Anda di halaman 1dari 8

Pengakuan Iman Rasuli

Pengakuan Iman Rasul adalah salah satu dari kredo yang secara luas
diterima dan diakui oleh Gereja-gereja Kristen, khususnya Gereja-gereja yang
berakar dalam tradisi Barat. Pengakuan Iman Rasuli dikenal pula dengan
nama Symbolum Apostolorum (bahasa Latin). Di kalangan Gereja Katolik
Roma, kredo ini disebut Syahadat Para Rasul.

PENGAKUAN IMAN RASULI


 
1. Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan 
   bumi.
2. Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.
3. Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
4. Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
    disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.
5. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
6. Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.
7. Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup 
    dan yang mati.
8. Aku percaya kepada Roh Kudus.
9. Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan Orang Kudus
10. Pengampunan Dosa.
11. Kebangkitan Tubuh.
12. dan Hidup Yang Kekal.
 
AMIN.

Asal-usul
Menurut legenda, para rasul (murid-murid Yesus) sendirilah yang menulis
kredo ini pada hari ke-10 (Hari Pentakosta) setelah kenaikan Yesus Kristus ke
sorga. Karena isinya mengandung 12 butir, ada keyakinan bahwa masing-
masing murid Yesus menuliskan satu pernyataan di bawah bimbingan Roh
Kudus. Sebagian sejarahwan mengatakan bahwa kredo ini berasal dari Gaul,
Prancis, pada abad ke-5.
Bukti historis konkret yang tertua tentang keberadaan kredo ini adalah
sepucuk surat dari Konsili Milano (390 M) kepada Paus Siricius yang bunyinya
demikian:
"Bila engkau tidak memuji ajaran-ajaran para imam ... biarlah pujian itu
setidak-tidaknya diberikan kepada Symbolum Apostolorum yang selalu
dilestarikan oleh Gereja Roma dan akan tetap dipertahankan agar tidak
dilanggar."
Kredo ini paling banyak digunakan dalam ibadah orang-orang Kristen di
Barat. Catholic Encyclopedia memuat pembahasan terinci tentang asal-usul
Pengakuan Iman Rasul ini.
Kredo ini adalah rumusan ajaran dasar Gereja perdana, yang dibuat
berdasarkan amanat agung Yesus untuk menjadikan segala bangsa muridnya,
membaptiskan mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Matius
28:18-20). Karena itu, dari kredo ini kelihatan bahwa doktrin sentralnya
adalah Tritunggal dan Allah sang Pencipta.
Pada masa ketika kebanyakan umat Kristen masih buta huruf, pengulangan
secara lisan Pengakuan Iman Rasul ini seiring dengan Doa Bapa Kami dan
Sepuluh Perintah Tuhan (Dasa Titah) membantu melestarikan dan
menyebarkan iman Kristiani dari gereja-gereja Barat. Pengakuan Iman Rasul
tidak memiliki peran di Gereja Ortodoks Timur.
Versi tertulis yang paling awal kemungkinan adalah Kredo Tanya Jawab
Hipolitus (sekitar 215 M). Versi yang sekarang pertama kali ditemukan di
dalam tulisan-tulisan Caesarius dari Arles (wafat 542). Pengakuan Iman Rasul
ini rupanya digunakan sebagai ringkasan ajaran Kristen untuk calon-calon
baptisan di gereja-gereja Roma. Oleh karena itu dikenal juga sebagai
Symbolum Romanum (Roman Symbol). Dalam versi Hipolitus, Pengakuan
Iman ini diberikan dalam bentuk tanya jawab dengan calon baptisan yang
kemudian mengakui bahwa mereka percaya tiap pernyataan.
Teks Indonesia
Teks dalam bahasa Indonesia menurut Versi Katolik Roma dan Protestan

Syahadat Para Rasul Pengakuan Iman Rasul


(Versi Katolik Roma) (Versi Protestan)
Aku percaya akan Allah, Aku percaya kepada Allah,
Bapa yang mahakuasa Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan bumi. Khalik langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus, Dan kepada Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita. Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita
yang dikandung dari Roh Kudus, Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria; lahir dari anak dara Maria
Yang menderita sengsara Yang menderita sengsara¹
di bawah pemerintahan Pontius
dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
Pilatus,
disalibkan, wafat dan dimakamkan; disalibkan, mati dan dikuburkan,
yang turun ke tempat penantian, turun ke dalam kerajaan maut
pada hari ketiga bangkit Pada hari yang ketiga bangkit pula
dari antara orang mati; dari antara orang mati
Yang naik ke surga, Naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa duduk di sebelah kanan Allah Bapa
Yang mahakuasa, yang Mahakuasa,
dari situ Ia akan datang Dan dari sana Ia akan datang
mengadili orang yang hidup dan yang untuk menghakimi orang yang hidup
mati. dan yang mati
Aku percaya akan Roh Kudus, Aku percaya kepada Roh Kudus,
Gereja katolik² yang kudus, Gereja yang kudus dan am,²
Persekutuan para kudus, persekutuan orang kudus
pengampunan dosa, pengampunan dosa
Kebangkitan badan kebangkitan tubuh³
kehidupan kekal. Amin dan hidup yang kekal. Amin

Sebagian versi hanya mengatakan "Yang menderita", tanpa "sengsara",


dengan pertimbangan bahwa sengsara dengan sendirinya mengandung arti
penderitaan.
Katolik di sini berarti semesta dan universal, arti yang sama dengan kata am
yang digunakan dalam versi Protestan.

Sebagian versi menerjemahkan "kebangkitan tubuh" atau "kebangkitan


daging", yaitu terjemahan harafiah dari "carnis resurrectionem" (bahasa
Latin) atau "σαρκος ανά στασιν" (sarkos anastasin) (bahasa Yunani).

Teks Latin
Teks dalam bahasa Latin:

Credo in Deum Patrem omnipotentem;


Creatorem coeli et terrae.

Et in Iesum Christum, Filium ejus unicum, Dominum nostrum;


qui conceptus est de Spiritu Sancto, natus ex Maria virgine;
passus sub Pontio Pilato, crucifixus, mortuus, et sepultus;
descendit ad inferna;
tertia die resurrexit a mortuis;
ascendit ad coelos;
sedet ad dexteram Dei Patris omnipotentis;
inde venturus (est) judicare vivos et mortuos.

Credo in Spiritum Sanctum;


sanctam ecclesiam catholicam;
sanctorum communionem;
remissionem peccatorum;
carnis resurrectionem;
vitam oeternam. Amen.

Teks Yunani
Teks dalam bahasa Yunani:

Πιστεύω εις Θεον Πατερα, παντοκράτορα, ποιητην ουρανου και γης.

Και (εις) `Ιησουν Χριστον, υίον αυτου τον μονογενη, τον κύριον ήμων,
τον συλληφθέντα εκ πνεύματοσ άγίου, γεννηθέντα εκ Μαρίας της παρθένου,
παθόντα επι Ποντίου Πιλάτου, σταυρωθέντα, θανόντα, και ταφέντα,
κατελθόντα εις τα κατώτατα,
τη τρίτη `ημέρα `αναστάντα `απο των νεκρων,
`ανελθόντα εις τους ουρανούς,
καθεζόμενον εν δεξια θεου πατρος παντο δυνάμου,
εκειθεν ερχόμενον κρϊναι ζωντας και νεκρούς.

Πιστεύω εις το Πνυμα το `Αγιον,


αγίαν καθολικην εκκλησίαν,
αγίων κοινωνίαν,
άφεσιν αμαρτιων,
σαρκος ανάστασιν,
ξωήν αιώνιον. Αμήν.

Pengakuan Iman Athanasius


Pengakuan iman ini diperkirakan ditulis pada akhir abad ke lima atau
permulaan abad ke enam. Tidak diketahui dengan pasti siapa penulis
pengakuan iman ini. Diberi nama Athanasius sangat mungkin karena isi
pengakuan iman ini mencerminkan ajaran seorang bapak Gereja bernama
Athanasius (296-373), yaitu Bishop di Alexandria, yang sangat menekankan
pada Ketritunggalan Allah dan Keilahian Yesus Kristus. Dalam konsili di Nicea
(325), Athanasius merupakan lawan yang mematahkan argumentasi Arius
(lihat pengakuan iman Nicea). Itulah sebabnya jikalau kita amati isi
pengakuan iman Athanasius, secara garis besar terbagi ke dalam dua garis
besar, yaitu bagian pertama yang merupakan kesimpulan mendasar tentang
doktrin Tritunggal, dan bagian kedua tentang dua sifat Yesus Kristus.
Barangkali ini adalah pengakuan iman yang paling keras karena dalam
pernyataan terakhirnya dikatakan bahwa orang yang tidak memiliki iman
seperti yang tertuang dalam pengakuan iman Athanasius, sama saja dengan
tidak diselamatkan!
Berikut isi Pengakuan Iman Athanasius:
1. Barangsiapa hendak diselamatkan, maka ia harus memiliki iman yang am; 2.
Yaitu iman yang jikakalau tidak dijaga kemurniaannya, pastilah orang tersebut
binasa.
3. Dan iman yang am itu adalah ini: bahwa kita menyembah Allah yang Esa di
dalam Ketigaan, dan Ketigaan di dalam Keesaan; 4. Tanpa percampuran
pribadi maupun pemisahan substansi. 5. Karena hanya ada satu pribadi Bapa,
satu Anak, dan satu Roh Kudus. 6. Tetapi Keilahian Bapa, Anak, dan Roh Kudus
adalah esa, demikian pula kemuliaan dan keagungannya. 7. Sebagaimana
Bapa, demikian pula Anak, dan demikian pula Roh Kudus. 8. Bapa tidak dicipta,
Anak tidak dicipta, dan Roh Kudus tidak dicipta. 9. Bapa tak dapat dipahami,
Anak tak dapat dipahami, dan Roh Kudus tak dapat dipahami. 10. Bapa kekal,
Anak kekal, dan Roh Kudus kekal. 11. Akan tetapi bukan tiga yang kekal,
melainkan yang kekal itu esa. 12. Demikian pula bukan tiga yang tak diciptakan
atau tak dapat dipahami, melainkan esa yang tak diciptakan dan esa pula yang
tak dapat dipahami. 13. Karena itu, demikian pula Bapa Mahakuasa, Anak
Mahakuasa, dan Roh Kudus Mahakuasa. 14. Akan tetapi bukan tiga yang
Mahakuasa, melainkan esa. 15. Juga Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, dan
Roh Kudus adalah Allah; 16. Namun bukan tiga Allah, melainkan Allah yang
Esa. Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan; 18.
Namun bukan tiga Tuhan, melainkan Tuhan yang esa. 19. Karena itu
sebagaimana kita diwajibkan untuk mengakui ketiga Pribadi pada diri-Nya
sendiri sebagai Allah dan Tuhan; 20. Demikian pula kita dilarang untuk
mengatakan bahwa ada tiga Allah atau tiga Tuhan. 21. Allah Bapa tidak
dibuat, tidak diciptakan, dan tidak dilahirkan. 22. Allah Anak adalah dari Allah
Bapa saja; tidak dibuat, tidak diciptakan, tetapi dilahirkan. 23. Allah Roh Kudus
adalah dari Bapa dan Anak; tidak dibuat, tidak diciptakan, tidak dilahirkan,
melainkan "keluar dari." 24. Maka hanya ada satu Bapa, bukan tiga Bapa; satu
Anak, bukan tiga Anak; satu Roh Kudus, bukan tiga Roh Kudus. 25. Dan di
dalam Ketigaan tersebut, tidak ada yang lebih dulu atau sebelum . 26.
Melainkan ketiga Pribadi itu sama kekal dan sama esensinya. 27. Sebab itu di
dalam segala sesuatu, seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Keesaan dalam
ketigaan dan Ketigaan dalam Keesaan harus disembah. 28. Karena itu setiap
orang yang mau diselamatkan harus mempercayai Tritunggal.
29. Lebih lanjut, penting bagi keselamatan adalah iman kepada inkarnasi
Tuhan kita Yesus Kristus. 30. Iman yang benar berarti kita percaya dan
mengakui bahwa Tuhan kita Yesus Kristus, Anak Allah, adalah Allah dan
manusia; 31. Dalam Keallahan-Nya sehakekat dengan Bapa, dilahirkan dalam
kekekalan; dan dalam kemanusiaan-Nya sama dengan semua orang di dunia;
32. Allah sepenuhnya dan manusia sepenuhnya, baik jiwa maupun tubuh. 33.
Sejajar dengan Bapa dalam Keilahian-Nya, dan lebih rendah daripada Bapa di
dalam kemanusiaan-Nya; 34. Yang walaupun Ia adalah Allah dan manusia,
namun Ia bukan dua, melainkan satu Kristus; 35. Satu, bukan karena berubah
dari Allah menjadi bersifat daging, melainkan karena mengenakan rupa
manusia pada Keilahian-Nya; 36. Satu secara bersama-sama, bukan oleh
percampuran substansi, melainkan kesatuan dalam pribadi. 37. Karena
sebagaimana satu tubuh dan jiwa adalah satu orang, demikian pula Allah dan
manusia adalah satu Kristus; 38. Yang telah menderita untuk keselamatan kita,
turun ke dalam kerajaan maut, bangkit pula pada hari ketiga dari kematian;
39. Ia naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa; 40.
Dari sana Ia akan datang untuk menghakimi yang hidup dan yang mati. 41.
Yang mana pada saat kedatangan-Nya yang kedua, semua orang akan hidup
dengan tubuh yang baru; 42. Dan semua orang harus
mempertanggungjawabkan perbuatannya. 43. Dan mereka yang telah
melakukan kehendak-Nya akan memperoleh hidup yang kekal, sedangkan
mereka yang melakukan kejahatan akan masuk ke dalam api yang kekal.
44. Inilah iman yang am; tanpa orang memiliki iman ini dengan setia, ia tidak
akan dapat diselamatkan.

Pengakuan Iman Nicea


Pengakuan Iman Nicea merupakan hasil dari konsili pertama gereja-gereja
yang diadakan di Nicea pada 325 AD. Dalam konsili ini, hal utama yang
dipermasalahkan adalah ajaran dari seorang pemimpin gereja Alexandria di
Mesir bernama Arius. Ia mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Allah, melainkan
termasuk dalam bilangan ciptaan Allah, meskipun sebagai ciptaan yang utama
dan pertama. Yesus hanyalah mirip, atau menyerupai Allah, namun bukan
Allah.
Konsili Nicea menolak ajaran Airus dan menganggapnya sebagai bidat.
Sebaliknya, para pimpinan gereja yang hadir dalam konsili tersebut
menegaskan kebenaran Alkitab bahwa Yesus Kristus adalah Allah, sehakekat
dengan Allah Bapa. Konsili tersebut mensistematiskan atau meringkaskan
pemahamannya dalam Pengakuan Iman Nicea sebagai berikut:

Aku percaya kepada Allah yang Esa, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan
bumi, serta segala sesuatu yang nampak maupun tak nampak.

Dan kepada satu Tuhan Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, dilahirkan dari Bapa
sebelum segala ciptaan; Allah dari allah, Terang dari terang, Allah sejati;
dilahirkan, bukan diciptakan, sehakekat dengan Bapa, dan dari pada-Nya
segala sesuatu diciptakan.

Yang bagi kita umat tebusan-Nya, turun dari surga, dan berinkarnasi dengan
pimpinan Allah Roh Kudus melalui anak dara Maria, dan menjadi serupa
dengan manusia; disalibkan bagi kita pada masa Pontius Pilatus; menderita dan
dikuburkan; dan pada hari yang ketiga bangkit kembali, sesuai yang
dinubuatkan dalam Alkitab; naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa;
dan Ia akan datang lagi, penuh kemuliaan, untuk menghakimi yang hidup dan
yang mati; dan Kerajaan-Nya akan kekal selamanya.
Aku percaya kepada Roh Kudus, Tuhan dan Sumber Kehidupan; keluar dari
Allah Bapa dan Allah Anak. Bersama-sama dengan Allah Bapa dan Anak
disembah dan dimuliakan.
Aku percaya kepada gereja rasuli yang kudus, esa, dan am. Aku percaya kepada
baptisan sebagai tanda penebusan dosa, dan aku menantikan kebangkitan
orang mati, dan hidup yang kekal sesudah kematian. AMIN.

L.K.