Anda di halaman 1dari 85

ANTI PARASIT - ANTELMINTIK1

FA
A
Makal
ah

RM
N
AK
T
OL

FARMAKOLOGI
OGI
E
L
M
IN
TI
K

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK2

patologis pada manusia. oleh karena itu dikembangkan obat –obat yang dapat menekan jumlah parasit cacing pada manusia agar

FARMAKOLOGI
Pharmacy
Book

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK3

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK4

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK5

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK6

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK7

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr Wb,

FARMAKOLOGI
Puji dan Syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT,
karena atas ridho dan karuniaNya lah kami dapat menyelesaikan
Makalah Farmakologi “Antelmintikum” ini dengan baik.

Dalam penyusunan makalah ini mungkin kami mengalami kesulitan


dan kendala yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan,
pengetahuan, dan wawasan serta pola pikir kami. Namun berkat
keyakinan, keinginan, dan usaha dengan sungguh-sungguh akhirnya
semua hambatan itu dapat kami atasi dengan baik.

Kami menyadari sedalam - dalamnya bahwa kami tidaklah


sempurna dalam pembuatan makalah ini. Dengan demikian kami
berharap dengan dibuatnya makalah ini dapat memenuhi persyaratan
dalam Mata Kuliah Farmakologi ini dan dapat bermanfaat bagi saya
sebagai pembuat serta para pembaca lainnya.

Tidak lupa kami berterimakasih kepada rekan-rekan yang telah


banyak membantu dalam proses pembuatan Makalah ini.

Wassalamu’alaikum Wr Wb,

Bandung, januari 2011

Penyusun

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK8

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................1

FARMAKOLOGI
DAFTAR ISI..............................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................4
1. Larat Belakang.................................................................................5
2. Tujuan..............................................................................................5
3. Pembatasan Masalah.......................................................................5
4. Metode Penelitian.............................................................................5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA “INFEKSI PARASIT CACING”...........................6


1. Infeksi Parasit Cacing.......................................................................6
1.1 Pengartian Inang, Vektor, Dan Parasit......................................7
1.2 Epidemiologi Parasit Cacing......................................................9

2. Parasit Cacing Pada Manusia...........................................................9

3. Jenis – Jenis Parasit Cacing...............................................................9


3.1 Nematoda.................................................................................9
3.1.1 Trichutis Trichuria /Cacing Cambuk...................10
3.1.2 Roundworm ......................................................11
– Ascaris lumbricoides / Cacing Cambuk..................11
– Toxocara Canis.......................................................12
1.1.1 Hookworm (Necator americanus & Ancylostoma duodenale
..........................................................................13
1.1.2 Strongyloides Stercolaris...................................16
1.1.3 Enterobius Vermicularis / Cacing Kremi............17
1.1.4 Trichinella spiralis..............................................19

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK9

1.1.5 Wuchereria Bancrofti and Brugia Species (Lymphatic


Filariasis)...........................................................20
1.1.6 Loa Loa (Loiasis)................................................21
1.1.7 Onchocerca volvulus (onchocerciasis atau River Blindness)
..........................................................................23

1.2 Cestodes (cacing pipih).............................................................24


1.2.1 Taenia saginata.................................................24

FARMAKOLOGI
1.2.2 Taenia solium....................................................24
1.2.3 Diphyllobothrium Latum....................................26
1.2.4 Hymenolepis Nana............................................27
1.2.5 Echinococcus Spesies........................................28

1.3 Trematodes (Flukes).................................................................29


1.3.1 Schistosoma Haematobium, mansoni Schistosoma,
Japonicum Schistosoma.....................................29
1.3.2 Paragonimus westermani dan Paragonimus Spesies
Lainnya..............................................................30
1.3.3 Clonorchis sinensis, Opisthorchis viverrini, Opisthorchis
felineus..............................................................31

BAB III ANTELMINTIK................................................................................32


1. Antelmintil........................................................................................32
2. Zat – Zat Antelmintik........................................................................32
2.1 Golongan Benzimidazoles (BZAs)............................................32
2.2 Diethilcarbamazine..................................................................40
2.3 Ivermectin................................................................................44
2.4 Metrifonate..............................................................................48
2.5 Oxaminiquine...........................................................................49
2.6 Piperazine................................................................................51
2.7 Prazikuantel.............................................................................52
2.8 Pyrantel pamoate....................................................................56
2.9 Levamisol.................................................................................58
2.10 Doksisiklin................................................................................58

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK10

2.11 Niklosamid...............................................................................59
1. Penggunaan Antelmintik Pada Infeksi Parasit Cacing......................60

BAB IV PENUTUP......................................................................................65
1. Kesimpulan....................................................................................65
2. Kata Penutup.................................................................................67

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................68

FARMAKOLOGI
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Parasit merupakan salah satu mahluk hidup yang mungkin tidak


bisa lepas hubungannya dengan manusia maupun mahluk hidup lain,
banyak yang merupakan organisme yang kehidupannya tergantung atau
memanfaatkan kondisi dari rantai kehidupan organisme yang didiaminya,
termasuk manusia.

Parasit merupakan mahluk yang merugikan bagi mahluk hidup lain


yang ditumpanginya, berbagai macam kerugian didapat oleh inang,
karena parasit tersebut mengambil keuntungan dari inangnya namun
menyebabkan berbagai macam dampak negative yang ditimbulkan oleh
parasite tersebut, dari mulai mengambil nutrisi makanan yang diperlukan
host-nya , merusak sel dan jaringan organisme yang didiaminya, dan hal
– hal lainnya.

Terdapat berbagai macam parasit yang ada dengan berbagai


macam bentuk, ukuran, dan jenis. dari mulai parasit yang berbentuk

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK11

seluler / mikro yang tidak dapat terlihat dengan mata secara langsung,
hingga parasit yang multiseluler atau berukuran makro. Salah satu
parasit yang paling banyak menginfeksi manusia adalah cacing, cacing
merupak organisme yang organisme multiseluler yang memiliki berbagai
variasi jenis, namun sebagian jeis cacing merupakan parasit yang
menggantungkan hidupnya pada organisme lain, termasuk manusia.

Peneliatian menunjukan hamper setiap manusia yang hidup


didalam tubuhnya terdapat cacing yang bertindak sebagai parasit.

FARMAKOLOGI
Dinegara berkembang, termasuk Indonesia, angka infeksi cacing sangat
tinggi, yang disebabkan karena kesadaran untuk menjaga kebersihan
dan kesehatan, serta penanganan yang kurang terhadap infeksi cacing
tersebut.

Parasit cacing berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai


macam aspek patologis pada manusia. oleh karena itu dikembangkan
obat –obat yang dapat menekan jumlah parasit cacing pada manusia
agar keberadaannya tidak berdampak negative dan membahayakan
kesehatan.

Oleh karena itu didalam makalah ini, terdaat penjelasan yang lebih
mendalam lagi tentang infeksi parasit cacing tersebut, beserta obat -
obat yang dapat diberikan pada penderita cacingan.

2. Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah:

➢ Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Farmakologi.


➢ Mempelajari tentang infeksi cacing pada manusia.
➢ Mempelajari tentang obat parasit cacing.
➢ Menjelaskan tentang cara suatu obat antelmintik bekerja.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK12

➢ Menambah pengetahuan tentang penanganan infeksi parasit


cacing, sehingga dapat bermanfaat dan digunakan dalam
kehidupan sehari - hari.

1. Pembatasan Masalah

Dalam penulisan makalah ini, penulis membatasi masalah


pada pembahasan mengenai Farmakologi tentang Khemoterapi

FARMAKOLOGI
mencakup pengetahuan tentang “Antelmintik” yang merupakan obat –
obat yang dapat diberikan dalam penanganan infeksi cacing, dan teori
serta faktor-faktor yang berkaitan dengan pembahasan tersebut.

2. Metode Penelitian & Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang didapatkan dari berbagai sumber dan


literatur, diantaranya : dari internet dan buku tentang “Farmakognosi
Umum”, serta berbagai sumber lain yang dapat mendukung dalam
pembuatan makalah ini.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
“INFEKSI PARASIT CACING”

1. INFEKSI PARASIT CACING

Cacing parasit adalah cacing yang hidup sebagai parasit pada


organisme lain, baik hewan atau manusia. Mereka adalah organisme
yang hidup dan makan pada tubuh yang ditumpangi serta menerima
makanan dan perlindungan sementara menyerap nutrisi tubuh yang
ditumpangi. Penyerapan ini menyebabkan kelemahan dan penyakit.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK13

Penyakit yang diakibatkan oleh cacing parasit biasanya disebut secara


umum sebagai cacingan.

Cacing parasit umumnya merupakan anggota Cestoda, Nematoda,


dan Trematoda.

1.1 Pengertian Inang, Vektor, Dan Parasit

Merupakan hal yang berkaitan dan saling berhubungan satu

FARMAKOLOGI
dengan yang lainnya sehingga muncul aspek infeksi, dalam infeksi
parasit cacing terdapat tiga aspek yang saling terkait, diantaranya:

– Inang

Inang, dalam biologi, adalah Organisme yang ditumpangi oleh


parasit disebut inang. atau organisme yang menampung virus, parasit,
partner mutualisme, atau partner komensalisme, umumnya dengan
menyediakan makanan dan tempat berlindung. Contohnya suatu sel
dapat menjadi inang bagi virus, gulma dapat menjadi inang bagi bakteri
pengikat nitrogen, dan hewan dapat menjadi inang bagi cacing parasitik
seperti nematoda.

– Vektor

Vektor adalah organisme yang tidak menyebabkan penyakit tapi


menyebarkannya dengan membawa patogen dari satu inang ke yang
lain. Berbagai jenis nyamuk, sebagai contoh, berperan sebagai vektor
penyakit malaria yang mematikan. Pengertian tradisional dalam
kedokteran ini sering disebut "vektor biologi" dalam epidemiologi dan
pembicaraan umum.

– Parasit

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK14

Parasit adalah hewan renik yang dapat menurunkan produktivitas


hewan yang ditumpanginya. Parasit dapat menyerang manusia dan
hewan, seperti menyerang kulit manusia. Parasitoid adalah parasit yang
menggunakan jaringan organisme lainnya untuk kebutuhan nutrisi
mereka sampai orang yang ditumpangi meninggal karena kehilangan
jaringan atau nutrisi yang dibutuhkan. Parasitoid juga diketahui sebagai
necrotroph.

FARMAKOLOGI
1.1 Epidemiologi Infeksi Parasit Cacing

Infeksi dengan cacing, atau cacing parasit, mempengaruhi lebih


dari dua miliar orang di seluruh dunia. Cacing patogen diklasifikasikan
menjadi cacing gelang (nematoda) dan dua jenis cacing pipih, cacing
(trematoda) dan cacing pita (cestodes). Bentuk menyerang manusia
melalui kulit atau saluran gastrointestinal (GI) dan tumbuh menjadi
cacing dewasa dengan jaringan distribusi yang khas. Dengan sedikit
pengecualian, seperti Strongyloides dan Echinococcus, mereka tidak bisa
menyelesaikan siklus hidup mereka namun mereplikasi diri dalam inang
manusia.

Cacingan, salah satu penyakit tergolong tinggi kejadiannya di


Indonesia. Penyebabnya hewan parasit berukuran mikro yang mengambil
makanan dari usus yang berisi banyak sari makanan. Cacing masuk ke
tubuh dalam fase larva merupakan penyakit endemis dan kronis yang
bisa meningkat tajam pada waktu musim hujan dan banjir.

Larva cacing biasanya menyebar ke berbagai tempat untuk


menginvasi tubuh manusia. Cacing memasuki tubuh melalui dua jalan
yakni mulut saat makan makanan yang tidak dicuci bersih dan dimasak
setelah terkontaminasi lalat yang membawa larva cacing, serta lewat
pori-pori saat anak tak memakai alas kaki ketika berjalan di tanah.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK15

Lewat cara ini larva masuk ke pembuluh darah dan sampai di


tempat yang memungkinkan perkembangannya seperti di usus, paru-
paru, hati dan sebagainya.

Perkembangannya membutuhkan waktu 1-3 minggu di tubuh


manusia. Tahapan selanjutnya penderita biasanya kondisi gizi menurun
sehingga kesehatan mereka terganggu. Bila dibiarkan terlihat kulit anak
pucat, tubuh makin kurus serta perut membuncit karena kekurangan
protein. Pada kondisi sangat berat, cacingan bisa menimbulkan

FARMAKOLOGI
peradangan pada paru yang ditandai dengan batuk dan sesak, sumbatan
di usus, gangguan hati, kaki gajah dan perforasi usus. Pada keadaan ini
obat cacing tak lagi membantu secara optimal. Cacingan banyak didapati
pada daerah dimana kondisi kebersihannya dibawah standar.

Cacing penyebab penyakit ini antara lain cacing gelang banyak


ditemukan di daerah tropis berkelembaban tinggi. Cacing ini hidup di
usus halus dan hanya hidup dalam tubuh manusia. Selain cacing gelang
ada juga cacing cambuk yang banyak ditemukan di daerah tropis.
Perbedaannya adalah tempat hidup yang lebih sering di usus besar dan
sering dikaitkan dengan penyakit usus buntu pada anak. Jenis lainnya
cacing tambang sebagai jenis terbanyak ditemukan penyebarannya di
seluruh dunia, biasanya masuk melalui pori-pori lewat tanah yang dipijak,
kemudian cacing kremi sering menimbulkan gatal di daerah anus serta
cacing pita yang siklus hidupnya sedikit berbeda karena biasanya hidup
di tubuh hewan seperti sapi atau babi dan menyebar lewat konsumsi
daging yang tidak dimasak dengan benar.

2. PARASIT CACING PADA MANUSIA

Cacing yang merupakan parasit manusia dapat dibagi dalam 2 kelompok,


yakni cacing pipih dan cacing bundar.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK16

1. Nematoda (roundworms). Ciri-cirinya bertubuh bulat, tidak


bersegmen, memiliki rongga tubuh dengan saluran cerna dan
kelamin terpisah. Infeksi cacing ini disebut ancylostomiasis (cacing
tambang), trongyloidiasis, oxyuriasis (cacing kremi), ascariasis
(cacing gelang) dan trichuriasis (cacing cambuk).

2. Platyhelminthes. Ciri-cirinya bentuk pipih, tidak memiliki rongga


tubuh dan berkelamin ganda (hemafrodit). Cacing yang termasuk
golongan ini adalah cacing pita (Cestoda) dan cacing pipih

FARMAKOLOGI
(Trematoda).

3. JENIS – JENIS PARASIT CACING


3.1 Nematodes

Parasit nematoda utama manusia termasuk the soil-transmitted


helminths (STHs) dan nematoda filaria. Infeksi STH ini, yang meliputi
ascariasis, Trichuriasis, dan infeksi cacing tambang, adalah salah satu
infeksi yang paling umum di negara-negara berkembang. Program
Pemberantasan menggunakan peran sekolah untuk mengelola
anthelmintics spektrum yang luas secara periodik dan sering. Para agen
yang paling banyak digunakan untuk mengurangi angka kesakitan
adalah anthelmintics benzimidazole (BZAs), serta Albendazole (ALBENZA
dan ZENTEL) atau mebendazol (VERMOX).

Selain menargetkan pada infeksi STH antara anak-anak usia


sekolah, ada upaya berkelanjutan untuk mempekerjakan anthelmintics
bahwa menghilangkan LIMPATIC FILARIASIS (LF) dan onchocerciasis.
Tujuannya adalah untuk mengganggu transmisi Artropoda-ditanggung
dengan pemberian terapi kombinasi dengan baik diethylcarbamazine dan
Albendazole (di daerah LF-endemik seperti India dan Mesir), atau
ivermectin dan albendazole (di daerah LF mana onchocerciasis dan / atau
loiasis adalah co-endemik) .

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK17

Obat ini target tahap mikrofilaria parasit, yang beredar di darah


dan diambil oleh vektor parasit arthropoda dimana pengembangan lebih
lanjut terjadi.

3.1.1 Trichuris Trichuira/ Cacing Cambuk

Warna : Merah muda atau abu-abu


Besarnya : 3 - 5 cm
Hidup di : Usus besar

FARMAKOLOGI

Cara Penularannya:

1. Telur cacing tertelan bersama dengan air atau makanan


2. Menetas di usus kecil dan tinggal di usus besar
3. Telur cacing keluar melalui kotoran dan jika telur ini tertelan,
terulanglah siklus ini

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK18

3.1.2 Roundworms (Ascaris Lumbricoides & Toxocara Canis)

– Ascaris Lumbricoides / Cacing Gelang

A. lumbricoides, yang dikenal sebagai "cacing gelang,"


mempengaruhi hingga 90% dari orang di beberapa daerah tropis tetapi
juga terlihat di daerah beriklim sedang.

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK19

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK20

CACING GELANG: (Ascaris lumbricoides)


Warna : Merah muda atau putih
Besarnya : 20 - 30 cm
Hidup di : Usus kecil
Cara Penularannya :
1. Telur cacing masuk melalui mulut
2. Menetas di usus kecil menjadi larva
3. Larva dibawa oleh aliran darah ke paru-paru melalui hati

FARMAKOLOGI
4. Bila larva ini sampai ke tenggorokan dan tertelan,mereka masuk ke
dalam usus kecil dan menjadi dewasa di sana Cacing gelang dapat
mengisap 0,14 gr karbohidrat setiap hari
Mebendazol, albendazol, dan pamoate pyrantel (ANTIMINTH, yang
lain) lebih disukai obat; semua orang yang terinfeksi harus dirawat.
Mebendazol dan Albendazole lebih digunakan untuk terapi ascariasis
asimtomatik yang umum. Kedua senyawa harus digunakan dengan hati-
hati untuk mengobati infeksi berat Ascaris, sendiri atau dengan cacing
tambang. Jarang, ascarids hiperaktif dapat bermigrasi menyebabkan
komplikasi seperti usus buntu, obstruksi empedu atau usus, dan usus
perforasi-kadang-kadang memerlukan pembedahan. Pyrantel aman
untuk digunakan dalam kehamilan, sedangkan BZAs harus dihindari
selama trimester pertama (lihat di bawah).

– Toxocara Canis

Toxocariasis adalah umum di Amerika Utara dan Eropa. Mayor


sindrom yang disebabkan oleh infeksi T. canis adalah visceral larva
migrans (VLM), larva migrans okular (Olm), dan Toxocariasis terselubung
(CT). Pengobatan VLM adalah dicadangkan untuk pasien dengan gejala
berat, terus-menerus, atau progresif. Albendazole merupakan obat
pilihan. Peran obat obat cacing untuk Olm dan CT adalah kontroversial

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK21

dan manajemen sering bedah diindikasikan, kadang disertai oleh


glukokortikoid.

FARMAKOLOGI
3.1.1 Hookworm

Necator americanus & Ancylostoma duodenale

CACING TAMBANG : (Ancylostomiasis)

Warna : Merah

Besarnya : 8 - 13 mm

Hidup di : Usus kecil

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK22

FARMAKOLOGI
Cara Penularannya:

1. Larva menembus kulit kaki


2. Melalui saluran darah larva dibawa ke paru-paru yang menyebabkan
batuk
3. Larva yang ditelan menjadi dewasa pada usus kecil dimana mereka
menancapkan dirinya untuk mengisap darah

Cacing tambang merupakan infeksi cacing yang paling


merugikan kesehatan anak-anak. Infeksi cacing tambang dapat
menyebabkan anemia (kurang darah). Cacing tambang dapat mengisap
darah 10 - 12 mililiter setiap hari.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK23

FARMAKOLOGI
Spesies cacing tambang menginfeksi 740 juta orang. Americanus N
adalah cacing tambang dominan di seluruh dunia, sedangkan A.
duodenale focally endemik di Mesir, India, dan Cina.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK24

FARMAKOLOGI
Larva cacing tambang hidup di tanah dan menembus kulit jika
terkena. Setelah mencapai paru-paru, larva bermigrasi ke rongga mulut
dan ditelan. Setelah melekat pada mukosa jejunum, cacing dewasa akan
makan dari darah host. Ada korelasi langsung antara beban cacing
tambang dan kehilangan darah fecal. Tidak seperti Ascaris berat dan
infeksi Trichuris, yang terjadi terutama pada anak-anak, infeksi cacing
tambang berat juga terjadi pada orang dewasa.

Tujuan pengobatan utama adalah untuk menghilangkan cacing kait


darah-makan orang dewasa dari usus. Albendazole dan mebendazol lebih
baik terhadap kedua duodenale A. dan N. americanus.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK25

FARMAKOLOGI
3.1.2 Strongyloides Stercolaris

stercoralis S., kadang-kadang disebut cacing benang, dapat


mereplikasi dan menyebabkan siklus reinfeksi larva sepenuhnya berada
di dalam inang manusia. Organisme ini menginfeksi lebih dari 200 juta
orang di seluruh dunia, paling sering di daerah tropis. Di AS,
strongyloidiasis adalah endemik di Appalachia dan juga ditemukan pada
individu dilembagakan hidup dalam kondisi sehat dan imigran,
wisatawan, dan personil militer yang tinggal di daerah endemik. larva
infektif dalam tanah yang terkontaminasi menembus kulit atau selaput
lendir, berjalanan ke paru-paru, dan akhirnya menjadi cacing dewasa di
usus kecil, di mana mereka tinggal..

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK26

Kebanyakan individu yang terinfeksi tanpa gejala, sementara


beberapa gangguan menjadi gejala GI. penyakit yang mengancam jiwa
karena hyperinfection larva besar dapat terjadi pada orang imunosupresi,
bahkan puluhan tahun setelah infeksi awal. Sebagian besar kematian
disebabkan oleh parasit di AS mungkin adalah karena hyperinfection
Strongyloides. Ivermectin adalah obat terbaik untuk mengobati
strongyloidiasis usus.

FARMAKOLOGI
3.1.3 Enterobius Vermicularis / Cacing Kremi

Cacing Kremi (Oksiuriasis, Enterobiasis) adalah suatu infeksi parasit


yang terutama menyerang anak-anak, dimana cacing Enterobius
vermicularis tumbuh dan berkembangbiak di dalam usus

Warna : Putih
Besarnya : 1 cm
Hidup di : Usus besar
Cara Penularannya:
1. Cacing betina bertelur pada malam hari di anus
2. Anus menjadi gatal, garukan pada anus membawa telur cacing ini
menyebar.
3. Melalui kontak dengan tempat tidur, bantal, sprei,pakaian, telur
cacing keremi
4. dibawa ke tempat lain.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK27

5. Jika telur-telur ini termakan, terulanglah siklus ini.

FARMAKOLOGI
Enterobius, mungkin infeksi cacing yang paling umum di daerah
beriklim sedang, biasanya menyebabkan gatal di daerah perianal dan
perineum. Karena infeksi yang mudah menyebar, klinisi harus
memutuskan apakah akan memperlakukan semua kontak dekat dan
lebih dari satu program terapi mungkin diperlukan.

Cacing kremi dapat dilihat dengan mata telanjang


pada anus penderita, terutama dalam waktu 1-2 jam setelah anak
tertidur pada malam hari. Cacing kremi berwarna putih dan setipis
rambut, mereka aktif bergerak. Telur maupun cacingnya bisa didapat
dengan cara menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus, pada
pagi hari sebelum anak terbangun. Kemudian selotip tersebut
ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop.

Pengobatan

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK28

Infeksi cacing kremi dapat disembuhkan melalui pemberian dosis


tunggal obat anti-parasit mebendazole, albendazole atau pirantel
pamoat.

Seluruh anggota keluarga dalam satu rumah harus


meminum obat tersebut karena infeksi ulang bisa menyebar dari satu
orang kepada yang lainnya.Untuk mengurangi rasa gatal, bisa
dioleskan krim atau salep anti gatal ke daerah sekitar anus sebanyak 2-3
kali/hari.

FARMAKOLOGI
Meskipun telah diobati, sering terjadi infeksi ulang
karena telur yang masih hidup terus dibuang ke dalam tinja selama
seminggu setelah pengobatan.Pakaian, seprei dan mainan anak
sebaiknya sering dicuci untuk memusnahkan telur cacing yang tersisa.

Langkah-langkah umum yang dapat dilakukan untuk


mengendalikan infeksi cacing kremi adalah:

1. Mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar

2. Memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku

3. Mencuci seprei minimal 2 kali/minggu

4. Mencuci jamban setiap hari

5. Menghindari penggarukan daerah anus karena bisa mencemari jari-


jari tangan dan setiap benda yang dipegang/disentuhnya
6. Menjauhkan tangan dan jari tangan dari hidung dan mulut.

3.1.1 Trichinella spiralis

T. spiralis hasil infeksi dari makan daging kurang matang dari


binatang yang terinfeksi, terutama babi. Ketika dibebaskan, kista larva
dewasa menjadi cacing dewasa di usus, yang kemudian menghasilkan
larva menular yang menyerang jaringan, terutama otot skeletal dan

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK29

jantung. menyebabkan infeksi yang parah ditandai nyeri otot dan


komplikasi jantung.

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK30

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK31

FARMAKOLOGI
Albendazole dan mebendazol tampaknya efektif terhadap bentuk-
bentuk usus T. spiralis yang hadir pada awal infeksi. keberhasilan mereka
pada larva yang bermigrasi ke otot dipertanyakan. Glukokortikoid adalah
nilai yang cukup besar dalam mengendalikan manifestasi akut infeksi.

3.1.2 Wuchereria Bancrofti and Brugia Species (Lymphatic


Filariasis)

Cacing dewasa yang menyebabkan filariasis manusia tinggal baik


dalam limfatik atau jaringan lain. Disebarkan oleh gigitan nyamuk yang
terinfeksi, filariasis limfatik (LF) mempengaruhi ~ 120 juta orang di sub-
Sahara Afrika, India, Asia Tenggara, Pasifik, dan Amerika tropis. Dalam

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK32

LF, host reaksi terhadap cacing dewasa menyebabkan radang limfatik


awalnya diwujudkan dengan demam, limfangitis, dan limfadenitis, ini
dapat berkembang menjadi obstruksi limfatik. reaksi Awal mikrofilaria,
eosinofilia paru tropis, mungkin terjadi

FARMAKOLOGI
Di kebanyakan negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
merekomendasikan tahunan gabungan terapi dengan Albendazole dan
diethylcarbamazine, yang membersihkan beredar mikrofilaria dari subjek
yang terinfeksi, sehingga mengurangi kemungkinan bahwa nyamuk akan
mengirimkan LF untuk orang lain.

Diethylcarbamazine adalah obat pilihan untuk pengobatan cacing dewasa


LF, tetapi efeknya bervariasi; hasil terbaik dicapai jika terapi dimulai
sebelum obstruksi limfatik

telah terjadi.

Limpatic Filariasis

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK33

FARMAKOLOGI
3.1.3 Loa Loa (Loiasis)

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK34

loa L. adalah parasit filaria jaringan-bermigrasi ditemukan di


daerah sungai Tengah dan Afrika Barat. Cacing dewasa dalam jaringan
subkutan biasanya menyebabkan pembengkakan episodik dan reaksi
alergi. Jarang, ensefalopati, kardiomiopati, atau nefropati terjadi.
Diethylcarbamazine adalah obat tunggal terbaik untuk pengobatan
loiasis, awalnya dalam dosis awal kecil untuk mengurangi reaksi host
yang dihasilkan dari perusakan mikrofilaria. Glukokortikoid sering diminta
untuk mengendalikan reaksi akut.

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK35

3.1.4 Onchocerca volvulus (onchocerciasis atau River Blindness)

Ditularkan oleh blackflies, O. volvulus menginfeksi ~ 17 juta orang


di sub-Sahara Afrika, dan <100.000 orang di beberapa bagian Meksiko,
Guatemala, dan Amerika Selatan. reaksi inflamasi, terutama untuk
mikrofilaria daripada cacing dewasa, mempengaruhi jaringan subkutan,
kelenjar getah bening, dan mata. Onchocerciasis merupakan penyebab

FARMAKOLOGI
utama kebutaan menular di seluruh dunia.

Ivermectin adalah obat tunggal terbaik untuk kontrol dan


pengobatan onchocerciasis. Ini hanya membunuh mikrofilaria dari O.
volvulus, sementara menghasilkan sedikit jika ada komplikasi okular.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK36

3.2 Cestodes (cacing pipih)


3.2.1 Taenia saginata

Manusia adalah tuan rumah definitif untuk T. saginata, cacing pita


daging sapi. Cacing pita ini paling umum biasanya terdeteksi setelah
berlalunya proglottids dari usus.

FARMAKOLOGI
Ini adalah kosmopolitan, terjadi paling sering di sub-Sahara Afrika
dan Timur Tengah, di mana daging sapi matang dikonsumsi. Praziquantel
adalah obat pilihan untuk infeksi T. saginata.

3.2.2 Taenia solium

T. solium atau cacing pita daging babi, menyebabkan dua jenis


infeksi. Bentuk usus dengan hasil dewasa cacing pita dari mengkonsumsi
daging matang mengandung cysticerci.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK37

FARMAKOLOGI

larva bentuk invasif menyebabkan sistiserkosis, infeksi sistemik


lebih berbahaya. Invasi otak (neurocysticercosis) dapat mengakibatkan
epilepsi, meningitis, dan \ tekanan intrakranial meningkat. Praziquantel

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK38

lebih disukai untuk infeksi usus dengan solium T., sedangkan Albendazole
merupakan obat pilihan untuk sistiserkosis. Kemoterapi adalah tepat
hanya apabila diarahkan pada cysticerci hidup menyebabkan patologi;
pretreatment dengan glukokortikoid disarankan.

FARMAKOLOGI
3.2.3 Diphyllobothrium Latum

D. latum, cacing pita ikan, diperoleh dengan makan tidak cukup


dimasak, ikan penuh. Kebanyakan individu yang terinfeksi tidak
menunjukkan gejala, manifestasi sering termasuk gejala perut dan
penurunan berat badan, anemia megaloblastik dapat terjadi karena
kekurangan vitamin B12. Praziquantel menghilangkan worm.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK39

FARMAKOLOGI

3.2.4 Hymenolepis Nana

H. nana, cacing pita kerdil, adalah cacing pita yang paling umum
parasitizing manusia.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK40

FARMAKOLOGI
Infeksi yang lebih menonjol di daerah tropis dari daerah beriklim
sedang dan yang paling umum di antara anak-anak dilembagakan,
termasuk yang di Amerika selatan cysticerci berkembang dalam vili usus
dan kemudian memperoleh kembali akses ke lumen usus dimana larva
tumbuh menjadi dewasa. Praziquantel efektif terhadap infeksi nana H.;
dosis yang relatif tinggi biasanya yang diperlukan, dan terapi mungkin
perlu diulang.

3.2.5 Echinococcus Spesies

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK41

Manusia adalah salah satu dari beberapa host perantara untuk


bentuk larva spesies Echinococcus yang menyebabkan "cystic" (E.
granulosus) dan "alveolar" (E. multilocularis dan vogeli E.) penyakit
hidatidosa. telur Parasit dari kotoran anjing adalah sumber utama dalam
ternak yang terkait (misalnya, domba dan kambing).

FARMAKOLOGI

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK42

E.granulosus menghasilkan unilocular, kista perlahan-lahan


tumbuh, paling sering dalam hati dan paru-paru, dan E. multilocularis
menciptakan invasif multilocular kista pada organ yang sama. Operasi
pengangkatan kista adalah pengobatan yang disukai, namun kebocoran
bisa menyebarkan penyakit ke organ lain. regimen berkepanjangan
Albendazole, baik sendiri atau dikombinasikan dengan operasi, mungkin
bermanfaat, tetapi beberapa pasien tidak sembuh meskipun beberapa
program terapi. pengobatan Ajun dengan BZAs adalah landasan dari

FARMAKOLOGI
pendekatan interdisipliner untuk mengendalikan echinococcosis kistik.

3.3 Trematodes (Flukes)


3.3.1 Schistosoma Haematobium, mansoni Schistosoma,
Japonicum Schistosoma

Ini adalah spesies utama cacing darah yang menyebabkan


schistosomiasis manusia, yang mempengaruhi sekitar 200 juta orang.
Schistosomiasis secara luas didistribusikan ke Amerika Selatan (S.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK43

mansoni), sebagian besar Afrika dan Semenanjung Arab (S. mansoni dan
haematobium S.), dan China dan Asia Tenggara (S. japonicum). siput
terinfeksi host intermediate transmisi air tawar. Schistosomiasis terutama
melibatkan hati, limpa, dan saluran GI (S. mansoni dan S. japonicum)
atau saluran genitourinari rendah (S. haematobium). infeksi berat dengan
haematobium S. dikaitkan dengan karsinoma kandung kemih. infeksi
kronis dapat menyebabkan shunting portosystemic karena fibrosis
periportal di hati.

FARMAKOLOGI
Praziquantel adalah obat pilihan untuk schistosomes. The
artemeter derivatif artemisinin target schistosomula tahap larva parasit.
Gabungan pengobatan hewan menyimpan cacing schistosome remaja
dan dewasa dengan artemeter dan praziquantel mengakibatkan
pengurangan beban cacing secara signifikan lebih tinggi dari kedua obat
diberikan sendiri-sendiri.

3.3.2 Paragonimus westermani dan Paragonimus Spesies Lainnya

Cacing paru-paru, sejumlah spesies Paragonimus, yaitu P.


westermani adalah yang paling umum, bersifat patogen bagi manusia.
Ditemukan di Timur Jauh dan di benua Afrika dan Amerika Selatan,
parasit ini memiliki dua host intermediate: siput dan krustasea. Manusia
terinfeksi dengan makan kepiting mentah atau kurang matang atau
lobster.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK44

FARMAKOLOGI
Penyakit ini disebabkan oleh reaksi terhadap cacing dewasa.
Meskipun flukes agak tahan untuk praziquantel, obat ini efektif bila
digunakan secara klinis. Bithionol dianggap sebagai agen lini kedua.
Triclabendazole juga baru-baru ini terbukti manjur.

3.3.3 Clonorchis sinensis, Opisthorchis viverrini, Opisthorchis


felineus

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK45

FARMAKOLOGI
Trematoda ini terkait erat dengan yang ada di Timur Jauh (C.
sinensis, "yang kebetulan hati Cina," dan O. viverrini) dan bagian dari
Eropa Timur (O. felineus). Metaserkaria dilepaskan dari ikan yang
terinfeksi dimasak kurang matang menjadi cacing dewasa yang
mendiami sistem empedu manusia

infeksi berat dapat menyebabkan penyakit hati obstruktif, patologi


radang kandung empedu yang terkait dengan cholangiocarcinoma, dan
pankreatitis obstruktif. Terapi Satu-hari dengan praziquantel sangat
efektif.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK46

BAB III

ANTELMINTIK

1. Antelmintik

Antelmintik atau obat cacing adalah obat yang digunakan untuk

FARMAKOLOGI
memberantas atau mengurangi cacing dalam lumen usu atau dalam
jaringan tubuh. Kebanyakan obat cacing efektif terhadap 1 macam
cacing, sehingga diperlukan diagnosis tapat sebelum menggunakan obat
tertentu. Kebanyakan obat cacing diberikan secara oral, pada saat
makan atau sesudah makan. Beberapa obat cacing perlu diberikan
bersama pencahar. Obat cacing baru umumnya lehbih aman dan efektif
disbanding dengan yang lama efektif untuk beberapa macam cacing,
rasanya tidak mengganggu, pemberiannya tidak memerlukan pencahar,
dan beberapa dapat diberikan secara oral sebagai dosis tunggal.

2. Zat – Zat Antelmintik


2.1. Golongan Benzimidazoles (BZAs)

BZAs telah dikembangkan sebagai bahan obat cacing spektrum


luas. Yang paling berguna memiliki modifikasi pada 2 dan / atau 5 posisi
dari sistem cincin benzimidazole (Tabel 41-1). Thiabendazole,
mebendazol, dan Albendazole telah digunakan secara luas untuk
pengobatan infeksi cacing manusia.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK47

Thiabendazole aktif terhadap berbagai nematoda yang


menginfeksi saluran pencernaan, namun penggunaan klinis yang telah
menurun tajam karena toksisitasnya relatif terhadap obat sama efektif

FARMAKOLOGI
lainnya.

Mebendazol telah menggantikan thiabendazole untuk pengobatan


infeksi cacing gelang usus.

Albendazole digunakan terutama terhadap berbagai nematoda


usus dan jaringan tapi juga terhadap bentuk-bentuk larva cestodes
tertentu. Albendazole merupakan obat pilihan untuk sistiserkosis dan
cystic hidatidosa
penyakit.

Ketika digunakan tahunan bersama dengan baik ivermectin atau


diethylcarbamazine, dosis tunggal Albendazole telah menunjukkan hasil
yang cukup untuk mengendalikan global LF dan infeksi filaria lainnya.

FARMAKODINAMIK

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK48

BZAs menghambat polimerisasi mikrotubulus dengan mengikat b-


tubulin. Toksisitas selektif dari agen ini hasil mungkin karena mengikat
BZAs parasit b-tubulin dengan afinitas yang jauh lebih tinggi daripada
yang mereka lakukan protein mamalia. Resistensi obat pada nematoda
mungkin melibatkan ekspresi dari sebuah tubulin-b bermutasi. Tidak ada
bukti yang muncul resistensi antara nematoda manusia.

Para BZA ini adalah agen-agen obat cacing serbaguna, terutama


terhadap nematoda GI, di mana tindakan mereka tidak ditentukan oleh

FARMAKOLOGI
konsentrasi obat sistemik. Mebendazol dan Albendazole sangat efektif
dalam mengobati infeksi STH utama (ascariasis, Enterobiasis,
Trichuriasis, dan cacing tambang) serta kurang umum infeksi nematoda
manusia.

Obat ini aktif terhadap kedua tahap larva dan dewasa nematoda,
dan mereka ovicidal untuk Ascaris & Trichuris. Imobilisasi dan kematian
parasit GI rentan terjadi perlahan-lahan, dan izin mereka dari saluran
pencernaan mungkin tidak lengkap sampai beberapa hari setelah
perawatan.

Albendazole lebih efektif daripada mebendazol terhadap


strongyloidiasis, penyakit kista hidatidosa disebabkan oleh granulosus E.,
dan neurocysticercosis disebabkan oleh bentuk larva T. solium. Para
BZAs mungkin adalah aktif terhadap tahapan usus T. spiralis, tetapi
kemungkinan besar tidak mempengaruhi tahap larva dalam jaringan.
Albendazole sangat efektif terhadap bentuk-bentuk migrasi dari cacing
kait anjing dan kucing yang menyebabkan larva migrans kulit. Rejimen
yang Albendazole dengan baik ivermectin atau diethylcarbamazine
diberikan sebagai dosis tahunan tunggal menunjukkan sangat
menjanjikan untuk penghapusan LF. microsporidia tertentu yang
menyebabkan infeksi usus dalam Human Immunodeficiency Virus (HIV)-
terinfeksi individu menanggapi sebagian (Enterocytozoon bieneusi) atau

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK49

sepenuhnya (Enterocytozoon intestinalis dan spesies yang terkait) untuk


Albendazole.

FARMAKOKINETIK

Thiabendazole diserap dengan cepat setelah konsumsi oral dan


mencapai konsentrasi plasma puncak setelah 1 jam. Sebagian besar obat
ini diekskresikan dalam urin dalam waktu 24 jam sebagai 5-

FARMAKOLOGI
hydroxythiabendazole, conjugated baik sebagai glukuronat atau sulfat
tersebut.

Formulasi Tablet mebendazol yang buruk dan tak menentu diserap,


dan konsentrasi plasma rendah. Ketersediaan hayati sistemik rendah
(22%) hasil mebendazol dari kombinasi penyerapan dan metabolisme-
pass hati cepat pertama. Mebendazol adalah ~ 95% terikat protein
plasma dan secara ekstensif dimetabolisme. Metabolit utama memiliki
tingkat lebih rendah dari clearance dari tidak mebendazol dan
tampaknya tidak aktif. Konjugasi dari mebendazol dan metabolitnya telah
ditemukan di empedu, tetapi mebendazol berubah sedikit muncul dalam
urin.

Albendazole adalah bervariasi diserap setelah pemberian oral.


Makanan lemak meningkatkan penyerapan. Setelah dosis oral 400 mg,
Albendazole tidak dapat dideteksi dalam plasma, karena obat ini cepat
dimetabolisme di hati sulfoxide, yang memiliki aktivitas anthelmintik
yang kuat. Baik (+) dan (-) enansiomer dari sulfoxide Albendazole
terbentuk, sedangkan enantiomer (+) mencapai konsentrasi puncak
plasma jauh lebih tinggi dan dibersihkan jauh lebih lambat. sulfoxide
Albendazole adalah ~ 70% terikat protein plasma dan memiliki variabel
plasma t1/2 (~ 4-15 jam). Hal ini juga didistribusikan ke berbagai
jaringan termasuk kista hidatidosa, mungkin menjelaskan keberhasilan
yang lebih besar untuk cacing jaringan-tinggal. Pembentukan sulfoxide

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK50

Albendazole dikatalisis oleh kedua monooxygenase flavin mikrosoma dan


CYP isoform dalam hati. metabolit Albendazole diekskresikan terutama di
urin.

PENGGUNAAN TERAPEUTIK

Thiabendazole (MINTEZOL) umumnya telah digantikan oleh agen


yang lebih baru. Mebendazol sangat efektif terhadap GI nematoda dan

FARMAKOLOGI
sangat berharga bagi infeksi campuran. Mebendazol selalu diambil
secara lisan, dan jadwal dosis yang sama berlaku untuk orang dewasa
dan anak-anak> 2 tahun. Untuk pengobatan Enterobiasis, tablet 100 mg
tunggal diambil, diulang setelah 2 minggu. Untuk kontrol ascariasis,
Trichuriasis, atau infeksi cacing tambang, rejimen yang dianjurkan adalah
100 mg mebendazol diambil pada pagi hari dan sore selama 3 hari
berturut-turut (atau tablet 500 mg single diberikan sekali). Jika pasien
tidak sembuh 3 minggu setelah pengobatan, kursus kedua harus
diberikan. Regimen mebendazol 3 hari lebih efektif daripada dosis
tunggal baik mebendazol (500 mg) atau albendazole (400 mg).

Seperti mebendazol, albendazol menyediakan terapi yang aman


dan efektif terhadap infeksi dengan nematoda GI, termasuk infeksi
campuran Ascaris, Trichuris, dan cacing tambang. Untuk pengobatan
Enterobiasis, ascariasis, Trichuriasis, dan cacing tambang, Albendazole
diambil sebagai dosis tunggal 400 mg oral oleh orang dewasa dan anak-
anak> 2 tahun. Pada anak-anak berusia antara 12 dan 24 bulan, WHO
merekomendasikan dosis dikurangi dari 200 mg.

Tingkat penyembuhan infeksi Ascaris ringan hingga sedang


biasanya adalah> 97%, meskipun infeksi berat mungkin memerlukan
terapi selama 2-3 hari. Dosis 400 mg Albendazole tampaknya lebih
unggul dengan dosis 500 mg mebendazol untuk mengobati infeksi cacing
tambang.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK51

Albendazole merupakan obat pilihan untuk penyakit kista


hidatidosa karena granulosus E.. Sedangkan obat hanya memberikan
angka kesembuhan sederhana bila digunakan sendiri, menghasilkan hasil
yang lebih unggul bila digunakan bersama dengan operasi baik untuk
menghilangkan kista atau aspirasi / injeksi kista dengan agen
protoscolicidal.

Sebuah regimen dosis khas untuk orang dewasa adalah 400 mg


diberikan dua kali sehari (untuk anak-anak 15 mg / kg / hari dengan

FARMAKOLOGI
maksimal 800 mg) selama 1-6 bulan. Sementara obat terbaik yang
tersedia, Albendazole hanya sedikit efektif untuk echinococcosis alveolar
disebabkan oleh multilocularis E., dan intervensi bedah sering
dibutuhkan.

Albendazole juga adalah pengobatan yang disukai


neurocysticercosis disebabkan oleh bentuk larva T. solium. Dosis yang
dianjurkan adalah 400 mg diberikan dua kali sehari untuk orang dewasa
selama 8-30 hari, tergantung pada jenis, jumlah, dan lokasi dari kista.
Untuk anak-anak, dosisnya adalah 15 mg / kg / hari (maksimum 800 mg)
dalam dua dosis untuk 8-30 hari. Kursus ini dapat diulang seperlunya,
selama hati dan toksisitas sumsum tulang dimonitor. Untuk mengurangi
efek samping inflamasi, glukokortikoid biasanya diberikan selama
beberapa hari sebelum memulai terapi albendazole. pretreatment
tersebut juga meningkatkan kadar plasma sulfoxide Albendazole. Terapi
dengan baik Albendazole atau praziquantel harus mencakup
pertimbangan terapi anticonvulsant, pengembangan kemungkinan
komplikasi arachnoiditis, vaskulitis, atau edema serebral, dan kebutuhan
untuk intervensi bedah harus hidrosefalus obstruktif terjadi. Albendazole,
400 mg / hari, juga telah menunjukkan efikasi untuk terapi infeksi usus
microsporidial pada pasien dengan AIDS.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK52

Albendazole dikombinasikan dengan baik diethylcarbamazine atau


ivermectin dalam program diarahkan kepada pengendalian LF. Dengan
dosis tahunan dengan terapi kombinasi untuk 4-6 tahun, tujuannya
adalah untuk mempertahankan microfilaremia di tingkat rendah seperti
bahwa penularan tidak dapat terjadi untuk jangka waktu yang sesuai
dengan durasi fekunditas cacing dewasa. Albendazole diberikan dengan
diethylcarbamazine untuk mengendalikan LF di sebagian besar dunia.

FARMAKOLOGI
Untuk menghindari reaksi serius untuk sekarat mikrofilaria, sebuah
Albendazole / kombinasi ivermectin disarankan di lokasi di mana filariasis
berdampingan dengan baik onchocerciasis atau loiasis.

TOKSISITAS, EFEK SAMPING, PENCEGAHAN, DAN KONTRA


INDIKASI

Para BZAs umumnya mempunyai profil keamanan yang sangat


baik. Efek samping, terutama GI gejala ringan, terjadi pada ~ 1% anak-
anak dirawat.

Kegunaan klinis pada orang dewasa thiabendazole dikompromikan


oleh toksisitas, yang telah berkurang penggunaan klinis. Sering efek
samping termasuk gangguan GI, kelelahan, mengantuk, dan sakit kepala.
Sesekali demam, ruam, eritema multiforme, halusinasi, dan gangguan
sensorik telah dilaporkan. Angioedema, shock, tinnitus, kejang, dan
kolestasis intrahepatik, dan kristaluria adalah komplikasi jarang terjadi.
Transient leukopenia telah dicatat. Thiabendazole adalah hepatotoksik
dan harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit hati.
Pengaruh thiabendazole pada wanita hamil belum diteliti secara
memadai, sehingga harus digunakan pada kehamilan hanya jika potensi
manfaat membenarkan risiko.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK53

Mebendazol tidak secara rutin menyebabkan keracunan sistemik


yang signifikan, bahkan di hadapan anemia dan kekurangan gizi.
Transient gejala sakit perut, kembung, dan diare terjadi dengan investasi
besar-besaran dan pengusiran cacing GI. Langka efek samping pada
pasien yang diobati dengan dosis tinggi mebendazol termasuk reaksi
alergi, alopecia, neutropenia reversibel, agranulositosis, dan
oligospermia. Reversible elevasi transaminase serum dapat terjadi.

FARMAKOLOGI
Mebendazol dapat berhubungan dengan kejang oksipital. Hal ini
tidak boleh digunakan pada pasien yang mengalami reaksi alergi
terhadap agen.
Albendazole juga menghasilkan beberapa efek samping bila digunakan
untuk terapi jangka pendek helminthiasis GI, bahkan pada pasien dengan
beban berat cacing. Transient ringan GI gejala (nyeri, epigastrium diare,
mual, dan muntah) terjadi pada ~ 1% orang dirawat. Pusing dan sakit
kepala terjadi pada kesempatan. Dalam pengobatan massal usia sekolah,
kejadian efek samping dengan Albendazole sangat rendah. fenomena
alergi jarang terjadi dan biasanya menyelesaikan setelah 48 jam.

Bahkan dalam terapi jangka panjang penyakit kista hidatidosa dan


neurocysticercosis, Albendazole baik ditoleransi oleh kebanyakan pasien.
Efek samping yang paling umum adalah peningkatan aminotransferases
serum, yang kembali normal setelah penghentian obat; jarang sakit
kuning atau kolestasis dapat terjadi.

Tes fungsi hati harus dimonitor selama terapi albendazol berlarut-


larut, dan obat ini tidak dianjurkan untuk pasien dengan sirosis. Apalagi
kalau bukan pra-perawatan dengan glukokortikoid, beberapa pasien
dengan neurocysticercosis mungkin mengalami gejala sisa neurologis
yang serius. Efek samping lain selama terapi diperpanjang termasuk rasa

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK54

sakit GI, sakit kepala parah, demam, kelelahan, alopecia, leukopenia, dan
trombositopenia.

The BZAs tampilan sangat sedikit interaksi dengan obat lain.


Anggota paling fleksibel dari Albendazole, keluarga, mungkin memicu
metabolisme sendiri, dan plasma tingkat metabolit sulfoxide dapat
ditingkatkan dengan coadministration dari glukokortikoid dan mungkin
praziquantel. Perhatian dianjurkan bila menggunakan dosis tinggi
Albendazole bersama-sama dengan inhibitor umum CYPs hati.

FARMAKOLOGI
Gunakan dalam Kehamilan Kedua Albendazole dan mebendazol
adalah embriotoksik dan teratogenik pada tikus. Dalam survei
pascapemasaran perempuan yang secara tidak sengaja dikonsumsi
mebendazol selama trimester pertama, kejadian abortus spontan dan
kelainan tidak melebihi dari populasi umum; studi sebanding dengan
Albendazole tidak tersedia.

Sebuah tinjauan risiko kelainan bawaan dari BZAs menyimpulkan


bahwa penggunaan mereka selama kehamilan tidak terkait dengan
peningkatan risiko cacat bawaan utama; tetap, dianjurkan pengobatan
yang harus dihindari selama trimester pertama kehamilan.

Gunakan dalam Anak Muda WHO menyimpulkan bahwa BZAs dapat


digunakan untuk merawat anak-anak melewati tahun pertama yang
beresiko untuk konsekuensi yang merugikan yang disebabkan oleh STHs;
dosis dikurangi Albendazole (200 mg) digunakan pada anak-anak berusia
antara 12 - 24 bulan.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK55

FARMAKOLOGI
2.2. DIETHYLCARBAMAZINE

Diethylcarbamazine adalah agen lini pertama untuk pengendalian


dan pengobatan filariasis limfatik dan untuk terapi eosinofilia paru tropis
yang disebabkan oleh W. bancrofti dan Brugia malayi. Meskipun sebagian
efektif terhadap onchocerciasis dan loiasis, dapat menyebabkan reaksi
yang serius untuk mikrofilaria terpengaruh. Untuk alasan ini, ivermectin
telah menggantikan diethylcarbamazine untuk onchocerciasis. Walaupun
toksisitasnya, diethylcarbamazine tetap merupakan obat terbaik yang
tersedia untuk mengobati loiasis.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK56

Tahunan tunggal dosis kedua diethylcarbamazine dan


menunjukkan Albendazole cukup untuk kontrol filariasis limfatik di
daerah mana onchocerciasis dan loiasis tidak endemik.

FARMAKOLOGI
FARMAKODINAMIK

bentuk mikrofilaria spesies rentan yang paling terpengaruh oleh


diethylcarbamazine, yang mengembankan penghilangan cepat dari
darah untuk W. bancrofti, B. malayi, dan loa L.. Obat ini membunuh
mikrofilaria dari O. volvulus pada kulit tetapi tidak pada nodul yang berisi
dewasa (perempuan) cacing. Ini tidak mempengaruhi mikrofilaria dari
bancrofti W. dalam suatu hidrokel.

Diethylcarbamazine muncul untuk memberikan suatu efek toksik


langsung pada mikrofilaria W. bancrofti, tetapi juga membunuh cacing
loa L. dewasa dan mungkin dewasa W. bancrofti dan B. malayi.

Mekanisme kerja : Diethylcarbamazine dapat mengganggu proses


intraseluler dan pengangkutan makromolekul tertentu pada membran
plasma cacing. Obat ini juga dapat mempengaruhi respon imun spesifik
dari tuan rumah.

FARMAKOKINETIK

Diethylcarbamazine diserap dengan cepat dari saluran pencernaan.


kadar plasma puncak terjadi dalam waktu 1-2 jam, dan plasma t1 / 2
bervariasi dari 2 sampai 10 jam, tergantung pada pH kemih. Metabolisme
yang cepat dan luas. metabolit Amajor, diethylcarbamazine-N-oksida,

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK57

adalah bioaktif. Diethylcarbamazine diekskresikan oleh kedua rute kemih


dan extraurinary.

Zat basa urin dapat meningkatkan kadar plasma, memperpanjang


plasma t1 / 2, dan meningkatkan baik efek terapi dan toksisitas
diethylcarbamazine. Dosis pengurangan mungkin diperlukan pada orang
dengan disfungsi ginjal atau urin alkali berkelanjutan.

PENGGUNAAN TERAPI

FARMAKOLOGI
regimen yang disarankan untuk infeksi filaria berbeda sesuai
dengan apakah obat yang digunakan untuk kemoterapi berbasis
populasi, pengendalian penyakit filaria, atau profilaksis terhadap infeksi.

W. bancrofti, B. malayi dan B. timori Regimen standar untuk LF


telah menjadi, 12-hari 72 mg / kg (6 mg / kg / hari) program dari
diethylcarbamazine. Dosis tunggal 6 mg / kg memiliki efikasi
macrofilaricidal dan microfilaricidal sebanding dengan rejimen
sebelumnya. Terapi dosis tunggal dapat diulang setiap 6-12 bulan,
seperti yang diperlukan.

Meskipun diethylcarbamazine biasanya tidak sebaliknya ada


kerusakan limfatik, perawatan dini individu asimtomatik dapat mencegah
kemajuan. Ulangi pengobatan kadang-kadang dianjurkan jika mikrofilaria
tetap berada dalam sirkulasi cacing atau orang dewasa yang terlihat di
USG. Selama episode akut limfangitis, diethylcarbamazine tidak
dianjurkan sampai gejala mereda akut. pengobatan pendukung adalah
penting, termasuk pencegahan infeksi bakteri sekunder dengan
memperhatikan kebersihan, memakai sepatu untuk mencegah cedera
kaki, dan menghindari lymphostasis oleh latihan dan elevasi tungkai.

Untuk program pengobatan massal, pengenalan


diethylcarbamazine ke dalam garam meja (0,2-0,4% dari berat dasar)
telah nyata mengurangi prevalensi, keparahan, dan transmisi filariasis

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK58

limfatik di daerah endemik. Diethylcarbamazine diberikan setiap tahun


sebagai dosis oral tunggal 6 mg / kg yang paling efektif dalam
mengurangi microfilaremia ketika dipakai bersamaan dengan baik (0,2-
0,4 mg / kg) Albendazole (400 mg) atau ivermectin. Efek samping untuk
kehancuran mikrofilaria biasanya ditoleransi dengan baik. Namun, massa
kemoterapi dengan diethylcarbamazine tidak boleh digunakan di daerah
di mana onchocerciasis atau hidup berdampingan loiasis karena dapat
menimbulkan reaksi parah terkait dengan parasit beban dalam infeksi ini.

FARMAKOLOGI
O. volvulus dan Loa L. Diethylcarbamazine merupakan
kontraindikasi untuk onchocerciasis karena menyebabkan reaksi parah
terkait dengan kerusakan mikrofilaria, termasuk memperburuk lesi mata.
Untuk tujuan kontrol LF, ivermectin lebih disukai di daerah di mana
onchocerciasis bersifat endemik. Diethylcarbamazine tetap merupakan
obat terbaik untuk terapi loiasis. Pengobatan dimulai dengan dosis uji 50
mg (1 mg / kg pada anak-anak) setiap hari selama 2-3 hari, meningkat
sebagai ditoleransi untuk dosis harian 9 mg / kg dalam tiga dosis untuk
total 2-3 minggu.

uji dosis rendah digunakan, seringkali dengan pretreatment


glukokortikoid atau antihistamin untuk meminimalkan reaksi terhadap
mikrofilaria sekarat dan cacing dewasa. program pengobatan berulang
diethylcarbamazine, dipisahkan oleh 3-4 minggu, mungkin diperlukan.
Ivermectin bukan merupakan alternatif yang baik untuk perawatan
loiasis, tetapi Albendazole mungkin terbukti bermanfaat pada pasien
yang baik gagal terapi dengan diethylcarbamazine atau yang tidak dapat
mentoleransi obat tersebut.

TOKSISITAS DAN EFEK SAMPING

Pada <8-10 mg / kg / hari, reaksi toksik langsung ke


diethylcarbamazine, termasuk anoreksia, mual, sakit kepala, dan

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK59

muntah, jarang berat dan biasanya hilang dalam beberapa hari walaupun
terapi lanjutan. Mayor efek samping hasil dari respon host terhadap
penghancuran parasit, terutama mikrofilaria.

Reaksi biasanya yang paling parah pada pasien yang terinfeksi


berat dengan O. volvulus, kurang serius dalam B. malayi atau infeksi loa
L., dan ringan pada filariasis bancroftian, tetapi obat tersebut kadang-

FARMAKOLOGI
kadang menyebabkan perdarahan retina dan ensefalopati berat pada
pasien yang terinfeksi berat dengan L. loa . Pada pasien dengan
onchocerciasis, reaksi biasanya terjadi dalam beberapa jam setelah dosis
pertama dan termasuk rasa gatal, limfadenitis lembut, dan kadang-
kadang ruam papular, demam, takikardia, arthralgias, dan sakit kepala.
Reaksi ini berlangsung selama 3-7 hari dan kemudian mereda, setelah
dosis tinggi kadang bisa ditoleransi. komplikasi pada mata termasuk
limbitis, keratitis, uveitis, dan atrofi epitel pigmen retina. Pada pasien
dengan filariasis bancroftian atau brugian, pembengkakan nodular dapat
terjadi sepanjang perjalanan dari limfatik, sering dengan limfadenitis
terlampir yang juga reda dalam beberapa hari. Hampir semua pasien
yang menerima terapi menunjukkan proteinuria leukositosis reversibel
dapat terjadi, dan eosinofilia begitu sering diamati pada pasien dengan
filariasis dapat diintensifkan dengan diethylcarbamazine. reaksi Tertunda
termasuk limfangitis, abses pembengkakan dan limfoid di bancroftian
dan filariasis brugian, dan bercak kulit kecil di loiasis. Diethylcarbamazine
tampaknya aman selama kehamilan.

PENCEGAHAN DAN KONTRA

Terapi berbasis populasi dengan diethylcarbamazine harus


dihindari di daerah dimana onchocerciasis atau loiasis adalah endemik,
walaupun obat tersebut dapat digunakan untuk melindungi wisatawan

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK60

asing dari infeksi ini. Pretreatment dengan glukokortikoid dan


antihistamin sering diberikan untuk meminimalkan reaksi tidak langsung
untuk diethylcarbamazine hasil bahwa dari sekarat mikrofilaria.

FARMAKOLOGI
2.3. IVERMECTIN

Ivermectins adalah kelas novel lakton 16-beranggota. Ivermectin


(MECTIZAN; STROMECTOL; 22,23 - B1a dihydroavermectin) adalah
disetujui FDA untuk pengobatan onchocerciasis dan untuk terapi
strongyloidiasis usus. Ivermectin diambil sebagai dosis tunggal oral
setiap 6-12 bulan tetap menjadi andalan program utama untuk
mengontrol onchocerciasis. Selain itu, dosis oral tahunan ivermectin, baik
diambil sendiri atau dikombinasikan dengan dosis oral tahunan
Albendazole, nyata mengurangi microfilaremia di filariasis limfatik akibat
W. bancrofti atau B. malayi. Rekomendasi advokat diethylcarbamazine (6

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK61

mg / kg) ditambah Albendazole (400 mg). Rejimen dua obat lebih disukai
di daerah di mana LF berdampingan dengan baik onchocerciasis atau
loiasis. Ivermectin adalah obat pilihan terhadap strongyloidiasis usus dan
efektif terhadap beberapa infeksi pada manusia lain yang disebabkan
oleh nematoda usus.

FARMAKODINAMIK

FARMAKOLOGI
Ivermectin efektif dan sangat ampuh melawan setidaknya
beberapa tahap nematoda parasit yang mempengaruhi hewan dan
manusia. Avermectins mempengaruhi sekelompok glutamat-gated-
saluran Cl ditemukan dalam sel-sel saraf nematoda atau otot,
hyperpolarization menyebabkan dan kelumpuhan dengan meningkatkan
permeabilitas Cl membran sel.

Perubahan pada encoding gen P-glikoprotein transporter yang


mengikat ivermectins dan komponen pengkodean saluran Cl glutamat-
gated-telah dikaitkan dengan perkembangan perlawanan. ivermectins
juga berinteraksi dengan reseptor asam g-aminobutyric (GABA) di otak
mamalia, tetapi afinitas mereka untuk reseptor invertebrata adalah ~
100-kali lipat lebih tinggi.

Pada manusia yang terinfeksi dengan O. volvulus, ivermectin


menyebabkan penurunan, cepat ditandai pada jumlah mikrofilaria di kulit
dan jaringan okular yang berlangsung selama 6-12 bulan. Obat ini
memiliki sedikit efek yang jelas pada parasit dewasa, bahkan pada dosis
setinggi 800 mg / kg, tetapi mempengaruhi larva berkembang dan jalan
keluar blok mikrofilaria dari uterus cacing betina dewasa. perawatan rutin
dengan ivermectin juga dapat bertindak profilaktik terhadap
perkembangan infeksi Onchocerca.

Ivermectin juga efektif terhadap mikrofilaria tetapi tidak cacing


dewasa dari W. bancrofti, B. malayi, loa L., dan M. ozzardi. Ini

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK62

menunjukkan efikasi yang sangat baik terhadap A. lumbricoides,


stercoralis S., dan larva migrans kulit.

FARMAKOKINETIK

plasma Puncak ivermectin tercapai dalam 4-5 jam setelah


pemberian oral. Terminal lama t1 / 2 dari ~ 57 jam terutama
mencerminkan izin sistemik rendah dan volume jelas besar distribusi.
Ivermectin adalah ~ 93% terikat protein plasma. Obat ini luas diubah

FARMAKOLOGI
oleh CYP3A4 hati untuk setidaknya 10 metabolit, kebanyakan turunan
dihidroksilasi dan demethylated. Hampir ivermectin tidak muncul dalam
urin manusia baik dalam bentuk tidak berubah atau konjugasi. jaringan
konsentrasi tertinggi terjadi pada hati dan lemak.

Tingkat yang sangat rendah ditemukan di otak, sebuah


penghabisan P-glikoprotein pompa penghalang darah-otak mencegah
ivermectin dari memasuki sistem saraf pusat (SSP).

PENGGUNAAN TERAPEUTIK

onchocerciasis oral dosis tunggal ivermectin (150 mg / kg) yang


diberikan setiap 6-12 bulan dianggap efektif, aman, dan praktis untuk
mengurangi jumlah mikrofilaria beredar pada orang dewasa dan anak-
anak usia 5 tahun atau lebih; meluasnya penggunaan ivermectin adalah
andalan program pengendalian onchocerciasis. Sama pentingnya, terapi
seperti membalikkan limfadenopati dan perubahan inflamasi akut pada
jaringan okular dan penangkapan perkembangan patologi okular.
Ditandai pengurangan dari mikrofilaria di kulit dan jaringan okular dicatat
dalam beberapa hari dan berlangsung selama 6-12 bulan, dosis
kemudian harus diulang. Cure tidak dicapai, karena ivermectin hanya
berpengaruh sedikit terhadap O. volvulus dewasa. Ivermectin telah
banyak digunakan untuk program pengendalian onchocerciasis di Afrika,
Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK63

Filariasis limfatik dosis tahunan tunggal ivermectin (400 mg / kg)


yang efektif dan aman untuk terapi massa infeksi dengan W. bancrofti
dan B. malayi. Ivermectin seefektif diethylcarbamazine untuk
mengendalikan filariasis limfatik dan dapat digunakan di daerah mana
onchocerciasis, loiasis, atau keduanya endemik. Meskipun ivermectin
sebagai agen tunggal dapat mengurangi microfilaremia W. bancrofti,
durasi yang dibutuhkan untuk terapi menghilangkan LF mungkin akan
menjadi> 6 tahun. Dosis tunggal ivermectin (200 mg / kg) dan dosis

FARMAKOLOGI
tunggal Albendazole (400 mg) per tahun bahkan lebih efektif dalam
mengontrol filariasis limfatik. Lamanya pengobatan paling sedikit 5 tahun
berdasarkan estimasi fekunditas cacing dewasa. Ini regimen dual-obat
juga mengurangi infeksi dengan nematoda usus.

Infeksi dengan Nematoda usus Temuan bahwa dosis tunggal 150-


200 mg / kg ivermectin dapat menyembuhkan strongyloidiasis adalah
mendorong, karena obat ini juga efektif terhadap ascariasis hidup
bersama, Trichuriasis, dan Enterobiasis.

Dosis tunggal 100 mg / kg ivermectin seefektif pengobatan


tradisional strongyloidiasis usus dengan thiabendazole, dan kurang
beracun. Di Jepang, hampir semua pasien S. stercoralis yang terinfeksi
disembuhkan dengan 200 mg / kg ivermectin oral dua kali pada selang
waktu 2 minggu.

Pada sindrom hyperinfection Strongyloides, ivermectin telah


digunakan dengan sukses, termasuk kasus tidak responsif terhadap
thiabendazole.

Indikasi lain

Diambil sebagai dosis tunggal oral 200-μg/kg, ivermectin adalah


obat lini pertama untuk pengobatan larva migrans kulit. dosis serupa
juga aman dan sangat efektif terhadap kutu kepala manusia dan kudis,
bahkan pada orang yang terinfeksi HIV.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK64

TOKSISITAS, EFEK SAMPING DAN KONTRA INDIKASI

Ivermectin umumnya ditoleransi dengan baik. Pada manusia yang


terinfeksi, toksisitas ivermectin hampir selalu hasil dari reaksi mati
mikrofilaria, intensitas dan sifat reaksi ini berhubungan dengan beban
mikrofilaria dan durasi dan jenis infeksi filaria.

Setelah pengobatan infeksi O. volvulus dengan ivermectin, efek

FARMAKOLOGI
samping biasanya terbatas pada pruritus dan node tender bengkak,
bening, ini terjadi pada 5-35% orang, terakhir beberapa hari, dan lega
oleh aspirin dan antihistamin. Jarang, lebih reaksi parah termasuk
demam tinggi, takikardi, hipotensi, sujud, pusing, sakit kepala, mialgia,
arthralgia, diare, dan edema; ini dapat merespon glukokortikoid.
Ivermectin menyebabkan efek samping lebih ringan daripada
diethylcarbamazine, dan tidak seperti yang terakhir, jarang
memperburuk lesi okuler di onchocerciasis. efek samping yang serius
termasuk kecacatan ditandai dan encephalopathies pada pasien koinfeksi
dengan beban berat mikrofilaria loa L.. Loa ensefalopati berhubungan
dengan pengobatan ivermectin individu dengan tingkat tinggi
microfilaremia Loa (≥ 30.000 mikrofilaria). Ada sedikit bukti bahwa
ivermectin adalah teratogenik atau karsinogenik.

Karena efeknya pada reseptor GABA dalam SSP, ivermectin


merupakan kontraindikasi dalam kondisi yang terkait dengan penghalang
darah-otak gangguan (misalnya, trypanosomiasis Afrika dan meningitis).

Perhatian juga disarankan sekitar coadministration dari ivermectin


dengan depresan SSP lain, tapi epilepsi tidak boleh dikecualikan dari
program pengobatan onchocerciasis. Kemungkinan interaksi yang
merugikan ivermectin dengan substrat lain untuk CYP3A4 belum
dievaluasi

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK65

Ivermectin tidak disetujui untuk digunakan pada anak <5 tahun


atau pada wanita hamil, tetapi kedua populasi tidak diragukan lagi telah
terkena obat dalam program pengobatan massal. Wanita menyusui
mengonsumsi obat tingkat rendah yang disekresikan dalam susu mereka,
konsekuensi untuk bayi menyusui tidak diketahui.

FARMAKOLOGI
2.4. METRIFONATE

Metrifonate (triklorfon; BILARCIL) adalah senyawa organofosfat


digunakan sebagai insektisida dan kemudian sebagai obat cacing,
terutama untuk haematobium S.. Metrifonate adalah prodrug yang
dikonversi nonenzymatically untuk dichlorvos (2,2-dichlorovinyl dimetil
fosfat, DDVP), sebuah inhibitor cholinesterase potensial.

2.5. OXAMINIQUINE

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK66

Oxamniquine (VANSIL) adalah obat lini kedua untuk praziquantel


untuk pengobatan schistosomiasis. Kebanyakan strain S. mansoni sangat
rentan terhadap oxamniquine, tapi haematobium S. dan S. japonicum
yang hampir tidak terpengaruh oleh dosis terapeutik. Karena rendah

FARMAKOLOGI
insiden efek samping ringan bersama dengan kemanjuran biasanya
tinggi setelah dosis oral tunggal, oxamniquine terus digunakan dalam
program pengendalian S. mansoni, terutama di Amerika Selatan.

FARMAKOKINETIK

Konsentrasi plasma puncak dicapai 1 sampai 3 jam setelah dosis


dan setengah kehidupan plasma adalah 1 sampai 2,5 jam.

Itu adalah secara ekstensif dimetabolisme untuk metabolit tidak


aktif, terutama turunan 6-karboksi, yang diekskresikan dalam urin.
Sekitar 70% dari dosis oxamniquine diekskresikan sebagai metabolit 6-
karboksi dalam waktu 12 jam dari dosis; jejak metabolit 2-karboksi juga
telah terdeteksi dalam urin.

FARMAKODINAMIK

Oxamniquine adalah tetrahydroquinoline semisintetik dan mungkin


bertindak dengan pengikatan DNA mengakibatkan kontraksi dan
kelumpuhan cacing dan detasemen akhirnya dari venula terminal di
mesentry dan kematian. Hal ini juga MENJADI hipotesis bahwa
mekanisme biokimia yang terkait dengan efek antikolinergik yang

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK67

meningkatkan motilitas parasit, serta penghambatan sintesis asam


nukleat.

Oxamniquine bertindak terutama pada cacing laki-laki, tetapi juga


menyebabkan perubahan kecil pada sebagian kecil dari betina. Seperti
praziquantel, itu mendorong kerusakan yang lebih parah dari tegument
punggung daripada permukaan ventral. Obat tersebut menyebabkan

FARMAKOLOGI
cacing laki-laki untuk beralih dari sirkulasi mesenterika ke hati di mana
respon host selular menyebabkan eliminasi akhir. Menyebabkan
perubahan dalam perempuan adalah reversibel dan terutama disebabkan
oleh stimulasi laki-laki dihentikan daripada pengaruh langsung
oxamniquine.

KONTRAINDIKASI

Tidak boleh diberikan pada wanita hamil

EFEK SAMPING

Hal ini umumnya ditoleransi pada dosis oral. Pusing dengan atau
tanpa kantuk terjadi dalam setidaknya sepertiga pasien, awal hingga 3
jam setelah dosis dan biasanya berlangsung selama 6 jam. Sakit kepala
dan efek gastrointestinal seperti mual, muntah, dan diare juga umum.

Alergi tipe reaksi termasuk urtikaria, ruam kulit gatal, dan demam
dapat terjadi. Nilai enzim hati telah dibesarkan transiently pada beberapa
pasien. Kejang epileptiform telah dilaporkan, terutama pada pasien
dengan riwayat gangguan kejang. Halusinasi dan kegembiraan jarang
terjadi.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK68

Sebuah perubahan warna kemerahan dari urin, mungkin karena


metabolit oxamniquine, telah dilaporkan.

DOSIS : 15 mg per Kg berat badan, 2 kali sehari untuk sehari pemakaian

FARMAKOLOGI
2.6. PIPERAZINA

Sejumlah turunan piperazin memiliki aktivitas anthelmintik


digantikan, tetapi tidak ada selain dari diethylcarbamazine telah
menemukan tempat dalam pengobatan manusia.

Piperazina sangat efektif terhadap A. lumbricoides dan E.


vermicularis. Pengaruh dominan dari piperazin pada Ascaris adalah
kelumpuhan sementara yang menghasilkan aktifitas inhibisi otot
peristaltik.

Piperazina pertama kali diperkenalkan sebagai obat cacing pada


tahun 1953. Sejumlah besar senyawa piperazina memiliki tindakan obat
cacing. Cara mereka tindakan umumnya oleh parasit melumpuhkan,
yang memungkinkan tubuh inang untuk dengan mudah menghapus atau
mengusir organisme menyerang. Tindakan ini dimediasi oleh efek agonis
yang ada pada reseptor (asam γ-aminobutyric) penghambatan GABA.
selektivitas untuk cacing adalah karena vertebrata hanya menggunakan
GABA dalam SSP dan cacing 'reseptor GABA adalah isoform berbeda

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK69

dengan vertebrata. Piperazina bertindak sebagai agonis GABA-reseptor.


Dengan meningkatkan Cl-konduktansi dari membran otot Ascaris, obat
menghasilkan hyperpolarization yang mengarah ke kelumpuhan cacing.
Piperazin hidrat dan piperazin sitrat adalah piperazines anthelminthic
utama.

FARMAKOLOGI
2.7. PRAZIKUANTEL

Praziquantel (BILTRICIDE, DISTOCIDE) merupakan turunan


pyrazinoisoquinoline. Infeksi dengan berbagai cestodes dan trematoda
menanggapi positif kepada agen ini, sedangkan nematoda umumnya
tidak terpengaruh. Praziquantel pengobatan pasien koinfeksi dengan
schistosomes dan mengurangi cacing tambang prevalensi dan intensitas
infeksi (jumlah telur) secara signifikan.

FARMAKOKINETIK

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK70

Praziquantel ini diserap dengan baik (sekitar 80%) dari saluran


pencernaan. Namun, karena pertama-pass metabolisme yang luas,
hanya jumlah yang relatif kecil memasuki sirkulasi sistemik. Praziquantel
memiliki waktu paruh serum kehidupan sebesar 0,8 menjadi 1,5 jam
pada orang dewasa dengan fungsi ginjal dan hati normal. Metabolit
memiliki paruh 4 sampai 5 jam. Pada pasien dengan gangguan signifikan
fungsi hati (Child Pugh kelas II B / / / d C), setengah serum meningkat
menjadi 3 sampai 8 jam. Praziquantel dan metabolitnya terutama

FARMAKOLOGI
diekskresi RENAL; dalam waktu 24 jam setelah dosis oral tunggal, 70
sampai 80% ditemukan dalam air seni, tetapi kurang dari 0,1% sebagai
obat tidak berubah. Praziquantel dimetabolisme melalui jalur sitokrom
P450 melalui CYP3A4. Agen yang menginduksi atau menghambat CYP3A4
seperti fenitoin, rifampisin, dan antifunginazol akan mempengaruhi
metabolisme praziquantel.

Praziquantel memiliki efek sangat dramatis pada pasien dengan


schistosomiasis. Studi yang dirawat telah menunjukkan bahwa dalam
waktu enam bulan menerima dosis praziquantel, sampai dengan 90%
dari kerusakan yang dilakukan pada organ internal karena infeksi
schistosomiasis dapat dibalik.

FARMAKOLOGI

Setelah serapan cepat dan reversibel, praziquantel memiliki dua


efek besar pada schistosomes dewasa. Pada konsentrasi rendah,
menyebabkan peningkatan aktivitas otot, diikuti dengan kontraksi dan
kelumpuhan spastik. cacing Terkena melepaskan diri dari dinding
pembuluh darah, mengakibatkan pergeseran yang cepat dari vena
mesenterika ke hati. Pada konsentrasi sedikit lebih tinggi, praziquantel

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK71

menyebabkan kerusakan tegumental, yang memperlihatkan sejumlah


antigen tegumental. The tegument dari schistosomes tampaknya
menjadi situs utama aksi; obat penyebab masuknya Ca2 + di tegument
melalui mekanisme yang tidak diketahui.

PENGGUNAAN TERAPEUTIK

Praziquantel yang disetujui FDA untuk terapi infeksi kebetulan

FARMAKOLOGI
schistosomiasis dan hati, tetapi juga digunakan untuk mengobati infeksi
dengan trematoda lainnya dan cestodes.

Praziquantel adalah obat pilihan untuk schistosomiasis yang


disebabkan oleh semua spesies Schistosoma. Meskipun rejimen dosis
bervariasi, dosis oral tunggal 40 mg / kg atau tiga dosis 20 mg / kg
masing-masing, diberikan 4-6 jam terpisah, umumnya menghasilkan
tingkat kesembuhan sebesar 70-95% dan pengurangan konsisten (>
85%) pada telur penting. Tablet 600 mg tersedia.

kemanjuran klinis Berkurangnya praziquantel melawan infeksi


dengan mansoni S. telah dilaporkan. Namun, schistosomes tahan atau
toleran praziquantel-saat ini tidak membatasi kegunaan klinis.

Tiga dosis 25 mg / kg diambil 4-8 jam terpisah pada hari yang sama
hasil tingkat kesembuhan tinggi infeksi dengan baik hati cacing C.
sinensis dan O. viverrini, atau Heterophyes usus cacing Fasciolopsis
buski, heterophyes, dan yokogawai Metagonimus. Rejimen tiga dosis
yang sama digunakan untuk 2 hari adalah sangat efektif terhadap infeksi
paru-paru kebetulan. Infeksi dengan hepatica Fasciola tidak tanggap
terhadap dosis tinggi, meskipun praziquantel menembus trematoda ini.

Dosis rendah praziquantel dapat berhasil digunakan untuk


mengobati infeksi usus dengan cestodes dewasa (misalnya, oral dosis
tunggal 25 mg / kg untuk nana H. dan 10-20 mg / kg untuk latum D., T.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK72

saginata atau T. solium). Penafsiran setelah 7-10 hari disarankan untuk


individu sangat terinfeksi H. nana. Sementara Albendazole lebih disukai
untuk terapi sistiserkosis manusia, infeksi jaringan dengan kista larva T.
solium menengah, berkepanjangan dosis tinggi terapi dengan
praziquantel tetap pengobatan alternatif. Baik "cystic" atau "alveolar"
penyakit hidatidosa disebabkan oleh tahap larva dari cacing pita
Echinococcus menanggapi praziquantel; sini juga, Albendazole efektif.

FARMAKOLOGI
TOKSISITAS, PENCEGAHAN, DAN INTERAKSI

ketidaknyamanan perut, mual, diare, sakit kepala, pusing, dan


mengantuk dapat terjadi tak lama setelah praziquantel; efek langsung
bersifat sementara dan dosis yang terkait. efek tidak langsung seperti
demam, pruritus, urtikaria, ruam, arthralgia, mialgia dan kadang-kadang
dicatat dan terkait dengan beban parasit. Dalam neurocysticercosis,
reaksi peradangan untuk praziquantel dapat menghasilkan meningismus,
kejang, perubahan mental, dan pleositosis CSF. Efek ini biasanya
tertunda di awal, terakhir 2-3 hari, dan merespon terhadap terapi
simptomatik seperti analgesik dan antikonvulsan.

Praziquantel dianggap aman pada anak> 4 tahun, yang mungkin


mentolerir obat lebih baik daripada orang dewasa. Rendahnya tingkat
obat muncul dalam ASI. dosis tinggi tingkat aborsi peningkatan
praziquantel pada tikus, tetapi satu penelitian menunjukkan bahwa
perlakuan terhadap wanita hamil mengakibatkan tidak ada perbedaan

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK73

yang signifikan antara wanita diperlakukan dan diobati dalam tingkat


pengiriman aborsi atau prematur.

Tidak ada kelainan bawaan yang dicatat oleh pemeriksaan klinis


dalam salah satu dari bayi yang lahir ke grup baik. Induser dari CYPs hati
seperti karbamazepin dan fenobarbital mengurangi bioavailabilitas
praziquantel. Deksametason mengurangi bioavailabilitas praziquantel,
tetapi mekanisme tidak dipahami. Dalam kondisi tertentu, praziquantel
dapat meningkatkan ketersediaan hayati Albendazole.

FARMAKOLOGI
Praziquantel merupakan kontraindikasi pada sistiserkosis mata
karena respon host ireversibel dapat merusak mata. Tugas yang
membutuhkan kewaspadaan mental (misalnya, mengemudi,
mengoperasikan mesin) harus dihindari segera setelah minum obat. The
t1 / 2 dari praziquantel dapat diperpanjang pada pasien dengan penyakit
hati yang berat, dan penyesuaian mungkin diperlukan dosis.

2.8. PYRANTEL PAMOATE

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK74

Pyrantel adalah obat cacing spektrum luas yang ditujukan terhadap


cacing kremi, cacing gelang, dan infeksi cacing tambang.

FARMAKOLOGI
FARMAKODINAMIK

Pyrantel diberikan sebagai garam pamoate dan memiliki struktur


sebagai berikut: pyrantel adalah agen depolarizing memblokir
neuromuskuler yang membuka saluran kation nonselektif dan
mendorong ditandai, aktivasi persisten dari reseptor asetilkolin nikotinat,
yang menyebabkan kelumpuhan spastik dari worm. Pyrantel efektif
terhadap cacing tambang, cacing kremi, dan cacing gelang; tidak seperti
oxantel analog, itu tidak efektif terhadap Trichuris trichiura.

FARMAKOKINETIK

Pyrantel pamoate kurang diserap dari saluran GI, sebuah properti


yang memberikan kontribusi untuk tindakan selektif pada nematoda GI.
Kurang dari 15% diekskresikan dalam urin sebagai obat induk dan
metabolit. Sebagian besar dosis yang diberikan adalah pulih dalam tinja.

PENGGUNAAN TERAPEUTIK

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK75

pyrantel pamoate adalah sebuah alternatif untuk mebendazol


dalam pengobatan ascariasis dan Enterobiasis. angka kesembuhan yang
tinggi telah dicapai setelah dosis oral tunggal 11 mg / kg (maksimal 1 g).

Pyrantel juga efektif terhadap infeksi cacing tambang yang


disebabkan oleh A. duodenale dan N. americanus, meskipun dosis
berulang akan diperlukan untuk mengobati infeksi berat dengan
organisme yang terakhir. Obat ini dikombinasikan dengan oxantel untuk
infeksi dicampur dengan T. trichiura. Untuk keremi, pengobatan harus

FARMAKOLOGI
diulang setelah selang waktu 2 minggu. Di AS, pyrantel dijual over-the-
counter untuk pengobatan keremi (PIN-X).

Transient dan kadang-kadang gejala ringan GI diamati, seperti sakit


kepala, pusing, ruam, dan demam. menggunakan pyrantel pamoate pada
pasien hamil dan anak-anak <2 tahun tidak dianjurkan.

Karena pyrantel pamoate dan piperazina saling antagonis dalam


efek neuromuskular mereka pada parasit, mereka tidak harus digunakan
bersama-sama.

Efek samping dan kontraindikasi

Efek samping pirantel pamoat jarang,ringan dan bersifat


sementara misalnya keluhan Saluran cerna ,demam dan sakit
kepala,pengunaan obat ini pada wanita hamil dan anak usia di bawah 2
tahun tidak di anjurkan karena studi untuk ini belum ada karena kerja
nya berlawanan dengan piperazin maka pirantel pamoat tidak boleh
digunakan bersama piperazin,pengunaan harus hati2 pada pasien
dengan riwayat penyakit hati,karena obat ini dapat menimbulkan SGOT
pada beberapa pasien

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK76

FARMAKOLOGI
2.9. LEVAMISOL

Derivat-imidazol ini (1969) sangat efektif terhadap ascaris (90%)


dan cacing tambang (80%) dengan jalan melumpuhkannya. Bentuk
resimisnya tetramisol juga digunakan terutama pada hewan; aktivitasnya
hanya setengah dari levamisol. Khasiat lainnya yang sangat penting
adalah stimulasi sistem-imunologi tubuh (imunostimulator pada
kemoterapi; khususnya mengenai T-cell). Oleh karena ini sangat berguna
pada terapi dengan obat yang menekan sistem tersebut, yakni sitostka
dan kortikosteroida. Digunakan pula dalam kombinasi dengan fluoro-
urasil setelah pembedahan reseksi pada kanker colon.

Efek sampingnya jarang terjadi, yakni reaksi alergi (rash),


granulocytopenia dan kelainnan darah lainnya. Htai-hati pada penderita
rema dan penyakit auto-imun lainnya, karena mereka sangat peka
terhadap efek samping hematologis.

Kehamilan dan laktasi: data untuk ini masih kurang jelas.

Dosis: pada ascariasis orang lebih berat dari 40 kg sekaligus 150


mg d.c (garam HCL), anak-anak 10-19 kg: 50 mg, 20-39 kg: 100 mg.

2.10. DOKSISIKLIN

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK77

Dosisiklin baru – baru ini terbukti memiliki makrofilarisidal terhadap


W. Bancrofti, dan tampak aktifitasnya lebih baik terhadap obat lainnya
terhadap cacing dewasa. Dosisiklin juga aktif terhadap onkosersiasis.
Obat ini bekerja secara tidak langsung dengan membunuh balbachia,
yakni bakteri simbion parasit filarial dalam sel. Diosisiklin mungkin akan
terbukti merupakan obat yang penting pada filariasis, baik untuk terapi
penyakit aktif maupun pada kemoterapi massal.

FARMAKOLOGI
2.11. NIKLOSAMID

Senyawa-nitrosalisilanilida ini (1960) sangat efektif sebagai


vermisid terhadap cacing pita manusia/hewan, tetapiterhadap telurnya
tidak aktif. Khisiatnya diperkirakan melalui peningkatan kepekaan cacing
terhadap enzim protease dalam usus tuan-rumah, hingga cacing lebih
mudah dicerna. Oleh karena itu sering kali scolex tidak ditemukan lagi
dalam tinja yang menyukarkan penelitian berhasil atau tidaknya
pengobatan. Umunya terapi dinilai efektif bila setelah 3-4 bulan tidak
ditemukan lagi segmen cacing (proglottida) dan telurnya dalam tinja.
Khususnya pada infeksi oleh Teania solium (babi) setelah segemen
dicerna, telurnya akan dibebaskan dalam rongga usus, sehingga timbul
kemungkinan cysticercosis bagi pasien. Dalam hal itu perlu diberikan
laksans garam 3-4 jam setelah pengobatan untuk mengeluarkan segmen
mati sebelum dicerna. Laksans tidak diperlukan pada infeksi oleh Teania
saginata (sapi) karena tidak ada resiko cysticercosis.

Resorpsinya dari saluran cerna hanya ringan (l.k. 15%) dan


sebagian besar diekkresikan melalui urin dalam bentuk sudah direduksi,
sisanyamelalui tinja dalam 1-2 hari. Plasma-t½-nya 3 jam.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK78

Efek sampinya hampir tidak ada, namun obat ini bersifat sangat
toksis sehingga penggunaannya harus hati-hati sekali pada gangguan
yang meningkatkan resorpsi (colitis dan luka diusus).

Kehamilan dan laktasi: data untuk ini belum mencukupi.

Dosis: dewasa dan anak diatas 8 tahun pagi hari saat perut kosong
1g (= 2 tablet) dikunyah halus, diusus dengan 1 g lagi 1 jam kemudian.
Setelah 2 jam baru boleh makan. Anak-anak dari 2-8 tahun: dosisnya

FARMAKOLOGI
setengah dan dibawah 2 tahun seperempat (sebaiknya tablet ditumbuk
menjadi serbuk halus.

3. PENGGUNAAN TERAPI ANTELMINTIK PADA INFEKSI PARASIT


CACING

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK79

FARMAKOLOGI

Terapi umum pada klinik (source : Pharmacology for the Health Care Professions)

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK80

OBAT – OBAT UNTUK INFESTASI CACING

Obat Pilihan Obat Pilihan


Jenis Infeksi Dosis
1 2
Parental : dosis tunggal 10
mg/kg BB basa.
Mebendazole : 2 x 1 hari 100
gram setiap 3 hari
Piperazin
Pirantel
sitrat Piperazine : dewasa 3,5 gram
Askaris pamoat
sebagai dosis tunggal selama 2
Aldemindazo

FARMAKOLOGI
Mebendazol hari. Anak 75 mg / kg BB
l
sebagai dosis tunggal selama 2
hari
Albendazol : dosis tunggal 400
mg
Mebendazol : Dosis tunggal 100
mg
Mebendazol Parental pamoat : dosis tunggal
Cacing kremi Pirantel Albendazol 10 mg/kg BB (max 1 g sebagai
pamoat pirantel basa)
Albendazol : dosis tunggal 400
mg
Mebendazol : 2 x 100 mg
selama 3 hari

Mebendazol Parental : untuk A. Duodenale,


Cacing dosis tunggal pirantel basa 10
Pirantel Albendazol
tambang mg/ kg BB (mak. 1 g) selama 3
pamoat hari
Albendazol : dosis tunggal 400
mg
Mebendazol : 2 x 100 mg, 3 - 4
Cacing hari
mebendazol albendazol
T. Trichura Albendazol : dosis tunggal 400
mg
S. Stercolaris ivermektin Albendazol Ivermektin : tunggal 200 / kg
BB
Thiabendazo
l Albedazol : 2 x 400 mg / hari, 7
– 14 hari

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK81

Thiabendazol : 2 x 25 mg / kg
BB perhari, 2 – 3 hari berturut –
turut
Prazikuantel : tunggal 10 mg /
kg BB, khusus T. Solium,
dianjurkan pencahar sesudah 2
Prazikuantel jam terapi.
T. Solium
Niklosamid Niklosamid : dewasa dan anak
diatas 8 tahun, 2 dosis @ 1 g,
selang waktu 1 jam, anak : ½
dosis dewasa

FARMAKOLOGI
Prazikuante : seperti T. soliuml
Prazikuantel Niklosamid : seperti T. solium
T. Saginata Mebendazol
Niklosamid Mebendazol : 2 x 300 mg / hari,
selama 3 hari
Untuk W. Brancopti, B. Malayi,
Dietilcarbam dan L. Loa : 3 x sehari 2 mg/kg
Filarial
azin (DEC) BB, bersama makan 10 – 30
hari*.
150 µg/ kg BB, diminum
dengan air pada saat perut
kosong, diulang setiap 3 bulan,
O. Volvulus Ivermektin 12 bulan, selanjutnya diulang
setiap tahun sampai cacing
dewasa mati. Dapat
berlangsung 10 tahun / lebih.
Prazikuantel : tunggal 40 mg/kg
BB, atau tunggal 20 mg /kg BB,
S. yang diulangi sesudah 4 – 6
Haematobiu Prazikuantel Metrifonat jam.
m Metrifonat : dosis tunggal 7,5 –
10 mg/kg BB, diberikan per oral
3x dengan interval 14 hari
S. Mansoni Pirazikuantel Oksamniquin Prazikuantel : tunggal 40 mg/kg
BB, atau 3x 20 mg/ kg BB
selang 4 – 6 jam
Oksamniquin : dewasa, tunggal
15 mg/kg BB, anak, 20 mg/kg
BB, dibagi dua dosis selang 2 –

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK82

8 jam
Prazikuntel : 2 x 30 mg/kg BB,
S. Japonicum Prazikuantel
selang 4 - 6 jam
*Pada pegobatan massal : DEC 6 mg/kg BB per-hari dan albendazole 400 mg
dosis tunggal (anjuran WHO)

FARMAKOLOGI
BAB IV

PENUTUP

1. KESIMPULAN

1. Cacing yang merupakan parasit manusia dapat dibagi dalam 2


kelompok, yakni cacing pipih dan cacing bundar.
– Nematoda (roundworms). Ciri-cirinya bertubuh bulat, tidak
bersegmen, memiliki rongga tubuh dengan saluran cerna dan
kelamin terpisah. Infeksi cacing ini disebut ancylostomiasis (cacing
tambang), trongyloidiasis, oxyuriasis (cacing kremi), ascariasis
(cacing gelang) dan trichuriasis (cacing cambuk).
– Platyhelminthes. Ciri-cirinya bentuk pipih, tidak memiliki rongga
tubuh dan berkelamin ganda (hemafrodit). Cacing yang termasuk
golongan ini adalah cacing pita (Cestoda) dan cacing pipih
(Trematoda).

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK83

1. Patologi infeksi cacing diperantai oleh faktor – faktor, antara lain :

– Perkembangbiakan Parasit, yang menyebabkan defisiensi nutrisi,


dan migrasi ke organ sehingga menyebabkan gangguan hingga
kerusakan organ.
– Penyerangan parasit yang dapat mengiritasi sel – sel tubuh, dan
menyerang organ vital manusia
– Enzim – enzim, toksin atau metabolit yang dilepaskan oleh parasit.
1. Antelmintik atau obat cacing adalah obat yang digunakan untuk

FARMAKOLOGI
memberantas atau mengurangi cacing dalam lumen usu atau dalam
jaringan tubuh.

2. Kebanyakan obat cacing efektif terhadap 1 macam cacing, sehingga


diperlukan diagnosis tapat sebelum menggunakan obat tertentu.

3. Mekanisme kerja dari obat Antelmintik bermacam – macam antara


lain:

– Menghambat sintesis protein


– Menginterferensi replikasi asam nukleat
– Memparalisis otot cacing
– Menghambat fosforilasi oksidatif :
– Meningkatkan aktifitas enzim proteolitik sehingga cacing peka
terhadap pagositas.
1. Tindakan pencegahan utama terhadap cacingan bukan terletak pada
obat, namun pada penjagaan higienitas sehari-hari mulai lingkungan
sekitar, tempat bermain anak, anjuran mencuci tangan dengan
sabun, memakai alas kaki bila keluar rumah hingga kebersihan
makanan sehari-hari seperti pencucian sayuran dan cara memasak
yang benar.

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK84

1. KATA PENUTUP

Dicukupkan sekian mungkin makalah yang kami susun, kami


sebagai penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan
dari kami yang tidak disengaja, karena keterbatasan kami sebagai
manusia, semoga dapat dimaklumi.
Sekian dari kami sebagai penulis,

Assalammuala’ikum Wr. Wb.

FARMAKOLOGI
DAFTAR PUSTAKA

1. Bruton, Laurence. Goodman & Gilman’s, Manual of Pharmacology


andTherapeutics, New York : The McGraw-Hill Companies, Inc. 2008.
P.695 – 706 (.pdf)
2. Departemen Farmakologi Dan Terapi. Farmakologi Dan Terapi, Edisi
5. Universitas Kedokteran, Universitas Indonesia. Jakarta: Gaya Baru,
2007. Hal. 541 – 550
3. Drs. Tan Hoan Tjay & Drs. Kirana Rahardja. Obat – Obat Penting,
Edisi Ke-6. Jakarta: PT. Gramedia ; 2008. Hal. 196 – 207
4. Katzung, Bertram G., Farmakologi Dasar & Klinik, Edisi 10. Jakarta :
EGC ; 2007. Hal. 895 – 906
5. Christine M. Thorp. Pharmacology For The Healt Care Proffessions,
West Sussex, UK. 2008. P.170 – 176 (.pdf)
6. Lüllmann, Color Atlas of Pharmacology, 2nd edition. New York :
Thieme Stuttgart, 2000. P.292 – 294

Farmakologi
ANTI PARASIT - ANTELMINTIK85

7. http://www.dpd.cdc.goc/dpdx
8. http://en.wikipedia.org/wiki/Trematoda
9. http://en.wikipedia.org/wiki/Nematoda
10. http://en.wikipedia.org/wiki/Cestoda
11. http://en.wikipedia.org/wiki/thiambenazole
12. http://en.wikipedia.org/wiki/mebendazole
13. http://en.wikipedia.org/wiki/albendazole
14. http://en.wikipedia.org/wiki/ivermecitin

FARMAKOLOGI
15. http://en.wikipedia.org/wiki/oxamniquine
16. http://en.wikipedia.org/wiki/piperazine
17. http://en.wikipedia.org/wiki/prazikuantel
18. http://en.wikipedia.org/wiki/pirantel_pamoat
19. http://en.wikipedia.org/wiki/levamisol
20. http://en.wikipedia.org/wiki/nikosinamid
21. http://en.wikipedia.org/wiki/tiambinazole
22. http://en.wikipedia.org/wiki/dosisiklin
23. http://en.wikipedia.org/wiki/Platyhelminthes
24. http://archive.kaskus.us/thread/2435389
25. http://medicastore.com/apotik_online/kemoterapi_antimikroba/obat_
cacing

Farmakologi