Anda di halaman 1dari 18

c 


c  c 
 

Saya memiliki seorang murid. Namanya Reyhan Ali. Ia bersekolah di SMPN 236. Saat ini ia duduk di kelas 9 SMP. Ia
murid yang rajin dan aktif. Pada suatu waktu, ia bertanya kepada saya tentang teknik membaca cepat. Pasalnya,
esoknya ia mau ulangan. Saya tidak bisa mengajarkan materi tersebut secara instan. Saya hanya sekadar mengulas
saja. Besoknya, ia memberitahukan kepada saya bahwa ia mendapat nilai sempurna. Reyhan memang hebat.

Lebih hebat lagi, ia dan kawan-kawannya telah membuat sebuah naskah skenario yang akan dipentaskan di
sekolahnya. Ia mengirimi saya email yang berisi naskah skenario tersebut. Setelah saya baca sampul depannya, ah
tidak ada yang menarik. Begitu kesan pertama saya. Mengapa? Karena tema dramanya adalah Siti Nurbaya. Itu
tema zadul (zaman dahulu). Naskah itu tentu tidak menarik. Meskipun begitu, saya tetap membacanya kalimat demi
kalimat.

Mmhhhh, ternyata, ada sesuatu yang menarik pada naskah skenario tersebut. Sesuatu itu adalah adanya unsur
musikal pada drama tersebut. Dalam naskahnya terdapat kalimat-kalimat yang huruf-hurufnya ditebalkan. Rupanya
di situlah lirik musiknya. Dan rupanya, inilah salah satu dari sekian banyak kelebihan skenario ini. Oleh karena itu,
saya masukkan naskah skenario ini ke dalam blog saya setelah saya meminta izin dari Reyhan secara langsung.
Reyhan pun dengan senang hati mengizinkannya. Berikut ini adalah naskah skenario drama musikal Siti Nurbaya
yang saya kutip apa adanya dari bentuk aslinya tanpa perubahan apa pun.

Selamat membaca.

Narator : Para pengamat yang budiman kami dari kelompok 1 yang beranggotakan 8 orang akan membawakan
drama yang berjudul Siti Nurbaya dengan para pelaku :

- Suci : Siti Nurbaya

- Ridwan : Syamsul Bahri

- Reyhan : Datuk Maringgih

- Afdhie : Baginda Sulaiman

- Prada : Sutan Mahmud

- Olgha : Ibu Mahmud

- Intan : Ibu Sulaiman

- Susan : Istri Tua

Inilah kisah cerita anak manusia di kota Padang, Sumatra Barat, terjalinnya kisah cinta
antara Sit Nurbaya dengan Syamsul Bahri yang berujung«

Bagaimanakah kisah cerita Siti Nurbaya ini ??

Inilah dia« Selamat Menyaksikan«




Narator : Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai
antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain
berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu
yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut
panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan
Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan
Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya.

Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau
Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah.

Di Taman ² Sore Hari

Siti Nurbaya : Kemana ya uda syamsul, kita kan sudah membuat janji di sini.. ( sambil menengong
kanan kiri )

Syamsul : Adhinda ku Siti Nurbaya«

Siti Nurbaya : Akhirnya uda datang juga, ada apa uda ingin bertemu dengan ku ?

Syamsul : Kamu tau kan ? Setelah aku selesai sekolah di sini, aku akan pergi ke Jakarta untuk
melanjutkan sekolah ku ?

Siti Nurbaya : Tentu saja aku tau, aku sangat sedih mendengar itu uda, tapi demi kebaikan mu aku
akan bertahan untuk menunggu kembali nya dirimu«

Syamsul : á 
         

 á 
        
      

Siti Nurbaya : á



     


 

    

Syamsul : Dhinda, 1 minggu lagi aku akan mendapatkan Rapot ku, dan kemungkinan 1 minggu
kedepannya aku akan berangkat ke Jakarta jika nilai ku memuaskan«

Siti Nurbaya : Santai aja uda, aku pasti nungguin kamu kok, 2 minggu lagikan ? sip sip«

Syamsul : Terimakasih ya Dhinda atas pengertian mu«

Siti Nurbaya : ( Mengangguk )


Narator : Meninggalkan Lokasi«

Narator : 1 Minggu kemudian di rumah Siti Nurbaya, hanya kesedihan yang dia rasakan karena
pujaan hati nya akan meninggalkan dirinya dalam jangka waktu yang cukup panjang«

Siti Nurbaya : Kenapa ya ? uda Syamsul harus kuliah di Jakarta ? Kenapa tidak di Padang saja ??

Narator : Tanpa di sadari Siti Nurbaya, Uda Syamsul mengintip dari jendela«

Syamsul : K  


       
          
    

Siti Nurbaya :     



  
   
      
  
  


Syamsul : á  

      


         
  



Siti Nurbaya : Aduuh uda Syamsul, Co Cweeet«

Syamsul : Ah dhinda bisa saja, maaf ya uda ngintip gak bilang bilang sama dhinda«

Siti Nurbaya : Mana ada ngintip bilang bilang ?

Syamsul : Hehehe, yaudah Uda pulang dulu ya dhinda, Cee Uu..

Siti Nurbaya : Cee Uu..

Narator : Akhirnya, minggu yang tidap di harapkan datang, minggu pembagian rapot«

Di Taman Sore Hari«

Siti Nurbaya : Hari ini pembagian Rapot uda Syamsul, dan kita sudah berjanji di sini,Huuuffhh«
aku deg deg`an banget nih«

Syamsul : Dhindaaa« ( duduk sebelah Siti )

Siti Nurbaya : Uda, senang sekali wajah nya, coba coba liat Rapot nya.. ( melihat Rapot ) waaahhh
bagus sekali«

Syamsul : Yo`i Laahhh.. Uda GettoCh !!

Siti Nurbaya : Berarti, uda jadi pergi ke Jakarta ??


Syamsul : Jadi donk ahh.. udah gak sabar nih«

Siti Nurbaya : ( Hanya tersenyum )

Syamsul : Dhinda, aku ingin bertanya, sebelum aku pergi, aku penasaran sekali, dari pada nanti
aku jadi setan penasaran«

Siti Nurbaya : Waduh ? Apa tuh ?

Syamsul à !!   á" !!# $ 

Siti Nurbaya : Takdir bang !

Syamsul : Wew ??! Jawaban yang tidak di harapkan«

Siti Nurbaya : Hehehe«

Syamsul : Besok pagi aku akan pergi ke Jakarta«

Siti Nurbaya : Cepat sekali uda ?

Syamsul : Biar lebih cepat kembali nya juga, hehehe«

Siti Nurbaya : Besok pagi kita bertemu di Teluk Bayur ya uda, aku ingin mengantarmu«


Syamsul : Oke dhinda« Yuk uda antar pulang«

Siti Nurbaya : Yukk«

Narator : Ke`esokan hari nya di Teluk Bayur«

Siti Nurbaya : Aahh masa aku duluan yang sampe, dasar pemalas«

Syamsul : Haloo dhinda«

Siti Nurbaya : Dasar pemalas, dia uang mau pergi aku yang nyampe duluan«

Syamsul :     

Siti Nurbaya : Bagaimana uda ? Apakah sudah siap semua ?

Syamsul : Udah donkz, tinggal menunggu keberangkatan saja dhinda«

Siti Nurbaya : Memang jam brp berangkat nya ??

Syamsul : Jam 9.15

Siti Nurbaya : ( Melihat Jam ) Sekarang kan jam 9.00, 15menit lagi berarti ya uda ?


Syamsul : Iya dhindaqu sayang«

Siti Nurbaya : % 


     
 # 


Syamsul : 

      
 
 &  

Siti Nurbaya : R


" á'
á % (   )  " % 
( ( 
(   ( "  * + 

  
 (
 
&  

Syamsul : Sungguh setia nya pujaan hati uda ini..

Siti Nurbaya : ( Tersipu Malu )

Syamsul : Yasudah, uda berangkat dulu ya Dhinda qu tercinta«

Siti Nurbaya : Iyah.. Hati hati ya Uda ku sayang« ( Cium Tangan )

( Sama sama melambaikan tangan )

Narator : Tahun berlalu musim berganti..


Siti Nurbaya : Surat doank ? gak ngelepas kangen, makin jadi iya, huuuh«

     


"  (  


,     


+ 
(  
'
   

Narator : Musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami
kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya
meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri banyak bernama
Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih.
Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit untuk menagih
piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih
memaksa Baginda Sulaiman untuk menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti
Nurbaya tak sanggup untuk membayar hutangnya.

Maringgih : " +


      
 
    R
      
K 
+     -    + 
   -$ 




Pesuruh : ( Joget Joget )

Maringgih : Heh !! Ngapain kamu joget joget ??

Pesuruh : Terbawa suasana Tuk !!

Maringgih : Tak Tuk Tak Tuk ! Jidat mu !!

Pesuruh : ( ««««. )


Maringgih : Akan ku nikahkan dia !! Jika tidak bisa !! Jangan panggil aku ´ DATUk MARINGGIH
´ !!

Pesuruh : Caranya ?

Maringgih : Easy coy !! Mari kita masuk ke dalam«

( berjalan beberapa langkah )

Maringgih : Haiii cantikk« mwaaachh«

Siti Nurbaya : NAJIZ !! Brrrr«

Maringgih : Sombong sekalii«

Siti Nurbaya : Bodo !!! Cuih !!

Maringgih : Awas kao !!

( Masuk ke Dalam Rumah )

Maringgih : Sulaimaaaaaaaan !! Cepat kesini kamu !!


Maringgih : ( Berbicara kepada pesuruh ) Buset ngeri amat nih nenek nenek«

Pesuruh : ( «««. )

Maringgih : Mana Sulaiman ??

Sulaiman : Apooo datuk ??

Maringgih : Mana hutang mu ?? Aku ingin sekarang di bayar !! Tidak mau tahu bagaimanapun
caranya !!

Sulaiman : Mana bisa aku bayar begitu banyak dengan cepat ?

Maringgih : Aku tidak mau tau !! Aku berikan Tawaran !!

Sulaiman : Apa itu ?

Maringgih : Kawinkan anak mu dengan ku !! Maka semua hutang mu akan ´ LUNAS ´ !!

Sulaiman : Apakah anak ku mau dengan orang tua seperti mu ?? Lagi pula dia sudah punya
kekasih yang bernama Syamsul Bahri

Maringgih : Kuurrraaannggg ajjjiiiiiaaarrrrrr !!!!!!!!!!!! Pokok nya besok mau tidak mau anak mu
harus menikah dengan ku !! TIETIEKKK !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Ayo Kita pergi !!!!

Sulaiman : Sayang, panggil Siti kesini dong«




Ny.Sulaiman : Sitiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!!

Sulaiman : Berisiiikk gak bisa pelan pelan apa ?!

Ny.Sulaiman : Bawel dehh..

Siti Nurbaya : Ya Ayah ? Ibu ?

Sulaiman : Kami ingin meminta tolong kepadamu, demi kelangsungan hidup kami«

Siti Nurbaya : Selama siti bisa, pasti siti lakuin«

Sulaiman : Kamu menikah dengan Datuk Maringgih«

Siti Nurbaya : UAPAAAAAAAAAAAA????????!!!!!

Ny.Sulaiman : Lebay tau gk«

Siti Nurbaya : Tapi ayah, aku sudah mempunyai calon, yaitu Syamsul Bahri, orang yang paling aku
cinta«

Sulaiman : Tapi ini demi kami semua, kami juga tidak mau kamu menikah dengan datuk
maringgih, tapi apa yang bisa ayah perbuat?


Ny.Sulaiman : Siti, ini permohonan terakhir ayah dan ibu«

Siti Nurbaya : Huuuffh« baiklah aku mau«

Narator : Dengan hati yang sangat tersiksa, akhirnya Siti Nurbaya pun menerima nya, dan
terjadilah hari lamaran itu«

Maringgih : Akhirnya« biarkan hutang itu lunas, asalkan aku bisa memiliki Siti Nurbaya,
Hahahahaha«.

Siti Nurbaya : Zzzzzzz«

Maringgih : &

     &

  
  +
.  

     "/0



Siti Nurbaya : ( «« )

Narator : Namun kabar tersebut sampai ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan
mencoba bunuh diri.

( Kost`an Syamsul Bahri )

Syamsul : è  



    
1  
  

 

   

  

   
  
 %#


Narator : Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya



Syamsul : Dimanakah Siti Nurbaya sekarang ? Aku ingin sekali bertemu dengannya, aku ingin
penjelasan se jelas jelas nya dari dia« ( Berjalan 2 ² 3 langkah )

Siti Nurbaya : ( Sedang berdiri tidak jelas )

Syamsul : Sepertinya aku kenal dengan perempuan cantik itu« ( berjalan 1 langkah ) Nurbaya !
Itu Siti Nurbaya ! ( Menyapa Siti Nurbaya ) Siti kamu Siti kan ?? Siti Nurbaya ??

Siti Nurbaya : ???? Iya aku Siti Nurbaya« Ada apa ?

Syamsul : Aduh sombong nya kamu« kamu tidak ingat aku ??

Siti Nurbaya : Ha ??

Syamsul : Semua kata rindu mu semakin membuat ku tak berdaya«

Siti Nurbaya : Itu kan surat 1 tahun lalu yang aku kirimkan kepada Uda Syamsul, Berarti kamu ?

Syamsul : Yo`I lahh«

Siti Nurbaya : Uda ?? Waaaa«. Senang sekali aku bertemu dengan mu kembalii«


Syamsul : Aku juga Sitii« Hahahahaha«

Siti Nurbaya : Tapii«

Syamsul : Aku tahu kok, kamu menikah dengan rentenir gendut itu, bagaimana bisa kamu
menikah dengan rentenir gendut itu ?

Siti Nurbaya : Ayah ku bangkrut dan akhirnya berhutang kepada datuk maringgih, dan akhirnya
berbunga dan berbunga, karena tidak bisa bayar, aku di paksa menikah oleh datuk maringgih«

Syamsul : Sungguh laknat orang gendut itu !

Siti Nurbaya : Maafkan aku uda, aku tidak bisa berbuat apa apa«

Syamsul : Tenang Siti, aku akan membalas si gendut itu ! Aku janji !!

Siti Nurbaya : Tapi« Bagaimana caranya ??

Syamsul : Easy«

Siti Nurbaya : Yasudah aku harus segera kembali pulang, agar dia tidak marah marah dengan ku
lagi«

Syamsul : Hati hati siti«




Narator : Tanpa di sadari« datuk maringgih yang mendengar pembicaraan itu, langsung naik
Pitam ! Datuk maringgih berniat mengusir syamsul bahri dari Padang ! Dia menyebar fitnah melalui
istri tua nya«

Maringgih : Kurrang ajar !!

Istri Tua : Aduuuuuuhhh !! Ada apa sih berisik banget« gk tau apa mama lagi Medi Pedi ??

Maringgih : Mah, kurrang ajar si Siti itu, dia berani berani nya bertemu dengan si Syamsul lagi,
dan si syamsul berencana untuk membalas ku !!

Istri Tua : Ahh itu mah urusan mudah papii« lihat aksi istri mu ini«

Narator : Tersebarlah gosiip kalau Syamsul telah memperkosa Istri Tua datuk maringgih«.
Sehingga Syamsul di usir oleh kedua Orang Tua nya«.

Syamsul : Ayaahh ibuu.. ini pesanan makanan pesanan kalian«

Mahmud : JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN AYAH !!! KAU BUKAN ANAK KU !!!

Ny.Mahmud : Ayah sabar ayah«

Mahmud : Aku tidak punya anak yang seperti ini ! Anak tidak bermoral tidak berpendidikan !
Percuma aku membiayai nya mahal mahal ! Anak DURHAKA !! Pergi Kamu !! PERGIII !!!


Ny.Mahmud : Jangan ayah.. kasian syamsul, tolong ayah, kasih dia untuk memberikan penjelasan«

Mahmud : Penjelasan ?? Tidak BUTUH !!! Mau di taro mana Muka ayah ???

Ny.Mahmud : Ya di kepala masa di jidat ? AYolah ayah berikan dia kesempatan lagii« kesempatan
untuk menjelaskan saja«

Mahmud : Tidak perlu ! PERGI KAMU ! PERGI !!!

Narator : Syamsul bahri tidak sempat berkata apapun, hanya kesedihan yang di rasa, dan dia
kembali pergi ke Jakarta« Dia menyamar sebagai Letnan Mas !! Di saat Syamsul Bahri masih
di Jakarta, Datuk maringgih menjadi sangat benci kepada Siti Nurbaya dan dia memikirkan
bagaimana cara membunuh Siti Nurbaya«

Maringgih : Apa yang harus aku lakukan agar bisa membunuh Siti Nurbaya itu«

Istri Tua : Racunin aja, ribet amat«

Maringgih : Racun ? Tpi bagaimana cara kita memberikannya ?

Istri Tua : Coba kita pikirkan sejenak«

Hmmmm«

Istri Tua : Ahaaaaaaaaaaaa !!!! Kita racunin saja dengan air minum«


Maringgih : Sepertinya kurang ampuh kalau kita suguhkan minuman, dia pasti berpikir yang aneh
aneh«

Istri Tua : Benar juga ya«

Maringgih : Lebih baik kita racuni lemang dan di berikan ke siti nurbaya melalui si jidat itu«

Istri Tua : Benar juga itu, hahaha« mari kita lakukan secepatnya«

Narator : Dengan cepat Datuk Maringgih dan Istri Tua nya membeli lemang dan di berikan
racun«

Maringgih : Budaaaaaaakk !! Cepat kesini kamu !!

Pesuruh : Ya tuk ??

Maringgih : Tolong berikan ini kepada Siti Nurbaya, bilang ini pemberian dari sulaiman«

Pesuruh : Siap Tuk Laksanakan«

Narator : Jalan lah sang pesuruh ke Tempat Siti Nurbaya beristirahat setelah seharian di
suruh membersihkan rumah«

Pesuruh : Permisi sitii« ada kiriman lemang dari ayahmu«




Siti Nurbaya : Ohh.. iya terimakasih yahh«

Pesuruh : Sama sama ( pergi untuk mengintip apakah siti sudah memakan itu atau belum )

Siti Nurbaya : Apakah ini benar benar dari ayah ? Huuufh«

Pesuruh : Lama amat sih nga di makan makan«

Siti Nurbaya : Baiklah aku makan, aku tidak boleh berburuk sangka« ( memakan lemang itu )

Pesuruh : Akhirnya di makann« sekarang aku bisa pergi«

Narator : Akhirnya« termakanlah lemang itu, dan tak lama kemudian sampailah ajal nya«

Pesuruh : Tuuukkkkk« Lemang itu sudah di makan oleh Siti Nurbaya«

Maringgih : Bagus« Hahahaha« Tinggal kita tunggu saja, kapan ada kabar bahwa Siti Nurbaya
telah meninggal«

Narator : Akhirnya pengumuman bahwa Siti Nurbaya telah meninggal di sebarkan, dan sampai
lagi ke telinga Syamsul Bahri yang sekarang namanya menjadi Letnan Mas ! Semakin menjadi Amarah
Syamsul Bahri terhadap Datuk Maringgih«

Syamsul : Akan kubunuh dia ! Akan kubunuh ! Itu Janji ku !




Narator : Nasib baik untuk Syamsul Bahri, Saat tragedy Balesting (Saudagar-saudagar
pribumi yang tidak mau membayar upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih), dikirimlah Letnan
Mas oleh Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting.

Syamsul : Akhirnya kita bertemu Gendut !

Maringgih : Kurang ajar, aku akan memberi mu pelajaran !

Syamsul : Jangan banyak bicara mari kita mulai saja !!

Narator : Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan Datuk Maringgih.
Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri tewas di pedang diujung pedang,
bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh terkena tembakan Letnan Mas

Beri Nilai