PENYEBAB KERUSUHAN PILKADA

Kelompok : 1. Muhammad Rachman N 2. Risal 3. Rudi Angga Pratama
TI-3B

UNIVERSITAS NASIONAL PASIM BANDUNG 2010

dengan rincian total perkara yang telah terigester 69 perkara. Mahfud MD menilai terjadinya kerusuhan pasca Pemilukada karena adanya kecurangan yang terstruktur dan masif. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. tolak 36 perkara. kabul 9 perkara. Jalan Medan Merdeka Barat. MK mengaku siap menangani semua kasus sesuai kewenangannya. Jakarta.Ketua Mahkmah Konstitusi (MK). Dari data MK. berkas tidak dilengkapi. 10 tidak diterima. Jakarta. Itu kewenangan daerah.” kata Ketua MK Mahfud MD dalam Refleksi Kinerja MK 2009 dan Proyeksi 2010 dikantornya. MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sejumlah 95 perkara. Senin (12/7/2010). “Sehingga." jelasnya. belum teregistrasi 22 perkara. Selain itu.Kerusuhan Pilkada Akibat KPUD Tak Netral Jakarta . (asp/fay) . ketidaksiapan para calon Kepala Daerah yang kalah dan akibat massa yang berpihak dapat melakukan tindakan anarkis. Hal tersebut di dukung oleh ketidaknetralan KPUD dan pemerintah daerah. 3 ditarik kembali. Kepada orang yang menjadi kandidat ikut pencalonan harus siap untuk kalah juga. Hingga saat ini. (28/12/2009). "Ini (kerusuhan) akibat ketidaknetralan aparat baik KPUD maupun pemerintah daerah. dan bukan kewenangan MK. tak ada masalah apakah pilkada mau berbarengan atau tidak. Sementara MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian. Dengan asumsi itu. (asp/Rez) MK: 50% Pilkada Berpotensi Sengketa di 2010 Jakarta -Mahkamah Konstitusi (MK) memprediksi 30-50 persen pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di Indonesia akan berpotensi sengketa yang bermuara kepada MK. Meski demikian. akan ada 244 Pilkada pada 2010 yang terdiri dari 7 pilkada provinsi dan 237 pilkada kabupaten dan kota. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. Selasa." ujar Mahfud MD saat ditemui wartawan di Gedung MK. Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apapun.” tambahnya. “MK hanya diberikan waktu 14 hari kerja untuk memutus perkara pilkada sejak permohonan didaftarkan. kemungkinan akan ada 73-122 sengketa pilkada yang akan berperkara di MK. Jalan Medan Merdeka Barat.

Djoko Suyanto menegaskan. . penyebab kerusuhan itu antara lain akibat belum adanya kesadaran di kalangan calon kepala daerah. “Penggerak yang sistematis dan sengaja untuk itu (membuat kerusuhan) sampai saat ini tidak ada. potensi kerusuhan pilkada akan bisa ditekan. Djoko meminta masyarakat tidak meremehkan kerusuhan pascapilkada karena tetap berpotensi mengancam keamanan negara. Jakarta.Menko Polhukam. kesejahteraan rakyat. Djoko berharap setiap perselisihan pilkada bisa diselesaikan menggunakan jalur dan prosedur yang ada. “Selama ini hal itu belum terkoordinasi dengan baik.” kata Djoko setelah rapat terbatas bidang polhukam. Lebih lanjut. Menurut Djoko. dan perekonomian di kantor kepresidenan. Djoko menjelaskan. Melalui jalur tersebut. Djoko menegaskan. Senin. kesejahteraan rakyat. hasil penelusuran sementara menunjukkan kerusuhan pascapilkada terjadi secara tiba-tiba. antara lain melalui mekanisme penyelesaian sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. Djoko Suyanto menegaskan. kerusuhan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah akhir-akhir ini bukan upaya sistematis dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan keamanan. Jakarta. Menurut Djoko. Senin. Kerusuhan biasanya melibatkan tim sukses dan pendukung para calon kepala daerah. sampai saat ini. Djoko menjelaskan. hasil penelusuran sementara menunjukkan kerusuhan pascapilkada terjadi secara tiba-tiba.” kata Djoko setelah rapat terbatas bidang polhukam.Kerusuhan PILKADA Bukan Upaya Sistematis PESATNEWS – Menko Polhukam. Kerusuhan biasanya melibatkan tim sukses dan pendukung para calon kepala daerah. pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ke beberapa daerah guna memberikan penyadaran bahwa para calon kepala daerah beserta tim sukses dan pendukung mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan. dan perekonomian di kantor kepresidenan. Setiap kerusuhan adalah reaksi spontan dari tim sukses dan pendukung salah satu pasangan calon yang kecewa terhadap hasil pilkada.” katanya. “Penggerak yang sistematis dan sengaja untuk itu (membuat kerusuhan) sampai saat ini tidak ada. tim sukses. dan para pendukung bahwa mereka sebenarnya harus ikut bertanggungjawab terhadap keamanan. kerusuhan setelah pilkada terjadi di delapan daerah dari 123 daerah yang menyelenggarakan pilkada. kerusuhan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah akhir-akhir ini bukan upaya sistematis dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan keamanan. Meski relatif sedikit.

Djoko menegaskan. sampai saat ini. pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ke beberapa daerah guna memberikan penyadaran bahwa para calon kepala daerah beserta tim sukses dan pendukung mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan. Hanya dengan lembaran rupiah mereka dengan mudah menyulut emosi para pendukungnya untuk berbuat anarkis. lanjutnya. Hal ini yang menyulut kemarahan dari pendukung calon pa-sangan tertentu. potensi kerusuhan pilkada akan bisa ditekan. "Mereka mudah diintervensi oleh pihak yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya." tegasnya. Menurut Djoko. Djoko meminta masyarakat tidak meremehkan kerusuhan pascapilkada karena tetap berpotensi mengancam keamanan negara. antara lain melalui mekanisme penyelesaian sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. kerusuhan setelah pilkada terjadi di delapan daerah dari 123 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Djoko berharap setiap perselisihan pilkada bisa diselesaikan menggunakan jalur dan prosedur yang ada. Mereka memanas-manasi kondisi ketika calon tertentu kalah di pilkada." paparnya.Setiap kerusuhan adalah reaksi spontan dari tim sukses dan pendukung salah satu pasangan calon yang kecewa terhadap hasil pilkada. tim sukses. "Elite politik tentunya berada di balik muncu. Dia menilai. Akibat kerusuhan itu masyarakat dirugikan karena banyak korban jiwa dan harta benda. "Tidak adanya mental dari elite politik dan calon kepala daerah dalam menerima kekalahan penyebab munculnya kerusuhan.lnya kerusuhan pilkada di sejumlah daerah. Kerusuhan Pilkada Disebabkan Calon Nggak Siap Kalah SEJUMLAH kalangan meminta elite politik bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah akibat penyelenggaraan pilkada. Melalui jalur tersebut. seperti KPUD dan panwas pilkada ikut bertanggung jawab atas kerusuhan. . Menurut Djoko. Lebih lanjut. Meski relatif sedikit. “Selama ini hal itu belum terkoordinasi dengan baik. penyebab kerusuhan itu antara lain akibat belum adanya kesadaran di kalangan calon kepala daerah. penyelenggaraan pilkada. dan para pendukung bahwa mereka sebenarnya harus ikut bertanggungjawab terhadap keamanan. Selain itu. tidak adanya kesadaran elite politik dalam berdemokrasi menjadi penyebab munculnya kerusuhan pilkada.” katanya." jelas pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Fberamsjah kepada Rakyat Merdeka.

ribuan pendukung tiga pasangan Walikota-Wakil Walikota Cilegon yang kalah menerobos dan merusak pagar KPUD. hampir dipastikan di setiap daerah ketika melaksanakan hajatan pemilukada kerusuhan berbasis premanisme selalu tidak terbendung. Sumatera Utara juga diwarnai kerusuhan. seharusnya kerusuhan di Mojokerto bisa dicegah lebih awal. Pilkada Mojokerto." katanya. rusuh dengan cara pengrusakan tampaknya sudah dipersiapkan dan telah diatur sedemikian rupa. Kejadian ini. "Kalau itu terjadi rakyat sendiri menanggung akibatnya. 17 di antaranya hangus terbakar. Perlu diketahui. . dia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh elite politik. jangan sampai terjadi kerusuhan serupa. Entah! giliran daerah mana yang akan menjadi tumbal? Anarkisme yang terjadi di Mojokerto dan Sibolga sangat disayangkan dan semakin menambah rasa kepedihan hati bangsa. Seperti. massa merusak kantor pemkab dan tak tanggungtanggung mereka juga merusak sedikitnya 33 mobil. Di mana. qar Membendung Kerusuhan dalam Pilkada Kini pesta demokrasi atau "pesta rakyat" di negeri ini kembali tercoreng dan sekaligus ternoda oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jika semua pihak menyadari akan potensi kericuhan. Mereka menuntut pencoblosan ulang dan penetapan pemenang dibatalkan. Puluhan mobil dibakar dan kaca-kaca gedung DPRD setempat dirusak. Pilkada di Humbang Hasun-dutan. proses penghitungan suara pada pilkada pun sempat tertunda dan harus dipindah ke markas polisi setempat. Jawa Timur. Dalam kerusuhan itu. Kerusuhan sempat terjadi di Sibolga. Menyebabkan. aparat polisi sering kecolongan dan bahkan sering dibuat bulan-bulanan massa. maka yang rugi tetap masyarakatnya. terjadi pada saat berlangsungnya acara pemaparan visi dan misi calon bupati (21/05). Mereka merusak gedung DPRD serta rumah-rumah penduduk. Pihak aparat yang mempunyai tanggung jawab di bidang keamanan seharusnya juga sudah bisa memetakan kondisi serta memprediksi proses pilkada-pilkada selanjutnya. di Mojokerto. Sungguh tragis. Karena suhu politik di Mojokerto mulai memanas ketika salah satu pasangan calon tidak lolos karena alasan kesehatan yang sempat terjadi tarik-menarik tentang keputusan itu hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Mereka menuding pelaksanaan pilkada Cilegon penuh kecurangan. Sumatera Utara. sejumlah massa pendukung salah satu calon bupati yang tidak lolos mengamuk dan menghancurkan gedung. dua hari setelah pencoblosan massa merusak empat kantor kecamatan. Para pendukung calon bupati yang tidak bisa maju dalam pilkada geram. yang sempat menjadi head line news di Koran Terbesar dan Terkemuka ini. ada beberapa daerah mengalami kerusuhan di pilkada. Jawa Timur. Yang mengalami korban. Selanjutnya.Meski demikian. Karena. Di Banten.

kekhawatiran akan anarkisme dan konflik pra dan pasca pelaksanaan pilkada tidak akan terjadi. Paradigma ini pula yang memunculkan sikap apatisme masyarakat terhadap pilkada. Semoga! . Baik Muspida. ada beberapa yang harus lebih ekstra dalam meningkatkan kinerja untuk tidak terjadi kerusuhan dalam pilkada. akan tetapi mencari seorang berduit untuk menjadi pemimpin. Ketiga. Karena. Lihat saja. Rakyat juga harus pintar-pintar dalam belajar dengan kejadian-kejadian yang telah berlangsung terjadi dan tidak mudah diprovokasi untuk membuat rusuh. dan tokoh masyarakat diharapkan juga bisa bahu-membahu menciptakan sebuah situasi yang kondusif. kerusuhan dan kericuhan pada pilkada lebih sering dipicu oleh rasa tak puas dengan proses dan hasil pilkada. Paradigma Kalah atau Menang Pesta demokrasi atau pesta rakyat belum dipandang sebagai sebuah ajang untuk mencari seorang pemimpin. melahirkan paradigma "kalah atau menang" menjadi pijakan politik masyarakat di masing-masing daerah. Kedua. Dampak dari itu. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. Hegemoni paradigma "kalah atau menang" membuat pilkada menjadi tidak lagi sebuah "pesta rakyat".Intelijen polisi harusnya bisa menganalisis kondisi ini sejak suhu politik di Sibolga dan Mojokerto memanas. Apabila semua aturan (regulasi) dijalankan secara baik. Kita semua berharap. Beberapa kasus kerusuhan pilkada di Sibolga dan Mojokerto seharusnya bisa menjadi kaca perbandingan bagi semua pihak. Idealnya. dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. Dugaan adanya prilaku curang dan manipulatif ditenggarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. pilkada melahirkan sebuah pemimpin yang mewajibkan untuk memajukan daerah yang merupakan sebuah tugas besar dan berat. perubahan partai politik. Bisa dikatakan. Ke depan. Hakikat pilkada yang merupakan sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. bertanggungjawab. Pertama. KPUD harus independen. menggugat sebuah proses dan jalannya pilkada harus dengan cara yang elegan dan sesuai jalur hukum. para calon pemimpin bangsa lebih senang mengedepankan "politik senyum dan santun" yang akan melahirkan sebuah pesta demokrasi damai untuk kita semua. sebagian besar kasus kerusuhan pilkada dipicu oleh mereka yang gagal maju atau kalah dalam pilkada. Tak dapat kita mungkiri. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima sebagai penyebab utama munculnya berbagai kerusuhan baik pra atau pascapilkada. polisi kecolongan pada kerusuhan ini karena fungsi intelijen tidak berjalan secara maksimal. partisipasif dan transparan sesuai dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. peran panwas harus dioptimalkan. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda dan mudah memprovokasi masyarakat. aparat. Calon gagal yang mempunyai kekuatan dana dan massa biasanya akan menggugat proses dan pelaksanaan. Yakni.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful