PENYEBAB KERUSUHAN PILKADA

Kelompok : 1. Muhammad Rachman N 2. Risal 3. Rudi Angga Pratama
TI-3B

UNIVERSITAS NASIONAL PASIM BANDUNG 2010

kemungkinan akan ada 73-122 sengketa pilkada yang akan berperkara di MK. Selain itu. 3 ditarik kembali. kabul 9 perkara. Jalan Medan Merdeka Barat." jelasnya. Jakarta.Kerusuhan Pilkada Akibat KPUD Tak Netral Jakarta . Itu kewenangan daerah. Mahfud MD menilai terjadinya kerusuhan pasca Pemilukada karena adanya kecurangan yang terstruktur dan masif. "Ini (kerusuhan) akibat ketidaknetralan aparat baik KPUD maupun pemerintah daerah. (28/12/2009). dengan rincian total perkara yang telah terigester 69 perkara. Kepada orang yang menjadi kandidat ikut pencalonan harus siap untuk kalah juga. tolak 36 perkara. berkas tidak dilengkapi." ujar Mahfud MD saat ditemui wartawan di Gedung MK. Selasa. tak ada masalah apakah pilkada mau berbarengan atau tidak. MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sejumlah 95 perkara. “MK hanya diberikan waktu 14 hari kerja untuk memutus perkara pilkada sejak permohonan didaftarkan. Hal tersebut di dukung oleh ketidaknetralan KPUD dan pemerintah daerah. Jalan Medan Merdeka Barat. Dengan asumsi itu. (asp/Rez) MK: 50% Pilkada Berpotensi Sengketa di 2010 Jakarta -Mahkamah Konstitusi (MK) memprediksi 30-50 persen pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di Indonesia akan berpotensi sengketa yang bermuara kepada MK. 10 tidak diterima. Meski demikian. Dari data MK. Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apapun. “Sehingga.” kata Ketua MK Mahfud MD dalam Refleksi Kinerja MK 2009 dan Proyeksi 2010 dikantornya. dan bukan kewenangan MK.” tambahnya.Ketua Mahkmah Konstitusi (MK). Sementara MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian. (asp/fay) . akan ada 244 Pilkada pada 2010 yang terdiri dari 7 pilkada provinsi dan 237 pilkada kabupaten dan kota. belum teregistrasi 22 perkara. Hingga saat ini. Jakarta. ketidaksiapan para calon Kepala Daerah yang kalah dan akibat massa yang berpihak dapat melakukan tindakan anarkis. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. MK mengaku siap menangani semua kasus sesuai kewenangannya. Senin (12/7/2010). "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral.

” kata Djoko setelah rapat terbatas bidang polhukam. kerusuhan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah akhir-akhir ini bukan upaya sistematis dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan keamanan. Djoko menegaskan. . “Penggerak yang sistematis dan sengaja untuk itu (membuat kerusuhan) sampai saat ini tidak ada. Lebih lanjut. hasil penelusuran sementara menunjukkan kerusuhan pascapilkada terjadi secara tiba-tiba. Jakarta. Djoko berharap setiap perselisihan pilkada bisa diselesaikan menggunakan jalur dan prosedur yang ada. kesejahteraan rakyat. penyebab kerusuhan itu antara lain akibat belum adanya kesadaran di kalangan calon kepala daerah. Jakarta. Melalui jalur tersebut. Setiap kerusuhan adalah reaksi spontan dari tim sukses dan pendukung salah satu pasangan calon yang kecewa terhadap hasil pilkada. kerusuhan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah akhir-akhir ini bukan upaya sistematis dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan keamanan. Meski relatif sedikit. dan perekonomian di kantor kepresidenan. Djoko Suyanto menegaskan.” kata Djoko setelah rapat terbatas bidang polhukam. “Penggerak yang sistematis dan sengaja untuk itu (membuat kerusuhan) sampai saat ini tidak ada.Kerusuhan PILKADA Bukan Upaya Sistematis PESATNEWS – Menko Polhukam.Menko Polhukam. kerusuhan setelah pilkada terjadi di delapan daerah dari 123 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Senin. dan para pendukung bahwa mereka sebenarnya harus ikut bertanggungjawab terhadap keamanan. Menurut Djoko. pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ke beberapa daerah guna memberikan penyadaran bahwa para calon kepala daerah beserta tim sukses dan pendukung mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan. antara lain melalui mekanisme penyelesaian sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. tim sukses. Djoko menjelaskan. Senin. Kerusuhan biasanya melibatkan tim sukses dan pendukung para calon kepala daerah. Menurut Djoko. Kerusuhan biasanya melibatkan tim sukses dan pendukung para calon kepala daerah. sampai saat ini. Djoko menjelaskan. hasil penelusuran sementara menunjukkan kerusuhan pascapilkada terjadi secara tiba-tiba. kesejahteraan rakyat. Djoko meminta masyarakat tidak meremehkan kerusuhan pascapilkada karena tetap berpotensi mengancam keamanan negara. potensi kerusuhan pilkada akan bisa ditekan. Djoko Suyanto menegaskan. “Selama ini hal itu belum terkoordinasi dengan baik. dan perekonomian di kantor kepresidenan.” katanya.

Mereka memanas-manasi kondisi ketika calon tertentu kalah di pilkada. "Mereka mudah diintervensi oleh pihak yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya. "Tidak adanya mental dari elite politik dan calon kepala daerah dalam menerima kekalahan penyebab munculnya kerusuhan. Menurut Djoko." paparnya. Meski relatif sedikit. Melalui jalur tersebut. Hanya dengan lembaran rupiah mereka dengan mudah menyulut emosi para pendukungnya untuk berbuat anarkis. "Elite politik tentunya berada di balik muncu. “Selama ini hal itu belum terkoordinasi dengan baik. Djoko meminta masyarakat tidak meremehkan kerusuhan pascapilkada karena tetap berpotensi mengancam keamanan negara. Kerusuhan Pilkada Disebabkan Calon Nggak Siap Kalah SEJUMLAH kalangan meminta elite politik bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah akibat penyelenggaraan pilkada. antara lain melalui mekanisme penyelesaian sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. Djoko menegaskan." tegasnya. tim sukses. kerusuhan setelah pilkada terjadi di delapan daerah dari 123 daerah yang menyelenggarakan pilkada. lanjutnya. Lebih lanjut.Setiap kerusuhan adalah reaksi spontan dari tim sukses dan pendukung salah satu pasangan calon yang kecewa terhadap hasil pilkada. dan para pendukung bahwa mereka sebenarnya harus ikut bertanggungjawab terhadap keamanan. . Akibat kerusuhan itu masyarakat dirugikan karena banyak korban jiwa dan harta benda. Menurut Djoko.” katanya. sampai saat ini. pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ke beberapa daerah guna memberikan penyadaran bahwa para calon kepala daerah beserta tim sukses dan pendukung mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan." jelas pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Fberamsjah kepada Rakyat Merdeka. seperti KPUD dan panwas pilkada ikut bertanggung jawab atas kerusuhan. Hal ini yang menyulut kemarahan dari pendukung calon pa-sangan tertentu. penyebab kerusuhan itu antara lain akibat belum adanya kesadaran di kalangan calon kepala daerah. Djoko berharap setiap perselisihan pilkada bisa diselesaikan menggunakan jalur dan prosedur yang ada. Selain itu. tidak adanya kesadaran elite politik dalam berdemokrasi menjadi penyebab munculnya kerusuhan pilkada.lnya kerusuhan pilkada di sejumlah daerah. penyelenggaraan pilkada. Dia menilai. potensi kerusuhan pilkada akan bisa ditekan.

proses penghitungan suara pada pilkada pun sempat tertunda dan harus dipindah ke markas polisi setempat. "Kalau itu terjadi rakyat sendiri menanggung akibatnya. 17 di antaranya hangus terbakar. Kejadian ini." katanya. Di mana. Dalam kerusuhan itu. Sumatera Utara juga diwarnai kerusuhan. Mereka menuntut pencoblosan ulang dan penetapan pemenang dibatalkan. Selanjutnya. Sumatera Utara. Mereka menuding pelaksanaan pilkada Cilegon penuh kecurangan. Pihak aparat yang mempunyai tanggung jawab di bidang keamanan seharusnya juga sudah bisa memetakan kondisi serta memprediksi proses pilkada-pilkada selanjutnya. Pilkada di Humbang Hasun-dutan. qar Membendung Kerusuhan dalam Pilkada Kini pesta demokrasi atau "pesta rakyat" di negeri ini kembali tercoreng dan sekaligus ternoda oleh orang yang tidak bertanggung jawab. jangan sampai terjadi kerusuhan serupa. Yang mengalami korban. Para pendukung calon bupati yang tidak bisa maju dalam pilkada geram. rusuh dengan cara pengrusakan tampaknya sudah dipersiapkan dan telah diatur sedemikian rupa. Jika semua pihak menyadari akan potensi kericuhan. seharusnya kerusuhan di Mojokerto bisa dicegah lebih awal. Mereka merusak gedung DPRD serta rumah-rumah penduduk. Karena. dia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh elite politik. . Di Banten. Sungguh tragis. Jawa Timur. dua hari setelah pencoblosan massa merusak empat kantor kecamatan. Seperti. Perlu diketahui. Karena suhu politik di Mojokerto mulai memanas ketika salah satu pasangan calon tidak lolos karena alasan kesehatan yang sempat terjadi tarik-menarik tentang keputusan itu hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. aparat polisi sering kecolongan dan bahkan sering dibuat bulan-bulanan massa.Meski demikian. di Mojokerto. hampir dipastikan di setiap daerah ketika melaksanakan hajatan pemilukada kerusuhan berbasis premanisme selalu tidak terbendung. ada beberapa daerah mengalami kerusuhan di pilkada. Menyebabkan. Jawa Timur. Kerusuhan sempat terjadi di Sibolga. yang sempat menjadi head line news di Koran Terbesar dan Terkemuka ini. Puluhan mobil dibakar dan kaca-kaca gedung DPRD setempat dirusak. terjadi pada saat berlangsungnya acara pemaparan visi dan misi calon bupati (21/05). ribuan pendukung tiga pasangan Walikota-Wakil Walikota Cilegon yang kalah menerobos dan merusak pagar KPUD. massa merusak kantor pemkab dan tak tanggungtanggung mereka juga merusak sedikitnya 33 mobil. maka yang rugi tetap masyarakatnya. sejumlah massa pendukung salah satu calon bupati yang tidak lolos mengamuk dan menghancurkan gedung. Entah! giliran daerah mana yang akan menjadi tumbal? Anarkisme yang terjadi di Mojokerto dan Sibolga sangat disayangkan dan semakin menambah rasa kepedihan hati bangsa. Pilkada Mojokerto.

Ketiga. melahirkan paradigma "kalah atau menang" menjadi pijakan politik masyarakat di masing-masing daerah. Dampak dari itu. polisi kecolongan pada kerusuhan ini karena fungsi intelijen tidak berjalan secara maksimal. sebagian besar kasus kerusuhan pilkada dipicu oleh mereka yang gagal maju atau kalah dalam pilkada. Rakyat juga harus pintar-pintar dalam belajar dengan kejadian-kejadian yang telah berlangsung terjadi dan tidak mudah diprovokasi untuk membuat rusuh. Kita semua berharap. Dugaan adanya prilaku curang dan manipulatif ditenggarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. kekhawatiran akan anarkisme dan konflik pra dan pasca pelaksanaan pilkada tidak akan terjadi. Idealnya. Yakni. partisipasif dan transparan sesuai dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. bertanggungjawab. Tak dapat kita mungkiri. Paradigma Kalah atau Menang Pesta demokrasi atau pesta rakyat belum dipandang sebagai sebuah ajang untuk mencari seorang pemimpin. Apabila semua aturan (regulasi) dijalankan secara baik. peran panwas harus dioptimalkan. Baik Muspida. Hegemoni paradigma "kalah atau menang" membuat pilkada menjadi tidak lagi sebuah "pesta rakyat". Hakikat pilkada yang merupakan sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. Lihat saja. Bisa dikatakan. dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. ada beberapa yang harus lebih ekstra dalam meningkatkan kinerja untuk tidak terjadi kerusuhan dalam pilkada. Karena. kerusuhan dan kericuhan pada pilkada lebih sering dipicu oleh rasa tak puas dengan proses dan hasil pilkada. akan tetapi mencari seorang berduit untuk menjadi pemimpin. Kedua. menggugat sebuah proses dan jalannya pilkada harus dengan cara yang elegan dan sesuai jalur hukum. KPUD harus independen. Ke depan.Intelijen polisi harusnya bisa menganalisis kondisi ini sejak suhu politik di Sibolga dan Mojokerto memanas. Calon gagal yang mempunyai kekuatan dana dan massa biasanya akan menggugat proses dan pelaksanaan. para calon pemimpin bangsa lebih senang mengedepankan "politik senyum dan santun" yang akan melahirkan sebuah pesta demokrasi damai untuk kita semua. pilkada melahirkan sebuah pemimpin yang mewajibkan untuk memajukan daerah yang merupakan sebuah tugas besar dan berat. Beberapa kasus kerusuhan pilkada di Sibolga dan Mojokerto seharusnya bisa menjadi kaca perbandingan bagi semua pihak. Paradigma ini pula yang memunculkan sikap apatisme masyarakat terhadap pilkada. perubahan partai politik. aparat. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima sebagai penyebab utama munculnya berbagai kerusuhan baik pra atau pascapilkada. dan tokoh masyarakat diharapkan juga bisa bahu-membahu menciptakan sebuah situasi yang kondusif. Pertama. Semoga! . diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda dan mudah memprovokasi masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful