Anda di halaman 1dari 63

Laporan Kegiatan

Puskesmas Padang Bulan

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.


Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya
saing sumber daya manusia Indonesia.

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai


upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas adalah penanggung
jawab penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan perorangan jenjang pertama.

Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota


bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Dengan
demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan
strata pertama.

1.2. Tujuan Kegiatan


1.2.1. Tujuan Umum
a. Untuk mengetahui program kerja Puskesmas di masyarakat.
b. Untuk mengetahui struktur organisasi Puskesmas serta program dari masing-masing unit
yang ada.
1.2.2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui program-program wajib dan pengembangan Puskesmas ( khususnya
Puskesmas Padang Bulan ).
b. Untuk mengamati sejauh mana program-program tersebut telah dijalankan, melalui data-
data yang tersedia di Puskesmas tersebut.
c. Untuk mengetahui kendala yang dijumpai dalam melaksanakan program yang ada di
Puskesmas tersebut.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 1


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

d. Untuk mengetahui masalah kesehatan yang dijumpai di wilayah kerja Puskesmas Padang
Bulan.

1.3. Prosedur Kerja


Kepaniteraan Klinik Senior yang dilaksanakan di Puskesmas Padang Bulan meliputi
kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Mencatat data geografis dan demografis di wilayah kerja Puskesmas Padang Bulan
Kecamatan Medan Baru.
b. Pendataan sistem pelaksanaan upaya pokok kesehatan baik wajib maupun
pengembangan dan administrasi yang dilaksanakan di Puskesmas Padang Bulan.
c. Melakukan pengamatan langsung di lapangan dan ikut serta dalam pelayanan kesehatan.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian, Fungsi Dan Tujuan Puskesmas

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 2


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

2.1.1 Pengertian Puskesmas


Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping
memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
dalam suatu wilayah kerja dalam bentuk usaha-usaha kegiatan pokok.

Puskesmas unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung


jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.

Yang dimaksud dengan unit pelaksana teknis dinas yang selanjutnya disebut UPTD,
yakni unit organisasi di lingkungan dinas kota yang melakukan tugas teknis operasional.

Yang dimaksud dengan pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya


kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Pengertian pembangunan
kesehatan juga meliputi pembangunan yang berwawasan kesehatan, pemberdayaan
Kecamatan adalah batas wilayah kerja Puskesmas dalam melaksanakan tugas dan fungsi
pembangunan kesehatan

Dari uraian singkat diatas, jelas bahwa Puskesmas adalah satu satuan organisasi yang
diberikan kewenangan kemandirian oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk
melaksanakan tugas-tugas operasional pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan.

Adapun pengertian batasan Puskesmas dengan kewenangan kemandirian yang


dimaksud disini adalah Puskesmas yang mempunyai kewenangan sebagai berikut :
a. Kewenangan menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan
kesehatan di wilayah Kecamatan sesuai dengan situasi kondisi, kultur budaya dan potensi
setempat.
b. Kewenangan mencari, menggali dan mengelola sumber pembiayaan yang berasal
pemerintah, masyarakat, swasta dan sumber lain dengan sepengetahuan Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota, yang kemudian dipertanggungjawabkan untuk pembangunan kesehatan
di wilayah kerjanya.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 3


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

c. Kewenangan untuk mengangkat tenaga institusi/honorer, pemindahan tenaga, dan


pendayagunaan tenaga kesehatan di wilayah kerjanya dengan sepengetahuan Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota.
d. Kewenangan untuk melengkapi sarana dan prasarana termasuk peralatan medis dan non
medis yang dibutuhkan.
2.1.2 Fungsi Puskesmas
a. Pusat Pengerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan.
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan
pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah
kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan.
b. Pusat Pemberdayaan Masyarakat.
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat,
keluarga dan masyarakat dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan
melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam
memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaanya, serta ikut
menerapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
c. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama.
Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab Puskesmas
meliputi :
1. Pelayanan Kesehatan Perorangan.
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (private
goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan
perorangan tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.
Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk Puskesmas tertentu
ditambah dengan rawat inap.
2. Pelayanan Kesehatan masyarakat.
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat umum dengan
tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit
tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan
kesehatan masyarakat tersebut antara lain adalah promosi kesehatan, memberantas
penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga,
keluarga berencana, kesehatan jiwa serta berbagai program kesehatan masyarakat
lainnya.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 4


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

2.1.3 Tujuan Pembangunan Kesehatan Oleh Puskesmas


Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah
mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan
kesehatan, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di
wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam
rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010.

2.2 Visi Dan Misi Puskesmas


2.2.1 Visi Puskesmas
Visi pembangunan kesehatan yang diselengarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya
Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat. Kecamatan Sehat adalah gambaran
masyarakat Kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan,
yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki
kemmpuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata
serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi- tingginya.

Indikator Kecamatan Sehat yang ingin dicapai mencakup 4 Indikator yakni :


1. Indikator Lingkungan sehat
2. Indikator Prilaku sehat
3. Indikator Pelayanan Kesehatan yang Bermutu
4. Indikator Derajat Kesehatan yang Optimal

2.2.2 Misi Puskesmas


Ada empat misi Puskesmas yaitu:
1. Menggerakkan pembangunan Kecamatan yang berwawasan kesehatan. Puskesmas akan
selalu menggerakan pembangunan sektor lain agar memperhatikan aspek kesehatan,
yaitu agar pembangunan tersebut mendorong lingkungan dan perilaku masyarakat
semakin sehat.
2. Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat. Puskesmas selalu
berupaya agar keluarga dan masyarakat makin berdaya di bidang kesehatan, melalui
peningkatan pengetahuan dan kemampuan untuk hidup sehat.
3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau. Puskesmas harus selalu berupaya untuk menjaga agar cakupan dan kualitas

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 5


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

layanannya tidak menurun, bahkan kalau bisa ditingkatkan agar semakin besar
cakupannya dan semakin bagus kualitas layanannya.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta
lingkungannya. Puskesmas selalu berupaya agar derajat kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat dapat terpelihara bahkan semakin meningkat seiring dengan derap
pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.

2.3 Azas Dan Upaya Penyelenggaraan Puskesmas


Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus
menerapkan azas penyelenggaraan Puskesmas secara terpadu.

2.3.1 Azas Penyelengaraan Puskesmas


Azas penyelengaraan Puskesmas yang dimaksud adalah :
1. Azas pertanggung jawaban wilayah
Puskesmas harus bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya, dengan kegiatan antara lain:
a. Menggerakkan pembangunan berbagai sektor tingkat Kecamatan sehingga berwawasan
kesehatan
b. Memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap kesehatan mesyarakat di
wilayah kerjanya.
c. Membina setiap upaya kesehatan strata pertama yang diselenggarakan oleh masyarakat
dan dunia usaha di wilayah kerjanya.
d. Menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama secara merata dan terjangkau di
wilayah kerjanya.

2. Azas Pemberdayaan Masyarakat


Puskesmas wajib memperdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat, agar
berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya Puskesmas dengan kegiatan antara lain:
a. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak, Posyandu, Polindes, Bina Keluarga Bahagia (BKB).
b. Upaya Pengobatan: Posyandu, Pos Obat Desa (POD).
c. Upaya Perbaikan Gizi: Posyandu, Panti Pemulihan Gizi, Keluarga Sadar Gizi
(KADARZI).
d. Upaya Kesehatan Sekolah: Dokter Kecil, Penyertaan guru dan orang tua/wali murid,
Saka Bakti Husada (SBH), Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 6


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

e. Upaya Kesehatan Lingkungan: Kelompok Pemakai air (Pokmair), Desa Percontohan


Kesehatan Lingkungan (DPKL).
f. Upaya Kesehatan Usia Lanjut: Posyandu Usila, Panti Wreda.
g. Upaya Kesehatan Kerja: Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK).
h. Upaya Kesehatan Jiwa: Posyandu, Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).
i. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional: Taman Obat Keluarga (TOGA).
j. Upaya Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (inovatif): Dana Sehat, Tabungan Ibu
Bersalin (Tabulin), Mobilitas Dana Keagamaan.

3. Azas Keterpaduan
Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya harus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, bermitra dengan BPKM/BPP
dan organisasi masyarakat lainnya, berkoordinasi dengan lintas sektoral dan lintas program,
agar terjadi perpaduan kegiatan di lapangan sehingga lebih berhasil guna dan berdaya guna.

4. Azas Rujukan
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pertama, yang bila tidak mampu
mengatasi masalah karena berbagai keterbatasan, bisa melakukan rujukan baik secara vertikal
ke tingkat yang lebih tinggi, atau secara horizontal ke Puskesmas lainnya.Ada 2 macam
rujukan di Puskesmas:
a. Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan.
b. Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat.

2.3.2 Upaya Penyelenggaraan Puskesmas


Dalam mencapai Visi pembangunan kesehatan melalui Puskesmas yakni terwujudnya
Kecamatan Sehat 2010, Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.

Upaya kesehatan tersebut di kelompokkan menjadi 2 yaitu :


1. Upaya Kesehatan Wajib
Upaya kesehatan wajib Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan
komitmen nasional, regional, dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan harus diselenggarakan di setiap Puskesmas.
Upaya kesehatan wajib tersebut adalah:

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 7


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

1.1 Upaya Promosi Kesehatan


1.2 Upaya Kesehatan Lingkungan
1.3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
1.4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
1.5 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
1.6 Upaya Pengobatan
1.7 Upaya Pencatatan dan Pelaporan
2. Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan dimasyarakat serta yang disesuaikan
dengan kemampuan Puskesmas, yang dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok Puskesmas
yang telah ada yakni:
1.1 Upaya Kesehatan Sekolah
1.2 Upaya Kesehatan Olahraga
1.3 Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
1.4 Upaya Kesehatan Kerja
1.5 Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
1.6 Upaya Kesehatan Jiwa
1.7 Upaya Kesehatan Mata
1.8 Upaya Kesehatan Usia Lanjut
1.9 Upaya pembinaan Pengobatan Tradisional
1.10Laboratorium Sederhana
1.11Upaya laboratorium medis dan laboratorium kesehatan masyarakat serta upaya
pencatatan pelaporan tidak termasuk pilihan karena ketiga upaya ini merupakan
pelayanan penunjang dari setiap usaha wajib dan upaya pengembangan Puskesmas.

1.4 Kedudukan Puskesmas


Kedudukan Puskesmas dibedakan menurut keterkaitannya dengan Sistem Kesehatan
Nasional, Sistem Kesehatan Kabupaten / Kota dan Sistem Pemerintah Daerah :
1. Sistem Kesehatan Nasional
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Nasional adalah sebagai sarana
pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya
kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 8


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

2. Sistem Kesehatan Kabupaten / Kota


Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Kabupaten / Kota adalah sebagai
Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan Kabupaten / Kota di wilayah
kerjanya.

3. Sistem Pemerintah Daerah


Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Pemerintahan Daerah adalah sebagai unit
pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang merupakan unit struktural
Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota bidang kesehatan di tingkat Kecamatan.

4. Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama


Di wilayah kerja Puskesmas terdapat berbagai organisasi pelayanan kesehatan strata
pertama yang dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta seperti : praktek dokter, praktek
dokter gigi, praktek bidan, poliklinik, dan Balai Kesehatan Masyarakat. Kedudukan
Puskesmas di antara berbagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama ini adalah sebagai
mitra. Di wilayah kerja Puskesmas terdapat pula berbagai bentuk upaya-upaya kesehatan
berbasis dan bersumber daya masyarakat seperti : Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa, dan
Pos UKK. Kedudukan Puskesmas di antara berbagai sarana pelayanan kesehatan berbasis dan
bersumber daya masyarakat adalah sebagai pembina.

1.4 Organisasi Puskesmas


1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Puskesmas tergantung dari beban tugas masing-masing
Puskesmas. Penyusunan struktur organisasi Puskesmas di satu Kabupaten / Kota dilakukan
oleh dinas kesehatan Kabupaten / Kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan peraturan
daerah.
Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi Puskesmas sebagau
berikut :
a. Kepala Puskesmas
b. Unit Tata Usaha yang bertanggung jawab membantu kepala Puskesmas dalam
pengelolaan :
– Data dan informasi
– Perencanaan dan penilaian

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 9


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

– Keuangan
– Umum dan kepegawaian
a. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas :
– Upaya Kesehatan Masyarakat, termasuk pembinaan terhadap UKMB
– Upaya Kesehatan Perorangan
a. Jaringan Pelayanan Perorangan :
– Unit Puskesmas Pembantu
– Unit Puskesmas Keliling
– Unit Bidan di Desa / Komunitas

1. Kriteria Personalia
Kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi Puskesmas disesuiakan dengan
tugas dan tanggung jawab masing-masing unit Puskesmas. Khusus untuk kepala Puskesmas
kriteria tersebut dipersyaratkan harus seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum
pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat.

2. Eselon Kepala Puskesmas


Kepala Puskesmas adalah penanggung jawab pembangunan kesehatan di tingkat
Kecamatan. Sesuai dengan tanggung jawab tersebut dan besarnya peran kepala Puskesmas
dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di tingkat Kecamatan maka jabatan kepala
Puskesmas adalah jabatan struktural eselon IV.
Dalam keadaan tidak bersedia tenaga yang memenuhi syarat untuk menjabat jabatan IV,
ditunjuk pejabat sementara yang sesuai dengan kriteria Kepala Puskesmas yakni seorang
sarjana di bidang kesehatan masyarakat, dengan kewenangan yang setara dengan pejabat
tetap.

2.6. Tata Kerja Puskesmas


1. Dengan Kantor Kecamatan
Dalam melaksanakan fungsinya, Puskesmas berkoordinasi dengan kantor Kecamatan
melalui pertemuan berkala yang diselenggarakan di tingkat Kecamatan. Koordinasi tersebut
mencakup perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian serta
penilaian. Dalam hal pelaksanaan fungsi penggalian sumber daya masyarakat oleh
Puskesmas, koordinasi dengan kantor Kecamatan mencakup pula kegiatan fasilitasi.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 10


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

2. Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota


Puskesmas ialah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. Dengan
demikian, secara teknis dari administratif, Puskesmas bertanggung jawab kepada Dinas
Kesehatan Kabupaten / Kota. Sebaliknya, Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota bertanggung
jawab membina serta memberikan bantuan administratif dan teknis kepada Puskesmas.

3. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama


Sebagai mitra pelayanan kesehatan strata pertama yang dikelola oleh lembaga
masyarakat dan swasta, Puskesmas menjalin kerja sama termasuk penyelenggara rujukan dan
memantau kegiatan yang diselenggarakan. Sedangkan sebagai pembina upaya kesehatan
bersumber daya masyarakat, Puskesmas melaksanakan bimbingan teknis, pemberdayaan dan
rujukan sesuai kebutuhan. Contohnya seperti Posyandu, Poskeskel, dll.

4. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan


Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan
masyarakat, Puskesmas menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai pelayanan kesehatan
rujukan. Untuk upaya kesehatan perorangan, jalinan kerja sama tersebut diselenggarakan
dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan perorangan seperti Rumah Sakit ( Kabupaten /
Kota ) dan berbagai Balai Kesehatan Masyarakat ( Balai Pengobatan Penyakit Paru, Balai
Kesehatan Mata Masyarakat, Balai Kesehatan Kerja Masyarakat, Balai Kesehatan Olahraga
Masyarakat, Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat, Balai Kesehatan Indra Masyarakat ).

Sedangkan untuk upaya kesehatan masyarakat, jalinan kerja sama diselenggarakan


dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat rujukan, seperti Dinas Kesehatan
Kabupaten / Kota, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Balai Laboratorium Kesehatan serta
berbagai Balai Kesehatan Masyarakat. Kerja sama tersebut diselenggarakan melalui
penerapan konsep rujukan yang menyeluruh dalam koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten /
Kota.

5. Dengan Lintas Sektor


Tanggung jawab Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis adalah menyelenggarakan
sebagian tugas pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten /
Kota. Untuk hasil yang optimal, penyelenggaraan pembangunan kesehatan tersebut harus
dikoordinasikan dengan berbagai lintas sektor terkait yang ada di tingkat Kecamatan.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 11


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Diharapkan di satu pihak, penyelenggarakan pembangunan kesehatan di Kecamatan tersebut


mendapat dukungan dari berbagai sektor terkait, sedangkan di pihak lain pembangunan yang
diselenggarakan oleh sektor lain di tingkat Kecamatan berdampak positif terhadap kesehatan.

6. Dengan Masyarakat
Sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya, Puskesmas memerlukan dukungan aktif dari masyarakat sebagai objek dan subjek
pembangunan. Dukungan aktif tersebut diwujudkan melalui pembentukan Badan Penyantun
Puskesmas ( BPP ) yang menghimpun berbagai potensi masyarakat, seperti : tokoh
masyarakat, tokoh agama, LSM, organisasi kemasyarakatan, serta dunia usaha. BPP tersebut
berperan sebagai mitra Puskesmas dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan.

BAB 3
SITUASI DAN KONDISI
PUSKESMAS PADANG BULAN

3.1 Sejarah Puskesmas Padang Bulan


Awalnya, Puskesmas Padang Bulan ini bukanlah sebuah Puskesmas melainkan
sebuah poliklinik dan rumah dokter. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Pangdam I/Bukit
Barisan yaitu Bapak Sarwo Edhi Wibowo (Brigjen TNI) pada tanggal 27 Maret 1968 dan
selesai pada tanggal 20 Juli 1968. Sedangkan pelaksanaanya adalah Zi Bang Ron-DIM
0212/MS.

3.2 Lokasi Puskesmas Padang Bulan

Puskesmas Padang Bulan terletak di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Padang Bulan,
Kecamatan Medan Baru, meliputi 6 ( enam ) Kelurahan yaitu :
1. Titi Rante
2. Padang Bulan
3. Merdeka
4. Babura
5. Darat
6. Petisah Hulu.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 12


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

3.3 Data Geografis


1. Luas Wilayah : 540 Ha
2. Jumlah Kelurahan : 6
3. Jumlah Lingkungan : 64
4. Jumlah KK : 8798
5. Batas Wilayah :
• Utara : Kecamatan Medan Petisah
• Selatan : Kecamatan Medan Johor
• Barat : Kecamatan Medan Sunggal dan Medan Selayang
• Timur : Kecamatan Medan Timur

Gambar 3.1. Foto Puskesmas Padang Bulan tampak depan

3.4 Data Demografis


Tabel 3.1. Distribusi Jumlah Penduduk

KELURAHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH JUMLAH


(JIWA) LINGKUNGAN KK
TITI RANTAI 11970 10 1761
PADANG BULAN 12501 12 1883
PETISAH HULU 9574 12 1154
BABURA 11058 12 1726
MERDEKA 10770 13 1723
DARAT 3890 4 551
JUMLAH 59763 63 8798

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 13


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Sumber : Puskesmas Padang Bulan

Keterangan Tabel 3.1 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa distribusi penduduk Kecamatan
Medan Baru paling banyak adalah di Kelurahan Padang Bulan.

Tabel 3.2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin


KELURAHAN LAKI – LAKI PEREMPUAN JUMLAH

TITI RANTAI 5754 6126 11880

PADANG BULAN 6155 6261 12416

PETISAH HULU 4647 5064 9711

BABURA 5292 5361 10673

MERDEKA 5235 5836 11071

DARAT 1887 2185 4072

JUMLAH 28970 30793 59763

Keterangan Tabel 3.2 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa penduduk Kecamatan Medan
Baru adalah mayoritas dengan jenis kelamin perempuan.

Tabel 3.3. Jumlah Penduduk Menurut Angkatan Kerja

KELURAHAN PNS TNI POLRI KARYAWAN PEDAGAN LAIN -


/ BURUH G LAIN
TITI RANTAI 186 32 68 2048 5374 1990
PADANG 1082 6 6 192 609 3295
BULAN
PETISAH 149 5 15 4225 1660 1199
HULU
BABURA 329 27 27 6497 746 3011
MERDEKA 230 122 320 3571 1374 1875
DARAT 30 4 6 100 185 86
JUMLAH 2056 196 442 6633 9948 11456
Keterangan Tabel 3.3 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa penduduk Kecamatan Medan
Baru adalah mayoritas bekerja sebagai pedagang.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 14


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 3.4. Jumlah Penduduk Menurut Tamatan Pendidikan

KELURAHAN SD SLTP SLTA AKADEMI SARJAN PASCA


K A SARJANA
TITI RANTAI 1578 1496 4129 744 2270 157
PADANG 1488 1233 4088 844 2967 212
BULAN
PETISAH 1716 1454 3185 300 1467 199
HULU
BABURA 1856 1471 3272 538 2069 209
MERDEKA 1381 994 3260 636 2544 271
DARAT 615 466 1284 200 672 91
JUMLAH 8634 7114 1921 3262 11989 1139
8
Keterangan Tabel 3.4 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa penduduk Kecamatan Medan
Baru adalah mayoritas memiliki tingkat pendidikan SLTA.

Tabel 3.5. Jumlah Penduduk Menurut Agama

KELURAHAN ISLAM PROTESTAN KHATOLIK HINDU BUDHA

TITI RANTAI 1718 4313 3650 0 7


PADANG BULAN 2040 3282 426 27 45
PETISAH HULU 2532 1125 1027 934 1575
BABURA 5712 3051 1477 106 433
MERDEKA 4651 2172 1418 11 17
DARAT 850 750 650 298 675
JUMLAH 17503 14693 8648 1436 2762
Keterangan Tabel 3.5 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa penduduk Kecamatan Medan
Baru adalah mayoritas beragama Islam.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 15


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 3.6. Jumlah Penduduk Menurut Suku / Etnis


KELURAHAN JAWA BATAK MANDAILIN MINANG LAIN -
G LAIN
TITI RANTAI 701 8507 87 132 2153
PADANG 354 5043 97 215 111
BULAN
PETISAH 523 1127 400 1200 4003
HULU
BABURA 2690 667 3205 3775 420
MERDEKA 949 3217 3704 0 0
DARAT 200 1832 400 150 641
JUMLAH 5417 20393 7893 5452 7329
Keterangan Tabel 3.6 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa penduduk Kecamatan Medan
Baru adalah mayoritas suku Batak.

3.5. Data Kesehatan


Tabel 3.7. Sasaran Kesehatan
NO SASARAN KESEHATAN JUMLAH
1. NEONATUS 1212
2. BAYI 1254
3. BALITA 5313
4. BUMIL 1280
5. BUFAS 1212
6. BULIN 1212
7. BUTEKI 1221
8. PUS 6194
9. USILA 4608
10. MURID SMA 1914
11 MURID SMP 3635
12. MURID SD 7114
13. JUMLAH PANTI ASUHAN 1
14. JUMLAH PENGHUNI PANTI ASUHAN 225
Keterangan Tabel 3.7 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa sasaran kesehatan di Kecamatan
Medan Baru adalah mayoritas murid SD.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 16


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 3.8. Sarana Kesehatan


No Sarana Kesehatan Jumlah
1. RS Pemerintah 1
2. RS Swasta 3
3. RS Khusus -
4. Balai Pengobatan -
5. Rumah Bersalin 2
6. Laboratorium 1
7. Apotik 34
8. Optik 1
9. Praktek Dokter Umum Swasta 27
10 Prakter Dokter Spesialis Swasta 99
.
11 Praktek Dokter Gigi Swasta 33
.
12 Praktek Bidan Swasta 2
.
13 Toko Obat Berizin 1
.
14 BATRA 9
.
- Sin She 1
- Akupuntur 1
- Batra Dukun Patah 3
- Tukang Pijat 4
15 Tukang Gigi 2
.
Keterangan Tabel 3.8 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa sarana kesehatan di Kecamatan
Medan Baru adalah mayoritas praktek dokter spesialis swasta.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 17


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 3.9. Sarana Pendukung Kesehatan

No Sarana Pendukung Jumlah


Kesehatan
1. Posyandu Balita 23
2. Posyandu Lansia 7
3. Ambulance 1
4. Sekretariat 1
Keterangan Tabel 3.9 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa sarana pendukung kesehatan di
Kecamatan Medan Baru adalah mayoritas Posyandu Balita.

Tabel 3.10. Tenaga Kesehatan

No Tenaga Kesehatan Jumlah


1. Jumlah Dokter Spesialis 2
2. Jumlah Dokter Umum 3
3. Jumlah Dokter Gigi 3
4. Jumlah Asisten Apoteker 4
5. Jumlah Sarjana Non Medis 1
6. Jumlah Paramedis 24
7. Jumlah Petugas Sanitasi / Kesling 1
Keterangan Tabel 3.10 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa tenaga kesehatan di Puskesmas
Padang Bulan Kecamatan Medan Baru adalah mayoritas paramedis.

Tabel 3.11. Tenaga Pendukung Kesehatan

No Tenaga Pedukung Kesehatan Jumlah


1. Dasa Wisma 282
2. Kader 110
3. Kader Aktif 110
4. Dokter Kecil 110
5. Dokter Remaja 80
6. Patroli Kesehatan 63
7. Guru UKS 40
Keterangan Tabel 3.11 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa tenaga pendukung kesehatan
di Puskesmas Padang Bulan Kecamatan Medan Baru adalah mayoritas dasa wisma

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 18


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

3.6. Data Pendidikan


Tabel 3.12. Sarana Pendidikan
Status ( Jumlah )
No Tingkat Pendidikan
Negeri Swasta
1. TK - 12
2. SD 18 7
3. SLTP 1 9
4. SLTA 5
5. Perguruan Tinggi 3 3
6. Madrasah Aliyah - -
7. Madrasah - -
Tsanawiyah
8. Madrasah Ibtidaiyah - -
Keterangan Tabel 3.12 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa sarana pendidikan di
Kecamatan Medan Baru adalah mayoritas SD Negeri.

3.7. Data Tempat-tempat Umum


Tabel 3.13. Fasilitas Umum
No NAMA JUMLAH
1. MESJID 6
2. GEREJA 15

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 19


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

3. WIHARA 2
4. RESTAURANT 11
5. BAR 1
6. DISKOTEK 2
7. HOTEL 4
8. LOSMEN 1
9. SALON 12
10. PANTI PIJAT 4
11. PLAZA / MALL 1
12. PASAR TRADISIONAL 3
13. TERMINAL BUS 2

Keterangan Tabel 3.13 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa fasilitas umum di Kecamatan
Medan Baru adalah mayoritas gereja.

3.8 Data Sumber Daya Manusia


Tabel 3.14. Sumber Daya Manusia di Bidang Kesehatan
No Tenaga Kesehatan Jumlah
1. Dokter Umum 3
2. Dokter Gigi 3
3. As. Apoteker 4
4. Sarjana Kesehatan 1
Masyarakat

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 20


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

5. D3 Keperawatan 9
6. Perawat 8
7. Bidan 6
8. Analis 2
9. Gizi 1
10. Kesehatan Lingkungan 1
11. LCPK 1
Keterangan Tabel 3.14 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa sumber daya manusia di
bidang kesehatan di Puskesmas Padang Bulan Kecamatan Medan Baru adalah mayoritas D3
Keperawatan.

Tabel 3.15. Sumber Daya Manusia di Bidang Non Kesehatan


No Tenaga Non Kesehatan Jumlah
1. Sarjana / S1 1
2. SLTA / Sederajat 2
Keterangan Tabel 3.15 : Dari tabel di atas didapatkan bahwa sumber daya manusia di
bidang non kesehatan di Puskesmas Padang Bulan Kecamatan Medan Baru adalah mayoritas
SLTA / Sederajat.

3.9 Fasilitas Sumber Daya Manusia di Puskesmas Padang Bulan


Tabel 3.16. Daftar Nama Pegawai Puskesmas Padang Bulan
No Nama NIP GOL Pendidikan
1 dr. Rehulina Ginting 19650107 199903 2 001 III / D Dokter Umum
2 drg. Yusniarti Ginting 19510729 198003 2 001 IV / C Dokter Gigi
3 drg. Sufania 19590619 198712 2 001 IV / B Dokter Gigi
4 drg. Asmi Adhelina 19740104 200502 2 005 III / C Dokter Gigi
5 dr. Darlina 19610414 20064 2 001 III / C Dokter Umum
6 Drg. Lidia Sartika 19790221 200502 2 001 III / C Dokter Gigi
7 Dr. Elisabet Sp.OG 140 349 724 III / C
8 dr. Shanty Juliarti 19771107 200701 2 004 III / B Dokter Umum
9 Dr. Titin Wahyuni 19820209 201001 2 014 III / B Dokter Umum
10 Nurmala Sianipar 195600401 19103 2 006 III / D Bidan
11 Nurpi Mahulai 19590515 198203 2 004 III / D Perawat / SPK
12 Setia Ukur Tarigan 140.114.481 III / D Perawat / SPK
13 Chrisant Elvi Srg 19550604 197503 2 001 III / D SPRG
14 Erlysta Sitepu 140.114.175 III / D S.A.A
15 Adelina Sitompul 19561212 198211 2 001 III / D Perawat / SPK

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 21


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

16 Tutiarna Hutagalung 140.137.706 III / D Perawat / SPK


17 Martha H.L. Tobing 140.147.706 III / D Bidan
18 Novelyna Sitorus 19631118 198412 2 001 III / D Akper
19 Elitina Bangun 19640317 198803 2 003 III / D Perawat / SPK
20 Dormina Manik 19660214 199103 2 006 III / C Akper
21 Dorma Siregar 19660727 199003 2 002 III / C SKM
22 Nelly 19630812 198302 2 003 III / C SMU
23 Melvaerika Tambunan 19560415 19402 2 001 III / D S.A.A
24 Flora Panjaitan 19561024 198403 2 003 III / D Perawat / SPK
25 Resdewani Pasaribu 140.095.890 III / C Perawat / SPK
26 Litamurniati Haloho 19701216 199103 2 002 III / C Bidan
27 Purnamawati Br. Sitepu 19660812 198903 2 009 III / C Analis
28 Lidia Sinaga 19680209 199003 2 003 III / B SPAG
29 Marna Tarigan 19670502 199203 2 002 III / B Analis
30 Netty Butarbutar 19710624 199203 2 004 III / B Bidan
31 Ramlan Ambarita 19660808 199103 1 005 III / B Akper
32 Rinawati Bangun 19580703 199203 2 002 III / B Bidan
33 Sariani Purba 19691001 199402 2 001 III / A S.A.A
34 Imelda Sinaga 140.283.857 II / D Bidan
35 Dahlia Tamba, Amf 19740331 200501 2 005 II / D Fisioterapi
36 Mariaty Panjaitan 19750911 200212 2 003 III / A SKM
37 Purnama Hutasoit 19760830 199703 2 001 II / C SKM
38 Sri Mawarni 19731201 199903 2 004 II / C SAA
39 Nila Sari Saragih 19860912 201001 2 035 II / C Akbid
40 Arianta Br. Tarigan 19770929 200605 2 001 II / B Bidan

Pengobtan
PSM
Adm/Kepeg/SP2TP
Pengobatan
Perlengkapan
Penjab
Immunisasi
JPKM
Lansia/Usila
PKM
UKGS
Kepala
Kesling
Kesek/KIA
TB
UKK
Kesehatan
UKS
PHN
Laboratorium
GIZI
/Bendahara
Kes.
DBD
P2M
Farmasi
PKM
Paru/Kusta
Diare
KB
ISPA
Lap.
Umum
Anak
Puskesmas
Gigi
Jiwa
Dr.
Marna
Nurmala
Adelina
Erlyasta
Ramlan
Lidia
Purnama
Purnama
Tutiarna
Nelly
Ramlan
Drg.
Dormina
Dr.
Nurpi
Flora
Shanty
Mariaty
Novelina
Srimawarni
Imelda
Tutiarna
Rehulina
Resdewani
Tarigan
Sufania
Nurphi
Flora
A.
Simanjuntak
P.
S.HH
J P Ginting
Dr. Darlina
Purnamawati
Dormina
Lita
Setia
Drg.
MelvaM.H
Yusniarti
U.Erika
Netty B.
SG
ImedaAsmi
Drg.
Sariani Elitina
A B
Dr. titin
Drg.
Mawar Hj. Sufania
Drg. Lidia
Sahriani P.S

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 22


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

3.10 Struktur Organisasi Puskesmas Padang Bulan

3.11 Fasilitas Puskesmas Padang Bulan


3.11.1. Fasilitas Gedung Puskesmas

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 23


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 3.17 Jumlah Fasilitas Gedung Puskesmas Padang Bulan


No Fasilitas Gedung Jumlah
1. Ruang Poli Umum 1
2. Ruang Poli Anak 1
3. Ruang Poli Gigi 1
4. Ruang Kamar Dokter 1
Spesialis
5. Ruang KIA / KB 1
6. Ruang Apotik 1
7. Ruang Periksa 1
8. Ruang Kartu 1
9. Ruang Immunisasi 1
10 Ruang Tunggu 1
11. Laboratorium 1
12. Ruang Administrasi 1
13. Ruang Pertemuan 1
14. Ruang Rawat Inap 1
15. Kamar Mandi 7
16. Kamar Penjaga 1
17. Tempat Tidur 5
18. Ruang Sanitasi 1
19 Ruang Pemeriksaan IMS 1
20 Ruang VCT 1
21 Ruang Adm IMS 1
22 Ruang Persalinan 1
23 Ruang Gizi 1
24 Ruang Operasi 1

3.11.2. Fasilitas Administrasi


Perlengkapan yang dimiliki oleh Puskesmas Padang Bulan dalam menjalankan
peranannya agar terlaksananya laporan administrsi antara lain : meja, kursi, lemari arsip, dua
unit komputer, kartu berobat pasien, buku catatan asrip, kartu laporan, formulir kegiatan
lapangan, buku laporan kegiatan, kartu KIA / KB, buku bendahara, papan tulis.

3.11.3. Fasilitas Imunisasi


Fasilitas imunisasi yang dimiliki Puskesmas Padang Bulan antara lain :
• Lemari es
• Alat – alat imunisasi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 24


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

• Vaksin seperti : BCG, DPT, Polio, Campak, TT, Hepatitis


• Termos

3.11.4. Fasilitas Alat-alat Kesehatan


Adapun peralatan yang dimiliki Puskesmas Padang Bulan antara lain :
• Alat – alat pemeriksaan kesehatan
• Alat – alat pertolongan persalinan
• Alat – alat P3K
• Timbangan Bayi dan dewasa
• Dental Unit Chair
• Alat – alat perawatan gigi
• Alat – alat laboratorium sederhana
• USG

3.11.5. Fasilitas Obat-obatan


Puskesmas Padang Bulan dalam rangka menjalankan tugas – tugas pokoknya
memulihkan kesehatan dan pengobatan penyakit didukung oleh perlengkapan obat – obatan
antara lain :
a. Obat – obat Inpres
b. Obat – obat Askes
c. Obat – obat GAKIN.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 25


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

No Nama Obat No Nama Obat


1. Air Raksa 77 Parasetamol tablet 500 mg
2. Amitriptilin 78 Piridoksin
3. Amoksisilin 250 mg 79 Pirantel 125 mg
4. Amoksisilin 500 mg 80 Prednison tablet
5. Amoksisilin sirup 81 Propanolol tablet
6. Antalgin 82 Reserpin 0,25 mg
7. Antasida 83 Ringer laktas
8. Antihemoroid supp 84 Salbutamol tablet 2 mg
9. Asam Askorbat 85 Salisil bedak
10. Atropin Sulfat Injeksi 86 Serum anti tetanus
11. Asam mefenamat 87 Silver amalgam
12. Acyclovir 200 mg 88 Tetrasiklin 250 mg
13. Acyclovir salap 89 Tetrasiklin 500 mg
14. Ambroxol tablet 90 Tiamin
15. Ambroxol sirup 91 Vit b komp
16. ART Fuji 92 Yodium 30 ml
17. Abbocat 22 93 Yodium 300 ml
18. Abbocat 18 94 Doksisiklin 100 mg
19. Benzatin Penicilin 95 Lansoprazole
20. Besi II Sulfat 96 Diaform
21. Betametason krim 97 Pehacain injeksi
22. Anti bakteri krim 98 Lumpang
23. Alupurinol 99 Gemfibrozil
24. 2-4 salap 100 Spuit 1 ml
25. Captopril 12,5 mg 101 Spuit 3 ml
26. Ciprofloxacin 500 mg 102 Metil prednisolon
27. CHKM 103 Piroxicam 20 mg
28. Dexamethason injeksi 104 B 12 injeksi
29. Dekstrometorpan tablet 0,5 mg 105 Wing naid
30. Dekstrometorpan sirup 106 Haloperidol 0,5 mg
31. Dekstrometorpan tablet 107 Haloperidol 1,5 mg
32. Diazepam injeksi 108 Haloperidol 5 mg
33. Diazepam tablet 109 Phenol tetes telinga
34. Difenhidramin injeksi 110 Ofloksasin 400 mg
35. Digoksin 0,25 111 Megnidicon
36. Efedrin 112 Hanschun no 7
37. Ekstrak Belladon 113 Eritromisin 500 mg
38. Etakridina 114 Ketokonazol tablet 200 mg
39. Etanol 70 % 115 Ketokonazol cream
40. Etil Klorid 116 OBH plus
41. Eugenol 117 Truvit sirup
42. Fenobarbital 30 mg 118 Selfiplex
43. Fenoksimetil penisilin 250 119 Metaflu
44. Fenoksimetil penisilin 500 120 Obat Penurun Panas
45. Fitomenadion tablet 121 Metoclorpramid tablet

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 26


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

46. Furosemide 122 Metoclorpramid sirup


47. Garam Oralit 123 Neurophyl 5000 injeksi
48. Garam Violet 124 Loratadin tablet
49. Glibenclamid 5 mg 125 Ifasma
50. Gliseril Guaiakolat 126 Glasslorum
51. Griseofulvin 127 Mummi fling pasta
52. Glukosa Infus 128 Fletcher
53. Hidrokortison 2,5 % 129 PK
54. Ibuprofen 200 mg 130 Genoint tetes mata
55. Infuset Dewasa 131 Loperamid
56. Kal. Hidro Pasta 132 Kasa Pembalut
57. Kalsium Laktas 133 Basitrasin Polimiksin
58. Kapas 250 134 PTU
59. Kapas 500 135 Cetrizin
60. Kasa 40/40 136 NaCl infus
61. Kasa Hidrofil 4x15 137 Metil Ergometrin tab
62. Klorampenicol 250 mg 138 Captopril 25 mg
63. Klorampenicol 3 % tetes telinga 139 Kloramfecort H
64. Klorfeniramin Maleat 140 Sulfasetamid tetes mata
65. Klorpromazine
66. Kotrimoksazol syr
67. Kotrimoksazol 480 mg
68. Kotrimoksazol paed 120 mg
69. Metil Ergometrin injeksi
70. Metronidazole 250 mg
71. Natrium Bikarbonat
72. OBH
73. Oksitetrasiklin salp mata 1 %
74. Oksitetrasiklin salp kulit 3 %
75. Oksitosin injeksi
76. Parasetamol sirup

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 27


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

BAB 4
KEGIATAN POKOK PUSKESMAS

4.1 Upaya Penyelenggaraan Puskesmas di Kota Medan


4.1.1 Upaya Kesehatan Wajib
Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta mempunyai daya
ungkit tinggi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan harus
diselenggarakan di setiap Puskesmas.

Untuk Dinas Kesehatan Kota Medan upaya penyelenggaraan kesehatan


wajib Puskesmas ada 7 program wajib ( basic seven ) yaitu :
1. Upaya Promosi Kesehatan
2. Upaya Kesehatan Lingkungan
3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
6. Upaya Pengobatan
7. Upaya Pencatatan dan Pelaporan

4.1.2 Upaya Kesehatan Pengembangan


Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas adalah Upaya yang
ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat
serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas, yang dipilih dari daftar
upaya kesehatan Puskesmas yang telah ada, yaitu :
1. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)
2. Upaya Kesehatan Olahraga
3. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat (PHN)
4. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut (UKGM)
6. Upaya Kesehatan Jiwa (UKJ)
7. Upaya Kesehatan Mata (UKM)

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 28


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

8. Upaya Kesehatan Usia Lanjut (USILA)


9. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional (BATRA)
10. Laboratorium Sederhana

4.2 Program Pokok Puskesmas


4.2.1 Upaya Promosi Kesehatan
Tujuan :
➢ Agar individu dan kelompok masyarakat secara keseluruhan melaksanakan
perilaku hidup sehat
➢ Agar individu dan kelompok masyarakat berperan aktif dalam upaya-upaya
kesehatan, serta ikut aktif dalam perencanaan dan penyelenggaraan Posyandu.

Kegiatan :
➢ Memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di lingkungan wilayah
kerja Puskesmas Padang Bulan di dalam maupun di luar gedung berbentuk
kegiatan: Posyandu, Posyandu lansia, Gizi, KB, Imunisasi dan lain-lain.
➢ Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan membagikan
brosur/leaflet info kesehatan

4.2.1.1 Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)


Pengertian
➢ Posyandu merupakan suatu wadah pusat kegiatan pemberian pelayanan
kesehatan dan KB yang terpadu tingkat desa.
Sasaran
➢ Bayi, ibu hamil, ibu menyusui dan PUS (Pasangan Usia subur).
Tujuan
➢ Mempercepat penurunan angka kematian bayi, Balita dan angka kelahiran
➢ Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR
➢ Mempercepat diterimanya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia
Sejahtera)
➢ Peningkatan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih
teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 29


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

➢ Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan


kesehatan dan kegiatan lain yang menunjang sesuai kebutuhan.
Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan pada masyarakat dalam usaha
meningkatkan cakupan penduduk dan geografi.

Menurut tingkatnya Posyandu dibagi 4 strata :


1. Pratama, kegiatan Posyandu strata ini belum mantap dan belum teratur tiap
bulannya, juga terbatas jumlah kader.
2. Madya, kegiatan Posyandu strata ini 8 (delapan) kali dalam setahun,
mempunyai kader sebanyak 5 orang dengan cakupan yang masih rendah
dengan adanya dana sehat.
3. Purnama, kegiatan Posyandu strata ini lebih dari delapan kali dalam setahun
dengan kader lebih dari 5 orang dengan cakupan baik dan telah memiliki dana
sehat.
4. Mandiri, kegiatan Posyandu strata ini sebanyak dua belas kali dalam setahun
jumlah kader lebih dari 5 orang, cakupan baik dan dana sehat sudah tersedia
untuk lebih dari 50% KK.

Pelayanan Posyandu dilakukan dengan pola 5 meja, yaitu :


 Meja I : Pendaftaran
 Meja II : Penimbangan Bayi dan Balita
 Meja III : Pengisian KMS
 Meja IV : Penyuluhan perorangan
1. Mengenai Balita berdasarkan hasil penimbangan berat badan yang
diikuti pemberian makanan, oralit dan vitamin A dosis tinggi.
2. Mengenai gizi, kesehatan diri, perawatan payudara, ASI ekslusif dan
P2P terhadap ibu hamil dan menyusui
3. Menjadi peserta KB lestari, pemberian kondom, pil ulangan atau tablet
busa.
 Meja V : Pelayanan tenaga kerja profesional meliputi KIA,
KB, Imunisasi dan pengobatan dan pelayanan lain sesuai
dengan kebutuhan setempat.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 30


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 4.1. Daftar Posyandu Balita Puskesmas Padang Bulan Periode


Januari-November 2010
N KELURAHA Jumlah NAMA STRATA JLH
O N Posyandu POSYANDU KADER
1. Petisah Hulu 4 Mawar II Purnama 5
Mawar III Purnama 5
Mawar IV Purnama 5
Mawar V Purnama 5
JLH KADER 20
2. Babura 5 Mawar II Purnama 5
Anggrek I Purnama 5
Nusa Indah Purnama 5
Cykas Purnama 5
Melati III Purnama 5
JLH KADER 20
3. Merdeka 4 Melati I Purnama 5
Anggrek Purnama 5
Kemala Mandiri 5
Mawar Purnama 5
JLH KADER 20
4. Darat 3 Anggrek I Purnama 5
Anggrek II Purnama 5
Anggrek II Purnama 5
JLH KADER 15
5. Padang Bulan 4 Melati II Purnama 5
Kamboja Purnama 5
Anggrek Purnama 5
Kenanga Purnama
JLH KADER 15
6. Titi Rantai 5 Cempaka Purnama 5
Balai Desa Purnama 5
Asoka Purnama 5
Mawar VIII Purnama 5
Teratai Purnama 5
JLH KADER 25
Total 25 JUMLAH 110
Posyandu KESELURUHAN KADER

Keterangan Tabel 4.1.

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah Posyandu balita yang ada di
Kecamatan Medan Baru sebanyak 23 Posyandu dengan jumlah balita 5313 orang.
Jadi jumlah Posyandu yang kurang adalah 30 Posyandu. Jumlah keseluruhan

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 31


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

kader yang terdapat di Posyandu Puskesmas Padang Bulan adalah sebanyak 110
orang dengan 5 orang kader di setiap Posyandu.

Tabel 4.2 Daftar Posyandu Lansia Puskesmas Padang Bulan Periode


Januari-November 2010

NO KELURAHAN ALAMAT WAKTU


1. Padang Bulan Jl. Jamin Ginting G. Diponegoro Selasa Minggu I
2. Merdeka Jl. Jamin Ginting G. Aman Selasa Minggu II
3. Darat Jl. Jamin Ginting G. H. Arif Rabu Minggu II
4. Petisah Hulu Jl. S. Parman Lorong Harapan Rabu Minggu III
5. Titi Rantai JL. Rebab / Aula Kantor Camat Medan Baru Kamis Minggu III
6. Babura Jl. Sei Bahorok Rabu Minggu IV
TOTAL POSYANDU = 6

Keterangan Tabel 4.2

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah Posyandu lansia yang ada di
Kecamatan Medan Baru sebanyak 6 Posyandu dengan jumlah lansia 4608 orang.

Analisa Data
Berdasarkan Indikator Indonesia Sehat 2010, 1 Posyandu sebaiknya
melayani 100 balita. Dari tabel di atas dapat dilihat jumlah total Posyandu di
seluruh wilayah kerja Puskesmas Padang Bulan adalah 23 buah. Dari tabel
sebelumnya didapati jumlah balita di seluruh wilayah kerja Puskesmas Padang
Bulan adalah 5313 jiwa.

Maka sebaiknya jumlah Posyandu:


Jumlah Posyandu = Jumlah Total Balita
100 balita
= 5313
100
= 53,13 Posyandu

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 32


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Dari hasil perhitungan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa


jumlah Posyandu belum mencukupi untuk seluruh balita di wilayah kerja
Puskesmas Padang Bulan. Jadi kekurangannya sebesar 30 Posyandu.

4.2.2 Upaya Kesehatan Lingkungan


Sasaran:
➢ Daerah yang rawan air bersih.
➢ Daerah yang rawan penyakit menular.
➢ Daerah percontohan dan pemukiman baru.
➢ Tempat-tempat umum seperti terminal, pasar swalayan, rumah ibadah, sekolah
dan lain-lain.
➢ Masyarakat yang padat penduduknya dan lingkungan yang kotor.
Kegiatan :
➢ Penggunaan sumber air bersih dan pembuatan WC yang memenuhi syarat
kesehatan.
➢ Higiene dan sanitasi tempat tinggal yang mencakup :
• Mendata tempat pembuangan sampah dan sarana jamban keluarga.
• Mendata sarana air minum.
• Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan.
• Mendemonstrasikan tentang sumur yang baik untuk kesehatan.
➢ Hygiene dan sanitasi lingkungan, berupa pengawasan kesehatan tempat-
tempat umum serta tempat pengolahan dan penyajiannya.
➢ Melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)

Tabel. 4.3 Laporan Hasil Upaya Kesehatan Lingkungan Di Wilayah Kerja


Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-November 2010
Kegiatan dan Jumlah Yang Target Pencapaian
No. Keterangan
Sasaran Sasaran Diperiksa (%) (%)
A. Penyehatan TTU/TPM
Rumah Makan 11 11 70 100 Sudah tercapai
Salon 22 2 70 10 Belum tercapai
Hotel 4 4 70 100 Sudah tercapai
Pasar 3 3 70 100 Sudah tercapai
B. Penyehatan Pemukiman Lingkungan
Sarana Air Bersih 460 460 70 100 Sudah tercapai
Rumah Sakit 4 4 70 100 Sudah tercapai

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 33


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Rumah Penduduk 9119 5650 70 62 Belum tercapai


Keterangan Tabel 4.3
Dari tabel di atas diketahui bahwa pencapaian Upaya Kesehatan Lingkungan
dalam hal penyehatan tempat-tempat umum berupa rumah makan, hotel, pasar,
sarana air bersih, dan Rumah Sakit sudah tercapai sedangkan tempat-tempat
umum lainnya berupa salon dan pemukiman lingkungan berupa Rumah Sakit dan
rumah penduduk belum tercapai.

4.2.3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana


4.2.3.1 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Pengertian
KIA adalah upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan dan
pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan Balita serta anak usia pra sekolah
yang menjadi tanggung jawab Puskesmas, dalam rangka meningkatkan kesehatan
serta kesejahteraan bangsa pada umumnya.

Sasaran
♦ Ibu hamil, ibu bersalin, bayi, Balita, ibu nifas serta anak usia pra sekolah.

Tujuan
♦ Melaksanakan pemeriksaan pada ibu hamil yaitu : timbang berat badan,
mengukur tekanan darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberian tablet
tambah darah, serta vitamin A.
♦ Memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai keadaan gizi, perawatan
payudara, ASI ekslusif, kebersihan diri dan lingkungan serta P2P.
♦ Memberikan motivasi agar ibu hamil ikut pelayanan KB
♦ Membina Posyandu.
♦ Merujuk pasien ke Rumah Sakit apabila penyakitnya tidak dapat
ditanggulangi di Puskesmas.
♦ Pencatatan dan pelaporan KPKIA (Kelompok Pembina Kesehatan Ibu dan
Anak).

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 34


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

♦ Pemberian Imunisasi pada bayi, Balita, ibu hamil, anak sekolah dan calon
pengantin.

Kegiatan
♦ Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui & KB
♦ Pertolongan persalinan di luar Rumah Sakit.
♦ Pemeriksaan dan pemeliharaan anak.
♦ Imunisasi dasar dan revaksinasi.
♦ Pengobatan sederhana dan pencegahan dehidrasi pada anak yang menderita
diare dengan pemberian cairan per oral.
♦ Penyuluhan gizi untuk meningkatkan status gizi ibu dan anak.
♦ Bimbingan kesehatan jiwa anak.
♦ Menjalankan kunjungan rumah.
♦ Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
♦ Pelayanan Keluarga Berencana

Tabel 4.4 Evaluasi Hasil Kegiatan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-November 2010
Sasaran Target Pencapaian
No Kegiatan Keterangan
Angka % Angka %
1. K1 Bumil (1280) 1216 87 1084 86,6 Belum Tercapai
2. K4 Bumil (1280) 1216 87 1041 83,1 Belum Tercapai
3. Neonatus Neonatus (1212) 1091 82,5 888 77,6 Belum Tercapai
4. Hamil DRT Bumil DRT (14) 14 18,3 18 100 Sudah Tercapai
5. Persalinan Bulin (1212) 1091 82,5 887 73,9 Belum Tercapai
Keterangan Tabel 4.4
Dari tabel di atas diketahui bahwa pencapaian Program Program Kesehatan Ibu
dan Anak (KIA) dalam perujukan kehamilan resiko tinggi sudah tercapai,
sedangkan dalam hal kunjungan ibu hamil (K1 dan K4), penanganan neonatus,
dan persalinan Puskesmas Padang Bulan tahun 2010 belum tercapai.

4.2.3.2 Keluarga Berencana


Pengertian

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 35


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

➢ Keluarga berencana adalah penggunaan cara-cara mengatur kesuburan agar


menjarangkan kelahiran selanjutnya untuk mencapai tujuan tertentu.
Sasaran
➢ Pasangan usia subur, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Tujuan
➢ Menaikkan kesehatan melalui upaya menjarangkan kelahiran dalam
kelembagaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS).
Kegiatan
1. Memberikan penyuluhan dan penerangan tentang KB dengan usaha-usaha
terpadu.
2. Memberikan layanan kotrasepsi pada akseptor KB dalam bentuk Intra Uterine
Device ( IUD ), pil, kondom, suntikan, kontrasepsi mantap (KONTAP), dan
susuk.
3. Menerima akseptor dan calon akseptor yang dirujuk dari pos-pos KB dan
Posyandu di wilayah kerja Puskesmas.
4. Memotivasi calon akseptor dan akseptor KB agar menjadi motivator KB.
5. Melayani konsultasi kemandulan dan konsultasi KONTAP.
6. Membuat laporan kegiatan KB bulanan, triwulan, dan tahunan.
7. Memberikan penyuluhan dan penerangan tentang KB dengan usaha-usaha
terpadu.

Tabel 4.5 Cakupan KB Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-


November 2010
Bulan Total
N
Jenis
o Ja Fe M A M Ju Ju Agu Se O No
n b ar pr ei n l st p kt p
1 IUD 2 3 3 3 6 6 4 5 4 6 4 46
2 MOP 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 MOW 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4 IMPLANT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
14
5 SUNTIKAN 15 11 70 35 25 8 18 5 8 15 318
3
7 4
6 PIL 14 19 20 27 45 68 51 47 49 649
1 3
1
7 KONDOM 3 5 10 19 27 47 31 10 6 10 186
8

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 36


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

8 OV 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Keterangan tabel 4.5.
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa :
Jumlah Akseptor : IUD : 46, MOP : 0, MOW : 0 , Implan : 1, Suntikan : 318,
PIL : 649, Kondom : 186, OV : 0.

Tabel 4.6 Sasaran, Target,dan Pencapaian Program KB Puskesmas Padang


Bulan Periode Januari-November 2010
No. Program Sasaran Target Pencapaian Ket.
1. KB PUS (6194) 64,2% (3976) 19,4% (1200) Belum tercapai
Keterangan tabel 4.6
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa :
Pencapaian program KB di Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-November
2010 belum tercapai.

4.2.4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat


Permasalahan gizi di Indonesia merupakan masalah yang cukup berat dan
komplit. Pada hakekatnya disebabkan keadaan ekonomi yang kurang dan
kurangnya pengetahuan tentang nilai gizi dari makanan yang ada. Penyakit-
penyakit karena kurangnya gizi di Indonesia adalah: defisiensi protein kalori,
defisiensi vitamin A, dan defisiensi Yodium.
Beberapa Kegiatan Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat adalah:
1. Mendata jumlah balita yang ada di wilayah kerja Puskemas
2. Melakukuan survey terhadap keadaan gizi masyarakat terutama gizi balita.
3. Melaksanakan pemberian vitamin A dosis tinggi untuk mencegah defisiensi
vitamin A pada Balita, juga diberikan pada ibu nifas.
Vitamin A pada balita diberikan pada bulan Februari dan Agustus setiap
tahunnya yaitu:
– Pada bayi umur 6 bulan s/d 11 bulan diberikan vitamin A dengan dosis
100.000 IU (kapsul biru).
– Pada umur 12 bulan s/d 5 tahun diberikan vitamin A dengan dosis
200.000 IU (kapsul merah).
1. Memberikan tablet penambah darah untuk mencegah dan mengobati anemia
pada ibu hamil dan menyusui.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 37


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

2. Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat untuk memanfaatkan


pekarangan dengan menanam sayuran dan buah-buahan serta memelihara
ternak terutama unggas.
Tabel 4.7 Evaluasi Hasil Kegiatan Bulanan Program Gizi Puskesmas
Padang Bulan Periode Tahun 2009
TARGET PENCAPAIAN
NO. BALOK SKDN KET.
(%) (%)
1. Efektivitas Program (N/S) 40 43,22 Sudah Tercapai
2. Cakupan Program (K/S) 85 82,29 Belum Tercapai
3. Peran Serta Masyarakat (D/S) 75 60,67 Belum Tercapai
4. Kesinambungan Program (D/K) 70 75 Sudah Tercapai
5. Status Gizi (N/D) 80 70,24 Belum Tercapai

Keterangan Tabel 4.7


Dari tabel di atas diketahui bahwa:
N/S : Efektivitas Program (43,22) sudah mencapai target
K/S : Cakupan Program (82,29) belum mencapai target
D/S : Peran Serta Masyarakat (60,67) belum mencapai target
N/D: Status Gizi (70,24) belum mencapai target

Grafik 4.1 Evaluasi Hasil Kegiatan Bulanan Program Gizi Puskesmas


Padang Bulan Tahun 2009

Keterangan Grafik 4.1


N/S : Sudah mencapai target
K/S : Belum mencapai target
D/S : Belum mencapai target
N/D: Belum mencapai target

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 38


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 4.8 Sasaran, Target, dan Pencapaian Pemberian Vitamin A dan


Tablet Fe Untuk Bumil, Bufas, Bayi, dan Balita Puskesmas Padang Bulan
Tahun 2009

Target Pencapaian
No. Kegiatan Sasaran Keterangan
Angka % Angka %
1. Fe Bumil Bumil (1280) 1152 90 1079 84,2 Belum Tercapai
2. Fe Bulin Bulin (1212) 1212 100 1048 86,46 Belum Tercapai
3. Vit A Bufas Bufas (1212) 1212 100 1004 82,8 Belum Tercapai
4. Vit A Bayi Bayi (1254) 1128 90 1074 85,6 Belum Tercapai
5. Vit A Balita Balita (5313) 4781 90 4998 94 Sudah Tercapai

Keterangan Tabel 4.8


Dari tabel di atas diketahui bahwa:
Pemberian Fe pada ibu hamil (84,2%) belum tercapai
Pemberian Fe pada ibu bersalin (86,46%) belum tercapai
Pemberian Vitamin A pada ibu masa nifas (82,8%) belum tercapai
Pemberian Vitamin A pada bayi (92,3%) sudah tercapai
Pemberian Vitamin A pada balita (94%) sudah tercapai

Sedangkan data kegiatan gizi untuk periode Januari-November 2010 tidak


dapat kami peroleh.

4.2.5 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular


Dalam pencegahan penyakit menular, diberikan imunisasi dimana
imunisasi adalah merupakan suatu tindakan memberikan kekebalan kepada tubuh
terhadap penyakit tertentu

Sasaran Imunisasi adalah:


Bayi, Balita, dan anak sekolah

Tujuan Imunisasi:
• Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian
• Mencegah terjadinya cacat pada bayi, anak, ibu hamil, dan pencegahan
penyakit.
Jenis-jenis Imunisasi:

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 39


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

1. BCG
Yang berguna untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC pada
anak.
Cara pemberian:
Diberikan pada bayi umur 0-11 bulan, diberikan sekali. Lokasi pemberian
pada lengan kanan atas dengan injeksi intrakutan, dosis 0,005 ml.
2. DPT
Yang berguna untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus
Cara Pemberian:
Diberikan pada umur 2-11 bulan, diberikan 3 kali dengan interval 4
minggu. Lokasi pemberian pada paha bagian luar dengan injeksi
intramuskular, dosis 0,5 ml.
3. Polio
Yang berguna untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Polio.
Cara Pemberian:
Diberikan pada umur 0-11 bulan, diberikan 4. Diberikan dengan dosis 2
tetes per oral.
4. Campak
Yang berguna untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit
Campak.
Cara Pemberian:
Diberikan pada umur 9-11 bulan, diberikan 1 kali. Lokasi pemberian pada
lengan kiri dengan injeksi subkutan, dosis 0,5 ml.
5. Toxoid Tetanus
Yang berguna untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit
tetanus.
Cara Pemberian:
Diberikan pada murid V SD, diberikan 2 kali dengan interval 4 minggu,
dengan injeksi subkutan.
6. Hepatitis B
Yang berguna untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit
Hepatitis B.
Cara Pemberian:

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 40


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Diberikan pada umur 2-11 bulan, diberikan 3 kali dengan interval minimal
4 minggu, dengan injeksi intramuskular

Tabel 4.9 Laporan Kegiatan Imunisasi Puskesmas Padang Bulan Periode


Januari-November 2010

No. Kegiatan Sasaran Target Pencapaian Keterangan

Angka % Angka %

1. BCG Bayi 1116 89 1339 120 Sudah tercapai


(1254 jiwa)
2. DPT 1 Bayi 1116 89 1334 119, Sudah tercapai
(1254 jiwa) 5

3. DPT 2 Bayi 1116 89 1158 103, Sudah tercapai


(1254 jiwa) 7

4. DPT 3 Bayi 1116 89 1269 113, Sudah tercapai


(1254 jiwa) 7

5. Polio 1 Bayi 1116 89 1335 119, Sudah tercapai


(1254 jiwa) 6

6. Polio 2 Bayi 1116 89 1155 103, Sudah tercapai


(1254 jiwa) 4

7. Polio 3 Bayi 1116 89 1269 113, Sudah tercapai


(1254 jiwa) 7

8. Polio 4 Bayi 1116 89 1244 111, Sudah tercapai


(1254 jiwa) 4

9. Campak Bayi 1034 82,5 1244 120, Sudah tercapai


(1254 jiwa) 3

10. Hepatitis B Bayi 1034 82,5 1271 122, Sudah tercapai


(1254 jiwa) 9

Keterangan Tabel 4.9


Dari tabel diatas diketahui bahwa pelaksanaan Program Imunisasi Puskesmas
Padang Bulan yang sudah tercapai seluruhnya
PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
Pengertian

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 41


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

➢ Penyakit menular adalah penyakit infeksi yang dapat dipindahkan dari orang
atau hewan yang sakit, dari reservoir ataupun benda-benda yang mengandung
bibit penyakit lainnya ke manusia sehat.

Sasaran
➢ Seluruh lapisan masyarakat
Tujuan
➢ Mencegah terjangkitnya penyakit.
➢ Untuk meningkatkan kesehatan yang optimal.
➢ Menurunkan angka kematian dan kesakitan.

Pemberantasan Penyakit Menular atau P2M dilaksanakan karena :


• Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang dapat dicegah dengan
imunisasi, misalnya : penyakit Campak,TB Paru.
• Masih tingginya penyakit menular yang berhubungan dengan higiene dan
sanitasi, misalnya : Diare, Infeksi mata, Infeksi telinga dan Mastoid.
• Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang penularannya melalui
vektor, misalnya : Demam Berdarah.
• Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang ditulari secara
langsung, TB Paru, ISPA, Campak, Cacar air.
• Kegiatan-kegiatan P2M berupa :
➢ Mencari kasus sedini mungkin untuk melakukan pengobatan.
➢ Memberikan penyuluhan kesehatan daerah wabah di Puskesmas.
➢ Mengadakan imunisasi antara lain : BCG, DPT, Campak, Polio, DT dan
TT.
➢ Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengamatan dan pemberantasan
penyakit
➢ Mengumpulkan dan menganalisa data tentang penyakit.
➢ Melaporkan penyakit menular.
➢ Menyelidiki di lapangan untuk melihat ada tidaknya laporan yang masuk,
menemukan kasus-kasus untuk mengetahui sumber penularannya.
➢ Tindakan permulaan untuk menahan penjalarannya.
➢ Menyembuhkan penderita hingga sehat.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 42


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

➢ Pemberian imunisasi.
➢ Pemberantasan vektor nyamuk.
➢ Pendidikan kesehatan

Tabel 4.10 Laporan Penemuan Penderita TB Baru Puskesmas Padang Bulan


Periode Januari-November 2010

No. Puskesmas Jumlah Target Pencapaian Jlh Seluruh BTA


Penduduk Suspek BTA Suspek BTA (+)/(-), Ro (+) Anak,
(Jiwa) (+) (+) Extra Paru
1. Padang 57.177 838 83 211 81 129 orang
Bulan (25,2%) (97,5%)
Keterangan Tabel 4.10
Dari tabel di atas diketahui bahwa pencapaian pengobatan TB BTA (+) di
Puskesmas Padang Bulan yang belum tercapai.

Tabel 4.11 Data Penderita TB Paru di Puskemas Padang Bulan Periode


Januari-November 2010
No Keterangan Jumlah Persentase
1. Suspect TB Paru 211 orang 25,2%
2. BTA (+) 81 orang 97,5%
3. Konversi 55 orang 100 %
4. Sembuh 22 orang 40 %
Keterangan Tabel 4.11
Dari tabel di atas didapatkan bahwa semua penderita TB Paru BTA (+) mengalami
konversi seluruhnya ( 100% ) dengan angka kesembuhan 40 % ( belum tercapai )
dimana target kesembuhan > 85 %.

Tabel 4.12 Data Dasar Demam Berdarah Tahun Periode Januari-November


2010
No Keterangan JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV Jumlah
1. Penderita 5 7 3 0 4 9 10 13 16 12 13 92
2. Fogging 5 7 3 0 4 9 10 13 16 12 13 92
3. Diabatasi 4 5 5 3 6 6 6 6 6 6 5 58
4. Pemeriksaan 95 140 55 0 80 160 185 245 315 224 248 1747
Epidemiologi
5. JUMLAH 109 159 66 3 94 184 211 277 353 254 279 1989
Keterangan Tabel 4.12

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 43


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah penderita demam berdarah adalah
terbanyak pada bulan September dan November. Pelaksanaan fogging fokus
sudah sesuai dengan jumlah penderita yang didapatkan.

Tabel 4.13 Kunjungan Penderita ISPA Periode Januari-November 2010


NO Bulan 1 1-4 5-9 10- 15- 20- 50- 55- 60- 70 L P Jlh
thn 14 19 49 54 59 69 +
1. Januari 124 182 251 154 76 374 164 11 82 80 730 869 1599
2
2. Februari 125 236 273 141 183 282 102 12 87 88 760 871 1631
3
3. Maret 138 220 191 151 140 331 106 87 10 56 759 770 1529
9
4. April 122 218 251 113 46 294 128 10 85 79 669 780 1449
6
5. Mei 173 187 179 103 44 373 75 77 70 140 654 767 1421
6. Juni 64 150 262 175 92 182 233 86 62 76 613 769 1382
7. Juli 58 119 114 63 66 204 84 37 79 43 365 504 869
8. Agustus 97 142 191 133 94 340 120 89 91 69 598 768 1366
9. Septembe 110 176 164 158 116 281 99 84 78 62 569 759 1328
r
10. Oktober 98 225 224 144 73 323 101 60 95 67 700 710 1410
11. Nopembe 124 224 192 107 78 354 128 95 10 85 622 873 1495
r 8
Jumlah 123 207 229 144 100 333 134 95 94 845 703 844 1547
3 9 2 2 8 8 0 6 6 9 0 9
Keterangan Tabel 4.13
Dari tabel diatas diketahui bahwa kunjungan penderita ISPA di Puskesmas Padang Bulan adalah
terbanyak pada bulan Februari sebanyak 1631 kasus dan dengan kelompok umur terbanyak adalah
20-49 dan lebih banyak pada perempuan
Tabel 4.14 Kunjungan Penderita Diare Periode Januari-November 2010
JUMLAH KASUS GOLONGAN UMUR TAHUN 2008
No
Bulan <1 >1 5- 15 – > L P JUML
.
-4 14 44 45 AH
1 Januari 1 7 8 8 12 17 19 36
2 Februari 0 1 2 15 3 12 9 21
3 Maret 3 5 5 10 4 15 12 27
4 April 3 8 2 7 7 15 12 27
5 Mei 5 2 3 7 2 10 9 19
6 Juni 3 11 6 14 14 29 19 48
7 Juli 3 10 3 4 7 18 9 27

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 44


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

8 Agustus 5 10 7 15 6 22 21 43
9 Septem 4 8 6 8 16 20 22 42
ber
10 Oktober 0 8 6 9 11 15 19 34
11 Nopemb 1 6 8 12 3 15 15 30
er
Jumlah 28 76 56 109 85 188 166 354
Keterangan Tabel 4.14
Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah kasus diare terbanyak pada golongan
umur 15-44 tahun, jenis kelamin Laki-laki pada bulan Juni.

4.2.6 Upaya Pengobatan


Dalam usaha pengobatan penderita tidaklah diobati secara kuratif
melainkan juga memberikan pengertian tentang preventif terhadap penyakit. Di
Puskesmas Padang Bulan dilaksanakan pengobatan gratis untuk pengobatan dasar
bagi pasien rawat jalan dan menolong penderita gawat darurat baik tindakan
operasi terbatas maupun rawat inap sementara seperti kecelakaan lalu lintas,
persalinan, dan lain- lain.
Pemeriksaan kesehatan masyarakat Puskesmas, kegiatan yang dilakukan
meliputi:
• Pemeriksaan mendiagnosa penyakit dan memberikan obat melalui apotik yang
ada di Puskesmas.
• Penyuluhan kepada pasien pada saat dilakukan pemeriksaan.
• Mengirim penderita yang tidak mampu dan melanjutkan pengobatan setelah
penderita dikembalikan.

Tabel 4.15 Jumlah Kunjungan Pasien Padang Bulan Periode Januari-November 2010
No Bulan Poliklinik Umum Poliklinik Gigi
PH JKS MS Umu Bay Gra PH JKS MS Bay Gratis
B m ar tis B ar
1. Januari 664 121 26 335 38 992 45 2 2 50 235
2. Februari 580 114 25 375 36 973 35 3 0 50 210
3. Maret 698 133 37 298 22 945 39 4 2 40 209
4. April 672 117 33 265 0 982 33 4 1 45 196
5. Mei 712 118 25 312 0 902 32 6 0 37 176
6. Juni 754 165 39 63 0 1000 52 8 1 47 212

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 45


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

7. Juli 612 148 49 72 0 582 30 4 2 52 248


8. Agustus 701 144 36 187 0 953 33 7 4 39 212
9. September 730 111 33 75 0 895 54 6 1 31 158
10 Oktober 713 139 45 72 0 1064 32 3 0 43 189
11. Nopember 761 141 36 80 0 995 38 2 1 43 198
Jumlah 7597 1451 384 2250 96 1028 423 50 14 477 2243
8
Keterangan Tabel 4.15

No. Bulan Laporan Rujukan


PHB JKS MS Jumlah
1. Januari 441 53 8 502
2. Februari 398 40 15 453
3. Maret 471 49 11 531
4. April 382 38 29 449
5. Mei 519 41 17 577
6. Juni 466 44 15 525
7. Juli 468 47 20 535
8. Agustus 437 26 15 478
9. September 488 43 11 542
10 Oktober 454 13 16 483
11. Nopember 453 23 16 492
Jumlah 4977 417 173 5567

Dari tabel diatas diketahui bahwa kunjungan poliklinik umum terbanyak pada
bulan Agustus ( 2295 pasien ) dan poliklinik gigi pada bulan Juni ( 345 pasien )
dengan status pembayaran gratis yaitu : 10288 pasien pada poliklinik umum dan
2243 pasien pada poliklinik gigi.

Tabel 4.16 Jumlah Rujukan Pasien Padang Bulan Periode Januari-November 2010
Keterangan Tabel 4.16
Dari tabel di atas dijumpai bahwa rujukan terbanyak dari Puskesmas Padang Bulan pada bulan
Mei.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 46


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 4.17 Daftar 10 Penyakit Terbanyak Periode Januari-November 2010


di Puskesmas Padang Bulan

No. Penyakit Jumlah


1. ISPA 15542
2. Gigi 3021
3. Kulit 1149
4. Tekanan Darah Tinggi 838
5. Infeksi Usus 727
6. Telinga dan Mastoid 366
7. Sal. Pernafasan bagian bawah 266
8. Kecelakaan & Keracunan 230
9. Mata 203
10. Sistem Jaringan Otot 139
Keterangan Tabel 4.17
Dari tabel di atas diketahui bahwa penyakit terbanyak di Puskesmas Padang Bulan
Periode Januari-November 2010 adaah ISPA sebanyak 15542 kasus

4.2.7 Upaya Pencatatan dan Pelaporan


Tujuan :
1. Untuk menilai hasil kerja yang sudah dilakukan
2. Untuk dipergunakan sebagai bahan dalam menyusun rencana kerja

Pembagian :
1. Pencatatan
• Kegiatan Administrasi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 47


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

• Registrasi family folder


• Registrasi kegiatan lain
2.Pelaporan
• Laporan kejadian luar biasa
• Laporan pencatatan jumlah penyakit dan pengunjung Puskesmas
• Laporan kasus penyakit menular
• Laporan kegiatan Puskesmas dan Posyandu
• Laporan triwulan yaitu mencatat semua kegiatan Puskesmas dan rencana
kerja selama triwulan
• Laporan tahunan yaitu mencatat semua laporan dalam satu tahun yang
diambil dari laporan bulanan
• Laporan khusus berupa laporan kematian, penyakit dan obat

4.3.Program Kesehatan Pengembangan Puskesmas Padang Bulan


4.3.1.Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Pengertian
Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) adalah wadah belajar untuk
meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku
hidup sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah maupun perguruan agama.

Tujuan
Menciptakan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik
serta memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal
dalam rangka pembentukan manusia seutuhnya.
Kegiatan UKS di Puskesmas Padang Bulan antara lain:
• Mendata jumlah sekolah dan murid sekolah
• Melakukan pemeriksaan berkala ke sekolah-sekolah yang ada di
wilayah kerja Puskesmas.
• Memberikan pendidikan kesehatan melalui kegiatan intra atau
ekstra kurikuler misalnya pelatihan dokter kecil dan dokter remaja.
• Memberikan pelatihan Guru UKS serta pembinaan
• Melaksanakan penyuluhan kesehatan pribadi, kesehatan gigi,
kesehatan lingkungan, P2M, imunisasi, P3K, dll

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 48


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

• Membuat rencana kerja bulanan dan membuat laporan kerja


bulanan, triwulan dan tahunan.

Tabel 4.18 Data UKS


Tingkat Status ( Jumlah ) Jumlah Dokter Dokter Guru
No
Pendidikan Negeri Swasta Murid Kecil Remaja UKS
1. SD 18 7 6286 110 - 25
2. Madrasah - - - - - -
Ibtidaiyah
3. Madrasah - - - - - -
Tsanawiyah
4. SMP 1 9 2675 - 10
80
5. SMA/SMU 5 1025 - 5
6. Madrasah - - - - - -
Aliyah
Keterangan Tabel 4.18
Dari tabel di atas didapatkan bahwa jumlah dokter kecil belum memenuhi target
(10% dari jumlah siswa SD yaitu 628 siswa) dan dokter remaja juga belum
memenuhi target (10% jumlah murid dari 50 % sekolah yaitu 185 siswa).

1.3.2Upaya Kesehatan Olahraga


Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada
penunjang Puskesmas agar menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga juga
dilakukan pendataan dan pembinaan kepada klub-klub olahraga yang ada di
wilayah Puskesmas. Hasil upaya kesehatan olahraga belum ada dikarenakan
pengumpulan data belum selesai dilakukan.

1.3.3Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat


Tujuan :
1 Memberikan pelayanan perawatan secara menyeluruh kepada pasien atau
keluarganya di rumah pasien dengan mengikutsertakan masyarakat dan
kelompok masyarakat disekitarnya.
2 Membantu keluarga dan masyarakat mengenal kebutuhan kesehatannya
sendiri dan cara-cara penanggulangannya disesuaikan dengan batas-batas
kemampuan mereka.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 49


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

3 Menunjang program kesehatan lainnya dalam usaha pencegahan penyakit,


peningkatan dan pemulihan kesehatan individu dan keluarganya.

Cara-cara yang dilakukan dengan mengadakan penyuluhan perorangan,


perkelompok dan massal. Metode yang dilaksanakan yaitu bimbingan dan
konseling, ceramah, diskusi kelompok, demostrasi, dll. Hasil upaya perawatan
kesehatan masyarakat belum ada dikarenakan pengumpulan data belum selesai
dilakukan.

4.3.4 Upaya Kesehatan Kerja


Pengertian kesehatan kerja adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh
tenaga kesehatan dalam bidang kesehatan kerja masyarakat baik dalam waktu
sakit maupun sehat guna meningkatkan derajat kesehatan para pekerja dan
keluaranya.

Sasaran
Para pekerja dan keluarganya.
Tujuan
Meningkatkan derajat kesehatan tiap pekerja agar dapat menjalankan
fungsinya seoptimal mungkin di wilayah Puskesmas Padang Bulan. Untuk itu
perlu diadakan pendataan dan penyuluhan bagi pekerja.

Tabel 4.19 Data Umum Upaya Kesehatan Kerja


YANG
PENCAPAIAN
YANG YANG MEMENUHI
NO JENIS TPM %
ADA DIPERIKSA SYARAT
1 R.MAKAN/RESTAURAN 16 16 16 100%

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 50


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

2 Kedai Kopi / Nasi 17 17 17 100%


3 Jual Makanan K5 8 2 2 25%
4 Jual Minuman K5 10 2 2 20%
5 Pemb. Mak / Min 4 4 4 100%
Keterangan Tabel 4.19
Dari tabel di atas didapatkan bahwa tidak semua tempat-tempat umum dan
pengolahan makanan diperiksa oleh petugas kesehatan sehingga data yang
dihasilkan kurang representatif.

4.3.5 Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut


Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut adalah bertujuan untuk mencegah
dampak pengobatan serta dapat diartikan pula kesehatan gigi dasar paripurna yang
ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat berpenghasilan rendah
khususnya kelompok masyarakat awam.

Kegiatan-kegiatan Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut yang dapat


dilaksanakan :
 Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan gigi, penambalan dan pencabutan
gigi.
 Membuat rencana kerja dan laporan kegiatan.

Kegiatan yang dilakukan meliputi :


• Pemeriksaan, pengobatan, perawatan gigi dan mulut serta rujukan
penyuluhan kebersihan gigi pada pasien yang berobat di Puskesmas.
• Usaha kesehatan gigi anak sekolah (UKGS).
• Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD)

Tabel 4.20 Data Kasus Kelainan Gigi Dan Mulut Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-
November 2010

No. Keterangan Bulan Total


Jan Feb Mar Ap Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop
1. Karies Gigi 26 14 22 17 13 16 9 18 6 13 29 183
2. Penyakit Pulpa 164 173 149 139 118 161 162 148 118 129 155 1616
3. Penyakit Gusi 20 19 12 12 13 11 16 12 11 5 19 150

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 51


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

4. Abses 50 42 47 38 32 41 61 44 38 31 34 458
5. Persistensi 34 26 36 41 39 30 30 34 28 27 42 367
6. Dentofasial 1 1 1 1 0 0 1 0 0 2 0 7
7. Stomatitis 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8. Lain-Lain 40 65 37 31 36 61 56 39 49 22 14 450
Keterangan Tabel 4.20
Dari tabel diatas diketahui bahwa kelainan gigi dan mulut terbanyak adalah kasus
penyakit pulpa sebanyak 1871 kasus.

Tabel 4.21 Pelayanan Medik Dasar Gigi Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-
November 2010
No. Keterangan Bulan Total
Jan Feb Mar Ap Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop
1. Tumpatan 26 14 22 17 13 16 9 18 6 12 22 175
Gigi Tetap
2. Tumpatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Gigi Sulung
3. Cabut Gigi 133 145 127 107 90 136 131 117 91 113 100 1290
Tetap
4. Cabut Gigi 35 26 37 41 41 30 30 34 27 30 32 363
Sulung
5. Pengobatan 28 26 21 32 27 37 30 30 28 23 35 366
Pulpa
6. Scalling 10 16 4 6 4 6 5 6 3 6 4 70
7. Priodontal 111 10 8 7 11 8 13 9 9 13 12 211
8. Lain-lain + 95 61 85 69 65 87 117 81 86 70 79 886
Pengobatan

Keterangan Tabel 4.21


Dari tabel diatas diketahui bahwa pelayanan medik dasar gigi terbanyak di
Puskesmas Padang Bulan adalah pencabutan gigi tetap dengan jumlah 1290 kasus.

4.3.6 Upaya Kesehatan Jiwa


Kegiatan yang dilakukan meliputi :
 Pengenalan dini gangguan jiwa .
 Memberikan pertolongan pertama pada penderita gangguan jiwa .
Melakukan rujukan kepada unit yang lebih mampu bila diperlukan.

4.3.7 Upaya Kesehatan Mata

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 52


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Kegiatan yang dilakukan berintegrasi dengan kegiatan Puskesmas yang lain:


1 Kegiatan KIA, pemberian vitamin A dosis tinggi pada Balita, penyuluhan
kesehatan di Posyandu.
2 Dengan UKS penyuluhan kesehatan mata di sekolah.
3 Melakukan Pengobatan mata yang dapat ditanggulangi.
4 Melakukan rujukan kepada unit yang mampu, apabila pengobatan tidak
mampu ditanggulangi.
Tabel 4.22 Jumlah Kunjungan Pengobatan Mata Puskesmas Padang Bulan
Periode Januari-November 2010
No. Jenis
Pemeriksaan Jumlah Kunjungan

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Jumlah

1. Refraksi 30 36 38 42 50 26 45 41 57 80 53 498

2. Penyakit 13 7 10 38 10 11 10 6 4 11 5 125
Mata Lain
Keterangan Tabel 4.22
Dari tabel di atas dijumpai bahwa pemeriksaan terbanyak adalah pemeriksaan
refraksi dan kunjungan terbanyak adalah pada bulan Oktober.

4.3.8 Upaya Kesehatan Lanjut Usia


Kegiatan-kegiatan lanjut usia di Puskesmas adalah pelayanan kesehatan lanjut
usia antara lain adalah upaya promotif, berupa :
1Kegiatan Penyuluhan tentang :
• Kesehatan dan pemeliharaan kesehatan diri.
• Makanan dengan menu yang mengandung gizi seimbang.
2. Pembinaan Senam Lansia
Tabel 4.23 Jadwal Posyandu Lansia
NO KELURAHAN ALAMAT WAKTU
1. Padang Bulan Jl. Jamin Ginting G. Diponegoro Selasa Minggu I
2. Merdeka Jl. Jamin Ginting G. Aman Selasa Minggu II
3. Darat Jl. Jamin Ginting G. H. Arif Rabu Minggu II
4. Petisah Hulu Jl. S. Parman Lorong Harapan Rabu Minggu III
5. Titi Rantai JL. Rebab / Aula Kantor Camat Medan Baru Kamis Minggu III
6. Babura Jl. Sei Bahorok Rabu Minggu IV

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 53


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

TOTAL POSYANDU = 6
Keterangan Tabel 4.23
Dari tabel di atas didapatkan bahwa Posyandu lansia dilakukan 6 kali dalam
sebulan.

4.3.9 Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional


Kegiatan :
– Pembinanaan kepada masyarakat pengobat tradisional antara lain duku
beranak, dukun patah, dukun pijat, tukang jamu, dan lain-lain.
– Memberikan penyuluhan tentang manfaat pekarangan untuk penanaman
tanaman obat keluarga (TOGA)

Tabel 4.24 Upaya Pembinaan dan Pengobatan Tradisional


N Sarana Kesehatan Jumla Pembina Pencapai
o h an an
1 Sin She 1 1 100%
2 Akupuntur 1 1 100%
3 Batra Dukun Patah 3 3 100%
4 Tukang Pijat 4 4 100%
Keterangan Tabel 4.24
Dari tabel di atas didapatkan bahwa proses pembinaan dan pengobatan tradisional
secara umum sudah tercapai.

4.3.10 Laboratorium Sederhana


1.Melakukan pemeriksaan laboratorium rutin yaitu :
Darah, urin rutin, faeces,dan sputum

2. Melakukan pemeriksaan laboratorium khusus yaitu:


- Darah khusus : Golongan darah, KGD,asam urat.
- Plano test.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 54


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

- Sputum (BTA).
- Rapid test
3. Membuat laporan laboratorium setiap bulannya

Tabel 4.25 Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-


November 2010
Bulan Pemeriksaan
Hb Leu Tromb KGD Gula Asam Feces Koleste Urinalisa Sputum
darah urat rol P B R S Pla BTA BTA FU
(+) (-)
Jan 12 5 5 20 0 4 0 0 2 1 1 1 1 15 67 52
Feb 13 9 7 20 9 6 0 0 0 0 0 0 1 9 67 41
Mar 14 10 8 19 3 9 0 0 3 3 3 3 0 6 64 54
Apr 8 6 6 23 3 2 0 2 1 1 1 1 2 11 54 41
Mei 4 15 15 24 4 6 0 4 0 0 0 1 1 14 49 43
Jun 12 18 18 23 12 10 0 10 0 0 0 1 2 7 44 52
Jul 4 8 8 22 5 8 0 8 0 0 0 0 2 2 38 28
Agt 13 20 20 16 9 14 0 12 0 0 0 1 0 6 37 31
Sep 5 13 13 18 2 6 0 5 1 2 1 1 0 15 55 33
Okt 3 23 23 14 2 16 0 8 1 1 1 1 2 13 69 42
Nov 7 21 21 22 2 14 1 15 2 2 2 2 1 14 58 11
Jlh 95 148 157 221 51 95 1 64 1 1 9 1 12 112 602 428
0 0 2
Keterangan Tabel 4.25
Dari tabel di atas diketahui bahwa jumlah pemeriksaan labotarium terbanyak
adalah pemeriksaan sputum sebanyak 1142 pemeriksaan dengan jumlah BTA (+)
112 kasus, BTA (-) 602 kasus, dan FU 428 kasus.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 55


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

4.4 Program Inovasi Puskesmas


Klinik Infeksi Menular Seksual ( IMS ) dan Voluntary Counselling and
Testing ( VCT )
Tabel 4.26 Pemeriksaan IMS Klinik IMS & VCT Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-
November 2010

BULAN JUMLAH

Januari 33
Februari 78
Maret 24
April 17
Mei 4
Juni 14
Juli 7
Agustus 0
September 3
Oktober 3
November 0
JUMLAH 183
Keterangan Tabel 4.26
Dari tabel di atas didapatkan bahwa jumlah pemeriksaan IMS di klinik IMS dan
VCT periode januari-november 2010 sebanyak 183 orang

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 56


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 57


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Tabel 4.27 Kasus IMS di Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-November 2010
N Jenis Penyakit Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt Nov Juml
o t ah
1 Servisitis 0 2 0 0 0 0 3 0 0 0 0 5
2 BV 0 4 1 0 0 0 4 0 0 0 0 9
3 Trichomoniasis 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
4 Kandidiasis 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1
5 Sifilis 4 9 3 7 1 1 1 0 1 0 0 27
6 Duh Tubuh Anus ( DTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
)
7 Kondiloma 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2
8 Herpes Simpleks Virus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 Uretritis 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 3
1 Gonorrhoea ( GO ) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0
1 Uretritis Non 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 Gonorrhoea (UNG)
1 Duh Tubuh Uretritis 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 ( DTU )
1 Proctitis 2 6 2 0 0 0 0 0 0 1 0 11
3
1 Duh Tubuh 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Vaginalis( DTV )
1 Duh Tubuh Serviks 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 ( DTS )
1 Jengger 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 58


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

1 HIV 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7
Jumlah 7 24 7 8 1 2 8 0 1 1 0 59

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 59


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Keterangan Tabel 4.27


Dari tabel di atas didapatkan bahwa kasus IMS terbanyak adalah sifilis sebanyak 27 kasus.

BAB 5
PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 60


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

5.1. Permasalahan
Adapun beberapa permasalahan yang terdapat di Puskesmas Padang Bulan
adalah sebagai berikut :
1. Berdasarkan indikator Indonesia sehat 2010, jumlah posyandu belum mencukupi
untuk seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Padang Bulan, yang seharusnya
berjumlah 53 posyandu, hanya ada 25 posyandu, jadi kekurangannya sebesar 28
posyandu.
2. Penyakit terbanyak di Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-November 2010
adaah ISPA sebanyak 15542 kasus.
3. Hasil pencapaian Kesehatan Lingkungan Periode Januari-November 2010 dalam
hal penyehatan tempat-tempat umum berupa pemukiman lingkungan seperti rumah
penduduk belum tercapai, yaitu 62% seharusnya 70%.
4. Pencapaian Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam hal kunjungan ibu
hamil (K1 dan K4) belum mencapai target (k1=86,6% dan k4=83,1%) seharusnya
(k1=87% dan k4=87%), penanganan neonatus belum mencapai target yaitu 77,6%
seharusnya 82,5%, dan penanganan persalinan belum mencapai target yaitu 73,9
seharusnya 82,5 pada Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-November 2010.
5. Pencapaian program KB di Puskesmas Padang Bulan Periode Januari-November
2010 belum tercapai yaitu 19,4% seharusnya 64,2%.
6. Dalam evaluasi kegiatan gizi di Puskesmas Padang Bulan periode Januari-
November 2010 tidak ditemukan datanya pada Puskesmas Padang Bulan.
Sedangkan dalam evaluasi kegiatan gizi di Puskesmas Padan Bulan tahun 2009
didapat bahwa cakupan program (82,29%), peran serta masyarakat (60,67%) dan
status gizi masyrakatnya (70,24%) belum mencapai target seharusnya cakupan
program 85%, peran serta masyarakat 75%, dan status gizi masyarakat 80%.
7. Pencapaian pengobatan TB BTA (+) di Puskesmas Padang Bulan belum tercapai
yaitu 81% dari target 83%.
8. Berdasarkan program kesehatan pengembangan puskesmas padang bulan dalam
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) didapatkan bahwa jumlah dokter kecil belum
memenuhi target (10% dari jumlah siswa SD yaitu 628 siswa ) dan dokter remaja

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 61


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

juga belum memenuhi target ( 10% jumlah murid dari 50 % sekolah yaitu 185
siswa ).
5.2. Pemecahan masalah
1. Mendata ulang jumlah balita dan merencanakan pembentukan posyandu
tambahan untuk menangani balita berdasarkan indikator Indonesia Sehat
2010, yaitu 1 posyandu menangani 100 balita. Jadi perlu tambahan sebanyak
30 posyandu dari yang sudah ada sebanyak 25 posyandu.
2. Meningkatkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat tentang penyakit
ISPA, dan memotivasi masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang
sehat dan bergizi untuk meningkatkan pertahanan tubuhnya, serta
pelaksanaan program penyehatan lingkungan.
3. Petugas yang melakukan kegiatan gizi maupun kegiatan lain sebaiknya
mencatat kegiatan tersebut dan melaporkannya secara berkala agar dapat
mempermudah pengumpulan data. Dan diberi peringatan serta sangsi yang
tegas apabila tidak dapat melakukan tugasnya.
4. Program Promosi Kesehatan seharusnya diberikan perhatian khusus dengan
menugaskan seorang petugas yang khusus bertanggung jawab atas program
tersebut agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat atas kesehatan
masyarakat.
5. Meningkatkan hubungan kerja sama antar sarana kesehatan strata pertama
(lintas program) serta kerja sama dengan instansi lain diluar bidang
kesehatan (lintas sektoral) baik dalam hal pendataan serta untuk
memberdayakan pola hidup sehat bagi seluruh masyarakat di wilayah kerja
Puskesmas Padang Bulan.
6. Memberikan penyuluhan tentang ibu dan anak sehat, baik dalam masa ibu
hamil, melahirkan serta saat anak tumbuh menjadi dewasa. Dan
meningkatkan pengetahuan ibu bahwa pentingnya dalam pemberian nutrisi
serta zat tambahan lainnya seperti zat besi dan vitamin A.
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 62


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Laporan Kegiatan
Puskesmas Padang Bulan

Dari beberapa kegiatan pokok Puskesmas Padang Bulan, sebagian sudah


berjalan dengan baik dan memenuhi target. Namun Puskesmas sebagai fungsi penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan diwilayah kerja dan pemberdayaan masyarakat di
bidang kesehatan belum berjalan dengan maksimal. Hal ini disebabkan banyaknya
hambatan dan tantangan yang dihadapi Puskesmas baik dari SDM Puskesmas tersebut
maupun dari kesadaran masyrakat atas kesehatan.

6.2. Saran
1. Penyuluhan serta promosi kesehatan masyarakat harus terus dilakukan secara
berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk nerperilaku hidup
sehat baik ditempat tinggal maupun diluar tempat tinggal.
2. Peningkatan SDM baik tenaga kesehatan ataupun pihak lain yang ada dalam
Puskesmas Padang Bulan.
3. Perlunya pendataan ulang hasil dari program yang telah dilaksanakan, khususnya
pada program-program yang berhubungan dengan sarana kesehatan strata pertama
lainnya.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat 63


Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara