P. 1
MATERI MICE

MATERI MICE

5.0

|Views: 13,386|Likes:
Dipublikasikan oleh Diakbara
Wisatawan MICE adalah high level economy, lebih royal membelanjakan, 1 : 10 orang dengan wisatawan Leisure.
Length of stay wisatawan MICE relative lebih lama
Karakteristik Wisatawan MICE tidak terlalu terpengaruh pada keputusan untuk bepergian, karena alasan tugas bukan pribadi. Ini sangat berbeda dengan karakteristik wisatawan Leisure yang harus berpikiran ulang untuk pergi dengan alasan keamanan atau lainnya.


Wisatawan MICE adalah high level economy, lebih royal membelanjakan, 1 : 10 orang dengan wisatawan Leisure.
Length of stay wisatawan MICE relative lebih lama
Karakteristik Wisatawan MICE tidak terlalu terpengaruh pada keputusan untuk bepergian, karena alasan tugas bukan pribadi. Ini sangat berbeda dengan karakteristik wisatawan Leisure yang harus berpikiran ulang untuk pergi dengan alasan keamanan atau lainnya.


More info:

Published by: Diakbara on Feb 09, 2011
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2014

pdf

original

Sections

  • J C C – Site Plan
  • Floor Plan
  • Publications
  • Supported By

1

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG

2009

Oleh : Faisal Kasim

MICE

(MEETING, INCENTIVE, CONFRENCE, EXHIBITION)

2

SUBJECT PLAN :

I. ICE BREAKING AND SUBJECT PLAN
II. PERKEMBANGAN MICE GLOBAL, ASIA FASIFIK, ASEAN DAN INDONESIA
III. KONSEP, POTENSI, RELEVANSI DAN DAMPAK BISNIS MICE
IV. POSITIONING, SWOT DAN PENILAIAN, PENTING DAN KRITERIA BISNIS MICE
V. DIREKTORAT KIP
VI. PERBEDAAN, KARAKTERISTIK, TUJUAN, MANFAAT DAN PERANAN BISNIS MICE
VII. STAKEHOLDER, FAKTOR DAN UKURAN BISNIS MICE
VIII. MEETING PLANNER, INSENTIVE HOUSES, PCO, DAN PEO
IX. IMPRESARIAT DAN EO
X. PERIJINAN, PERSYARATAN DAN ORGANIGRAM BISNIS MICE
XI. MEMILIH SITE DAN VENUE SERTA PERLENGKAPAN BISNIS MICE
XII. MENYUSUN LAYOUT BISNIS MICE
XIII. MENYUSUN AGENDA MEETING, INSENTIVE, PCO, PEO
XIV. MENYUSUN ANGGARAN DAN KONTRAK BISNIS MICE
XV. MENYUSUN ALAT EVALUASI DAN TUGAS BISNIS MICE

UTS

I. STRATEGIC DAN OPERASIONAL PLAN EVENT
II. TAHAPAN PERENCANAAN EVENT
III. PROSES OPERASIONALISASI EVENT
IV. TAHAPAN PERENCANAAN MEETING
V. TAHAPAN PERENCANAAN CONFRENCE DAN EXHIBITION
VI. PERENCANAAN KEIKUTSERTAAN SUATU EVENT
VII. PERENCANAAN TRAVEL MART
VIII. BIDDING DAN NEGOSIASI PROPOSAL EVENT
IX. SPONSORSHIP EVENT
X. TEKNIK MENCARI SPONSOR EVENT
XI. MARKETING DAN PROMOSI EVENT
XII. EVALUASI DAN REPORTING EVENT
XIII. RISK MANAGEMENT EVENT

UAS
TUGAS

3

4

5

6

7

Sangat Identik dengan negara yang tidak aman, sarang teroris dan masih banyak lagi
julukan yang kurang mengenakan sebagai sebuah bangsa.
Travel Warning diberlakukan oleh banyak negara.
Itulah salah satu keterpurukan Industri Pariwisata di Indonesia.
Hanya berkutat dengan mengeksploitasi Wisatawan dengan tujuan Leisure saja,
wisatawan jenis ini sangat rentan dengan isu-isu politik dan keamanan.

Sungguh sangat Ironis, Indonesia yang merupakan negara dengan beragam kekayaan
alam dan budaya tertinggal dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Malaysia dinobatkan sebagai “The world‟s Best Destination” 2007 oleh majalah Global

Traveler.
Kita sudah seharusnya melirik kunjungan wisatawan non-leisure, yaitu wisatawan dengan
tujuan mengikuti kegiatan MICE (Meeting, Incentive Travel, Convention and Exhibition)

PROLOG

8

PERKEMBANGAN WISATA MICE

No

Region

2003

2004

2005

2006

2007

1

Europe

234

2.191

2.309

2.227

1.660

2

Asia

605

651

675

564

530

3

North America

488

397

452

369

324

4

Latin America

270

266

198

231

189

5

Australia/Pacific

204

173

144

139

121

6

Africa

100

91

106

87

67

A. PERKEMBANGAN GLOBAL/INTERNATIONAL

No

Region

2003

2004

2005

2006

2007

1

Latin America

1.169

831

742

1.034

895

2

North America

1.380

1.163

1.133

953

1.443

3

Australia

777

638

719

887

838

4

Africa

733

799

568

876

850

5

Asia

773

631

651

676

1.023

6

Europe

758

684

652

639

935

Jumlah Mice
Berskala
Internasional

Rata-rata
Jumlah Peserta
mice

Sumber: ICCA, 2007

9

RANK

NEGARA

2003

2004

2005

2006

2007 TOTAL

1

AMERIKA SERIKAT

362

292

323

275

243

1.495

2

JERMAN

263

203

193

178

152

989

3

SPANYOL

186

180

216

230

157

969

4

INGGRIS

258

179

199

192

121

949

5

PERANCIS

226

183

168

138

141

856

6

ITALIA

171

188

173

165

130

827

7

JEPANG

141

175

175

116

123

730

8

AUSTRALIA

183

147

130

121

107

688

9

BELANDA

159

135

107

122

71

594

10

KANADA

126

103

127

94

81

531

PERKEMBANGAN NEGARA-NEGARA YANG MEMILIKI KUANTITAS
PENYELENGGARAAN MICE BERSKALA INTERNASIONAL

Pasar Wisata Utama Indonesia

(Sumber: ICCA 2007)

10

18

REPUBLIK KOREA

39

91

86

63

74

353

21

R. R. CINA

66

56

62

39

77

300

24

THAILAND

55

34

68

63

47

267

25

SINGAPURA

54

48

57

76

28

263

27

MALAYSIA

29

41

60

52

55

237

34

TAIWAN

33

38

39

27

13

150

36

INDIA

19

30

31

22

24

126

38

RUSIA

12

15

29

23

18

97

39

FILIPINA

30

23

13

17

8

91

45

INDONESIA

18

15

17

11

7

68

RANK

NEGARA

2003

2004

2005

2006 2007

TOTAL

Pasar Wisata Utama Indonesia

Pasar Wisata Potensial Indonesia

(Sumber: ICCA 2007)

PERKEMBANGAN NEGARA-NEGARA YANG MEMILIKI KUANTITAS
PENYELENGGARAAN MICE BERSKALA INTERNASIONAL (lanjutan)

Catatan : Indonesia menempati urutan ke 45 dari 80 destinasi utama MICE

11

CINA, AUSTRALIA, INDIA, DAN HONG KONG : DESTINASI PALING FAVORIT.

CINA : INVESTASI BESAR-BESARAN TERFOKUS PADA INTERNATIONAL MARKETING MELALUI
BADAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DENGAN SASARAN PADA PENINGKATAN INCENTIVE
TOURISM DAN INDUSTRI EVENT.

POIN PENTING YANG MENJADIKAN CINA SEBAGAI DESTINASI FAVORIT ADALAH :

SAFETY,

INFRASTRUCTURE,

INTERNATIONAL QUALITY OF SERVICE,

CULTURAL & HISTORICAL HERITAGE,

TOURIST ATTRACTIONS.

TREN PERKEMBANGAN WISATA MICE DI WILAYAH ASIA PASIFIK

12

B. PERKEMBANGAN DI WILAYAH ASIA TENGGARA

RANK 1

RANK 2

RANK 3

RANK 4

RANK 5

Sumber: ICCA (International Association of
Congress and Conventions), 2007

13

TREN PERKEMBANGAN WISATA MICE DI ASEAN

ASIA TENGGARA : DESTINASI POTENSIAL DALAM WISATA INSENTIF (MALAYSIA, SINGAPURA, DAN

THAILAND).

BALI (INDONESIA) DAN PHUKET (THAILAND) TETAP MENJADI RESORT YANG SANGAT POTENSIAL DALAM
PENYELENGGARAAN WISATA MICE, MESKIPUN KEDUANYA MENGALAMI TRAGEDI BOM DAN BENCANA
TSUNAMI.

NATURAL BRAND EQUITY SEBAGAI DESTINASI YANG MENGETENGAHKAN SPIRITUAL DAN BUDAYA
MELATARBELAKANGI BALI SEBAGAI DESTINASI WISATA INSENTIF.
KEKUATAN SINGAPURA SEBAGAI DESTINASI WISATA MICE FAVORIT DI ASIA TENGGARA ADALAH
EKSISTENSI SINGAPORE AIRLINES MERUPAKAN MASKAPAI PENERBANGAN YANG MEMILIKI JALUR
PENERBANGAN DI SELURUH DUNIA SERTA DUKUNGAN CHANGI AIRPORT SEBAGAI HUB WISATAWAN.
SINGAPORE TOURISM BOARD MENARGETKAN KENAIKAN WISATA MICE RATA-RATA SEBESAR 15% PADA
10 TAHUN KE DEPAN DAN MEMILIKI KONTRIBUSI SEBESAR 35% TERHADAP PARIWISATA DI TAHUN
2015. TARGET TERSEBUT SEJALAN DENGAN TARGET KUNJUNGAN WISATAWAN SEBESAR 17 JUTA DI
TAHUN 2015.

THAILAND CONVENTION AND EXHIBITION BUREAU (TCEB) MENGALOKASIKAN DANA SEBESAR LEBIH
DARI US$7,5 JUTA UNTUK MENINGKATKAN WISATA MICE DI THAILAND.
THAILAND SANGAT CONCERN PADA PENGEMBANGAN KEAHLIAN/ PROFESIONALISME DAN PELAYANAN

STAFF.

14

JUMLAH KUNJUNGAN WISMAN KE
INDONESIA BERDASARKAN MAKSUD
KUNJUNGAN KEGIATAN
KONVENSI

Sumber: Statistical Report on Visitor Arrivals to Indonesia 2007; Passenger Exit Surveys 2007.

ASAL WISMAN DAN LoS DALAM MELAKUKAN
KEGIATAN MICE DI INDONESIA

JEPANG

20,43%

9.83 hari

SINGAPURA

19,29%

3.73 hari

KORSEL

15,62%

3.33 hari

USA

14,81%

4.09 hari

MALAYSIA

13,35%

4.81 hari

II. PERKEMBANGAN WISATA MICE DI INDONESIA

0,46%

0,29%

0,38%

0,42%

41,61%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

2003

2004

2005

2006

2007

15

Yogyakarta

14,6%

Jakarta

24,0%

Bali

61,3%

Lainnya

0,1%

3 DESTINASI UTAMA YANG
MENJADI TUJUAN WISATA MICE

1. BATAM

2. BANDUNG

3. SURABAYA

4. SEMARANG

5. MANADO

DESTINASI POTENSIAL
SEBAGAI TUJUAN WISATA
MICE

TINGKAT PARTISIPASI
TERHADAP KEGIATAN
MICE

16

Alasan Industri MICE sangat berkembang di era Global :

•Pertama, Karakteristik Wisatawan MICE tidak terlalu terpengaruh pada keputusan
untuk bepergian, karena alasan tugas bukan pribadi. Ini sangat berbeda dengan
karakteristik wisatawan Leisure yang harus berpikiran ulang untuk pergi dengan
alasan keamanan atau lainnya.

•Kedua, Wisatawan MICE adalah high level economy, lebih royal membelanjakan , 1 :
10 orang dengan wisatawan Leisure.

•Ketiga, Length of stay wisatawan MICE relative lebih lama.

•Keempat, Dapat menarik sejumlah wisatawan hanya dalam sekali penyelenggaraan
Event tertentu.

•Dampak Publisitas bagi Event International sangat luas, karena coverage media
International, hal ini dapat digunakan untuk Pencitraan terhadap kepercayaan Dunia,
bahwa Indonesia aman.

17

PADA TAHUN-TAHUN SELANJUTNYA JUMLAH WISATA MICE MENGALAMI PENURUNAN YANG CUKUP
SIGNIFIKAN SEBAGAI AKIBAT :
–TURUNNYA PEREKONOMIAN DUNIA SECARA GENERAL AKIBAT PENGARUH KRISIS EKONOMI
DUNIA YANG BERKEPANJANGAN;
–LAMBATNYA REAKSI BEBERAPA SEKTOR DALAM MENANGKAP PELUANG; PENGEMBANGAN
AKTIVITAS BISNIS;
–PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 DAN ANCAMAN TERORISME;
–KEKHAWATIRAN AKAN ISU SARS/AVIAN FLU;
–PERANG IRAK;
–KETERBATASAN BUDGET YANG BANYAK DITERAPKAN PADA SEKTOR FARMASI YANG
MERUPAKAN SPONSOR BESAR PENYELENGGARAAN MICE (TERUTAMA UNTUK EVENT-EVENT DI
BIDANG KEDOKTERAN).
–KRISIS FINANCIAL GLOBAL
–GLOBAL WARMING
–PERANG PALESTINA DAN ISRAEL

PENYEBAB MENURUNNYA WISATA MICE DI DUNIA :

18

DAMPAK PERKEMBANGAN WISATA MICE DI INDONESIA

PENINGKATAN CITRA INDONESIA SEBAGAI NEGARA TUJUAN YANG AMAN

PENGUATAN KERJASAMA ANTAR NEGARA DAN ANTAR DAERAH

MEMACU INVESTASI DI BERBAGAI BIDANG KHUSUSNYA PARIWISATA DAN PERDAGANGAN

PENGUATAN INFRASTRUKTUR DI MASING-MASING DESTINASI MICE

PENINGKATAN FASILITAS PENUNJANG WISATA MICE, MISAL: HOTEL, VENUE, TRANSPORTASI,
DLL.

MEMBUKA PENDAPATAN, LAPANGAN KERJA, DAN KEAHLIAN BAGI MASYARAKAT

PELUANG PENINGKATAN PAD BAGI DAERAH

19

POTENSI BISNIS MICE DI INDONESIA :

POTENSI DESTINASI

1. TOPOGRAFI : TERLETAK DI GARIS KATULISTIWA DARI SABANG SAMPAI MERAUKE ANTARA BENUA ASIA DAN
AUSTRALIA. PULAU UTAMA : JAWA, SUMATERA, KALIMANTAN, SULAWESI, PAPUA, BALI DAN MALUKU
2. DEMOGRAFI : BERPENDUDUK 240 JUTA,18.110 PULAU, 370 SUKU DAN 67 BAHASA INDUK
3. MEMILIKI KEINDAHAN ALAM, KEANEKARAGAMAN BUDAYA DAN KARYA BUATAN MANUSIA
4. TERSEDIA FASILITAS FISIK DI DESTINASI PRIMER (JAKARTA, JOGJA DAN BALI) DAN SEKUNDER (BANDUNG,
SEMARANG, SURABAYA, BATAM, UJUNG PANDANG, MEDAN, MANADO DAN BUKIT TINGGI)
5. BERKEMBANGNYA INVESTASI DI BIDANG MICE (COMPANY/VENUE)

POTENSI PASAR

1. TAHUN 2020 FORCAST WISATAWAN DUNIA 1, 6 MILYAR, WISATAWAN ASIA PASIFIK 438 JUTA. DEVISA
WISATAWAN DUNIA U$ 475 MILYAR, WISATAWAN ASIA PASIFIK U$ 94,7 MILYAR.
2. MENURUT ICCA (International Congress and Convention Association Amsterdam)TAHUN 2007 : 75 JUTA
PESERTA CONGRESS MENGELUARKAN BIAYA SEBESAR 43 MILYAR U$ DAN MENINGKAT 25 – 30 % PER TAHUN
3. MENURUT DEPBUDPAR TAHUN 2007 RATA-RATA PERTUMBUHAN MICE ADALAH 20 % DAN PESERTA MICE 21%
SEDANGKAN PENGELUARAN PER PESERTA PER HARI PER EVENT ADALAH U$ 1,700. DAN TAHUN 2005 U$ 2.500.
4. POTENSI PASAR ASIA UTARA DAN TIMUR BY AIRLINE :
CHINA : 600.000 SEAT, JEPANG : 655.000 SEAT, KOREA : 247.416 SEAT, HONGKONG : 481.312 SEAT, INDIA : 31.356
SEAT DAN TAIWAN : 613.964 SEAT.

20

SEBAGAI DAERAH YANG STRATEGIS DARI SISI EKONOMI DI KAWASAN ASIA TENGGARA KARENA MEMILIKI POPULASI YANG
TINGGI

JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN DENGAN TUJUAN MICE MENGALAMI PERKEMBANGAN YANG SANGAT SIGNIFIKAN DI
TAHUN 2003

INTENSITAS PEMBANGUNAN YANG TINGGI KHUSUSNYA PADA INFRASTRUKTUR DAN SARANA PENDUKUNG DI KOTA-KOTA
BESAR SEPERTI JAKARTA, BALI, BATAM YANG SANGAT MENDUKUNG KEGIATAN MICE TERMASUK PEMBANGUNAN
CONVENTION MAUPUN EXHIBITION CENTER

MEMILIKI JARINGAN INDUSTRI HOTEL INTERNASIONAL DI BERBAGAI DAERAH KHUSUSNYA JAKARTA, BALI, SURABAYA,
YOGYAKARTA

BERVARIASINYA PILIHAN DESTINASI UNTUK TUJUAN MICE YANG MAMPU DISESUAIKAN DENGAN BUDGET YANG TERSEDIA

KECENDERUNGAN GAYA HIDUP MASYARAKAT YANG MENUNTUT BANYAKNYA HIBURAN, MISAL: KONSER MUSIK, PAMERAN
DLL

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN TRANSPORTASI YANG CUKUP PESAT

TUMBUHNYA PERUSAHAAN PENGELOLA MICE, BAIK PCO, PEO MAUPUN EVENT ORGANIZERS

RELEVANSI INDONESIA TERHADAP WISATA MICE

21

1. BANYAK PILIHAN LOKASI DENGAN BERBAGAI ATRAKSI/KEINDAHAN;
2. VARIASI MAKANAN & AKOMODASI;
4. TUMBUHNYA FASILITAS KONFERENSI & PAMERAN DI BEBERAPA DAERAH;
5. VARIASI VENUES & FASILITAS YANG DAPAT DISESUAIKAN DENGAN BUDGET.
6. BALI SEBAGAI ICON PARIWISATA INDONESIA SUDAH DIKENAL BAIK DI MANCANEGARA

KEKUATAN

PELAYANAN KURANG MEMADAI : PENERBANGAN, IMIGRASI, BEA CUKAI, AIRPORT, DSB.;
TERBATASNYA JALUR PENERBANGAN INTERNASIONAL;
MANAJEMEN DESTINASI;
FAKTOR KEAMANAN DALAM NEGERI & KESELAMATAN;
INFORMASI TERTINGGAL DIBANDING NEGARA TETANGGA;
BIRO KONVENSI BELUM BERFUNGSI OPTIMAL
SDM BELUM MEMADAI.

KELEMAHAN

PELUANG :

1. PERTUMBUHAN EKONOMI
2. PERTUMBUHAN KUNJUNGAN WISMAN KE ASIA PASIFIK (07 : 377 JUTA, 08 : 401 JUTA, PATA

FORECAST)
3. KESIAPAN TENAGA PROFESIONAL DI DALAM NEGERI
4. KETEGANGAN DIBELAHAN DUNIA LAINNYA
5. KEANGGOTAAN PADA ORGANISASI-ORGANISASI INTERNASIONAL
6. BANYAK PERUSAHAAN ASING YANG BEROPERASI DI INDONESIA

22

KRITERIA SEBAGAI DESTINASI MICE

1.

KETERSEDIAAN FASILITAS

2.

REPUTASI LAYANAN YANG BERKUALITAS TINGGI

3.

JARAK WISATA BAGI PESERTA

4.

KUALITAS PROMOSI

5.

CITRA TEMPAT PENYELENGGARAAN

6.

HARGA

7.

NILAI MATA UANG

8.

CUACA

9.

KEGIATAN YANG DITAWARKAN

10.

AKSESIBILITAS

23

PASAR POTENSIAL INDUSTRI MEETING AND CONVENTIONS :

1.

PEMERINTAHAN

2.

AKADEMISI

3.

ASOSIASI/PROFESI

4.

NGO (NON GOVERNMENT ORGANIZATION) ATAU LSM (LEMBAGA
SWADAYA MASYARAKAT)

5.

PARTAI POLITIK

6.

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MULTINASIONAL

APA YANG DICARI PASAR :
1.

SECURITY

2.

PRICING

3.

ACCESSIBILITY

4.

FRESH/NEW DESTINATION

5.

INFRASTRUCTURE

6.

LEISURE/CULTURAL OPTION

7.

LANGUAGE

24

PEMBENTUKAN
DIREKTORAT KONVENSI, INSENTIF & PAMERAN (KIP)

1.UNTUK MEMPERCEPAT PENCAPAIAN VISI DAN MISI DEPBUDPAR MEMBENTUK DIREKTORAT
KONVENSI, INSENTIF DAN PAMERAN DENGAN PERATURAN MENTERI KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
NO. PM.30/OT.001/MKP-2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI BUDPAR NO.
PM.17/HK.001/MKP-2005 TENTANG ORG & TATA KERJA DEPBUDPAR
2. DIREKTORAT KONVENSI, INSENTIF DAN PAMERAN MEMPUNYAI TUGAS MELAKSANAKAN PENYIAPAN
RUMUSAN, KEBIJAKAN, STANDAR, NORMA, KRITERIA DAN PROSEDUR SERTA PEMBERIAN BIMBINGAN
TEKNIS DAN EVALUASI DI BIDANG KONVENSI, PERJALANAN INSENTIF DAN PAMERAN (MICE)

BAGAN ORGANISASI
DIREKTORAT KONVENSI, INSENTIF DAN PAMERAN

1.

DIREKTORAT KONVENSI, INSENTIF DAN PAMERAN

2.

SUBBAG TU

3.

SUBDIT ASOSIASI : SEKSI ASOSIASI DALAM NEGERI DAN SEKSI ASOSIASI LUAR NEGERI

4.

SUBDIT KORPORASI : SEKSI KORPORASI DALAM NEGERI DAN SEKSI KORPORASI LUAR NEGERI

5.

SUBDIT PEMERINATH DAN NON PEMERINTAH : SEKSI PEMERINTAH & NON PEMERINTAH DALAM
NEGERI DAN SEKSI PEMERINTAH & NON PEMERINTAH LUAR NEGERI

25

PROGRAM KERJA DIREKTORAT KONVENSI, INSENTIF DAN PAMERAN (KIP) 2007

A.

SUBDIT ASOSIASI : BERPARTISIPASI PADA KEGIATAN EVENT DI LUAR NEGERI l EBITM DAN IMEX,
PENYUSUNAN DATABASE ASOSIASI DALAM DAN LUAR NEGERI, SOSIALISASI PENYELENGGARAAN MICE
BIDANG ASOSIASI DAN PEMBINAAN PCO/ORGANIZER DI INDONESIA

B.

SUBDIT KORPORASI : PARTISIPASI PADA KEGIATAN EVENT DI LUAR NEGERI : IT & CMA, ITME DAN ICCA,
PENYUSUNAN DATABASE KORPORASI DALAM & LUAR NEGERI, SOSIALISASI PENYELENGGARAAN MICE
BIDANG KORPORASI DAN PEMBINAAN PCO/ORGANIZER

C.

SUBDIT PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH : PARTISIPASI PADA KEGIATAN EVENT DI LUAR NEGERI
UNTUK FASILITASI BIDDING INTERNASIONAL, MENGADAKAN FORUM KONSULTASI MICE DI LUAR
NEGERI, PENYUSUNAN DATABASE PEMERINTAH & NON PEMERINTAH DALAM DAN LUAR NEGERI,
DUKUNGAN PADA EVENT MICE DI INDONESIA DAN WORKSHOP MICE

TUPOKSI DIREKTORAT KONVENSI, INSENTIF DAN PAMERAN (KIP)

1.

DUKUNGAN EVENT

2.

DUKUNGAN BIDDING

3.

PEMBINAAN/PELATIHAN
4.

SOSIALISASI

5.

PILOT PROJECT

6.

STUDI BANDING

7.

PROMOSI MICE

26

UPAYA STRATEGIS PENGEMBANGAN MICE DI INDONESIA

1.

AKTIF DAN MENINGKATKAN KEANGGOTAAN INDONESIA PADA ASOSIASI-ASOSIASI INTERNASIONAL SEBAGAI
UPAYA NETWORKING DAN MENINGKATKAN KEPERCAYAAN INTERNASIONAL TERHADAP INDONESIA

2.

USAHA LOBBYING DAN KEMUNGKINAN UNTUK BIDDING BERSAMA STAKEHOLDERS UNTUK MENJADIKAN
INDONESIA SEBAGAI TEMPAT PELAKSANAAN EVENT MICE

3.

MELAKUKAN UPAYA-UPAYA DALAM RANGKA PENINGKATAN SDM SERTA KEBUTUHAN-KEBUTUHAN DALAM
NEGERI UNTUK PENYELENGGARAAN EVENT BERSKALA INTERNASIONAL (SDM PCO, EVENT EQUIPMENT DLL)

4.

MENGEMBANGKAN LOKASI-LOKASI UNTUK PENYELENGGARAAN EVENT KE SEJUMLAH DESTINASI DI
INDONESIA

5.

KEMUDAHAN UNTUK PENYELENGGARAAN EVENT INTERNASIONAL BAIK DALAM PERIJINAN DAN
PELAKSANAAN EVENTS

6.

PEMBERIAN INSENTIF INVESTASI DI BIDANG MICE (PEMBANGUNAN CONVENTION CENTER, EXHIBITION HALL)
MENGACU RANCANGAN UU PENANAMAN MODAL DIHARAPKAN INVESTOR MENINGKATKAN MINATNYA
UNTUK BERINVESTASI

7.

MENGUPAYAKAN SEMAKSIMAL MUNGKIN PENYELENGGARAAN EVENTS BERSKALA INTERNASIONAL DI
INDONESIA, MAUPUN EVENT LOKAL DI DAERAH

8.

MENGUNDANG PAKAR DI BIDANG MICE UNTUK MENGADAKAN SEMINAR/PELATIHAN DI INDONESIA

9.

MENINGKTKAN PERAN SERTA INDUSTRI MICE DI INDONESIA

10.

MELAKUKAN KOORDINASI DENGAN STAKEHOLDER BAIK DARI INSTANSI PEMERINTAH MAUPUN SWASTA

11.

MELAKUKAN PROMOSI MELALUI 2 SISI : LANGSUNG KE PASAR (DALAM BENTUK LOBBY, PRESS CONFRENCE
& RELEASE, PENYEBARAN INFORMASI DLL) DAN ATAU MENGUNDANG ORGANIZER DAN PLANNERS UNTUK
MELAKUKAN KUNJUNGAN EDUKASI DAN PENGENALAN KE LOKASI-LOKASI MICE DI INDONESIA

12.

UPAYA INTENSIF DENGAN MELIBATKAN MULTINASIONAL CORPORATION MAUPUN ASOSIASI PROFESI YANG
MEMPUNYAI CABANG DI INDONESIA UNTUK PENYELENGGARAAN PERTEMUAN TAHUNAN DI INDONESIA

13.

PENGENALAN INDONESIA UNTUK PENYELENGGARAAN OUT OF COUNTRY MEETING

27

REVIEW SISTEM REGULASI YANG MAMPU MENGGERAKKAN PENYELENGGARAAN EVENT;

PEMBERIAN INSENTIF GUNA KEMUDAHAN & PENINGKATAN PELAYANAN;

SINERGI ANTAR SEKTOR PEMERINTAH DI DALAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN;

PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI KATALISATOR PENGEMBANGAN WISATA MICE;

JOINT PROMOTION DAN KOOPERASI ANTAR DAERAH MAUPUN LINTAS SEKTOR;

MENGGERAKKAN BIRO DAN ASOSIASI PENGELOLA WISATA MICE MAUPUN PARA SUPPLIERS;

PENGUATAN PELAYANAN PUBLIK YANG TERKAIT DENGAN PENYELENGGARAAN MICE;

ALOKASI PAD BAGI PEMERINTAH DAERAH UNTUK PEMBUATAN INFRASTRUKTUR DAN FASILITAS
PENYELENGGARAAN EVENT

KEIKUTSERTAAN DALAM KEGIATAN MICE DI NEGARA NEGARA YANG MENJADI PASAR WISATAWAN
UTAMA, MISAL: SINGAPURA, AUSTRALIA, JEPANG YANG JUGA MEMILIKI KEDEKATAN DENGAN SEKTOR
PERDAGANGAN DAN INVESTASI.

PERAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN WISATA MICE

28

KERJA SAMA YANG KUAT ANTARA PEMERINTAH DAN SEKTOR SWASTA: REGULASI, PEMBUATAN PROGRAM,
IMPLEMENTASI;

POSITIONING BALI DAN JAKARTA SEBAGAI DESTINASI WISATA MICE BERKELAS INTERNASIONAL SERTA
DESTINASI WISATA SEKUNDER LAINNYA;

PENGUATAN KAPASITAS ASOSIASI (KONFERENSI& PAMERAN) DAN BIRO KONVENSI

PENCIPTAAN SISTEM/ PUSAT DATA DAN INFORMASI (PEMANFAATAN WEBSITE) SERTA MELAKUKAN PEMETAAN
POTENSI WISATA MICE SEKUNDER;

PENGUATAN INFRASTRUKTUR DAN FASILITAS MICE;

FAM TOUR BAGI MEETING PLANNERS DAN DECISION MAKERS/PENGAMBIL KEPUTUSAN DARI ORGANISASI-
ORGANISASI DAN ASOSIASI INTERNASIONAL/REGIONAL, MISAL : BOARD OF DIRECTORS;

PENGUATAN & PENINGKATAN PELAYANAN DI TITIK-TITIK SENTRAL: AIRLINES, AIRPORT, BEA-CUKAI, IMIGRASI,
VENUE, DSB;

PERLUNYA KOORDINASI &INTEGRASI ANTARA AIRLINES,PEMERINTAH DAN PARA PELAKU INDUSTRI MICE;

PENINGKATAN PEMASARAN: PRO AKTIF KE ORGANISASI/ASOSIASI INT’L DAN PASAR-PASAR POTENSIAL, BAIK
DILAKUKAN OLEH SWASTA,BIRO KONVENSI MAUPUN PEMERINTAH;

PROMOSI YANG TERFOKUS &SELEKTIF SESUAI SEGMEN PASAR DAN MELALUI EVENT/MEDIA YANG TEPAT
(PERTEMUAN & KONFERENSI, PERJALANAN INSENTIF, PAMERAN/EVENT LAIN).

STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA MICE

29

KONSEP BISNIS MICE

1. MEETING ADALAH PERTEMUAN UMUM YANG DILAKUKAN OLEH 2 ORANG ATAU LEBIH UNTUK
MEMBAHAS, MENGKAJI, SUATU TOPIK, ISSUE, DAN MASALAH UNTUK MENGHASILKAN SUATU
KESEPAKANAN.

2.

INCENTIF TRAVEL ADALAH PERJALANAN YANG DIBERIKAN KEPADA KARYAWAN
SEBAGAI STIMULUS/RANGSANGAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA.
3.

CONFRENCE ADALAH PERTEMUAN ILMIAH YANG DILAKUKAN OLEH SEKELOMPOK
ORANG DALAM FORUM RESMI DIMANA MELIBATKAN TIDAK KURANG 40 ORANG UNTUK
MEMBAHAS SUATU MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN FASILITAS KOMERSIAL.
4.

EXHIBITION ADALAH KEGIATAN
PAMERAN/PAGELARAN/PEMENTASAN/PEMAJANGAN KARYA KEPADA PUBLIK SEHINGGA DAPAT
MENGAKSES KARYA TERSEBUT.

30

MENURUT SK MENTERI PARPOSTEL No.KM.108/HM.703/MMPT-91 PASAL 1 :

1. KONVENSI ADALAH SUATU KEGIATAN BERUPA PERTEMUAN SEKELOMPOK ORANG NEGARAWAN,
USAHAWAN, CENDEKIAWAN UNTUK MEMBAHAS MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN KEPENTINGAN
BERSAMA
2. PERJALANAN INSENTIF ADALAH SUATU KEGIATAN PERJALANAN YANG DISELENGGARAKAN OLEH SUATU
PERUSAHAAN UNTUK PARA KARYAWAN DAN MITRA USAHA SEBAGAI IMBALAN PENGHARGAAN ATAS
PERHATIAN MEREKA DALAM KEGIATAN PENYELENGGARAAN KONVENSI YANG MEMBAHAS PERKEMBANGAN
KEGIATAN PERUSAHAAN YANG BERSANGKUTAN
3. PAMERAN ADALAH SUATU KEGIATAN UNTUK MENYEBARLUASKAN INFORMASI DAN PROMOSI YANG ADA
HUBUNGANNYA DENGAN PENYELENGGARAAN KONVENSI ATAU YANG ADA KAITANNYA DENGAN PARIWISATA

MENURUT : PERDA KOTA BANDUNG NO. 10 THN 2004 :

BAHWA JASA KONGRES, KONVENSI DAN EKSEBISI/MEETING INCENTIVE (MICE) ADALAH SATU USAHA JASA
YANG SECARA KHUSUS MENYELENGGARAKAN DAN MEMPROMOSIKAN PENGELOLAAN KONGRES, KONVENSI
DAN EKSEBISI.

31

PENGERTIAN MICE MENURUT ICCA

1.

MEETING/KONVENSI : KEGIATAN DARI SEKELOMPOK ORANG/PROFESIONAL YANG DITUNJUK
OLEH ORGANISASI/PERUSAHAAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS SDM, MENDUKUNG BISNIS
YANG DIWAKILINYA

MEETING : PERTEMUAN YANG DIHADIRI OLEH PESERTA DENGAN JUMLAH YANG LEBIH KECIL,
LEBIH KURANG 20 – 30/40 ORANG

MEETING (MENURUT UNION INT‟L ASSOCIATION) : PERTEMUAN YANG DIHADIRI OLEH 300 ORANG

ATAU LEBIH, 40 % DIANTARANYA DARI LUAR NEGERI, SEKURANG-KURANGNYA DARI 5 NEGARA
YANG BERBEDA

2.

KONVENSI/KONGRES : PERTEMUAN REGULER YANG DIHADIRI OLEH SEKURANG-KURANGNYA 50
ORANG SAMPAI 100 ORANG LEBIH DAN DILAKSANAKAN SEKURANG-KURANGNYA DI 3 NEGARA
YANG BERBEDA

3.

INCENTIVE (TRIP) : BENTUK DARI SUATU REWARDS YANG DIBERIKAN OLEH PERUSAHAAN
KEPADA KARYAWAN

4.

EXHIBITION/PAMERAN : SALAH SATU KEGIATAN UNTUK MENYEBARLUASKAN INFORMASI DAN
PROMOSI PRODUK DAN ATAU JASA DARI SUATU BISNIS KEPADA KONSUMEN DAN CALON
KONSUMEN

Sumber : ICCA, 2007

32

FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM BISNIS MICE :

1. Acess and Location : Kemudahan dan Lokasi tempat event MICE
2. Expertise and Experience : keahlian dan Pengalaman Asosiasi/Penyelenggara bisnis MICE
3. Infrastructure : Inprastruktur yang ada di tempat pelaksanaan bisnis MICE
4. Industry and Government Support : Dukungan stakeholder dan pemerintah dalam bidang MICE
5. Safety and Stability : Kemanan dan stabilitas wilayah atau negara tempat pelaksanaan bisnis MICE
6. Destination Appeal : Daya taik dan keunikan dari destinasi pelaksanaan bisnis MICE
7. Competitive Pricing : Harga dan kondisi yang ditawarkan kepada peserta bisnis MICE
8. Multi Cultural Facilities : Fasilitas pendukung dalam penyelenggaran bisnis MICE
9. Climate : Kondisi cuaca atau iklim saat pelaksanaan bisnis MICE

FAKTOR YANG DIPERHATIKAN SEBAGAI HOST COUNTRY DALAM BISNIS MICE

1. Faktor Politik :
2. Faktor Ekonomi dan Sosial :
3. Faktor Fasilitas dan Kemudahan :
4. Faktor Aksesibilitas :
5. Faktor Financial :
6. Faktor Masyarakat :
7. Faktor Keamanan :
8. Faktor Partnership :

33

KARAKTERISTIK BISNIS MICE :

1. JUMLAH PESERTA MICE YANG MENGHADIRINYA UMUMNYA CUKUP BESAR
2. STATUS TINGKATAN GOLONGAN DARI PESERTA BIASANYA MENENGAH KE ATAS (BUSINESSMAN)
3. BIAYA UYANG DIKELUARKAN OLEH PESERTA DAN PENYELENGGARA JAUH LEBIH BESAR.
4. MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA YANG BANYAK SEHINGGA MENYERAP SUMBER DAYA MANUSIA YANG
BESAR
5. SEBAGAI SALAH SATU MEDIA PROMOSI YANG EFEKTIF BAGI PARIWISATA, DAERAH, DAN NEGARA
6. UMUMNYA BANYAK DILAKSANAKAN PADA SAAT LOW SEASON
7. MEMBUKA DAN MENCIPTAKAN TUJUAN WISATA MENJADI PUSAT BISNIS
8. PESERTA HAMPIR DIPASTIKAN MEMBAWA SPONSOR

TUJUAN BISNIS MICE :

TUKAR MENUKAR INFORMASI, SALING BELAJAR, MEMECAHKAN MASALAH, MEMPERLUAS WAWASAN,
MENANGGULANGI KONFLIK, MENDISKUSIKAN MASA DEPAN, ALASAN BISNIS KOMERSIAL DAN EKONOMI,
ALASAN SENI BUDAYA, SOSIAL DAN AGAMA DAN MAKSUD KEPENTINGAN BERSAMA

34

MANFAAT BISNIS MICE :

1. Rata-rata lama menginap lebih tinggi dari wisatawan biasa
2. Expenditure lebih besar
3. Peserta tidak terpengaruh oleh kondsi ekonomi dunia
4. Dibiayai perusahaan sehingga uang pribadi untuk shopping
5. Meningkatnya aktivitas ekonomi lain sepert : Perdagangan, perindustrian, ilmu pegetahuan dsb.
6. Pengaruh peserta dalam mengambil keputusan kurang lebih 30 % dari peserta membawa keluarga.
7. Kegiatan eksibition, sebagian besar diselenggarakan pada saat low season.
8. Negara yang secara berkala menyelenggarakan eksibition jangka panjang dapat menjadi centre of
business activity.

PERANAN BISNIS MICE DI HOTEL :

1. 40 % dari total jumlah penjualan di hotel adalah berasal dari bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention
and Exhibition)
2. Menciptakan kebutuhan fasilitas lain di hotel selain fasilitas MICE
3. Bisnis MICE dapat mengisi saat low season di hotel
4. Melalui kegiatan bisnis MICE Hotel dapat menciptakan pasar baru

35

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PESERTA DALAM BISNIS MICE :

1. Siapa penyelenggara dan pelaksana MICE ?
2. Apakah kegiatan MICE diserta dengan kegiatan yang lain ?
3. Di mana lokasi nya ?
4. Apakah ada undangan resmi ?
5. Musim apa ?
6. Faktor Penghalang ?
7. Apakah masuk dalam Calender of events ?

UKURAN BISNIS MICE BERDASARKAN JUMLAH PESERTA :

1. UKURAN KECIL : 20 – 25 ORANG
2. UKURAN SEDANG : 25 – 200 ORANG
3. UKURAN BESAR : 200 – 20.000

SKALA BISNIS MICE BERDASARKAN LOKASI :

1. MICE LOKAL
2. MICE DAERAH
3. MICE NASIONAL
4. MICE REGIONAL
5. MICE INTERNATIONAL

36

STAKEHOLDER BISNIS MICE :

1. ASSOCIATION : HIPAKINDO, SIPKO, INCCA, ASPERAPI, ICB, JCB. ETC
2. MICE FACILITIES : MEETING/CONVENTION FACILITIES, EXHIBITION FACILITIES. ETC
3. SHOW AND EXPO ORGANIZER : PCO, PEO, MP, IH.
4. ACCOMMODATION : HOTEL, WISMA, APARTEMENT, ETC
5. CONVENTION AND VISITORS BUREAUS : BPW, APW, TOUR OPERATOR/WHOLESALER, ETC
6. TRANSPORTATION : AIRLINE, TRAIN, BUS, CAR RENTAL, CRUISE, ETC
7. EXPO SERVICE CONTRACTORS : CLEANING SERVICE, SECURITY, INTERPRETER, TOUR GUIDE,
EQUIPMENT PROVIDER, AUDIOVISUAL SERVICE. ETC
8. DESTINATION MANAGEMENT COMPANIES : ODTW, HANDICRAFT SHOP, ENTERTAINMENT, ETC
9. FOOD AND BAVERAGE : RESTAURANT, CAFÉ, PUB, CATERING ETC
10. GOVERNMENT : DISBUDPAR, DISPERINDAG, POLICE ETC
11. EDUCATION : TOURISM/MICE INSTITUTION
12. VENUE PROVIDER : JCC, PRJ, JOGJA EXPO, SABUGA, ETC

37

PERBEDAAN MICE DAN IMPRESARIAT :

MICE ADALAH SUATU KEGIATAN KEPARIWISATAAN YANG AKTIVITASNYA MERUPAKAN PERPADUAN ANTARA
LEISURE DAN BISNIS YANG MELIBATKAN SEKELOMPOK ORANG SECARA BERSAMA-SAMA.

IMPRESARIAT ADALAH SUATU KEGIATAN PENYELENGGARAAN HIBURAN BAIK YANG MERUPAKAN
MENDATANGKAN, MENGIRIMKAN MAUPUN MENGEMBALIKANNYA SERTA MENENTUKAN TEMPAT, WAKTU DAN
JENIS HIBURAN DAN OLAHRAGA.

CORE : MICE (MEETING, INCENTIVE, CONFRENCE, EXHIBITION) – IMPRESARIAT (SPORT AND ENTERTAINMENT)
PESERTA : MICE (BUSINESSMAN, SCIENTIFIC, OFFICIAL) – IMPRESARIAT (ARTIS, ATHLETIK DAN ENTERTAINER)
PENGELOLA : MICE (MEETING PLANNER, INCENTIVE HOUSES, PCO, PEO) – IMPRESARIAT (EVENT ORGANIZER)

PERBEDAAN LEISURE DAN BUSINESS TRAVEL :

BISNIS TRAVEL ADALAH KEGIATAN PERJALANAN BISNIS YANG DILAKUKAN OLEH PESERTA KE SUATU TEMPAT
PERTEMUAN DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBAHAS SESUATU SELAMA DALAM WAKTU TERTENTU.

LEISURE TRAVEL ADALAH KEGIATAN PERJALANAN WISATA YANG DILAKUKAN OLEH PESERTA KE SUATU
TEMPAT ATRAKSI/DESTINASI DENGAN TUJUAN UNTUK BERWISATA SELAMA DALAM WAKTU TERTENTU

38

MATRIKS PERBEDAAN LEISURE DAN BUSINESS :

ASPECTS

LEISURE

BUSINESS

WHO PAY

THE TORUSIT

The Travellers employer or
association

WHO DECIDES ON THE DESTINATION

THE TOURIST

The organizer of the
meeting/incentive trip/confrence
exhibition

WHEN DO TRIP TAKE PLACE

DURING CLASSIC HOLIDAY PERIOD
AND AT THE WEEKEND

All year round Monday to Friday

LEAD TIME

Holidays usually booked a few
months in advance, short breaks a
few days

Some business trip must be made
at very short notice

WHO TRAVELS

Anyone with the necessary spare
time and money

Those whose work require them to
travel or members of assosiation

WHAT KINDS OF DESTINATION ARE
USED

All kinds : coastal, city, mountain
and country side location

center of cities in Industries

countries

39

PENGERTIAN MEETING PLANNER :

IS AN INDIVIDUAL WHO DOES MORE MAN JUST PLAN A CLEARLY DEFINED LINEAR ACTIVITY CALLED A MEETING.
MEETING PLANNERS MANAGE ALL DETAILS, ACTIVITIES AND INTERACTION OF MEETINGS FROM THE MEETINGS
CONCEPTION THROUGH THE CATEGORIES OF ACTIVITIES

PENGELOMPOKAN MEETING PLANNER :

1. CORPORATE MEETING PLANNER, 2. ASSOCIATION MEETING PLANNER, 3. GOVERNMENT MEETING PLANNER

FUNGSI MEETING PLANNER :

1. MEMBENTUK DAN MENCIPTAKAN RENCANA PERTEMUAN DAN MATERI YANG DIBUTUHKAN
2. MEMILIH VENUE/RUANG PERTEMUAN
3. NEGOSIASI FASILITAS YANG DIBUTUHKAN
4. MERENCANAKAN HARGA JUAL DAN BIAYA PERMODALAN
5. MELAKUKAN RESERVASI AKOMODASI JIKA DIPERLUKAN
6. MEMASTIKAN TRANSPORTASI
7. MENYIAPKAN ACARA PERTEMUAN
8. MENYIAPKAN BUKU PANDUAN PERTEMUAN DAN FASILITAS PANGGUNG
9. MENYIAPKAN PROSEDUR PENDAFTARAN
10. MENGATUR RUANG PENDUKUNG YANG AKAN DIGUNAKAN

40

11 MENGKOORDINASIKAN DENGAN STAF RUANG PERTEMUAN
12. MENGKOORDINASIKAN DENGAN MANAJER RUANG PERTEMUAN
13. MENYIAPKAN RUANG STAF UNTUK KOORDINASI ACARA SEBELUM DAN SESUDAH EVENT
14. PENANGANAN BARANG PESERTA AGAR TIDAK BERMASALAH DI BEA CUKAI ATAU INSTANSI TERKAIT
15. MERENCANAKAN RUANG SERBA GUNA
16. MENGATUR PAMERAN
17. MENGATUR MAKANAN DAN MINUMAN
18. MENYIAPKAN PERLENGKAPAN AUDIOVISUAL
19. MEMILIH DAN MENETAPKAN PEMBICARA PERTEMUAN
20. MENIAPKAN HIBURAN UNTUK PESERTA/PANITIA
21. MENJADWALKAN PUBLIKASI DAN PROMOSI
22. MENCIPTAKAN ACARA KHUSUS UNTUK TAMU DAN KELUARGA
23. MEMPRODUKSI DAN MENCETAK MATERI EVENT
24. MENYEBARKAN UCAPAN TERIMA KASIH
25. MENGADAKAN EVALUASI/PERTANGGUNGJAWABAN

41

PENGERTIAN INCENTIVE HOUSES :

Incentive House adalah tenaga profesional yang menyediakan Pelayanan perjalanan insentif bagi
pelanggan yang bekerja dalam suatu perusahaan/asosiasi/lembaga/pemerintah

JENIS INCENTIVE HOUSES :

1. Full Service Incentive House :
2. Travel Fulfillment Company :

MANFAAT INCENTIVE BAGI KARYAWAN :

1. Mendorng semangat
2. Menurunkan pemborsan
3. Mencapai target penjualan
4. meningkatkan pembelian

42

PENGERTIAN PCO :

adalah perantara dalam suatu sistem distribusi perjalanan yang menghubungkan para
pelaku perjalanan bisnis dengan jasa perjalanan yang dibutuhkannya dan
mengkoordinasikan secara detail keterkatannya untuk menghasilkan kegiatan pertemuan
dan konvensi secara sukses. (Bitner and Booms, 1989).

JENIS PCO :

Independent PCO yaitu wiraswasta mempunyai perusahaan sendiri/freelance dan
mementingkan keuntungan
In House PCO yaitu pegawai/staff bagian dari suatu organisasi/institusi, terkadang tidak
mendapat keuntungan atau merugi.

PERANAN PCO :

1. Sebagai promotor
2. Sebagai komunikator ketika memberikan tanggapan atau masukan kepada klien.
3. Sebagai pemimpin sewaktu menyarankan tempat penyelenggaraan conftrence
4. Sebagai ahli/pakar dalam menyarankan para pembicara dan progam-progam.

43

PENGERTIAN PEO :

adalah tenaga professional atau organisasi yang secara spesials menghususkan diri dalam kegiatan
pengelolaan kegiatan suatu pameran. (Bitner and Booms, 1989)

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PEO :

1. Pembuatan konsep dan pegembangan pameran
2. Pemasaran, promosi dan penjualan pameran
3. Bekerjasama dengan pemilik fasilitas
4. Bekerjasama dengan serikat pekerja
5. Berkordinasi dan menyewa kontraktor jasa pameran
6. Mengelola kegiatan pameran
7. Kegiatan setelah pameran berakhir

44

1. Pengertian Usaha jasa impresariat adalah merupakan kegiatan pengurusan
penyelenggaraan hiburan, baik yang berupa mendatangkan, mengirim maupun
mengembalikannya, serta menentukan tempat, waktu, dan jenis hiburan.
Sumber : UU No 9 Tahun 1990 Kepariwisataan
2. Usaha jasa impresariat adalah usaha mendatangkan dan mengembalikan artis, musisi,
olahragawan serta pelaku seni hiburan lainnya yang berkewarga negaraan asing
Sumber : KEP.228/MEN/2008
3. Kegiatan Impresariat meliputi bidang seni dan olahraga.

PENGERTIAN IMPRESARIAT

Kegiatan usaha jasa impresariat meliputi :

a. Pengurusan dan penyelenggaraan pertunjukan hiburan oleh artis,
seniman dan olahragawan Indonesia yang melakukan pertunjukan di dalam dan atau di
luar negeri;
b. Pengurusan dan penyelenggaraan pertunjukan hiburan oleh artis, seniman dan
olahragawan asing yang melakukan pertunjukan di Indonesia;
c. Pengurusan dokumen perjalanan, akomodasi, transportasi bagi artis, seniman dan
olahragawan yang akan mengadakan pertun-jukan hiburan; dan
d. Penyelenggaraan kegiatan promosi dan publikasi pertunjukan

45

Kewajiban Badan usaha jasa impresariat :

a.Melestarikan seni budaya Indonesia;

b. Memperhatikan nilai-nilai agama, adat istiadat, pandangan dan nilai-
nilai yang hidup dalam masyarakat, serta mencegah pelanggaran
kesusilaan dan ketertiban umum; dan

c. Mengurus perizinan yang diperlukan bagi penyelenggaraan pertunjukan hiburan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Badan usaha jasa impresariat bertanggung jawab atas :

Keutuhan pertunjukan dan kepentingan artis, seniman dan atau olahragawan yang
melakukan pertunjukan hiburan yang diselenggarakan badan usaha tersebut

46

Event Organizer (EO) Menurut : KRMT Indro „Klmpling” susen, adalah

usaha yang menyelenggarakan suatu kegiatan

Acara yang ditangani EO :
1. Acara Ulang Tahun
2. Pameran
3. Perlombaan
4. Wedding Party
5. Seminar, Talk Show dan Diskusi
6. Festival Band
7. Outound Training
8. Promo Perusahaan
9. Konser Musik Internasional

EO Bermula dari unsur Needs and Wants.
Tim Work.
Memadukan unsur Edukatif, Entertaiment (Edutaiment).

47

PERIJINAN BISNIS MICE :

ACARA (Kepala Kepolisian Republik Indonesia Up. Kepala Dinas Intelijen dan Pengamanan Kepolisian,
Direktur Jendral Pariwisata, Direktur Jenderal HUBSOSBUDPEN Depatemen Luar Negeri, Kepala BAKIN,
Kepala B.I.A, KAPOLDA Metro Jaya)
PESERTA (Departemen Pertahanan dan Keamanan c.q. Asisten Intelijen dan Badan Koordinasi Intelijen
Negara,
Depatemen Luar Negeri c.q. Direktorat Pengamanan Hubungan Luar negeri)
BARANG (Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk : Barang cetakan, Film, dan Bahan Audio Visual
Lainnya, Departemen keuangan c.q. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai : Alat-alat peraga dan perlengkapan
lainnya yang akan di re export serta bahan-bahan promsi yang dibagi-bagikan dan Badan Penerangan di
bawah kementerian Informasi untuk Film keperluan promosi selama keegiatan MICE.)
DAN LAINNYA (Departemen Perdagangan Republik Indonesia : Penyelenggaraan Pameran Internasional,
Pemerintah Daerah Setempat Pemasangan poster spanduk, alat komunikasi, dan Badan Penerangan Republik
Indonesia untuk Kegiatan Pers).

PERSYARATAN IZIN USAHA MICE :

MENURUT : PERDA KOTA BANDUNG NO. 10 TAHUN 2004 SBB
PHOTO COPY KTP PIMPINAN ATAU IDENTITAS LAINNYA, PHOTO COPY PBB TERAKHIR, PHOTO COPY
HO, AKTA PENDIRIAN PERUSAHAAN DAN NPWP
TATA CARA MEMPEROLEH SIUK : PERMINTAAN DIAJUKAN KE WALIKOTA ATAU PEJABAT YANG
DITUNJUK (DISBUDPAR) DENGAN MEMBUAT PROPOSAL DISERTAI LAMPIRAN : SURAT HO, SURAT
AMDAL, AKTE PENDIRIAN, SITU, REKOMENDASI DARI LURAH DAN KECAMATAN SETEMPAT.

48

49

1. Akta notaris perusahaan yang berlaku
2. TDP yang berlaku
3. SIUP yang berlaku
4. NPWP yang berlaku
5. KTP Penanggungjawab pameran
6. Surat Keterangan Hall yang digunakan
7. Daftar peserta pameran & Jenis barang /
jasa yang akan di pamerkan
8. Profil Perusahaan
9. Profil Pameran ( lampirkan bahan-bahan
promosi, contoh: brosur, flyer, dll )

1. Laporan pameran terdahulu (jika pernah
berpameran)
2. Sertifikat Asperapi
3. Pengurusan Ijin di ajukan minimal 45 hari
kerja

4. Invoice akan dikirim pada saat surat - surat
perijinan yang akan diurus sampai di Set.
ASPERAPI
5. Surat Perijinan yang sudah jadi akan
diserahkan ke organiser bila dana perijinan
sudah diterima oleh Set. Asperapi.

Yang perlu dilampirkan pada surat masing masing instansi adalah
photocopy dokumen perusahaan antara lain:

50

ORGANISASI BISNIS MICE :

A. STEERING COMMITTEE :

Panitia Pengarah (SC) adalah suatu komite yang diberi wewenang oleh instansi pemerintah,organisasi,
asosiasi, atau korporasi yang berniat menyelenggarakan bisnis MICE yang diberi wewenang untuk
memberikan pengarahan, nasihat atau petunjuk bagi panitia yang disebut Panitia Pelaksana (OC).

TUGAS STEERING COMMITTEE :

1. Menerima/mendapatkan saran dan asistensi dari berbagai sunber seperti : Perusahaan penerbangan,
Pejabat pariwisata Biro-Biro Konvensi dan Professional Consultants.
2. Menentukan maksud dan tujuan (Objective) MICE
3. Memperkirakan jumlah peserta
4. Susunan acara keseluruhan
5. Penentuan lokasi
6. Penentuan Jadwal
7. Penyusunan Anggaran Sementara
8. Pembentukan Komite Pelaksana (Organizing Committee)

51

B. ORGANIZING COMMITTEE :

Panitia Pelaksana adalah suatu komite yang dibentuk oleh panitia pengarah dengan tugas untuk melaksanakan seluruh konsep
atau blue print kegiatan bisnis MICE

TUGAS OGANIZING COMMITTEE :

1. Ketua : Mempersiapkan, mengkordinir, menyelenggarakan dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan bisnis MICE 2.
Sekertaris : Membantu ketua dalam mempersiapkan dan memperlancar kegiatan administrasi, komunikasi dan informasi bisnis
MICE
3. Bendahara : Membantu ketua dalam penanganan Keuangan seperti : sistem keuangan, penerimaan pengeluaran dan
pengawasan serta membuat laporan pertanggung jawaban dalam bisnis MICE
4. Bidang Penyelenggara : penjemputan dan pengantaran, penanganan bagasi, Akomodasi, Program. Acara, Transportasi,
Tour.
5. Bidang Promosi dan Publisitas : Memproduksi dan mendistribusikan informasi. Promsi yang terkait dengan buletin, iklan,
wawancara, poster, spandukm dsbnya
6. Bidang Protokol dan Visa : CIQ, Pasport Ticket, Visa, Dokumen lainnya
7. Bidang Keamanan : Mengatur lalu lintas penyelenggaraan, menjaga keamanan peserta, barang bawaan dan venue tempat
pelaksanaan bisnis MICE
8. Bidang Program Sosial : Mengatir kegiatan sosial di luar acara inti bagi para peserta.
9. Bidang Program Teknis : Mempersiapkan ruang/tempat penyelenggaraan MICE dengan segala sarana dan fasilitasnya
mengatur lay out ruangan dan meja kursi dll.
10. Bidang Transportasi dan Telekomunikasi : Mempersiapkan sarana transportasi dan telekmunikasi yang digunakan selama
kegiatan bisnis MICE
11. Bidang Pameran : Mempersiapkan segala sesuatu yang berkaita dengan pameran. Bisa ditangani oleh Panitia Pelaksana
atau menunjuk PEO.
12. Bidang Lainnya : Dosesuaikan dengan kebutuhan di Lapangan.

52

STRUKTUR ORGANISASI EVENT SEDERHANA

OPERATIONS :
Support Services

OPERATIONS :
Visitor Services

MARKETING
DEPARTEMENT

FINANCE
DEPARTMENT

EVENT
ORGANIZATION

ADMINISTRATION
DEPARTEMENT

Sumber : Shone dan Parry, 2002

53

PERLENGKAPAN DAN FASILITAS BISNIS MICE :

Prasarana dan sarana dalam bisnis MICE adalah segala sesuatu yang mendukung kemudahan peserta untuk megikuti kegiatan MICE yang
mulai dari beranjak sampai dengan selesainya penyelenggaraan MICE tersebut.

FASILITAS STANDAR DALAM PENYELENGGARAAN MICE :

1. Fasilitas Hotel : Kolam Renang,Health Center,Sport center,Parking area,TV Satelit, F and B Service, Bank, Telekomunikasi, Hairdresser, Mail
and Post Facilities, Courier Service, Play Center, Shopping Area
2. Fasilitas Ruang Convention Room : Peralatan telekmunikasi, Peralatan Presentasi, Podium, Meja dan Kursi
3. Fasilitas Exhibition Hall : Loading Docks, Freight Receiving Area, Storage, Utilities (Gas Water Electricity Drainage), Food Outlets, Rest Room,
Telecommunication dan Other Area
4. Typical Specific Room for Convention Purpose : : Secretarial Room, Administration Room, Translation Room, Registration Area, Smoking and
no Smoking Room, Lobby, Press Room, VIP Room, Speaker Room dan Medical Emergencies Room
5. Other Facilities : Barber shop, Drug store, Laundry, Beauty salon, Shipping arcade, Book store, Parking area dan Operator room

FAKTOR YANG DIPERHATIKAN DALAM MEMPERSIAPKAN PERLENGKAPAN BISNIS MICE :

1. Ruang Konvensi : Harus flexible baik ukuran maupun kapasitas
2. Ruang sekretariat harus berdekatan
3. Kemudahan fasilitas lain seperti Fax, telex, post office telephone (lokal, interlokal direct line dll)
4. Pengisi waktu break : Toko di Hotel, Barbershop, beauty salon dll
5. Penterjemah dan Ruang Operator
6. Fasilitas Ruang seperti : AC (Suhu diatur) Kedap suara dan audio visual.
7. Hotel Rules : Penyelenggaraan MICE haus memperhatikan dan mengindahkan peraturan Hotel.
8. Sign and Notice : Pemasangan Sign tidak boleh merusak dinding dan harus sepengetahuan pihak Hotel dan ada penanggung jawab.
9. Types of Hotel : Resort, City Airport and Motel Hotel
10. Location : Jarak dari Airport, Kota, Jenis Transportasi, Atraksi, Industri, Perbelanjaan.
11. Types of Guest Rooms : Standar, Suite, Double Single, Twin, Presidential Suite dan etc.

54

1. Partisi standar dan special design
2. Tenda (Biasa, Plafond, Dekor)
3. Panggung (Ridging)
4. Lighting

5. Sound System (Kapasitas Watt)
6. Meja (standard system), meja dealing
7. Kursi Lipat/Kursi Tamu
8. Karpet
9. Lampu Neon, Spot Light, Halogen, Metal Highlite)
10. Back Drop (by System, Multiplex)
11. Lockable Lemari atau Meja
12. Dan lain-lain (Dispenser air minum, standing AC, FAN )

Jenis-jenis Peralatan Pameran

55

1. Fasilitas utama sudah tersedia.
2. Fasilitas krusial sudah dapat diselesaikan (misal: listrik, keamanan).
3. Biaya lebih tinggi (umumnya).
4. Man power lebih efisien.
5. Waktu persiapan harus berkoordinasi dengan petugas di tempat (satpam, Bagian engeneering
untuk listrik, lift)
6. Keterbatasan dan keterikatan waktu dalam persiapan dan pembongkaran.

Teknis lapangan Event Indoor

1. Penyediaan Fasilitas Utama Venue
(Tenda, instalasi Listrik, Penerangan dll).
2. Lebih beresiko (cuaca, keamanan).
3. Kesulitan dalam mengontrol audience.
4. Mudah terjadi kekacauan dan kerusuhan.

5. Persiapan menjelang hari “H” lebih lama (Maksimum 15 hari).

Teknis lapangan Outdoor

56

MEMILIH SITE DAN VENUE BISNIS MICE :

Lokasi adalah letak tempat yang strategis untuk dipilih dalam pelaksanaan suatu kegiatan MICE/Konvensi. (Menurut Kamus Bahasa Indonesia Edisi
Ketiga).

FAKTOR PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH LOKASI :

1. Apakah lokasi/daerah tersebut dapat menjamin kesuksesan event
2. Apakah daerah tersebut favourable terhadap peserta, dilihat dari aspek kenyamanan dan keamanan peserta (iklim, jarak, kemudahan menuju
lokasi, biaya transportasi, citra, fasilitas rekreasi, pusat perbelanjaan dll )
3. Apakah cukup tersedia fasilitas wisata konevsni (Hotel, Restaurant dll)
4. Apakah cukup tersedia perusahaan convention supplier (Audi visual rental, decorators, transportation service dll)
5. Apakah cukup tersedia tenaga terlatih untuk menangani kegiatan konvensi

1. Pilihlah lokasi yang sesuai dengan kebutuhan acara, ketersediaan anggaran dan infrastruktur yang ada.
2. Bandingkan beberapa lokasi sebelum menentukan pilihan (hotel, public hall, function hall di business area/office building,
convention center, dsb.)
3. Buatlah daftar periksa (check list) sesuai dengan kebutuhan acara dan periksalah pada saat kunjungan.
4. Konfirmasikan segera apabila pilihan sudah final dan penuhi semua syarat administrasi secepatnya.

Lokasi

57

FAKTOR PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH VENUE :

1. Jumlah, ukuran dan klasifikasi ruang pertemuan
2. Kualitas pelayanan makan dan minum
3. Jumlah, ukuran dan klasifikasi kamar tamu
4. Efisiensi prosedur pembayaran
5. Efisiensi prosedur check in dan check out
6. Ketersediaan staff yang ditunjuk menangani kegiatan konfrensi
7. Ketersediaan pelayanan pendukung konvensi
8. Fasilitas rekreasi yang tersedia
9. Kenyamanan untuk memperoleh pelayanan transportasi
10. Jarak ke Bandara dan ke Pelabuhan
11. Kesiapan pelayanan tambahan (Special Request)
12. Ketersediaan lahan untuk pameran
13. Jarak ke fasilitas rekreasi dan pertokoan

1. Usahakan tidak bersamaan dengan event lain.
2. Weekend (untuk event dengan audiens keluarga)
3. Jumat malam biasanya digunakan untuk event bagi orang muda
4. Week days (untuk event serius)

Waktu Pembuatan event

58

LAYOUT BISNIS MICE :

Lay out adalah penataan tata letak suatu ruang atau tempat sehingga memudahakan peserta dari segala arah untuk melihat, mendengar dan
beraktivitas selama kegiatan bisnis MICE berlangsung.

BENTUK LAYOUT MICE :

1. U – Shape
2. Class Room
3. Theater Style
4. Hollow Oval
5. Tiared U – Shape
6. Hollow Square
7. Board of Directors
8. Round Table and Banquite Style
9. Audittorium Conventional
10. Auditorium Semi Circular With Centre Aistle
11. Board of Directors Oval
12. Auditorium V Shape
13. Schoolroom, Perpendicular Table with Springs

TATA CEREMONY SEATING LAYOUT MICE :

Ceremony berarti tata cara, aturan atau adat istiadat, kebiasaan. Kata ceremony sama dengan protokoler dan etiket. Pertama kali digunakan pada
zaman julius II tahun 1504 di Jerman. Intinya ceremony adalah mengetahui penempatan deretan kursi kehormatan (VVIP dan VIP) yang patut
duduk di depan menurut tingkat/jabatan/posisi/kasta/pangkat/status sosial.
Angka dan Huruf bisa digunakan. Angka yang ganjil berada pada sisi Kiri dan genap di sisi kanan. Sedangkan angka nol pada posisi tengan. 7
5 3 1 0 2 4 6 8 atau G E C A O B D F H

59

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->