Anda di halaman 1dari 7

LANGKAH V.

RENCANA TINDAKAN / INTERVENSI

Diagnosa : Perlangsungan kala II


Tujuan :Kala II berlangsung normal
Kriteria : bayi lahir dalam waktu ± 10 menit, segera menangis, kontraksi ibu baik, ( bundar dan keras
) TTV dalam batas normal

Rencana tindakan
1. Siapkan alat partus, larutan klorin 0,5 %, larutan DTT, tempat Plasenta, tempat sampah, tempat
pakaian ibu dan bayi.
Rasional : untuk mencegah terjadinya infeksi silang dan memastikan alat siap pakai
2. Ajarkan iu meneran pada saat ada kontraksi
Rasional : agar ibu dapat meneran dengan baik, sehingga persalinan berlangsung lancar
3. Beri intake makanan dan minum jika tidak ada tis
Rasional : untuk mencagah dihidrasi dan dapat memberi energi bagi tubuh
4. Persiapan handuk untuk mengeringkan bayi
Rasional ; untuk mencegah hipotermi
5. Pimpin persalinan, sokong perineum, dan tahan puncak kepala
Rasional : untuk mencegah terjadinya rupture perineum, dan mencegah terjadinya defleksi
terlalu cepat.
6. Bersihkan mulut, hidung, dan muka dengan kasa steril
Rasional : agar lender dan sisa air ketuban tidak tertelan oleh bayi
7. Periksa lilitan tali pusat
Rasional :
8. Tunggu kepala melakukan paksi luar
Rasional :
9. Lahirkan bahu secara biparietal
Rasional : untukmencegah terjadinya rufture
10. Lahirkan badan dengan sanggah susur
Rasional : dengan sanggah susur, maka tungkai atas tidak teregang sehingga mencegah
terjadinya rupture
11. Tepit dan potong tali pusat
Rasional : untuk memutuskan flasenta dan bayi, serta memudahkan petugas melakukan
tindakan selanjutnya
12. Keringkan dan bungkus bayi
Rasional : untuk mencegah hipotemi
13. Serahkan bayi pada ibu untuk di susui
Rasional : isapan bayi dapat menyebabkan rangsangan ke hipotalamus untuk merangsang
hipotise posterior, untuk mengeluarkan oxytocum yang dapat membantu kontrakan
uterus
LANGKAH VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 16 November 2010, jam 16 :55 wita
1. Menyiapkan alat partus, larutan klorin 0,5 %, larutan DTT, tempat sampah, tempat plasenta, bak
bartus berisi :
2 belah koher, 1 buah 1/¿2 koher, handscoen 1 pasang, kasa steril, duk steril, penjepit /
pengikat tali pusat, gunting episiotommi,gunting tali pusat, spoit
Persiapan penolong :
- Memakai celemek
- Mencuci tangan di bawah air mengalir
- Tangan kanan memakai handcoen, hisap oxy ke dalam spoit
2. Mengajarkan kepada ibu cara meneran yang baik, meneran pada puncak his
3. Memberi makan dan minum bila tidak ada his
4. Memasang handuk untuk mengeringkan bayi
5. Memimpin persalinan, menyokong perineum, dan puncak kepala agar tidak terjadi defleksi
terlalu cepat
6. Membersihkan hidung dan mulut dengan kasa steril
7. Memeriksa lilitan tali pusat
8. Menunggu hingga kepala melakukan putaran paksi luar
9. Melahirkan bahu dengan kedua tangan secara biparietal, tarik kebawah untuk melahirkan bahu
anterior, dank e atas untuk melahirkan bahu posterior
10. Melahirkan badan bayi dengan sanggah susus
11. Menjepit tali pusat 3-5 cm dari umbilicus, dan 2 cm dari klem pertama kemudian potong di
antara kedua klem
12. Mengeringkan dan membungkus bayi dengan kain yang kering
13. Menyerahkan bayi kepada ibu untuk di susui
LANGKAH VII. EVALUASI
Tanggal 16 November 2010, 17:00 wita

Kala II berlangsung normal, di tandai dengan :


1. Kala II ± 20 menit
2. Anak lahir dengan spontan PBK pada pukul
JK : ϼ
BB : 2600 gr
PB : 46 cm
A/S : 8/10
3. Plasenta lahir lengkap
4. Kontraksi uterus baik ( teraba bundar dank eras )
5. TFU setinggi pusat, ku ibu baik
6. TTV dalam batas normal
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL
PADA Ny “ S “ DENGAN SEROTINUS GESTASI 43 MINGGU 4 HARI
DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MAKASSAR
TANGGAL 16 NOVEMBER 2010

No. register : 100684


TMRS : 16 November jam 16 : 40 Wita
Tgl partus : 16 November jam 18 : 30 wita
Tgl pengkajian : 16 November jam 11 : 45 wita

KALA II
Data subjektif (s)
1. Ibu mengatakan sakitnya bertambah dan tembus belakang
2. Ibu mengatakan ingin BAB dan ada tekanan pada anus
3. Ibu mengatakan ada dorongan yang kuat untuk meneran

Data objektif ( o)
1. Kontraksi uterus adekuat 4 x 10’ ( 40 – 45’ )
2. Ojj terdengar jelas dan kuat, dengan frekuensi 130 x i
3. TTV : TD : 110 / 70 mmhg P : 20 x i
N : 80 S : 36,5 c
4. VT pukul
v/v : t.a.k
portio : melesap
ketubuhan : (+)
presentase : kepala
penurunan :
penumbungan :
maulage :
pelepasan : lender dan darah
5. Perineum menonjol
6. Anus dan vulua membuka

Assessment (A)
Perlangsungan kala II
Plannnig
Tanggal 16 November 20010, pukul 18.00 wita
1. Melihat tanda gejala kala II
 Adanya dorongan yang kuat untuk meneran
 Tekanan pada anus
 Penneum menonjol
 Vulva dan anus membuka
2. Menyimpan peralatan
a. Bak partus
- Pasangan hanskoen
- Duk steril
- 2 buah kochel
- Guntung tali pusat

b. Larutan klorin
c. Tempat placenta
d. Tempat sampah
e. Pakaian ibu dan bayi
f. Alat hetcching :
3. Memakai celemek
4. Memastikan lengan atau jari-jari tangan tidak memakai perhiasan,lalu mencuci tangan dengan
sabun dibawah air menalir.
5. Mematikan OMP oxy
6. Mengambil spoit kemudian hisap oxy
7. Membershkan vulva dan perincum dengan kapsa DTT dari atas ke bawa
8. Melakukan pemeriksaan dalam :
V/ V : t.a.k
Portio : melesap
Pembukaan : 8 cm
Ket : (+)
Presentase : kepala
Penurunan :HIII-IV
Penumbungan : -
Moulage :-
Kesan panggul : normal
Pel : lendir dan darah
9. Mencelupkan tangan yang memakai nand scoen kedalam larutan klorin
10. Memeriksa DJJ : 130 X /i
11. Member itahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap 10 cm
12. Meminta bantuan keluarga untuk mengatur posisi ibu
13. Memimpin ibu untuk meneran saat ada dorongan yang kuat untuk meneran
14. Menganjurkan pada ibu untuk mengambil posisi yang nyaman jika belum ada dorongan
15. Meletakkan kain bersih di perut ibu jika kepala bayi sudah tampak didepan vulva
16. Meletakkan kain dibawah bokong ibu
17. Membuka partus set, dan meletakkan penutupnya menghadap keatas
18. Memakai handstoen pada kedua tangan.
19. Melahirkan kepala dengan cara, tangan kanan menahan premium, sementara tangan kiri
menahan puncak kepala agar tidak terjadi defleksi terlalu cepat
20. Memeriksa adanya lilitan tali pusat (tidak ada lilitan tali pusat pada leher bayi)
21. Menunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar
22. Memegang kepala bayi secara diparietal, tarik kebawah untuk melahirkan bahu anterior dan
keatas untuk melahirkan bahu posterior
23. Melahirkan badan dan tungkai
24. Menelusuri punggung, bokong, tungkai dan kaki (bayi lahir pada pukul 18.30 WITA dengan JK :
perempuan (+). BB : 2600. PB : 43 cm)
25. Melakukan penilaian pada bayi (A/S : 8/10)
26. Mengeringkan bayi dengan kain bersih
27. Memeriksa fundus uteri untuk memastikan janin tunggal/ganda (janin tunggal)
28. Memberitahu ibu bahwa dia akan disuntik
29. Menyuntik ibu dengan oxy Iamp, secara IM pada paha bagian atas
30. Menjepit tali pusat 3-5 cm dari umbilicus dan 2 cm dari klem pertama
31. Memotong dan mengikat tali pusat
32. Meletakkan bayi diatas dada ibu
33. Menyelimuti ibu dan bayinya
KALA III
Data subjektif (S)
- Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah
Data objektif (O)
 Bayi lahir tanggal 16/11/2010 pukul 18.30 WITA JK (+)
 Uterus teraba bundar dan keras
 Tali pusat bertambah panjang
 Adanya semburan darah tiba – tiba
Assessment (A)
Pelangsungan kala III
Planning (D)
Tanggal 16 -11 -2010, jam 18.20 Wita
34. Memindahkan klem dari tali pusat hingga bergerak 5 – 10 cm dari vulua
35. Meletakkan tangan kiri diatas sympisis. Kemudian tangan kanan meregangkan tali pusat.
36. Meregangkan tali pusat kearah bawah, sedangkan tangan kiri mendorong uterus kearah
belakang atas (dorsocronial)
37. Melahirkan placenta
38. Menjemput plasenta dengan kedua tangan, dengan cara melakukan putaran searah jarum jam
(placenta lahir pada pukul 18 – 35 wita)
39. Melakukan masase uterus, agar uterus berkontraksi dengan baik ( uterus teraba bundar dank
eras)

KALA IV

Data subjektif (S)


- Ibu merasa kelelahan
Data objektif (O)
- Placenta dan selaput lendir kesan lengkap
- Kontraksi uterus baik teraba bundar dank eras
- TFU setinggi pusat
- Ibu tampak lelah
- Rupture perineum tingkat II
- Pendarahan 75 ml
- TTV : TD : 120/70 mmHg
N : 82 x/i
Assessment (A)
- Perlangsungan kala IV
Planning (P)
Tanggal 16-11-2010, pukul 19.15 wita
40. Memeriksa kelengkapan placenta (placenta lahir kesan lengkap)
41. Memeriksa robekan jalan lahir, terdapat rupture derajat II dan telah dilakukan penjahitan
42. Memantau kontraksi uterus, TFU dan pendarahan
43. Menyerahkan bayi keibunya dan membantu ibu untuk menyusui bayinya
44. Melakukan penilaian pada bayi, memberikan tetes mata dan suntikan neo K
45. Menyuntik bayi dengan suntikan Hepatitis B
46. Memantau kembali kontraksi uterus
47. Mengajarkan ibu/keluarga untuk memasase fundus uteri
48. Mengobservasi pengeluaran darah (75 ml)
49. Mengobservasi TTU : TO : 120/70 mmHg S : 36,7 0C
N : 82 x / I P : 2 x x/i
50. Menilai ulang keadaan bayi (bayi dalam keadaan baik)
51. Merendam semua peralatan bekas pakai kedalam larutan clorin 0,5 %
52. Membuang bahan – bahan yang sudah terkontaminasi
53. Membersihkan ibu dari sisa – sisa air ketuban, lendir dan darah
54. Memastikan ibu merasa nyaman, dan anjurkan pada keluarga untuk memberi makan pada ibu
55. Mengkontaminasi tempat pesalinan dengan larutan clorin
56. Mencelupkan handscoen kedalam larutan clorin
57. Mencuci kedua tangan dengan sabun dibawah air mengalir
58. Melengkapi partograf