PENYEBAB KERUSUHAN PILKADA

Kelompok : 1. Muhammad Rachman N 2. Risal 3. Rudi Angga Pratama
TI-3B

UNIVERSITAS NASIONAL PASIM BANDUNG 2010

akan ada 244 Pilkada pada 2010 yang terdiri dari 7 pilkada provinsi dan 237 pilkada kabupaten dan kota. Mahfud MD menilai terjadinya kerusuhan pasca Pemilukada karena adanya kecurangan yang terstruktur dan masif.Ketua Mahkmah Konstitusi (MK). kabul 9 perkara. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apapun. Kepada orang yang menjadi kandidat ikut pencalonan harus siap untuk kalah juga. Senin (12/7/2010). Jalan Medan Merdeka Barat. Hingga saat ini. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. 3 ditarik kembali. Jakarta. tolak 36 perkara. dengan rincian total perkara yang telah terigester 69 perkara. dan bukan kewenangan MK. MK mengaku siap menangani semua kasus sesuai kewenangannya. 10 tidak diterima. ketidaksiapan para calon Kepala Daerah yang kalah dan akibat massa yang berpihak dapat melakukan tindakan anarkis.Kerusuhan Pilkada Akibat KPUD Tak Netral Jakarta . (28/12/2009). “MK hanya diberikan waktu 14 hari kerja untuk memutus perkara pilkada sejak permohonan didaftarkan. Dengan asumsi itu. Jakarta. Hal tersebut di dukung oleh ketidaknetralan KPUD dan pemerintah daerah." jelasnya.” tambahnya. (asp/Rez) MK: 50% Pilkada Berpotensi Sengketa di 2010 Jakarta -Mahkamah Konstitusi (MK) memprediksi 30-50 persen pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di Indonesia akan berpotensi sengketa yang bermuara kepada MK. Jalan Medan Merdeka Barat. berkas tidak dilengkapi." ujar Mahfud MD saat ditemui wartawan di Gedung MK. Sementara MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian. kemungkinan akan ada 73-122 sengketa pilkada yang akan berperkara di MK. Dari data MK. Selasa. “Sehingga. (asp/fay) . MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sejumlah 95 perkara. tak ada masalah apakah pilkada mau berbarengan atau tidak.” kata Ketua MK Mahfud MD dalam Refleksi Kinerja MK 2009 dan Proyeksi 2010 dikantornya. "Ini (kerusuhan) akibat ketidaknetralan aparat baik KPUD maupun pemerintah daerah. Selain itu. belum teregistrasi 22 perkara. Meski demikian. Itu kewenangan daerah.

Menurut Djoko. dan perekonomian di kantor kepresidenan.” kata Djoko setelah rapat terbatas bidang polhukam.Menko Polhukam. Jakarta. “Penggerak yang sistematis dan sengaja untuk itu (membuat kerusuhan) sampai saat ini tidak ada. antara lain melalui mekanisme penyelesaian sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi.” kata Djoko setelah rapat terbatas bidang polhukam. dan para pendukung bahwa mereka sebenarnya harus ikut bertanggungjawab terhadap keamanan. Kerusuhan biasanya melibatkan tim sukses dan pendukung para calon kepala daerah. Senin. Djoko menjelaskan. hasil penelusuran sementara menunjukkan kerusuhan pascapilkada terjadi secara tiba-tiba. kesejahteraan rakyat. Melalui jalur tersebut. . Senin. “Penggerak yang sistematis dan sengaja untuk itu (membuat kerusuhan) sampai saat ini tidak ada.” katanya. Lebih lanjut. tim sukses. Djoko berharap setiap perselisihan pilkada bisa diselesaikan menggunakan jalur dan prosedur yang ada.Kerusuhan PILKADA Bukan Upaya Sistematis PESATNEWS – Menko Polhukam. pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ke beberapa daerah guna memberikan penyadaran bahwa para calon kepala daerah beserta tim sukses dan pendukung mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan. hasil penelusuran sementara menunjukkan kerusuhan pascapilkada terjadi secara tiba-tiba. Jakarta. dan perekonomian di kantor kepresidenan. Djoko menegaskan. kerusuhan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah akhir-akhir ini bukan upaya sistematis dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan keamanan. kesejahteraan rakyat. Djoko menjelaskan. Djoko Suyanto menegaskan. “Selama ini hal itu belum terkoordinasi dengan baik. Meski relatif sedikit. penyebab kerusuhan itu antara lain akibat belum adanya kesadaran di kalangan calon kepala daerah. potensi kerusuhan pilkada akan bisa ditekan. sampai saat ini. Menurut Djoko. kerusuhan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah akhir-akhir ini bukan upaya sistematis dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan keamanan. Djoko Suyanto menegaskan. Setiap kerusuhan adalah reaksi spontan dari tim sukses dan pendukung salah satu pasangan calon yang kecewa terhadap hasil pilkada. kerusuhan setelah pilkada terjadi di delapan daerah dari 123 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Kerusuhan biasanya melibatkan tim sukses dan pendukung para calon kepala daerah. Djoko meminta masyarakat tidak meremehkan kerusuhan pascapilkada karena tetap berpotensi mengancam keamanan negara.

Dia menilai. potensi kerusuhan pilkada akan bisa ditekan. antara lain melalui mekanisme penyelesaian sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. kerusuhan setelah pilkada terjadi di delapan daerah dari 123 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Lebih lanjut. "Elite politik tentunya berada di balik muncu." paparnya. dan para pendukung bahwa mereka sebenarnya harus ikut bertanggungjawab terhadap keamanan. Djoko menegaskan. Mereka memanas-manasi kondisi ketika calon tertentu kalah di pilkada. "Mereka mudah diintervensi oleh pihak yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya. . Selain itu." tegasnya.Setiap kerusuhan adalah reaksi spontan dari tim sukses dan pendukung salah satu pasangan calon yang kecewa terhadap hasil pilkada. Melalui jalur tersebut. Hanya dengan lembaran rupiah mereka dengan mudah menyulut emosi para pendukungnya untuk berbuat anarkis. Menurut Djoko. pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ke beberapa daerah guna memberikan penyadaran bahwa para calon kepala daerah beserta tim sukses dan pendukung mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan. Meski relatif sedikit." jelas pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Fberamsjah kepada Rakyat Merdeka. sampai saat ini. Akibat kerusuhan itu masyarakat dirugikan karena banyak korban jiwa dan harta benda. Kerusuhan Pilkada Disebabkan Calon Nggak Siap Kalah SEJUMLAH kalangan meminta elite politik bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah akibat penyelenggaraan pilkada.lnya kerusuhan pilkada di sejumlah daerah.” katanya. penyelenggaraan pilkada. "Tidak adanya mental dari elite politik dan calon kepala daerah dalam menerima kekalahan penyebab munculnya kerusuhan. tim sukses. lanjutnya. seperti KPUD dan panwas pilkada ikut bertanggung jawab atas kerusuhan. penyebab kerusuhan itu antara lain akibat belum adanya kesadaran di kalangan calon kepala daerah. Hal ini yang menyulut kemarahan dari pendukung calon pa-sangan tertentu. tidak adanya kesadaran elite politik dalam berdemokrasi menjadi penyebab munculnya kerusuhan pilkada. “Selama ini hal itu belum terkoordinasi dengan baik. Djoko meminta masyarakat tidak meremehkan kerusuhan pascapilkada karena tetap berpotensi mengancam keamanan negara. Djoko berharap setiap perselisihan pilkada bisa diselesaikan menggunakan jalur dan prosedur yang ada. Menurut Djoko.

seharusnya kerusuhan di Mojokerto bisa dicegah lebih awal. Jawa Timur. dia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh elite politik." katanya. massa merusak kantor pemkab dan tak tanggungtanggung mereka juga merusak sedikitnya 33 mobil. ribuan pendukung tiga pasangan Walikota-Wakil Walikota Cilegon yang kalah menerobos dan merusak pagar KPUD. terjadi pada saat berlangsungnya acara pemaparan visi dan misi calon bupati (21/05). Yang mengalami korban. Pihak aparat yang mempunyai tanggung jawab di bidang keamanan seharusnya juga sudah bisa memetakan kondisi serta memprediksi proses pilkada-pilkada selanjutnya. Seperti. Jika semua pihak menyadari akan potensi kericuhan. Pilkada Mojokerto. Menyebabkan. Kejadian ini. Karena. ada beberapa daerah mengalami kerusuhan di pilkada. Pilkada di Humbang Hasun-dutan. Sumatera Utara juga diwarnai kerusuhan. Para pendukung calon bupati yang tidak bisa maju dalam pilkada geram. Mereka menuntut pencoblosan ulang dan penetapan pemenang dibatalkan. Di Banten. qar Membendung Kerusuhan dalam Pilkada Kini pesta demokrasi atau "pesta rakyat" di negeri ini kembali tercoreng dan sekaligus ternoda oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Selanjutnya. yang sempat menjadi head line news di Koran Terbesar dan Terkemuka ini.Meski demikian. sejumlah massa pendukung salah satu calon bupati yang tidak lolos mengamuk dan menghancurkan gedung. Di mana. maka yang rugi tetap masyarakatnya. Entah! giliran daerah mana yang akan menjadi tumbal? Anarkisme yang terjadi di Mojokerto dan Sibolga sangat disayangkan dan semakin menambah rasa kepedihan hati bangsa. proses penghitungan suara pada pilkada pun sempat tertunda dan harus dipindah ke markas polisi setempat. Mereka menuding pelaksanaan pilkada Cilegon penuh kecurangan. di Mojokerto. Kerusuhan sempat terjadi di Sibolga. hampir dipastikan di setiap daerah ketika melaksanakan hajatan pemilukada kerusuhan berbasis premanisme selalu tidak terbendung. Sumatera Utara. jangan sampai terjadi kerusuhan serupa. Perlu diketahui. 17 di antaranya hangus terbakar. . aparat polisi sering kecolongan dan bahkan sering dibuat bulan-bulanan massa. Sungguh tragis. rusuh dengan cara pengrusakan tampaknya sudah dipersiapkan dan telah diatur sedemikian rupa. Mereka merusak gedung DPRD serta rumah-rumah penduduk. "Kalau itu terjadi rakyat sendiri menanggung akibatnya. Karena suhu politik di Mojokerto mulai memanas ketika salah satu pasangan calon tidak lolos karena alasan kesehatan yang sempat terjadi tarik-menarik tentang keputusan itu hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. dua hari setelah pencoblosan massa merusak empat kantor kecamatan. Puluhan mobil dibakar dan kaca-kaca gedung DPRD setempat dirusak. Dalam kerusuhan itu. Jawa Timur.

bertanggungjawab. Dampak dari itu. Kita semua berharap. Pertama. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda dan mudah memprovokasi masyarakat. melahirkan paradigma "kalah atau menang" menjadi pijakan politik masyarakat di masing-masing daerah. para calon pemimpin bangsa lebih senang mengedepankan "politik senyum dan santun" yang akan melahirkan sebuah pesta demokrasi damai untuk kita semua. perubahan partai politik. akan tetapi mencari seorang berduit untuk menjadi pemimpin. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. Paradigma Kalah atau Menang Pesta demokrasi atau pesta rakyat belum dipandang sebagai sebuah ajang untuk mencari seorang pemimpin. peran panwas harus dioptimalkan. aparat. Paradigma ini pula yang memunculkan sikap apatisme masyarakat terhadap pilkada. polisi kecolongan pada kerusuhan ini karena fungsi intelijen tidak berjalan secara maksimal. partisipasif dan transparan sesuai dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. Ketiga. Semoga! .Intelijen polisi harusnya bisa menganalisis kondisi ini sejak suhu politik di Sibolga dan Mojokerto memanas. sebagian besar kasus kerusuhan pilkada dipicu oleh mereka yang gagal maju atau kalah dalam pilkada. Dugaan adanya prilaku curang dan manipulatif ditenggarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. dan tokoh masyarakat diharapkan juga bisa bahu-membahu menciptakan sebuah situasi yang kondusif. menggugat sebuah proses dan jalannya pilkada harus dengan cara yang elegan dan sesuai jalur hukum. Ke depan. Rakyat juga harus pintar-pintar dalam belajar dengan kejadian-kejadian yang telah berlangsung terjadi dan tidak mudah diprovokasi untuk membuat rusuh. Beberapa kasus kerusuhan pilkada di Sibolga dan Mojokerto seharusnya bisa menjadi kaca perbandingan bagi semua pihak. dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. kekhawatiran akan anarkisme dan konflik pra dan pasca pelaksanaan pilkada tidak akan terjadi. Kedua. Idealnya. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima sebagai penyebab utama munculnya berbagai kerusuhan baik pra atau pascapilkada. Lihat saja. Apabila semua aturan (regulasi) dijalankan secara baik. ada beberapa yang harus lebih ekstra dalam meningkatkan kinerja untuk tidak terjadi kerusuhan dalam pilkada. pilkada melahirkan sebuah pemimpin yang mewajibkan untuk memajukan daerah yang merupakan sebuah tugas besar dan berat. Karena. kerusuhan dan kericuhan pada pilkada lebih sering dipicu oleh rasa tak puas dengan proses dan hasil pilkada. Hakikat pilkada yang merupakan sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. Tak dapat kita mungkiri. Yakni. Baik Muspida. Hegemoni paradigma "kalah atau menang" membuat pilkada menjadi tidak lagi sebuah "pesta rakyat". Calon gagal yang mempunyai kekuatan dana dan massa biasanya akan menggugat proses dan pelaksanaan. Bisa dikatakan. KPUD harus independen.