Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007

155 OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK (OMSK) Kompetensi : 3A Laporan Penyakit : 1101 ICD X : H.65-H.66; H.72 Definisi Istilah sehari-hari untuk OMSK dikenal sebagai congek. Dalam perjalanan penyakit ini dapat berasal dari OMA stadium perforasi yang berlanjut, sekret tetap keluar dari telinga tengah dalam bentuk encer, bening ataupun mukopurulen. Proses hilang timbul atau terus menerus lebih dari 2 minggu berturut-turut. Tetap terjadi perforasi pada membran timpani. Beberapa faktor yang menyebabkan OMA menjadi OMSK adalah : a. pengobatan terlambat diberikan dan tidak adekuat b. virulensi kuman tinggi c. daya tahan tubuh/ gizi/ hygiene kurang OMSK dibagi menjadi 2 tipe : a. OMSK tipe benigna/ mukosa/ aman b. OMSK tipe maligna/ tulang/ bahaya Otitis Media sendiri adalah suatu infeksi yang mengenai telinga bagian tengah (lihat gambar penampang telinga). Infeksi ini disertai dengan pengeluaran cairan (dapat bening atau keruh) dari liang telinga sehingga disebut supuratif. Istilah kronik digunakan apabila penyakit ini hilang timbul atau menetap selama 2 bulan atau lebih. Apabila terjadi kekambuhan setelah sebelumnya terjadi penyembuhan maka disebut mengalami eksaserbasi akut (Acute exacerbation). Pada pemeriksaan telinga didapatkan adanya gendang telinga yang keruh atau robek. Kelainan ini dapat terjadi pada 1 telinga atau dapat mengenai 2 telinga. Penyebab Kuman penyebab OMSK antara lain kuman Staphylococcus aureus (26%), Pseudomonas aeruginosa (19,3%), Streptococcus epidermidis (10,3%), gram positif lain (18,1%) dan kuman gram negatif lain (7,8%). Gambaran klinik Biasanya pasien mendapat infeksi telinga ini setelah menderita infeksi saluran napas atas misalnya influenza atau sakit tenggorokan. Melalui saluran yang menghubungkan antara hidung dan telinga (tuba Auditorius), infeksi di saluranapas atas yang tidak diobati dengan baik dapat menjalar sampai mengenai telinga. Diagnosis 1. OMSK tipe benigna / aman Proses peradangan hanya terbatas pada mukosa. Perforasi membran timpani terletak di sentral, jarang menimbulkan komplikasi berbahaya. 2. OMSK tipe maligna / bahaya Proses peradangan mengenai tulang, perforasi membran timpani terletak di attic atau marginal dan tampak kolesteatoma. Tanda klinis lainnya : − terlihat adanya abses / fistula retroaurikuler, polip atau jaringan granulasi di liang telinga yang berasal dari telinga tengah. − Terdapat sekret purulen berbau busuk yang khas OMSK tipe bahaya dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi intrakranial. Penatalaksanaan a. OMSK tipe benigna / aman

Antibiotika selama 7 hari : − Ampisilin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. 2-3 kali − Antibiotik selama 14 hari : Ampisilin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. Pembengkakan yang nyeri terjadi pada sisi muka dan di bawah telinga. . Apabila belum memungkinkan dirujuk ke spesialis THT. Kelenjarkelenjar di bawah dagu juga akan lebih besar dan membengkak. Komplikasi serius terjadi jika virus gondong menyerang otak dan susunan syarat. Suhu tubuh dapat meningkat hingga 39. OMSK tipe maligna / bahaya 1. Anak 25 mg/KgBB 4 x sehari atau Amoksilin : Dewasa 500 mg 3 x sehari. nyeri akan terasa juga di bagian payudara. nyeri sewaktu mengunyah dan menelan. Apabila terdapat abses retroaurikuler dilalukan insisi dahulu dan segera rujuk ke dokter spesialis THT PAROTITIS EPIDEMIKA Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 04 ICD X : B. Gejalanya. Anak 10 mg/ KgBB 3 x sehari atau − Eritromisin : Dewasa 500 mg 4 x sehari 3.5oC. Penularan penyakit ini melalui kontak langsung dengan penderita. Komplikasi mungkin terjadi pada anak laki-laki pada umur belasan tahun. Nasehatkan agar tidak berenang dan tidak mengorek telinga 5. 2-3 kali 2. rujuk ke dokter spesialis THT. Penyebab Virus Mumps. Anak 25 mg/ KgBB 4 x sehari atau − Amoksilin : Dewasa 500 mg 3 x sehari. Gambaran Klinis a. dilakukan terapi sbb : − Berikan cuci telinga berupa Solutio H2O2 3%. Pada penderita remaja perempuan.26 Definisi Gondongan (Parotitis Epidemika) adalah penyakit infeksi akut dan menular yang disebabkan virus. Ini menyebabkan radang selaput otak dan jaringan selaput otak. b. seperti persentuhan dengan cairan muntah dan air seni penderita atau melalui udara ketika penderita bersin atau batuk.1. nyeri pada perut dan alat kelamin. Antihistamin apabila ada tanda-tanda alergi 4. b. Anak 10 mg/KgBB 3 x sehari atau Eritromisin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. Anak 10 mg/KgBB 4 x sehari 2. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak dan orang muda berusia lima sampai 15 tahun. Penderita juga merasa demam. Virus menyerang kelenjar air liur di mulut. Bila aktif. Bila selama 2 bulan tidak kering atau hilang timbul. berikan cuci telinga berupa solutio H2O2 3 %. terutama kelenjar parotis yang terletak pada tiap-tiap sisi muka tepat di bawah dan di depan telinga. Lebih terasa lagi bila menelan cairan asam seperti cuka dan air jeruk. c.

2. Usahakanlah minum yang banyak dan mengunyah permen karet. Penyebab Kuman penyebab Otitis Media Akut adalah bakteri pirogenik seperti : Streptokokus hemolitikus. 4. Stadium oklusi tuba 2. Stadium resolusi Gejala OMA adalah : 1. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan secara aktif dengan pemberian vaksin parotitis atau secara pasif dengan penyuntikan zat kekebalan yaitu gama globulin. Makanan yang dikonsumsi adalah yang cair dan lunak. refleks cahaya memendek dan menghilang. Penatalaksanaan a. OMA Stadium oklusi tuba Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani suram. Pakailah obat kumur yang baik untuk membersihkan selaput lendir mulut. b. 3. Pada pemeriksaan otoskopik tampak cairan di liang telinga yang berasal dari telinga tengah. Kadang-kadang disertai dengan muntah dan diare Diagnosis Tanda OMA adalah : 1. Pneumokokus atau Hemofilus influenza.72 Definisi Radang akut telinga tengah yang terjadi terutama pada bayi atau anak yang biasanya didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas. H. Gambaran klinik Keluhan dan gejala yang timbul tergantung dari stadium OMA yaitu : 1. Demam dengan suhu tubuh yang tinggi dan kadang-kadang sampai kejang. Anak gelisah atau ketika sedang tidur tiba-tiba terbangun. Istirahat di tempat tidur hingga suhu tubuh normal kembali. Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani menonjol keluar (bulging) dan ada bagian yang berwarna pucat kekuningan.66. Stadium perforasi 5. Stadium resolusi Pemeriksaan otoskopik. menjerit sambil memegang telinganya. OTITIS MEDIA AKUT (OMA) Kompetensi : 3A Laporan Penyakit : 1101 ICD X : H. 2.Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinik. 5. OMA Stadium supurasi Keluhan dan gejala klinik bertambah hebat. OMA Stadium hiperemis Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani hiperemis dan udem serta refleks cahaya menghilang. Membran timpani perforasi.65-H. Stadium hiperemis 3. tidak ada sekret/ kering dan membran timpani berangsur . demam berkurang. Stadium supurasi 4. Bila perlu beri obat penurun panas dan kompres pada bagian tubuh yang nyeri. 3. OMA Stadium perforasi Anak yang sebelumnya gelisah menjadi lebih tenang.

b. Segera rawat apabila ada fasilitas perawatan. Antihistamin bila ada tanda-tanda alergi d. Berikan antibiotik selama 7 hari: Ampisilin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. analgetik dan pengobatan simtomatis lainnya 3. Berikan antibiotik selama 14 hari b. Berikan antibiotika ampisilin atau amoksisilin dosis tinggi parenteral selama 3 hari. Antipiretik 2. Anak 10 mg/KgBB 3 x sehari atau Eritromisin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. Stadium oklusi tuba a. Anak 25 mg/KgBB 4 x sehari atau Amoksisilin: Dewasa 500 mg 3 x sehari. Apabila ada perbaikan dilanjutkan dengan pemberian antibiotik peroral selama 14 hari. Penatalaksanaan Penatalaksanaan OMA disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan stadiumnya. Antipiretik. Obat tetes hidung nasal dekongestan maksimal 5 hari c. Berikan antibiotik selama 10 – 14 hari : Ampisilin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. Obat tetes hidung nasal dekongestan c. Anak 25 mg/KgBB 4 x sehari atau Amoksisilin: Dewasa 500 mg 3 x sehari. 1. Anak 10 mg/KgBB 3 x sehari atau Eritromisin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. Bila tidak ada fasilitas perawatan segera rujuk ke dokter spesialis THT untuk dilakukan miringotomi. Anak 10 mg/KgBB 4 x sehari b. 4. Cairan telinga dibersihkan dengan obat cuci telinga Solutio H2O2 3% dengan frekuensi 2 – 3 kali . Stadium supurasi a.menutup. Anak 10 mg/KgBB 4 x sehari b. Stadium perforasi a. Stadium hiperemis a. Antihistamin bila ada tanda-tanda alergi d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful