Anda di halaman 1dari 12

Studi Kasus GPSS/H : Simulasi Dinamis Diskrit

Diketahui pada sistem eksisting terdapat 2 (dua) buah mesin yang dioperasikan
dalam waktu 1000 menit, terdapat seorang teknisi yang bertugas memperbaiki
mesin dengan prinsip FCFS (first come first serve) dimana mesin yang rusak
duluan diperbaiki duluan pula.

Mesin 1 dan 2 mungkin mengalami waktu rusak yang berdekatan, sehingga


teknisi masih sibuk saat salah satu mesin rusak, akibatnya akan ada waktu
menunggu mesin sebelum diperbaiki oleh teknisi.

Diketahui data yang berkaitan dengan sistem adalah sebagai berikut:

Tabel 1 – Data dan Distribusi dari Data

No Variabel Distribusi Beta


1 Durasi kerja mesin 1 Eksponensial 30
2 Durasi kerja mesin 2 Eksponensial 20
3 Durasi service mesin 1 Eksponensial 10
4 Durasi service mesin 2 Eksponensial 10

Pertanyaan:

1. Lakukan simulasi dengan menggunakan GPSS/H untuk kondisi existing


dimana jumlah teknisi adalah 1 orang.
2. Lakukan simulai dengan menggunakan GPSS/H untuk kondisi perbaikan
dimana dilakukan penambahan jumlah teknisi menjadi 2 orang.
Penyelesaian:
Soal 1
Beberapa ketentuan ditetapkan sebelum dilakukan simulasi dengan menggunakan
GPSS/H, antara lain:
- Durasi kerusakan mesin 1 dan 2 menggunakan stream random yang sama
yaitu stream 1.
- Durasi service mesin 1 dan 2 menggunakan stream random yang sama
yaitu stream 2.
- Kondisi mesin pada awal simulai adalah bekerja (tidak rusak)
Block diagram untuk menggambarkan kondisi sistem dapat dilihat pada gambar 1
berikut ini:

Gambar 1 – Block Diagram untuk Simulasi Perbaikan Mesin & Satu Teknisi

Dengan mengikuti block diagram pada gambar 2 di atas maka coding program
GPSS/H untuk permasalahan ini dapat dituliskan sebagai berikut:
SIMULATE
GENERATE ,,,2 membangkitkan hanya 2 buah mesin
UPTOP TRANSFER BOTH,WRK1,WRK2 Kondisi kedua mesin adalah bekerja paralel
WRK1 SEIZE WORKING1 capture working1; mesin 1 mulai bekerja
ADVANCE RVEXPO(1,30) waktu mesin 1 bekerja berdist eksponensial 30
RELEASE WORKING1 mesin 1 berhenti bekerja (rusak)
TRANSFER ,SERVE setelah rusak diperbaiki Teknisi
WRK2 SEIZE WORKING2 capture working2; mesin 2 mulai bekerja
ADVANCE RVEXPO(1,20) waktu mesin 2 bekerja berdist eksponensial 20
RELEASE WORKING2 mesin 2 berhenti bekerja (rusak)
TRANSFER ,SERVE setelah rusak diperbaiki Teknisi
SERVE QUEUE LINE masuk ke antrian mesin rusak
SEIZE OPERATOR apakah Teknisi menganggur?
DEPART LINE jika menganggur maka keluar dari antrian
ADVANCE RVEXPO(2,10) waktu perbaikan mesin berdist eksponensial 10
RELEASE OPERATOR mesin telah diperbaiki
TRANSFER ,UPTOP setelah diperbaiki mesin kembali bekerja
GENERATE 1000 simulasi berlangsung 1000 satuan waktu (menit)
TERMINATE 1 kurangi waktu per 1 satuan waktu (menit)
START 1 replikasi 1
CLEAR
START 1 replikasi 2
CLEAR
START 1 replikasi 3
CLEAR
START 1 replikasi 4
CLEAR
START 1 replikasi 5
END.

Simulasi dilakukan selama 1000 satuan waktu (menit) dan replikasi dilakukan
sebanyak 5 kali. Kemudian coding di atas di-run pada software GPSS/H students
version dan diperoleh output sebagai berikut:

Replikasi 1
--AVG-UTIL-DURING--
FACILITY TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT SEIZING PREEMPTING
TIME TIME TIME TIME/XACT STATUS AVAIL XACT XACT
WORKING1 0.697 24 29.057 AVAIL 1
WORKING2 0.520 27 19.246 AVAIL
OPERATOR 0.575 50 11.506 AVAIL 3

QUEUE MAXIMUM AVERAGE TOTAL ZERO PERCENT AVERAGE $AVERAGE QTABLE CURRENT
CONTENTS CONTENTS ENTRIES ENTRIES ZEROS TIME/UNIT TIME/UNIT NUMBER CONTENTS
LINE 1 0.208 50 35 70.0 4.153 13.844 0
Replikasi 2
--AVG-UTIL-DURING--
FACILITY TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT SEIZING PREEMPTING
TIME TIME TIME TIME/XACT STATUS AVAIL XACT XACT
WORKING1 0.766 25 30.624 AVAIL 7
WORKING2 0.616 32 19.250 AVAIL 5
OPERATOR 0.514 55 9.341 AVAIL

QUEUE MAXIMUM AVERAGE TOTAL ZERO PERCENT AVERAGE $AVERAGE QTABLE CURRENT
CONTENTS CONTENTS ENTRIES ENTRIES ZEROS TIME/UNIT TIME/UNIT NUMBER CONTENTS
LINE 1 0.105 55 42 76.4 1.903 8.052 0

Replikasi 3
--AVG-UTIL-DURING--
FACILITY TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT SEIZING PREEMPTING
TIME TIME TIME TIME/XACT STATUS AVAIL XACT XACT
WORKING1 0.771 25 30.851 AVAIL 11
WORKING2 0.720 27 26.651 AVAIL
OPERATOR 0.412 51 8.070 AVAIL 9

QUEUE MAXIMUM AVERAGE TOTAL ZERO PERCENT AVERAGE $AVERAGE QTABLE CURRENT
CONTENTS CONTENTS ENTRIES ENTRIES ZEROS TIME/UNIT TIME/UNIT NUMBER CONTENTS
LINE 1 0.098 51 38 74.5 1.914 7.507 0

Replikasi 4
--AVG-UTIL-DURING--
FACILITY TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT SEIZING PREEMPTING
TIME TIME TIME TIME/XACT STATUS AVAIL XACT XACT
WORKING1 0.759 25 30.346 AVAIL 13
WORKING2 0.551 34 16.197 AVAIL
OPERATOR 0.533 58 9.191 AVAIL 15

QUEUE MAXIMUM AVERAGE TOTAL ZERO PERCENT AVERAGE $AVERAGE QTABLE CURRENT
CONTENTS CONTENTS ENTRIES ENTRIES ZEROS TIME/UNIT TIME/UNIT NUMBER CONTENTS
LINE 1 0.158 58 44 75.9 2.718 11.258 0

Replikasi 5
--AVG-UTIL-DURING--
FACILITY TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT SEIZING PREEMPTING
TIME TIME TIME TIME/XACT STATUS AVAIL XACT XACT
WORKING1 0.752 28 26.867 AVAIL 17
WORKING2 0.601 27 22.258 AVAIL 19
OPERATOR 0.531 53 10.010 AVAIL

QUEUE MAXIMUM AVERAGE TOTAL ZERO PERCENT AVERAGE $AVERAGE QTABLE CURRENT
CONTENTS CONTENTS ENTRIES ENTRIES ZEROS TIME/UNIT TIME/UNIT NUMBER CONTENTS
LINE 1 0.116 53 42 79.2 2.193 10.565 0

Rekapitulasi Utilitas Fasilitas Dalam Sistem untuk 5 Replikasi


Fasilitas I II III IV V Average
Mesin 1 / Working1 69,7% 76,6% 77,1% 75,9% 75,2% 74,9%
Mesin 2 / Working2 52,0% 61,6% 72,0% 55,1% 60,1% 60,16%
Teknisi 57,5% 51,4% 41,2% 53,5% 53,1% 51,34%
Menunggu Perbaikan
(LINE) 15 13 13 14 11 13,2
Soal 2 : Rule 1 – Teknisi berjumlah 2 dan teknisi memiliki kebebasan
Block diagram untuk menggambarkan simulai usulan penambahan teknisi dapat
dilihat pada gambar 2 berikut ini:

Gambar 2 – Block Diagram Untuk Sistem Perbaikan 2 Mesin 2 Teknisi

Block Diagram pada gambar 2 di atas memberikan bagaimana proses 2 mesin


bekerja dan rusak untuk kemudian diperbaiki dalam selang waktu 1000 menit.
Kemudian dari block diagram tersebut dilakukan simulasi dengan menggunakan
GPSS/H dan diperoleh coding simulasinya adalah sebagai berikut:

Coding Perbaikan 2 Mesin dan 2 Teknisi:

SIMULATE simulasi dimulai


STORAGE S(OPERATOR),2 deklarasi Teknisi sebanyak 2 orang
GENERATE ,,,2 membangkitkan mesin sebanyak 2 unit
UPTOP TRANSFER BOTH,WRK1,WRK2 posisi mesin saat awal & sudah diperbaiki
WRK1 SEIZE WORKING1 capture mesin 1 pada kondisi bekerja
ADVANCE RVEXPO(1,30) mesin bekerja berdist eksponensial 30
RELEASE WORKING1 mesin 1 rusak (selesai bekerja)
TRANSFER ,SERVE mesin1 menunggu Teknisi maintenance
WRK2 SEIZE WORKING2 capture mesin 2 pada kondisi bekerja
ADVANCE RVEXPO(1,20) mesin bekerja berdist eksponensial 20
RELEASE WORKING2 mesin 2 rusak (selesai bekerja)
TRANSFER ,SERVE mesin2 menunggu Teknisi maintenance
SERVE QUEUE LINE mesin1 &2 masuk ke antrial Teknisi
ENTER OPERATOR apakah salah satu Teknisi nganggur?
DEPART LINE jika ada yang menganggur, keluar antrian
ADVANCE RVEXPO(2,10) perbaikan mesin berdist eksponensial 10
LEAVE OPERATOR selesai perbaikan mesin 1/2
TRANSFER ,UPTOP posisikan mesin1/2 dalam kondisi bekerja
GENERATE 1000 lakukan simulasi selama 1000 satuan waktu
TERMINATE 1 kurangi waktu 1 demi 1 satuan waktu
START 1 replikasi 1
CLEAR
START 1 replikasi 2
CLEAR
START 1 replikasi 3
CLEAR
START 1 replikasi 4
CLEAR
START 1 replikasi 5
END.

Simulasi dengan replikasi sebanyak 5 kali. Kemudian coding di atas di-run pada
software GPSS/H student version dan diperoleh output sebagai berikut:
Replikasi 1
--AVG-UTIL-DURING--
FACILITY TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT SEIZING PREEMPTING
TIME TIME TIME TIME/XACT STATUS AVAIL XACT XACT
WORKING1 0.785 27 29.059 AVAIL 1
WORKING2 0.593 29 20.463 AVAIL 3

--AVG-UTIL-DURING--
STORAGE TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT CAPACITY AVERAGE CURRENT MAXIMUM
TIME TIME TIME TIME/UNIT STATUS AVAIL CONTENTS CONTENTS CONTENTS
OPERATOR 0.311 54 11.518 AVAIL 100.0 2 0.622 0 2

QUEUE MAXIMUM AVERAGE TOTAL ZERO PERCENT AVERAGE $AVERAGE QTABLE CURRENT
CONTENTS CONTENTS ENTRIES ENTRIES ZEROS TIME/UNIT TIME/UNIT NUMBER CONTENTS
LINE 1 0.000 54 54 100.0 0.000 0.000 0

Replikasi 2
--AVG-UTIL-DURING--
FACILITY TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT SEIZING PREEMPTING
TIME TIME TIME TIME/XACT STATUS AVAIL XACT XACT
WORKING1 0.820 30 27.320 AVAIL 5
WORKING2 0.690 26 26.544 AVAIL

--AVG-UTIL-DURING--
STORAGE TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT CAPACITY AVERAGE CURRENT MAXIMUM
TIME TIME TIME TIME/UNIT STATUS AVAIL CONTENTS CONTENTS CONTENTS
OPERATOR 0.245 55 8.914 AVAIL 100.0 2 0.490 1 2

QUEUE MAXIMUM AVERAGE TOTAL ZERO PERCENT AVERAGE $AVERAGE QTABLE CURRENT
CONTENTS CONTENTS ENTRIES ENTRIES ZEROS TIME/UNIT TIME/UNIT NUMBER CONTENTS
LINE 1 0.000 55 55 100.0 0.000 0.000 0

Replikasi 3
--AVG-UTIL-DURING--
FACILITY TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT SEIZING PREEMPTING
TIME TIME TIME TIME/XACT STATUS AVAIL XACT XACT
WORKING1 0.859 26 33.031 AVAIL 9
WORKING2 0.638 36 17.722 AVAIL 11

--AVG-UTIL-DURING--
STORAGE TOTAL AVAIL UNAVL ENTRIES AVERAGE CURRENT PERCENT CAPACITY AVERAGE CURRENT MAXIMUM
TIME TIME TIME TIME/UNIT STATUS AVAIL CONTENTS CONTENTS CONTENTS
OPERATOR 0.252 60 8.386 AVAIL 100.0 2 0.503 0 2

QUEUE MAXIMUM AVERAGE TOTAL ZERO PERCENT AVERAGE $AVERAGE QTABLE CURRENT
CONTENTS CONTENTS ENTRIES ENTRIES ZEROS TIME/UNIT TIME/UNIT NUMBER CONTENTS
LINE 1 0.000 60 60 100.0 0.000 0.000 0
Replikasi 4

Replikasi 5

Keterangan:
WORKING1 : Mesin 1
WORKING2 : Mesin 2
OPERATOR : Teknisi dengan jumlah 2 orang yang memperbaiki mesin baik
mesin1 dan 2
LINE : Antrian mesin yang rusak pada teknisi/Operator

Rekapitulasi Utilitas Fasilitas Dalam Sistem 2 Teknisi


Fasilitas Jumlah I II III IV V Average
Mesin1 1 78,50% 82,00% 85,90% 85,50% 78,90% 82,16%
Mesin2 1 59,30% 69,00% 63,80% 56,60% 62,90% 62,32%
Teknisi 2 31,10% 24,50% 25,20% 28,90% 29,10% 27,76%
Jumlah
1
Menunggu 0 0 0 0 0 0
Soal 2: Rule 2 – Teknisi 1 untuk Mesin 1 dan Teknisi 2 untuk Mesin2
Block diagram untuk menggambarkan simulai usualan penambahan Teknisi
service dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini:

GENERATE
2 mesin

TRANSFER

A B

1 2
ASSIGN ASSIGN
(WRK1) (WRK2)

SEIZE WORKING1 SEIZE WORKING2

ADVANCE ADVANCE
RVEXPO(1,30) RVEXPO(1,20)

WORKING1 WORKING2
RELEASE RELEASE

QUEUE LINE1 QUEUE LINE2

ENTER Teknisi1
ENTER Teknisi2

DEPART LINE1 DEPART LINE2

ADVANCE ADVANCE
RVEXPO(1,10) RVEXPO(1,10)

Teknisi1 Teknisi2
LEAVE LEAVE

A TRANSFER TRANSFER B

Gambar 2 – Block Diagram untuk Perawatan 2 Mesin dengan 2 Teknisi

Block Diagram pada gambar 2 di atas menjelaskan beberapa poin aturan (role),
yaitu antara lain:
- Teknisi 1 hanya memperbaiki mesin 1.
- Teknisi 2 hanya memperbaiki mesin 2.
Kemudian dari block diagram tersebut dilakukan simulasi dengan menggunakan
GPSS/H dan diperoleh coding simulasinya adalah sebagai berikut:

Simulasi dengan replikasi sebanyak 5 kali. Kemudian coding di atas di-run pada
software GPSS/H student version dan diperoleh output sebagai berikut:
Replikasi 1

Replikasi 2
Replikasi 3

Replikasi 4

Replikasi 5

Keterangan
WORKING1 : Mesin 1
WORKING2 : Mesin 2
TEKNISI1 : Teknisi yang bekerja khusus untuk mesin 1
TEKNISI2 : Teknisi yang bekerja khusus untuk mesin 2
LINE1 : Antrian mesin 1 yang rusak pada teknisi 1
LINE2 : Antrian mesin 2 yang rusak pada teknisi 2

Dari hasil replikasi di atas kemudian data direkap dan diperoleh rata-rata nilai
utilitas mesin & teknisi, serta jumlah antrian adalah sebagai berikut:

Fasilitas I II III IV V Average


Mesin1 79,30% 77,20% 79,70% 75,70% 76,40% 77,66%
Mesin2 58,50% 73,90% 70,50% 63,80% 64,10% 66,16%
Teknisi1 20,70% 22,80% 20,30% 24,30% 23,60% 22,34%
Teknisi2 41,50% 26,10% 29,50% 36,20% 35,90% 33,84%
Antrian1 0 0 0 0 0 0
Antrian2 0 0 0 0 0 0
Perbandingan Sistem dengan 1 Teknisi dan 2 Teknisi
No Entitas Sistem Satu Teknisi Dua Teknisi
1 Mesin1 74,9% 77,66,16%
2 Mesin2 60,16% 66,16%
3 Teknisi1 51,34% 22,34%
4 Teknisi2 33,84%
5 Antrian1 13,2 unit 0
6 Antrian2 0

Terlihat dari tabel di atas maka sistem dengan 2 teknisi unggul dalam jumlah
mesin menunggu (antrian), dimana dapat dipastikan setiap mesin yang rusak akan
segera dapat diperbaiki (tanpa menunggu), namun utilitas dari teknisi menjadi
sangat rendah yakni hanya 22,34% dan 33,84%.

Keputusan apakah menggunakan 1 atau 2 teknisi memerlukan ukuran performansi


yang ditentukan oleh problem owner, atau perlu juga dilakukan studi kelayakan
(bisa juga analisis finansial) sehingga keputusan yang diambil dapat memberikan
keuntungan sesuai dengan ukuran performansi yang diinginkan.