P. 1
km._52_tahun_2009

km._52_tahun_2009

|Views: 28|Likes:
Dipublikasikan oleh Luqluq Yayank

More info:

Published by: Luqluq Yayank on Feb 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2011

pdf

text

original

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN

NOM OR: KM 52 TAHUN 2009

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT PENGURUS UNIT NASIONAL KORPS PEGA W AI REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMENPERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUMAN YANG MARA ESA

MENTER! PERHUBUNGAN,

a .. bahwa Korps Pegawai Republik Indonesia sebagai wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia demi meningkatkan perjuangan, pengabdian, serta kesetiaan kepada

. cita-citaBangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 bersifat demokratis, mandiri, bebas, aktif; profesional, netral, produktif, dan bertanggung jawab dengan lebih mengutamakan pada perlindungan dan kesejahteraan anggota, . sehingga perlu ditingkatkan peran dan eksistensinya di lingkungan Departemen

Perhubungan; .

b. .bahwa sehubungan dengan hal tersebut huruf a di atas, dalam. rangkamemberikan . dukungan teknis operasional dan administrasi terhadap pelaksanaan tugas kepe:ngurusan Korps Pegawai Republik Indonesia Departemen Perhubungan perlu diatur mengenai Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Pengurus Unit Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia Departemen Perhubungan dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri;

, -.-1

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4018);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4450);

4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 1971 tentang Korps Pegawai Republik Indonesia;

5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar Korps Pegawai Republik Indonesia;

6. Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tunjangan J abatan Struktural;

7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 20 Tahun 2008;

8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Perl l31M.PAN/5/2008 tentang Eselonisasi Jabatan Struktural di Lingkungan Sekretariat Dewan Pengurus dan Sekretariat Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia;

9. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pegawai Negeri Sipil Yang Ditugaskan Secara Penuh dan Diangkat Dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Sekretariat Dewan Pengurus dan Sekretariat Pengurus Unit Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia;

P:lTEEKAIKORPRIIRPM KORPRl 7IunllOO9.doc:.,

Menetapkan

10. Peraturan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2008 tentang Pola Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Pengurus Unit Nasional, Sekretariat Dewan Pengurus Provinsi dan Sekretariat Dewan Pengurus Kabupaten/Kota Korps Pegawai Republik Indonesia;

MEMUTUSKAN :

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT PENGURUS UNIT NASIONAL KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA DEP ARTEMEN PERHUBUNGAN.

BABI UMUM

Pasal 1

Sekretariat Pengurus Unit Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia Departemen Perhubungan, yang selanjutnya disebut Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan.

Pasal 2

Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah lembaga kesekretariatan Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan yang berada di lingkungan Departemen Perhubungan.

Pasal 3

Sekretariat Sub Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan dijabat secara ex-officio oleh pejabat eselon III pada unit-unit kerja yang berada di lingkungan Departemen Perhubungan.

D:lTEEKAIKORPRI\RPM KORPRI 7 Jun; 2009.docx

BABII

SEKRETARIAT PENGURUS UNIT NASIONAL KORPRI DEPARTEMENPERHUBUNGAN

Bagian Pertama

KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI

Pasal 4

(1) Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 berkedudukan di bawah Sekretariat Jenderal Departemen Perhubungan dan secara administrasi bertanggung jawab kepada Sekretaris J enderal Departemen Perhubungan, secara operasional bertanggung jawab kepada Ketua Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan.

(2) Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan dipimpin oleh seorang Sekretaris.

Pasal 5

Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan dalam rangka pemberian dukungan administrasi kepada Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan.

Pasal 6

Dalam hal melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi kegiatan Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan;

b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum dan keuangan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan;

c. pelaksanaan perumusan dan sinkronisasi terhadap program dan kebijakan Unit Nasional KORPRI. dengan tujuan dan sasaran Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan;

, D:lTEi!KAIKORPRlIRPM KORPRI 19 MEI2009,doex

d. penyelenggaraan pembinaan sikap, mental, jiwa korsa, keagamaan, kegiatan olah raga, seni dan budaya, serta pemberdayaan perempuan;

e. penyelenggaraan pemberian bantuan hukum, dan perlindungan terhadap anggota;

f. pelaksanaan pengembangan usaha, kerj asama kemitraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan pegawai sebagai anggota KORPRI Departemen Perhubungan, serta bantuan kemanusiaan;

g. penyusunan laporan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas kepada Musyawarah Unit Nasional (MUSNITNAS) KORPRI dan Pimpinan Departemen Perhubungan;

h. penyelenggaraan kerumahtanggaan sekretariat;

1. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Ketua Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan.

Bagian Kedua

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal 7

Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRl Departemen Perhubungan terdiri atas:

a. Bagian Administrasi;

b. Bagian Pembinaan Olahraga, Seni dan Budaya, Mental, serta Pemberdayaan Perempuan ;

c. Bagian Bantuan Hukum, Kesejahteraan dan Usaha.

Pasal 8

Bagian Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pelaksanaan koordinasi kegiatan, pengelolaan administrasi umum dan keuangan, perumusan dan sinkronisasi terhadap program dan kebijakan, serta penyusunan laporan .

• D:ITEEKAIKORPRlIRPM KORPRI 19 MEl 2009.cIoc.,

-- - --------------- ---

- .----,-------.-.-- .. -~ -- ---.---_.

------_----, .. __ ._-----_ .. _-- ----_._-----_ .. _-_---- ---------------_._--------------

Pasal 9

Dalam hal melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Bagian Administrasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi kegiatan Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan;

b. penyiapan bahan penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum dan keuangan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan;

c. penyiapan bahan penganggaran dan pengelolaan keuangan;

d. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan dan sinkronisasi terhadap program dan kebijakan Unit Nasional KORPRI dengan tujuan dan sasaran Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan;

e. penyelenggaraan kerumahtanggaan sekretariat;

f. penyiapan bahan penyusunan laporan sebagai

pertanggungjawaban pelaksanaan tugas kepada Musyawarah Unit Nasional (MUSNITNAS) KORPRI dan Pimpinan Departemen Perhubungan.

Pasal 10

Bagian Administrasi terdiri atas:

a. Subbagian Administrasi Umum;

b. Subbagian Program.

Pasal 11

(1) Subbagian Administrasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi kegiatan dan pengelolaan administrasi umum, pengelolaan keuangan dan kerumahtanggaan .

(2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan dan sinkronisasi terhadap program dan kebijakan, dan penyusunan laporan .

• D:lTEEKAIKORPRlIRPM KORPRI 19 MEl 2009.doc,

-~ ------ ------------------------

- - -- --- ------

Pasal 12

Bagian Pembinaan Olahraga, Seni dan Budaya, Mental, dan Pemberdayaan Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan pembinaan sikap, mental, jiwa korsa dan keagamaan, kegiatan olah raga, seni dan budaya, serta pemberdayaan perempuan.

Pasal 13

Dalam hal melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Pembinaan Olahraga, Seni dan Budaya, Mental, dan Pemberdayaan Perempuan menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan penyusunan program pembinaan dan kegiatan olahraga;

b. penyiapan bahan penyusunan program pembinaan dan kegiatan seni dan budaya;

c. penyiapan bahan penyusunan program pembinaan dan kegiatan sikap dan mental;

d. penyiapan bahan penyusunan program pembinaan dan kegiatan jiwa korsa dan keagamaan;

e. penyiapan bahan penyusunan program pembinaan dan kegiatan pemberdayaan perempuan.

Pasal 14

Bagian Pembinaan Olahraga, Seni dan Budaya, Mental, dan Pemberdayaan Perempuan terdiri atas:

a. Subbagian Pembinaan Olahraga, Seni dan Budaya;

b. Subbagian Pembinaan Mental dan Pemberdayaan Perempuan.

Pasal 15

(1) Subbagian Pembinaan Olahraga, Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembinaan dan kegiatan olahraga serta seni dan budaya;

(2) Subbagian Pembinaan Mental dan Pemberdayaan Perempuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembinaan dan kegiatan sikap dan mental, jiwa korsa dan keagamaan serta pemberdayaan perempuan .

• D:lTEEKAIKORPRlIRPM KORPRI 19 MEllIKl9.docx

----- -- - .. -- . - "--_.- ._-

---------

--------

.--~---- ----- -- ---

Pasal 16

Bagian Bantuan Hukum, Kesejahteraan dan Us aha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan pemberian bantuan hukum dan perlindungan terhadap anggota, pengembangan usaha dan kerjasama kemitraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan pegawai sebagai anggota KORPRI Departemen Perhubungan, serta bantuan kemanusiaan.

Pasal 17

Dalam hal melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Bagian Bantuan Hukum, Kesejahteraan dan U saha menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan pemberian bantuan hukum kepada anggota KORPRI di luar tugas dan fungsi Departemen Perhubungan;

b. penyiapan bahan pemberian perlindungan terhadap anggota;

c. penyiapan bahan peningkatan kesej ahteraan anggota;

d. penyiapan bahan peningkatan profesionalisme anggota;

e. penyiapan bahan pemberian bantuan kemanusiaan;

f. penyiapan bahan bakti sosial;

g. penyiapan bahan pemberian bantuan terhadap anak asuh;

h. penyiapan bahan pengembangan usaha;

1. penyiapan bahan pengembangan kerjasama kemitraan.

Pasal 18

Bagian Bantuan Hukum, Kesejahteraan dan Usaha terdiri atas:

a. Subbagian Bantuan Hukum;

b. Subbagian Kesejahteraan dan Usaha.

Pasal 19

(l )Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan hukum kepada anggota KORPRI di luar tugas dan fungsi Departemen Perhubungan;

·D:lTEEKAIKORPRlIRPM KORPRl 19 MEl 2009.docx

·------.---~--~--.---------------------------~--------'-""--"--~-----'-----'---"-----"-'-"--""---

(2) Subbagi an Kesejahteraan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan peningkatan kesej ahteraan dan profesionalisme anggota, bantuan kemanusiaan, bakti sosial dan anak asuh, pengembangan usaha, dan kerjasama kemitraan.

BAB III

TATAKERJA

Pasal 20

Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris, Kepala Bagian dan Kepala Subbagian di lingkungan Sekretariat Pengurus Unit Nasional

.. KORPRI Departemen Perhubungan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan.

Pasal 21

Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-Iangkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 22

Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

Pasal 23

Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

Pasal 24

Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut, dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan .

• D:lTEEKAIKORPRlIRPM KORPRI 19 ME121l09.do<x

, ,

Pasal 25

Dalam menyampaikan laporan kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Pasal 26

Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka bimbingan kepada bawahan masing-masing, wajib mengadakan rapat berkala.

BABIV

ESELONISASI, PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN

Pasal 27

(1) Sekretaris Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan adalah Jabatan Struktural Eselon IIIb;

(2) Kepala Bagian pada Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan adalah Jabatan Struktural Eselon HIIb;

(3) Kepala Subbagian pada Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan adalah Jabatan Struktural Eselon IV/a.

Pasal 28

Sekretaris, Kepala Bagian dan Kepala Subbagian pada Sekretariat Pengurus Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

D:lTEEKAIKORPRlIRPM KORPRI 19 MEl 2009.doc.,

BABIV PENUTUP

Pasal 29

Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Pada tanggal

JAKARTA 2JULI2009

MENTERIPERHUBUNGAN

ttd.

Ir. JUSMAN SYAFII DJAMAL

SALINAN Peraturan Menteri Perhubungan ini disampaikan kepada :

1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;

2. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara;

3. Menteri Keuangan;

4. Kepala Badan Kepegawaian Negara;

5. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan, Departemen Keuangan;

6. Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia;

7. Ketua Unit Nasional KORPRI Departemen Perhubungan;

8. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, para Direktur Jenderal, para Kepala Badan dan para Staf Ahli Menteri Perhubungan di lingkungan Departemen Perhubungan;

9. Para Kepala Biro, Sekretaris Inspektorat Jenderal, para Sekretaris Direktorat Jenderal, para Sekretaris Badan, dan para Kepala Pusat di lingkungan Departemen Perhubungan.

Salin an sesuai dengan aslinya

~.~~~Biro KSLN

KM 5l ...... lOO9t1gKORPRl

-------- -- ----------

---. ... \
I I I
,,~~ c;....
~ -rr
>-
-
- <E-coo §
I I ~=~
-
~:;~ G)
til
:a Ir- CI.l~Q ~
~ ~ _j
~~
~~ ::e l --.
~.Q -
- r
Zsz -
- ~ :E
gz~ s=
0 :) I tIS
« - ~ >
Q)
=~f;r;l til (!):)
~5; ~ <:I: -
s=
« I mz 0
=..., L m< ~
f;r;l :)::J til
CI.l en .... ~
~ Z
< 1 J
L m
1 _J
1
- I
I ,.JZ
~~ tIS
>z >
""«
~'1~~ -
- s=
I I I :z""S1 I 0
=~="" v
- ~~'1c:z:: til
z 1- til """" ~
"" =1:101:10
til ;z: '1z
~;z: -e ""< J
«~ I:IoQ
~QI:Io
cz,.J~ ~ -
=<'-l .e I I
<e-c:z:: ...... r
,.J;Z:'-l ......
0",,1:10 ...... r- -
;z:'1~ I:::: Z
..9 Zf;r;l< tIS
<<' 00> >
<» Q) ~«<
~« ~ «~Q ......
=Q~ I::::
~iilliol =~~~ 0
.__ =~ ~ -
~z= ~:;=z G)
z<~ til
<Q'-l CI.l~« ~
- 1:10 ~..JQ
o 0
-e
= _1 1 J
l 1 L
- I- I I
tIS
~:; >
<~ -
... I::::
I I I =~ 0
=0 -
r Q)
~~ til
CI.l~ ~ I

Ir-

I

-
CI.l .e ~
z~ ...... J ~
-
~~ ...... -_ i
._ I:::: r-- r I 1 «
~z 0 "
-
<- Q) ..
=:; til en ro i:!
Q ~ (!)~:E > ~
-e - ~
L- <!-;:) I::::
m~:E 0 ~
mZ:J -
G)
L 1 .J :J- til ~
tJ):E ~ ~
c Ui
<
L _..

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->