Anda di halaman 1dari 78

LAPORAN

PRAKTIKUM REKAYASA JALAN RAYA

OLEH:

KELOMPOK III
GANTORUDDIN ABAPIHI (E1 A1 07 018)
HARLINA (E1 A1 07 033) MUH. ISRAWAN (E1 A1 07 016)
HASAN BASRI (E1 A1 07 015) TARSAN MADA (E1 A1 06 055)
LD. MUH. EKO (E1 A1 07 057) MUH. SYAIFUL LABAA (E1 A1 06 008)
MUH. ISMUNANDAR D. (E1 A1 07 060) SUFIRA (E1 A1 05 048)
ACHMAD HADY (E1 A1 07 028) ASLAN DATUERI (E1 A1 05 004)
ZULHARMAN (E1 A1 07 031) HERMAN MANGIWA (E1 A1 04 063)

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2010
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.
UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktikum Rekayasa Jalan Raya ini telah diperiksa dan disetujui oleh Asisten dan Teknisi
Laboratorium Jalan dan Aspal yang disusun oleh Kelompok III Mahasiswa Program Studi S-1
teknik Sipil Universitas Haluoleo Kendari, dengan peserta sebagai berikut:
GANTORUDDIN ABAPIHI (E1 A1 07 018)
HARLINA (E1 A1 07 033)
MUH. ISRAWAN (E1 A1 07 016)
HASAN BASRI (E1 A1 07 015)
LD. MUHAMMAD EKO (E1 A1 07 057)
MUH. ISMUNANDAR DINDRA (E1 A1 07 060)
ACHMAD HADY (E1 A1 07 028)
ZULHARMAN (E1 A1 07 031)
TARSAN MADA (E1 A1 06 055)
MUH. SYAIFUL LABAA (E1 A1 06 008)
SUFIRA (E1 A1 05 048)
ASLAN DATUERI (E1 A1 05 004)
HERMAN MANGIWA (E1 A1 04 063)
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Pengujian dan Konstruksi Sipil Fakultas Teknik
Universitas Haluoleo, dari tanggal 03 Mei 2010 sampai dengan 07 Mei 2010.
Kendari, MEI 2010
Kepala Laboratorium Jalan dan Aspal Asisten Laboratorium

NASRUL, ST., MT WAYAN MUSTIKA, A.Md


NIP. 197011162001121001 NIP. 132 313 719

MENGETAHUI
KETUA PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL

FATMA BALANY, ST., MT


NIP. 197505052002122001
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.
UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

LEMBAR ASISTENSI
KELOMPOK : III (TIGA)
PROG. STUDI : S-1 TEKNIK SIPIL
MATA KULIAH : PRAKTIKUM REKAYASA JALAN RAYA
NO URAIAN PARAF

KENDARI, MEI 2010

ASISTEN LABORATORIUM

WAYAN MUSTIKA, A.Md


NIP. 132 313 719
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.
UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

DAFTAR HADIR ASISTENSI


KELOMPOK III (TIGA)

PERTEMUAN
NO. NAMA STAMBUK
1 2 3 4 5 6 7
1. GANTORUDDIN ABAPIHI (E1 A1 07 018)
2. HARLINA (E1 A1 07 033)
3. MUH. ISRAWAN (E1 A1 07 016)
4. HASAN BASRI (E1 A1 07 015)
5. LD. MUHAMMAD EKO (E1 A1 07 057)
6. MUH. ISMUNANDAR DINDRA (E1 A1 07 060)
7. ACHMAD HADY (E1 A1 07 028)
8. ZULHARMAN (E1 A1 07 031)
9. TARSAN MADA (E1 A1 06 055)
10. MUH. SYAIFUL LABAA (E1 A1 06 008)
11. SUFIRA (E1 A1 05 048)
12. ASLAN DATUERI (E1 A1 05 004)
13. HERMAN MANGIWA (E1 A1 04 063)

KENDARI, MEI 2010


ASISTEN LABORATORIUM

WAYAN MUSTIKA, A.Md


NIP. 132 313 719
DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR ASISTENSI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Manfaat
BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Proses Destilasi Minyak Bumi
2.2. Jenis aspal
2.3. Komposisi aspal
2.4. Sifat Aspal
2.5. Pengaruh alat Pemadat Gyropac dan jumlah tumbukan terhadap karakteristik
fatigue dari campuran aspal bergradasi superpave
BAB III JENIS PERCOBAAN
Pemerikasaan penetrasi bahan bahan bitumen
Pemeriksaan berat jenis aspal
Pemeriksaan Kelekatan aspal pada batuan
Pemeriksaan Kehilangan Berat
Pemeriksaan Daktalitas Aspal
Pemeriksaan Analisa Saringan
Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan agregat
Mix Design Aspal
Pemeriksaan Marshal Test
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat karunia dan hidayah-Nya
Lah sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Penyusunan laporan ini sebagai tindak lanjut yang telah dilaksanakan sesuai Kurikulum
Tahun Akademik 2009/2010 dimana dalam peaksanaan dan penyusunan laporan praktikum ini
kami menemukan berbagai kendala,namun berkat kerjasama yang baik diantara anggota
kelompok serta petunjuk petunjuk dan bimbingan dari para asisten / teknisi laboratorium
maka kendala tersebut akhirnya dapat teratasi.
Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan bimbingan dan dorongan selama kami mengikuti praktikum hingga selesainya
penyusunan laporan ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan ini masih terdapat kekurangan kekurangan
tidak sebagaimana diharapkan, namun inilah yang dpat kami perbuat sebagai insan akademis
yang masih membutuhkan bimbingan secara intensif.Mudah mudahan laporan ini dapat
menjadi bahan pelajaran dan bahan telaah bagi pelaksanaan praktikum untuk diabdikan pada
nusa dan bangsa dikemudian hari.
Kendari, Juni 2010

Penyusun
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sejarah perkerasan jalan dimulai bersamaan dengan sejarah umat manusia
itu sendiri selalu berhasrat untuk mencari kebutuhan hidup dan berkomunikasi
dengan sesama. Dengan demikian perkembangan jalan saling berkaitan dengan
perkembangan jalan umat manusia. Perkembangan teknik jalan seiring dengan
berkembangnya teknologi yang ditemukan umat manusia.
Pada awalnya jalan hanyalah berupa jejak manusia yang mencari kebutuhan
hidup ataupun sumber air.Setelah manusia mulai hidup berkelompok kelompok,
jejak jejak itu berubah menjadi jalan setapak. Dengan mulai dipergunakannya
hewan hewan sebagai alat transportasi, jalan mulai dibuat rata. Jalan tang
diperkeras pertama kali ditemukan di Mesopotamis berkaitan dengan ditemukannya
sekitar 3500 Tahun ebelum masehi.
Konstruksi perkerasan jalan berkembang pesat pada zaman keemasan
Romawi. Pada saat itu telah mulai dibangun jalan- jalan yang terdiri dari beberapa
lapis perkerasan. Perkembangan konstruksi perkerasan jalan seakan terhenti dengan
mundurnya kekuasaan Romawi sampai pada awal abad ke 18. Pada saat itu
beberapa ahli dari Prancis, Skotlandia menemukan sistem siatem konstruksi
perkerasan jalan yang sebagian sampai saat ini masih umum digunakan di Indonesia
maupun di negara negara lain di dunia.
Perkerasan jalan dengan menggunakan aspal sebagai bahan pengikat telah
ditemukan pertama kali di Babylon pada 625 tahun sebelum masehi,tetapi
perkerasan jenis ini tidak berkembang sampai ditemukannya kendaraan bermotor
bensin oleh Gottlieb Daimler dan Karl Benz pada tahu 1880. Mulai tahun 1920

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 1
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

sampai sekarang teknologi konstruksi perkerasan dengan menggunakan aspal


sebagai bahan pengikat maju pesat. Konstruksi perkerasan menggunakan semen
sebagai bahan pengikat telah ditemukan pada tahun 1828 di London,tapi sama
halnya dengan perkerasan menggunakan aspal, perkerasan ini mulai berkembang
pesat sejak awal tahun 1990an.
Aspal bersifat mengikat agregat pada campuran aspal beton dan
memberikan lapisan kedap air, serta tahan terhadap pengaruh asam, basa dan
garam. Ini berarti jika dibuat lapisan dengan menggunakan aspal sebagai pengikat
dengan mutu yang baik dapat memberikan lapisan kedap air dan tahan terhadap
pengaruh cuaca dan reaksi kimia yang lain. Sifat aspal akan berbah akibat panas dan
umur, aspal akan menjadi kaku dan rapuh dan akhirnya daya adhesinya terhadap
partikel agregat akan berkurang. Perubahan ini dapat diatasi jika sifat sifat aspal
dikuasai dan dilakukan langkah langkah yang baik dalam proses pelaksanaan,
diantaranya denga melakukan uji laboratorium.

1.2. Perumusan Masalah


Sehubungan dengan uraian pada latar belakang maka dirumuskan
permasalahan yaitu hal hal apa saja yang dilakukan pada percobaan uji aspal.

1.3. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada laopran ini yaitu untuk mengetahui hal hal
apa saja yang dilakukan pada percobaan uji aspal

1.4. Manfaat
Laporan praktikum ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan
pengetahuan dan literatur bagi laporan praktikum selanjutnya yang serupa dengan
praktikum ini.
Program Studi S-1 Teknik Sipil
Universitas Haluoleo 2
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

BAB II
LANDASAN TEORI
Aspal didefinisikan sebagai material berwarna hitam atau cokelat tua, pada
temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat. Jika dipanaskan sampai
suatu temperatur tertentu aspal dapat menjadi lunak / cair sehingga dapat
membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan aspal baeton atau dapat
masuk ke dalam pori - pori yang ada pada penyemprotan / penyiraman pada
perkerasan macadam ataupun pelaburan. Jika temperatur mulai turun, aspal akan
mengeras dan mengikat agregat pada tempatnya (sifat termoplastis).
Sebagai salah satu material konstruksi perkerasan lentur aspal merupakan
salah satu komponen kecil, umumnya hanya 4 10% berdasarkan berat atau 10
15% berdasarkan volume, tetapi merupakan komponen yang relatif mahal.
Hydrocarbon adalah bahan dasar utama dari aspal yang umum disebut
bitumen, sehingga aspal sering juga disebut bitumen.Aspal yang umum digunakan
saat ini terutama berasal darai slah satu hasil proses distilasi minyak bumi dan
disamping itu banyak pula dipergunakan aspal alam yang berasal dari pulau Buton.

2.1 Proses Destilasi Minyak Bumi


Aspal merupakan proses lanjutan dari residu hasil destilasi minyak bumi.
Bensin (gasoline), Minyak tanah (Kerosene), Solar (DieseI), merupakan hasil destilasi
pada temperatur yang berbeda beda. Memebrikan ilustrasi tentang proses
destilasi minyak bumi. Setiap minyak bumi menghasilkan residu yang terdiri dari
bahan dasar aspal yang berbeda. Dapat dibedakan atas :
1. Bahan dasar aspal (asphaltic base crude oil)
2. Bahan dasar paraffin (paraffin base crude oil)
3. Bahan dasar campuran (mixed base crude oil)

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 3
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Bahan dasar paraffin kurang mengandung bitumen, demikian juga bahan


dasar campuran dimana kandungan kadar aspalnya rendah. Untuk perkerasan jalan
umumnya digunakan aspal yang diperoleh dari bahan dasar aspal.

2.2. Jenis Aspal


Berdasarkan cara memperolehnya aspal dapat dibedakan atas:
1. Aspal alam, dapat dibedakan atas:
- Aspal gunung (rock asphalt), contoh : aspal dari pulau Buton.
- Aspal danau (lake asphalt),contoh : aspal dari Bermudez, Trinidad.
2. Aspal buatan.
- Aspal minyak, merupakan hasil penyulingan minyak bumi.
- Ter, merupakan hasil penyulingan batu bara.
Tidak umum digunakan untuk perkerasan jalan karena lebih cepat mengeras,
peka terhadap perubahan temperatur dan beracun.

Aspal Minyak (petroleum asphalt)


Aspal minyak dengan bahan dasar aspal dapat dibedakan atas :
1. Aspal keras / panas (asphalt cement,AC), adalah aspal yang digunakan dalam
keadaan cair panas. Aspal ini berbentuk padat pada keadaan penyimpanan
(temperatur ruang)
2. Aspal dingin / cair (cut back asphalt) adalah aspal yang digunakan dalam
keadaan cair dan dingin.
3. Aspal Emulsi (emulsion asphalt) adalah aspal yang disediakan alam dalam
bentuk emulsi. Dapat digunakan dalm keadaan panas maupun dingin. Aspal
emulsi dan cutback aspal umum digunakan pada campuran dingin atau pada
penyemprotan dingin.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 4
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Aspal keras / cement (AC)


Aspal semen pada temperatur ruang (250- 300) berbentuk padat. Aspal
semen terdiri dari beberapa jenis tergantung dari proses pembuatannya dan jenis
minyak bumi asalnya. Pengelompokan aspal semen dapat dilakukan berdasarkan
nilai penetrasi pada temperatur 250 ataupun berdasarkan atas nilai viskositasnya.
Di Indonesia, aspal semen biasanya dibedakan atas nilai penetrasinya yaitu:
1. AC pen 40/50, yaitu AC dengan penetrasi antara 40-50
2. AC pen 60/70, yaitu AC dengan penetrasi antara 60-70
3. AC pen 85/100, yaitu AC dengan penetrasi antara 85-100
4. AC pen 120/150, yaitu AC dengan penetrasi antara 120-150
5. AC pen 200/300, yaitu AC dengan penetrasi antara 200-300
Aspal semen dengan penetrasi rendah digunakan didaerah bercuaca panas
atau lalulintas dengan volume tinggi, sedangkan aspal semen dengan penetrasi
tinggi digunakan untuk daerah bercuaca dingin atau lalulintas dengan volume
rendah.
Di Indonesia pada umunya digunakan aspal semen dengan penetrasi 60/70
dan 80/100.

Aspal cair (cut back asphalt)


Aspal cair adalah campuran antara aspal semen dengan bahan pencair dari
hasil penyulingan minyak bumi. Dengan demikian cut back asphalt berbentuk cair
dalam temperature ruang.
Berdasarkan bahan pencairnya dan kemudahan menguap bahan pelarutnya,
aspal cair dibedakan atas :
2. RC (Rapid Curing Cutback)

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 5
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Merupakan aspal semen yang dilarutkan dengan bensin atau premium.


RC merupakan cutback aspal yang paling cepat menguap.
3. MC (Medium Curing cut back)
Merupakan aspal semen yang dilarutkan dengan bahan pencair yang lebih
kental seperti minyak tanah.
4. SC (Slow Curing cut back)
Merupakan aspal semen yang dilarutkan dengan bahan yang lebih kental
seperti Solar. Aspal jenis ini merupakan cutback aspal yang paling lama menguap.
Berdsarkan nilai Viskositas pada temperatur 600 C, cutback asphalt dapat
dibedakan atas:
RC 30-60 MC 30-60 SC 30-60
RC 70-140 MC 70-140 SC 70-140
RC 250-500 MC 250-500 SC 250-500
RC 800-1600 MC 800-1600 SC 8000-1600
RC 3000-6000 MC 3000-6000 SC 3000-6000

Aspal emulsi
Aspal emulsi adalah suatu cmpuran aspal dengan air dan bahan
pengemulsi.Berdasarkan muatan listrim yang dikandungnya,aspal emulsi dapat
dibedakan atas :
- Kationik, disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal yang bermuatan
arus listrik positif.
- Anionik, disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal emulsi yang
bermuatan arus listrik negatif.
- Nonianik, merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti
tidak menghantarkan listrik.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 6
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Yang umum digunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah aspal emulsi
anionik dan kationik.

Berdasarkan kecepatan pengerasannya aspal emulsi dapat dibedakan atas:


- Rapid Setting (RS), aspal yang mengandung sedikit bahan pengemulsi
sehingga pengikatan yang terjadi cepat.
- Medium Seting (MS).
- Slow Setting (SS), Jenis Aspal emulsi yang paling lambat menguap.

Aspal Buton
Aspal alam yang terdapat di Indonesia dan telah dimanfaatkan adalah aspal
dari pulau Buton. Aspal ini merupakan campuran antara bitumen dengan bahan
mineral lainnya dalam bentuk batuan. Karena aspal Buton merupakan bahan alam
maka kadar bitumen yang dikandungnya sangat bervariasi dari rendah sampai tinggi.
Berdasarkan kadar bitumen yang dikandungnya aspal Buton dapat dibedakan atas
B10, B13, B20, B25, dan B30 (Aspal buton adalah aspal dengan kadar bitumen rata-
rata 10%.

Komposisi Aspal
Aspal merupakan unsur Hydrokarbon yang sangat kompleks, sangat sukar
untuk memisahkan molekul-molekul yang membentuk aspal tersebut. Disamping itu
setiap sumber dari minyak bumi menghasilkan komposisi molekul yang berbeda
beda.
Komposisi dari aspal terdiri atas asphaltenes dan Maltenes. Asphaltenes
merupakan material berwarna hitam atau coklat tua yang tidak larut dalam
heptane.Maltenes larut dalam Heptane, merupakan cairan kental yang terdiri dari
Resins dan oils.Resins adalah cairan berwarna kuning atau coklat tua yang

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 7
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

membeikan sifat adhesi dari aspal, merupakan bagian yang mudah hilang atau
berkurang selama masa pelayanan jalan. Sedangkan oils yang berwarna lebih muda
merupakan media dari Asphaltenes dan Resins

Proporsi Asphaltenes, Resins, dan oils berbeda-beda tergantung dari banyak


faktor seperti kemungkinan beroksidasi, proses pembuatannya, ketebalan lapisan
aspal dalam campuran, dsb.

Sifat Aspal
Aspal yang digunakan pada konstruksi perkerasan jalan berfungsi sebagai:
1. Bahan pengikat, memberikan ikatan yang kuat antara aspal dan agregat dan
antara aspal itu sendiri.
2. Bahan pengemisi, mengisi rongga antara butir butir agregat dan pori pori
yang ada di agregat itu sendiri. Berarti aspal haruslah mempunyai daya tahan
(tidak cepat rapuh) terhadap cuaca, mempunyai adhesi dan kohesi yang baik
dan memberikan sifat elastis yang baik.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 8
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Daya Tahan (durability)


Daya tahan aspal adalah kemampuan aspal mempertahankan sifat asalnya
akibat pengaruh cuaca selama masa pelayanan jalan. Sifat ini merupakan sifat dari
campuran aspal, jadi tergantung dari sifat agregat, campuran dengan aspal, faktor
pelaksanaan,dsb. Meskipun demikian sifat ini dapat diperkirakan dari pemerikasaan
Thin Fil Oven Test (TFOT).

Adhesi dan Kohesi


Adhesi adalah kemampuan aspal untuk mengikat agregat sehingga dihasilkan
ikatan yang baik antara agregat dengan aspal. Kohesi adalah kemapuan aspal untuk
tetap mempertahankan agregat tetap ditempatnya setela terjadi pengikatan.

Kepekaan terhadap temperatur


Aspal adalah material yang termoplastis, berarti akan menjadi keras atau
lebih kental jika temperatur berkurang dan akan lunak atau lebih cair jika
temperatur bertambah. Sifat ini dinamakan kepekaan terhadap perubahan
temperatur. Kepekaan terhadap temperatur dari setiap hasil produksi aspal berbeda
beda tergantung dari asalnya walaupun aspal tersebut mempunyai jenis yang
sama.

Kekerasan Aspal
Aspal pada proses pencampuran dipanaskan dan dicampur dengan agregat
sehingga agregat dilapisi aspal atau aspal panas disiramkan ke permukaan agregat
yang telah disiapkan pada proses peleburan. Pada waktu proses pelaksanaan, terjadi
oksidasi yang menyebabkan aspal menjadi getas (viskositas bertambah tinggi).
Peristiwa perapuhan terus berlangsung setelah masa pelaksanaan selesai. Jadi
selama masa pelayanan aspal melayani oksidasi dan polimerisasi yang besarnya

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 9
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

dipengaruhi juga oleh ketebalan aspal yang menyelimuti agregat. Semakin tipis
lapisan aspal, semakin besar tingkat kerapuhan yang terjadi.
Pengaruh Alat Pemadat Gyropac dan Jumlah Tumbukan Terhadap
Karakteristik Fatigue dari Campuran Aspal Bergradasi Superpave
Dalam pekerjaan campuran beraspal panas, pemadatan merupakan salah satu
langkah pekerjaan yang memegang peranan. Pemadatan merupakan proses
pemampatan sehingga diperoleh kekuatan dan stabilitas serta rongga yang cukup
pada campuran beraspal. Pemadatan yang tidak memenuhi persyaratan dapat
menyebabkan kepadatan campuran beraspal tidak merata dan mudah retak yang
akhirnya akan mempengaruhi kinerja campuran beraspal yang dihasilkan, baik dari
segi umur pelayanan maupun dari segi pelayanan.
Hasil Penelitian laboratorium terhadap kepadatan campuran aspal bergradasi
superpave yang menggunakan alat Marshall dan Gyropac. Hasil kepadatan yang
diperoleh dibandingkan terhadap karekteristik fatigue dengan kontrol tegangan dan
pola pembebanan Sinusoidal digunakan untuk menyelidiki karakteristik fatigue.
Hasil perencanaan campuran menggunakan alat Marshall menghasilkan kepadatan
2,30 gr/cm3 dan kadar optimum 7,05% untuk 50 tumbukan,kepadatan 2,32 gr/cm 3
dan kadar aspal optimum 6,65% untuk 75 kali tumbukan.
Alat pemadat Gyropac memberikan pengaruh terhadap nilai VIM dari
campuran.Pengujian menggunakan alat pemadat Gyropac dibandingkan dengan alat
Marshall pada kepadatan yang sama, memberikan pengaruh terhadap rongga dalam
campuran (VIM). Untuk 50 tumbukan, kepadatan memberikan nilai VIM 4,79%
(Gyropac) dan 4,90% (Marshall). Sementara untuk 75 tumbukan, kepadatan
memberikan nilai VIM 4,35% (Gyropac) dan 4,52% (Marshall). Jadi alat pemadat
yropac memberikan nilai VIM yang lebih kecil dibandingkan dengan alat pemadat
Marshall.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 10
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Alat pemadat Gyropac memberikan pengaruh terhadap karakteristik Fatigue,


yaitu nilai modulus kekakuan awal (E0), Siklus umur retak (Ni), Umur keruntuhan (Nf),
siklus penjalaran retak (Np), dan tingkat penjalaran retak (rp). Pada umumnya nilai
nilai tersebut lebih tinggi bila dipadatkan dengan alat Gyropac dibandingkan dengan
alat pemadat Marshall.
(Kumpulan Abstrak Tesis Disertasi Doktor 2005, Master Theses from JBPTITBPP /
2007-04-17 13:02:58, Oleh : Ramli)

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 11
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

PEMERIKSAAN
PENETRASI BAHAN-BAHAN BITUMEN

A. Tujuan
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan penetrasi bitumen
keras atau lembek (solid dan semi solid) dengan memasukkan jarum penetrasi
ukuran tertentu, beban dan waktu tertentu kedalam bitumen pada suhu
tertentu.

B. Peralatan dan Bahan


1. Peralatan
Alat penetrasi yang dapat menggerakkan pemegang jarum tanpa gesekan
dan dapat mengukur penetrasi sampai 0,1 mm.
Pemegang jarum seberat (47,5 0,05)gr yang dapat dilepas dengan
mudah dari alat penetrasi untuk tanda.
Pemberat dari (50 0,05)gr dan (100 0,05)gr masing-masing digunakan
untuk mengukur penetrasi dengan bahan 100 dan 200gr.
Jarum penetrasi terbuat dari stainless mutu 440C atau NRC 54 60,
ujung jarum harus berbentuk kerucut terpancung.
Cawan contoh harus terbuat dari logan atau gelas berbentuk dari silinder
dengan dasar yang rata-rata berukuran sebagai berikut : penetrasi di
bawah 200 diameter 55 mm dan dalam 355 mm, untuk 200 300
diameter 70 dan dalam 45 mm.
Bak perendam. Terdiri dari bejana dengan isi tidak kurang dari 10 liter
dan dapat menahan suhu tertentu dengan ketelitian 0,1C, bejana
dilengkapi dengan plat dasar berlubang-lubang, terletak 50 mm di atas

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 12
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

dasar bejana dan tidak kurang dari 100 mm dibawah permukaan air
dalam bejana.
Tempat air untuk benda uji ditempatkan di bawah alat penetrasi, tempat
tersebut mempunyai isi tidak kurang dari 350 ml, dan tinggi yang cukup
untuk merendam benda uji tanpa bergerak.
Pengukur waktu. Untuk pengukuran penetrasi dengan tangan diperlukan
stopwatch dengan skala pembagian terkecil 0,1 detik atau kurang dan
kesalahan tertinggi 0,1 per 60 detik. Untuk pengukuran penetrasi dengan
alat otomatis kesalahan tersebut tidak lebih dari 0,1 detik.
Termometer
2. Bahan
Panaskan contoh perlahan-lahan serta aduklah hingga cukup air untuk dapat
dituangkan. Pemanasan contoh untuk ter tidak lebih dari 60C di atas titik
lembek, dan untuk bitumen tidak lebih dari 90C di atas titik lembek. Waktu
pemanasan tidak boleh lebih dari 30 menit. Aduklah perlahan-lahan agar
udara tidak masuk ke dalam contoh. Setelah contoh cair merata tuangkan
kedalam tempat contoh dan diamkan hingga dingin. Tinggi contoh dari
tempat tersebut tidak kurang dari angka penetrasi ditambah 10 mm. Buatlah
benda uji tutuplah benda uji agar bebas dari debu dan diamkan suhu ruang
selama 1 sampai 1 jam dan 1 sampai 2 jam untuk benda uji besar.

C. Prosedur Pelaksanaan
Letakkan benda uji dalam tempat air yang kecil dan masukkan tempat air
tersebut dalam bak perendam yang telah berada pada suhu yang telah
ditentukan. Diamkan dalam bak tersebut selama 1 sampai 1 jam dan 1
sampai 2 jam untuk benda uji besar.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 13
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Periksalah pemegang jarum agar jarum dipasang dengan baik dan bersihkan
jarum penetrasi dengan toluene atau pelarut lain. Kemudian jarum tersebut
dilap dengan lap bersih dan pasanglah jarum pada pemegang jarum.
Letakkan pemberat 50 gr di atas jarum untuk memp-eroleh beban sebesar
(100 0,1)gr.
Pindahkan tempat air dari bak perendam ke bawah alat penetrasi.
Turunkan jarum perlahan-lahan sehingga jarum tersebut menyentuh
permukaan benda uji. Kemudian aturlah angka 0 pada arloji penetrometer
sehingga jarum penunjuk berhimpit dengannya.
Lepaskan pemegang jarum dan serentak jalankan stopwatch selama jangka
waktu (5 0,1) detik.
Putarlah arloji penetrometer dan bacalah angka penetrasi yang berhimpit
dengan jarum penunjuk. Bulatkan hingga angka 0,1 mm.
Lepaskan jarum dari pemegang jarum dan siapkan alat penetrasi untuk
pekerjaan selanjutnya.
D. Analisa Perhitungan

X - X12
SX =
n(n - 1)
Keterangan :
X = jumlah masing-masing percobaan
X1 = jumlah rata-rata
n = jumlah percobaan
Sx = nilai standar deviasi

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 14
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN PENETRASI

Jenis Material : ASPAL PEN. 60/70 EX. PERTAMINA


Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Penetrasi pada suhu 250 C


I II III IV V
100 gram, 5 detik
Pengamatan
1 104 66 67 56 85

2 81 65 87 75 27

3 69 60 86 72 56

4 68 84 96 84 95

5 74 90 105 88 93

79.2 73 88.2 75 71.2


Rata - rata
77.32

Kendari, Mei 2010


Teknisi Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 15
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PENETRASI ASPAL SEBELUM KEHILANGAN BERAT

(79.2 + 73 + 88.2 + 75 + 71.2)


Rata-rata =
5
= 77.32

SX = (79.2 - 77.32)2 + (73 - 77.32)2 + (88.2 - 77.32)2 + (75 - 77.32)2 + (71.2 - 77.32)2
5 (5 - 1)

= 0.677141
X1 = X - SX = 76.64286

X2 = X + SX = 77.99714

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 16
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

CAWAN ALAT PENETRASI

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 17
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

PEMERIKSAAN
BERAT JENIS ASPAL
A. Tujuan
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat jenis aspal dan
ter dengan menggunakan piknometer. Berat jenis ter dan aspal adalah
perbandingan antara berat jenis aspal atau ter dan berat air suling dengan
volume yang sama.
B. Peralatan dan Bahan
1. Peralatan
Termometer
Bak perendam yang dilengkapi dengan pengatur suhu dengan ketelitian
(25 0,1C)
Piknometer
Bejana gelas
Alat pengaduk
Neraca dengan ketelitian 1 mg
2. Bahan
Bitumen keras atau ter
Air suling sebanyak 1000 cm
C. Prosedur Pelaksanaan
Sebanyak 50 gram bitumen keras atau ter dipanas sampai mencair, untuk
mencegah pemansan setempat contoh diaduk perlahan, pemanasan tidak
melebihi dari 30 menit dengan suhu 56C di atas titik lembek.
Tuangkan contoh tersebut ke dalam piknometer yang telah kering hingga
terisi bagian.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 18
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Bejana diisi dengan air sehingga diperkirakan bagian atas piknometer yang
terendam 40 ml, kemudian rendam dan jepitlah bejana tersebut dalam bak
perendam sehingga terendam (minimal 100 ml) pada suhu 25C.
Keringkan, bersihkan dan timbang piknometer dengan ketelitian 1 mg.
Bejana diangkat dari bak perendam dan isilah piknometer dengan air
kemudian tutuplah piknometer tanpa ditekan.
Bejana berisi piknometer diletakkan ke dalam bak perendam, sekurang-
kurangnya 30 menit bejana tersebut didiamkan dalam bak perendam
kemudian angkatlah bejana dan keringkan dengan lap. Timbang piknometer
dengan ketelitian 1 mg.
Tuangkan benda uji ke dalam piknometer yang telah kering sehingga terisi
bagian.
Piknometer dibiarkan sampai dingin, waktu tidak kurang dari 40 menit dan
timbanglah dengan penutupnya dengan ketelitian 1 mg.
Isikan piknometer yang berisi benda uji dengan air dan tutuplah tanpa tekan,
diamkan agar gelembung udara keluar.
Angkat bejana dari bak dan letakkan piknometer di dalamnya dan kemudian
penutup ditekan hingga rapat.
D. Analisa Perhitungan
(C - A)
B.J =
(B - A) - (D - C)

Keterangan :
A = berat piknometer dengan penutup
B = berat pioknometer berisi air
C = berat piknometer berisi aspal
D = berat piknometer berisi aspal dan air

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 19
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN BERAT JENIS ASPAL

Jenis Material : ASPAL PEN. 60/70 EX. PERTAMINA


Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Parameter Pemeriksaan
1. Berat Picnometer Kosong + Contoh (Gram) 106.10
2. Berat Picnometer Kosong (Gram) 56.60
a. Berat Contoh (1 - 2) 49.50
3. Berat Picnometer Kosong + Air (Gram) 121.80
b. Berat air (3 - 2) (Gram) 65.20
4. Berat Picnometer Kosong + Contoh + Air (Gram) 157.30
5. Berat Picnometer Kosong + Contoh (Gram) 92.10
c. Isi Air (4 - 5) (Gram) 65.20
d. Isi contoh (4 - 3) 35.50
Perhitungan :
Berat Contoh
Berat Jenis =
Isi Contoh

= 1.39

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 20
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PEMERIKSAAN BERAT JENIS ASPAL

Dari percobaan diperoleh data sebagai berikut :

1. Berat Picnometer Kosong + Contoh = 106.10 gram

2. Berat Picnometer Kosong = 56.60 gram

a. Berat Contoh (1 - 2) = 106.10 - 56.60


= 49.5 gram

3. Berat Picnometer Kosong + Air = 121.80 gram

b. Berat air (3 - 2) = 121.80 - 56.60


= 65.20 gram

4. Berat Picnometer Kosong + Contoh + Air = 157.30 gram

5. Berat Picnometer Kosong + Contoh = 92.10

c. Isi Air (4 - 5) = 157.30 - 92.10


= 65.20 gram

d. Isi contoh (4 - 3) = 35.50 gram

Berat Contoh
Berat Jenis Contoh =
Isi Contoh

= 1.39 gr / cc

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 21
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

WATER BATH PIKNOMETER

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 22
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

PEMERIKSAAN
KELEKATAN ASPAL PADA BATUAN
1. Tujuan
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menetapkan kelekatan aspal pada batuan
dalam air.

2. Peralatan dan Bahan


1. Peralatan
Botol bermulut besar, dengan isi 1000 cm.
Oven yang suhunya dapat diukur konstan (150 5)C.
2. Bahan
Batu-batu putih (silikat) dengan ukuran butir tertahan pada saringan 19 mm dan
lolos saringan 32 mm.
Air suling pH 6 7 kira-kira 2000 cm.
C. Prosedur Pelaksanaan
Silikat kira-kira 1000 gr disuse dengan air suling kemudian dikeringkan pada suhu
125C selama 5 jam dan didiamkan selama 24 jam pada suhu ruang, kemudian batu
disimpan dalam tempat tertutup.
Ambilah dari batuan tersebut sebanyak 500 gram dan dipanaskan pada suhu 40C.
Silikat tersebut dicampur dengan 25 gr aspal cair atau 30 gr ter selama 5
menit dengan suhu 70C.
Letakkan benda uji tersebut dalam botol yang tersedia dan tutuplah botol
tanpa tekanan.
Setelah 30 menit isilah botol dengan air suling pada suhu ruang sehingga
benda uji terendam seluruhnya, kemudian botol tersebut diletakkan dalam
oven pada suhu 40 C.
Setelah 3 jam. Angkat botol tersebut dari oven kemudian perkirakan luas silikat yang
masih terselimuti aspal.
Program Studi S-1 Teknik Sipil
Universitas Haluoleo 23
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

HASIL PEMERIKSAAN KELEKATAN ASPAL PADA BATUAN

Jenis Material : ASPAL PEN. 60/70 EX. PERTAMINA, SPLIT


Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

No. % Kelekatan Aspal


1 100%
2 100%
3 100%
4 100%
5 100%
6 100%
7 100%
8 100%
9 100%
10 100%
11 100%
12 100%
13 100%
14 100%
15 100%
16 100%
Rata-rata 100%

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 24
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PENCAMPURAN ASPAL DAN SILIKAT

PERENDAMAN BENDA UJI

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 25
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

PEMERIKSAAN
KEHILANGAN BERAT ASPAL

A. Tujuan
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menetapkan penurunan berat
minyak dan aspal dengan cara pemanasan dan tebal tertentu.

B. Peralatan dan Bahan


1. Peralatan
Thermometer
Oven yang dilengkapi dengan :
- Pengatur suhu untuk memanasi sampai (180 1)C.
- Pinggan logam berdiameter 25 mm, menggantung dalam oven. Pada
poros vertical dan berputar dengan kecepatan 5 6 putaran
permenit.
Cawan, logam atau gelas berbentuk silinder, dengan dasar yang rata.
Ukuran dalam diameter 55 mm dan tinggi 35 mm.
Neraca analitik, dengan kapasitas (200 0,001)gr.
2. Bahan
Persiapan, aduklah contoh minyak atau aspal serta panaskan bila perlu
untuk mendapatkan campuran yang merata.
Tuangkan contoh kira-kora (50 0,5)gr ke dalam cawan setelah dingin
timbanglah dengan ketelitian 0,001 gr.
Benda uji yang diperiksa harus bebas air.
Siapkan benda uji ganda (duplo).

C. Prosedur Pelaksanaan
Letakkan benda uji di atas pinggan setelah oven mencapai suhu (163 1)C.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 26
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Pasanglah thermometer pada dudukannya sehingga terletak pada jarak 1,9


cm dari pinggir pinggan dengan ujung 6 mm dari atas pinggan.
Ambillah benda uji dari oven setelah 5 jam 15 menit.
Dinginkan benda uji pada suhu ruang, kemudian timbanglah dengan
ketelitian 0,01 gr.

D. Analisa Perhitungan
(A - B)
Penurunan berat = 100%
A
Keterangan :
A = berat sebelum di oven
B = Berat setelah di oven

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 27
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN KEHILANGAN BERAT ASPAL

Jenis Material : ASPAL PEN. 60/70 EX. PERTAMINA


Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Uraian I II III

Aspal Aspal + Cawan (Gram) 74.55 74.30 77.50

Cawan Kosong (Gram) 18.55 18.20 18.30

Aspal Keras (Gram) 57.35 56.10 59.20

Berat Sebelum Pemanasan (Gram) 57.35 56.10 59.20

Berat Sesudah Pemanasan (Gram) 57.12 55.85 59.12

Kehilangan Berat (Gram) 0.23 0.25 0.08

% Kehilangan Berat (%) 0.40 0.45 0.14

Rata-Rata (%) 0.33

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719
Program Studi S-1 Teknik Sipil
Universitas Haluoleo 28
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PEMERIKSAAN KEHILANGAN BERAT ASPAL

I. Berat Cawan kosong = 18.55


Berat Sebelum Pemanasan = 57.35
Berat sesudah pemanasan = 57.12
Kehilangan berat = 0.23
0.23
% kehilangan berat = x 100 %
57.35

= 0.401046

II. Berat Cawan kosong = 18.2


Berat Sebelum Pemanasan = 56.1
Berat sesudah pemanasan = 55.85
Kehilangan berat = 0.25
0.25
% kehilangan berat = x 100 %
56.1

= 0.445633

III. Berat Cawan kosong = 18.3


Berat Sebelum Pemanasan = 59.2
Berat sesudah pemanasan = 59.12
Kehilangan berat = 0.08
0.08
% kehilangan berat = x 100 %
59.2

= 0.135135

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 29
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

POWER SOURCE

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 30
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

PEMERIKSAAN
DAKTALITAS ASPAL

A. Tujuan
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengukur jarak terpanjang yang
dapat ditarik antara dua cetakan yang berisi aspal keras sebelum putus, pada
suhu dan kecepatan tertentu.

B. Peralatan dan Bahan


1. Peralatan
Termometer yang sesuai
Bak perendam isi 10 liter yang dapat menjaga suhu tertentu selama
pengujian dengan ketelitian 0,1C dan benda uji dapat direndam
sekurang-kurangnya 10 cm di bawah permukaan air. Bak tersebut
dilengkapi dengan plat yang berlubang diletakkan 5 cm dari dasar bag
perendam untuk meletakkan benda uji.
Cetakan daktalitas kuningan.
Mesin uji dengan ketentuan sebagai berikut :
- Dapat menarik benda uji dengan kecepatan yang tetap.
- Dapat menjaga benda uji tetap terendam dan tidak menimbulkan
getaran selama pemeriksaan.
Methyil alcohol dan klorida teknik.

2. Bahan (Benda Uji)


Lapisi semua bagian dalam cetakan daktalitas dan bagian atas plat dasar
dengan campuran glycerin dan dextrin atau glycerin dan talk atau
glycerin dan kaolin atau amalgan.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 31
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Panaskan contoh aspal kira-kira 100 gr sehingga cair dapat dihitung.


Untuk menghindari pemanasan setempat dengan hati-hati pemanasan
dilakukan dengan suhu antara 80C - 100C di atas titik lembek.
Kemudian contoh disaring pada saringan No. 50 dan setelah diaduk
dituangkan dalam cetakan.
Pada waktu mengisi cetakan, contoh dituang hati-hati dari ujung-keujung
hingga penuh berlebihan.
Dinginkan cetakan pada suhu ruang selama 30 -40 menit telah disiapkan
pada suhu pemeriksaan (sesuai dengan apesifikasi) selama 30 menit.
Kemudian ratakan contoh yang berlebihan dengan pisau atau spatula
yang panas hingga cetakan terisi penuh dan rata.

C. Prosedur Pelaksanaan
Benda uji didiamkan pada suhu 25C dalam bak peendam selama 85 sampai
95 menit, kemudian lepaskan benda uji dari plat dasar dan sisi cetakannya.
Pasanglah benda uji pada plat atau mesin dan tariklah benda uji dengan
kecepatan 5 cm/menit sampai benda uji putus. Perbedaan kecepatan lebih
kurang 5 % masih di izinkan. Bacalah pada jarak antara pemegang cetakan
pada saat benda uji putus (dalam cm) selama percobaan berlangsung benda
uji harus selalu terendam sekurang-kurangnya 2,5 cm dari air dan suhu harus
dipertahankan tetap (25 0,5) C.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 32
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN DAKTALITAS ASPAL

Jenis Material : ASPAL PEN. 60/70 EX. PERTAMINA


Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Daktilitas Pada Pembacaan Pengukur


250 C 5 cm/menit Alat

Pengamatan I 158.4 Cm

Pengamatan II 158.4 Cm

Rata-rata 158.4 Cm

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 33
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

MESIN UJI DAKTALITAS

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 34
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

CETAKAN DAKTILITAS BENDA UJI PUTUS

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 35
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

PEMERIKSAAN
ANALISA SARINGAN

A. Tujuan
Pemeriksaan ini dimaksud untuk menetukan pembagian butir (gradasi)
agregat halus dan agregat kasar dengan menggunakan saringan.

B. Peralatan dan Bahan


1. Peralatan
a. Timbangan / Neraca dengan ketelitian 0,2 % dari benda uji
b. Satu set saringan dengan ukuran , , 3/8, No.4, No. 8, No. 30, No.
50, No. 100, No. 200, dan PAN.
c. Mesin pengguncang saringan
d. Oven yang dilengkapi pengatur suhu untuk memanasi sampai (110 5)0C
e. Alat pemisah contoh
f. Talang
g. Kuas, Sikat kuningan, sendok dan lain-lain
2. Bahan
Benda uji diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempat.
- Agregat halus (pasir)
- Agregat kasar
- Abu batu

C. Prosedur Pelaksanaan
Benda uji dikeringkan didalam oven dengan suhu (110 5) 0C, sampai berat
tetap.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 36
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Timbang berat masing-masing saringan.


Susun timbangan dengan ukuran saringan paling besar ditempatkan paling
atas. Saring benda uji ke dalam saringan, saringan diguncang dengan mesin
pengguncang selama 15 menit.
Timbang kembali saringan beserta beda uji yang telah diguncang.

D. Analisa Perhitungan
Hitung persentase berat benda uji yang tertahan diatas masing masing
saringan terhadap berat total benda uji.
Berat tertahan = berat tertahan pada tiap-tiap saringan
Jumlah berat tertahan = berat tertahan pada saringan
Jumlahberattertahan
Jumlah % tertahan = 100%
Beratmater ial
Persen lolos = 100 % - Jumlah % tertahan

E. Pelaporan
Laporan meliputi :
a. Jumlah persentase melalui masing-masing saringan dengan jumlah
persentase di atas masing-masing saringan bilangan bulat.
b. Grafik Akumulatif.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 37
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS


Jenis Material : Pasir
Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Material 1000 gram


Lubang
No Berat Jumlah Berat % Kumulatif % Kumulatif
Ayakan
Tertahan Tertahan Tertahan Lolos
1 1 1/2" 0 0 0 100
2 3/4" 0 0 0 100
3 1/2" 0 0 0 100.00
4 3/8" 0 0 0 100.00
5 No. 4 0 0 0 100.00
6 No. 8 0.5 0.5 0.05 99.95
7 No. 30 488 488.5 48.85 51.15
8 No. 50 201.1 689.6 68.96 31.04
9 No. 100 191.1 880.7 88.07 11.93
10 No. 200 83.1 963.8 96.38 3.62

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 38
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS
Berat Awal sampel Agregat = 1000 gram
Nomor Saringan = 3/4 "
Berat tertahan = 0 gram
Jumlah berat tertahan = 0 gram
0
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0% = 100%

Nomor Saringan = 1/2 "


Berat tertahan = 0 gram
Jumlah berat tertahan = 0 + 0 = 0 gram
0
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0.0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0.0% = 100.00%

Nomor Saringan = 3/8 "


Berat tertahan = 0 gram
Jumlah berat tertahan = 0 + 0 = 0.00 gram
0
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0.0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0.0% = 100.00%

Nomor Saringan = No. 4


Berat tertahan = 0 gram
Jumlah berat tertahan = 0 + 0.00 = 0.00 gram
0
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0.0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0.0% = 100.00%

Nomor Saringan = No. 8


Berat tertahan = 0.5 gram
Jumlah berat tertahan = 0.5 + 0.00 = 0.50 gram
0.5
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0.1%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0.1% = 99.95%
Program Studi S-1 Teknik Sipil
Universitas Haluoleo 39
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Nomor Saringan = No. 30


Berat tertahan = 488 gram
Jumlah berat tertahan = 488 + 0.50 = 488.50 gram
488.5
% kumulatif tertahan = x 100 % = 48.9%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 48.9% = 51.15%

Nomor Saringan = No. 50


Berat tertahan = 201.1 gram
Jumlah berat tertahan = 201.1 + 488.50 = 689.60 gram
689.6
% kumulatif tertahan = x 100 % = 68.96%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 69.0% = 31.04%

Nomor Saringan = No. 100


Berat tertahan = 191.1 gram
Jumlah berat tertahan = 191.1 + 689.60 = 880.70 gram
880.7
% kumulatif tertahan = x 100 % = 88.07%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 88.1% = 11.93%

Nomor Saringan = No. 200


Berat tertahan = 83.1 gram
Jumlah berat tertahan = 83.1 + 880.70 = 963.80 gram
963.8
% kumulatif tertahan = x 100 % = 96.38%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 96.4% = 3.62%

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 40
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS


Jenis Material : Abu Batu
Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Material 1000 gram


Lubang
No Berat Jumlah Berat % Kumulatif % Kumulatif
Ayakan
Tertahan Tertahan Tertahan Lolos
1 1 1/2" 0 0 0 100
2 3/4" 0 0 0 100
3 1/2" 0 0 0 100.00
4 3/8" 0 0 0 100.00
5 No. 4 0.1 0.1 0.01 99.99
6 No. 8 18.8 18.9 1.89 98.11
7 No. 30 281.9 300.8 30.08 69.92
8 No. 50 229.9 530.7 53.07 46.93
9 No. 100 295.7 826.4 82.64 17.36
10 No. 200 125.1 951.5 95.15 4.85

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 41
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS
Berat Awal sampel Agregat = 1000 gram
Nomor Saringan = 3/4 "
Berat tertahan = 0 gram
Jumlah berat tertahan = 0 gram
0
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0% = 100%

Nomor Saringan = 1/2 "


Berat tertahan = 0 gram
Jumlah berat tertahan = 0 + 0 = 0 gram
0
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0.0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0.0% = 100%

Nomor Saringan = 3/8 "


Berat tertahan = 0 gram
Jumlah berat tertahan = 0 + 0 = 0.00 gram
0
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0.0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0.0% = 100%

Nomor Saringan = No. 4


Berat tertahan = 0.1 gram
Jumlah berat tertahan = 0.1 + 0.00 = 0.10 gram
0.1
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0.0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0.0% = 99.99%

Nomor Saringan = No. 8


Berat tertahan = 18.8 gram
Jumlah berat tertahan = 18.8 + 0.10 = 18.90 gram
18.9
% kumulatif tertahan = x 100 % = 1.9%
1000

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 42
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Nomor Saringan = No. 30


Berat tertahan = 281.9 gram
Jumlah berat tertahan = 281.9 + 18.90 = 300.80 gram
300.8
% kumulatif tertahan = x 100 % = 30.1%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 30.1% = 69.92%

Nomor Saringan = No. 50


Berat tertahan = 229.9 gram
Jumlah berat tertahan = 229.9 + 300.80 = 530.70 gram
530.7
% kumulatif tertahan = x 100 % = 53.07%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 53.1% = 46.93%

Nomor Saringan = No. 100


Berat tertahan = 295.7 gram
Jumlah berat tertahan = 295.7 + 530.70 = 826.40 gram
826.4
% kumulatif tertahan = x 100 % = 82.64%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 82.6% = 17.36%

Nomor Saringan = No. 200


Berat tertahan = 125.1 gram
Jumlah berat tertahan = 125.1 + 826.40 = 951.50 gram
951.5
% kumulatif tertahan = x 100 % = 95.15%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 95.2% = 4.85%

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 43
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


Jenis Material : Split
Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Material 1000 gram


Lubang
No Berat Jumlah Berat % Kumulatif % Kumulatif
Ayakan
Tertahan Tertahan Tertahan Lolos
1 1 1/2" 0 0 0 100
2 3/4" 0 0 0 100
3 1/2" 197 197 19.7 80.30
4 3/8" 495.3 692.3 69.23 30.77
5 No. 4 293 985.3 98.53 1.47
6 No. 8 3.1 988.4 98.84 1.16
7 No. 30 1.3 989.7 98.97 1.03
8 No. 50 1 990.7 99.07 0.93
9 No. 100 2 992.7 99.27 0.73
10 No. 200 1.9 994.6 99.46 0.54

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 44
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR

Berat Awal sampel Agregat = 1000 gram


Nomor Saringan = 3/4 "
Berat tertahan = 0 gram
Jumlah berat tertahan = 0 gram
0
% kumulatif tertahan = x 100 % = 0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 0% = 100%

Nomor Saringan = 1/2 "


Berat tertahan = 197 gram
Jumlah berat tertahan = 197 + 0 = 197 gram
197
% kumulatif tertahan = x 100 % = 19.7%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 19.7% = 80.30%

Nomor Saringan = 3/8 "


Berat tertahan = 495.3 gram
Jumlah berat tertahan = 495.3 + 197 = 692.30 gram
692.3
% kumulatif tertahan = x 100 % = 69.2%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 69.2% = 30.77%

Nomor Saringan = No. 4


Berat tertahan = 293 gram
Jumlah berat tertahan = 293 + 692.30 = 985.30 gram
985.3
% kumulatif tertahan = x 100 % = 98.5%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 98.5% = 1.47%

Nomor Saringan = No. 8


Berat tertahan = 3.1 gram
Jumlah berat tertahan = 3.1 + 985.30 = 988.40 gram
988.4
% kumulatif tertahan = x 100 % = 98.8%
1000

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 45
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

% kumulatif lolos = 100% - 98.8% = 1.16%


Nomor Saringan = No. 30
Berat tertahan = 1.3 gram
Jumlah berat tertahan = 1.3 + 988.40 = 989.70 gram
% kumulatif tertahan = 989.7 x 100 % = 99.0%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 99.0% = 1.03%

Nomor Saringan = No. 50


Berat tertahan = 1 gram
Jumlah berat tertahan = 1 + 989.70 = 990.70 gram
990.7
% kumulatif tertahan = x 100 % = 99.07%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 99.1% = 0.93%

Nomor Saringan = No. 100


Berat tertahan = 2 gram
Jumlah berat tertahan = 2 + 990.70 = 992.70 gram
992.7
% kumulatif tertahan = x 100 % = 99.27%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 99.3% = 0.73%

Nomor Saringan = No. 200


Berat tertahan = 1.9 gram
Jumlah berat tertahan = 1.9 + 992.70 = 994.60 gram
994.6
% kumulatif tertahan = x 100 % = 99.46%
1000
% kumulatif lolos = 100% - 99.5% = 0.54%

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 46
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 47
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT KASAR

Jenis Material : Split.


Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Parameter Perc. I Perc. II Rata-rata


A. Berat Benda Uji Kering Oven (gram) 1000.00 1000.00 1000.00
B. Berat Benda Uji Kering Permukaan jenuh (gram) 1031.53 1035.71 1033.62
C. Berat Benda Uji didalam Air (gram) 617.52 618.73 618.13
@ Apparent Specifik Gravity 2.61 2.62 2.62
@ Bulk Specifik on Dry Basic 2.42 2.40 2.41
@ Bulk Specifik on SSD Basic 2.49 2.48 2.49
@ Prosentage Water Absorbtion 3.15 3.57 3.36

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 48
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PEMERIKSAAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT KASAR

Apparent Specific Gravity = { A / (A - C )}


= { 1000 / ( 1000 - 618.125 ) }
= 2.62 gram

Bulk Specific Gravity on Dry Basic = {A/(B-C)}


= { 1000 / ( 1033.6 - 618.13 ) }
= 2.41 gram

Bulk Specific Gravity on SSD Basic = {B/(B-C)}


= { 1033.6 / ( 1033.6 - 618.13 ) }
= 2.49 gram

Prosentage Water Absorption = { ( B - A ) / A } x 100


= { ( 1033.6 - 1000 ) / 1000 } x 100
= 3.36 gram

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 49
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT HALUS

Jenis Material : Pasir.


Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Parameter Perc. I Perc. II Rata-rata


A. Berat Picnometer (gram) 56.00 56.60 56.30
B. Berat Contoh SSD di Udara (gram) 101.10 84.00 92.55
C. Berat Picnometer + Air + Contoh (gram) 216.10 208.40 212.25
D. Berat Picnometer + Air (gram) 155.50 158.70 157.10
E. Berat Contoh Kering (gram) 98.20 80.30 89.25
@ Apparent Specifik Gravity 2.61 2.62 2.62
@ Bulk Specifik on Dry Basic 2.42 2.34 2.38
@ Bulk Specifik on SSD Basic 2.50 2.45 2.47
@ Prosentage Water Absorbtion 2.95 4.61 3.78

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 50
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PEMERIKSAAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT HALUS

Apparent Specific Gravity = { E / (E + D - C )}


= { 89.25 / ( 92.55 + 157.1 - 212.25 ) }
= 2.62 gram

Bulk Specific Gravity on


Dry Basic = { E / (B + D - C )}
= { 92.55 / ( 92.55 + 157.1 - 215.25 ) }
= 2.38 gram

Bulk Specific Gravity on


SSD Basic = { B / (B + D - C )}
= { 92.55 / ( 92.55 + 157.1 - 212.25 ) }
= 2.47 gram

Prosentage Water Absorption = { ( B - E ) / E } x 100


= { ( 92.55 - 89.25 ) / 89.25 } x 100
= 3.78 gram

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 51
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

PEMERIKSAAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT HALUS

Jenis Material : Abu Batu


Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

Rata-
Parameter Perc. I Perc. II rata
A. Berat Picnometer (gram) 57.50 91.50 74.50
B. Berat Contoh SSD di Udara (gram) 108.00 253.50 180.75
C. Berat Picnometer + Air + Contoh (gram) 220.48 493.11 356.80
D. Berat Picnometer + Air (gram) 157.70 340.20 248.95
E. Berat Contoh Kering (gram) 102.10 248.50 175.30
@ Apparent Specifik Gravity 2.60 2.60 2.60
@ Bulk Specifik on Dry Basic 2.26 2.47 2.36
@ Bulk Specifik on SSD Basic 2.39 2.52 2.45
@ Prosentage Water Absorbtion 5.78 2.01 3.90

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 52
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
PEMERIKSAAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT HALUS

Apparent Specific Gravity = { E / (E + D - C )}


= { 175.3 / ( 175.3 + 248.95 - 356.8 )}
= 2.60 gram

Bulk Specific Gravity on Dry


Basic = { E / (B + D - C )}
= { 175.3 / ( 180.75 + 248.95 - 356.8 )}
= 2.40 gram

Bulk Specific Gravity on SSD


Basic = { B / (B + D - C )}
= { 175.3 / ( 180.75 + 248.95 - 356.8 ) }
= 2.48 gram

Prosentage Water
Absorption = { ( B - E ) / E } x 100
= { ( 180.75 - 175.3 ) / 175.3 } x 100
= 3.11 gram

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 53
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

PERHITUNGAN BERAT JENIS AGREGAT

Split Pasir Abu Batu


Berat Jenis
43.35% 41.65% 15%

Berat jenis Dry 2.41 2.38 2.36

Berat jenis SSD 2.49 2.47 2.45

Berat jenis Dry = ( 43.35% x 2.41 ) + ( 41.65% x 2.38 ) + ( 15% x 2.36 )

= 2.39

Berat Jenis SSD = ( 43.35% x 2.49 ) + ( 41.65% x 2.47 ) + ( 15% x 2.45 )

= 2.48

Berat Jenis Efektif = Berat Jenis Dry + Berat Jenis SSD


2

= 2.39 + 2.48
2

= 2.43

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 54
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

MIX DESIGN ASPAL

A. Tujuan
Untuk menentukan komposisi campuran bahan bitumen dengan suhu,
waktu pemanasan tertentu.

B. Peralatan dan Bahan


1. Peralatan
Cetakan bahan percobaan berdiameter 10,16 cm (4) dengan tinggi 7,62
cm (3) yang dilengkapi dengan pelat alat dan leher sambung.
Penumbuk yang mempunyai permukaan tumbuk yang rata berbentuk
silinder, dengan tinggi jatuh bebas 45,75 cm.
Landasan pemadat yang berbentuk balok kayu yang dilengkapi dengan
plat baja berukuran 30 x 30 2,5 cm.
Peralatan Marshall Test, yang terdiri dari :
- Breaking Head (Kepala Penekan) berbentuk lengkung.
- Cincin penguji yang berkapasitas 2500 kg (5000 pound) dengan
ketelitian 12,5 kg (25 pound) yang dilengkapi dengan dial.
Bak perendam yang dilengkapi pengatur suhu minimum 20C.
Oven yang dilengkapi pengatur suhu sampai (110 5)C.
Perlengkapan bantuan lainnya : talam-talam untuk memanaskan.

2. Bahan
Agregat kasar ( batu pecah)
Agregat halus (pasir)
Filler (abu batu)
Modifier (oli bekas, minyak tanah, asphalt cement)

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 55
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

C. Pembuatan Benda Uji


Masing-masing agregat ditimbang sesuai dengan besarnya persentase
perbandingan komposisi agrat, kemudian dikalikan terhadap berat tertahan
agregat untuk setiap benda uji. Berat total untuk setiap benda uji adalah
1200 gram.
Campuran agregaat dipanaskan sampai mencapai suhu 150C dalam talam
pencampuran.
Aspal dicairkan pada suhu 130C - 150C, kenudian secara perlahan sesuai
dengan berat yang telah ditetapkan ke dalam talam pencampur.
Aduk sampai homogen dan terlihat seluruh permukaan agregat tertutup oleh
aspal. Suhu selama pengadukan adonan atau spesi aspal diusahakan tetap
dipertahankan 150C, hal ini dikontrol dengan thermometer aspal.
Adonan atau spesi dipindahkan ke dalam mould (ring) yang pada dasarnya
diletakkan kertas saringan yang digunting sesuai dengan diameternya
kemudian ditusuk dengan spatula (sendok semen) pada bagian sisi mould
sebanyak 15x keliling dan 10x bagian dalamnya. Ini dimaksudkan agar tidak
timbul segresi butir-butir kasar pada adonan tersebut. Suhu pada saat
pemanasan campuran ini dibuat dengan berbagai bahan variasi suhu yang
akhirnya nanti untuk melihat pengaruhnya terhadap kadar aspal optimum
campuran dan nilai stabilitas yang dihasilkan.
Kemudian dilakukan penumbukan sebanyak 75x tumbukan pada bagian-
bagian sisi atas dan bawah mould.
Dalam membuat benda uji (briket) dengan persentase aspal yang berbeda-
beda.
Benda uji yang telah didinginkan dikeluarkan dari mould.
Dibersihkan benda uji dari kotoran yang menempel.

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 56
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Diberikan tanda pengenal sesuai dengan persentase kadar aspalnya.


Timbang benda uji.
Rendam benda uji dalam air kira-kira 24 jam, benda uji tadi ditimbang dalam
air dan beratnya ditetapkan untuk mendapatkan isi.
Benda uji diangkat dan dilap dengan kain lap sampai mencapai keadaan
kering permukaan jenuh (SSD) atau saturated surface dry kemudian
ditimbang dalam keadaan SSD beratnya ditetapkan.
Rendam benda uji tersebut di dalam bak perendam yang diatur suhunya
dengan suhu 60C selama 30 40 menit.
Kemudian benda uji dipindahkan dan diletakkan pada alat marshall test siap
untuk dilakukan percobaan tekan. Sebelum percobaan dimulai seluruh alat
marshall di kontrol.
D. Pengetesan Benda Uji
Benda uji yang telah dikeluarkan dalam bak perendam, dimasukkan ke dalam sinsin
penjepit dan selanjutnya diletakkan di atas piston penekan.
Sebelum pembebanan dilakukan, kepal penelakn beserta benda uji dinaikkan hingga
menyentuh alas cincin penjepit.
Pada cincin penjepit dipasang dial (arloji pembacaan kelelehan = flow), jarum
dial disetel pada angka nol.
Diusahakan dasar dari pada cincin penjepit tepat ditengah-tengah sisi piston.
Dial stabilitas disetel pada angka nol. Perlu diketahui bahwa dial stabilitas
dipasang pada proving ring yang telah ditentukan nomornya.
Benda uji dalam kondisi ini telah siap untuk diadakan percobaan tekan, kemudian
mesin dijalankan dengan membuka aliran strom motor penggerak. (on).
Pengamatan seperti bioasanya dilakukan oleh dua orang. Satu mengawasi dial flow
yang lain mengamati dial stabilitas. Perlu juga diketahui bahwa benda uji dari bak
perendam air sampai beban maksimum tidak boleh lebih dari 30 detik.
Program Studi S-1 Teknik Sipil
Universitas Haluoleo 57
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

RENCANA CAMPURAN / MIX DESIGN ASPAL


Jenis Material : ASPAL PEN. 60/70 EX. PERTAMINA, Abu Batu, Pasir, Split.
Dikerjakan : Kelompok III
Tgl. Percobaan : Mei 2010

No. Persen Lolos Saringan Split Pasir Abu Batu Total


Spec.
Saringan Split Pasir Abu Batu 43.35% 41.65% 15% Mix

3/4" 100 100 100 43.35 41.65 15 100 100

1/2" 80.3 100 100 34.81 41.65 15 91.46 67 - 100

3/8" 30.77 100 100 13.339 41.65 15 69.989 51 - 74

No. 4 1.47 100 99.99 0.637 41.65 14.999 57.286 43 - 65

No. 8 1.16 99.95 98.11 0.503 41.629 14.717 56.849 38 - 57

No. 30 1.03 51.15 69.92 0.447 26.419 10.488 37.354 16 - 50

No. 50 0.93 31.04 46.93 0.403 12.928 7.039 20.37 12 - 40

No. 100 0.73 11.93 17.36 0.316 4.969 2.604 7.889 7 - 18

No. 200 0.54 3.62 4.85 0.235 1.508 0.7275 2.47 3-8

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 58
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

ANALISA PERHITUNGAN
RENCANA PENCAMPURAN /MIX DESIGN

Dalam percobaan ini, Variasi Kadar Aspal Adalah : 5 % ; 5,5 % ; 6 % ; 6,5 % ; 7 %


Setiap contoh (bricket) dibuat dalam = 1200 gram.

1 . Untuk Kadar Aspal = 5.00%


Prosent Agregat = 100.00% - 5.00% = 95.00%
Pasir = 38.71% x 95.00% x 1200.00 = 441.29 gram
Split = 40.29% x 95.00% x 1200.00 = 459.31 gram
Abu Batu = 21.00% x 95.00% x 1200.00 = 239.40 gram
Aspal = 5.00% x 1200.00 = 60.00 gram
= 1200.00 gram

2 . Untuk Kadar Aspal = 5.50%


Prosent Agregat = 100.00% - 5.50% = 94.50%
Pasir = 38.71% x 94.50% x 1200.00 = 438.97 gram
Split = 40.29% x 94.50% x 1200.00 = 456.89 gram
Abu Batu = 21.00% x 94.50% x 1200.00 = 238.14 gram
Aspal = 5.50% x 1200.00 = 66.00 gram
= 1200.00 gram

3 . Untuk Kadar Aspal = 6.00%


Prosent Agregat = 100.00% - 6.00% = 94.00%
Pasir = 38.71% x 94.00% x 1200.00 = 436.65 gram
Split = 40.29% x 94.00% x 1200.00 = 454.47 gram
Abu Batu = 21.00% x 94.00% x 1200.00 = 236.88 gram
Aspal = 6.00% x 1200.00 = 72.00 gram
= 1200.00 gram

4 . Untuk Kadar Aspal = 6.50%


Prosent Agregat = 100.00% - 6.50% = 93.50%
Pasir = 38.71% x 93.50% x 1200.00 = 434.33 gram
Split = 40.29% x 93.50% x 1200.00 = 452.05 gram
Abu Batu = 21.00% x 93.50% x 1200.00 = 235.62 gram
Aspal = 6.50% x 1200.00 = 78.00 gram
= 1200.00 gram

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 59
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

5 . Untuk Kadar Aspal = 7.00%


Prosent Agregat = 100.00% - 7.00% = 93.00%
Pasir = 38.71% x 93.00% x 1200.00 = 432.00 gram
Split = 40.29% x 93.00% x 1200.00 = 449.64 gram
Abu Batu = 21.00% x 93.00% x 1200.00 = 234.36 gram
Aspal = 7.00% x 1200.00 = 84.00 gram
= 1200.00 gram

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 60
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Spec. Atas

Total mix

Spec. Bawah
Jumlah Lewat Saringan (%)
100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
3" 76,2
2" 50,8
1 1/2" 38,1
Agregat Mix Design

1" 25,4
3/4" 19,1

1/2" 12,7
3/8" 9,52
Pembagian ButirBUTIR

1/4" 6,35
AGREGAT HALUS (PASIR)

4 4,76
GrafikPEMBAGIAN

Ukuran Saringan
8 2,38
10 2,00
12 1,60

16 1,19
GRAFIK

20 0,840
30 0,590
40 0,420

50 0,297
60 0,250
80 0,177
100 0,149

200 0,074
100
10

20

30

40

50

60

70

80

90
0

Jumlah Tertahan (%)

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 61
Kendari
2010
2010
Grafik Hubungan Analisa Saringan Antara Split (kerikil), Pasir dan Abu Batu

Kendari
Universitas Haluoleo
Program Studi S-1 Teknik Sipil
Kendari, Mei 2010
Asisten Laboratorium,

62
WAYAN MUSTIKA, AMd
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

NIP. 132 313 719


Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

MESIN PENUMBUK CAMPURAN ASPAL

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 63
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

PERHITUNGAN INTERPOLASI
(Penentuan Angka Koreksi Benda Uji)

a. Tebal 67,5 mm
68,30 - 66,70 67,50 - 66,70
=
0,86 - 0,89 X - 0,89
1,60 0,80
=
-0,03 X - 0,89
1,60 ( X - 0,89 ) = -0,03 x 0,80
1,60 X - 1,424 = -0,024
1,60 X = 1,40
X = 0,875

b. Tebal 66,75 mm
68,30 - 66,70 66,75 - 66,70
=
0,86 - 0,89 X - 0,89
1,60 0,05
=
-0,03 X - 0,89
1,60 ( X - 0,89 ) = -0,03 x 0,05
1,60 X - 1,424 = -0,001
1,60 X = 1,4225
X = 0,889

c. Tebal 65,50 mm
66,70 - 65,10 65,50 - 65,10
=
0,89 - 0,93 X - 0,93
1,6 0,4
=
-0,04 X - 0,93
1,60 ( X - 0,93 ) = -0,04 x 0,40
1,60 X - 1,488 = -0,016
1,60 X = 1,472
Program Studi S-1 Teknik Sipil
Universitas Haluoleo 64
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

X = 0,92

d. Tebal 66,25 mm

66,70 - 65,10 66,25 - 65,10


=
0,89 - 0,93 X - 0,93
1,6 1,15
=
-0,04 X - 0,93
1,60 ( X - 0,93 ) = -0,04 x 1,15
1,60 X - 1,488 = -0,046
1,60 X = 1,442
X = 0,90125

e. Tebal 64,25 mm

65,10 - 64,00 64,25 - 64,00


=
0,93 - 0,96 X - 0,96
1,10 0,25
=
-0,03 X - 0,96
-
1,10 X - 0,96 x 0,25
( ) = 0,03
1,10 X - 1,056 = -0,007
1,10 X = 1,0485
X = 0,95318

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 65
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 66
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 67
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 68
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 69
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 70
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 71
Kendari
2010
Kelompok 3
Praktikum Lab. Rekayasa Jalan Raya

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I.


UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN DAN ASPAL
Kampus Bumi Tri Dharma Anduonohu Kendari

(q)

(r)

(m)

(n)

5.625 5.9687 6.3125


5

Kendari, Mei 2010


Asisten Laboratorium,

WAYAN MUSTIKA AMd


NIP. 132 313 719

Program Studi S-1 Teknik Sipil


Universitas Haluoleo 72
Kendari
2010