Anda di halaman 1dari 62

BAB III

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN RA/BA/TA

Standar kompetensi RA/BA/TA adalah standar perkembangan akhir usia 5 th untuk


Kelompok A dan 6 tahun untuk kelompok B. untuk memahami standar kompetensi lulusan
RAS/BA/TA ini perlu dijelaskan beberapa istilah sebagai berikut :
1. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup
sikap, pengetahuan, keterampilan dan nilai yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah
lulus dari RA/BA/TA. Standar kompetensi ini digunakan sebagai pedoman penilaian
dalam penentuan kelulusan peserta didik dari RA/BA/TA.
2. Standar Kompetensi, merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta
didik dalam suatu bidang pengembangan. Standar kompetensi yang diharapkan pada
pendidikan RA/BA/TA adalah tercapainya tugas-tugas perkembangan secara optimal
sesuai dengan standar yang telah dirumuskan. Aspek-aspek perkembangan yang
diharapkan dicapai meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional, dan
kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/ motorik, dan seni.
3. Kompetensi Dasar, merupakan pernyataaan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi
dan dilakukan peserta didik. Penempatan Perkembangan Dasar dalam program semester
sangat penting, hal ini berguna untuk mengingatkan para guru seberapa jauh tuntutan
target kompetensi yang harus dicapainya.
4. Hasil Belajar, merupakan pernyataan kemampuan peserta didik yang diharapkan dalam
menguasai sebagian atau seluruh kompetensi yang dimaksud. Hasil belajar juga
merupakan hasil kegiatan setelah peserta didik mengalami pembelajaran dalam kom
petensi tertentu.
5. Indikator, merupakan kompetensi dasar yang lebih spesifik dan operasional yang dapat
dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Apabila serangkaian
indicator dalam Kompetensi Dasar sudah dapat dicapai oleh anak didik, berarti target
Kompetensi Dasar tersebut telah terpenuhi.
A. Standar Kompetensi Lulusan
Standar kompetensi lulusan RA/BA/TA adalah sebagai berikut
ASPEK PERKEMBANGAN USIA 4-5 TAHUN USIA 5-6 TAHUN
AKHLAK/ PERILAKU Anak mampu mengucapkan Anak mampu melakukan
bacaan doa, menyanyikan perilaku keagamaan secara
lagu-lagu keagamaan, berurutan dan mulai belajar
meniru gerakan- gerakan membedakan perilaku baik
ibadah, mengikuti aturan dan buruk
serta mampu belajar
berprilaku baik dan sopan
bila diingatkan
UPAYA PENGEMBANGAN

SOSIAL EMOSI DAN Anak mampu berinteraksi Anak mampu berinteraksi


KEMANDIRIAN dan mulai dapat dan mulai mematuhi aturan,
mengendalikan emosinya, dapat mengendalikan
mulai menunjukkan rasa emosinya, menunjukkan rasa
percaya diri, mulai dapat percaya diri dan dapat
menjaga diri sendiri serta menjaga diri sendiri serta
hidup sehat. hidup sehat
UPAYA PENGEMBANGAN

BAHASA Anak dapat berkomunikasi Anak dapat berkomunikasi


secara lisan, memiliki secara lisan, memiliki
perbendaharaan kata dan perbendaharaan kata, serta
mengenal simbol mengenal symbol sebagai
persiapan membaca, menulis
dan berhitung
UPAYA PENGEMBANGAN

KOGNITIF Anak mampu mengenal dan Anak mampu memahami


memahami berbagai konsep berbagai konsep sederhana
sederhana dalam kehidupan dan dapat memecahkan
sehari-hari Masalah sederhana dalam
kehidupan sehari-hari.
UPAYA PENGEMBANGAN
FISIK MOTORIK Anak mampu melakukan Anak mampu melakukan
gerakan tubuh secara gerakan tubuh secara
terkoordinasi dalam rangka terkoordinasi dalam rangka
kelenturan, kelincahan dan kelenturan, kelincahan dan
keseimbangan keseimbangan serta melatih
keberanian.
UPAYA PENGEMBANGAN

SENI Anak mampu Anak mampu


mengekspresikan diri dengan mengekspresikan diri dan
menggunakan berbagai berkreasi dengan berbagai
media / bahan dalam gagasan, imajinasi dan
berkarya seni melalui menggunakan berbagai
kegiatan eksplorasi media/ bahan menjadi suatu
karya seni.
B. STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, HASIL BELAJAR, DAN INDIKATOR ANAK RA/BA/TA
1. Kelompok A (Usia 4-5 Tahun) kelompok A
a. Bidang Pengembangan Diri
1) Akhlak / Perilaku
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu Anak mampu Dapat mengucapkan bacaan doa  Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan
mengucapkan bacaan melakukan ibadah Dapat menyanyikan lagu lagu  Menyanyikan lagu-lagu keagamaan yang sederhana
do’a / lagu-lagu keagamaan
keagamaan, meniru Dapat menirukan pelaksanaan  Menirukan gerakan ibadah secara sederhana
gerakan beribadah, ibadah sesuai denagn  Menyebutkan waktu beribadah
mengikuti aturan serta keyakinannya
mampu belajar Dapat mengenal dan menyayangi  Menyebutkan ciptaan-ciptaan Allah, missal :
berperilaku baik dan ciptaan Allah manusia, bumi, langit, tanaman, dan hewan.
sopan bila diingatkan  Menyiram tanaman, member makan binatang
Anak mampu mengikuti Memiliki sopan santun dan  Bersikap ramah
aturan serta dapat mengucapkan salam  Meminta tolong dengan baik, mengucapkan salam
belajar untuk  Berterima kasih jika memperoleh sesuatu.
berperilaku baik dan  Berbahasa sopan dalam berbicara
sopan  Mau menyapa dan menjawab sapaan dengan ramah
 Mau meminta maaf jika melakukan kesalahan
Mulai dapat bersikap/ berperilaku  Mau mengalah
saling hormat menghormati  Mendengarkan orang tua / teman bicara
 Tidak mengganggu teman
UPAYA PENGEMBANGAN
2) Sosial emosional dan kemandirian
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu Dapat menunjukkan Menunjukkan rasa percaya diri  Mampu mengerjakan tuga sendiri
berinteraksi, mulai dapat rasa percaya diri dan  Menunjukkan kebanggaan terhadap hasil kerjanya
mengendalikan, kepedulian terhadap diri Menunjukkan kepedulian  Menggunakan barang orang lain dengan hati-hati
emosinya, mulai sendiri, kesehatan dan  Mau membagi miliknya, misalnya makanan, mainan
menunjukkan rasa lingkungan dll
percaya diri, mulai dapat  Meminjamkan miliknya dengan senang hati
menjaga diri sendiri serta
hidup sehat Dapat mengenal jenis-jenis  Mengenal penyakit ringan, misalnya influenza, sakit
penyakit yang ringan dan cara perut, sakit gigi.
mencegahnya  Mengenal cara mencegah penyakit ringan, Misalnya :
supaya tidak sakit influenza jangan bermain hujan-
hujanan, agar tidak sakit perut makanlah makanan
yang sehat, agar tidak sakit gigi gosoklah gigi setelah
makan

Dapat menjaga kebersihan diri  Membersihkan diri sendiri dengan bantuan misalnya :
dan lingkungan menggosok gigi, mandi, buang air dll.
 Membuang sampah pada tempatnya
 Membantu membersihkan lingkungannya.

Dapat menunjukkan Menunjukkan emosi yang wajar  Mau berpisah dengan ibu tanpa menangis
emosi yang wajar dan mengendalikan tindakan dan  Sabar menunggu giliran
perasaannya  Berhenti bermain pada waktunya
 Dapat dibujuk jika menangis, marah, dll.
 Tidak cengeng

Dapat mengikuti perintah secara  Melakukan perintah secara sederhana


lisan (verbal)  Dapat menjadi pembicara dan pendengar yang baik
Mulai mengenal Mulai dapat menjaga keamanan  Mengenal dan menghindari benda-benda berbahaya
peraturan diri sendiri  Mengenal dan menghindari obat-obat berbahaya
Mulai tumbuh disiplin diri  Mengembalikan alat permainan pada tempatya
 Melaksanakan tata tertib yang ada di sekolah
 Mengikuti aturan permainan
Tumbuhnya sikap kerjasama dan  Mudah bergaul/ berteman
persatuan  Dapat atau suka menolong
 Dapat bekerjasama dengan teman
Mulai dapat bertanggung jawab  Melaksanakan tugas yang diberikan guru
 Mengenal dan menjaga barang milik sendiri dan
orang lain
Mulai dapat mengurus Dapat melayani diri sendiri  Dapat memakai baju sendiri baik berkancing atau
diri sendiri resleting
 Memasang dan membuka tali sepatu
 Mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan misalnya :
berpakaian sendiri, makan sendiri, mandi sendiri dll
 Membuang sampah pada tempatnya
 Berani berangkat dan pulang sekolah sendiri
 Mampu buang air besar dan buang air keil sendiri
UPAYA PENGEMBANGAN
b. Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar
1) Agama Islam
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mengenal 6 rukun Mengenal sifat-sifat Menyebutkan 6 rukun iman  Menyanyian lagu 6 rukun iman
Iman Allah Menyebutkan beberapa ciptaan  Menyebutkan 5 benda ciptaan Allah
Allah dan sifat-sifatnya  Menyebutkan 5 Asma’ Ul-Husna
 Menyebutkan 5 sifat Allah dalam Asma’ Ul-Husna

Mengenal nama-nama Menyebutkan nama-nama  Menyanyikan 10 malaikat Allah


malaikat Allah malaikat Allah  Menyebutkan 10 malaikat Allah dengan tugasnya
Mengenal nama-nama Menyebutkan beberapa  Menyanyikan lagu 25 rasul Allah
nabi/rasul Allah Nabi/Rasul Allah  Menyebut Rasul terakhir dan keluarga dekatnya
Mengenal kitab suci Menyebutkan nama kitab suci  Menyebutkan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat
umat Islam umat Islam Islam

Mengenal 5 rukun Islam Mengenal kalimat Menyebutkan 5 rukun Islam  Menyanyikan lagu/syair 5 rukun Islam
syahadat  Menirukan 2 kalimat syahadat
Mengucapkan 2 kalimat syahadat  Melafalkan syahadat bagi Allah dan bagi Rasul
 Menghafal dua kalimat syahadat

Mengenal sholat wajib  Menirukan gerakan sholat mulai takbiratul ihram


Melakukan gerakan sholat wajib
sampai sala
Menghafal sebagian doa dalam  Hafal sebagian do’a dalam sholat wajib
sholat wajib

Mengenal zakat dan Mengenal arti zakat dan shodaqoh  Menyanyikan lagu zakat dan shodaqoh
shodaqoh bagi umat Islam  Mempraktikkan bershodaqoh kepada fakir/miskin/
yatim di sekitar lingkungnnya

Mengenal puasa Mengenal arti puasa bagi umat  Menyanyikan lagu berpuasa di bulan ramadhon
Islam  Mempraktikkan belajar berpuasa sampai jam 09.00
Anak mengenal tata Anak mampu  Dapat menyanyikan lagu/ syair  Menyanyikan lagu-lagu/ syair adab makan secara
cara / adab dan berdoa menirukan tata cara/ adab makan sederhana
dalam kehidupan sehari- adab dan berdoa dalam  Dapat mengenal tata cara  Menyebutkan macam-macam alat makan
hari menurut ajaran kehidupan sehari-hari makan  Menunjukkan contoh cara / adab makan yang baik
Islam menurut ajaran Islam  Dapat menirukan pelaksanaan  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan sebelum
cara/ adab makan yang baik makan, waktu makan, dan sesudah makan
 Dapat menghafal bacaandoa  Menirukan tata cara makan yang baik
makan dan sesudah makan  Hafal doa akan makan dan sesudah makan
 Dapat menyanyikan lagu/ syair  Menyanyikan lagu-lagu / syair adab tidur secara
adab tidur sederhana
 Dapat mengenal tata cara tidur  Menyebutkan macam-macam alat tidur
yang baik  Menunjukkan contoh cara / adab tidur yang baik
 Dapat menghafal bacaan doa  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan sebelumtidur
akan tidur dan bangun tidur dan sesudah tidur
 Hafal doa akan tidur dan bangun tidur
 Dapat menyanyikan lagu/ syair  Menyanyikan lagu-lagu/ syair adab masuk kamar
masuk kamar mandi / WC mandi/WC secara sederhana
 Dapat mengenal tata cara  Menyebutkan macam-macam alat kamar mandi/WC
masuk kamar mandi / WC  Menunjukkan contoh cara / adab kamar mandi/WC
yang baik yang baik
 Dapat menghafal bacaan doa  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan sebelum,
akan masuk dan keluar kamar selama dan sesudah keluar dari kamar mandi/WC
mandi /WC  Hafal doa akan masuk dan keluar kamar mandi/WC
 Dapat menyanyikan lagu/ syair  Menyanyikan lagu-lagu/ syair cara masuk dan keluar
cara masuk dan keluar rumah rumah secara sederhana
 Dapat mengenal tata cara  Menunjukkan contoh cara/adab masuk dan keluar
masuk dan keluar rumah yang rumah yang baik
baik  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan sebelum,
 Dapat menghafal bacaan doa selama, dan sesudah keluar rumah
akan masuk dan keluar rumah  Hafal doa akan masuk dan keluar rumah
 Dapat menyanyikan lagu/ syair  Menyanyikan lagu-lagu/syair cara cara belajar secara
cara belajar sederhana
 Dapat mengenal tata cara  Menunjukkan contoh cara/ adab cara belajar yang
belajar yang baik baik
 Dapat menghafal bacaan doa  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan sebelum,
cara belajar selama, dan sesudah cara belajar
 Hafal doa akan cara belajar
 Dapat menyanyikan lagu/ syair  Menyanyikan lagu-lagu/ syair cara menghormati dan
cara menghormati dan menyayangi orang tua secara sederhana
menyayangi orang tua  Menunjukkan contoh cara / adab menghormati dan
 Dapat mengenal cara menyayangi orang tua yang baik
menghormati dan menyayangi  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan dalam
orang tua menghormati dan menyayangi orang tua yang baik
 Dapat menghafal bacaan doa  Hafal doa akan menyayangi orang tua
menghormati dan menyayangi
orangtua
 Dapat mengenal hal-hal /  Menyebutkan contoh hal-hal/perbuatan baik yang
perbuatan baik yang boleh boleh dilakukan
dilakukan  Menyebutkan contoh hal-hal/ perbuatan yang tidak
 Mengenal hal-hal / perbuatan boleh dilakukan
jelek yang tidak boleh  Hafal doa untuk selamat dunia akhirat
dilakukan
 Dapat menghafal doa untuk
selamat dunia akhirat
 Dapat mengenal cara merawat  Menyebutkan macam-macam alat merawat dan
dan merapikan diri yang baik merapikan diri
dapat menghafal doa ketika  Menirukan contoh cara merawat dan merapikan diri
bercermin yang baik
 Menceritakan hal-hal yang dilakukan ketika merawat
dan merapikan diri di rumah
 Hafal doa ketika bercermin
Mengenal macam- Menunjukkan macam-  Dapat mendengarkan,  Menirukan kembali bunyi lafal huruf hijaiyah
macam huruf hijaiyah / macam huruf hijaiyah membedakan, dan  Menyebutkan 4-5 huruf hijaiyah
arab mengucapkan lafal huruf  Menunjukkan macam-macam huruf hijaiyah
hijaiyah
Hafal Qur’an surat- surat Dapat menghafal  Dapat menghafal qur’an surat-  Menirukan membaca QS. Al-Fatihah
pendek dan hadist- Qur’an surat-surat surat pendek QS. Al-Fatihah,  Hafal QS. Al-Fatihah
hadits pendek pilihan pendek pilihan QS. An-nas, QS. Al-Ash, QS.  Menirukan membaca QS. An-Nas
Al-Qurays, QS. Al-Lahb, QS.  Hafal QS. An –Nas
Al-Kautsar, QS. Al-Fill  Menirukan membaca QS. Al-Ashr
 Hafal QS. Al-Ashr
 Menirukan membaca QS. An-Nashr
 Hafal QS. An-Nashr
 Menirukan membaca QS. Al-Qurays
 Hafal QS. Al-Qurays
 Menirukan membaca QS. Al-Lahab
 Hafal QS. Al-Lahab
 Menirukan membaca QS. Al-Kautsar
 Hafal QS. Al-Kautsar
 Menirukan membaca QS. Al-Fiil
 Hafal QS. Al-Fill
Dapat menghafal  Dapat menghafal hadits-hadits  Menirukan membaca hadits tentang kebersihan
hadits- hadits pendek pendek tentang kebersihan,  Hafal hadits tentang kebersihan
pilihan menuntut ilmu, berkata baik,  Menirukan membaca hadist tentang menuntut ilmu
ridlo orang tua adalah ridlo  Hafal hadits tentang menuntut ilmu
Allah  Menirukan membaca hadits tentang berkata baik
 Hafal hadits tentang berkata baik
 Menirukan membaca hadist tentang ridlo orang tua
adalah ridlo Allah
 Hafal tentang ridlo orang tua adalah ridlo Allah
2) Bahasa
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak dapat Anak mampu Dapat mendengarkan,  Menyebutkan berbagai bunyi / suara tertentu
berkomunikasi secara berkomunikasi secara membedakan, dan mengucapkan  Menirukan kembali 3 – 4 urutan kata
lisan, memiliki lisan, memiliki bunyi / suara tertentu  Menyebutkan kata-kata dengan suku kata awal yang
perbendaharaan kata dan perbendaharaan kata- sama. Misal kaki-kali atau suku kata akhir yang
mengenal symbol kata dan mengenal sama. Missal : nama-sama, dll
simbol  Melakukan 2 – 3 perintah secara sederhana
 Mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi
cerita secara sederhana
Dapat berkomunikasi/ berbicara  Menyebutkan nama diri,nama orang tua, jenis
secara lisan kelamin, alamat rumah secara sederhana
 Menjawab pertanyaan tentang keterangan /
informasi secara sederhana
 Menceritakan pengalaman / kejadian secara
sederhana

Dapat memperkaya kosa kata  Bercerita menggunakan kata ganti aku, saya.
yang diperlukan untuk  Menunjukkan gerakan-gerkaan, misalnya : duduk,
berkomunikasi sehari-hari jongkok, berlari, makan, melompat, menangis,
meliputi kata benda, kata sifat senang, sedih dll
kata keterangan, dan kata kerja  Menyebutkan posisi/ keterangan tempat. Misalnya :
di luar, di dalam, diatas, di bawah, di depan, di
belakang, di kiri, di kanan, dsb.
 Menyebutkan waktu (pagi,siang, malam)
 Menyebutkan 4-5 benda di sekitarnya
Dapat mengenal bentuk-bentuk  Membuat berbagai macam coretan
symbol sederhana (pramenulis)  Membuat gambar dan coretan (tulisan) tentang
cerita mengenai gambar yang dibuatnya
Dapat menceritakan gambar  Bercerita tentang gambar yang disediakan atauyang
(pramembaca) dibuat sendiri
 Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri
sederhana (3-4 gambar)
 Menghubungkan gambar/ benda dengan kata
Dapat mengenal hubungan antara  Membaca gambar yang memiliki kata / kalimat
bahasa lisan dengan tulisan sederhana
(pramembaca)  Menceritakan isi buku walaupun tidak sama antara
tulisan dan yang diungkapkan
 Menghubungkan tulisan sederhana dengan symbol
yang melambangkannya.
UPAYA PENGEMBANGAN
3) Kognitif
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
anak mampu mengenal Anak mampu mengenal Mengenal klasifikasi sederhana  Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang
dan memahami berbagai berbagai konsep sains diketahui anak. Misalnya : menurut warna, bentuk
konsep sederhana dalam dan matematika dalam ukuran, jenis dll
kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari.  Menunjuk sebanyak-banyaknya benda, hewan,
(Kemampuan berpikir tanaman yang mempunyai warna, bentuk atau
logis, kritis, member ukuran atau menurut ciri-ciri tertentu
alasan, memecahkan
masalah, menemukan
hubungan sebab-akibat)
Dapat mengenal konsep-konsep  Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika :
sains sederhana - Warna dicampur
- Proses pertumbuhan tanaman (biji-bijian, umbi-
umbian, batang-batangan)
- Balon ditiup lalu dilepaskan
- Benda-benda dimasukkan ke dalam air
(terapung, melayang, tenggelam)
- Benda-benda yang dijatuhkan (gravitasi)
- Percobaan dengan magnit
- Mengamati benda dengan kaca pembesar
- Mencoba dan membedakan bermacam-macam
rasa, baud an suara

Dapat mengenal bilangan  Membilang/menyebut urutan bilangan dari 1 sampai


10
 Membilang dengan menunjuk benda (mengenal
konsep bilangan dengan benda-benda sampai5
 Menunjukkan urutan benda untuk bilangan
sampai 5
 Mengenai konsep banyak – sedikit, lebih- kurang,
sama-tidak sama
 Menghubungkan / memasangkan lambang bilangan
dengan benda-benda sampai 5 (anak tidak disuruh
menulis)
 Menunjuk 2 kumpulan benda yang sama jumlahnya,
yang tidak sama, lebih banyak dan lebih sedikit
 Menyebutkan hasil penambahan (menggabungkan 2
kumpulan benda) dan pengurangan (memisahkan
kumpulan benda) dengan benda sampai 5
Dapat mengenal bentuk geometri  Mengelompokkan bentuk-bentuk geometri
(lingkaran, segitiga, segiempat)
 Menyebutkan benda-benda yang menunjukkan
bentuk-bentuk geometri
 Menyebutkan bentuk benda-benda yang baru
dilihatnya
Dapat memecahkan masalah  Mengerjakan maze (mencari jejak) yang sederhana
sederhana  Menyusun kepingan puzzle menjadi bentuk utuh (4-
6 keping)
 Memasang benda sesuai dengan pasangannya
 Menceritakan informasi tentang sesuatu yang
diperoleh dari buku
 Menceritakan kembali suatu informasi berdasarkan
ingatannya
 Membedakan konsep dasar-halus melalui panca
indera
Dapat mengenal konsep ruang  Menyebutkan konsep depan- belakang – tengah /
diantara, atas – bawah, luar – dalam, pertama –
terakhir – keluar – masuk, naik- turun maju-
mundur, kiri –kanan.
Dapat mengenal ukuran  Membedakan konsep panjang-pendek, jauh-dekat
melalui mengukur dengan langkah, jengkal, benang
atau tali
 Membedakan konsep berat-ringan, gemuk-kurus
melalui menimbang benda dengan timbangan
buatan dan yang sebenarnya
 Membedakan konsep penuh-kosong melalui
mengisi wadah dengan air, pasir, biji-bijian dll
 Membedakan konse tebal-tipis, tinggi-rendah, besar
–kecil, cepat-lambat
Dapat mengenall konsep waktu  Mebedakan waktu (pagi, siang, malam)
 Menyebutkan nama-nama hari dalam satu minggu,
bulan dan tahun
Dapat mengenal berbagai pola  Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat
bentuk atau warna 2 pola yang berurutan. Misalnya
merah, putih, merah, putih, merah,….
 Meniru pola dengan menggunakan empat kubus
UPAYA PENGEMBANGAN

4) Fisik/ Motorik
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu melakukan Anak mampu Dapat melakukan gerakan jari  Mengurus dirinya sendiri, misal : makan, mandi,
gerakan tubuh secara menunjukkan gerakan tangan untuk kelenturan otot dan menyisir rambut, mencuri dan melap tangan,
terkoordinasi dalam tubuh secara koordinasi mata (motorik halus) menggosok gigi, membersihkan sepatu, dan
rangka kelenturan, terkoorindasi dalam mengikat tali sepatu
kelincahan, dan rangka kelenturan,  Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan
keseimbangan kelincahan, dan plastisin, playdough/ tanah liat
keseimbangan  Meniru membuat garis tegak, datar, miring,
lengkung, dan lingkaran
 Meniru membuat garis tegak, datar, miring,
lengkung, dan linkaran
 Meniru melihat kertas sederhana (1-6 lipatan0
 Menjahit jelujur dari5-10 lobang dengan tali sepatu
 Menggunting bebas
 Merobek bebas
 Merekat/ menempel
 Menyusun balok berbagai ukuran menjadi bentuk
tertentu
 Membuat lingkaran, segitiga, segiempat
 Memegang pensil dengan benar
 Meronce dengan manic-manik
Dapat melakukan gerak berpindah  Berjalan ke berbagai arah dengan berbagai cara,
tempat sederhana (gerak dasar misalnya : berjalan maju di atau garis lurus, berjalan
lokomotor ) dalam permainan di atas papan titian, berjalan ke depan dengan tumit,
sederhana berjalan ke depan jinjit (angkat tumit), berjalan
mundur
 Melompat ke berbagai arah dengan satu atau dua
kaki
 Meloncat dari ketinggian 30-50 cm
 Memanjat, bergantung dan beryaun
 Berlari kemudian melompat dengan seimbang tanpa
jatuh
 Berlari dengan berbagai variasi (menyamping, ke
depan dan ke belakang)
 Merayap dengan berbagai variasi
 Merangkak dengan berbagai varaisi
Dapat melakukan gerakan di  Melakukan gerak keseimbangan pada saat duduk
tempat (gerak dasar non dan berdiri
lokomotor) dalam permainan  Memutar dan mengayun lengan
sederhana  Menarik dan mendorong benda
 Meliukkan tubuh
 Membungkukkan badan
Dapat melakukan gerak dasar  Melambungkan dan menangkap objek (balon, bola
memainkan benda (gerak dasar kecil, bola sedang dll)
manipulatif0 dalam permainan  Menangkap dan melempar objek (bola kecil
sederhana kantong biji dll) dari jarak kira-kira 1-2 meter
 Memantulkan objek (balon, bola kecil, sedang, dan
besar, kantong biji dll) diam ditempat
 Memantulkan objek (bola besar, kantong biji dll)
sambil berjalan / bergerak
UPAYA PENGEMBANGAN
5) Seni
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu Kemampuan Dapat menggambar sederhana  Menggambar bebas dengan berbagai media (pensil
mengekspresikan diri mengekspresikan diri warna, krayon, arang, kapur tulis dll)
dengan menggunakan dengan menggunakan  Menggambar bebas dari bentuk dasar titik, garis,
berbagai media/ bahan berbagai media/bahan lengkung, lingkaran, segi tiga, dan segi empat
dalam berkarya seni dalam berkarya seni  Menggambar orang dengan lengkap dan sederhana
melalui kegiatan melalui kegiatan (belum proporsional0
eksplorasi eksplorasi  Stempel/ mencetak dengan berbagai media (pelepah
pisang, batang papaya, karet busa, dll0
Dapat mewarnai sederhana  Mewarnai bentuk-bentuk geometri dengan ukuran
besar
 Mewarnai bentuk gambar sederhana
Dapat menciptakan sesuatu  Mencipta 2 bentuk bangunan dari balok
dengan berbagai media  Mencipta 2 bentuk dari kepingan bentuk geometri
 Mencipta bentuk dengan lidi, batang korek api, stk,
kotak bekas dll
 Membatik dan jumputan sederhana
 Mencocok dengan pola buatan guru
 Bermain warna dengan berbagai media. Misalnya :
krayon, cat air dll.
 Melukis dengan jari (finger painting)
 Menciptakan bunyi-bunyian dengan berbagai alat
 Menciptakan alat perkusi sederhana (misalnya
membuat krincingan dari tutup botol)
 Bertepuk tangan dengan 2 pola untuk membuat
irama
Dapat mengekspresikan diri  Menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai
dalam bentuk gerak sederhana dengan irama music / ritmik
 Mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama
music
Dapat menyanyi dan memainkan  Menyanyikan minimal 20 lagu anak-anak
alat music sederhana  Bermain dengan berbagai alat music perkusi
sederhana
 Mengucapkan syair dari berbagai lagu
UPAYA PENGEMBANGAN
2. Kelompok B (Usia 5 – 6 Tahun)
a. Bidang Pengembangan Diri
1) Akhlak / Perilaku
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu melakukan Anak mampu Dapat berdoa, bersyair dan  Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan
perilaku keagamaan melakukan kegiatan menyanyikan lagu-lagu kegiatan
secara berurutan dan keagamaan secara keagamaan  Menyanyi lagu-lagu keagamaan
mulai belajar berurutan  Mengikuti kegiatan keagamaan
membedakan perilaku  Mengucap syair / pantun keagamaan
baik dan buruk
Dapat melakukan ibadah menurut  Melaksanakan kegiatan ibadah menurut
keyakinannya keyakinannya
 Melakukan gerakan ibadah dengan lebih baik
Dapat mengenal dan menyayangi  Membedakan ciptaan-tiptaan Tuhan
ciptaan Tuhan  Berbuat baik terhadap semua makhluk Tuhan. Misal
; tidak mengganggu teman, tidak menyakiti
binatang, menyiram tanaman
Anak mulai mampu Terbiasa berperilaku sopan santun  Member dan membalas salam.
membedakan perilaku dan saling menghormati  Berbicara dengan suara yang lembut dan tidak
baik dan buruk berteriak
 Mengucap terima kaih, meminta maaf
 Menutup mulut/ hidung bila bersin/ batuk
 Menghormati yang lebih tua, menghargai teman dan
menyayangi yang lebih muda
Dapat membedakan perbuatan  Menyebutkan mana yang salah dan benar pada
yang benar dan salah suatu persoalan
 Menunjukkan perbuatan yang salah dan yang benar
(misalnya ; membuang samph, merapikan mainan)
Terbiasa disiplin dan mentaati  Masuk sekolah tepat waktu
peraturan  Mentaati tata tertib sekolah
UPAYA PENGEMBANGAN
2) Sosial, emosional dan kemandirian
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu Anak mampu Terbiasa bersikap ramah  Menyapa teman dan orang lain
berinteraksi, mulai berinteraksi dan mulai  Berbahasa sopan dan ramah
mematuhi aturan, dapat mematuhi aturan, dapat
mengendalikan mengendalikan
emosinya, menunjukkan emosinya,
rasa percaya diri, dan menunjukkan rasa
dapat menjaga diri percaya diri, dapat
sendiri serta hidup sehat menjaga diri sendiri
Menunjukkan sikap kerjasama  Bersedia bermain dengan teman sebaya tanpa
dan persatuan membedakan (warna kulit, keturunan, rambut dll)
 Senang bermain dengan teman (tidak bermain
sendiri)
 Dapat bekerjasama dalam menyelesaikan tugas
 Mau memuji teman/ orang lain
 Dapat menerima kritikan
 Mau berbagi dengan orang lain
Dapat mengenal jenis-jenis  Mengenal penyakit ringan, misalnya influenza, sakit
penyakit yang ringan dan cara perut, sakit gigi, batuk dll
mencegahnya yang ringan  Mengenal cara mencegah penyakit ringan, Misalnya :
supaya tidak sakit influenza jangan bermain hujan-
hujanan, agar tidak sakit perut makanlah makanan
yang sehat.
Dapat menunjukkan rasa percaya  Berani bertanya dan menjawab
diri  Mau mengemukakan pendapat secara sederhana
 Mampu mengambil keputusan secara sederhana
 Dapat bekerja secara mandiri
Dapat mengurus diri sendiri  Dapat memakai baju yang berkancing atau resleting
sendiri
 Memasang dan membuka tali sepatu
 Mengurus diri sendiri tanpa bantuan misalnya :
berpakaian sendiri , makan sendiri dll
 Berani berada di lingkungan RA/BA/TA tanpa
ditunggui
 Mampu buang air besar dan air kecil sendiri
UPAYA PENGEMBANGAN

b. Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar


1) Agama Islam
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mengenal 6 rukun Mengenal sifat-sifat Menyebutkan 6 rukun iman  Menyanyian lagu 6 rukun iman
Iman Allah Menyebutkan beberapa ciptaan  Menyebutkan 5 benda ciptaan Allah
Allah dan sifat-sifatnya  Menyebutkan 5 Asma’ Ul-Husna
 Menyebutkan 5 sifat Allah dalam Asma’ Ul-Husna

Mengenal nama-nama Menyebutkan nama-nama  Menyanyikan 10 malaikat Allah


malaikat Allah malaikat Allah  Menyebutkan 10 malaikat Allah dengan tugasnya
Mengenal nama-nama Menyebutkan beberapa  Menyanyikan lagu 25 rasul Allah
nabi/rasul Allah Nabi/Rasul Allah  Menyebut secara singkat : nabi Adam, Yusuf, Yunus,
Ibrahim, Musa dan Muhammad
Mengenal kitab suci Menyebutkan nama kitab suci  Menyebutkan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat
umat Islam umat Islam Islam
 Dapat membaca beberapa ayat dalam Al-Qur’an
Mengenal 5 rukun Islam Mengenal kalimat Menyebutkan 5 rukun Islam  Menyanyikan lagu/syair 5 rukun Islam
syahadat  Menirukan 2 kalimat syahadat
Mengucapkan 2 kalimat syahadat  Melafalkan syahadat bagi Allah dan bagi Rasul
 Menghafal dua kalimat syahadat

Mengenal sholat wajib  Menirukan gerakan sholat mulai takbiratul ihram


Melakukan gerakan sholat wajib
sampai salam
Menghafal sebagian doa dalam  Hafal doa dalam sholat mulai takbiratul ihram sampai
sholat wajib salam
Mengenal zakat dan Mengenal arti zakat dan shodaqoh  Menyanyikan lagu zakat dan shodaqoh
shodaqoh bagi umat Islam  Mempraktikkan bershodaqoh kepada fakir/miskin/
yatim di sekitar lingkungnnya

Mengenal puasa Mengenal arti puasa bagi umat  Menyanyikan lagu berpuasa di bulan ramadhon
Islam  Mempraktikkan belajar berpuasa sampai jam 11.00
 Melakukan praktik sahur
 Melakukan praktik sholat idul fitri
Mengenal haji Dapat mengenal tata cara haji  Anak dapat praktik thowaf, wukuf, sa’I dan jumrah
secara sederhana secara sederhana
Anak mengenal tata Anak mampu  Dapat mengenal tata cara  Menyebutkan fungsi masjid secara sederhana
cara / adab dan berdoa menirukan tata cara/ masuk dan keluar masjid  Menunjukkan contoh cara/adab masuk dan keluar
dalam kehidupan sehari- adab dan berdoa dalam  Dapat menirukan tata cara masjid yang baik
hari menurut ajaran kehidupan sehari-hari /adab masuk dan keluar masjid  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan dalam masjid
Islam menurut ajaran Islam yang baik  Menirukan tata cara masuk dan keluar masjid yang
 Dapat menghafal bacaan doa baik
masuk dan keluar masjid  Hafal doa masuk dan keluar masjid
 Dapat menyanyikan lagu/syair  Menyanyikan lagu-lagu / syair berpakaian secara
berpakaian sederhana
 Dapat mengenal tata cara  Menyebutkan pemberi pakaian, dan pembuat pakaian
berpakaian yang baik  Menyebutkan fungsi dan macam-macam pakaian
 Dapat menghafal bacaan doa  Menunjukkan contoh cara / adab berpakaian yang
berpakaian dan melepas baik
pakaian  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan dalam menjaga
pakaian
 Hafal doa akan berpakaian dan melepas pakaian
 Dapat menyanyikan lagu/syair  Menyanyikan lagu-lagu/ syair turun hujan secara
turun hujan sederhana
 Dapat mengenal cara / adab  Menyebutkan siapa pemberi hujan dan fungsi hujan
yang baik ketika turun hujan dalam kehidupan
 Dapat menghafal bacaan doa  Menunjukkan contoh cara / adab yang baik ketika
turun hujan turun hujan
 Hafal doa ketika turun hujan
 Dapat menyanyikan lagu/ syair  Menyanyikan lagu-lagu/syair tentang puasa
tentang puasa ramadhan ramadhan secara sederhana
 Dapat mengenal tata cara  Menyebutkan waktu berpuasa ramadhan
puasa ramadhan secara  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan ketika puasa di
sederhana bulan ramadhan secara sederhana
 Dapat menghafal bacaan niat  Hafal doa bacaan niat puasa dan berbuka puasa
puasa dan berbuka puasa ramadhan
ramadhan
 Dapat menyanyikan lagu/syair  Menyanyikan menyanyikan lagu-lagu/ syair cara-cara
cara berwhudhu berwudhu secara sederhana
 Dapat mengenal tata cara  Menunjukkan contoh cara /adab tata cara berwudhu
berwudhu yang benar/ tertib yang benar/ tertib
 Dapat menghafal bacaan doa  Menirukan cara berwudhu secara tertb
setelah berwudhu  Hafal doa setelah berwudhu
 Mempraktikkan wudlu secara tertib
 Dapat menyanyikan lagu /  Menyanyikan lgu-lagu/syair tentang adzan secara
syair tentang adzan sederhana
 Dapat mengenal tata cara  Menirukan lafadz adzan yang benar
adzan yang benar  Melafadzkan bacaan adzan secara urut
 Dapat menghafal bacaan doa  Hafal doa setelah adzan
setelah adzan
 Dapat menyanyikan lagu/syair  Menyanyikan lagu-lagu/ syair tentang naik kendaraan
tentang naik kendaraan secara sederhana
 Dapat mengenal tata cara naik  Menyebutkan macam-macam jenis kendaraan darat,
kendaraan dengan baik laut dan udara
 Dapat menghafal bacaan doa  Menunjukkan bahwa Allah yang mengendalikan
naik kendaraan perjalanan berbagai jenis kendaraan di darat, laut dan
udara
 Menyebutkan hal-hal yang perlu dilakukan ketika
mengendarai kendaraan
 Hafal doa ketika mau naik kendaraan

 Dapat mengenal tata cara /  Menunjukkan contoh cara/ adab ketika menjenguk
adab ketika menjenguk teman/ teman/orang yang sedang sakit
orang yang sedang sakit  Menyebutkan hal-hal yang dilakukan ketika
 Dapat menghafal bacaan doa menjenguk teman/orang yang sedang sakit
ketika menjenguk teman/orang  Hafal doa ketika menjenguk teman/ orang yang
yang sedang sakit sedang sakit
Mengenal macam- Menunjukkan cara  Dapat mendengarkan,  Menirukan kembali bunyi lafad huruf hijaiyah
macam huruf hijaiyah / membaca dan menulis membedakan, dan  Menulis 5-10 huruf hijaiyah
arab huruf hijaiyah secara mengucapkan lafad dan  Membaca macam-macam huruf hijaiyah dengan
sederhana menulis huruf hijaiyah secara sakalnya
sederhana
Hafal Qur’an surat- surat Dapat menghafal  Dapat menghafal Qur’an surat-  Menirukan membaca QS. Al-Falaq
pendek dan hadist- Qur’an surat-surat surat pendek QS. Al-Falaq,  Hafal QS. Al-Falaq
hadits pendek pilihan pendek pilihan QS. Al-Kafirun, QS. Al-  Menirukan membaca QS. Al-Kafirun
Ma’un, QS. Al-Humazah, QS.  Hafal QS. Al-Kafirun
Al-Qori’ah, QS. Al-Adziyah,  Menirukan membaca QS. Al-Ma’un
QS. Al-Zalzalah, ayat Kursi  Hafal QS. Al Ma’un
 Menirukan membaca QS. Al-Qadar
 Hafal QS.Al-Qadar
 Menirukan membaca QS. Al-Qori’ah
 Hafal QS. Al-Qariah
 Menirukan membaca QS. Al-Dhiha
 Hafal QS. Al-Dhuha
 Menirukan membaca QS. Al-Zalzalah
 Hafal QS. Al-Zalzalah
 Menirukan membaca QS. Ayat Kursi
 Hafal Ayag Kursi
Dapat menghafal  Dapat menghafal hadits-hadits  Menirukan membaca Hadist tentang mu’min
hadits- hadits pendek pendek tentang mu’min bersaudara,
pilihan bersaudara, surge di telapak  Hafal hadits tentang mu’min bersaudara
kaki ibu, cinta tanah air, puasa  Menirukan membaca Hadist tentang surga ditelaplak
kaki ibu
 Hafal hadits tentang surga di telapak kaki ibu
 Menirukan membaca Hadist tentang cinta tanah air
 Hafal hadits tentang cinta tanah air
 Menirukan membaca Hadist tentang puasa
 Hafal hadits tentang puasa
2) Bahasa
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak dapat Anak mampu Dapat mendengarkan,  Membedakan bunyi/suara tertentu
berkomunikasi secara berkomunikasi secara membedakan, bunyi suara, kata  Membedakan kata-kata yang mempunyai suku kata
lisan, memiliki lisan, memiliki dan kalimat sederhana awal/akhir yang sama. Nama. Sama dll
perbendaharaan kata dan perbendaharaan kata-  Mendengarkan dan menceritakan kembali isi cerita
mengenal symbol kata dan mengenal secara urut
sebagai persiapan symbol-simbul untuk  Melakukan 3-5 perintah secara berurutan dengan
membaca, menulis dan persiapan membaca benar
berhitung  Menirukan kembali bunyi/ suara tertentu
 Menirukan kembali 4-5 urutan kata
Dapat berkomunikasi / berbicara  Menyebutkan nama diri, nama orang tua, jenis
lancar dengan lafal yang benar kelamin, tanggal dan bulan kelahirannya, alamat
rumah dengan lengkap
 Menceritakan pengalaman/ kejadian secara
sederhana dengan urut
 Menerima pesan sederhana dan menyampaikan
pesan tersebut
 Menjawab pertanyaan sederhana
 Berbicara lancar dengan menggunakan kalimat
yang lengkap terdiri atas 5-6 kata
 Bercerita menggunakan kata ganti aku, saya, kamu,
dia, mereka.
 Menyebutkan gerakan-gerakan. Misalnya : jongkok,
duduk, berlari, makan dll
 Memberikan keterangan yang berhubungan dengan
posisi / keterangan tempat. Misalnya : di luar, di
dalam, di atas, di bawah, di muka, di depan, di
belakang di kiri, di kanan, di antara / di tengah.
Dapat memahami hubungan  Membuat gambar dan menceritakan isi gambar
antara lisan dan tulisan (pra dengan beberapa coretan/ tulisan yang sudah
membaca) berbentuk huruf / kata
 Bercerita tentang gambar yang disediakan atau
dibuat sendiri dengan urut dan bahasa yang jelas
 Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri (4-6
gamabr)
 Membaca buku cerita bergambar dan
menceritakannya (story madding).
 Membaca beberapa kata berdasarkan gambar, huruf,
huruf, dan lambang yang dikenal atau dilihatnya.
 Membacakan cerita sederhana
Dapat memahami hubungan  Menghubungkan dan menyebutkan tulisan
antara gambar dengan tulisan sederhana dengan symbol yang melambangkannya.
 Membuat coretan/ tulisan yang berbentuk huruf/
kata berdasarkan gambar yang dibuatnya
UPAYA PENGEMBANGAN

3) Kognitif
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu memahami Anak mampu mengenal Dapat mengenal klasifikasi  Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang
konsep sederhana dan berbagai konsep sains sederhana diketahui anak. Misalnya :menurut warna, bentuk,
dapat memecahkan dan matematika dalam ukuran, jenis dll
masalah sederhana kehidupan sehari-hari.  Menunjuk sebanyak-banyakya benda, hewan,
dalam kehidupan sehari- (Anak mampu berpikir tanaman yang mempunyai warna, bentuk atau
hari. logis, kritis, member ukuran atau menurut ciri-ciri tertentu
alasan, memecahkan
masalah, menemukan
hubungan sebab-
akibat)
Dapat mengenal konsep-konsep  Menceritakan hasil percobaan tentang :
sains sederhana - Warna dicampur
- Proses pertumbuhan tanaman (biji-bijian, umbi-
umbian, batang-batangan)
- Balon ditiup lalu dilepaskan,
- Benda-benda dimasukkan ke dalam air
(terapung, melayang, tenggelam, benda-benda
yang dijatuhkan (gravitasi).
- Percobaan dengan magnit
- Mengamati benda dengan kaca pembesar
 Membedakan bermacam-macam rasa, bau dan suara
berdasarkan percobaan
 Mengenal perbedaan kasar-halus
Dapat mengenal bilangan  Membilang/menyebut urutan bilangan dari 1 sampai
20
 Membilang dengan menunjuk benda (mengenal
konsep bilangan dengan benda-benda sampai 10)
 Membedakan konsep banyak-sedikit lebih-kurang,
sama-tidaksama
 Menghubungkan / memasangkan lambang bilangan
dengan benda-benda sampai 10 (anak tidak disuruh
menulis)
 Menunjukkan jumlah yang sama-tidak sama, lebih
banyak dan lebih sedikit dari 2 kumpulan benda
 Menyebutkan hasil penambahan (menggabungkan 2
kumpulan benda) dan pengurangan (memisahkan
kumpulan benda) dengan benda sampai10
Dapat mengenal bentuk geometri  Mengelompokkan bentuk-bentuk geometri
(lingkaran, segitiga, segiempat dll)
 Membedakan benda-benda yang berbentuk
geometri
Dapat memecahkan masalah  Mengerjakan maze (mencari jejak)
sederhana  Menyusun kepingan puzzle menjadi bentuk utuh (7-
10 keping)
 Mencari lokasi tempat asal suara
 Memasang benda sesuai dengan pasangannya
 Menunjukkan sedikit 12 benda berikut fungsinya
 Menceritakan informasi tentang sesuatu yang
diperoleh dari buku
 Menceritakan kembali suatu informasi berdasarkan
ingatannya
Dapat memahami konsep ukuran  Membedakan konsep :
- Panjang-pendek
- Tinggi-rendah
- Jauh-dekat
- Leba/luas-sempit
Melalui mengukur dengan langkah, jengkal,
benang atau tali dan sebenarnya
 Membedakan konsep berat-ringan, gemuk-kurus
melalui menimbang benda dengan timbangan
buatan atau yang sebenarnya
 Membedakan konsep tebal-tipis, besar-kecil, cepat-
lambat
 Membedakan konsep penuh-kosong dengan cara
mengisi wadah dengan air, pasir, biji-bijian dll
Dapat memahami konsep wkatu  Menyatakan waktu yang dikaitkan denagn jam
 Mengetahui jumlah hari dalam satu minggu, satu
bulan, dan mengetahui jumlah bulan dalam satu
tahun
 Menggunakan konsep waktu (misalnya : hari ini,
nanti, sekarang, kemarin, besok)
 Menceritakan kegiatan sehari-hari sesuai dengan
waktu (misalnya : waktu tidur, waktu makan, waktu
bermain-main)
Dapat mengenal berbagai pola  Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat
bentuk atau warna 3-4 pola yang berurutan.
Misalnya merah, putih, kuning, merah, putih,
kuning, merah, …
 Meniru pola dengan menggunakan 4-8 kubus
 Meniru pola dengan menggunakan berbagai benda.
UPAYA PENGEMBANGAN
4) Fisik / Motorik
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu melakukan Kemampuan Mampu melakukan gerkaan jari  Memegang pensil dengan benar (antara ibu jari dan
gerakan tubuh secara melakukan koordinasi tangan untuk kelentukan otot dan 2 jari)
terkoordinasi dalam gerak, keterampilan koordinasi mata (motorik halus)  Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan
rangka kelenturan, gerak dasar sederhana plastisin, playdough/ tanah liat dan pasir.
kelincahan, dan unutk meningkatkan  Meniru membuat garis tegak, datar, miring,
keseimbangan serta kelenturan, lengkung dan lingkaran.
melatih keberanian keseimbangan dan  Meniru melihat kertas sederhana (lebih dari 7
kelincahan lipatan)
 Menjahit bervariasi (jelujur dan silang) dengan tali
raffia atau benang woll, tali rami.
 Menggunting bentuk / pola yang bervariasi dengan
berbagai media
 Merobek kertas sesuai dengan pola.
 Mencocotk bentuk yang dibuat sendiri/ di sediakan
guru
 Menyusun balok berbagai ukuran menjadi bentuk
tertentu
 Membuat bentuk-bentuk geometri dengan pensil/
crayon/ pensil warna / spidol.
 Meronce dengan berbagai media. Misal : bagian
tanaman, bahan bekas, karton, kain perca manic-
manik, dengan berbagai pola.
 Membuat mainan dengan tehnik melipat,
menggunting, dan menempel
Mampu melakukan gerak di  Melakukan gerak keseimbangan pada saat duduk
tempat (gerak dasar non dan berdiri
lokomotor0 dalam permainan  Memutar dan mengayunnkan lengan
sederhana  Menarik dan mendorong benda
 Meliukkan tubuh
 Membungkukkan badan
Mampu melakukan gerakan  Berjalan ke berbagai arah dengan berbagai cara,
berpindah tempat (gerak dasar misalnya : berjalan maju di atas garis lurus, berjalan
lokomotor) dalam permainan di atas papan titian, berjalan di depan dengan tumit,
sederhana berjalan ke depan jinjit, berjalan mundur.
 Melompat ke berbagai arah dengan satu atau dua
kaki
 Meloncat dari ketinggian 30 – 50 cm
 Memanjat, bergantung dan berayun
 Berdiri dengan tumit, berjalan diatas satu kaki
dengan seimbang
 Berlari sambil melompat dengan seimbang tanpa
jatuh.
 Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi.
Melakukan gerak dasar  Melambangkan berbagai objek berbagai bentuk dan
memainkan benda (motorik kasar) ukuran dengan satu atau dua tangan secara
dalam permainan sederhana sederhana
 Menangkap berbagai objek, berbagai bentuk dan
ukuran dengan satu atau dua tangan sederhana
 Melemparkan objek ke berbagai arah dengan tangan
kiri atau kanan secara sederhana
 Menggulirkan bola menyusuri tanah dengan satu
atau dua tangan secara sederhana
 Melemparkan objek ke sasaran dengan satu atau
dua tangan secara sederhana
 Senam fantasi bentuk meniru. Misal : menirukan
berbagai gerakan hewan, menirukan gerakan
tanaman, yang terkena angin (sepoi-sepoi dan angin
kencang dan kencang sekali) dengan lincah
 Naik otopet sepeda roda dua
 Bermain dengan simpai (di gelindingkan sambil
berjalan dan berlari)
UPAYA PENGEMBANGAN
5) Seni
STANDAR KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
Anak mampu Kemampuan Dapat menggambar sederhana  Menggambar bebas dengan berbagai media (kapur
mengekspresikan diri mengekspresikan diri tulis, pensil warna, krayon, arang, dan bahan alam)
dan berkreasi dengan dan berkreasi dengan  Menggambar bebas dari bentuk dasar titik, garis,
berbagai gagasan, berbagai gagasan lengkung, lingkaran, segi tiga, dan segi empat
imajinasi dan imajinasi dan  Menggambar orang dengan lengkap dan
menggunakan berbagai menggunakan berbagai proporsional
media/ bahan menjadi media/ bahan menjadi  Mencetak dengan berbagai media (pelepah pisang,
suatu karya seni suatu karya seni daun, bulu ayam) dengan rapi

Dapat mewarnai sederhana  Mewarnai bentuk-bentuk gambar dengan berbagai


media
 Mewarnai benda 3 dimensi dengan berbagai media
Dapat menciptakan sesuatu  Mencipta 3 bentuk bangunan dari balok
dengan berbagai media  Mencipta 3 bentuk dari kepingan bentuk geometri
 Mencipta bentuk dengan lidi, stik, batang korek api,
tusuk gigi dll
 Mengayam dengan berbagai media. Misal : kain
perca, daun, sedotan, kertas dll/.
 Membatik dan jumputan
 Membuat gambar dengan teknik kolase denan
memakai berbagai media, (kertas, biji-bijian, kain
perca, batu-batuan, bulu ayam dll)
 Membuat gambar dengan teknik mozaik dengan
memakai memakai berbagai bentuk / bahan (segi
empate, segitiga, lingkaran dll)
 Bermain warna dengan berbagai media. Misal :
krayon, cat air dll
 Melukis dengan jari (finger painting)
 Melukis dengan berbagai media (kuas, bulu ayam,
daun-daunan dll)
 Membuat berbagai bunyi dengan berbagai alat
 Membuat berbagai bentuk dari kertas, daun-daunan
dll
 Mencipta alat perkusi sederhana dan
engekspresikan dalam bunyi yang berirama
 Bertepuk tangan dengan 3-5 pola
 Bertepuk tangan membentuk irama
Dapat mengekspresikan diri  Mengekspresikan berbagai gerakan kepala, tangan
dalam bentuk gerak sederhana atau kaki sesuai dengan irama music/ ritmik dengan
lentur
 Bergerak bebas dengan irama music
 Menari menurut irama music yang didengar
Dapat menyanyi dan memainkan  Menyanyi lebih dari 20 lagu anak-anak
alat music sederhana  Menyanyi lagu anak sambil bermain music
Dapat menampilkan sajak  Mengucapkan sejak dengan ekspresi yang
sederhana dengan ekspresi bervariasi misal : perubahan intonasi, perubahan
gerak dan penghayatan

Dapat melakukan gerak pantomin  Melakukan gerak pantomin


 Menceritakan gerak pantomin ke dalam bahasa lisan
UPAYA PENGEMBANGAN
BAB IV
KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM

A. Kerangka Dasar
Raudhatul Athfal Adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usias dini pada jalur
pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan umum dan pendidikan
keagamaan Islam bagi anak usia 4 sampai 6 tahun.
1. Kerangka dasar program pembelajaran di RA/BA/TA adalah sebagai berikut :
a. Program pembelajaran RA/BA/TA dikembangkan untuk mempersiapkan peserta
didik memasuki SD, MI atau bentuk lain yang sederajat.
b. Program pembelajaran RA/BA/TA dapat dikelompokkan dalam :
1) Program pembelajaran agama dan akhlak mulia
2) Program pembelajaran sosial dan kepribadian
3) Program pembelajaran pengetahuan dan teknologi
4) Program pembelajaran estetika
5) Program pembelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
c. Semua kelompok program pembelajaran terdiri dari : pengembangan akhlak perilaku
nilai-nilai moral dan agama, sosial, emosional dan kemandirian berbahasa,
pendidikan agama Islam, kognitif, seni, fisik/ motorik.
d. Penyelenggaraan program pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang dan mendorong kreativitas serta kemandirian.
e. Program pembelajaran disusun dengan memperhatikan tingkat perkembangan fisik
dan psikologis peserta didik serta kebutuhan dan kepentingan terbaik anak.
f. Pengembangan program pembelajaran RA/BA/TA di dasarkan pada prinsip bermain
sambil belajar dan belajar seraya bermain dengan memperhatikan perbedaan bakat,
minatd dan kemampuan masing-masing peserta didik, sosial budaya serta kondisi
kebutuhan masyarakat setempat.
g. Pengembangan program pembelajaran harus mengintegrasikan kebutuhan peserta
didik terhadap kesehatan, gizi dan stimulasi psikososial.
h. Program pembelajaran dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan relevansinya oleh
satuan pendidikan.
2. Cakupan Program Pembelajaran RA/BA/TA
No Program Pembelajaran Cakupan
1 Agama dan akhlak Peningkatan potensi spiritual peserta didik melalui
mulia contoh pengalaman dari pendidik agar menjadi kebiasaan
sehari-hari, baik di dalam maupun di luar sekolah,
sehingga menjadi bagian dari budaya sekolah
2 Sosial dan kepribadian Pembentukan kesadaran dan wawasan perserta didik atas
hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat dan
dalam berinteraksi sosial serta pemahaman terhadap diri
dan peningkatan kualitas diri sebagai manusia sehingga
memiliki rasa percaya diri
3 Pengetahuan dan Mempersiapkan peserta didik secara akademik memasuki
teknologi SD dan MI dengan menekankan pada penyiapan
kemampuan berkomunikasi dan berlogika melalui
berbicara, mendengarkan, pra membaca, pra menulis dan
pra berhitung yang harus dilaksanakan secara hati-hati,
tidak memaksa, dan menyenangkan sehingga anak
menyukai belajar.
4 Estetika Meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan
diri dan kemampuan mengapresiasikan keindahan dan
harmoni yang terwujud dalam tingkah laku keseharian
5 Jasmani, olahraga dan Meningkatkan potensi fisik dan menanamkan sportivitas
kesehatan serta kesadaran hidup sehat dan bersih

B. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan bidang pengembangan yang harus
ditempuh oleh anak didik dalam kegiatan pembelajaran. Susunan bidang pengembangan
tersebut terbagi menjadi dua kelompok yaitu :
1. Bidang pengembangan pembiasaan yang meliputi pengembangan kemampuan akhlak
perilaku, pengembangan sosial emosional, dan kemandirian
2. Bidang pengembangan kemampuan dasar yang meliputi pengembangan pendidikan
agama Islam, Bahas, Kognitif, Fisik-Motorik, dan Seni .
Struktur Kurikulum RA/BA/TA
Bidang Pengeembangan Alokasi Waktu
A. Pembiasaan 1. Akhlak Perilaku
2. Sosial, emosional dan kemandirian
B. Kemampuan dar 1. Pendidikan Agama Islam
2. Bahasa
3. Kognitif
4. Fisik – Motorik
5. Seni
Jumlah 2,5 JP x 6 = 15
Jam Per Minggu jam

Catatan : 15 jam merupakan pertemuan per minggu (15 x 30 menit) sedangkan jumlah
jam untuk pembiasaan (pengembangan diri) dan kemampuan dasar fleksibel (di
RA/BA/TA berbeda dengan jumlah jam pertemuan per mata pelajaran di MI/SD).

C. Alokasi Waktu Belajar


Program pendidikan dan pembelajaran pada anak usia dini untuk RA/BA/TA menggunakan
beban belajar satu tahun dalam bentuk perencanaan semester, perencanaan mingguan dan
perencanaan harian. Perencanaan program pembelajaran adalah perencanaan mingguan
efektif dalam satu tahun pembelajaran (2 semester) adalah 34 minggu. Dengan jumlah jam
belajar efektif adalah 2,5 jam (150 menit). Per minggu adalah 15 jam (900 menit). Per tahun
adalah 510 jam (30.600 menit). Perencanaan program pembelajaran pada RA/BA/TA usia 4-
6 tahun kegiatan bermain per minggu minimal 5 kali pertemuan dan maksimal 6 kali, tiap
pertemuan minimal selama 3 jam dengan pertemuan ideal selama 6 jam.

D. Pengembangan Program pembelajaran di RA/BA/TA


1. Prinsip-prinsip pembelajaran di RA/BA/TA, meliputi :
a. Berlandaskan tauhid, yakni pembelajaran di RA/BA/TA berusaha membina
hubungan harmonis antara manusia dengan Allah, sesame manusia dan alam sekitar
secara seimbang dan integral, sehingga menghasilkan suatu pribadi yang integral
pula. Karena itu berbagai konsep tauhid, yakni tauhid Uluhiyah, Rububiyah,
Mulkiyah dan Rahmaniyah perlu diintegrasikan menjadi suatu konsep tauhid yang
holistic (system keseluruhan yang terpadu).
1) Tauhid uluhiyah bertolak dari pandangan bahwa tiada sesuatu pun yang patut
disembah kecuali hanya Allah semata, penyembahan kepada selainNya berarti
syirk. Ini berimplikasi pada proses pendidikan yang lebih banyak memberi
kesempatan kepada peserta didik untuk berfikir rasional-kritis, kreatif, mandiri,
bebas dan terbuka.
2) Tauhid rububiyah bertolak dari pandangan bahwa hanya Allah yang
menciptakan, mengatur, dan memelihara alam seisinya. Alam ini diserahkan oleh
Allah kepada manusia (sebagai khalifah) untuk diolah, dan manusia dituntut
untuk menggali dan menemukan tanda-tanda keagungan dan kebesaran-Nya yang
serba teratur dan terpelihara di alam semesta. Ini akan berimplikasi pada proses
pendidikan yang lebih banyak memberi kesempatan pada peserta didik untuk
mengadakan penelitian, observasi, eksplorasi, eksperimen, dan sebagainya,
sehingga akan menghasilkan nilai-nilai positif yang berupa sikap rasional
empiric, obyektif-empirik, obyektif-matematis.
3) Tauhid mulkiyah bertolak dari pandangan bahwa Allah-lah Pemilik dan
Penguasa manusia serta alam semesta, dan Penguasa di hari kemudian. Ini akan
berimplikasi pada proses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan nilai-
nilai amanah dan tanggung jawab, sehingga akan menghasilkan sikap amanah
dan tanggung jawab individu dan sosial (kemasyarakatan) serta tanggung jawab
terhadap segala ama perbuatannya di muka bumi.
4) Tauhid rahmaniyah bertolak dari pandangan bahwa Allah Maha Rahman
(Pengasih) dan Rahim (Penyayang), Maha Pengampun, Pemaaf dan sebagainya.
Ini akan berimplikasi pada proses pendidikan yang menekankan pada sikap
telaten dan sabar, serta terwujudnya sikap kasih-sayang, toleran dan saling
menghargai antar sesame manusia dan terhadap makhluk lainnya, sehingga akan
melahirkan sifat dan sikap solidaritas terhadap sesama serta makhluk lainnya
yang ada di alam sekitarnya.
b. Berorientasi pada perkembangan anak, yakni pendidik perlu memberikan kegiatan
yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Anak merupakan individu yang
unik, maka perlu memperhatikan perbedaan secara individual. Dengan dimulai dari
cara sederhana ke rumit, konkrit ke abstrak, gerakan ke verbal, dan dari ke-aku-an
ke rasa sosial.
c. Berorientasi pada kebutuhan anak, yakni kegiatan pembelajaran pada anak harus
senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak pada usia dini sedang
membutuhkan proses belajar untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangannya.
Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan
berdasarkan pada perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak.
d. Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain yakni bermain merupakan
pendekatan dalam melaksanakan pembelajaran di RA/BA/TA. Kegiatan
pembelajaran yang disiapkan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang
menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi/ bahan, dan media
yang menarik serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak untuk
bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak,
sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Ketika bermain anak
membangun pengertian yang berkaitan dengan pengalamannya.
e. Stimulasi Terpadu, yakni perkembangan anak bersifat sistematis, progresif dan
berkesinambungan. Hal ini berarti kemajuan perkembangan satu aspek akan
mempengaruhi aspek perkembangan lainnya. Karakteristik anak memandang segala
sesuatu sebagai suatu keseluruhan, bukan bagian demi bagian. Stimulasi harus
diberikan secara terpadu sehingga seluruh aspek perkembangan dapat berkembang
secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kematangan dan konteks sosial, dan
budaya setempat. Contohnya jika anak melakukan kegiatan makan, maka dalam
kegiatan tersebut anak mengembangkan aspek :
 Agama / akhlak : mengerti tata cara makan yang baik dan benar menurut ajaran
Islam
 Sosial, emosional dan kedisiplinan : menolong diri sendiri
 Bahasa : mengenal kosa kata tentang nama makanan dan peralatan makan
 Kognitif : mengerti manfaat makan
 Motorik : mulai belajar memegang sendok
f. Lingkungan Kondusif, yakni lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian
menarik dan menyenangkan serta demokratis sehingga anak selalu betah dalam
lingkungan sekolah baik dalam maupun di luar ruangan. Lingkungan fisik hendaknya
memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruang
belajar harus disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga anak
dapat berinteraksi dengan mudah baik dengan pendidik maupun dengan temannya.
Lingkungan belajar hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya,
yaitu tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari di rumah dan disekolah ataupun
di lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing-
masing anak.
g. Menggunakan Pendekatan Tematik, yakni kegiatan pembelajaran dirancang dengan
menggunakan pendekatan tematik. Tema sebagai wadah mengenalkan berbagai
konsep untuk mengenal dirinya dan lingkungan sekitarnya. Tema dipilih dan di
kembangkan dari hal-hal yang paling dekat dengan anak, sederhana, serta menarik
minat.
h. Aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan, yakni proses pembelajaran yang
aktif, kretif inovatif, efektif, dan menyenangkan dapat dilakukan oleh anak yang
disiapkan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, menyenangkan
untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berfikir kritis,
dan menemukan hal-hal baru. Pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan seara
demokratis, mengingat anak merupakan subjek dalam proses pembelajaran.
i. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar, yakni setiap kegiatan untuk
menstimulasi perkembangan potensi anak, perlu memanfaatkan berbagai media dan
sumber belajar, antara lain lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja
disiapkan oleh pendidik. Penggunaan berbagai media dan sumber belajar
dimaksudkan agar anak bereksplorasi dengan benda-benda di lingkungan sekitarnya.
j. Mengembangkan kecakapan hidup, yakni proses pembelajaran harus diarahkan
untuk mengembangkan kecakapan hidup melalui penyiapan lingkungan belajar yang
menunjang berkembangnya kemampuan menolong diri sendiri, disiplin dan
sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan
hidupnya.
k. Pemanfaatan teknologi informasi, yakni pelaksanaan stimulasi pada anak usia dini
jika dimungkinkan dapat memanfaatkan teknologi untuk kelancaran kegiatan,
misalnya, tape, radio, televise, computer. Pemanfaatan teknologi informasi dalam
kegiatan pembelajaran dimaksudkan untuk mendorong anak menyenangi belajar.
l. Pembelajaran bersifat demokratis, yakni proses pembelajaran di RA/BA/TA
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berfikir, bertindak, berpendapat,
serta berekspresi secara bebas dan bertanggung jawab.

2. Program pembelajaran di RA/BA/TA meliputi dua bidang pengembangan yaitu :


a. Bidang pengembangan Kemampuan pembiasasan (Pengembangan Diri)
Bidang pengembangan kemampuan pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan
secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak, sehingga menjadi
kebiasaan baik. Bidang pengembangan pembiasaan meliputi aspek perkembangan
akhlak perilaku nilai-nilai moral dan agama, serta pengembangan sosial, emosional
dan kemandirian. Dari aspek perkembangan akhlak perilaku nilai-nilai moral dan
agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan YME dan
membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar anak menjadi warga
negara yang baik. Aspek perkembangan sosial emosional dan kemandirian
dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar
dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik
serta dapat mendorong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. Bidang
pengembangan pembiaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Kegiatan rutin, adalah kegiatan yang dilakukan di RA/BA/TA setiap hari
misalnya berbaris, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, menyanyi
lagu-lagu yang dapat membangkitkan patriotism, lagu-lagu religious, menggosik
giri, berjabat tangan dan mengucapkan salam baik kepada sesama anak maupun
kepada guru, dan mengembalikan mainan pada tempatnya.
2) kegiatan spontan / incidental adalah kegiatan yang dilakukan secara spontan
misalnya meminta tolong dengan baik, menawarkan bantuan dengan baik,
memberi ucapan selamat kepada teman yang mencapai prestasi baik dan
menjenguk teman yang sakit.
3) Pemberian Teladan, adalah kegiatan yang dilakukan dengan memberi teladan /
contoh yang baik kepada anak, misalnya memungut sampah yang dijumpai di
lingkungan RA/BA/TA, mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain,
rapi dalam berpakaian, hadir di RA/BA/TA tepat waktu, santun dalam bertutur
kata, dan tersenyum ketika bertemu dengan siapapun. Secara khusus pengelolaan
sampah di RA/BA/TA sebaiknya sekolah RA/BA/TA menyediakan keranjang
sampah berdasarkan kategori : sampah plastic, steroform, sampah organic, dan
sampah anorganik sehingga anak sejak dini terbiasa untuk ramah lingkungan. Hal
tersebut penting sekali untuk mencegah pemansan global.
4) Kegiatan terprogram, adalah kegiatan yang deprogram dalam kegiatan
pembelajaran (perencanaan semester, satuan kegiatan mingguan dan satuan
kegiatan harian) di RA/BA/TA, misalnya : makan bersama, menggosok gigi,
menjaga kebersihan lingkungan dan lain-lain.

b. Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar


Bidang pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan
oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap
perkembangannya yaitu ; pendidikan agama Islam, berbahasa, kognitif, fisik-
motorik, dan seni.
1) Pendidikan agama Islam bertujuan agar anak mampu mengenal dan memiliki
perasaan, sikap dan perilaku beragama yang baik serta menerapkan nilai-nilai
dan tata cara ajaran Islam secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
2) Berbahasa pengembangan bahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan
pikiran, ide, gagasan, melalui bahasa yang sederhana secara tepat, berkomunikasi
secara efektif dan membangkitkan minat anak untuk berbahasa Indonesia.
Pengembangan bahasa anak usia dini secara keseluruhan melalui mendengarkan,
bercakap-cakap, membaca, menulis, dan apresiasi (the whole language).
3) Kognitif. Pengembangan kognitif bertujuan agar anak mampu mengolah
perolehan belajarnya , menemukan bermacam-macam alternative pemecahan
masalah, mengembangkan kemampuan logika matematika, pengetahuan ruang
dan waktu, memilah dan mengelompokkan dan persiapan pengembangan
kemampuan berpikir teliti.
4) Fisik-motorik. Pengembangan fisik-motorik bertujuan untuk memperkenalkan
dan melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola,
mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi serta meningkatkan keterampilan
tubuh dan cara hidup sehat sehingga, dapat menunjang pertumbuhan jasmani
yang sehat, kuat dan terampil.
5) Seni. Pengembangan seni bertujuan agar anak dapat menciptakan suatu karya
berdasarkan hasil imajinasinya dan dapat menghargai hasil kreativitas orang lain.

3. Kecerdasan majemuk (multiple intelligenses), mengembangkan kemampuan dasar anak


dalam berbagai aspek yang melibatkan seluruh kapasitas kecerdasan majemukya di
sesuaikan dengan karakteristik anak prasekolah khususnya di RA/BA/TA. Terdapat 9
kecerdasan majemuk yaitu :
1) Kecerdasan linguistic,
2) Kecerdasan logis-matematis,
3) Kecerdasan visual spasial,
4) Kecerdasan bodily-kinestetik,
5) Kecerdasan music,
6) Kecerdasan interpersonal,
7) Kecerdasan intrapersonal,
8) Kecerdasan naturalis, dan
9) Kecerdasan eksistesial/ spiritual
Pengembangan kemampuan dasar diprogramkan dalam perencanaan semester,
perencanaan mingguan dalam bentuk Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) dan
perencanaan harian dalam bentuk Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang dilaksanakan
dalam pembelajaran sehari-hari di RA/BA/TA.

4. Pembelajaran Tematik
a. Pengertian Tema
Tema merupakan alat atau wadah untuk menenalkan berbagai konsep kepada peserta
didik secara utuh. Dalam pembelajaran, tema diberikan dengan maksud menyatukan
isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh, memperkaya perbendaharaan bahasa
peserta didik dan membuat pembelajaran lebih bermakna. Penggunaan tema
dimaksudkan agar peserta didik mampu mengenal berbagai konsep secara mudah
dan jelas.

b. Prinsip Penentuan Tema


Penentuan tema hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut
1) Kedekatan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema yang terdekat dengan
kehidupan peserta didik kepada tema yang semakin jauh dari kehidupan mereka.
2) Kesederhnaan, artinya tema hendaknnya dipilih mulai dari tema-tema yang
sederhana kepada tema-tema lebih rumit bagi peserta didik.
3) Kemenarikan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema-tema yang
menaerik minat peserta didik kepada tema-tema yang kurang menarik.
4) Kesesuiaan, artinya tema disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di
lingkungan setempat.
5) Keinsidentalan, artinya peristiwa atau kejadian di sekitar anak (sekolah) dan
terjadi pada saat pembelajaran berlangsung dapat dijadikan sebagai tema dan
dimasukkan dalam pembelajaran, meskipun tidak sesuai dengan tema yang
dipilih / ditetapkan pada hari itu.

c. langkah Penentuan Tema


pada awal tahun pelajaran RA/BA/TA menentukan tema yang akan dibahas dalam
satu tahun sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan setempat. Beberapa dalam
menentukan tema :
1) mengidentifikasi tema yang sesuai dengan hasil belajar dan indicator dalam
kurikulum.
2) Menata dan mengurutkan tema berdasarkan prinsip-prinsip pemilihan tema.
3) Menjabarkan tema ke dalam sub-sub tema agar cakupan tema lebih terurai.
4) Memilih sub tema yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak.

d. Contoh Tema-Tema
1) Diri sendiri
2) Lingkunganku
3) Kebutuhanku
4) Binatang
5) Tanaman
6) Rekreasi
7) Pekerjaan
8) Air, Udara, dan Api
9) Alat komunikasi
10) Tanah Airku
11) Alam semesta
Tema-tema di atas merupakan contoh dan dapat dibuat tema lain atau dikembangkan
berdasarkan kondisi daerah dan kemampuan masing-masing RA/BA/TA sesuai dengan
prinsip-prinsip penentuan tema, demikian pula dalam penentuan perkiraan waktu untuk
setiap tema. Selain tema-tema tersebut diatas, apabila terjadi peristiwa atau kejadian di
sekitar anak RA/BA/TA pada saat pembelajaran berlangsung hendaknya dimasukkan
dalam pembelajaran walaupun tidak sesuai dengan tema yang dipilih pada hari itu.

BAB V
PENILAIAN

A. Pengertian
Penilaian adalah suatu usaha mengumpulkan dan menafsirkan atau mengambil keputusan
berbagai informasi secara sistematis, berkala, berkelanjutan, menyeluruh tentang proses dan
hasil dari pertumbuhan serta perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui
kegiatan pembelajaran. Proses penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
proses pembelajaran dan bersifat menyeluruh (holistic) yang mencakup semua aspek
perkembangan anak didik baik aspek kognitif, afektif, maupun motorik.
Dalam kegiatan penilaian, dikenal istilah evaluasi dan asesmen. Evaluasi adalah kegiatan
yang dilakukan secara sistematis dalam menganalisis data-data yang diperoleh tentang anak
didik untuk keefektifan suatu program dan pengaruhnya terhadap perkembangan anak.
Evaluasi merupakan proses meringkas, meninterpretasi data dan membuat keputusan
penilaian secara professional berdasarkan data yang diperoleh. Evaluasi bersifat
menyeluruh, pengukuran yang objektif dan professional tentang unjuk kerja dan
perkembangan anak. Asesmen adalah proses pengumpulan, pendokumentasian, dan
penafsiran data-data tentang belajar dan perkembangan anak didik. Asesmen bersifat otentik,
berpusat pada anak, dan meliputi seluruh aspek perkembangan anak, akhlak / moral, agama,
bahasa, kognitif, sosial, fisik, seni.
Proses penilaian dilakukan secara regular yang merupakan bagian dari pembelajaran kelas
atau penilaian berbasis kelas (classroom based assessment). Dalam penilaian perlu
dipertimbangkan adanya perbedaan perkembangan, pengalaman, dan budaya anak sehingga
tidak dilakukan dalam situasi tes, tetapi situasi yang almiah. Kemajuan perkembangan anak
dilaporkan dalam konteks individual sesuai perubahan performansi anak dalam menjalani
tugas-tugas perkembangan dan tahap-tahap usia tertentu. Sehingga dalam penilaian di
RA/BA/TA bukan merupakan system rangking.

B. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik
selama mengikuti pembelajaran.
C. Fungsi Penilaian
Fungsi penilaian adalah sebagai berikut :
1. Memberikan umpan balik kepada guru untuk menyempurnakan pembelajarn.
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk membimbing perkembangan anak didik
baik fisik maupun psikis sehingga dapat berkembang secara optimal.
3. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap
anak didik yang memerlukan perhatian khusus.
4. Sebagai bahan pertimbangan kepada orang tua tentang menempatkan anak dalam
kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
5. Memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan yang telah dicapai oleh
anak didik sebagai bentuk pertanggungjawaban.
6. Sebagai informasi bagi orang tua untuk menyesuaikan pendidikan keluarga dengan
proses pembelajaran di RA/BA/TA.
7. Sebagai bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya
terhadap anak didik.

D. Ruang Lingkup Penilaian


Penilaian mencakup dua bidang pengembangan, sebagai berikut :
1. Bidang pengembangan diri meliputi akhlak dari perilaku beragama, sosial-emosional dan
kemandirian.
2. Bidang pengembangan kemampuan dasar meliputi kemampuan pendidikan agama Islam,
berbahasa, kognitif, fisik/ motorik, dan seni.

E. Prinsip-prinsip Penilaian
1. Terencana
Penilaian dilakukan secara terencana sesuai dengan aspek perkembangan yang akan
dinilai.
2. Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram
3. Menyeluruh
Penilaian mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama,
sosial, emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/ motorik, seni.
4. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran
tentang perkembangan anak didik.
5. Obyektif
Penilaian dilaksanakan terhadap semua aspek perkembangan sebagaimana adanya.
6. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi dan mengembangkan
anak didik secara optimal.
7. Kebermaknaan
Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua, anak didik
dan pihak lain.

F. Cara, Alat dan Prosedur Penilaian


Penilaian dilaksanakan berdasarkan gambaran / informasi tentang perkembangan anak didik
yang diperoleh dengan penilaian tertentu. Di dalam pedoman ini disajikan tiga bentuk
penilaian yang merupakan alternative yang dapat digunakan guru untuk menilai
perkembangan anak didik.

1. Penilaian dengan Menggunakan Simbol


a. Cara penilaian
Dalam melaksanakan penilaian dengan menggunakan symbol guru dapat memakai cara
penilaian berupa :
1) Observasi yaitu : cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap
sikap, perilaku dan berbagai kemampuan yang ditunjukkan anak. Observasi dapat
dilakukan saat anak sedang bermain tanpa mengganggu aktivitas anak. Ketika
melakukan observasi guru harus peka, detail, seksama dan deskriptif. Observasi
dilakukan secara objektif, mencatat kenyataan perilaku tersebut. Dengan demikian
observasi objektif tidak memberikan pelabelan anak atau menilai anak terlalu dini.
Perilaku anak yang diobservasi dalam berbagai kegiatan tersebut harus dicatat
dandidokumentasikan secara sistematis baik meliputi kualitas, kuantitas maupun
interaksi kegiatan anak. Ada dua aspek yang harus diobservasi pada anak, yaitu
dimensi anak sebagai individu yang unik, dan perilaku anak ketika beraktivitas.
Dimensi individu yang unik, meliputi latar belakang dan keberagaman keluarga,
budaya dan tempat tinggal anak dibesarkan, usia dan tahapan perkembangan anak,
kepribadian dan temperamen, jenis kelamin, gaya belajar, minat, kebutuhan,
kekuatan anak, serta konsep diri anak. Observasi perilaku anak ketika beraktivitas
berkenaan dengan cara anak merespon kegiatan, mengatur perilakunya saat kegiatan
pembukaan, inti, istirahat, kerja kelompok, menggunakan mainan, toilet, tempat
duduk dan sebagainya.
2) Catatan anekdot (anecdotal record), yaitu : cara pengumpulan data melalui
pengamatan langsung tentang sikap dan perilaku anak yang muncul secara tiba-tiba
(peristiwa yang terjadi secara incidental). Kejadian khusus yang terjadi pada anak
harus di catat secara ringkas oleh guru, yang berisi uraian fakta kejadian tertentu,
waktu terjadinya, penyebab kejadian, respon anak dalam kejadian. Catatan anekdot
juga memberikan informasi tentang apa, kapan, dimana dengan siapa, dan bagaimana
respon anak. Catatan anekdot dapat berisi kutipan dari pernyataan-pernyataan anak
atau gambaran dari perilaku anak waktu kejadian khusus.
3) Percakapan (interview), yaitu : cara pengumpulan data melalui interaksi lisan untuk
mendapatkan informasi tentang pengetahuan atau penalaran anak mengenai sesuastu
hal. Interview atau bercakap-cakap berdiskusi bersama anak untuk menggali
pengalaman anak, cara berpikir, ide-ide yang muncul dari anak, keberanian, perasaan
emosi, kekecewaan, rasa sosial, rasa beragama, hal-hal yang menjadi kesukaan atau
kesulitan anak, bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak jika guru
bersifat menghargai anak. Topic yang ditanyakan bisa beragam dan bersifat terbuka,
sehingga anak mendapatkan respon balikan secara positif dan guru guru dapat
menyimak dan menerima pendapat anak dalam rangka berpikir dan berkembang.
4) Narasi atau catatan diari, yaitu cara pengumpulan data berupa kesan umum guru
terhadap kegiatan anak secara individual maupun kelompok yang dicatat setelah
kegiatan berakhir. Narasi atau catatan diari bermanfaat untuk merefleksi keefektifan
proses pembelajaran secara umum maupun kendala ketidaklancaran proses belajar
mengajar pada hari itu.
5) Check kesehatan anak harian, yaitu cara pengumpulan data melalui catatan status
kesehatan anak saat masuk sekolah pada hari itu. Jika kondisi kesehatan anak
menunjukkan batuk-batuk, panas, lemah, muntah-muntah, mata merah dan
sebagainya, dapat dijadikan dasar untuk mengontak orang tua dan anak perlu untuk
beristirahat di rumah. Cek kesehatan harian perlu bekerjasama dengan tenaga medis
atau professional lainnya.
6) Checklist atau daftar cek tentang perkembangan dan perilaku spesifik anak yang
diobservasi. Checklist meliputi berbagai aspek perkembangan dan kegiatan anak.
Melalui checklist dapat diperoleh data informasi tentang kelebihan dan keterbatasan
anak dalam area perkembangan sehingga dapat dipergunakan guru untuk
merencanakan kegiatan pembelajaran yang tepat bagi anak.
7) Penugasan, yaitu cara pengumpulan data berupa pemberian tugas yang harus
dikerjakan anak didik dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun
kelompok.
8) Unjuk kerja, yaitu : cara pengumpulan data yang menurut anak didik untuk
melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktek menyanyi,
olahraga, memperagakan sesuatu.
9) Hasil karya, yaitu cara pengumpulan data berupa pembuatan karya yang harus
dikerjakan anak didik dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun
kelompok
Cara –cara penilaian di atas dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan
terintegrasi dengan proses pembelajaran.

b. Alat Penilaian
Alat penilaian yang digunakan adalah :
1) SKH (Satuan Kegiatan Harian)
2) Format catatan anekdot (anecdotal record)
3) Format observasi
4) Format percakapan anak didik
5) Format narasi atau catatan diari
6) Format chek kesehatan anak harian
7) Format checklist atau daftar cek
8) Format penugasan
9) Format unjuk kerja
10) Format hasil karya
11) Format evaluasi tingkat perkembangan pembelajaran motorik
12) Rangkuman penilaian perkembangan anak didik kelas A dan B
13) Laporan perkembangan Anak Didik

c. Prosedur penilaian
1) Guru melaksanakan penilaian dengan mengacu pada kemampuan (indicator) yang
hendak dicapai dalam satu satuan kegiatan yang direncanakan dalam tahapan waktu
tertentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan. Penilaian
dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran. Guru tidak secara khusus
melaksanakan penilaian, tetapi ketika pembelajaran dan kegiatan bermain
berlangsung, guru dapat sekaligus melaksanakan penilaian. Dalam pelaksanaan
penilaian sehari-hari, guru menilai kemampuan (indicator) semua anak yang hendak
dicapai seperti yang telah diprogramkan dalam satuan kegiatan harian (SKH).
2) Cara pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut :
a) Catatlah hasil penilaian pada kolom penilaian perkembangan anak dalam Satuan
Kegiatan Harian (SKH)
b) Anak yang belum mencapai indicator seperti diharapkan dalm SKH atau dalam
melaksanakan tugas selalu dibantu guru, maka pada kolom penilaian dituliskan
nama anak dan diberi tanda bulatan kosong (0) atau 
c) Anak yang sudah melebihi indicator yang tertuang dalam SKH atau mampu
melaksanakan tugas tanpa bantuan secara tepat/ cepat/ lengkap/ benar, maka pada
kolom penilaian dituliskan nama anak dan tanda bulatan penuh () atau

d) Jika semua anak menunjukkan kemampuan sesuai dengan indicator yang
tertuang dalam SKH, maka pada kolom penilaian dituliskan kata “semua anak”
dengan tanda checklist () misal : semua anak atau .
d. Hasil catatan penilaian yang ada dalam satuan kegiatan harian (SKH) dirangkum dan
dipindahkan ke dalam format rangkuman penilaian perkembangan anak didik
RA/BA/TA.
1) Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih
cenderung memperoleh bulatan penuh maka hasilnya akan dipindahkan bulatan
penuh pada rangkuman bulanan dengan selalu memperhatikan proses perubahan
perilaku dan kemampuan dalam pembelajaran

Dalam rangkuman penilaian, tanda bintang diganti dengan angka sesuai dengan
jumlah bintangnya sebagaimana contoh berikut :
No Bintang Angka
1  4
2  3
3  2
4  1

2) Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih
cenderung memperoleh bulatan kosong maka hasilnya akan dipindahkan bulatan
kosong pada rangkuman bulanan.
Contoh :

3) Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih
cenderung seimbang perolehan bulatan penuh dan bulatan kosong maka hasilnya
berupa
tanda checklist () yang kemudian dipindahkan ke rangkuman bulanan.
Contoh :

4) Data dari buku rangkuman selama satu semester dianalisis dan disimpulkan untuk
menetapkan gambaran perkembangan anak yang dideskripsikan ke dalam laporan
perkembangan anak didik.
Catatan :
 Hasil catatan penilaian yang ada dalam Satuan Kegiatan Harian (SKH) di
rangkum dan dipindahkan ke dalam satu format rangkuman penilaian yang
mencakup bulanan dan semester.
 Untuk menunjukkan ketercapaian indikator, selain menggunakan symbol
bulatan penuh, kosong dan ceklist, guru dapat menggunakan symbol lain
seperti bintang ( = 0, / = ,  = ●)

G. Penilaian dengan Menggunakan Portofolio


Penilaian portofolio merupakan penilaian dengan melihat kumpulan kerja dan karya anak-
anak dalam waktu tertentu. Hasil kerja anak-anak dapat berupa karya, gambar/lukisan,
ceritae, tulisan, angka, seni, ekspresi ide dan lainnya. Setiap anak disediakan dokumen
portofolio yang akan dipergunakan untuk mendokumentasikan hasil-hasil kerjanya yang
terbaik. Melalui dokumen portofolio tersebut guru dan orang tua dapat menggambarkan
bagaimana perkembangan dan kemajuan anak. Dokumen portofolio juga dapat dimanfaatkan
oleh guru untuk mendiskusikan atau menginformasikan hasil belajar anak kepada orang tua
ketika ada pertemuan atau dalam kegiatan parenting.
1. Cara Penilaian
Dalam melaksanakan penilaian dengan portofolio guru dapat menggunakan cara
penilaian berupa :
a. Observasi : catatan anekdot (anecdotal record), Percakapan, penugasan unjuk kerja,
selain itu juga kumpulan hasil karya anak.
b. Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung tetapi menggunakan
format/ alat penilaian tersendiri. Guru harus mengisi format sesuai dengan SKH yang
diprogramkan.
2. Alat Penilaian
Alat penilaian portofolio dapat menggunakan format-format sebagai berikut :
a. Format observasi
b. Format catatan anekdot
c. Format percakapan
d. Format penugasan
e. Format unjuk kerja
f. Format hasil karya
3. Prosedur penilaian
a. Guru melihat SKH yang dibuat dalam satu hari pembelajaran
b. Guru mengklasifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas. Contoh :
percakapan, penugasan, unjuk kerja dan lain-lain.
c. Guru menyiapkan format-format penilaian sesuai dengan kegiatan-kegiatan
pembelajaran dalam SKH.
d. Dalam mempersiapkan format penilaian guru menentukan waktu, kegiatan
pembelajaran dan aspek yang dinilai.
e. Guru menuliskan hasil penilaian ke dalam format-format penilaian.
f. Setiap hasil karya anak dideskripsikan oleh guru pada lembar hasil karyanya.
g. Guru mendokumentasikan , menganalisis dan menyimpulkan hasil penilaian berikut
berbagai deskripsi hasil karya anak didik ke dalam format rangkuman penilaian.

H. Penilaian Gabungan
Penilaian ini merupakan gabungan antara penilaian yang menggunakan symbol dan
portofolio. Sedangkan cara, alat, dan prosedur penilaian sesuai dengan penjelasan di atas.
I. Pelaporan Gabungan
1. Pengertian
Pelaporan merupakan kegiatan menyampaikan dan mengkomunikasikan hasil penilaian
guru tentang perkembangan anak didik.
2. Bentuk Pelaporan
Berdasarkan hasil rangkuman perkembangan anak didik setiap penggalan waktu tertentu,
penilaian dilaporkan dalam bentuk uraian (deskripsi) singkat dari masing-masing
program pengembangan di RA/B/TA, yaitu :
a. Program pengembangan diri
b. Program pengembangan kemampuan dasar
Uraian (deskripsi) dirumuskan dan dibuat seobyektif mungkin sehingga tidak
menimbulkan persepsi yang salah bagi orang tua / wali atau bagi yang
berkepentingan dalam bentuk Laporan Perkembangan Anak Didik RA/BA/TA.
Laporan menggambarkan perilaku sehari-hari anak di sekolah yang mencakup narasi
tentang berbagai aspek perkembangan dan kemajuan anak. Laporan tidak boleh
bersifat melabel dan menghakimi anak. Guru perlu memberikan refrensi tentang
informasi perkembangan anak. Laporan harus ditulis dalam bahasa yang positif dan
di tanda tangani oleh guru dan orang tua.
3. Pola Penulisan Laporan
Pola pelaporan perkembangan anak biasanya diawali dengan kesan umum guru terhadap
anak tentang hal-hal yang menyenangkan, seperti kebiasaan dan kesukaan anak di
sekolah, perkembangan kemampuan anak, kemandirian, sosialisasi, emosi, dan
sebagainya. Selanjutnya guru dapat menggambarkan perkembangan anak secara spesifik
tentang kemampuan anak yang menonjol atau kemampuan anak yang masih perlu
ditingkatkan pada semua aspek perkembangan, mulai dari kematangan anak dapat
berpisah dengan orang tua, aktivitas anak, konsentrasi, sosialisasi, emosi sampai pada
kemandirian, minat atau lainnya. Pada akhir laporan guru perlu melengkapi dengan
refleksi cerita anak (hasil interview atau dialog) tentang dirinya, keluarga, teman,
sekolah dan lainnya, serta refleksi guru terhadap anak akan harapan, kesenangan, dan
kesiapan untuk dapat tumbuh berkembang secara optimal dan wajar di waktu
selanjutnya.
Berdasarkan hasil penilaian guru tentang perkembangan anak selama satu semester maka
pola pelaporan yang dituangkan ke dalam buku perkembangan anak didik RA/BA/TA
mengikuti criteria sebagai berikut :
a. Bentuk chek list pada setiap perkembangan anak (BM = belum muncul), MM =
Mulai muncul), BSH = berkembang sesuai harapan, BSB = berkembang sangat baik
b. Uraian perkembangan secara umum
c. Uraian perkembangan kemampuan anak yang menonjol atau lebih pada semua aspek
perkembangan.
d. Uraian perkembangan kemampuan anak yang masih perlu ditingkatkan pada aspek
perkembangan
4. Teknik Melaporkan Hasil Penilaian
Laporan perkembangan Anak Didik RA/BA/TA secara lisan dan tertulis. Cara yang
ditempuh dapat dilaksanakan dengan bertatap muka serta dimungkinkan adanya
hubungan dan informasi timbale balik antara pihak RA/BA/TA dan orang tua / wali. Hal
yang perlu diingat dalam pelaksanaan kegiatan ini hendaknya menjaga kerahasiaan data
atau informasi, artinya bahwa data atau informasi tentang anak didik hanya
diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua/wali anak didik yang bersangkutan
atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutya.
BAB VI
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan RA/BA/TA mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif,


waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Kalender pendidikan tersebut disesuaikan dengan
kondisi daerah setempat. Permulaan tahun ajaran di RA/BA/TA dimulai pada hari Senin minggu
kedua bulan Juli, dan apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pelajarn
dimulai hari berikutnya yang bukan hari libur.
Hari-hari pertama masuk sekolah merupakan serangkaian kegiatan sekolah pada
permulaan tahun pelajaran baru yang dapat diisi dengan kegiatan masa orientasi. Hari-hari
pertama masuk sekolah berlangsung selama 3 hari diisi serangkaian kegiatan yang bertujuan agar
anak RA/BA/TA mengenal kehidupan lingkungan RA/BA/TA. Kegiatan pada hari-hari pertama
masuk RA/BA/TA meliputi :
 Perkenalan dan sosialisasi
 Penjelasan kepada orang tua dan anak tentang tata tertib RA/BA/TA dan hal-hal lain
yang menyangkut kegiatan belajar mengajar.
Kalender pendidikan juga mencakup jadwal kegiatan yang dilakukan oleh RA/BA/TA
bersangkutan, misalnya melukis, menari, kegiatan lomba, kegiatan karyawisata dan lain –lain
dalam satu tahun pelajaran disesuaikan dengan kondisi RA/BA/TA.
BAB VII
PENBEMGANGAN
SILABUS DAN MODEL PEMBELAJARAN DI RA/BA/TA

A. Pengertian
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, pengelolaan
kelas, dan penilaian hasil belajar. Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan
komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian standar
kompetensi dan kompetensi dasar.
Silabus pembelajaran di RA/BA/TA dituangkan dalam bentuk perencanaan semester,
perenanaan mingguan dan perencanaan harian.

B. Pengembangan Silabus
1. Perencanaan Semester
Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang dipetakkan berisi jaringan
tema yang dikaitkan dengan kecerdasan majemuk (multiple inteqences) dan nilai-nilai
ajaran Islam, bidang pengembangan, kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator yang
ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan
tema, dan sebarannya ke dalam semester 1 dan 2.
Langkah-langkah pengembangan program semester sebagai berikut :
a. Mempelajari dokumen kurikulum, yakni standar pembiasaan dan standar
perkembangan kemampuan dasar.
b. Menentukan tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk
setiap kelompok dalam satu semester.
c. Membuat “Matriks Hubungan Kompetensi Dasar dengan Tema”. Dalam langkah ini
yang harus dilakukan adalah memasukkan hasil belajar dan / atau indikator ke dalam
jaringan tema.
d. Menetapkan pemetaan jaringan tema dengan memperhatikan keleluasaan cakupan
pembahasan tema dan sub-sub tema serta minggu efektif sekolah, sesuai dengan
alokasi waktu yang ditetapkan.
Berikut ini disajikan contoh tema dan alokasi waktu
Tema Semester 1
NO TEMA SUB TEMA ALOKASI MINGGU KET
WAKTU
1 Diri sendiri 1.
Aku anak Muslim 3 minggu 1,2,3
2.
Panca Indera 2 minggu 4,5
2 Lingkunganku 3.
Keluargaku 2 minggu 6,7
4.
Rumah 2 minggu 8,9
5.
Sekolah 1 minggu 10
3 Kebutuhanku 6.
Makan & 1 minggu 11
minuman 12
7. Pakaian 1 minggu 13
8. Kebersihan, 1 minggu
kesehatan dan
keamanan (K3)
4 Binatang 9. Binatang 2 minggu 14,15
5 Tumbuhan 10. Tumbuhan 2 minggu 16,17
Jumlah 17 minggu

Tema Semester 2
NO TEMA SUB TEMA ALOKASI MINGGU KET
WAKTU
1 Rekreasi 11. Rekreasi 2 minggu 1,2
12. Transportasi 2 minggu 3,4
2 Pekerjaan 13. Pekerjaan 3 minggu 5,6,7
3 Air, udara, dan api 14. Air dan udara 1 minggu 8
15. Api 1 minggu 9
4 Alat komunikasi 16. Alat komunikasi 2 minggu 10,11
5 Tanah airku 17. Negaraku 1 minggu 12
18. Kehidupan di kota 2 minggu 13,14
desa, pesisir, dan
pegunungan
6 Alama semesta 19. Gejala alam 1 minggu 15
20. Tata surya 2 minggu 16,17
Jumlah 17 Minggu

Catatan :
Antara minggu ke-8 dan ke-9 pada semester I dan II diadakan kegiatan tengah
semester selama 4 hari, misalnya kegiatan pecan olahraga dan seni (Porseni),
karyasiswa/ rekreasi, lomba kreativitas, bazaar, dan kegiatan lainnya.
Kegiatan tengah semester ini dimaksudkan untuk mengembangkan bakat,
kepribadian, prestasi dan kreatifitas peserta didik dalam rangka pengembangan
pendidikan anak seutuhnya.
Contoh perencanaan semester dapat dilihat pada lampiran 1a dan 1b

2. Perencanaan Mingguan
Perencanaan mingguan disusun bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM
merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam
rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan
keluasaan pembahasan tema dan subtema.
Perencanaan mingguan dapat disusun dalam bentuk, antara lain satuan kegiatan
mingguan (SKM) model pembelajaran kelompok dan satuan kegiatan mingguan (SKM)
model pembelajaran berdasar minat.
1) SKM model pembelajaran kelompok
a. Komponen SKM model pembelajaran kelompok adalah sebagai berikut :
- Tema dan sub tema
- Alokasi waktu
- Aspek pengembangan
- Kegiatan per aspek pengembangan
b. Langkah-langka pengembangan SKM model pembelajaran kelompok adalah
sebagai berikut :
- Menjabarkan tema dan merinci subtema
- Membuat matrik hubungan antara tema, subtema dan kegiatan
- Menjabarkan indikator menjadi kegiatan-kegiatan pada bidang
pengembangan dalam program semester
Contoh SKM model pembelajaran kelompok dapat dilihat pada
lampiran 2a dan 2b
2) SKM model pembelajaran dengan area
a. Komponen SKM model pembelajaran dengan area adalah sebagai berikut :
- Tema dan sub tema
- Alokasi waktu
- Aspek pengembangan
- Kegiatan per aspek pengembangan
b. Langkah-langkah pengembangan SKM model pembelajaran dengan area adalah
sbb :
- Menjabarkan tema dan merinci subtema.
- Membuat matrk hubungan antara tema, subtema dengan kegiatan
- Menjabarkan indikator menjadi kegiatan-kegiatan dan dimasukkan
dalam area
Contoh SKM model pembelajaran dengan area dapat dilihat pada lampiran
3a dan 3b.

3. Perencanaan Harian
Perencanaan harian disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH
merupakan penjabaran dari satuano kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiaan
pembelajaran, baik yang di laksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal
dalam satu hari. SKH terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat/ makan, dan
kegiatan akhir.

Kegiatan awal merupakan kegiatan untuk pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal.
Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain, misalnya berdoa/ mengucap salam,
membicarakan tema atau subtema, dan sebagainya.

Kegiaatn inti merupakan kegiatan yang dapat mengaktifkan perhatian, kemampuan,


social dan emosional anak. Kegiatan ini dapat dicapai melalui kegiatan yang member
kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen sehingga dapat
memunculkan inisiatif, kemandirian, konsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja
yang baik. Kegiatn inti merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara individual/
kelompok.

Istirahat / Makan merupakan kegiatan yang digunakan untuk mengisi kemampuan


anak yang berkaitan dengan makan, misalnya mengenalkan kesehatan, makanan yang
bergizi, tata tertib makan yang diawali dengan cuci tangan kemudian makan dan berdoa
sebelum dan sesudah makan. Setelah kegiatan makan selesai, anak melakukan kegiatan
bermain dengan alat permainan di luar kelas dengan maksud untuk mengembangkan
motorik kasar anak dan bersosialisasi. Kegiatan ini disesuaikan dengan kemauan anak,
anak makan kemudian bermain atau sebaliknya anak bermain terlebih dahulu kemudian
makan.

Kegiatan akhir merupakan kegiatan penenangan yang dilaksanakan secara klasikal.


Kegiatan yang dapat diberikan pada kegiatan akhir, misalnya membacakan cerita dari
buku, mendramatisasikan suatu cerita, mendiskusikan tentang kegiatan satu hari atau
menginformasikan kegiatan esok hari, menyanyi, berdoa dan sebagainya.

Satuan kegiatan harian (SKH) dapat disusun dalam bentuk, antara lain SKH model
pembelajaran kelompok, SKH pembelajaran berdasarkan minat dengan sudut kegiatan,
dan SKH pembelajaran berdasarkan minat dengan area.
1) SKH model pembelajaran kelompok
a. Komponen SKH model pembelajaran kelompok sebagai berikut
 Hari, tanggal, waktu
 Indikator
 Kegiatan pembelajaran
 Alat/ sumber belajar
 Penilaian perkembangan peserta didik
b. Langkah-langkah penyusunan SKH model pembelajaran kelompok adalah
sebagai berikut :
 Memilih kegaitan yang sesuai dalam SKM untuk dimasukkan ke dalam
SKH. Penulisan indikator dalam SKH diberi keterangan bidang
pengembangan.
 Merumuskan kegiatan yang sesuai untuk mencapai indikator yang dipilih
dalam SKH.
 Memilah kegiatan ke dalam kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan
akhir. Pada kegiatan inti, kegiatan pembelajaran dibagi kedalam
kelompok sesuai program yang direncanakan.
 Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan yang dipilih.
 Memilih alat/ sumber belajar yang dapat menunjang kegiatn pembelajaran
indikator

2) SKH model Pembelajaran dengan area


a. Komponen SKH model pembelajaran dengan area sebagai berikut :
 Hari, tanggal, waktu
 Indikator
 Kegiatan pembelajaran
 Alat/ sumber belajar
 Alat dan hasil penilaian perkembangan anak didik
b. Langkah-langkah penyusunan SKH dengan area sebagai berikut :
 Memilih kegiatan yang sesui dengan SKM untuk dimasukkan ke dalam
SKH. Penulisan indikator dalam SKH diberi keterangan bidang
pengembangan.
 Merumuskan kegiatan yang sesuai untuk mencapai indikator yang dipilih
dalam SKH.
 Pada kegiatan inti, kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan minat
(area) yang akan dilaksanakan.
 Memilih kegiatan dalam kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
Pada kegiatan inti, kegiatan pembelajaran dibagi ke dalam kelompok
sesuai program yang direncanakan.
 Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan yang dipilih.
 Memilih alat/sumber belajar yang dapat menunjang kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan.
 Memilih dan menyusun alat penilaian yang dapat mengukur ketercapaian
hasil belajar atau indikator.
Contoh SKH model pembelajaran dengan area dapat dilihat pada lampiran
5a dan 5b
Selain ketiga model pembelajaran diatas guru, dapat mengembangkan model SKM
dan SKH lain sesuai dengan kemampuan RA/BA/TA masing-masing.