TUGAS PUSKESMAS ”GIZI”

Disusun oleh: Kelompok 12

“EVALUASI PROGRAM GIZI” PUSKESMAS KELURAHAN PENJARINGAN II KECAMATAN PENJARINGAN

PERIODE AGUSTUS 2009-JULI 2009

KERANGKA TEORITIS

LINGKUNGAN

MASUKAN

PROSES

KELUARAN

DAMPAK

UMPAN BALIK

KETERANGAN 1.Masukan Meliputi tenaga, dana, sarana (sarana medis dan non medis), dan metode ( medis dan non medis) 2. Proses Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pencatatan, dan pelaporan, serta pengawasan.

3. Keluaran Meliputi cakupan pelayanan dan mutu pelayanan dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. 4. Lingkungan Meliputi lingkungan fisik dan non fisik 5.Umpan Balik Rapat mengenai pembahasan laporan dan kegiatan serta laporan dari instansi lain ataupun masyarakat 6. Dampak Meliputi penurunan angka morbiditas dan mortalitas serta peningkatan tingkat kesejahteraan.

PENYAJIAN DATA
Sumber Data I. Data Primer Observasi dan wawancara dengan:

Kepala Puskesmas Kelurahan Pluit (dr. Hastuty Yusuf)

• Petugas bagian gizi (bdn.Atjih Kosmiasih) II. Data Sekunder • Laporan Bulanan Data Kependudukan Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 • Laporan Bulanan Gizi Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Bulan Agustus 2008 – Juli 2009 • Data BGM dan Konfirmasi Status Gizi Kelurahan Penjaringan II Bulan Agustus 2008 – Juli 2009 • Aporan Vitamin A Puskesams Kelurahan Penjaringan II Tahun 2008 dan 2009 A. DATA UMUM  Data Geografis 1. Puskesmas Kelurahan Penjaringan II •
• •

Lokasi Royal Luas bangunan

: Jl. Rawa Bebek RT.016/10 Pasar : 100 m2 dengan luas tanah 120 m2

Luas wilayah kerja : 103,43 Ha, terdiri dari 9 RW (RW 06, 09, 10, 011, 012, 013, 014, 015, 016 yang terdiri dari 118 RT)

Lokasi dan transportasi : Puskesmas terletak di dalam Pasar Royal dan dicapai dengan berjalan kaki dan naik kendaraan (sepeda, motor) oleh warga sekitar. Kondisi geografis : terdiri dari dataran sangat rendah kurang lebih satu meter dibawah permukaaan air laut dan dilalui oleh tiga sungai yang langsung bermuara ke air laut sehingga apabila air laut pasang, sebagian wilayah kelurahan Penjaringan tergenang air. Suhu udara 25 o – 33 C.

 Data Demografis

Jumlah Penduduk 56.108 jiwa (29.608 jiwa berada di wilayah Puskesmas Penjaringan I dan 26.500 jiwa berada di wilayah Puskesmas Penjaringan II). Mobilitas penduduk sangat tinggi, sebagian besar penduduknya merupakan penduduk musiman yang tinggal tetap di wilayah kerja Puskesamas Kelurahan Penjaringan II

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Golong an Umur Lakilaki Perempu an Jumla h

19 20 .59 60 .34 35 .24 25 .49 50 .14 15 .54 55 .44 45 .74 >75 Jumlah 2884 1892 2226 2862 2873 2807 2735 2603 2441 2036 1714 1085 552 364 249 129 293 52 2804 1912 2236 2413 2544 2562 2448 2341 2141 1824 1353 926 496 324 210 122 26656 5688 3904 4462 5275 5417 5369 5183 4944 4582 3960 3067 2011 1048 688 459 251 5610 8 Sumber data : Data statistik Kependudukan Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 .69 70 .64 65 .29 30 .(tahun) 0-4 5-9 10 .39 40 .

Diagram 1. 1 2 3 4 5 6 7 RW 01 02 03 04 05 06 07 Jumlah KK 731 700 967 660 436 846 1347 Jumlah Jiwa 1913 1874 1875 2719 1222 3811 5220 . Jumlah Penduduk Tiap RW di Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 No. Distribusi Frekuensi penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Tabel 2.

Jumlah Penduduk Tiap RW di Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Juml ah 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 1274 756 760 1036 748 768 827 786 919 2858 16519 6092 2184 1417 5074 2915 2604 2850 2013 3693 8693 56108 Sumber data : Data statistik Kependudukan Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Diagram 2.

706 8.222 1.11 3 4.9 1 21.1 8 15.27 5 4.4 88 Perempu an 4.Data tingkat pendidikan penduduk di Kelurahan Penjaringan sampai pada bulan Juli 2009 adalah sebagai berikut : Tabel 3.620 56.64 2 4.628 6.61 2 6.507 4.67 4 6.146 8.39 4 29.241 Juml ah 9.31 4.516 % 16.9 2 23. Distribusi Frekuensi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di kelurahan Penjaringan bulan Juli 2009 Pendidi kan Tidak sekolah Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA Tamat Akadem i/ PT Total Jenis Kelamin Lakilaki 4.1 08 100 Sumber data : Data statistik Kependudukan Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 .100 26.316 5.89 1 2.3 0 15.928 12.3 7 7.30 2 13.

286 .606 3.205 Jumla h 14.8 5 5.46 8 8.Diagram 3. Distribusi Frekuensi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Data mengenai mata pencaharian penduduk di wilayah Kelurahan Penjaringan sampai pada bulan Juli 2009 adalh sebagai berikut: Tabel 4.263 Perempua n 7. Distribusi Frekuensi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Jenis Pekerjaan Karyawan Swasta/Pem erintah/ABRI Pedagang Jenis Kelamin Lakilaki 7.7 9 15.892 % 25.

542 4.21 9 8.065 56.024 10.8 12.466 4.17 18.119 29.5 8 100 Sumber data : Data statistik Kependudukan Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 .863 7.072 2.2 4.10 8 0.488 942 5.468 4.620 111 2.024 4.Nelayan Buruh Tani Pensiunan Pertukangan Penganggura n Warga Miskin Lain-lain TOTAL 111 1.4 7.751 4.2 1 15.946 26.791 4.

7. Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kelurahan Penjaringan bulan Juli 2009 N o. Fasilitas Kesehatan Rumah Sakit Umum Rumah Sakit Bersalin Puskesmas Puskesmas Pembantu Poliklinik Praktek Dokter Umum Apotik Toko Obat Posyandu Pengobatan Alternatif Jumlah Jumlah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 5 buah 5 buah 6 buah 11 buah 30 buah 1 buah 63 buah Sumber data : Data statistik Kependudukan Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 . 6. 9. 5. 1. 2. 10 . 8. 3. Distribusi Frekuensi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Data mengenai sarana pelayanan kesehatan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Penjaringan adalah sebagai berikut : Tabel 5. 4.Diagram 4.

574 3. 6. Jenis Rumah Permanen Semi Permanen Kumuh Diatas Bantaran Kali Dibawah Jembatan Tol Ruko/Rukan Jumlah 5.560 425 blok . Sarana Perumahan dan Pemukiman di Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 No . Berikut deskripsi jenis tempat tinggal di wilayah Kelurahan Peenjaringan : Tabel 6.569 4.Diagram 5. 4. 5. Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Pemukiman terdiri atas pemukiman yang padat. 2.781 7. 1. 3.

9. Jumlah Posyandu dan kader tiap RW di Kelurahan Penjaringan II Bulan Juli 2009 No.7. 8. RW Jumlah Posyand u Total kader (orang) Kader aktif (orang) Kader yang belum . Apartemen Rumah susun Wisma Centra Bisnis / CBD 2 blok 8 blok 2 1 Sumber data : Data statistik Kependudukan Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Diagram 6. Sarana Perumahan dan Pemukiman di Kelurahan Penjaringan Bulan Juli 2009 Tabel 7. 10 .

9. Pulung . 6. DATA KHUSUS ORGANOGRAM PUSKESMAS KELURAHAN PENJARINGAN II TAHUN 2009 Kepala Puskesmas Dr. 7.Hastuty Yusuf Tata usaha Bpk. 0 8 0 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 5 10 8 16 7 14 10 6 9 5 9 7 13 7 13 9 6 1 1 3 1 1 - B. 4. 5. 8. 3. 2.dilatih 1.

Kegiatan dalam gedung BP Umum Dr.Atjih Kosmiasih BP Gigi Drg.Keswa.Nanne marianne BKIA dan KB Bidan Atjih Kosmiasih Gizi dan PPSM Bidan Atjih Kosmiasih Community Health Nurse.Hastuti Yusuf Kegiatan luar gedung Posyandu Bdn.Nanne M Petugas TBC Ibu Nurmaya Tabel 8. Laporan Bulanan Gizi Balita (0-5 tahun) di Puskesmas Apotek Kelurahan Penjaringan II Periode Agustus 2008 – Juli Ibu Nurmaya 2009 Bulan Agustus 2008 Septemb er 2008 Oktober 2008 Novembe S 2405 K 157 0 157 0 158 1 156 D 100 7 N 406 2409 Tidak Ada kegiatan Selama Bulan Puasa 997 982 382 400 2409 2409 . dan Napza Ibu Nurmaya UKS Ibu Nurmaya UKGS Drg.

27 391 397 403 417 411 409 422 429 306.r 2008 Desembe r 2008 Januari 2009 Februari 2009 Maret 2009 April 2009 Mei 2009 Juni 2009 Juli 2009 Rata-rata 2417 2417 2417 2417 2417 2438 2439 2439 2419 .Juli 2009) Keterangan : S = Jumlah balita yang ada dii wilayah tersebut K = Jumlah balita yang sudah ikut program penimbangan dn punya KMS .09 (Sumber data : Laporan Bulanan Gizi tingkat Kelurahan Puskesmas Kelurahan Penjaringan II bulan Agustus 2008.33 989 991 100 1 100 7 996 999 102 2 103 4 100 2.42 2 158 9 159 7 159 7 160 3 168 5 170 1 161 3 174 0 161 7.

Grafik SKDN Periode Agustus 2008 – Juli 2009 Tabel 9. Hasil Cakupan Pelayanan Gizi Balita(0 – 5 tahun) di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Periode Agustus 2008 – Juli 2009 Bulan K/S D/S D/K N/D N/S .D = Jumlah balita yang ditimbang dalam bulan yang bersangkutan N = Jumlah balita yang ditimbang dan berat badannya naik Diagram 7.

1 4 (%) 40.3 9 41.5 9 16.4 1 41.9 8 41.7 3 39.7 3 63.2 6 41.5 1 15.1 1 58.8 7 62. 84 (%) 41.7 8 (Sumber data : Laporan Bulanan Gizi tingkat Kelurahan Puskesmas Kelurahan Penjaringan II bulan Agustus 2008.7 8 17. 41 63.8 6 38.0 6 62.9 0 42.6 0 16.0 5 62.1 7 65.6 6 41.0 7 66.4 3 61.2 8 65.0 7 66.4 3 16.3 9 40.(%) Agustus 2008 Septemb er 2008 Oktober 2008 Novembe r 2008 Desembe r 2008 Januari 2009 Februari 2009 Maret 2009 April 2009 Mei 2009 Juni 2009 Juli 2009 RATARATA 65.8 2 59.2 5 17.8 4 65.3 4 66.0 0 41.2 7 40.4 1 41.3 2 (%) 16.0 6 40.9 2 41.6 2 64.3 0 17.7 7 66.3 2 69.5 3 40.4 9 40.2 4 62.3 1 40.2 1 40.Juli 2009) .8 8 Tidak ada kegiatan selama bulan puasa 41.8 7 (%) 64.3 6 59.1 8 16.9 4 41.1 3 71.6 8 62.7 4 66.0 0 16.7 1 69.6 7 17.8 6 16.7 6 40.2 9 41.

Laporan Pemberian Kapsul Vitamin A 100. Perbandingan Target dan Cakupan dari Hasil Cakupan Pelayanan Gizi Balita periode Agustus 2008 .000 IU) Merah (200.000 IU dan 200.Juli 2009 Tabel 10.Keterangan : K/S = Cakupan Program D/S = Partisipasi Masyarakat D/K = Tingkat Kelangsungan Penimbangan N/D = Hasil Penimbangan Balita N/S = Hasil Pencapaian Program Diagram 8.000 IU Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Periode Agustus 2008 – Juli 2009 Bulan Biru (100.000 IU) .

2 1 62.7 7 65.A biru 34 5 35 7 35 1 Perse Jumlah ntase balita 1-5 (%) bulan 63.2 5 58.17 4.14 .8 8 1247 1269 1258 Terima kapsul Vit.Juli 2009) Tabel 11. Rekap Bulanan Konfirmasi Balita Gizi buruk di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II periode Agustus 2008 – Juli 2009 Bulan Agustus 2008 September 2008 Oktober 2008 November 2008 Desember 2008 Januari 2009 Σ BGM 42 42 41 41 41 41 D 1007 1007 997 982 989 991 Persent ase (%) 4.12 4.17 4.Jumlah Bayi 611 bulan Agustu s 2008 Februa ri 2009 RATARATA 541 541 541 Terima kapsul Vit.18 4.15 4.A merah 676 790 733 Pers enta se (%) 54.2 7 (Sumber data : Laporan Bulanan Gizi tingkat Kelurahan Puskesmas Kelurahan Penjaringan II bulan Agustus 2008.9 9 64.

40 4.21 4.19 (Sumber data : Laporan Bulanan Gizi tingkat Kelurahan Puskesmas Kelurahan Penjaringan II bulan Agustus 2008.37 4.Juli 2009 Tabel 12.79 4.16 4.42 4.Februari 2009 Maret 2009 April 2009 Mei 2009 Juni 2009 Juli 2009 Rata-rata: 48 44 44 44 43 43 42 1001 1007 996 999 1022 1034 1002 4. Jumlah BUMIL yang mendapat Tablet Besi 30 tablet (Fe1) dan 90 Tablet (Fe3) di Posyandu dan Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Periode Agustus 2009 – Juli 2009 Jumlah BUMIL yang mendapat 30 tablet besi (Fe1) 35 37 40 41 38 36 Jumlah BUMIL yang mendapat 90 tablet besi (Fe3) 22 26 28 25 24 22 Bulan Agustus 2008 September 2008 Oktober 2008 November 2008 Desember 2008 Januari 2009 .

Perbandingan target dan cakupan BUMIL yang mendapatkan tablet besi Fe 1 dan tablet Fe3 pada kegiatan Puskesmas Kelurahan Penjaringan II .Februari 2009 Maret 2009 April 2009 Mei 2009 Juni 2009 Juli 2009 Jumlah 32 33 30 32 34 33 421 19 20 23 21 18 24 272 Diagram 10.

MASUKAN .1.

00 – 14.00 WIB) Petugas Administrasi : 1 orang Waktu kerja : senin – jumat. DANA 3. air kran • Alat-alat penyuluhan ( flip chart.00 – 14.00 – 14. Tablet besi b. pukul 08. dan tidak pernah kosong Metode pemeriksaan asupan makanan. bantal. Vitamin C Keterangan : Barang – barang tersebut di atas dalam keadaan baik. Vitamin A c. meliputi: • Anamnesis : identitas.00 – 14. (08.albumin dll ) masing-masing 1 buah Yang habis dipakai • Obat – obatan : a. 1.00 WIB) Bidan : 1 orang Waktu kerja : senin – jumat.00 – 14. Variable TENAGA Data puskesmas Dokter umum : 1 orang Waktu kerja : senin – jumat.00 WIB) Kader : 5 orang tiap posyandu APBN dan APBD • Ada dan mencukupi Swadana masyarakat • Ada dan mencukupi Alat-alat untuk pemeriksaan untuk gizi ada dan berfungsi baik.00 WIB) Dokter gigi : 1 orang Waktu kerja : senin – jumat.NO . stok ada dan tidak pernah kosong Yang tidak habis pakai • Gedung • Kamar periksa (meja. SARANA MEDIS SARANA NON MEDIS 4. poster.00 – 14. leaflet) • Alat transportasi • Buku panduan untuk pengukuran antropometri Yang habis dipakai • Kertas resep • Alat-alat administrasi lain ( alat tulis. wawancara ingatan pangan 24 2.00 WIB) Petugas Obat : 1 orang Waktu kerja : senin – jumat.00 WIB) Perawat/Pengatur rawat : 1 orang Waktu kerja : senin – jumat. METODE MEDIS . yang terdiri atas : Yang tidak habis dipakai • Timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan 1 buah • Harpender kaliper 1 buah • Tensimeter 1 buah • Stetoskop 1 buah • Pita sentimeter 1 buah • Alat penyimpanan vitamin A 1 buah • Alat laboratorium sederhana ( pemeriksaan biokimiawi. buku catatan. stok ada. (08. tirai pembatas) • Lemari tempat peralatan • Tempat cuci tangan. tempat tidur. (08. kursi. sabun. (08. (08.00 WIB) Petugas Imunisasi : 1 orang Waktu Kerja : Senin – jumat.00 – 14. kain lap. laporan harian) Keterangan : barang-barang tersebut di atas dalam keadaan baik. (08.

Variabel Perencanaan Tolak Ukur Keberhasilan Variabel Ini Perencanaan persiapan.tablet besi. meliputi : • Perencanaan pembinaan Posyandu dan kader • Perencanaan pembinaan mantri • Struktur organisasi tertulis • Pembagian tugas tertulis jelas. minimal pemeriksaan adalah pemeriksaan antropometri • Perencanaan pemberian vitamin A • Perencanaan pemberian vitamin C • Perencanaan pemberian tablet besi • Perencanaan pemberian makanan berprotein • Pelaksanaan penjaringan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) • Pelaksanaan rujukan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) Perencanaan penyuluhan. meliputi : • Perencanaan pendataan distribusi frekuensi penduduk (1 x per tahun) • Perencanaan pendataan jumlah penduduk (1 x per tahun) • Perencanaan pendataan sarana pelayanan kesehatan (1 x pertahun) 2.PROSES NO 1. 3.2.vitamin C. meliputi : • Perencanaan pendataan distribusi frekuensi penduduk • Perencanaan pendataan jumlah penduduk • Perencanaan pendataan sarana pelayanan kesehatan • Perencanaan pendataan perumahan dan pemukiman • Perencanaan pendataan jumlah posyandu dan kader • Perencanaan pembuatan peta wilayah • Perencanaan penentuan target • Perencanaan penentuan keperluan logistik untuk pelayanan pemenuhan gizi ( vitamin A. meliputi : • Perencanaan penyuluhan kelompok berkala • Perencanaan penyuluhan individual • Perencanaan kunjungan ke rumah-rumah Perencanaan pembinaan peran serta masyarakat. Pengorganisasian Pelaksanaan .makanan ) Perencanaan pelayanan gizi. ada dan dijalankan Pelaksanaan persiapan. meliputi : • Perencanaan pemeriksaan dengan metode yang ada.

makanan ) Perencanaan pelayanan gizi. meliputi : • Pelaksanaan pemeriksaan dengan metode yang ada. Jumlah kunjungan K1 dan K4 Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Bulan Agustus ’08 K1 149 K4 135 . Pengawasan dan Supervisi Perencanaan pendataan perumahan dan pemukiman (1x pertahun) • Perencanaan pendataan jumlah posyandu dan kader (1x pertahun) • Perencanaan pembuatan peta wilayah (1x pertahun) • Perencanaan penentuan target (1x pertahun) • Perencanaan penentuan keperluan logistik untuk pelayanan pemenuhan gizi ( vitamin A. Pencatatan dan Pelaporan 5.vitamin C.tablet besi. minimal pemeriksaan adalah pemeriksaan antropometri setiap hari kerja ( Senin – Jumat ) • Pelaksanaan pemberian Vitamin A setiap hari kerja ( Senin – Jumat ) • Pelaksanaan pemberian Vitamin C setiap jam kerja ( Senin – Jumat ) • Pelaksanaan pemberian tablet besi (minimal 3 X 30 tablet) • Pelaksanaan pemberian makanan berprotein • Pelaksanaan penjaringan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) • Pelaksanaan rujukan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) • Ada pencatatan dan pelaporan mengenai jumlah sasaran ibu hamil dan balita dan target spesifik wilayah tersebut • Ada pencatatan ibu hamil dan dan balita pada buku laporan pemeriksaan antropometri dan buku laporan harian • Ada laporan bulanan mengenai pelaksanaan kegiatan pelayanan gizi • Ada laporan tahunan mengenai pelaksanaan kegiatan pelayanan gizi • Pengawasan dari Kepala Puskesmas 12 kali per tahun • Supervisi dari Puskesmas Kecamatan 4 kali per tahun • Tabel 1.4.

Jumlah Kunjungan Ibu Hamil Baru dan Lama di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Bulan Agustus ’08 September ’08 Oktober ’08 November ’08 Desember ’08 Januari ’09 Februari ’09 Maret ’09 April ’09 Mei ’09 Baru 103 148 177 118 172 170 102 107 165 221 Lama 376 346 282 388 383 395 327 348 356 389 .September ’08 Oktober ’08 November ’08 Desember ’08 Januari ’09 Februari ’09 Maret ’09 April ’09 Mei ’09 Juni ’09 Juli ’09 Jumlah 67 94 132 74 67 120 101 86 131 103 104 1228 40 53 51 30 57 107 102 66 80 92 131 944 Tabel 2.

Pemberian Tablet Besi kepada Bumil di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Bulan Agustus ’08 September ’08 Oktober ’08 November ’08 Desember ’08 Januari ’09 Februari ’09 Maret ’09 April ’09 Mei ’09 Juni ’09 Juli ’09 Jumlah 101 61 89 83 39 147 138 166 81 173 50 130 1258 77 107 131 91 71 152 134 146 80 237 64 163 1453 Tabel 4.Juni ’09 Juli ’09 Jumlah 242 243 1968 452 451 4493 Tabel 3. Jumlah Ibu Resiko Tinggi yang Ditemui di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Bulan Agustus ’08 September ’08 Oktober ’08 November ’08 Desember ’08 Masyarakat 0 0 1 1 0 Tenaga Kesehatan 11 7 6 16 17 .

Jumlah Ibu Hamil dengan Faktor Resiko di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Bulan Usia Usia Partus Jarak LILA TB BB<36 .Januari ’09 Februari ’09 Maret ’09 April ’09 Mei ’09 Juni ’09 Juli ’09 Jumlah 0 0 0 0 0 0 0 2 18 7 11 11 13 10 12 139 Tabel 5. Jumlah Ibu Hamil yang Diperiksa Hb di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Bulan Agustus ’08 September ’08 Oktober ’08 November ’08 Desember ’08 Januari ’09 Februari ’09 Maret ’09 April ’09 Mei ’09 Juni ’09 Juli ’09 Jumlah Pertama 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kedua 27 3 0 1 0 0 0 2 0 4 13 3 53 Tabel 6.

Jumlah Ibu Hamil yang Menderita Anemia. Kematian Neonatal. Jumlah Kematian Ibu.< 23. dan Kelahiran Hidup di Puskesmas Kelurahan Penjaringan I Bulan Agustus ’08 September ’08 Oktober ’08 November ’08 Anemia 27 3 0 1 Kematian Ibu 0 0 0 0 Kematian Neonatal 0 0 0 0 BBLR 4 5 2 4 Kelahiran Hidup 99 80 100 79 . BBLR.5 < 20 Agustus ’08 September ’08 Oktober ’08 November ’08 Desember ’08 Januari ’09 Februari ’09 Maret ’09 April ’09 Mei ’09 Juni ’09 Juli ’09 Jumlah 24 11 13 17 29 18 9 12 14 11 14 19 191 > 35 1 6 10 5 3 12 14 5 1 3 10 8 78 >4 19 2 6 5 5 10 9 5 0 7 12 9 89 < 2 th 26 5 3 2 4 4 3 2 3 4 10 6 72 22 3 20 21 14 18 11 21 9 16 20 19 194 < 145 cm 17 0 0 0 4 1 2 0 0 0 0 2 26 kg Tm III 0 0 0 0 0 4 3 2 0 7 4 5 25 Tabel 7.

Desember ’08 Januari ’09 Februari ’09 Maret ’09 April ’09 Mei ’09 Juni ’09 Juli ’09 Jumlah 0 0 0 2 0 4 13 3 53 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 6 5 7 9 12 6 6 10 76 84 74 112 66 83 95 76 130 1078 Tabel 8. Jumlah Penyuluhan Kelompok KIA di Puskesmas Kelurahan Penjaringan II Bulan Agustus ’08 September ’08 Oktober ’08 November ’08 Desember ’08 Januari ’09 Februari ’09 Maret ’09 April ’09 Mei ’09 Juni ’09 Juli ’09 Jumlah Dalam Gedung 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 Luar Gedung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 .

....96 x jumlah penduduk Jumlah ibu hamil yang di beri tablet besi 70% x 2..........07 x 1...1 x jumlah penduduk ( 70% x seluruh ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas ) Rumus perhitungan Z-skor : Z-skor = ( Nilai individu – Nilai median baku rujukan ) / Nilai simpang baku rujukan Cakupan program = Jumlah balita yang ikut program penimbangan dan punya KMS Jumlah Balita yang ada di wilayah tersebut Partisipasi masyarakat = Jumlah balita yang ditimbang dalam bulan yang bersangkutan Jumlah balita yang ada dii wilayah tersebut Tingkat Kelangsungan Penimbangan = . + D12 ) / 12 Frekuensi penimbangan rata – rata tiap balita ( D1 + D2 + D3 + D4 +.PERHITUNGAN Jumlah rata – rata balita 0 -4 tahun yang ditimbang selama 1 tahun D = ( D1 + D2 + D3 +D4 ......+D12 ) / dibagi jumlah D tertinggi Jumlah anak balita yang diberi kapsul Vitamin A dosis tinggi 80% x seluruh anak balit ( 1 – 4 TH ) atau 80% x 7.....

KELUARAN a.26 % .51 % 16.47 % 58.42 % 11 x setahun 66. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Variabel Jumlah Balita yang ditimbang Frekuensi Penimbangan Cakupan program Partisipasi masyarakat Tingkat kelangsungan penimbangan Hasil penimbangan balita Hasil pencapaian program Jumlah ibu hamil yang diberi 30 tablet besi (fe-1) Jumlah ibu hamil yang diberi 90 tablet besi (fe-3) Jumlah anak balita (1-5 th) yang diberi kapsul Data Puskesmas 41. Pelayanan Gizi No.68 % 30.78 % 50.86 % 40.84 % 41.Jumlah balita yang ditimbang dalam bulan yang bersangkutan Jumlah balita yang sudah ikut program penimbangan dn punya KMS Hasil Penimbangan Balita = Jumlah balita yang ditimbang dan berat badannya naik Jumlah balita yang ditimbang dalam bulan yang bersangkutan Hasil Pencapaian Program = Jumlah balita yang ditimbang dan berat badannya naik Jumlah balita yang ada dii wilayah tersebut 3 .41 % 61.

87 % 4.sosial ekonomi. 2. tidak menghambat jalannya program.UMPAN BALIK No 1. dan adat istiadat.A dosis tinggi 11 Jumlah anak balita (6-11 bln) yang diberi kapsul vit. Variabel FISIK Tolak Ukur Keberhasilan Variabel Ini Lokasi • • Mudah dicapai Tidak banjir Transportasi • • • Mudah didapat Murah Mudah dicapai ( jalan kaki/kendaraan umum) Fasilitas Kesehatan Lain • Ada dan terdapat kerja sama yang baik.A dosis tinggi 64.LINGKUNGAN No 1. NON FISIK Dalam hal ini meliputi pengetahuan ibu. terutama dalam hal pencatatan dan pelaporan yang baik.vit. 5. Variabel Rapat kerja membahas laporan Tolak ukur keberhasilan variabel ini 12 x per tahun Data yang ada Tiap bulan dilakukan rapat pembahasan hasil .

000 Data yang ada 0 4.kegiatan pelaksanaan program.19 % 0 0 .000 <125/100.DAMPAK Variabel Jumlah ibu hamil dengan anemia Jumlah balita kurang gizi Angka kematian balita Angka kematian ibu Tolak ukur keberhasilan variabel ini <20% <15% <25/100. masalah yang ada. serta cara mengatasi masalah 6.

MASUKAN .Keluaran A.51 % 16. Pelayanan gizi No.87 % + 2.A dosis tinggi Tolak ukur Variable ini (E) 80 % 12 x setahun 80 % Data Puskesmas (O) 41.PEMBAHASAN 1.26 % + + + + + + + 11 80 % 64.68 % 30.41 % 61.A dosis tinggi Jumlah anak balita (6-11 bln) yang diberi kapsul vit.86 % 40.84 % E-O + + + 80 % 80 % 80 % 80 % 95 % 90 % 80 % 41.42 % 11 x setahun 66.78 % 50. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Variabel Jumlah Balita yang ditimbang Frekuensi Penimbangan Cakupan program Partisipasi masyarakat Tingkat kelangsungan penimbangan Hasil penimbangan balita Hasil pencapaian program Jumlah ibu hamil yang diberi 30 tablet besi (fe-1) Jumlah ibu hamil yang diberi 90 tablet besi (fe-3) Jumlah anak balita (1-5 th) yang diberi kapsul vit.47 % 58.

dan tidak pernah kosong Metode pemeriksaan asupan Data (o) 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 19 orang (18 posyandu) Bantuan dalam bentuk barang E–O - 2. DANA 3. METODE MEDIS . kain lap. stok ada. bantal. tirai pembatas) • Lemari tempat peralatan • Tempat cuci tangan. variable TENAGA Data puskesmas Dokter umum : 1 orang Dokter gigi : 1 orang Bidan : 1 orang Petugas Imunisasi : 1 orang Petugas Obat : 1 orang Petugas Administrasi : 1 orang Perawat/Pengatur rawat : 1 orang Kader : 5 orang tiap posyandu APBN dan APBD • Ada dan mencukupi Swadana masyarakat • Ada dan mencukupi Alat-alat untuk pemeriksaan untuk gizi ada dan berfungsi baik. laporan harian) Keterangan : barang-barang tersebut di atas dalam keadaan baik. sabun. 1. poster. kursi. buku catatan. leaflet) • Alat transportasi • Buku panduan untuk pengukuran antropometri Yang habis dipakai • Kertas resep • Alat-alat administrasi lain ( alat tulis. air kran • Alat-alat penyuluhan ( flip chart. Vitamin A f. yang terdiri atas : Yang tidak habis dipakai • Timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan 1 buah • Harpender kaliper 1 buah • Tensimeter 1 buah • Stetoskop 1 buah • Pita sentimeter 1 buah • Alat penyimpanan vitamin A 1 buah • Alat laboratorium sederhana ( pemeriksaan biokimiawi. stok ada dan tidak pernah kosong Yang tidak habis pakai • Gedung • Kamar periksa (meja. tempat tidur. Tablet besi e.albumin dll ) masing-masing 1 buah Yang habis dipakai • Obat – obatan : d.NO . Vitamin C Keterangan : Barang – barang tersebut di atas dalam keadaan baik. SARANA MEDIS 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah Tidak ada + Ada Ada Ada - SARANA NON MEDIS Ada Ada 1 buah Ada Ada 1 motor Tidak ada + Ada Ada - 4.

Variabe Tolak Ukur Keberhasilan Variabel Ini l Perenc Perencanaan persiapan. . meliputi : • Perencanaan pemeriksaan dengan metode yang ada. Tugas tumpang tindih Ada Ada + 3.makanan ) Perencanaan pelayanan gizi. minimal pemeriksaan adalah pemeriksaan antropometri • Perencanaan pemberian vitamin A • Perencanaan pemberian vitamin C • Perencanaan pemberian tablet besi • Perencanaan pemberian makanan berprotein • Pelaksanaan penjaringan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) • Pelaksanaan rujukan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) Perencanaan penyuluhan. meliputi : • Perencanaan pembinaan Posyandu dan kader • Perencanaan pembinaan mantri Pengor • Struktur organisasi tertulis ganisas • Pembagian tugas tertulis jelas. meliputi : anaan • Perencanaan pendataan distribusi frekuensi penduduk • Perencanaan pendataan jumlah penduduk • Perencanaan pendataan sarana pelayanan kesehatan • Perencanaan pendataan perumahan dan pemukiman • Perencanaan pendataan jumlah posyandu dan kader • Perencanaan pembuatan peta wilayah • Perencanaan penentuan target • Perencanaan penentuan keperluan logistik untuk pelayanan pemenuhan gizi ( vitamin A. meliputi : • Perencanaan pendataan distribusi frekuensi penduduk (1 x per tahun) • Perencanaan pendataan jumlah penduduk (1 x per tahun) Data (o) E-O Perencana an pendataan penderita gizi buruk dilakukan oleh kader - Ada Ada Ada Tidak Ada Ada Ada Ada Ada Ada + - 2.vitamin C.PROSES NO 1.tablet besi. meliputi : • Perencanaan penyuluhan kelompok berkala • Perencanaan penyuluhan individual • Perencanaan kunjungan ke rumah-rumah Perencanaan pembinaan peran serta masyarakat. ada dan ian dijalankan Pelaksa naan Pelaksanaan persiapan.2.

minimal pemeriksaan adalah pemeriksaan antropometri setiap hari kerja ( Senin – Jumat ) • Pelaksanaan pemberian Vitamin A setiap hari kerja ( Senin – Jumat ) • Pelaksanaan pemberian Vitamin C setiap jam kerja ( Senin – Jumat ) • Pelaksanaan pemberian tablet besi (minimal 3 X 30 tablet) • Pelaksanaan pemberian makanan berprotein • Pelaksanaan penjaringan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) • Pelaksanaan rujukan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) • Ada pencatatan dan pelaporan mengenai jumlah sasaran ibu hamil dan balita dan target spesifik wilayah tersebut • Ada pencatatan ibu hamil dan dan balita pada buku laporan pemeriksaan antropometri dan buku laporan harian • Ada laporan bulanan mengenai pelaksanaan kegiatan pelayanan gizi • Ada laporan tahunan mengenai pelaksanaan kegiatan pelayanan gizi • Pengawasan dari Kepala Puskesmas 12 kali per tahun • Supervisi dari Puskesmas Kecamatan 4 kali per tahun • Ada Ada Tidak ada Ada Ada Ada Dilakukan - Dilakukan Dilakukan Tidak Tidak Tidak Ada Ada + + + - Ada Ada - Ada Ada Ada Ada - 4.makanan ) Perencanaan pelayanan gizi. Pencat atan dan Pelapor an 5.tablet besi.4.LINGKUNGAN No Variabe l Tolak Ukur Keberhasilan Variabel Ini Data (o) E-O . meliputi : • Pelaksanaan pemeriksaan dengan metode yang ada. Penga wasan dan Supervi si Perencanaan pendataan sarana pelayanan kesehatan (1 x pertahun) • Perencanaan pendataan perumahan dan pemukiman (1x pertahun) • Perencanaan pendataan jumlah posyandu dan kader (1x pertahun) • Perencanaan pembuatan peta wilayah (1x pertahun) • Perencanaan penentuan target (1x pertahun) • Perencanaan penentuan keperluan logistik untuk pelayanan pemenuhan gizi ( vitamin A.vitamin C.

NON FISIK Dalam hal ini meliputi pengetahuan ibu. FISIK Lokasi • • Mudah dicapai Tidak banjir Tidak ada kendala - Transportasi • • • Mudah didapat Murah Mudah dicapai ( jalan kaki/kendaraan umum) Fasilitas Kesehatan Lain • Ada dan terdapat kerja sama yang baik. Tidak ada kendala - 2. tidak menghambat jalannya program. dan adat istiadat.UMPAN BALIK No Variabel Tolak ukur keberhasilan variabel ini 12 x per tahun Data yang ada E-O 1. Rapat kerja membahas laporan kegiatan Tiap bulan dilakukan rapat pembahasan hasil pelaksanaan program.DAMPAK . terutama dalam hal pencatatan dan pelaporan yang baik.1.sosial ekonomi. 5. serta cara mengatasi masalah - 6. masalah yang ada.

Variabel Jumlah ibu hamil dengan anemia Jumlah balita kurang gizi Angka kematian balita Angka kematian ibu Tolak ukur keberhasilan variabel ini <20% <15% <25/100.19 % 0 0 E–O - .000 Data yang ada 0 4.000 <125/100.

21 % Penyebab masalah 1. tindih sehingga tidak tahu pembagian mana petugas yang membagi tablet besi dan petugas yang berperan untuk penyuluhan. Pada variable masukan a.albumin dll ) sehingga pemeriksaan biokimiawi untuk mengetahui kadar Fe pada tubuh ibu hamil tidak dapat diketahui b. d. besi 2. yaitu hanya 32. yaitu hanya 32. Tidak ada program pelaksanaan penjaringan ibu hamil dan balita dengan Tidak ada struktur organisasi tertulis dan pembagian tugas saling tumpang resiko tinggi ( gizi buruk ).21 % Kriteria parameter . c. Tidak ada pelaksanaan pemberian tablet besi sehingga jumlah ibu yang tercatat mendapat tablet besi tidak sesuai target. Tidak ada alat laboratorium sederhana ( pemeriksaan biokimiawi. b. PRIORITAS MASALAH Masalah-masalah yang di jumpai dalam pelaksanaan Gizi di puskesmas adalah Jumlah ibu hamil yang diberi tablet besi (fe-3) belum mencapai target 85 %.PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan pengumpulan data di atas didapatkan beberapa masalah sebagai berikut : Jumlah ibu hamil yang diberi tablet besi (fe-3) belum mencapai target 85 %. Pada variable proses a. Tidak ada buku panduan pemeriksaan gizi yang merupakan salah satu sarana untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil perlu atau tidak diberi tablet Tidak ada pendataan jumlah posyandu sehingga ibu hamil tidak tahu kemana harus mendapatkan tablet besi dan kurangnya jumlah kader sehingga tidak ada yang mengajak.

PENYELESAIAN MASALAH Seperti telah diuraikan dalam bagian pembahasan bahwa yang merupakan prioritas masalah adalah jumlah ibu hamil yang diberi tablet besi (fe-3) Penyebab masalah : 1. Tidak ada alat laboratorium sederhana ( pemeriksaan biokimiawi.Metode Delpeq A = Tablet besi (fe-3) B = Partisipasi masyarakat C= penimbangan balita Masalah A B C 1 5 4 5 2 7 5 6 3 8 6 7 4 5 5 4 5 7 6 5 6 8 4 6 7 6 5 7 8 7 6 5 9 6 4 4 10 4 5 6 11 6 6 7 12 7 4 5 Jumla h skor 86 59 67 Prioritas 1 3 2 Dari tabel di atas dapat terlihat prioritas masalah adalah Jumlah ibu hamil yang diberi tablet besi (fe-3). Tidak ada struktur organisasi tertulis dan pembagian tugas saling tumpang tindih sehingga tidak tahu pembagian mana petugas yang membagi tablet besi dan petugas yang berperan untuk penyuluhan. Dari segi pelayanan kesehatan a.albumin dll ) sehingga pemeriksaan biokimiawi untuk mengetahui kadar Fe pada tubuh ibu hamil tidak dapat diketahui b. Tidak ada buku panduan pemeriksaan gizi yang merupakan salah satu sarana untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil perlu atau tidak diberi tablet besi c. .

Pembinaan posyandu dan kader hanya dilakukan 3-4 kali per tahun. Pelaksanaan program penjaringan ibu hamil dan balita dengan resiko tinggi ( gizi buruk ) masih sangat kurang. Dari segi pelayanan kesehatan a. sehingga banyak ibu hamil yang tidak mengetahui pentingnya mengkonsumsi tablet besi b. sehingga para ibu hamil biasanya tidak tahu bahwa tablet besi penting bagi mereka 3. Tidak ada alat laboratorium sederhana ( pemeriksaan biokimiawi.posyandu atau bidan • • • Pelaksana : kepala Puskesmas dengan bantuan dari dinas kesehatan Waktu : 1 tahun 1 x Tempat : rapat membahas laporan tahunan Puskesmas . Kurangnya tenaga dalam pelaksanaan promosi pemakaian tablet besi.2. Dari segi promosi kesehatan a. Masyarakat kurang dilibatkan dalam promosi kesehatan tentang pentingnya tablet besi untuk ibu yang sedang hamil. Menyediakan buku panduan pemeriksaan gizi yang jelas untuk pelayanan gizi sehingga pelayanan tidak hanya berdasarakan pengetahuan puskesmas.albumin dll ) sehingga pemeriksaan biokimiawi untuk mengetahui kadar Fe pada tubuh ibu hamil tidak dapat diketahui. hendaknya puskesmas melengkapi peralatan laboratorium untuk pemeriksaan biokimiawi dan albumin sehingga dapat menditeksi ibu hamil yang memiliki resiko kekurangan fe di dalam tubuhnya. Penyuluhan tentang pentingnya tablet besi bagi ibu-ibu hamil masih sangat kurang. padahal minimal 12 kali per tahun. c. Dari segi partisipasi masyarakat Kurangnya peran serta masyarakat . Sehingga ibu-ibu hamil tidak tahu kemana ia harus meminta tablet besi dan juga tidak ada panutan yang tepat. sehingga informasi tentang penggunaan tablet besi tidak bisa menyebar kepada ibu-ibu hamil d. Dan kurang lengkapnya pelayanan untuk ibu hamil. b. Penyelesaian masalah : 1.

• • • • • • • Pelaksana : BKIA dan posyandu Waktu : setiap hari Tempat : di puskesmas Kegiatan : menyebar brosur materi : pentingnya tablet besi untuk ibu hamil. Menyusun struktur organisasi tertulis dan mengatur pembagian tugas saling tumpang tindih • • • • • • Pelaksana : petugas tata usaha puskesmas Waktu : 1 bulan 1 kali Tempat : rapat membahas laporan bulanan puskesmas Materi : struktur organisasi tertulis dan pembagian tugas yang jelas Sasaran : petugas pelayanan kesehatan Puskesmas Tujuan : sehingga para petugas pelayanan kesehatan tahu pembagian mana petugas yang membagi tablet besi dan petugas yang berperan untuk penyuluhan. 2.posyandu ataupun bidan. Dari segi Promosi kesehatan : a. dimana mendapatkan tablet besi sasaran : masyarakat secara umum dan ibu – ibu hamil secara khusus tujuan : supaya ibu hamil yang mendapatkan tablet fe mencapai target .• • • Materi : buku panduan pemeriksaan gizi yang jelas dalam pemberian tablet besi bagi ibu hamil Sasaran : pengelola program gizi Tujuan : agar penilain ibu hamil yang kekurangan Fe tidak hanya berdasarkan pengetahuan puskesmas. Menjaring ibu hamil yang terkena resiko tinggi kekurangan zat besi. melainkan ada buku panduan yang jelas dalam penilaiannya c.

• • Sasaran : kader posyandu Tujuan : pemasaran sosial ditekankan pada pelayanan posyandu khususnya pelayanan ibu hamil. Menambah tenaga dalam pelaksanaan promosi pemakaian tablet besi.mahasiswa fakultas kedokteran.fakultas kedokteran. Materi : kunjungan.b.akademi kebidanan.Baik dalam aspek teknis maupun medis. dan akademi keperawatan. c. sehingga informasi tentang penggunaan tablet besi tidak bisa menyebar kepada ibu-ibu hamil • Pelaksana : bidan puskesmas dengan kerja sama dari rs yang berada di wilayah kerja puskesmas. dan akademi keperawatan. • • • Waktu : setiap bulan saat penyelenggaraan posyandu dan saat arisan kader posyandu. • • • Waktu : kontinu sebulan sekali Tempat : tempat penyelenggaraan posyandu Kegiatan : memberikan pelayanan kesehatan di posyandu ( pelayanan ibu hamil khususnya) . Tempat : tempat penyelenggaraan posyandu dan arisan karder posyandu. Pembinaan posyandu dan kader hanya dilakukan 3-4 kali per tahun. • Pelaksana : bidan puskesmas dengan kerja sama dari pokja posyandu. Sehingga ibu-ibu hamil tidak tahu kemana ia harus meminta tablet besi dan juga tidak ada panutan yang tepat.akademi kebidanan. khusus nya kegiatan pelayanan ibu hamil. padahal minimal 12 kali per tahun.bertujuan untuk melihat operasionalisasi kegiatan posyandu mengetahui kendala yang dihadapi dan memberikan saran penyelesaian dan perbaikannya.bimbingan dan fasilitasi.

3. . d. dan akademi keperawatan. bahaya jika kekurangan fe tidak di tangani Sasaran : masyarakat secara umum dan ibu hamil secara khusus.flip chart. • • • • • Waktu : setiap bulan pada akhir pekan Kegiatan : pemutaran kaset/ video. Dari segi Partisipasi masyarakat Memberdayakan masyarakat agar ikut peran serta dalam upaya pelayanan gizi bagi ibu hamil. Penyuluhan tentang pentingnya tablet besi bagi ibu-ibu hamil masih sangat kurang.• • Sasaran : masyarakat ( ibu hamil khususnya) Tujuan : agar ibu hamil terdeteksi apabila mengalami kekurangan Fe. demonstrasi alat. pentingnya tablet fe. • • • • • • Pelaksana : bidan puskesmas dengan bantuan dari kader posyandu Waktu : terus-menerus Tempat : lingkungan masyarakat. Sasaran : masyarakat ( ibu hamil khususnya) Tujuan : Agar masyarakat dapat ikut serta dalam upaya pelayanan gizi bagi ibu hamil. Materi : gejala kekurangan fe. Tujuan : upaya penyuluhan untuk menarik perhatian ibu-ibu hamil supaya mau mengkonsumsi tablet fe. sehingga para ibu hamil biasanya tidak tahu bahwa tablet besi penting bagi mereka • Pelaksana : bidan puskesmas bekerja sama dengan mahasiswa fakultas kedokteran. akademi kebidanan. Kegiatan : Memberitahukan masyarakat tentang pentingnya ibu hamil lewat lembaga-lembaga yang berpengaruh di dalam masyarakat.

Melalui penyelesaian masalah ibu hamil yang kekurangan fe diharapkan dapat meningkatkan penemuan ibu hamil yang kekurangan fe untuk memperoleh penanganan segera.jika promosi kesehatan itu kurang maka masyarakat akan memiliki pengetahuan yang rendah seperti misalnya dalam kasus ini masyarakat kurang mendapat pengetahuan bahwa tablet besi itu penting untuk ibu hamil sehingga banyak masyarakat yang tidak menganjurkan seorang ibu yang hamil untuk mengkonsumsi tablet besi.Kendala yang paling utama belum tercapainya target program itu antara lain pelayanan kesehatan yang belum memadai.Penemuan ibu hamil yang kekurangan fe diharapkan bisa mencegah banyaknya kematian ibu hamil di indonesia akibat pendarahan. Melalui paparan di atas terlihat bahwa banyak faktor yang dapat memicu tingginya angka kematian ibu oleh karena itu untuk mencegah tingginya angka kematian ibu harus dilakukan tidak hanya pendekatan medis akan tetapi juga pendekatan dengan lembaga .Kurang nya promosi kesehatan juga menyebabkan seorang ibu yang walaupun dia tahu bahwa tablet besi itu penting tetapi ia tidak tau dimana dan bagaimana cara mendapatkan tablet besi tersebut oleh karena itu menurut kelompok kami sangat penting adanya promosi kesehatan.Dan hal yang paling parah terjadi pada variabel pemberian tablet besi kepada ibu hamil dari target yang 85% hanya terpenuhi 32.promosi kesehatan merupakan pokok utama dalam pelayanan kesehatan.kurangnya promosi kesehatan.kendala lain adalah pelayanan kesehatan yang kurang memadai.21%.upaya ini diharapkan bisa menurunkan angka kematian ibu sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat kesejahteraan di indonesia.KESIMPULAN Pelaksanaan program pelayanan gizi di puskesmas kelurahan penjaringan II masih sangat kurang.walaupun sudah ada puskesmas tetapi alatalatnya belum lengkap seperti yang kita lihat dalam kasus ini alat-alat yang ada di dalam puskesmas belum lengkap seperti tidak adanya alat-alat untuk laboratorium.maksudnya adalah seperti yang kita liat dalam kasus ini jumlah posyandu sangat terbatas sehingga belum mencukupi semua kebutuhan masyarakat.Hal ni dapat di lihat dari sebagian besar indikator belum mencapai target yang ditentukan.

.lain dan melibatkan peran serta masyarakat sendiri. Pada akhirnya kami berharap evaluasi program tentang puskesmas di kelurahan penjaringan 2 dalam makalah ini dapat mejadi masukan yang berguna dalam pengembangan pelaksanaan pelayanan ibu hamil di puskesmas tersebut.Hal itu diharapkan supaya kematian ibu akibat pendarahan bukan lagi menjadi masalah yang besar di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful