Tugas Pengauditan I

Etika Profesi Auditor dan Contoh Pelanggarannya

Oleh : Clara Ayu Nirmala Putri 07/250355/EK/16529

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2011

Banyaknya nilai etika yang ada tidak dapat dijadikan undang-undang atau peraturan karena sifat nilai-nilai etika sangat tergantung pada pertimbangan seseorang. Integritas Mempertahankan dan memperluas keyakinan public. 3.Etika Profesi Auditor dan Contoh Pelanggarannya Definisi Etika Secara garis besar etika dapat didefinisikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai moral yang dimiliki oleh setiap orang. menghargai kepercayaan publik. Rasa tanggung jawab ( responsibility ) Mereka harus peka serta memiliki pertimbangan moral atas seluruh yang mereka lakukan. serta menunjukkan komitmennya pada profesionalisme. 2. . Dalam hal ini kebutuhan etika dalam masyarakat sangat mendesak sehingga sangatlah lazim untuk memasukkan nilai-nilai etika ini ke dalam undangundang atau peraturan yang berlaku di negara kita. Komposisi kode etik AICPA Prinsip Etika 1. Kepentingan Publik Auditor harus menerima kewajiban untuk bertindak sedemikian rupa agar dapat melayani kepentingan banyak orang.

Peraturan Perilaku ( Rules of Conduct ) Peraturan 101 – Independensi Peraturan 102 – Integritas dan Objektivitas Peraturan 201 – Standar Umum Peraturan 202 – Kepatuhan Terhadap Standar Peraturan 203 – Prinsip – Prinsip Akuntansi Peraturan 301 – Informasi Rahasia Klien Peraturan 302 – Honor Kontinjen Peraturan 501 – Tindakan yang Mendiskreditkan Peraturan 502 – Periklanan dan Bentuk Solisitasi Lainnya Peraturan 503 – Kondisi dan Honor Referal Peraturan 505 – Bentuk Organisasi dan Nama . Objektivitas Auditor harus mempertahankan objektivitas dan terbebas dari konflik antar kepentingan dan harus berasa dalam posisi independen. Lingkup dan sifat jasa Auditor yang berpraktek bagi public harus memperhatikan prinsip – prinsip pada kode etik profesi dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang disediakannya. 5. 6. Due Care Seorang auditor harus selalu memperhatikan standar teknik dan etika profesi dengan meningkatkan kompetensi dan kualitas jasa. serta melaksanakan tanggung jawan dengan kemampuan terbaiknya.4.

Kompartemen Akuntan Publik merupakan wadah untuk menampung para akuntan yang berpraktek dalam profesi akuntan publik. Didalam Kompartemen Akuntan Publik dibentuk badan yang bertanggung jawab untuk menyusun standar yang digunakan akuntan publik dalam penyediaan jasanya pada masyarakat. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu audit akan menjadi lebih tinggi jika profesi akuntan publik menerapkan standar mutu yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan audit yang dilakukan oleh anggota profesi tersebut (Mulyadi:2002).Pada makalah kali ini saya akan membahas mengenai Etika Akuntan Publik. karena dengan demikian masyarakat akan merasa terjamin untuk memperoleh jasa yang dapat diandalkan dari profesi yang bersangkutan. Badan penyusun standar (standars setting body) ini dikenal dengan Dewan Standar Profesional Akuntan Publik. Sebelum tahun 1986. Dasar pikiran yang melandasi penyusunan etika profesional adalah kebutuhan profesi akan kepercayaan masyarakat terhadap mutu audit yang diberikan profesi. etika profesional yang dikeluarkan IAI diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.30 wib dibentuklah suatu wadah untuk menampung para akuntan Indonesia yang dikenal dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Selain SPAP. IAI terdiri dari empat kompartemen yang salah satunya adalah Kompartemen Akuntan Publik. Masyarakat akan sangat menghargai profesi yang menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan anggota profesi. Kode Etik Akuntan Publik di Indonesia Pada tanggal 23 Desember 1957 bertempat di aula Universitas Indonesia tepatnya pukul 19. Namun dalam kongres tahun 1986. etika profesi ini . organisasi profesi juga mengeluarkan aturan lain yang salah satunya adalah etika profesional.

Integritas. Prilaku Profesional. Ada lima macam tipe standar profesional yang diterbitkan oleh Dewan sebagai aturan mutu pekerjaan akuntan publik : pertama. dan terakhir Standar Teknis. Kerahasiaan. Kompartemen Akuntan Publik juga memiliki aturan etika yang dikenal dengan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik yang merupakan penjabaran dari delapan prinsip etika IAI diatas. Standar Atestasi. dan kelima. kedua. Secara garis besar kerangka aturan etika Kompartemen Akuntan Publik adalah sebagai berikut : Seperti yang telah disinggung diatas. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari delapan prinsip etika yang berlaku bagi seluruh anggota IAI. Standar Profesional Akuntan Publik berupa buku yang berisi kodifikasi berbagai standar dan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik. Kepentingan Publik.diubah menjadi Kode Etik Akuntan Indonesia. Dewan inilah yang bertugas untuk mengeluarkan Standar Profesional Akuntan Publik. Sesuai dengan isi visi Ikatan Akuntan Indonesia yaitu menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek . Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional.Standar Auditing. Kompartemen Akuntan Publik juga memiliki Dewan Standar Profesional Akuntan Publik. Selain delapan prinsip etika diatas. Kedelapan prinsip tersebut adalah Tanggung Jawab Profesi. ketiga. keempat. Secara wajar. Berbagai jenis jasa yang disediakan oleh profesi akuntan publik kepada masyarakat didasarkan pada panduan yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Objektivitas. penyusunan aturan etika profesional serta pembuatan standar tersebut memang patut kita dukung. Standar Jasa Konsultasi. Standar Pengendalian Mutu. Standar Jasa Akuntansi dan riview. Tahun 1998 hingga sekarang nama tersebut kembali diubah menjadi Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.

walaupun IAI menetapkan etika profesional sebagai konsep sekaligus aturan. Contoh Pelanggaran Kode Etik Akuntan Publik 1. Kita semua berharap dan juga yang diinginkan IAI. Sebelumnya. Arthur Andersen keluar dari kelompok itu. Arthur Andersen LPP adalah salah satu firma akuntansi terbesar di AS yang berdiri sejak 1913. Luar Negeri Kasus Enron yang melibatkan KAP Arthur Andersen Arthur Andersen Sebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya. Selama perjalanannya perusahan ini memiliki reputasi sebagai . serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional. banyak para anggota profesi yang menafsirkan itu hanya sebagai konsep belaka. Artinya. Dibawah ini akan diuraikan betapa aturan etika hanya dianggap sebagai konsep bukan aturan. jika sesuatu itu wajib maka pasti akan ada konsekuensi jika yang bersangkutan tidak menjalankannya. Namun jika kita melihat fenomena yang ada. di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMG sedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche. Logikanya. etika profesional tersebut merupakn konsep sekaligus aturan yang wajib dilaksanakan oleh setiap anggota profesi. etika profesional tersebut hanya sekedar konsep bukan aturan. pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga dikenal sebagai the Big Sixdan the Big Eight. Sejak pemisahan bisnis jasa atestasi Arthur Andersen.akuntansi. yang berorientasi pada etika dan tanggungjawab sosial. ada lima kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five. manajemen bisnis dan publik.

Tetapi saran ini ditolak Andersen. Ketua SEC yang prihatin akan hal ini menyarankan aturan-aturan baru untuk membatasi layanan di luar audit. integritas dan etika yang penting bagi perusahaan yang di bebani auditing secara independen dan melaporkan laporan-laporan perusahaan publik. Namun seringkali strategi ini menjadikan persaingan di antara kedua unit yang cenderung melemahkan dan memicu kerahasiaan dan keegoisan. Tahun 1999 Andersen memisahkan fungsi akuntansi dan konsultasi. Banyak yang meninjaunya sebagai model sukses yang ditiru frima-firma lainnya. Bisnis konsultasi Andersen menjadi yang tercepat pertumbuhannya dan paling menguntungkan dan paling berkembang pesat di dunia. Di Andersen. Di masa-masa awalnya Andersen memiliki standar-standar profesi akuntansi dan mengembangkan inisiatif-inisiatif baru pada kekuatan-kekuatan integritasnya Arthur Andersen pernah menjadi model sebuah karakter teguh hati dan integritas yang merupakan profesionalitas dalam akuntansi. merintangi kemampuan perusahaan untuk tanggap dan bekerja efektif menghadapi krisis. Tetapi model ini menjadikan Securities and Exchange Commission (SEC) memberikan peringatan berkaitan independensi auditing. . Tetapi kebangkrutan klien-klien besar membuka skandalskandal besar yang membuat firma akuntansi ini tutup. Bagian selanjutnya adalah menjabarkan “Segelintir Kasus yang Membuat Keruntuhan Andersen”.kepercayaan. Komunikasi menjadi merosot. Fokus pada pertumbuhan ini menghasilkan perubahan yang mendasar pada budaya perusahaan. dimana akurasi investor tergantung keputusan investasi. pertumbuhan menjadi prioritas dan penekanannya pada perekrutan dan mempertahankan klien-klien besar berdampak pada kualitas dan independensi audit.

menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan. Namun. Enron Bulan Oktober 2001. unit konsultasi menuntut kompensasi dan pengakuan yang lebih besar. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. Banyak pihak yang menamainya sebagai “bujukan koruptif” yang menyesatkan. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang . Dalam sebulan. Atas kasus itu. Nancy Temple. Dengan Enron. Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. salah satu klien terbesar Andersen. Perselisihan yang meruncing ini menjadikan pertikaian.Dengan pendapatan yang berkembang. Andersen mampu membuat 80 persen perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. Pada Juni 2005. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. Enron bangkrut. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. Dia menginstruksikan David Duncan. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya.

dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan. b. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. c. Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Dalam kasus Enron misalnya. Adanya penyesatan informasi. tetapi kasus ini . Arthur Andersen.Dari kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a. Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik.

. Menkeu menilai hal itu berpotensi berpengaruh cukup signifikan terhadap laporan auditor independen. AP Drs Basyiruddin Nur. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. telah dikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena yang bersangkutan belum sepenuhnya mematuhi Standar Auditing (SA)-Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dalam pelaksanaan audit umum atas laporan keuangan konsolidasian PT Datascrip dan anak perusahaan tahun buku 2007. 17/PMK. Penetapan sanksi pembekuan izin usaha itu berdasar Peraturan Menteri Keuangan No. Dalam Negeri Pemerintah melalui Menteri Keuangan RI sejak awal September 2009 telah menetapkan pemberian sanksi pembekuan izin usaha kepada delapan akuntan publik (AP) dan kantor akuntan publik (KAP). yang dinilai berpotensi berpengaruh cukup signifikan terhadap Laporan Auditor Independen. 2.1/2009 tanggal 2 September 2009.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Yang bersangkutan dikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena belum sepenuhnya mematuhi SASPAP dalam pelaksanaan audit umum atas laporan keuangan PT Samcon tahun buku 2008. • Auditor lainnya adalah AP Drs Hans Burhanuddin Makarao yang dikenakan sanksi melalui KMK Nomor: 1124/KM. Yang terkena sanksi adalah : • AP Drs Basyiruddin Nur yang dikenakan sanksi melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor: 1093/KM.1/2009 tanggal 9 September 2009.dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur.

KAP Drs Matias Zakaria masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2007 dan 2008. selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir. • KAP Drs Dadi Muchidin melalui KMK Nomor: 1103/KM. Yang bersangkutan dikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena KAP Drs Dadi Muchidin telah dibekukan sehingga sesuai dengan ketentuan Pasal 71 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan bahwa izin AP Pemimpin KAP dibekukan apabila izin usaha KAP dibekukan. KAP Drs Soejono masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2005 hingga 2008.1 /2009 tanggal 7 September 2009. • KAP Matias Zakaria melalui KMK Nomor: 1117/KM. Bahkan sampai saat ini.1/2009 tanggal 4 September 2009. Sampai saat ini. yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2008.• Sanksi juga diberikan kepada AP Drs Dadi Muchidin melalui KMK Nomor: 1140/KM. • Menkeu juga menetapkan sanksi untuk KAP Drs Abdul Azis B. Dilaporkan sampai saat ini.1/2009 tanggal 7 September 2009. • KAP Drs Soejono melalui KMK Nomor: 1118/KM. selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir.1/2009 tanggal 7 September 2009. dengan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir. selama tiga bulan karena KAP tersebut telah . KAP Drs Dadi Muchidin masih melakukan pelanggaran berikutnya. 1/2009 tanggal 4 September 2009. melalui KMK Nomor: 1119/KM.

Isjwara melalui KMK Nomor: 1120/KM. 2007. selama tiga bulan. • Terakhir sanksi juga diberikan kepada KAP Drs M. Sampai saat ini KAP Drs Abdul Azis juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2005.dikenakan sanksi peringatan sebanyak tiga kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir. dan 2008. KAP Drs M. Isjwara sampai saat ini masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2007 dan 2008.1/2009 tanggal 7 September 2009. Faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi adalah : 1) Kurangnya kesadaran anggota masyarakat (termasuk anggota KAP) akan kepatuhan terhadap hukum . Faktor-faktor ekstern pada umumnya bersifat “uncontrollable” sedangkan faktorfaktor intern sebenarnya dapat dikendalikan. karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak tiga kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir. Kondisi Yang Mempengaruhi Pelanggaran Kode Etik Pelanggaran-pelanggaran terhadap kode etik tidak terlepas dari faktor-faktor esktern dan intern yang dihadapi oleh KAP. Hal-hal yang dikemukakan oleh Pembicara berikut ini adalah sinyalemen yang mampu ditangkap oleh Pembicara selama berkecimpung di bidang ini.

4) Orientasi yang lebih mementingkan keuntungan finansial dari pada menjaga nama baik KAP yang bersangkutan. Faktor-faktor intern yang dapat dikemukan adalah : 1) Kurangnya kesadaran untuk mengutamakan etik dalam menjalankan profesi oleh sebagian anggota IAI KAP 2) Mutu pekerjaan audit yang ada kalanya tidak dapat dipertanggung jawabkan karena tenaga yang berkualitas kurang baik. 5) Pendapat bahwa perbuatan-perbuatan yang melanggar etik ini tidak atau kecil kemungkinannya diketahui pihak lain. Faktor-faktor yang dikemukakan diatas belumlah seluruh faktor yang mempengaruhi pekerjaan akuntan publik. 4) Masih sedikitnya badan usaha yang membutuhkan jasa akuntan publik. 3) Honorarium yang relatif rendah untuk pekerjaan audit yang ditawarkan klien-klien tingkat menengah dari kecil. 3) Tidak adanya perhatian yang sungguh-sungguh dari sebagian pimpinan KAP akan mutu pekerjaan audit mereka. Namun demikian. khususnya dibidang audit. Mungkin saja ada faktor-faktor lainnya yang turut mempengaruhi yang belum dicantumkan diatas.2) Praktek-praktek yang tidak benar dari sebagian usahawan yang menyulitkan indenpendensi akuntan publik. kondisi tersebut .

2) Sanksi-sanksi yang tegas terhadap para pelanggar perlu terus dilanjutkan agar dapat mengurungkan niat-niat kurang baik yang dapat timbul. 3) Perlu kiranya diingatkan kembali kepada seluruh KAP dalam bentuk tertulis dan format mengenai pentingnya mereka menjunjung tinggi kode etik profesi. DPP.seharusnya membuat kita tergerak untuk sama-sama memikirkan penangulangannya. dan Konmpartemen akuntan publik sendiri perlu dilanjutkan. 4) Perlu usaha-usaha penataran yang terus menerus oleh IAI terhadap para anggotanya. 5) Agar setiap pimpinan KAP mengambil langkah-langkah untuk dengan sungguh-sungguh mengawasi stafnya sehingga pelanggaran terhadap kepada etik bisa ditekan ke tingkat yang serendah-rendahnya. BPP. Marilah kita tinjau langkah-langkah tersebut. 1) Pengawasan terhadap akutan publik oleh departemen keuangan. . BPKP. Pembicara berpendapat bahwa kita semuanya bertanggungjawab untuk membantu kearah terwujudnya suatu profesi yang dihargai masyarskat karena etika anggotanya yang dapat dijadikan panutan. agar profesionalisme dapat tumbuh dengan baik. ditingkatkan dan dikoordinasikan sebaik-baiknya. Langkah – Langkah Yang Dapat Lakukan Beberapa langkah menurut pembicara dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada sebagian telah dan terus kita lakukan dan sebagian lagi masih perlu kita lakukan.

Menegur CPA. Keduanya memiliki wewenang untuk melakukan investigasi atas keluhan yang disampaikan. Tindakan – tindakan yang dapat diberikan pada CPA yang melangar adalah : 1. Penegakan peraturan dilakukan oleh dua kelompok. Penghentian sementara dapat terjadi bila . serta mengenakan sanksi pada mereka yang telah melanggar peraturan. Memberhentikan sementara CPA selama periode waktu yang tidak lebih dari dua tahun. Memecat CPA Peraturan tambahan atau bylaw AICPA ( BL 7. 2. Tindakan penegakan dapat dilakukan sebagai tanggapan atas : 1. melakukan dengar pendapat. 3.Penegakan Peraturan Seorang KAP hanya dapat dihukum karena melanggar peraturan – peraturan dari Kode Perilaku Profesional. 3. yaitu oleh AICPA dan masyarakat CPA negara bagian. 2. Adanya keluhan terhadap anggota dan bukan anggota Ulasan dalam surat kabar atau publikasi Penyampaian adanya indikasi pelanggaran kepada AICPA oleh pejabat pemerintah negara bagian atau federal.3.1 ) meliputi ketentuan disiplin otomatis ( automatic disciplinary provisions ) yang memberikan wewenang untuk menghentikan sementara atau mencabut keanggotaan tanpa perlu melakukan dengar pendapat pada situasi tertentu.

Dengan sengaja lalai mengarsipkan surat pemberitahuan pajak penghasilan. • Pengarsipan surat pemberitahuan pajak penghasilan yang dipalsukan atau yang mengandung kecurangan atas nama CPA atau atas nama klien. dimana CPA secara pribadi adalah seorang wajib pajak yang menurut undang – undang wajib mengarsipkan surat pemberitahuan pajak penghasilan tersebut.endonesia.Sekretaris AICPA diberitahu bahwa pertimbangan atau pernyataan bersalah telah dijatuhkan kepada seorang CPA yang : • • Menjalani hukuman pidana kurungan untuk masa lebih dari satu tahun.blogspot.id/me/index. 2006 . • Dengan sengaja membantu menyusun dan menyajikan surat pemberitahuan pajak penghasilan atas nama klien yang dipalsukan atau yang mengandung kecurangan. William C.web. USA : John Wiley & Sons. Sumber : Boynton.com/mod.dwikartika. http://faris31.com/ http://www. Modern Auditing. Inc.php? option=com_content&view=article&id=52:etika-profesi-seorangauditor&catid=36:artikel .wordpress.com/2010/11/09/contoh-kasus-pelanggaran-kode-etikakuntansi/ http://www.php? mod=publisher&op=viewarticle&cid=5&artid=4320 http://etikaauditor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful