Anda di halaman 1dari 1

Tips Merawat Baju Batik

BUSANA yang terbuat dari batik sebaiknya dicuci dengan tangan, bukan dengan mesin.
Berikut ini tip lengkap dari anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), Stephanus Hammy:

1. Gunakan sabun yang ringan (mild detergent) ketika mencuci busana bermotif batik. Bisa juga
mencuci dengan menggunakan cairan lerek, tapi jangan direndam.

2. Ketika mencuci, cukup dikurek sebentar dan bilas. Hindari mencuci busana dari batik dengan cara
disikat.

3. Untuk mempertahankan keawetan busana dari batik, lakukan pencucian khusus seperti dry cleaning
secara berkala. Misalnya, setiap dua bulan sekali atau sesuai kuantitas pemakaian busana.

4. Hindari menjemur busana dari batik di bawah sinar matahari langsung. Cara terbaik adalah
menjemur dengan cara dibentangkan atau digantung (sesuai model busana) di tempat yang teduh.
Dengan begitu warna batik menjadi tidak mudah luntur.

5. Busana dari batik bisa diseterika, namun pasang seterikaan pada suhu sedang. Lebih baik lagi jika
merapikan busana dari batik dengan menggunakan seterika uap atau steamer.

6. Simpan busana dari batik dalam keadaan tergantung. Khusus untuk kain atau sarung, simpan
dengan cara digulung atau bukan dilipat. Hal ini selain membantu kain tetap rapi, juga menghindari
terjadinya kerusakan permanen pada bagian lipatan kain atau sarung seperti robek atau lapuk.

7. Untuk mempertahankan kondisi kain dan supaya terhindari dari ngengat, Anda bisa menggunakan
kapur barus. Namun agar tidak menodai busana, masukkan kapur barus terlebih dahulu dalam
kantung dari kain katun atau flannel.

8. Selain kapur barus, Anda juga bisa menggunakan cengkeh untuk merawat busana dari kain batik.
Masukkan cengkeh terlebih dahulu ke dalam kantung katun atau flannel, lalu letakkan di dalam lemari.

9. Secara berkala, misalnya setiap 3-4 bulan sekali, keluarkan semua busana, kain dan sarung batik dari
lemari dan angin-anginkan dari kelembapan dan bau apek.