PENYEBAB KERUSUHAN PILKADA

Kelompok : 1. Muhammad Rachman N 2. Risal 3. Rudi Angga Pratama
TI-3B

UNIVERSITAS NASIONAL PASIM BANDUNG 2010

Selasa.Kerusuhan Pilkada Akibat KPUD Tak Netral Jakarta . Dengan asumsi itu. kemungkinan akan ada 73-122 sengketa pilkada yang akan berperkara di MK. Hal tersebut di dukung oleh ketidaknetralan KPUD dan pemerintah daerah. akan ada 244 Pilkada pada 2010 yang terdiri dari 7 pilkada provinsi dan 237 pilkada kabupaten dan kota. (28/12/2009). belum teregistrasi 22 perkara.Ketua Mahkmah Konstitusi (MK). Itu kewenangan daerah.” kata Ketua MK Mahfud MD dalam Refleksi Kinerja MK 2009 dan Proyeksi 2010 dikantornya. Kepada orang yang menjadi kandidat ikut pencalonan harus siap untuk kalah juga. berkas tidak dilengkapi. Jakarta. tolak 36 perkara. Hingga saat ini." jelasnya. 3 ditarik kembali." ujar Mahfud MD saat ditemui wartawan di Gedung MK. Jakarta. Meski demikian. dan bukan kewenangan MK. Dari data MK. ketidaksiapan para calon Kepala Daerah yang kalah dan akibat massa yang berpihak dapat melakukan tindakan anarkis. tak ada masalah apakah pilkada mau berbarengan atau tidak. Sementara MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian. Jalan Medan Merdeka Barat. Mahfud MD menilai terjadinya kerusuhan pasca Pemilukada karena adanya kecurangan yang terstruktur dan masif. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. dengan rincian total perkara yang telah terigester 69 perkara. "Ini (kerusuhan) akibat ketidaknetralan aparat baik KPUD maupun pemerintah daerah. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. Jalan Medan Merdeka Barat. Senin (12/7/2010). “MK hanya diberikan waktu 14 hari kerja untuk memutus perkara pilkada sejak permohonan didaftarkan.” tambahnya. Selain itu. MK mengaku siap menangani semua kasus sesuai kewenangannya. Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apapun. kabul 9 perkara. “Sehingga. (asp/fay) . 10 tidak diterima. (asp/Rez) MK: 50% Pilkada Berpotensi Sengketa di 2010 Jakarta -Mahkamah Konstitusi (MK) memprediksi 30-50 persen pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di Indonesia akan berpotensi sengketa yang bermuara kepada MK. MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sejumlah 95 perkara.

kerusuhan setelah pilkada terjadi di delapan daerah dari 123 daerah yang menyelenggarakan pilkada. kesejahteraan rakyat. Menurut Djoko. Meski relatif sedikit. Setiap kerusuhan adalah reaksi spontan dari tim sukses dan pendukung salah satu pasangan calon yang kecewa terhadap hasil pilkada. Melalui jalur tersebut. Jakarta. potensi kerusuhan pilkada akan bisa ditekan. hasil penelusuran sementara menunjukkan kerusuhan pascapilkada terjadi secara tiba-tiba. Djoko menjelaskan. dan para pendukung bahwa mereka sebenarnya harus ikut bertanggungjawab terhadap keamanan. penyebab kerusuhan itu antara lain akibat belum adanya kesadaran di kalangan calon kepala daerah. “Penggerak yang sistematis dan sengaja untuk itu (membuat kerusuhan) sampai saat ini tidak ada. Djoko Suyanto menegaskan. Kerusuhan biasanya melibatkan tim sukses dan pendukung para calon kepala daerah. dan perekonomian di kantor kepresidenan. Kerusuhan biasanya melibatkan tim sukses dan pendukung para calon kepala daerah. Jakarta. Djoko berharap setiap perselisihan pilkada bisa diselesaikan menggunakan jalur dan prosedur yang ada. Djoko meminta masyarakat tidak meremehkan kerusuhan pascapilkada karena tetap berpotensi mengancam keamanan negara.” kata Djoko setelah rapat terbatas bidang polhukam. hasil penelusuran sementara menunjukkan kerusuhan pascapilkada terjadi secara tiba-tiba. sampai saat ini. Djoko menjelaskan.” katanya. tim sukses. Senin. Djoko Suyanto menegaskan.Menko Polhukam.Kerusuhan PILKADA Bukan Upaya Sistematis PESATNEWS – Menko Polhukam.” kata Djoko setelah rapat terbatas bidang polhukam. kerusuhan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah akhir-akhir ini bukan upaya sistematis dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan keamanan. Senin. antara lain melalui mekanisme penyelesaian sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. Djoko menegaskan. pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ke beberapa daerah guna memberikan penyadaran bahwa para calon kepala daerah beserta tim sukses dan pendukung mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan. . Menurut Djoko. “Penggerak yang sistematis dan sengaja untuk itu (membuat kerusuhan) sampai saat ini tidak ada. Lebih lanjut. dan perekonomian di kantor kepresidenan. kerusuhan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah akhir-akhir ini bukan upaya sistematis dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan keamanan. kesejahteraan rakyat. “Selama ini hal itu belum terkoordinasi dengan baik.

potensi kerusuhan pilkada akan bisa ditekan. "Mereka mudah diintervensi oleh pihak yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya. Akibat kerusuhan itu masyarakat dirugikan karena banyak korban jiwa dan harta benda. Mereka memanas-manasi kondisi ketika calon tertentu kalah di pilkada. Lebih lanjut. kerusuhan setelah pilkada terjadi di delapan daerah dari 123 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Menurut Djoko.lnya kerusuhan pilkada di sejumlah daerah. penyelenggaraan pilkada." paparnya.” katanya. tidak adanya kesadaran elite politik dalam berdemokrasi menjadi penyebab munculnya kerusuhan pilkada. "Tidak adanya mental dari elite politik dan calon kepala daerah dalam menerima kekalahan penyebab munculnya kerusuhan. Djoko meminta masyarakat tidak meremehkan kerusuhan pascapilkada karena tetap berpotensi mengancam keamanan negara. antara lain melalui mekanisme penyelesaian sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. Hal ini yang menyulut kemarahan dari pendukung calon pa-sangan tertentu. Meski relatif sedikit. "Elite politik tentunya berada di balik muncu.Setiap kerusuhan adalah reaksi spontan dari tim sukses dan pendukung salah satu pasangan calon yang kecewa terhadap hasil pilkada." jelas pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Fberamsjah kepada Rakyat Merdeka. Djoko menegaskan. Kerusuhan Pilkada Disebabkan Calon Nggak Siap Kalah SEJUMLAH kalangan meminta elite politik bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah akibat penyelenggaraan pilkada. penyebab kerusuhan itu antara lain akibat belum adanya kesadaran di kalangan calon kepala daerah. lanjutnya. pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ke beberapa daerah guna memberikan penyadaran bahwa para calon kepala daerah beserta tim sukses dan pendukung mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan. “Selama ini hal itu belum terkoordinasi dengan baik. Selain itu. . Hanya dengan lembaran rupiah mereka dengan mudah menyulut emosi para pendukungnya untuk berbuat anarkis. seperti KPUD dan panwas pilkada ikut bertanggung jawab atas kerusuhan. dan para pendukung bahwa mereka sebenarnya harus ikut bertanggungjawab terhadap keamanan. Menurut Djoko. Dia menilai." tegasnya. tim sukses. Melalui jalur tersebut. sampai saat ini. Djoko berharap setiap perselisihan pilkada bisa diselesaikan menggunakan jalur dan prosedur yang ada.

Meski demikian. Sumatera Utara juga diwarnai kerusuhan. Jawa Timur. Di Banten. di Mojokerto. terjadi pada saat berlangsungnya acara pemaparan visi dan misi calon bupati (21/05). Jawa Timur." katanya. maka yang rugi tetap masyarakatnya. Pilkada Mojokerto. yang sempat menjadi head line news di Koran Terbesar dan Terkemuka ini. Karena. Seperti. Puluhan mobil dibakar dan kaca-kaca gedung DPRD setempat dirusak. Entah! giliran daerah mana yang akan menjadi tumbal? Anarkisme yang terjadi di Mojokerto dan Sibolga sangat disayangkan dan semakin menambah rasa kepedihan hati bangsa. Menyebabkan. Dalam kerusuhan itu. dua hari setelah pencoblosan massa merusak empat kantor kecamatan. . dia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh elite politik. "Kalau itu terjadi rakyat sendiri menanggung akibatnya. Yang mengalami korban. Perlu diketahui. ribuan pendukung tiga pasangan Walikota-Wakil Walikota Cilegon yang kalah menerobos dan merusak pagar KPUD. qar Membendung Kerusuhan dalam Pilkada Kini pesta demokrasi atau "pesta rakyat" di negeri ini kembali tercoreng dan sekaligus ternoda oleh orang yang tidak bertanggung jawab. ada beberapa daerah mengalami kerusuhan di pilkada. proses penghitungan suara pada pilkada pun sempat tertunda dan harus dipindah ke markas polisi setempat. seharusnya kerusuhan di Mojokerto bisa dicegah lebih awal. Selanjutnya. Pilkada di Humbang Hasun-dutan. Sumatera Utara. aparat polisi sering kecolongan dan bahkan sering dibuat bulan-bulanan massa. Di mana. massa merusak kantor pemkab dan tak tanggungtanggung mereka juga merusak sedikitnya 33 mobil. Para pendukung calon bupati yang tidak bisa maju dalam pilkada geram. Sungguh tragis. hampir dipastikan di setiap daerah ketika melaksanakan hajatan pemilukada kerusuhan berbasis premanisme selalu tidak terbendung. Mereka menuntut pencoblosan ulang dan penetapan pemenang dibatalkan. Karena suhu politik di Mojokerto mulai memanas ketika salah satu pasangan calon tidak lolos karena alasan kesehatan yang sempat terjadi tarik-menarik tentang keputusan itu hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. rusuh dengan cara pengrusakan tampaknya sudah dipersiapkan dan telah diatur sedemikian rupa. Kerusuhan sempat terjadi di Sibolga. sejumlah massa pendukung salah satu calon bupati yang tidak lolos mengamuk dan menghancurkan gedung. Pihak aparat yang mempunyai tanggung jawab di bidang keamanan seharusnya juga sudah bisa memetakan kondisi serta memprediksi proses pilkada-pilkada selanjutnya. Jika semua pihak menyadari akan potensi kericuhan. Mereka menuding pelaksanaan pilkada Cilegon penuh kecurangan. Mereka merusak gedung DPRD serta rumah-rumah penduduk. Kejadian ini. jangan sampai terjadi kerusuhan serupa. 17 di antaranya hangus terbakar.

perubahan partai politik. Dugaan adanya prilaku curang dan manipulatif ditenggarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. Apabila semua aturan (regulasi) dijalankan secara baik. Yakni. aparat. melahirkan paradigma "kalah atau menang" menjadi pijakan politik masyarakat di masing-masing daerah. peran panwas harus dioptimalkan. bertanggungjawab. akan tetapi mencari seorang berduit untuk menjadi pemimpin. polisi kecolongan pada kerusuhan ini karena fungsi intelijen tidak berjalan secara maksimal. Bisa dikatakan. Paradigma Kalah atau Menang Pesta demokrasi atau pesta rakyat belum dipandang sebagai sebuah ajang untuk mencari seorang pemimpin. Hakikat pilkada yang merupakan sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. sebagian besar kasus kerusuhan pilkada dipicu oleh mereka yang gagal maju atau kalah dalam pilkada.Intelijen polisi harusnya bisa menganalisis kondisi ini sejak suhu politik di Sibolga dan Mojokerto memanas. Karena. Paradigma ini pula yang memunculkan sikap apatisme masyarakat terhadap pilkada. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. KPUD harus independen. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima sebagai penyebab utama munculnya berbagai kerusuhan baik pra atau pascapilkada. Kita semua berharap. dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. dan tokoh masyarakat diharapkan juga bisa bahu-membahu menciptakan sebuah situasi yang kondusif. Pertama. pilkada melahirkan sebuah pemimpin yang mewajibkan untuk memajukan daerah yang merupakan sebuah tugas besar dan berat. Kedua. Ketiga. menggugat sebuah proses dan jalannya pilkada harus dengan cara yang elegan dan sesuai jalur hukum. ada beberapa yang harus lebih ekstra dalam meningkatkan kinerja untuk tidak terjadi kerusuhan dalam pilkada. Semoga! . Lihat saja. kekhawatiran akan anarkisme dan konflik pra dan pasca pelaksanaan pilkada tidak akan terjadi. partisipasif dan transparan sesuai dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. Hegemoni paradigma "kalah atau menang" membuat pilkada menjadi tidak lagi sebuah "pesta rakyat". kerusuhan dan kericuhan pada pilkada lebih sering dipicu oleh rasa tak puas dengan proses dan hasil pilkada. Beberapa kasus kerusuhan pilkada di Sibolga dan Mojokerto seharusnya bisa menjadi kaca perbandingan bagi semua pihak. Ke depan. para calon pemimpin bangsa lebih senang mengedepankan "politik senyum dan santun" yang akan melahirkan sebuah pesta demokrasi damai untuk kita semua. Baik Muspida. Dampak dari itu. Rakyat juga harus pintar-pintar dalam belajar dengan kejadian-kejadian yang telah berlangsung terjadi dan tidak mudah diprovokasi untuk membuat rusuh. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda dan mudah memprovokasi masyarakat. Idealnya. Calon gagal yang mempunyai kekuatan dana dan massa biasanya akan menggugat proses dan pelaksanaan. Tak dapat kita mungkiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful