SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100/PMK.

01/2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN

MENTERI KEUANGAN,

Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Departemen Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan;

Mengingat

:

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005;

Memperhatikan

:

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat Nomor B/1697/M.PAN/7/2008 tanggal 7 Juli 2008;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KEUANGAN.

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Keuangan merupakan unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh seorang Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang keuangan dan kekayaan negara; pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawabnya; pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara; penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang keuangan dan kekayaan negara kepada Presiden.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;

-3h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Pengembangan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Pembinaan Umum Pengelolaan Kekayaan Negara; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan.

m. Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional;

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen Keuangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Departemen Keuangan; penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen Keuangan; penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator, Kementerian Negara, Departemen lain, Lembaga Pemerintah Non Departemen, dan lembaga lain yang terkait;

-4d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Hubungan Masyarakat; Biro Perlengkapan; Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 8 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan program dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Departemen, penyusunan anggaran Departemen, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen;

-5c. d. e. f. pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen; pelaksanaan akuntansi anggaran Departemen serta pelaporan keuangan Departemen; perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 10 Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Perencanaan Program; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 11 Bagian Perencanaan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek, dan strategik Departemen serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan dan kinerja Departemen. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Bagian Perencanaan Program menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional di lingkungan Departemen; penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerja sama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Program I;

b.

c.

-6b. c. d. Subbagian Perencanaan Program II; Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral; Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 14 (1) Subbagian Perencanaan Program I mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan Program II mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek dan strategik, penyerasian rencana sektoral dan regional pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan Program Lintas Sektoral mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rencana program lintas sektoral dan regional, penyerasian rencana, kerjasama dan sinkronisasi lintas sektoral dan regional, serta pemantauan, evaluasi dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan program, kegiatan, dan kinerja Departemen. Pasal 15 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Departemen; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Pembiayaan dan Perhitungan) Departemen; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 17 Bagian Penganggaran terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran I;

-7b. c. d. Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 18 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 69 (Belanja Lain-lain) Departemen untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Departemen, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 19 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Departemen. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan bahan dan penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Departemen; verifikasi dokumen permintaan pembayaran lingkup Sekretariat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran; penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus.

-8-

Pasal 21 Bagian Perbendaharaan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan; Subbagian Verifikasi Perbendaharaan; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 22 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pemberian dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penyiapan bahan penyusunan pedoman pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) Subbagian Verifikasi Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian terhadap dokumen permintaan pembayaran, penerbitan surat perintah pembayaran dan penetapan SKPP, penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan, penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan, dan pembuatan tanggapan dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 23 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Departemen. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal;

-9b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Departemen Keuangan; penyusunan laporan keuangan Departemen meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Departemen; penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 25 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 26 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan

- 10 pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Departemen, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Departemen Keuangan. Pasal 27 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators di lingkungan Departemen Keuangan dengan menggunakan pendekatan manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Bagian Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi Key Performance Indicators berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan; penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi sistem manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 29 Bagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama II; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama III; Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama IV. Pasal 30 Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama I, II, III, dan IV masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data, analisis, dan penyiapan bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi serta penyajian informasi Key Performance Indicators dan implementasi konsep manajemen kinerja strategik berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Departemen Keuangan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.

Bagian Keempat

- 11 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 31 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen.

Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 33 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 34 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 35

c. d.

- 12 -

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 36 Bagian Organisasi I terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; Subbagian Organisasi IC. Pasal 37 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 38 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi;

- 13 b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 40 Bagian Organisasi II terdiri dari: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; Subbagian Organisasi IIC.

Pasal 41 Subbagian Organisasi IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 42 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42, Bagian Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan laporan akuntabilitas kinerja; penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja;

b.

- 14 c. d. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal; pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 44 Bagian Ketatalaksanaan I terdiri dari: a. b. c. d. Subbagian Ketatalaksanaan IA; Subbagian Ketatalaksanaan IB; Subbagian Ketatalaksanaan IC; Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 45 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja, serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, dan Pusat Investasi Pemerintah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas rumah tangga Biro. Pasal 46 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46, Bagian Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: melakukan urusan tata usaha dan

Pasal 50 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Badan Kebijakan Fiskal. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. Pasal 48 b.15 a. dan analisis jabatan fungsional. penelaahan. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. b. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. analisis. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data.. Inspektorat Jenderal. penelaahan. IIB. sistem administrasi umum. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Bagian Ketatalaksanaan II terdiri dari: a. pengumpulan dan pengolahan data. analisis. koordinasi. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. dan penyiapan bahan pembinaan. evaluasi. penyiapan bahan pembinaan. tata laksana pelayanan publik. Pasal 49 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. b. koordinasi. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. c. evaluasi. evaluasi. c. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi. penelaahan. koordinasi. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. pengumpulan dan pengolahan data. dan penyiapan pembinaan. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. koordinasi. sistem administrasi umum. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan monitoring jabatan fungsional. penyiapan bahan pembinaan. tata laksana pelayanan publik. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. . dan laporan akuntabilitas kinerja.

dan penerimaan negara bukan pajak. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 54 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. evaluasi. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. c. Subbagian Jabatan Fungsional II. Subbagian Jabatan Fungsional III. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. penelaahan. b. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. perbendaharaan. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. koordinasi. II.. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. perusahaan. dan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Jabatan Fungsional I. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak.16 Pasal 52 Bagian Jabatan Fungsional terdiri dari: a. kepabeanan dan cukai. c. serta pengelolaan perpustakaan hukum. analisis. lelang. b. . Pasal 53 Subbagian Jabatan Fungsional I. Biro Hukum a.

dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. Bagian Hukum Anggaran. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. e. f.. dan Informasi Hukum. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. b. . Perusahaan. b. Subbagian Hukum Pajak I. Pasal 57 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. f. Perimbangan Keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. Subbagian Hukum Pajak II. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. e. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian.17 d. Bagian Hukum Kekayaan Negara. kepabeanan dan cukai. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 56 Biro Hukum terdiri dari: a. d. Pasal 59 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri dari: a. b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Kelompok Jabatan Fungsional. Perbendaharaan. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan.

dan penerimaan negara bukan pajak. Perimbangan Keuangan. keberatan dan banding. d. Pasal 60 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. Bagian Hukum Anggaran. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. Perbendaharaan.18 c. Pajak Pertambahan Nilai. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. perimbangan keuangan. pemberian uang ganjaran. Perimbangan Keuangan. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. Subbagian Hukum Kepabeanan II. Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. Pajak Bumi dan Bangunan. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. perbendaharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. Perbendaharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. dan Pajak Penghasilan. Subbagian Hukum Kepabeanan I.. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai. Pasal 61 Bagian Hukum Anggaran. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. .

Pasal 63 Bagian Hukum Anggaran. dan rancangan APBN Perubahan. dana bagi hasil sumber daya alam. Perimbangan Keuangan. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-P Nias. terdiri dari: a.. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. c. dan dana alokasi khusus. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. Pasal 64 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). penyusunan Nota Keuangan. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak. dana alokasi umum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. Subbagian Hukum Perbendaharaan. d. Perbendaharaan. c. Subbagian Hukum Anggaran. b. penerusan pinjaman luar negeri kepada (2) . anggaran Badan Layanan Umum.19 b. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. d. dan masalah anggaran terkait lainnya. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dana tugas pembantuan. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah.

Bagian Hukum Kekayaan Negara. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. dan perusahaan. (4) Pasal 65 Bagian Hukum Kekayaan Negara. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. b. kekayaan negara yang dipisahkan. lelang. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. . dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. Perusahaan. dan diseminasi hukum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. informasi. pengelolaan dana investasi. (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).20 pemerintah daerah. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. akuntansi dan pelaporan keuangan. kekayaan negara lainnya. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. piutang negara. Perusahaan. serta menyelenggarakan dokumentasi. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya.. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara.

dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. b. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Departemen. Pasal 67 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. Badan Hukum Pendidikan. penyiapan bahan pustaka hukum. e. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. c. Lembaga Penyiaran Publik. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang. diseminasi hukum. d. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan di bidang tugas Departemen. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang- (2) (3) . Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. mikro. terdiri dari: a. Pasal 68 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. Perusahaan. dan menengah. f. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen. dan Informasi Hukum.. d.21 c.

. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I.22 undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. Pasal 72 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. Pasal 71 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri dari: a. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. . dan derivatif terkait dengan surat utang negara. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. c. dan pembiayaan syariah. b. pinjaman dan hibah luar negeri. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara. b. d. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyiapan bahan pustaka hukum. pengelolaan perpustakaan hukum. Subbagian Tata Usaha Biro. diseminasi hukum. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. (4) Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. Pasal 69 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Departemen dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Departemen.

Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. dana pensiun. perjanjian internasional. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya.. Pasal 73 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. c. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. lembaga keuangan bukan bank. pengkoordinasian. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. pasar modal. lembaga penjaminan.23 (2) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. (3) (4) Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam . asuransi. jasa pembiayaan.

Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. d. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. c. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. Pasal 75 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri dari: a. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan.. dana pensiun. Subbagian Hukum Perjanjian. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. b. kewajiban kontinjensi. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. lembaga penjaminan. dan jasa keuangan lainnya. promosi dan kerjasama investasi. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. dan pasar modal. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. regional. (2) (3) (4) Bagian Keenam . Pasal 76 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. perjanjian perlindungan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. perjanjian internasional. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. dan lembaga pembiayaan.24 rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. dan perjanjian internasional.

Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. memberikan bantuan hukum. Bagian Bantuan Hukum II. Bank Dalam Likuidasi (BDL). sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). pendapat hukum. Pasal 80 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. Bagian Bantuan Hukum III. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan Kepegawaian. Bagian Bantuan . Bagian Bantuan Hukum I.. pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Departemen. c. c. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Departemen. serta Sengketa Internasional dan Arbitrase. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. sengketa Internasional. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. b. Arbitrase. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 79 Biro Bantuan Hukum terdiri dari: a. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). b. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. d.25 Biro Bantuan Hukum Pasal 77 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.

Subbagian Bantuan Hukum ID. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. c. d. Pasal 83 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. b. Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum IC. perdata. dan pegawai Departemen yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan.. pendampingan kepada para pejabat. mantan pejabat. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. c. sengketa pajak. Subbagian Bantuan Hukum IB. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal Pasal 84 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional.26 b. tata usaha negara. Bagian Bantuan . pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dalam penanganan perkara. mantan pejabat. pejabat. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. IC. pendampingan kepada para pejabat. Pasal 82 Bagian Bantuan Hukum I terdiri dari: a. niaga. b. Subbagian Bantuan Hukum IA. IB. agama. pendampingan kepada para mantan pejabat. mantan pejabat. pra peradilan.

Bagian Bantuan . (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. mantan pejabat. sengketa Internasional.27 c. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. niaga. Pasal 87 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. c. Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. IIB. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. perdata. pejabat. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. sengketa pajak. Pasal 86 Bagian Bantuan Hukum II terdiri dari: a. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Arbitrase. mantan pejabat. d. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pendampingan kepada para pejabat. tata usaha negara. b. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Subbagian Bantuan Hukum IIB. dan Kepegawaian. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 88 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. d. b. Subbagian Bantuan Hukum IIA. Subbagian Bantuan Hukum IIC. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pegawai..

pelaksanaan pengadaan. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 92 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Pasal 91 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. pra peradilan. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. dan Kepegawaian. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. perdata. sengketa Internasional.28 c. Subbagian Bantuan Hukum IIID. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri . penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Arbitrase. Biro SDM menyelenggarakan fungsi : a. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). sengketa Internasional. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. mantan pejabat. Arbitrase. c. sengketa pajak. penyusunan formasi. pendampingan kepada para pejabat. dan Kepegawaian. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. IIIB. IIIC. d. pegawai dan mantan pegawai Departemen yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil.. b. niaga. Pasal 90 Bagian Bantuan Hukum III terdiri dari: a. serta dalam penanganan perkara. tata usaha negara. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.

Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. Rencana Kerja . serta pelaksanaan evaluasi kegiatan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. d. Rencana Kerja. c. formasi. dan pelayanan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Departemen Keuangan. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan. Pasal 95 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun. penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian. penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian.. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. dan pengelolaan kesejahteraan pegawai. d. pengembangan. e. b. b. f. pemberhentian pegawai.29 Sipil/Pegawai Negeri Sipil. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. penyelesaian mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan sumber daya manusia Departemen Keuangan. penyelesaian administrasi umum. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. pengadaan pegawai. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis. e. Pasal 94 Biro SDM terdiri dari : a. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia. c. f. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum.

b. b. c. dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. Pasal 99 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center dan psikotes serta penyiapan mutasi jabatan pegawai. Subbagian Formasi dan Penyaringan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. koordinasi pendidikan dan pelatihan. Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia. Pasal 98 (1) Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan dan penyusunan Rencana Strategis. serta evaluasi pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Departemen Keuangan. Rencana Kerja. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99.30 Tahunan. pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi : . penyiapan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. c. pengembangan standar dan pengawasan kinerja. (2) Subbagian Formasi dan Penyaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan. dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga Biro SDM. pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil.. (3) Subbagian Penempatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penempatan pegawai baru. Penetapan Kinerja. Penetapan Kinerja. penyiapan pengalokasian pegawai baru. pemberian penghargaan dan tanda jasa. Rencana Kerja Tahunan. Pasal 97 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. Subbagian Perencanaan Sumber Daya Manusia.

Pasal 102 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan assessment center terhadap pejabat eselon II dan III di lingkungan Departemen Keuangan. b. b. dan pemberian penghargaan dan tanda jasa. d. Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai. dan pengawasan standar kinerja. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. II. Subbagian Assessment Center. pengembangan. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. dan eselon IV di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan III di lingkungan Departemen Keuangan. pemantauan. serta pemberian penghargaan dan tanda jasa. dan pengawasan standar kinerja. dan pengaturan status kepegawaian. pengembangan dan evaluasi sistem assessment center dan psikotes. penyiapan riset. penyiapan mutasi jabatan dan koordinasi pembinaan pola karir di lingkungan Departemen. penyiapan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. d. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I masing-masing dan penyiapan bahan pelaksanaan psikotes. Pasal 101 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. c. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan assessment center dan psikotes. (2) Subbagian Mutasi Jabatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan mutasi jabatan struktural eselon I. koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 103 . penyusunan rencana kebutuhan. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. serta mutasi jabatan fungsional. pengembangan. pemantauan.31 a.. c. e. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan riset. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. penyusunan rencana kebutuhan.

serta penggunaan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. dan pemantauan perangkat keras. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data kepegawaian.. Pasal 105 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia terdiri dari : a. Subbagian Naskah dan Dokumentasi. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. c. b. c. lunak. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. dan sarana pendukung komputer lainnya. pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. Subbagian Integrasi Data. dan pemantauan perangkat keras. dan sarana pendukung komputer lainnya. b. serta penggunaan.32 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembangunan dan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Departemen Keuangan serta pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. . (3) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik pegawai. pemeliharaan. bimbingan teknis penerapan standardisasi basis data dan pemantauan prosedur jalur pengiriman dan pertukaran data. (4) Subbagian Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. lunak. Pasal 106 (1) Subbagian Integrasi Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan penyiapan bahan penyusunan petunjuk operasional standardisasi basis data. penyiapan petunjuk operasional penerapan standardisasi basis data. Subbagian Pengelolaan Basis Data. d. penyusunan statistik pegawai. pemeliharaan. d. Daftar Urut Kepangkatan dan informasi sumber daya manusia lainnya. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan administrasi basis data. sistem aplikasi pengolahan data dan sistem informasi. pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian.

pensiun janda/duda. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.33 - Pasal 107 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun mempunyai tugas melaksanakan mutasi pangkat dan pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Sekretariat Jenderal. Pasal 108 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III. dan usul pensiun pegawai. penyiapan pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun dan usul pensiun pegawai di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I. pensiun janda/duda. dan usul pensiun pegawai. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Banten. Pasal 110 (1) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. (2) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. b.. dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta. Jawa . dan Badan Kebijakan Fiskal. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. penyiapan mutasi pangkat di lingkungan Departemen Keuangan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. c. Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Sumatera. Pasal 109 Bagian Mutasi Pangkat dan Pensiun terdiri dari : a. pensiun janda/duda. (3) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. b. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. d. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. dan usul pensiun pegawai. Direktorat Jenderal Anggaran. Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV.

penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. c. c. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 113 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum terdiri dari : a. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Jawa Tengah. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. Subbagian Tata Usaha Biro. Maluku. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa Timur. Subbagian Penegakan Disiplin I. pemberian bebas tugas masa persiapan pensiun. . Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum. pensiun janda/duda.34 Barat. Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum menyelenggarakan fungsi : a. penegakan disiplin. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. dan Papua. Pasal 111 Bagian Penegakan Disiplin dan Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan. d.. dan usul pensiun pegawai. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai. d. Inspektorat Jenderal. pensiun karena cacat jasmani atau rohani dalam dan karena dinas pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 114 (1) Subbagian Penegakan Disiplin I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. pengelolaan kesejahteraan pegawai. Subbagian Penegakan Disiplin II. dan mengelola kesejahteraan pegawai serta penyelesaian administrasi umum. Kalimantan. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro SDM. Sulawesi. b. b. DI Yogyakarta. penegakan disiplin. (4) Subbagian Mutasi Pangkat dan Pensiun IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi pangkat. penyiapan penyelesaian administrasi umum kepegawaian.

(2) Subbagian Penegakan Disiplin II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Inspektorat Jenderal. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. penegakan disiplin. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran. penyelesaian kasus kepegawaian dan pemberhentian pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. analisis. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.. Direktorat Jenderal Perbendaharaan.35 penegakan disiplin. . mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan negara. melaksanakan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara dan mengelola opini publik dalam rangka mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. pemantauan. Direktorat Jenderal Pajak. Bagian Kedelapan Biro Hubungan Masyarakat Pasal 115 Biro Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program komunikasi publik. d. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (3) Subbagian Kesejahteraan dan Administrasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kesejahteraan pegawai dan penyelesaian administrasi umum kepegawaian. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. mengelola perpustakaan departemen. c. Biro Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan program komunikasi publik secara terpadu dan berkelanjutan. Badan Kebijakan Fiskal. penyebarluasan langkah dan kebijakan fiskal serta hasil pelaksanaannya kepada publik. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. b. serta menyiapkan penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Bagian Komunikasi Media dan Internasional. dan organisasi profesi. lembaga pemerintah. lembaga pemerintah. komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. Bagian Publikasi dan Layanan Informasi. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). g. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). j. Bank Indonesia (BI). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). publikasi elektronik. l. h. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. Komisi-Komisi Negara. pengelolaan serta layanan perpustakaan. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. i. perencanaan. Mahkamah Agung (MA). desk informasi dan call center. evaluasi program komunikasi publik. f. . Kementerian Negara.. organisasi kemasyarakatan. Pasal 117 Biro Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. Bagian Manajemen Opini Publik. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan penerbitan. Pasal 118 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan. serta fasilitasi penyelenggaraan rapat dan pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. pengembangan. k.36 e. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. dan peningkatan partisipasi publik. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. f. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. e. Bagian Perpustakaan. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Konstitusi (MK). Pemerintah Daerah. pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional.

serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). b. Kementerian Negara. serta mengkomunikasikan kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Kementerian Negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Bank Indonesia (BI). Mahkamah Konstitusi (MK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD).37 b. pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan fiskal kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mahkamah Agung (MA). Dewan Perwakilan Daerah (DPD).. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. Bank Indonesia (BI). d. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Komisi-Komisi Negara. menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan rapat. Mahkamah Konstitusi (MK). g. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Komisi-Komisi Negara. Kementerian Negara. memberikan layanan informasi dan data. Mahkamah Agung (MA). memberikan layanan informasi dan data. pengkomunikasian kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah. Pasal 120 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri dari: a. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan negara. f. Mahkamah Konstitusi (MK). (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas membina hubungan. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. Bank Indonesia (BI). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kementerian Negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga Pemerintah Non Departemen c. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). e. Komisi-Komisi Negara. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemerintah Daerah. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Departemen Keuangan di daerah pada masa reses persidangan. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. Pemerintah Daerah. Pasal 121 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas membina hubungan. c. Mahkamah Agung (MA). penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). . Mahkamah Agung (MA). Mahkamah Konstitusi (MA).

Pasal 125 (1) Subbagian Publikasi Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan berkala. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). pelayanan desk informasi dan call center Departemen. Subbagian Publikasi Elektronik. c. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. mengolah.38 (LPND). Pasal 122 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan dan publikasi elektronik. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya. (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas membina hubungan. Pasal 124 Bagian Publikasi dan Layanan Informasi terdiri dari: a. penyiapan. . (2) Subbagian Publikasi Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan website Departemen serta publikasi infomasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya. (3) Subbagian Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas menghimpun. b. Subbagian Publikasi Cetak. Pemerintah Daerah. c. dan menyajikan data mengenai informasi keuangan dan kekayaan negara. Bagian Publikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Layanan Informasi.. Komisi-komisi Negara. penerbitan. kebijakan fiskal d. penerbitan tidak berkala. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan bentuk publikasi elektronik lainnya. penyiapan dan pengelolaan website departemen serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaanya. dan publikasi media luar ruang. dan publikasi media luar ruang. e. f. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122. pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta pelayanan desk informasi dan call center. menyiapkan bahan dan memfasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat. b.

tanggapan/bantahan. pelayanan informasi. penyiapan bahan. perencanaan. c. Pasal 128 Bagian Komunikasi Media dan Internasional terdiri dari: a. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. b. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. c. f. dan surat pembaca. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center Departemen. keterangan pers. Bagian Komunikasi Media dan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. jumpa pers. penyiapan . penyusunan siaran pers. perencanaan program berita. dan kunjungan pers. wawancara. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. informasi. b. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. data. artikel. Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional. Subbagian Komunikasi Media II.39 dan hasil pelaksanaannya. g. data. Pasal 129 (1) Subbagian Komunikasi Media I mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. pengkajian. e.. d. data. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. internasional dan media asing serta pemanfaatan rubrik dan program media. advertorial. h. Pasal 126 Bagian Komunikasi Media dan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan hubungan dan komunikasi kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa. dan edukasi pada media. i. Subbagian Komunikasi Media I. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. data.

pengkajian. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan internasional. dan kunjungan pers. Subbagian Edukasi Publik. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Departemen dan unit kerja eselon I di lingkungan Departemen. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Departemen dan narasumber lainnya. pelayanan unjuk rasa. data. Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik. kegiatan sosial budaya. Pasal 130 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas menyusun perencanaan dan program komunikasi publik. penyusunan siaran pers. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar. melakukan edukasi publik. (2) Subbagian Komunikasi Media II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal. Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik. penyiapan bahan. pembinaan hubungan. b. e. serta perencanaan. dan penyusunan laporan perkembangan opini publik. lokakarya. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. d. g. Pasal 132 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri dari: a.. serta kebijakan fiskal dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. analisis. jumpa pers. tanggapan/bantahan. b. data. f. penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. Pasal 133 . (3) Subbagian Komunikasi Media Asing dan Internasional mempunyai tugas melakukan pembinaan hubungan. c. dan surat pembaca. c. dan kegiatan lainnya. pelayanan informasi. serta edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui media cetak dan media elektronik. serta melakukan monitoring dan audit komunikasi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. wawancara. advertorial. keterangan pers. dan pelayanan informasi. penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Departemen. artikel.40 dan penyelenggaraan liputan pers. pemantauan.

koleksi AV dan digital (CD. evaluasi. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan.. Pasal 136 Bagian Perpustakaan terdiri dari: a. Bagian Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. serta koleksi perpustakaan lainnya. (3) Subbagian Monitoring dan Audit Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan pemantauan. d. serta pembuatan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan departemen. penyelenggaraan seminar. analisis.41 - (1) Subbagian Perencanaan Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan perencanaan. b. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan kegiatan sosial budaya serta menyusun bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan dan meningkatkan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan. h. dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan fiskal serta penyusunan laporan berkala pengembangan opini publik. Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan. pengembangan perpustakaan. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyusunan bibliografi. DVD). pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya. diskusi. f. b. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan institusi perpustakaan asing/internasional. e. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja Biro. c. pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work. Pasal 134 Bagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan perpustakaan. (2) Subbagian Edukasi Publik mempunyai tugas mengoptimalkan dukungan publik melalui edukasi. penyusunan program komunikasi publik departemen. g. Subbagian Tata Usaha Biro. pemberian rekomendasi komunikasi publik. . penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku. sarasehan. c. Pasal 137 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program perpustakaan.

penyiapan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Pasal 140 Biro Perlengkapan terdiri dari: a. Bagian Penyimpanan dan Distribusi. b. layanan pengadaan secara elektronik departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan unit yang membidangi perpustakaan di institusi dalam negeri. pemeliharaan koleksi perpustakaan. Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan. b. c. penagihan dan reference work. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelayanan pendaftaran anggota. pemberian kode-kode berdasarkan pedoman. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. d. Bagian Pengadaan. peminjaman/pengembalian bahan pustaka.42 - (2) Subbagian Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyusunan klasifikasi dan katalogisasi buku. c. Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 138 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. serta penyiapan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. pelaksanaan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. penyusunan bibliogragi/koleksi buku yang dimiliki. e. penyiapan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. analisis dan penyusunan serta penyiapan pembinaan administrasi rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen. .

Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II. serta koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Jenderal Pajak. dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Direktorat Jenderal Anggaran. Pasal 143 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan terdiri dari: a. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. b. b. (2) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan. penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. analisis dan penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Departemen. Pasal 141 Bagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi.43 d. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I. penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan.. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 144 (1) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan perlengkapan serta evaluasi dan penyusunan laporan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea . dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Subbagian Perencanaan Kebutuhan Perlengkapan III.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. b. b. Direktorat Jenderal Anggaran. c. Pasal 147 Bagian Pengadaan terdiri dari: a. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. perencanaan. pelaksanaan. Subbagian Pengadaan I.. d. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. perencanaan. Badan Kebijakan Fiskal. penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan dan penyusunan petunjuk teknis pengadaan di lingkungan Departemen. Subbagian Pengadaan III. serta pengadaan alat tulis kantor. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. d. c. dan alat rumah tangga kantor pada unit Sekretariat Jenderal. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. dan Gedung Keuangan Negara. perencanaan. dan pelaporan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan.44 dan Cukai. pelaksanaan. Pasal 148 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. Subbagian Pengadaan II. barang cetakan. Pasal 145 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi pengadaan Departemen. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada . layanan pengadaan secara elektronik Departemen serta pelaksanaan pengadaan Sekretariat Jenderal dan Departemen. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. pelayanan pengadaan secara elektronik Departemen. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Sekretariat Jenderal.

Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. c. . serta pengadaan barang inventaris kantor dan lain-lain pada unit Sekretariat Jenderal. Bagian Penyimpanan dan Distribusi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan penerimaan. b. pelaksanaan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. pelaksanaan. Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. penyimpanan. (3) Subbagian Pengadaan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pasal 149 Bagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melaksanakan urusan penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Badan Kebijakan Fiskal.45 unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan pendistribusian perlengkapan Departemen. Pasal 152 c. Inspektorat Jenderal. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Distribusi. pelaksanaan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang penatausahaan. penyusunan petunjuk teknis pengadaan. b. dan pelaporan pengadaan serta layanan pengadaan secara elektronik pada unit Direktorat Jenderal Pajak. Pasal 151 Bagian Penyimpanan dan Distribusi terdiri dari: a. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. Subbagian Penyimpanan. perencanaan. serta pengadaan bahan fotocopy dan bahan komputer pada unit Sekretariat Jenderal..

penyimpanan. penatausahaan dan pengamanan barang perlengkapan Sekretariat Jenderal. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. (2) Subbagian Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerbitan surat perintah mengeluarkan barang.46 (1) Subbagian Penyimpanan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. b. penatausahaan. Pasal 155 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan terdiri dari: a. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II.. Pasal 153 Bagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan penyusunan petunjuk teknis inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta menyusun daftar inventaris/kekayaan Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan. d. Bagian Inventarisasi dan Penghapusan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan pelaksanaan penghapusan perlengkapan di lingkungan Departemen Keuangan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I. c. serta penyusunan laporan pertanggungjawaban pendistribusian barang non inventaris dan inventaris secara berkala. Pasal 156 (1) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Sekretariat bahan . Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV. b. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III. (3) Subbagian Pembinaan Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyimpanan dan distribusi perlengkapan Departemen. dan pendistribusian perlengkapan Sekretariat Jenderal.

perawatan pegawai. rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Departemen. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Anggaran. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri.. dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. b. Inspektorat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan . (4) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Badan Kebijakan Fiskal. (2) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis di bidang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan serta penyusunan daftar inventaris/kekayaan perlengkapan dan penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan perlengkapan pada Direktorat Jenderal Pajak. dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. c. serta melaksanakan keamanan dalam. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 157 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Departemen dan melaksanakan urusan tata usaha. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Kantor Pusat Departemen Keuangan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. pelaksanaan urusan perawatan dan kebersihan gedung. penyimpanan pendistribusian barang. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157.47 Jenderal.

pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri. c. dan penyusutan arsip. b. penyusunan risalah. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. f. Bagian Tata Usaha Pimpinan. f. Bagian Rumah Tangga III. b. pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai. pengelolaan kendaraan dinas. Pasal 162 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri dari: . pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen Keuangan. reproduksi. Bagian Tata Usaha Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. pemeliharaan instalasi. penyusunan jadwal retensi. serta pelaksanaan dan penatausahaan pembayaran.. d. barang milik Negara. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Departemen. c.48 d. serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. penatausahaan barang milik negara. Pasal 160 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha Departemen dan kearsipan serta tata usaha perjalanan dinas Departemen Keuangan. Bagian Rumah Tangga II. serta urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. Pasal 159 Biro Umum terdiri dari: a. Bagian Rumah Tangga I. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip. e. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. e. perbaikan redaksi. penggandaan. pencetakan.

c. dan pencatatan/penomoran surat. d. penyajian bahan.. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. pelaksanaan urusan protokol. pendistribusian. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Pasal 165 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli Menteri serta urusan protokol dan akomodasi. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. pengiriman dan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Departemen. b. d. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Departemen Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 166 .49 a. pemindahan. pengarahan. penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Departemen Keuangan. b. penyajian bahan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Departemen Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas. c. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha Persuratan. pemeliharaan. Pasal 164 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. tamu asing dan akomodasi. perbaikan redaksi. penyusunan risalah. Pasal 163 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan. penyajian bahan.

penyajian bahan. perawatan pegawai. Subbagian Protokol dan Akomodasi. obat-obatan. serta melaksanakan keamanan dalam. pelaksanaan urusan kebersihan gedung/halaman. . Bagian Rumah Tangga I menyelenggarakan fungsi: a. pertamanan. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. b. penyajian bahan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Staf Ahli Menteri. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan.50 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri dari: a. Pasal 167 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. bahan mikrografik. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. (3) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan perawatan pegawai. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Menteri. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. penyimpanan. pencatatan acara dan mengatur penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. melaksanakan penerimaan. alat-alat laboratorium non inventaris. pengadaan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. bahan mikrografik. pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. Subbagian Tata Usaha Menteri. c. c. Pasal 169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. penyajian bahan. b. perlengkapan kerja dan sarana kerja.. obat-obatan. alat-alat laboratorium non inventaris. Pasal 168 Bagian Rumah Tangga I mempunyai tugas melaksanakan urusan perawatan dan kebersihan gedung. (4) Subbagian Protokol dan Akomodasi mempunyai tugas melakukan urusan protokol. rumah jabatan. pengadaan bahan cetak. perlengkapan kerja dan sarana kerja Sekretariat Jenderal. tamu asing dan akomodasi. penyimpanan dan pendistribusian barang. d.

penyimpanan. pertamanan. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat Departemen Keuangan. dan perawatan halaman kantor pusat Departemen serta rumah jabatan. (3) Subbagian Perawatan Pegawai mempunyai tugas urusan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Departemen beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. pakaian kerja dan kelengkapannya. c.. Subbagian Urusan Dalam II. alatalat laboratorium non inventaris. pencetakan dan penggandaan. rumah jabatan. b. Subbagian Keamanan Dalam. Subbagian Urusan Dalam I. alat-alat laboratorium non inventaris. obatobatan. Pasal 171 (1) Subbagian Urusan Dalam I mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan gedung dan penataan lay out kantor pusat Departemen Keuangan. (4) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. obat-obatan. d. bahan mikrografik. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. penatausahaan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang bahan cetak. Subbagian Perawatan Pegawai. pakaian kerja dan kelengkapannya. bahan mikrografik. pengadaan bahan cetak. dan melaksanakan penatausahaan pembayaran. ramburambu lalu lintas. rambu-rambu lalu lintas. Pasal 173 . kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. Pasal 170 Bagian Rumah Tangga I terdiri dari: a.51 d. (2) Subbagian Urusan Dalam II mempunyai tugas melakukan urusan kebersihan gedung/halaman. kelengkapan upacara/pelantikan Sekretariat Jenderal. penatausahaan barang milik negara. melaksanakan penerimaan. Pasal 172 Bagian Rumah Tangga II mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi gaji dan tunjangan pegawai. pengurusan keamanan dalam kantor Pusat Departemen Keuangan dan kediaman Pimpinan Departemen Keuangan. pengelolaan penerimaan negara bukan pajak.

Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran. Pasal 175 (1) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal serta melaksanakan pengelolaan dan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Departemen Keuangan dan secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan penerimaan. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. Pasal 176 . penyimpanan. penatausahaan uang kas Departemen dan pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran serta pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. d. (2) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan usulan penghapusan barang milik negara Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. pengeluaran dan penatausahaan uang kas Departemen serta pelaksanaan urusan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. c.. (4) Subbagian Pelaksanaan dan Penatausahaan Pembayaran mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. Pasal 174 Bagian Rumah Tangga II terdiri dari: a. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengeluaran. d. penjilidan. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. pembuatan pertanggungjawaban dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan penyiapan administrasi gaji dan tunjangan pegawai serta pelaksanaan penatausahaan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. c. Bagian Rumah Tangga II menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. b. b.52 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyimpanan. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan.

. Bagian Rumah Tangga III menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. peralatan kantor. mesin penyejuk udara. Pasal 179 (1) Subbagian Pemeliharaan I mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. d. barang inventaris lainnya. (2) Subbagian Pemeliharaan II mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan sarana instalasi listrik/penerangan. alat komunikasi. c. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. pengelolaan kendaraan dinas serta urusan persandian dan telekomunikasi.53 Bagian Rumah Tangga III mempunyai tugas melaksanakan urusan pemeliharaan peralatan. CCTV. Subbagian Pemeliharaan I. b. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. b. melaksanakan sewa mesin fotocopy dan penyediaan kertas fotocopynya di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi. Subbagian Pengelolaan Kendaraan Dinas. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. instalasi air. pelaksanaan urusan persandian dan pengelolaan telekomunikasi. genset. dan perawatan serta perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian. pengaturan penggunaan kendaraan dinas dan pengangkutan serta perawatan kendaraan dinas. operasional.. Subbagian Pemeliharaan II. Pasal 178 Bagian Rumah Tangga III terdiri dari: a. c.

. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.54 - Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 180 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 181 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya..

Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pedoman.53 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 182 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. g. perumusan kebijakan teknis Departemen Keuangan di bidang penganggaran. e. . Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. perumusan standar. c. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. e.. b. norma. d. pelaksanaan administrasi direktorat jenderal. c. Direktorat Anggaran III. dan prosedur di bidang penganggaran. f. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. Direktorat Anggaran I. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. Direktorat Anggaran II. kriteria. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 184 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri dari: a. Direktorat Sistem Penganggaran. d.

kepegawaian. . kepustakaan. dokumentasi. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. koordinasi penyusunan rencana kerja. keuangan direktorat jenderal. Bagian Keuangan. koordinasi dan penyajian informasi penganggaran direktorat jenderal. Pasal 188 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. d. kearsipan. dan perlengkapan direktorat jenderal. dan laporan kinerja direktorat jenderal.54 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 185 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. f. ketatalaksanaan. c. e. c. Pasal 187 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. pembinaan jabatan fungsional direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. rumah tangga. Bagian Kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. rencana strategik. b.. e. dan pelaporan direktorat jenderal.

laporan akuntabilitas. . Pasal 190 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. d. Subbagian Tata Laksana. serta pengembangan kinerja organisasi. monitoring. Pasal 191 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. c. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi dan penyajian informasi penganggaran Direktorat Jenderal. penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi direktorat jenderal. dan laporan pelaksanaan tugas. laporan akuntabilitas kinerja. Subbagian Organisasi. serta pengembangan kinerja organisasi. penyiapan bahan penataan organisasi. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. b.55 Pasal 189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. b. c. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. monitoring. Subbagian Pelaporan. Pasal 192 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. e. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja.

penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. pemberhentian. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. Pasal 195 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. cuti dan pengolahan data kepegawaian. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. statistik. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. urusan tata usaha. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. statistik. c. b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. c. dokumentasi. Pasal 194 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. pemberhentian. Subbagian Mutasi. pemensiunan pegawai. Pasal 197 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. . dokumentasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. d. kepangkatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 196 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. b. serta penyiapan bahan penghargaan dan penegakan disiplin pegawai. pemensiunan.. cuti dan pengolahan data kepegawaian. kepangkatan.56 Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192.

dan perlengkapan direktorat jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. Pasal 200 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. dokumentasi. c. . c. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). Pasal 198 Bagian Keuangan terdiri dari: a. b. Subbagian Perbendaharaan. b. Subbagian Penyusunan Anggaran. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. Pasal 199 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. dan gaji. keprotokolan. c. rumah tangga. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. kepustakaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. ekspedisi.57 b. dan penggandaan. kearsipan. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. kearsipan. pelaksanaan urusan surat menyurat. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.. kepustakaan. pelaksanaan urusan rumah tangga.

melakukan urusan pengadaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.58 Pasal 202 Bagian Umum terdiri dari: a. c. pendistribusian. b. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Subbagian Perlengkapan. kearsipan. pemeliharaan.. penghapusan perlengkapan. dan Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. . perjalanan dinas. Pasal 203 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. dokumentasi. kepustakaan. Subbagian Tata Usaha. penyimpanan. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 204 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P). ekspedisi. keprotokolan dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji pegawai. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rumah Tangga. angkutan pegawai. dan penggandaan. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat.

Kelompok Jabatan Fungsional. f. . serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. penyusunan proyeksi. Pasal 206 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara jangka pendek dan jangka menengah. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro. c. pengelolaan data ekonomi makro dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal. j.. h. analisis kebijakan serta evaluasi pembiayaan anggaran jangka pendek dan jangka menengah. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. e. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. konsolidasi data di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara. pengembangan model perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan proyeksi ekonomi makro. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. i. Subbagian Tata Usaha. e. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. serta penyusunan analisis dan konsolidasi perhitungan risiko fiskal. penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. monitoring dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta perkembangan ekonomi makro. h. serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. l. penyusunan dan pelaporan statistik keuangan pemerintah. k. d. d. f. g. b. penyusunan proyeksi. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja negara jangka pendek dan jangka menengah. g. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.59 b. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Seksi Sektor Pemerintah. b. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor moneter dan lembaga keuangan. Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan.. Pasal 209 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro terdiri dari: a. c. e. Seksi Sektor Eksternal. sektor moneter dan sektor eksternal. analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. serta analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. d. b. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro.60 Pasal 207 Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. kebijakan fiskal dan kerangka penganggaran jangka menengah. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. f. Seksi Sektor Riil. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang kerangka ekonomi makro. . d. c. monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. Subdirektorat Analisis Asumsi Dasar dan Kerangka Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan analisis dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap sektor riil. Pasal 210 (1) Seksi Sektor Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan moneter dan lembaga keuangan.

penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. monitoring dan evaluasi realisasi pendapatan negara. Pasal 211 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara. (4) Seksi Sektor Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal (fiscal stance). b. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung. c. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor riil. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam. c. serta pengembangan model dan pengelolaan data sektor eksternal. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis kebijakan pendapatan negara. serta pengembangan model fiskal dan pengelolaan data sektor pemerintah. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung.. (3) Seksi Sektor Riil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan sektor riil. dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap perekonomian. dan analisis sensitivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. d. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pendapatan negara. . b. Pasal 213 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pendapatan Negara terdiri dari: a. pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam. langkah-langkah kebijakan fiskal. d.61 - (2) Seksi Sektor Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran.

perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak tidak langsung. serta monitoring. pajak bumi dan bangunan (PBB). (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan bagian pemerintah atas laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN). belanja barang. belanja modal. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L). belanja hibah. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak penghasilan (PPh). belanja modal.62 Pasal 214 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. bantuan sosial dan belanja lainnya. cukai. perkembangan realisasi dan sasaran PNBP Non-SDA. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. serta monitoring. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan belanja pegawai. belanja hibah. dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan SDA migas dan SDA non-migas. perkembangan realisasi dan sasaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA). serta monitoring. bantuan sosial dan belanja lainnya. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. evaluasi dan pengelolaan data penerimaan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPN dan PPnBM). bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 215 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. belanja barang. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja pegawai. dan pajak lainnya. belanja barang. belanja hibah.. b. perkembangan realisasi dan sasaran penerimaan pajak langsung. dan pajak ekspor/bea keluar. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. bantuan sosial dan belanja lainnya. serta monitoring. belanja modal. analisis kebijakan serta evaluasi pelaksanaan anggaran belanja pegawai. . bea masuk.

monitoring dan evaluasi pelaksanaan. dan dana alokasi khusus). monitoring dan evaluasi pelaksanaan. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. belanja barang. menyusun proyeksi. belanja modal. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan belanja pegawai. pengembangan model serta pengelolaan data belanja modal. bantuan sosial dan belanja lainnya. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal. Pasal 219 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. penyiapan bahan penyusunan proyeksi belanja pegawai. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. dana perimbangan (dana bagi hasil. bantuan sosial dan belanja lainnya. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. belanja barang.. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pegawai. bantuan sosial dan belanja lainnya. menyusun proyeksi. pengembangan model serta pengelolaan data belanja lainnya dan belanja Kementerian/Lembaga. pengembangan model serta pengelolaan data belanja pegawai dan belanja barang. Pasal 218 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga. dan dana otonomi khusus. menyusun proyeksi. belanja barang. dana alokasi umum. belanja hibah.63 c. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai dan Belanja Barang. b. serta belanja Kementerian Negara/Lembaga. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. pengembangan model serta pengelolaan data belanja hibah dan belanja sosial. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya dan Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja hibah. belanja modal. belanja hibah. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. d. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Modal mempunyai tugas melakukan penyiapkan bahan analisis kebijakan. Pasal 217 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri dari : a. belanja subsidi. c. belanja modal. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial. analisis kebijakan serta evaluasi realisasi pembayaran bunga utang. d. . menyusun proyeksi.

pengembangan model serta pengelolaan data belanja subsidi. d. menyusun proyeksi. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang. belanja subsidi. e. dan dana otonomi khusus. belanja subsidi. d. belanja dana perimbangan. dan dana otonomi khusus. menyusun proyeksi. menyusun proyeksi. c. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembayaran bunga utang.. b. dan dana otonomi khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. belanja subsidi. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model perencanaan pembayaran bunga utang. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. pengembangan model serta pengelolaan data pembayaran bunga utang. pengembangan model serta pengelolaan data dana alokasi umum. belanja subsidi. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Alokasi Umum. Pasal 221 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri dari: a. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. menyusun proyeksi. dana perimbangan. belanja subsidi. Seksi Penyusunan Anggaran Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus. dana perimbangan. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi. dan Dana Otonomi Khusus. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. dan Dana Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. b. pengembangan model serta pengelolaan data dana bagi hasil dan dana alokasi khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembayaran bunga utang. dan dana otonomi khusus. dana perimbangan. dan belanja dana otonomi khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. . dan dana otonomi khusus. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. dana perimbangan. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang belanja bunga utang. Pasal 222 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan.64 Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219.

penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. d.. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. dan pengelolaan risiko fiskal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Pasal 226 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. penyiapan bahan pengelolaan data dan pengembangan model pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. b. Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan luar negeri. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan model serta pengelolaan data pembiayaan dalam negeri. pengelolaan utang. . penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bidang pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. b. Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal. e. analisis kebijakan dan evaluasi pembiayaan anggaran. penyiapan bahan penyusunan proyeksi pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Dalam Negeri. c. menyusun proyeksi. pengelolaan utang dan risiko fiskal. c. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. menyusun proyeksi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penerimaan hibah. Pasal 225 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal terdiri dari: a.65 - Pasal 223 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. f. monitoring pelaksanaan policy matrix pinjaman luar negeri. d. penerimaan hibah serta konsolidasi perhitungan risiko fiskal. Seksi Penyusunan Pembiayaan Anggaran Luar Negeri.

penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan konsolidasi dan pengolahan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya .66 (3) Seksi Penyusunan Anggaran Penerimaan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. penyiapan bahan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. e. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan bahan koordinasi monitoring pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta penyusunan dan pelaporan Statistik Keuangan Pemerintah. data. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan pemerintah. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pengembangan model serta pengelolaan data risiko fiskal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. pengembangan model serta pengelolaan data penerimaan hibah. . f. b. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. g. menyusun proyeksi. (4) Seksi Analisis dan Perhitungan Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan. h. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. d. menyusun proyeksi. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 227 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi data penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

67 i. Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. dan informasi perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 229 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah.. Pasal 231 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. sumbangan bahan Pidato dan lampiran Pidato Presiden. data. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. . (3) Seksi Statistik Keuangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS). serta Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 230 (1) Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengolahan dan monitoring data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. Laporan Semester I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta menyiapkan informasi dan diseminasi data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan data fiskal lainnya. Seksi Pengolahan Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Fiskal Lainnya. Seksi Statistik Keuangan Pemerintah. serta koordinasi kebutuhan aplikasi. d. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Diseminasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR. (4) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi persiapan dan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah.

c. Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran IB. subsidi. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. f. .. Public Service Obligation (PSO). fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. g. i. Subdirektorat Anggaran ID. b. Subdirektorat Anggaran IA. bimbingan teknis. Subdirektorat Anggaran IC. Pasal 234 Direktorat Anggaran I terdiri dari: a. c. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. penelaahan dan Negara/Lembaga.68 Bagian Keenam Direktorat Anggaran I Pasal 232 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian b. e. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. h. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. d. d. pelaksanaan kebijakan. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

PSO. penyiapan bahan koordinasi. Seksi Anggaran IA-1. sementara. IB. b. d. revisi. d. IB. . pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. b. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. g. f. c. Seksi Anggaran IA-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. IC. Seksi Anggaran IA-4. Subbagian Tata Usaha. dan subsidi. ID. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. f. Pasal 237 Subdirektorat Anggaran IA terdiri dari: a. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 235 Subdirektorat Anggaran IA. Seksi Anggaran IA-2. c. Subdirektorat Anggaran IE. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.69 e. IC. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. e. definitif. ID. Subdirektorat Anggaran IA. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga..

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. b. IA-2.. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IB-2. Pasal 241 Subdirektorat Anggaran IC terdiri dari: a. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IC-3. IA-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. Seksi Anggaran IC-1. IC-3. Seksi Anggaran IC-4. d. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IB-3. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IC-2. dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Pasal 239 Subdirektorat Anggaran IB terdiri dari: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.70 Pasal 238 Seksi Anggaran IA-1. Seksi Anggaran IB-1. Pasal 240 Seksi Anggaran IB-1. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. b. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IB-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IB-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. . Seksi Anggaran IC-2. d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 242 Seksi Anggaran IC-1. c. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IB-4.

71 Pasal 243 Subdirektorat Anggaran ID terdiri dari: a. ID-3.. Seksi Anggaran IE-3. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IE-4. Seksi Anggaran ID-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IE-2. dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi. Pasal 246 Seksi Anggaran IE-1. c. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. ID-2. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 245 Subdirektorat Anggaran IE terdiri dari: a. Pasal 244 Seksi Anggaran ID-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IE-3. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 247 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. d. d. Seksi Anggaran ID-3. Seksi Anggaran IE-1. b. IE-2. b. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. . Seksi Anggaran ID-2. Seksi Anggaran ID-4. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.

Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. PSO dan Subsidi.72 Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. c. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a.. h. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. g. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan Subsidi. data. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . sementara. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri dari : a. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. j. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Pasal 249 b. Seksi Dukungan Teknis. d. e. PSO dan Subsidi. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. f. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. i.

penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. rencana kerja anggaran. Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran II Pasal 252 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.. data dan informasi anggaran. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan subsidi. Public Service Obligation (PSO). subsidi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 251 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan ABT. definitif. . b. bimbingan teknis. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. sementara. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. pelaksanaan kebijakan. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi.73 - Pasal 250 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. penyusunan rancangan alokasi anggaran.

f. . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Anggaran IID. IIC. Subdirektorat Anggaran IIB. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Anggaran IIA. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IIC. i. Pasal 254 Direktorat Anggaran II terdiri dari : a. IID. d. b. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Anggaran IIE.74 c. dan subsidi.. f. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. e. revisi. d. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. fasilitasi persetujuan Negara/Lembaga. Pasal 255 Subdirektorat Anggaran IIA. g. data serta informasi penganggaran Kementerian pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pengolahan dan pelaporan Negara/Lembaga. h. kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian g. IIB. sementara. e. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Subdirektorat Anggaran IIC. PSO. IIB. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. c. definitif. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. IID. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IIA.

Pasal 257 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri dari: a. PSO dan Subsidi. Pasal 258 Seksi Anggaran IIA-1. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIB-2. Seksi Anggaran IIA-4. d. b. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. f. b. e. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIA-2. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. . Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. c. Seksi Anggaran IIB-3.. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 259 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri dari: a. c. IIA-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran.75 b. IIA-3. Seksi Anggaran IIB-1. d. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIA-1. Seksi Anggaran IIB-4. Seksi Anggaran IIA-3. d. c.

PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. d.. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.76 Pasal 260 Seksi Anggaran IIB-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. IID-3. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IID-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. IID-2. b. IIC-3. Pasal 264 Seksi Anggaran IID-1. Pasal 261 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri dari: a. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. IIB-2. Pasal 262 Seksi Anggaran IIC-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIB-3. Seksi Anggaran IIC-2. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. c. Seksi Anggaran IID-4. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. b. Seksi Anggaran IIC-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIC-1. IIC-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. . Pasal 263 Subdirektorat Anggaran IID terdiri dari: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IID-1. Seksi Anggaran IID-2. Seksi Anggaran IIC-4. PSO dan Subsidi. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.

c. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. c. Seksi Anggaran IIE-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Pasal 266 Seksi Anggaran IIE-1. PSO dan Subsidi. f. b. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. d. IIE-2. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 267 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran.77 - Pasal 265 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri dari: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIE-4.. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga. IIE-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. b. PSO dan Subsidi. d. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIE-2. e. . penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. sementara. Seksi Anggaran IIE-1. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

. h. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. sementara. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. penyusunan rancangan alokasi anggaran. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. Pasal 269 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri dari : a. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. rencana kerja anggaran. Pasal 271 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. . pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. definitif.78 g. Pasal 270 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. data. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara /Lembaga. b. data dan informasi anggaran. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. i. PSO dan Subsidi. PSO dan subsidi. Seksi Dukungan Teknis. j. dan ABT.

Public Service Obligation (PSO). . monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Negara/Lembaga. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (BAPP). serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pelaksanaan kebijakan. serta Kementerian h. d. b. e. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. pengolahan dan pelaporan data serta informasi penganggaran Negara/Lembaga. penyiapan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. b. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. c. i. Subdirektorat Anggaran IIIA. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga..79 Bagian Kedelapan Direktorat Anggaran III Pasal 272 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. f. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. g. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. bimbingan teknis. Subdirektorat Anggaran IIIB. j. Pasal 274 Direktorat Anggaran III terdiri dari: a. subsidi. Kementerian Negara/Lembaga.

monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. c. e. d. penyiapan bahan penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIIA-4. definitif. Seksi Anggaran IIIA-3. Pasal 275 Subdirektorat Anggaran IIIA. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. IIIB. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. sementara. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. b. Subdirektorat Anggaran IIID. f. Subdirektorat Anggaran IIIA. d. Pasal 277 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri dari: a. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran IIIC. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis.. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. revisi. IIIB. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. dan subsidi. f. c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Anggaran IIIE. g. e. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/ Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. b. Seksi Anggaran IIIA-2. penyiapan koordinasi penyusunan Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.80 c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIA-1. d. penyiapan bahan koordinasi. PSO. .

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIIB-1. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIIA-2. IIIA-3. PSO dan Subsidi. b. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIIC-2. c. Seksi Anggaran IIIB-2. c. IIIB-2. Seksi Anggaran IIIC-3. IIIB-3.. Pasal 280 Seksi Anggaran IIIB-1. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 281 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri dari: a. Seksi Anggaran IIIB-4. Seksi Anggaran IIIC-4. Seksi Anggaran IIIC-1. b. Pasal 279 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri dari: a. Seksi Anggaran IIIB-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.81 Pasal 278 Seksi Anggaran IIIA-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. d.

Pembayaran Pokok Utang Luar Negeri (Bagian Anggaran 096). Pasal 283 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. Pasal 285 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri dari: a. f. PSO dan Subsidi. g. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. IIIC-2. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. b.. Pasal 284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana anggaran pembiayaan dan perhitungan. e. monitoring dan evaluasi anggaran pembiayaan dan perhitungan. penelaahan permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan yang meliputi : Cicilan dan Bunga Utang (Bagian Anggaran 061). Belanja Lain-Lain (Bagian Anggaran 069). Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.82 Pasal 282 Seksi Anggaran IIIC-1. Penyertaan Modal Negara (Bagian Anggaran 099). dan Penerusan Hibah (Bagian Anggaran 102). penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada anggaran pembiayaan dan perhitungan. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. pembiayaan dan pelaksanaan penyelesaian permintaan dan revisi anggaran pembiayaan dan perhitungan dana yang bersifat darurat. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIID-2. . penyiapan bahan penyelesaian rincian anggaran pembiayaan dan perhitungan. Subsidi dan Transfer Lainnya (Bagian Anggaran 062). penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran pembiayaan dan perhitungan. monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Anggaran IIID-1. IIIC-3. Penerusan Pinjaman sebagai Hibah (Bagian Anggaran 101). pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi anggaran perhitungan untuk permintaan dana yang tidak bersifat darurat. Pembayaran Pokok Utang Dalam Negeri (Bagian Anggaran 097). d. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. b. Penerusan Pinjaman (Bagian Anggaran 098).

penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. c. d. b. IIIE-2.. IIID-3.83 c. pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. serta pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. monitoring dan evaluasi anggaran serta menyelesaikan penyusunan rincian anggaran belanja. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. melakukan monitoring penyampaian laporan keuangan. Pasal 288 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287. Pasal 286 Seksi Anggaran IIID-1. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan BAPP. Seksi Anggaran IIIE-1. monitoring. bimbingan teknis penyusunan Laporan Keuangan BAPP. Pasal 287 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan BAPP. IIIE-3. c. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan BAPP. . bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis penyusunan laporan keuangan. d. e. Seksi Anggaran IIIE-3. Pasal 290 Seksi Anggaran IIIE-1. alokasi. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan. Seksi Anggaran IIIE-2. d. menelaah permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat tidak darurat dan menyelesaikan permintaan dan revisi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang bersifat darurat. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan serta melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi Laporan Keuangan BAPP. b. Pasal 289 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri dari: a. Seksi Anggaran IIIE-4. evaluasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Anggaran IIID-3. Seksi Anggaran IIID-4. IIID-2.

serta ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Pasal 292 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 291. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. j. PSO dan Subsidi.. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. f. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. definitif dan ABT anggaran Kementerian Negara/Lembaga. sementara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. i. PSO dan Subsidi. PSO dan Subsidi. data. PSO dan Subsidi. c. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. h.84 - Pasal 291 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. k. g. pelaksanaan penatausahaan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. e. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. l. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan.

melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga dan APP. Pasal 295 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian Negara/Lembaga. penyusunan rancangan alokasi anggaran. menatausahakan data penganggaran serta pinjaman dan hibah luar negeri. ABT Kementerian Negara/Lembaga dan ABT Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. Seksi Dukungan Teknis. dan melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi. serta koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian Negara/Lembaga. PSO dan subsidi.85 Pasal 293 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri dari : a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi perumusan bahan pengembangan norma penyusunan dan evaluasi APP. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. . (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi realisasi anggaran. pagu sementara.. Pasal 294 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. pagu definitif. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. b. data dan informasi anggaran serta menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan BAPP. rencana kerja anggaran.

penatausahaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan di bidang PNBP. pelaksanaan penagihan dan atau pemungutan di bidang PNBP. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Tata Usaha. g.. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. Pasal 298 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. f. koordinasi dan dukungan teknis penyusunan laporan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pedoman. penyusunan rumusan norma. b. d. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas. c. b. standardisasi dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian. Kelompok Jabatan Fungsional. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. g. e. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. i.86 Bagian Kesembilan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 296 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. e. . Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. dan peraturan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. f. h. h. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam.

serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. d. d. Seksi Penerimaan Migas Lainnya..87 - Pasal 299 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penatausahaan. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pedoman. b. standardisasi. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299. Seksi Verifikasi. e. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. c. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. f. c. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. b. Pasal 301 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri dari: a. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. g. Seksi Penerimaan Gas Alam. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.

Pasal 303 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. peraturan. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pemungutan. pedoman. . serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 304 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303. pedoman.. pemungutan. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pemungutan. penyusunan rencana dan realisasi. peraturan. pedoman. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS.88 Pasal 302 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. peraturan. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. b. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. pengolahan dan verifikasi data. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. pedoman.

e. c. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. peraturan. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. b. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.89 c. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. f. g. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. Pasal 305 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri dari: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. d.. . Pasal 306 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Seksi Verifikasi. pedoman. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. i. penatausahaan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penyusunan rencana. h. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. verifikasi data. dan realisasi pemungutan.

b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Non Kementerian. Pasal 308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307. Seksi Penerimaan Non Kementerian III. pemungutan. Pasal 307 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Non Kementerian. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk Badan Layanan Umum. penyiapan perumusan norma. e. Seksi Penerimaan Non Kementerian II. pedoman. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. d. . koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. Seksi Verifikasi. pengolahan dan verifikasi data. c. peraturan. Seksi Penerimaan Non Kementerian I. b. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. penyusunan rencana dan realisasi. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Non Kementerian termasuk BLU. penatausahaan. pedoman.90 (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Pasal 309 Subdirektorat Penerimaan Non Kementerian terdiri dari: a. d. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan.. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. dan peraturan di bidang PNBP pada Non Kementerian. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan.

pengolahan dan verifikasi data. d. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. c. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. c. Pasal 313 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas terdiri dari: a. d. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penyiapan perumusan norma. Seksi Penerimaan Kementerian II. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyiapan bahan penyusunan. b. b. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. Seksi Penerimaan Kementerian I. peraturan. Seksi Verifikasi. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Non Kementerian. Pasal 311 Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal.. pedoman. . e.91 - Pasal 310 (1) Seksi Penerimaan Non Kementerian I. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. standardisasi dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian termasuk Badan Layanan Umum (BLU) dan Sumber Daya Alam (SDA) non migas. pedoman. Pasal 312 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian termasuk BLU dan sektor SDA Non Migas. penatausahaan. Subdirektorat Penerimaan Kementerian dan Sumber Daya Alam Non Migas menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 315 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. penelaahan. Seksi Verifikasi. d. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. b. kehutanan.92 Pasal 314 (1) Seksi Penerimaan Kementerian I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. dan perikanan. (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pedoman. penyusunan. pedoman. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 317 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri dari: a. peraturan. standardisasi. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. . yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh direktur jenderal. standar. Pasal 316 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 315. penyusunan laporan di bidang PNBP dari Kementerian dan SDA Non Migas.. c. pedoman. penyusunan. c. pengolahan dan verifikasi data. penelaahan pagu dan realisasi penggunaan. (2) Seksi Penerimaan Sumber Daya Alam Non Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari SDA Non Migas yang berasal dari kegiatan pertambangan umum. kriteria. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. e. penyiapan bahan perumusan norma. b. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP termasuk BLU. peraturan.

Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. penatausahaan. c. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor migas. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. . panas bumi serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat dan melaksanakan koordinasi kebutuhan aplikasi. pengolahan. pedoman. Pasal 321 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri dari: a. b. standar. penyiapan bahan perumusan norma. verifikasi data. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. kriteria. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan kementerian dan non kementerian. penelaahan. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran.93 Pasal 318 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. standar. d. data.. Pasal 322 (1) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. c. Pasal 319 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. pedoman. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. dan peraturan. peraturan. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. b. pengolahan dan konsolidasi data. penyusunan rencana dan realisasi. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. data. standar. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. pembukuan. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP.

dan evaluasi di bidang sistem penganggaran. pengembangan. dan peraturan. perumusan. . pengkajian. pedoman. standar. h. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pedoman.. dan evaluasi penerapan standar biaya umum. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pemberian bimbingan teknis. perumusan. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 324. pembangunan. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Non Kementerian dan penerimaan laba BUMN. pengkajian. kriteria dan prosedur penyusunan dan evaluasi standar biaya khusus. pengembangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. (3) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. standar. pengkajian. g. norma. norma. penyiapan perumusan standar. f. Bagian Keempat Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 324 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. penyiapan perumusan standar. perumusan. pedoman. c. Pasal 323 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.94 (2) Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. e. kriteria dan prosedur sistem penganggaran. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dari sektor Kementerian dan SDA Non Migas. pembangunan. penyusunan. dan peraturan. b. teknologi informasi. pengembangan. d. standardisasi. pengkajian. pedoman. dan evaluasi basis data. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran serta dukungan teknis teknologi informasi. serta menyusun laporan di bidang PNBP.

95 Pasal 326 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri dari: a. b. kriteria dan prosedur sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. dan penganggaran berbasis kinerja. kerangka pengeluaran jangka menengah. Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu.. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. kerangka pengeluaran jangka menengah. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. serta monitoring dan evaluasi penerapan sistem penganggaran. Subdirektorat Standar Biaya. d. norma. pedoman. b. d. Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja. Pasal 327 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran. kerangka pengeluaran jangka menengah. f. pedoman. Pasal 330 (1) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Terpadu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. kriteria dan prosedur. penyiapan perumusan standar. perumusan norma. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. b. penyiapan bahan pengkajian dan pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran. Pasal 329 Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran terdiri dari: a. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran. e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. c. pengembangan. penyiapan bahan perumusan norma. c. dan penganggaran berbasis kinerja. dan penganggaran berbasis kinerja. kriteria dan prosedur. pedoman. .

Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. kriteria dan prosedur. serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan kerangka pengeluaran jangka menengah. . serta pengembangan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran berbasis kinerja. penyusunan. (3) Seksi Pengembangan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. d. pedoman. pedoman. kerangka pengeluaran jangka menengah. Seksi Standar Biaya Umum. penyiapan bahan perumusan norma. pedoman. Pasal 333 Subdirektorat Standar Biaya terdiri dari: a. (4) Seksi Monitoring dan Evaluasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengembangan dan penerapan sistem penganggaran dengan pendekatan penganggaran terpadu. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi penerapan norma standar biaya khusus. bimbingan teknis norma standar biaya khusus. kriteria dan prosedur. Seksi Standar Biaya Khusus III. b. pedoman. kriteria dan prosedur. Pasal 331 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma. b. dan penganggaran berbasis kinerja.. bimbingan teknis standar biaya umum. penyiapan bahan perumusan norma. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi standar biaya umum. c. perumusan norma. perumusan norma.96 (2) Seksi Pengembangan Sistem Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. kriteria dan prosedur. Seksi Standar Biaya Khusus I. penyusunan standar. Seksi Standar Biaya Khusus II. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. c. bimbingan teknis. d.

97 Pasal 334 (1) Seksi Standar Biaya Khusus I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 338 (1) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. penyiapan bahan evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. b. pedoman. penyusunan. bimbingan teknis. . serta monitoring dan evaluasi standar biaya umum. c. c. (2) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. II. perumusan. perumusan. Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Pasal 337 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran terdiri dari: a. Pasal 335 Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada non kementerian negara/lembaga. serta monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya khusus sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.. b. harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran pada kementerian negara/lembaga. perumusan. d. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyiapan bahan kajian kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Non Kementerian Negara/Lembaga. (2) Seksi Standar Biaya Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya. kriteria dan prosedur.

Pasal 342 (1) Seksi Basis Data Penganggaran I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. b. Seksi Basis Data Penganggaran II. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. perumusan. c. d. pengembangan.. perumusan. pembangunan. (2) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pembangunan. pembangunan. Pasal 341 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri dari: a. dan evaluasi basis data. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. dan evaluasi basis data dan penerapan sistem informasi penganggaran. d. pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. pengembangan. perumusan. penyiapan bahan pengkajian. pengembangan.98 - (3) Seksi Harmonisasi Kebijakan Penganggaran Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. perumusan. Seksi Basis Data Penganggaran I. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. serta bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. pembangunan. perumusan. perumusan. pengembangan. pengembangan. Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi. . harmonisasi serta evaluasi kebijakan dan peraturan di bidang penganggaran lainnya. b. penyiapan bahan pengkajian. serta pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. Pasal 339 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pembangunan. c. dan evaluasi basis data sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 339.

. Pasal 343 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Kebijakan Penganggaran. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 344 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.99 (3) Seksi Dukungan Teknis Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dukungan teknis teknologi informasi. Pasal 345 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. .

Kepatuhan. e. g. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. dan Penerimaan.. Direktorat Keberatan dan Banding. . Direktorat Peraturan Perpajakan I. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. Sekretariat Direktorat Jenderal. b.100 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 346 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri. penyusunan standar. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 348 Direktorat Jenderal Pajak terdiri dari: a. pedoman. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perpajakan. f. c. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. Direktorat Peraturan Perpajakan II. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan prosedur di bidang perpajakan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. c. Direktorat Potensi. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. d. e. b. h. d. norma.

Direktorat Transformasi Proses Bisnis. k. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. Bagian Kepegawaian. e. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. d. Direktorat Penyuluhan. pelaksanaan tata usaha. m. Bagian Keuangan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 349 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Pelayanan. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. f.101 i. b. . Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. dan Hubungan Masyarakat. b. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. keuangan. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. l. kearsipan dan rumah tangga. d.. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. j. kepegawaian. rencana stratejik. Bagian Perlengkapan. koordinasi penyusunan rencana kerja. c. Pasal 351 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Tatalaksana. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penyiapan bahan pemberian izin. pengawasan. . penatausahaan. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. administrasi penataan organisasi. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. b. g.. pengawasan. h. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. e. serta penyiapan bahan pemberian izin. pemantauan. Pasal 354 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri dari: a. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. dan bimbingan konsultan pajak. c. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal.102 Pasal 352 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. f. d. Subbagian Organisasi. Pasal 355 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. Subbagian Pengukuran Kinerja. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. c. prosedur kerja. administrasi. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. administrasi. dan bimbingan konsultan pajak. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional.

dokumentasi. penatausahaan. Pasal 356 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. c. e. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicator. d. kesejahteraan pegawai. penggajian. pemindahan pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian.. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan tata usaha. Pasal 359 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. cuti dan penghargaan pegawai. usulan penyaringan pegawai. penggajian. formasi. d.103 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. analisis kebutuhan pegawai. kepangkatan. pelaksanaan pengangkatan. penempatan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. Pasal 358 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. c. dan pengusulan pegawai. penempatan. statistik. kepangkatan. . Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. b.

. c. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. . kesejahteraan pegawai. formasi. d. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 360 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. b. c. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat.104 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. dokumentasi. usulan penyaringan pegawai. Pasal 362 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Pasal 363 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. cuti dan penghargaan pegawai. Subbagian Penyusunan Anggaran. statistik.

. d. c. . Subbagian Pengadaan I. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. Subbagian Inventarisasi.105 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 366 Bagian Perlengkapan terdiri dari : a. Pasal 364 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perlengkapan. dan Penghapusan. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. Pasal 367 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Subbagian Pengadaan II. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. Pemeliharaan. b. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Inventarisasi. pelaksanaan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal. Pasal 370 Bagian Umum terdiri dari: a. dan ekspedisi. d. Subbagian Protokol. d. penggandaan. pencatatan acara. c. pengetikan. Pasal 368 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. pelaksanaan protokol. pengaturan penerimaan tamu.106 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. b. . kearsipan. penyajian bahan kegiatan. pelaksanaan surat-menyurat.. dan rumah tangga. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Subbagian Rumah Tangga. rapat pimpinan dan akomodasi. penggandaan. Subbagian Tata Usaha. c. pelaksanaan tata usaha. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. dan ekspedisi. pelaksanaan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. serta kearsipan Kantor Pusat. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. serta kearsipan Kantor Pusat. perjalanan dinas. pengetikan. Pasal 371 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. b. e.

Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. pengaturan penerimaan tamu. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya.. . dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan dalam dan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. b. penyajian bahan kegiatan. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. rapat pimpinan dan akomodasi. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 372 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol.107 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. c. perjalanan dinas. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pencatatan acara. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya.

Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. e. pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. b. d.. b. teknis operasional. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subbagian Tata Usaha. . Pasal 375 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pasal 374 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri dari : a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. penyiapan bahan penelaahan. f. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. dan penyusunan rancangan peraturan. e. petunjuk pelaksanaan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan.108 d.

teknis operasional. Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pasal 379 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. Pasal 378 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). Pasal 377 d. . penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri dari: a. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. b. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.109 c. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan.. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.

penegasan (ruling). dan elektronik. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. b. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. otomotif. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. . penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan.110 Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. petunjuk pelaksanaan. c. penyiapan bahan penelaahan. c.. teknis operasional. b. Pasal 381 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri dari: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penegasan (ruling). teknis operasional. pertambangan. Pasal 382 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. petunjuk pelaksanaan.

Pasal 386 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. d. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. Jasa. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan.. Pasal 385 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. penegasan (ruling).111 - Pasal 383 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. jasa. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. c. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. jasa. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. Jasa. b. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. . jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri dari: a. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. b. jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.

teknis operasional. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. dan penyusunan rancangan peraturan. b. petunjuk pelaksanaan. . (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. Pasal 387 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional.112 - (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). teknis operasional.

113 - Pasal 389 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri dari: a. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. penegasan (ruling). dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. b. Pasal 391 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pengolahan data. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan.. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. penegasan (ruling). keberatan dan pengurangan. . tata usaha. c. teknis operasional. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. penegasan (ruling). kepegawaian. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 390 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan.

c. koordinasi dan pemantauan pelaksanaan tugas bidang perpajakan perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. i. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. bantuan hukum. d. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 393 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. b. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan.114 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 392 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Pajak Penghasilan. bantuan hukum dan perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. f. teknis operasional. b. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 394 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri dari: a. analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. . g. petunjuk pelaksanaan. e. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum.. bantuan hukum. dan harmonisasi peraturan perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. serta perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. standardisasi dan bimbingan teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan dan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. h. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a.

penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. g. Pasal 397 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri dari: a. b. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. Pasal 396 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. f. e. b. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. . c. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan.. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. petunjuk pelaksanaan.115 c. Pasal 395 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. d. Subdirektorat Bantuan Hukum. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. Pasal 398 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. c.

b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. Pasal 400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.116 (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan.. Pasal 399 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. . Pasal 401 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri dari: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. c. b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. c. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. teknis operasional. penegasan (ruling). penyiapan bahan penelaahan. d.

117 - Pasal 402 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 403 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan.. (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. b. c. teknis operasional. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan Pajak Penghasilan Pasal 26. pengendalian dan evaluasi peraturan. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. dan peraturan pelaksanaannya. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. penegasan (ruling). . teknis operasional. penegasan (ruling). teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. penegasan (ruling). Pajak Penghasilan Pasal 23. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. Pasal 404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403. penegasan (ruling). (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

118 e. d. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika.. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. . Seksi Perjanjian Eropa. Pasal 406 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta penyiapan bahan penelaahan. f. Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. b. pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. c. serta penyiapan bahan penelaahan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. Pasal 405 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri dari: a. serta penyiapan bahan penelaahan. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.

- 119 Pasal 407 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis, dan pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir, pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407, Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 409 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Bantuan Hukum I; Seksi Bantuan Hukum II; Seksi Bantuan Hukum III; Seksi Bantuan Hukum IV. Pasal 410 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat, wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

b.

c.

- 120 (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi, Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan, pelaksanaan, dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 411 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan, dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411, Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan; sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak; analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional.

b.

c.

d.

- 121 Pasal 413 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan; Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan; Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan; Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. Pasal 414 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan, petunjuk pelaksanaan, teknis operasional, serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 415 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan, dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha,

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 416 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi dan bimbingan teknis, pembinaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

- 122 Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416, Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang pemeriksaan pajak; penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penagihan pajak; pelaksanaan, bimbingan, dan dukungan pemeriksaan; pelaksanaan urusan dan bimbingan penagihan pajak; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 418 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan; Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan; Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus; Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan; Subdirektorat Penagihan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 419 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. Pasal 420 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 419, Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala;

- 123 b. c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. Pasal 421 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi; Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan; Seksi Strategi Pemeriksaan. Pasal 422 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. Pasal 423 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. Pasal 424 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 423, Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak; pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak.

- 124 Pasal 425 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Teknik Pemeriksaan; Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan; Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. Pasal 426 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. Pasal 427 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. Pasal 428 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 427, Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis; bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.

b.

c.

- 125 Pasal 429 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri dari : a. b. c. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup; Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam; Seksi Transaksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. Pasal 430 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan, serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. Pasal 431 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan, dukungan teknis, sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. Pasal 432 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431, Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelahaan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait; penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait;

- 126 c. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. Pasal 433 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Kerjasama Pemeriksaan; Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan; Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. Pasal 434
(1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis, sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional, dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan, pengendalian, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait.

Pasal 435 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435, Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak;

- 127 b. c. pemantauan, pengawasan, pengendalian, koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan; penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. Pasal 437 Subdirektorat Penagihan terdiri dari: a. b. c. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan; Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan; Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Pasal 438 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak, serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak, serta pemantauan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penelaahan, pengawasan, pengendalian mutu penagihan pajak, dan penatausahaan penagihan pajak, piutang pajak, dan penghapusan tunggakan pajak. Pasal 439 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan rumah tangga Direktorat. kepegawaian, tata usaha, dan

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 440 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi di bidang intelijen, identifikasi tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 128 Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440, Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pengumpulan dan penelaahan di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang intelijen, rekayasa keuangan, pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, dan penyidikan pajak; pelaksanaan identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan wajib pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; bimbingan dan dukungan pelaksanaan kegiatan intelijen, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan; pencarian dan pengumpulan data dan informasi dalam kerangka pelaksanaan kegiatan intelijen sebagai pelaksanaan undang-undang perpajakan; distribusi dan pemantauan pemanfaatan data dan informasi di bidang intelijen dan rekayasa keuangan; pemantauan atas Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan; pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 442 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Intelijen Perpajakan; Subdirektorat Rekayasa Keuangan; Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan; Subdirektorat Penyidikan; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional.

b. c.

d. e. f. g. h. i. j.

- 129 Pasal 443 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan, analisis, dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta pelaksanaan intelijen. Pasal 444 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 443, Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan, pemantauan, evaluasi kegiatan intelijen, dan standardisasi teknis data intelijen, pengelolaan data intelijen, sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen; penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait; pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. Pasal 445 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri dari: a. b. c. Seksi Intelijen Perpajakan I; Seksi Intelijen Perpajakan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. Pasal 446 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan, analisis, dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen, serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen.

c.

d. e.

- 130 -

Pasal 447 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447, Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan; identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan; pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 449 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri dari: a. b. c. Seksi Rekayasa Keuangan I; Seksi Rekayasa Keuangan II; Seksi Rekayasa Keuangan III. Pasal 450 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan.

b. c.

- 131 -

(3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi, data, laporan, dan pengaduan, identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. Pasal 451 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 452 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 451, Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 453 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri dari: a. b. c. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I; Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. Pasal 454 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan.

c.

- 132 (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 455 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, penyusunan, pemantauan, pengendalian, bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 456 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455, Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; penatausahaan, pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan; bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 457 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari : a. b. c. Seksi Penyidikan I; Seksi Penyidikan II; Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. Pasal 458 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi.

Subdirektorat Ekstensifikasi. . Subdirektorat Penilaian I. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. c. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha Direktorat. tata usaha. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendataan dan pemetaan objek dan subjek pajak.. pengawasan. pemetaan. b. kepegawaian. Subdirektorat Pendataan. c. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 460 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pengendalian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian dan penetapan. Pasal 459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan.133 (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. b. dan evaluasi ekstensifikasi perpajakan serta di bidang pendataan. dan penetapan pajak. standardisasi bimbingan teknis. Pasal 462 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. penilaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan.

f. pendataan. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. e. Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. Pasal 467 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. pemantauan Pasal 465 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri dari: a. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a.134 d. dan pemetaan objek dan subjek pajak.. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Pasal 466 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Subbagian Tata Usaha. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. b. Subdirektorat Penilaian II. Pasal 463 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. Seksi Teknis Ekstensifikasi. c. (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. c. dan evaluasi pelaksanaan teknis .

b. komersial. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan.. pendataan. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan.135 - Pasal 468 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 467. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. perhutanan. Pasal 470 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. c. . pendataan. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. pendataan. b. c. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. Pasal 469 Subdirektorat Pendataan terdiri dari: a. Pasal 471 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. dan pemetaan objek dan subjek pajak. penilaian individu sektor perkebunan. Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. pendataan. dan pemetaan objek dan subjek pajak.

Pasal 475 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. b. penyiapan bahan perumusan. pemantauan. pemantauan. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. industri. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. c. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. c. Pasal 474 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Massal Bumi. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. Pasal 473 Subdirektorat Penilaian I terdiri dari: a. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan.. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan.136 Pasal 472 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 471. analisis keseimbangan nilai. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. penilaian individu sektor perumahan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. penyiapan bahan perumusan. .

Pasal 479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pemantauan. kepegawaian. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan.137 Pasal 476 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 475. penyiapan bahan perumusan. . evaluasi. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. c. dan rumah tangga Direktorat. evaluasi. Seksi Penilaian Massal Bangunan. penyiapan bahan perumusan. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan. b. pemantauan. Pasal 477 Subdirektorat Penilaian II terdiri dari: a. Pasal 478 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri.. Seksi Penilaian Individu Pertambangan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. c. tata usaha. evaluasi.

pemantauan.138 Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 480 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. e. b. keberatan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. pengurangan. Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. Subbagian Tata Usaha. pembatalan. d. f. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. banding di Pengadilan Pajak. banding di Pengadilan Pajak. dan gugatan di Pengadilan Pajak. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang penyelesaian pembetulan. d. dan Peninjauan Kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. b. penghapusan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. penghapusan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. pelaksanaan penyelesaian Peninjauan Kembali atas putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. pengurangan. pengurangan. penghapusan. pembatalan.. c. gugatan di Pengadilan Pajak. banding di Pengadilan Pajak. banding di Pengadilan Pajak. di bidang perpajakan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. pengurangan. standardisasi dan bimbingan teknis. keberatan. . pelaksanaan dan evaluasi penyelesaian pembetulan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. keberatan. Pasal 482 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. keberatan. pembatalan. pembatalan. c.

pengurangan. penghapusan. Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. pembatalan. c. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. dan keberatan. . wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. penelaahan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penghapusan. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. b. Jakarta Selatan. dan keberatan. pengurangan. pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. b.139 Pasal 483 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. dan keberatan. pengurangan. pembatalan. penghapusan. pembatalan. Seksi Pengurangan dan Keberatan III.. pengurangan. penghapusan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. pengurangan. Pasal 484 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 483. Pasal 485 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri dari: a. Jakarta Timur. Maluku dan Papua. penyiapan bahan penelaahan. penghapusan. d. Bali. pembatalan. pembatalan. pengurangan. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penghapusan. dan keberatan di wilayah Sulawesi. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. Nusa Tenggara. Pasal 486 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pembatalan.

serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan keberatan di wilayah Sumatera. b. penyiapan bahan penelaahan. pembatalan.. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 487 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. c.140 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Seksi Banding dan Gugatan IC. Jawa Tengah. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. . Seksi Banding dan Gugatan IA. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Jawa Barat. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Banten. penghapusan. pengurangan. b. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 488 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 487. Seksi Banding dan Gugatan IB. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 490 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 489 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri dari: a.

dan Jakarta Timur. Sulawesi. Seksi Banding dan Gugatan IIA. penyiapan bahan penelaahan.. . b. Nusa Tenggara. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Seksi Banding dan Gugatan IIC. Nusa Tenggara. Pasal 493 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri dari: a. dan Jawa Tengah. Bali. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. dan Papua. Maluku. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan Jawa selain Jakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Papua. Pasal 494 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Jawa Barat. Seksi Banding dan Gugatan IIB. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 491 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Jakarta Selatan. Sulawesi. Kalimantan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan.141 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Maluku. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Pasal 492 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 491. penelaahan. c. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Bali. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan.142 - Pasal 495 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. penatausahaan. b. c. penghapusan. pembatalan. pengurangan. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. Pasal 498 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan.. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. keberatan. Seksi Evaluasi Banding. dan banding di Pengadilan Pajak. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penyiapan bahan. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. keberatan. c. pembatalan. dan keberatan. penyiapan bahan pemantauan. pengendalian. penyiapan bahan pemantauan. keberatan. penyiapan bahan pemantauan. penghapusan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. Gugatan. Seksi Peninjauan Kembali. dan Peninjauan Kembali. penatausahaan. banding di Pengadilan Pajak. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Gugatan. penatausahaan. b. pembatalan. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penghapusan. pengurangan. pengendalian. (3) Seksi Evaluasi Banding. pengurangan. Pasal 496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 495. pengurangan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penyiapan bahan. . Pasal 497 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri dari: a. pembatalan. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. pemantauan. penghapusan. pemantauan.

b. . serta pemantauan. Kepatuhan. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga Direktorat. dan Penerimaan terdiri dari: a. penyiapan bahan penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang analisis dan evaluasi penerimaan perpajakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. Kepatuhan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. b. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan Penerimaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.143 Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. f. d. dan Penerimaan Pasal 500 Direktorat Potensi. Kepatuhan. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. dan penyusunan kebijakan. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. penyiapan bahan penelaahan. Pasal 502 Direktorat Potensi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. kepegawaian. pengendalian. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan.. dan penyusunan kebijakan. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. standardisasi dan bimbingan teknis. tata usaha. e. serta pemantauan. Subdirektorat Potensi Perpajakan. penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. Kepatuhan. penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Dampak Kebijakan. Direktorat Potensi. pengendalian.

Pasal 504 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503. serta pemantauan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. serta pemantauan. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. e. serta pemantauan. penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. Subbagian Tata Usaha. b. Seksi Potensi Sektor Jasa. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.. pengendalian. . Pasal 506 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. b. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak.144 d. f. Pasal 503 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Seksi Potensi Sektor Industri. c. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. pemantauan. pengendalian. pengendalian. Pasal 505 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri dari: a. pengendalian. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. Kelompok Jabatan Fungsional.

. penelaahan dan penelitian perpajakan. penyiapan. dan penyusunan kebijakan. Pasal 509 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri dari: a. pemilihan tema penelitian perpajakan.145 Pasal 507 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pendistribusian hasil penelitian. Seksi Dampak Kebijakan Umum. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.. penelaahan. pengendalian. Pasal 511 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. serta pemantauan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. b. penelaahan. b. c. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. c. Pasal 510 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

pengendalian. serta pemantauan. d. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. d. pengendalian. pengendalian. e. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. c. Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. pengendalian. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. . pemantauan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. b. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan.146 Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. pemantauan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. serta pemantauan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan. b.. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. Pasal 514 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 513 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri dari: a.

rekonsiliasi. dan penyusunan kebijakan. analisis. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. serta pemantauan. dan penatausahaan penerimaan pajak. statistik. . dan penatausahaan penerimaan pajak. Pasal 515 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. Seksi Evaluasi Penerimaan. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. analisis. penyusunan. statistik.. rekonsiliasi. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. Pasal 518 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penelaahan. pengendalian. b. Pajak Pertambahan Nilai. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. Pasal 517 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri dari: a. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. c. e. d. pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan.147 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. b. c. pemantauan. d. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. f.

Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. pemantauan. c. pelayanan dan hubungan masyarakat. Pasal 519 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. pengendalian. d. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. . penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional penyuluhan. kepegawaian. bimbingan dan pelaksanaan penyuluhan. Pelayanan. penyusunan. pelayanan dan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat Pasal 520 Direktorat Penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. Pelayanan. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. dan rumah tangga Direktorat. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang penyuluhan. Direktorat Penyuluhan. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.148 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. pelayanan dan hubungan masyarakat. pelaksanaan tata usaha Direktorat.. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyuluhan.

Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan peraturan non perpajakan. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. b. metode. riset pelajar dan mahasiswa. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. c. dokumentasi peraturan perpajakan.149 Pasal 522 Direktorat Penyuluhan. Pelayanan. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. d. i. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. e. f. Pasal 523 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. b. pemantauan. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. dan penyusunan kebijakan. dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. pengendalian. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. penyiapan teknik. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. pemantauan. g.. j. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemantauan. d. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. . perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. penelaahan. pengendalian. h. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. pengendalian. Subbagian Tata Usaha. dan materi penyuluhan pajak. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. e. f.

dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. serta pemantauan. Pasal 526 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi.. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. b. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dukungan Penyuluhan. dan penyusunan kebijakan. b. serta pemantauan. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan.150 Pasal 525 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri dari: a. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. Seksi Materi Penyuluhan. serta pemantauan. serta pemantauan. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. serta pemantauan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. riset pelajar dan mahasiswa. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 527 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. c. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. . Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527.

pengendalian. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pengendalian. pengendalian.151 c.. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. Pasal 529 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri dari: a. pengendalian. serta pemantauan. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. dan penyusunan kebijakan. Seksi Pelayanan Pengaduan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. b. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. d. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. d. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. Pasal 531 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. c. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. pengendalian. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Base mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. bimbingan pelaksanaan pelayanan. . dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Pasal 530 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat.

Seksi Pengelolaan Berita.. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. Pasal 535 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. c. pengendalian. pengendalian. d. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 533 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri dari: a. pengendalian. baik internal maupun eksternal. serta pemantauan. pengendalian. c. b. pengendalian. serta pemantauan dan pengelolaan berita. pemantauan. . penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 534 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Hubungan Eksternal. Seksi Pengelolaan Situs. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. d. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengelolaan situs. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.152 b. Seksi Hubungan Internal. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. pengendalian.

b. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. dan rumah tangga Direktorat. c. pelaksanaan. Pasal 537 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri dari: a.153 b. pengendalian. . pemantauan. bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). penyusunan kebijakan teknis. Seksi Kerjasama Luar Negeri. tata usaha.. pemantauan. dan penyusunan. pelaksanaan. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. d. Pasal 539 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. Pasal 538 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. kepegawaian. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pengendalian. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. serta pelaksanaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). Seksi Kemitraan Wajib Pajak. pengendalian. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri.

serta administrasi program aplikasi. aplikasi. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. dan penyusunan kebijakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. Pasal 542 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Operasional. serta pemantauan. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. serta pelaksanaan bimbingan sistem. pertukaran data elektronik. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. Pasal 543 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pemantauan. Kelompok Jabatan Fungsional.154 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 540 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pemantauan sistem dan infrastruktur. e. c. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Subdirektorat Pendukung Operasional. aplikasi. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. d. b. Subbagian Tata Usaha. serta pemantauan. pengendalian. c. pengelolaan intranet dan internet. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha Direktorat. registrasi Wajib Pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta administrasi program aplikasi. pengendalian.. pemutakhiran data tampilan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan. pemberian dukungan dan layanan operasional serta pembinaan pengolahan data dan pengelolaan dokumen. b. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur.

dukungan teknis. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. . Pasal 545 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri dari: a. serta pemantauan.155 - Pasal 544 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 543. aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. aplikasi. pengendalian.. b. dan evaluasi teknik operasional. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. c. administrasi program aplikasi. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta pemantauan. c. serta administrasi program aplikasi. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Pasal 546 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. dan jaringan komunikasi data. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. registrasi Wajib Pajak. serta pemantauan. aplikasi. dukungan teknis. pemantauan. registrasi Wajib Pajak. dan jaringan komunikasi data. dan jaringan komunikasi data. d. registrasi Wajib Pajak. dukungan teknis. Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. d. pengendalian. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. b. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak.

Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. d. serta pengelolaan intranet dan internet.. b. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. Seksi Bimbingan Sistem. serta administrasi program aplikasi. pelaksanaan bimbingan sistem. pemutakhiran data tampilan. serta pengelolaan intranet dan internet. pemantauan. pemutakhiran data tampilan. dan pelaksanaan tugas. kegiatan.156 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi pekerjaan. serta pemantauan. serta pemantauan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. pertukaran data elektronik. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan bimbingan sistem. d. pengendalian. pemutakhiran data tampilan. serta pemantauan. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. pertukaran data elektronik. c. Pasal 549 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri dari: a. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pertukaran Data Elektronik. dan penyusunan kebijakan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pengendalian. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. serta pengelolaan intranet dan internet. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. . b. pemutakhiran data tampilan. pengendalian. pengelolaan intranet dan internet. pertukaran data elektronik. pertukaran data elektronik. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. penelaahan. c. Pasal 550 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 547 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. administrasi pekerjaan.

pengolahan data dan dokumen. serta pemantauan. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. serta pemantauan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta administrasi pekerjaan. pengendalian. basis data. Pasal 551 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.157 - (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi pekerjaan. serta pemantauan. pengendalian. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. pengolahan data dan dokumen. c. pengendalian. basis data. kegiatan dan pelaksanaan tugas. administrasi program aplikasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. basis data. pemantauan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. b. e. serta pengolahan data dan dokumen. pengolahan data dan dokumen. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pemantauan. d. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. basis data. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data..

serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. tata usaha. b. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi teknik operasional. Pasal 555 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. serta administrasi program aplikasi. penyimpanan. Pasal 554 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.. pengendalian. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. kepegawaian. pengendalian. c. . serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pemantauan. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. dan rumah tangga Direktorat. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. d. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. pengendalian. kualitas dan transfer data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pemantauan. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. Seksi Pemantauan Basis Data. serta pemantauan.158 - Pasal 553 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri dari: a.

pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). b. dan kompetensi pegawai. perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. Subdirektorat Investigasi Internal. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. e. penyusunan strategi dan perancangan.159 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 556 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. penyusunan strategi dan perancangan. evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang organisasi. h. penyusunan dan evaluasi rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal. manajemen kepegawaian. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. koordinasi. dan manajemen kepegawaian lainnya. j. perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi. pelaksanaan tata usaha Direktorat. perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun pengukuran kinerja. b. i. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). serta penyusunan strategi dan perancangan. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. dan uji coba pengembangan serta evaluasi implementasi di bidang sumber daya aparatur. k. c. evaluasi hasil temuan pemeriksaan. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. peningkatan kompetensi pegawai. perancangan. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a.. l. dan pelaksanaan sistem pengawasan internal Direktorat Jenderal. f. penyusunan strategi. d. g. Subdirektorat Kepatuhan Internal. Pasal 558 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri dari: a. . serta pelaksanaan sistem investigasi internal.

dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). f. Pasal 559 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. b. d. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. e. c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. dan penyusunan strategi. Seksi Penjaminan Kualitas.. perancangan. g. penyiapan bahan penyusunan strategi. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Seksi Pengujian Kepatuhan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Pasal 561 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri dari : a. . serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Seksi Internalisasi Kepatuhan. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Subdirektorat Transformasi Organisasi. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. perancangan. Pasal 562 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan.160 c. c.

Seksi Investigasi Internal II. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. c. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. koordinasi. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. d. . serta pelaksanaan sistem investigasi internal. Seksi Investigasi Internal I. e.. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan.161 - Pasal 563 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. c. Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. Pasal 565 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri dari : a. pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. b. Pasal 566 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. b. perancangan. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat.

Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. Pasal 567 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. b. penyiapan bahan penyusunan strategi.162 - (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. pelaksanaan. Seksi Perencanaan Strategis. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. uraian jabatan. perancangan. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. b. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. . penyiapan bahan kelembagaan. c. d. perancangan. Pasal 570 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. c. prosedur kerja. Pasal 569 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri dari : a.. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. dan analisis jabatan.

d. b.163 (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. penyiapan bahan evaluasi. dan analisis jabatan. c. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. pengukuran kinerja pegawai. Pasal 574 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. dan Kompensasi. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. promosi. dan manajemen kepegawaian lainnya. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. . e. Promosi. uraian jabatan.. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. Pasal 571 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. c. b. Pasal 573 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri dari: a. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. dan kompensasi. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. perancangan. prosedur kerja. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian.

d.. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. b. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan kompensasi. Promosi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan evaluasi. Pasal 577 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri dari: a. promosi. analisis kriteria kompetensi pegawai. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. dan kompensasi. . penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. promosi.164 - (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. b. serta asistensi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Pasal 575 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. Pasal 578 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan. c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai.

evaluasi dan implementasi dalam hal analisis dan evaluasi sistem informasi. serta analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pengawasan. pengembangan dan instalasi aplikasi perpajakan.165 - (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. penyusunan strategi dan perancangan serta pengembangan sistem dan prosedur perpajakan. pengembangan perangkat keras.. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. kepegawaian. Pasal 579 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. e. aplikasi informasi geografis. instalasi. tata usaha. penyiapan bahan evaluasi sistem informasi. d. f. perencanaan. pengembangan. pengembangan. pengembangan aplikasi di bidang teknologi komunikasi dan informasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. g. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. dan aplikasi informasi dan pelaporan. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 580 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. basis data dan data spasial. pelaksanaan tata usaha Direktorat. . Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan pengelolaan konfigurasi basis data. c. b. jaringan komunikasi data.

c.. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. c. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. b. c. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. b. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. b. . Pasal 586 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. evaluasi sistem informasi. d. e. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. d. Pasal 585 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri dari : a. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi sistem informasi. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 583 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan.166 Pasal 582 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri dari : a.

perencanaan. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. pengelolaan basis data. dan evaluasi jaringan komunikasi data. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data.167 - (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 589 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri dari : a. c. Seksi Pengelolaan Data Spasial. perencanaan perancangan. instalasi. instalasi. Pasal 587 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan evaluasi konfigurasi basis data. pengelolaan data spasial. penelitian. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data.. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. perancangan. d. perancangan. Seksi Pengelolaan Basis Data. instalasi. instalasi konfigurasi basis data. perencanaan. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. dan evaluasi jaringan komunikasi data. perancangan. instalasi. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. . b. d. penelitian. perancangan. c. b. perencanaan. Pasal 590 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. dan evaluasi konfigurasi basis data.

Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. b. . Pasal 593 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari : a. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi.168 Pasal 591 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. serta administrasi program aplikasi. perencanaan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. aplikasi informasi geografis. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. instalasi. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. pengembangan. Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. c. aplikasi informasi geografis. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi aplikasi perpajakan. penelitian. instalasi aplikasi perpajakan. serta administrasi program aplikasi. perancangan. dan aplikasi informasi dan pelaporan. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. pengembangan. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. pengembangan. d.. dan instalasi aplikasi informasi geografis. Pasal 594 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. b.

Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. penyusunan strategi. melakukan uji coba pengembangan. f. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. perancangan. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 596 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian pengembangan proses bisnis. b. perancangan. penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi di bidang operasional. kepegawaian. tata usaha. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a.. dan rumah tangga Direktorat. pendataan. b. c. menyusun strategi. h. Pasal 598 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri dari: a. penyiapan. penyusunan strategi. penyiapan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. e. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. penyiapan. perancangan.169 Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. . g. perancangan. d. penyiapan. Pasal 597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. pengkajian pengembangan proses bisnis Direktorat Jenderal Pajak. penyiapan. menyiapkan. merancang. dan penilaian. evaluasi implementasi pengembangan di bidang operasional. penyusunan strategi. penyusunan strategi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi.

e. pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. c. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan.170 c. evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. pengkajian. penyiapan. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan.. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. b. perancangan. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. perancangan. f. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 599 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. penyusunan strategi. Pasal 603 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. perancangan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 601 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri dari: a. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 602 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. Kelompok Jabatan Fungsional. . d. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. perancangan. Pasal 607 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. perancangan. Pasal 606 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan.171 Pasal 604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. b. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. Seksi Pengembangan Pelayanan II. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. perancangan. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. b.. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. c. . pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 605 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri dari: a. Seksi Pengembangan Pelayanan I. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pelaksanaan uji coba konsep.

172 Pasal 609 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri dari: a. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. penyiapan bahan penyusunan strategi. pendataan. penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. Pasal 613 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri dari: a. pendataan. perancangan. b. d. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. pendataan. Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. pemetaan. penyiapan. dan penilaian. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. dan penilaian. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 610 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. . Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi.. b. pelaksanaan uji coba konsep. c. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. Pasal 611 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep. dan penilaian.

Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 616 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan rumah tangga Direktorat. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.. pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep. tata usaha. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 615 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan kearsipan. Pasal 617 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. dan penilaian. kepegawaian.173 - Pasal 614 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. pendataan. penyiapan bahan penyusunan strategi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. .

. h. Direktorat Audit. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Kepabeanan Internasional. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 620 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri dari: a. d. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. kriteria. . Direktorat Penindakan dan Penyidikan. dan prosedur di bidang kepabeanan dan cukai. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. g. perumusan standar. f.174 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 618 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Direktorat Teknis Kepabeanan. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. e. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. pedoman. e. i. b. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai. b. c. Direktorat Cukai. c. Direktorat Fasilitas Kepabeanan.

g. Bagian Kepegawaian. e. Bagian Keuangan. kearsipan. analisa jabatan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. ketatalaksanaan. f. rencana strategik. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. c.175 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 621 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum.. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. Pasal 624 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. evaluasi kinerja serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional dan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. f. evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. dan pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. d. koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan akuntabilitas. b. Bagian Perlengkapan. . Bagian Organisasi dan Tata Laksana. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penataan organisasi. c. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. pembakuan prestasi dan sarana kerja. Pasal 623 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. koordinasi penyusunan rencana kerja. Pasal 622 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621. b. pelaksanaan tata usaha. kepegawaian dan keuangan. e.

penyusunan rumusan produk hasil kerja. b. standar norma waktu. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi kinerja. c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya. b. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 626 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. e. d. c. penelaahan dan evaluasi jabatan. penelitian. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi. laporan akuntabilitas kinerja. standar norma waktu. dan tata naskah persuratan dinas Direktorat Jenderal. pelaksanaan evaluasi kinerja seluruh unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Pasal 627 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi.176 Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal.. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja. . d. uraian jabatan. analisis jabatan. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan masyarakat. dan standar beban kerja. (3) Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas. f. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. pembakuan prestasi dan sarana kerja. dan penyusunan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan. pemeriksaan. dan standar beban kerja. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. penyusunan rumusan produk hasil kerja. prosedur dan metode kerja. dan penyusunan jabatan fungsional. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal.

Pasal 629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 628. Pasal 631 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan perencanaan. penggajian. pemeriksaan. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. c. dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengangkatan.. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. penindakan. pemindahan. d. pemindahan. . d. penindakan. Subbagian Umum Kepegawaian. kepangkatan. pelaksanaan urusan tata usaha. ujian jabatan. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan masyarakat. Pasal 630 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengawasan masyarakat. penempatan. serta penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. pendataan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penempatan. dan penjatuhan hukuman disiplin. kepangkatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. dan dokumentasi kepegawaian. formasi dan pengadaan pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan penjatuhan hukuman disiplin. c. b. Pasal 628 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. b. penggajian.177 (4) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penelitian. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. cuti.

b. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pendataan pegawai. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Subbagian Gaji. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan dokumentasi kepegawaian. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 632 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. d. Subbagian Penyusunan Anggaran. c. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 632. .178 - (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan.. cuti. c. formasi dan pengadaan pegawai. Pasal 634 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Pasal 635 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. d. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha.

Pasal 640 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penggandaan. c. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan.. . Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636. Subbagian Pengadaan.179 Pasal 636 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. Pasal 638 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. pelaksanaan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan inventarisasi. pemeliharaan. b. dan penghapusan perlengkapan. dan penghapusan perlengkapan. pengetikan. Pasal 639 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan sarana. pemeliharaan. c. b. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. dan kearsipan Direktorat Jenderal. distribusi.

pelaksanaan kesejahteraan. pemeliharaan sarana. tarif bea masuk dan nilai pabean. Subbagian Kesejahteraan.. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. dan rumah dinas kantor pusat. c. d. keprotokolan. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 644 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. akomodasi. poliklinik. tarif bea masuk dan nilai pabean. pengetikan. poliklinik dan rumah dinas. pengamanan kantor. . Pasal 642 Bagian Umum terdiri dari: a. b.180 c. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. protokol. serta pelaksanaan identifikasi dan klasifikasi barang. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. pengamanan kantor. Subbagian Rumah Tangga. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan akomodasi Direktur Jenderal. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. e. penggandaan. identifikasi dan klasifikasi barang. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. dan akomodasi Direktur Jenderal. d.

dan data harga. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. d. serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan barang milik negara. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 646 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 647 Subdirektorat Impor dan Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Impor dan Ekspor menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Impor dan Ekspor. c. Subdirektorat Nilai Pabean. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. e. barang dikuasai negara. profil komoditi. c. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. barang tidak dikuasai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b.. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. dan tarif bea masuk.181 Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. Subdirektorat Klasifikasi Barang. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor dan ekspor. . b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat penimbunan pabean.

Seksi Ekspor. Pasal 651 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. tempat penimbunan pabean. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. (3) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 650 (1) Seksi Impor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. tarif bea masuk pembalasan. Seksi Penangguhan Bea Masuk. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. barang tidak dikuasai.182 - Pasal 649 Subdirektorat Impor dan Ekspor terdiri dari: a. profil komoditi. c. standardisasi dan bimbingan teknis. barang dikuasai negara. tarif bea masuk. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. profil komoditi. dan tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea keluar.. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan barang milik negara. (4) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Impor. .

Seksi Klasifikasi III. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. Seksi Klasifikasi IV. Pasal 653 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri dari: a. dan tarif bea keluar. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis.183 b. tarif bea masuk. tarif bea masuk. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Seksi Klasifikasi I. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. . tarif bea masuk anti dumping/imbalan. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan.. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. c. tarif bea masuk pembalasan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan. Seksi Klasifikasi II. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Pasal 654 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b.

standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.184 - (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 657 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri dari: a. tarif bea masuk. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Pasal 655 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 658 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Nilai Pabean I. d. standardisasi dan bimbingan teknis.. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pengamanan. . Seksi Nilai Pabean II. b. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Seksi Nilai Pabean III. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. dan data harga. standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pengamanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. tarif bea masuk. Seksi Nilai Pabean IV. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tempat penimbunan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor.. rumah tangga. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. dan pelaksanaan pembebasan atau keringanan bea masuk.185 (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. kearsipan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. . Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 660 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.

d. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. b. serta barang pribadi penumpang. Subdirektorat Pembebasan. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. buku ilmu pengetahuan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. amal. . standardisasi dan bimbingan teknis. barang pindahan. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. standardisasi dan bimbingan teknis. awak sarana pengangkut. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. Kelompok Jabatan Fungsional. sosial. barang contoh. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. Pasal 662 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri dari: a. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. standardisasi dan bimbingan teknis. e. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. c. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. pengerjaan dan pengujian. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. Pasal 663 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.186 b. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. pelintas batas dan barang kiriman. d. c. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. barang untuk keperluan badan internasional. bahan terapi manusia.. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. Seksi Pembebasan III. Seksi Pembebasan II. standardisasi dan bimbingan teknis. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. standardisasi dan bimbingan teknis. kemusnahan. awak sarana pengangkut. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. bahan terapi manusia. barang pribadi penumpang. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. Seksi Pembebasan I. dan penjenisan jaringan. Seksi Pembebasan IV. Pasal 665 Subdirektorat Pembebasan terdiri dari: a. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. barang contoh. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. amal. b. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. peternakan atau perikanan. standardisasi dan bimbingan teknis. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. barang keperluan olahraga. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. pengerjaan dan pengujian. c. d. pengelompokan darah. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. d. serta barang keperluan proyek pemerintah.187 c. pelintas batas. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang pindahan. . dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. sosial. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan barang kiriman. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. barang yang mengalami kerusakan. buku ilmu pengetahuan. Pasal 666 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. penurunan mutu.. barang untuk keperluan badan internasional.

peternakan atau perikanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. b. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667.. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. standardisasi dan bimbingan teknis. penurunan mutu. kemusnahan. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang mengalami kerusakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 669 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri dari: a. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. Pasal 667 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. b. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 670 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya.188 (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. standardisasi dan bimbingan teknis. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . dan tempat lelang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat. Pasal 674 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I.189 - (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. Pasal 673 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 671 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.. c. standardisasi dan bimbingan teknis.

tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. d. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. b. Pasal 675 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. . penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang aneka cukai. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. harga dasar. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. produksi. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. impor. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. rumah tangga dan kepegawaian. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. c.190 (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan pemberian fasilitas di bidang cukai serta urusan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengkajian tarif cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 676 Direktorat Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai lainnya.. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. harga dasar. c. produksi. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. Subdirektorat Aneka Cukai. Pasal 681 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri dari : a. b. b. pemasukan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. impor. standardisasi dan bimbingan teknis. d. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. g. e. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. c. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. Pasal 678 Direktorat Cukai terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 679 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.191 f. pelaksanaan urusan penyediaan. penyimpanan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. .

standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. b. produksi. pemantauan perkembangan harga pasar. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 685 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. ekspor. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. ekspor. harga dasar. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. Seksi Aneka Cukai II. ekspor. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. harga dasar. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. . Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Aneka Cukai I. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya.. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. pemasukan. impor. b. Pasal 683 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. Seksi Aneka Cukai III. c.192 Pasal 682 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. harga dasar. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai.

pemantauan perkembangan harga pasar. penyimpanan. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan urusan penyediaan. pemasukan. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. harga dasar. c. b.. .193 - Pasal 686 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 689 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 687 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai.

194 Pasal 690 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 692 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. pendistribusian. . standardisasi dan bimbingan teknis. penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan. Pasal 691 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan penyidikan tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau.

c. g. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. .. Subdirektorat Intelijen. d. Subdirektorat Penindakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. e. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 694 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri dari: a. Subdirektorat Narkotika. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. evaluasi dan pelaksanaan patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. c.195 b. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Sarana Operasi. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. e. Pasal 695 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan narkotika dan psikotropika. d. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. f. Subbagian Tata Usaha. f. Subdirektorat Penyidikan.

(2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.196 c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 699 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen I. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. Seksi Intelijen II. Pasal 697 Subdirektorat Intelijen terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen III. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. Seksi Pangkalan Data Intelijen. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. b. Pasal 698 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. .

Seksi Penindakan I. barang hasil pelanggaran HAKI. Pasal 702 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . barang hasil pelanggaran HAKI. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 701 Subdirektorat Penindakan terdiri dari: a. barang larangan dan pembatasan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. b. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (4) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. barang larangan dan pembatasan. Seksi Penindakan III.. standardisasi dan bimbingan teknis. c. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.197 Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. Seksi Penindakan II. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai.

Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. patroli dan operasi di bidang prekursor. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. prekursor.. b. dan prekursor. Pasal 705 Subdirektorat Narkotika terdiri dari: a. b. Seksi Prekursor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika.198 Pasal 703 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. psikotropika dan prekursor. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. psikotropika. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Narkotika dan Psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. Pasal 706 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Dukungan Operasi Narkotika.

Seksi Tempat Tahanan.199 - Pasal 707 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyidikan I. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Pasal 710 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai.. barang bukti. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 708 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 707. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyidikan II. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. . evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. b. c. Seksi Barang Hasil Penindakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. d. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. d. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 709 Subdirektorat Penyidikan terdiri dari: a. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.

barang bukti. dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. sarana operasi narkotika dan psikotropika. b. b.200 - (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. pemeliharaan keamanan. Pasal 713 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri dari: a. Seksi Sarana Operasi I. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 712 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 711. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 711 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. pengelolaan cabang rumah tahanan. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. .. penginderaan. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. Seksi Sarana Operasi III. Seksi Sarana Operasi II.

standardisasi dan bimbingan teknis.201 Pasal 714 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. . serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal.. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 716 Direktorat Audit mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. sarana operasi narkotika dan psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit kepabeanan dan cukai. dan sarana operasi lainnya. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 715 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan cukai. penginderaan.

c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 721 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri dari: a. Seksi Perencanaan Audit III. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis.202 c. Subdirektorat Evaluasi Audit. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai.. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 719 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit II. c. b. d. serta perencanaan audit di bidang cukai. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. e. c. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 718 Direktorat Audit terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Audit. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. d. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit I. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. b.

serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Pasal 724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 723.203 Pasal 722 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. . b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 723 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Seksi Pelaksanaan Audit II. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 726 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Pasal 725 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. b. Seksi Pelaksanaan Audit I. Seksi Pelaksanaan Audit III.

Pasal 727 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.204 - (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. . b. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. c. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. Pasal 729 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 730 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 727.

evaluasi dan pelaksanaan kerja sama internasional di bidang kepabeanan. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. c. Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 732 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral di bidang kepabeanan. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. pelaksanaan kerja sama teknis internasional di bidang kepabeanan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.205 (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.. standardisasi dan bimbingan teknis. d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral di bidang kepabeanan. b. c. e. Pasal 734 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri dari: a. Subdirektorat Kerja Sama Regional. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. kearsipan. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral.

Seksi Kerja Sama Multilateral III. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Multilateral II. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral.. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. c. b. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Pasal 735 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. . Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 737 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. e. b. Pasal 738 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO.206 d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. Seksi Kerja Sama Multilateral I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. c.

pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. d. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral I. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Bilateral III. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 741 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika. Pasal 742 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. Pasal 739 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. c. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Asia dan Afrika.207 - (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. b. Seksi Kerja Sama Bilateral II. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. .

pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Regional I. standardisasi dan bimbingan teknis. c. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. . b. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 745 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri dari: a. d. c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional.. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a.208 (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 746 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. Pasal 743 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Regional III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Eropa dan Amerika. Seksi Kerja Sama Regional II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan untuk kawasan Australia dan Pasifik.

b. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. keberatan dan banding. standardisasi dan bimbingan teknis.. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga. penyuluhan. publikasi. penelahaan dan publikasi peraturan perundangundangan kepabeanan dan cukai. hubungan masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. penyuluhan dan publikasi. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. kepegawaian dan protokoler. penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. hubungan masyarakat. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. cukai. bantuan hukum. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis.209 (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan urusan banding. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 748 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. . Pasal 747 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penerimaan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 749 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748. (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan bantuan hukum. standardisasi dan bimbingan teknis. kearsipan.

Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 751. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. cukai. b. b. penyuluhan dan layanan informasi. d. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. cukai. e. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemantauan Penerimaan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Pasal 753 Subdirektorat Penerimaan terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 751 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. f. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Keberatan dan Banding. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.210 c. f. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 750 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Seksi Penagihan dan Pengembalian. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penerimaan. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. dan urusan banding. . evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. . dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Pasal 755 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. cukai. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai.211 - Pasal 754 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.. Seksi Peraturan Kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 757 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. b. c. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. c. cukai. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Pasal 759 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. dan opini publik. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. analisis berita. Pasal 761 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri dari: a. Seksi Hubungan Masyarakat. pengelolaan situs internet. penyuluhan dan layanan informasi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. museum. standardisasi dan bimbingan teknis. hubungan media. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. . standardisasi dan bimbingan teknis.212 Pasal 758 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. perpustakaan. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. standardisasi dan bimbingan teknis. b. c. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. c. dan pengelolaan berita. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. komunikasi publik. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai.

analisis berita. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. hubungan media. b. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. dan opini publik. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. c.. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan berita. b. dan urusan banding. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 763 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. museum. d. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. pengelolaan situs internet. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan urusan banding. perpustakaan. Seksi Keberatan dan Banding II. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean.213 - Pasal 762 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. komunikasi publik. Seksi Keberatan dan Banding I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Pasal 765 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai.

b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. dan administrasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. otomasi sistem dan prosedur. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 768 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. standardisasi dan bimbingan teknis.214 - Pasal 766 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. kearsipan. pengembangan teknologi informasi. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. . pengolahan data serta pelaporan kepabeanan dan cukai. registrasi kepabeanan. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan di bidang registrasi kepabeanan. dan pelaksanaan urusan banding. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.

standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.. Subbagian Tata Usaha. c. Subdirektorat Manajemen Risiko. d. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. e. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. Pasal 782 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri dari: a. c. pemeliharaan. f. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. g. f. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. evaluasi.215 d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian dan pengoperasian sarana otomasi Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. Pasal 783 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. . pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. e. b.

Seksi Registrasi Kepabeanan III. c. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pengendalian Risiko. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Seksi Registrasi Kepabeanan I. standardisasi dan bimbingan teknis..216 Pasal 785 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. Seksi Registrasi Kepabeanan II. Pasal 788 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 789 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri dari: a. Pasal 787 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. . b. Pasal 786 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemantauan Risiko. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir.217 Pasal 790 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . c. standardisasi dan bimbingan teknis.. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. d. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem Administrasi. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. Pasal 792 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 793 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. c. Pasal 791 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d. cukai dan administrasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pemeliharaan Sistem. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi.218 Pasal 794 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 795 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. .. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 797 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri dari: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. penyediaan. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. pemeliharaan. pengendalian. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi.

219 - Pasal 798 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. Seksi Pengelolaan Data. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. dan pelaporan Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. Pasal 799 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian. b. Pasal 802 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. pelayanan informasi. Seksi Pelayanan Informasi. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai.. Pasal 801 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri dari: a. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. .

pelayanan informasi. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. kearsipan.. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.220 (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 804 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dan pelaporan Direktorat Jenderal. Pasal 805 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. Pasal 803 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. standardisasi dan bimbingan teknis. .

c. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. dan prosedur di bidang perbendaharaan negara. c. b. d. dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Direktorat Sistem Perbendaharaan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. f. . norma. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang perbendaharaan negara.221 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 806 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. e. penyusunan standar. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. pedoman. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 808 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri dari: a. h. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. g. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. b. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. kriteria. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

e. f. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. b. h. d. dan keuangan. pelaksanaan pengembangan pegawai Direktorat Jenderal. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. Pasal 811 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. kepegawaian. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. Bagian Umum. d. rencana strategik. b. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. e. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. kearsipan.. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Pengembangan Pegawai. f. . koordinasi penyusunan rencana kerja. pelaksanaan tata usaha. g.222 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 809 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Administrasi Kepegawaian. c.

223 Pasal 812 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi. pemantauan akuntabilitas kinerja. analisa dan evaluasi jabatan. pengembangan kinerja. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. b. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. analisis dan evaluasi jabatan. laporan akuntabilitas. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. e. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. b. pelaporan. c. pengembangan kinerja organisasi. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi penyusunan peraturan. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. d. penyusunan rencana strategis. c. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. Pasal 814 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. Pasal 815 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. rencana kinerja tahunan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. penyiapan bahan penataan organisasi. Pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. serta penyiapan. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. Pasal 813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. d.. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. . f.

pelaksanaan urusan tata usaha. formasi. dan rencana kinerja tahunan. d. administrasi perkantoran. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. dan mutasi kepegawaian lainnya. c. c. kepangkatan. pemindahan pegawai. b. (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. pemantauan dan pelaporan kinerja organisasi. b. statistik. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan assessment pegawai. penempatan. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengembangan.. implementasi. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. Pasal 816 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. laporan akuntabilitas. dan tatalaksana pelayanan publik. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. Pasal 818 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri dari: a. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal.224 (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. . d. penyusunan rencana strategis. statistik. pelaksanaan urusan pengangkatan. dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. serta pemantauan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816.

dan kepegawaian kantor pusat. dokumentasi. mengelola basis data kompetensi. merencanakan kebutuhan. Pasal 822 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri dari: a. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan.225 Pasal 819 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. pengangkatan.. Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820. b. penggajian dan pemindahan pegawai. media informasi dan edukasi. dan penghargaan. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. pelantikan. sarana riset. penempatan. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. ujian jabatan. penilaian kinerja pegawai. d. (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. statistik. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. dan mengevaluasi mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengembangan Kompetensi. kepangkatan. Pasal 820 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisa dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. menyaring penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. cuti. pengembangan. . c. pelaksanaan identifikasi. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. pendayagunaan kompetensi pegawai. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. b. c. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dan sarana pengembangan lainnya. calon peserta. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. administrasi kepegawaian lainnya.

c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. monitoring. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas merencanakan kebutuhan dan melaksanakan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan. mengusulkan penyempurnaan. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas mengelola basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. c. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal.226 Pasal 823 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas menyelenggarakan identifikasi. Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. Subbagian Penyusunan Anggaran. b. mengelola media informasi dan edukasi. . d. dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. Pasal 826 Bagian Keuangan terdiri dari: a. d. b. sarana riset dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. pemeringkatan. Pasal 824 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal.. perpustakaan. analisa.

c. d. pemeliharaan. b. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. kearsipan dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. . Pasal 830 Bagian Umum terdiri dari: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. kearsipan. d. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.227 Pasal 827 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga.. pelaksanaan pengadaan dan penyimpanan perlengkapan. inventarisasi. dan penggandaan. (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. c. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828. serta urusan dalam. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. Subbagian Administrasi Persuratan. distribusi. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. e. pelaksanaan urusan surat-menyurat. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. b.

- 228 Pasal 831 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat, kearsipan, penggandaan dan ekspedisi serta penghapusan arsip. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol, kehumasan, perjalanan dinas, dan pengelolaan kendaraan dinas Kantor Pusat. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan, penyimpanan dan distribusi barang persediaan, urusan dalam dan tata usaha Bagian. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan, inventarisasi Barang Milik Negara Kantor Pusat dan Vertikal, pemeliharaan inventaris kantor vertikal, penyusunan LAKIP Bagian, penyimpanan, distribusi, penyelenggaraan akuntansi, serta penghapusan barang inventaris.

Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 832 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standarisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta monitoring, evaluasi, dan koordinasi di bidang penyerapan pagu anggaran berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Pasal 833 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832, Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penelaahan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; evaluasi dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran; pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

- 229 Pasal 834 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV; Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 835 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data, penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran, serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyusunan program kerja tahunan Direktorat; penyiapan anggaran; perumusan kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis pelaksanaan

penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran; penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran; pelaksanaan monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran; penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. Pasal 837

Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Data Pelaksanaan Anggaran; Seksi Perekaman dan Pelaporan; Seksi Bantuan Teknis I; Seksi Bantuan Teknis II.

- 230 Pasal 838 (1) Seksi Data Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga serta penyiapan data monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. (2) Seksi Perekaman dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan program kerja tahunan, melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. (3) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur pelaksanaan anggaran. (4) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan anggaran. Pasal 839 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 841 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B;

c. d. e. f.

- 231 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. Pasal 842 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A, I-B, I-C, dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 843 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/ Lembaga. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 845 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B;

c. d. e. f.

- 232 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. Pasal 846 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A, II-B, II-C, dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 847 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan, dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 849 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B;

c. d. e. f.

- 233 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. Pasal 850 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A, III-B, III-C, dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 851 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 852 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga; monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga. Pasal 853 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri dari: a. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B;

c. d. e. f.

- 234 c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. Pasal 854 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A, IV-B, IV-C, dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma, dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 855 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta evaluasi standar, norma, pedoman, kriteria, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 856 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855, Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP); monitoring, evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP).

c. d. e. f.

- 235 Pasal 857 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran V terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-B; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-C; Seksi Pelaksanaan Anggaran V-D. Pasal 858 Seksi Pelaksanaan Anggaran V-A, V-B, V-C, dan V-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN, penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran, penyiapan bahan penyusunan pedoman, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan anggaran, monitoring, evaluasi, dan koordinasi penyerapan pagu anggaran, serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 859 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis.

Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 860 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, verifikasi dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan kas dan program pensiun serta pelaksanaan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

- 236 Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan kas; penyusunan petunjuk teknis di bidang penerimaan dan pengeluaran kas; pemberian petunjuk teknis pencairan dana pinjaman dan hibah luar negeri; pemantauan dan verifikasi pelaksanaan pembayaran, penagihan, dan perkembangan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pembinaan kebendaharaan; pengelolaan kas negara; pelaksanaan pembayaran kewajiban pemerintah atas beban rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, dan rekening Pemerintah Lainnya; penatausahaan rekening Kas Umum Negara, rekening Kas Negara, Rekening Khusus, dan Rekening Pemerintah Lainnya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara; pemeriksaan kas pada KPPN selaku kuasa Bendahara Umum Negara; pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara;

m. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun; n. o. pembahasan, penyusunan konsep pengesahan, dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun pegawai negeri sipil; pelaksanaan verifikasi, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan bendahara instansi dan program pensiun; kas

p. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 862 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas; Subdirektorat Kas Umum Negara; Subdirektorat Kas Negara; Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah; Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya; Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi;

- 237 g. h. Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 863 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas menyusun perencanaan kas, menyelenggarakan program optimalisasi dan pengendalian kas, serta memantau pelaksanaannya, melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 864 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas; penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas; pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara; pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya; penyelenggaraan program optimalisasi kas. Pasal 865 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Perencanaan Kas; Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara; Seksi Pengendalian Kas; Seksi Bantuan Teknis. Pasal 866 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penerimaan dan pengeluaran kas, menyelenggarakan program optimalisasi kas, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (2) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan, tuntutan ganti rugi, dan kompensasi utang kepada negara, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (3) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan posisi kas dalam rangka pemantauan dan pengendalian saldo rekening kas negara dan rekening pemerintah lainnya, dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas.

- 238 (4) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan kas. Pasal 867 Subdirektorat Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, pengelolaan Rekening Kas Umum Negara, Dana Reboisasi, Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya, pencairan dana melalui Rekening Kas Umum Negara, serta verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara. Pasal 868 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pelaksanaan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan Rekening Kas Umum Negara; pengelolaan rekening escrow Dana Reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), escrow Dana Bagi Hasil, Surat Utang Negara, penerimaan APBN dalam valuta asing, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan rekening pemerintah yang dibatasi penggunaannya; pelaksanaan verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Kas Umum Negara; penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 869 Subdirektorat Kas Umum Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Umum Negara A; Seksi Kas Umum Negara B; Seksi Kas Umum Negara C; Seksi Kas Umum Negara D.

e. f. g.

- 239 Pasal 870 (1) Seksi Kas Umum Negara A mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara, pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, serta pengelolaan rekening escrow dana reboisasi, escrow subsidi dan Public Service Obligation (PSO), dan penerimaan APBN dalam valuta asing. (2) Seksi Kas Umum Negara B mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang berkaitan dengan Surat Utang Negara, serta pengelolaan rekening Surat Utang Negara, Surat Utang Pemerintah, Dana Talangan Rekening Khusus Kosong, dan Rekening Pemerintah yang dibatasi penggunaannya. (3) Seksi Kas Umum Negara C mempunyai tugas melaksanakan pencairan dana untuk pembayaran kewajiban pemerintah melalui Rekening Kas Umum Negara berdasarkan perintah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran serta pengelolaan rekening Kas Umum Negara dan Rekening escrow Dana Bagi Hasil. (4) Seksi Kas Umum Negara D mempunyai tugas melaksanakan proses verifikasi dan akuntansi atas transaksi keuangan melalui rekening Kas Umum Negara, penyusunan laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran melalui rekening Kas Umum Negara dan penyusunan laporan keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal 871 Subdirektorat Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening Kas Negara dan pelaksanaan sistem penerimaan negara. Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Subdirektorat Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas negara; b. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara; c. penyusunan pagu penyediaan dana pada bank operasional; d. pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga; e. pemantauan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran pada rekening kas negara; f. pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara.

- 240 Pasal 873 Subdirektorat Kas Negara terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Kas Negara A; Seksi Kas Negara B; Seksi Kas Negara C; Seksi Kas Negara D.

Pasal 874 Seksi Kas Negara A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas penyusunan petunjuk teknis penatausahaan rekening kas Negara, pengajuan usul penunjukan dan penetapan Bank Persepsi/Devisa Persepsi/ Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya dan pagu dana Bank Operasional, pengelolaan, perhitungan dan pengembalian dana pihak ketiga, pengawasan dan pemantauan terhadap kinerja Kantor Pos Persepsi dan Kantor Pos Pengeluaran, pemantauan dan evaluasi kinerja Bank Operasional, pembayaran jasa perbendaharaan dan penerimaan jasa giro pada Bank Operasional, pemeriksaan kas pada KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara, pengendalian dan monitoring pelaksanaan sistem penerimaan negara yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 875 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875, Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. pembukaan rekening khusus dan pengisian Initial Deposit dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri; penyusunan mekanisme pembayaran melalui rekening khusus; penyusunan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri; pengajuan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi rekening khusus dan pengajuan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus; pemantauan dan penatausahaan rekening khusus; melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri.

- 241 Pasal 877 Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. b. c. d. Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah B; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah C; Seksi Dana Pinjaman dan Hibah D. Pasal 878 Seksi Dana Pinjaman dan Hibah A, B, C dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan pembukaan rekening khusus dan pengisian initial deposit, menyusun mekanisme pembayaran melalui rekening khusus dan petunjuk teknis penyaluran dana pinjaman dan hibah luar negeri, mengajukan replenishment kepada lender/donor untuk mengisi kembali rekening khusus dan mengajukan reimbursement untuk mengganti rekening dana talangan rekening khusus, pemantauan dan penatausahaan rekening khusus, melakukan rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan Kantor Kementerian/Lembaga pengguna pinjaman/hibah luar negeri yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 879 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam, Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan Rekening Lainnya. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening pemerintah lainnya; penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD; penyaluran dana atas beban rekening pemerintah lainnya; penatausahaan rekening pemerintah lainnya; pemantauan saldo rekening pemerintah lainnya. Pasal 881 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya terdiri dari: a. b. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A; Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B;

pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi.242 c. (3) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Non Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. e. f. pelaksanaan pembayaran. Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 884 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883. pembahasan. melaksanakan verifikasi dan menyusun laporan pengelolaan kas bendahara instansi dan program pensiun serta melaksanakan pembinaan kepada bendahara instansi. pembinaan bendahara instansi. (2) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya B mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Penerimaan Sumber Daya Alam dan melakukan pencatatan mutasi dana termasuk pencatatan saldo rekening. penatausahaan penerimaan/pengeluaran RDI dan RPD. pencairan dana rekening lainnya. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. d. . penyediaan data realisasi penerimaan/ pengeluaran RDI dan RPD. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. b. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D. (4) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya D mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. Pasal 883 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. c. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. dan pemantauan saldo rekening lainnya. Pasal 882 (1) Seksi Rekening Pemerintah Lainnya A mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana penggunaan dana atas beban RDI dan RPD.. Seksi Rekening Pemerintah Lainnya C. penyusunan konsep pengesahan. penerbitan Surat Perintah Pencairan atas beban RDI dan RPD. dan penyiapan laporan RDI dan RPD. penagihan. d.

pemantauan dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi. c. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi B. dan evaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. (2) Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A dan B masing-masing mempunyai tugas menyusun petunjuk teknis pelaksanaan verifikasi. pembinaan kepada bendahara instansi dan verifikasi. Pasal 885 Subdirektorat Program Pensiun dan Pembinaan Bendahara Instansi terdiri dari: a. mengembangkan sistem investasi. Seksi Program Pensiun. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 888 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.. pembukuan dan pelaporan pengelolaan kas bendahara instansi. . dan mengelola investasi dan kredit program berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Seksi Pembinaan Bendahara Instansi A. pemantauan. pembayaran. Pasal 886 (1) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun.243 g. serta pembahasan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 887 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penagihan. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. h. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. penyusunan konsep pengesahan. pelaksanaan verifikasi laporan pelaksanaan pengelolaan kas bendahara instansi.

melaksanakan setelmen pinjaman. Subdirektorat Pinjaman Daerah. h. dan kredit program. Setelmen. pengembangan sistem pengelola investasi. Kelembagaan dan Evaluasi. pengelolaan data. Pasal 891 Subdirektorat Verifikasi. b. Subdirektorat Kredit Program. g. pelaksanaan administrasi. penerusan pinjaman. c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. d. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Subdirektorat Pinjaman BUMN. Setelmen. e. penerusan pinjaman dan kredit program. pembinaan. Subdirektorat Verifikasi. f. perencanaan. restrukturisasi. manajemen risiko. restrukturisasi pinjaman. monitoring dan evaluasi kebijakan pelaksanaan investasi dan pengelola investasi. penyaluran dana investasi. lembaga d. h. Akuntansi dan Pelaporan. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. kredit program. dan penghapusan piutang. c. kepatuhan. penyediaan. b. g. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. perencanaan kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan kelembagaan. verifikasi. .244 Pasal 889 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 888. e. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola kredit program. perjanjian. Subdirektorat Perencanaan. f. Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas menganggarkan dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. Kelompok Jabatan Fungsional. i.. divestasi. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Pasal 890 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. pelaksanaan setelmen pinjaman pemerintah.

penarikan. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. verifikasi. Seksi Verifikasi. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. penagihan. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. dan kredit program. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. . Pasal 894 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan melakukan pengolahan data. b. pelaksanaan perhitungan. penarikan dan/atau pencairan investasi. c. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. e. Setelmen. d. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. penarikan penerusan pinjaman luar negeri serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program.. c. (3) Seksi Setelmen II melakukan perhitungan. Subdirektorat Verifikasi. Pasal 893 Subdirektorat Verifikasi. penagihan. penerusan pinjaman dan kredit program. Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a. pelaksanaan administrasi pengelolaan data.245 Pasal 892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891. g. Setelmen. penagihan. Seksi Setelmen II. akuntansi. pembayaran kredit program. (2) Seksi Setelmen I melakukan perhitungan. d. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. b. penerusan pinjaman. f. Seksi Setelmen I. dan pelaporan investasi dan kredit program. penagihan.

Pasal 897 Subdirektorat Perencanaan.246 Pasal 895 Subdirektorat Perencanaan.. d. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. investasi dan kredit program. manajemen risiko dan pengembangan sistem investasi dan kredit program. Subdirektorat Perencanaan. . pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. penyediaan. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. Kelembagaan dan Evaluasi terdiri dari: a. Seksi Evaluasi. Kelembagaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. h. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. b. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. Seksi Kelembagaan. Pasal 896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. k. c. e. Pasal 898 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. melaksanakan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. dan penyaluran dana investasi. g. Seksi Perencanaan. Seksi Manajemen Risiko. evaluasi. j. d. kelembagaan. c. Kelembagaan dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan perencanaan. i. f. investasi langsung. b. strategi investasi. pinjaman pemerintah. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. dan pembiayaan kredit program.

e. f. pedoman pelaksanaan manajemen risiko dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah dan kredit program. pinjaman pemerintah. dan kredit program. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. pengembangan sistem investasi. penanganan pemerintah. b. . melaksanakan mediasi dan sosialisasi program investasi. analisis. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penerusan pinjaman. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. d. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. c. Pasal 899 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas menyusun. pinjaman pemerintah. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. i. g. penerusan pinjaman.. investasi pemerintah. Pasal 900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. penyusunan dan perumusan rancangan. dan perjanjian pinjaman pemerintah. menyusun rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. dan kredit program. permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi Pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah. perubahan. h. penyiapan perumusan. menyiapkan rumusan dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. dan kredit program. pinjaman pemerintah. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman.247 - (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan kelembagaan unitunit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. pinjaman pemerintah. dan kredit program. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas monitoring dan evaluasi kebijakan investasi.

penerusan pinjaman. c. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. d. dan kredit program. pinjaman pemerintah. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. Pasal 902 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas menyusun dan merumuskan rancangan. penerusan pinjaman. Seksi Kepatuhan. penerusan pinjaman. Seksi Perjanjian II. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Seksi Peraturan. mengkaji ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah.. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. b. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas meneliti konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. analisis. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. . pinjaman pemerintah. monitoring. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas mengkaji permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. Seksi Perjanjian I. Pasal 903 Subdirektorat Pinjaman BUMN mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. dan kredit program. dan pinjaman Pemerintah kepada BUMN. b.248 Pasal 901 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri dari: a. Subdirektorat Pinjaman BUMN menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan.

Pasal 905 Subdirektorat Pinjaman BUMN terdiri dari: a. Seksi Pinjaman BUMN IV. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank.249 c. f. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. analisis. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. dan kehutanan. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. e. kelautan. b. c. pelaksanaan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. dan telekomunikasi. analisis. perdagangan. pelaksanaan. pelaksanaan. Seksi Pinjaman BUMN II.. (4) Seksi Pinjaman BUMN IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. g. (2) Seksi Pinjaman BUMN II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. analisis. d. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. d. Seksi Pinjaman BUMN III. (3) Seksi Pinjaman BUMN III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. perhubungan. dan pertambangan dan energi. pendidikan. pelaksanaan monitoring. Seksi Pinjaman BUMN I. . Pasal 906 (1) Seksi Pinjaman BUMN I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan kesehatan. pelaksanaan.

Seksi Pinjaman Daerah IV. e. f. monitoring. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. b.250 Pasal 907 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. . pelaksanaan. Pasal 910 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. c.. d. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. c. analisis. Bengkulu. b. Seksi Pinjaman Daerah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD. yang meliputi Nangroe Aceh Darussalam. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 909 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. Pasal 908 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. Seksi Pinjaman Daerah III. dan Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Bogor. g. evaluasi pinjaman pemerintah. pelaksanaan monitoring. d. pelaksanaan. dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Bekasi). penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada pemerintah daerah dan BUMD. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. analisis. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada pemerintah daerah dan BUMD. Kalimantan Barat. Banten (tidak termasuk Tangerang). Seksi Pinjaman Daerah I.

penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. yang meliputi Sumatera Barat. analisis. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. Maluku. Jawa Timur. pelaksanaan. restrukturisasi. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. hapus buku dan hapus tagih. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. Kalimantan Timur. Pasal 912 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911. Tangerang. f. hapus buku dan hapus tagih kredit program. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. Bogor. Kepulauan Bangka Belitung. perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. b. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. DKI Jakarta.251 - (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. dan Sulawesi Utara. Pasal 911 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. dan Nusa Tenggara Barat. . monitoring dan evaluasi. Kalimantan Selatan. DI Yogyakarta. Gorontalo. penatausahaan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. g. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. Bekasi. e. c. Sulawesi Tengah. Kepulauan Riau. Depok. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas menyusun bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. Bali. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. Papua. Sulawesi Barat. pelaksanaan. yang meliputi Riau. pelaporan. Kalimantan Tengah. pelaksanaan. yang meliputi Sumatera Utara. Maluku Utara. dan Irian Jaya Barat. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD. Jawa Tengah. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada pemerintah daerah dan BUMD.. Jambi. Lampung. Sulawesi Selatan. analisis. Sumatera Selatan.

peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. dan hapus tagih. hapus buku. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai menyiapkan bahan perumusan kebijakan. dan hapus tagih. pelaksanan. penatausahaan. pemantauan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. pemantauan. pelaksanan. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. Akuntansi dan Pelaporan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. Setelmen. pelaksanan. hapus buku. hapus buku. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. b. penelitian dan perumusan restrukturisasi.. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. pemantauan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. penelitian dan perumusan restrukturisasi.252 Pasal 913 Subdirektorat Kredit Program terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Verifikasi. d. hapus buku. penatausahaan. penelitian dan perumusan restrukturisasi. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. . pemantauan. pelaksanan. Seksi Kredit Program I. (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. c. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Lembanga Keuangan Bukan Bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Seksi Kredit Program III. penatausahaan. dan hapus tagih. Pasal 914 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan. penatausahaan. Pasal 915 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Seksi Kredit Program II. dan hapus tagih. Seksi Kredit Program IV. dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD.

b. utang. piutang. d. investasi. g. penyiapan rumusan kebijakan penilaian dan penetapan BLU. pendapatan dan belanja. penyusunan standardisasi teknis pelaksanaan anggaran. f. kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. akuntansi. standardisasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. akuntansi. utang. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis. Pasal 917 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 916. akuntansi. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU. pengelolaan kas. f. bimbingan teknis. pengelolaan kas. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan kas. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. .. dan utang. Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. e. pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan pengelolaan keuangan BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pendapatan. g. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU menyelenggarakan fungsi: a. piutang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penyiapan penetapan standar biaya dan tarif BLU. d. b. piutang. investasi. penetapan. Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis.253 - Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 916 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. investasi. c. belanja. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 918 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri dari: a. akuntansi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU. investasi. piutang. utang. pengelolaan kas. c.

serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan rencana kerja tahunan Direktorat. serta penilaian dan penetapan tarif dan remunerasi. pembinaan. penilaian dan penetapan BLU. Seksi Data dan Informasi. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. f. Seksi Bantuan Teknis I. i. penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. penyusunan laporan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. . penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU.. e. Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bantuan Teknis I mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis pengelolaan keuangan BLU. b. g. c. d. b. Seksi Bantuan Teknis II. Pasal 921 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis terdiri dari: a. penilaian dan penetapan BLU. penyiapan bahan penetapan tarif dan remunerasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga. monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. c. penyiapan bahan penilaian dan penetapan BLU. Pasal 920 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919. pengelolaan basis data. tarif dan remunerasi. h. Pasal 922 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan BLU. j. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi teknis.254 Pasal 919 Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan basis data dan penyajian informasi pengelolaan keuangan BLU.

penetapan kebijakan penilaian. b. Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis menyelenggarakan fungsi: a. d. penetapan status pengelolaan keuangan BLU. akuntansi serta mengembangkan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. c. investasi. dan melaksanakan penelitian dan pengembangan BLU. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU. (2) Seksi Standardisasi Teknis BLU mempunyai tugas menyusun standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. c. Pasal 925 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis terdiri dari: a. pengelolaan kas. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas.. standar teknis pengelolaan keuangan BLU. peningkatan/penurunan. e. piutang. Pasal 924 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923. utang. b. pengelolaan kas. Seksi Standardisasi Teknis BLU. investasi. Seksi Kebijakan BLU.255 (3) Seksi Bantuan Teknis II mempunyai tugas menyiapkan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan BLU. dan Pasal 926 (1) Seksi Kebijakan BLU mempunyai tugas menyusun kebijakan penilaian dan penetapan BLU. akuntansi. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan BLU. bahan pembinaan. penetapan kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan BLU oleh Dewan Pengawas. Pasal 923 Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis mempunyai tugas menyiapkan kebijakan. serta kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. piutang dan utang. Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU. penetapan kebijakan pengelolaan keuangan BLU. . pelaksanaan anggaran. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan BLU.

investasi. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. Pasal 930 (1) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. penurunan. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Penyedia Barang dan/atau Jasa. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. menyeleksi dan memproses bahan penetapan dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU menyelenggarakan fungsi: a. dan pegawai BLU. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. c. pelaksanaan penetapan instansi pengelola keuangan BLU. Pasal 929 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU terdiri dari: a. e. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi BLU. piutang. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana. penganggaran. dan pegawai BLU. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. Pasal 927 Subdirektorat Dukungan Teknis Penilaian BLU mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. d. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas. Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan.. Pasal 928 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927. penurunan. melaksanakan peningkatan. utang. f. . serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun penyedia barang dan/atau jasa. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. b. atas pengelolaan keuangan BLU. Dewan Pengawas. akuntansi. b. pelaksanaan anggaran. pelaksanaan peningkatan. c. Dewan Pengawas. pengelolaan kas. pelaksanaan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. serta memproses penetapan tarif dan remunerasi bagi pejabat pengelola.256 (3) Seksi Penelitian dan Pengembangan BLU mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan status BLU.

c. investasi. Seksi Pembinaan Kinerja BLU III. Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. c. dan pegawai BLU. b. belanja. penurunan. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. Pasal 933 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU terdiri dari: a. belanja. piutang.257 - (2) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Dana mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. melaksanakan peningkatan. akuntansi. dan pegawai BLU. belanja. piutang. investasi. belanja. utang. Seksi Pembinaan Kinerja BLU II. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola dana. b.. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. kas. Dewan Pengawas. melaksanakan peningkatan. memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. piutang. Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU menyelenggarakan fungsi: a. piutang. investasi. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 931. bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. Dewan Pengawas. utang. (3) Seksi Dukungan Teknis Penilaian BLU Pengelola Kawasan mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi instansi yang dapat menjadi BLU. Pasal 931 Subdirektorat Pembinaan Kinerja BLU mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta memproses persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas pada BLU rumpun pengelola kawasan. kas. utang. dan pencabutan status instansi pengelola keuangan BLU. penyiapan rumusan pembinaan pengelolaan pendapatan. investasi. kas. . memproses penetapan tarif dan remunerasi pejabat pengelola. penyuluhan pengelolaan pendapatan. memproses penetapan instansi pengelola keuangan BLU. utang. melaksanakan seleksi instansi pengelola keuangan BLU. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. penurunan. akuntansi.

serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. b. utang. piutang. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. dan III masing-masing mempunyai tugas penyiapan rumusan pembinaan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. Pasal 937 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU terdiri dari: a.258 Pasal 934 Seksi Pembinaan Kinerja BLU I. piutang. piutang. Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU III. II. kinerja BLU. Pasal 939 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. II. kinerja BLU. Pasal 935 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. c. pendapatan. kas. pengelolaan kas. utang. belanja. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi BLU menyelenggarakan fungsi: a. pendapatan. utang. pengelolaan kas. belanja. c. b. Pasal 938 Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU I. . akuntansi . Seksi Monitoring dan Evaluasi BLU II. belanja. Pasal 936 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja BLU.. investasi. melakukan bimbingan teknis dan penyuluhan pengelolaan pendapatan. melaksanakan monitoring dan evaluasi pendapatan dan belanja. piutang. pengelolaan kas. akuntansi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bantuan Teknis. akuntansi. investasi. utang.

Pasal 941 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 940. d. penyelenggaraan akuntansi pusat. c. b. Pasal 942 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. penyelenggaraaan akuntansi pusat. penyusunan statistik keuangan negara. e. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan serta unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan serta implementasi standar akuntansi pemerintahan. penyusunan dan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. penyelenggaraan rekonsiliasi dan konsolidasi laporan keuangan instansi pemerintah. Subdirektorat Sistem Akuntansi. f. h. penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran. dan kewajiban pemerintah. pembinaan implementasi sistem akuntansi instansi kementerian/lembaga. i. penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN.. pembinaan dan pemeliharaan bagan perkiraan standar. g. k. posisi aset. pembinaan akuntansi kementerian/lembaga. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. j. . serta penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisa laporan keuangan pemerintah. l.259 - Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 940 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat. penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat. b. posisi aset dan kewajiban pemerintah.

Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. f. penyelenggaraan pemerintahan. h. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. d. c. g. Pasal 943 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi standar akuntansi pemerintahan. Pasal 945 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintah terdiri dari: a. d. e. . Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan. Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. pembinaan Subbagian Tata Usaha Direktorat. c. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pemberian dukungan teknis implementasi standar akuntansi pemerintahan. b.260 c. Subbagian Tata Usaha. d. Pasal 946 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas memberikan dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. bimbingan teknis dan/atau penyuluhan standar akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Subdirektorat Akuntansi Pusat. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat.. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan standar akuntansi pemerintahan. Pasal 944 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943. b. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi.

(2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. c. Pasal 948 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. serta bagan perkiraan standar. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. b. Pasal 947 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengkajian. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian. .261 (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas memberi bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi standar akuntansi pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. perumusan. (4) Seksi Kesekretariatan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas menjalankan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. b. perumusan. pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan. d. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus.. c. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. Pasal 949 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari dari: a. Pasal 950 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat.

. b. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga. Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus. (4) Seksi Pembinaan Bagan Perkiraan mempunyai tugas mengkaji. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan memantau laporan keuangan berkala kementerian/lembaga yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 954 (1) Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi A. dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.262 (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas mengkaji dan mengembangkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 952 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951. menyiapkan perumusan. B dan C masing-masing mempunyai tugas menyusun. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi C. b. Pasal 953 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri dari: a. c. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. dan pemutakhiran bagan perkiraan standar. pemantauan penyajian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. d. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. . penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga. mengevaluasi. Pasal 951 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga. bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi B. c.

Seksi Akuntansi Kas. kas umum negara dan pos-pos khusus neraca. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Pasal 958 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. b.263 - (2) Seksi Bimbingan Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan Unit Khusus mempunyai tugas menyusun mengevaluasi dan memutakhirkan pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. b. Pasal 955 Subdirektorat Akuntansi Pusat mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran. c. Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. Seksi Akuntansi Umum. Pasal 957 Subdirektorat Akuntansi Pusat terdiri dari: a.. d. Seksi Pembinaan Akuntansi Regional. d. dan memantau laporan keuangan berkala bagian anggaran akuntansi pembiayaan dan perhitungan dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Subdirektorat Akuntansi Pusat menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh kantor-kantor wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. . c.

penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. menyusun laporan keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. pinjaman yang diberikan. c. Pasal 961 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan terdiri dari: a. aset tetap. b. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara. b. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 962 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. (3) Seksi Akuntansi Pos Khusus Neraca mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu dari neraca. penyusunan laporan keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 959 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. Pasal 960 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. . Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. (4) Seksi Pembinaan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada kantor-kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.264 (2) Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga. penghimpunan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara. antara lain: investasi. c. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. dan dana yang dikelola di luar mekanisme APBN.. d. d.

statistik keuangan d. Pasal 964 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963. analisa laporan keuangan kepada pihak-pihak yang menyajikan informasi statistik keuangan pemerintah.. b. menyampaikan hasil berkepentingan. c. b. melakukan analisis terhadap laporan keuangan. Seksi Informasi dan Publikasi. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. c.265 - (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. mengolah data statistik keuangan pemerintah. g. menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. d. Pasal 963 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas menyusun statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas mengkonsolidasikan seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah. f. e. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. .. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. menyusun laporan manajerial perbendaharaan. Pasal 965 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri dari: a. mengumpulkan data yang diperlukan dalam penyusunan pemerintah. Seksi Analisis Laporan Keuangan. h.

pembinaan. standardisasi. penyusunan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan. Pasal 967 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas menyusun/menyajikan serta menyebarluaskan informasi statistik keuangan pemerintah. harmonisasi.. dan pemberian bimbingan teknis. pengembangan dan evaluasi sistem aplikasi komputer. mengumpulkan dan mengolah data statistik. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisa terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. perancangan. . dukungan Teknologi Informasi. sosialisasi. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. (2) Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 968 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. melaksanakan pengelolaan basis data. b.266 Pasal 966 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas mengembangkan metodologi statistik keuangan pemerintah. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. melakukan analisis. Pasal 969 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. bimbingan teknis Peraturan dan Proses Bisnis. serta Pembinaan Profesi di bidang perbendaharaan. sinkronisasi dan standardisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas menyusun laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pengkajian. distribusi data. c. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a.

dokumentasi. distribusi data dan informasi di bidang perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 971 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. perangkat keras. f. Subdirektorat Pengembangan Profesi. sinkronisasi. analisis. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. perangkat lunak. analisis keterkaitan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. monitoring dan evaluasi data. pembinaan. e. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis.. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. sosialisasi. perancangan.267 d. h. e. g. g. penelaahan permasalahan. f. proses bisnis dan profesi perbendaharaan pada kementerian negara/lembaga dan kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan. pengamanan data. c. Subbagian Tata Usaha. pengembangan. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. n. inventarisasi dan perbendaharaan. Pasal 970 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri dari: a. pemberian dukungan teknis terkait dengan perangkat keras. komunikasi data dan pengelolaan basis data. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. kajian. l. b. m. pengkajian dan standardisasi profesi di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan . Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. inventarisasi peraturan. i. perangkat lunak dan komunikasi data di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. bimbingan teknis. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan peraturan dan pedoman teknis di bidang sosialisasi dan penyuluhan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. pemeliharaan. . k. pengelolaan basis data. d. pemberian bimbingan teknis aplikasi. j.

268 - Pasal 972 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penelaahan permasalahan. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. e. inventarisasi peraturan. evaluasi. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. c. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. b. d. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. Pasal 974 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. h. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. sinkronisasi. g. b. I-B. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.. f. k. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. analisis keterkaitan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. sosialisasi. kajian. . sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. j. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. Pasal 973 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri dari: a. i. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.

sosialisasi. II-B. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. analisis keterkaitan. sinkronisasi. i. Pasal 976 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. . yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. g. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. kajian. pembinaan dan bimbingan teknis. k. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. f. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. penelaahan permasalahan. sinkronisasi. h. evaluasi. inventarisasi peraturan. penelaahan permasalahan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. kajian. pembinaan dan bimbingan teknis. b. d. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. e. evaluasi. d. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a.. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sosialisasi. analisis keterkaitan. inventarisasi peraturan. Pasal 977 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri dari: a. Pasal 978 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. c. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. j. c. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan.269 Pasal 975 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.

monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 981 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri dari: a. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. i. b. g. c. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pasal 980 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979. e. C. . pemeliharaan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Pengembangan Aplikasi A. pemeliharaan. B. Pasal 982 Seksi Pengembangan Aplikasi A. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. dokumentasi. pengembangan.270 - Pasal 979 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis. Seksi Pengembangan Aplikasi C. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. d. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dukungan dan bimbingan teknis. Seksi Pengembangan Aplikasi B. pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. pengembangan. pendokumentasian. h. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. f. analisis dan perancangan sistem aplikasi. c. d. perancangan. Seksi Pengembangan Aplikasi D.. perancangan.

e. c. g. web content dan internet. pengujian. evaluasi. situs (website). pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. evaluasi. pengujian. standardisasi. pelaksanaan distribusi data. pengamanan. dan pengembangan teknologi informasi. monitoring. c. Seksi Pengelolaan Basis Data. pengkajian. penyusunan standardisasi. j. penghimpunan data sumber. pemberian dukungan teknis. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. penghimpunan data sumber. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. pengamanan. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. e-mail. . perancangan dan standardisasi basis data. perangkat keras. dan perangkat lunak. d. pengelolaan layanan informasi. monitoring.271 - Pasal 983 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan perancangan dan standardisasi basis data. perangkat keras. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. d. b. pengelolaan layanan informasi. penerapan. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. Seksi Analisis Data. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. Pasal 985 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri dari: a. Seksi Komunikasi Data. dan perangkat lunak. pemberian bimbingan dan dukungan teknis. dan distribusi data. i. h.. pengelolaan dan pengamanan basis data. pengelolaan basis data. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. f. b.

serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan.272 Pasal 986 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. d. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta pengelolaan. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. pengelolaan kamus data (data dictionary). dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). pengkajian. perumusan pola akreditasi. c. pemberian dukungan teknis. Pasal 987 Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai tugas melakukan perumusan pedoman. pengamanan. e. pembinaan. situs (website). pengujian. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data.. f. Pasal 988 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 987. monitoring. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. . pelaksanaan penilaian akreditasi. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. diseminasi dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pembinaan. g. evaluasi. b. sosialisasi. pengelolaan kinerja basis data. evaluasi. sertifikasi. web content. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. implementasi. e-mail. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. sertifikasi. Subdirektorat Pengembangan Profesi mempunyai fungsi: a.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi. c. (2) Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. (3) Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. Seksi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. menyiapkan. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. merancang. Pasal 991 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Implementasi Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta melakukan uji coba proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. . mengembangkan. b. Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 992 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi.. Pasal 990 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan peraturan perundangan dan pedoman terkait. merumuskan pola akreditasi.273 - Pasal 989 Subdirektorat Pengembangan Profesi terdiri dari: a.

penyiapan.274 Pasal 993 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. perancangan. perancangan. e. administrasi operasional. dan pengembangan rencana strategi dan rencana kerja. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan. evaluasi. e. Subbagian Tata Usaha. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengeluaran. dan akuntansi. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. manajemen kas. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi.. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. perancangan. f. penyelarasan proses bisnis dengan teknologi informasi perbendaharaan. dan pengembangan proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. Pasal 996 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal menyelenggarakan fungsi: a. g. pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat. perancangan. manajemen pembayaran. penyusunan. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. b. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. penyusunan. proses penerimaan. manajemen komitmen. f. penyusunan. manajemen kas. Pasal 994 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. . d. c. Pasal 995 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pelaporan. penyiapan. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal. perumusan kebijakan dan strategi pengembangan proses bisnis serta teknologi informasi perbendaharaan. dan pelaporan akuntabilitas kinerja direktorat. monitoring. b. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penerimaan. dan pengembangan kebijakan dan strategi pengelolaan perubahan.

pengkajian dan penyempurnaan. Pasal 997 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal terdiri dari: a. pelaporan. dan akuntansi. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses penerimaan dan manajemen kas dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. manajemen komitmen. proses penerimaan. Pasal 998 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. b. manajemen pembayaran. c.. pengkajian dan penyempurnaan. manajemen komitmen. manajemen kas. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. dan akuntansi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C. c. manajemen komitmen. proses penerimaan. d. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D. pengkajian dan penyempurnaan. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal A. (4) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal D mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis proses pelaporan dan akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengkajian dan penyempurnaan. manajemen kas.275 b. d. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pelaporan. proses penerimaan. manajemen kas. manajemen pembayaran. . Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal B. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis manajemen komitmen dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. e. pelaporan. dan akuntansi. manajemen pembayaran. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dengan aplikasi teknologi informasi.

dan sistem bank sentral. c. Pasal 1002 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi.. sistem perbankan umum. b. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. pengkajian dan penyempurnaan. manajemen Barang Milik Negara. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. sistem perbankan umum. sistem perbankan umum. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. Utang. dan sistem bank sentral. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. . Utang. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. manajemen investasi. manajemen Barang Milik Negara. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C. b. Pasal 1000 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. c. Utang. manajemen investasi. perancangan. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen investasi. Pasal 1001 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri dari: a. manajemen Barang Milik Negara. e. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen investasi. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B. dan sistem bank sentral. dan sistem bank sentral. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal A.276 Pasal 999 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Utang. Utang. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. d. manajemen Barang Milik Negara. sistem perbankan umum.

c. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dengan aplikasi teknologi informasi. evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. b. Pasal 1006 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1003 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pemberian dukungan teknis. e. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. d. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. perancangan. c. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. dan Pasal 1005 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri dari: a. f. pengkajian dan penyempurnaan. Seksi Transformasi Perangkat Keras. monitoring. pengembangan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis Utang dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. . pengamanan. penyusunan rekomendasi perbendaharaan. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. pengujian. penetapan landasan hukum teknologi informasi tugas melaksanakan pengembangan. pengkajian dan penyempurnaan.. Pasal 1004 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal C mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi.277 (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal B mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi.

dan dokumentasi sistem aplikasi. c. pengembangan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. e. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. pengujian. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. b. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. d. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. pengembangan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. Pasal 1010 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. Pasal 1007 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. II. pemberian dukungan teknis. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. evaluasi. monitoring. pengembangan. pengamanan. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. pemberian dukungan teknis.. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. pengujian. pengelolaan. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. Pasal 1009 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri dari: a. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. . monitoring. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. perancangan. b. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan.278 (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian.

mempunyai tugas melaksanakan verifikasi dan (3) Seksi Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. melakukan monitoring. Pasal 1012 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1011. f. (2) Seksi Pelaksanaan Pendanaan penyelesaian tagihan. d. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat.279 Pasal 1011 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan dan menyusun rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. pengkajian.. e. Seksi Pengadaan. c. perumusan. perumusan. melakukan operasional transformasi. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. Seksi Perencanaan. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. Pasal 1014 (1) Seksi Perencanaan. penyusunan. perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas SDM. Seksi Pelaksanaan Pendanaan. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. h. b. penyusunan. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. d. melakukan monitoring dan evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas menyusun rencana strategik dan rencana kerja. Pasal 1013 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri dari: a. Pengendalian. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. b. perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. dan Pelaporan. Pengendalian. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia. . evaluasi. perumusan kebijakan strategi perubahan organisasi. perumusan. g. c.

280 (4) Seksi Transformasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas mengkaji dan merumuskan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi dan penempatan serta pelatihan SDM. Pasal 1015 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. .. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1016 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1017 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan.

c. h. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. . d. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. b. piutang negara. dan lelang. c. Direktorat Barang Milik Negara I. dan lelang. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara.281 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1018 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. f. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara. dan prosedur di bidang kekayaan negara. Direktorat Barang Milik Negara II. penyusunan standardisasi. dan lelang. penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kekayaan negara.. Sekretariat Direktorat Jenderal. piutang negara. kriteria. piutang negara. b. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. norma. Direktorat Hukum dan Informasi. Direktorat Piutang Negara. dan lelang. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1020 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri dari: a. piutang negara. g. Direktorat Lelang. e. d. dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. e. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. piutang negara.

Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta pembinaan dan pemberian dukungan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. e. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. dan keuangan. d. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. Pasal 1024 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja..282 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1021 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. c. dan dokumentasi Direktorat Jenderal. b. rumah tangga. koordinasi penyusunan rencana kerja. Bagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. . Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. d. kepegawaian. e. pelaksanaan tata usaha. rencana strategik. Bagian Keuangan. rencana strategik. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. Bagian Umum. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 1022 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1021. b. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Pasal 1023 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. f. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat.

b. tata naskah persuratan dinas. c. b. c. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. standar norma waktu. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. Pasal 1027 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan penataan organisasi. . standardisasi teknis dan produk hasil kerja. penelitian dan pemeriksaan kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. analisa jabatan. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktur Jenderal. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. e. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. standar beban kerja Direktorat Jenderal. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. penyiapan bahan tanggapan. Pasal 1026 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. serta penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal.. analisis jabatan. uraian jabatan. d. g. Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan.283 Pasal 1025 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1024. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. penyusunan jabatan fungsional dan penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. f. standar norma waktu dan standar beban kerja. Subbagian Organisasi. (3) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. penyusunan rumusan produk hasil kerja.

. d. Subbagian Mutasi Kepegawaian. . c. Pasal 1030 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penempatan. penyaringan pegawai dalam rangka ujian jabatan. kesejahteraan pegawai. mutasi kepegawaian. Subbagian Umum Kepegawaian. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. ujian jabatan serta penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penghargaan dan penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin pegawai serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian. c. statistik. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. statistik. b. formasi. dan mutasi kepegawaian lain-lain. cuti. formasi. kepangkatan. pemindahan pegawai. penempatan.284 - Pasal 1028 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. cuti. b. dokumentasi. dan penghargaan pegawai. Pasal 1029 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. Pasal 1031 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan dan hukuman disiplin. penggajian. pemindahan pegawai. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. kepangkatan. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan. kesejahteraan pegawai. penggajian. dokumentasi. pemberhentian dan pemensiunan pegawai.

Pasal 1034 Bagian Keuangan terdiri dari: a. Subbagian Gaji. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. d. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat.. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Penyusunan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. c. . Pasal 1033 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032. c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.285 Pasal 1032 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1036 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1035 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. d.

dan penghapusan perlengkapan.286 - Pasal 1037 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. pemeliharaan sarana dan prasarana. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. b. pengetikan. Subbagian Pengadaan. angkutan. pemeliharaan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi.. b. penggandaan. pelaksanaan urusan protokol. rumah tangga. pelaksanaan urusan surat-menyurat. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. tamu. Pasal 1040 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. perjalanan dinas. c. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. c. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. rapat pimpinan dan akomodasi. Pasal 1039 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. dan dokumentasi. b. Pasal 1038 Bagian Perlengkapan terdiri dari: a. kepustakaan. pelaksanaan urusan inventarisasi. pemeliharaan. dan penghapusan perlengkapan. . kearsipan. serta penatausahaan. pengamanan. c. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi.

pemantauan. penghapusan. ekspedisi. penyiapan rumusan kebijakan. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. evaluasi. Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara I Pasal 1044 Direktorat Barang Milik Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengamanan dan pemeliharaan. pemanfaatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemindahtanganan. bimbingan teknis. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. serta penatausahaan. dan dokumentasi. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. akuntansi. pengawasan. pembinaan. angkutan. c. pembinaan. penatausahaan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. kepustakaan. Pasal 1045 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. . rapat pimpinan dan akomodasi. pengawasan. standardisasi. b. pemeliharaan sarana dan prasarana. penghapusan. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. Direktorat Barang Milik Negara I menyelenggarakan fungsi: a. perjalanan dinas.. bimbingan teknis. akuntansi.287 - Pasal 1042 Bagian Umum terdiri dari: a. pengamanan. pengendalian. kearsipan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. tamu. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. standardisasi. penggandaan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. Pasal 1043 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pengetikan. pemanfaatan. pengendalian. dan pelaksanaan kegiatan penggunaan. penatausahaan.

pemindahtanganan. dan evaluasi penggunaan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 1047 Subdirektorat Barang Milik Negara IA. pengamanan dan pemeliharaan. bimbingan teknis. IB. koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. f. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. penatausahaan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. bimbingan teknis. Subdirektorat Barang Milik Negara ID. Subdirektorat Barang Milik Negara IC. standardisasi. pengawasan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan IC. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. penyusunan sistem dan prosedur. pembinaan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. IB. pemanfaatan. pelaksanaan penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup I. pengendalian. pemberian bimbingan teknis penggunaan. e. pelaksanaan evaluasi penggunaan. pemindahtanganan. penghapusan.. e.288 - b. penatausahaan. d. d. dan IC. b. pembinaan. c. pembinaan. akuntansi. IB. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. Pasal 1046 Direktorat Barang Milik Negara I terdiri dari: a. akuntansi. pengamanan dan pemeliharaan. . pemindahtanganan. pengawasan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pembinaan. pemantauan. penghapusan. dan pengendalian barang milik negara. penghapusan. IB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. c. penatausahaan. pemanfaatan. dan IC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. pemindahtanganan. pengawasan. pemantauan. dan IC menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan. penghapusan. penghapusan. pemanfaatan. Subdirektorat Barang Milik Negara IB. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. pengamanan dan pemeliharaan. Subdirektorat Barang Milik Negara IA. pengawasan. pemanfaatan. f. akuntansi. pengawasan. pembinaan.

. pengawasan. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IA-2. IA-2. dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. c. penelaahan. IB. c. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. IA-3. pemanfaatan. penghimpunan. pengendalian. dan IC. dan IA-4. dan pengendalian barang milik negara. penghapusan. IA-3. b. c. Seksi Barang Milik Negara IA-4. pelaksanaan. IB. Seksi Barang Milik Negara IB-2. pengawasan. pembinaan. IB. dan IC. Seksi Barang Milik Negara IB-4. penghapusan. dan IC. d. penghapusan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA-1. standardisasi.289 - b. serta penghimpunan. penyusunan sistem dan prosedur. pemanfaatan. b. dan evaluasi penggunaan. Seksi Barang Milik Negara IA-3. pemanfaatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pembinaan.. pemindahtanganan. IA-2. pembinaan. pembinaan. pemantauan. Seksi Barang Milik Negara IB-3. Seksi Barang Milik Negara IB-1. Pasal 1051 Subdirektorat Barang Milik Negara IB masing-masing terdiri dari: a. d. e. Seksi Barang Milik Negara IA-1. penghapusan. bimbingan teknis. Pasal 1050 Seksi Barang Milik Negara IA-1. pengamanan dan pemeliharaan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. Pasal 1049 Subdirektorat Barang Milik Negara IA masing-masing terdiri dari: a. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. d. penyiapan bahan penggunaan. dan IC. pengamanan dan pemeliharaan. IB. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA. pemindahtanganan. pengawasan. pemindahtanganan.

IC-2. pembinaan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. penghapusan. dan IC-4. Seksi Barang Milik Negara IC-4. pemantauan. pembinaan. pemindahtanganan. standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. bimbingan teknis. dan evaluasi penggunaan. Pasal 1055 Subdirektorat Barang Milik Negara ID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penghimpunan. dan penyusunan Daftar Barang Milik Negara. dan evaluasi penggunaan. IC-2. pengendalian. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IB-1. penyusunan sistem dan prosedur. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta penghimpunan. IB-2. IC-3. penghapusan. dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemanfaatan. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IC-1. pelaksanaan. d. penyusunan sistem dan prosedur. pemanfaatan. pengawasan. Seksi Barang Milik Negara IC-3. pengendalian. bimbingan teknis. pemindahtanganan. Pasal 1054 Seksi Barang Milik Negara IC-1. . penyusunan sistem dan prosedur. penghapusan. pemantauan. IC-3. pelaksanaan. pemanfaatan. c. standardisasi. akuntansi.290 - Pasal 1052 Seksi Barang Milik Negara IB-1. pemindahtanganan. Seksi Barang Milik Negara IC-2. IB-2. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. pengawasan. Pasal 1053 Subdirektorat Barang Milik Negara IC masing-masing terdiri dari: a. dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengamanan dan pemeliharaan. bimbingan teknis. b. IB-3. Seksi Barang Milik Negara IC-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standardisasi. pengamanan dan pemeliharaan. pelaksanaan. pemantauan. dan evaluasi penggunaan.. koordinasi. dan IB-4. pengawasan. IB-3.

pemanfaatan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. standardisasi. Seksi Barang Milik Negara ID-2. . penghimpunan. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. d. akuntansi. Seksi Barang Milik Negara ID-3. pemindahtanganan. penatausahaan. penatausahaan. dan ID-4. pengawasan. pembinaan. pengawasan. pemindahtanganan. Pasal 1058 Seksi Barang Milik Negara ID-1. penghapusan. dan pengendalian barang milik negara. Subdirektorat Barang Milik Negara ID menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan dan pemeliharaan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. Seksi Barang Milik Negara ID-1. penatausahaan. pemindahtanganan. bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta penatausahaan. penghapusan. e. c. penghapusan. bimbingan teknis. pengawasan. d. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. pengendalian. pembinaan. pemanfaatan. pembinaan.291 Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. akuntansi. ID-3. pemantauan. penatausahaan. pembinaan. ID-3. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. dan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara. penghimpunan. akuntansi. pengendalian. penyusunan sistem dan prosedur. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemanfaatan. pengamanan dan pemeliharaan. Pasal 1057 Subdirektorat Barang Milik Negara ID terdiri dari: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. pemanfaatan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. akuntansi. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup ID. b. pengendalian.. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID-1. penelaahan dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup ID. ID-2. penghapusan. pemindahtanganan. pemanfaatan. pengawasan. b. akuntansi. standardisasi. pembinaan. ID-2. c. f. dan evaluasi penggunaan. pelaksanaan. penyiapan bahan penggunaan. Seksi Barang Milik Negara ID-4. penghapusan.

pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. penghapusan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pemindahtanganan. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup II. penghapusan. penyiapan rumusan kebijakan. pembinaan. pembinaan. pengendalian. pengamanan dan pemeliharaan. d. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penghapusan. penatausahaan. . pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. pengawasan. standardisasi. pemantauan. e. penatausahaan. pemindahtanganan. pengawasan. c. pemindahtanganan. pemanfaatan. pemanfaatan.292 Pasal 1059 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kelima Direktorat Barang Milik Negara II Pasal 1060 Direktorat Barang Milik Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pembinaan.. dan pengendalian barang milik negara. bimbingan teknis. pembinaan. bimbingan teknis. penatausahaan. penatausahaan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. serta pengawasan. standardisasi. pengawasan. penatausahaan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. penghapusan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup II. pelaksanaan evaluasi penggunaan. penatausahaan. Pasal 1061 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060. pengamanan dan pemeliharaan. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. pengendalian. pengamanan dan pemeliharaan. pemberian bimbingan teknis penggunaan. pemanfaatan. Direktorat Barang Milik Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan. pemanfaatan. pelaksanaan penggunaan. pengawasan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara ID. pengendalian. pemindahtanganan. dan penyusunan daftar kekayaan negara yang dipisahkan. pemanfaatan.

bimbingan teknis. e. b. d. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pemindahtanganan. . penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. II. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemindahtanganan. pemanfaatan. h. penyusunan sistem dan prosedur. pembinaan. pengamanan dan pemeliharaan. Subdirektorat Barang Milik Negara IIC. dan IIC. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan.. bimbingan teknis. IIB. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. pengawasan. pembinaan. penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. IIB dan IIC. bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan sistem dan prosedur. Subbagian Tata Usaha. penatausahaan. pengendalian. pelaksanaan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. IIB. pelaksanaan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 1062 Direktorat Barang Milik Negara II terdiri dari: a. pengendalian. pengawasan. dan III. f. dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. standardisasi. standardisasi. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. c. pemantauan. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA.293 - f. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum. Subdirektorat Barang Milik Negara IID. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIC menyelenggarakan fungsi: a. i. pemanfaatan. IIB. j. g. proyek kekayaan negara yang dipisahkan. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Pasal 1063 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. Subdirektorat Barang Milik Negara IIA. Subdirektorat Barang Milik Negara IIB.

pemindahtanganan. II. Seksi Barang Milik Negara IIA-4. bimbingan teknis. IIA-3. b. bimbingan teknis. penghapusan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. IIA-2. pemanfaatan. d. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. dan ID. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. pembinaan. penatausahaan. pemanfaatan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA. dan IIC. dan III. dan IIA-4. dan IIC. Seksi Barang Milik Negara IIA-3. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA-1. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. IC. standardisasi. pengawasan. penatausahaan. pengawasan. pembinaan.. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. pengamanan dan pemeliharaan. pembinaan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. IIA-2. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. dan IIC. II. d. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup I. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup I. c. penghapusan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. IB. standardisasi. pengawasan. f. pengamanan dan pemeliharaan. e. pengendalian. IIB. pelaksanaan kegiatan penggunaan. Seksi Barang Milik Negara IIA-1. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IA.294 - b. IIB. c. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengendalian. pembinaan. dan III. . Pasal 1065 Subdirektorat Barang Milik Negara IIA terdiri dari: a. IIA-3. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 1066 Seksi Barang Milik Negara IIA-1. g. II. pemanfaatan. penyiapan bahan penggunaan. pengawasan. IIB. Seksi Barang Milik Negara IIA-2. dan pengendalian barang milik negara. dan III. pemanfaatan. pengamanan dan pemeliharaan. penghapusan. penghapusan. pemindahtanganan. penyusunan sistem dan prosedur. pemindahtanganan. sistem dan prosedur. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara.

IIC-2. pengamanan dan pemeliharaan. dan IIB-4. pembinaan. IIIB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Barang Milik Negara IIB-4. c. IIB. pembinaan. . Pasal 1068 Seksi Barang Milik Negara IIB-1. IIC. pengendalian. penyusunan sistem dan prosedur. IIB-2. pengawasan. d. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penghapusan. bimbingan teknis. Seksi Barang Milik Negara IIC-4. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIC-1. Pasal 1070 Seksi Barang Milik Negara IIC-1. Seksi Barang Milik Negara IIC-3. pemindahtanganan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. IIC-3. penyusunan sistem dan prosedur. dan IIC-4. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. b. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Seksi Barang Milik Negara IIB-2. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIA. IIB-3. dan IID. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. pemindahtanganan. IIC-2. IIB-2. serta analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. IIB-3. pemanfaatan. Seksi Barang Milik Negara IIC-2. dan IIID. pengendalian. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. Seksi Barang Milik Negara IIC-1. Seksi Barang Milik Negara IIB-1. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IIIA. c. Pasal 1069 Subdirektorat Barang Milik Negara IIC terdiri dari: a. IIIC. d. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIB-1. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pengawasan.. bimbingan teknis. b.295 Pasal 1067 Subdirektorat Barang Milik Negara IIB terdiri dari: a. penghapusan. standardisasi. pelaksanaan kegiatan penggunaan. IIC-3. Seksi Barang Milik Negara IIB-3. pemanfaatan.

pengawasan. dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. pembinaan. pemindahtanganan. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara lingkup II dan kekayaan negara yang dipisahkan. pengamanan dan pemeliharaan. standardisasi. pemindahtanganan. serta evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. penyusunan sistem dan prosedur penggunaan. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. pemanfaatan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pengamanan dan pemeliharaan. penyiapan bahan evaluasi penggunaan. sistem dan prosedur.296 Pasal 1071 Subdirektorat Barang Milik Negara IID mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. . g. penyiapan bahan bimbingan teknis penggunaan. standardisasi. standardisasi. h. penghapusan. pemindahtanganan. penghapusan. pengendalian. pengawasan. pemanfaatan. pemanfaatan. pembinaan. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan rumusan kebijakan. pemantauan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pengendalian. pengamanan dan pemeliharaan. pengawasan. pengawasan. pembinaan. barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. d. penatausahaan. pembinaan. pemanfaatan. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penghapusan. pengawasan. penghapusan. pemindahtanganan. pelaksanaan kegiatan penggunaan. pemanfaatan. Pasal 1072 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1071. penyusunan sistem dan prosedur. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. bimbingan teknis. e. penyiapan bahan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan termasuk privatisasi dan penyertaan modal negara dan penetapan barang milik negara eks. penyiapan bahan analisis kinerja kekayaan negara yang dipisahkan. penghapusan. c. Subdirektorat Barang Milik Negara IID menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. penatausahaan. pengamanan dan pemeliharaan. penatausahaan. bimbingan teknis. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IV. pembinaan. serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID. bimbingan teknis. pengendalian. penatausahaan. proyek kekayaan negara yang dipisahkan lingkup IV. dan pendirian serta pengusulan setiap penyertaan modal negara berikut perubahannya ke dalam persero dan perum lingkup IV. penatausahaan. penyiapan bahan penggunaan. dan pengendalian barang milik negara.. serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. f.

serta penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IID. evaluasi serta pelaksanaan kegiatan di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan. bimbingan teknis. pemantauan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IID-1. pelaksanaan kegiatan penggunaan. IID-2. Pasal 1075 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.297 - Pasal 1073 Subdirektorat Barang Milik Negara IID terdiri dari: a. dan IVD. pembinaan. standardisasi. c. Pasal 1074 Seksi Barang Milik Negara IID-1. Bagian Keenam Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1076 Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penatausahaan. IVC. Seksi Barang Milik Negara IID-2. pengawasan. pengamanan dan pemeliharaan. Seksi Barang Milik Negara IID-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan perubahan bentuk hukum dan pengusulan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup IVA. IID-3. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan. IID-2. pengendalian. IVB. IID-3. dan IID-4. b. pemindahtanganan. pendirian dan pengusulan setiap penyertaan modal negara. pemanfaatan. . Seksi Barang Milik Negara IID-1. penghapusan. Seksi Barang Milik Negara IID-4. d. penyusunan sistem dan prosedur.. bimbingan teknis. standardisasi.

b. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. hak atas bumi. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. hak atas bumi. pengawasan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. air dan tata ruang angkasa. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank.298 Pasal 1077 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. barang yang dirampas oleh negara. air dan tata ruang angkasa. e. air dan tata ruang angkasa. sistem dan prosedur. Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. aset eks UP3. b. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. Subbagian Tata Usaha. barang milik negara eks kepabeanan. barang milik negara eks kepabeanan. aset eks Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3). Pasal 1078 Direktorat Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri dari: a. bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. d. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. c. penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. c. barang yang dirampas oleh negara. hak atas bumi. d. f. standardisasi. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III.. serta akuntansi aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. perencanaan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan rumusan kebijakan. barang yang dirampas oleh negara. Kelompok Jabatan Fungsional. . barang milik negara eks kepabeanan.

e. II. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. sistem dan prosedur. II. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. III. III. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. III. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. II. III. III. b. Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. penatausahaan dan penyusunan daftar. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I. aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. penyiapan bahan rumusan kebijakan. . Pasal 1081 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri dari: a. dan IV. air dan tata ruang angkasa. dan IV. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. penyiapan bahan perencanaan. dan IV. penelaahan. d. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. dan IV. III. II. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. II. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. hak atas bumi. II.. II. standardisasi. d. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. III. c. dan IV. III.299 - Pasal 1079 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. II. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain lingkup I. bimbingan teknis. b. pemberian bimbingan teknis. pengawasan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain sebagai akibat adanya ketentuan. perencanaan. dan IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi. dan IV. c. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. dan IV. penghimpunan. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. pemantauan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan antara lain kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial lain-lain. penyusunan sistem dan prosedur. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan. barang milik negara eks kepabeanan. aset eks UP3. barang yang dirampas oleh negara.

penyusunan sistem dan prosedur.. IIIC. IIB. IIC. IIIC. IIC. pemberian bimbingan teknis. penyusunan sistem dan prosedur. pengawasan. pemberian bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. penatausahaan dan penyusunan daftar. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIA. penyusunan sistem dan prosedur. pengawasan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IIIA. pemantauan. c. dan IID. pemberian bimbingan teknis. d. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. d. dan ID. pengawasan. penatausahaan dan penyusunan daftar. pemantauan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. IC. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. IC. Pasal 1086 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain.300 Pasal 1082 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. IB. perencanaan. Pasal 1083 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri dari: a. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IA. perencanaan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. IB. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. pemantauan. b. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. perencanaan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. IIIB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IIIB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. dan IIID. Pasal 1084 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. penatausahaan dan penyusunan daftar. b. Pasal 1085 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri dari: a.

. perumusan kebijakan teknis. pemantauan.301 - Pasal 1087 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV terdiri dari: a. Pasal 1089 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian kekayaan negara. b. analisis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Kekayaan Negara Pasal 1090 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 1088 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA. supervisi. IVC. . pemberian bimbingan teknis. perencanaan. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain IV. Direktorat Penilaian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. IVB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVC. Pasal 1091 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVA. dan IVD. IVB. penyusunan sistem dan prosedur. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lainlain Lingkup IVA. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVB. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. c. standardisasi dan pembinaan perencanaan penilaian kekayaan negara. pengawasan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IVD. evaluasi dan rekomendasi. IVC. standardisasi. d. penatausahaan dan penyusunan daftar. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi.

pemberian bimbingan teknis terhadap penilai. b.302 b. c. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. analisis. e. pengolahan data dan informasi di bidang penilaian. d. b.. properti khusus non komersial. e. pemantauan. keringanan hutang. Pasal 1092 Direktorat Penilaian Kekayaan Negara terdiri dari: a. g. d. atau penyelesaian piutang negara. f. pemberian bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan penilaian kekayaan negara berupa sumber daya alam energi dan mineral. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. e. Pasal 1093 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. serta Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. pemberian pertimbangan atas usul penilaian kekayaan negara dengan menggunakan jasa penilai eksternal. Subdirektorat Penilaian Usaha. penggalian potensi. Kelompok Jabatan Fungsional. penggalian potensi. c. pencairan. mesin dan barang bergerak. bimbingan teknis. pemberian bahan pertimbangan atas usul penilaian untuk keperluan. Sub Bagian Tata Usaha. Subdirektorat Penilaian Real Properti. supervisi. d. c. verifikasi. . Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam. supervisi. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. standardisasi. f. real properti tanah dan bangunan. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian atas kekayaan negara berupa sumber daya alam energi. mineral dan hayati. sumber daya alam hayati. restrukturisasi hutang. Pasal 1094 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1093. properti khusus komersial. Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. penggalian potensi. perumusan kebijakan teknis.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1097 Subdirektorat Penilaian Real Properti mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. . Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan II. c. verifikasi dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian real properti. perumusaan. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati II. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengumpulan. supervisi.. b. Pasal 1098 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. pengevaluasian dan pemberian rekomendasi. pengolahan. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I. c. pengolahan. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral II. perumusan. penggalian potensi. analisis. evaluasi dan rekomendasi. e. bimbingan teknis. Pasal 1099 Subdirektorat Penilaian Real Properti terdiri dari: a. Pasal 1096 (1) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Energi dan Mineral I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. b. analisis. analisis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. pengumpulan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam energi dan mineral lingkup I dan II. (2) Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I dan II mempunyai tugas melakukan perencanaan. d. penggalian potensi. perumusan kebijakan teknis. standardisasi. Subdirektorat Penilaian Real Properti menyelenggarakan fungsi: a. pengevaluasian dan memberikan rekomendasi. penggalian potensi. Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. d. Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Hayati I. b. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian sumber daya alam hayati lingkup I dan II. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis.303 Pasal 1095 Subdirektorat Penilaian Sumber Daya Alam terdiri dari: a.

. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I.304 c. perumusan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1103 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus terdiri dari: a. analisis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. Pasal 1100 (1) Seksi Penilaian Tanah dan Bangunan I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. Seksi Penilaian Properti Komersial II. supervisi. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak II. evaluasi dan rekomendasi. perumusan. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengumpulan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian mesin dan barang bergerak lingkup I dan II. Pasal 1102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. standardisasi. Seksi Penilaian Properti Non Komersial I. e. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. b. pengolahan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian tanah dan bangunan lingkup I dan II.. c. pengolahan. Seksi Penilaian Properti Non Komersial II. d. d. d. Subdirektorat Penilaian Properti Khusus menyelenggarakan fungsi: a. analisis. evaluasi dan pemberian rekomendasi. c. penggalian potensi. penelitian dan pelaksanaan tugas di bidang penilaian properti khusus. Pasal 1101 Subdirektorat Penilaian Properti Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. analisis. evaluasi. bimbingan teknis. pengumpulan. (2) Seksi Penilaian Mesin dan Barang Bergerak I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. Seksi Penilaian Properti Komersial I. evaluasi dan pemberian rekomendasi. penyiapan rumusan kebijakan teknis. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis.

pengumpulan. d.. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. II. II. penggalian potensi. Pasal 1105 Subdirektorat Penilaian Usaha mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis. Seksi Penilaian Usaha I. Seksi Penilaian Usaha II. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. pengumpulan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1107 Subdirektorat Penilaian Usaha terdiri dari: a. penelitian serta pelaksanaan tugas di bidang penilaian usaha. supervisi dan konsultasi pelaksanaan kebijakan teknis. penyiapan rumusan kebijakan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengolahan. perumusan. perumusan. Pasal 1108 Seksi Penilaian Usaha I. b. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. Subdirektorat Penilaian Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pemberian rekomendasi. penggalian potensi. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. analisis. b. . analisis. Pasal 1106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengolahan.305 Pasal 1104 (1) Seksi Penilaian Properti Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. (2) Seksi Penilaian Properti Non Komersial I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan perencanaan. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti non komersial lingkup I dan II. supervisi pelaksanaan kebijakan teknis. c. evaluasi dan pemberian rekomendasi. evaluasi dan rekomendasi. dan III. pengumpulan. perumusan. Seksi Penilaian Usaha III. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian usaha lingkup I. evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan teknis. menyiapkan petunjuk teknis dan melaksanakan kegiatan penilaian properti komersial lingkup I dan II. supervisi. penyiapan petunjuk teknis pelaksanaan. c. analisis. penggalian potensi. analisis. e. pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan teknis. penggalian potensi. pengolahan. evaluasi dan pemberian rekomendasi.

b. d.. perpanjangan. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. penelaahan usul penetapan. penyiapan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. e. penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. g. Pasal 1111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1110. perencanaan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) serta inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN. serta usul penghapusan piutang negara. h. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. f. . penyusunan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. bimbingan teknis. standardisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Penilaian Usaha. c.306 - Pasal 1109 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. termasuk pelaksanaan tugas PUPN. penyiapan perumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI. Direktorat Piutang Negara menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Direktorat Piutang Negara Pasal 1110 Direktorat Piutang Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara.

Subdirektorat Piutang Negara II. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD. b. perencanaan. Seksi Piutang Negara IB. Seksi Piutang Negara IA. c. Pasal 1114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1113.. d. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. b. c. Subdirektorat Piutang Negara III. . Pasal 1115 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara. Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. Seksi Piutang Negara IC. bimbingan teknis. Subdirektorat Piutang Negara I. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara. c. perpanjangan. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI.307 Pasal 1112 Direktorat Piutang Negara terdiri dari: a. e. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. b. serta usul penghapusan piutang negara. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. Pasal 1113 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. e.

Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. c. pendataan. pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup I. Pasal 1117 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. Pasal 1118 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup I. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat.308 Pasal 1116 Seksi Piutang Negara IA. IB. bimbingan teknis. b. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. Seksi Piutang Negara IIC. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. bimbingan teknis. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. Seksi Piutang Negara IIB. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. serta melaksanakan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup I. dan IC. e. Seksi Piutang Negara IIA. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1119 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri dari: a. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. penataan dan pengamanan. perencanaan. dan menyelenggarakan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. f. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup I.. b. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perpanjangan. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. c. d. penghapusan piutang negara. serta usul penghapusan piutang negara lingkup I. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup I. pengolahan dan pengelolaan barang jaminan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/D lingkup IA. IB. g.

penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IC. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara lingkup II.309 Pasal 1120 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d.. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. pelaksanaan evaluasi kebijakan teknis. serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat. Pasal 1122 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121. serta melaksanakan inventarisasi Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. penataan dan pengamanan. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Piutang Negara III menyelenggarakan fungsi: a. dan pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI lingkup II. penghapusan piutang negara. penataan dan pengamanan. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN lingkup IA dan IB. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. pengolahan. pendataan. penyiapan bahan telaahan usul penetapan. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. bimbingan teknis. memberikan bahan pertimbangan atas usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. (2) . pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara lingkup II. b. pendataan. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. penghapusan piutang negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perpanjangan. bimbingan teknis. pengolahan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga kepada PUPN. Pasal 1121 Subdirektorat Piutang Negara III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. perencanaan.

penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN lingkup II. penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi piutang Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga lingkup IIA. dan IIC. standardisasi dan bimbingan teknis. c. bimbingan teknis. pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. pengolahan. serta pelaksanaan pembinaan perencanaan lelang. f. dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. IIIB.310 e. pendataan. usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang. Bagian Kesembilan Direktorat Lelang Pasal 1126 Direktorat Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Piutang Negara IIIC. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Piutang Negara IIIB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penataan dan pengamanan. Pasal 1123 Subdirektorat Piutang Negara III terdiri dari: a. evaluasi. penghapusan piutang negara. b. pemeriksaan. serta usul penghapusan piutang negara lingkup II.. Pasal 1124 Seksi Piutang Negara IIIA. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Piutang Negara I. dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara. dan pembinaan kinerja di bidang lelang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Seksi Piutang Negara IIIA. Pasal 1125 (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . IIB. pengawasan.

evaluasi. dan pembukuan hasil lelang. d. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. Pasal 1128 Direktorat Lelang terdiri dari : a. . penyiapan perumusan kebijakan teknis. laporan. standardisasi. b. e. c. Pasal 1129 Subdirektorat Bina Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. pembinaan. penggalian potensi dan pengembangan di bidang lelang. pemantauan. d. evaluasi. bimbingan teknis. c. Pasal 1130 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129.. e. penyiapan perumusan kebijakan teknis. analisis. analisis. dan evaluasi pelaksanaan lelang. pemantauan. evaluasi. pelaksanaan. penghargaan dan sanksi serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. analisis. penyiapan pengangkatan dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II. pemantauan. pembinaan perencanaan lelang. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. dan pengembangan lelang lingkup I dan II. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Bina Lelang I. b. penyiapan pemberian izin operasional. bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis.311 Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1126. b. f. bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Lelang II. pemeriksaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pembinaan kinerja Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. dan pengawasan serta pembinaan Pejabat Lelang. pelaksanaan verifikasi risalah lelang. pengawasan.

penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. pemantauan. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. . b. d. IB. Seksi Bina Lelang IIB. b. Seksi Bina Lelang IB. verifikasi risalah lelang. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. Pasal 1131 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri dari: a. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang.312 c. h. c. i. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang.. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. c. penyelenggaraan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. f. Seksi Bina Lelang IIC. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. Pasal 1132 Seksi Bina Lelang IA. dan IC. bimbingan teknis. g. e. IB. Seksi Bina Lelang IIA. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. Pasal 1133 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri dari: a. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. Seksi Bina Lelang IC. Seksi Bina Lelang IA.

b. . Pasal 1136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135. dan IIC. j. bimbingan teknis.. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. ujian profesi Pejabat Lelang. pemantauan. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pembinaan. pemeriksaan. e. dan pemberhentian Pejabat Lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. verifikasi risalah lelang. g. Pasal 1135 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. f. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. IIB. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. i. analisis. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. d. c.313 - Pasal 1134 Seksi Bina Lelang IIA. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. pengangkatan. dan pemberian penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. h. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis. pengawasan. IIB.

pemberian penghargaan dan sanksi. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. serta pencabutan izin operasional lelang. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pengolahan. pengumpulan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. penyajian informasi. pengawasan dan pembinaan. standardisasi. Seksi Bina Profesi Lelang II. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. analisis. standardisasi. c. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pengangkatan. pengawasan. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. pengumpulan. pengolahan. pemberian penghargaan dan sanksi. ujian profesi.314 k. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. b. bimbingan teknis. Seksi Bina Jasa Lelang. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pemantauan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. l. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. Pasal 1137 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri dari : a. Pasal 1139 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang.. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. perencanaan dan pengembangan lelang. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh . (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pengawasan dan pembinaan. Seksi Bina Profesi Lelang I. Pasal 1138 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi.

pengelolaan dokumen hukum. penilaian. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pembinaan dan pengembangan sistem informasi dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara. piutang negara dan lelang. pengurusan piutang negara. pengurusan piutang negara. dan pengelolaan basis data. m. j. d. Direktorat Hukum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. piutang negara dan lelang. pemberian dukungan teknis.. i. piutang negara dan lelang. c. penilaian. penilaian. Bagian Kesepuluh Direktorat Hukum dan Informasi Pasal 1140 Direktorat Hukum dan Informasi mempunyai tugas melakukan persiapan bahan dan rumusan peraturan perundangan berikut petunjuk pelaksanaan peraturan perundangan. penilaian. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang kekayaan negara. pelayanan informasi dan pengelolaan pusat informasi di bidang kekayaan negara. penilaian. dan pelaksanaan lelang. penilaian. pengurusan piutang negara. pengurusan piutang negara. pemberian bimbingan teknis sistem informasi di bidang kekayaan negara. l.315 Subdirektorat Bina Lelang I. pengurusan piutang negara dan pelaksanaan lelang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan operasi komputer. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. dan pelaksanaan lelang. g. f. pemberian bantuan hukum penanganan dan penyiapan. dan pelaksanaan lelang. dan pelaksanaan lelang. pengurusan piutang negara. penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan pembinaan jabatan pranata komputer. penyusunan manual sistem dan dokumentasi program aplikasi di bidang kekayaan negara. pengharmonisasian dan penyusunan peraturan perundangan dan petunjuk teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. penilaian. Pasal 1141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140. h. . dan pelaksanaan lelang. pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. pelaksanaan pelayanan kepada pengguna. penilaian. pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. piutang negara dan lelang. dan pelaksanaan lelang. b. e. pelaksanaan pengolahan data di bidang kekayaan negara. k. piutang negara dan lelang. penilaian.

Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Peraturan Perundangan. Pasal 1143 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. penilaian. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143. dan lelang. Pasal 1142 Direktorat Hukum dan Informasi terdiri dari: a. penilaian. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. e. pengurusan piutang negara. penilaian. penilaian. Subdirektorat Dukungan Teknis. . Subbagian Tata Usaha. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Subdirektorat Bantuan Hukum. dan lelang. f. penilaian. e. dan pelaksanaan lelang. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. c. pengelolaan dokumen hukum. d. c. b. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi.. pengurusan piutang negara dan lelang. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. piutang negara. pengurusan piutang negara. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Sistem Aplikasi. d. g. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan lelang. g. penilaian. pengurusan piutang negara dan lelang. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan.316 n. b. pengurusan piutang negara dan lelang. f. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. piutang negara.

317 - Pasal 1145 Subdirektorat Peraturan Perundangan terdiri dari: a. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. (2) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. (4) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. (3) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang lelang. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan.. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Kekayaan Negara Lain-lain. b. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara. pelaksanaan klasifikasi peraturan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. c. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Lelang. . pelaksanaan klasifikasi peraturan. d. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. Pasal 1146 (1) Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. Seksi Peraturan dan Dokumentasi Hukum Piutang Negara. penyajian peraturan perundangan di bidang piutang negara. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang Barang Milik Negara.

penilaian. penilaian. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. III. Seksi Bantuan Hukum II. Pasal 1149 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri dari: a. b. penilaian. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. penilaian. penelaahan kasus hukum. pengurusan piutang negara. II. dan pelaksanaan lelang. c. II. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. penyediaan layanan informasi. evaluasi implementasi sistem aplikasi. serta . Seksi Bantuan Hukum IV. Seksi Bantuan Hukum I. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. dan IV. piutang negara dan lelang. piutang negara dan lelang. Seksi Bantuan Hukum III.318 - Pasal 1147 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1150 Seksi Bantuan Hukum I. piutang negara dan lelang. Pasal 1151 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. pertimbangan. c. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. d. penilaian. Pasal 1148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1147.. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengolahan data. pengujian pengoperasian sistem aplikasi. d. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. piutang negara dan lelang lingkup I. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. III.

pelaksanaan pengujian pengoperasian sistem aplikasi. dan lelang. dan lelang. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. evaluasi implementasi sistem aplikasi. e. memberikan pembinaan dan bimbingan di bidang pengolahan data serta melakukan pengelolaan portal. piutang negara dan lelang. g. b.319 pengelolaan intranet dan internet Direktorat Jenderal. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. penyiapan bahan perancangan sistem aplikasi. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. c. penilaian. piutang negara. pengelolaan portal. piutang negara dan lelang. i. c. piutang negara. pemantauan dan pengawasan kualitas data. penilaian. Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. penilaian. (3) Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. Pasal 1154 (1) Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional.. pelaksanaan analisis kebutuhan informasi dan standar prosedur operasional. h. f. penyediaan layanan informasi di bidang kekayaan negara. penilaian. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi informasi di bidang kekayaan negara. (2) Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengujian operasionalisasi sistem aplikasi. Pasal 1153 Subdirektorat Pengkajian Sistem dan Layanan Informasi terdiri dari: a. pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang pengelolaan data. evaluasi implementasi sistem aplikasi. b. Seksi Analisis dan Perancangan Sistem Aplikasi. . pemantauan dan pengawasan kualitas data informasi di bidang kekayaan negara. perancangan proses dan fungsi sistem aplikasi berdasarkan standar prosedur operasional. Seksi Evaluasi Sistem Aplikasi.

pengembangan. pemutakhiran. sistem informasi. penyusunan pedoman pembuatan sistem aplikasi. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. d. penyusunan standardisasi kodifikasi dan elemen data. pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. pemutakhiran. g. kesekretariatan. lelang. program aplikasi. Pasal 1157 Subdirektorat Sistem Aplikasi terdiri dari: a. Subdirektorat Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar pertukaran data antar modul. f. penyusunan dokumentasi. piutang negara. b. Pasal 1156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. pengembangan. . pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi. pengembangan dan pengintegrasian sistem aplikasi. Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. pemutakhiran dan pemeliharaan sistem aplikasi transaksi dan produk cetakan. pengembangan dan pengintegrasian model-model sistem aplikasi. sistem informasi dan pelaporan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara. serta pengembangan sistem informasi dan pelaporan di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. dan penyusunan elemen data warehouse. e. pengembangan dan pembuatan sistem aplikasi.320 - Pasal 1155 Subdirektorat Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan dan dokumentasi pembuatan dan pengembangan sistem aplikasi. penyusunan desain sistem aplikasi. penyiapan bahan penyusunan. b. dan pemeliharaan sistem aplikasi dan sistem informasi. lelang.. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi. dan pendukung lainnya. penilaian. pengembangan. dan pendukung lain-lain. Pasal 1158 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan. c. dokumentasi sistem aplikasi dan sistem informasi. kesekretariatan. (2) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengintegrasian modulmodul aplikasi. Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi. penilaian. c.

b. Pasal 1162 (1) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta operasional komputer. c. pembuatan kamus data. . penilaian. pemantauan keamanan sistem dan jaringan serta melaksanakan operasionalisasi komputer. b. Pasal 1160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. dan bimbingan di bidang operasional komputer. bimbingan pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi di bidang kekayaan negara. penyusunan dokumentasi dan pedoman pengoperasian sistem aplikasi dan sistem informasi. pemantauan keamanan sistem dan jejaring serta melaksanakan operasionalisasi komputer. perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras. Seksi Pengelolaan Jaringan. perencanaan dan pengembangan serta pengelolaan dan pengendalian basis data serta layanan dan bimbingan operasional komputer. lelang. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. c. Pasal 1161 Subdirektorat Dukungan Teknis terdiri dari: a. Pasal 1159 Subdirektorat Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyusunan standardisasi serta memberikan dukungan teknis perencanaan kebutuhan dan penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras komputer. piutang negara. Subdirektorat Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian dan penyusunan standardisasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta pemberian dukungan teknis perangkat lunak dan perangkat keras. kesekretariatan. Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional.. pengelolaan basis data serta sistem operasi komputer.321 - (3) Seksi Dokumentasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan penyusunan standardisasi elemen data. dan pendukung lainnya.

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.322 - (3) Seksi Pengelolaan Basis Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. pengelolaan dan pengendalian basis data serta memberikan dan menyediakan layanan dan bimbingan operasional komputer. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1164 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Dukungan Teknis. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 1165 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya..

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1168 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri dari: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. d. .323 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1166 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan prosedur di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. b. pedoman. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. penyusunan standar. e. e. c.. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. kriteria. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. c. Direktorat Dana Perimbangan. norma. Pasal 1167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1166. d.

c. dokumentasi. dan perpustakaan Direktorat Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. e. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. Bagian Keuangan. g. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c. kepegawaian. Pasal 1170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. fasilitasi penyusunan peraturan. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada Direktorat Jenderal. pelaksanaan tata usaha. rencana kerja. Bagian Umum. e. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. b. Pasal 1171 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. kearsipan. Pasal 1172 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penelaahan dan evaluasi jabatan. h. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. . Bagian Kepegawaian.324 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1169 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. rencana strategik.. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Direktorat Jenderal. pengembangan kinerja. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. Bagian Perencanaan dan Organisasi. d. koordinasi penyusunan rencana kerja. rencana anggaran. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. d.

penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal. f. Pasal 1174 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. penyusunan laporan akuntabilitas. c. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. d. Subbagian Pelaporan. . Pasal 1175 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. Subbagian Organisasi.325 Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. b. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi.. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. b. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. rencana strategik. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. g. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Perencanaan. dan rencana anggaran. dan laporan pelaksanaan tugas. d. c. e. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan kesejahteraan pegawai. Pasal 1178 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. Pasal 1180 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi.. kepangkatan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 1179 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. dan mutasi kepegawaian lainnya. pemberhentian. pemensiunan pegawai. c. . Subbagian Umum Kepegawaian. d. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. dokumentasi. Subbagian Mutasi. b. b. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. statistik.326 Pasal 1176 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. pemberhentian. c. (2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. pelaksanaan urusan pengangkatan.

Pasal 1183 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. dan penggandaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan surat menyurat. b. Pasal 1184 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. ekspedisi. kepustakaan. kepustakaan. perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. c. b. Pasal 1185 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. c. dokumentasi.327 Pasal 1181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1180. rumah tangga. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga.. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 1182 Bagian Keuangan terdiri dari: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. . Subbagian Penyusunan Anggaran. b. keprotokolan. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. kearsipan. dokumentasi. dan gaji. Subbagian Perbendaharaan.

. dana alokasi khusus. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Protokol. dana alokasi umum. d. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Subbagian Rumah Tangga. kepustakaan. Pasal 1187 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1189 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. perhitungan alokasi. bimbingan teknis. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. pendistribusian. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. melakukan urusan pengadaan. koordinasi serta fasilitasi hukum. d. b. Subbagian Perlengkapan. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil. dan penyiapan Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1188 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. b. c. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1186 Bagian Umum terdiri dari: a. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dan pelaksanaan di bidang Transfer ke Daerah. dan urusan perjalanan dinas. dokumentasi. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. pemeliharaan. pengangkutan pegawai. pelaksanaan urusan perlengkapan. dana alokasi umum. penyimpanan. dan penggandaan. kearsipan. koordinasi dan fasilitasi. penghapusan perlengkapan.328 c. koordinasi dan rekonsiliasi serta fasilitasi perumusan dan perhitungan dana bagi hasil. standardisasi. dana alokasi khusus.. ekspedisi. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian.

penyusunan laporan realisasi transfer dana bagi hasil. Subbagian Tata Usaha. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. Subdirektorat Dana Alokasi Umum.329 c. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. d. f. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dana alokasi khusus. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. c. dana alokasi khusus. Pasal 1190 Direktorat Dana Perimbangan terdiri dari: a. . penyusunan dokumen pelaksanaan transfer dana bagi hasil. dana alokasi umum. d. g. h.. dana alokasi umum. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. b. dana alokasi khusus. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. e. f. b. standardisasi. pelaksanaan tata usaha direktorat. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil. dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. dana alokasi umum. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. Kelompok Jabatan Fungsional. dana alokasi umum. dana alokasi khusus. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. i. pengalokasian dana bagi hasil. koordinasi. h. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. dana alokasi umum. dana alokasi umum. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. dana alokasi khusus. pelaksanaan transfer dana bagi hasil. e. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Pasal 1192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191. Pasal 1191 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. g. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil. dana alokasi khusus. dan rekonsiliasi.

Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. Pasal 1195 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi. d. Pasal 1193 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri dari: a. koordinasi. dan rekonsiliasi. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. e. c. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. b. f. e. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. standardisasi. penetapan alokasi. Pasal 1194 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. II. . pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. f. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan fasilitasi. c.. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. b. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam.330 c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perhitungan. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. d. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam.

Pasal 1198 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dana otonomi khusus. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. b. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. c. Pasal 1200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. b. III. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. dan dana penyesuaian. penetapan alokasi. perhitungan alokasi. koordinasi. dan dana penyesuaian. b.331 Pasal 1197 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri dari: a. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. . perhitungan. pengalokasian dana alokasi umum. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1199 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1201 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. dana otonomi khusus. dana otonomi khusus. d. Seksi Dana Alokasi Umum II. dan dana penyesuaian. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. II. c. d. dana otonomi khusus. dana otonomi khusus.. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Umum IV. d. c. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. dan fasilitasi. Seksi Dana Alokasi Umum III. dan dana penyesuaian. standardisasi. e. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Alokasi Umum I.

d. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Pasal 1205 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri dari: a. perhitungan alokasi. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. c. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. c.. e. perhitungan alokasi. . Maluku.332 Pasal 1202 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. perhitungan alokasi. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. b. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. Seksi Dana Alokasi Khusus III. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. Pasal 1203 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. b. perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Khusus II. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Khusus I. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. Nusa Tenggara. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. standardisasi.

(4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi.333 - Pasal 1206 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. standardisasi. Surat Perintah Membayar (SPM). koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. SPM. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. d. pemantauan/konfirmasi atas transfer. perhitungan alokasi. SPM. pemantauan/konfirmasi atas transfer. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. b. Nusa Tenggara. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. e. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. standardisasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. koordinasi fasilitasi. . Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. standardisasi. bimbingan teknis. c. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Pasal 1208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. SPP. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). perhitungan alokasi. Pasal 1207 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. SPP. SPM. standardisasi. perhitungan alokasi. SPP.

Pasal 1211 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. c. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. SPM. koordinasi fasilitasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. standardisasi. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. b. Pasal 1212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1211. b. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Pasal 1213 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri dari: a. IB. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah.. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. e. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. bimbingan teknis. SPP. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPM. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. c. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. Pasal 1210 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. SPP. bimbingan teknis. . pemantauan/konfirmasi atas transfer. khususnya DAU dan DAK. SPM. standardisasi. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. SPM. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. b. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. pemantauan/konfirmasi atas transfer. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). c. SPP.334 Pasal 1209 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri dari: a. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPP. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. koordinasi fasilitasi.

Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. Pasal 1218 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. perumusan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. analisis dan perumusan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. IIB.. bimbingan teknis. analisis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II. standardisasi. perumusan kebijakan dan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. standardisasi. e. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1216 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pelaksanaan tata usaha direktorat. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b.335 - Pasal 1214 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. . c. b. perumusan rekomendasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. bimbingan teknis. khususnya DBH. Pasal 1215 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. koordinasi fasilitasi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

c. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. f. IB. Subbagian Tata Usaha. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Kelompok Jabatan Fungsional. b. b. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. analisis. Pasal 1222 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan. Pasal 1220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. d. d. analisis. bimbingan teknis. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. g. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1221 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri dari: a. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. pemantauan. . analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1219 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah.336 c.. IC. e. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. d. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID.

dan Nusa Tenggara. Bali. analisis. pemantauan. b. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Pasal 1227 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. b. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah.337 Pasal 1223 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. pemantauan. Pasal 1224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. pemantauan. IIB. d. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Bali. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Bali. d. dan Nusa Tenggara. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. . sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Nusa Tenggara. Pasal 1226 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. analisis.. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. Bali. Pasal 1225 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri dari: a. Bali. IIC. pemantauan. bimbingan teknis. c. dan Nusa Tenggara. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. bimbingan teknis. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan Nusa Tenggara. analisis. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis.

IIIB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. b. pemantauan. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. c. pemantauan. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. b. Pasal 1232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231.338 Pasal 1228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . d. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1231 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. analisis. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. bimbingan teknis. pemantauan.. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. c. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1229 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri dari: a. Pasal 1230 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. d. IIIC. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a.

Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. .. f. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. pelaksanaan penyusunan. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. b. d. d.339 c. pemantauan. pemantauan. bimbingan teknis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. koordinasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. Pasal 1234 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. c. IVB. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. Pasal 1236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235. Pasal 1235 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. e. d. c. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. IVC. b. Pasal 1233 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri dari: a.

pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. . dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. analisis dan evaluasi pajak daerah. c. penyusunan standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis. bimbingan teknis.340 Pasal 1237 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari: a. bimbingan teknis. standardisasi. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. pemantauan. Pasal 1239 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan standardisasi. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1240 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pemantauan. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1238 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. analisis dan evaluasi retribusi daerah. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. pemantauan. b. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah.. pelaksanaan bimbingan teknis. pemantauan.

hibah kepada pemerintah daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. e. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. d. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri.341 b. obligasi daerah. b. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. Pasal 1242 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri dari: a. perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembiayaan penataan. penerusan pinjaman luar negeri. pelaksanaan tata usaha direktorat. penerusan pinjaman luar negeri. . standardisasi. bimbingan teknis. pelaksanaan bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan Obligasi Daerah. c. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Pasal 1243 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. Subdirektorat Hibah Daerah. obligasi daerah. g.. pengembangan ekonomi. dan dana darurat. f. f. Subbagian Tata Usaha. c. pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan dan penguatan kapasitas daerah. penerusan pinjaman luar negeri. dan penguatan kapasitas daerah. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. obligasi daerah. c. d. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. e. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. Subdirektorat Pinjaman Daerah. Pasal 1244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1243.

pemantauan. penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. c. b. penerusan pinjaman luar negeri. dan analisis. pemantauan. obligasi daerah. standardisasi. obligasi daerah. dan penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. bimbingan teknis. penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman luar negeri. Seksi Pinjaman Daerah IV. Seksi Pinjaman Daerah II. penerusan pinjaman luar negeri. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. dan analisis. . bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Maluku. Pasal 1246 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. obligasi daerah. bimbingan teknis. standardisasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan analisis. Seksi Pinjaman Daerah III. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan analisis. e. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. Seksi Pinjaman Daerah I. dan Papua.342 d.. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. Nusa Tenggara. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. Pasal 1245 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri dari: a. d.

343 Pasal 1247 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri.. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah III. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. standardisasi. Pasal 1249 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri dari: a. c. standardisasi. Seksi Hibah Daerah I. d. bimbingan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. b. d. . penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. b. Seksi Hibah Daerah IV. e. Seksi Hibah Daerah II. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. bimbingan teknis. standardisasi. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. c. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. pemantauan. bimbingan teknis. Pasal 1248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1247. Pasal 1250 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.

standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. bimbingan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. . pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Nusa Tenggara. standardisasi. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. b. pemantauan. Pasal 1254 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera.. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. Pasal 1253 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri dari: a. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. bimbingan teknis. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1251 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. Pasal 1252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1251. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Maluku. c. bimbingan teknis. c. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. standardisasi. d. dan Papua. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. d. pemantauan. b.344 (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.

Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. bimbingan teknis.345 - (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. BLUD. dan PMP kepada daerah. pemantauan. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. d. bimbingan teknis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD.. BLUD. Maluku. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. pemantauan. pemantauan. standardisasi. pemantauan. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. c. Pasal 1256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1255. b. BLUD. . pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pasal 1255 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Nusa Tenggara. standardisasi. bimbingan teknis. dan PMP kepada daerah. dan PMP kepada daerah. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. bimbingan teknis. dan PMP kepada daerah. BLUD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. standardisasi. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). dan Papua.

bimbingan teknis. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1258 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.346 Pasal 1257 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri dari: a. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. c. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. pemantauan. Seksi Investasi Daerah II. d. standardisasi. hibah daerah. (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. .. Seksi Investasi Daerah I. standardisasi. pemantauan. Pasal 1260 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). standardisasi. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. dan dana darurat. standardisasi. Pasal 1259 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). pemantauan. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. bimbingan teknis. bimbingan teknis. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. b. investasi daerah. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. bimbingan teknis. pemantauan. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah.

investasi daerah. d. dana darurat. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. hibah daerah. b. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. investasi daerah. Maluku. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. dan pelaporan pinjaman daerah. d. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. c. Nusa Tenggara. Pasal 1263 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. hibah daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi..347 c. dan Papua. investasi daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. pembukuan. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. hibah daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. Pasal 1262 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Pasal 1261 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri dari: a. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. .

Pasal 1266 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri dari: a. f. b. d. c. . pengembangan sistem dan pelayanan informasi keuangan daerah. c. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. e. f. h. standardisasi. g. e. Subbagian Tata Usaha. d. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan tata usaha direktorat. g.348 Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1264 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan di bidang anggaran Transfer ke Daerah. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah serta dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal.. penyiapan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. pengembangan sistem dan pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. b.

(3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. belanja daerah. dan defisit anggaran daerah.349 Pasal 1267 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. c. serta perekonomian daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. serta perekonomian daerah. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. serta perekonomian daerah. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. . Pasal 1269 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri dari: a. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. bimbingan teknis. belanja daerah. pembiayaan daerah. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. pembiayaan daerah. c. belanja daerah. d. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. pembiayaan daerah. standardisasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. Pasal 1268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. dan defisit anggaran daerah.. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. standardisasi. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. Pasal 1270 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan defisit anggaran daerah. standardisasi. b.

Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III d. Pasal 1272 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1271. c. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1273 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri dari: a. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. standardisasi. Pasal 1274 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. d. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi wilayah Sumatera. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. standardisasi. b. standardisasi. standardisasi.. c. Pasal 1271 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. .350 (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. meliputi Jawa. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV.

Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. meliputi wilayah Bali. Laporan Realisasi Anggaran. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah.. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275. . verifikasi dan analisis laporan keuangan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. Kalimantan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan Catatan atas Laporan Keuangan. standardisasi. dan Papua. Neraca. Pasal 1277 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. Nusa Tenggara. Maluku. c. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. standardisasi. d. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1275 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. dan Sulawesi. Pasal 1278 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. c. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.351 - (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.

d. Pasal 1280 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1279. bimbingan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. Pasal 1279 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Neraca. c. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. Laporan Realisasi Anggaran. Seksi Data Keuangan Daerah IV. Bali. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1281 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri dari: a. d. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. Seksi Data Keuangan Daerah II. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah.352 - (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. pemantauan. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Seksi Data Keuangan Daerah I. dan Nusa Tenggara. c. verifikasi dan analisis laporan keuangan. b. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. b. . Seksi Data Keuangan Daerah III. pengolahan data keuangan daerah. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa..

Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. Pasal 1283 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. standardisasi. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. c. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. pengembangan.. bimbingan teknis. . c. perencanaan. dan evaluasi. Maluku. pengumpulan dan pengelolaan. pemantauan. bimbingan teknis. pemantauan. pembangunan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. standardisasi. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 1285 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri dari: a. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. dan evaluasi. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. dan evaluasi. dan evaluasi. d. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.353 Pasal 1282 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan pemeliharaan basis data. e. Seksi Dukungan Teknis. Seksi Pengelolaan Basis Data. pemantauan. dan Papua. pemantauan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. d. b. b. standardisasi. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. Pasal 1284 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1283. Nusa Tenggara. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. standardisasi.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. . (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. pengelolaan. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1287 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan standar aplikasi dan program. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1288 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan peningkatan kualitas software. pengembangan. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Pasal 1289 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. pembangunan. infrastruktur hardware. dan pengelolaan. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. dan jaringan.354 Pasal 1286 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan.. pengumpulan. pembangunan. pengembangan. pembangunan. pemeliharaan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. pengelolaan. pemeliharaan.

b. e. perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang pengelolaan utang dan hibah. d. dan prosedur di bidang pengelolaan utang dan hibah. penyusunan standar. Sekretariat Direktorat Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang dan hibah. Direktorat Starategi dan Portofolio Utang. f. e. pedoman. Akuntansi. . pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang dan hibah. dan Setelmen. norma.355 BAB X DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1290 Tugas pokok Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang adalah menyelenggarakan sebagian tugas pokok Departemen di bidang pengelolaan utang dan hibah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Direktorat Pembiayaan Syariah. c. Direktorat Surat Utang Negara. Pasal 1291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1290. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Evaluasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. b. kriteria. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1292 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. c. d.. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a.

keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Kepegawaian. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. . Bagian Dukungan Teknis. Pasal 1294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293. f. Bagian Keuangan. Bagian Umum. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. c. pelaksanaan urusan tata usaha. b.356 - Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1293 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. Kelompok Jabatan Fungsional. kepustakaan. penyelenggaraan pengelolaan urusan kepegawaian. e. c. dan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1295 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari: a. Pasal 1296 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan.. d. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. koordinasi kegiatan Direktorat Jenderal. rumah tangga. b.

(2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. b. rencana kerja. Pasal 1298 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. Pasal 1300 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan evaluasi jabatan. b. penyusunan rencana strategis. pemantauan prestasi kinerja. penyusunan rencana strategis. c. c. Pasal 1299 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan prosedur dan metoda kerja. Subbagian Pelaporan. rencana kerja. Subbagian Tata Laksana.357 Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. rencana kinerja. penataan organisasi. . penyusunan prosedur dan metoda kerja. pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. rencana kinerja. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. pemantauan prestasi kinerja.. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. dan jabatan fungsional Direktorat Jenderal. evaluasi dan perumusan pembakuan prestasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan evaluasi jabatan. Subbagian Organisasi. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja dan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat.

pendayagunaan kompetensi pegawai. pemensiunan. melakukan urusan tata usaha. pelaksanaan. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. ujian jabatan. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi.358 Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. pemberhentian. asessment center. kepangkatan. dokumentasi. pendayagunaan kompetensi pegawai. Pasal 1302 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. asessment center. serta melaksanakan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. ujian jabatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.. Subbagian Umum Kepegawaian. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan kode etik. dan evaluasi metode pengembangan pegawai. pemberhentian. . c. serta mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Mutasi Kepegawaian. b. pelaksanaan kode etik. pelaksanaan urusan pengangkatan. pelaksanaan urusan perencanaan. pelaksanaan. penyiapan bahan formasi. kepangkatan. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. melakukan urusan tata usaha. gaji berkala. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemensiunan. c. dan seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Pasal 1303 (1) Subbagian Pengembangan pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. gaji berkala. b. dan evaluasi metode pengembangan pegawai.

Bagian Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1307 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. c. c. Pasal 1305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1308 Bagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan urusan dukungan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran.. pemeliharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. Subbagian Penyusunan Anggaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1306 Bagian Keuangan terdiri dari: a. b. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. instalasi. Subbagian Perbendaharaan. perencanaan kebutuhan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. .359 Pasal 1304 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.

perencanaan kebutuhan. pemeliharaan. ekspedisi.360 b. kepustakaan. dan kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. pemeliharaan. dan bimbingan teknis mengenai perangkat lunak komputer. instalasi. rumah tangga. kearsipan. dokumentasi. kearsipan. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Perangkat Lunak Komputer. pelaksanaan urusan rumah tangga. penyimpanan. Pasal 1310 Bagian Dukungan Teknis terdiri dari: a. urusan penerimaan. Pasal 1311 (1) Subbagian Perangkat Lunak Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. pengetikan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. pemeliharaan.. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pemeliharaan barang inventaris. b. penyimpanan. (2) Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan. Pasal 1312 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. urusan penerimaan. c. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. . serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. kepustakaan. instalasi. dan distribusi barang perlengkapan. dokumentasi. perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. dan penggandaan. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 1313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. instalasi. c. dan distribusi barang perlengkapan. keprotokolan. serta bimbingan teknis mengenai perangkat keras komputer dan jaringan komputer. Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Komputer. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal.

(2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dokumentasi. ekspedisi. pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penyiapan dokumen. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. mengajukan permintaan pembayaran. pengangkutan pegawai.. analisis kelayakan pembiayaan proyek-proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. . serta pertanggungjawabannya. c. b. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1316 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi pengelolaan pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 1317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. serta pertanggungjawabannya. pembayaran gaji dan tunjangan. dan pemeliharaan barang inventaris. kepustakaan. perumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. urusan perjalanan dinas. c. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. Subbagian Gaji. serta penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.361 c. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1314 Bagian Umum terdiri dari: a. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. keprotokolan. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. Pasal 1315 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pembayaran gaji dan tunjangan. b. pengetikan. d. mengajukan permintaan pembayaran. dan penggandaan.

IFAD. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pelaksanaan tata usaha Direktorat. d. e. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah.. Pasal 1320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. d. Subbagian Tata Usaha. dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. c. negosiasi. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. f. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. Pasal 1319 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan Islamic Development Bank. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. c. peraturan perundang-undangan. g.362 e. . penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan. Pasal 1318 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri dari: a. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan prosedur operasi standar. penyusunan standardisasi materi perjanjian. e. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. analisis kelayakan pembiayaan proyek. f.

f. penyusunan naskah perjanjian. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. g. d. analisis kelayakan pembiayaan proyek. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. d. dan multilateral lainnya. negosiasi. b. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. e. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. Pasal 1322 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. c. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari World Bank. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. analisis kelayakan pembiayaan proyek. UN Institution. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standardisasi materi perjanjian. IC. Pasal 1324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. pengembangan prosedur operasi standar. Seksi Pinjaman dan Hibah ID.363 Pasal 1321 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1323 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. peraturan perundang-undangan. IB. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. . penyusunan naskah perjanjian.. European Invesment Bank (EIB). c. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. b.

penyusunan standardisasi materi perjanjian. Rusia. Denmark. Swedia. Pasal 1326 Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. penyusunan naskah perjanjian. Slovakia. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. f. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. d. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. dan Selandia Baru. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Belgia. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Pasal 1328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. . Belanda. c. Cina. b. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. peraturan perundang-undangan.364 Pasal 1325 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. Finlandia. Australia. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Swiss. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. negosiasi. Italia. Inggris. Pasal 1327 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Jerman. Perancis. b. pengembangan prosedur operasi standar. g. penyusunan naskah perjanjian. Austria. IIB. e. Seksi Pinjaman dan Hibah IID. c. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. IIC. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. d.. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. analisis kelayakan pembiayaan proyek.

c. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Spanyol. Pasal 1331 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. b. penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Polandia. b. g. IIIB. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. analisis kelayakan pembiayaan proyek.365 Pasal 1329 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. negosiasi. pengembangan prosedur operasi standar. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. Rumania. penyelesaian pelaksanaan pinjaman. Canada. Amerika Serikat. penyusunan naskah perjanjian. negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. penyiapan dokumen dan penatausahaan perjanjian. penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. f. Pasal 1332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. Malaysia. analisis kelayakan pembiayaan proyek. c. penyusunan naskah perjanjian pinjaman dan hibah. . penyelesaian pelaksanaan pinjaman dan hibah. Pasal 1330 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. IIIC. e. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. penyusunan naskah perjanjian. analisis kelayakan pembiayaan proyek yang bersumber dari pinjaman dan hibah. pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. peraturan perundang-undangan. dan dalam negeri. penyusunan standardisasi materi perjanjian. d. d. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB.. Korea.

penyusunan standardisasi materi perjanjian dan peraturan perundang-undangan serta penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar terkait pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. dan IVD masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. penyelesaian pelaksanaan pinjaman.366 Pasal 1333 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara. . Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. analisis kelayakan pembiayaan proyek. Pasal 1334 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. c. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1336 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan pelaksanaan kebijakan pengelolaan portofolio. penyusunan naskah perjanjian. serta merumuskan peraturan dan kebijakan operasional Surat Utang Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. b. d. Pasal 1335 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan Surat Utang Negara. c. IVC. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan negosiasi dan penyiapan dokumen perjanjian. b. pengembangan pasar. analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara. perumusan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. IVB.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV.

Pasal 1338 Direktorat Surat Utang Negara terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pelaksanaan penerbitan. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Perbendaharaan Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. koordinasi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan transaksi dan pengembangan pasar. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi Surat Utang Negara yang akan ditransaksikan. h. c. perumusan peraturan dan kebijakan operasional pengelolaan Surat Utang Negara. pengembangan instrumen terkait pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. . pembelian kembali. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara.367 d. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. c. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. f. d. b. e. e. penukaran dan peminjaman Obligasi Negara di pasar perdana dan pasar sekunder. b. Pasal 1339 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara melaksanakan analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan. penyiapan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. analisis kebutuhan infrastruktur perdagangan. penjualan. Pasal 1340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1339. g.. Subbagian Tata Usaha. e. penyiapan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. i. f. f. pelaksanaan pelayanan publik dan hubungan investor. pelaksanaan analisis keuangan dan pasar Surat Utang Negara terkait pelaksanaan transaksi. pelaksanaan tata usaha Direktorat.

penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. penyiapan ketentuan dan persyaratan Obligasi Negara yang akan ditransaksikan.. penjualan. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1342 (1) Seksi Infrastruktur Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi. penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. . Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif. penyiapan dan pengembangan layanan publik dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. serta penyiapan dan pengembangan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. c. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Obligasi Negara yang akan ditransaksikan. Seksi Pelaksanaan Transaksi Obligasi Negara. pembelian kembali. Pasal 1344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1343. analisis kebutuhan sistem perdagangan terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1343 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar. serta penukaran Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif di pasar perdana dan sekunder. Seksi Infrastruktur Perdagangan. c. koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan para pelaku pasar dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. dan penukaran Obligasi Negara di pasar perdana dan sekunder. perumusan dan pengembangan instrumen. dan pelaksanaan transaksi penerbitan. penyiapan ketentuan dan persyaratan Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan.368 Pasal 1341 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri dari: a. pengumpulan dan pengolahan data. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pelaksanaan transaksi penerbitan. penjualan. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekomendasi Surat Perbendaharaan Negara dan Derivatif yang akan ditransaksikan. b. pembelian kembali.

369 - Pasal 1345 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. (2) Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Seksi Pengembangan Instrumen Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. c. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. b. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. pembuatan proyeksi. d. Pasal 1347 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. . pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. e. metode. pembuatan proyeksi. Pasal 1348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1347. Pasal 1346 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait dan kerjasama internasional dalam rangka pengelolaan Surat Utang Negara. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. monitoring. b. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. monitoring. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara.. Seksi Hubungan Kelembagaan. serta penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan Surat Utang Negara. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. c.

penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. pembuatan proyeksi. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. b.370 Pasal 1349 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri dari: a. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. c. b. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. Pasal 1351 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. . f. Pasal 1350 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan dokumen hukum transaksi. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. penelitian kelengkapan adminitrasi institusi. d. monitoring. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. e. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. penyusunan dan pengembangan prosedur operasi standar. Pasal 1352 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1351. serta evaluasi pelaksanaan prosedur standar dan kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi.. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif. c. penelitian kelengkapan administrasi institusi. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara.

serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat.371 Pasal 1353 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan prosedur standar. pengkajian peraturan yang terkait. serta penyiapan peraturan dan dokumen hukum. dan penyiapan dokumen hukum. Pasal 1355 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. pembelian kembali. berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. evaluasi kewajiban institusi dan penelitian kelengkapan administrasi institusi. baik yang diterbitkan secara langsung oleh Pemerintah maupun melalui Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Kebijakan Operasional. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. b. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. Pasal 1354 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. perencanaan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. .. (2) Seksi Kebijakan Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan kebijakan operasional berkaitan dengan pengelolaan Surat Utang Negara. c. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Kebijakan Operasional. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. penjualan. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1356 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengelolaan pembiayaan syariah yang meliputi penerbitan.

j. pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara.. f. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. d. . perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. pelaksanaan. d. perencanaan.372 Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional. pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar. c. penatausahaan transaksi. dan penatausahaan transaksi yang meliputi penerbitan. serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. g. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. i. h. pembelian kembali. pelaksanaan. f. penjualan. b. c. b. Pasal 1358 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri dari: a. Pasal 1359 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan penatausahaan aset. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. koordinasi dengan pihak terkait. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan tata usaha Direktorat. e. penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan.

Pasal 1362 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. e. Seksi Pelaksanaan Transaksi. pembelian kembali. Seksi Penatausahaan Transaksi. penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. serta penyiapan dan pengolahan data transaksi. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. serta penyusunan daftar inventaris Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai aset Surat Berharga Syariah Negara. b. Pasal 1361 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri dari: a.. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. d. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. b. perencanaan transaksi dan penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. penyiapan dan pengolahan data transaksi. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. pembelian kembali.373 Pasal 1360 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi dan aset Surat Berharga Syariah Negara. c. Seksi Perencanaan Transaksi. c. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. .

pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. . serta koordinasi dengan pihak terkait. dan penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1364 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363. pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan. Pasal 1365 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. dan pengembangan metode dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan pihak terkait. b. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. dan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1366 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. c. e. penyusunan rekomendasi mengenai infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait. (3) Seksi Hubungan Investor dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi. (2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan infrastruktur pasar Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a.374 Pasal 1363 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan instrumen pembiayaan syariah dan infrastruktur pasar.. b. c. Seksi Pengembangan Instrumen. Seksi Pengembangan Infrastruktur Pasar. d. pengembangan instrumen pembiayaan syariah. f.

Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. monitoring. analisis kinerja. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Fiskal. serta penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan proyeksi. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara.375 Pasal 1367 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan.. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. serta penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. d. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. Pasar Uang. . dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. f. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. Pasal 1368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367. Pasal 1369 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri dari: a. e. dan Derivatif. Pasal 1370 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. c.

pembelian kembali. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. c. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. serta pelaksanaan evaluasi atas pelaksanaan prosedur operasi standar. pembelian kembali. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. Seksi Dokumen Hukum. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. monitoring.376 (3) Seksi Analisis Fiskal. Pasal 1374 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. b. Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. c. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. serta pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1371 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. Pasar Uang. . Pasal 1372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371. Pasal 1373 Subdirektorat Peraturan dan Kebijakan Operasional terdiri dari: a. penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. d. pembelian kembali. perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat. Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja..

merumuskan strategi pengembangan instrumen utang. merekomendasikan struktur portofolio utang yang optimal. memantau. . menyusun rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. koordinasi pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. d. kode etik. f. perumusan strategi pengembangan instrumen utang. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. dan evaluasi strategi pengelolaan utang. perumusan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. serta pelaksanaan atas evaluasi pelaksanaan prosedur operasi standar. mengelola risiko utang. h. memantau risiko dan kewajiban kontinjensi. e. dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. g. peraturan perundangan. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. perumusan. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1376 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan. dan mengevaluasi strategi pengelolaan utang.. pengkajian pengelolaan utang. merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan peringkat kredit. merekomendasikan. c. mengkoordinasikan pengelolaan strategi utang dengan lembaga terkait. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. merekomendasikan dan mengevaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. Pasal 1375 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. mengkaji pengelolaan utang. penyiapan rekomendasi. pengelolaan risiko utang.377 (3) Seksi Kebijakan Operasional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan operasional Direktorat.

Pasal 1378 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri dari: a. . Surat Berharga Negara. pemantauan risiko dan kewajiban kontinjensi. kode etik. rekomendasi. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. k. peraturan perundangan. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. Pasal 1380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1379. d. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. Pasal 1379 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. pemantauan. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. penyiapan rekomendasi. penyiapan rekomendasi dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. b. penyiapan bahan perumusan. dan peningkatan peringkat kredit. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah.378 i. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi.. strategi lindung nilai. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi strategi pengelolaan utang jangka menengah dan jangka panjang. e. kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. j. dan instrumen derivatif. b. penyiapan bahan penyusunan rencana pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan hibah. c.

strategi lindung nilai. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penggunaan pinjaman dan hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pembinaan hubungan dengan lembaga terkait pengelolaan utang. Surat Berharga Negara. penyusunan rencana pembiayaan dan biaya terkait dengan penerbitan Surat Berharga Negara dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif. h. penyiapan bahan rumusan strategi pengembangan instrumen derivatif dan strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif..379 c. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. b. dan evaluasi strategi pengelolaan pinjaman dan hibah jangka menengah dan jangka panjang. dan evaluasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah dan jangka panjang. penyusunan rekomendasi. dan peningkatan peringkat kredit. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. Pasal 1381 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri dari: a. i. f. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah. koordinasi dengan pihak terkait dalam pengkajian pengelolaan utang. g. d. (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. e. penyiapan kegiatan riset yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang. penyusunan rekomendasi. dan instrumen derivatif. Pasal 1382 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pelaksanaan kegiatan riset serta pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Negara.

pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. strategi pengelolaan risiko utang yang menggunakan instrumen derivatif. b. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang.380 (3) Seksi Perencanaan dan Strategi Instrumen Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan strategi pengembangan instrumen derivatif. pengkajian struktur portofolio utang. identifikasi. pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. c. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset pengelolaan pinjaman dan hibah. lembaga pemeringkat. dan penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. serta melaksanakan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. d. g. penyusunan strategi utang. penyiapan bahan pemantauan perkembangan indikator portofolio. e. penyusunan strategi utang. risiko. pemantauan perkembangan indikator portofolio. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. strategi lindung nilai. f. penyiapan bahan pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko utang dan pasar. kreditur dan lembaga/institusi lainnya. dan instrumen derivatif. perumusan kebijakan dan strategi dalam rangka peningkatan peringkat kredit. pembinaan hubungan dengan analis pasar. dan peningkatan peringkat kredit. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1383. Surat Berharga Negara. Pasal 1383 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyiapan rekomendasi struktur portofolio utang.. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban utang. . serta pengumpulan dan penyiapan bahan koordinasi pengkajian pengelolaan utang. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. risiko. penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. pelaksanaan kegiatan riset dan pengumpulan data/informasi untuk keperluan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan strategi pengelolaan utang terkait dengan pengelolaan instrumen derivatif. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. penyusunan dan penyampaian rekomendasi struktur portofolio utang yang optimal. pengidentifikasian.

Seksi Risiko Pasar. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio Surat Berharga Negara. i. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara. . penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. k. c. pengkajian dan perumusan strategi pengendalian risiko keuangan terkait portofolio pinjaman. b. pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. pengkoordinasian penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang.. melakukan pengumpulan dan analisis data/informasi hasil riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal.381 h. Pasal 1385 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri dari: a. penyusunan skenario kondisi pasar untuk mendukung penyusunan strategi portofolio utang. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. koordinasian dengan pihak terkait dalam penyusunan laporan dan rekomendasi pengelolaan portofolio dan risiko utang. j. pemenuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban Surat Berharga Negara. Pasal 1386 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio pinjaman jangka menengah dan panjang yang optimal. pemantauan perkembangan indikator portofolio. strategi pinjaman tahunan. pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan pembayaran kewajiban pinjaman. (3) Seksi Risiko Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengidentifikasian. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan rekomendasi struktur portofolio Surat Berharga Negara jangka menengah dan panjang yang optimal. pengukuran dan penganalisaan risiko pasar. strategi penerbitan Surat Berharga Negara tahunan. risiko Surat Berharga Negara. risiko pinjaman. pemantauan perkembangan indikator portofolio. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko pinjaman. dan pengolahan basis data utang dan pasar keuangan. pelaksanaan kegiatan riset risiko pasar yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal. dan pelaksanaan kegiatan riset yang mendukung penyusunan dan strategi pencapaian struktur portofolio utang yang optimal terkait pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Negara.

pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. c. c. g. Seksi Identifikasi.. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. Pasal 1389 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi terdiri dari: a. dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. koordinasi dengan pihak terkait yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. Pasal 1388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1387.382 - Pasal 1387 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melaksanakan identifikasi. dan pengklasifikasian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. identifikasi. . h. penyiapan bahan penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. pemetaan. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. Seksi Pemantauan Kewajiban II. pemetaan. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan pemantauan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. e. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. d. Infrastruktur. pengukuran dan analisa besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah. f. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemantauan Kewajiban I. dan Dokumentasi. b. b.

dan melakukan pengelolaan dokumentasi terkait pengelolaan kewajiban kontinjensi. dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi. Pasal 1391 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.383 Pasal 1390 (1) Seksi Identifikasi. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. pemantauan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. dan analisis risiko operasional. Pasal 1392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1391. . identifikasi. (2) Seksi Pemantauan Kewajiban I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengukuran dan analisis besaran kewajiban kontinjensi yang harus ditanggung Pemerintah untuk bahan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. evaluasi. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. koordinasi dengan unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan yang melaksanakan fungsi pengelolaan risiko fiskal. penyusunan rekomendasi pengelolaan kewajiban kontinjensi. pemantauan. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. baik dari sektor riil maupun finansial. pemberian dukungan dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pemantauan. dan klasifikasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional menyelenggarakan fungsi: a.. Infrastruktur. serta penyiapan dan pengembangan infrastruktur dalam rangka penyelesaian kewajiban kontinjensi. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. evaluasi. pengukuran. dan penyusunan rekomendasi pelaksanaan terhadap prosedur standar pengelolaan utang. pemetaan. b. pengklasifikasian. serta pemantauan.

pengklasifikasian. perumusan strategi pengendalian risiko operasional. dan analisis risiko operasional. Seksi Risiko Operasional. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional.384 c. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang.. pemantauan. b. pengukuran. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang. kode etik dan peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. f. Pasal 1393 Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional terdiri dari: a. dan penyusunan profil risiko operasional. c. evaluasi dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian risiko operasional. (3) Seksi Risiko Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. evaluasi. d. penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional. pengklasifikasian. pemantauan. (2) Seksi Kepatuhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. g. Pasal 1394 (1) Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. Seksi Kepatuhan Hukum. dan analisis risiko operasional. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur standar pengelolaan utang dan Kode Etik. Seksi Kepatuhan Prosedur Standar dan Kode Etik. identifikasi. pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi peraturan perundangan dan perjanjian yang terkait dengan pengelolaan utang. pemantauan. evaluasi. identifikasi. e. . penyusunan profil risiko operasional dan perumusan strategi pengendalian risiko operasional. pengukuran. serta pemantauan.

Surat Utang Negara. c. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. hibah. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. Akuntansi. Akuntansi. Akuntansi. dan instrumen pembiayaan syariah. h. f. pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output dalam pengelolaan pinjaman. hibah. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. hibah. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. j.385 Pasal 1395 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. dan Setelmen Pasal 1396 Direktorat Evaluasi. b. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. hibah. pelaksanaan penyelesaian kewajiban. pelaksanaan tata usaha Direktorat. hibah. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396.. verifikasi data. penyajian laporan. dan instrumen pembiayaan syariah. pengembangan sistem informasi utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal terkait dengan pinjaman. verifikasi dan administrasi. hibah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kepatuhan dan Risiko Operasional. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan kebijakan monitoring dan evaluasi. diseminasi laporan. yang timbul dari pengelolaan pinjaman. Surat Utang Negara. i. pelaksanaan akuntansi dan konsolidasi data. monitoring dan evaluasi terkait dengan pengelolaan pinjaman. pelaksanaan verifikasi dan administrasi kewajiban yang timbul dari pengelolaan pinjaman. d. penyelesaian pembayaran kewajiban. g. pengembangan sistem informasi dalam rangka pengelolaan utang. pelaksanaan penyelesaian transaksi penjualan Surat Berharga Negara. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. . e. Direktorat Evaluasi. pencatatan basis data. Surat Utang Negara.

Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. hibah. Subdirektorat Sistem Informasi Utang. b. b. f. g.. hibah. Akuntansi. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah.386 - Pasal 1398 Direktorat Evaluasi. hibah. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1399 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pinjaman. Subdirektorat Setelmen Transaksi. penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. Kelompok Jabatan Fungsional. dan instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. c. c. hibah. b. dan Setelmen terdiri dari: a. dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1401 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri dari: a. . Seksi Monitoring dan Evaluasi I. dan instrumen pembiayaan syariah. d. dan instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. hibah. dan penyiapan rekomendasi action plan percepatan pelaksanaan pinjaman. e. Pasal 1400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1399. hibah. c. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pelaksanaan pinjaman.

serta koordinasi dan penyiapan rencana tindak (action plan) berkaitan dengan pinjaman. dan dokumen pembayaran. kebenaran pencatatan/data entry. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. c. b.387 Pasal 1402 Seksi Monitoring dan Evaluasi I. c. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Pasal 1405 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi: a. hibah. hibah. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. b. Seksi Verifikasi I. hibah. analisis perkembangan. dan data laporan berkaitan dengan pinjaman. realisasi penarikan / hasil penjualan. serta proyeksi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. Seksi Verifikasi II. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah. dokumen penarikan. d. Surat Utang Negara. penatausahaan dokumen perjanjian. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. hibah. realisasi pembayaran kewajiban. hibah. dan data laporan. Surat Utang Negara.. hibah. d. Pasal 1403 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan dokumen perjanjian. Seksi Administrasi II. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. evaluasi cakupan pencairan dan efektifitas. dokumen penarikan. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. II. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1403. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. Surat Utang Negara. kebenaran pencatatan/data entry. dan instrumen pembiayaan syariah. realisasi pembayaran kewajiban. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data realisasi. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. Seksi Administrasi I. . realisasi penarikan / hasil penjualan. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman.

dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan instrumen pembiayaan syariah. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. dan pelaporan kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan dokumen pembayaran. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. realisasi pembayaran kewajiban. perhitungan. rekonsiliasi data. perhitungan. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms.388 Pasal 1406 (1) Seksi Administrasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan dokumen perjanjian. data laporan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. rekonsiliasi data. hibah. kebenaran pencatatan/data entry. pemrosesan pencatatan. pemrosesan pencatatan. serta penyiapan dokumen pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen berkaitan dengan pinjaman. Surat Utang Negara. penatausahaan pelaksanaan dan pembayaran kewajiban.. dan pelaporan kewajiban. dan pelaporan kewajiban. perhitungan. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. realisasi penarikan / hasil penjualan. . penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Pasal 1407 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dokumen penarikan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. (2) Seksi Verifikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. perhitungan. dan instrumen pembiayaan syariah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. pemrosesan pencatatan. hibah. dan proyeksi pembayaran kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. rekonsiliasi data. hibah. pemrosesan pencatatan. b. penyiapan data penarikan dan pembayaran. rekonsiliasi data. Pasal 1408 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1407. serta standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman. Surat Utang Negara.

pemrosesan pencatatan. hibah. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. penyajian laporan. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan.. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. rekonsiliasi data. rekonsiliasi data. b. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penyiapan data penarikan dan pembayaran. dan pelaporan kewajiban terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. pencatatan basis data. Pasal 1410 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. pemrosesan pencatatan. perhitungan. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. d. penatausahaan penarikan dan pembayaran kewajiban. perhitungan. dan Surat Berharga Negara. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. b. . Pasal 1412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1411. rekonsiliasi data. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. penatausahaan hasil penjualan dan pembayaran kewajiban. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. diseminasi laporan. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. penyiapan data hasil penjualan dan pembayaran. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. pemrosesan pencatatan. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. verifikasi data. c. pelaksanaan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman.389 Pasal 1409 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri dari: a. Pasal 1411 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data. Surat Utang Negara.

(4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik dan penyiapan materi publikasi terkait dengan pengelolaan pinjaman.390 c. menyusun data. dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. Pasal 1415 Subdirektorat Sistem Informasi Utang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem aplikasi. Pasal 1414 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Sistem Informasi Utang menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan konsolidasi data dan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Pasal 1416 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1415. penyiapan. dan instrumen pembiayaan syariah. b. analisis kebutuhan dan evaluasi program aplikasi. dan instrumen pembiayaan syariah. . Surat Utang Negara. Seksi Konsolidasi Data. Surat Utang Negara. penyusunan dan pelaksanaan evaluasi spesifikasi sistem perangkat lunak serta pemeliharaan sistem dan program aplikasi terkait pengelolaan utang. dan instrumen pembiayaan syariah. pengelolaan basis data. Pasal 1413 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari: a. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah.. hibah. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. dan pengujian validitas data terkait dengan pengelolaan pinjaman. d. mengembangkan data. hibah. Surat Utang Negara. hibah. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data. Surat Utang Negara. dan dukungan operasional teknologi informasi terkait pengelolaan utang. penyajian. c. dan publikasi laporan pinjaman. hibah.

Pasal 1417 Subdirektorat Sistem Informasi Utang terdiri dari: a. analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. Seksi Operasional Teknologi Informasi. dan memberikan dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. . Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I. Pasal 1419 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga. c. serta melakukan koordinasi penyiapan data dan bantuan teknis Direktorat. penyiapan. Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi II. Pasal 1418 (1) Seksi Pengembangan Sistem Aplikasi I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan.391 b. serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait dengan pengelolaan utang. layanan internet. layanan internet. mengelola pertukaran/integrasi data. pengaturan kinerja dan keamanan data. b. (3) Seksi Operasional Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. pengelolaan pertukaran/integrasi data. mengelola Data Recovery Center (DRC). pemberian dukungan operasional terkait aplikasi pengelolaan utang. Seksi Pengelolaan Basis Data. mengatur kinerja dan keamanan data. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan data dan elemen data. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. dan evaluasi sistem aplikasi terkait pengelolaan utang sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan email di lingkungan Direktorat Jenderal. serta melakukan koordinasi dengan unit penyedia paket aplikasi terkait pengelolaan utang. melakukan penyimpanan data elektronik. d. c. analisis kebutuhan data dan elemen data.. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sistem Informasi Utang. penyimpanan data elektronik. pengelolaan Data Recovery Center (DRC).

Pasal 1421 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. .392 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1420 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Inspektorat V. . e. d. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat II . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1424 Inspektorat Jenderal terdiri dari: a. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat VI. pelaksanaan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. Inspektorat III. f.. Inspektorat Bidang Investigasi. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 1423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1422. penyusunan laporan hasil pengawasan. g.393 BAB XI INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1422 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Inspektorat VII. c. c. h. Inspektorat IV. Inspektorat I. b. b. pengawasan untuk tujuan tertentu. i. pengawasan keuangan. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri. d.

. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. pengelolaan. c. Bagian Perencanaan dan Keuangan. keprotokolan. i. pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. dan pelaporan kegiatan pengawasan. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan ketatausahaan. . pengamanan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1425. koordinasi penyusunan rencana kerja. rencana strategis. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. e. penghimpunan. Bagian Kepegawaian. dan laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. program kerja pengawasan. pelaksanaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. d.394 Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1425 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi dan dukungan teknis Inspektorat Jenderal. c. g. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Umum. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana . f. koordinasi. h. e. pengolahan. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin. dan penugasan pengawasan. b. kerumahtanggaan. Pasal 1427 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari: a. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. pelaksanaan pembinaan. perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. perlengkapan.

Subbagian Organisasi.. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. pengolahan data hukuman disiplin. penghimpunan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. c. Subbagian Pelaporan. penelaahan. ketatalaksanaan. dan perumusan penataan organisasi dan b. pelaporan kegiatan pengawasan. penghimpunan. pengolahan. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. dan sistem administrasi umum. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1430 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri dari: a. Subbagian Pengukuran Kinerja. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. evaluasi laporan periodik Inspektorat. . sistem dan prosedur kerja. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. pengolahan. serta validasi pengolahan data pengawasan. Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. dan perumusan penataan organisasi. d.395 Pasal 1428 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. d. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. Pasal 1431 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan data. e. pengumpulan data. (2) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja. c. b. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal dan pengolahan data hukuman disiplin. penelaahan. pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja.

b. b. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. penghimpunan. dan rencana kerja dan anggaran. d. serta validasi pengolahan data pengawasan. Subbagian Perbendaharaan. .396 - (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan evaluasi laporan periodik Inspektorat. pengolahan data hukuman disiplin. serta pemantauan dan penyampaian tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal dan aparat hukum. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. c. c. penyusunan laporan periodik kegiatan pengawasan dan laporan akuntabilitas kinerja. rencana kerja dan anggaran. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. d. Pasal 1432 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. dan pemantauan hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Departemen. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. e.. program kerja pengawasan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. program kerja pengawasan. serta penyusunan laporan keuangan. Pasal 1433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1432. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1434 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengolahan. akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran. (4) Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan evaluasi dan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan urusan keuangan Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan dan Anggaran.

rencana kerja dan anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran. kepangkatan. Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional. penyusunan formasi dan statistik. d. serta penyusunan laporan keuangan. pemberian penghargaan dan sanksi. program kerja pengawasan. penyiapan bahan penyusunan formasi.. pemensiunan. Pasal 1437 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1436. pemberhentian. c. penempatan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan pelaporan pelaksanaan anggaran. dan kesejahteraan pegawai. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 1438 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. b. cuti. dan mutasi kepegawaian lainnya.397 Pasal 1435 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melaksanakan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan urusan ketatausahaan kepegawaian. pemindahan. c. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. . penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional. dokumentasi. pelaksanaan urusan pengangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Mutasi Kepegawaian. d. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 1436 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. perencanaan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. serta rencana pendidikan dan pelatihan pegawai. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan kepegawaian. dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan administrasi sistem. Pasal 1440 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. pembangunan. b. serta analisis dan penyajian informasi. pengumpulan. penempatan. Pasal 1442 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri dari: a. pemindahan. pemensiunan. kepangkatan. Pasal 1441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1440. pemberian layanan kepada pengguna. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. . d. pengelolaan basis data. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan. e. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. c. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. c. dokumentasi. dan mutasi kepegawaian lainnya.398 Pasal 1439 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi dan statistik.. b. d. perencanaan. perencanaan. penyiapan bahan koordinasi pengamanan sistem informasi. pemberian dukungan teknis dan pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. cuti. pemberian penghargaan dan sanksi. pengamanan dan pengembangan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. Subbagian Dukungan Pengguna. (4) Subbagian Penatausahaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan bahan penilaian serta penatausahaan perolehan angka kredit pejabat fungsional. pemberhentian. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. pengelolaan. perencanaan.

memberikan dukungan teknis dan mengelola kepustakaan teknologi informasi. . penyusunan dan pemeliharaan sistem dan aplikasi. b. penyusunan rencana kebutuhan. penggandaan. keprotokolan. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Pasal 1445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1444. dan pelaporan. c. melaksanakan administrasi sistem. Subbagian Perlengkapan. b. publik. pelaksanaan urusan persuratan. pengumpulan. Pasal 1444 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. pengadaan. komunikasi kerumahtanggaan. pengelolaan basis data serta analisis dan penyajian informasi. d. penyaluran. Subbagian Protokol dan Rumah Tangga. penyimpanan. kehumasan.399 Pasal 1443 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. keprotokolan. kearsipan. kepustakaan. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. pelaksanaan urusan akomodasi. Pasal 1446 Bagian Umum terdiri dari: a. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. pengangkutan. dan penugasan pengawasan. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas memberikan layanan kepada pengguna. c. dan pertukaran data elektronis serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. pencatatan.. perlengkapan. penyusunan. dan ekspedisi. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. kerumahtanggaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan. d. dan pemeliharaan inventaris kantor. Subbagian Penugasan Pengawasan.

dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. keprotokolan. komunikasi publik. melakukan administrasi Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1448 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. serta penghapusan perlengkapan/inventaris kantor. b. serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1448. kearsipan. kepustakaan. pelaksanaan reviu. pengawasan keuangan. kerumahtanggaan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. penyimpanan. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. (2) Subbagian Protokol dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan akomodasi. dan ekspedisi. c. penyaluran. kinerja. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. . dan pemeliharaan inventaris kantor.400 Pasal 1447 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. penggandaan. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan pelaporan. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pengawasan untuk tujuan tertentu. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri pada unit yang menangani bidang pajak. pencatatan. efisiensi. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. pengangkutan. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. kehumasan. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. d.

pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. f. Pasal 1450 Inspektorat I terdiri dari: a. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. pengawasan keuangan. g.401 e. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. . kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1451 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. i. Kelompok Jabatan Fungsional.. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1452 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. h. Pasal 1453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1452. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. b. pengawasan untuk tujuan tertentu.

pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. . efisiensi. g. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. serta audit untuk tujuan tertentu. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. i. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1456 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. h. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan reviu. e. pengawasan untuk tujuan tertentu.402 b. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. kinerja. Pasal 1455 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. d. Pasal 1454 Inspektorat II terdiri dari: a. pengawasan keuangan.. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Kelompok Jabatan Fungsional. f. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum.

f. h.. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. e. b. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1459 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. kinerja. Pasal 1458 Inspektorat III terdiri dari: a. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. . dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. i. g. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Kelompok Jabatan Fungsional. efisiensi. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. d. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. serta audit untuk tujuan tertentu.403 - Pasal 1457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1456. pelaksanaan reviu. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. b. c. Subbagian Tata Usaha. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Pasal 1461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1460. b. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat.404 Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1460 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. c. pengawasan keuangan. Pasal 1462 Inspektorat IV terdiri dari: a. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. i. pelaksanaan reviu. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. kinerja. h. pengawasan untuk tujuan tertentu. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. Kelompok Jabatan Fungsional. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. f. e. serta audit untuk tujuan tertentu. efisiensi.. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. . d. g. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pengawasan kinerja.

pelaksanaan reviu. kinerja. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. b. f.. pengawasan keuangan. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang anggaran. efisiensi. dan belanja modal. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. perimbangan keuangan. Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1464 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan.405 - Pasal 1463 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. serta audit untuk tujuan tertentu. c. pengawasan untuk tujuan tertentu. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. e. Pasal 1465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1464. d. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. . pelaksanaan pengawasan kinerja.

pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1466 Inspektorat V terdiri dari: a. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pengawasan keuangan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. i. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. b. b. h. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. pengawasan untuk tujuan tertentu. serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1467 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. . Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1468 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. efisiensi.. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Pasal 1469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1468. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.406 g.

Pasal 1471 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan pengawasan kinerja. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan atas petunjuk Menteri yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. kinerja. d. pengawasan untuk tujuan tertentu. h. f. i. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. b.407 c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. penelitian dan pengembangan pengawasan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. g. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. pelaksanaan reviu.. kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. . e. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1472 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1470 Inspektorat VI terdiri dari: a. pengawasan keuangan. Subbagian Tata Usaha.

kajian atau analisis terhadap peraturan/ketentuan yang ada dan yang diusulkan. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. p. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. n. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. g. o. i. penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Good Governance dan Risk Management yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. b. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. pelaksanaan reviu. serta audit untuk tujuan tertentu.. penyusunan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. laporan dan hal penting lainnya yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. h. .408 Pasal 1473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1472. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. kebijakan dan program kerja pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. kinerja. perencanaan dan pengembangan kinerja Inspektorat Jenderal. f. penyiapan dan penyusunan rencana strategis. pelaksanaan dan pengendalian audit atas ketaatan terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. k. analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. d. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat. dan/atau efektivitas pelaksanaan tugas. c. l. m. pelaksanaan dan pengendalian audit terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. efisiensi. Pasal 1474 Inspektorat VII terdiri dari: a. j. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis di bidang pengawasan. e. pelaksanaan urusan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat.

409 - Pasal 1475 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. g. kebijakan. d.. serta penyusunan laporan hasil investigasi dan hasil kegiatan pendukungnya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum. kajian atau analisis terhadap pengaduan dan informasi. i. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan investigasi dan kegiatan pendukungnya. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan penyampaian laporan periodik kegiatan investigasi dan pendukungnya serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat. j. b. h. Pasal 1477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1476. pemberian keterangan ahli di persidangan. c. pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi investigasi. pelaksanaan dan pengendalian investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Departemen. dan program kerja investigasi dan kegiatan pendukungnya. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen. pengolahan dan penyampaian informasi serta pelaksanaan pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil investigasi. . pelaksanaan urusan administratif dan pelayanan teknis Inspektorat. e. Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1476 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan arah kebijakan. pelaksanaan kegiatan intelijen. penanganan pelimpahan hasil audit Inspektorat I sampai dengan VII. f. partisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi unsur Departemen.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Subbagian Tata Usaha. b. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1481 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Bagian Umum.. Pasal 1479 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif Inspektorat. .410 Pasal 1478 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri dari: a. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1480 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku.

c. i. d. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. k. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan.. g. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1482. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. pelaksanaan tata usaha Badan. f. h. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. persetujuan. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. mengatur. e.411 BAB XII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1482 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas membina. . j. b. perumusan standar. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. penegakan peraturan di bidang pasar modal. Kliring dan Penjaminan. dan mengawasi seharihari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. norma. penyusunan peraturan di bidang pasar modal.

Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1485 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. d. pelaksanaan penataan organisasi. Biro Perasuransian. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. c. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. Biro Kepatuhan Internal. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. b. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. e. Biro Pengelolaan Investasi. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. .412 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1484 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. g. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. Sekretariat Badan. m. l. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Biro Riset dan Teknologi Informasi. k. h. b. f. j. i. Biro Dana Pensiun..

penyiapan bahan penataan organisasi. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. Bagian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. g. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. perencanaan anggaran badan. pelaksanaan urusan keuangan Badan. penataan organisasi. analisis dan evaluasi jabatan. d. c. Bagian Umum. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. f. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Bagian Kepegawaian. b. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. h. d. d. perencanaan anggaran Badan. Pasal 1487 Sekretariat Badan terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan pelaksanaannya. f.413 c. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. Pasal 1488 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. penyusunan prosedur dan metode kerja. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. e.. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. Pasal 1489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1488. laporan akuntabilitas kinerja. c. i. . e. Bagian Perencanaan dan Organisasi. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat.

dokumentasi. Pasal 1492 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. kepangkatan. Subbagian Tata Laksana. pemberhentian. c. analisis jabatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Perencanaan Anggaran. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. d.414 Pasal 1490 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri dari: a. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. c. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. b. analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. d.. Pasal 1493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1492. Pasal 1491 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Organisasi. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. b. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. .

Subbagian Mutasi Kepegawaian. dokumentasi. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Perbendaharaan. c. b. Pasal 1497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1496. b. Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. Pasal 1495 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. d.415 Pasal 1494 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran. kepangkatan.. c. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 1496 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penatausahaan penerimaan negara. pemberhentian. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. c. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 1498 Bagian Keuangan terdiri dari: a. statistik dan kesejahteraan pegawai. d. b. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan.

perusahaan pembiayaan. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. dan modal ventura. c. d. asuransi. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. e. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. . perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. g. f. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. Pasal 1500 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. dana pensiun.416 Pasal 1499 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. Pasal 1501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1500. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. b. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional.

pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. dan kegiatan lainnya yang sejenis. i. Subbagian Hubungan Masyarakat. . metode dan materi penyuluhan. pemantauan. Pasal 1503 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan dan pengembangan teknik. c. b.. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. rancangan perjanjian. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. j. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. bahan pertukaran informasi. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. bahan pertukaran informasi.417 h. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahanbahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. Pasal 1502 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri dari: a. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. Subbagian Kerjasama Multilateral. rancangan perjanjian. Subbagian Kerjasama Bilateral. pelaksanaan kerjasama internasional. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pelaksanaan kerjasama internasional. Subbagian Pengaduan Pasar Modal. d. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. seminar.

dan penggandaan. pelaksanaan urusan tata persuratan. keprotokolan. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. penghapusan perlengkapan. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. rumah tangga. penyimpanan. komputerisasi persuratan. pemeliharaan dan penyiapan . melakukan urusan pengadaan. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. protokol. Pasal 1507 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pengangkutan pegawai. mengkoordinir penyusunan pidato. dan akomodasi Ketua Badan. d.. perlengkapan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. Subbagian Tata Persuratan. Pasal 1506 Bagian Umum terdiri dari: a. c. dan tata usaha Ketua Badan. Subbagian Rumah Tangga. perjalanan dinas dan gaji. Subbagian Perlengkapan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas inventarisasi. c. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pendistribusian. pelaksanaan urusan perlengkapan.418 - Pasal 1504 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. penyiapan bahan. b. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. d. pencatatan acara. pelaksanaan urusan rumah tangga. kearsipan. ekspedisi. Pasal 1505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1504.

c. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. j. pelaksanaan tata usaha Biro. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan. melakukan litigasi. Pasal 1509 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1508. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. penetapan sanksi. pemberian pertimbangan. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal.419 Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1508 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. saran. b. pemberian bantuan hukum. f. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. g.. penanganan keberatan. k. l. i. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. . h. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. d. e.

e. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. Penasihat Investasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. Manajer Investasi. b. Subbagian Tata Usaha Biro.420 - Pasal 1510 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. c. Pasal 1511 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. b. b. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. d. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pasal 1513 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. pelaksanaan tata usaha biro. Wakil Manajer Investasi. Manajer Investasi. c. c. . Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. d. Wakil Manajer Investasi. e. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha Biro. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Pasal 1512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1511. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. dan lembaga pemeringkat Efek. penyusunan. Penasihat Investasi. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana..

c. Kustodian. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Penasihat Investasi. Biro Administrasi Efek. dan lembaga pemeringkat Efek. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi.. Lembaga Kliring dan Penjaminan. rumah tangga. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Lembaga Penilaian Harga Efek. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Manajer Investasi. Agen Penjual Efek Reksa Dana. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. b. Manajer Investasi. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. . dan lembaga pemeringkat Efek. kearsipan. kepegawaian. Wakil Manajer Investasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Penasihat Investasi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1515 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pasal 1516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1515. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. dan pelaporan Biro. yang berkaitan dengan Bursa Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi.421 Pasal 1514 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Wakil Manajer Investasi.

Pusat Laporan Transaksi Obligasi.422 d. Kustodian. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Wakil Penjamin Emisi Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. Perantara Pedagang Efek. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. pengkajian peraturan pasar modal internasional.. Pasal 1517 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. . Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. Wakil Perantara Pedagang Efek. b. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Wakil Penjamin Emisi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Biro Administrasi Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. Pasal 1518 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Kustodian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Penjamin Emisi Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. Biro Administrasi Efek. Kustodian. c. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Wakil Penjamin Emisi Efek. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II.

Penilai. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Akuntan. b. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik.423 - Pasal 1519 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Penilai. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Akuntan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1521 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri dari: a. b. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. c. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. penyusunan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. Pasal 1522 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat. Perusahaan Publik. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. yang berkaitan dengan Emiten. dan Penilai. Notaris. Penilai. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Perusahaan Publik. Akuntan. Konsultan Hukum. Perusahaan Publik. Pasal 1520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1519. ..

Penilai. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Emiten. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. Pasal 1523 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. pengkajian peraturan pasar modal internasional. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. Pasal 1525 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri dari: a. . penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Notaris. yang berkaitan dengan perasuransian.424 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Wali Amanat.. pembiayaan dan penjaminan. c. yang berkaitan Perasuransian. Konsultan Hukum. Akuntan. Pasal 1524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1523. pembiayaan dan penjaminan. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. (3) b. Pembiayaan dan Penjaminan. dan dana pensiun. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. b. Perusahaan Publik. dan Dana Pensiun. Subbagian Peraturan Perasuransian. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan dana pensiun.

dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan perasuransian. pendapat hukum. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian saran. . serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.425 Pasal 1526 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. yang berkaitan dengan perasuransian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penyusunan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional.. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. pengkajian peraturan perasuransian internasional. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. Pasal 1527 Bagian Profesi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. bantuan hukum. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.

. Pasal 1529 Bagian Profesi Hukum terdiri dari: a. ahli. j. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Notaris Pasar Modal. melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. g.426 - Pasal 1528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1527. Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. e. Bagian Profesi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. di b. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. f. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. b. c. d. c. . Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. k. i. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. h. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal.

penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. memproses pendaftaran. Pasal 1532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1531. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. . membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait.. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. analisis. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. ahli. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1531 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. memproses pendaftaran. Biro Riset dan pengumpulan. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan.427 Pasal 1530 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional.

f. Bagian Riset Pasar Modal. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. . Bagian Riset Ekonomi. e. c. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. e. d. Bagian Riset Asuransi. analisis. Pasal 1535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1534. c. analisis. b. analisis. d. dan penyajian data dan statistik asuransi. dan penyajian data dan statistik pasar modal.. pengumpulan. pengumpulan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. dan lembaga keuangan lain. g. c. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data ekonomi makro.428 b. Pasal 1534 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. dan lembaga keuangan lain. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pengelolaan. analisis. f. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Pasal 1533 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. pelaksanaan tata usaha Biro. dana pensiun. analisis. analisis. penyusunan. dana pensiun.

analisis. analisis. b. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1537 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. c. c. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. analisis. Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. penyiapan bahan pengumpulan. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a.. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1540 Bagian Riset Pasar Modal terdiri dari: a. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. Subbagian Statistik Pasar Modal. Pasal 1539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1538. b. Subbagian Tata Usaha Biro.429 Pasal 1536 Bagian Riset Ekonomi terdiri dari: a. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. penyiapan bahan pengumpulan. b. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1538 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. c. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. . Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. analisis.

Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. kepegawaian. c. . Dana Pensiun. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri dari: a. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. analisis. Dana Pensiun. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. c. kearsipan. dan pelaporan Biro. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. dan lembaga keuangan lain. dan penyajian data dan statistik pasar modal. rumah tangga. analisis. Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Pasal 1543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1542. Pasal 1544 Bagian Riset Asuransi.. analisis. b. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. b.430 - Pasal 1541 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik Asuransi. dana pensiun. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun. Usaha Jasa Pembiayaan. analisis. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Bagian Riset Asuransi. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Subbagian Statistik Asuransi. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1542 Bagian Riset Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan.

. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. b. c. Subbagian Dukungan Teknis.431 Pasal 1545 (1) Subbagian Statistik Asuransi. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. pengelolaan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. c. Usaha Jasa Pembiayaan. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. . Dana Pensiun. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. dan penyajian data dan statistik Asuransi. Dana Pensiun. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1546 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Pasal 1547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1546. Usaha Jasa Pembiayaan. b. Dana Pensiun. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1548 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri dari: a. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan. analisis. analisis. pengelolaan.

pengelolaan. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. c.432 Pasal 1549 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1553 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1550 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. Pasal 1552 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri dari: a.. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. c. b. b. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. . Pasal 1551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1550.

g. b. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Kelompok Jabatan Fungsional. Keterbukaan Emiten. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. h. pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1554. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. c. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pengelolaan Investasi. d. f. b. c. .. Pasal 1556 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. e. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal.433 (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. d. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. pengawasan. pembinaan. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1554 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. e. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek.

Pasal 1560 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III. Pasal 1558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1557. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. b.434 Pasal 1557 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. . serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. c. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. e. d. c. d. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Tata Usaha Biro. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pengumpulan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi.. b. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. II. Pasal 1559 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a.

.. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. II. pengumpulan. Pasal 1563 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. d. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. b. kepegawaian.435 - (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kearsipan. pengolahan. c. Pasal 1562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1561. Pasal 1561 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. b. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. c. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1564 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Perusahaan Efek. dan pelaporan Biro. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan.

pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan.. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1565. Pasal 1568 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.436 Pasal 1565 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. pengolahan. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. c. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. b. d. II. c. b. . pengumpulan. Pasal 1567 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri dari: a. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a.

dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II. c. II. b. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. c. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. d.437 Pasal 1569 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1570 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1569. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. b. Pasal 1572 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I.. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1571 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri dari: a. pengolahan. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. .

Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. d. Wakil Manajer Investasi. d. Wakil Manajer Investasi. pemrosesan permohonan izin usaha. g. e.. f. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1575 Biro Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. c. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. e. dan Penasihat Investasi. b. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. hukum. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. Wakil Manajer Investasi. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. c. Bagian Pengembangan Produk Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. izin perseorangan. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi.438 Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1573 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. Kelompok Jabatan Fungsional. f. b. Manajer Investasi. . penelaahan aspek keterbukaan. Penasihat Investasi. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. pelaksanaan tata usaha Biro. Manajer Investasi. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. Pasal 1574 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1573. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. pemrosesan izin usaha.

Pasal 1579 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi.. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi. Bagian pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. dan Penasihat Investasi. b. Pasal 1576. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi.439 Pasal 1576 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Penasihat Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. Pasal 1578 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri dari: a. Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. b. Pasal 1577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1580 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. Wakil Manajer Investasi. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi. dan Wakil Manajer Investasi. . dan Wakil Pedagang Reksa Dana.

analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. d. Wakil Manajer Investasi. serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi. b. Pasal 1580. Penasihat Investasi. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana. Penasihat Investasi. . izin Perseorangan.440 - Pasal 1581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Penasihat Investasi. b. analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. c. izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. penyusunan program pengembangan keahlian. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik. Pasal 1584 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi. analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Bagian pengumpulan. analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana. Pasal 1583 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan. analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1582 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri dari: a.

(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. Subbagian Wakil Manajer Investasi. rumah tangga. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi. Pasal 1586 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri dari: a. f. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. d.. kepegawaian dan pelaporan Biro. e. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. g. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. dan Penasihat Investasi. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi. Pasal 1587 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi. b. Penasihat Investasi Perorangan. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana.441 Pasal 1585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1584. kearsipan. b. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Wakil Manajer Investasi. h. Penasihat Investasi. Penasihat Investasi Perorangan. c. Subbagian Tata Usaha Biro. dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana. . penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi. c.

pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan.442 - Pasal 1588 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha. b. penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan. f. pernyataan pendaftaran. g. Subbagian Penelaahan Akuntansi. c. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. hukum. c. e. pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi. akuntansi. penelaahan aspek keterbukaan. Subbagian Penelaahan Hukum. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek. . penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. penelaahan aspek keterbukaan. Pasal 1590 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi.. d. dan Efek Beragun Aset. penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi. b. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. h. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan. laporan keuangan dan akuntansi. Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. hukum. dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis. dan Efek Beragun Aset. Pasal 1589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1588. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset. dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif.

(3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. Efek Beragun Aset. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi..443 Pasal 1591 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. e. pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. g. penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. dan Efek Beragun Aset. laporan. Penelaahan laporan. Pasal 1592 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. Pasal 1593 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1592. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi. b. pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. c. Penasihat Investasi. penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran. pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian. dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana. peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi. pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian. f. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. Penasihat Investasi. . d. Reksa Dana. dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. dan Kustodian.

pembinaan. Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1596 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan. Wakil Penjamin Emisi Efek. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset. Biro Administrasi Efek.444 Pasal 1594 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan Reksa Dana. Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1595 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi.. memantau kepatuhan penyampaian laporan. Penjamin Emisi Efek. dan pengawasan transaksi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset. serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana. melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Penasihat Investasi dan Kustodian. Kustodian. Perantara Pedagang Efek. b. c. Wakil Perantara Pedagang Efek. . pengawasan. dan pemeriksaan Bursa Efek. dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana.

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. . Penjamin Emisi Efek. Perantara Pedagang Efek. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek. pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. Perantara Pedagang Efek. f. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. b. d.. Perantara Pedagang Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan.445 Pasal 1597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1596. d. dan Penjamin Emisi Efek. c. Bagian Wakil Perusahaan Efek. e. Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek. Bagian Pengawasan Perdagangan. e. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pemeriksaan atas Bursa Efek. Pasal 1599 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Penjamin Emisi Efek. pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek. Pasal 1598 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Biro Administrasi Efek. dan Kustodian. Biro Administrasi Efek. pelaksanaan tata usaha Biro. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pengawasan Lembaga Efek. Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan Kustodian.

penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek. Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1601 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri dari: a. Pasal 1602 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek. Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek.446 - Pasal 1600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1599. b. Wakil Perusahaan Efek. . penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. dan penelaahan kode etik lembaga Efek. Bagian penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. c. b.. d. Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan. menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek. melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan. dan Perantara Pedagang Efek. c.

Biro Administrasi Efek.. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Kustodian. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pasal 1604 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1603. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Biro Administrasi Efek. Bursa Efek. c. Bursa Efek. c. Pasal 1605 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri dari: a. dan Kustodian. b. Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. e. dan Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Bursa Efek. Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1606 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. b.447 - Pasal 1603 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan. Biro Administrasi Efek. Bursa Efek. penelaahan laporan Perusahaan Efek. pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. d. . Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan Kustodian. dan Kustodian.

Bursa Efek. Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek. dan Kustodian. Lembaga Kliring dan Penyimpanan. Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Bursa Efek. mempersiapkan jadwal pemeriksaan. c. penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek. melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek. dan Kustodian. Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan. indikasi adanya b. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. dan Kustodian. Bursa Efek. pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.. Biro Administrasi Efek. Pasal 1609 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri dari: a. dan Kustodian. Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1607. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penyelesaian. Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. dan Kustodian. b. pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Biro Administrasi Efek. e. Biro Administrasi Efek. Pasal 1607 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan. Biro Administrasi Efek. d. penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. . penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. c. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I. dan Kustodian.448 (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan.

Surat Utang Negara. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. Biro Administrasi Efek. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa. dan Kustodian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek. Pasal 1611 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. . Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan. Derivatif dan Efek lain. c. Pasal 1613 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri dari: a. c. d. b. serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek.449 Pasal 1610 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. b. (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan.. Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek. Pasal 1612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1611. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil. pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara. Derivatif dan Efek lain.

serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. penyelesaian transaksi. penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. penelaahan data transaksi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penyelesaian transaksi. (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan. Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan program pengembangan keahlian. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1615 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin.450 - Pasal 1614 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi. . penelaahan atas kode etik. Pasal 1616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1615. penyelesaian transaksi. dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. b. penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. pengawasan perkembangan. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. d. e. serta pengawasan perdagangan di luar bursa. serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek. c. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek. f. dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara. Efek Lain dan Derivatif.. perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek.

rumah tangga. (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. kepegawaian. penyusunan program pemeriksaan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa.451 Pasal 1617 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri dari: a. dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. c. b.. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek. penelaahan peraturan dan laporan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1619 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek. Pasal 1620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1619. c. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. Pasal 1618 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan. dan pelaporan Biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. . Subbagian Tata Usaha Biro. kearsipan. penyusunan program pemeriksaan. Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa.

h. .. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pembiayaan. pembiayaan. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. Pernyataan Penggabungan Usaha. asuransi. dan investasi. e. sekuritas. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. pembiayaan. Kelompok Jabatan Fungsional. asuransi. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. b. sekuritas. c. Pernyataan Penawaran Tender. e. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan investasi . pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa.452 d. d. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. dan investasi. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pembiayaan. b. d. dan investasi. dan investasi. g. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. f. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. Pasal 1621 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri dari: a. Pasal 1622 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. f. asuransi. sekuritas. asuransi. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa. asuransi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. pembiayaan. Pasal 1623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1622. c. sekuritas.

dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan Investasi.453 Pasal 1624 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. pembiayaan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. properti. asuransi. telekomunikasi. teknologi informasi.. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penggabungan Usaha. pariwisata. perhubungan. media massa. pembiayaan. perhotelan. Pernyataan Penawaran Tender. . pembiayaan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. sekuritas. telekomunikasi. konstruksi. b. Pasal 1626 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. perhotelan. dan jasa lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan Investasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pernyataan Penawaran Tender. properti. c. teknologi informasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. asuransi. dan Investasi. sekuritas. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. Pasal 1625 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. perhubungan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. real estat. media massa. Pasal 1627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1626. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. asuransi. dan jasa lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. real estat. pariwisata. konstruksi.

. pariwisata. media massa. real estat. perhubungan. konstruksi. pariwisata. media massa. Pernyataan Penawaran Tender. dan jasa lainnya. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. pariwisata. properti. pariwisata. properti. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. konstruksi. perhotelan. konstruksi. media massa. d. Pernyataan Penawaran Tender. c. b. perhubungan. dan jasa lainnya. teknologi informasi. perhotelan. konstruksi. teknologi informasi. real estat. telekomunikasi. media massa. Pernyataan Penawaran Tender. telekomunikasi. perhotelan. perhubungan. properti. teknologi informasi. media massa. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pasal 1629 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. c. Pernyataan Penggabungan Usaha. telekomunikasi. telekomunikasi. perhotelan.. pariwisata. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. pariwisata. properti. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. media massa. real estat. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. perhubungan.454 b. real estat. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. properti. telekomunikasi. telekomunikasi. properti. dan jasa lainnya. dan jasa lainnya. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. teknologi informasi. dan jasa lainnya. perhubungan. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. perhotelan. dan jasa lainnya. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. real estat. teknologi informasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. konstruksi. real estat. konstruksi. teknologi informasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pasal 1628 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri dari: a. perhubungan. perhotelan.

c. Pasal 1633 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. sekuritas. d. sekuritas. asuransi. Pasal 1632 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri dari: a. sekuritas. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. penelaahan laporan. dan investasi. pembiayaan. asuransi. pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. b. dan investasi. Pasal 1631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1630. asuransi. b. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. dan investasi. pembiayaan. pembiayaan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pembiayaan. sekuritas. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. penelaahan laporan.455 Pasal 1630 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. dan investasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. pembiayaan. asuransi. sekuritas. asuransi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. . Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan investasi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan..

dan teknologi informasi. media massa. telekomunikasi. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. media massa. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pariwisata. media massa. dan teknologi informasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan. pariwisata. dan teknologi informasi. . pariwisata. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perhubungan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. media massa. perhubungan. pariwisata. media massa. telekomunikasi. dan teknologi informasi. d.. penelaahan laporan. perhubungan. Pasal 1634 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. telekomunikasi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan.456 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. telekomunikasi. c. telekomunikasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1634. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. dan teknologi informasi. b. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan.

457 Pasal 1636 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri dari: a. Pasal 1637 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. penelaahan laporan. b. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. real estat. perhotelan. c. konstruksi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan Perusahaan Jasa Lainnya. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. penelaahan laporan.. Pasal 1638 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c. konstruksi. real estat. dan Perusahaan Jasa Lainnya. dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. konstruksi.. e. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. b. real estat. b. dan Perusahaan Jasa Lainnya. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. perhotelan. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.458 - Pasal 1639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1638. Pasal 1640 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri dari: a. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. konstruksi. . perhotelan. Pasal 1641 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. real estat. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. perhotelan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Subbagian Tata Usaha Biro. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. penelaahan laporan. d. real estat. perhotelan.

penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. d. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. kepegawaian. penelaahan laporan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. g. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1642 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. h. pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1642. f. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan Biro. c. rumah tangga. kearsipan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya.. . penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. e. b.459 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil.

industri dasar. b. alas kaki. alas kaki. industri dasar. Pasal 1646 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1645.. c. barang konsumsi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. e. dan Kimia. garmen. Pasal 1647 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri dari: a. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. industri logam. industri dasar. barang konsumsi. . c. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. b. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. barang konsumsi. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. industri dasar. dan industri kimia. industri logam. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan industri kimia. d. industri logam. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. alas kaki. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. b. d. aneka industri lainnya. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. f. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. dan indutri kimia. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. Logam. alas kaki. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. dan industri kimia. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. aneka industri lainnya. industri logam.460 Pasal 1644 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri dari: a. c. Bagian Pemantuan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. industri logam. aneka industri lainnya. aneka industri lainnya. barang konsumsi. industri dasar. barang konsumsi. dan industri kimia. alas kaki. aneka industri lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1645 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya.

Pernyataan Penawaran Tender. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. . alas kaki. kehutanan. dan agrobisnis. b. barang konsumsi. Pernyataan Penggabungan Usaha. alas kaki. dan industri kimia. c. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. d. dan agrobisnis. industri dasar. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.461 - Pasal 1648 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. garmen. industri logam. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. aneka industri lainnya. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penggabungan Usaha. aneka industri lainnya. alas kaki. garmen. kehutanan. kehutanan. industri dasar. industri logam. garmen. industri logam. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. Pasal 1650 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1649. barang konsumsi. dan industri kimia. Pernyataan Penggabungan Usaha. aneka industri lainnya. dan industri kimia. industri dasar. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.. dan agrobisnis. Pasal 1649 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan agrobisnis. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender.

penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. b. dan aneka industri lainnya. garmen. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. kehutanan. kehutanan. dan aneka industri lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. barang konsumsi. dan agrobisnis. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. dan agrobisnis. c. Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. alas kaki. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. . garmen. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Pasal 1652 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan..462 Pasal 1651 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri dari: a. kehutanan. alas kaki. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan laporan. barang konsumsi. Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1654 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1653. Pernyataan Penggabungan Usaha.

alas kaki. c. barang konsumsi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. alas kaki. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan aneka industri lainnya. d. dan Alas Kaki. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil.463 b. dan aneka industri lainnya. Pasal 1656 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. barang konsumsi. garmen. b. (2) (3) . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan laporan. Garmen. dan alas kaki. penelaahan laporan. barang konsumsi. penelaahan laporan. garmen. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. Pasal 1655 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri dari: a. garmen. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. alas kaki. garmen. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. dan aneka industri lainnya. Garmen. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil.

pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. dan kimia. dan Kimia terdiri dari: a. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Pasal 1660 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1659 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. c. logam. b.464 Pasal 1657 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan kimia. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. logam. . Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. Logam.. logam. logam. dan kimia. penelaahan laporan. dan kimia. d. c. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kimia. logam. b. Pasal 1658 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1657. penelaahan laporan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.

465 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1661 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kehutanan dan agrobisnis. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan laporan. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan laporan.. . c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. kehutanan dan agrobisnis. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. b. Pasal 1662 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1661. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

466 Pasal 1663 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri dari: a. Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1665 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi.. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1664 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. c. standar penilaian di bidang pasar modal. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. Pemeringkat Efek. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. penelaahan laporan. dan pelaporan Biro. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. penelaahan laporan. rumah tangga. . kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kepegawaian. pembinaan. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. standar pemeriksaan akuntansi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. standar tata kelola perusahaan.

i. analisis. pengumpulan. g. pelaksanaan tata usaha Biro.467 Pasal 1666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1665. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. c. Pasal 1668 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. f. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. pembinaan. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. Bagian Akuntan. d. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1667 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri dari: a.. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. h. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. b. c. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. . serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. e. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. Pemeringkat Efek. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. dan Wali Amanat di pasar modal. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. e. d. standar pemeriksaan khusus. j. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. Penilai.

. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. b. (2) . Subbagian Standar Akuntansi II. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Standar Pemeriksaan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. d. e. Subbagian Standar Akuntansi I. Pasal 1671 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. b. c. f. c.468 Pasal 1669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1668. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. Pasal 1670 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri dari: a.

g. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. pengawasan dan inspeksi Akuntan. c. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Subbagian Penilai Pasar Modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Penilai. Penilai. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. b. Pengelolaan Investasi. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. penyusunan program pengembangan Akuntan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. Pasal 1673 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1672. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Bagian Akuntan.. Pemeringkat Efek. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Penilai. Asosiasi Pemeringkat Efek. penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. Pasal 1674 Bagian Akuntan. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. . Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri dari: a. Pasal 1672 Bagian Akuntan. Subbagian Akuntan Pasar Modal. e. f. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik.469 (3) Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. pembinaan. Penilai. c. Penilai. h. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. b. Penilai.

kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan Tata Usaha Biro. dan lembaga lain yang terkait. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. pengawasan dan inspeksi Penilai. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pelaporan. pengawasan. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. Bagian (2) (3) penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. pengumpulan. analisis. . pengumpulan. b. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengawasan. pengawasan. pembinaan. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek.470 Pasal 1675 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. dan inspeksi Pemeringkat Efek. pengawasan.. 1676. pelaporan. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. analisis. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. pengawasan dan inspeksi Penilai. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. c. pelaporan. Pasal 1676 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. Pasal 1677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. dan Wali Amanat. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. dan inspeksi Akuntan. pembinaan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. pengawasan pengendalian mutu Penilai. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. pembinaan.

analisis. kepegawaian. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. e. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1678 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri dari: a. Pasal 1679 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. f. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. .471 d. kearsipan.. Subbagian Tata Usaha Biro. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. c. dan pelaporan Biro. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. d. pengumpulan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. pelaksanaan Tata Usaha Biro. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. b. rumah tangga. pengumpulan. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan.

c. b. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan. analisis. Pasal 1683 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Pasal 1681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1680. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. analisis. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. analisis. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. f. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. pengumpulan. b.. Bagian a. pengumpulan. penyiapan. pengkajian. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. d. analisis. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. melakukan pengumpulan. . pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. melakukan pengumpulan. e.472 Pasal 1680 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. c. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. Pasal 1682 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. analisis. pengkajian. dan melakukan pengumpulan. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. penelaahan. melakukan pengumpulan. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal.

menyelenggarakan fungsi: a. . jasa. Pasal 1685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1684. e. pelaksanaan tata usaha Biro. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. d. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. melakukan pengumpulan. melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan.. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. standardisasi. penelaahan. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1684 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. b. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek.473 - (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. evaluasi. penelaahan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. c. penelaahan data kelembagaan. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi.

Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. Pasal 1687 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Bagian Lembaga Pembiayaan. . penyajian informasi perkembangan usaha. Pasal 1688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1687. analisis laporan keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. c. b. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. c. c. penelahan jasa lembaga pembiayaan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a.474 Pasal 1686 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri dari: a. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. b. Bagian Lembaga Penjaminan. Pasal 1689 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a.. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. Pasal 1690 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. e. d.

(2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. c. Pasal 1693 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri dari: a. d. b. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. . rencana jangka pendek dan jangka panjang. c. pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. rencana jangka pendek dan jangka panjang. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1694 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur.475 (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b.. Pasal 1691 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. Pasal 1692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1691. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura.

penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. c. Pasal 1697 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri dari: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. Pasal 1695 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. b. kepegawaian dan pelaporan Biro.476 (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. kearsipan. d. . b. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1695. penyajian informasi perkembangan usaha. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. penyajian informasi perkembangan usaha. Pasal 1698 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. c. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. analisis laporan keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. rumah tangga. rencana jangka pendek dan jangka panjang. analisis laporan keuangan. Subbagian Tata Usaha Biro..

Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. Pasal 1701 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri dari: a. penelaahan kegiatan operasional. dan usaha pembiayaan usaha mikro. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. penelaahan kepatuhan. penelaahan kegiatan operasional. d. c. penelaahan kegiatan operasional. (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. penelaahan kepatuhan. b. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. Pasal 1700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1699. Pasal 1702 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. peneleahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. penelaahan kepatuhan. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. b. c.477 Pasal 1699 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II.. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. . kecil dan menengah.

- 478 Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1703 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis, evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian, termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 1704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1703, Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian; pembentukan, perubahan, dan

penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala; pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian; analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi; pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku; pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1705

Biro Perasuransian terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Perasuransian; Bagian Analisis Keuangan Perasuransian; Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian; Bagian Pemeriksaan Perasuransian; Bagian Perasuransian Syariah; Kelompok Jabatan Fungsional.

- 479 Pasal 1706 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis, bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, dan pembubaran perusahaan perasuransian, kepengurusan, pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. Pasal 1707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1706, Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian; penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian; pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. Pasal 1708 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I; Subbagian Kelembagaan Perasuransian II; Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. Pasal 1709 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian, pembubaran perusahaan perasuransian, data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan, pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian, registrasi tenaga ahli, pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian, melakukan perencanaan penyuluhan, dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1710 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan, dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian.

- 480 -

Pasal 1711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1710, Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan; evaluasi sistem perasuransian. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

Pasal 1712 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II; Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. Pasal 1713 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1714 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi, mengembangkan sistem, pelaporan, dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. Pasal 1715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1714, Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha; pengumpulan data dan analisis program asuransi; evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. dan sistem analisis laporan

- 481 Pasal 1716 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II; Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. Pasal 1717 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1718 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1719 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1718, Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1720 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II; Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III.

- 482 -

Pasal 1721 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1722 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan, penyelenggaraan usaha, program asuransi syariah, mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah, dan mengembangkan sistem, pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. dalam Pasal 1722, Bagian

pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah; evaluasi sistem laporan perasuransian syariah; dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan

pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah; evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah; pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1724 analisis laporan

Bagian Perasuransian Syariah terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perasuransian Syariah I; Subbagian Perasuransian Syariah II; Subbagian Tata Usaha Biro.

- 483 Pasal 1725 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah, melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah, serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan Biro.

Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1726 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun, melaksanakan analisis, evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1726, Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun; c. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; d. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; e. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun; f. pelaksanaan tata usaha Biro.

- 484 Pasal 1728 Biro Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. d. e. f. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun; Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun; Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun; Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun; Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1729 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Pasal 1730 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1729, Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun; pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. Pasal 1731 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Peraturan Dana Pensiun; Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun; Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. Pasal 1732
(1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun, pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri, struktur organisasi, rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun.

- 485 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan, perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun, melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum, dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan, perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia.

Pasal 1733 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. Pasal 1734 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1733, Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain; pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan lain; pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu; pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1735 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun; Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun; Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. Pasal 1736 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, laporan aktuaris, laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun.

c. d.

- 486 -

(2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi, laporan perubahan penerima titipan, dan laporan informasi lainnya, serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. Pasal 1737 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1738 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1737, Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun; pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Pasal 1739 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti; Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti.

- 487 Pasal 1740 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi, pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. Pasal 1741 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun, penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. Pasal 1742 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1741, Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. Bagian

pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun; penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun; penyusunan laporan industri dana pensiun; pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun; penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1743

Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri dari: a. b. c. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun; Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun; Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun.

- 488 Pasal 1744 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1745 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis, evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1746 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1745, Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil; b. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil; c. pengumpulan dan analisis laporan keuangan, laporan portofolio investasi, dan laporan berkala rutin; d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1747 Bagian Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri dari: a. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana; b. Subbagian Analisis dan Pelaporan; c. Subbagian Tata Usaha Biro.

- 489 Pasal 1748 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil, dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan, investasi, dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawain, dan pelaporan Biro.

Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1749 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. Pasal 1750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1749, Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan; b. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil; c. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek, pengelolaan investasi, dan sumber daya aparatur;

- 490 d. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian, dana pensiun, serta jasa pembiayaan dan penjaminan; e. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Pasal 1751 Biro Kepatuhan Internal terdiri dari: a. Bagian Kepatuhan I; b. Bagian Kepatuhan II; c. Bagian Kepatuhan III; d. Bagian Kepatuhan IV. Pasal 1752 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pemeriksaan dan penyidikan, serta standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1752, Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1754 Bagian Kepatuhan I terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IA; b. Subbagian Kepatuhan IB; c. Subbagian Kepatuhan IC.

- 491 -

Pasal 1755 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1756 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi, penilaian keuangan perusahaan sektor jasa, dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1756, Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi; b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa; c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas, serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1758 Bagian Kepatuhan II terdiri dari: a. Subbagian Kepatuhan IIA; b. Subbagian Kepatuhan IIB; c. Subbagian Kepatuhan IIC.

b. Pasal 1761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1760. Subbagian Kepatuhan IIIB. dan sumber daya aparatur. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepatuhan IIIC. Pasal 1760 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pengelolaan investasi. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. c. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.492 Pasal 1759 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. b. Subbagian Kepatuhan IIIA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi.. Pasal 1762 Bagian Kepatuhan III terdiri dari: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil.

(3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IVB. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. Subbagian Kepatuhan IVA. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. Pasal 1765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1764. . dana pensiun. d. Subbagian Tata Usaha Biro. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. Pasal 1766 Bagian Kepatuhan IV terdiri dari: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur.493 Pasal 1763 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. c. Subbagian Kepatuhan IVC. d. Pasal 1764 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. kearsipan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.494 Pasal 1767 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1768 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1769 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kepegawaian.. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. rumah tangga. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . dan pelaporan Biro.

perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro serta proyeksi ekonomi makro. penyusunan dan pengembangan model ekonomi dan keuangan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. risiko BUMN. l. pemantauan dini perkembangan ekonomi dan surveillance. penyelenggaraan sosialisasi kebijakan fiskal. i. dan kerja sama internasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. koordinasi pelaksanaan kegiatan tim tarif. dan risiko dukungan pemerintah. pengelolaan data dan statistik.. j. belanja negara. analisis. analisis dan perumusan rekomendasi terhadap kelayakan pemberian dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. pelaksanaan administrasi Badan. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. c. analisis. d. k. g. dan ekonomi dan keuangan. belanja negara dan risiko fiskal. . pendapatan negara. pengkajian kebijakan ekonomi. keuangan.495 BAB XIII BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1770 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. m. dan fiskal. perumusan rekomendasi dan evaluasi kebijakan pendapatan negara. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. e. Pasal 1771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1770. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. perumusan rekomendasi dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi dan keuangan. h. b. f. perumusan rekomendasi dan pelaksanaan kerja sama ekonomi dan keuangan internasional. RAPBN Perubahan.

pengembangan pegawai. b. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. koordinasi penyusunan rencana strategik. Sekretariat Badan. c. pelaksanaan urusan tata usaha. e. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. dan kehumasan Badan. d. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. kepegawaian. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1773 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. rencana kerja dan anggaran.. g. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. serta diseminasi elektronik. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penyajian data dan informasi. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. f. f. c. e. h.496 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1772 Badan Kebijakan Fiskal terdiri dari: a. kearsipan. gaji. . Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. d. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional.

497 Pasal 1775 Sekretariat Badan terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan evaluasi jabatan. b. penyiapan bahan penyusunan formasi. dan pemensiunan pegawai. Bagian Data dan Informasi. penggajian. laporan kegiatan. pemindahan. Subbagian Organisasi. Pasal 1778 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri dari: a. c. penyusunan prosedur dan metode kerja. b. Subbagian Umum Kepegawaian. pemberhentian. penghargaan. penempatan. Bagian Umum. analisis dan evaluasi jabatan. dokumentasi dan statistik pegawai. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. d. dan hukuman disiplin pegawai. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. kepegawaian. d. pengukuran beban kerja.. d. b. penyiapan bahan penataan organisasi. pengembangan kinerja. Pasal 1776 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. c. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. . cuti. Pasal 1777 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1776. kepangkatan. serta pengurusan tata usaha. penyusunan prosedur dan metode kerja. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. dan administrasi jabatan fungsional. c. pengukuran beban kerja. Bagian Perencanaan dan Keuangan. pengembangan kinerja. Pasal 1779 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. tatalaksana. Subbagian Mutasi.

Pasal 1780 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. pemindahan. Pasal 1781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1780. d. Subbagian Verifikasi. b. cuti. c. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. penyusunan rencana strategis dan anggaran. pemberhentian. Pasal 1782 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari: a. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. . Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). dan pemensiunan pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL).. kepangkatan. penempatan. penggajian. pelaksanaan urusan perbendaharaan. dokumentasi dan statistik pegawai. b. e. serta pengurusan tata usaha.498 - (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. RKKL dan RKAKL. dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1783 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penghargaan. c. (3) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan.

serta manajemen sistem informasi. Pasal 1784 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. penyajian statistik pendapatan negara. b. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. Subbagian Manajemen Sistem Informasi.499 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1784. pelaksanaan manajemen sistem informasi. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. belanja negara. d. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. . belanja negara. Pasal 1787 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. c. Pasal 1786 Bagian Data dan Informasi terdiri dari: a. Subbagian Data dan Statistik APBN. ekonomi dan keuangan. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. ekonomi dan keuangan. b. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan.. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. dan diseminasi elektronik. d. ekonomi dan keuangan. c. belanja negara. pengelolaan data pendapatan negara.

c.500 (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. Pasal 1789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1788. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. penggandaan. kearsipan. rumah tangga. b. dan kendaraan dinas. Pasal 1790 Bagian Umum terdiri dari: a. pengelolaan. Subbagian Kehumasan. pengadaan. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. Subbagian Perlengkapan. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. dukungan teknis. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. b. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi. perlengkapan.. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Pasal 1788 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan urusan tata usaha. ekspedisi. gaji. pelaksanaan urusan rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga. dan kehumasan. kearsipan. d. pemeliharaan. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. c. kesejahteraan. d. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. dan pemeliharaan. pendistribusian. Pasal 1791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. . perjalanan dinas.

PPSP. dan PNBP Non SDA. PPnBM. cukai. c. b. pelaksanaan tata kelola Pusat.. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. Pasal 1796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1795. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. dan PNBP Non SDA. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. cukai. . PPnBM. Kelompok Jabatan Fungsional. cukai. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. kepabeanan. Pasal 1794 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. c. e. PBB. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. Bea Meterai. KUP.501 Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1792 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. Pasal 1793 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1792. Bea Meterai. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. analisis usulan kebijakan pajak. f. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. d. e. PPSP. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. PBB. b. KUP. BPHTB. Pasal 1795 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. analisis. kepabeanan. d. kepabeanan. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. BPHTB.

dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. analisis usulan kebijakan. b. BPHTB. Perpajakan Internasional. Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. Subbidang PBB. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Bea Meterai. dan Bea Meterai. PPSP. Subbidang KUP dan PPSP. BPHTB. Pasal 1798 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan PNBP Non SDA. Subbidang PNBP Non SDA. dan PNBP SDA. PPnBM. BPHTB. (3) Subbidang PBB. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. KUP. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. dan PNBP Non SDA. analisis usulan kebijakan. . KUP. dan PNBP SDA. dan PNBP SDA. b. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. Subbidang PPN dan PPnBM. Pasal 1799 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. c. PPnBM. d. PBB. PBB. c. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. BPHTB. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Perpajakan Internasional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. BPHTB. c. analisis usulan kebijakan. PPSP. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. Bea Meterai. dan PNBP SDA. dan Bea Meterai. Perpajakan Internasional.502 b.. Pasal 1800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1799. Pasal 1797 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri dari: a.

Subbidang PPh. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Tarif Regional. dan Tarif Khusus. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. Tarif Bilateral. Tarif Regional. c. Subbidang Tarif Bilateral. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Regional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. analisis usulan kebijakan. Pasal 1802 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Tarif Khusus. Subbidang Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan. Subbidang Perpajakan Internasional. dan Tarif Khusus.503 Pasal 1801 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri dari: a. Pasal 1803 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. Tarif Regional. Tarif Bilateral.. Tarif Bilateral. dan Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. b. d. c. b. . (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. c. Tarif Regional. Tarif Bilateral. analisis usulan kebijakan. Pasal 1805 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri dari: a. Subbidang PNBP SDA. Pasal 1804 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1803. b.

penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . Pasal 1808 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1807. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. . Teknis Kepabeanan.504 - Pasal 1806 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. d. b. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. Cukai. dan Bea Masuk Pembalasan. analisis usulan kebijakan. dan Bea Keluar. Teknis Kepabeanan. b. Cukai. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. Pasal 1809 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri dari: a. dan Bea Keluar. Teknis Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. Bea Masuk Imbalan. Subbidang Bea Keluar. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1807 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. c. (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Cukai. Teknis Kepabeanan. Subbidang Teknis Kepabeanan. c.. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. dan Bea Keluar. Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Subbidang Cukai. dan Bea Keluar.

Kepabeanan. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. PNBP. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Tata Kelola. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. Pasal 1811 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. Pasal 1812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1811..505 - Pasal 1810 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. d. Kepabeanan. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. Kepabeanan. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. analisis usulan kebijakan. PNBP. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. . (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. c. c. PNBP. b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. b. Pasal 1813 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri dari: a. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan Cukai. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. dan Cukai.

dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal.506 Pasal 1814 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. menyusun rencana kerja. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. c. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. moneter. analisis. b. dan laporan Pusat. perumusan rekomendasi. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. dan evaluasi kebijakan APBN. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. RAPBN Perubahan. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1815 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. penyusunan laporan hasil evaluasi.. d. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyusunan laporan hasil evaluasi. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. kearsipan. penyusunan data konsolidasi APBN. kepegawaian. penyusunan laporan hasil evaluasi. f. keuangan. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Pasal 1816 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1815. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. rumah tangga. . perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. e.

RAPBN Perubahan. c. d. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Bidang Kebijakan Subsidi. c. perumusan rekomendasi. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. f.. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. h. b. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. Pasal 1819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1818. f. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan.507 g. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. . penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. pelaksanaan tata kelola Pusat. penyiapan bahan analisis. Kelompok Jabatan Fungsional. e. b. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. e. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. g. d. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Pasal 1817 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri dari: a. pelaksanaan tata kelola pusat.

analisis dan proyeksi arus kas. RAPBN Perubahan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. dan perumusan proyeksi. (2) Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. perumusan rekomendasi. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak tidak langsung. Pasal 1821 (1) Subbidang Penerimaan Pajak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak langsung. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. evaluasi sasaran dan realisasi. RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi. kepegawaian. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. Laporan Semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. serta penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.508 Pasal 1820 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri dari: a. analisis dan proyeksi arus kas. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sesuai perundang-undangan yang berlaku. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. dan perumusan proyeksi. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. evaluasi sasaran dan realisasi. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. c. b. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. . rumah tangga. rekomendasi kebijakan.. Subbidang Tata Kelola. penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan kepabeanan dan cukai. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. (3) Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. kearsipan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. keuangan. dan evaluasi kebijakan di bidang PNBP. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. rekomendasi kebijakan. dan perumusan proyeksi. rekomendasi kebijakan.

Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyusunan bahan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. evaluasi sasaran dan realisasi. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi PNBP. RAPBN Perubahan.509 - Pasal 1823 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1822. Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN. b. penyusunan dan pengolahan data PNBP untuk konsolidasi APBN. dan perumusan proyeksi. RAPBN Perubahan. b. analisis dan proyeksi arus kas. rekomendasi kebijakan. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan PNBP jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. d. (2) Subbidang Penerimaan atas Laba BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. dan perumusan proyeksi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. rekomendasi kebijakan. penyiapan bahan analisis. c. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan atas laba BUMN. . Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Pasal 1825 (1) Subbidang Penerimaan SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas PNBP. RAPBN Perubahan. c. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Subbidang Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA). serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan SDA. e. evaluasi sasaran dan realisasi. Pasal 1824 Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari: a. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya. analisis dan proyeksi arus kas.

b. Subbidang Pembayaran Bunga Utang. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor riil operasi keuangan pemerintah.. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Pasal 1828 Bidang Kebijakan Belanja Pusat terdiri dari: a. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyusunan bahan kebijakan belanja pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas belanja pusat. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan negara bukan pajak lainnya. penyiapan bahan analisis. e. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan belanja pusat jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Subbidang Belanja Lainnya. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi belanja pusat.510 (3) Subbidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. perumusan rekomendasi. f. Pasal 1826 Bidang Kebijakan Belanja Pusat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan Belanja Pusat dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. RAPBN Perubahan. dan evaluasi kebijakan di bidang belanja pusat. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. analisis dan proyeksi arus kas. RAPBN Perubahan. Bidang Kebijakan Belanja Pusat menyelenggarakan fungsi: a. b. c. rekomendasi kebijakan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga. dan perumusan proyeksi. . penyusunan dan pengolahan data belanja pusat untuk konsolidasi APBN. evaluasi sasaran dan realisasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1827 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1826.

. Bidang Kebijakan Subsidi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor moneter operasi keuangan pemerintah. analisis dan proyeksi arus kas. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas. penyusunan bahan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan perumusan proyeksi. rekomendasi kebijakan. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja lainnya.511 Pasal 1829 (1) Subbidang Belanja Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. c. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan subsidi jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Pasal 1830 Bidang Kebijakan Subsidi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan subsidi dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. b. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang belanja kementerian/lembaga. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. Pasal 1831 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1830. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi. rekomendasi kebijakan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. perumusan rekomendasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. dan perumusan proyeksi. analisis dan proyeksi arus kas. dan evaluasi kebijakan di bidang subsidi. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang pembayaran bunga utang.. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi. (3) Subbidang Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. (2) Subbidang Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. evaluasi sasaran dan realisasi. dan perumusan proyeksi. rekomendasi kebijakan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.

e. RAPBN Perubahan. Pasal 1833 (1) Subbidang Subsidi Energi BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. c. analisis dan proyeksi arus kas. Pasal 1832 Bidang Kebijakan Subsidi terdiri dari: a.512 d. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi pangan dan lainnya. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan proyeksi arus kas. rekomendasi kebijakan. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi non-BBM. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. evaluasi sasaran dan realisasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. perumusan rekomendasi. dan evaluasi kebijakan di bidang transfer ke daerah. RAPBN Perubahan. rekomendasi kebijakan. Pasal 1834 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas subsidi. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang subsidi energi BBM. (3) Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. b. rekomendasi kebijakan. Subbidang Subsidi Energi Non-BBM. . (2) Subbidang Subsidi Energi Non-BBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Subsidi Pangan dan Lainnya. evaluasi sasaran dan realisasi. dan perumusan proyeksi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi subsidi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. dan perumusan proyeksi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. evaluasi sasaran dan realisasi. penyusunan dan pengolahan data subsidi untuk konsolidasi APBN. analisis dan proyeksi arus kas. dan perumusan proyeksi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Subsidi Energi BBM.. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. f.

Subbidang Pembiayaan APBD. d. penyusunan bahan kebijakan transfer ke daerah dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. f. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. evaluasi sasaran dan realisasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan transfer ke daerah jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis dan proyeksi arus kas di bidang pembiayaan APBD. c. evaluasi sasaran dan realisasi. c. dan perumusan proyeksi. e. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. RAPBN Perubahan. penyusunan dan pengolahan data transfer ke daerah untuk konsolidasi APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Pasal 1836 Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah terdiri dari: a. Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan proyeksi arus kas di bidang dana perimbangan dan otonomi khusus termasuk dana penyesuaian. . Pasal 1837 (1) Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. RAPBN Perubahan. rekomendasi kebijakan. b. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas transfer ke daerah.. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. serta perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. penyiapan bahan analisis. rekomendasi kebijakan. Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan.513 Pasal 1835 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1834. b. dan perumusan proyeksi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Dana Perimbangan dan Otonomi Khusus. (2) Subbidang Pembiayaan APBD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi transfer ke daerah.

analisis dan proyeksi arus kas di bidang transfer ke daerah. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. fiskal. c. RAPBN Perubahan. Bagian Keenam Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Pasal 1838 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini perkembangan ekonomi makro. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. d. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. moneter dan lembaga keuangan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. RAPBN Perubahan. . Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. g.514 - (3) Subbidang Data dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan informasi pendukung bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. b. pengembangan model analisis ekonomi makro. diseminasi dan publikasi hasil kajian. i. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. pelaksanaan tata kelola pusat. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Pasal 1839 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1838. rekomendasi kebijakan. pemantauan dan pengendalian inflasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. e. hubungan investor dan stabilisasi sektor keuangan. pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. j. f. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro. analisis sektor riil. penyusunan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN. pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. perencanaan program pengkajian. dan perumusan proyeksi. evaluasi sasaran dan realisasi. k. analisis kebijakan dan perumusan rekomendasi kebijakan ekonomi makro. h. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a.

c. Subbidang Ekonomi Domestik. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang ekonomi domestik. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik.. c. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. f. regional dan internasional. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. b. pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro. Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro menyelenggarakan fungsi: a. e. b. RAPBN Perubahan. Bidang Analisis Sektor Riil. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.515 - Pasal 1840 Pusat Kebijakan Ekonomi Makro terdiri dari: a. . Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan. Bidang Analisis Fiskal. c. e. pemantauan. d. d. Subbidang Stabilisasi Sektor Keuangan. Pasal 1841 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dini dan analisis perkembangan ekonomi yang memiliki potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional serta penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. Pasal 1842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1841. Subbidang Ekonomi Internasional. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. pengembangan model Early Warning System (surveillance). regional dan internasional. regional dan internasional dan analisis potensi dampak terhadap APBN dan perekonomian nasional. Pasal 1843 Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro terdiri dari: a. Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian. Kelompok Jabatan Fungsional.

perdagangan. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi regional dan internasion serta pengembangan model Early Warning System (surveillance). b. ketenagakerjaan. analisis potensi dampak terhadap APBN. investasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi stabilitas sektor keuangan. analisis potensi dampak perekonomian nasional. RAPBN Perubahan. investasi. (3) Subbidang Stabilitas Sektor Keuangan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 1846 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1845. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. pengembangan model analisis sektor riil. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi. Pasal 1845 Bidang Analisis Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor riil serta pengembangan model analisis sektor riil. konsumsi agregat. RAPBN Perubahan. kesempatan kerja dan kemiskinan. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. analisis dan proyeksi perkembangan produksi. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi domestik. ketenagakerjaan. perdagangan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. kesempatan kerja dan kemiskinan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. ketenagakerjaan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. kesempatan kerja dan kemiskinan. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. konsumsi agregat. investasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.516 - Pasal 1844 (1) Subbidang Ekonomi Domestik mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian domestik. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. . penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang produksi. Bidang Analisis Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan pemantauan dini perkembangan perekonomian regional dan internasional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD.. konsumsi agregat. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. RAPBN Perubahan. perdagangan.

bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. c. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perkembangan utang pemerintah dan penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ketenagakerjaan dan kemiskinan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. d. Subbidang Investasi. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perdagangan.517 Pasal 1847 Bidang Analisis Sektor Riil terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. pengembangan model dan proyeksi perkembangan ketenagakerjaan dan kemiskinan. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Perdagangan. pengembangan model dan proyeksi perkembangan investasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang produksi dan konsumsi agregat. RAPBN Perubahan. Pasal 1849 Bidang Analisis Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Subbidang Produksi dan Konsumsi. b. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang investasi. Subbidang Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. (2) (3) (4) . pengembangan model dan proyeksi perkembangan produksi dan konsumsi agregat. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 1848 (1) Subbidang Produksi dan Konsumsi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. RAPBN Perubahan. Subbidang Tenaga Kerja dan Kemiskinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis.. pengembangan model dan proyeksi perkembangan perdagangan. RAPBN Perubahan. RAPBN Perubahan. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Investasi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.

c. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. pengembangan model dan proyeksi asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Utang Luar Negeri. c. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. b. Subbidang Utang Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis.. analisis. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. pengembangan model dan proyeksi besaran asumsi dasar ekonomi makro serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. (2) . RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Bidang Analisis Fiskal menyelenggarakan fungsi: a.518 - Pasal 1850 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1849. b. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. d. Pasal 1851 Bidang Analisis Fiskal terdiri dari: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang asumsi dasar ekonomi makro dan perkembangan utang. Subbidang Hubungan Investor. d. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang dalam negeri. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. Pasal 1852 (1) Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. pemantauan. analisis dan proyeksi perkembangan utang dalam negeri dan luar negeri. Subbidang Utang Dalam Negeri. Subbidang Proyeksi Asumsi Dasar. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN.

Subbidang Perbankan. perbankan. penyusunan bahan perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro di bidang harga. Pasal 1853 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan proyeksi perkembangan sektor moneter dan lembaga keuangan serta pengembangan model analisis sektor moneter. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. analisis dan proyeksi perkembangan harga. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. pengembangan model analisis sektor moneter. perbankan. b. analisis dan perumusan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi hubungan investor. (4) e. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. pemantauan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. d. . pasar modal dan neraca pembayaran. Subbidang Harga. Pasal 1855 Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan terdiri dari: a. Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. f. pasar modal dan neraca pembayaran. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. b. pasar modal dan neraca pembayaran. c. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. Pasal 1854 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1853.. RAPBN Perubahan.519 (3) Subbidang Utang Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang harga. c. pengembangan model dan proyeksi perkembangan utang luar negeri serta penyiapan bahan penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan utang luar negeri dan hibah. Subbidang Neraca Pembayaran. dan pengendalian inflasi. RAPBN Perubahan. Subbidang Pasar Modal. d. Subbidang Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. perbankan.

penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perkembangan pasar modal. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. diseminasi dan publikasi hasil kajian. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. (3) Subbidang Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis.520 - Pasal 1856 (1) Subbidang Harga melakukan penyiapan bahan analisis. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. . Pasal 1857 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian mempunyai tugas melaksanakan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. perencanaan program pengkajian. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang perbankan dan suku bunga. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. RAPBN Perubahan. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. (4) Subbidang Neraca Pembayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis. pengembangan model dan proyeksi perkembangan inflasi dan nilai tukar. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang neraca pembayaran. analisis dan penyiapan bahan koordinasi penetapan sasaran. pengembangan model dan proyeksi perkembangan pasar modal. penyusunan rancangan Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan nilai tukar sebagai dasar perhitungan pajak dan bea masuk atas barang dan jasa. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. pengembangan model dan proyeksi perkembangan neraca pembayaran. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. pengembangan model suku bunga. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang inflasi dan nilai tukar. serta dukungan administrasi Pusat. RAPBN Perubahan. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. penyiapan bahan penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. dan pengendalian inflasi. (2) Subbidang Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan proyeksi perkembangan perbankan dan suku bunga. penyiapan bahan penyusunan pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro.

keuangan. kepegawaian. Pelaksanaan tata kelola pusat. kearsipan. Pengembangan aplikasi serta pengelolaan basis data ekonomi makro. Pasal 1860 (1) Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan pengembangan aplikasi dan pengelolaan basis data ekonomi makro. perencanaan program pengkajian. d. c. perumusan rekomendasi. Pasal 1859 Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian terdiri dari: a. . BUMN. Pasal 1862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1861. Bidang Data Ekonomi Makro serta Administrasi Pengkajian menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. b. b.. perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. rumah tangga. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. Bagian Ketujuh Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal Pasal 1861 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis. (2) Subbidang Program Pengkajian mempunyai tugas melakukan perencanaan. serta diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. menyusun rencana kerja dan laporan Pusat. Subbidang Aplikasi dan Pengelolaan Data Ekonomi Makro. c. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi hasil pengkajian. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. Pelaksanakaan diseminasi dan publikasi hasil pengkajian ekonomi dan keuangan. (3) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan.521 Pasal 1858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1857. sosial. Subbidang Tata Kelola. dan dukungan pemerintah. Subbidang Program Pengkajian.

b. d. e. Bidang Analisis Risiko BUMN. keuangan dan sosial. pelaksanaan tata kelola Pusat. . perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. b. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal. Pasal 1863 Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. f. penyiapan bahan. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah. serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. Pasal 1864 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. RAPBN Perubahan. d. sosial. f. e. perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. c. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Kelompok Jabatan Fungsional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. BUMN dan dukungan pemerintah. c. Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang pengelolaan risiko fiskal. penyertaan modal negara. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. Pasal 1865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1864.. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. c. Bidang Analisis Risiko Ekonomi. Keuangan dan Sosial. risiko BUMN dan risiko dukungan pemerintah. penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal.522 b. analisis dan evaluasi terhadap kelayakan permintaan dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur. penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama. keuangan. penyusunan bahan Nota Keuangan dan RAPBN. restrukturisasi dan privatisasi BUMN. g.

c. pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. Pasal 1870 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. d. Pasal 1869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1868. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. c. Keuangan dan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang. Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah. analisis risiko ekonomi. Politik dan Hukum. (3) Subbidang Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko dukungan pemerintah. pengumpulan dan pengolahan data risiko ekonomi. serta perumusan rekomendasi kelayakan pemberian dukungan pemerintah. . Subbidang Risiko Sosial. Subbidang Risiko Ekonomi. politik dan hukum. evaluasi pengelolaan risiko ekonomi. c. Pasal 1867 (1) Subbidang Risiko Ekonomi. b. b. Bidang Analisis Risiko Ekonomi. d. perjanjian kerja sama kelembagaan dan koordinasi dengan instansi terkait. keuangan dan sosial. b. Keuangan dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko ekonomi. (2) Subbidang Risiko BUMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi di bidang pengelolaan risiko BUMN.. Pasal 1868 Bidang Analisis Risiko Ekonomi. keuangan dan sosial. (4) Subbidang Kerja Sama Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan negosiasi. Keuangan dan Sosial. keuangan dan sosial.523 Pasal 1866 Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. keuangan dan sosial. Subbidang Risiko Ekonomi. keuangan dan sosial. Subbidang Kerja Sama Kelembagaan. risiko keuangan dan pengelolaan utang. serta risiko sosial. Keuangan dan Sosial terdiri dari: a. Subbidang Risiko BUMN.

Bidang Analisis Risiko BUMN menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1874 Bidang Analisis Risiko BUMN terdiri dari: a. b. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN jasa keuangan. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko sosial. d. Percetakan dan Penerbitan. Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata. c. jasa konstruksi dan jasa lainnya. restrukturisasi dan privatisasi. Konstruksi dan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyertaan modal negara. (3) Subbidang Risiko Sosial. b. Pasal 1875 (1) Subbidang BUMN Jasa Keuangan. Subbidang BUMN Agro Industri. pengumpulan dan pengolahan data risiko BUMN. . restrukturisasi dan privatisasi BUMN. Pasal 1872 Bidang Analisis Risiko BUMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal kinerja BUMN.524 Pasal 1871 (1) Subbidang Risiko Ekonomi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko ekonomi. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN yang mempengaruhi APBN. Konstruksi dan Jasa Lainnya. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation. (2) Subbidang Risiko Keuangan dan Pengelolaan Utang mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Subbidang BUMN Pertambangan. Politik dan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pelaksanaan Public Service Obligation. serta pengembangan model analisis pengelolaan risiko keuangan dan pengelolaan utang. Industri Strategis. politik dan hukum.. pengembangan model analisis pengelolaan risiko BUMN. Kehutanan. penyiapan bahan analisis dan evaluasi. Kertas. d. Pasal 1873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1872. Energi dan Telekomunikasi. Subbidang BUMN Jasa Keuangan. penyertaan modal negara.

(3) Subbidang BUMN Agro Industri.. c. Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi. Pasal 1878 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah terdiri dari: a. Pasal 1876 Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah serta melaksanakan analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1877 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1876. d. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN agro industri. f. Kehutanan. e. analisis dan evaluasi pengelolaan risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. Industri Strategis. Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol. pengembangan model analisis pengelolaan risiko dukungan pemerintah. kertas. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN pertambangan. pemantauan perkembangan proyek yang mendapatkan dukungan pemerintah. energi dan telekomunikasi. b. Percetakan dan Penerbitan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. percetakan dan penerbitan. c. Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya. Subbidang Risiko Infrastruktur Energi. . d. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan proyek infrastruktur sebelum perjanjian kerja sama ditandatangani. industri strategis. serta penyiapan bahan analisis dan evaluasi pengelolaan risiko BUMN logistik dan pariwisata. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. kehutanan.525 (2) Subbidang BUMN Logistik dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Kertas. b. pengumpulan dan pengolahan data risiko dukungan pemerintah atas penyediaan infrastruktur. Energi dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. (4) Subbidang BUMN Pertambangan.

526 - Pasal 1879 (1) Subbidang Risiko Infrastruktur Transportasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis dan evaluasi. Pasal 1881 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1880. Pasal 1880 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan peraturan. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. analisis dan evaluasi. Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. (4) Subbidang Risiko Infrastruktur Telekomunikasi dan Lainnya mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. c. serta pelaksanaan dukungan administrasi pusat. pengembangan model analisis pengelolaan risiko.. kodifikasi peraturan dan perjanjian. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur jalan tol yang mendapat dukungan pemerintah. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur energi yang mendapat dukungan pemerintah. pelaksanaan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. d. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. analisis dan evaluasi. b. (3) Subbidang Risiko Infrastruktur Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. pengembangan model analisis pengelolaan risiko. . analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah. pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur telekomunikasi dan lainnya yang mendapat dukungan pemerintah. (2) Subbidang Risiko Infrastruktur Jalan Tol mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis kewajaran pelaksanaan pelelangan dan pemantauan perkembangan proyek infrastruktur transportasi yang mendapat dukungan pemerintah. analisis dan evaluasi. penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. dan pengelolaan data di bidang pengelolaan risiko fiskal. analisis kelayakan permohonan pemberian dukungan pemerintah.

evaluasi. ASEAN. Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal. Pasal 1883 (1) Subbidang Penyusunan Peraturan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan aspek hukum dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal. b. bilateral dan multilateral. keuangan. kearsipan. pelaksanaan. analisis. ASEAN+3. Subbidang Tata Kelola.527 Pasal 1882 Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal terdiri dari: a. analisis. (2) Subbidang Kodifikasi mempunyai tugas melakukan kodifikasi peraturan dan perjanjian di bidang pengelolaan risiko fiskal. Bagian Kedelapan Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional Pasal 1884 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan. . dan evaluasi dalam rangka integrasi ekonomi ASEAN. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan interregional. d. c. analisis. dan ASEAN+Mitra Wicara.. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan tata persuratan. pelaksanaan. Subbidang Kodifikasi. koordinasi. dan kepegawaian serta penyusunan rencana kerja dan laporan Pusat. b. Pasal 1885 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1884. dan pemantauan kerja sama internasional serta menjadi focal point kebijakan internasional di bidang ekonomi. Subbidang Penyusunan Peraturan. (3) Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data risiko fiskal. keuangan. rumah tangga. Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. perumusan rekomendasi kebijakan. dan liberalisasi sektor jasa.

lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dan lembaga nonpemerintah interregional. c. evaluasi. e. perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi keanggotaan. serta pengelolaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. wakil Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional. dan forum Asia Pasifik lainnya. keuangan dan nonkeuangan internasional. dan penyertaan modal pemerintah pada organisasiorganisasi internasional. analisis. pelaksanaan tata kelola Pusat. g. Pasal 1886 Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional terdiri dari: a. dan Bilateral. kontribusi. evaluasi. pelaksanaan. f. perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Kerja Sama Interregional menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kerja Sama Bilateral. d. analisis.528 c. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Bidang Kerja Sama Multilateral. b. pemantauan. Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). . evaluasi. analisis. h. dan pemantauan negosiasi (offer-request) sektor jasa. APEC. pelaksanaan. pelaksanaan. dan evaluasi dalam rangka kerja sama surveillance internasional. WTO. dan pejabat senior keuangan. d. pemantauan dan evaluasi kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. Bidang Kerja Sama Interregional. i. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1887 Bidang Kerja Sama Interregional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa. analisis. dan penyusunan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan bantuan dan kerja sama teknik serta misi luar negeri. f. evaluasi.. evaluasi. Mitra ASEAN. perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1888 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1887. pelaksanaan. analisis. dan pemantauan kerja sama di bidang sektor jasa ASEAN. e. perumusan rekomendasi kebijakan.

perumusan rekomendasi kebijakan. c. (3) Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Kerja Sama Bantuan Teknik Luar Negeri . evaluasi. serta kunjungan misi luar negeri. dan pejabat senior keuangan (Senior Finance Officer Meeting/SFOM). pelaksanaan. d. melakukan pengurusan dokumen ke luar negeri. analisis. dan pemantauan kerja sama bantuan teknik yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dengan hibah dari pemerintah dan lembaga nonpemerintah negara lain. (2) Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. (4) Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. analisis. Komite Anggaran dan Manajemen (Budget and Management Committee). melakukan monitoring. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. serta kerja sama yang berkaitan dengan Komite Ekonomi (Economic Committee). dan Forum Interregional Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Forum Interregional Lainnya. pelaksanaan. b. dan mengkoordinir usulan proyek yang dibiayai sebagian atau seluruhnya dari hibah luar negeri. evaluasi. evaluasi. wakil Menteri Keuangan (Finance Minister Process/FMP) dan Gubernur Bank Sentral. d. Pasal 1889 Bidang Kerja Sama Interregional terdiri dari: a. evaluasi. Subbidang Kerja Sama Teknik dan Misi Luar Negeri. pelaksanaan. Subbidang Kerja Sama Asia Eropa. dan forum Asia Pasifik lainnya. dan pemantauan dalam rangka kerja sama teknis dan misi luar negeri. wakil Menteri Keuangan. c. dan forum interregional lainnya. forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) lainnya. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum pertemuan Asia Pasifik pada tingkat Menteri Keuangan. dan pemantauan kerja sama forum pertemuan Asia Eropa pada tingkat Menteri Keuangan. perumusan rekomendasi kebijakan. dan laporan kegiatan-kegiatan KTLN. analisis. wakil Menteri Keuangan. evaluasi. Pasal 1890 (1) Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.. analisis. dan pemantauan pengiriman/penyeleksian pendidikan dan pelatihan luar negeri yang dibiayai sebagian/seluruhnya dari grant/hibah luar negeri dalam rangka kerja sama teknik dengan negara maju maupun negara berkembang dan lembagalembaga internasional/asing. analisis. analisis. pelaksanaan. evaluasi. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan.529 b. evaluasi. maupun organisasi internasional. dan pemantauan tenaga ahli asing dan bantuan peralatan dalam rangka kerja sama teknik luar negeri. pelaksanaan. evaluasi. koordinasi. dan forum interregional lainnya. Subbidang Kerja Sama Asia Pasifik. pelaksanaan. serta grant/hibah luar negeri yang telah disetujui donor. .

dan kelompok kerja. dan nonkeuangan internasional. Indonesia. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). serta pemantauan anggaran Sekretariat ASEAN dan kerja sama lembaga ASEAN lainnya. Malaysia. Pasal 1893 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional terdiri dari: a. analisis. Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional. Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN. pelaksanaan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. keuangan. dan kerja sama subregional ASEAN lainnya. analisis. . c. Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN. dan nonkeuangan internasional. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). koordinasi. Malaysia. perumusan rekomendasi kebijakan. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Singapore– Growth Triangle (IMS-GT). koordinasi. c. keuangan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). analisis. b. Subbidang Kerja Sama ASEAN. d. b. analisis. kerja sama ekonomi dan keuangan dengan Mitra ASEAN lainnya. evaluasi. dan ASEAN+Mitra Wicara. evaluasi. pelaksanaan. Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rekomendasi kebijakan.. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. dan kelompok kerja. serta kerja sama pemantauan ekonomi. Deputi Menteri Keuangan. evaluasi. Malaysia. ASEAN+3. analisis. Indonesia. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). Brunei Darussalam. pelaksanaan. perumusan rekomendasi kebijakan.530 - Pasal 1891 Bidang Kerja Sama ASEAN dan Pemantauan Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. East Asia Summit (EAS). Pasal 1892 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1891. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah di kawasan ASEAN. perumusan rekomendasi kebijakan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. koordinasi. evaluasi. koordinasi. Asia Cooperation Dialogue (ACD). d.

pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan subregional ASEAN yang meliputi Indonesia. Malaysia. analisis. . perumusan rekomendasi kebijakan. Malaysia. Thailand–Growth Triangle (IMT-GT). koordinasi. (3) Subbidang Kerja Sama Subregional ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Deputi Menteri Keuangan. analisis. pelaksanaan. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3 pada tingkat Menteri Keuangan.. evaluasi. evaluasi. koordinasi. pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. Bidang Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. Brunei Darussalam. dan nonkeuangan internasional. Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Pasal 1896 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1895.531 Pasal 1894 (1) Subbidang Kerja Sama ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Phillipines–East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). serta pembahasan dan negosiasi anggaran Sekretariat ASEAN dan lembaga ASEAN lainnya. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama pemantauan (surveillance) perkembangan ekonomi. keuangan. serta dukungan administrasi pusat. kerja sama forum Pertemuan Asia Timur. dan lainnya. Coordinating Committee on Services (CCS). dan nonkeuangan internasional. pelaksanaan. koordinasi. Pasal 1895 Bidang Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. koordinasi. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah dengan seluruh negara-negara sahabat. analisis. koordinasi. dan kelompok kerja. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan pemerintah negara-negara sahabat. analisis. Asia Cooperation Dialogue (ACD). analisis. analisis. kerja sama jasa keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). dan kelompok kerja. Indonesia. pelaksanaan. (2) Subbidang Kerja Sama Mitra ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. keuangan. Malaysia. Indonesia. (4) Subbidang Kerja Sama Pemantauan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. dan kerja sama ekonomi dan keuangan integrasi ekonomi ASEAN. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN pada tingkat Menteri Keuangan. evaluasi. dan menjadi focal point/Liaison Officer (LO) berkenaan dengan kerja sama internasional. Working Committee on Financial Services Liberalization (WCFSL). Singapore– Growth Triangle (IMS-GT).

pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan. c. Pasifik dan Afrika. koordinasi. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional. kearsipan. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama lembaga keuangan Japan Bank for International Cooperation (JBIC). analisis. (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. b. evaluasi. evaluasi. evaluasi. e. koordinasi. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. dan laporan Pusat.. serta menjadi focal point/liaison officer (LO) untuk komunikasi dengan media massa dan pihak lainnya berkenaan dengan kerja sama internasional. Pasal 1898 (1) Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. (3) Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. kepegawaian. keuangan. koordinasi. menyusun rencana kerja. analisis. analisis. Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. c. (2) Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. analisis. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. pelaksanaan dan pemantauan atas kepatuhan kesepakatan kerja sama ekonomi. keuangan dan nonkeuangan internasional. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan lembaga lainnya di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. Subbidang Kerja Sama Bilateral Eropa dan Amerika. OECD. d. pelaksanaan dukungan administrasi pusat. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral dengan pemerintah dan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah. rumah tangga. evaluasi. Subbidang Kepatuhan Kerja Sama Ekonomi Internasional. koordinasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama bilateral dengan lembaga perwakilan/kuasi pemerintah negaranegara sahabat. perumusan rekomendasi kebijakan. . Pasal 1897 Bidang Kerja Sama Bilateral terdiri dari: a. evaluasi. Subbidang Tata Kelola. keuangan dan nonkeuangan internasional. Subbidang Kerja Sama Bilateral Asia. analisis. koordinasi. dan lembaga lainnya di kawasan Eropa dan Amerika.532 b. d.

c. dan agenda PBB lainnya. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan forum multilateral lainnya. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama pada forum United Nation for Development Programs (UNDP). dan organisasi keuangan multilateral lainnya. dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. d. Organisasi Konferensi Islam (OKI). Pasal 1900 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1899. kontribusi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Institusi Bretton Woods. b. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).533 Pasal 1899 Bidang Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. . evaluasi. Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral. koordinasi. pelaksanaan dan pemantauan yang berkaitan dengan status keanggotaan. d. evaluasi. analisis. koordinasi. analisis. f. evaluasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan lembaga internasional lainnya dan antar negara berkembang. koordinasi. analisis. Islamic Development Bank (IDB). United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI. analisis. Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods. c. perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. analisis. dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional. Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP).. dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan multilateral. Bidang Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. World Summit for Sustainable Development (WSSD). serta menjadi focal point bagi kerja sama lembaga-lembaga keuangan multilateral. perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. koordinasi. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Asian Development Bank (ADB). perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional. analisis. perumusan rekomendasi kebijakan. evaluasi. Pasal 1901 Bidang Kerja Sama Multilateral terdiri dari: a. koordinasi. kontribusi. analisis. e. b. pengkajian status keanggotaan. perumusan rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. evaluasi. koordinasi. perumusan rekomendasi kebijakan.

pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan yang berkaitan dengan status keanggotaan. koordinasi. Financial Stability Forum (FSF). evaluasi. dan Economic and Social Council (ECOSOC). pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan International Monetary Fund (IMF). Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP). Kelompok 24 (G24). Common Fund for Commodities (CFC). pelaksanaan dan pemantauan atas kebijakan kerja sama internasional dalam forum internasional sektor jasa dan menyediakan data/informasi hasil negosiasi pada forum WTO. World Summit for Sustainable Development (WSSD). analisis. ASEAN. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Bank Pembangunan Asia/ADB. perumusan rekomendasi kebijakan. koordinasi. ITFC. evaluasi. (4) Subbidang Kerja Sama Forum Multilateral melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Kelompok G8. pemantauan. IDA. dan pelaksanaan kerja sama internasional serta negosiasi atas offer-request pada forum WTO. Kelompok 15 (G15). APEC. (2) Subbidang Kerja Sama Bank Pembangunan dan OKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. MIGA. dan bilateral. kontribusi dan penyertaan modal Pemerintah Indonesia pada organisasiorganisasi internasional. Mitra ASEAN. dan nonkeuangan internasional. World Food Program (WFP). kelompok Bank Dunia (IBRD.. APEC dan Bilateral. koordinasi. IFC. koordinasi. serta kesepakatan kerja sama ekonomi. ASEAN. evaluasi. analisis. Pasal 1904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1903. United Nation for Development Programs (UNDP). koordinasi. analisis. IEC. serta organisasi keuangan multilateral lainnya. ICSID). United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). analisis.534 Pasal 1902 (1) Subbidang Kerja Sama Institusi Bretton Woods mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. keuangan. . analisis. Pasal 1903 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. evaluasi. (3) Subbidang Kontribusi dan Dana Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Mitra ASEAN. serta kerja sama International Fund for Agriculture Development (IFAD). Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) FUND. evaluasi. Developing Eight (D8). Food and Agriculture Development (FAO). koordinasi. evaluasi. dan OKI. ICD). Kelompok Bank Pembangunan Islam/BPI (IDB. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). pelaksanaan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan keuangan Kelompok 20 (G20). serta USAID. Bidang Kerja Sama Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. serta agenda PBB dan forum multilateral lainnya.

dan pelaksanaan kerja sama jasa mitra Free Trade Area (FTA) serta koordinasi sektor jasa pariwisata. pelaksanaan dan pemantauan dengan stakeholder terkait atas kebijakan sektor jasa forum WTO. dan bilateral. b. koordinasi.. dan pelaksanaan kerja sama jasa nonkeuangan ASEAN. . koordinasi. dengan stakeholders untuk penyusunan offer-request dan posisi sektor jasa d. evaluasi. dan pelaksanaan kerja sama jasa APEC dan bilateral serta koordinasi sektor-sektor jasa lainnya. APEC. pemantauan. serta publikasi dan diseminasi hasil negosiasi sektor jasa. evaluasi. d. Mitra ASEAN. ASEAN. telekomunikasi. e-Commerce. dan transportasi udara. dan pelaksanaan kerja sama jasa keuangan WTO serta koordinasi jasa sektor keuangan. Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa. perumusan rekomendasi kebijakan. analisis. evaluasi. analisis. Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra FTA. analisis. ASEAN. (4) Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. pemantauan perkembangan liberalisasi sektor jasa keuangan dan nonkeuangan kerja sama WTO. pemantauan. dan bilateral. koordinasi. (3) Subbidang Kerja Sama Jasa Mitra Free Trade Area (FTA) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.535 b. (2) Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. wakil delegasi Indonesia pada forum perundingan internasional sektor jasa. APEC. Subbidang Kerja Sama Jasa APEC dan Bilateral. Subbidang Kerja Sama Jasa Keuangan WTO. analisis. koordinasi Indonesia. c. koordinasi. kesehatan. e. evaluasi. koordinasi. Mitra ASEAN. Pasal 1905 Bidang Kerja Sama Sektor Jasa terdiri dari: a. pemantauan. analisis. pemantauan. penyiapan fasilitasi penyelenggaraan pertemuan Coordinating Committee on Services (CCS) di Indonesia setiap tahun. c. evaluasi. Pasal 1906 (1) Subbidang Kerja Sama Jasa Nonkeuangan ASEAN dan Informasi Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Pasal 1908 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Badan. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja..536 Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1907 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 1910 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia. pelaksanaan kebijakan Menteri Keuangan di bidang pendidikan. c. pengkajian dan pengembangan pendidikan. pelatihan dan penataran di bidang keuangan negara. pelatihan dan penataran dengan lembaga pendidikan dalam dan luar negeri. b.537 BAB XIV BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1909 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang selanjutnya dalam Keputusan ini disingkat BPPK mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. lembaga pemerintah. f. d. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1909. evaluasi. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan. Sekretariat Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anggaran dan Perbendaharaan. koordinasi pelaksanaan kerjasama pendidikan. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. b. pelaksanaan administrasi Badan. . BPPK perumusan kebijakan Menteri Keuangan di bidang pendidikan. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1911 BPPK terdiri dari: a. penelaahan.. c. dan lembaga internasional. pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang b