Anda di halaman 1dari 35

UJI HIPOTESIS

KELOMPOK 9

 FEBY LIA ARIANI

 PUTRI HARIANI

 RINDU PANDUGA PUTRI

 TRIAS SUCI HELINA PUTRI


 Hipotesis berasal dari bahasa Yunani
yaitu hypo artinya bawah dan tesis
artinya pendapat.Hipotesis pada
dasarnya merupakan suatu proporsi atau
anggapan yang mungkin benar,dan sering
digunakan sebagai dasar pembuatan
keputusan/pemecahan persoalan ataupun
untuk dasar pemikiran lebih lanjut.
Langkah-langkah pengujian hipotesis
 Rumuskan dengan baik hipotesis .
 Tentukan derajat kemaknaan α atau kesalahan tipe 1
yang akan digunakan. Dalam bidang kedokteran,
derajat kemaknaan yang lazim digunakan adalah 0,05
dan 0,01.
 Tentukan kesalahan tipe 2 atau β. Biasanya
penentuan ini dilakukan pada pada saat menghitung
besarnya sampel.
 Tentukan distribusi yang akan digunakan dalam
perhitungan. Tentukan metode statistik untuk
menghitung statistik sampel.
 Tentukan kriteria menerima atau menolak hipotesis
nol pada derajat kemaknaan yang telah ditentukan.
 Buatlah kesimpulan .
Uji Hipotesis Satu Arah (one tail)

 Uji hipotesis satu arah dilakukan


untuk memutuskan apakah HO ditolak
atau gagal ditolak pada hipotesis
awal (Ho) yang menyatakan adanya
perbedaan antarvariabel dan ada
pernyataan yang menyatakan hal
yang satu lebih tinggi/lebih rendah
dari pada hal yang lain.
 Yang perlu diperhatikan sebelum
pengujian hipotesis satu arah adalah
bagaimana bentuk formulasi dari HO
dan HA, jika formulasi Ho dan HA
seperti yang ditunjukkan di bawah
maka uji hipotesis yang dilakukan
adalah uji satu arah.
Ho : X = µ
HA :X =µ
1.Mencari nilai Z pada tabel

 Dalam mencari nilai Z pada tabel,


kita perlu mengetahui nilai alpha
(α), biasanya merupakan suatu
ketetapan.
CON’T

 Sebagai contoh untuk nilai alpha 5% atau


0,05, untuk mencari nilai Z di tabel kurva
normal, kita perlu mencari angka peluang
terlebih dahulu dengan cara mengurangi
luas setengah kurva dengan nilai alpha,
karena luas setengah kurva adalah 0.5
maka 0,5-0.05=0.45, pada tabel 0,45
terletak pada nilai Z 1,65, jadi nilai Z
pada tabel kurva normal adalah 1,65.
2.Menentukan nilai
penghitungan uji statistik

Berdasarkan ada atau tidaknya nilai σ, ada


duajenis rumus yang dapat dipakai dalam
menghitung nilai penghitungan uji
statistik, yaitu:
Bila nilai σ diketahui, digunakan uji Z,
dan Bila nilai σ tidak diketahui, digunakan
uji t.
3. Membandingkan nilai penghitungan
uji statistik(Z hitung) dengan nilai
pada tabel(Z tabel)

Dari contoh soal yang telah dibahas di


atas, didapatkan Z hitung= 2,5 dan Z
tabel= 1,65, artinya Z hitung lebih
besar daripada Z tabel, dengan
demikian diputuskan Ho ditolak.
Contoh Soal

 Diketahui kolesterol orang dewasa


normal adalah 200 gr/
100ml,peneliti mengambil 25 orang
sampel penderita hipertensi yang
kadar kolesterolnya 220gr/ 100ml.
Standar deviasi sampel diketahui
63 mg, maka keputusan yang
didapatkan adalah?
 pada penghitungan uji t, perlu
memperhatikan degree of freedom
(df) atau derajat kebebasan yang
besarnya: n-1 (df=n-1).
Hasil t= 1,59 dan nilai df= 25-1=24,
kemudian dicari nilai p dengan
menggunakan tabel distribusi t (pada
lampiran).
Cara untuk mencarinya
adalah:
 Tabel t terdiri atas kolom dan baris, baris
menunjukkan nilai df dan kolom nenunjukkan
nilai alpha. Ilustrasi berikut akan membantu
kita dalam melihat tabel distribusi t
 Jika nilai t=1,711, maka kita lihat di atas dan
tepat pada nilai alpha 0.05, artinya nilai p=0.05
 Jika nilai t=2,30, terletak diantara dua nilai
yaitu 2,064 (p= 0,025) dan 2,492 (p=0,01),
berarti nilai p-nya adalah 0,01<p<0,025.
 Sekarang kita akan mencari nilai p
dari soal, pada hasil nilai t adalah
1,59dan df adalah 24, jika dilihat pada
tabel,nilai tersebut terketak diantara
nilai 1,318 dan 1,711. Kemudian jika
kita lihat keatas maka nilai tersebut
terletak diantara nilai alpha 0,10 dan
0,05, berarti nilai p-nya adalah
0,05<p<0.1
Uji Hipotesis Dua Arah (two tail)

 Uji hipotesis dua arah dilakukan jika


pada hipotesis awal (Ho) menyatakan
perbedaan antarvariabel tanpa
melihat apakah hal yang satu lebih
tinggi atau lebih rendah daripada hal
yang lain
 Prinsip dalam uji hipotesis dua arah
sebenarnya tidak berbeda dengan uji
hipotesis satu arah,tapi pada penghitungan
uji hipotesis dua arah, untuk mencari nilai Z
tabel,nilai alpha harus dibagi dua terlebih
dahulu, hal tersebut dapat dipahami dengan
melihat dan membedakan grafik one tail dan
two tail.
 Jika diketahui nilai alpha adalah
5%=0.05, maka nilai alpha adalah 1/2
= ½(0,05) = 0.025. Jadi nilai P untuk
menentukan nilai Z tabelnya adalah
0,5-0,025 = 0.475, maka nilai pada
tabel kurva normalnya adalah Z= 1,96.
 Contoh soal:
 Dinas kesehatan di Kabupaten X melaporkan
bahwa rata-rata berat bayi saat lahir tahun lalu
adalah 3.000 grdengan standar deviasi 300 gr.
Kepala Dinas Kesehatan ingin menguji apakah
ada perbedaan rata-rata berat bayi antara tahun
lalu dengan saat ini. Untuk menguji hal tersebut
kemudian diambil sampel sebanyak 100 bayi dan
diperoleh rata-rata 3.165 gr. Coba anda buktikan
apakah ada perbedaan mean berat bayi antara
tahun lalu dengan saat ini, dengan alpha 5%?
Jenis atau tipe kesalahan uji statistik

 Ada dua jenis kesalahan yang mungkin terjadi.


Kesalahan itu terjadi karena kita menolak
hipotesis nol itu benar atau kita menerima
hipotesis nol padahal hipotesis nol itu salah.
Kesalahan yang disebabkan karena kita
menolak hipotesis nol padahal hipotesis itu
benar, disebutkan kesalahan jenis 1 atau Type 1
Error. Sebaliknya kesalahan yang disebabkan
karena kita menerima hipotesis nol padahal
hipotesis itu salah disebut kesalahan jenis 2
atau Type 2 Error.
 Ada dua jenis kesalahan yang mungkin terjadi.
Kesalahan itu terjadi karena kita menolak
hipotesis nol itu benar atau kita menerima
hipotesis nol padahal hipotesis nol itu salah.
Kesalahan yang disebabkan karena kita menolak
hipotesis nol padahal hipotesis itu benar,
disebutkan kesalahan jenis 1 atau Type 1 Error.
Sebaliknya kesalahan yang disebabkan karena
kita menerima hipotesis nol padahal hipotesis
itu salah disebut kesalahan jenis 2 atau Type 2
Error.
Aplikasi uji hipotesis

 Penelitian dilakukan untuk menyelidiki


karakteristik fisik orang dewasa dan remaja
yang mengalami fetal alcohol syndrome
sebagai sampel diambil distriusi tinggi untuk
populasi usia 12 s/d 40 tahun yang mengalami
kondisi ini distribusi rata-rata , dan standar
deviasi .
 Apakah rata-rata tinggi dari populasi yang
mengalami fetal alcohol syndrome?
Langkah I:

HO : = 160 cm
Secara acak dipilih 31 orang dari populasi usia
12-40 tahun dengan fetal alcohol syndrome =
147,4 cm . Jika rata-rata (mean) tinggi yang
benar adalah µ= 160,0 cm lalu apakah
probabilitas dari sampel acak yang terpilih
dengan rata-rata serendah 147,4 cm untuk
menjawab pertanyaan ini kita lakukan
pengujian statistik
 Area kiri dari Z = -11,09 dan area
kanan dari Z = 11,69 tidak lebih dari
0,001.
 Dengan P < 0,05, maka kita menolak
hipotesis pada level 0,05 adalah
signifikan.
 Sampel acak menyajikan bukti bahwa
mean(rata- rata) tinggi individu/
orang yang memiliki fetal alcohol
syndrome berbeda dari rata- rata
tinggi dari orang yang tidak
menderita fetal alcohol syndrome.
Orang yang menderita sindrom ini
dapat dikatakan lebih pendek.
 Jika stansar deviasi dari populasi tidak
diketahui, kita dapat menggunakan
sampel dari Standar Deviasi,contoh:pada
distribusi dari benzene dalam merek rokok
tertentu.
 Distribusi ini memiliki mean, µ dan σ yang
tidak diketahui.
 Dikatakan bahwa rata- rata konsentrasi
benzene dalam sebuah merek rokok telah
menggunakan sebuah standar yaitu 81
mg/g tembakau.
CON’T

Bagaimana pun kita ingin mengetahui


konsentrasi benzene rata- rata dalam
rokok adalah sama dengan yang ada
dalam rokok. Untuk tujuan ini kita
lakukan uji hipotesis.
H0 : µ = 81 mg/g
 Bagaimanapun kita tertarik pada deviasi dari
rata- rata yang mungkin terjadi dalam tujuan
lain dan ingin membandingkan dua sisi tes
dengan level signifikan (α) = 0,05. Alternatif
hipotesisnya yaitu
 Ha : µ ≠ 81 mg/g
 Sebuah sampel acak dari tujuh rokok rata-
rata memiliki konsentrasi benzene X = 151 mg/g
dan standar deviasi 9 mg/g kemungkinan
bahwa pengamatan ini berasal dari populasi
dengan mean µ = 81 mg/ g untuk tujuan ini kita
hitung statistiknya:
 Nilai statistik t adalah berasal dari variabel
acak yang memiliki sebuah distribusi t
dengan 7 – 1 = 6 derajat kebebasan.Kita amati
bahwa total area bawah kurva kiri = 20,6 dan
ke kanan 20,6 adalah kurang dari 0,001
dengan p < 0,001. Maka kita menolak
hipotesis nol: sampel acak yang diambil dari
tujuh rokok menyatakan bahwa rokok- rokok
tersebut mengandung konsentrasi benzene
yang lebih tinggi dari keseluruhan rokok.
 Sekarang kita menguji dari level hemoglobin
untuk populasi anak di bawah usia 6 tahun yang
telah terkena racun dalam level tinggi.
 Rata-rata populasi µ=10,60 g/100 ml dan
sd(σ)=0,85 g/100 ml. Seharusnya kita tidak
mengetahui rata-rata populasi yang benar
bagaimanapun kita mengetahui rata populasi level
hemoglobin dari keseluruhan populasi anak-anak
berusia dibawah enem tahun adalah 12,2 g/100 ml.
jika kita melakukan sebuah tes hipotesis nol
 Ho : µ = 12,2 g/100 ml
 Kita akan mengharapkan bahwa hipotesis yang
salah ini akan ditolak asumsikan bahwa kita
memilih sampel acak dari lima populasi anak-
anak yang telah teracuni, apakah probalitas
yang akan kita buat adalah error tipe 2 atau
gagal untuk menolak H0. Ketika salah atau
memberikan rata-rata populasi yang benar
dalah 10,60 g/100 ml untuk menjawab pertnyaan
ini kita mulai menemukan rata-rata level
hemoglobin dan dari sampel ini memiliki H0
yang harus ditolak.
 . Kita percaya bahwa level
hemoglobin anak yang kena racun
atau dengan yang tidak.
 Jika kita membandingkan salah stu
sisi pada uji α=0,05 level signifikan.
Hipotesis nol akan ditolak untuk ≤ -
1,645
 Hipotesis nol
 H0 : µ ≥ 12,29 g/100 ml
 akan ditolak sampel dari 5 memiliki rata-rata
yaitu kurang dari atau sama dengan 11,60/100
ml. Area asiran akan lebih rendah 5% daripada
ditribusi sampling dari rata-rata smple dari 5
anak ketika µ=12,29 g/100 ml.
 Jumlah β adalah kemungkinan gagal untuk
menolak hipotesis nol yang telah diberikan
bahwa rata-rata populasi sebenarnya adalah µ1 =
10,60.
 Untuk menemukan β kita menggunakan
distribusi sampling dari rata-rata sampel 5 ketika
µ=10,60 g/100 ml dengan sebuah rata-rata
sample lebih dari 11,66 ml tidak akan membuat
kita menolak H0,kita harus merumuskan proporsi
daripada ditribusi dipusatkan pada 10,60
g/100ml terletak pada kurva kanan 11,66.
kita menemukan bahwa area dibawah
kurva normal standar terletak pada bagian
kanan dari kurva Z=2,79 yaitu
0,003,β=0,003.
Kekuatan dari test atau kemungkinan
penolakan hipotesis nol yang diberikan
bahwa H0 adalah salah dan rta-rata
populasi yang benar adalah µ1 = 10,60
g/100 ml adalah 1-β = 1- 0,00 = 0,997 
SEKIAN…..