Keberkahan Hari Jum'at

*

،‫ت َأْعَماِلَنا‬
ِ ‫سَنا َوَسّيَئا‬
ِ ‫ل ِمْن ُشُرْوِر َأْنُف‬
ِ ‫ َوَنُعْوُذ ِبا‬،‫سَتْغِفُرُه‬
ْ ‫ َوَن‬،‫سَتِعْيُنُه‬
ْ ‫ َوَن‬،‫حَمُدُه‬
ْ ‫ َن‬،‫ل‬
ِ ِ‫حْمَد‬
َ ‫ِإّن اْل‬
‫ َوَأْشَهُد َأّن‬،‫ل‬
ُ ‫ َو َأْشَهُد َأْن َل ِإلَه ِإّل ا‬،‫ي َلُه‬
َ ‫ل َهاِد‬
َ ‫ضِلْل َف‬
ْ ‫ َوَمْن ُي‬،‫ضّل َلُه‬
ِ ‫ل ُم‬
َ ‫ل َف‬
ُ ‫َمْن َيْهِدِه ا‬
.‫حمًّدا َعْبُدُه َوَرُسْوُلُه‬
َ ‫ُم‬
‫حّمٍد‬
َ ‫ َو َبِرْك َعَلى ُم‬،‫ت َعَلى آِل ِإْبَراِهيَم‬
َ ‫صّلْي‬
َ ‫حّمٍد َكَما‬
َ ‫حّمٍد َو َعَلى آِل ُم‬
َ ‫صلّ َعَلى ُم‬
َ ّ‫اللُهم‬
َّ
‫جيٌد‬
ِ ‫ك حَِميٌد َم‬
َ ‫ت َعَلى آِل ِإْبَراِهيَم ِإّن‬
َ ‫حّمٍد َكَما َباَرْك‬
َ ‫َو َعَلى آِل ُم‬
.‫سِلُمْوَن‬
ْ ‫ل َحّق ُتَقاِتِه َوَل َتمُْوُتّن ِإّل َوَأْنُتْم ُم‬
َ ‫ َياَأّيَها اّلَذْيَن آَمُنْوا اّتُقوا ا‬:‫َقاَل َتَعاَلى‬
‫س َواِحَدٍة َوَخَلَق ِمْنَها َزْوَجَها‬
ٍ ‫س اّتُقْوا َرّبُكُم اّلِذي َخَلَقُكْم ِمنْ َنْف‬
ُ ‫ َياَأّيَها الَنا‬:‫ضا‬
ً ‫َو َقاَل َأْي‬
‫ل َكاَن َعَلْيُكْم‬
َ ‫ساَءُلوَْن ِبِه َوْاَلْرَحامَ ِإّن ا‬
َ ‫ل اَلِذي َت‬
َ ‫ساًء َواّتُقوا ا‬
َ ‫َوَبثّ ِمْنُهَما ِرَجاًل َكِثْيًرا َوِن‬
.‫َرِقْيًبا‬
‫صِلْح َلُكْم َأْعَماَلُكْم‬
ْ ‫ل َوُقْوُلْوا َقوًْل َسِدْيًدا ُي‬
َ ‫ َياَأّيَها اّلِذْيَن آَمُنْوا اّتُقوا ا‬:‫لَلُه‬
َ ‫َوَقاَل َجّل َج‬
… ‫ َأّما َبْعُد‬،‫ل َوَرُسْوَلُه َفَقْد َفاَز َفْوًزا َعِظْيًما‬
َ ‫َوَيْغِفْرَلُكْم ُذُنْوَبُكْم َوَمْن ُيِطِع ا‬
‫ َوَشّر ْاُلُمْوِر‬،‫صّلى ال َعَلْيِه َوَسّلَم‬
َ ‫حّمٍد‬
َ ‫ى ُم‬
ُ ‫ى َهْد‬
ِ ‫ َوَخْيَر اْلَهْد‬،‫ل‬
ِ ‫لُم ا‬
َ ‫لِم َك‬
َ ‫سَن اْلَك‬
َ ‫َفِأّن َأْح‬
.‫ضلََلِة ِفي الّناِر‬
َ ‫ َوُكّل‬،‫لَلًة‬
َ‫ض‬
َ ‫ َوُكّل ِبْدَعٍة‬،‫حَدَثٍة ِبْدَعٌة‬
ْ ‫ َوُكّل ُم‬،‫حدََثاُتَها‬
ْ ‫ُم‬
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah  dengan sebenar-benar takwa,
denga nmeningkatkan ketaatan kepada Allah , serta meningkatkan amal ibadah kita sehari-hari
terutama pada waktu-waktu yang diberkahi, seperti halnya pada hari Jum'at. Dia adalah hari yang
penuh berkah, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah  bersabda,

َ ‫ و ِفيِه ٌأْخِر‬،‫جّنَة‬
‫ج‬
َ ‫ َو ِفيِه ُأْدِخَل اْل‬،‫ ِفيِه َخْلٌق آَدُم‬.‫جُمَعِة‬
ُ ‫ َيْوُم اْل‬،‫س‬
ُ ‫شْم‬
ّ ‫ت َعَلْيِه ال‬
ْ ‫َخْيُر َيْوٍم َطَلَع‬
‫جْمَعَة‬
ُ ‫سَعُة ِإّل ِفي َيْوِم اْل‬
ّ ‫ َو َل َتُقوُم ال‬،‫ِمْنَها‬
“Sebaik-baik hari yang disinari oleh matahari adalah hari Jum'at. Pada hari ini Adam
diciptakan, di hari ini ia dimasukkan ke dalam surga, dan dihari ini pula ia dikeluarkan dari
surga. Dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at.” (HR. Muslim)
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Di antara keutamaan dan keistimewaan hari Jum'at yaitu:
Pertama, terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa. Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah 
menyebut hari Jum'at, lalu beliau bersabda,

“Di hari Jum'at itu terdapat satu waktu yang jika seorang mulsim melakukan shalat di dalamnya
dan memohon sesuatu kepada Allah Ta'ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan. Lalu beliau
memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
Para ulama dari kalangan sahabat, tabi'in dan sesudahnya berbeda pendapat tentang “waktu”
tersebtu. Pertama, waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat Jum'at (HR.
Muslim). Kedua, bahwa batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ashar (HR. Abu Dawud,
Nasa`i dan Hakim)
Kemudian sebagian ulama menyebutkan hikmah dari tersamarkannya waktu ini ialah memotivasi
para hamba agar bersungguh-sungguh dalam memohon, memperbanyak do'a dan mengisi seluruh
waktu dengan beribadah seraya mengharapkan pertemuannya dengan waktu yang penuh berkah
itu. Sama seperti halnya “lailatul qadar”, waktunya tidak ditentukan dalam satu waktu, tetapi
hanya disebutkan batasannya, dengan maksud agar kita mencarinya di waktu-waktu tersebut.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Keutamaan kedua, bahwa siapa yang menunaikan shalat Jum'at sesuai dengan tuntunan dan tata
cara yang benar, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jum'at tersebut dengan Jum'at
sebelumnya.
Nabi  bersabda,
“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at dan bersuci semampunya, berminyak dengan
minyak (wangi) dan mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju
masjid) dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia
mendirikan shalat sesuai dengan yang telah ditetapkan untuknya, lalu diam mendengarkan
(dengan seksama) ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang
terjadi) antara Jum'at tersebut dengan Jum'at berikutnya.” (HR. Bukhari)
Hadits di atas sekaligus menyebutkan adab atau tata cara di hari Jum'at, mulai dari mandi hingga
shalat Jum'at. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah  disebutkan tambahan,
“Barangsiapa mandi kemudian mendatangi shalat Jum'at, kemudian shalat semampunya,
kemudian diam (mendengarkan) khutbah sampai khatib selesai dari khutbahnya, kemudian ia
shalat Jum'at bersama imam, maka diampuni dosa-dosanya antara Jum'at tersebut dengan
Jum'at berikutnya dan ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan dari Abu Hurairah , Rasulullah  bersabda,
“Shalat lima waktu, shalat Jum'at ke shalat Jum'at berikutnya dan Ramadhan ke Ramadhan
berikutna menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antara masa tersebut, jika ia menjauhi
dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)
Keutamaan ketiga, terdapat keutamaan besar bagi siapa yang bersegera pergi ke masjid untuk
shalat Jum'at. Baginda Nabi  bersabda,
“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum'at seperti mandi janabah, lalu segera pergi ke masjid,
maka seakan-akan berkurban dengan unta yang gemuk; dan siapa yang pergi pada saat kedua
maka seakan-akan ia berkurban dengan sapi; dan siapa yang pergi pada saat ketiga maka

seakan-akan ia berkurban dengan domba yang bertanduk; dan siapa yang pergi pada saat
keempat maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor ayam; dan siapa pergi pada saat
kelima maka sekaan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar
(untuk berkhutbah) maka para malaikat turut hadir sambil mendengarkan dzikir
(nasihat/khutbah).” (HR. Muslim)
Hadits diatas memerintahkan bersegera ke masjid untuk Shalat Jum'at sekaligus keutamaan di
dalamnya.
Keutamaan keempat, hari berkumpulnya kaum muslimin. Hari Jum'at merupakan hari
berkumpulnya kaum muslimin dalam masjid-masjid besar maupun kecil untuk mengikuti shalat
dengan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jum'at terlebih dahulu. Mendengarkan khutbah
yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasehat-nasehat yang ditujukan kepada kaum
muslimin yang mengandung manfaat agama, dunia dan akhirat.
Demikian beberapa keistimewaan dan keberkahan hari Jum'at, semoga kita bisa mengambil
manfaat dan memperbanyak amal shalih di dalamnya.

.‫حِكْيِم‬
َ ‫ت َوالّذْكِر اْل‬
ِ ‫ َوَنَفَعِنْي َوِإّياُكْم ِبَما ِفْيِه ِمَن اْلآَيا‬،‫باَرَك ال ِلْي َوَلُكْم ِفي اْلُقْرآِن اْلَكِرْيِم‬
‫ َفاْسَتْغِفُرْوُه ِإّنُه ُهَو‬،‫ب‬
ٍ ‫سِلِمْيَن ِمْن ُكّل َذْن‬
ْ ‫ساِئِر اْلُم‬
َ ‫ل ِلْي َوَلُكْم َوِل‬
َ ‫َأُقْوُل َقْوِلْي هذا َوَأْسَتْغِفُر ا‬
‫اْلَغُفْوُر الّرِحْيُم‬
Khutbah Kedua

‫ت َأْعَماِلَنا َمْن‬
ِ ‫سَنا َوَسّيَئا‬
ِ ‫ل ِمنْ ُشُرْوِر َأْنُف‬
ِ ‫سَتْغِفُرُه َوَنُعْوُذ ِبا‬
ْ ‫سَتِعْيُنُه َوَن‬
ْ ‫حَمُدُه َوَن‬
ْ ‫ل َن‬
ِ ِ‫حْمَد‬
َ ‫ِإّن اْل‬
‫حّمًدا‬
َ ‫ل َوَأْشَهُد َأّن ُم‬
ُ ‫ي َلُه َأْشَهُد َأْن َل ِإلَه ِإّل ا‬
َ ‫ل َهاِد‬
َ ‫ضِلْل َف‬
ْ ‫ضّل َلُه َوَمْن ُي‬
ِ ‫ل ُم‬
َ ‫ل َف‬
ُ ‫َيْهِدِه ا‬
،‫َعْبُدُه َوَرُسْوُلُه وبعد‬
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Maka sudah sepantasnya seorang muslim memanfaatkan hari yang mulia dan penuh berkah ini
dengan melakukan ibadah-ibadah wajib dan sunnah, dan mengkonsentrasikan diri pada ibadahibadah tersebut sehingga kita dapat meraih pahala yang besar dan ganjaran yang berlipat.
Dari sini kita bisa memahami, mengapa orang-orang tua kita dahulu enggan bepergian di hari
Jum'at. Ternyata mereka mengagungkan dan mengharap keberkahan di hari Jum'at ini dengan
menyambutnya di rumah agar banyak melakukan ibadah dan amal shalih, meskipun sebenarnya
bepergian di hari Jum'at itu juga tidak mengapa. Tapi karena merasa hari Jum'at itu penuh berkah
mereka takut kehilangan berkah itu. Ironis dengan keadaan generasi sekarang ini dan terlebih
generasi muda Islam, justru hari Jum'at yang penuh berkah ini tidak berpengaruh apa-apa bagi
mereka. Bahkan mereka banyak yang tidak shalat Jum'at, na'udzu billahi min dzalik.

ْ
ْ ْ ْ
ْ
ْ
ٰ َ ‫صَلِة ِمن يوِم الجُمعِة َفاسعوا ِإ‬
‫لي‬
ِ َ ّ ‫يا أ َُّيا ا‬
ِ‫ل ِذكِر اَّل‬
َ ّ ‫ن آَمُنوا ِإَذا ُنوِدَي ِلل‬
َ
َ ُ
َ
َ
َ َ
ْ
ْ ْ ْ ْ ْ
ٌ ْ ْ
ْ
ٰ
‫ت‬
‫﴾فإذا ق‬٩﴿‫كم ِإن كُنُت َتعَلُمون‬
ِ ‫ضي‬
ِ‫َوذَُروا الَبيَع ۚ ذ َل‬
َ ‫خي ل‬
ُ
ُ
َ ‫كم‬
َ
َ ِ ُ َ َِ
ْ
ْ
ْ ْ
ْ
ْ
ْ
ً‫ضل الِ واذكُروا ال كِثيا‬
‫ف‬
‫ن‬
‫م‬
‫غوا‬
‫ت‬
‫ب‬
‫وا‬
‫ض‬
‫ر‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ف‬
‫شوا‬
‫ت‬
‫ن‬
‫ال‬
ِ ُ َ َ ِ َ ِ
ِ َ ‫صَلة َُفا‬
َ َ َّ
َ
ِ
ّ
َ
َ
ّ
َ
ُ
ُ
ْ ْ
ْ
ْ ْ ً
ْ
ْ
ً
‫كوَك‬
‫ضوا إل‬
‫﴾وإذا رأوا ت‬١٠﴿‫حون‬
‫لَعّلَكم تفل‬
ُ ّ ‫جاَرة أ َو َلوا انَف‬
ُ ‫يا َوَتر‬
َ
َ ِ َ َ َِ َ
َ ُ ِ ُ ُ
َ َِ
َ
ْ
ْ
ْ
ْ
ٌ ْ
﴾١١﴿‫ي‬
‫خي ِمن الّلَهِو وِمن ال ِّت‬
‫َقاِئًما ۚ ق ُل ما ِعنَد اَّل‬
ِ
َ ‫خي ُال ّ َراِزِق‬
َ ُ ‫جاَرِة ۚ َواَّل‬
َ
َ َ َ
َ
َ

Allah  berfirman,

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah
kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu
jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi;
dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Dan
apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan
mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: 'Apa yang di sisi Allah lebih
baik daripada permainan dan perniagaan', dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.” (QS. alJumu'ah: 9-11)
Semoga kita semua selalu diberi hidayah dan taufik oleh Allah , sehingga bisa melaksanakan
berbagai ketaatan dan ibadah kepada Allah  dengan ringan dan ikhlas, amin ya Rabbal 'Alamin.

‫سِليًم‬
ْ ‫صّلوا َعَلْيِه َوَسّلُموا َت‬
َ ‫صّلوَن َعَلى الّنِبّي َيآَأّيَها اّلِذيَن َءاَمُنوا‬
َ ‫لِئَكَتُه ُي‬
َ ‫ِإّن الَ َوَم‬
،‫ييَم‬
‫ َوَعَلى آِل إِْبَراِهْيي‬،‫ت َعَلى ِإْبَراِهْيَم‬
َ ‫صّلْي‬
َ ‫ َكَما‬،‫حّمٍد‬
َ ‫ َوَعَلى آِل ُم‬،‫حّمٍد‬
َ ‫صّل َعَلى ُم‬
َ ‫اللهُّم‬
ّ
،‫ت َعَلى ِإْبَراِهْيييَم‬
َ ‫ َكَما َباَرْك‬،‫حّمٍد‬
َ ‫ َوَعَلى آِل ُم‬،‫حّمٍد‬
َ ‫ اللُّهمّ َباِرْك َعَلى ُم‬.‫جْيٌد‬
ِ ‫ك َحِمْيٌد َم‬
َ ‫ِإّن‬
.‫جْيٌد‬
ِ ‫ك َحِمْيٌد َم‬
َ ‫ ِإّن‬،‫َوَعَلى آِل ِإْبَراِهْيَم‬
‫سَنا َوِإْن َلْم َتْغيِفيْر َلَنا َوَتْرحَْمَنييا‬
َ ُ‫ َرّبَنا َظَلْمَنا َأْنف‬،‫ت‬
ِ ‫سِلَما‬
ْ ‫سِلِمْيَن َواْلُم‬
ْ ‫اللهُّم اْغيِفيْر ِلْلُم‬
ّ
.‫ب الّناِر‬
َ ‫سَنًة َوِقَنا َعَذا‬
َ ‫سَنًة َوِفي اْلآِخَرِة َح‬
َ ‫ َرّبَنا آِتَنا ِفي الّدْنَيا َح‬،‫خاِسِرْيَن‬
َ ‫َلَنُكوَنّن ِمَن اْل‬
.‫ف َواْلِغَنى‬
َ ‫ك اْلُهَدى َوالّتَقى َواْلَعَفا‬
َ ‫سَأُل‬
ْ ‫اللهُّم ِإّنا َن‬
ّ
.‫ك‬
َ ‫خِط‬
َ‫ي‬
‫يِع َسي‬
‫ك َوَجِمْيي‬
َ ‫جاَءِة ِنْقَمِت‬
َ ‫ك وَُف‬
َ ‫حّوِل َعاِفَيِت‬
َ ‫ك َوَت‬
َ ‫ك ِمْن َزَواِل ِنْعَمِت‬
َ ‫اللهُّم ِإّنا َنُعْوُذ ِب‬
ّ
.‫ب اْلَعاَلِمْيَن‬
ّ ‫حْمُد ل َر‬
َ ‫َوآِخُر َدْعَواَنا َأِن اْل‬

* Disadur dari rubrik Khutbah hal 84 - 87, Majalah Islam Internasional, Qiblati, edisi 04 tahun VI Shafar 1432 H /
Januari 2011 M, dengan beberapa penyesuaian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful