Anda di halaman 1dari 93

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatan kehadirat ALLAH SWT, atas berkat

limpah rahmat dan hidayah Nya, sehingga dapat menyelesaikan skripsi berjudul

“Pengembangan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa

Inggris Pada Siswa Kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) Bawu

Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara”

Penyusunan skripsi ini di maksudkan untuk memenuhi salah satu syarat

guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Teknologi

Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

Kami menyadari bahwa terselesainya sekripsi ini tidak lepas dari bantuan

dan dorongan dari berbagai pihak, untuk itu penulis tidak lupa mengucapkan terima

kasih kepada yang terhormat :

1. Bapak Dr. H. A.T Soegito, S.H, M.M Rektor Universitas Negeri Semarang

yang telah memberikan kesempatan dalam mengikuti perkuliahan di UNNES

sampai terselesainya skripsi ini.

2. Bapak Drs. H. Siswanto, M.M Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan yang telah

memberikan kesempatan pada penulis menyelesaikan perkuliahan di FIP

UNNES sampai terselesainya skripsi ini.

3. Bapak Drs. Haryanto Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan dan

pembimbing II yang telah bersedia memberikan kesempatan dan memberi

bimbingan dengan bijaksana dalam penyusunan skripsi ini.

lii
4. Bapak Drs. Haryono, M.Psi Dosen pembimbing I yang telah dengan bijaksana

memberikan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.

5. Bapak Drs. Sukirman, M.Si Dosen Penguji utama yang bersedia meberikan

kesempatan untuk menyelesaikan skripsi ini.

6. Bapak Mustofa, S,pd Guru mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas IV MIN Bawu

yang telah memberikan waktu dan bantuannya dalam penyusunan skripsi ini.

7. Temanku Igo dan Andrian yang telah bersedia untuk menjadi kerabat kerja

(kru) dalam pengembangan media audio visual video untuk menyelesaikan

penyusunan skripsi ini.

8. Temen seperjuangan mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Universitas Negeri Semarang angkatan 2000/2001 terima kasih atas bantuan

dan kerja samanya.

9. Siswa Kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri Bawu yang telah bersedia untuk

menjadi obyek Penelitian.

10. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini.

Semoga amal baik yang telah Bapak/Ibu/Saudara berikan mendapat balasan

dari Allah SWT (Amin). Akhirnya penulis Berharap semoga skripsi ini dapat

bermanfaat umumnya bagi para pembaca yang budiman dan khususnya bagi

Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Semarang.

Semarang, Juli 2005

Penulis

liii
SARI

Dewi Fitria.1124000004.2005.“Pengembangan Media Audio VisualDalam


Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas IV Madrasyah
Ibtidaiyyah Negeri (MIN) Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara” Jurusan
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing : I. Drs. Haryono, M.Psi., II. Drs. Haryanto

Kata Kunci : Evaluasi Media, Pengembangan Media, Uji coba

Dunia pendidikan sekaramg ini secara nyata telah berkembang pesat, hal ini
terlihat jelas adanya pendidikan Bahasa Inggris di tingkat pendidikan Sekolah
Dasar. Dengan di dukung oleh teknologi, dunia pendidikan di harapkan mampu
mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat bersaing di era globalisasi.
Untuk itu keberhasilan dalam proses pembelajaran tidak lepas dari media yang di
gunakannya. Pemilihan media harus sesuai dengan bidang studi dan kurikulum,
media yang sering di gunakan antara lain: media audio visual, gambar dan
sebagainya. Penggunaan media dalam pembelajaranperlu adanya evaluasi media,
pengembangan media dan uji coba untuk mencapai kesempurnaan.
Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah
efektifitas pengembangan media audio visual (video) dalam pembelajaran kosakata
Bahasa Inggris pada siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah?
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangn dengan menggunakan
metode Research and Development. Untuk desain penelitian ini termasuk deskriptif
kuantitatifpengembangn media. Tahap – tahap penelitian di lakukan adalah
Evalusi media, pengembnagn media dan uji coba. Subyek penelitian ini untuk
siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri Bawu Kabupaten Jepara.
Dari uji t-test dengan membandingkan hasil pre test (uji coba media VCD
yang ada) dan post test (uji coba setelah pengembangn mediaVCD) yang di uji
cobakan kepada 5 siswadapat di ketahui bahwa nilai t (5,614) > t (2,015) yang
berarti menolak hipotesis (Ho) dan menerima hipotesis (H1)dengan kata lain
dengan adanya pengembangan media VCD pembelajaran kosakata Bahasa Inggris
untuk siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri Bawu Bataealit Jepara tingkat
efektifitasnya lebih tinggi dari pada media VCd yang ada.
Saran yang bisa di berikan dalam penelitian ini adalah Sekolah hendaknya
dapat mengusahakan fasilitas media VCD meskipun dengan harga yang sedikit
lebih mahal, akan tetapi tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maximal. Siswa
dapat lebih memahami tujuan dari pembelajaran dan bukan hanya sekedar
memahami gambar yang di tayangkan.

liv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………..………………………i

PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………………………..……………...ii

PENGESAHAN KELULUSAN…………………………………..……………….iii

PERNYATAAN………………………...…………………………..……………..iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN………………………………..………………...v

KATA PENGANTAR……………………………………………..………………vi

SARI……………………………………………………………..…………….....viii

DAFTAR ISI………………………………………………………..……………...ix

DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………..……………..xii

DAFTAR TABEL……………………………...…………………..…………….xiii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah…………………………………..…………….1

1.2 Permasalahan…………………………………………….……………..5

1.3 Tujuan Penelitian……………………………………………..………...5

1.4 Manfaat Penelitian………………………………………..…………….5

1.5 Penegasan Istilah…………………………………………….…………6

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Balajar dan Pembelajaran.………………………………….…………..9

2.2 Media Pembelajaran…………………………………………..……….13

2.3 Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar.……………..………..15

2.4 Media Video…………………………………………………..……….20

lv
2.5 Pengembangan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Kosakata

Bahasa Inggris…………………..……………………………..………24

2.6 Aplikasi Penggunaan Media Audio Visual sebagai Media

Pembelajaran...…………….…………………….…………………….46

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan dan Desain Penelitian……..………………………………50

3.2 Tahapan – tahapan Penelitian………………….…………………..….52

3.3 Tempat dan Waktu Penelitian………….………..………………….....55

3.4 Subyek Penelitian……………….………………..……………………55

3.5 Variabel atau Fokus penelitian……………………..………………….57

3.6 Uji Keefektifan Media Audio Visual…………………..…………...…57

3.7 Teknik Pengumpulan Data……………………………..……………...58

3.8 Teknik Analisis Data……………………………………..…………....59

3.9 Uji Hipotesis………………………………………………..……...….60

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1 Hasil Penelitian……………………………………………..…………62

4.1.1 Media Audio Visual (Video) Pembelajaran Bahasa Inggris di

Madrasyah Ibtidaiyyah…………………………….………...….62

4.1.2 Media Audi Visual (Video) Pembelajaran Bahasa Inggris di kelas

IV Madrasyah Ibtidaiyyah………………………………...…….65

4.1.3 Hasil Evaluasi Pada Media Audio Visual (video) yang

ada……………………………………………………..………...69

4.1.4 Hasil Penilaian pada Media VCD……………………….……...73

lvi
4.1.5 Keefektifan Media VCD dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Kelas IV MIN Bawu……………………………………..……...75

4.2 Pembahasan…………………………………………...……………….79

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan………………………………………………………..……..83

5.2 Saran…………………………………………………………...………84

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..………85

LAMPIRAN

lvii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Research Instrument Pre test………………...……………..…….85

Lampiran II Research Instrument Post Test…………...…………….....……..88

Lampiran III Angket Terbuka …………………………………………....……91

Lampiran IV Daftar Nama Audien Uji coba………………….………..…..…..93

Lampiran V Dartar Cek Pertimbangan…………………………..….....………94

Lampiran VI Data NPar Test dan Data T Test…………….………..…..……...98

Lampiran VII Data Hasil Penelitian…………………….…………....…..…......99

Lampiran VIII Surat Ijin Penelitian…………………….………….…………..100

Lampiran IX Diskiptif Naskah……………………...………………..………101

Lampiaran X Format Naskah Pengembangan………..…………….…..…….109

lviii
DATA TABEL

Tabel I Model Pengembangan Media Audio Visual………...……………..…...26

Tabel II Media Audio Visual………...……………………………………..…....33

Tabel III Perumusan Tujuan Instructional Umun…………………………..…….33

Tabel IV Metode Pembuatan Rancangan…………………………………..……..35

Tabel V Langkah – Langkah Pembuatan Naskah……...…...……………..…….42

Tabel VI Langkah – Langkah Produksi Media………………………………..….44

lix
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dunia pendidikan sekarang ini secara nyata telah berkembang pesat, hal ini

terlihat jelas adanya pendidikan Bahasa Inggris di pendidikan Sekolah Dasar.

Dengan didukung oleh teknologi, dunia pendidikan dimungkinkan dapat

mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dalam era

globalisasi. Pendidikan Sekolah Dasar dapat meningkat di masa depan dengan

keberadaan awal yang telah mengenal dan memberikan kurikulum muatan lokal

mata pelajaran Bahasa Inggris. Di mana Bahasa Inggris adalah Bahasa

Internasional yang sangat berpengaruh dalam Dunia Internasional.

Berpedoman pada landasan dan pengembangan kurikulum pendidikan

dasar 1994, Bahasa Inggris adalah Bahasa asing yang dianggap penting yang

diajarkan untuk penyerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni

budaya dan pengembangan hubungan antar bangsa.

Keberadaan kurikulum muatan lokal Bahasa Inggris di Sekolah Dasar

dirasa sangat perlu, karena untuk meningkatkan kualitas produk pendidikan formal

dasar di Indonesia yang masih dalam upaya peningkatan. Apabila untuk

menghadapi dunia Internasional yang semakin menuntut kemajuan dalam bidang

pendidikan, itu sebabnya ilmu pengetahuan dan teknologi dimutlakkan sebagai

nilai utama untuk mencapai kemajuan dalam bidang pendidikan.

lx
Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan menurut siswa Sekolah Dasar

tidak hanya mampu menguasai Bahasa Indonesia melainkan juga dituntut untuk

belajar mengembangkan kemampuan berbahasa asing dalam hal ini adalah Bahasa

Inggris yang sudah mulai diajarkan melalui kurikulum 1994.

Dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yang paling

dominan adalah melalui proses belajar mengajar . Menurut Sadiman (1993:6)

proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi. Proses

komunikasi yaitu proses menyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran

atau media tertentu kepada penerima pesan, pesan – pesan tersebut berupa isi

ajaran dan didikan yang ada di kurikulum dituangkan oleh guru atau sumber lain

kedalam simbul – simbul komunikasi visual maupun verbal. Pada hakikatnya pada

proses belajar mengajar merupakan sebuah sistem, yang didalamnya memiliki

berbagai komponen yang saling bekerja sama dan terpadu untuk mencapaii tujuan

pembelajaran. Komponen – komponen tersebut adalah tujuan pengajaran, guru dan

peserta didik, bahan pelajaran, metode dan strategi belajar mengajar, alat atau

media, sumber pelajaran dan evaluasi.

Media pembelajaran merupakan wahana dan penyampaian informasi atau

pesan pembelajaran pada siswa. Dengan adanya media pada proses belajar

mengajar, diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan prestasi belajar

pada siswa. Oleh karena itu, guru hendaknya menghadirkan media dalam setiap

proses pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran. Menurut Hamalik

(1984:12) menjelaskan bahwa media pendidikan adalah alat, metode dan teknik

yang digunakan untuk lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru

dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

lxi
Secara umum, media pendidikan mempunyai kegunaan untuk mengatasi

berbagai hambatan, antara lain: hambatan komunikasi, keterbatasan ruang kelas,

sikap siswa yang pasif, pengamatan siswa yang kurang seragam, sifat objek belajar

yang kurang khusus sehingga tidak memungkinkan dipelajari tanpa media, tempat

belajar yang terpencil dan sebagainya.

Media pembelajaran setiap tahun selalu mengalami perkembangan, karena

masing–masing media itu mempunyai kelemahan, berdasarkan penggunaannya

perlu diadakan penemuan media baru dan pemanfaatan media yang telah

diperbaharui. Karena peserta didik cepat merasakan kebosanan, saat menerima

pelajaran, sebab dengan media yang kurang menarik akan bersifat verbalistik,

maka diadakannya perbaikan media guna menunjang proses belajar mengajar.

Untuk mencapai tujuan kurikulum pembelajaran pada proses belajar

mengajar maka perlu didukung media dan bahan ajar yang baik yaitu bahan ajar

yang mampu menarik minat siswa, sesuai dengan zaman dan tidak menyimpang

dari kurikulum.

Penyajian materi pelajaran pada pokok bahasan dengan menggunakan

VCD Pendidikan diharapkan menarik minat siswa, membangkitkan gairah siswa

untuk mempelajari kembali materi yang disajikan melalui multi media (teks, citra,

audio, video) materi yang disajikan dengan berbagai warna dan gambar yang

sangat menarik dan sebagainya.

Selama ini proses pembelajaran pengenalan kosakata pada pokok bahasaan

animal untuk siswa MIN Bawu Batealit Jepara dengan menggunakan VCD The

Adventure of Mouse Dear dilaksakan kurang menarik siswa karena terlalu sulit

lxii
kosakata yang disajikan, terlalu cepat dan tidak ada terjemahan kosakata tersebut,

akibatnya siswa kurang bersungguh - sungguh dalam mengikuti proses

pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Hal ini terbukti banyak siswa yang

mengalami kasulitan atau mendapat hambatan dalam meningkatkan kemampuan

pemahaman kosakata Bahasa Inggris, Sehingga banyak diantara mereka yang

belum mampu menangkap cerita yang disampaikan dalam VCD tersebut. Agar

siswa terhindar dari persoalan tersebut diatas maka penulis terdesak untuk

memperbaharui media VCD The Adventure of Mouse Dear untuk bisa mengatasi

masalah yang telah di hadapi siswa.

Penggunaan metode dan strategi secara optimal didukung oleh media yang

telah dikembangkan untuk membangkitkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa

Inggris. Dalam proses belajar mengajar menggunakaan VCD The Adventure of

Mouse Dear perlu di kembangkan untuk menjadikan efektif dalam pembelajaran.

Melalui media yang telah dikembangkan siswa dapat menggunakaan secara

optimal alat indera yang dimilikinya. Semakin banyak alat indera yang digunakan

oleh siswa maka sesuatu yang dipelajari akan makin mudah diterima dan diingat,

akhirnya media dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih baik. Kenyataan

persoalan ini belum mendapat perhatian oleh guru Bahasa Inggris di Sekolah

Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri Bawu Batealit Jepara.

Berdasarkan uraian tersebut diatas penulis membuat penelitian yang

berjudul ”Pengembangan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Kosakata

Bahasa Inggris Pada Siswa IV Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) Bawu

Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara”

lxiii
1.2 Permasalahan

Dari uraian diatas timbul suatu permasalahan yaitu bagaimanakah

efektifitas pengembangan media audio visual (video) dalam pembelajaran kosakata

Bahasa Inggris pada siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyah?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1.3.1 Untuk mendiskripsikan media audio visual (video) dalam pembelajaran

kosakata Bahasa Inggris Pada siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyah yang

ada.

1.3.2 Untuk mengembangkan media audio visual (video) dalam pembelajaran

kosakata pada pokok Bahasan Animal Bahasa Inggris kelas IV Madrasyah

Ibtidaiyah.

1.3.3 Untuk mengetahui keefektifan media audio visual (video) dalam

pembelajaran kosakata Bahasa Inggris yang telah di kembangkan.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan penelitian diatas, dapat diperoleh manfaat atau pentingnya

pengembangan dan penelitian. Diantaranya adalah:

1.4.1 Manfaat Teoritis

Hasil pengembangan dan penelitian ini di harapkan dapat memberikan

masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terutama yang berhubungan

dengan Bahasa Inggris. Selain itu juga dapat memberi pemahaman psikologis

lxiv
terhadap guru- guru dalam upaya pemanfaatan media pembelajaran, khususnya

media audio visual (video) dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris.

1.4.2 Manfaat Praktis

a. Bagi Pengembang

Untuk pengembnag menambah pengetahuan dan berbagai sarana untuk

menerapkan pengetahuan di bangkau kuliah terhadap masalah yang nyata dan

dihadapi oleh dunia pendidikan.

b. Bagi Sekolah

Hasil pengembangan ini di harapkan dapat memberikan masukan pada pihak

Sekolah, dalam hal ini MIN Bawu Batealit Jepara yang dapat di gunakan

sebagai bahan peretimbangan dalam memacu belajar siswa didik.

c. Bagi Fakultas

Dapat digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan pengetahuan serta

bahan perbandingan bagi pembaca yang akan melakukan pengembangan,

khususnya tentang pengembangan media pendidikan dalam kegiatan belajar

mengajar.

1.5 Penegasan Istilah

Penegasaan istilah dalam penelitian ini untuk menghindari terjadinya

kekeliruan atau kesalah fahaman dan upaya terjadinya keseragaman dalam

menafsiran judul dalam skripsi ini.

1.5.1 Pengembangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan membuka lebar – lebar,

membentangkan menjadikan maju atau sempurna ( Balai pustaka, 1989:414) jadi

lxv
pengembangan adalah suatu perilaku untuk menjadikan sesuatu kearah yang lebih

baik.

1.5.2 Media Audio Visual

Media adalah alat atau sarana yang dapat digunakaan untuk menjelaskan

sesuatu (Sadiman dkk, 1993:1). Dengan demikian media audio visual adalah suatu

sarana atau alat yang terdapat dua unsur audio dan visual yang terdapat dalam pita

video dan dikemas dengan gambar elektronis dan kemudian di putar dengan suatu

alat yaitu video player.

1.5.3 Pembelajaran Kosakata

Pembelajaran sendiri jika diambil dari kata dasar ajar, artinya petunjuk

yang diberikan kepada orang supaya diketahui, belajar artinya berusaha untuk

memperoleh suatu kepandaian atau ilmu ( Kamus Besar Bahasa Indonesia,

1989:13). Arief sadiman (1984:7) memberikan batasan pembelajaran sebagai

berikut: cara khusus memperoleh informasi yang mempertinggi atau

meningkatkan pemahaman, pembelajaran, atau pengingatan. Jadi pembelajaran

mempunyai arti cara memproses dan menalari informasi untuk mempertingi

pemahaman sehingga memperoleh pemahaman.

Menurut soejito (1988:1) kosakata atau pembendaharaan kata

mempunyai arti: 1) semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, 2) Kekayaan

kata yang dimiliki seseorang dalam suatu bahasa, 3) Kata – kata yang dipakai

dalm suatu bidang tertentu, 4) Daftar kata yang disusun dalam kamus dengan

disertai penjelasan singkat dan praktis.

lxvi
1.5.4 Bahasa Inggris

Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana

untuk meningkatkan interaksi global memerlukan Bahasa sebagai alat

berkomunikasi. Penguasaan Bahasa asing menjadi lebih penting. Secara

individual, penguasaan Bahasa asing menjadi salah satu modal utama

keunggulan kompetitif dan oleh sebab itu penguasaan Bahasa asing menjadi

salah satu ciri sumber daya manusia yang berkualitas (Huda, 1999:405).

1.5.5 Siswa Kelas IV

Siswa kelas IV obyek penerima pesan atau peserta didik pada kelas

I,II,III, dan kemudian ke kelas IV yang masing – masing tingkat lamanya satu

tahun.

1.5.6 Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri Bawu Batealit Jepara

Tempat pembelajaran di tingkat pendidikan dasar. Sekolah tersebut berada

di wilayah kelurahan Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara

Secara optimal yang dimaksud pengembangan media audio visual dalam

pembelajaran kosakata Bahasa Inggris pada siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah

Negeri Bawu Batealit Jepara adalah suatu proses, atau cara meningkatkan hasil

belajar yang berupa kepandaian dan kemampuan pengenalan kosakata Bahasa

Inggris dengan menggunakan suatu alat atau media audio visual VCD yang berisi

materi pelajaran penjelasannya. yang dapat dilihat oleh siswa secara langsung dan

dapat didengar

lxvii
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Belajar dan pembelajaran

2.1.1 Pengertian Belajar

Menurut Slamet (1987:2), belajar adalah sesuatu proses perubahan,

yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan

lingkungannya dalam memenuhi kebutuhaan hidupnya Sedangkan dalam

dunia pendidikan, belajar diartikan sebagai suatu yang dilakukan seseorang

secara terencana untuk memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yang baru

secara keseluruhan sebagai hasil pengenalannya sendiri dalam interaksi dengan

lingkungannya (Tim pengembang PGSD, 1996:3).

Belajar dalam arti luas adalah proses perubahan tingkah laku yang

dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan dan penilaian dalam

berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi.

Perubahan tingkah laku dalam proses belajar adalah akibat dari

interaksi dengan lingkungan. Interaksi ini biasanya berlangsung secara di

sengaja. Kesengajaan itu sendiri tercermin dari adanya faktor – faktor berikut:

1. Kesiapan (readines) : yaitu kepastian baik fisik maupun mental

untuk melakukan sesuatu.

2. Motivasi : yaitu dorongan dari diri sendiri untuk melakukan

sesuatu.

lxviii
3. Tujuan yang ingin di capai.

Ketiga faktor di atas mendorong seseorang untuk melakukan proses

belajar.

Guru merupakan tenaga kependidikan yang bersifat profesional, dan

bertugas membelajarkan siswanya agar mencapai tujuan pendidikan, maka

harus berbeda dalam kondisi yang memungkinkannya dapat belajar.

Belajar dapat di mengerti sebagai suatu proses di mana siswa yang

tadinya tidak dapat melakukan prilaku tertentu, sekarang dapat melakukannya.

Untuk merubah prilaku siswa dapat di tentukan strategi tertentu, dan

karenanya ada beberapa prinsip dasar belajar. Prinsip tersebut adalah:

1.Partisipasi aktif siswa.

2.Motivasi, kegiatan belajar tidak akan terjadi bila tidak ada motivasi.

3.Pengetahuan akan hasil dan umpan balik.

4.Belajar sebagai kegiatan perorangan, karena setiap siswa mempunyai

kemampuan belajar sendiri. Satu mata pelajaran akan di pelajari, dengan

kecepatan berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya.

Belajar sebagai proses perubahan tingkah laku yaitu proses yang terjadi

di dalam satu situasi, bukan di dalam suatu ruangan hampa. Situasi belajar ini

di tandai dengan adanya motif – motif yang ditetapkan dan diterima oleh

siswa. Kadang – kadang suatu proses belajar tidak dapat mencapai hasil

maksimal di sebabkan oleh ketiadaan kekuatan yang mendorong motivasi.

Sehingga sangat perlu guru memasukan motivasi di dalam cara – cara

mengajarnya.

lxix
2.1.2 Pembelajaran

Pada hakikatnya pembelajaran adalah suatu usaha sadar guru untuk

membantu siswa atau anak didiknya, agar mereka dapat belajar sesuai dengan

kebutuhaan dan minatnya. (Tim MKDK IKIP Semarang, 1996:6). Dengan kata

lain pembelajaran adalah usaha - usaha yang terencana dalam memanipulasi

sumber – sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa. (Arief

Sadiman, 1984:7)

Dalam proses pembelajaran siswa merupakan subyek yang belajar dan

guru merupakan subyek yang mengajar. Mengajar adalah menbantu seseorang

atau kelompok melakukan kegiatan belajar sehingga proses belajar mengajar

dapat berlangsung efektif.

Ciri – ciri pembelajaran yaitu:

1. Pembelajaran merupakan upaya sadar dan sengaja. Pembelajaran bukan

kegiatan insidental tanpa persiapan.

2. Pembelajaran merupakan pemberian bantuan yang memungkinkan

siswa dapat belajar. Dalam hal ini guru harus menganggap siswa

sebagai individu yang mempunyai unsur– unsur dinamis yang dapat

berkembang bila disediakan kondisi yang menunjang. Jadi status guru

tidak mutlak mementukan apa dan bagaimana siswa harus belajar

(Drivt Teaching), melainkan ada suasana demokratis.

3. Pembelajaran lebih menekankan pada pengaktifaan siswa, karena yang

belajar adalah siswa, bukan guru.

lxx
Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bertujuan. Tujuan ini harus

searah dengan tujuan belajar siswa. Tujuan belajar siswa ialah mencapai

perkembangan optimal, yang meliputi aspek aspek kognitif , afektif, dan

psikomotorik. Dengan demikian tujuan pembelajaran adalah agar siswa

mencapai perkembangan optimal dalam ketiga aspek tersebut.

Untuk mencapai tujuan yang sama itu, siswa melakukan kegiatan

belajar, sedangkan guru melakukan pembelajaran. Kedua kegiatan tersebut

saling melengkapi untuk mencapai tujuan yang sama.

Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru. Oleh karena itu guru harus

memperlihatkan dan mengembangkan unsur – unsur dinamis tersebut pada

saat membelajarkan siswa.

Guru adalah manusia yang mempunyai karakteristik tetentu.

Bagaimana ia mengembangkan unsur –unsur dinamis pembelajaran, sangat

tergantung pada kemampuan, ketrampilan dan sikapnya. Agar guru dapat

melaksanakan preoses pembelajaran yang baik, ia harus mempunyai kesiapan,

baik kesiapan profesional, personal dan sosial.

Dalam membelajarkan siswa, guru tidaknya mengabaikaan masalah

perhatian. Selain itu pelibatan siswa dalam proses pembelajaran penting di

perlukan dengan cara, guru hendaknya memilih dan mempersiapkan kegiatan –

kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Penguasaan materi pada siswa tidak dapat diharapkan terjadi dalam

waktu singkat. Siswa perlu melakukan pengulangan belajar, oleh karena itu

lxxi
guru harus melakukan sesuatu dalam proses pembelajarannya, yang membuat

siswanya melakukan pengulangan belajar.

Kadang – kadang siswa tidak tertarik mempelajari sesuatu materi

karena materi pelajaran tersebut membosankan. Untuk menghindari gejala itu

guru harus memilih dan mengorganisir materi pelajaran tersebut sedemikian

rupa, sehingga merangsang dan menantang siswa untuk mempelajarinya.

Dalam hal ini kemampuan profesional guru dituntut, disamping pengalaman.

Guru harus kreaktif dalam menyajikan pelajaran yang merangsang dan

menantang.

Guru harus menumbuhkan motivasi belajar siswa, dengan harapan ia

memperoleh hasil lebih dari yang telah diperolah sekarang. Pemberian

penguatan atau reinforcement suatu tindakan yang perlu dilakukaan guru serta

pemberian balikan. Dengan balikan, siswa akan mengetahui seberapa jauh ia

telah berhasil menguasai suatu materi belajar.

2.2 Media Pembelajaran

Secara harafiah media berarti perantara atau pengantar Accociation for

education and communication technologi (AECT) mengartikan media sebagai

sebagaai segala bentuk yang dipergunakaan untuk proses penyaluran informasi

(Zaenal, 1984:35). Oleh Sadiman media dikemukakan bahwa media adalah

perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (1993:6).

Gagne (dalam Sadiman dkk, 1993:1) menyatakaan bahwa media adalah

berbagai jenis komponen dan lingkungannya. Siswa yang dapat

lxxii
merangsangnya untuk belajar. Di jelaskan pula oleh Raharjo (1989:25) bahwa

media adalah wadah dari pesan yang oleh sumbernya ingin diteruskan kepada

sasaran atau penerima pesan tersebut, materi yang diterima adalah pesan

intruksional, dan tujuan yang dicapai adalah tercapainya proses belajar.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah alat

yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas

makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pelajaran dengan lebih baik

dan sempurna.

Media pembelajaran sangat beragam. Secara garis besar media dapat

dikategorikan menjadi empat macam, yaitu media visual, media media

dengar, media proyeksi (proyected still), dan proyected motion media (royak

dan Zukarnaen dalam Zaenudin, 1984:3).

Media adalah sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar

mengajar. Mengingat banyaknya macam media maka guru harus dapat

berusaha memilihnya dengan cermat agar dapat digunakaan dengan tepat.

Adapun beberapa hal yang diperhatikan dalam memilih media, antara lain:

1. Tujuan

Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang

telah dirumuskan.

2. keterpatgunaan

Media yang digunakan hendaknya sesuai untuk menyampaikaan pesan

yang hendak di komunikasikan atau di informasikan.

3. Tingkat kemampuan siswa

lxxiii
Media yang di gunakan hendaknya sesuai dengan tingkat kemampuan

siswa, tingkat pendekatan terhadap pokok masalah, besar kecilnya kelompok,

atau jangkauan penggunaan media tersebut.

4. Biaya

Biaya hendaknya seimbang dengan hasil yang telah diharapkan dan

sesuai dengan dana yang tersedia.

5. Ketersediaan

Apakah media yang digunakan cukup tersedia atau tidak? Apakah ada

pergantian media media yang lain yang relevan? Apakah direncanakan untuk

perorangan atau untuk kelompok?

6. Mutu Teknis

Kualitas media harus dipertimbangkan, jika media sudah rusak, kurang

jelas atau terganggu, sehingga menganggap proses transfer informasi atau

tidak menarik, kurang bisa dipahami (Daryanto, 1993:3).

2.3 Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar

Bahasa Inggris adalah Bahasa asing yang dianggap penting diajarkan

untuk tujuan penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan

seni budaya, serta pengembangan hubungan antar bangsa (Depdikbud,

1995:1).

Mata pelajaran Bahasa Inggris dapat di ajarkan di Sekolah Dasar

bilamana dianggap perlu oleh masyarakat di daerah yang bersangkutan dan di

dukung dengan adanya guru yang berkemampuan untuk mengajarkan mata

lxxiv
pelajaran tersebut. Oleh karena itu, Bahasa Inggris tidak di wajibkan

dilaksanakan oleh Sekolah Dasar melainkan diselenggaran untuk muatan lokal.

Adapun pelaksanan pelajaran Bahasa Inggris sebagai muatan lokal mulai di

ajarkan dari siswa kelas II.

Muatan lokal berfungsi memberikan peluang untuk mengembangkan

kemampuan siswa yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.

Kurikulum muatan lokal Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar di tetapkan

untuk Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Propinsi Jawa Tengah dengan surat keputusan No. 308/103.a/1995 tanggal 25

September 1995, dengan ketepatan Bahasa Inggris yang diajarkan di Sekolah

Dasar di maksudkan untuk memberikan kemampuan memahami keterangan

lisan dan tertulis serta ungkapan sederhana.

2.3.1 Pengertian

Bahasa Inggris adalah Bahasa Internasional yang perlu di ajarkan untuk

tujuan penyerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

budaya serta pengembangan hubungan antar bangsa. Mata pelajaran Bahasa

Inggris dapat diajarkan di Sekolah Dasar bilamana potensi wisata,

penghasilan industri exsport, menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat di Jawa

Tengah. Adapun pelaksanan pengajaranya harus di dukung oleh guru yang

berkemampuan untuk mengajarkan mata pelajaran tersebut. Oleh karena itu,

Bahasa Inggris tidak wajib di laksanakan di sekolah Dasar melainkan di

selenggarakan sebagai muatan lokal (Depdikbud, 1995:1).

2.3.2 Fungsi

lxxv
Mata pelajaran Bahasa Inggris berfungsi sebagai wahana

pengembangan diri siswa dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

budaya, sehingga pertumbuhan mereka tetap berkepribadian Indonesia.

Muatan lokal Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran pilihan

Sekolah Dasar mulai kelas II, III, IV, V dan kelas VI. Mata pelajaran tersebut

berfungsi untuk menunjang pengembangan pariwisata, daerah penghasilan

Industri Exsport dan tuntutan masyarakat di Propinsi Jawa Tengah

(Depdikbud, 1995:1).

2.3.3 Tujuan

a. Muatan lokal Bahasa Inggris di Sekolah Dasar bertujuan agar siswa

memiliki ketrampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis

sederhana dalam Bahasa Inggris dengan penekanan pada ketrampilan

komunikasi melalui topik yang di pilih kebutuhan lingkungan, antara

lain industri, pariwisata, dan perindustrian di Jawa Tengah .

b. Mata Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar di ajarkan kepada

siswa di harapkan siswa memiliki kemampuan (language competence)

yang mencakup unsur - unsur tata bunyi, kosakata, tata bahasa, tata tulis

dan tata budaya dan memiliki ketrampilan menggunakan (language

performance) unsure - unsur tersebut di atas dalam bentuk yang

sederhana.

c. Alokasi waktu muatan lokal Bahasa Inggris di sediakan waktu 2 jam

pelajaran setiap minggu (disediakan dengan ketentuan sekolah

setempat).

lxxvi
d. Pola pembinaan mata pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar di

kembangkan dengan menekankan keterpaduan dan keterkaitan (Link

and match) antara keluarga, sekolah dan masyarakat dengan

memperhatikan faktor bakat, minat dan kemampuan siswa.

e. Penilaian, tujuan penilaian adalah untuk mengukur tingkat keberhasilan

siswa tertentu, jenis penilaian hasil belajar, sedang fungsi dari penilaian

adalah sebagai umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar ada

tiga cara dalam penilaiannya yaitu test tertulis, test lisan, dan test

perbuatan. Sedangkan jenis penilaian terbagi atas penilaian ssatuan

Bahasan (gabungan beberapa pokok bahasan), penilaian tengah

semester dan penilaian akhir semester.

2.3.4 Ruang lingkup

Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar mencakup ketrampilan

menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sederhana dalam Bahasa

Inggris penekanan pembelajaran pada ketrampilan berbicara mengenai

ungkapan – ungkapan yang ada hubungannya dengan siswa di rumah, di

sekolah dan masyarakat dalam rangka menunjang pariwisata dan

perindustrian di wilayah Jawa Tengah.

Adapun lingkup pembelajaran muatan lokal Bahasa Inggris di Sekolah

Dasar meliputi ungkapan – ungkapan dan kalimat – kalimat sederhana

mengenai : (1) Benda di sekitar anak, (2) lingkungan keluarga, (3) lingkungan

Sekolah, (4) Lingkungan geogratif, dan (5) komunikasi anak dengan

lingkungan. Dari ruang lingkup tersebut, penyajian materi muatan lokal

lxxvii
Bahasa Inggris meliputi elemen : Phonology (tata bunyi),vocabulary

(kosakata), struktur (tata bahasa), culture (kebudayaan), literature (sasatra),

dan tanda baca (Depdikbud,1995:3-4).

2.3.5 Rambu – Rambu

Dalam pelaksanaan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai kurikulum

muatan lokal di gunakan pendekatan komunikatif, yaitu memberikan

pengalaman langsung bagi siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris sebagai

alat komikasi, memberikan bekal kemampuan dan ketrampilan dasar kepada

siswa agar dapat berkomunikasi praktis memberikan bekal pengetahuan pada

siswa untuk mengenal lingkungan yang lebih luas serta menghubungkan antar

bangsa (Depdikbud,1995:4).

Guru di harapkan dapat menjadi model bagi siswa khususnya dalam

ucapan dan lafal Bahasa Inggris Siswa Di berikan siswa kesempatan

sebanyak mungkin untuk berlatih menggunakan Bahasa Inggris dengan

ucapan dan lafal yang benar melalui tahapan. Sealin itu guru di harapkan

dapat memilih sendiri wacana yang berhubungan dengan topik yang akan di

sajikan. Panjang kalimat dalam tiap wacana berkisar antara 5 (lima) sampai

dengan 10 (sepuluh) buah kalimat di sesuaikan dalam tingkat kemampuan /

perkembangan belajar siswa.

2.4 Media video

2.4.1 Pengertian Video

lxxviii
Video merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan

pembelajaran. Dalam media video terdapat dua unsur yang saling bersatu yaitu

audio dan visual. Adanya unsur audio memungkinkan siswa untuk dapat

menerima pesan pembelajaran melalui pendengaran, sedangkan unsur visual

memungkinkan penciptakan pesan belajar melalui bentuk visualisasi.

Menurut Ronal Anderson (1994:99), media video adalah merupakan

rangkaian gambar elektronis yang disertai oleh unsur suara audio juga

mempunyai unsur gambar yang dituangkan melalui pita video (video tape).

Rangkaian gambar elektronis tersebut kemudian diputar dengan suatu alat

yaitu video cassette recorder atau video player.

2.4.2 Karakteristik media video

Menurut Ronald Anderson (1994:103-105) bahwa dalam media video

terdapat kelebihan dan kekurangan, antara lain:

Kelebihan media video:

1. Dapat digunakan untuk klasikal atau individual

2. Dapat digunakaan seketika.

3. Digunakan secara berulang.

4. Dapat menyajiakn materi secara fisik tidak dapat bicara kedalam kelas.

5. Dapat menyajikan objek yang bersifat bahaya

6. Dapat menyajikan obyek secara detail

7. Tidak memerlukan ruang gelap

8. Dapat di perlambat dan di percepat

9. Menyajikan gambar dan suara

lxxix
Kelemahan media video

1. Sukar untuk dapat direvisi

2. Relatif mahal

3. Memerlukan keahlian khusus

2.4.3 Tujuan media video dalam pembelajaraan

Ronald Anderson (1994:102) mengemukakan tentang beberapa tujuan

dari pembelajaraan mengunakan media video, antara lain:

Untuk tujuan kognitif

1) Dapat mengembangkan mitra kognitif yang menyangkut kemampuan

mengenal kembali dan kemampuan memberikan rangsangan gerak dan

serasi.

2) Dapat menunjaukan serangkaian gambar diam tanpa suara sebagai

media foto dan film bingkai meskipun kurang ekominis.

3) Melalui video dapat pula diajarkan pengetahuaan tentang hukum –

hukum dan prinsip – prinsip tertentu.

4) Video dapat digunakan untuk menunjukan contoh dan cara bersikap

atau berbuat dalam suatu penampilan, khususnya yang menyangkut

interaksi siswa.

Untuk tujuan afektif

1. Video merupakan media yang baik sekali untuk menyampaikan

informasi dalam matra afektif.

2. Dapat menggunakan efek dan teknik, video dapat menjadi media yang

sangat baik dalam mempengaruhi sikap dan emosi.

lxxx
Untuk tujuan psikomotorik

1. Video merupakan media yang tepat untuk memperlihatkan contoh

ketrampilan yang menyangkut gerak. Dengan alat ini dijelaskan, baik

dengan cara memperlambat maupun mempercepat gerakan yang

ditampilkan.

2. Melalui video siswa dapat langsung mendapat umpan balik secara

visual terhadap kemampuan mereka sehingga mampu mencoba

ketrampilan yang menyangkut gerakan tadi.

2.4.4 Evalusi media video

Menurut Sujana (2000:111), evaluasi pada dasarnya adalah

memberikan pertimbangan atau harga atau nilai berdasarkan kriteria tertentu.

Sedangkan menurut Joesmani (1998:19) mengemukan evaluasi adalah suatu

proses menentukan sampai seberapa jauh kemampuan yang dapat dicapai oleh

siswa dalam proses pembelajaran.

Evaluasi media pendidikan merupakan kegiatan yang patut dilakukan,

baik sebelum maupun sesudah digunakan media pendidikan. Evaluasi ini dapat

dilakukan oleh guru kelas atau yang dilakukan oleh lembaga media

pendidikan.

Kalau kita mempelajari oleh media pendidikan kita akan berhadapan

dengan masalah tujuan penggunaan media, nilai – nilainya, cara memilih, dan

menggunakannya di dalam proses belajar.

Menurut Hamalik (1994:229) Bentuk evaluasi media meliputi :

1. Evaluasi Bahan bacaan

lxxxi
2. Evaluasi Papan tulis

3. Evaluasi Papan bulletin (bulletin board)

4. Evaluasi Gambar

5. Evaluasi Film strip

6. Evaluasi Film/video

7. Evaluasi Tape recorder

8. Evaluasi Alat audio

9. Evaluasi Community study

Berikut ini disajikan contoh format evaluasi media video:

I. Judul Film/video ………………….Previuw oleh………………….

Harga……………………………………………………………..

Harga Pembelian…………………………………………………

Diproduksi oleh ……………………Subyect……………………

Collaboration……………………………………………………

II. Menggunakan Data.

1. Apakah Film itu autentik?...........................................................

Komentar…………………………………………………………

2. Digunakan pada tempat………………………………………

3. Apakah pengalaman yang diberikan oleh film itu tidak dapat

diperoleh melalui alat–alat tradisional yang telah ada?..................

4. Jelaskan sumbangan – sumbangan yang mungkin diberikan

5. Kurikulum atau unit belajar yang mengunakan saran – saran

lxxxii
6. Warna yang tidak digunakan…………digunakan ……..untuk

memberi makna terhadap hal seperti………….

III. Format

1. Fotografi : sempurna, baik, komentar………….

2. Suara: sempurna, baik, kurang, komentar………..

3. Kesatuan bahan – bahan yang dipelajari meliputi:……..

4. Warna: Superflous, sesuai dengan keingginan yang diperlukan guna

menghadapi makna. Komentar………………..

IV. Deskriptiffilm /video………..

V. General Film rating; Sempurna, baik, kurang

VI. Rekomend for future use: ya……Tidak……… Alasan…………

2.5 Pengembangan media audio visual (video) dalam pembelajaran

kosakata Bahasa Inggris

2.5.1 Kawasan pengembangan

Menurut Barbara dan Rita C (1994: 39) Pengembangan adalah proses

penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik. Kawasan pegembangan

mencakup banyak variasi teknologi yang digunakan dalam pembelajaran.

Meskipun demikian, tidak berarti baru teori dan praktek yang berhubungan

dengan belajar dan desain. Tidak pula kawasan tersebut berfungsi bebas dengan

dari penilaian, Pengelolaan atau pemamfaatan melainkan timbul karena

dorongan fungsi dan desain dan harus tanggap terdapat tuntutan formatif dan

praktek pemanfaatan serta kebutuhan pengelolan.Kawasaan tidak hanya terdiri

lxxxiii
dari perangkat keras pembelajaran, melainkan juga perangkat lunaknya, bahan

– bahan visual dan audio, serta program atau paket yang merupakan paduan

berbagai bagian.

Di dalam kawasan pengembangan terdapat keterkaitan yang kmpleks

antara teknologi dan teori yang mendorong baik desain pesan maupun strategi

pembelajaran. Pada dasarnya kawasan pengembangan dapat di jelaskan dengan

adanya:

a. Pesan yang didorong oleh isi.

b. Strategi pembelajaran yang di dorong oleh teori.

c. Manifestasi fisik dari teknologi perangkat keras, perangkat lunak dan bahan

pembelajaran.

Kawasan pengembangan dapat di organisasikan dalam empat kategori:

teknologi cetak (yang menyedikan landasan untuk kategori yang lain),

teknologi audio visual, teknologi berbasis komputer, dan teknologi terpadu.

2.6.2 Model pengembangan media audio visual (video)

Model pengembangan adalah suatu bentuk atau contoh yang digunakan

dalam pengembangan produk.

lxxxiv
Pada pengembangan Media Audio Visual VCD ini digunakan model

pengembangan Haryono (1987 ; 5), sebagaimana terpapar dalam bagan berikut

: Pembuatan Rancangan

Penulisan Naskah

Produksi

Uji Coba

Revisi

Tidak
Selesai

Bagan I: Model Pengembangan Media Audio Visual VCD


Sumber Haryono (1987 ; 5)

Model ini dipilih dan digunakan karena untuk pengembangan Media

Audio Visual VCD ini, dengan alasan sebagai berikut :

a. Model Haryono dinilai cocok digunakan sebagai acuan perancangan media

audio visual VCD mata pelajaran Bahasa Inggris dengan media audio

visual VCD, karena model desain Haryono berpijak pada tujuan dengan

kondisi yang ada pada mata pelajaran Bahasa Inggris dengan media audio

visual VCD tersebut.

b. Model desain Haryono penyajiannya dilakukan secara sederhana, sehingga

tidak memakan waktu lama dan tidak memakan biaya banyak.

lxxxv
c. Model Haryono menggunakan pendekatan sistemik, dengan langkah-

langkah lengkap dan dapat digunakan untuk merancang bahan

pembelajaran baik secara klasikal maupun individual.

d. Model desain Haryono dapat dipergunakan untuk pengembangan media

audio visual VCD ini, yang mengandung ranah-ranah informasi verbal,

ketrampilan kognitif, ketrampilan efektif dan ketrampilan psikomotor.

e. Model desain Haryono, langkah-langkahnya setahap demi setahap sehingga

mudah diikuti.

2.5.2 Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan adalah langkah-langkah prosedural yang harus

ditempuh oleh pengembang dalam membentuk produk, pengembang tinggal

mengikuti langkah-langkah seperti yang terlihat dalam model pengembangan.

Prosedur pengembangan berguna untuk lebih memperjelas tentang bagaimana

langkah prosedural yang harus dilalui agar sampai ke produk yang

dispesifikasikan.

Prosedur pengembangan media audio visual VCD, berdasarkan model

pengembangan Haryono (1987 ; 5), sebagai berikut :

1. Tahap pembuatan rancangan

Dalam tahapan pembuatan rancangan ini, dilakukan perancangan

terhadap isi atau garis besar isi program media yang terdiri dari tiga

komponen, yaitu :

lxxxvi
A. Penetapan Topik

Topik disebut juga pokok bahasan. Pokok bahasan menjadi

dasar pengajaran dan menggambarkan ruang lingkupnya.Topik

ditentukan berdasarkan kurikulum yang digunakan guru dalam

mengajar. Untuk media audio visual telah dibakukan dalam silabus

Pembelajaran Bahasa Inggris dengan media audio visual VCD.

Adapun topik yang telah ditentukan dalam silabus media audio

visual VCD sebagai berikut :

1. Konsep, peranan dan lingkup media audio visual VCD

2. Klasifikasi dan karakteristik media audio visual VCD

3. Produksi media audio visual VCD

4. Bentuk penyajian dan klasifikasi media audio visual VCD

Agar topik sesuai dengan kurikulum dan dibutuhkan siswa

maka dilakukan analisis kebutuhan belajar siswa. Analisis kebutuhan

belajar siswa dalam pengembangan media audio visual VCD ini yaitu

Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Bawu Kecamatan Batealit

Kabupaten Jepara. Dalam Proses belajar mengajar masih cenderung

menerapkan cara-cara konvensional. Metode ceramah masih menjadi

satu-satunya metode yang sering digunakan untuk menyampaikan

pesan kepada peserta didik.

Fenomena pembelajaran klasikal yang terjadi pada Madrasah

Ibtidaiyah tersebut membawa dampak ikutan dan kendala bagi guru,

lxxxvii
khususnya guru Bahasa Inggris. Salah satu kendala yang sering terjadi

adalah distorse atau noise. Selain itu ada kendala lain seperti

keterbatasan fisik dan tingkat interpretasi siswa terhadap pesan yang

disampaikan guru yang tidak sama satu sama lain.

Berdasarkan hal – hal di atas, maka seorang guru memerlukan

kehadiran media untuk mengatasi berbagai hambatan yang dijumpai

di kelas. Media – media tersebut banyak sekali macamnya. Salah satu

media yang pengembang tawarkan adalah media audio visual VCD.

Sedangkan mata pelajaran yang hendak diatasi kendalanya agar

mudah dalam memahami pelajaran kosa kata Bahasa Inggris,

sehingga siswa akan lebih tertarik dan mudah menerjemahkan arti

kosakata tersebut. Selama ini sering kali guru mengalami kesulitan

dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif untuk mata

pelajaran Bahasa Inggris.

Alasan penerapan dan penggunaan media media audio visual

VCD ini untuk meminimalisasi distorsi karena media mudio visual

ini mudah penggunaannya: media audio visual VCD ini mampu

menarik perhatian siswa dan mampu merangsang siswa untuk belajar

serta menarik minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris,

sehingga pesan yang disampaikan dapat ditangkap dengan baik.

Dengan demikian media media audio visual VCD hadir sebagai upaya

memenuhi kebutuhan belajar siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyah

Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

lxxxviii
Analisis siswa dalam pengembangan Media Audio Visual VCD ini

sebagai berikut :

Subjek dari penggunaan media audio visual VCD ini adalah

siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Bawu Kecamatan Batealit

Kabupaten Jepara. Hal ini berangkat dari asumsi bahwa siswa kelas

IV telah memiliki pola pikir yang sudah meningkat dalam

pemahaman cerita Berbahas Inggris apabila dibandingkan tingkat

dibawahnya. Selain itu siswa kelas IV ini sudah sedikit mengetahui

beberapa kosakata dalam Bahasa Inggris, dalam hal ini hanya

pengembangan saja melalu pemahaman cerita yang ditampilkan lewat

media audio visual VCD. Penggunaan media tersbut juga adanya

pengembangan tentang terjemahan dalam Bahasa Indonesia untuk

lebih memudahkan siswa dalam mengartikan dan memahami jalannya

cerita.

Disadari, hal ini tentu menimbulkan hambatan dalam proses

penerimaan atau interpretasi dan pemahaman pada setiap pesan yang

disampaikan oleh guru. Dari sejumlah siswa kelas IV terdapat siswa

yang memiliki keterbatasan daya tangkap terhadap materi yang

disampaikan guru. Hal ini di mungkinkan karena kurangnya perhatian

dan minat mahasiswa terhadap mata pelajaran atau pesan yang

disampikan guru, sehingga cenderung membosankan. Hal ini

berakibat siswa tidak memperhatikan guru dan lebih memperhatikan

hal – hal yang lain. Selain itu juga karena kurangnya pemanfaatan

lxxxix
teknologi yang terbaru dalam proses belajar mengajar. Misalnya

memasukkan teknologi dalam media. Walaupun sudah memanfaatkan

teknologi dalam media tapi cenderung tertinggal. Ini berdasarkan

pengamatan dan penelitian di sekolah dasar khususnya Madrasah

Ibtidaiyyah Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

Teknologi hendaklah dianggap sebagai alat untuk membantu para

pelajar melewati keterbatasan otaknya, seperti memory, berpikir, atau

keterbatasan memecahkan masalah – masalah. Maka, media audio

visual VCD hadir sebagai upaya meminimalisasi kendala tersebut.

Adapun topik yang dipilih berdasarkan analisis kebutuhan dan

analisis siswa adalah :

“Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris dengan topik animal”.

Kebutuhan belajar ditentukan melalui pengamatan dan survei.

Setelah kebutuhan belajar dianalisis atau ditentukan, kemudian

dirumuskan. Perumusan dilakukan dengan menyusunnya ke dalam

kalimat atau cerita yang pendek. Tetapi mengungkapkan maksud yang

jelas. Rumusan kebutuhan tersebut disebut pokok bahasan atau topik.

Dalam melakukan analisis kebutuhan juga memperhatikan

sifat-sifat siswa. Karena sebagai pertimbangan dalam menentukan

topik. Meliputi mata pelajaran yang masih kurang dipahami, mata

pelajaran pendukung, dasar kosakata Bahasa Inggris yang sudah

dimiliki dan sebagainya.

xc
Metode dokumentasi digunakan dalam tahap pembuatan

rancangan ini berguna untuk mendapatkan informasi tentang

kurikulum atau silabus mata pelajaran Bahasa Inggris siswa kelas IV

Madrasah Ibtidaiyah Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

Metode observasi langsung digunakan untuk melihat kebutuhan

belajar.

B. Merumuskan Tujuan Instruksional

Tujuan instruksional dirumuskan setelah topik ditentukan.

Dalam tujuan instruksional disebutkan kemampuan, pengetahuan dan

sikap yang diharapkan dimiliki oleh sasaran didik setelah berperan

serta dalam proses belajar dengan media. Tujuan instruksional ada dua

yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus.

Perumusan tujuan instruksional dalam pengembangan Media Audio

Visual VCD untuk pembelajaran kosakata Bahasa Inggris ini

dilakukan setelah topik ditentukan dengan menggunakan cerita yang

operasional dan berorientasi pada sasaran didik. Selain itu

menggambarkan kemampuan, ketrampilan atau sikap yang harus

dipunyai siswa setelah mengikuti kegiatan instruksional. Tidak kalah

penting sifat-sifat sasaran didik tetap menjadi bahan pertimbangan.

Perumusan tujuan instruksional umum dalam pengembangan

media audio visual VCD untuk pembelajaran Bahasa Inggris ini,

dengan mempertimbangkan sifat – sifat sasaran didik sebagai berikut:

Media Audio Visual

xci

1 2 3 4
Keterangan:

1. Konsep dan peranan media audio visual

2. Cerita Bahasa Inggris yang digunakan

3. Produksi media audio visual

4. Bentuk Penyajian dan klasifikasim media audio visual

Sedangkan dalam menentukan perumusan tujuan instruksional

umum pada pengembangan media audio visual ini sebagai berikut :

No. Tujuan Instruksional Umum Ranah pembelajaran

01 Setelah mengikuti program ini Kognitif

diharapkan siswa dapat memahami Psikomotor

dan mengerti arti kata – kata yang Afektif

ditemukan dalam pembelajaran

Bahasa Inggris melalui media

Audio Visual

Berdasarkan pengelompokkan Tujuan Instruksional Umum ke

dalam ranah belajar maka Tujuan Instruksional Khusus pada

pengembangan media audio visual ini, yaitu :

Ranah Kognitif

xcii
1) Siswa dapat menuliskan kata – kata sederhana dalam Bahasa

Inggris secara sederhana.

2) Siswa dapat menyebutkan macam – macam hewan dalam

Bahasa Inggris.

3) Siswa dapat menambah dan memperkaya perbendaharaan

kata.

Ranah Psikomotorik

1) Siswa dapat mengucapkan beberapa kata dalam Bahasa

Inggris.

2) Siswa dapat menyalin kata – kata sederhana yang telah

dipelajari.

Ranah Afektif

1) Siswa dapat memiliki rasa senang terhadap pelajaran

Bahasa Inggris sehingga timbul keinginan belajar

2) Siswa dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris secara

sederhana

3) Siswa dapat melakukan percakapan sederhana

C. Merumuskan Pokok – Pokok Instruksional

Pokok – pokok materi instruksional merupakan perincian atau

penjabaran lebih lanjut dari tujuan yang telah dirumuskan (Haryono,

1987 ; 9)

xciii
Perumusan pokok – pokok materi instruksional dalam

pengembangan media audio visual ini ditentukan dengan

memperhatikan sifat – sifat sasaran didik dan mengingat sumber

belajar yang ada.

Untuk lebih memperjelas tahapan dalam pembuatan rancangan,

berikut disajikan urutan Metode Pembuatan Rancangan Isi sebagai

berikut :

Analisi
Topik R
kebutahan
a
n
c
a
Analisis ng
Siswa a
n

I
s
Analisis i
Tujuan
Sumber

Pokok – Pokok
Materi

Bagan II Metode Pembuatan Rancangan


Setelah menentukan topik, merumuskan
Sumber tujuan; dan
Haryono (1987 7) pokok – pokok

meteri instruksional ketiga komponen tersebut dimasukkan dalam format

rancangan isi program media audio visual ini.

2. Tahapan penulisan naskah

xciv
Dalam tahapan penulisan naskah, format rancangan isi program

media ini dituangkan atau dialihkan ke dalam naskah.

Ada beberapa langkah dalam pembuatan naskah. Menurut Haryono (1987

: 14) langkah pembuatan naskah mencakup :

a. Menulis rasional dari produk yang dibuat.

b. Membuat synopsis.

c. Menetapkan identitas program.

d. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus dan Tujuan

Pembelajaran Umum.

e. Mengidentifikasi audience.

f. Mengidentifikasi garis-garis besar program pembelajaran, GBIP

terdiri dari Produk Media, Mata Pelajaran, Sasaran, Durasi, Topik,

Tujuan Umum, Tujuan Khusus, Pokok-Pokok Mater dan Sumber.

g. Menetapkan treatment.

h. Membuat naskah, naskah terdiri dari spesifikasi program.

Untuk penulisan naskah dalam pengembangan media audio

visual ini langkah-langkahnya mengacu pada model pengembangan

Haryono. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

a. Menuliskan rasional dari produk media audio visual VCD ini.

Rasional dari produk pengembangan media audio visual ini adalah :

Proses belajar mengajar akan lebih efektif dan efisien apabila

ditunjang dengan penggunaan media yang memadai. Karena

xcv
berinteraksi dengan sumber belajar/media instruksional dapat

mengarah pada tercapainya hasil belajar yang optimal.

Media pendidikan dapat memberikan pengertian dan konsep

yang sebenarnya secara realitas dan teliti, serta memberi pengalaman

menyeluruh yang pada akhirnya memberi pengertian abstrak. Media

adalah perantara/pengantar pesan dari pemberi kepada penerima

pesan. Sedangkan menurut AECT media adalah segala bentuk dan

saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi.

Briggs (1970) memberi batasan media merupakan segala alat fisik

yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.

Dari beberapa pengertian batasan diatas dapat disimpulkan

bahwa pemanfaatan media yang baik serta memadai, diharapkan dapat

merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minatnya, sehingga

proses pembelajaran berjalan dengan baik dan menggairahkan.

Media-media tersebut dari tahun ke tahun selalu mengalami

perkembangan, karena masing-masing media itu mempunyai

kelemahan. Oleh karena itu perlu diadakan penemuan media baru dan

pemanfaatan media yang baru. Karena peserta didik cepat emrasakan

kebosanan, saat menerima kuliah. Sebab dengan media yang kurang

menaraik akan bersifat verbalistik. Maka diadakan perbaikan media

guna menunjang Proses Belajar Mengajar.

Pengenalan media audio visual VCD dalam pembelajaran kosa

kata Bahasa Inggris dapat menarik perhatian siswa serta lebih

xcvi
komunikatif dan diharapkan dapat mengatasi maslah kondisi belajar.

Begitu juga penggunaan media audio visual VCD sebagai sumber

belajar, maka kegiatan belajar mengajar akan lebih menarik serta

mempermudah pemahaman dan akhirnya keberhasilan proses

pembelajaran.

b. Membuat sinopsis dari isi program media audio isual.

Dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran

kosa kata Bahasa Inggris di kelas IV diharapkan menarik perhatian

audiens serta lebih komunikatif dan diharapkan dapat mengatasi

kondisi belajar. Sinopsis dalam pengembangan media audia visual ini

sebagai berikut :

Media audio visual VCD berfungsi untuk menyalurkan pesan

dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut

indera penglihatan dan pesan yang akan disampaikan dituangkan

kedalam simbol-simbol komunikasi visual (Sadiman, dkk, 1993: 28).

Cerita yang ditampilkan dalam media audio visual VCD ini

harus dengan benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat

berhasil dan efisien. Secara khusus media audio visual VCD berfungsi

untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan

sebuah cerita yang dapat membantu dalam pembelajaran kosa kata

Bahasa Inggris. Selain Menarik media audio visual yang

menampilkan cerita berbahasa inggris dengan terjemahan akan lebih

xcvii
mudah dipahami siswa. Ragam media audio visual, meliputi film

VCD, kaset, dan lain sebagainya.

Untuk sinopsis cerita yang digunakan dalam pembelajaran

kosa kata Bahasa Inggris dengan topik animal adalah sebagai berikut:

Disebuah hutan tinggal banyak hewan yangberaneka ragam.

Singa adalah raja dihutan tersebut. Ada satu binatang yang tidak

pernah takut terhadap hewan lainnya, hewan tersebut adalah sang

kancil. Pada suatu hari kan cil berjalan mengelilingi hutan setengah

perjalanannya kancil tersesat karena awan mendung dan petir

menyambar-nyambar, sehingga kancil tidak tahu bahwa didepan jalan

yang ia lewati ada lubang besar menghadangnya kancil terpeleset

dalam lubang dan ia tidak bisa naik lagi. Kemudian gajah berjalan

melewati lubang besar itu, kancil mendapatkan ide yang cemerlang

untuk bisa keluar dari lubang besar dengan cara memanfaatkan gajah

untuk dapat menolong kancil, cara yang dilakukan kancil menipu

gajah yaitu dengan menakut-nakuti gajah agar gajah mencari

perlindungan karena kancil mengatakan sebentar lagi langit akan

runtuh. Gajah akhirnya merasa takut dan mau berlindung dalam

lubang besar tersebut. Setelah itu kancil melompati sang gajah dan

naik kepermukaan hutan.

c. Menetapkan identitas program media audio visual VCD

Mata Pelajaran : Bahasa Inggris

Pokok bahasan : Animal

xcviii
Judul Program : Petualangan Sang Kancil

Jenis Pendidikan: Wacana

sasaran : Siswa kelas IV MIN Bawu Batealit Jepara

Durasi : 25 Menit

d. Merumuskan tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran

khusus

Tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus dalam

pengembangan media audio visual VCD ini adalah :

Tujuan Umum

Setelah mengikuti program ini diharapkan siswa dapat memahami

dan mengerti arti terjemahan dari kosakata yang ada dalam

pembelajaran Bahasa Inggris melalui media audio visual ini.

Tujuan Khusus

Setelah mendengarkan menyimak VCD yang disajikan dikelas

diharapkan.

1. Siswa dapat menuliskan kata-kata sederhana yang dipelajari

2. Siswa dapat menyebutkan macam – macam hewan

3. Siswa dapat menambah dan memperkaya pembendaharaan kata

dalam Bahasa Inggris

4. Siswa dapat mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Inggris

5. Siswa dapat menyalin kata-kata sederhana yang telah dipelajari

6. Siswa dapat memiliki rasa senang terhadap pelajaran bahasa

Inggris sehingga timbul keinginan untuk belajar

xcix
7. Siswa dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris secara

sederhana

8. Siswa dapat melakukan percakapan sederhana

e. Mengidentifikasi audien program pengembangan media VCD

Audien dalam program pengembangan media audio visual VCD

ini adalah : Siswa kelas IV MIN Bawu Kecamatn Batealit Kabupaten

Jepara.

f. Mengidentifikasi GBIP dari program media VCD

Garis-garis besar isi program pembelajaran (GBIP) dalam program

pengembangan media audio visual VCD ini, yaitu:

Produk Media : VCD Pendidikan

Mata Pelajaran : Bahasa Inggris

Judul : THE ADVENTURE OF MOUSE DEER

Sasaran : Siswa Kelas IVMIN Bawu Batealit Jepara

Durasi : 40 Menit

g. Menetapkan treatment dari program media audio visual VCD

Treatmen dapat dilihat dalam naskah media audio visual yang terdapat

dalam lampiran X.

h. Membuat naskah (spesifikasi program media audio visual VCD)

Membuat naskah disini terdiri dari kolom-kolom yang berisi bentuk

visualnya, audio dan waktunya. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini

Penulisan naskah
c

Rasional + Sinopsis
membuat 1
dipaparkan langkah-langkah dalam penulisan naskah sebagai berikut

3. Tahap Produksi Program

Memproduksi program adalah mengubah naskah menjadi

program. Dalam pengembangan media audio visual VCD ini

ci
memproduksi program berarti mengubah naskah menjadi program

dalam bentuk VCD.

Pada pembuatan produksi media audio visual ini tidak lupa

direview oleh para ahli baik itu ahli media/design dan ahli isi atau

grafis. Setelah naskah diubah dalam media audio visual VCD

pengembang minta pertimbangan dari para ahli media tentang produk

yang dibuatnya, tentang saran dan kritiknya. Sehingga sebelum diuji

cobakan telah direview, karena tugas reviewer mengkaji kelemahan-

kelemahan yang masih ada dan memberikan saran-sara perbaikan. Bila

produk masih ada kelemahan, pengembang merevisi atau memperbaiki.

Metode yang dipakai untuk mereview adalah wawancara. Jadi

wawancara disini hanya untuk menkaji kelemahan-kelemahan yang

masih ada dan saran-saran perbaikan dalam produk media audio visual

VCD.

Untuk lebih memperjelas lagi dalam memproduksi program

media audio visual VCD, dibawah ini disajikan urutan langkah-langkah

urutan produksi media VCD, sebagai berikut :

Produksi Media

Naskah

Diubah dalam bentuk

VCD
cii

Review
4. Tahap Uji Coba

Tahap uji coba perlu dilakukan karena hasil produksi sesuatu

program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik sekali,

belum tentu mampu merangsang proses belajar sasaran didik, terkadang

sulit dipahami sehingga program tersebut tidak dapat dikatakan baik.

Maksu diadakan uji coba untuk melihat efektifitas program tersebut bila

digunakan oleh sasaran didik yang dituju. Dalam uji coba media VCD

ini melalui beberapa tahapan yaitu :

a. Menentukan tujuan diadakan uji coba

Dalam pengembangan media audio vidual ini tujuan uji coba

adalah untuk melihat efektivitas program atau produk yang dibuat

ciii
dilihat dari sudut menarik tidaknya program atau produk media audio

vidual tersebut.

b. Membuat alat uji coba

Pembuatan alat uji coba perlu dilakukan supaya data-data

yang berkaitan dengan efesiensi dan efektivitas program dapat

dikumpulkan melalui alat uji coba. Alat uji coba dibuat sebelum

spengembang melakukan uji coba.

Dalam pengembangan medai audio visual ini alat uji coba

berupa angket terbuka (check list). Keterangan tentang angket dan

subjek coba dijelaskan pada bagian uji coba produk.

5. Tahap Revisi

Apabila dirasa perlu untuk revisi, bagian mana yang dianggap

perlu kurang tepat ? apakah pada bagian uji cobanya, pembuatan

rancangannya, penulisan naskahnya atau produksi programnya. Jika

dirasa tidak perlu revisi, maka pengembangan produk dinyatakan selesai.

6. Uji Coba Produk

Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat

dipergunakan sebagai landasan untuk menetapkan tingkat keefektivitasan,

efesiensi dan daya tarik dari produk yang dihasilkan (Pedoman Penyusunan

Skripsi S1....27).

2.6 Aplikasi pengguanaan media audio visual (video) sebagai media

pembelajaran

civ
Bagi seorang guru, mengajar bukanlah merupakaan suatu permasalahan

atau tantangan yang memberatkan, tetapi mengajar merupakaan kegiataan yang

menyenangkan. Akan tetapi dihadapkan dengan pertanyaan bagaimana

mengajar yang baik sehingga berhasil, barulah akan merupakaan suatu

tantangan tersendiri. Memang mengajar itu nampaknya sederhana, namun

apabila kita kaji lebih jauh lagi, banyak aspek yang harus di perhatikan.

Penguasaan materi, didaktik metodik, otak siswa, situasi lingkungan sekolah

dan lain lain. Lebih lagi bila dikaitkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan

teknologi, maka pemakaian berbagai peralatan canggih dalam proses

pembelajaran menuntut perhatian khusus para guru.

Akhir - akhir ini penggunan peralatan elektronik seperti radio, radio

kaset, OHP, Film, Video serta komputer sebagai akibat dari kemajuaan ilmu

pengetahuan dan teknologi komunikasi telah mulai masuk dalam dunia

pendidikan. Hal ini menuntut adanya perubahaan sikap dari seorang guru yang

biasa mengajar dengan system konvensional atau tradisonal kearah mengajar

yang disesuaikan demngan kemajuaan ilmu pengetahuan dan teknologi

tersebut. Oleh karena itu, berikut ini akan diuraikan bagaimana seorang guru

menggunakan program kaset video secara integral dalam proses pembelajaran

sebagai media pendidikan.

2.6.1 Persiapaan

Kegiataan persiapan dari seorang guru yang akan mengajar dengan

menggunakan program kaset video antara lain:

1. Membuat satuan pelajaran sebagaimana biasa dengan mencantumkan media

video

cv
2. Mempelajari terlebih dahulu program yang akan disajikan pada siswa, agar

lebih diketahui secara pasti materi apa yang akan disajikan sehingga apabila

terdapat kekurangan dapat diketahui terlebih dahulu.

3. Mempelajari terlebih dahulu kata – kata atau istilah yang perlu disajikan

kepada siswa sebelum menyaksikan program.

4. Akan lebih baik lagi dilakukaan priview bersama dua atau tiga orang

siswa.Siswa yang ikut menyaksikan priview diberi kesempataan agar

mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan program ini. Pertanyaan

tersebut tidak perlu dijawab pada saat itu juga akan tetapi merupakan bahan

pertimbangan bagi guru.

5. Menyiapkan peralatan yang akan dipergunakan agar dalam pelaksanaanya

nanti tidak terburu – buru dan tidak perlu mencari – cari lagi.

2.6.2 Pelaksanaan

Beberapa hal yang perlu di ketahui dalam mengajar dengan media video

antara lain:

1. Ruang penyaji

Ruangan yang di pergunakan untuk pelaksanan proses pembelajaran

dapat berupa ruang kelas, aula, lap atau ruang khusus untuk penyajiaan

program – program media pendidikan. Ruangan ini harus memiliki aliran listrik

dan dapat digelarkan atau setengah gelap.

2. Peralatan yang dipergunakan

Mengajar dengan menggunakan media video memerlukan peralataan:

cvi
- Video tape recorder (VTR).

- Televisi monitor atau TV monitor.

- Kabel – kabel listrik dan kabel monitor.

3. Tata letak peralataan

MeletakkanTV monitor di dalam ruang kelas harus di tempat yang

strategis sehingga siswa yang ada di dalam ruang tersebut dapat melihat dan

mendengarkan program dengan jelas. Untuk itu ada beberapa cara yang dapat

dilakukan antara lain:

a) Letakkan TV monitor disebelah kiri atau kanan papan tulis. Usahakan agak

tinggi agar pandangan siswa yang ada di bagian depan tidak terganggu.

Kegunaan meletakkan TV monitor disebelah kiri atau kanan papan tulis ini,

apabila akan menggunakan papan tulis tidak terganggu TV monitor.

b) Meletakkan TV monitor dapat juga dibagian tengah di depan kelas. Cara ini

mempunyai kelemahan yaitu bila kita hendak mendengarkan papan tulis

tentunya akan terhalang oleh TV monitor tersebut.

c) Langkah langkah Pelaksanaan.

d) Langkah pertama, yakinkan bahwa semua peralataan sudah lengkap dan

siap untuk disiapkan.

e) Jelaskan pada siswa bahwa kita akan menyaksikan program video.

f) Jelaskan lebih dahulu tentang tujuan yang ingindicapai.

g) Jelaskan lebih dahulu kata - kata atau istilah yang dianggap sulit dan harus

diketahui oleh siswa sebelum menyaksikan program video yang akan

disajikan.

cvii
h) Jelaskan pula apa yang harus dilakukan siswa selama menyaksikan program

video.

i) Apabila peralataan, program, guru dan siswa siap penyajian program video

dapat segera dimulai.

j) Apabila dipandang perlu untuk memberi penjelasan tambahan sewaktu

program sedang disajikan, maka program tersebut dapat dihentikan untuk

sementara. dalam menghentikan program harus dipilih saat yang paling

tepat yaitu pada bagian apa pada program tersebut dapat dihentikan

sehingga tidak mengganggu keseimbangan penyajiaan program.

2.6.3 kegiatan lanjutan.

Menurut Hamalik (1994:124), kegiataan lanjutan perlu dilakukan dalam

bentuk diskusi kelas, dengan tujuan :

1. Untuk menilai program

2. Menjelaskan hal yang kurang atau belum dimengerti oleh siswa.

3. Untuk membuat rangkuman

4. Membantu mendiskriminasikan persoalan.

cviii
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan dan Desain Penelitian

Sebelum menentukan jenis penelitian dan desain yang dipakai dalam

penelitian terlebih dahulu dikemukakan pengertian rancangan penelitian.

Rancangan penelitian merupakan sebuah titik tolak pemikiran yang akan

membentu pelaksanaan kegiatan lebih efektif yang berguna bagi penelitian

kemudian untuk dianalisis serta mencari perannya sehingga dapat digunakan

sebagai kesimpulan yang diharapkan.

Penelitian dan pengembangannya disini adalah sebuah strategi yang sangat

kuat untuk meningkatkan latihan. Penelitian dan perkembangannya dalam (R&D)

merupakan proses yang biasa untuk mengembangkan dan mensyahkan hasil

pendidikan. Yang dimaksud “Menghasilkan” tidak hanya seperti teksbook,

menggunakan film dan panduan komputer, akan tetapi juga menggunakan metode-

metode seperti metode mengajar dan program-program seperti program pendidikan

tentang obat-obatan atau program perkembangan staff. Rancangan R&D sekarang

ini diutamakan dalam program perkembangan. Program-program tersebut adalah

sistem pembelajaran komplek yang meliputi bahan-bahan perkembangan tertentu

dan pelatihan seseorang untuk bekerja dikonteks yang khusus.

Langkah-langkah dari proses R&D biasanya seperti pada siklus / putaran

R&D yang terdiri dari mempelajari penelitian untuk menemukan sesuatu yang

cix
mengembangkan produk, mengembangkan produk berdasarkan penemuan-

penemuan ini mengujinya di waktu dan tempat yang akan biasa digunakan dan

merevisinya untuk membenarkan kekurangan yang ditemukan saat tahap

pengunjungan. Dalam program R&D yang lebih tepat, siklus ini diulangi hingga

data hasil pengujian menunjukkan bahwa produk telah menjumpai tujuan / sasaran.

Sebaliknya, tujuan dari penelitian pendidikan adalah bukan untuk

mengembangkan hasil, tetapi lebih untuk menemukan pengetahuan baru mengenai

fenomena yang dasar (melalui penelitian dasar) atau mengenai pendidikan

pelatihan (melaui penelitian terapan). Tentu saja, banyak rancangan-rancangan

penelitian terapan termasuk perkembangan dari hasil pendidikan. Sebagai contoh

dalam rancangan - rancangan yang memperhatikan perbandingan - perbandaingan

keefektian dua metode untuk pengajaran membaca, para peneliti bisa

mengembangkan materials / bahan-bahan yang mengembangkan bahan-bahan yang

menggabungkan tiap metode karena bahan-bahan yang sesuai tidak tersedia.

Bagaimanapun juga bahan / alat-alat ini dikembangkan dan dipilih hanya untuk

tujuan dimana alat tersebut dapat digunakan untuk menguji hipotesa pada peneliti.

Selanjutnya, pengujian dibuat dalam tatacara yang tidak mencerminkan kondisi

sekolah yang nyata. Untuk alasan-alasan ini penelitian terapan jarang menghasilkan

hasil yang siap untuk digunakan di sekolah.

Desain penelitian ini adalah termasuk penelitian deskriptif kualitatif

pengembangan media. Untuk mengumpulkan informasi atau keterangan, maka

dilaksanakan penelitian survey dengan maksud untuk mengumpulkan data

mengenai efektifitas penggunaan media VCD dalam pembelajaran kosakata Bahasa

cx
Inggris. Agar dapat menentukan persiapan penelitian secara sistematis dalam usaha

menemukan, mengembangkan atau menguji kebenaran dari pokok permasalahan,

maka perlu menggunakan metode pendekatan dalam penelitian. Dalam penelitian

ini digunakan metode deskriptif dan R&D. Metode deskriptif ini digunakan untuk

mengkaji apa yang ada pada penelitian berupa kata-kata tertulis atau lisan dari

orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. R&D dilaksanakan dengan

membangun hasil-hasil yang telah diuji yang siap untuk digunakan disekolah-

sekolah. Hal ini bahwa R&D bukan pengganti untuk penelitian dasar atau

penelitian terapan, namun dari ketiga strategi penelitian baik dasar, terapan atau

R&D diperlukan untuk membawa perubahan dalam pendidikan.

3.2 Tahap-tahap Penelitian

Dalam penelitian menggunakan tahap-tahap menurut R&D. Langkah-

langkah dalam siklus R&D yang digunakan untuk mengembangkan pelajaran -

pelajaran singkat. Penelitian ini mengembangkan media audio visual dalam

pembelajaran kosakata Bahasa inggris untuk siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah

Negeri Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara dengan langkah-langkah

sebagai berikut :

3.2.1. Evaluasi

Evaluasi dilakukan setelah naskah diubah dalam media audio visual VCD

pengembang minta pertimbangan dari para ahli media tentang produk yang

cxi
dibuatnya, tentang saran dan kritiknya Selain seorang ahli media VCD

pembelajaran Bahasa Inggris ini juga di evaluasi oleh siswa dan guru serta pihak

yang terkait, dengan cara peneliti mengumpulkan informasi penelitian yang

mencakup penaksiran kebutuhan, tinjauan sastra, pembelajaran skala kecil dan

persiapan untuk laporan yang sesuai kaidah. Sehingga sebelum diuji cobakan telah

direview, karena tugas reviewer mengkaji kelemahan-kelemahan yang masih ada

dan memberikan saran-saran perbaikan. Bila produk masih ada kelemahan,

pengembang merevisi atau memperbaiki.

3.2.2. Pengembangan

Mengembangkan bentuk awal produk, mencakup persiapan bahan-bahan

pelajaran, prosedur dan peralatan evaluasi. Hal ini dimaksudkan untuk

meningkatkan efektifitas proses pembelajaran. Dalam pengembangan media audio

visual VCD ini memproduksi program berarti mengubah naskah menjadi program

dalam bentuk VCD untuk pembelajaran kosakata Bahasa Inggris kelas IV Sekolah

Dasar.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan bentuk awal produk.

Dimana produk media VCD dalam pembelajaran Bahasa Inggris terdahulu belum

menampilkan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, sehingga masih banyak

siswa yang mengalami kebingungan dan ketidaktahuan dalam penguasaan kosakata

Bahasa Inggris. Untuk itu pengembangan media VCD ini dilakukan dengan tujuan

efektifitas penggunaan media VCD untuk pembelajaran Bahasa Inggris.

Persiapan bahan pelajaran ini dengan menentukan tujuan umum dan

khusus, kemudian mengidentifikasi GBIP dari program media VCD. Kemudian

cxii
dilanjutkan dengan membuat prosedur. Prosedur pengembangan adalah langkah-

langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang dalam membentuk

produk, pengembang tinggal mengikuti langkah-langkah seperti yang terlihat

dalam model pengembangan. Prosedur pengembangan berguna untuk lebih

memperjelas tentang bagaimana langkah prosedural yang harus dilalui agar sampai

ke produk yang dispesifikasikan.

3.2.3. Uji coba

Tahap uji coba perlu dilakukan karena hasil produksi sesuatu program

media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik sekali, belum tentu mampu

merangsang proses belajar sasaran didik, terkadang sulit dipahami sehingga

program tersebut tidak dapat dikatakan baik. Maksud diadakan uji coba untuk

melihat efektifitas program tersebut bila digunakan oleh sasaran didik yang dituju.

Uji coba pada penelitian ini menguji persiapan lapangan 1 sekolah,

menggunakan mata pelajaran. Data wawancara, observasi dan questionaire

(pertanyaan/ kuesioner) dikumpulkan dan dianalisis.

3.3 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil lokasi di Madrasah

Ibtidaiyyah Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Maksud dilaksanakannya

penelitian ini karena adanya sekolah-sekolah dasar yang menggunakan media audio

visual dalam pembelajaran didalam kelas, namun masih kurang efektif dimana

cxiii
siswa belum sepenuhnya dapat memahami arti dan maksud dari tayangan film

dalam VCD sehingga perlu adanya pengembangan media VCD untuk pembelajaran

kosakata Bahasa Inggris. Sebagaimana dikemukakan oleh Moleong (1988: 94)

bahwa setting penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu setting terbuka

dan setting tertutup. Pada penelitian ini menggunakan setting tertutup karena

interaksi siswa dalam menilai manfaat media VCD dalam pembelajaran kosakata

Bahasa Inggris dilaksanakan di dalam kelas.

Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Desember tahun 2004, pada saat

mata pelajaran Bahasa Inggris.

3.4 Subjek Penelitian

Subjek dari penggunaan Media Audio Visual VCD ini adalah siswa kelas

IV Madrasah Ibtidaiyyah Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Hal ini

berangkat dari asumsi bahwa siswa kelas IV telah memiliki pola pikir yang sudah

meningkat dalam pemahaman cerita Berbahasa Inggris apabila dibandingkan

tingkat dibawahnya. Selain itu siswa kelas IV ini sudah sedikit mengatahui

beberapa kosa kata dalam Bahasa Inggris, dalam hal ini hanya pengembangan saja

melalu pemahaman cerita yang ditampilkan lewat Media audio visual VCD.

Penggunaan media tersbut juga adanya pengembangan tentang terjemahan dalam

Bahasa Indonesia untuk lebih memudahkan siswa dalam mengartikan dan

memahami jalannya cerita.

Disadari, hal ini tentu menimbulkan hambatan dalam proses penerimaan

atau interpretasi dan pemahaman pada setiap pesan yang disampaikan oleh guru.

cxiv
Dari sejumlah siswa kelas IV terdapat siswa yang memiliki keterbatasan daya

tangkap terhadap materi yang disampaikan guru. Hal ini di mungkinkan karena

kurangnya perhatian dan minat mahasiswa terhadap mata pelajaran atau pesan yang

disampikan guru, sehingga cenderung membosankan. Hal ini berakibat siswa tidak

memperhatikan guru dan lebih memperhatikan hal – hal yang lain. Selain itu juga

karena kurangnya pemanfaatan teknologi yang terbaru dalam proses belajar

mengajar. Misalnya memasukkan teknologi dalam media. Walaupun sudah

memanfaatkan teknologi dalam media tapi cenderung tertinggal. Ini berdasarkan

pengamatan dan penelitian di sekolah dasar khususnya Madrasah Ibtidaiyyah

Bawen Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Teknologi hendaklah dianggap

sebagai alat untuk membantu para pelajar melewati keterbatasan otaknya, seperti

memory, berpikir, atau keterbatasan memecahkan masalah – masalah. Maka,

Media Audio Visual VCD hadir sebagai upaya meminimalisasi kendala tersebut.

Adapun topik yang dipilih berdasarkan analisis kebutuhan dan analisis

siswa adalah: “Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Dengan Topik Animal”.

3.5 Variabel atau Fokus Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah efektifitas penggunaan media audio

visual VCD dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris dengan topik “Animal”

untuk siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten

Jepara.

3.6 Uji Keefektifan Media Audio Visual VCD

cxv
Untuk mengetahui keefektifan media audio visual VCD menggunakan

desain uji coba. Dalam pengembangan media audio visual ini menggunakan desain

deskriptif yang bersifat developmental. Karena pengembang mencoba menerapkan

sesuatu model (produk). Pengembangan ini bertujuan mengembangkan kosa kata

dalam pembelajaran bahasa Bahasa Inggris pada siswa kelas IV MIN Bawu

Batealit Jepara tahun akademik 2004/2005.

Dalam pengembangan madia audio visual VCD ini pemilihan desain sangat

diperlukan agar dalam tahapan tertentu data yang dibutuhkan untuk memperbaiki

produk dapat diperoleh secara lengkap. Kesan dan pesan audien terhadap produk

ini disampaikan lewat angket terbuka (check list).

Setelah adanya uji coba terhadap pengembangan produk media audio visual

VCD dengan menampilkan teks terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, siswa

lebih mudah memahami kosakata dalam cerita berbahasa Inggris yang ditampilkan

lewat pemutaran VCD. Selain itu siswa juga lebih cepat menguasai kosakata

Bahasa Inggris apabila dibandingkan dengan media sebelumnya. Untuk itu tujuan

pengembanganmedia audio visual VCD ini dapat tercapai. Artinya efektifitas

penggunaan media audio visual VCD dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris

pada siswa kelas IV MIN Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara telah

terbukti.

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standart untuk

memperoleh data yang diperlukan.

cxvi
Ada beberapa cara atau teknik untuk pengumpulan data. Dalam pengembangan

media audio visual ini cara atau teknik yang digunakan adalah teknik angket atau

kuesioner dan teknik dokumentasi.

3.7.1 Teknik angket / kuesioner

Dilihat dari cara menjawab ada dua jenis teknik yaitu kuesioner terbuka dan

kuesioner tertutup.

Dalam pengembangan media audio vidual ini menggunakan kuesioner

terbuka, dimana memberi kesempatan kepada audien untuk menjawab dengan

kalimatnya sendiri.

Bentuk dari kuesionernya adalah check list. Audien tinggal membubuhkan

tanda check (√ ) pada kolom yang sesuai. Karena pengembang bukan meneliti tapi

mengembangkan jadi check list diberikan alasan (komentar). Maksud adanya

komentar untuk mengetahui mengapa audien menjawab ya ataupun menjawab

tidak. Alasan ini digunakan sebagai hasil dan pertimbangan dalam meerevisi yang

pada akhirnya sebagai hasil dari pengambangn media audio visual VCD ini.

Kegunaan angket terbuka dalam pegembangan media audio visual ini

adalah untuk mengetahui apakah audien dapat menerima produk media audio

visual VCD ini, dalam proses belajar mengajar di kelas dan apakah media audio

visual VCD ini efektif dimanfaatkan oleh siswa.

3.7.2 Teknik Dokumentasi

Teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan informasi tentang siswa

MIN Bawu Batealit Jepara khususnya kelas IV mengenai karakterisitiknya antara

lain jumlah siswa, kemampuannya, usia dan sebagainya.

cxvii
3.8 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada pengembangan ini adalah teknik analisis

Deskriptif kuantitatif, karena jenis data yang diolah dalam bentuk angka. Untuk

menganalisis data hasil penelitian dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

3.8.1. Analisis Deskriptif

3.8.2. Analisis Inferensial

Pembuktian Hipotesis dengsn uji t berpasangan. Uji t ini di gunakan

untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat efektifitas pembelajaran

Bahasa Inggris siswa kelas IV antara Produk VCD yang ada dengan hasil

media VCD pengembangan. Metode analisis statistik yang digunakan dalam

penelitian ini dengan analisis SPSS for Windows.10.0 (Paired Sample Test)

(Wahyudin: 2002:23). Uji t ini juga dapat di cari secara manual dengan

menggunakan rumus sebagai berikut:

d
Τ=
Se

t = adalah distribusi t hitung

d = adalah beda rata-rata yang berpasangan.

Se adalah kesalahan standar beda dua rata-rata data berpasangan

d=
∑d
n

Sd
Se =
n

Sd adalah standar deviasi beda rata-rata data berpasangan.

cxviii
( d) 2

∑ d − ∑n
2

Sd =
n −1

Karena pengembang bukan penelitian, maka teori diatas tidak mutlak

diterapkan. Dalam pengembangan media audio visual ini, pengembang bukan

meneliti, tetapi mengenalkan suatu produk teknologi baru dalam bidang

pendidikan untuk diterapkan pada proses belajar mengajar.

3.9 UJi Hipotesis

Rumusan hipotesis statistiknya

Ho : µ1 < µ2 artinya rata-rata X1 lebih kecil atau sama dengan rata-rata X2

H1 : µ1 > µ2 artinya rata-rata X1 lebih besar dari rata-rata X2

Pembuktian hipotesis dengan membandingkan thitung dengan ttabel jika thitung >

ttabel maka Ho diterima artinya tingkat efektifitas media VCD pembelajaran

kosakata Bahasa Inggris pada siswa kelas IV MIN Bawu Kecematan Batealit

Kabupaten Jepara. Jika thitung < ttabel maka Ho ditolak artinya tingkat

efektifitas media audio visual vcd awal lebih besar dari setelah adanya

pengembangan media vcd pembelajaran kosakata Bahasa Inggrispada siswa

kelas IV MIN Bawu kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Jika analisis

menggunakan program SPSS maka signifikan yang di terima apabila

signifikannya di bawah 0,05 (sig 1-tailed).

cxix
BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Media VCD Pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasyah Ibtidaiyyah.

Pembelajaran atau proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah

proses komunikasi yaitu penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran

atau media tertentu ke penerima pesan (Sadiman, dkk; 1984: 11). Sebagai

proses komunikasi maka tingkat keberhasilan dalam proses belajar mengajar

tergantung pada unsur-unsur yang berkaitan dengan media. Proses belajar

mengajar yang dilengkapi dengan media dan bahan atau sumber yang dapat

dipercaya, maka kesalah fahaman informasi terhadap siswa dapat ditekan

sekecil mungkin. Artinya dengan menggunakan media materi yang

diinformasikan kepada siswa dapat diterima, diserap dimengerti dan melekat

pada daya ingat yang lebih lama.

Melalui penggunaan media pembelajaran diharapkan dapat

mempertinggi kualitas proses hasil belajar mengajar yang pada akhirnya dapat

mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa (Nana Sujana dan Ahmad Riva’I,

1997 : 7). Kehadiran media dalam pembelajaran adalah sangat penting, karena

media merupakan bagian yang integral dari keseluruhan sistem pembelajaran

yang didukung dengan komponen lain yang dapat dipercaya.

Media pembalajaran sangat beraneka ragam, secara garis besar dapat

dikategorikan menjadi empat macam, yaitu media visual, media dengar, media

cxx
proyeksi, dan proyected motion (Royok dan Zulkarnaen dalam Zaenudin, 1984:

3). Masalah yang timbul pada waktu kita memilih media yang cocok untuk

suatu program instruksional kadang-kadang hilang begitu saja karena adanya

permintaan khususnya untuk media tertentu. Namun dalam penelitian ini yang

akan dibahas adalah pengembangan dari media audio visual khususnya film

dalam VCD sebagai pembelajaran Bahasa Inggris siswa kelas IV Madrasyah

Ibtidaiyyah.

Berdasarkan hasil penelitian media VCD pembelajaran Bahasa Inggris

di Madrasyah Ibtidaiyyah sekarang ini sudah mulai banyak digunakan seiring

dengan kemajuan perkembangan teknologi. Media VCD tersebut dapat menarik

perhatian siswa dan mampu merangsang siswa untuk belajar Bahasa Inggris.

Penggunaan media VCD ini untuk siswa yang sudah mampu berpikir dengan

cepat. Pembelajaran dengan menggunakan media VCD harus sesuai dengan

topik yang akan diajarkan menurut kurikulum yang berlaku dengan

menentukan tujuan instruksional.

Dalam Madrasyah Ibtidaiyah media VCD ini digunakan untuk kelas-

kelas tertentu dan mata pelajaran tertentu. Media ini sangat membantu seorang

guru khususnya guru mata pelajaran Bahasa Inggris dalam proses belajar

mengajar, dimana siswa merasa senang dan mampu menyerap pesan yang

disampaikan guru lewat penayangan VCD. Selain itu siswa juga mampu

negungkapkan hal-hal yang abstrak menjadi konkrit melalui media tersebut.

Media ini digunakan sesuai dengan topik pelajaran yang diajarkan oleh guru.

cxxi
Topik disebut juga pokok bahasan yang menjadi dasar pengajaran dan

menggambarkan ruang lingkupnya. Topik ini ditentukan berdasarkan

kurikulum yang digunakan guru dalam mengajar. Untuk pembelajaran Bahasa

Inggris dengan media audio visual VCD telah dibakukan dalam silabus

pembelajaran di Madrasyah Ibtidaiyyah .

Setelah penentuan topik, kemudian merumuskan tujuan instruksional.

Dalam tujuan instruksional disebutkan kemampuan, pengetahuan dan sikap

yang diharapkan dimiliki oleh sasaran didik setelah berperan serta dalam proses

belajar dengan media. Tujuan instruksional ada dua yaitu tujuan instruksional

umum dan tujuan instruksional khusus. Perumusan tujuan instruksional dalam

pembelajaran Bahasa Inggris ini dilakukan dengan menggunakan cerita yang

operasional dan berorientasi pada sasaran didik. Tujuan instruksional

pembelajaran Bahasa Inggris dengan Media VCD di Madrasyah Ibtidaiyyah

telah mempertimbangkan sifat-sifat sasaran didik.

Berdasarkan hasil penelitian bentuk media VCD pembelajaran Bahasa

Inggris yang digunakan di Madrasyah Ibtidaiyyah meliputi, film–film yang

sudah disesuaikan dengan topik, penampilan gambar-gambar dengan teks

Bahasa Inggris dan terjemahannya, dan Lagu-lagu dalam Bahasa Inggris.

Dengan adanya media tersebut sangat membantu guru dalam mencapai tujuan

yang berdasarkan kurikulum pembelajaran bahasa inggris di Madrasyah

Ibtidaiyyah. Dari hasil penelitian respon guru dan siswa sangat baik, dimana

siswa merasa senang dan lebih mudah belajar Bahasa Inggris melalui media

cxxii
VCD dan guru merasa terbantu dalam penyampaian pesan pembelajaran

Bahasa Inggris di Madrasyah Ibtidaiyyah.

4.1.2 Media VCD Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Kelas IV Madrasyah

Ibtidaiyyah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media VCD pembelajaran Bahasa

Inggris untuk kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah sangat membantu siswa dalam

memahami mata pelajaran tersebut. Hal ini karena media VCD mampu

membuat siswa merasa senang untuk belajar. Sebelum melakukan proses

belajar mengajar, guru terlebih dahulu menentukan topik yang disesuaikan

dengan media yang akan digunakan. Topik disini menjadi dasar dari pengajaran

dan menggambarkan ruang lingkupnya. Agar topik sesuai dengan kurikulum

yang dibutuhkan oleh siswa maka dilakukan analisis kebutuhan belajar siswa.

Analisis kebutuhan siswa dalam penelitian ini yaitu :

Siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten

Jepara. Dalam Pr0000oses belajar mengajar masih cenderung menerapkan cara

- cara konvensional. Metode ceramah masih menjadi satu-satunya metode yang

sering digunakan untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik.

Fenomena pembelajaran klasikal yang terjadi pada Madrasah Ibtidaiyyah

tersebut membawa dampak ikutan dan kendala bagi guru, khususnya guru

Bahasa Inggris. Salah satu kendala yang sering terjadi adalah distorse atau

noise. Selain itu ada kendala lain seperti keterbatasan fisik dan tingkat

cxxiii
interpretasi siswa terhadap pesan yang disampaikan guru yang tidak sama satu

sama lain.

Berdasarkan hal–hal di atas, maka seorang guru memerlukan kehadiran

media untuk mengatasi berbagai hambatan yang dijumpai di kelas. Media–

media tersebut banyak sekali macamnya. Salah satu media yang pengembang

yang ditawarkan adalah Media Audio Visual VCD. Sedangkan mata pelajaran

yang hendak diatasi kendalanya agar mudah dalam memahami pelajaran

kosakata Bahasa Inggris, sehingga siswa akan lebih tertarik dan mudah

menerjemahkan arti kosakata tersebut. Selama ini sering kali guru mengalami

kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif untuk mata

pelajaran Bahasa Inggris.

Alasan penerapan dan penggunaan media VCD ini untuk meminimalisasi

distorsi karena media VCD ini mudah penggunaannya; media VCD ini mampu

menarik perhatian siswa dan mampu merangsang siswa untuk belajar serta

menarik minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, sehingga pesan

yang disampaikan dapat ditangkap dengan baik. Dengan demikian media VCD

hadir sebagai upaya memenuhi kebutuhan belajar siswa kelas IV Madrasah

Ibtidaiyyah Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris siswa kelas IV Madrasyah

Ibtidaiyyah dengan media VCD, perlu menentukan tujuan instruksional baik

umum maupun khusus. Tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran

khusus untuk mata pelajaran Bahasa Inggris pokok bahasan animal dengan

menggunakan Media VCD bagi siswa kelas IV ini adalah :

1. Tujuan Umum

cxxiv
Setelah mengikuti program ini diharapkan siswa dapat memahami dan mengerti

arti terjemahan dari kosakata yang ada dalam pembelajaran Bahasa Inggris

melalui media VCD ini.

2. Tujuan Khusus

Setelah mendengarkan menyimak VCD yang disajikan dikelas diharapkan.

(1) Siswa dapat menuliskan kata-kata sederhana yang dipelajari

(2) Siswa dapat menyebutkan macam – macam hewan

(3) Siswa dapat menambah dan memperkaya pembendaharaan kata dalam

Bahasa Inggris

(4) Siswa dapat mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Inggris

(5) Siswa dapat menyalin kata-kata sederhana yang telah dipelajari

(6) Siswa dapat memiliki rasa senang terhadap pelajaran bahasa Inggris

sehingga timbul keinginan untuk belajar

(7) Siswa dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris secara sederhana

(8) Siswa dapat melakukan percakapan sederhana

Kemudian mengidentifikasi Garis Besar Isi Program Pembelajaran Bahasa

Inggris siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah (GBIPP) dalam program

penelitian media audio visual VCD ini, yaitu:

Produk Media : VCD Pendidikan

Mata Pelajaran : Bahasa Inggris

Judul : THE ADVENTURE OF MOUSE DEER

Sasaran : Siswa Kelas IV MIN Bawu Batealit Jepara

Durasi : 40 Menit

cxxv
Dalam penelitian ini media audio visual digunakan sebagai alat bantu dalam

pembelajaran kosakata bahasa inggris pada siswa kelas IV MIN Bawu

Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Menggunakan media audio visual VCD

ini maka, siswa dapat memperoleh pengalaman melalui penyajian materi

pengajaran yang menggunakan gambar hidup (motion picture) atau film.

Dengan adanya gambar-gambar yang diproyeksikan dengan kecepatan yang

teratur dan secara kontinu, maka gerakan normal dari manusia, hewan maupun

benda dapat dilihat oleh siswa. Terutama dalam media VCD siswa dapat

mendengar dan melihat secara langsung sehingga akan lebih mudah untuk

mengingat materi yang disampaikan.

4.1.3 Hasil Evaluasi Pada Media yang Pertama.

Judul film sudah cukup jelas, untuk media video yang pertama belum ada

terjemahannya Bahasa Indenesia sehingga siswa kurang dapat memahami arti

dari cerita yang ditampilakan dalam media yang pertama. Makna yang

terdapat pada judul tersebut juga kurang bisa membantu siswa untuk dapat

memahami isi dari cerita tersebut. Padahal kalau kita melihat dari fungsi media

visual itu sendiri adalah setiap gambar, model, benda, atau alat – alat lain yang

memberikan pengalaman visual yang nyata kepada sis wa. Alat Bantu visual

tersebut bertujuan untuk bertujuan untuk:

a. Memperkenalkan, membentuka, memperkaya, serta

memperjelas pengertian atau konsep yang abstrak kepada siswa.

cxxvi
b. Mengembangkan sikap – sikap yang di kehendaki.

c. Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut.

Konsep pengajaran visual didasarkan atas asumsi bahwa pengertian –

pengertian yang abstrak dapat di sajikan lebih kongrit. Namun dalam media

yang pertama belum mampu untuk membantu siswa dalam memahami dalam

hal – hal yang abstrak dalam cerita menjadi lebih kongrit, karena untuk

kelompok siswa kelas IV masih sulit untuk memahami cerita yang berbahasa

inggris hanya dengan mendengarkan saja.

Film yang pertama ini merupakan film yang autentik yang digunakan

sebagai media pengajaran Bahasa Inggris bagi siswa Sekolah Dasar kelas IV.

Naskah Film ini di tulis oleh penulis sendiri yang di Bantu oleh Herry Igo

Saputra sebagai editor dan pengatur animasi. Media film ini dapat membantu

siswa dalam memahami jalannya cerita ynag ditampilkan. Hal ini akan lebih

kongrit lagi apabila siswa juga memahami Bahasa yang digunakan.

Dalam film ini pengalaman yang diberikan sebenarnya daapt di peroleh

melalui alat – alat lain yang sudah ada, missal dapat ditunjukkan dengan media

komik dan media gambar. Tetapi dengan media audio visual ini siswa dapat

belajarBahasa Inggris dengan metode listening atau menyimak jalannya cerita.

Hal ini dapat membantu siswa dalam belajar berdialog dengan Bahasa Inggris.

Dengan media film siswa juga dapat memahami perilaku tokoh dalam cerita

cxxvii
tersebut. Sehingga siswa dapat memilih atau menggolongkan perilaku –

perilaku yang tidak baik dengan perilaku tokoh yang dapat di jadikan tauladan.

Warna yang digunakan dalam film ini dapat memberi makna terhadap

hal yang di tampilkan, misal warna hijau akan memaknai warna dan tumbuhan

jenis rumput. Pemberian warna dalam film ini sangat membantu siswa untuk

memahami unsur – unsur yang ditampilakan. Khususnya dalam film autentik

akan dapat menambahkan realities itu. Sedangkan fotografi dalam film ini

sudah baik sehingga dapat menyampaikan pengertian atau informasi cerita

dengan cara lebih kongkrit atau lebih nyata.

Suara dalam film yang pertama ini sudah baik, tetapi karena untuk

menggambarkan ceriat dalam film ini menggunakan dialog berbahasa inggris

dan kosakata Bahasa Inggrius tanpa ada terjemahan Bahasa Indonesianya,

maka siswa merasa sedikit kesulitan dalam memahami jalannya cerita.

Sehingga perlu adanya pengembangan media film dalam pembelajaran Bahasa

Inggris untuk siswa kelas IV, dengan menampilakn teks terjemahannya.

Karena pada dasarnya suara dalam film selain dapat memberikan gambaran

yang paling mendekati pengalaman sebenarnya secara menarik, dapat

memberikan kesan tentang ruang dan waktu, dapat menimbulkan realita pada

gambar dalam bentuk impresi yang murni dan sebagainya.

Untuk mendiskripsikan film yang pertama ini mengunakan film cerita

yang induktif, dengan latar belakang kehidupan dihutan dengan tokoh cerita

cxxviii
binatang yang mempunyai berbagai karakter.. Sebagai tokoh cerita di film ini

adalah kancil binatang yang mempunyai akal panjang (cerdik) dan gajah yang

mempunyai tubuh besar dan tetapi mudah di tipu serta di bantu beberapa tokoh

binatang lainnya. Dari film ini dapat memberiakn pengalaman nyata pada siswa

(realitas kehidupan). Melalui film ini banyak yang dapat di pelajari oleh siswa

dengan jelas dan menarik, seperti kejadian kejadian jelas dalam kehidupan,

pengalaman nyatan dalam berteman, dan berbagai proses lain.

Penggunaan media yang pertama ini menurut guru mata pelajaran

Bahasa Inggris sudah cukup menarik siswa dalam proses belajar mengajar.

Hanya saja siswa masih kesulitan untuk memahami inti dari cerita, karena

media ini tidak menampilkan teks terjemahannya karena sehingga TIU belum

tercapai dan guru masih harus menerangkan kembali dengan menggunakan

Bahasa Indonesia. Dengan teknik demikian siswa dapat belajar Bahasa Inggris

lebih cepat.

Film yang pertama ini sebagai media dalam proses belajar Bahasa

Inggris siswa Madrasyah Ibtidaiyyah kelas IV masih ada kekurangannya seperti

diuraikan di bawah ini:

a. Film ini menggunakan dealog dengan Bahasa Inggris tanpa adanya teks

terjemahannya, sehingga ada beberapa besar siswa yang masih kesulitan dalam

memahami jalannya cerita.

cxxix
b. Karena film ini bersuara, maka tidak dapat diselingi dengan keterangan –

keterangan yang di ucapkan selama film di putar. Memang film dapat di

hentikan sementara waktu untuk memberi penjelasan, namun hal itu akan

mengganggu keasyikan siswa.

c. Jalan film terlalu cepat; tidak semua siswa mengikutinya dengan baik.

Terutama dialog yang digunakan dalam film ini dengan Bahasa Inggris murni

tanpa terjemahan, untuk siswa Madrasyah Ibtidaiyyah kelas empat mereka

kurang dapat mencerna apa yang berlalu di hadapan mata dan yang di dengar

oleh telingga mereka dalam tempo yang begitu cepat.

Secara umum media audia visual ini dapat membantu dalam proses

pembelajaran, penerangan dan penyuluhan akan mencapai hasil jauh lebih

besar dalam waktu yang jauh lebih singkat serta membantu komunikasi

pembelajaran, penerangan dan penyuluhanakan mencapai hasil jauh lebih besar

dalam waktu yang jauh lebih singkat serta membantu komunikasi langsung dan

menyenangkan.

4.1.4 Hasil Penilaian Pada Media VCD Pengembangan.

Dalam media yang sudah di kembangkan judul film jelas dengan

penampilan teks terjemahannya sehingga makna dalam film tersebut mampu

diserap oleh siswa. Siswa dapat belajar membaca, mendengarkan sekaligus

menulis kosakata Bahasa Inggris melalui media tersebut.

cxxx
Film dalam media yang dikembangkan ini merupakan film autentik yang

digunakan sebagai media pengajaran Bahasa Inggris bagi siswa Madrasyah

Ibtidaiyyah kelas empat. Naskah film ini dibuat oleh penulis di bantu oleh

Herry Igo saputra sebagai editor dan pengatur animasi. Media film ini dapat

membantu siswa secara lebih mudah untuk memahami jalannya cerita yang di

tampilkan karena dalam media yang kedua ini.

Warna dan suara dalam film ini dapat memberikan gambaran yang

mewakili sesuatu, atau sudah dapat mengkongkritkan terhadap benda yang

sebelumnya masih terlihat abstrak. Suara sudah dapat mengumpamakan bunyi

– bunyi dari binatang yang ditampilkan film tersebut. Pemberian warna dalam

film ini sangat membantu siswa untuk memahami unsur – unsur yang

ditampilkan. Khususnya dalam film autentik akan dapat menampilkan realitas

kepada medium yang realities itu. Sedangkan fotrografi dalam medai ini sudah

baik sehingga dapat menyampaikan pengertian atau informasi cerita dengan

cara lebih kongkrit atau lebih nyata.

Media pengembangan ini lebih mudah di gunakan oleh guru – guru

Madrasyah Ibtidaiyyah, khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris karena media

film dengan menggunakan teks terjemah Bahasa Indonesia. Sehingga TIU

sudah dapat disampaikan dengan media VCD pengembangan dan guru tidak

usah menyampaikan kembali dalam Bahasa Indonesia. Hal itu dapat di

cxxxi
simpulkan bahwa media pengembangan lebih efektif dalam pembelajaran untuk

siswa Madrasyah Ibtidaiyyah.

Media Pengembangan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris

Madrasyah Ibtidaiyyah kelas IV masih ada kelemahan. Dimana dengan

penggunaan media film tidak dapat di jelaskan di tengah – tengah perputaran

film, karena dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam memahami film

tersebut. Karena film itu bersuara, maka tidak dapat diselingi dengan

keterangan – keterangan selagi film itu di putar. Memang film itu dapat di

hentikan sementara waktu untuk memberikan penjelasan, namun hal itu akan

mengganggu kesyikan siswa.

Secara umum, media audio visual sangat membantu jalannya pembelajaran,

penerangan dan penyuluhan akan mencapai hasil jauh lebih besar dan dalam

waktu yang lebih singkat. Guru juga dapat menerapkan pembelajaran yang

afektif, kognitif dan psikomotirik dengan teknik ini siswa dapat belajar

listening, reading dan writing secara bersamaan.

4.1.5 Keefektifan Media VCD Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di

Kelas IV MIN Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara

a. Deskriptif

Pelajaran bahasa inggris merupakan salah satu pelajaran yang sulit menurut

siswa, maka dalam proses belajar mengajarnya perlu menggunakan media yang

cxxxii
dapat menarik minat siswa. Media audio visual dengan VCD ini akan dapat

membantu siswa dalam belajar kosakata bahasa inggris maupun

pengucapannya. Dengan metode VCD, guru telah menerapkan metode belajar

bahasa inggris secara listening dan speaking. Dimana siswa dapat belajar

mendengarkan dan mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Inggris yang sudah

didengarnya lewat pemutaran film. Sehingga siswa memperoleh pengalaman

secara nyata dan akan lebih mudah belajar Bahasa Inggris.

Berdasarkan hasil penelitian dapat kita ketahui bahwa penggunaan media

VCD dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di Kelas IV MIN Bawu

Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara memungkinkan penyajian pembelajaran

dapat disajikan secara menarik, inovatif dan dapat digunakan sendiri. Selain

siswa akan lebih cepat menerima materi yang disampaikan, materi akan lebih

mudah diingat dan selalu membekas dalam ingatan apabila disajikan dengan

media audio visual.

Terutama media VCD yang ditampilkan telah menampilkan teks

terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, akan lebih memudahkan siswa untuk

mengingat dan memahami terhadap materi yang disampaikan. Karena dengan

media VCD tersebut siswa selain mendengar dialog dalam Bahasa Inggris juga

dapat melihat tulisan beserta terjemahannya. Sehingga akan tercapai efektifitas

dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris. Media VCD ini digunakan

sebagai media pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di Kelas IV MIN Bawu

cxxxiii
Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara karena secara umum mempunyai

berbagai kelebihan diantaranya:

1. Dengan menggunakan VCD (diseratai suara atau tidak), kita dapat

menunjukkan kembali gerakan tertentu. Gerak yang ditunjukkan itu dapat

berupa rangsangan yang serasi, atau berupa respon yang diharapkan dari siswa.

Misalnya program pendek (vegnette) memperlihatkan interaksi dari tokoh yang

ditampilkan. Dengan melihat program ini siswa dapat melihat apa yang “harus

atau jangan” dilakukan.

2. Dengan menggunakan efek tertentu dapat diperkokoh baik proses belajar

maupun nilai hiburan dari penyajian itu.

3. Informasi yang dapat disajikan secara serentak pada waktu yang sama di

lokasi (kelas) yang berbeda, dan dengan jumlah penonton atau peserta yang tak

terbatas, dengan jalan menempatkan monitor (pesawat televisi”) di kelas-kelas.

4. Anda akan mendapatkan isi dan susunan yang utuh dari materi

pelajaran/latihan, yang dapat digunakan secara interaktif dengan buku, alat atau

benda lainnya.

5. Sutau kegiatan belajar mandiri dimana siswa belajar sesuai dengan

kecepatan berpikir masing-masing (Soeharto; 1988: 103).

Dengan demikian sudah jelas bahwa media VCD pembelajaran kosakata

Bahasa Inggris sangat membantu para guru dalam proses belajar mengajar

siswa kelas IV ini, dan tujuan dari pembelajaran juga dapat tercapai dengan

baik.

cxxxiv
b. Analisis Statistik Dengan Uji T-test

Berdasarkan hasil analisis SPSS For Windows dengan memasukkan semua

data yang ada N menunjukan data yang terproses adalah 5. Dengan rata-rata

atau Mean untuk X1 dan X2 masing-masing sebesar 4,800 dan 7,400, Standart

deviasi untuk X1 dan X2 masing-masing 0,447 dan 0,547. Serta datanya

berdistribusi normal.

Untuk itu dilakukan uji T-test dengan membandingkan hasil pre test ( uji

coba sebelum pengembangan media VCD) dan post test (uji coba setelah

pengembangan VCD) yang diuji cobakan pada 5 siswa dapat diketahui bahwa

nilai thitung (5,614) > ttabel (2,015) yang berarti keputusannya adalah menolak

hipotesis (H0) dan menerima hipotesis (H1) atau dengan kata lain setelah

adanya pengembangan media VCD pembelajaran kosakata bahasa Inggris

untuk siswa kelas IV MIN Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara tingkat

efektifitasnya lebih tinggi daripada media VCD awal.

4.2 Pembahasan

Pengembangan media audio visual memungkinkan penyajian pembelajaran

dapat disajikan secara menarik, inovatif dan dapat digunakan sendiri. Selain

cxxxv
siswa akan lebih cepat menerima materi yang disampaikan, materi akan lebih

mudah diingat dan selalu membekas dalam ingatan apabila disajikan dengan

media audio visual. Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi

desain ke dalam bentuk fisik. Pengembangan mencakup banyak variasi

teknologi yang digunakan dalam pembelajaran (Barbara. BS dan Rita. CR,

1960: 38)

Dalam pengembangan terdapat keterkaitan yang komplek antara teknologi

dan teori yang mendorong baik desain pesan maupun strategi pembelajaran.

Subkategori kawasan pengembangan ini mencerminkan perkembangan

kronologis dari teknologi. Pada pertumbuhan dari suatu teknologi ke teknologi

yang lain. Namun dalam pengembangan dalam penelitian ini hanya

mengembangkan bentuk fisik dari media yang sama yaitu media audio visual

dengan VCD.

Media audio visual merupakan cara memproduksi dan menyampaikan

bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk

menyajikan pesan-pesan audio dan visual (Barbara. BS dan Rita. CR, 1960:

41). Pembelajaran media audio visual dengan VCD memungkinkan

pemproyeksian gambar hidup, pemutaran kembali suara, dan penayangan

visual yang berukuran besar. Sehingga siswa mampu memahami materi yang

disampaikan dan selalu mudah diingat.

cxxxvi
Tetapi dengan penggunaan media VCD tanpa terjemahan, siswa masih

merasa kesulitan untuk memahami isi dari cerita film yang ditampilkan.

Padahal tujuan dari penggunaan media ini untuk membantu siswa dalam belajar

bahasa inggris khususnya pokok bahasan animal pada siswa kelas IV MIN

Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Dengan demikian perlu adanya

pengembangan terhadap media yang pertama dengan alasan sebagai berikut:

4.2.1. Dalam memahami materi pokok bahasan animal yang disampaikan

siswa masih merasa kesulitan karena media VCD dengan tampilan film

berbahasa inggris tanpa adanya teks terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

Sehingga membuat siswa sedikit kebingungan untuk memahami kosakata yang

diucapkan dalam dialog tokoh film yang ditampilkan.

4.2.2. Untuk kelompok siswa kelas IV tingkat sekolah dasar tidak

semuanya mempunyai kemampuan berpikir yang sesuai dengan kecepatan film

yang ditampilkan. Untuk itu masih perlu adanya bahan pendukung seperti

gambar atau yang lain dalam proses belajar bahasa inggris khususnya pokok

bahasan animal pada siswa kelas IV MIN Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten

Jepara.

4.2.3. Untuk penggunaan VCD yang pertama dengan mendengar dan

mengucapkan saja tanpa melihat tulisannya dan mengetahui artinya, maka

siswa akan mengalami kebingungan atas jalanya cerita dalam film yang

ditampilkan. Jadi seharusnya siswa juga mengetahui artinya dalam naskah yang

ditulis dengan bahasa inggris dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

cxxxvii
Dari hasil pengembangan dalam penelitian ini, yang dilakukan oleh penulis

terhadap produk media VCD pembelajaran kosakata Bahasa Inggris dengan

pokok bahasan animal pada siswa kelas IV MIN Bawu Kecamatan Batealit

Kabupaten Jepara mendapat respon yang baik. Dari hasil respon siswa yang

mengamati film dalam VCD yang diterjemahkan tersebut, rata-rata menyatakan

bahwa media VCD merupakan media pembelajaran yang menarik, dan mampu

menyampaikan pesan atau informasi yang disampaikan. Khususnya dalam

pelajaran bahasa inggris media VCD ini mampu melatih siswa untuk

mendengar, melihat dan mengucapkan, sehingga siswa akan merasa lebih

mudah mengingat materi atau informasi yang disampaikan oleh guru.

Sedangkan respon dari guru mata pelajaran Bahasa Inggris di MIN Bawu

Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara tersebut menyatakan sangat membantu

dalam proses belajar mengajar. Karena dengan menggunakan media VCD yang

sudah diterjemahkan tingkat keberhasilan pembelajaran dapat tercapai secara

lebih efektif. Dengan demikian siswa lebih mudah dalam memahami materi

pada mata pelajaran Bahasa Inggris khususnya kosakata Bahasa Inggris pada

topik animal.

Namun masih ada kelemahan dalam ujicoba kali ini yaitu selama film

diputar tidak dapat diberikan komentar atau keterangan secara langsung, karena

akan mengganggu keasyikan siswa yang sedang mengamati.

Secara keseluruhan dari hasil ujicoba produk media VCD ini, baik respon

dari guru dan siswa sebagian besar setuju dan menerima sebagai media

cxxxviii
pembelajaran dan bahan ajar untuk menyampaikan pesan atau materi yang

bervariasi dengan mudah dipahami dan diingat oleh siswa.

cxxxix
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis, maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut :
5.1.2 Setelah dilakukan pengembangan dengan media VCD diketahui bahwa siswa

kelas IV MIN Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara lebih mudah

untuk memahami materi atau informasi yang disampaikan oleh guru, apabila

dibandingkan dengan penggunaan media VCD sebelumnya. Artinya tujuan

pembelajaran dapat tercapai secara lebih efektif untuk materi bahasa inggris

pada siswa kelas IV Madrasyah Ibtidaiyyah.

5.1.3 Setelah adanya pengembangan media VCD pembelajaran Bahasa Inggris

untuk siswa kelas IV MIN Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara

terbukti lebih efektif apabila dibandingkan sebelum adanya pengembangan.

Hal ini dapat diketahui dengan uji t-test bahwa nilai thitung (5,614) > ttabel

(2,015) yang berarti keputusannya adalah menolak hipotesis (H0) dan

menerima hipotesis (H1).

5.1.4 Dengan adanya media vcd hasil pengembangan guru lebih mudah untuk

mencapai tujuan, lebih efektif dan efisien dalam penyampaian materi

pembelajaran Bahasa Inggris karena dalam satu media guru dapat

mengerjakan listening, writing dan reading secara bersamaan.

5.2 Saran

cxl
Berdasarkan hasil penelitian untuk pengembangan media audio visual

VCD, peneliti hanya dapat memberikan saran sebagai berikut:

5.2.1 Untuk Sekolah

Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media VCD lebih efektif dan dapat

membantu siswa dalam memahami materi atau informasi yang disampaikan.

Untuk itu hendaknya sekolah dapat mengusahakan fasilitas media VCD

meskipun dengan biaya yang sedikit lebih mahal, akan tetapi tujuan proses

belajar mengajar akan tercapai secara efektif.

5.2.2 Untuk Siswa

Dengan hasil pengembangan media VCD untuk pembelajaran bahasa inggris

pada siswa kelas IV MIN Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara,

hendaknya siswa dapat lebih memahami tujuan dari pembelajaran dan bukan

hanya sekedar memahami gambar yang ditayangkan.

5.2.3 Untuk Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya, hendaknya dapat mengembangkan media pembelajaran

dengan menggunakan metode lain yang dapat menambah variasi media

pembelajaran dan menambah perbendaharaan bahan-bahan ajar dalam proses

pembelajaran bahasa inggris di sekolah dasar.

DAFTAR PUSTAKA

cxli
………………….Pedoman Penyusunan Skripsi S1. Semarang: IKIP Press.

AECT. 1996. Definisi Teknologi Pendidikan. Jakarta : CV Rajawali.

Anderson, Ronald.H. 1994. Pemilihan dan Pengembangan media Video


Pembelajaran. Jakarta : Grafindo Pers.

Borg. Walter R. and Meredith Damien Gall. 1989. Educational Research. New
York : Longman

Daryanto. 1993. Media visual untuk Pengajaran Teknik. Bandung : Tarsito.

Depdikbud. 1994. Wajib Belajar 9 Tahun. Jakarta : CV. Duta Nasindo

Depdikbud. 1995. GBPP Muatan Lokal SD Mata Pelajaran Bahasa Inggris.


Semarang : Depdikbud.

Haryono, Anung. 1997. Pengembangan Program Media Instruksional. Semarang :


Depdikbud, Pustekom dan IKIP Semarang.

Haryono. Pengembangan Model Pembelajaran. Semarang : UNNES Press.

Hamalik, Umar. 1994. Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti.

Huda, Nuril. 1999. Peningkatan Penguasaan Bahasa Inggris Untuk menghadapi


Globalisasi. Malang : IKIP Malang Publisher.

Joesmani. 1988. Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran. Jakarta:


Depdikbud.

Nana Soejana, Ahmad Rifa’i. 1997. Media Pengajaran. Bandung : Cv. Sinar Baru.
Moleong, Lexy J. 2001. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja
Rosdakarya.

Poerwadarminta. 1980. Kamus Lengkap Bahasa Inggris – Indonesia. Bandung:


Hasta.

Sadiman, Arief. 1993. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, Dan


Pemanfaatan. Jakarta : Grafindo Pers.

Seels, Barbara B dan Richey, Rita.C. 1994. Instrucional Tecnology. Wasington


:AECT.

Slamet. 1987. Psikologi Prndidikan. Bandung : Rosdakarya.

cxlii
Soejito. 1992. Kosakata Bahasa Indonesia. Jakarta :Gramedia

Soeharto.1988. Desain Instruksional : Sebuah Pendekatan Praktis untuk


Pendidikan teknologi dan Kejuruan. Jakarta :Dekdikbud.

Sudjana, N. 2000. Dasar – Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sumber


Baru Al Gen Sindo.

TIM Pengembang MKDK IKIP Semarang. 1996. Administrasi Pendididkan.


Semarang : IKIP Semarang Press.

TIM Pengembangan PGSD. 1998. Strategi Belajar Mengajar II. Jakarta :


Depdikbud.

Wahyudin. 2002. Metode Penelitian Dengan Menggunakan SPSS For Windows


10.0 . Semarang : UNNES Press.

cxliii
cxliv