Anda di halaman 1dari 8

ARTIKEL SEAWEED

Website : www.rumputlaut.org

Email : seaweed_undip@yahoo.com

TEKNOLOGI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

A. TEKNOLOGI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT SEBAGAI PRODUK INTERMEDIET

1. ALKALI TREATMENT CARRAGEENAN (ATC)

Proses alkali bertujuan untuk mendapatkan bahan baku yang lebih baik dan lebih
tahan dalam penyimpanan. Proses ini dilakukan dengan merendam rumput laut
Eucheuma sp. dalam larutan alkali dengan konsentrasi tertentu pada suhu kamar
tanpa pemasakan selama 2-4 jam. Untuk merendam Eucheuma spinosum
menggunakan alkali NaOH, sedangkan untuk Eucheuma cottonii menggunakan alkali
KOH. Setelah itu, rumput laut dikeringkan dibawah sinar matahari selama 2 -3 hari.

2. SEMI REFINED CARRAGEENAN (SRC)

Karaginan yang berasal dari rumput laut Eucheuma cottonii yaitu jenis kappa
karaginan. Beberapa teknologi pengolahan karaginan secara garis besar disajikan pada
Tabel 1.

2.a. Proses Produksi SRC chips

Proses produksi SRC chips pada intinya dilakukan melalui proses perlakuan alkali
dalam kondisi panas yan g disebut dengan proses alkali treatment. Tahapannya sebagai
berikut :

1. Proses perlakuan alkali: Euchema sp. dimasak dalam larutan alkali (KOH untuk
E. Cottonii dan NaOH untuk E. spinosum) pada suhu 85 º C selama 2-3 jam dan
diaduk.

2. Netralisasi: rumput la ut yang telah mengalami perlakuan alkali dinetralkan


dengan air tawar.

3. Pemotongan: rumput laut yang sudah netral dipotong dengan ukuran 2-4 cm.
4. Pengeringan: potongan kecil rumput laut dikeringkan dengan cara dijemur
dibawah

5. sinar matahari selama 1 -2 hari atau menggunakan mesin pengering.

6. Pengemasan: rumput laut bentuk chips tersebut dikemas dalam plastik, karton.

Divisi Penelitian dan Pengembangan


SEAWEED
Kelompok Studi Rumput Laut
Kelautan -UNDIP
Seaweed Center: Jl. Gondang Timur I No. 30 RT. 06 RW. 02 Bulusan -
Tembalang Semarang Jawa Tengah 50277
Contact Person : Puri (085290033966)
2.b. Proses Produksi SRC flour
Proses SRC flour merupakan kelanjutan produk SRC chips. Caranya dengan

menghancurkan produk chips menjadi tepung berukuran 40-60 mesh sesuai dengan
permintaan pasar. Ada beberapa hal yang harus diingat :

1. Produk SRC flour dapat digunakan dalam industri makanan/minuman (food grade)
maupun industri lainnya (non food grade).
2. Proses perlakuan alkali panas, baik konsentrasi alkali dan lamanya pemasakan,

akan sangat menentukan apakah SRC flour ditujukan untuk food grade atau non
food grade.

3. Untuk SRC flour food grade, proses pengeringan diupayakan menggunakan mesin
pengering. Untuk mencegah kontaminasi, sebaiknya dihindarkan kontak dengan
udara terbuka.

Tabel 1. Beberapa Teknologi Pengolahan Karaginan dari Eucheuma sp.

Bahan Tahap Tipe Metode Bentuk


baku Proses Karaginan Produk

E. spinosum Refine Iota-karaginan Metode Powder


alkohol

Metode Powder
alkohol

Refine Kappa- Metode powder


karaginan pressing

E. Cottonii Semi Food grade Alkali panas chips


refine Kappa-
karaginan

Industrial Alkali panas chips


grade
Kappa-
karaginan

2
B. TEKNOLOGI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT SEBAGAI BAHAN PANGAN
B.1. PERMEN JELLY

Gambar 1. Permen Jelly

PENCUCIAN DAN PERENDAMAN RUMPUT LAUT KERING (EUCHEUMA COTTONII)


l
RUMPUT LAUT DIHALUSKAN (200 G)
l
DIMASAK BERSAMA AIR SAMPAI KELARUTANNYA MERATA (1:5 ANTARA RUMPUT LAUT
DAN AIR)
l
DITAMBAHKAN : GLUKOSA CAIR (400 G), SUKROSA (100 G), PASTA/PEWARNA-
ESENS, NATRIUM BENZOAT
l
DIADUK TERUS SAMPAI LARUTAN MENGENTAL
l
DICETAK DAN DIDINGINKAN SELAMA 1 JAM
l
DIKERINGKAN DIBAWAH SINAR MATAHARI/PENGERINGAN MEKANIS SUHU 60 OC

Divisi Penelitian dan Pengembangan


SEAWEED
Kelompok Studi Rumput Laut
Kelautan -UNDIP
Seaweed Center: Jl. Gondang Timur I No. 30 RT. 06 RW. 02 Bulusan - Tembalang
Semarang 50277
Contact Person : Puri (085290033966)
B.2. MANISAN RUMPUT LAUT

Gambar 2. Manisan Rumput Laut

RUMPUT LAUT KERING ( E u c h e m a c o t t o n i i )


l
PENCUCIAN
l
PERENDAMAN I
l
PERENDAMAN II
l
PENCUCIAN DAN PENIRISAN
l
PENAMBAHAN GULA PASIR 1:2 (GULA:RUMPUT LAUT), ASAM SITRAT 0,5%, NATRIUM
BENZOAT 0,1-0,2%, PASTA/PEWARNA- ESENS 1%
l
DIBIARKAN 1 HARI PADA SUHU KAMAR
l
PENJEMURAN
l
PENABURAN GULA PASIR
l
MANISAN KERING RUMPUT LAUT

4
B.3. MINUMAN RUMPUT LAUT

Gambar 3. Minuman Rumput Laut

RUMPUT LAUT KERING TAWAR ( E u c h e u m a c o t t o n i i )


l
PENCUCIAN
l
PERENDAMAN SELAMA 2 – 3 HARI
l
PERENDAMAN DENGAN TAWAS/KAPUR SIRIH 1%
l
PENCUCIAN DAN PENIRISAN, PEMOTONGAN 3 – 4 CM
l
PEMBUATAN LARUTAN GULA (GULA PASIR : AIR = 1: 1)
l
PENAMBAHAN BAHAN ASAM SITRAT 0,5%, NATRIUM BENZOAT 0,1 – 0,2%,
PASTA/PEWARNA – ESENS 1% &
PENDINGINAN
l
PEMASUKAN RUMPUT LAUT KE DALAM CAMPURAN LARUTAN ( 1 : 1)
l
PENGEMASAN

5
B.4. KARAGINAN KERTAS

RUMPUT LAUT KERING TAWAR ( E u c h e u m a c o t t o n i i )


l
PENCUCIAN DAN PERENDAMAN DENGAN AIRTAWAR SAMPAI PUT IH
l
PEREBUSAN DENGAN AIR TAWAR (15 X BERAT RUMPUT LAUT)
l
PENYARINGAN
l
PENJENDALAN DALAM PAN (6 JAM)
l
PEMOTONGAN
l
PEMBUNGKUSAN DENGAN KAIN BLACU
l
PENGEPRESAN (12 JAM)
l
PENJEMURAN DI ATAS PARA - PARA
l
PELEPASAN DARI KAIN BLACU
l
PENGEMASAN PENYIMPANAN

6
B.5. DODOL RUMPUT LAUT/KARAGINAN KERTAS

RUMPUT LAUT KERING KARAGINAN KERTAS l----------------------- l


l
PENCUCIAN DAN PERENDAMAN DALAM AIR TAWAR
SAMPAI PUTIH
l
PEREBUSAN DALAM AIR (1X BERAT RUMPUT LAUT)
l
PENGHANCURAN DENGAN BLENDER
l
PEREBUSAN
(+ SANTAN, GULA PASIR 30 %, TEPUNG KETAN 10 %, VANILI, PEWARNA)
l
PENJENDALAN DALAM CETAKAN
l
DODOL
l
PENG EMASAN DALAM PLASTI K/KERTAS PERKAM EN
(10 gram/pc)
l
PENGEMASAN DALAM KARTON 250 gr

B.6. NATA RUMPUT LAUT

Gambar 4. Nata Rumput Laut

7
RUMPUT LAUT KERING
l
DIRENDAM DALAM AIR TAWAR
l
DIBLEN DER
l
DISARING
l
BAGIAN CAIR DIMASAK
l
+ GULA 10 %, ASAM CUKA 0,75 %, UREA 0,5 % b/v
l
DIDINGINKAN PADA SUHU KAMAR
l
DITAMBAHKAN INOKULUM A c e t o b a c t e r x y l i n u m 10 % v/v
l
DIADUK RATA
l
DIFERMENTASI SELAMA 10 – 15 HARI
l
PRODUK NATA DIANGKAT
l
DIPOTONG BENTUK KUBUS
l
DICUCI DENGAN AIR SAMPAI RASA ASAM HILANG
l
DIRENDAM DALAM AIR SELAMA 1 – 2 HARI
l
NATA DIPOTONG KECIL- KECIL
l
DIMASUKKAN DALAM LARUTAN GULA/SIRUP DAN DIMASAK
l
+ ESSENCE DAN PEWARNA
l
DIDIAMKAN DAN DIDINGINKAN
l
DIKEMAS GELAS PLASTIK