Anda di halaman 1dari 13

Selasa, 27 Juli 2010

proposal pembangunan musholla

Proposal

PEMBANGUNAN GEDUNG MUSHOLLA

FATHUL ULUM

DUKUH BATUR DESA


KEDUNGSARI

KEDUNGSARI- GEBOG-KUDUS
TAHUN 2010

PANETIA PEMBANGUNAN MUSHOLLA


FATHUL ULUM
DESA KEDUNGSARI KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS

Nomer : 01/Pan.Mushl/FU.VI/2010
Lampiran : 1(satu) bendel
Perihal : Permohonan Bantuan

Kepada ;
Yth. : Bapak Bupati Kudus
Di –
Kudus
Assalamu`alaikum Wr. Wb

Kami memberitahukan dengan hormat, kami panitia pembangunan


musholla Fathul Ulum di desa Kedungsari RT.06 RW. VIII Kecamatan
Gebog Kudus, akan melaksanakan rehabilitasi dan pengembangan
bangunan gedung musholla yang dipergunakan untuk menampung
warga dari dua wilayah RT.

Adapun karena besarnya dana yang harus kami tanggung cukup kami
rasakan berat, yaitu sebesar Rp. 34.000.000,- (Tiga Puluh Empat Juta
Rupiah) dan kondisi perekonomian masyarakat yang dewasa ini sangat
terasa terpuruk dengan adanya tingkat inflasi yang sedang terjadi,
maka dengan ini kami bermaksud untuk memohon bantuan dana
kepada Bapak Bupati Kudus.
Adapun sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan
proposal pembangunan musholla yang kami rencanakan sebagai mana
terlampir.

Sangat besar harapan kami, agar sudilah kiranya bapak berkenan


memberi bantuan kepada masyarakat kami guna mengaktifkan
jalannya proses ibadah bagi masyarakat kami.
Demikian atas dibantunya pembangunan musholla kami, tidak lupa
kami haturkan banyak-banyak terima kasih.

Wassalamu`alaikum Wr. Wb

Kudus, 17 Juli 2010


Panitia Pembangunan musholla
FATHUL ULUM

Ketua Sekretaris

SHOUBARI JADI, S.Pd.I

MENGETAHUI

Camat Gebog Kepala Desa kedungsari

DJATI SOLECHAH, S.SOS, MM MUNTOZA, SP.


Penata Tk.I
NIP. 19680703 198803 2 009
A. PENDAHULUAN

Keberadaan sebuah musholla pada suatu daerah di wilayah Indonesia


ini sangat pegang peranan, mengingat sebagian besar Bangsa
Indonesia ini memeluk Agama Islam. Musholla tidak beda dengan
masjid, dimana untuk tataran wilayah RT maka keberadaan musholla
sangatlah penting,karena musholla lebih banyak di butuhkan untuk
kegiatan rutinitas harian, dari mulai memberikan pendidikan kepada
anak balita sampai dengan pengajian untuk warga dewasa. Di
musholla juga dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial
bermasyarakat seperti halnya untuk perayaan-perayaan dalam
mengayubagya adanya hari-hari special Agama islam. Mulai dari pesta
memperigati Isro` Mi`roj sampai dengan melaksanakan ibadah selama
bulan puasa Romadhon.
Mengingat pentingnya fungsi dan manfaat musholla, maka di wilayah
kami yang memiliki satu musholla yang sementara ini dimanfaatkan
oleh warga dari dua wilayah RT, yaitu RT. 06 dan RT. 07 RW. VIII,
menunjukkan bahwa warga di wilayah kami benar-benar
membutuhkan adanya sarana pendukung untuk bisa melaksanakan
ibadah dengan baik dan lancar, namun oleh karena kondisi
perekonomian masyarakat kami yang notabenenya adalah masyarakat
buruh tani, petani dan buruh pabrik, maka sangat terasa sangat berat
untuk melaksanakan pembangunan sarana ibadah dengan cara iuran,
belum lagi menghadapi era globalisasi yang saat ini sedang bergulir di
masyarakat dunia yang sangat nyata pengaruhnya, baik di bidang
politik, sosial, budaya maupun perekonomian nasional, maka
akibatnya kami sebagai pengurus musholla sangat merasa prihatin
akan kondisi yang ada sekarang ini, khususnya mengenai sarana dan
prasarana untuk ibadah bagi warga RT. 06 dan RT. 07 RW. VIII Desa
Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Kondisi bangunan musholla yang kami miliki saat ini sudah terasa
tidak dapat menampung jumlah masyarakat yang mau melaksanakan
ibadah di musholla baik pada sholat maghrib maupun kegiatan belajar
alqur`an bagi anak usia sekolah di sore hari. Maka kami bermaksud
untuk merehabilitasi secara bertahab baik luas bangunan maupun
kwalitas bangunan
Dari bangunan semula berukuran 8 X 6 meter persegi, kami
rencanakan akan diperluas menjadi 10 X 12 meter, sehingga
dikemudian hari dapat dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan
ibadah dengan leluasa untuk menampung warga sebanyak dua ( 2 )
wilayah RT di dukuh RW VIII. Adapun kondisi bangunan yang saat ini
masih merupakan bangunan batu bata biasa akan di perbaiki
kwalitasnya menjadi berotot cor dan direncanakan dengan lantai yang
tidak rolak-an tetapi menggunakan lantai keramik, sehingga
memberikan rasa nyaman untuk melaksanakan ibadah, karena bisa
kelihatan lebih bersih dan lebih indah di pandang mata.
Dari rencana ini, kami telah membentuk kepengurusan yang benar-
benar eksis terhadap pembangunan masyarakat, baik dibidang
pendidikan agama maupun pengembangan sumber daya manusia
kearah yang lebih baik. Sehingga dapat diharapkan kedepan
masyarakat benar-benar dapat merasakan pentingnya pembangunan,
baik pembangunan sarana, prasarana maupu daya dukung yang
dibutuhkan oleh pembangunan manusia seutuhnya menuju suksesnya
pembangunan nasional.
Dengan adanya bangunan musholla Fathul Ulum di Dukuh Batur Desa
Kedungsari Kecamatan gebog ini, sekaligus dapat di pergunakan untuk
minimal mencapai beberapa tujuan, antara alain :
1. meningkatkan pengetahuan dibidang Agama Islam bagi anak usia
dini.
2. Meningkatkan ukuwah islamiyah diantara kaum dewasa dengan
mengunakan fasilitas bangunan musholla sebagai poros atau tempat
beribadah secara bersama-sama tiap-tiap menjalankan shalat.
3. memberikan pendidikan praktik beribadah yang benar bagi anak-
anak karena dengan praktik ibadah ini akan memberikan suri tauladan
bagi pelaksanaan tuntunan ibadah yang benar menurut syariah Islam
sesuai dengan tuntunan Beliau Rasullullah Muhammad saw.
4. meringankan warga masyarakat dipandang dari segi ekonomi.
Mengingat masyarakat di daerah kami yang notabene adalah buruh
tani, petani dan buruh pabrik yang memiliki pendapatan yang sangat
rendah sehingga untuk di tarik iuran guna membangun musholla pada
saat seperti ini akan merasakan beban yang sangat berat.
5. menumbuh kembangkan rasa nasionalisme yang tinggi karna
dengan adanya bantuan dari pemerintah dengan dana baik DAK
maupun APBD, maka masyarakat akan dapat merasakan manfaat dan
faedahnya memiliki pimpinan yang beragama islam dan pimpinan yang
memberikan perhatian kepada warga masyarakat yang memeluk
Agama Islam maupun agama yang secara resmi diakui oleh
pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.
6. menghindari dan menjauhkan tumbuhnya rasa anti ras, oleh karena
yang selama ini kami rasakan tumbuhnya perekonomian Negara
Republik Indonesia selama ini dapat kita lihat berjalan tidak merata
dan tidak selaras antara suku yang satu dengan suku yang lainnya,
antara ras satu dengan ras yang lainnya pula. Sehingga sebagaimana
yang kita dengar dan lihat sebagai akibat munculnya kelompok-
kelompok yang tidak dapat mengendalikan diri dan lahir sebagai
kelompok-kelompok yang sangat radikal ortodok. Yang pada gilirannya
hanya dapat membuat kekisruan belaka dengan alasan yang klasik,
Nasionalisme tapi tidak pada kenyataanya.
Demikianlah kiranya apa yang menjadi permohonan kami ini benar-
benar dapat direalisasi oleh pemerintah daerah khususnya Pemerintah
Daerah Tingkat II Kudus, yang pada saat-saat sekarang ini sedang
gencar-gencarnya diprogramkan Kudus akan dijadikan menjadi daerah
yang berpenidikan tinggi dan beraklak adiluhung.
Tidak lupa semoga dengan bantuan Bapak kepada kami, di akui oleh
Allah swt sebagai amalan sholeh sehingga Allah akan senantiasa
memberikan kemurahan segalanya termasuk tauhid, hidayah,
inayyahNya akan dituangkan kepada kita semua, amiin, amiin,
Yarobbal`alamiin.

Kudus, 17 Juli 2010

--- PANITIA---

B. PERMASALAHAN

Beberapa permasalahan dan kendala-kendala yang timbul dengan


adanya rencana rehabilitasi dan pembangunan sarana gedung
musholla Fathul Ulum ini antara lain :
a. Wilayah ini semula adalah merupakan satu wilayah RT dalam satu
dukuh yang terbagi menjadi dua wilayah karena makin banyaknya dan
makin berkembangnya jumlah kepala keluarga sejalan semakin
banyaknya jumlah penduduk.
b. Makin banyaknya jumlah warga yang harus di tampung untuk dapat
melakukan ibadah-ibadah tertentu, misalnya tiap-tiap shalat Magrib,
shalat Isya` dan melakukan pengajian-pengajian rutin bagi orang
dewasa, khususnya untuk memperingati hari-hari besar bagi umat
Islam
c. Jumlah anak usia sekolah tambah banyak sejalan dengan
pertumbuhan penduduk, sebagaimana yang kita ketahui, kondisi
pertambahan penduduk disebagian besar wilayah Indonesia ini
merupakan kerucut, sehingga jumlah antara anak usia sekolah dengan
orang dewasa semakin melebar kebawah atau dapat kita gambarkan
sebagai segitiga sama kaki, dengan usia dewasa di atas dan anak-
anak di bawah.
d. Tingkat ekonomi yang rendah, karena penghasilan warga dari dua
wilayah Rt ini sama-sama rendah, sebagai akibat dari tingkat
pendidikan yang mereka miliki sangat rendah, maka SDM yang
mereka miliki juga sangat rendah. Dari hal yang demikian ini
menyebabkan mereka sangat sulit untuk melaksanakan kerja bakti
atau bekerja tanpa adanya upah, wajar karna bagi mereka yang
sebagian besar adalah merupakan masyarakat petani, waktu mereka
sangat berharga untuk mengejar pendapatan, karena pendapatan
mereka yang rata-rata sangat rendah, hanya cukup untuk
memberikan nafkah atau makan bagi keluarga mereka, penghasilan
seminggu tidak cukup di pergunakan untuk pemenuhan kebutuhan
pokok selama satu minggu, belum lagi kondisi saat sekarang ini di
mana harga kebutuhan pokok untuk hidup semakin melambung
sejalan sebagai dampak adanya kenaikan harga BBM atau bahan
bakar minyak, yang notabenenya menyebabkan semua harga
kebutuhan makin melecit tidak lagi mengikuti anjuran pemerintah,
sementara pemerintah sendiri tidak dapat mengontrol dan mengerim
naiknya harga-harga kebutuhan bagi masyarakat bawah. Maka
sebagai akibatnya wajar-wajar saja apabila mereka sangat enggan
untuk melakukan kerja bakti dan hanya menunggu adanya bantuan
dan pemikiran dari pihak pemerintah serta pada para pemimpin desa
atau pemimpin para pemuka agama.
e. Tidak adanya dana khas musholla yang dapat di pergunakan untuk
melakukan kegiatan rehabilitasi dan pembangunan musholla, apalagi
menunggu dari uluran dana desa kedungsari, karena memang kondisi
desa yang cukup memprihatinkan.

C. SOLUSI DAN PEMECAHAN MASALAH

a. Membentuk suatu badan atau kepanitiaan yang dapat eksis dan


mampu untuk memberikan semangat kepada masyarakat agar
masyarakat dapat bangkit dan beriktikat untuk membangun musholla,
yang tidak lain adalah orang-orang dari dua wilayah RT yang
bersangkutan guna mengajak dan memimpin masyarakat untuk
kembali bangkit. sebagaimana terencana dalam proposal ini, maka
nama-nama kepanitiaan yang terbentuk akan kami lampirkan atau
kami sertakan.
b. Mencari dana terobosan atau sumbangan-sumbangan dari
masyarakat yang dapat di pandang sebagai tokoh agama maupun
tokok masyarakat yang memang bersedia memberikan sumbangan
dengan tanpa adanya ikatan dalam bentuk apapun, atau sumbangan
yang berbentuk mengikat.
c. Mencari bantuan kepada pemerintah, karena kami menyadari jika
kita sebagai anak tidak pernah berkomunikasi dengan orang tua, maka
niscaya orang tua tidak akan mengerti dan mengetahui apa kebutuhan
anak. Sama seperti kalimat perumpamaan tersebut, maka apabila
kami sebagai masyarakat pedesaan yang tempat dan lokasinya sangat
jauh dari pusat pemerintahan, baik dari pemerintah kabupaten apalagi
dari pemerintah propinsi, maka apabila tidak pernah mau memberikan
informasi keadaan dan keberadaan kami kepada bapak-bapak yang
memegang tampuk pemerintah di kabupaten maupun di propinsi,
maka pasti bapak-bapak tidak akan bisa mengetahui kondisi kami di
pedesaan.
d. Menyusun program pelaksanaan atau time scudle untuk proses
rehabilitasi dan pembangunan musholla, sejak pembicaraan rencana
(planning), pembentukan panitia yang dengan suka rela dan sanggup
untuk memikirkan kepentingan rakyat di atas keperluan pribadi,
sampai dengan penyusunan proposal ini untuk kepentingan penggalian
dana untuk pembangunan musholla Fathul Ulum, bukan untuk yang
lain.
e. Penyiapan land clearing atau penyediakan lahan yang akan
dipergunakan kembali guna mendirikan musholla Fathul Ulum, karena
dari semula musholla yang ada memiliki ukuran 5 X 6 meter persegi
akan kami kembangkan menjadi 7 X 9 meter persegi merupakan
bangunan utama dan bangunan lainnya seperti tempat wudlu pria,
tempat wudlu wanita, ruang penyimpanan barang-barang milik
musholla dan tempat belajar mengaji atau belajar baca tulis Alqur`an
bagi anak-anak.
D. JADWAL REHABILITASI DAN PEMBANGUNAN MUSHOLLA FATHUL
ULUM

NO JENIS KEGIATAN KETERANGAN


1. Rapat pembicaraan permasalahan musholla dan pembentukan
panitia
2. Penyusunan program kerja panitia dan pembagian tugas
kepanitiaan.
3. Penyusunan proposal dan proses pengesahan kepada pemerintah
desa dan musholla baru
4. Rencana pembongkaran bangunan lama dan persiapan
pembangunan bangunan musholla baru.
5. Memulai memesan gambar dan merapatkan dengan warga serta
memastikan pelaksanaannya.
6. Mulai mendatangkan material bangunan untuk rehabilitasi
bangunan.
7. Penyiapan tenaga kerja yang di ambilkan dari warga setempat
sekaligus sebagai pelaksanaan padat karya.
8. Rencana finishing bangunan menjelang datangnya bulan suci
Ramadhan
9. Pelaksanaan perampungan bangunan musholla
10. Peresmian pembangunan ditandai dengan pelaksanaan ibadah
bersama warga dari dua wilayah RT 06 dan RT. 07 / RW. VIII Desa
Kedungsari Kec. Gebog- Kudus.

II. SUSUNAN KEPANITIAAN.

1. Pelindung : Kepala Desa Kedugsari


2. Penasehat : 1. NASIRUN.
2.
3. Ketua : 1. SHAUBARI.
2.MASYRIFAH.
4. Sekertaris : 1. J A D I.
2. Hania Ristiana.
5. Bendahara : 1. Santoso.
2. Haritsatul Fithriya.

Seksi-seksi

A. seksi persiapan dan Usaha : 1. Hasan Maghfuri.


2. Chumaidah.

B. Seksi Pelaksana : 1. Supardi.


2. Subakrun.

C. Seksi H u m a s : 1. Musthofa.
2. M. Sholeh.

Kudus, 17 Juli 2010


Panitia Pembangunan Musholla
" FATHUL ULUM" KEDUNGSARI

Ketua Sekretaris

SHAUBARI J A D I
SUSUNAN PENGURUS

1. Pelindung : Kepala Desa Kedugsari


2. Penasehat : 1. NASIRUN.
2.
3. Ketua : 1. SHAUBARI.
2.MASYRIFAH.
4. Sekertaris : 1. J A D I.
2. Hania Ristiana.
5. Bendahara : 1. Santoso.
2. Haritsatul Fithriya.

Seksi-seksi

A. seksi Usaha : 1. Hasan Maghfuri.


2. Chumaidah.

B. Seksi H u m a s : 1. Musthofa.
Kudus, 17 Juli 2010
Pengurus Musholla
" FATHUL ULUM" KEDUNGSARI

Ketua Sekretaris

SHAUBARI J A D I
III. RENCANA ANGGARAN BELANJA ( R A B )

1. 10.000 Biji batu bata merah @ Rp. 380,- Rp. 3.800.000,-


2. 4 truk batu kali/batu belah @Rp. 3.00.000,- Rp. 1.200.000,-
3. 130 Zak semen @Rp. 40.000,- Rp. 5.200.000,-
4. 6 truk pasir lokal @Rp. 250.000,- Rp. 1.500.000,-
5. 1 (satu) truk pasir cor @Rp. 550.000,- Rp. 550.000,-
6. 1 (satu) colt batu kriss @Rp. 200.000,- Rp. 200.000,-
7. 30 batang besi diameter 10 in @Rp. 45.000,- Rp. 1.350.000,-
8. 20 batang besi diameter 6 in @Rp. 25.000,- Rp. 500.000,-
9. Dua kosen pintu kayu nangka @Rp. 300.000,- Rp. 600.000,-
10. Satu kosen jendela kayu nangka Rp. 400.000,-
11. satu set pintu kayu nangka Rp. 550.000,-
12. 75 meter persegi keramik @Rp. 45.000,- Rp. 3.375.000,-
13. 15 btg kayu bengkirai 6 X 12cm X 4M @Rp. 160.000,- Rp.
2.400.000,-
14. 30 btg kayu bengkirai 5 X 7cm X 4M @Rp. 90.000,- Rp.
2.700.000,-
15. 2 (dua) gendel kayu reng bengkirai @Rp. 260.000,- Rp. 520.000,-
16. 10 Kg paku campuran @Rp. 15.000,- Rp. 150.000,-
17. Genteng lokal 1.000 biji Rp. 750.000,-
18. Bambu penyangga kerja 30btg @Rp. 7.000,- Rp. 210.000,-
19. Tenaga tukang batu + 20 hari @Rp. 50.000,- Rp. 1.000.000,-
20. Tenaga kernet tukang batu 20 hari @Rp. 40.000,- Rp. 800.000,-
21. Tenaga tukang kayu 15 hari @Rp. 55.000,- Rp. 825.000,-
22. Lain-lain untuk pembangunan Rp. 3.000.000,- +
Jumlah Rp. 31.0780.000,-
Terbilang : Tiga Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh ribu
Rupiah

Kudus, 17 Juli 2010


Panitia Pembangunan Musholla
" FATHUL ULUM" KEDUNGSARI

Ketua Sekretaris

SHAUBARI J A D I
IV. PENDANAAN.

A. Dana Masuk

1. Hasil pengumpulan dana dari masyarakat di


Dua wilayah RT yaitu Rt.06 dan Rt. 07 RW VIII Rp. 5.300.000,-
2. Dana kas musholla Fathul Ulum Rp. 1.150.000,-
3. Bantuan dari donator Rp. 2.000.000,-
Jumlah Rp. 8.450.000,-

Terbilang : Delapan Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah.

B. Kondisi Dana

1. Kebutuhan Rencana Anggaran Belanja RP. 31.780.000,-


2. Dana yang ada Rp. 8.450.000,-
Kekurangan Dana Rp. 23.450.000,-

Terbilang : Dua Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu
Rupiah.

Kudus, 17 Juli 2010


Panitia Pembangunan Musholla
" FATHUL ULUM" KEDUNGSARI
Ketua Sekretaris

SHAUBARI J A D I

V. PENUTUP.
Masyarakat desa yang pada dasarnya memiliki kehidupan yang sangat
sederhana dan dengan mobilitas sangat kurang tinggi, masih sangat
erat dan sangat sensititive dengan jalannya penghidupan beragama,
bahkan dapat dikatakan kehidupan masyarakat di pedesaan yang
sangat jauh dari hiruk pikuk keramaian kehidupan perkotaan, masih
eksis dalam berkumpul di pondok-pondok, surau-surau atau langgar-
langgar, terutama pada waktu menjelang maghrib, untuk kumpul
bersama-sama melaksanakan ibadah shalat maghrib, kemudian di
lanjutkan dengan melaksanakan shaalat berjamaah pada waktu shalat
isya` tiba. Bahkan, selesai melaksanakan shalat isya` secara
berjamaah terkadang masyarakat masih berkumpul untuk
melaksanakan kegiatan seperti halnya berjanjen atau sekedar
melaksanakan terbangan / rodatan.
Semakin hari musholla Fathul Ulum yang di pergunakan sebagai
tempat untuk melaksanakan ibadah bagi masyarakat di dukuh Batur
Desa kedungsari sebanyak dua wilayah Rt, yaitu dari warga Rt. 06 dan
warga Rt. 07 wilayah Rw. VIII Desa Kedungsari Kecamatan Gebog
Kabupaten kudus, terasa semakin dan sesa, oleh karena dipandang
dari ukuran yang belum pernah diperbesar, juga kondisi bangunan
musholla yang kian hari sudah semakin tua dan semakin rapuh,
sehingga terasa sekali untuk melaksanakan ibadah secara bersama
sudah merasa ada kejenuhan, untuk itu tidak ada cara lain guna
memperdayakan dan meningkatkan kwalitas umat maka kwalitas
bangunan harus terlebih kita tingkatkan.
Pada era yang semakin global sekarang ini, maka kiranya hanya
dengan cara meningkatkan diri dengan mendekatkan diri kepada yang
Maha Khaliqlah maka anak bangsa ini InsyaAllah tidak mudah semakin
terjerumus dan tidak mudah semakin terpuruk ke dalam jurang
kenistaan, hanya semata-mata mengejar gebyarnya duniawi semata.
Hanya dengan cara meningkatkan IMAN dan TAQWA, insyaAllah anak
bangsa dapat senantiasa menjaga dan menjunjung martabat Bangsa
dan Negara yang semakin kini semakin terasa kian meninggalkan baik
unggah-ungguh, sopan di jalan, sopan di sekolah, sopan di
masyarakat bahkan sampai-sampai anak bangsa ini semakin banyak
terbukti yang tidak lagi menggunakan kesopanan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara, kesemua ini hanya bersumber dari kian di
kejarnya berlomba-lomba dalam kemusyrikan bukan berlomba untuk
mencapai amal ma`ruf nahi munkar, sebagaimana yang telah di
contohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Mudah-mudahan, dengan bantuan yang Bapak berikan untuk
meningkatkan Kwalitas bangunan musholla Fathul Ulum di Desa
Kedungsari Kecamatan Gebog ini, Allah memberikan tuntunan,
hidayah dan karomah serta bimbingan kepada kami selaku panitia
pengelola rehabilitasi dan pembangunan musholla Fathul Ulum,
sehingga nantinya musholla ini benar-benar bermanfaat dan berfungsi
guna meningkatkan kwalitas umat islam khususnya di dukuh Batur
Desa Kedungsari, yang pada gilirannya dapat memberikan suri
tauladan kepada seluruh anak bangsa dalam melaksanakan etika
berbangsa dan bernegara, sehinggapada gilirannya nanti, kita dapat
benar-benar mencapai apa yang dinamakan Baldatun Toyyibatun
Warrobun Ghofur.
Kemudian hanya kepada Allah Azzawajalla, kami kembalikan mudah-
mudahan semua amalan dan bantuan Bapak yang kami pergunakan
untuk pembangunan musholla ini, akan mendapatkan limpahan
barokah dan di terima sebagai suatu amalan sholih dan amalan
sholikah, yang di kemudian hari benar-benar dijadikan satu amal
kebajikan yang akan menemani kita di akhirat nanti jika pada saatnya,
Amiin, amiin ya Robbal`alamin.

Kudus, 17 Juli 2010


Panitia Pembangunan Musholla
" FATHUL ULUM" KEDUNGSARI

Ketua Sekretaris

SHAUBARI J A D I