Anda di halaman 1dari 17

Oleh :

Yusron Feriadi (073184004)


Dianto (073184007)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2010
HUKUM KUADRAT TERBALIK
Oleh : Yusron Feriadi (073184004) dan Dianto (073184007)

ABSTRAKSI
Experiments have been conducted, titled "Inverse Square Law" aims to find out the
relationship between the distance of radiation source with radiation intensity. The
experimental method used is by putting a meter stick on the table and put radiation
sensors at the point of zero yards, and then put a Stefan-Boltzmann lamp in front of
the radiation sensor at a certain distance. After that, connect the Stefan-Boltzmann
lamps to the power supply and radiation sensors to millivoltmeter. In this
experiment, which manipulated range of radiation sensor with the Stefan-Boltzmann
lights. Our results from this experiment is the amount of radiation intensity is
inversely proportional to the square of the distance

Telah dilakukan eksperimen yang berjudul “Inverse Square Law” bertujuan


untuk mengetahui hubungan antara jarak sumber radiasi dengan besarnya intensitas
radiasi. Metode eksperimen yang digunakan yaitu dengan meletakkan stick meter di
atas meja dan meletakkan sensor radiasi di titik nol meter, kemudian menempatkan
lampu Stefan-Boltzmann di depan sensor radiasi pada jarak tertentu. Setelah itu
menghubungkan lampu Stefan –Boltzmann ke power supply dan sensor radiasi ke
millivoltmeter. Pada eksperimen ini yang dimanipulasi adalah jarak sensor radiasi
ke lampu Stefan-boltzmann. Hasil yang kami peroleh dari eksperimen ini adalah
besarnya Intensitas radiasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di dalam fisika, Hukum Kuadrat Terbalik (Inverse Square Law)
menyatakan besarnya intensitas atau kekuatan fisika berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak dari sumber pemancarnya.
Hukum kuadrat terbalik umumnya berlaku ketika suatu gaya, energi atau
kuantitas kekal lainnya dipancarkan secara radial dari sumbernya. Karena luas
permukaan sebuah bola sebanding dengan kuadrat jari-jari, maka semakin jauh
kuantitas tersebut dipancarkan dari sumber, semakin menyebar dalam sebuah
daerah yang sebanding dengan kuadrat jarak dari sumber. Dengan demikian,
kuantitas yang melewati satu satuan luas berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak dari sumber.
Dalam eksperimen kali ini akan dilakukan pengamatan kuantitatif
hubungan antara jarak sumber terhadap besarnya intensitas radiasi sumber

B. Rumusan Masalah
Bagaimana hubungan antara jarak sensor radiasi-lampu Stefan-Boltzmann
terhadap besarnya intensitas radiasi?
C. Tujuan Percobaan
Mengetahui hubungan antara jarak sensor radiasi-lampu Stefan-Boltzmann
terhadap besarnya intensitas radiasi
BAB II
DASAR TEORI

Intensitas cahaya atau gelombang linear lain yang memancar dari titik sumber
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumber. Jadi obyek (ukuran yang
sama) dua kali lebih jauh, hanya menerima seperempat dari energy (dalam jangka
waktu yang sama). Lebih umum, radiasi yaitu intensitas (energy persatuan luas) dari
sebuah bola wavefront berbanding terbalik dengan kuadrat jarakdari titik sumber
(dengan asumsitidak ada kerugian yang disebabkan oleh penyerapan atau hamburan).
Hubungan intensitas dengan jarak dari sumber:
1
I~
r2
dengan I = intensitas radiasi
r = jarak dari sumber
Misalkan daya total yang diradiasikan dari sebuah titik adalah P pada jarak
yang jauh dari sumber, daya ini akan didistribusikan pada luasan permukaan berjari-
jari r (jarak dari sumber), sehingga intensitas yang dipancarkan pada jarak r dari
sumber radiasi adalah
P
I=
4r 2
dengan I = intensitas (W/m2)
P = daya yang dipancarkan (W)
r = jarak dari sumber (m)

Karakteristik Alat Eksperimen


1. Sensor Radiasi
Sensor radiasi adalah alat untuk mengukur Intensitas radiasi thermal. Elemen
pendeteksinya adalah sebuah thermopile yang menghasilkan tegangan sebagai
sumber intensitas radiasi. Respon dari thermopile terutama untuk daerah
inframerah (0,5-40 µm) dan menghasilkan tegangan dari microvolt sampai 100
mV
Spesifikasi Sensor Radiasi
- Rentang suhu : (-65oC)-85oC
- Intensitas daya maksimum : 0,1 W/m2
- Respon spectral :6-30 µm
- Sinyal keluaran : linear dari 10-6-10-1 W/m2

Gambar 1 sensor radiasi


.
2. Lampu Stefan –Boltzmann
Lampu Stefan-Boltzmann adalah sebuah sumber radiasi bertemperatur
tinggi. Lampu tersebut dapat digunakan untuk pengamatan temperature tinggi
dari hukum Stefan-Boltzmann

Gambar 2 lampu Stefan Boltzmann


BAB III
METODE EKSPERIMEN

A. Rancangan Percobaan

Gambar 3 Rancangan Percobaan

B. Alat Dan Bahan


1. Sensor Radiasi
2. Lampu Stefan-Boltzmann
3. Millivoltmeter
4. Power supply (13 VDC; 3A)
5. Meter stick

C. Variabel Eksperimen
1. Variabel manipulasi : jarak sensor-lampu Stefan Boltzmann
Definisi operasional variabel manipulasi : jarak antara sensor radiasi dengan
lampu Stefan Boltzmann yang diubah-ubah
2. Variabel respon : Besarnya Radiasi
Definisi operasional variabel respon : besarnya radiasi yang terukur pada
millivoltmeter
3. Variabel Kontrol : sumber radiasi
Definisi operasional variabel kontrol: sumber radiasi yang digunakan dalam
setiap pengambilan data selalu sama yaitu lampu Stefan-Boltzmann
D. Langkah Eksperimen
1. Meletakkan meter stick diatas meja.
2. Menempatkan lampu Stefan-Boltzmann pada salah satu ujung meter stick
sedemikian sehingga pusat lampu filament tepat di titik nol meter stick
3. Menempatkan sensor radiasi pada jarak tertentu di depan lampu Stefan-
Boltzmann
4. Mengatur ketinggian sensor radiasi sedemikian hingga sejajar dengan pusat
lampu filamen
5. Menghubungkan sensor radiasi ke millivoltmeter dan lampu Stefan-
Boltzmann ke power supply
6. Dengan lampu keadaan mati, hidupkan sensor radiasi dan catat radiasi yang
terukur pada millivoltmeter sebagai radiasi ambient. Menggeser sensor
radiasi pada setiap interval 10 cm
7. Menghidupkan power supply, mengatur tegangan sekitar 10 volt kemudian
menghidupkan sensor radiasi dan mencatat radiasi yang terukur. Menggeser
sensor radiasi dengan interval yang berbeda mulai dari 2,5 cm sampai 10 cm
BAB IV
HASIL DAN ANALISIS
A. Hasil data
Tabel 1 (Ambient Radiation)
r Ambient Radiation Level (RA)
(cm) (mV)
10 74,2
20 74,2
30 74,4
40 75,0
50 75,3
60 75,6
70 75,7
80 75,6
90 75,6
100 75,9
Average 75,2
(RAave)
Tabel 2
r Rad (R) 1 RN = R-RAave r 1 RN
(cm) mV (cm-2) (mV) (x10-2 m) (m-2) (W/m2)
r2 r2
2,5 245,0 1,60 x 10-1 170,8 2,5 1,60 x 103 1940,1
3,0 226,9 1,11 x 10-1 151,7 3,0 1,11 x 103 1723,86
3,5 211,0 8,16 x 10-2 135,8 3,5 8,16 x 102 1543,18
4,0 197,3 6,25 x 10-2 122,1 4,0 6,25 x 102 1387,50
4,5 186,3 4,94 x 10-2 111,1 4,5 4,94 x 102 1262,50
5,0 182,6 4,00 x 10-2 107,4 5,0 4,00 x 102 1220,45
6,0 190,5 2,78 x 10-2 115,3 6,0 2,78 x 102 1310,23
7,0 183,5 2,04 x 10-2 108,2 7,0 2,04 x 102 1229,55
8,0 176,7 1,56 x 10-2 101,5 8,0 1,56 x 102 1153,41
9,0 167,2 1,23 x 10-2 92,0 9,0 1,23 x 102 1045,45
10,0 146,9 1,00 x 10-2 71,7 10,0 1,00 x 102 814,77
12,0 126,4 6,94 x 10-3 51,2 12,0 6,94 x 101 581,82
14,0 111,0 5,10 x 10-3 35,8 14,0 5,10 x 101 406,82
16,0 101,1 3,91 x 10-3 25,9 16,0 3,91 x 101 294,32
18,0 95,8 3,09 x 10-3 20,6 18,0 3,09 x 101 234,09
20,0 90,2 2,50 x 10-3 15,0 20,0 2,50 x 101 170,45
25,0 85,3 1,60 x 10-3 10,1 25,0 1,60 x 101 114,77
30,0 82,9 1,11 x 10-3 7,7 30,0 1,11 x 101 87,50
35,0 81,2 8,16 x 10-3 6,0 35,0 8,16 x 101 68,18
40,0 80,1 6,25 x 10-4 4,9 40,0 6,25 55,68
45,0 79,2 4,94 x 10-4 4,0 45,0 4,94 45,45
50,0 79,2 4,00 x 10-4 4,0 50,0 4,00 45,45
60,0 78,5 2,78 x 10-4 3,3 60,0 2,78 37,50
70,0 77,8 2,04 x 10-4 2,6 70,0 2,04 29,55
80,0 77,3 1,56 x 10-4 2,1 80,0 1,56 23,86
90,0 77,3 1,23 x 10-4 2,1 90,0 1,23 23,86
100,0 77,2 1,00 x 10-4 2,0 100,0 1,00 22,73

B. Analisis data
Pada tabel 1, kami mencari tingkat radiasi sekitar dimana pada pengukuran
ini kami melakukan pembacaan sensor sebanyak 10 kali dengan jarak lampu
Stefan-Boltzmann-sensor radiasi yang berbeda-beda. Perlu diketahui bahwa pada
saat melakukan pengukuran ini, lampu Stefan-Boltzmann dalam keadaan tidak
menyala. Dari 10 kali pembacaan ini, kemudian kami mencari nilai rata-rata
sehingga didapat average ambient radiation RAave sebesar 75,2 mV
Sedangkan pada table 2, didapat nilai Radiation level R (kolom ke-2) untuk
setiap niai r tertentu (kolom ke-1). Dari data pada table 1 dan 2, kita sekarang
bisa mencari (menghitung) net radiation level dari lampu Stefan-Boltzmann yaitu
dengan persamaan berikut
RN = R - RAave
Hasil nilai RN dapat dilihat pada table 2 kolom ke 4
Dari nilai r dan RN, sekarang kita bias membuat suatu grafik yang
menyatakan hubungan antara jarak lampu sensor (r) dengan net radiation level
sebagai berikut

Gambar 4
Grafik hubungann antara r dengan RN
Dari grafik diatas, jelas bahwa semakin besar r semakin kecil radiasi yang terbaca
pada sensor. Untuk menganalisis grafik diatas, maka kami dekati grafik diatas
dengan suatu persamaan garis. Untuk lebih jelasnya silakan perhatikan gambar
berikut.
150
y Series 1
f(x)=5000/x^2

100

50

x
20 40 60 80 100

Gambar 5. grafik hungan r dan RN

Bintik merah pada grafik diatas merupakan data-data yang diperoleh dari
eksperimen, sedangkan garis biru merupakan regresi garis dari data eksperimen.
Dari regresi garis pada grafik diatas diperoleh persamaan garis
5000
y=
x2
dimana y = RN (net radiation)
x = r (jarak lampu-sensor radiasi)
“5000” diatas merupakan factor pengali persamaan yang nilainya konstan
Persamaan yang diperoleh diatas menyatakan bahwa nilai RN sebanding dengan
nilai kuadrat terbalik dari r
1
RN ~
r2
Dari anggapan ini, tentunya kita bisa membuat suatu grafik linear yaitu dengan
1
membuat sumbu axis dari grafik tersebut adalah an sumbu ordinatnya adalah
r2
nilai RN, sehingga jika kita gambarakn didapat grafik sebagai berikut.

Gambar 6
1
Grafik hubungan antara dengan RN
r2
Dari grafik diatas terlihat bahwa garis biru yang diperoleh dari data eksperimen
tidak liner, sehingga kami dekati dengan regresi linear dimana didapat persamaan
garis y=1202x+27,47 dengan kelinearitasan sebesar R2=0,706. Ini artinya bahwa
1
RN berbanding lurus dengan dengan faktor pengali sebesar 1202
r2
Grafik pada gambar 4, 5 dan 6 masih menggunakan satuan mV (untuk
radiation level) dan cm (untuk jarak). Yang kita inginkan pada eksperimen ini
adalah suatu grafik dengan satuan standar. Salah satu cara untuk mendapatkannya
adalah mengkonversi satuan mV ke W/m2 dan cm ke m
 Untuk mV ke W/m2
R(mV ) 1
R (W/m2) = x10 3 6
22(mV / mW ) 4 x10 (m 2 )
Hasil konversi satuan radiasi yaitu dari mV ke W/m2 bisa dilihat pada table 2
kolom ke-7
 Untuk cm ke m
cm = 10-2 m
Hasil konversi satuan jarak yaitu dari cm ke m bisa dilihat pada table 2
kolom ke-5
Setelah konversi ke satuan standar maka gambar 4 akan menjadi

2500.00

2000.00
Radiation Level (Watt)

1500.00

1000.00

500.00

0.00
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2

Jarak Lampu-Sensor Radiasi r (m)

Gambar 7
Grafik hubungan antara r dengan RN
Dari grafik diatas, jelas bahwa semakin besar r semakin kecil radiasi yang
terbaca pada sensor. Untuk menganalisis grafik diatas, maka kami dekati grafik
diatas dengan suatu persamaan garis. Untuk lebih jelasnya silakan perhatikan
gambar berikut.
y Series 1
f(x)=5/(x^2)

1500

1000

500

x
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9

Gambar 8
Grafik hubungan antara r dengan RN

Bintik merah pada grafik diatas merupakan data-data yang diperoleh dari
eksperimen, sedangkan garis biru merupakan regresi garis dari data eksperimen.
Dari regresi garis pada grafik diatas diperoleh persamaan garis
5
y=
x2
dimana y = RN (net radiation)
x = r (jarak lampu-sensor radiasi)
“5” diatas merupakan factor pengali persamaan yang nilainya konstan
Persamaan yang diperoleh diatas menyatakan bahwa nilai RN sebanding dengan
nilai kuadrat terbalik dari r
1
RN ~
r2
Dari anggapan ini, tentunya kita bisa membuat suatu grafik linear yaitu dengan
1
membuat sumbu axis dari grafik tersebut adalah an sumbu ordinatnya adalah
r2
nilai RN, sehingga jika kita gambarakn didapat grafik sebagai berikut.
3000.00
y = 13659x + 312.21
2500.00
R2 = 0.7067

Radiation Level (Watt)


2000.00

1500.00

1000.00

500.00

0.00
0 0.05 0.1 0.15 0.2

1/(r^2) (m^-2)

Gambar 9
1
Grafik hubungan antara dengan RN
r2
Dari grafik diatas terlihat bahwa garis biru yang diperoleh dari data eksperimen
tidak liner, sehingga kami dekati dengan regresi linear dimana didapat persamaan
garis y=13659x+312,21 dengan kelinearitasan sebesar R2=0,7067. Ini artinya
1
bahwa RN berbanding lurus dengan dengan faktor pengali sebesar 13659
r2
BAB V
DISKUSI DAN PEMBAHASAN

Hasil yang kami peroleh pada ekperimen ini masih belum tepat sesuai dengan
teori diantaranya :
- Pada grafik hubungan antara r dengan RN seharusnya bersesuaian dengan
kesebandingan :
1
RN ~
r2
Namun dari grafik yang kami peroleh dari data eksperimen masih banyak
mengalami penyimpangan terhadap grafik yang seharusnya
1
- Pada grafik antara Dengan RN seharusnya tepat linear namun grafik yang
r2
kami peroleh masih banyak mengalami penyimpangan dari regresi yang
seharusnya
Ketidaksesuaian hasil yang kami peroleh dari eksperimen dengan teori
dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain :
- Ruangan yang kurang terisolasi sehingga intensitas sekitar bias saja berubah-
ubah
- Kurang tepatnya kami dalam pengukuran jarak la,pu-sensor radiasi
- Kurang tepatnya kami dalam mensejajarkan lampu dengan sensor
BAB VI
KESIMPULAN

Berdasarkan data dan hasil analisis eksperimen dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Besarnya intensitas radiasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak atau
secara matematis dapat ditulis
1
RN ~
r2
2. Pada eksperimen diperoleh besarnya intensitas radiasi
13659
RN =
r2
dengan 13659 merupakan faktor pengali persamaan
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

- http://en.wikipedia.org/wiki/Inverse-square_law
- Instruction Sheet for the PASCO Model TD-8555