P. 1
Pantun Nasehat

Pantun Nasehat

|Views: 424|Likes:
Dipublikasikan oleh Wafa Ummu Ihsan

More info:

Published by: Wafa Ummu Ihsan on Feb 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

Kumpulan Pantun Nasehat Diposting oleh whandie .

Kategori: Koleksi Pantun Banyak sayur dijual di pasar Banyak juga menjual ikan Kalau kamu sudah lapar cepat cepatlah pergi makan Kalau harimau sedang mengaum Bunyinya sangat berirama Kalau ada ulangan umum Marilah kita belajar bersama Hati-hati menyeberang Jangan sampai titian patah Hati-hati di rantau orang Jangan sampai berbuat salah Manis jangan lekas ditelan Pahit jangan lekas dimuntahkan Mati semut karena manisan Manis itu bahaya makanan. Buah berangan dari Jawa Kain terjemur disampaian Jangan diri dapat kecewa Lihat contoh kiri dan kanan Di tepi kali saya menyinggah Menghilang penat menahan jerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia akhirat Tumbuh merata pohon tebu Pergi ke pasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah 1

"fonts": [0. pageParams. Tiap nafas tiadalah kekal Siapkan bekal menjelang wafat . Supaya jangan sesal kemudian.innerPageElem = document. "origWidth": 901.Dari muda sampai ke tua Ajaran baik jangan diubah Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Supaya engkau tidak ketinggalan Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan Anak ayam turun delapan Mati satu tinggal lah tujuh Hidup harus penuh harapan Jadikan itu jalan yang dituju Ada ubi ada talas Ada budi ada balas Sebab pulut santan binasa Sebab mulut badan merana Jalan kelam disangka terang Hati kelam disangka suci Akal pendek banyak dipandang Janganlah hati kita dikunci Bunga mawar bunga melati Kala dicium harum baunya Banyak cara sembuhkan hati Baca Quran paham maknanya Ilmu insan setitik embun Tiada umat sepandai Nabi Kala nyawa tinggal diubun Turutlah ilmu insan nan mati Ke hulu membuat pagar.addPage(pageParams). 1].containerElem = document. "pageNum": 2}. 2 (function() { var pageParams = {"origHeight": 1276.getElementById("page2"). pageParams. Cari guru tempat belajar. Jangan terpotong batang durian. var page = docManager.getElementById("outer_page_2"). })().

================================== Kalau tuan jalan ke hulu. Ke barat juga akan condongnya. 3 (function() { var pageParams = {"origHeight": 1276. Anak sembilang di tapak tangan. Tinggi bangsa kerana bahasa. Kelekati dalam perahu. Malam ini kita berkampung. Luka di tangan nampak berdarah. "origWidth": 901.innerPageElem = document. var page = docManager. ============================ Pucuk pauh delima batu.Turutlah Nabi siapkan bekal Dengan sebar ilmu manfaat Tingkap papan kayu bersegi. Carikan saya bunga kemboja.getElementById("outer_page_3"). Akhirat juga akan sungguhnya. Malam esok merendang serai. pageParams. Dari mata turun ke hati. Malam esok kita bercerai. Sampan sakat di Pulau Angsa. "pageNum": 3}. pageParams. Dunia ini pinjam-pinjaman. =========================== Buah berangan masaknya merah. Dari paya turun ke padi. Luka di hati siapa yang tahu.containerElem = document. Kalau tuan mati dahulu. Dari mana datangnya sayang. ========================== Malam ini merendang jagung. ============================= Dari mana punai melayang. 1]. "fonts": [0.addPage(pageParams). Indah tampan kerana budi. ========================= Halia ini tanam-tanaman. . Hilang di mata di hati jangan. Nantikan saya di pintu syurga. Tuan jauh di negeri satu.getElementById("page3").

======================== jalan-jalan ke kota paris banyak rumah berbaris-baris biar mati diujung keris asal dapat dinda yang manis… ke cimanggis membeli kopiah kopiah indah kan kau dapati begitu banyak gadis yang singgah hanya dinda yang memikat hati jika aku seorang pemburu anak rusa kan kudapati jika dinda merasa cemburu tanda cinta masih sejati darimana datangnya sawah dari sawah turun ke kali darimana datangnya cinta dari mata turun ke hati ============================ Bau-bau jembatan tujuh... kalau adinda udah setujuh.. Pisang nangka buat kolak Jambu biji diblendrin Kalo nona tetep galak.. tunggulah saya tamat sekolah. Lebaran depan ga dimaapin menaiki kereta merknya honda pergi selayang kerumah hanapi bila cinta mekar di dada siang terkenang malam termimpi anak unta siapa yg punya menangis iba kehilangan ibu bila cinta sudah menyapa .})(). tempat memungut sebuah lolah.

jsonp". "pageNum": 4}. pageParams. "fonts": [0. bila rindu mulai membara itulah tanda cinta berpadu hati berdetik dalam cahaya. var page = docManager.contentUrl = "http://html4. 1].containerElem = document. pageParams.scribdassets.sedih dan pilu tak menentu semua hadir tanpa permisi untuk mencoba mengisi hati hati-hati minum digelas kalau terlepas pecahlah nanti cinta hati selalunya ikhlas cinta buta yang makan hati cinta tak memandang bulu cinta juga tak mengenal waktu rasakan cinta dihatimu betapa indah mengikis kalbu bila terluka berkata begitu hingga terlupa cinta yang suci cinta manusia memanglah begitu cinta padaNYA cinta yang sejati terluka hati karna kata udah biasa namun terluka karna usia sungguh asa bila kata dianggap tak bermakna tapi usia adalah segalanya Untuk menjadi seorang perwira Harus bertapa di dalam gua Kalau cinta kukuh di jiwa Biar melayang kembali jua papua tanah impian jiwa .getElementById("outer_page_4"). "origWidth": 901. })(). seperti belati menikam dada Cinta abadi kekal selamanya Musim berganti tapi wajah takkan lupa cinta datang tak berwaktu perasaan senang.addPage(pageParams).com/ac4cw9i8152ijb4/pages/42fe4b0f78b.rindu mulai membara dikalbu mulanya duka kini menjadi lara teman tiada hanyalah sendu 4 (function() { var pageParams = {"origHeight": 1276.

1]. pageParams. "fonts": [0.contentUrl = "http://html1.scribdassets. "origWidth": 901. "pageNum": 5}.kubermimpi melayang terbang kesana teman sehati selalu bersua karena tak bisa terpisahkan begitu saja 5 (function() { var pageParams = {"origHeight": 1276. panah cinta tlah menancap… kedua hati pun menyatu… asmara semakin mendekap… cinta takkan berlalu… anak ayam turun ke kali bermain air riang gembira betapa senangnya bisa ngejunk lagi memburu kata mengejar tawa minum arak pahit rasanya… tidak cocok untuk anak kuliah… apalah daya sudah usaha… belum apa-apa sudah binasah… sunggulah indah si burung pipit terbang yang tenang si burung dara bila ku tahu bercinta sakit takkan ku mulai dari semula orang palembang menanam padi negeri malaka negeri seberang putus cinta jangan bersedih dunia ini masih panjang burung kakatua hinggap dijendela siapa yang jatuh cinta pasti cemburu buta Burung kakak tua udah tak berdaya Burung adik muda terbang ke angkasa Makasi kakek telah berjuang bela negara Sekarang adek bahagia di hari MERDEKA kucing kurus mandi dipapan papan nya sikayu jati aku kurus bukan karena kurang makan .containerElem = document.getElementById("outer_page_5"). })().addPage(pageParams). var page = docManager. pageParams.com/ac4cw9i8152ijb4/pages/55905aa9c1a.jsonp".

pageParams.pola AABB) =================================== Banyak bunga di taman cuma satu kupetik Banyak anak perawan cuma Adik yang cantik ======================= Pria: Banyak bunga di taman cuma satu kupetik Banyak anak perawan cuma Adik yang cantik Wanita: Banyak buah semangka dibawa dalam sampan Banyak anak jejaka cuma Abang yang tampan Pria: Berjuta bintang di langit Satu yang bercahaya Berjuta gadis yang cantik Adiklah yang kucinta Wanita: Pandai Abang merayu. 1].jsonp". "origWidth": 901. pageParams. })(). "pageNum": 6}.addPage(pageParams). var page = docManager.getElementById("outer_page_6").com/ac4cw9i8152ijb4/pages/6a574e4f3d4.scribdassets.containerElem = document. "fonts": [0.tetapi mikirin sijantung hati disana gunung disini gunung ditengah tengah gunung berapi kesana bingung kesini bingung 6 (function() { var pageParams = {"origHeight": 1276.contentUrl = "http://html3. itulah namanya jatuh hati =================================== == cinta adalah buta… buta adalah cinta… ketik C spasi D… cape D… (Ket: pantun gaya baru. hatiku rasa malu Pria: Rumah atapnya tinggi terbuat dari bambu Cuma Adik kupilih dan yang selalu kurindu Wanita: Gunung puncaknya tinggi tertutup oleh salju .

pageParams. "pageNum": 7}. var page = docManager.containerElem = document.scribdassets. 1]. Ada penawar zahir batin. Bunga mawar seri pengantin.contentUrl = "http://html4. Object 1 Jika tuan mati dahulu Nantikan saya di pintu surga.getElementById("outer_page_7"). "fonts": [0. "origWidth": 901. ============================= rancak gagah silat pahlawan bertahan di kanan menyerang di kiri tatkala bulan dilindung awan mengapa pungguk berdiam diri? Di tepi kali saya menyinggah Menghilang penat menahan jerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia akhirat Tumbuh merata pohon tebu Pergi ke pasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding Banyak sayur dijual di pasar Banyak juga menjual ikan Kalau kamu sudah lapar cepat cepatlah pergi makan . pageParams.Memang Abang kupilih dan yang selalu kurindu ============================= Jika tuan mudik ke hulu Carikan saya bunga kemboja.jsonp". })(). 7 (function() { var pageParams = {"origHeight": 1276.addPage(pageParams). =============================== Batang buluh berisi santan. Untung sungguh nasib badan.com/ac4cw9i8152ijb4/pages/7af6f2827fc.

Kalau harimau sedang mengaum Bunyinya sangat berirama Kalau ada ulangan umum Marilah kita belajar bersama Hati-hati menyeberang Jangan sampai titian patah Hati-hati di rantau orang Jangan sampai berbuat salah Manis jangan lekas ditelan Pahit jangan lekas dimuntahkan Mati semut karena manisan Manis itu bahaya makanan. Buah berangan dari Jawa Kain terjemur disampaian Jangan diri dapat kecewa Lihat contoh kiri dan kanan Di tepi kali saya menyinggah Menghilang penat menahan jerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia akhirat Tumbuh merata pohon tebu Pergi ke pasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ke tua Ajaran baik jangan diubah Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Supaya engkau tidak ketinggalan Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan Anak ayam turun delapan Mati satu tinggal lah tujuh Hidup harus penuh harapan Jadikan itu jalan yang dituju .

Jangan ditanam padi di seberang Jangan menghuma di puncak bukit Jangan tak kenang budinya orang Jangan dilupa walau sedikit Jangan di daki Gunung Tahan Jangan pergi tanpa teman Jangan lupa kasihnya tuhan Jangan bersedih menerima ujian Jangan jadi rindu bayangan Jangan rasa selalu dipendam Jangan dibiar marah berpanjangan Jangan disuburkan benci dan dendam Jangan dilupa kasih sayang ibu beri Jangan jadi Tenggang tak mengenang budi Jangan ditangisi nasibnya diri Jangan dikesal apa yang terjadi Jangan berenang dalam perigi . Turutlah Nabi siapkan bekal. Jangan terpotong batang durian. Cari guru tempat belajar. Tiap nafas tiadalah kekal. Dengan sebar ilmu manfaat. Supaya jangan sesal kemudian. Siapkan bekal menjelang wafat.Ada ubi ada talas Ada budi ada balas Sebab pulut santan binasa Sebab mulut badan merana Jalan kelam disangka terang Hati kelam disangka suci Akal pendek banyak dipandang Janganlah hati kita dikunci Bunga mawar bunga melati Kala dicium harum baunya Banyak cara sembuhkan hati Baca Quran paham maknanya Ilmu insan setitik embun Tiada umat sepandai Nabi Kala nyawa tinggal diubun Turutlah ilmu insan nan mati Ke hulu membuat pagar.

Turun mandi di dalam paya. Kalau belayar jangan berbelok Kalau berbelok. Air dalam bertambah dalam Hujan di hulu belum lagi teduh. Putus hati pengarang jantung. Cantik manis di mata saya. Hodoh buruk di mata orang. Hati dendam bertambah dendam Dendam dahulu belum lagi sembuh. patah tiangnya orang muda jangan dipeluk kalau dipeluk patah pinggangnya Bagaimana tidak ku peluk . =========================== Dari mana punai melayang Dari sawah turun ke bendang Dari mana datangnya sayang Dari mata turun ke hati Bagaimana menangkap landak Di asap pintunya dengan api Bagaimana mula berkehendak? Dari mata turun ke hati. Lama sudah tidak ke ladang. Padi sudah dililit kangkung. Selama tuan tidakku pandang.Jangan dibuar air di baldi Jangan dikenang yang sudah pergi Jangan dirindu orang tak sudi Jangan duduk tepi jalan Jangan duduk di atas batang Jangan dirindu kepada bulan Jangan ditanya ke mana bintang ===================================== kingkong frust bunuh dri labi-labi pandu lori boypren blah blh d cri duit hilang siapa nk ganti? kingkong pengsan d cium unta beruk tayang bulu dada org d rindu x ingat kita buat apa kita nk ingat dia? ========================= Anak beruk di kayu rendang.

===================== tuai padi antara masak esok jangan layu-layuan intai kami antara nampak esok jangan rindu-rinduan ===================== indung indung kepala lindung hujan di sana di sini mendung anak siapa pakai tudung mata melirik kaki tersandung ===================== Jalan-jalan ke kota mati lihat setan lagi nagis gua jadiin pacar loe bau kentut emang jaman lagi beken Sirik kan? ====================== Buah nangka buah rambutan Buah dondong buah semangka Jika nanda ingin bijak budiman Jangan lihat orang dari bodinya ..Batu Berendam sebelah kiri Bagaimana tidak ku peluk Sudah ku dendam selama ini ====================== Pasir bulan perahu Berlabuh tentang batu bara Bergalah-galah ke tepian Ketika menghadapi muaranya Kasih tuan hambalah tahu Ibarat orang menggenggam bara Terus hangat dilepaskan Begitu tuan malah kiranya ======================= pen merah pen biru u marah i love u kiri jln kanan pun jln tgh2 pohon meranti kirim jangan pesan pun jangan kalau rindu dtg sendiri kayu ara bercabang tiga tgh2 letak kn paku anak dara duduk bertiga tgh2 bakal tunang ku.

Buah duku dalam tempayan buah salak dimakan ikan Jangan menilai dari wajah ciptaan Itu sama saja menilai Tuhan alan kelam disangka terang Hati kelam disangka suci Akal pendek banyak dipandang Janganlah hati kita dikunci Bunga mawar bunga melati Kala dicium harum baunya Banyak cara sembuhkan hati Baca Quran paham maknanya Kumpulan pantun yang memiliki kata kata nasehat bagian 2 : Ilmu insan setitik embun Tiada umat sepandai Nabi Kala nyawa tinggal diubun Turutlah ilmu insan nan mati Kalau harimau sedang mengaum Bunyinya sangat berirama Kalau ada ulangan umum Marilah kita belajar bersama Hati-hati menyeberang Jangan sampai titian patah Hati-hati di rantau orang Jangan sampai berbuat salah Contoh kumpulan pantun yang memberi peduah tentang arti hidup : Manis jangan lekas ditelan Pahit jangan lekas dimuntahkan Mati semut karena manisan Manis itu bahaya makanan. Buah berangan dari Jawa Kain terjemur disampaian Jangan diri dapat kecewa Lihat contoh kiri dan kanan Di tepi kali saya menyinggah Menghilang penat menahan jerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia akhirat Kata kata nasehat yang dibuat pantun : Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan .

Jangan terpotong batang durian. Di tepi kali saya menyinggah Menghilang penat menahan jerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia akhirat Tumbuh merata pohon tebu Pergi ke pasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding Banyak sayur dijual di pasar Banyak juga menjual ikan Kalau kamu sudah lapar cepat cepatlah pergi makan .Anak ayam turun delapan Mati satu tinggal lah tujuh Hidup harus penuh harapan Jadikan itu jalan yang dituju Beberapa contoh pantun nasehat yang bisa kamu pakai untuk kehidupan ini : Ke hulu membuat pagar. Tumbuh merata pohon tebu Pergi ke pasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ke tua Ajaran baik jangan diubah Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Supaya engkau tidak ketinggalan Kumpulan Pantun Nasehat. Tiap nafas tiadalah kekal Siapkan bekal menjelang wafat Turutlah Nabi siapkan bekal Dengan sebar ilmu manfaat Banyak sayur dijual di pasar Banyak juga menjual ikan Kalau kamu sudah lapar cepat cepatlah pergi makan Kumpulan pantun yang bisa memberi contoh kepada generasi muda. Supaya jangan sesal kemudian. Cari guru tempat belajar.

Buah berangan dari Jawa Kain terjemur disampaian Jangan diri dapat kecewa Lihat contoh kiri dan kanan Di tepi kali saya menyinggah Menghilang penat menahan jerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia akhirat Tumbuh merata pohon tebu Pergi ke pasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ke tua Ajaran baik jangan diubah Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Supaya engkau tidak ketinggalan Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan Anak ayam turun delapan Mati satu tinggal lah tujuh .Kalau harimau sedang mengaum Bunyinya sangat berirama Kalau ada ulangan umum Marilah kita belajar bersama Hati-hati menyeberang Jangan sampai titian patah Hati-hati di rantau orang Jangan sampai berbuat salah Manis jangan lekas ditelan Pahit jangan lekas dimuntahkan Mati semut karena manisan Manis itu bahaya makanan.

Jangan terpotong batang durian. Cari guru tempat belajar.Hidup harus penuh harapan Jadikan itu jalan yang dituju Ada ubi ada talas Ada budi ada balas Sebab pulut santan binasa Sebab mulut badan merana Jalan kelam disangka terang Hati kelam disangka suci Akal pendek banyak dipandang Janganlah hati kita dikunci Bunga mawar bunga melati Kala dicium harum baunya Banyak cara sembuhkan hati Baca Quran paham maknanya Ilmu insan setitik embun Tiada umat sepandai Nabi Kala nyawa tinggal diubun Turutlah ilmu insan nan mati Ke hulu membuat pagar. Supaya jangan sesal kemudian. Turutlah Nabi siapkan bekal. Siapkan bekal menjelang wafat. Dengan sebar ilmu manfaat . Tiap nafas tiadalah kekal.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->