Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

KALOR DAN
PERUBAHAN WUJUD

OLEH :

NURDIANA
KELAS : XC

MAN 1 MAKASSAR
2009
KALOR DAN PERUBAHAN WUJUD

Dibagian atas bab ini sudah dijelaskan bahwa kalor adalah energi yang
berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih
rendah jika benda tersebut saling bersentuhan. Kalor dapat diukur dengan
menggunakan calorimeter, tetapi seringkali calorimeter digunakan untuk
menentukan kalor jenis suatu zat dengan cara mencampurkan zat tersebut
ke dalam calorimeter bersama zat yang massa jenisnya sudah diketahui.
Dapat dirumuskan seperti dibawah ini :
Q = mct. 4t
Keterangan : Q = Kalor (joule)
C = Kalor Jenis (j/kg.K)
4t = Perubahan suhu (c)

Kalor jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu
zat sebesar 1c atau 1K. Berdasarkan definisi diatas kalor jenis merupakan
kemampuan khas suatu zat untuk menyerap kalor.
1. Kapasitas Kalor.
Kapasitas kalor (c) adalah banyaknya energi yang harus diberikan dan
berbentuk kalor pada suatu zat untuk menaikkan suhu. Zat tersebut
sebesar 1 derajat.
Kapasitas kalor dapat dirumuskan seperti dibawah ini :
4Q
C =
4t
c = Kapasitas kalor (j/kg)
Keterangan : Q = Kalor (joule)
c = Kalor jenis zat (j/kg)
4t = Perubahan suhu (c)

2. Perubahan Wujud.
Sebingkah es dengan suhu minus beberapa derajat celcius diberikan
kalor sehingga suhu naik mencapai 0˚C beberapa lama sampai suhu
tersebut .
Tidak naik lagi maka suhunya kembali naik sehingga mencapai 100˚C.
Besar kalor yang dibutuhkan dalam proses tersebut yaitu :
Qtotal =Q +Q + Q + Q
1 2 3 4

Keterangan :
Q = dihitung ketika semua masih berbentuk es
1

Q = merupakan nilai kalor yang dibutuhkan untuk melebur


2
semua es
Q = kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu air dari 0˚C
3
sampai 100˚ C
Q = kalor yang dibutuhkan untuk mengubah air menjadi air
4

HUKUM KEKEKALAN ENERGI

3. Asas Black
Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita terburu-buru untuk minum
setelah melakukan aktivitas, masalah akan mulai muncul jika airnya
dalam kondisi panas. Maka untuk mendinginkannya dibutuhkan batu es
beberapa bongkahan hukum kekekalan energi yaitu kalor-kalor yang
dilepaskan oleh air panas (Qlepas) sama. Dengan kalor yang diterima oleh
es (Qlemah) kekakalan energi pada pertukaran kalor, seperti pada
persamaan diatas pertama kali diukur oleh Joseph Black sehingga
persamaan diatas dengan asas black.

4. Peleburan dan Penguapan.


Untuk melelehkan zat padat menjadi cair pada suhu dan tekanan tetap
diperlukan sejumlah kalor lebur yang dihitung dengan menggunakan
persamaan berikut :
Q = m.Lf
Keterangan : m = massa zat (kg)
Q = kalor lebur (j)
Lf = kalor late pelebur (j/kg)

Ketika zat cair mendidih, suhu zat tersebut tidak berubah meskipun terus-
menerus diberikan kalor. Kalor yang diterima semuanya digunakan untuk
mengubah zat cair tersebut menjadi uap air. Besar kalor penguapan pada
proses tersebut dapat dihitung dengan persamaan :
Q = m.Lv
Keterangan : m = massa zat (kg)
Q = kalor

5. Perpindahan Kalor
Kalor adalah energi yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu
tinggi kepada suhunya yang lebih rendah. Setiap merasakan terjadinya
perpindahan kalor. Misalnya pada siang hari kita merasakan panas karena
adanya radiasi matahari ke bumi. Contoh lain. saat memasak air kita
dapat merasakan adanya rasa panas kalau tangan kita letakkan diatas
yang sedang dimasak.
Perpindahan kalor dapat terjadi dengan tiga cara yaitu perpindahan
secara konduksi, konveksi dan radiasi.
Tiga cara perpindahan kalor ini memiliki ciri-ciri khas masing-masing
seperti berikut ini :
a. Konduksi
b. Konveksi
c. Radiasi

A. Konduksi
Perpindahan kalor secara konduksi adalah perpindahan kalor karena
adanya tumbuhan antar molekul benda. Sederhananya adalah sebuah
besi memiliki dua ujung bebas yang suhunya sama, jika salah satu
ujung itu kita panaskan maka molekul pada ujungnya tersebut akan
bergetar lebih cepat sehingga akan menunduk molekul yang ada
disebelahnya sambil mentransfer energinya, demikian seterusnya
sampai ujung bebas, yang satunya.
Laju perpindahan kalor konduksi dapat dinyatakan dalam persamaan :
Q k.A.4t
=p=
t d
dengan

Q / T = laju kalor konduksi

K = konduktivitas kalor (j/smc)


A = luas penampang benda (m)
D = panjang atau febel (m)
4t = (T1 – T00 perubahan suhu (c))

B. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor yang disebabkan adanya
gerakan massa molekul dari satu tempat tertentu ke tempat yang lain
tiap benda memiliki koefisien. Konveksi berbeda-beda, sehingga besar
perpindahan kalor secara konveksi selain dipengaruhi oleh luas
penampang dan perubahan suhu juga dipengaruhi oleh jenis bahan
yang dipakai. Konveksi dinyatakan dengan persamaan dibawah ini :

4Q
= h A 4t
4t
dengan
4Q
= laku kalor konduksi (j/s)
4t
h = koefisien konvensi (j/s)
A = luas penampang benda (m)
4t = (T1-T0)perubahan suhu (c)

C. Radiasi
Perpindahan kalor secara radiasi adalah perpindahan energi kalor
dalam bentuk gelombang elektromagnetik perpindahan kalor secara
radiasi dapat kita rasakan. Yaitu pancaran energi matahari yang
sampai di bumi.
4Q
= e.A.T
4t
dengan
4Q
= laju kalor konduksi (a/s)
4t

e = Emsivitas
a = Luas penampang (m)
T = suhu permukaan (k)