PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PENGEMB DIRI MULOK PEMBLJRN TEMATIK PEMBLJRN TERPADU PANDUAN PENILAIAN

PANDUAN KKM PANDUAN RAPORT
Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 1

LANDASAN
• UU No.20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional • PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan • Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi • Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan • Permendiknas No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006
Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006

Lanjut

2

Pengertian
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Lompat
Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 3

d Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 4 Next .ACUAN OPERASIONAL PENYUSUNAN KTSP • • • • • • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak muli Peningkatan potensi. teknologi. kecerdasan. dan minat se Keragaman potensi dan karakteristik daerah da Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan.

ACUAN OPERASIONAL PENYUSUNAN KTSP......lanjutan • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsa Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 5 Next ....

Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 PUSAT KURIKULUM BALITBANG DEPDIKNAS Back 6 . Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.ACUAN OPERASIONAL KTSP …….

dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. spritual.ACUAN OPERASIONAL KTSP ……. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 7 . dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. minat. emosional. kecerdasan. Peningkatan potensi. kecerdasan intelektual.

ACUAN OPERASIONAL KTSP ……. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. kebutuhan. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 8 . dan keragaman karakteristik lingkungan. tantangan.

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 9 .ACUAN OPERASIONAL KTSP ……. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.

ACUAN OPERASIONAL KTSP ……. Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 10 .

ACUAN OPERASIONAL KTSP ……. teknologi. teknologi. dan seni. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 11 .

dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 12 . Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama.ACUAN OPERASIONAL KTSP …….

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 13 . Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.ACUAN OPERASIONAL KTSP …….

Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 14 .ACUAN OPERASIONAL KTSP …….

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 15 . Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.ACUAN OPERASIONAL KTSP…….

Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 16 .ACUAN OPERASIONAL KTSP …….

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Back 17 . Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi.ACUAN OPERASIONAL KTSP ……. misi. tujuan. dan ciri khas satuan pendidikan. kondisi.

ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 18 .

VISI. KALENDER PENDIDIKAN Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 19 . STRUKTUR dan MUATAN KURIKULUM  BAB IV. PENDAHULUAN BAB II .KTSP DOKUMEN 1    BAB I . MISI DAN TUJUAN SEKOLAH BAB III.

B. SILABUS DARI SK/KD YANG DIKEMBANGKAN PUSAT.KTSP DOKUMEN II A. MAPEL TAMBAHAN) Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 20 . SILABUS DARI SK/KD YANG DIKEMBANGKAN SEKOLAH (MULOK.

KTSP (Dokumen 1) Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 21 .

Bab I. Latar Belakang/Rasional (Mengapa KTSP diperlukan B. Landasan Penyusunan KTSP (UU. Tujuan Pengembangan KTSP (untuk apa KTSP disusun) SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 22 . PP atau Permen) C. PENDAHULUAN A.

Tujuan Pengembagan KTSP KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 23 .

Tujuan Sekolah Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 24 .Bab II.Misi Sekolah How 4. MISI DAN TUJUAN 1.Visi Sekolah 3.Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. VISI.

kepribadian. pengetahuan. akhlak mulia.Tujuan Pendidikan Dasar Meletakkan dasar kecerdasan. serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 25 .

ketrampilan dan sikap setelah mereka tamat sekolah Tahap 2: Suasana Pembelajaran Suasana pembelajaran seperti apa yang dikhendaki untuk mencapai hasil belajar Tahap 3: Suasana Sekolah Suasana sekolah yang seperti apa yang diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 26 CONTOH . Misi dan Tujuan Sekolah Apa yang harus dicapai siswa berkaitann dengan pengetahuan.Tahap 1: Hasil Belajar Siswa Acuan Perumusan Visi.

Contoh: Visi Sekolah “ Mewujudkan Insan SMP yang Cerdas dan Kompetitif yang berlandaskan Iman dan Taqwa” MISI SEKOLAH ”Melaksanakan Pembelajaran yang Efektif. Kreatif.00 Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 27 . Inovatif dan Menyenangkan” Tujuan Sekolah “ Tahun 2008/2009 sekolah mencapai ratarata nilai UAN minimum 8.

Mata pelajaran 2. Penjurusan 8. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Ketuntasan Belajar 6. Pengaturan beban belajar 5. Kenaikan Kelas. Kegiatan Pengembangan diri 4. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global CAT : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Ad to Point Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 28 . dan kelulusan 7.BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. Muatan lokal 3.

dan pengembangan Diri • Substansi Mapel IPA dan IPS adalah IPA dan IPS terpadu • Jam Pelajaran untuk setiap Mapel dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum • Alokasi 1 JP adalah 40 Menit • Minggu efektif dalam 1 Tahun Pelajaran adalah 34-38 minggu Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 29 . Muatan Lokal.1. Mata Pelajaran • Kurikulum SMP/MTs memuat 10 Mapel.

5. Kelas dan Alokasi Waktu VIII IX Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (terpadu) Ilmu Pengetahuan Sosial (terpadu) Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 8. 10. 1. 6. 9. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 32 32 32 Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 30 . 2. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 2*) 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 B. 7.Struktur Kurikulum SMP Komponen VII A. 3. Muatan Lokal C. 4.

• Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. • Tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. • Materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Muatan Lokal • Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. termasuk keunggulan daerah. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 31 .2.

dan minat peserta didik secara optimal • Dilaksanakan dalam bentuk Kegiatan Terprogram (layanan Konseling dan ekstrakurikuler) dan Tidak Terprogram (Rutin. bakat.3. Spontan. Pengembangan Diri • Kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran • Wahana untuk mengembangkan potensi. Keteladanan) Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 32 .

masuk kelas 2 jam . Kegiatan ekstrakurikuler . Keteladanan. 2. Spontan.Waktu dan jadwal kegiatan disesuikan dengan kebutuhan. seperti: memberi salam. namun dihargai ekuivalen 2 jam. kebersihan. Terprogram a. mengatasi masalah c. dsb b. ungkapan terpuji. yakni perilaku yang dapat dijadikan contoh oleh orang lain sebagai model Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 33 . ibadah.Waktu untuk kelompok dan individual tergantung situasi dan kondisi serta permasalahan b. yakni perilaku terpuji dalam kejadian khusus. Layanan konseling dan kegiatan pendukung .Waktu untuk klasikal perlu terjadwal. yakni kegiatan yang sifatnya pembentukan perilaku dan terjadwal seperti: upacara. substansi dan kompetensi yang akan dicapai.Bentuk Pelaksanaan dan Waktu 1. Tidak Terprogram a. serta situasi dan kondisi sekolah. Rutin.

4. Pengaturan Beban Belajar  Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem Tatap muka. dan 4 JP praktik di luar sekolah setara dg 1 JP tatap muka. PT dan KMTT •Alokasi waktu kegiatan Praktik diperhitungkan sbb: 2 JP praktik di sekolah setara dg 1 JP tatap muka. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 34 .

VI 35 32   34 .48640 menit) 725 .d. IX 40 32 34 .d. XII 45 38 -39 34 . Per Minggu 26-28  Minggu efektif per tahun ajaran   34 .BEBAN BELAJAR Beban belajar kegiatan tatap muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) Satuan Pendidikan Kelas satu jam pemb.38 waktu pembelajaran per tahun Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) 516-621 SD/MI/SDLB  I s.811 X s.66690 menit) 969 .d. III  35 884 -1064 jam pembelajaran (30940 .37240 menit)  IV s.d.tatap muka (Menit jumlah jam pemb.38 1292 -1482 jam pembelajaran (58140 .d.38 1088 -1216 jam pembelajaran (43520 .24560 menit) 635-709   SMP/MTs/SMPLB*)       SMA/MA/SMALB*)       SMK/MAK   VII s.38 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 . XII 45 36 38 Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 1368 jam pembelajaran (61560 Menit) 1026 (Standar Minimum) 35 .5 X s.1111.

•Memanfaatkan alokasi Tambahan 4 JP. sesuai dg potensi dan kebutuhan siswa dlm mencapai kompetensi pd. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 36 . pengayaan. 50 % X 36 JP = 18 JP) •untuk kegiatan remedial. • Alokasi waktu penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) maksimum 50% per MP (Maks. Mata pelajaran tertentu. penambahan jam praktik dll.

Satpel.• Pemanfaatan alokasi waktu PT dan KMTT. tetapi dicantumkan dalam Skenario Pembelajaran. • Sekolah harus mengendalikan agar pemanfaatan waktu dimaksud dapat digunakan oleh setiap guru secara efisien. harus dirancang secara tersistem dan terprogram menjadi bagian integral dari KBM pada Mapel • Alokasi waktu PT dan KMTT tidak perlu dicantumkan dalam struktur kurikulum dan silabus. efektif. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 37 . dan tidak membebani siswa.

Ketuntasan Belajar Berisi tentang Kriteria dan mekanisme penetapan Ketuntasan Minimal tiap Mata Pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan mempertimbangkan berbagai faktor Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 38 .5.

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 39 .

oleh forum MGMP sekolah. 3) Kriteria ditetapkan untuk masing-masing indikator idealnya berkisar 75 %. 5) Dalam menentukan KKM dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik. 6) KKM dapat dicantumkan dalam LHBS sesuai model yang dipilh sekolah. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 40 . 4) Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah kriteria ideal. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran. 2) KKM dinyatakan dalam bentuk persentase berkisar antara 0 – 100.RAMBU-RAMBU 1). kompleksitas indikator dan kemampuan sumber daya pendukung.

CONTOH LANGKAH-LANGKAH YANG MENGGUNAKAN KKM : KKM INDIKATOR KKM KD KKM SK KKM MP Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 41 .

sarana/prasarana. biaya dan stakeholder) • Intake siswa (masukan kemampuan siswa) PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 42 . Manajemen.KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas indikator (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung (Tenaga.

FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksitas Daya dukung Intake KKM (%) 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara  Mendeskripsikan kedudukan manusia   sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 43 .

Rendah = 1 .MENAFSIRKAN KKM A.Tinggi = 1 . Daya dukung : 3.Tinggi = 3 .89 % 9 Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 44 . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Sedang = 2 .Tinggi = 3 . Intake : .Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Sedang = 2 .Rendah = 3 . Kompleksitas : 2.Sedang = 2 . daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang  KKM menjadi : (3 + 3 + 2) x 100 = 88.

Sedang = 65-80 .Kompleksitas : 2.B.Sedang = 65-80 . Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 45 . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Tinggi = 81-100 . Intake : .Tinggi = 50-64 .Daya dukung : 3.Rendah = 81-100 . daya dukung tinggi dan intake sedang  KKM adalah rata-rata setiap unsur dari kriteria yang kita tentukan.Sedang = 65-80 .Tinggi = 81-100 .Rendah = 50-64 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.

Tinggi . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80. Kompleksitas : .Sedang .Rendah 3.Tinggi (1) (2) (3) (3) (2) (1) (1) . Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. Intake : . Daya dukung : .C.Tinggi .Rendah (2) (3) • Contoh: Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Rendah 2.Sedang . Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 46 . daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang  maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang.Sedang .

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 47 . bila dlm pelaksanaannya menuntut : • SDM (GURU)  memahami Kompetensi yang hrs dicapai Siswa  kreatif dan inovatif dlm melaksanakan pembelajaran. Tingkat Kompleksitas Tinggi. • WAKTU  cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi.TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap Indikator Pencapaian/Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.

Biaya. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 48 . Komite Sekolah. sarana dan prasarana pendidikan. manajemen. dan stakeholders sekolah.KEMAMPUAN SUMBER DAYA PENDUKUNG: yaitu tenaga.

INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA :
Intake merupakan : 1.*hasil seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB), . Rapor kelas terakhir (6) dari tahun sebelumnya, . test seleksi masuk atau psikotes . Nilai Ujian Nasional bagi jenjang SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK 2.* Kelas 8 atau 9 didasarkan pada tk.kkm siswa pd smstr atau kelas sblmnya.

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006

49

FORMAT A
Kompetensi dasar dan Indikator

Kriteria Ketuntasan Minimal
Intake

Kriteria Penetapan Ketuntasan
Kompleksitas Daya dukung

KKM (%)

1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara

7 4
Rendah
3

 Mendeskripsikan kedudukan manusia

tinggi
3

sebagai makhluk individu dan makhluk sosial

sedan g 2

88. 9

 Menguraikan pengertian bangsa dan
unsur terbentuknya bangsa

tinggi
1

sedan g
2

sedan g
2

55.6

 Menganalisis pengertian negara dan
unsur terbentuknya Negara

Sedan g
2

tinggi
3

sedan g
2

77. 8

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006

50

FORMAT A (s)
Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompetensi dasar dan Indikator Kompleksitas Daya dukung Intake Nilai KKM

74.77 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Sedang
75

tinggi
90

sedan g
70

78. 3 68, 3 77. 6

 Mendeskripsikan kedudukan manusia  

sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara

tinggi
55

sedan g
80

sedan g
70

Sedan g
78

tinggi
85

sedan g
70

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006

51

Contoh :PENULISAN KKM PADA Laporan Hasil Belajar Siswa Nama Siswa : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Kritria Ketuntasan Minimal *) LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/ Afektif Predikat No Mata Pelajaran 1. Matematika 6. Pendidikan Seni 75 75 70 65 Departemen Pendidikan Nasional 60 Materi Penyusunan KTSP SMP 78 2006 52 . Kn 3. Pendidikan Agama 2. Pendk. Bahasa Inggris 5. Bhs dan Sastra Indonesia 4.

•Diadakan REMEDI bila siswa blm tuntas/dibawah KKM •Diadakan ENRICHMENT bagi siswa yang tuntas diatas KKM Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 53 .Tujuan Analisis : Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.

• Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dg mempertimbangkan: kemampuan rata2 siswa. kompleksitas. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 54 . SD pendukung. tetapi secara bertahap harus mencapai kriteria ketuntasan ideal. • Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah batas kriteria ideal.Hal-hal Yang dipertimbangkan Dalam Penetapan KKM untuk setiap • Ketuntasan belajar ideal indikator adalah 0 – 100 %.

nilai siswa untuk semua SK-KD yang sudah dicapai ketuntasanya minimal sama dengan tahun sebelumnya • Siswa dengan gangguan fisik. Kenaikan Kelas dan Kelulusan Kriteria kenaikan Kelas: • Tuntas seluruh SK dan KD sesuai KTSP • Siswa mengulang dikelas yang sama bila tidak menuntaskan SK-KD > 3 Mapel • Ketika mengulang. siswa tersebut dibantu untuk mencapai kompetensi yang ditargetkan Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 55 .6. emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil.

Ketentuan kelulusan diatur dalam PP 19/2005 pasal 72 ayat 1 yaitu: Menyelesaikan seluruh program pembelajaran Memperoleh nilai minimal baik pada Kelompok Mapel agama dan akahlak mulia. Kelompok mapel estetika. dan kelompok Mapel Penjasorkes Lulus UAS untuk Kelompok Mapel IPTEK Lulus UAN Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 56 . kewarganegaraan dan kepribadian.

Substansi Kecakapan Hidup meliputi: Kecakapan pribadi.Tidak masuk dalam struktur kurikulum.Dapat disajikan secara terintegrasi dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.Untuk kecakapan vokasional. .8. dapat diperoleh dari satuan pend ybs. . . sosial. . al melalui mapel Mulok dan atau mapel Keterampilan. akademik dan atau vokasional. merupakan Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 57 .Bukan mata pelajaran tetapi substansinya bagian integral dari semua MP. Pendidikan Kecakapan Hidup .

• Pengembangan SK. Silabus dan Bahan Ajar dan Penyelenggaraan Pembelajaran Keterampilan Vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pend formal/non formal lain.• Bila SK dan KD pd mapel keterampilan tidak sesuai dg kebutuhan siswa dan sekolah.KD. KD dan Silabus keterampilan lain sesuai kebutuhan sekolah. • Pembelajaran Mapel keterampilan dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 58 . maka dapat mengembangkan SK.

ekologi. yg terintegrasi.lain. dan lain.9. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Budaya. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Kembali 59 .    Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal. Bahasa. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global  Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. TIK. Dapat merupakan bagian dari semua MP atau menjadi mapel Mulok.

BAB. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 60 . dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. karakteristik sekolah. yang disusun sesuai dng kebutuhan daerah.

Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan NO KEGIATAN 1 Minggu efektif belajar 2 Jeda tengah semester ALOKASI WAKTU KETERANGAN Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan Satu minggu setiap semester Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu 3 Jeda Maksimum 2 antarsemes minggu ter 4 Libur akhir Maksimum 3 tahun minggu pelajaran Antara semester I dan II Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 61 .

6 Hari libur Maksimu Disesuaikan dengan Peraturan umum/ m2 Pemerintah. 8 Kegiatan Maksimu Digunakan untuk kegiatan yang khusus m3 diprogramkan secara khusus oleh sekolah/ minggu sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan madrasah waktu pembelajaran efektif. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 62 .ALOKASI NO KEGIATAN WAKTU 5 Hari libur 2 – 4 keagamaa minggu n KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. nasional minggu 7 Hari libur Maksimu Untuk satuan pendidikan sesuai khusus m1 dengan ciri kekhususan masingminggu masing.

KTSP DOKUMEN II Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 63 .

SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) D. SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV.SD/MI A. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. V dan VI) C. II dan III) B. SILABUS KEAGAMAAN (khusus MI) Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 64 .

SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas VII. SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) C. VIII. SILABUS KEAGAMAAN (khusus MTs) Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 65 . SILABUS MAPEL IPA DAN IPS TERPADU (Kelas VII. VIII dan IX) B. dan IX) D.SMP/MTs A.

XII MAPEL – IPA – 13 MAPEL – IPS – 13 MAPEL – BAHASA – 13 MAPEL B. SILABUS MULOK C.SMA/MA A. SILABUS KEAGAMAAN (khusus MA) Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 66 . SILABUS MATA PELAJARAN WAJIB KELAS KELAS KELAS KELAS X – 16 XI. XII XI. XII XI.

SILABUS MATA PELAJARAN WAJIB B.SMK A. SILABUS MULOK Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 67 .

E. PLB/PENDIDIKAN KHUSUS D.B.B.D1. SMPLB DAN SMALB : C. C.D. V dan VI : SDLB-A. dan G) SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV.A.D. D. B. II B. SILABUS PROGRAM KHUSUS (untuk SDLB dan SMPLB) dan III : SDLB-A. E) SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 68 . SEMUA KELAS SDLB.E dan SMPLB dan SMALB : A. C1. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I.

SKL. Standar isi.Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis Analisis • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan • Kekuatan/ • Kekuatan/ kelemahan kelemahan • Peluang/ • Peluang/ tantangan tantangan • Dokumen • Dokumen Standar isi. Panduan Panduan KTSP KTSP Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 Lanjut 69 . SKL.

serta finalisasi. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf. Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah-/madrasah. Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006  Kembali 70 . Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Kegiatan ini dpt berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yg diselenggarakan dlm jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. reviu dan revisi.

Departemen Pendidikan Nasional Materi Penyusunan KTSP SMP 2006 71 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful