Anda di halaman 1dari 5

Soegondo, Sidartawan dkk. (2002). Petunjuk Praktis Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2.

Jakarta: PB PERKENI

Pilar utama pengelolaan DM:

1. Edukasi
2. Perencanaan makan
3. Latihan Jasmani
4. Obat

1. Prinsip edukasi:

- Sampaikanlah informasi secara bertahap, mulai dari yang sederhana baru kemudian yang lebih
kompleks

-Hindari informasi yang banyak dalam wktu singkat

-Sesuaikan materi edukasi dengan masalah klien

-Perhatikan kondisi jasmani, psikologis, dan tingkat pendidikan klien

-Libatkan keluarga/pendamping dalam proses edukasi

-Berilah nasehat yang membesarkan hati dan hindari kecemasan, Gunakan alat bantu dengar-
pandang, Usahakan adanya kompromi tanpa ada paksaan, diskusikan hasil lab, beri
motivasi/penghargaan

2. Perencanaan makan

Makanan dianjurkan seimbang dengan komposisi energy dari karbohidrat 60-70%, protein 10-
15%, lemak 20-25%.

Prinsip:

-Anjuran makan seimbang seperti anjuran makan sehat pada umumnya

-Tidak ada makanan yang dilarang, hanya batasi sesuai kebutuhan (tidak berlebih)

-Menu sama dengan menu keluarga, gula dalam bumbu tidak dilarang

-Teratur dalam jadwal, jumlah, dan jenis makanan (3J)

IMT: Indeks Massa Tubuh = BB (kg)/ TB (m)²

IMT Normal wanita= 18,5-23,5 kg/m² IMT Normal pria= 22,5-25 kg/m²
Status gizi :

BB kurang: >90% BB idaman

BB normal: 90% - 110% BB idaman

BB Lebih: 110-120% BB idaman

BB Gemuk : >120% BB idaman

Untuk kepentingan klinik praktik dalam menghitung jumlah kalori, penentuan status gizi
memanfaatkan rumus Brocca, yaitu:

Berat badan idaman=(TB-100)-10%

NB: Untuk wanita >150 cm dan pria< 160 cm, tidak dikurangi 10% lagi

Penentuan kebutuhan kalori:

Kalori basal

Laki-laki: BB Idaman (kg) x 30 kalori/kg

Wanita: BB Idaman (kg) x 25 kalori/kg

Koreksi penyesuaian:

Umur >40 tahun: -5% x kalori basal

Aktifitas ringan, sedang, berat: +10-30% x kalori basal

BB gemuk: -20% x kalori basal,BB lebih -10% x kalori basal, BB kurang: +20% x kalori basal

Hamil Trimester I dan II: + 300 kalori

Hamil trimester III/laktasi: +500 kalori

Total kebutuhan :…………………..kalori

Prinsip pembagian porsi makanan sehari-hari:

Disesuaikan dng kebiasaan makan pasien dan diusahakan porsi tersebar di sepanjang hari.

Disarankan porsi terbagi (3 besar dan 3 kecil)


1. Makan pagi - Makan selingan pagi
2. Makan siang - Makan selingan siang
3. Makan malam - Makan selingan malam (terutama bagi yang menggunakan insulin kerja
panjang)

Contoh daftar makanan penukar:

1 Penukar Sumber Karbohidrat 175 kalori


Jenis Ukuran Rumah Tangga Berat (gram)
(URT)
 Kentang 2 biji sedang 210 gram
 Nasi ¾ gelas 100 gram
 Roti putih 3 potong sedang 70 gram
 Ubi 1 biji 135 gram

1 Penukar Sumber Protein Hewani


Jenis Ukuran Rumah Tangga Berat (gram)
(URT)
 Rendah lemak (50 kalori)
Ayam tanpa kulit 1 potong sedang 40 gram
Ikan segar 1 potong sedang 40 gram
 Lemak sedang (75 kalori)
Daging kambing 1 potong sedang 40 gram
Daging sapi 1 potong sedang 35 gram
Hati ayam 1 buah sedang 30 gram
Telur ayam 1 butir 50 gram
 Tinggi lemak (150 kalori)
Bebek 1 potong sedang 45 gram
Sosis ½ potong sedang 50 gram

1 Penukar Sumber Protein Nabati 75 kalori


Jenis Ukuran Rumah Tangga Berat (gram)
(URT)
 Kacang-kacangan 2 sendok makan 20 gram
 Tahu 1 biji besar 110 gram
 Tempe 2 potong sedang 50 gram

1 Penukar Sayuran
1 Penukar Sayuran A Daun tales, daun katuk, daun pepaya,
(1 gelas/100 gram = 50 kalori) daun singkong, nangka muda, kluwih
1 Penukar Sayuran A Bayam, buncis, kol, kangkung, kacang
(1 gelas/100 gram = 50 kalori) panjang, wortel
1 Penukar Buah 50 kalori
Jenis Ukuran Rumah Tangga Berat (gram)
(URT)
 Jeruk manis 2 buah 110 gram
 Pisang 1 buah 50 gram
 Pepaya 1 potong besar 190 gram
 Mangga ¾ buah sedang 90 gram
 Semangka 2 potong sedang 180 gram
 Melon 1 potong besar 190 gram
1 buah sedang 75 gram
 Apel Malang

1 Penukar Lemak 50 kalori


Jenis Ukuran Rumah Tangga Berat (gram)
(URT)
 Margarine ¼ sendok teh 5 gram
 Minyak goreng 1 sendok teh 5 gram
 Santan 1/3 gelas 5 gram

1 Penukar Susu
Jenis Ukuran Rumah Tangga Berat (gram)
(URT)
 Susu tanpa lemak/skim cair 1 gelas 300 gram
(75 kalori)
 Keju (125 kalori) 1 potong kecil 35 gram
 Tepung susu penuh (50 6 sendok makan 30 gram
kalori)

Latihan

Prinsip: Continuos, Rhytmic, Interval, Progressive, Endurance

 Continuous
Latihan harus berkesinambungan dan dilakukan terus menerus tanpa berhenti. Contoh:
bila dipilih jogging 30 menit, maka selama 30 menit pasien melakukan jogging tanpa
istirahat.
 Rhytmic
Latihan olahraga harus dipilih yang berirama, yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi
secara teratur.
Contoh: jalan kaki, jogging, berlari, berenang, bersepeda, mendayung. Main golf, tenis,
badminton tidak memenuhi syarat karena banyak berhenti.
 Interval
Latihan dilakukan selang-seling antara gerak cepat dan lambat. Contoh: Jalan cepat
diselingi jalan lambat, jogging diselingi jalan, dsb.
 Progressive
Latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dari intensitas ringan sampai
sedang hingga mencapai 30-60 menit

Sasaran Heart Rate = 75-85% dari maximum Heart Rate


Maximum Heart Rate = 220 – umur
 Endurance.
Latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, seperti jalan (jalan
santai/cepat sesuai umur), jogging, berenang dan bersepeda.