Anda di halaman 1dari 14

JUDUL SKRIPSI HUKUM TERBARU

JUDUL SKRIPSI HUKUM TERBARU


• PENDEKATAN KRIMINOLOGIS TERHADAP KEJAHATAN PERKOSAAN
(Studi : di Lembaga Pemasyarakatan X)
• TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP TINDAK PIDANA INCEST
(Studi di Polresta X)
• UPAYA HUKUM BAGI PEMEGANG SURAT CEK YANG DITOLAK
PEMBAYARANNYA
(Studi Kasus Bank X)
• DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA
TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG
BERKAITAN DENGAN KASUS CAROK (Studi di Pengadilan Negeri X)
• PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA DI PERTOKOAN KOTA X
• PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME
CHARTER)
(Studi Di PT. X)
• MURABAHAH SEBAGAI BENTUK PEMBIAYAAN PERSONAL PADA
BANK SYARIAH
(Studi Kasus pada Bank XSyariah)
• SISTEM PENETAPAN NILAI JUAL OBYEK PAJAK (NJOP) DALAM PAJAK
BUMI DAN BANGUNAN (PBB) MENURUT UU NO. 12 TAHUN 1994
(Penelitian di Wilayah Kantor PBB di X)
• KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN YANG TELAH
DILEGALISASI OLEH NOTARIS (Studi Tentang Alat-Alat Bukti)
• PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN
TINDAK PIDANA
PELECEHAN SEKSUAL
• TINDAK PIDANA DESERSI YANG DILAKUKAN TENTARA NASIONAL
INDONESIA (TNI) DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
• PERANAN DIREKTORAT JENDERAL PIUTANG DAN LELANG NEGARA
(DJPLN) UNTUK MENYELAMATKAN KEKAYAAN NEGARA (Studi Di
DJPLN Cabang X)
• PENERAPAN SANKSI PIDANA DAN TINDAKAN TERHADAP ANAK
SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997
TENTANG PENGADILAN ANAK (Studi Di Pengadilan Negeri X)
• PERANAN POLRI DALAM MENANGANI TINDAK PIDANA CABUL
TERHADAP ANAK
(Studi di POLRESTA X)
• PERANAN RESERSE DALAM MENGUNGKAP KEJAHATAN
PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Studi di POLRESTA X)
• PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA ATAS IKLAN DI TELEVISI
(Study Tentang Hak Cipta Iklan di Televisi)
• PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PELANGGAN PT. TELKOM DALAM
PERJANJIAN BAKU
• PERANAN POLRI DALAM MENINDAKLANJUTI TERHADAP MASSA
YANG MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM (Studi Pada
Polresta X)
• TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENCURIAN UANG MELALUI
REKENING BANK DENGAN SARANA INTERNET
• TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA JASA LAUNDRY MENURUT
UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN
KONSUMEN
(Studi Pada Usaha Jasa Laundry Di Sekitar Wilayah Kampus X)
• PERTANGGUNGJAWABAN PERS TERHADAP PEMBERITAAN YANG
MERUGIKAN NAMA BAIK ELIT POLITIK (Studi Kasus Di X)
• TINDAKAN YURIDIS ATAS KASUS PEMBUNUHAN DISERTAI DENGAN
KEKERASAN YANG BERKEDOK PEMBERANTASAN DUKUN SANTET
(Study Kasus di Polres X)
• KEDUDUKAN AHLI WARIS BERALIH AGAMA TERHADAP HARTA
WARISAN MENURUT HUKUM ADAT BALI (Suatu Study di Desa Adat
Gerokgak Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng).
• IZIN POLIGAMI BAGI PNS DAN AKIBAT HUKUMNYA DITINJAU DARI
UU NO. 1 TAHUN 1974, PP. No. 10 TAHUN 1983 jo PP. No. 45 TAHUN 1990
(Studi di Pengadilan Agama X)
• PELAKSANAAN EKSEPSI DALAM PROSES PERKARA PIDANA
(Studi di Pengadilan Negeri X)
• PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN X
(Studi Terhadap Napi Narkoba)
• PERANAN KEPOLISIAN DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA
PERJUDIAN SEPAK BOLA DI WILAYAH KOTA X (Studi Di Polresta X)
• PERJANJIAN PERKAWINAN POLIGAMI MENURUT UU. NO.1 TAHUN
1974 DAN PP. NO. 9 TAHUN 1975 (Studi di Pengadilan Agama Kabupaten X)
• UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN
ANGGOTA POLRI (Studi Di Polresta X)
• PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PIHAK PEMBELI DALAM TRANSAKSI
JUAL BELI KOMPUTER RAKITAN MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 8
TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Di
Ronggolawe Computer Malang)
• DISPARITAS PIDANA DALAM PUTUSAN PENGADILAN TERHADAP
TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi Kasus di Pengadilan
Negeri X)
• EUTHANASIA DAN PROSPEKSI PENGATURANNYA DALAM HUKUM
PIDANA
DI INDONESIA (Suatu Studi di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri X)
• PARATE EKSEKUSI DALAM PERJANJIAN GADAI (Studi Kasus di
Pegadaian Cabang X)
• PERANAN KEPOLISIAN DALAM MENGUNGKAP KASUS PEMBUANGAN
BAYI OLEH SEORANG MAHASISWI (Studi Di Polsekta X)
• PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA TERHADAP KONSUMEN
PENGGUNA JASA LAYANAN TELEPON WARUNG TELEKOMUNIKASI
• PELAKSANAAN PUTUSAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA
RINGAN
(Studi Di Kejaksaan Negeri X)
• Kebebasan Tersangka Dalam Memberikan Keterangan Kepada Aparat Penyidik
(Studi di Polresta X)
• UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENYELESAIKAN BERITA ACARA
PEMERIKSAAN (BAP) TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA
• KEDUDUKAN HUKUM TENTANG HAK ISTRI SETELAH DICERAIKAN
OLEH SUAMI YANG BERSTATUS PEGAWAI NEGERI SIPIL
DIDASARKAN ATAS PERATURAN
PEMERINTAH NO. 10 TAHUN 1983 (Studi di Pengadilan Agama X)
• PENYELESAIAN KREDIT UMUM PEDESAAN (KUPEDES) BERMASALAH
(Suatu Studi di Bank BRI Unit Desa Puncu)
• PERANAN POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA
PENADAHAN KENDARAAN BERMOTOR DI WILAYAH POLRESTA X
(Studi di Polresta X)
• PEMBINAAN TERHADAP NAPI LANJUT USIA YANG MELAKUKAN
TINDAK PIDANA
PERKOSAAN (Studi : di Lembaga Pemasyarakatan X)
• PENERAPAN TEKNIK DAN TAKTIK INTEROGASI DALAM
PEMERIKSAAN TERSANGKA PADA TINGKAT PENYIDIKAN (Studi di
Kantor Kepolisian Resort Kota X)
• TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN JASA TENAGA KERJA (PJTKI)
TERHADAP PERLINDUNGAN TENAGA KERJA WANITA INDONESIA
(TKW)
• EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PASAL 29 UNDANG-UNDANG NO. 1
TAHUN 1974 TENTANG PERJANJIAN PERKAWINAN DI KANTOR
CATATAN SIPIL KOTA X
• PENYIDIKAN TERHADAP PEMBUNUHAN ANAK YANG DILAHIRKAN
OLEH SEORANG IBU (Studi Di Polresta X)
• PERANAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) DALAM
PENYELESAIAN SERTIPIKAT GANDA (Studi Kasus di Badan Pertanahan
Nasional Kota X)
• Dasar-Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Lepas Dari
Segala Tuntutan Hukum (Studi Pada Pengadilan Negeri X)
• PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DEBITUR ATAS KLAUSULA
EKSENORASI YANG TERDAPAT PADA PERJANJIAN KREDIT BANK
• PERMASALAHAN HUKUM GADAI DALAM MENGATASI KERUGIAN
PIHAK DEBITUR (Studi Kasus di Pegadaian Cabang Kota X)
• PEMBAGIAN SISA HARTA DEBITUR SECARA SEIMBANG TERHADAP
KREDITUR OLEH LEMBAGA KEPAILITAN (Study Pengadilan Negeri Niaga
X)
• SIDIK JARI SEBAGAI SARANA IDENTIFIKASI SUATU KASUS TINDAK
PIDANA PEMBUNUHAN (Studi di POLRESTA X)
• TINJAUAN PERJANJIAN SEWA BELI KENDARAAN BERMOTOR
(Studi Di PT. X)
• PEMBAGIAN HARTA BERSAMA KARENA PERCERAIAN MENURUT
UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM
ISLAM (Studi di Pengadilan Agama X)
• PELAKSANAAN ITSBAT NIKAH DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN
JOMBANG SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 1
TAHUN 1974
• GANTI RUGI KECELAKAAN KERJA DALAM PROGRAM JAMSOSTEK
YANG MENGAKIBATKAN CACAD SEBAGIAN UNTUK SELAMANYA
(Studi Pada PT. X)
• HUBUNGAN HUKUM ANTARA PENERBIT KARTU KREDIT (ISSUER),
PEMEGANG KARTU KREDIT (CARDHOLDER), DAN PENERIMA KARTU
KREDIT (MERCHANT) DALAM MELAKUKAN JUAL BELI DAN
PEMBAYARAN JASA
• PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA DI INTERNET, DAN
PELANGGARAN HAK CIPTA PADA WEBSITE SECARA UMUM DI
INTERNET (Studi pada Internet Service Provider di X)
• PELAKSANAAN PERKAWINAN USIA MUDA DAN PENGARUHNYA
TERHADAP PERCERAIAN Studi Di Desa X dan KUA X
• UPAYA POLRI DALAM PENANGGULANGAN PENGEDARAN NARKOBA
• KEBIJAKAN HUKUM PEMERINTAH KABUPATEN MANGGARAI - NTT
DALAM RANGKA PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DI BIDANG
KESEHATAN
• PENERAPAN SISTEM BAGI HASIL PRODUK SIMPANAN WADI’AH
PADA BANK SYARIAH
• KEDUDUKAN DAN PERANAN KEJAKSAAN DALAM PERKARA-
PERKARA PERDATA BERDASARKAN UU NO. 5 TAHUN 1991 (Studi di
Kejaksaan Negeri X)
• KENDALA DAN UPAYA KEJAKSAAN DALAM MELAKUKAN
PENYELIDIKAN KASUS KORUPSI (Studi Kasus Di Kejaksaan Negeri
Malang)
• TINDAK PIDANA PERJUDIAN TOGEL DAN UPAYA KEPOLISIAN
DALAM MENANGGULANGINYA (Studi di Polresta X)
• Tindak Pidana Pencurian yang Dilakukan Oleh Anak (Studi di Polresta X)
• REALISASI BANTUAN HUKUM SECARA CUMA-CUMA BAGI
TERSANGKA SESUAI DENGAN PASAL 56 KUHAP (STUDI DI POLRESTA
X)
• PANTI ASUHAN SEBAGAI BADAN HUKUM DI DALAM
TANGGUNGJAWABNYA SEBAGAI WALI TERHADAP ANAK ASUHNYA
BERDASARKAN PASAL 50 AYAT I UU No. I/1974 (Studi di Panti Asuhan
Muhammadiyah Kotamadya Malang).
• PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA RESIDIVIS DI LEMBAGA
PEMASAYRAKATAN (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I X)
• PERANAN POLRI DALAM PENGAMANAN NASABAH BANK (Suatu Studi
Di Polresta X)
• PEMBATALAN PERATURAN DAERAH DAN ATAU KEPUTUSAN
KEPALA DAERAH OLEH PEMERINTAH PUSAT MENURUT PASAL 114
UU NO 22 TAHUN 1999
• PEMBERIAN KREDIT DENGAN JAMINAN BUKTI KEPEMILIKAN
KENDARAAN BERMOTOR (Studi Di BPR Dau Kusumadjaja Cabang
Kepanjen)
• PERANAN POLRI DALAM MENANGGULANGI PENGGUNAAN SENJATA
API SECARA MELAWAN HUKUM (Studi di Polresta X)
• PAKSA BADAN SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN TERHADAP
DEBITUR YANG BERITIKAD TIDAK BAIK DALAM SISTEM
PERBANKAN SYARIAH
• PEMBINAAN NAPI ANAK SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG
NOMOR 12/1995.
• PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP TINDAK KEKERASAN DALAM
KELUARGA MENURUT KEPPRES NO. 36 TAHUN 1990 TENTANG
PENGESAHAN CONVENTION ON THE RIGHTS OF THE CHILD 1989
(Konvensi Hak Anak)
• PENYIDIKAN TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA
PENCABULAN (STUDI DI POLRESTA X)
• PERANAN PENYIDIK DALAM MELAKUKAN PENYIDIKAN TERHADAP
KEJAHATAN PERKOSAAN (Studi Kasus Di POLRESTA X)
• Pelanggaran Yang Dilakukan Oleh Pengemudi Kendaraan Angkutan Umum Dan
Upaya Penanggulangannya (Studi Kasus Di Polres X)
• PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENENTUKAN PERAWATAN BAGI
PELAKU TINDAK PIDANA YANG SAKIT JIWA (Tinjauan Terhadap Pasal 44
KUHP)
• ASPEK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI
SAHAM/INVESTOR DALAM PASAR MODAL (Study di Bursa Efek
Surabaya)
• RUMAH TAHANAN NEGARA SEBAGAI SARANA PEMBINAAN
NARAPIDANA
(Studi Kasus di RUTAN X)
• PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN BERKAITAN DENGAN
PENERAPAN STANDAR MUTU PADA PRODUK AIR MINUM ISI ULANG
(Studi di YLKI Kota Malang)
• TINJAUAN HUKUM TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN
PERWAKAFAN TANAH MILIK DI PENGADILAN AGAMA (Suatu Studi di
Pengadilan Agama X)
• UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI DAMPAK
PENGGUNAAN MINUMAN KERAS (Studi di Kepolisian X)
• TINDAK PIDANA PERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH SEORANG
ANAK TERHADAP MANULA
• TINJAUAN TENTANG KEWENANGAN POLISI DALAM MELAKUKAN
PENYITAAN BARANG BUKTI PELANGGARAN LALU LINTAS (Studi Pada
Polres X)
• PERANAN POLRI DALAM MENANGANI TINDAK PIDANA ABORTUS
PROVOCATUS
(Studi di Polresta X)
• SUATU TINJAUAN VIKTIMOLOGIS TERHADAP UPAYA GANTI RUGI
KORBAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN (Studi Kasus di Pengadilan Negeri
X)
• TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT TERHADAP PENUMPANG DAN
BAGASI PENUMPANG (Studi di PT. X Malang).
• PENGGUNAAN ANALOGI TERHADAP KEJAHATAN PEMBOBOLAN
WEB SITE DI INTERNET
• KENAKALAN ANAK-ANAK JALANAN DAN UPAYA
PENANGGULANGANNYA
(Studi di Kepolisian Resort Kota X)
• ANALISA PENANGANAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG
DILAKUKAN OLEH MAHASISWA DI KOTA X (STUDI DI POLRESTA X)
• PENYIDIKAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA DIBIDANG
PERIKANAN OLEH PENYIDIK PERWIRA TNI ANGKATAN LAUT (Studi di
Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Surabaya)
1. AKIBAT HUKUM ATAS PERKAWINAN YANG HANYA MENGGUNAKAN
KETENTUAN PASAL 2 UU NO 1 TAHUN 1974 (STUDI KASUS
PENGADILAN AGAMA MALANG) ( 1996)
2. ARTI DAN LUAS TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA ( 1997)
3. ARTI PENTING ALAT BUKTI SUMPAH DALAM PERSIDANGAN
PERKARA DI PENGADILAN NEGERI ( 2003)
4. ASPEK-ASPEK YANG DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN BERIAT
ACARA PEMERIKSAAN (STUDI KASUS DI KEPOLISIAN WILAYAH
MALANG) ( 1990)
5. BEBERAPA ASPEK YANG MEMPENGARUHI ADANYA DISPARATIS
PIDANA (STUDI KASUS DI PN JOMBANG) ( 1994)
6. CARA PEMBUATAN SURAT DAKWAAN DAN BENTUK PEMBUKTIAN
DALAM PERKARA KORUPSI DI KOTAMADYA YOGYAKARTA ( 1998)
7. DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENETAPKAN BERAT
RINGANNYA SUATU PIDANA (STUDI KASUS PN PONOROGO) ( 1994)
8. DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA
TERHADAP ANAK (STUDI KASUS DI PN BLITAR) ( 1990)
9. DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN
PIDANA BERSYARAT ( 1995)
10. DASAR PERTIMBANGAN JAKSA UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN
PRA PENUNTUTAN DALAM PERKARA PIDANA DI KEJAKSAAN
NEGERI YOGYAKARTA ( 1995)
11. DEELNEMING DITINJAU DARI SUDUT UNDANG-UNDANG HUKUM
PIDANA (1981)
12. DELIK KESUSILAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH
UMUR (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM KOTAMADYA
MOJOKERTO) ( 1991)
13. DISPARATIS PENJATUHAN PIDANA DALAM TINDAK PENCURIAN
DENGAN KEKERASAN DALAM SISTEM PERADILAN AGAMA ( 1996)
14. DISPARATIS PENJATUHAN PIDANA DALAM TINDAK PENCURIAN
DENGAN KEKERASAN DALAM SISTEM PERADILAN AGAMA ( 1996)
15. DISPARATIS PENJATUHAN PIDANA DALAM TINDAK PENCURIAN
DENGAN KEKERASAN DALAM SISTEM PERADILAN AGAMA ( 1994)
16. DISPORITAS PIDANA KAITANNYA DENGAN KEPASTIAN HUKUM DAN
RASA KEADILAN (STUDI KASUS TENTANG PENCURIAN DI
PENGADILAN NEGERI PAMEKASAN ( 1992)
17. EFEKTIFITAS PELEPASAN BERSYARAT DALAM PEMBINAAN
NARAPIDANA (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
KELAS I MALANG) ( 1991)
18. EFEKTIVITAS PEMINDAHAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR
(STUDI KASUS DI PN SURABAYA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN
ANAK BLITAR) ( 1992)
19. EUTHANASIA DI TINJAU DARI ASPEK HUKUM DAN MORAL ( 2003)
20. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERJUDIAN DAN UPAYA-UPAYA
PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI KAB SIDOARJO) ( 1992)
21. FUNGSI KEJAKSAAN DALAM MENYELESAIKAN PERKARA TINDAK
PIDANA KORUPSI (WIDYA MATARAM 2001)
22. FUNGSI POLISI DALAM PEMBINAAN ANAK YANG MELAKUKAN
KENAKALAN ( 1997)
23. FUNGSI SURAT DAKWAAN DALAM PROSES PENYELESAIAN
PERKARA PIDANA (STUDI KASUS PADA KEJAKSAAN NEGERI
NGANJUK) ( 1991)
24. HAKEKAT KEYAKINAN HAKIM DIDALAM MENJATUHKAN PUTUSAN
PIDANA (STUDI KASUS DI PERADILAN NEGERI MOJOKERTO) ( 1993)
25. HUKUMAN BAGI PERCOBAAN DITINJAU DARI KUHP DI INDONESIA
26. JANGKAUAN HUKUM PIDANA TERHADAP PENYALAHGUNAAN
PERKAWINAN POLIGAMI DALAM MASYARAKAT INDONESIA ( 1991)
27. KAJIAN YURIDIS TERHADAP SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL
HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DEPARTEMEN KEHAKIMAN
NOMOR : JHA/1/1/2/1978 TENTANG PROSEDUR PENGANGKATAN
ANAK WARGA NEGARA INDONESIA OLEH ORANG ASING ( 1997)
28. KAUSALITAS, SEBAB MENYEBAB, DALAM HUKUM PIDANA ( 1982)
29. KEDUDUKAN DAN PERANAN HAKIM SERTA PELAKSANAANNYA DI
DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI KLATEN ( 1992)
30. KEDUDUKAN DAN PERANAN HAKIM WASMAT SERTA
PELAKSANAANNYA DI DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI
KLATEN ( 1992)
31. KEDUDUKAN DAN PERANAN HAKIM WASMAT SERTA
PELAKSANAANNYA DI DALAM PRAKTEK DI PN KLATEN ( 1992)
32. KEGUNAAN SIDIK JARI DALAM PROSES PENYIDIKAN (STUDI KASUS
DI POLRESTA MALANG) ( 1997)
33. KENAKALAN REMAJA DALAM MENYALAHGUNAKAN NARKOTIKA
DAN CARA-CARA PENANGGULANGANNYA ( 1993)
34. KENAKALAN REMAJA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
(TINJAUAN DARI SEGI SOSIAL KRIMINOLOGIS) ( 1994)
35. KENAKALAN REMAJA SECARA BERKELOMPOK DAN UPAYA
PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI POLRESTA DAN PN
SURAKARTA) ( 1994)
36. KEPUTUSAN HAKIM YANG BERUPA BEBANDARI TUDUHAN DAN
LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM (1977)
37. KEWENANGAN JAKSA SEBAGAI PENYIDIK PADA TINDAK PIDANA
PENYELUNDUPAN (STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI TANJUNG
PERAK SUERABAYA) ( 1990)
38. KORBAN PERKOSAAN ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA
(STUDI KASUS DI PN SITUBONDO) ( 1993)
39. LATAR BELAKANG ORANG LAKI-LAKI MELAKUKAN TINDAK
PIDANA PENGANIAYAAN DAN USAHA PENANGGULANGANNYA
(STUDI KASUS DI KAB DATI II NGANJUK) ( 1994)
40. LATAR BELAKANG WANITA MELAKUKAN TINDAK PIDANA
PEMBUNUHAN (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
WANITA MALANG) ( 1993)
41. MASALAH GELANDANGAN DAN PENGEMIS SERTA UPAYA
PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI WILAYAH KAB DAERAH
TINGKAT II JEMBER) ( 1996)
42. MASALAH KORBAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN (SUATU TINJAUAN
SECARA VIKTI MOLOGIS) ( 1995)
43. MASALAH KORBAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN (TINJAUAN
SECARA VIKTIMOLOGIS) ( 1995)
44. MASALAH PENAHANAN OLEH JAKSA (STUDI KASUS DI KEJAKSAAN
NEGERI SAMPANG) ( 1991)
45. METODE PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA
PEMASYARAKATAN HULU SEMARANG ( 2001)
46. P PERANAN PENUNTUT UMUM DALAM MELAKSANAKAN HAK PRA
PENUNTUTAN PADA PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA
( 1990)
47. PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP TINDAK PIDANA
KESUSILAAN YANG BERKAITAN DENGAN GAMBAR PORNO (STUDI
KASUS DI WILAYAH PN KODYA KEDIRI) ( 1993)
48. PELACURAN DI IBUKOTA JAKARTA DITINJAU DARI SUDUT HUKUM
PIDANA (1981)
49. PELAKSANAAN AZAS PRADUGA TAK BERSALAH DALAM
PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA (SUATU STUDI DI LEMBAGA
BANTUAN HUKUM MALANG) ( 1998)
50. PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN TERSANGKA OLEH PENYIDIK
DITINJAU DARI KUHP (SUATU STUDI PADA POLRESTA BLITAR) ( 1994)
51. PELAKSANAAN PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN DALAM
SIDANG PENGADILAN NEGERI MALANG ( 1994)
52. PELAKSANAAN PENAHANAN TERDAKWA DALAM PEMERIKSAAN
TINGKAT PENGADILAN (STUDI KASUS DI PN SURABAYA) ( 1998)
53. PELAKSANAAN PIDANA MATI DALAM NEGARA PANCASILA (STUDI
DI MAHKAMAH MILITER III 12 SURABAYA) ( 1996)
54. PELAKSANAAN PUTUSAN HAKIM YANG TELAH MEMPEROLEH
KEKUATAN HUKUM TETAP KHUSUSNYA TERHADAP BARANG BUKTI
(SUATU STUDI DI KEJAKSAAN NEGERI MALANG) ( 1997)
55. PELAKSANAAN PUTUSAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA (STUDI
DI PTUN JAKARTA) ( 1997)
56. PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1971 TENTANG
TINDAK PIDANA KORUPSI DAN PERMASALAHANNYA (STUDI DI
KEJAKSAAN NEGERI SITUBONDO) ( 96)
57. PELANGGARAN LALU LINTAS DAN UPAYA-UPAYA
PENANGGULANGANNYA PADA TAHUN 1990, 1991, 1992 (STUDI KASUS
DI WILAYAH HUKUM KAB PASURUAN) ( 1994)
58. PELEPASAN BERSYARAT (VOORWAARDELIJKE
INVRIJHEIDSTELLING) ()
59. PEMALSUAN SURAT DALAM KLAIM ASURANSI JIWA (STUDI KASUS
DI ASURANSI JIWA BERSAMA BUMI PUTERA 1912 CAB JAWA TIMUR)
( 1994)
60. PEMALSUAN UANG DAN UPAYA PENYELESAIANNYA (STUDI KASUS
DI PN MALANG) ( 1995)
61. PEMBAJAKAN KASET, VIDEO DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
DIKOTAMADYA MALANG (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG)
( 1996)
62. PEMBEBASAN BERSYARAT SEBAGAI SALAH SATU UPAYA
PEMBINAAN NARAPIDANA (STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
KELAS I MALANG) ( 1996)
63. PEMBERATAN PIDANA DAN PENGARUHNYA TERHADAP RESIDIVIS
(STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM PERADILAN NEGERI SUMENEP) (
1991)
64. PEMBERIAN PEMBEBASAN BERSYARAT KEPADA NARAPIDANA
MENJALANI PIDANA PENJARA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
KELAS II WIROGUNAN YOGYAKARTA ( 2000)
65. PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK (STUDI KASUS DI LEMBAGA
PEMASYARAKATAN ANAK BLITAR) ( 1996)
66. PEMBINAAN NARAPIDANA YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA
PENCURIAN (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
WANITA MALANG) ( 1993)
67. PEMECAHAN PERKARA PIDANA (SPITSING) SEBAGAI UPAYA UNTUK
MEMPERCEPAT PROSES PEMBUKTIAN (SUATU STUDI DI KEJAKSAAN
NEGERI MALANG) ( 1997)
68. PENANGANAN KEJAHATAN KORUPSI YANG MENGGUNAKAN
SARANA KOMPUTER (STUDI KASUS KORUPSI DI PN YOGYAKARTA)
( 1997)
69. PENANGGULANGAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA OLEH
PENYIDIK (STUDI DI POLRES PROBOLINGGO) ( 1994)
70. PENCURIAN ALIRAN LISTRIK DAN UPAYA PENYELESAIANNYA
(STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI KAB SAMPANG DAN PLN
KAB SAMPANG) ( 1996)
71. PENCURIAN BENDA-BENDA PURBAKALA DAN UPAYA
PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI POLWIL YOGYAKARTA)
( 1996)
72. PENCURIAN KAYU JATI SERTA USAHA-USAHA
PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM
PERADILAN NEGERI BOJONEGORO) ( 1992)
73. PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS DI POLRES
PASURUAN) ( 1997)
74. PENEGAKAN HUKUM BAGI IKLAN YANG MENYESATKAN (2002)
75. PENERAPAN ATAS SEDERHANA CEPAT DAN BIAYA RINGAN DALAM
BERACARA DI PENGADILAN AGAMA MUNGKID MALANG ( 02)
76. PENERAPAN PIDANA BERSYARAT MENURUT SISTEM PEMIDANAAN
INDONESIA ( 2005)
77. PENERAPAN SANKSI PIDANA KOMULATIF TERHADAP PERBUATAN
PIDANA PENYALAHGUNAAN PSIKOTROPIKA BERDASARKAN UU NO
5 TAHUN 1997 TENTANG PSIKOTROPIKA ( 2003)
78. PENERAPAN SANKSI PIDANA KUMULATIF TERHADAP PERBUATAN
PIDANA PENYALAHGUNAAN PSIKOTROPIKA PERPASALKAN UU NO 5
TAHUN 1997 TENTANG PSIKOTROPIKA ( 2003)
79. PENERAPAN SANKSI PIDANA KUMULATIF TERHADAP PERBUATAN
PIDANA PENYALAHGUNAAN PSIKOTROPIKA BERDASARKAN UU
NOMOR 5 TAHUN 1997 TENTANG PSIKOTROPIKA ( 2003)
80. PENERAPAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1979 TERHADAP
PEMERINTAHAN DESA YANG STATUSNYA BERUBAH MENJADI
KELURAHAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN BANDULAN MALANG)
( 1997)
81. PENERAPAN UNDANG-UNDANG SUBVERSI TERHADAP JUDI KUPON
PUTIH (STUDI KASUS WILAYAH PN LAMONGAN) ( 1990)
82. PENGAKUAN TERDAKWA MERUPAKAN ALAT BUKTI UNTUK
MENCARI KEBENARAN MATERIL DALAM PERKARA PIDANA (STUDI
KASUS DI PN PAMEKASAN) ( 1989)
83. PENGARUH GELANDANGAN DAN PENGEMIS TERHADAP TIMBULNYA
KRIMINALITAS (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM SURABAYA
SELATAN) ( 1990)
84. PENGARUH KORBAN DALAM TERJADINYA KEJAHATAN PERKOSAAN
(STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI MADIUN) ( 1998)
85. PENGARUH SANKSI PIDANA DALAM UPAYA MENANGGULANGI
KEJAHATAN PERKOSAAN DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI
SLEMAN (2003)
86. PENGAWASAN TERHADAP TERPIDANA BERSYARAT (STUDI KASUS
DI WILAYAH HUKUM PN MALANG) ( 1994)
87. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH DALAM RANGKA
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN (STUDI KASUS DI KOTAMADYA
DATI II MOJOKERTO) ( 1996)
88. PENGKAJIAN ABORTUS PROVOKATUS DALAM ILMU PENGETAHUAN
KEDOKTERAN DITINJAU DARI HUKUM PIDANA ( 1990)
89. PENJATUHAN PIDANA TAMBAHAN PERAMPASAN BARANG DALAM
TINDAK PIDANA PERSEORANGAN (STUDI KASUS DI WILAYAH
HUKUM SURABAYA) ( 1990)
90. PENJATUHAN PIDANA TERHADAP ANAK YATIM MELAKUKAN
TINDAK PIDANA (STUDI KASUS DI PN MALANG) ( 1993)
91. PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEJAHATAN
PERKOSAAN DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SLEMAN ( 1996)
92. PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEJAHATAN
PERKOSAAN DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SLEMAN (SUATU
STUDI KASUS) ( 1996)
93. PENYALAHGUNAAN KEUANGAN NEGARA OLEH SEKTOR SWASTA
YANG POTENSIAL MENUMBUHKAN DELIK KORUPSI (PROKLAMASI
1991)
94. PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DAN PENANGGULANGANNYA
(STUDI KASUS DI PN MALANG) ( 1995)
95. PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KALANGAN REMAJA DAN
UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI WILAYAH
HUKUM KODYA MALANG) ( 1995)
96. PENYELESAIAN GANTI RUGI TERHADAP PELANGGARAN LALU
LINTAS DI WILAYAH HUKUM CILACAP (45 2003)
97. PENYELESAIAN PELANGGARAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN
JALAN RAYA KHUSUSNYA KELEBIHAN MUATAN ORANG (STUDI
KASUS DI WILAYAH HUKUM PONOROGO) ( 1997)
98. PENYELESAIAN PERKARA PELANGGARAN LALU LINTAS (STUDI
KASUS DI PENGADILAN NEGERI PROBOLINGGO) ( 1989)
99. PENYERTAAN DALAM KAITANNYA DENGAN TINDAK PIDANA PAJAK
DI INDONESIA (STUDI KASUS DI PN JAKARTA SELATAN) ( 1989)
100. PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA
(STUDI DI POLRES PROBOLINGGO) (1994)
DAFTAR SKRIPSI HUKUM DI WEB :http://law s krips i.com
Kontak 085731959932 (IM3) atau 081252445544 (Simpati) untuk Order Skripsi di
bawah ini

PIDANA

1. Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Anak

2. Kajian Kriminologis Perilaku Jahat Anak-Anak

3. Suatu Tinjauan Yuridis Atas Kasus Pencabulan Dalam Putusan Pengadilan Negeri No.

1050/Pid/B/2004/PN/Sby
4. Analisa Pertanggungjawaban Pidana Pemilik Website atas Cyberporn Ditinjau dari
KUHP dan UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi
5. Eksistensi Pidana Denda dan Pemidanaan dalam Konteks Kitab Undang-undang

Hukum Pidana

6. Kajian Kriminologis Tindak Pidana Penganiayaan Terhadap Istri

7. Tinjauan Hukum Pelaksanaan Pengadilan HAM Ad Hoc Terhadap Prinsip Asas

Lagalitas
8. Kewenangan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Dalam Tindak Pidana
Korupsi Yang Dilakukan Oleh Penyelenggara Negara
9. Kedudukan Rekam Medis Dalam Pembuktian Perkara Malpraktek di Bidang

Kedokteran

10. Kekerasan Seksual Yang Dilakukan Suami Terhadap Istrinya

11. Kajian Yuridis Pelaku Tindak Pidana Narkotika

12. Pertimbangan Hukum Pengadilan Militer Terhadap Anggota Militer Yang

Menyalahgunakan Narkotika dan Psikotropika


13. Penyelesaian Pelanggaran Kode Etik Profesi Berupa Tindak Pidana Yang Dilakukan
Oleh Anggota Kepolisian Republik Indonesia

14. Tindak Pidana Pornografi Dalam Perspektif Hukum Islam

15. Peranan Laboratorium Forensik Dalam Pembuktian Alat Bukti Terhadap Tindak

Pidana Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika Untuk Tingkat Penyidikan