umum. dan fasilitasi. Seksi Dana Alokasi Umum III. dan dana penyesuaian. . Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. Seksi Dana Alokasi Umum II. Seksi Dana Alokasi Umum I. b. Seksi Dana Alokasi Umum IV. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. dana otonomi khusus. b. standardisasi. d. dana otonomi khusus.331 Pasal 1197 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri dari: a. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. III. Pasal 1198 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. Pasal 1199 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.. II. d. c. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. perhitungan alokasi. dan dana penyesuaian. perhitungan. c. koordinasi. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. dana otonomi khusus. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. e. dana otonomi khusus. dan dana penyesuaian. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dana otonomi khusus. penetapan alokasi. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. dan dana penyesuaian. b. dan dana penyesuaian.

dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1205 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri dari: a. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. d. d. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. e. perhitungan alokasi. standardisasi. perhitungan alokasi. . Pasal 1203 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. Seksi Dana Alokasi Khusus II. c. standardisasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Khusus III. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Pasal 1204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. Seksi Dana Alokasi Khusus I. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku. c. perhitungan alokasi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. perhitungan alokasi. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. b. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. b. (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.332 Pasal 1202 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian..

dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. SPM. perhitungan alokasi. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. Maluku dan Papua. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. SPM. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. b. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. bimbingan teknis. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. Pasal 1207 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. SPP. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPM. standardisasi. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). SPP. Nusa Tenggara. standardisasi. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. standardisasi. koordinasi fasilitasi..333 - Pasal 1206 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. SPP. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. e. standardisasi. d. perhitungan alokasi. perhitungan alokasi. standardisasi. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). c. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Surat Perintah Membayar (SPM). pemantauan/konfirmasi atas transfer. Pasal 1208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. . dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa.

c. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. SPM. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPP. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. b. khususnya DAU dan DAK. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. IB.. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1213 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri dari: a. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. c. . pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. b. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. SPP.334 Pasal 1209 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri dari: a. standardisasi. b. Pasal 1210 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. koordinasi fasilitasi. bimbingan teknis. SPM. SPM. standardisasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPM. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPP. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. Pasal 1212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1211. e. SPP. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. d. Pasal 1211 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. c. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan/konfirmasi atas transfer. koordinasi fasilitasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Seksi Pelaksanaan Transfer IA.

b. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. b.. perumusan rekomendasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. analisis. koordinasi fasilitasi. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. khususnya DBH. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. analisis dan perumusan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. c. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. standardisasi.335 - Pasal 1214 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1216 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. . d. e. Pasal 1215 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standardisasi. perumusan kebijakan dan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. perumusan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1218 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. pelaksanaan tata usaha direktorat. bimbingan teknis.

Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. IC. d. b. pemantauan. c. d. c. analisis. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1221 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri dari: a. g. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. bimbingan teknis. . Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC.336 c. Pasal 1220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. f. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis.. e. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. analisis. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan. pemantauan. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1219 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Pasal 1222 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. IB.

analisis. b. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. Bali. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah.. analisis. IIB. c. Pasal 1224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. c. Pasal 1227 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. bimbingan teknis. IIC. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. analisis. dan Nusa Tenggara. pemantauan. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan. Bali.337 Pasal 1223 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. pemantauan. Bali. dan Nusa Tenggara. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1225 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri dari: a. pemantauan. Pasal 1226 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. dan Nusa Tenggara. Bali. b. d. Bali. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. d. dan Nusa Tenggara. . dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa.

Pasal 1232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231. Pasal 1231 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. d. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. pemantauan. bimbingan teknis. analisis. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. c. Pasal 1229 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri dari: a. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. d.. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. . Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. IIIC. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis.338 Pasal 1228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. IIIB. Pasal 1230 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. b. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. c. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. .. Pasal 1233 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri dari: a. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. c. Pasal 1236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235. bimbingan teknis. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua.339 c. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. b. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pemantauan. d. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. d. b. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. koordinasi. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. e. IVC. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. IVB. f. Pasal 1234 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. c. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1235 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. d. pelaksanaan penyusunan.

analisis dan evaluasi pajak daerah. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. penyusunan standardisasi. Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. pemantauan. standardisasi. Pasal 1239 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Data dan Pelaporan PDRD.340 Pasal 1237 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. bimbingan teknis. penyusunan standardisasi. Pasal 1238 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. b. c. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. pelaksanaan bimbingan teknis.. . dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. pelaksanaan bimbingan teknis. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1240 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi. bimbingan teknis. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. analisis dan evaluasi retribusi daerah. pemantauan. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a.

e. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Subdirektorat Hibah Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan dan penguatan kapasitas daerah.341 b. dan dana darurat. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. obligasi daerah. . dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. b. pelaksanaan kebijakan Obligasi Daerah. bimbingan teknis. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri. dan penguatan kapasitas daerah. d. perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembiayaan penataan. Pasal 1243 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. obligasi daerah. pelaksanaan tata usaha direktorat. pengembangan ekonomi. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. standardisasi. pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan penerusan pinjaman luar negeri. f.. b. penerusan pinjaman luar negeri. Pasal 1242 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri dari: a. Pasal 1244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1243. Subbagian Tata Usaha. e. g. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. hibah kepada pemerintah daerah. pemantauan. d. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pinjaman Daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. c. pelaksanaan bimbingan teknis. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. f. c. c.

. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. standardisasi. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. obligasi daerah. pemantauan.. Seksi Pinjaman Daerah III. d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Seksi Pinjaman Daerah I. dan penerusan pinjaman luar negeri. Pasal 1245 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. bimbingan teknis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan Papua. penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. c. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah.342 d. dan analisis. standardisasi. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. e. bimbingan teknis. pemantauan. penerusan pinjaman luar negeri. Nusa Tenggara. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. Seksi Pinjaman Daerah IV. bimbingan teknis. obligasi daerah. dan analisis. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan analisis. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. bimbingan teknis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. Pasal 1246 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan analisis. b. obligasi daerah. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku. Seksi Pinjaman Daerah II. obligasi daerah. pemantauan.

. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. standardisasi. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1250 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. e. pemantauan. b. pemantauan. c. c. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. Pasal 1249 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri dari: a. d. bimbingan teknis. pemantauan. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah III. Seksi Hibah Daerah II. bimbingan teknis.343 Pasal 1247 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. Seksi Hibah Daerah IV.. Seksi Hibah Daerah I. b. d. standardisasi. bimbingan teknis. Pasal 1248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1247.

standardisasi. Maluku. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. pemantauan. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. c. Pasal 1253 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri dari: a. c.344 (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Pasal 1252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1251. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. standardisasi. pemantauan. pemantauan. d. Pasal 1254 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. bimbingan teknis. Pasal 1251 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis.. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. standardisasi. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. b. dan Papua. pemantauan. d. Nusa Tenggara. b. bimbingan teknis. . bimbingan teknis. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a.

(4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Nusa Tenggara. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. Maluku. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. Pasal 1255 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan PMP kepada daerah. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BLUD. . dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. BLUD. dan Papua. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). c. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. BLUD. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. d. bimbingan teknis. b. standardisasi. standardisasi. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali.345 - (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan PMP kepada daerah. bimbingan teknis. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. pemantauan. standardisasi. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. standardisasi. pemantauan.. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan PMP kepada daerah. BLUD. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan PMP kepada daerah. Pasal 1256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1255. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah.

Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. standardisasi. c. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. investasi daerah. Pasal 1260 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259. pemantauan. standardisasi. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). standardisasi.346 Pasal 1257 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri dari: a.. . dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. bimbingan teknis. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. dan dana darurat. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pasal 1259 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. pemantauan. pemantauan. (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b. bimbingan teknis. b. bimbingan teknis. standardisasi. hibah daerah. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. Seksi Investasi Daerah II. Pasal 1258 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Investasi Daerah I. d.

dana darurat. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. . Pasal 1261 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri dari: a. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. hibah daerah. c. hibah daerah. pembukuan. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. hibah daerah. investasi daerah. d. Pasal 1263 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. dan Papua. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. investasi daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. b. dan pelaporan pinjaman daerah.347 c. investasi daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. d. Nusa Tenggara. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa.. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. Pasal 1262 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Maluku.

penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. e. c. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. c. pelaksanaan tata usaha direktorat. f. Pasal 1266 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri dari: a. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. d. h. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. g. standardisasi. g. penyiapan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah.. e. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah serta dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. d. f. b. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. pengembangan sistem dan pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. pengembangan sistem dan pelayanan informasi keuangan daerah. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. .348 Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1264 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.

pembiayaan daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. Pasal 1270 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. standardisasi. belanja daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. b. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b. dan defisit anggaran daerah. Pasal 1268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. standardisasi.349 Pasal 1267 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. belanja daerah. belanja daerah.. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. pembiayaan daerah. standardisasi. d. serta perekonomian daerah. . c. dan defisit anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. dan defisit anggaran daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. pembiayaan daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. bimbingan teknis. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta perekonomian daerah. serta perekonomian daerah. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. Pasal 1269 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri dari: a.

penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. Pasal 1273 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi Jawa. standardisasi.. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. standardisasi. . Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1271 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. meliputi wilayah Sumatera.350 (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. d. Pasal 1272 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1271. standardisasi. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. b. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III d. c. Pasal 1274 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. c.

Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.. standardisasi. dan Sulawesi. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. standardisasi. b. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. Pasal 1277 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. Neraca. Pasal 1278 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan Papua. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. meliputi wilayah Bali. verifikasi dan analisis laporan keuangan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. Maluku. d. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. d. Kalimantan. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. Pasal 1275 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Nusa Tenggara. dan Catatan atas Laporan Keuangan.351 - (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. . Laporan Realisasi Anggaran. c. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. c. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275.

Seksi Data Keuangan Daerah IV. Seksi Data Keuangan Daerah II. Seksi Data Keuangan Daerah III. b. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. c. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. pemantauan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. Pasal 1280 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1279. d. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. Pasal 1279 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. Bali. Neraca. verifikasi dan analisis laporan keuangan. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. verifikasi dan analisis laporan keuangan. bimbingan teknis. Pasal 1281 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri dari: a. Laporan Realisasi Anggaran. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan data keuangan daerah. b. .. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. c. Seksi Data Keuangan Daerah I.352 - (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. dan Nusa Tenggara. d.

353 Pasal 1282 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan pemeliharaan basis data. bimbingan teknis. pemantauan. pembangunan. dan Papua. Nusa Tenggara. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. Seksi Pengelolaan Basis Data. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi.. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. pengumpulan dan pengelolaan. b. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. dan evaluasi. bimbingan teknis. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. . pemantauan. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. Seksi Dukungan Teknis. perencanaan. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. c. Pasal 1284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1283. e. pengembangan. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. dan evaluasi. b. d. standardisasi. Pasal 1285 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri dari: a. Maluku. pemantauan. c. standardisasi. Pasal 1283 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. pemantauan. dan evaluasi. dan evaluasi. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. bimbingan teknis. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. d.

pemeliharaan. dan jaringan. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. pembangunan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1288 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. dan penyusunan standar aplikasi dan program. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Pasal 1287 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengembangan.. pengelolaan. infrastruktur hardware. Pasal 1289 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. pembangunan. dan pengelolaan. dan peningkatan kualitas software. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. pengembangan. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengumpulan. pengelolaan. pemeliharaan. pembangunan.354 Pasal 1286 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1292 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. . Direktorat Pembiayaan Syariah. norma. d. dan Setelmen. Direktorat Pinjaman dan Hibah. e. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang dan hibah. Direktorat Starategi dan Portofolio Utang. d. b. kriteria. Akuntansi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang dan hibah.355 BAB X DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1290 Tugas pokok Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang adalah menyelenggarakan sebagian tugas pokok Departemen di bidang pengelolaan utang dan hibah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. c. c.. dan prosedur di bidang pengelolaan utang dan hibah. Direktorat Evaluasi. Pasal 1291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1290. e. f. b. perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang pengelolaan utang dan hibah. penyusunan standar. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pedoman. Direktorat Surat Utang Negara. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a.

penyelenggaraan pengelolaan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. c. rumah tangga. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Bagian Kepegawaian. keuangan.. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pelaksanaan urusan tata usaha. b. Bagian Keuangan. Pasal 1294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi. f. e. d. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. d. kearsipan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. kepustakaan. Bagian Dukungan Teknis. . dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. Pasal 1296 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum. Pasal 1295 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal.356 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1293 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. pemantauan prestasi kinerja. penyusunan rencana strategis. rencana kerja. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rencana strategis.. penelaahan dan evaluasi jabatan. penataan organisasi. c. rencana kinerja. pemantauan prestasi kinerja. . penelaahan dan evaluasi jabatan. b. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan prosedur dan metoda kerja. Pasal 1298 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. Pasal 1300 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. rencana kerja. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. rencana kinerja. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. Subbagian Pelaporan. c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan prosedur dan metoda kerja. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat.357 Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. ketatalaksanaan. b. Subbagian Organisasi. Pasal 1299 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Tata Laksana. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan.

pelaksanaan kode etik. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal.. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pemensiunan. b. Pasal 1303 (1) Subbagian Pengembangan pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. pelaksanaan. asessment center. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Subbagian Umum Kepegawaian. c. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. pelaksanaan. gaji berkala. pemberhentian. Subbagian Pengembangan Pegawai. kepangkatan. penyiapan bahan formasi. melakukan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan perencanaan.358 Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. dokumentasi. pemberhentian. pelaksanaan kode etik. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemensiunan. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. asessment center. melakukan urusan tata usaha. ujian jabatan. ujian jabatan. pendayagunaan kompetensi pegawai. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1302 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. pelaksanaan urusan pengangkatan. . gaji berkala. dokumentasi. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. c. pendayagunaan kompetensi pegawai. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. b.

Pasal 1308 Bagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan urusan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. instalasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1307 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran. Pasal 1306 Bagian Keuangan terdiri dari: a. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. b. c. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Bagian Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. perencanaan kebutuhan.359 Pasal 1304 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. c. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. . pemeliharaan. Subbagian Perbendaharaan..

instalasi. perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. pelaksanaan urusan rumah tangga. perencanaan kebutuhan. pemeliharaan. kearsipan. c. Pasal 1313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. rumah tangga. ekspedisi. kepustakaan. penyimpanan. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. pelaksanaan urusan surat menyurat. dokumentasi. b. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. c. (2) Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. kepustakaan. dan distribusi barang perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. instalasi. Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer. dan pemeliharaan barang inventaris. dan penggandaan. pemeliharaan. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. kearsipan. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. pemeliharaan. Pasal 1310 Bagian Dukungan Teknis terdiri dari: a. . instalasi. b. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. Pasal 1312 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha.360 b.. urusan penerimaan. Subbagian Perangkat Lunak Komputer. keprotokolan. dokumentasi. dan distribusi barang perlengkapan. Subbagian Perlengkapan. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. urusan penerimaan. pengetikan. penyimpanan. Pasal 1311 (1) Subbagian Perangkat Lunak Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan.

pembayaran gaji dan tunjangan. mengajukan permintaan pembayaran. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. kearsipan. serta pertanggungjawabannya. c. Pasal 1315 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. urusan perjalanan dinas. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 1317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. analisis kelayakan pembiayaan proyek-proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. pengetikan. perumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah.361 c. Subbagian Rumah Tangga. pembayaran gaji dan tunjangan. keprotokolan. serta penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dokumentasi. pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penyiapan dokumen. c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. dan penggandaan.. serta pertanggungjawabannya. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1314 Bagian Umum terdiri dari: a. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. b. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. d. . Subbagian Gaji. ekspedisi. Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1316 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi pengelolaan pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. kepustakaan. b. pengangkutan pegawai. mengajukan permintaan pembayaran.

dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. c. f. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. pelaksanaan tata usaha Direktorat. b. e. analisis kelayakan pembiayaan proyek. c. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan Islamic Development Bank. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan prosedur operasi standar. Pasal 1318 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. Pasal 1320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman.. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. g. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. e. . penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan. penyusunan standardisasi materi perjanjian. Kelompok Jabatan Fungsional.362 e. f. d. negosiasi. d. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Pasal 1319 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. f. Subbagian Tata Usaha. peraturan perundang-undangan. IFAD.

Pasal 1324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. f.363 Pasal 1321 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. Seksi Pinjaman dan Hibah ID. peraturan perundang-undangan. b. Pasal 1323 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. c. IB. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. Pasal 1322 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. c. terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. e. d. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. d. penyusunan naskah perjanjian. penyusunan naskah perjanjian. . pengembangan prosedur operasi standar. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. IC. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari World Bank. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. b. dan multilateral lainnya. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. analisis kelayakan pembiayaan proyek. UN Institution. European Invesment Bank (EIB). g. penyusunan standardisasi materi perjanjian. analisis kelayakan pembiayaan proyek.. negosiasi. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian.

pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. Cina. Swedia. Pasal 1327 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. pengembangan prosedur operasi standar. g. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. Slovakia. . IIC.. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. b. penyusunan naskah perjanjian. penyusunan standardisasi materi perjanjian. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah.364 Pasal 1325 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. b. Jerman. Italia. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. Denmark. peraturan perundang-undangan. Australia. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. Rusia. Seksi Pinjaman dan Hibah IID. c. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. d. Perancis. Swiss. Pasal 1328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Austria. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. IIB. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Finlandia. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. e. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. Belanda. c. dan Selandia Baru. Belgia. d. analisis kelayakan pembiayaan proyek. negosiasi. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. f. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. Inggris. penyusunan naskah perjanjian. Pasal 1326 Seksi Pinjaman dan Hibah IIA.

pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. Amerika Serikat. Polandia. Rumania. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. Canada. IIIB. Pasal 1331 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. peraturan perundang-undangan. d. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. b. pengembangan prosedur operasi standar. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. c. analisis kelayakan pembiayaan proyek. penyusunan naskah perjanjian. Malaysia. e. penyusunan standardisasi materi perjanjian. b. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. Korea. dan dalam negeri. Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. penyusunan naskah perjanjian. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek. . Pasal 1330 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. g. Pasal 1332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. negosiasi. IIIC. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. d. c.. f. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. Spanyol.365 Pasal 1329 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan.

perumusan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan Surat Utang Negara. analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara. IVB.366 Pasal 1333 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. b. . Pasal 1335 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. penyusunan naskah perjanjian. c. Pasal 1334 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA.. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. d. b. pengembangan pasar. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. IVC. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1336 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan pengelolaan portofolio. analisis kelayakan pembiayaan proyek. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. serta merumuskan peraturan dan kebijakan operasional Surat Utang Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan.367 d. Pasal 1340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1339. b. pengembangan instrumen terkait pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. pelaksanaan analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara terkait pelaksanaan transaksi. dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. e. pelaksanaan tata usaha Direktorat. b. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. pelaksanaan pelayanan publik dan hubungan investor. f. penjualan. penyiapan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. d. c. Pasal 1338 Direktorat Surat Utang Negara terdiri dari: a. i. e. c. d. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. penyiapan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Perbendaharaan Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. h. penukaran dan peminjaman Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. Kelompok Jabatan Fungsional.. f. perumusan peraturan dan kebijakan operasional pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1339 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara melaksanakan analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan. pembelian kembali. . e. pelaksanaan penerbitan. f. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. koordinasi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan transaksi dan pengembangan pasar. g.

penyiapan ketentuan dan persyaratan Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. . penjualan. Seksi Infrastruktur Perdagangan. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan.. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. serta penyiapan dan pengembangan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. b. dan pelaksanaan transaksi penerbitan. b. analisis kebutuhan sistem perdagangan terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penjualan. Pasal 1344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1343. penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. serta pelaksanaan transaksi penerbitan. pembelian kembali. perumusan dan pengembangan instrumen. pengumpulan dan pengolahan data. c. c. Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara.368 Pasal 1341 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri dari: a. penyiapan dan pengembangan layanan publik dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. serta penukaran Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif di pasar perdana dan sekunder. penyiapan ketentuan dan persyaratan Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. Pasal 1342 (1) Seksi Infrastruktur Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. dan penukaran Obligasi Negara di pasar perdana dan sekunder. Pasal 1343 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar. penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif. pembelian kembali. pengumpulan dan pengolahan data.

(3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. monitoring. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1347. serta penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan Surat Utang Negara. (2) Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara.. e. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. b. Pasal 1346 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan kerjasama internasional dalam rangka pengelolaan Surat Utang Negara. pembuatan proyeksi.369 - Pasal 1345 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. Seksi Hubungan Kelembagaan. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. . serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. b. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. Pasal 1347 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. metode. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. d. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. monitoring. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. pembuatan proyeksi. c.

e. Pasal 1350 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penelitian kelengkapan administrasi institusi. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. Pasal 1351 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. c.370 Pasal 1349 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. serta evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. Pasal 1352 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1351. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. b. pembuatan proyeksi. d. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. f. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. monitoring. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi. . b. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara.. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. penyiapan dokumen hukum transaksi. c. penelitian kelengkapan adminitrasi institusi.

pembelian kembali. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. perencanaan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Pasal 1355 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. (2) Seksi Kebijakan Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan kebijakan operasional berkaitan dengan pengelolaan Surat Utang Negara. . berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan prosedur standar. evaluasi kewajiban institusi dan penelitian kelengkapan administrasi institusi. serta penyiapan peraturan dan dokumen hukum. Pasal 1354 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan.371 Pasal 1353 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1356 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengelolaan pembiayaan syariah yang meliputi penerbitan. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi.. pengkajian peraturan yang terkait. Seksi Kebijakan Operasional. penjualan. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. c. dan penyiapan dokumen hukum. baik yang diterbitkan secara langsung oleh Pemerintah maupun melalui Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. b.

Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. koordinasi dengan pihak terkait. pelaksanaan tata usaha Direktorat. b. penjualan. f. c. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. h. c. pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. d. dan penatausahaan transaksi yang meliputi penerbitan. g. perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah.. Pasal 1359 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. pelaksanaan. d. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. e. pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. f. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. Subbagian Tata Usaha. i. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat.372 Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. perencanaan. pembelian kembali. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional. serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. e. b. penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. j. dan penatausahaan aset. . Pasal 1358 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri dari: a. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan. penatausahaan transaksi. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi.

Pasal 1361 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri dari: a. c. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. Seksi Perencanaan Transaksi. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. d. b.. serta penyiapan dan pengolahan data transaksi. Pasal 1362 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum.373 Pasal 1360 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359. Seksi Pelaksanaan Transaksi. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. b. perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. . (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. c. Seksi Penatausahaan Transaksi. penyiapan dan pengolahan data transaksi. pembelian kembali. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. e.

pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait. f. . (3) Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi. (2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. d. dan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a.374 Pasal 1363 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Pengembangan Instrumen. dan pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. dan penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1364 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363. Pasal 1366 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1365 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. c. pengembangan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar. e. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. serta koordinasi dengan pihak terkait. b. Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan..

termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara.375 Pasal 1367 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. Pasal 1370 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan.. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. . f. Pasar Uang. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan Derivatif. c. Seksi Analisis Fiskal. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan proyeksi. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. e. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. d. b. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. monitoring. c. serta penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. Pasal 1369 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. analisis kinerja. b. Pasal 1368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367. serta penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara.

pembelian kembali. b. Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja. Pasal 1372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. Seksi Dokumen Hukum. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. Pasal 1374 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. b. Pasar Uang. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. pembelian kembali. c.376 (3) Seksi Analisis Fiskal. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. Pasal 1371 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. monitoring. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1373 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a.. pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pembelian kembali. c. serta pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. serta pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. d. .

dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. f. perumusan strategi pengembangan instrumen utang. pengelolaan risiko utang. b.377 (3) Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. memantau. penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal.. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1376 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan. e. Pasal 1375 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. . menyusun rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. penyiapan rekomendasi. pengkajian pengelolaan utang. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. h. dan mengevaluasi strategi pengelolaan utang. perumusan. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. peraturan perundangan. mengelola risiko utang. dan evaluasi strategi pengelolaan utang. mengkoordinasikan pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. merekomendasikan struktur portofolio utang yang optimal. serta pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. koordinasi pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. perumusan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. kode etik. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. g. memantau risiko dan kewajiban kontinjensi. mengkaji pengelolaan utang. merekomendasikan dan mengevaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. merumuskan strategi pengembangan instrumen utang. d. c. merekomendasikan.

b. dan instrumen derivatif. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. kode etik. c. d. pemantauan risiko dan kewajiban kontinjensi. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. dan peningkatan peringkat kredit. pemantauan. . pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. penyiapan rekomendasi dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. Surat Berharga Negara.378 i. Pasal 1380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1379. b. kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. f. e. k. strategi lindung nilai. rekomendasi. Subbagian Tata Usaha. dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. penyiapan bahan perumusan. penyiapan rekomendasi. perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. penyiapan bahan penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. peraturan perundangan. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. pelaksanaan tata usaha Direktorat. penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. j. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. Pasal 1379 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. Pasal 1378 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri dari: a..

Pasal 1382 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. b. g. f. h. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Negara. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penggunaan pinjaman dan hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. i. dan evaluasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah dan jangka panjang. penyiapan kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. .379 c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. penyusunan rekomendasi. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. dan peningkatan peringkat kredit. strategi lindung nilai. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. dan instrumen derivatif. dan evaluasi strategi pengelolaan pinjaman dan hibah jangka menengah dan jangka panjang. d. Pasal 1381 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri dari: a. Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. Surat Berharga Negara. penyiapan bahan rumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyusunan rekomendasi. koordinasi dengan pihak terkait dalam pengkajian pengelolaan utang.. c. e. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penerbitan Surat Berharga Negara dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

g. kreditur dan lembaga/institusi lainnya. serta pengumpulan dan penyiapan bahan koordinasi pengkajian pengelolaan utang. risiko. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. serta melaksanakan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan.. dan peningkatan peringkat kredit. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. dan penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang.380 (3) Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif. penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. penyusunan strategi utang. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. strategi lindung nilai. Pasal 1384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1383. e. pengkajian struktur portofolio utang. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. f. identifikasi. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang. penyusunan strategi utang. dan instrumen derivatif. Pasal 1383 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. Surat Berharga Negara. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang. risiko. penyiapan bahan pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. penyiapan bahan pemantauan perkembangan indikator portofolio. pemantauan perkembangan indikator portofolio. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. . strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. c. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan hubungan dengan analis pasar. pelaksanaan kegiatan riset dan pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan instrumen derivatif. pengidentifikasian. d. lembaga pemeringkat.

Seksi Risiko Pasar. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban pinjaman. . dan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. pemenuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban Surat Berharga Negara. pemantauan perkembangan indikator portofolio. b. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. strategi penerbitan Surat Berharga Negara tahunan. pelaksanaan kegiatan riset risiko pasar yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal.381 h. pemantauan perkembangan indikator portofolio. c. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio Surat Berharga Negara. i. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio pinjaman. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara. risiko Surat Berharga Negara. pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. melakukan pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio Surat Berharga Negara jangka menengah dan panjang yang optimal.. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. koordinasian dengan pihak terkait dalam penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. j. k. Pasal 1386 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio pinjaman jangka menengah dan panjang yang optimal. Pasal 1385 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri dari: a. (3) Seksi Risiko Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengidentifikasian. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko pinjaman. strategi pinjaman tahunan. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Negara. risiko pinjaman.

pemetaan. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. . pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi.. g.382 - Pasal 1387 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melaksanakan identifikasi. identifikasi. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. h. b. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Identifikasi. d. koordinasi dengan pihak terkait yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. pemetaan. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. e. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. dan Dokumentasi. c. Pasal 1389 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi terdiri dari: a. b. f. Pasal 1388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1387. dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. Seksi Pemantauan Kewajiban II. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. penyiapan bahan pemantauan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. Seksi Pemantauan Kewajiban I. Infrastruktur. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. c. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi.

penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.. . dan melakukan pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. baik dari sektor riil maupun finansial. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional.383 Pasal 1390 (1) Seksi Identifikasi. (2) Seksi Pemantauan Kewajiban I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengukuran dan analisis besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah untuk bahan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. b. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. Pasal 1391 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. dan klasifikasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. pengukuran. Infrastruktur. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional menyelenggarakan fungsi: a. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. pengklasifikasian. Pasal 1392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1391. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pemantauan. serta penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. evaluasi. pemantauan. koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. identifikasi. evaluasi. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. serta pemantauan. pemetaan. dan analisis risiko operasional.

Seksi Kepatuhan Hukum. pengukuran. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.384 c. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. f. Seksi Risiko Operasional. . c. b. evaluasi. pemantauan. dan penyusunan profil risiko operasional. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. identifikasi. e. penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. (3) Seksi Risiko Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. serta pemantauan. dan analisis risiko operasional. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. evaluasi. (2) Seksi Kepatuhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. dan analisis risiko operasional. perumusan strategi pengendalian risiko operasional.. pengklasifikasian. Pasal 1394 (1) Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. identifikasi. Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik. pemantauan. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. pemantauan. pengukuran. Pasal 1393 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional terdiri dari: a. g. pengklasifikasian. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. d.

penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. hibah. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. monitoring dan evaluasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. hibah. e. analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. pelaksanaan verifikasi dan administrasi kewajiban yang timbul dari pengelolaan pinjaman. verifikasi dan administrasi. yang timbul dari pengelolaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. Surat Utang Negara. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. Akuntansi. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. pelaksanaan penyelesaian kewajiban. b. hibah. g. pengembangan sistem informasi dalam rangka pengelolaan utang. pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output dalam pengelolaan pinjaman. penyajian laporan. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. hibah. pencatatan basis data. d. j. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan kebijakan monitoring dan evaluasi. pelaksanaan tata usaha Direktorat. pelaksanaan penyelesaian transaksi penjualan Surat Berharga Negara. c. pengembangan sistem informasi utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal terkait dengan pinjaman. Surat Utang Negara. hibah. verifikasi data. diseminasi laporan. i. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. pelaksanaan akuntansi dan konsolidasi data. f. dan Setelmen Pasal 1396 Direktorat Evaluasi. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. Akuntansi..385 Pasal 1395 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. h. Akuntansi. . penyelesaian pembayaran kewajiban. Direktorat Evaluasi. dan instrumen pembiayaan syariah. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah.

Subdirektorat Sistem Informasi Utang. dan penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Monitoring dan Evaluasi I. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi.. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. b. Akuntansi. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. b. Pasal 1399 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. d. hibah. hibah. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1399. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. . Subdirektorat Setelmen Transaksi. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. c. Subbagian Tata Usaha. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. e. f. hibah. g. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional.386 - Pasal 1398 Direktorat Evaluasi. Pasal 1401 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri dari: a. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. dan Setelmen terdiri dari: a. c.

c. kebenaran pencatatan/data entry. hibah. hibah. Pasal 1405 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi: a. dan instrumen pembiayaan syariah. b. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumen pembayaran. realisasi pembayaran kewajiban.. realisasi penarikan / hasil penjualan. Surat Utang Negara. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. c. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. kebenaran pencatatan/data entry. d. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. b. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. analisis perkembangan. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. serta proyeksi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. Seksi Administrasi I. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Seksi Administrasi II. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data realisasi. dan instrumen pembiayaan syariah. dokumen penarikan. penatausahaan dokumen perjanjian. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman.387 Pasal 1402 Seksi Monitoring dan Evaluasi I. Surat Utang Negara. dan data laporan berkaitan dengan pinjaman. hibah. . Pasal 1403 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan dokumen perjanjian. dokumen penarikan. Seksi Verifikasi II. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan data laporan. realisasi pembayaran kewajiban. hibah. d. Surat Utang Negara. hibah. Seksi Verifikasi I. evaluasi cakupan pencairan dan efektifitas. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1403. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. Surat Utang Negara. realisasi penarikan / hasil penjualan. II. serta koordinasi dan penyiapan rencana tindak (action plan) berkaitan dengan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah.

penatausahaan pelaksanaan dan pembayaran kewajiban. penyiapan data penarikan dan pembayaran. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. serta standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. realisasi pembayaran kewajiban. serta penyiapan dokumen pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen berkaitan dengan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemrosesan pencatatan. b. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. dan proyeksi pembayaran kewajiban. dan dokumen pembayaran. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. Pasal 1407 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. c. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. Surat Utang Negara. pemrosesan pencatatan.. realisasi penarikan / hasil penjualan. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. rekonsiliasi data. dan instrumen pembiayaan syariah. (2) Seksi Verifikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. dan pelaporan kewajiban.388 Pasal 1406 (1) Seksi Administrasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan dokumen perjanjian. pemrosesan pencatatan. data laporan. perhitungan. Surat Utang Negara. kebenaran pencatatan/data entry. perhitungan. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. dan pelaporan kewajiban. dokumen penarikan. rekonsiliasi data. Surat Utang Negara. . serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. hibah. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. dan pelaporan kewajiban. perhitungan. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. perhitungan. rekonsiliasi data. pemrosesan pencatatan. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Pasal 1408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1407. hibah. hibah. rekonsiliasi data.

hibah. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1411. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. rekonsiliasi data. pemrosesan pencatatan. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. pencatatan basis data. perhitungan. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. verifikasi data. b. Pasal 1411 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data.389 Pasal 1409 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri dari: a. . dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan pencatatan. Surat Utang Negara. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. penyiapan data penarikan dan pembayaran. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemrosesan pencatatan. Surat Utang Negara. d. penyajian laporan. dan Surat Berharga Negara. Pasal 1410 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. b. rekonsiliasi data. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. diseminasi laporan. rekonsiliasi data. hibah. hibah. c.. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. perhitungan. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. pelaksanaan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman. perhitungan.

Pasal 1416 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1415. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. hibah. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data. dan dukungan operasional teknologi informasi terkait pengelolaan utang. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. penyusunan dan pelaksanaan evaluasi spesifikasi sistem perangkat lunak serta pemeliharaan sistem dan program aplikasi terkait pengelolaan utang. penyajian. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. d. Surat Utang Negara. Pasal 1415 Subdirektorat Sistem Informasi Utang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem aplikasi. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. dan publikasi laporan pinjaman. c. dan instrumen pembiayaan syariah. analisis kebutuhan dan evaluasi program aplikasi. dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Konsolidasi Data. Pasal 1413 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a. mengembangkan data. . menyusun data. Pasal 1414 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. d. pelaksanaan konsolidasi data dan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Surat Utang Negara. penyiapan. hibah. pengelolaan basis data. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik dan penyiapan materi publikasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. dan pengujian validitas data terkait dengan pengelolaan pinjaman. Subdirektorat Sistem Informasi Utang menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah.390 c. b. Surat Utang Negara.. hibah.

penyiapan. Pasal 1418 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. layanan internet. Seksi Operasional Teknologi Informasi. mengelola Data Recovery Center (DRC). layanan internet. d. serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait dengan pengelolaan utang. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I. Pasal 1419 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. mengatur kinerja dan keamanan data. c. pemberian dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. pengaturan kinerja dan keamanan data. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sistem Informasi Utang. c. . Seksi Pengelolaan Basis Data.. (3) Seksi Operasional Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi II. melakukan penyimpanan data elektronik. penyimpanan data elektronik. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal.391 b. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan data dan elemen data. dan evaluasi sistem aplikasi terkait pengelolaan utang sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1417 Subdirektorat Sistem Informasi Utang terdiri dari: a. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. analisis kebutuhan data dan elemen data. serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait pengelolaan utang. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. dan memberikan dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. b. pengelolaan Data Recovery Center (DRC). pengelolaan pertukaran/integrasi data. analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. mengelola pertukaran/integrasi data.

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. .. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.392 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1420 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Pasal 1421 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

c. d. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1424 Inspektorat Jenderal terdiri dari: a..393 BAB XI INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1422 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat I. c. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri. b. Inspektorat Bidang Investigasi. Inspektorat VI. h. Inspektorat VII. Pasal 1423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1422. pengawasan untuk tujuan tertentu. pelaksanaan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. d. . pelaksanaan pengawasan kinerja. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pengawasan. e. Inspektorat V. pengawasan keuangan. Inspektorat IV. i. Inspektorat II . g. Inspektorat III. f. b.

c. d. rencana strategis. pengolahan. pengelolaan. g. pelaksanaan pembinaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. e. Bagian Sistem Informasi Pengawasan.394 Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1425 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. perlengkapan. koordinasi penyusunan rencana kerja. dan pelaporan kegiatan pengawasan. . e. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. penghimpunan. d. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. Bagian Kepegawaian. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal.. h. pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin. pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. pengamanan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. Bagian Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. kerumahtanggaan. dan penugasan pengawasan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana . f. b. b. f. keprotokolan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. Pasal 1426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1425. program kerja pengawasan. dan laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. Pasal 1427 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari: a. i. koordinasi. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen.

Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. Pasal 1430 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. Pasal 1431 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan data. serta validasi pengolahan data pengawasan. pengumpulan data. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin. Subbagian Pelaporan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. d. (2) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. evaluasi laporan periodik Inspektorat.395 Pasal 1428 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan perumusan penataan organisasi dan b. d. ketatalaksanaan. sistem dan prosedur kerja. e. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. dan sistem administrasi umum. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penghimpunan. penghimpunan. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. pengolahan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. Subbagian Organisasi. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. penelaahan. dan perumusan penataan organisasi. pengolahan data hukuman disiplin. . dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen.. pelaporan kegiatan pengawasan. Subbagian Pengukuran Kinerja. pengolahan. c. b. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. c.

program kerja pengawasan. (4) Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. penghimpunan. serta pengelolaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. pengolahan data hukuman disiplin. program kerja pengawasan. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. Pasal 1432 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. Pasal 1433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1432. rencana kerja dan anggaran. Pasal 1434 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. c. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. dan rencana kerja dan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. d. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran. d. pengolahan. serta validasi pengolahan data pengawasan. . pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. e.396 - (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan evaluasi laporan periodik Inspektorat. c. serta penyusunan laporan keuangan.. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. b. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. b.

penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional.397 Pasal 1435 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. c. Pasal 1436 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. . pemberhentian. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan anggaran. pemindahan. dokumentasi. penyusunan formasi dan statistik. penyiapan bahan penyusunan formasi. serta penyusunan laporan keuangan. pemberian penghargaan dan sanksi. d. dan kesejahteraan pegawai. cuti. kepangkatan. Pasal 1437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1436. pemensiunan. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran. dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Umum Kepegawaian. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. b.. Pasal 1438 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. penempatan. c. d. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan urusan ketatausahaan kepegawaian. program kerja pengawasan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melaksanakan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. pelaksanaan urusan pengangkatan.

pemberian penghargaan dan sanksi. serta analisis dan penyajian informasi. cuti. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. dan mutasi kepegawaian lainnya. c. d. b. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. pemberhentian. pengamanan dan pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. e. dokumentasi. pemberian dukungan teknis dan pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. Pasal 1442 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri dari: a. pemindahan. pelaksanaan administrasi sistem. penempatan. pengelolaan. pengumpulan.398 Pasal 1439 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan statistik. Subbagian Dukungan Pengguna. Pasal 1440 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. . b. pemensiunan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan kepegawaian. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. perencanaan. perencanaan. kepangkatan. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. penyiapan bahan koordinasi pengamanan sistem informasi. pengelolaan basis data. pemberian layanan kepada pengguna. pembangunan.. Pasal 1441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1440. d. dan kesejahteraan pegawai. penyusunan. penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. (4) Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional. perencanaan. c.

serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. pelaksanaan urusan akomodasi. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. . c. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. Pasal 1445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1444. pengelolaan basis data serta analisis dan penyajian informasi. pembangunan. penggandaan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. keprotokolan. publik. keprotokolan. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. kepustakaan. dan pelaporan. kerumahtanggaan. pelaksanaan urusan persuratan. b. penyaluran.. b. kearsipan.399 Pasal 1443 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. penyusunan rencana kebutuhan. memberikan dukungan teknis dan mengelola kepustakaan teknologi informasi. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas memberikan layanan kepada pengguna. pengadaan. Pasal 1446 Bagian Umum terdiri dari: a. dan penugasan pengawasan. melaksanakan administrasi sistem. pencatatan. Pasal 1444 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. komunikasi kerumahtanggaan. Subbagian Protokol dan Rumah Tangga. perlengkapan. d. Subbagian Penugasan Pengawasan. dan ekspedisi. Subbagian Perlengkapan. dan pemeliharaan inventaris kantor. Subbagian Tata Usaha. pengumpulan. penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. c. penyusunan. pengangkutan. kehumasan. penyimpanan.

pelaksanaan reviu. kearsipan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penggandaan. dan pemeliharaan inventaris kantor. serta audit untuk tujuan tertentu. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kepustakaan.400 Pasal 1447 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. .. kehumasan. d. pencatatan. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. kinerja. penyimpanan. dan pelaporan. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. komunikasi publik. dan ekspedisi. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. efisiensi. melakukan administrasi Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1448 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pengadaan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. keprotokolan. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. c. pengawasan keuangan. pengawasan untuk tujuan tertentu. kerumahtanggaan. Pasal 1449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1448. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri pada unit yang menangani bidang pajak. b. pengangkutan. (2) Subbagian Protokol dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan akomodasi. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. penyaluran. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan.

b. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. . Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1451 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 1453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1452. Pasal 1450 Inspektorat I terdiri dari: a. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. h.. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pengawasan keuangan. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1452 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan.401 e. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. i. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengawasan untuk tujuan tertentu. f. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. g. penyiapan dan penyusunan rencana strategis.

pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. b.. pengawasan untuk tujuan tertentu. kinerja. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1456 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengawasan keuangan. Pasal 1454 Inspektorat II terdiri dari: a. pelaksanaan reviu. . serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 1455 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. e. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. efisiensi. serta audit untuk tujuan tertentu. h. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.402 b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. g. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. i. d. f.

pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. g. Kelompok Jabatan Fungsional.. d. Subbagian Tata Usaha. e. pelaksanaan reviu. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. f. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. b. efisiensi.403 - Pasal 1457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1456. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. b. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kinerja. c. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. h. . i. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1458 Inspektorat III terdiri dari: a.

.404 Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1460 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan reviu. b. g. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. efisiensi. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kinerja. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pengawasan keuangan. Pasal 1462 Inspektorat IV terdiri dari: a. . pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. e. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan untuk tujuan tertentu. serta audit untuk tujuan tertentu. h. f. c. Subbagian Tata Usaha. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. b. i. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. d. Pasal 1461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1460.

pengawasan keuangan. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang anggaran. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Pasal 1465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1464. e. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pelaksanaan reviu. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. efisiensi.. perimbangan keuangan. pengawasan untuk tujuan tertentu. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan belanja modal. c. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. d. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. f. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. serta audit untuk tujuan tertentu. kinerja. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. . Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1464 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan.405 - Pasal 1463 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.

b. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan pengawasan kinerja. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. pengawasan untuk tujuan tertentu.. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1468 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1468.406 g. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. efisiensi. Pasal 1467 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. h. Subbagian Tata Usaha. pengawasan keuangan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Pasal 1466 Inspektorat V terdiri dari: a. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. i. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penyiapan dan penyusunan rencana strategis.

pelaksanaan pengawasan kinerja. f. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.. b. .407 c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. Subbagian Tata Usaha. penelitian dan pengembangan pengawasan. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pengawasan keuangan. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. e. pelaksanaan reviu. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1472 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. h. kinerja. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. Pasal 1470 Inspektorat VI terdiri dari: a. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1471 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. g. d. i. Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan untuk tujuan tertentu.

408 Pasal 1473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1472. efisiensi. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. n. e. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. i. pelaksanaan dan pengendalian audit terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. o. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan reviu. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. perencanaan dan pengembangan kinerja Inspektorat Jenderal. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. b. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. j. penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kinerja. c. Pasal 1474 Inspektorat VII terdiri dari: a. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. d. g. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis di bidang pengawasan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. k. f. l. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat.. penyusunan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. h. m. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. p. . serta audit untuk tujuan tertentu.

f. c. pelaksanaan dan pengendalian investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Departemen. Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1476 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan arah kebijakan. partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. serta penyusunan laporan hasil investigasi dan hasil kegiatan pendukungnya. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi investigasi. penyusunan rencana strategis. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan investigasi dan pendukungnya serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. h. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. kebijakan. kajian atau analisis terhadap pengaduan dan informasi. j. b. . Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian keterangan ahli di persidangan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. d. e. i.409 - Pasal 1475 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil investigasi. pelaksanaan investigasi dan kegiatan pendukungnya. Pasal 1477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1476. penanganan pelimpahan hasil audit Inspektorat I sampai dengan VII. g. pelaksanaan kegiatan intelijen. dan program kerja investigasi dan kegiatan pendukungnya.. pelaksanaan urusan administratif dan pelayanan teknis Inspektorat.

410 Pasal 1478 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri dari: a. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. b. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1480 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Pasal 1481 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. Pasal 1479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.. Subbagian Tata Usaha. .

pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. penegakan peraturan di bidang pasar modal. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. persetujuan. pelaksanaan tata usaha Badan. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perumusan standar. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. k. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. j. h.. g. f. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. d. Pasal 1483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1482. norma. mengatur. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. i. dan mengawasi seharihari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. Kliring dan Penjaminan. b. e.411 BAB XII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1482 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas membina. . c.

Sekretariat Badan. e. c. Biro Riset dan Teknologi Informasi. k. m. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Dana Pensiun. g.412 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1484 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. d. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. f. pelaksanaan penataan organisasi. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. Biro Kepatuhan Internal. . Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1485 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. l. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. h. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. b.. Biro Pengelolaan Investasi. i. Biro Perasuransian. b. j. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil.

pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keuangan Badan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. e. Pasal 1489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1488. penyusunan prosedur dan metode kerja. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. h. laporan akuntabilitas kinerja. c. d. Bagian Keuangan. penyiapan bahan penataan organisasi. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. . perencanaan anggaran Badan.. Bagian Kepegawaian. c. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. g. perencanaan anggaran badan. e. b. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Bagian Umum. penyiapan bahan pelaksanaannya. f. d. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. d. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. i. penataan organisasi.413 c. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. Pasal 1488 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. Bagian Perencanaan dan Organisasi. f. Pasal 1487 Sekretariat Badan terdiri dari: a. analisis dan evaluasi jabatan.

b. Pasal 1491 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. . (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. c. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. analisis jabatan. Subbagian Tata Laksana. dokumentasi. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. c. d. Subbagian Perencanaan Anggaran. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. b.414 Pasal 1490 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. d. analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1492. pelaksanaan urusan pengangkatan. kepangkatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Organisasi. Pasal 1492 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi..

d. b. b. c. dokumentasi. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. statistik dan kesejahteraan pegawai. . Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. Pasal 1495 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1498 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Umum Kepegawaian.415 Pasal 1494 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1496. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. kepangkatan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. d. penatausahaan penerimaan negara. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran. c. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 1496 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan.. pemberhentian. Subbagian Pengembangan Pegawai.

penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. dan modal ventura. asuransi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. d. c. . e. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. f. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. perusahaan pembiayaan. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.416 Pasal 1499 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. g. Pasal 1501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1500. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan.. Pasal 1500 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. dana pensiun. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. b.

metode dan materi penyuluhan. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. dan kegiatan lainnya yang sejenis. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahanbahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. seminar. Subbagian Kerjasama Bilateral. Subbagian Kerjasama Multilateral. bahan pertukaran informasi. rancangan perjanjian. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. Subbagian Hubungan Masyarakat. bahan pertukaran informasi. penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1502 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. d. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. pelaksanaan kerjasama internasional. pemantauan.417 h. c. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. penyiapan dan pengembangan teknik. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.. Subbagian Pengaduan Pasar Modal. i. Pasal 1503 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pelaksanaan kerjasama internasional. rancangan perjanjian. j. .

Subbagian Perlengkapan. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 1505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1504. Subbagian Tata Persuratan. d. dan penggandaan. keprotokolan. melakukan urusan pengadaan. pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. c. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. protokol. dan akomodasi Ketua Badan. penyiapan bahan. b. perjalanan dinas dan gaji. pelaksanaan urusan tata persuratan.418 - Pasal 1504 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Pasal 1506 Bagian Umum terdiri dari: a. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. Pasal 1507 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. penyimpanan. pencatatan acara. d. komputerisasi persuratan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. pendistribusian. ekspedisi. pengangkutan pegawai. b.. c. dan tata usaha Ketua Badan. pemeliharaan dan penyiapan . penghapusan perlengkapan. mengkoordinir penyusunan pidato. rumah tangga. kearsipan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi.

penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. c. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). saran. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. j. pemberian bantuan hukum. h. penanganan keberatan. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. g.419 Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1508 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. pemberian pertimbangan. pelaksanaan tata usaha Biro. i. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. . d.. b. e. l. melakukan litigasi. k. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. f. Pasal 1509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1508. penetapan sanksi. pemberian pertimbangan.

penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. penyusunan. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. Penasihat Investasi.420 - Pasal 1510 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha Biro. Wakil Manajer Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Manajer Investasi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan lembaga pemeringkat Efek. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 1512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1511. Subbagian Tata Usaha Biro. c. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. b. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pasal 1511 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Agen Penjual Efek Reksa Dana. . d. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. Manajer Investasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. b. b. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Penasihat Investasi. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. c. Pasal 1513 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi.. Wakil Manajer Investasi. d. c. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. e. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan.

. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1515. kearsipan. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Wakil Manajer Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi.421 Pasal 1514 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan lembaga pemeringkat Efek. Manajer Investasi. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Penasihat Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. b. dan lembaga pemeringkat Efek. Kustodian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Manajer Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. . dan pelaporan Biro. c. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wakil Manajer Investasi. rumah tangga. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. kepegawaian. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Pasal 1515 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Lembaga Penilaian Harga Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Agen Penjual Efek Reksa Dana. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Penasihat Investasi.

c. pengkajian peraturan pasar modal internasional. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Perantara Pedagang Efek.422 d. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Lembaga Penilaian Harga Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Kustodian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Kustodian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. b. Pasal 1518 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Kustodian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Penjamin Emisi Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Wakil Perantara Pedagang Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. . Biro Administrasi Efek. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek.. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Wakil Perantara Pedagang Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wakil Penjamin Emisi Efek. Pasal 1517 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder.

Konsultan Hukum. Akuntan. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. Akuntan. b. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Perusahaan Publik. . Perusahaan Publik. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. dan Penilai. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pasal 1520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1519. Penilai.. c. penyusunan. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. Pasal 1522 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Penilai.423 - Pasal 1519 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Penilai. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Notaris. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 1521 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri dari: a. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Wali Amanat. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Akuntan. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan dengan Emiten. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. Perusahaan Publik.

penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. Pembiayaan dan Penjaminan. c. dan dana pensiun. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Konsultan Hukum. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. yang berkaitan dengan perasuransian. yang berkaitan dengan Emiten. pembiayaan dan penjaminan. dan Dana Pensiun. Pasal 1525 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. (3) b.. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Subbagian Peraturan Perasuransian. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. Perusahaan Publik. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian.424 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Wali Amanat. Pasal 1524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1523. . Pasal 1523 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Akuntan. Penilai. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan dana pensiun. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan Perasuransian. pembiayaan dan penjaminan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Notaris. b.

(2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pemberian saran. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. yang berkaitan dengan perasuransian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). pendapat hukum. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan.. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. yang berkaitan dengan perasuransian. Pasal 1527 Bagian Profesi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perasuransian internasional. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyusunan. . dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.425 Pasal 1526 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. yang berkaitan dengan Dana Pensiun.

atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. h. ahli. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. b. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. Pasal 1529 Bagian Profesi Hukum terdiri dari: a.426 - Pasal 1528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1527. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. i. g. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. f. Bagian Profesi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. j. k. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. di b. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. Subbagian Notaris Pasar Modal. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. c. melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.. c. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. . d. e.

penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. memproses pendaftaran. Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. ahli. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1531 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Pasal 1532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1531.. . penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. memproses pendaftaran. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi).427 Pasal 1530 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. Biro Riset dan pengumpulan. analisis. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait.

d. Bagian Riset Pasar Modal. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. analisis.. penyusunan. . dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. g. e. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. d. c. b. penyiapan bahan pengumpulan. analisis. pelaksanaan tata usaha Biro. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. f. Pasal 1534 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1533 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. c. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. e. analisis. dana pensiun. analisis. pengumpulan. Bagian Riset Ekonomi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. pengumpulan. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. Pasal 1535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1534. pengelolaan. dan penyajian data ekonomi makro.428 b. c. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. f. penyiapan bahan pengumpulan. b. dan lembaga keuangan lain. dan lembaga keuangan lain. dan penyajian data dan statistik pasar modal. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik asuransi. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dana pensiun. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. Bagian Riset Asuransi. analisis.

Pasal 1538 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. analisis. Pasal 1540 Bagian Riset Pasar Modal terdiri dari: a. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1538. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal.. c. penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Statistik Pasar Modal. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. . dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. b. b. Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. Subbagian Tata Usaha Biro. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.429 Pasal 1536 Bagian Riset Ekonomi terdiri dari: a. analisis. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1537 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik pasar modal. analisis. c. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. analisis. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. analisis. c.

dan penyajian data dan statistik Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. kepegawaian. dan penyajian data dan statistik pasar modal. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain.430 - Pasal 1541 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan.. Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Subbagian Statistik Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. c. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. b. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri dari: a. Dana Pensiun. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. analisis. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dana pensiun. dan pelaporan Biro. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Pasal 1544 Bagian Riset Asuransi. kearsipan. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. b. c. Pasal 1542 Bagian Riset Asuransi. Dana Pensiun. analisis. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun. . analisis. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. dan lembaga keuangan lain. rumah tangga. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Pasal 1543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1542. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Bagian Riset Asuransi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan.

dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. b. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik Asuransi. b. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun. pengelolaan. Usaha Jasa Pembiayaan. c. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1548 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1546. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. analisis. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. c. Usaha Jasa Pembiayaan. . Subbagian Dukungan Teknis. penyiapan bahan penyusunan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan.431 Pasal 1545 (1) Subbagian Statistik Asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan.. analisis. penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. pengelolaan. Dana Pensiun. analisis. Pasal 1546 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan.

b. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal.. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1550 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. Pasal 1551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1550. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi.432 Pasal 1549 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Pasal 1552 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri dari: a. . c. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. c. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. Pasal 1553 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pengelolaan. b. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi.

Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1554 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. e. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. d. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. h. Pasal 1555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1554.433 (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. .. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. f. Pengelolaan Investasi. g. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. Keterbukaan Emiten. d. e. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. pengawasan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. c. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. pelaksanaan tata usaha Biro. b. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan. c. Pasal 1556 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri dari: a.

serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. pengolahan. Pasal 1559 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. Pasal 1558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1557. b. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. II. d. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III.. b. e.434 Pasal 1557 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1560 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. c. d. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. Subbagian Tata Usaha Biro. . dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. pengumpulan. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.

dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. b. c. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1563 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. d. kearsipan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. dan pelaporan Biro. pengolahan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. pengumpulan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. II. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. b. Perusahaan Efek. c. rumah tangga.435 - (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1561 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek.. . kepegawaian. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1561. Pasal 1564 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I.

pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. b. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. . c. II. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. c. Pasal 1567 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri dari: a. Pasal 1568 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. Pasal 1566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1565.. b. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. pengolahan.436 Pasal 1565 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. d. pengumpulan.

Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. II. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. d. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil.. c. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II.437 Pasal 1569 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1570 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1569. b. Pasal 1572 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. c. . b. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. pengolahan. pengumpulan. Pasal 1571 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil.

d. Pasal 1575 Biro Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. pemrosesan izin usaha. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. e. . Penasihat Investasi. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. d. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. dan Penasihat Investasi. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. e. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi.. Kelompok Jabatan Fungsional. c. penelaahan aspek keterbukaan. Bagian Pengembangan Produk Investasi.438 Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1573 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Manajer Investasi. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. g. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. c. pemrosesan permohonan izin usaha. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. izin perseorangan. pelaksanaan tata usaha Biro. b. f. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. b. Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. Pasal 1574 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1573. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. hukum.

Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1579 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. Bagian pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. Pasal 1580 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi. Wakil Manajer Investasi. b. dan Wakil Manajer Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi. .. Pasal 1578 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri dari: a. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Pasal 1577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1576. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Penasihat Investasi. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. dan Penasihat Investasi.439 Pasal 1576 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. dan Wakil Pedagang Reksa Dana.

Pasal 1580. izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 1584 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi. serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana. c. Pasal 1582 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri dari: a. Penasihat Investasi. Penasihat Investasi. analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. izin Perseorangan. penyusunan program pengembangan keahlian.. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. b. Bagian pengumpulan. Penasihat Investasi Perorangan. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. Pasal 1583 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik. . Penasihat Investasi. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. b.440 - Pasal 1581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. d.

Penasihat Investasi Perorangan. . penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. d. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. kepegawaian dan pelaporan Biro. Wakil Manajer Investasi. pelaksanaan urusan tata usaha Biro.. g. f. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Penasihat Investasi. dan Penasihat Investasi. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. e. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. Penasihat Investasi Perorangan. rumah tangga. Pasal 1586 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri dari: a. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Wakil Manajer Investasi. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi. Subbagian Tata Usaha Biro. b. h. kearsipan. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. Pasal 1587 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. Subbagian Wakil Manajer Investasi.441 Pasal 1585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1584. Penasihat Investasi. c. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi. c. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Penasihat Investasi. b. menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi.

penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi. Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. g. aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi. Subbagian Penelaahan Hukum.442 - Pasal 1588 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha. Subbagian Penelaahan Akuntansi. dan Efek Beragun Aset. dan Efek Beragun Aset.. pernyataan pendaftaran. penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan. pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek. hukum. dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan. hukum. c. f. b. e. Pasal 1590 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. penelaahan aspek keterbukaan. laporan keuangan dan akuntansi. . c. akuntansi. penelaahan aspek keterbukaan. d. dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. h. pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset. penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. b. Pasal 1589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1588. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis.

Penasihat Investasi. c. d. b. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. Reksa Dana. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Penelaahan laporan. Penasihat Investasi. pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. dan Efek Beragun Aset. dan Kustodian. dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran. g. f. pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi. Pasal 1592 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. e. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana.443 Pasal 1591 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan.. pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian. . penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian. laporan. penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Pasal 1593 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1592. menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi. Efek Beragun Aset.

dan pengawasan transaksi Efek. dan pemeriksaan Bursa Efek. b. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Kustodian. Pasal 1595 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset. Penjamin Emisi Efek. . Biro Administrasi Efek. memantau kepatuhan penyampaian laporan. serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. pengawasan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. pembinaan.444 Pasal 1594 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Wakil Perantara Pedagang Efek. Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Subbagian Kepatuhan Reksa Dana. melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. Penasihat Investasi dan Kustodian. Wakil Penjamin Emisi Efek. Perantara Pedagang Efek. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset. Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1596 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset.. c.

pemeriksaan atas Bursa Efek. pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek. Penjamin Emisi Efek. d. Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. f. Perantara Pedagang Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bagian Pengawasan Perdagangan. pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.445 Pasal 1597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1596. Perantara Pedagang Efek. e. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. d. pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. b. dan Kustodian. Pasal 1599 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. c. f. Penjamin Emisi Efek. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan. pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara. Biro Administrasi Efek. dan Kustodian. Pasal 1598 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek. . pelaksanaan tata usaha Biro. c. dan Penjamin Emisi Efek. Bagian Wakil Perusahaan Efek. Bagian Pengawasan Lembaga Efek. Perantara Pedagang Efek.

Pasal 1601 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek. menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan. c. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. . Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan Perantara Pedagang Efek.446 - Pasal 1600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1599. menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek. b. Bagian penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek. Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. b. dan penelaahan kode etik lembaga Efek. serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1602 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek. d. melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek. c.. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek.

penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian. Biro Administrasi Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek. Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. dan Kustodian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Bursa Efek.. Pasal 1606 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha. dan Kustodian. b. Pasal 1604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1603. Lembaga Kliring dan Penjaminan.447 - Pasal 1603 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan. serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. Bursa Efek. penelaahan laporan Perusahaan Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. c. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. . dan Kustodian. Pasal 1605 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri dari: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. d. Lembaga Kliring dan Penjaminan. c. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. b. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I. dan Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bursa Efek. penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Bursa Efek. Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. dan Kustodian. e. Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a.

Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Kliring dan Penyimpanan. Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. c. Bursa Efek. dan Kustodian.448 (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Bursa Efek. dan Kustodian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. b. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.. Pasal 1608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1607. penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. dan Kustodian. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. . Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan. c. dan Kustodian. pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek. e. Pasal 1609 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri dari: a. Biro Administrasi Efek. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II. indikasi adanya b. Biro Administrasi Efek. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I. mempersiapkan jadwal pemeriksaan. pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. dan Kustodian. dan Kustodian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Bursa Efek. penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Biro Administrasi Efek. d. penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Pasal 1607 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan.

c. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Surat Utang Negara. (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Pasal 1611 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain.449 Pasal 1610 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Biro Administrasi Efek. d. dan Kustodian. pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder.. Derivatif dan Efek lain. pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. Pasal 1613 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri dari: a. . Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa. Derivatif dan Efek lain. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. b. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan. Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. c. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil. Pasal 1612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1611. penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek. Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. b.

perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek. Efek Lain dan Derivatif. penelaahan data transaksi. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1615 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek. . pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. e. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi.. (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. d. penelaahan atas kode etik. penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. pengawasan perkembangan. pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. b. penyelesaian transaksi. c. penyelesaian transaksi. Pasal 1616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1615. serta pengawasan perdagangan di luar bursa. dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil. penyusunan program pengembangan keahlian. penyelesaian transaksi. f.450 - Pasal 1614 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a.

. b.451 Pasal 1617 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri dari: a. Pasal 1618 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. penyusunan program pemeriksaan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. kearsipan. b.. c. (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek. Subbagian Tata Usaha Biro. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penyusunan program pemeriksaan. c. Pasal 1620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1619. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kepegawaian. dan pelaporan Biro. Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1619 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. rumah tangga. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek. dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. penelaahan peraturan dan laporan.

dan investasi . f. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. e. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. Pasal 1621 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri dari: a. asuransi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. h. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. sekuritas. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. dan investasi. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. b. g. . d. dan investasi. c. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. pembiayaan. c. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. pembiayaan. e. pembiayaan. asuransi. f. Pasal 1623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1622. sekuritas. b. d. asuransi. sekuritas. pembiayaan. dan investasi.. pembiayaan. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. dan investasi.452 d. Pasal 1622 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro.

teknologi informasi. sekuritas.453 Pasal 1624 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. asuransi. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. sekuritas.. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan Investasi. properti. konstruksi. media massa. perhotelan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pasal 1627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1626. pariwisata. media massa. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan jasa lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. pariwisata. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penawaran Tender. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. telekomunikasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. konstruksi. . teknologi informasi. pembiayaan. perhubungan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. properti. dan Investasi. pembiayaan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. b. Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. perhubungan. Pasal 1625 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. asuransi. real estat. pembiayaan. perhotelan. c. Pasal 1626 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan Investasi. asuransi. dan jasa lainnya. real estat. telekomunikasi.

Pernyataan Penawaran Tender. teknologi informasi. real estat. perhotelan. teknologi informasi. telekomunikasi. media massa. real estat. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. telekomunikasi. telekomunikasi. konstruksi.454 b. Pernyataan Penggabungan Usaha. real estat. Pernyataan Penawaran Tender. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. media massa. perhotelan. properti. perhubungan. pariwisata. perhotelan. real estat. perhubungan. teknologi informasi. konstruksi. dan jasa lainnya. c. pariwisata. konstruksi. pariwisata. . dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. konstruksi. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan jasa lainnya. teknologi informasi. teknologi informasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. b. Pasal 1628 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri dari: a. Pernyataan Penggabungan Usaha. c. konstruksi. real estat. pariwisata. properti. media massa. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. real estat. properti. pariwisata. perhubungan. properti. media massa. telekomunikasi. dan jasa lainnya. konstruksi. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. perhotelan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pasal 1629 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan jasa lainnya. perhotelan.. media massa. perhotelan. properti. perhubungan. dan jasa lainnya. d. dan jasa lainnya. teknologi informasi. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. media massa. perhubungan. pariwisata. Pernyataan Penawaran Tender. properti. telekomunikasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. perhubungan. telekomunikasi.

pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. c. dan investasi. asuransi.455 Pasal 1630 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. sekuritas. b. asuransi. Pasal 1631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1630. d. sekuritas. penelaahan laporan. asuransi. dan investasi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. Pasal 1633 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pembiayaan. b. sekuritas. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. sekuritas. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan investasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan investasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. asuransi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. . pembiayaan. pembiayaan. dan investasi. pembiayaan. Pasal 1632 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. sekuritas. pembiayaan.

Pasal 1635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1634. perhubungan. pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. telekomunikasi. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. dan teknologi informasi. pariwisata.. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. dan teknologi informasi. dan teknologi informasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. dan teknologi informasi. media massa. Pasal 1634 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. telekomunikasi. penelaahan laporan. . serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan. pariwisata. penelaahan laporan. dan teknologi informasi. pariwisata. c. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. media massa. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. media massa. b. perhubungan. pariwisata. perhubungan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. d. telekomunikasi.456 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. media massa. perhubungan. penelaahan laporan. telekomunikasi. media massa. telekomunikasi.

serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. real estat. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. konstruksi. . penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. Pasal 1637 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. penelaahan laporan. penelaahan laporan. Pasal 1638 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi.. perhotelan.457 Pasal 1636 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri dari: a. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Subbagian Tata Usaha Biro. perhotelan. b. perhotelan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. penelaahan laporan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. perhotelan. konstruksi. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. real estat. konstruksi.. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan Perusahaan Jasa Lainnya. b. Pasal 1641 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. real estat. c. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. perhotelan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. d. e. real estat. real estat. . Pasal 1640 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri dari: a. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan.458 - Pasal 1639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1638.

pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan laporan. pelaksanaan tata usaha Biro. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. b. Pasal 1643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1642. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. dan pelaporan Biro. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil.. f.459 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. h. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. . kearsipan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1642 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. rumah tangga. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. c. d. g. kepegawaian.

Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. barang konsumsi. industri logam. barang konsumsi. dan industri kimia. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. aneka industri lainnya. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. c. alas kaki. industri dasar. Logam. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. b. industri dasar. garmen. industri logam. aneka industri lainnya. Pasal 1646 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1645. industri dasar. aneka industri lainnya. dan indutri kimia. d.460 Pasal 1644 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri dari: a. alas kaki. b. dan industri kimia. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan industri kimia. alas kaki. industri dasar. industri logam. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. alas kaki. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. d. Pernyataan Penggabungan Usaha. c. Kelompok Jabatan Fungsional. barang konsumsi. barang konsumsi.. c. industri logam. dan industri kimia. aneka industri lainnya. f. aneka industri lainnya. industri dasar. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Bagian Pemantuan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Pasal 1645 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. barang konsumsi. e. alas kaki. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. . b. dan Kimia. industri logam. Pasal 1647 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri dari: a.

industri logam. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. Pernyataan Penggabungan Usaha. d. dan agrobisnis. industri logam. dan agrobisnis. dan industri kimia. Pernyataan Penggabungan Usaha. c. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. alas kaki. kehutanan. barang konsumsi. Pasal 1649 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. kehutanan. dan agrobisnis. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. dan agrobisnis. kehutanan. Pasal 1650 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1649. kehutanan.. kehutanan. industri logam. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan industri kimia. barang konsumsi. b. industri dasar. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. aneka industri lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. garmen. aneka industri lainnya. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. industri dasar. garmen. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penawaran Tender. alas kaki. garmen. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. industri dasar. dan industri kimia. aneka industri lainnya. barang konsumsi. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. .461 - Pasal 1648 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan agrobisnis. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penggabungan Usaha. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a.

Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan aneka industri lainnya. penelaahan laporan. dan agrobisnis. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan.462 Pasal 1651 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri dari: a. Pernyataan Penawaran Tender. b. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. alas kaki. Pasal 1654 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1653. c. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. garmen. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. garmen.. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan agrobisnis. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penawaran Tender. barang konsumsi. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pasal 1652 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. alas kaki. dan aneka industri lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. barang konsumsi. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. dan agrobisnis.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. barang konsumsi. penelaahan laporan. dan aneka industri lainnya. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. c. b. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Garmen. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. garmen. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. penelaahan laporan. Pasal 1656 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. alas kaki. (2) (3) . alas kaki.463 b. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. d. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan alas kaki. penelaahan laporan. garmen. dan Alas Kaki. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil.. barang konsumsi. barang konsumsi. dan aneka industri lainnya. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan aneka industri lainnya. Garmen. garmen. garmen. Pasal 1655 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri dari: a.

. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. dan kimia. logam. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.464 Pasal 1657 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. penelaahan laporan. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a.. dan kimia. Pasal 1658 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1657. dan Kimia terdiri dari: a. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan kimia. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Pasal 1659 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. logam. b. logam. c. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. b. c. dan kimia. Logam. d. Pasal 1660 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. logam. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan kimia.

penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. b. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. e. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1662 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1661. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1661 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis.465 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. c. d. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. kehutanan dan agrobisnis. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan.. .

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. rumah tangga. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan Biro. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pemeringkat Efek. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. kearsipan. Pasal 1664 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. Subbagian Tata Usaha Biro.466 Pasal 1663 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri dari: a. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1665 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. b. standar penilaian di bidang pasar modal. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan.. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. . c. kepegawaian. standar tata kelola perusahaan. standar pemeriksaan akuntansi. penelaahan laporan.

Bagian Akuntan. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. c. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. standar pemeriksaan khusus. h. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. j. e. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. c. b. e. analisis. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. Penilai. d. .467 Pasal 1666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1665. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. Kelompok Jabatan Fungsional. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. g. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. d. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. Pemeringkat Efek. Pasal 1668 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. dan Wali Amanat di pasar modal. b. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. f. pengumpulan. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. pembinaan. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan.. pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1667 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri dari: a. i.

standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. c. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. Pasal 1670 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri dari: a. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. (2) . Subbagian Standar Akuntansi I. Subbagian Standar Akuntansi II. b. f. Pasal 1671 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. c. Subbagian Standar Pemeriksaan. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. b. d. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik.468 Pasal 1669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1668. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. e.. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik.

pengawasan dan inspeksi Akuntan. penyusunan program pengembangan Akuntan. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Asosiasi Pemeringkat Efek. d. Pengelolaan Investasi. e. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. Pasal 1674 Bagian Akuntan.469 (3) Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Subbagian Akuntan Pasar Modal. b. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. Penilai. b. . f. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal.. Penilai. g. c. Pasal 1673 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1672. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Pasal 1672 Bagian Akuntan. Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Subbagian Penilai Pasar Modal. Penilai. Pemeringkat Efek. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. h. Bagian Akuntan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. penyiapan bahan perumusan pembinaan. c. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Penilai. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri dari: a. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. pembinaan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. Penilai.

dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. pelaporan. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan Tata Usaha Biro. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. pengawasan. pengawasan. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pembinaan. pelaporan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. dan inspeksi Pemeringkat Efek. Pasal 1676 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. . b. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. pengumpulan. pelaporan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pengumpulan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan.. c. dan Wali Amanat. penyiapan bahan perumusan pembinaan. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. analisis. pengawasan dan inspeksi Penilai. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. dan inspeksi Akuntan. pengawasan. pembinaan. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. 1676. pengawasan pengendalian mutu Penilai. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. dan lembaga lain yang terkait. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. analisis. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. pengawasan dan inspeksi Penilai. pembinaan. pengawasan.470 Pasal 1675 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Bagian (2) (3) penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan.

analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Pasal 1679 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. analisis. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik.. e. . penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. rumah tangga. pelaksanaan Tata Usaha Biro. d. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1678 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri dari: a. kepegawaian. f. b. kearsipan. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. c. dan pelaporan Biro. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat.471 d.

penelaahan. Bagian a. Pasal 1682 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. penelaahan. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. melakukan pengumpulan.. analisis. melakukan pengumpulan. Pasal 1681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1680. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. penyiapan. d. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. analisis. analisis. b. b. . c. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. Pasal 1683 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. pengumpulan. pengkajian. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. analisis. f. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. pengkajian. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. e. analisis. pengumpulan. c. dan melakukan pengumpulan. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. melakukan pengumpulan. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah.472 Pasal 1680 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal.

analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. jasa. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. penelaahan data kelembagaan. c. . pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan.. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. e. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. melakukan pengumpulan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. evaluasi. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. penelaahan. standardisasi. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1684 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. melakukan pengumpulan. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. d. penelaahan.473 - (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. Pasal 1685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1684. pelaksanaan tata usaha Biro. menyelenggarakan fungsi: a. b.

(2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan.474 Pasal 1686 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri dari: a. Bagian Lembaga Penjaminan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. e. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. Pasal 1689 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. Pasal 1687 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. c. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi perkembangan usaha. b. penelahan jasa lembaga pembiayaan. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. c. Bagian Lembaga Pembiayaan. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. b. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. c. Pasal 1690 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. . Pasal 1688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1687. analisis laporan keuangan..

pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. c. b. c. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. . rencana jangka pendek dan jangka panjang. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. rencana jangka pendek dan jangka panjang. Pasal 1692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1691. Pasal 1691 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1693 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a.475 (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. Pasal 1694 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. d.. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura.

rumah tangga. kearsipan. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1695..476 (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. analisis laporan keuangan. analisis laporan keuangan. . penyajian informasi perkembangan usaha. d. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. c. Pasal 1698 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. kepegawaian dan pelaporan Biro. c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. b. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyajian informasi perkembangan usaha. Subbagian Tata Usaha Biro. rencana jangka pendek dan jangka panjang. Pasal 1695 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1697 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri dari: a. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan.

(2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus.. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. kecil dan menengah. Pasal 1702 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III.477 Pasal 1699 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. b. c. c. d. penelaahan kegiatan operasional. penelaahan kepatuhan. b. penelaahan kepatuhan. menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. penelaahan kegiatan operasional. dan usaha pembiayaan usaha mikro. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. peneleahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. penelaahan kegiatan operasional. . Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1699. penelaahan kepatuhan. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. Pasal 1701 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri dari: a. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha.

- 478 Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1703 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis, evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian, termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 1704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1703, Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian; pembentukan, perubahan, dan

penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala; pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian; analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi; pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1705

Biro Perasuransian terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Perasuransian; Bagian Analisis Keuangan Perasuransian; Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian; Bagian Pemeriksaan Perasuransian; Bagian Perasuransian Syariah; Kelompok Jabatan Fungsional.

- 479 Pasal 1706 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis, bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, dan pembubaran perusahaan perasuransian, kepengurusan, pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. Pasal 1707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1706, Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian; penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian; pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. Pasal 1708 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I; Subbagian Kelembagaan Perasuransian II; Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. Pasal 1709 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian, pembubaran perusahaan perasuransian, data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan, pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian, registrasi tenaga ahli, pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian, melakukan perencanaan penyuluhan, dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1710 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan, dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian.

- 480 -

Pasal 1711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1710, Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan; evaluasi sistem perasuransian. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

Pasal 1712 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. Pasal 1713 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1714 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi, mengembangkan sistem, pelaporan, dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. Pasal 1715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1714, Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha; pengumpulan data dan analisis program asuransi; evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. dan sistem analisis laporan

- 481 Pasal 1716 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. Pasal 1717 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1718 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1719 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1718, Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1720 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III.

- 482 -

Pasal 1721 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1722 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan, penyelenggaraan usaha, program asuransi syariah, mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah, dan mengembangkan sistem, pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. dalam Pasal 1722, Bagian

pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah; evaluasi sistem laporan perasuransian syariah; dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah; evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1724 analisis laporan

Bagian Perasuransian Syariah terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perasuransian Syariah I; Subbagian Perasuransian Syariah II; Subbagian Tata Usaha Biro.

- 483 Pasal 1725 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah, melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan Biro.

Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1726 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun, melaksanakan analisis, evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1726, Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun; c. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; d. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; e. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun; f. pelaksanaan tata usaha Biro.

- 484 Pasal 1728 Biro Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun; Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun; Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun; Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun; Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1729 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Pasal 1730 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1729, Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. Pasal 1731 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Peraturan Dana Pensiun; Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun; Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. Pasal 1732
(1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun, pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri, struktur organisasi, rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun.

- 485 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun, melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum, dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia.

Pasal 1733 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. Pasal 1734 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1733, Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain; pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan lain; pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu; pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1735 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun; Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun; Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. Pasal 1736 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun.

c. d.

- 486 -

(2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan informasi lainnya, serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. Pasal 1737 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1738 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1737, Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1739 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti.

- 487 Pasal 1740 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi, pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. Pasal 1741 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun, penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. Pasal 1742 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1741, Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. Bagian

pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun; penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun; penyusunan laporan industri dana pensiun; pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun; penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1743

Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun; Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun; Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun.

- 488 Pasal 1744 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1745 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis, evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1746 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1745, Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; c. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, dan laporan berkala rutin; d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1747 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri dari: a. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana; b. Subbagian Analisis dan Pelaporan; c. Subbagian Tata Usaha Biro.

- 489 Pasal 1748 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, investasi, dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawain, dan pelaporan Biro.

Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1749 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. Pasal 1750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1749, Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan; b. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil; c. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek, pengelolaan investasi, dan sumber daya aparatur;

- 490 d. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian, dana pensiun, serta jasa pembiayaan dan penjaminan; e. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1751 Biro Kepatuhan Internal terdiri dari: a. Bagian Kepatuhan I; b. Bagian Kepatuhan II; c. Bagian Kepatuhan III; d. Bagian Kepatuhan IV. Pasal 1752 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1752, Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1754 Bagian Kepatuhan I terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IA; b. Subbagian Kepatuhan IB; c. Subbagian Kepatuhan IC.

- 491 -

Pasal 1755 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1756 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1756, Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1758 Bagian Kepatuhan II terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IIA; b. Subbagian Kepatuhan IIB; c. Subbagian Kepatuhan IIC.

penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Kepatuhan IIIB. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. pengelolaan investasi. c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.492 Pasal 1759 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. Pasal 1760 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . Subbagian Kepatuhan IIIC. Pasal 1762 Bagian Kepatuhan III terdiri dari: a. b. dan sumber daya aparatur. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek.. Pasal 1761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1760. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. b.

. Subbagian Kepatuhan IVA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. b. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. dana pensiun. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. . penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1764. Subbagian Kepatuhan IVB. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan.493 Pasal 1763 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1764 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1766 Bagian Kepatuhan IV terdiri dari: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. c. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. d. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Kepatuhan IVC. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. d. b.

kearsipan. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. kepegawaian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. dan pelaporan Biro. rumah tangga. Pasal 1769 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.. . Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1768 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.494 Pasal 1767 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

g. analisis dan perumusan rekomendasi terhadap kelayakan pemberian dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. Pasal 1771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1770. d. pendapatan negara. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. pemantauan dini perkembangan ekonomi dan surveillance. belanja negara. koordinasi pelaksanaan kegiatan tim tarif. RAPBN Perubahan. f. perumusan rekomendasi dan pelaksanaan kerja sama ekonomi dan keuangan internasional. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. analisis. b. c. dan kerja sama internasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan ekonomi dan keuangan.495 BAB XIII BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1770 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. keuangan. penyusunan dan pengembangan model ekonomi dan keuangan. analisis. risiko BUMN. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. belanja negara dan risiko fiskal. l. h. pelaksanaan administrasi Badan. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a.. perumusan rekomendasi dan evaluasi kebijakan pendapatan negara. m. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. dan fiskal. . j. pengelolaan data dan statistik. pengkajian kebijakan ekonomi. dan risiko dukungan pemerintah. k. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro serta proyeksi ekonomi makro. i. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyelenggaraan sosialisasi kebijakan fiskal. analisis. perumusan rekomendasi dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi dan keuangan.

Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1773 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional. e. e. c. kearsipan. d. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. h. koordinasi penyusunan rencana strategik.496 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1772 Badan Kebijakan Fiskal terdiri dari: a. dan kehumasan Badan. f. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. d. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal.. gaji. c. f. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. g. penyajian data dan informasi. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. pelaksanaan urusan tata usaha. Sekretariat Badan. b. pengembangan pegawai. b. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. . serta diseminasi elektronik. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. rencana kerja dan anggaran. kepegawaian.

497 Pasal 1775 Sekretariat Badan terdiri dari: a. pengembangan kinerja. Pasal 1778 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri dari: a. dan pemensiunan pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. serta pengurusan tata usaha. Bagian Perencanaan dan Keuangan. laporan kegiatan. pengukuran beban kerja. kepegawaian. dokumentasi dan statistik pegawai. Pasal 1777 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1776. pengukuran beban kerja. Pasal 1779 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. c. penyusunan prosedur dan metode kerja. analisis dan evaluasi jabatan. pengembangan kinerja. Subbagian Mutasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 1776 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. e. pemberhentian. tatalaksana. b. b. Bagian Umum. penghargaan. penyiapan bahan penataan organisasi. penyiapan bahan penyusunan formasi. . Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan urusan pengangkatan. kepangkatan. penyusunan prosedur dan metode kerja. c. penempatan. b. c. Bagian Data dan Informasi. Subbagian Organisasi. d.. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. analisis dan evaluasi jabatan. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. penggajian. d. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. cuti. dan hukuman disiplin pegawai. d. pemindahan.

penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Subbagian Verifikasi. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL).. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pemindahan. penempatan. dan pemensiunan pegawai. penggajian. Pasal 1780 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. serta pengurusan tata usaha. (3) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. b. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana strategis dan anggaran. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. d. kepangkatan. pemberhentian. dokumentasi dan statistik pegawai. e. b. c. c. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). Pasal 1782 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. Pasal 1783 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. cuti.498 - (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. . dan hukuman disiplin pegawai. RKKL dan RKAKL. Pasal 1781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1780. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. pelaksanaan urusan perbendaharaan. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. penghargaan.

Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. ekonomi dan keuangan. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. Pasal 1786 Bagian Data dan Informasi terdiri dari: a. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. ekonomi dan keuangan. dan diseminasi elektronik. d. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Subbagian Data dan Statistik APBN. ekonomi dan keuangan. pelaksanaan manajemen sistem informasi. Pasal 1787 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. . belanja negara. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. c. belanja negara. pengelolaan data pendapatan negara. d. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. b. Pasal 1785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1784.. b. penyajian statistik pendapatan negara. belanja negara. c. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. serta manajemen sistem informasi. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1784 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara.499 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.

pendistribusian. kesejahteraan. b. Subbagian Perlengkapan. dan kendaraan dinas. dan kehumasan. c. Pasal 1789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1788. . Subbagian Rumah Tangga.. gaji. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Subbagian Kehumasan. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. Pasal 1788 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 1790 Bagian Umum terdiri dari: a. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. pemeliharaan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. perjalanan dinas. perlengkapan. inventarisasi. penggandaan. ekspedisi. dukungan teknis.500 (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. Pasal 1791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pengelolaan. kearsipan. d. pelaksanaan urusan tata usaha. b. d. kearsipan. pelaksanaan urusan rumah tangga. pengadaan. rumah tangga. c. dan pemeliharaan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji.

dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. PPnBM. . Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. kepabeanan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. b. d. pelaksanaan tata kelola Pusat. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1795. PPSP. b. dan PNBP Non SDA. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I.501 Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1792 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. PPnBM. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. cukai. Pasal 1793 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1792. analisis. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. PBB. kepabeanan. f. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. d. BPHTB. dan PNBP Non SDA. e. Pasal 1794 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. BPHTB. Bea Meterai. cukai. Bea Meterai. Pasal 1795 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. kepabeanan.. KUP. e. cukai. PBB. Kelompok Jabatan Fungsional. PPSP. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. KUP. c. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. c. analisis usulan kebijakan pajak.

analisis usulan kebijakan di bidang PPN. b. . Subbidang PPN dan PPnBM. BPHTB. Perpajakan Internasional. (3) Subbidang PBB. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang PNBP Non SDA. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. BPHTB. dan Bea Meterai. Perpajakan Internasional. dan PNBP SDA. dan Bea Meterai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. Perpajakan Internasional. BPHTB. PBB. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan PNBP SDA.502 b. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Subbidang KUP dan PPSP.. Pasal 1798 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. c. dan PNBP SDA. PBB. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. PPnBM. Pasal 1800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1799. c. Pasal 1797 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri dari: a. d. Subbidang PBB. PPSP. Pasal 1799 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. dan PNBP SDA. PPSP. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. BPHTB. dan PNBP Non SDA. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan. c. PPnBM. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. KUP. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. BPHTB. Bea Meterai. dan PNBP Non SDA. KUP. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. Bea Meterai.

c. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a.503 Pasal 1801 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri dari: a. Tarif Bilateral. c.. Tarif Regional. dan Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. . Subbidang PPh. Subbidang Tarif Regional. Tarif Regional. Tarif Regional. b. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. dan Tarif Khusus. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. Pasal 1804 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1803. d. Subbidang Tarif Bilateral. Subbidang PNBP SDA. (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1805 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri dari: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. dan Tarif Khusus. Tarif Bilateral. Tarif Bilateral. Tarif Bilateral. analisis usulan kebijakan. Pasal 1803 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. c. b. dan Tarif Khusus. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. Tarif Regional. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Perpajakan Internasional. b. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Pasal 1802 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Tarif Khusus.

. analisis usulan kebijakan. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. Subbidang Bea Keluar. dan Bea Masuk Pembalasan. Teknis Kepabeanan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. b. (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Keluar. b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. dan Bea Keluar. c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . analisis usulan kebijakan. Bea Masuk Imbalan.504 - Pasal 1806 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Teknis Kepabeanan. Subbidang Teknis Kepabeanan. . dan Bea Keluar. Pasal 1807 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan Bea Keluar. Pasal 1809 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri dari: a. Cukai. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. c. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Teknis Kepabeanan. Pasal 1808 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1807. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. Cukai. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. Cukai. d. Subbidang Cukai. analisis usulan kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. analisis usulan kebijakan.

dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. Kepabeanan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. Subbidang Tata Kelola. d. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. c. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Kepabeanan.. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. b. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. . pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. b. analisis usulan kebijakan. Pasal 1811 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. analisis usulan kebijakan. Pasal 1813 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a.505 - Pasal 1810 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. PNBP. PNBP. analisis usulan kebijakan. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Kepabeanan. c. analisis usulan kebijakan. Pasal 1812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1811. dan Cukai. dan Cukai. PNBP.

dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. moneter. rumah tangga. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal.. dan evaluasi kebijakan APBN. analisis. Pasal 1816 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1815. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. c. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. e. penyusunan data konsolidasi APBN. penyusunan laporan hasil evaluasi. .506 Pasal 1814 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. RAPBN Perubahan. b. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. d. kepegawaian. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. keuangan. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan laporan Pusat. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1815 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. penyusunan laporan hasil evaluasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perumusan rekomendasi. penyusunan laporan hasil evaluasi. menyusun rencana kerja. kearsipan. f.

Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. d. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. f. . pelaksanaan tata kelola pusat. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. h. perumusan rekomendasi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan. d. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal.507 g. e. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. f. pelaksanaan tata kelola Pusat. Pasal 1819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1818. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. b. Bidang Kebijakan Subsidi. penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. e. RAPBN Perubahan.. g. Pasal 1817 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a.

bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. b. Subbidang Tata Kelola. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. rekomendasi kebijakan. kepegawaian. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan kepabeanan dan cukai. (2) Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sesuai perundang-undangan yang berlaku. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. d. evaluasi sasaran dan realisasi. evaluasi sasaran dan realisasi. evaluasi sasaran dan realisasi. dan perumusan proyeksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. rekomendasi kebijakan. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak langsung. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. . rumah tangga. rekomendasi kebijakan.. (3) Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.508 Pasal 1820 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri dari: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. dan perumusan proyeksi. dan perumusan proyeksi. keuangan. dan evaluasi kebijakan di bidang PNBP. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak tidak langsung. Laporan Semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN. perumusan rekomendasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. Pasal 1821 (1) Subbidang Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. analisis dan proyeksi arus kas. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi arus kas. analisis dan proyeksi arus kas. kearsipan. RAPBN Perubahan.

Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. b. analisis dan proyeksi arus kas. b. rekomendasi kebijakan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyusunan dan pengolahan data PNBP untuk konsolidasi APBN.509 - Pasal 1823 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1822. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN. Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan SDA. e. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan analisis. analisis dan proyeksi arus kas. evaluasi sasaran dan realisasi. Subbidang Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA). dan perumusan proyeksi. penyusunan bahan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. d. .. Pasal 1824 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. rekomendasi kebijakan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan. dan perumusan proyeksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas PNBP. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. RAPBN Perubahan. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan PNBP jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. c. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi PNBP. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. (2) Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. c. Pasal 1825 (1) Subbidang Penerimaan SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan atas laba BUMN.

510 (3) Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor riil operasi keuangan pemerintah. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1828 Bidang Kebijakan Belanja Pusat terdiri dari: a. e. f. perumusan rekomendasi. penyusunan bahan kebijakan belanja pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. rekomendasi kebijakan. Bidang Kebijakan Belanja Pusat menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan belanja pusat jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. dan evaluasi kebijakan di bidang belanja pusat. d. b. evaluasi sasaran dan realisasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. b. analisis dan proyeksi arus kas. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga. Pasal 1827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1826.. penyusunan dan pengolahan data belanja pusat untuk konsolidasi APBN. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi belanja pusat. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1826 Bidang Kebijakan Belanja Pusat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan Belanja Pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. RAPBN Perubahan. Subbidang Pembayaran Bunga Utang. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan negara bukan pajak lainnya. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas belanja pusat. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. c. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Belanja Lainnya. dan perumusan proyeksi. RAPBN Perubahan. .

Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. . penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor moneter operasi keuangan pemerintah. analisis dan proyeksi arus kas. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan subsidi jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. dan perumusan proyeksi. Pasal 1830 Bidang Kebijakan Subsidi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. rekomendasi kebijakan. dan evaluasi kebijakan di bidang subsidi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang pembayaran bunga utang. Bidang Kebijakan Subsidi menyelenggarakan fungsi: a. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. (3) Subbidang Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja lainnya. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Pasal 1831 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1830. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. perumusan rekomendasi. RAPBN Perubahan. (2) Subbidang Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.511 Pasal 1829 (1) Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas. b. evaluasi sasaran dan realisasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. c. evaluasi sasaran dan realisasi. RAPBN Perubahan. dan perumusan proyeksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja kementerian/lembaga. evaluasi sasaran dan realisasi. RAPBN Perubahan. rekomendasi kebijakan. rekomendasi kebijakan. dan perumusan proyeksi. penyusunan bahan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas. RAPBN Perubahan. penyiapan bahan analisis.

rekomendasi kebijakan. Subbidang Subsidi Energi Non-BBM. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1834 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. rekomendasi kebijakan. dan perumusan proyeksi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. dan evaluasi kebijakan di bidang transfer ke daerah. c. rekomendasi kebijakan. . jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas subsidi. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi subsidi. (3) Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. b. penyusunan dan pengolahan data subsidi untuk konsolidasi APBN. (2) Subbidang Subsidi Energi Non-BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. analisis dan proyeksi arus kas. Pasal 1833 (1) Subbidang Subsidi Energi BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1832 Bidang Kebijakan Subsidi terdiri dari: a. evaluasi sasaran dan realisasi. evaluasi sasaran dan realisasi. evaluasi sasaran dan realisasi.512 d. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi pangan dan lainnya. perumusan rekomendasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi BBM. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi non-BBM. RAPBN Perubahan. e. Subbidang Subsidi Energi BBM. dan perumusan proyeksi. analisis dan proyeksi arus kas. dan perumusan proyeksi. analisis dan proyeksi arus kas. f.

Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbidang Pembiayaan APBD. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan transfer ke daerah jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Pasal 1837 (1) Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. rekomendasi kebijakan.513 Pasal 1835 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1834. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. evaluasi sasaran dan realisasi. Pasal 1836 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. dan perumusan proyeksi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. analisis dan proyeksi arus kas di bidang dana perimbangan dan otonomi khusus termasuk dana penyesuaian. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. e. RAPBN Perubahan. dan perumusan proyeksi. penyiapan bahan analisis. . c.. b. penyusunan bahan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. (2) Subbidang Pembiayaan APBD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. f. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi arus kas di bidang pembiayaan APBD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. rekomendasi kebijakan. Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas transfer ke daerah. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyusunan dan pengolahan data transfer ke daerah untuk konsolidasi APBN. serta perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi transfer ke daerah.

b. j. Bagian Keenam Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Pasal 1838 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini perkembangan ekonomi makro. i. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.514 - (3) Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan informasi pendukung bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. diseminasi dan publikasi hasil kajian. k. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. e. c. fiskal. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. perencanaan program pengkajian. d. evaluasi sasaran dan realisasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. penyusunan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1839 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1838. g. RAPBN Perubahan. pelaksanaan tata kelola pusat. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. analisis sektor riil. hubungan investor dan stabilisasi sektor keuangan. moneter dan lembaga keuangan. penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. h. pengembangan model analisis ekonomi makro. analisis kebijakan dan perumusan rekomendasi kebijakan ekonomi makro. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. . f. dan perumusan proyeksi. pemantauan dan pengendalian inflasi. analisis dan proyeksi arus kas di bidang transfer ke daerah. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. rekomendasi kebijakan.

Subbidang Ekonomi Internasional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan. b. c. pemantauan. Bidang Analisis Fiskal. Pasal 1842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1841.515 - Pasal 1840 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro terdiri dari: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. e. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. c. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Stabilisasi Sektor Keuangan. e. . Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Analisis Sektor Riil. regional dan internasional dan analisis potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. b. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian. Subbidang Ekonomi Domestik.. regional dan internasional. Pasal 1843 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro terdiri dari: a. pengembangan model Early Warning System (surveillance). RAPBN Perubahan. f. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang ekonomi domestik. c. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. regional dan internasional. d. d. Pasal 1841 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional serta penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. b.

penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang produksi. kesempatan kerja dan kemiskinan. kesempatan kerja dan kemiskinan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. (2) Subbidang Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian regional dan internasional. konsumsi agregat. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. konsumsi agregat. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. d.. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Bidang Analisis Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. RAPBN Perubahan. analisis dan proyeksi perkembangan produksi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. konsumsi agregat. (3) Subbidang Stabilitas Sektor Keuangan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. investasi. ketenagakerjaan. analisis potensi dampak perekonomian nasional. . perdagangan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. investasi. analisis potensi dampak terhadap APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi regional dan internasion serta pengembangan model Early Warning System (surveillance). penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. b. perdagangan. kesempatan kerja dan kemiskinan. ketenagakerjaan. ketenagakerjaan. investasi. RAPBN Perubahan. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. RAPBN Perubahan. perdagangan. Pasal 1846 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1845. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. pengembangan model analisis sektor riil. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1845 Bidang Analisis Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor riil serta pengembangan model analisis sektor riil.516 - Pasal 1844 (1) Subbidang Ekonomi Domestik mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro.

bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. c. d. Subbidang Investasi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. b. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan.517 Pasal 1847 Bidang Analisis Sektor Riil terdiri dari: a.. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ketenagakerjaan dan kemiskinan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perdagangan. RAPBN Perubahan. Pasal 1849 Bidang Analisis Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perkembangan utang pemerintah dan penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang investasi. pengembangan model dan proyeksi perkembangan ketenagakerjaan dan kemiskinan. Pasal 1848 (1) Subbidang Produksi dan Konsumsi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Investasi. pengembangan model dan proyeksi perkembangan investasi. Subbidang Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. (2) (3) (4) . Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Perdagangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. Subbidang Produksi dan Konsumsi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi dan konsumsi agregat. pengembangan model dan proyeksi perkembangan perdagangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. pengembangan model dan proyeksi perkembangan produksi dan konsumsi agregat.

Subbidang Utang Dalam Negeri. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang dalam negeri. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. Subbidang Utang Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. Pasal 1851 Bidang Analisis Fiskal terdiri dari: a. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Utang Luar Negeri. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro dan perkembangan utang. Bidang Analisis Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. b.518 - Pasal 1850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1849. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.. Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar. pengembangan model dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN. pemantauan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. Pasal 1852 (1) Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. pengembangan model dan proyeksi besaran asumsi dasar ekonomi makro serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. d. (2) . Subbidang Hubungan Investor. c. analisis. d. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. c. b. analisis dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri dan luar negeri. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.

jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang luar negeri dan hibah. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang luar negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. pemantauan. pasar modal dan neraca pembayaran. c. . RAPBN Perubahan. dan pengendalian inflasi. perbankan. Pasal 1855 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. c. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Subbidang Harga. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang harga. Pasal 1853 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor moneter dan lembaga keuangan serta pengembangan model analisis sektor moneter. Subbidang Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. d. d. pasar modal dan neraca pembayaran. (4) e. pasar modal dan neraca pembayaran. b. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1853. Subbidang Perbankan. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. analisis dan proyeksi perkembangan harga. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. perbankan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. b. pengembangan model analisis sektor moneter. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang harga. RAPBN Perubahan.519 (3) Subbidang Utang Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Neraca Pembayaran.. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. f. perbankan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Pasar Modal.

penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. Pasal 1857 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian mempunyai tugas melaksanakan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. pengembangan model dan proyeksi perkembangan pasar modal. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan.. pengembangan model suku bunga. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. (3) Subbidang Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. (4) Subbidang Neraca Pembayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan pasar modal. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang inflasi dan nilai tukar. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. serta dukungan administrasi Pusat. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang neraca pembayaran. perencanaan program pengkajian. RAPBN Perubahan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan inflasi dan nilai tukar. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perbankan dan suku bunga.520 - Pasal 1856 (1) Subbidang Harga melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. pemantauan. dan pengendalian inflasi. (2) Subbidang Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan proyeksi perkembangan perbankan dan suku bunga. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. . diseminasi dan publikasi hasil kajian. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. pengembangan model dan proyeksi perkembangan neraca pembayaran. penyiapan bahan penyusunan pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.

dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. keuangan. perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. kearsipan.521 Pasal 1858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1857. b. Pasal 1862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1861. Bidang Data Ekonomi Makro serta Administrasi Pengkajian menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. perumusan rekomendasi. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi hasil pengkajian. c. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat. Subbidang Tata Kelola. Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro.. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal Pasal 1861 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis. BUMN. Pasal 1860 (1) Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. (2) Subbidang Program Pengkajian mempunyai tugas melakukan perencanaan. keuangan. Pelaksanakaan diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. dan dukungan pemerintah. c. perencanaan program pengkajian. . Pasal 1859 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian terdiri dari: a. serta diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. sosial. d. rumah tangga. Subbidang Program Pengkajian. b. Pengembangan aplikasi serta pengelolaan basis data ekonomi makro. Pelaksanaan tata kelola pusat. (3) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan.

restrukturisasi dan privatisasi BUMN. BUMN dan dukungan pemerintah. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1864 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang pengelolaan risiko fiskal. perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. RAPBN Perubahan. d. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. keuangan dan sosial. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal. Bidang Analisis Risiko Ekonomi. risiko BUMN dan risiko dukungan pemerintah. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. g. analisis dan evaluasi terhadap kelayakan permintaan dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. e. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. pelaksanaan tata kelola Pusat. f. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. .. Pasal 1865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1864. f. penyiapan bahan. Bidang Analisis Risiko BUMN. sosial. d. keuangan. Pasal 1863 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Keuangan dan Sosial. c. penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. b. c.522 b. b. penyertaan modal negara.

Bidang Analisis Risiko Ekonomi. serta perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. d. politik dan hukum. keuangan dan sosial. pengumpulan dan pengolahan data risiko ekonomi. (3) Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko dukungan pemerintah. serta risiko sosial. Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah. Pasal 1868 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. keuangan dan sosial. c. evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. (4) Subbidang Kerja Sama Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan negosiasi. Politik dan Hukum. Subbidang Risiko Sosial. Subbidang Kerja Sama Kelembagaan. Subbidang Risiko Ekonomi. Pasal 1870 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. Keuangan dan Sosial terdiri dari: a. keuangan dan sosial. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. . (2) Subbidang Risiko BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko BUMN. Keuangan dan Sosial. Subbidang Risiko BUMN. keuangan dan sosial. keuangan dan sosial.523 Pasal 1866 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. Pasal 1869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1868. d. c. analisis risiko ekonomi.. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. b. Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang. c. Keuangan dan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. risiko keuangan dan pengelolaan utang. pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. Subbidang Risiko Ekonomi. b. Pasal 1867 (1) Subbidang Risiko Ekonomi. perjanjian kerja sama kelembagaan dan koordinasi dengan instansi terkait. b.

c. Konstruksi dan Jasa Lainnya. pelaksanaan Public Service Obligation. Konstruksi dan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1872 Bidang Analisis Risiko BUMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal kinerja BUMN. Subbidang BUMN Pertambangan. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko sosial. Energi dan Telekomunikasi. restrukturisasi dan privatisasi BUMN. (2) Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN yang mempengaruhi APBN. Industri Strategis. penyiapan bahan analisis dan evaluasi. d. b. pengumpulan dan pengolahan data risiko BUMN. Bidang Analisis Risiko BUMN menyelenggarakan fungsi: a. politik dan hukum. Kehutanan.. Pasal 1873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1872. Subbidang BUMN Agro Industri. restrukturisasi dan privatisasi. Subbidang BUMN Jasa Keuangan. . jasa konstruksi dan jasa lainnya. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. d. Pasal 1874 Bidang Analisis Risiko BUMN terdiri dari: a. Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN jasa keuangan. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. Politik dan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. c. penyertaan modal negara. Percetakan dan Penerbitan.524 Pasal 1871 (1) Subbidang Risiko Ekonomi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pengembangan model analisis pengelolaan risiko BUMN. serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko keuangan dan pengelolaan utang. penyertaan modal negara. b. (3) Subbidang Risiko Sosial. Pasal 1875 (1) Subbidang BUMN Jasa Keuangan. Kertas.

Pasal 1878 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah terdiri dari: a. . serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN pertambangan. d. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN agro industri. Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol. pengembangan model analisis pengelolaan risiko dukungan pemerintah. c. (3) Subbidang BUMN Agro Industri. Kehutanan. b. f. (4) Subbidang BUMN Pertambangan. Energi dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN logistik dan pariwisata. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan proyek infrastruktur sebelum perjanjian kerja sama ditandatangani. pemantauan perkembangan proyek yang mendapatkan dukungan pemerintah. kertas. Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi. percetakan dan penerbitan. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur.525 (2) Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. c. pengumpulan dan pengolahan data risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. Industri Strategis. energi dan telekomunikasi. Pasal 1876 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah serta melaksanakan analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. b. Kertas. e. Pasal 1877 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1876. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. kehutanan. Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya. Percetakan dan Penerbitan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data.. d. Subbidang Risiko Infrastruktur Energi. industri strategis.

analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur telekomunikasi dan lainnya yang mendapat dukungan pemerintah. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan dukungan administrasi pusat..526 - Pasal 1879 (1) Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. pelaksanaan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. dan pengelolaan data di bidang pengelolaan risiko fiskal. penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. Pasal 1880 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan peraturan. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur transportasi yang mendapat dukungan pemerintah. (4) Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur jalan tol yang mendapat dukungan pemerintah. d. analisis dan evaluasi. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. (2) Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. b. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. c. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. Pasal 1881 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1880. . pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. analisis dan evaluasi. analisis dan evaluasi. analisis dan evaluasi. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. (3) Subbidang Risiko Infrastruktur Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur energi yang mendapat dukungan pemerintah. kodifikasi peraturan dan perjanjian.

(3) Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal. kearsipan. Pasal 1883 (1) Subbidang Penyusunan Peraturan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. dan kepegawaian serta penyusunan rencana kerja dan laporan Pusat. evaluasi. analisis. Bagian Kedelapan Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional Pasal 1884 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. pelaksanaan. koordinasi. b. b. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1885 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1884.527 Pasal 1882 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. ASEAN. Subbidang Penyusunan Peraturan. c. Subbidang Kodifikasi. dan pemantauan kerja sama internasional serta menjadi focal point kebijakan internasional di bidang ekonomi. d. dan evaluasi dalam rangka integrasi ekonomi ASEAN. (2) Subbidang Kodifikasi mempunyai tugas melakukan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan interregional. perumusan rekomendasi kebijakan. bilateral dan multilateral. pelaksanaan. Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal. ASEAN+3. evaluasi. keuangan. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan tata persuratan. dan ASEAN+Mitra Wicara. perumusan rekomendasi kebijakan. dan liberalisasi sektor jasa. analisis. keuangan. . rumah tangga. Subbidang Tata Kelola..

dan Bilateral. dan penyusunan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. pelaksanaan. pemantauan dan evaluasi kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. serta pengelolaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. dan pemantauan kerja sama di bidang sektor jasa ASEAN. Pasal 1886 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional terdiri dari: a. evaluasi. pelaksanaan. evaluasi. Mitra ASEAN. h. Bidang Kerja Sama Interregional. perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). analisis. pemantauan. c. dan pemantauan negosiasi (offer-request) sektor jasa. dan forum Asia Pasifik lainnya. Pasal 1887 Bidang Kerja Sama Interregional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan. dan evaluasi dalam rangka kerja sama surveillance internasional. pelaksanaan. f. pelaksanaan tata kelola Pusat. APEC. Bidang Kerja Sama Interregional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1888 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1887. lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dan lembaga nonpemerintah interregional. b. dan pejabat senior keuangan. evaluasi keanggotaan.528 c. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah. Bidang Kerja Sama Bilateral. g. keuangan dan nonkeuangan internasional. evaluasi. i. perumusan rekomendasi kebijakan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa. e. wakil Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. f. analisis. . pelaksanaan. WTO. kontribusi. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). d. analisis.. dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional. Bidang Kerja Sama Multilateral. analisis. dan penyertaan modal pemerintah pada organisasiorganisasi internasional. evaluasi. d.

evaluasi. analisis. d. dan forum Asia Pasifik lainnya. analisis. dan pemantauan kerja sama bantuan teknik yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dengan hibah dari pemerintah dan lembaga nonpemerintah negara lain. Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. c. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. (4) Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. dan forum interregional lainnya. pelaksanaan. melakukan monitoring. wakil Menteri Keuangan. Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri. Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri . evaluasi. b. evaluasi. dan mengkoordinir usulan proyek yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dari hibah luar negeri. . analisis. dan pemantauan pengiriman/penyeleksian pendidikan dan pelatihan luar negeri yang dibiayai sebagian/seluruhnya dari grant/hibah luar negeri dalam rangka kerja sama teknik dengan negara maju maupun negara berkembang dan lembagalembaga internasional/asing. c. (3) Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan tenaga ahli asing dan bantuan peralatan dalam rangka kerja sama teknik luar negeri. dan Forum Interregional Lainnya. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pejabat senior keuangan (Senior Finance Officer Meeting/SFOM). wakil Menteri Keuangan. pelaksanaan. serta kunjungan misi luar negeri.529 b. evaluasi. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. dan laporan kegiatan-kegiatan KTLN. dan forum interregional lainnya. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. maupun organisasi internasional. (2) Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik. evaluasi. Pasal 1889 Bidang Kerja Sama Interregional terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan. serta grant/hibah luar negeri yang telah disetujui donor. koordinasi.. d. pelaksanaan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. evaluasi. dan pemantauan dalam rangka kerja sama teknis dan misi luar negeri. melakukan pengurusan dokumen ke luar negeri. pelaksanaan. analisis. Pasal 1890 (1) Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. wakil Menteri Keuangan (Finance Minister Process/FMP) dan Gubernur Bank Sentral. Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). dan Forum Interregional Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) lainnya. evaluasi. pelaksanaan.

keuangan. pelaksanaan. Pasal 1892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1891. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah di kawasan ASEAN. serta pemantauan anggaran Sekretariat ASEAN dan kerja sama lembaga ASEAN lainnya. dan kerja sama subregional ASEAN lainnya. koordinasi. keuangan. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). perumusan rekomendasi kebijakan. dan nonkeuangan internasional. analisis. c. pelaksanaan. analisis. East Asia Summit (EAS). evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. serta kerja sama pemantauan ekonomi. Indonesia. b. Pasal 1893 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional terdiri dari: a.. koordinasi. Indonesia. Asia Cooperation Dialogue (ACD). Malaysia.530 - Pasal 1891 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). analisis. d. pelaksanaan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN. Malaysia. c. evaluasi. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). koordinasi. d. Deputi Menteri Keuangan. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). . evaluasi. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. dan nonkeuangan internasional. b. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). Subbidang Kerja Sama ASEAN. dan kelompok kerja. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. perumusan rekomendasi kebijakan. Brunei Darussalam. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN. kerja sama ekonomi dan keuangan dengan Mitra ASEAN lainnya. Malaysia. analisis. koordinasi. Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional. dan kelompok kerja. ASEAN+3. dan ASEAN+Mitra Wicara.

Pasal 1896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1895. dan kelompok kerja. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). Brunei Darussalam. Asia Cooperation Dialogue (ACD). dan menjadi focal point/Liaison Officer (LO) berkenaan dengan kerja sama internasional. Malaysia. dan kelompok kerja. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. kerja sama forum Pertemuan Asia Timur. serta dukungan administrasi pusat. Indonesia. analisis. Coordinating Committee on Services (CCS). perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1895 Bidang Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. Malaysia.531 Pasal 1894 (1) Subbidang Kerja Sama ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. . Bidang Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. koordinasi. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). koordinasi. dan nonkeuangan internasional. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dengan seluruh negara-negara sahabat. analisis. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). dan nonkeuangan internasional. analisis. evaluasi. Deputi Menteri Keuangan. evaluasi. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. pelaksanaan. koordinasi. serta pembahasan dan negosiasi anggaran Sekretariat ASEAN dan lembaga ASEAN lainnya. Indonesia. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. analisis. analisis. dan lainnya. keuangan. Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). (4) Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. evaluasi. evaluasi. evaluasi. keuangan. (2) Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. koordinasi. koordinasi. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA).. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan pemerintah negara-negara sahabat. Malaysia. analisis. pelaksanaan. (3) Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.

koordinasi. OECD. Subbidang Tata Kelola.532 b. kepegawaian. pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. keuangan dan nonkeuangan internasional. pelaksanaan dukungan administrasi pusat. perumusan rekomendasi kebijakan. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional. koordinasi. b. evaluasi. c. analisis. e. koordinasi. keuangan dan nonkeuangan internasional. koordinasi. evaluasi. (3) Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. evaluasi. Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama lembaga keuangan Japan Bank for International Cooperation (JBIC). d. menyusun rencana kerja. dan laporan Pusat. Pasifik dan Afrika. . perumusan rekomendasi kebijakan. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional. analisis. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. analisis. Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional. rumah tangga. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. dan lembaga lainnya di kawasan Eropa dan Amerika. (2) Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. koordinasi. Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan lembaga lainnya di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. evaluasi. analisis. keuangan. kearsipan. Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika. c. d. evaluasi. koordinasi. Pasal 1898 (1) Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah negaranegara sahabat. analisis. Pasal 1897 Bidang Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a.

dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Asian Development Bank (ADB). f. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum multilateral lainnya. perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Institusi Bretton Woods. analisis. evaluasi. World Summit for Sustainable Development (WSSD). . analisis. kontribusi.533 Pasal 1899 Bidang Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. dan organisasi keuangan multilateral lainnya. analisis. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan yang berkaitan dengan status keanggotaan. d. koordinasi. analisis. Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods. Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP). b. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). koordinasi. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama pada forum United Nation for Development Programs (UNDP). b. pengkajian status keanggotaan. pelaksanaan. Islamic Development Bank (IDB). Bidang Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. c. koordinasi. evaluasi. koordinasi. Pasal 1901 Bidang Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. evaluasi. kontribusi. Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral. Organisasi Konferensi Islam (OKI). dan agenda PBB lainnya. c. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan multilateral. analisis. Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. serta menjadi focal point bagi kerja sama lembaga-lembaga keuangan multilateral. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). e. analisis. koordinasi. Pasal 1900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1899. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan lembaga internasional lainnya dan antar negara berkembang. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan.. d. Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI. dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional.

evaluasi. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).534 Pasal 1902 (1) Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan atas kebijakan kerja sama internasional dalam forum internasional sektor jasa dan menyediakan data/informasi hasil negosiasi pada forum WTO. Pasal 1903 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. serta kesepakatan kerja sama ekonomi. IEC. MIGA. World Summit for Sustainable Development (WSSD). dan OKI. Mitra ASEAN. Financial Stability Forum (FSF). dan bilateral. serta kerja sama International Fund for Agriculture Development (IFAD). analisis. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). koordinasi. ITFC. ASEAN. Pasal 1904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1903. kelompok Bank Dunia (IBRD. Food and Agriculture Development (FAO). ASEAN. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan International Monetary Fund (IMF). dan pelaksanaan kerja sama internasional serta negosiasi atas offer-request pada forum WTO. analisis. (2) Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. IDA. evaluasi. koordinasi. Kelompok Bank Pembangunan Islam/BPI (IDB. Kelompok 24 (G24). World Food Program (WFP).. evaluasi. Developing Eight (D8). koordinasi. United Nation for Development Programs (UNDP). analisis. analisis. ICSID). Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) FUND. pemantauan. Kelompok G8. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. . dan nonkeuangan internasional. Common Fund for Commodities (CFC). ICD). perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Bank Pembangunan Asia/ADB. (4) Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. serta organisasi keuangan multilateral lainnya. koordinasi. APEC dan Bilateral. Mitra ASEAN. IFC. serta USAID. koordinasi. (3) Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Kelompok 20 (G20). serta agenda PBB dan forum multilateral lainnya. Kelompok 15 (G15). evaluasi. koordinasi. keuangan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan yang berkaitan dengan status keanggotaan. APEC. kontribusi dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasiorganisasi internasional. analisis. dan Economic and Social Council (ECOSOC). analisis. Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP).

koordinasi Indonesia. APEC. (2) Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan pelaksanaan kerja sama jasa nonkeuangan ASEAN. . evaluasi. kesehatan. Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra FTA. dan pelaksanaan kerja sama jasa keuangan WTO serta koordinasi jasa sektor keuangan. evaluasi. pemantauan. pelaksanaan dan pemantauan dengan stakeholder terkait atas kebijakan sektor jasa forum WTO. dengan stakeholders untuk penyusunan offer-request dan posisi sektor jasa d. pemantauan. APEC. e. c. Pasal 1905 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa terdiri dari: a. koordinasi. (3) Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra Free Trade Area (FTA) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan bilateral. ASEAN. Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa. pemantauan. koordinasi. ASEAN. c. (4) Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan pelaksanaan kerja sama jasa APEC dan bilateral serta koordinasi sektor-sektor jasa lainnya. Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral. Mitra ASEAN.535 b. evaluasi. Pasal 1906 (1) Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pemantauan perkembangan liberalisasi sektor jasa keuangan dan nonkeuangan kerja sama WTO. evaluasi. analisis. d. koordinasi. analisis. telekomunikasi. wakil delegasi Indonesia pada forum perundingan internasional sektor jasa. evaluasi. Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO. analisis. pemantauan. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan.. dan transportasi udara. koordinasi. e-Commerce. analisis. analisis. penyiapan fasilitasi penyelenggaraan pertemuan Coordinating Committee on Services (CCS) di Indonesia setiap tahun. serta publikasi dan diseminasi hasil negosiasi sektor jasa. dan bilateral. b. dan pelaksanaan kerja sama jasa mitra Free Trade Area (FTA) serta koordinasi sektor jasa pariwisata. Mitra ASEAN.

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Badan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.. .536 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1907 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1908 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

f. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia. c.537 BAB XIV BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1909 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang selanjutnya dalam Keputusan ini disingkat BPPK mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelatihan dan penataran dengan lembaga pendidikan dalam dan luar negeri. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. penelaahan. b. Pasal 1910 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan. d. b. pelaksanaan administrasi Badan. pengkajian dan pengembangan pendidikan. pelaksanaan kebijakan Menteri Keuangan di bidang pendidikan. lembaga pemerintah. Sekretariat Badan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1909. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1911 BPPK terdiri dari: a. BPPK perumusan kebijakan Menteri Keuangan di bidang pendidikan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anggaran dan Perbendaharaan. pelatihan dan penataran di bidang keuangan negara. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. koordinasi pelaksanaan kerjasama pendidikan. evaluasi. . dan lembaga internasional.

Bagian Ketiga S