P. 1
Analisa Bisnis Dan Teknis

Analisa Bisnis Dan Teknis

|Views: 274|Likes:
Dipublikasikan oleh erico septiahari
Analisa Bisnis Dan Teknis
Analisa Bisnis Dan Teknis

More info:

Published by: erico septiahari on Feb 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2014

pdf

text

original

RISTI

ANALISA BISNIS & TEKNIS
Point a Point b Point c Point d : Perencanaan Bisnis secara Techno Economy : Analisa Bisnis dengan Operator xDSL Lain : Strategi Aplikasi VAS sebagai layanan pendukung : Startegi Replacement dan Upgrade Sistem xDSL terhadap Perkembangan Teknologi Akses dan Transport : Implementasi MMA (DIVRE 2/ DIVRE 5) secara Teknis dan Bisnis

Point e

RISTI

ANALISIS KOMPONEN TEKNOLOGI
• Pendekatan dengan menggunakan model teknometrik • Empat komponen yang terlibat dalam pemodelan tersebut:
! ! ! ! Technoware Infoware Orgaware Humanware

RISTI

Penilaian State-of-The-art (1)
• Kriteria state-of-the-art untuk technoware meliputi :
– scope of operation, – presisi, – handling, – extent of control, – intrinsic merit
• inventive merit, embodiment merit, operational merit, dan market merit.

RISTI

Penilaian State-of-The-art (2)
• Untuk humanware kriterianya :
– potential creativity, – achievement orientation, – affiliation orientation, – efficiency orientation, – risk bearing capacity , – time integrity.

RISTI

Penilaian State-of-The-art (3)
• Kriteria infoware meliputi :
– ease of retrievability, – number of linkage, – possibility of updating, – ease of communicability.

RISTI

Penilaian State-of-The-art (4)
• Untuk orgaware, kriterianya :
– motivational capabilities of organization, – leadership, – degree of autonomy at the workplace, – organizational sense of direction, – extent of employee involvement, – extent of stakeholder orientation, – climate for innovation within organization, – integrity of organization operation.

RISTI

Model Matematis Teknometrik
TCC = Tβt . Hβh . Iβi . Oβo Dimana : • TCC adalah Technology Contribution Coefficient • T, H, I, O, menunjukkan kontribusi dari technoware, humanware, infoware, dan orgaware. Partial differential dari TCC terhadap T sbb d (TCC) TCC = βt d (T) T rumus ini juga berlaku untuk H, I, O, dan benar jika : 0 < βt < 1

RISTI

Operasionalisasi Fungsi TCC
• Operasionalisasi fungsi TCC bisa dilakukan dengan cara mengestimasi T, H, I, O, βt, βh, βi, βo . Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
– – – – estimasi tingkat kecanggihan mencari state of the art penentuan kontribusi komponen mencari intensitas kontribusi tiap komponen teknologi (β) – penghitungan TCC
• TCC = Tβt . Hβh . Iβi . Oβo • Maksimum TCC = 1

RISTI

Technolgy Content Added (TCA)
• TCC bisa juga dilihat sebagai Technology Content Added (TCA) per unit output • Hubungan antara TCA, TCC, dan output bisa dinyatakan sbb : TCA = λ . TCC . VA VA : nilai moneter dari nilai tambah, sedangkan λ merupakan iklim teknologi dimana fasilitas transformasi beroperasi.

RISTI

Klasifikasi nilai TCC
TCC 0.1 0.3 0.5 0.7 0.9 1 Klasifikasi Sangat buruk Buruk Sedang Baik Sangat baik State-of-the-art

RISTI

ASPEK FINANSIAL
• Kebutuhan dana harus diperkirakan terlebih dahulu yaitu dengan menyusun rencana anggaran yang meliputi :
– Start-up cost : jumlah dana yang dibutuhkan untuk memulai kegiatan bisnis (misalnya : aktiva tetap berwujud seperti tanah, gedung, mesin; aktiva tetap tak berwujud seperti lisensi, paten; biaya rekrutmen tenaga kerja, dsb). – Operating cost : jumlah dana yang diperlukan untuk kegiatan operasional perusahaan (biaya sewa, bunga pinjaman, biaya iklan dan promosi, pajak, depresiasi, biaya tenaga kerja, dll).

• Laporan-laporan yang diperlukan dalam penyusunan anggaran:
– Laporan Rugi/Laba – Cash Flow – Neraca Keuangan (Balance Sheet)

RISTI

Total Project Cost
– Investasi tetap : biaya tanah, bangunan, fasilitas mesin dan peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha. – Working capital : perhitungannya berdasarkan estimasi gross working capital, yaitu kebutuhan current asset (aktiva lancar). – Biaya inisialisasi : biaya yang dikeluarkan pada saat penelitian pendirian perusahaan.

RISTI

ANALISIS INVESTASI
• Metoda yang dapat digunakan untuk menganalisis Investasi a.l.:
– Pay Back Period (PBP) – Interest Rate of Return (IRR) – Net Present Value (NPV) – Profitability Index (PI) – Break Event Point (BEP)

RISTI

DEPRESIASI
• Definisi : pengeluaran tahunan yang tidak cash karena adanya pengurangan nilai market value. • Metode depresiasi sangat beragam, diantaranya metode straight line dan double declining balancing.
– Straight Line Method
Merupakan metode depresiasi yang mengurangi nilai assetnya tiap tahun secara konstan.

– Double Declining Balancing Method
salvage value tidak diperhitungkan dalam menghitung depresiasi tiap tahunnya

RISTI

KRITERIA PENILAIAN KELAYAKAN INVESTASI
• Kriteria kelayakan usulan investasi dapat diukur dengan teknik pengukuran sebagai berikut :
– Average Rate of Return – Payback Period – Net Present Value – Internal Rate of Return – Indeks Profitability

RISTI

Average Rate of Return
• Kelayakan usulan investasi diukur dengan jalan membandingkan antara rata-rata keuntungan bersih yang dihasilkan dengan sejumlah investasi bersih yang dikeluarkan
Average Earning After Tax Average Investment Average Rate of Return = ∑ EAT Average EAT = n

Net Initial Investment Average Investment = 2

RISTI

Payback Period
• Mengukur berapa lama waktu yang diperlukan guna menutup net investment melalui cash inflow yang dihasilkan oleh investasi/proyek tersebut.
– Payback Period Dengan Cash Inflow Yang Sama Besar Period = Net Investment Payback
Rata-rata Cash Inflow

– Payback Period Dengan Cash Inflow Yang Tidak Sama Payback Period (n) = X - Y Besar
X1 - Y

RISTI

Net Present Value (NPV)
• NPV merupakan selisih antara cash inflow yang didiskonto pada tingkat bunga tertentu dengan net investment (investasi bersih). = Present Value Cash Inflow – Net Investment NPV

RISTI

Internal Rate of Return (IRR)
• Tingkat discount atau tingkat bunga yang menyamakan present value cash inflow dengan jumlah net investment suatu usulan investasi .
– IRR Untuk= DR + X - PP Inflow Yang Sama Besar IRR Cash
X – X1

– IRR Untuk DR + Cash NPV Inflow Yang Tidak Sama IRR = ∑ PVCI’ - ∑ PVCI” Besar

RISTI

Index Profitability (IP)
• Indeks profitabilitas atau B/C Ratio merupakan ratio yang membandingkan antara nilai sekarang cash inflow dengan net investment. Dengan ratio ini akan dapat diukur berapa besar nilai sekarang pengembalian investasi mampu menutupi cash outflow atau net investment.
Nilai sekarang Cash Inflow IP = Net Investment

RISTI

SEJARAH KELUARGA xDSL

RISTI

KEUNGGULAN ADSL
• Dibandingkan dengan 56k modem, DSL mampu menawarkan kecepatan hingga 125x lebih cepat. Kecepatan ini memungkinkan Anda untuk bisa ber video teleconfence ataupun menonton film di internet. • Biaya koneksi DSL biasanya flat dan relatif murah, jadi Anda bebas menggunakan tanpa perlu takut kelebihan Biaya. • Tidak perlu dial-up lagi, begitu komputer hidup, koneksi langsung tersambung dan tersedia 24 x 7. • Biasanya perusahaan telephone yang paling terjamin, dimana hanya beberapa saat down time dalam setahun • Karena koneksi dilakukan dengan kabel sendiri, maka setiap pelanggan mendapatkan masing-masing koneksi point-topoint ke internet. Sehingga kestabilan koneksi dan keamanan lebih terjamin.

RISTI

BENTUK LAYANAN BISNIS xDSL (1)
• Produk layanan yang telah dikembangkan oleh TELKOM yang dinamakan layanan MMA (Multi Media Access) – sekarang SPEEDY. Akses kecepatan data yang ditawarkan bervariasi 384 Kbps dan 512 Kbps, dengan mode akses terbatas (limited) dan akses tanpa terbatas (unlimited).

RISTI

BENTUK LAYANAN BISNIS xDSL (2)
• ADSL untuk layanan video dan TV over IP Salah satu model aplikasi hiburan yang dikembangkan operator luar adalah TV over IP dan iTV (interactive TV). Layanan dengan content berupa film, video ataupun siaran broadcast TV saat ini masih dominan disediakan oleh teknologi berbasis cable TV (HFC)

RISTI

BENTUK LAYANAN BISNIS xDSL (3)
• ADSL untuk layanan HotSpot

• Video conference, VoIP (Voice over IP), layanan telepon lokal/interlokal gratis, virtual school, home shopping, Internet access, remote LAN access, multimedia access dan masih banyak lagi

RISTI

PROSPEK BISNIS ADSL (1)
• Minat masyarakat dalam mengakses internet semakin meningkat • ADSL tak mengubah cara pelanggan dalam menggunakan internet, tetapi membuat proses download dan upload menjadi lebih cepat • Secara global, peluang bisnis ADSL tampaknya cukup menjanjikan
– Pelanggan ADSL di seluruh dunia telah mencapai 63,84 juta – Secara global, Asia Pasifik menjadi pasar terbesar ADSL dengan market share lebih dari 32 persen

RISTI

PROSPEK BISNIS ADSL (1)
• PT Telkom memiliki sekitar 8,72 juta pelanggan telepon kabel yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. • Lebih kurang 2 juta pelanggan telepon yang bisa dilayani ADSL. • Nilai investasi per SSL bisa menurun mengingat penjualan DSLAM di seluruh dunia makin meningkat dari tahun ke tahun yang berakibat positif turunnya harga jual DSLAM.

RISTI

ANALISIS PASAR xDSL (1)
• •

Segmentasi pasar Kebutuhan pasar
perusahaan berfokus pada segmen yang mengetahui kebutuhannya dan bersedia membayar untuk jasa tesebut.

Segmen Pengguna Umum Pendidikan Umum

Jumlah Potensi Massa 30 juta orang 23 juta orang 10 juta orang

Total Potensi Pengguna Aktif

63 juta orang


Kecenderungan pasar
pertumbuhan teknologi yang semakin cepat dimana hal ini akan berpengaruh terhadap kemampuan teknologi ADSL dalam mengakses internet atau layanan yang lain jika dibandingkan dengan teknologi terkini.

RISTI

ANALISIS PASAR xDSL (2)
• Pertumbuhan pasar
– perkembangan pengguna internet dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup besar. Tentunya hal ini dibutuhkan strategi yang terdiri dari :
• • • Strategi infrastruktur yang meliputi infrastruktur frekuensi, kabel dan aksesibilitas Strategi Sumber Daya Manusia (SDM) Strategi Regulasi.

Persaingan dan pola pembelian
– Pada umumnya, pelanggan tidak keberatan membayar lebih mahal untuk layanan yang diberikan apabila mereka memperoleh layanan dan produk yang lebih baik daripada yang mereka harapkan

RISTI

ANALISIS PERSAINGAN PASAR xDSL (1)
• Faktor-faktor yang menentukan persaingan dipengaruhi oleh :
» » Faktor sensitivitas harga Faktor product mystique, yaitu persepsi yang berbeda terhadap produkproduk yang ditawarkan oleh pesaing.
Product Mystique Kecil Tinggi Customer Price Renda Sensitivity h Komoditi Hybrid Besar Transisional Specialty

– – –

: berfokus pada volume atau market share yang ingin dipertahankan dengan cara menurunkan biaya. Strategi transisional : berfokus pada kualitas produk sehingga konsumen menjadi kurang sensitive terhadap harga. Startegi hybrid : hindari perang harga – bicaralah mengenai kelebihankelebihan produk yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan pembiayaan perusahaan. Strategi specialty : berfokus pada persepsi dan nilai yang diberikan kepada produk tersebut.

Strategi komoditi

RISTI

ANALISIS PERSAINGAN PASAR xDSL (2)
• Untuk memenangkan persaingan akan sangat dipengaruhi oleh :
– Kualitas jasa atau layanan yang diberikan. – Kesesuaian tariff dengan kualitas layanannya. – Menetapkan program pemasaran yang efektif. – Mengetahui karakteristik pengguna internet melalui survey pasar secara langsung dengan metode random sampling. – Memperluas jaringan untuk menarik pelanggan baru

RISTI

ANALISIS PRODUCT LIFE CYCLE (PLC) (1)
P e n j u a l a n Waktu I G M D

RISTI

ANALISIS PRODUCT LIFE CYCLE (PLC) (2)
• • I (Introduction) : dimana saat produk baru diperkenalkan ke pasar, dan sifat pertumbuhan penjualannya masih sangat lambat karena belum banyak dikenal pelanggan, sehingga perusahaan harus melakukan kebijakan dengan menitikberatkan pada sisi marketing melalui promosi-promosi yang dilakukan dengan membagi segmen pelanggan sesuai karakteristiknya. G (Growth) : pada tahap ini mulai terjadi peningkatan penjualan yang diikuti dengan peningkatan laba bagi perusahaan. Strategi yang harus dilakukan pada tahap ini adalah berusaha untuk membangun sebuah hubungan yang lebih dekat dengan customer sehingga terbentuk customer retention (pelanggan loyal terhadap produk atau layanan yang kita berikan) M (Maturity) : dikenal juga dengan tahap kedewasaan, dimana pada fase ini permintaan dari pelanggan terhadap produk atau layanan kita berada pada titik maksimum atau produk kita sudah bisa diterima oleh sebagian besar konsumen potensial. Strategi yang mungkin dilakukan pada fase ini adalah melakukan inovasi produk atau layanan dengan menambah fitur-fitur baru sesuai dengan keinginan pasar dan pelanggan yang sudah ada, atau juga dengan membidik pelanggan baru dengan melakukan segmen ulang terhadap kondisi pasar dengan tetap mempertahankan pelanggan yang sudah ada. D (Decline) : fase decline (penurunan) mulai terjadi penurunan tingkat penjualan dan permintaan yang berpengaruh terhadap tipisnya laba yang diterima perusahaan dari segmen produk ini. Hal yang mungkin dilakukan adalah melakukan perombakan (redesign) produk atau layanan dan disesuaikan dengan kondisi dan permintaan pasar sekarang, . Atau menginvestasikan dana ke sebuah proyek baru atau pembuatan produk layanan yang baru untuk menutupi kerugian yang terjadi pada produk sebelumnya

RISTI

KONSEP PEMASARAN
Titik Awal Fokus Sarana Akhir

Pabrik

Produk

Penjualan dan promosi

Keuntungan melalui volume penjualan

A. Konsep Penjualan

Pasar sasaran

Kebutuhan pelanggan

Pemasaran yang terintegrasi

Keuntungan melalui kepuasan pelanggan

B. Konsep Pemasaran

RISTI

PEMASARAN VAS xDSL SEBAGAI CONTENT ADDITIONAL
• Terdapat empat komponen yang harus diperhatikan dalam pemasaran yang sering disebut dengan 4P (marketing mix)
– – – – Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan Promotion (promosi)

• Untuk memasarkan jasa, dibutuhkan 3 P tambahan sebagai komponen pelengkap, yaitu:
– People (orang), – Physical Evidence (bukti fisik), dan – Process (proses)

RISTI

Product
• Jasa memiliki karakteristik:
1. 2. 3. 4. Tidak berwujud (intangibility) Tidak terpisahkan (inseparability) Bervariasi (variability) Mudah lenyap (perishability)

RISTI

Price (1)
• Menurut prinsip Ceteris Paribus, harga dipengaruhi oleh kurva permintaan dan penawaran.
Kuantitas Demand Supply

Harga

• Perusahaan biasanya tidak menetapkan harga tunggal melainkan struktur penetapan harga yang mencerminkan perbedaan berdasarkan permintaan dan biaya secara geografis, kebutuhan segmen pasar, waktu pembelian, level pemesanan, dan faktor-faktor lain.

Harga produk

RISTI

Price (2)
• Biasanya strategi yang digunakan bagi perusahaan jasa untuk menyiasati sifat perishability adalah dengan memberikan diskon pada periode waktu tertentu diluar jam sibuk. • Macam-macam strategi diskon dan penentuan harga:
– – – – – – – – Diskon Tunai Diskon Kuantitas Diskon Fungsional Diskon Musiman Allowances Sharing Profit Subsidi silang Subsidi penuh

RISTI

Place
• Tempat menjadi penting ketika kualitas pelayanan yang berorientasi pelanggan hendak diterapkan. Selain kemudahan akses pelanggan terhadap layanan , juga kemudahan pelanggan menjangkau sistem pelayanan :
– Pembayaran, – Komplain, – Pemasangan saluran baru, – Perawatan, dsb.

RISTI

Promotion
• Promosi adalah salah satu fungsi dari komunikasi pemasaran, secara lengkap bentuk komunikasi pemasaran antara lain:
– Periklanan: semua bentuk penyajian non-personal atas ide, barang, atau jasa yang dilakukan perusahaan sponsor tertentu. – Promosi penjualan: berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa. – Hubungan masyarakat dan publisitas: berbagai program untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya. – Penjualan pribadi: interaksi langsung dengan calon pembeli dengan cara melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan. – Pemasaran langsung: penggunaan surat, telepon, faksimil, email, dan alat penghubung non-personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan pelanggan/calon pelanggan.

Langkah-langkah Mengembangkan Komunikasi yang Efektif
• • • • • Mengidentifikasi audiens sasaran Menentukan tujuan komunikasi Merancang pesan Memilih saluran komunikasi Menentukan jumlah anggaran komunikasi pemasaran

RISTI

RISTI

People
• Pengertian orang di sini terkait dengan kualitas pelayanan yang diberikan perusahaan terhadap pelanggan
Pelanggan Manajemen puncak Manajemen madya Karyawan garis depan
P e

Karyawan garis depan
l a

n

Manajemen madya
g g

a

n

Manajemen puncak

n

a

g

g

n

a

l

e

P

Pelanggan Bagan organisasi tradisional Bagan organisasi modern

RISTI

Nilai Kualitas Pelayanan
• Nilai kualitas pelayanan akan sangat variatif. Tergantung sejauh mana persepsi dan kebutuhan/harapan pelanggan akan layanan tersebut. • Secara teoritis apabila persepsi lebih besar dari harapan maka tingkat kepuasan akan semakin tinggi. • Harapan-harapan tersebut dibentuk oleh pengalaman di masa lalu, pembicaraan dari mulut ke mulut, dan iklan perusahaan.

RISTI

Komunikasi dari mulut ke mulut

Model Mutu Jasa
Kebutuhan seseorang Jasa yang diharapkan E.

Pengalaman masa lalu

Persepsi mengenai jasa

Konsumen A. Pemasar Pemberian jasa (termasuk kontrak sebelum dan sesudahnya) C. Pengubahan persepsi ke spesifikasi dengan harapan konsumen B. Pengolahan persepsi yang berkaitan dengan harapan konsumen D. Komunikasi eksternal ke konsumen

RISTI

Kegagalan Penyampaian Jasa
• • • • • Kesenjangan antara harapan pelanggan dengan persepsi manajemen Kesenjangan antara persepsi manajemen dengan spesifikasi mutu jasa Kesenjangan antara spesifikasi mutu jasa dengan penyampaian jasa Kesenjangan antara penyampaian jasa dengan komunikasi pemasaran Kesenjangan antara jasa yang dialami dengan jasa yang diharapkan

RISTI

Penentu Mutu Jasa
• • • • • Keandalan: kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan secara terpercaya dan akurat Daya tanggap: kemauan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat Kepastian: pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan Empati: kesediaan untuk peduli, memberi perhatian pribadi kepada pelanggan Berwujud: penampilan fasilitas fisik, peralatan, petugas, dan materi komunikasi

RISTI

Physical Evidence
• Calon pelanggan membutuhkan bukti-bukti yang kasat mata untuk dapat meyakinkan bahwa pelayanan yang dijanjikan memang sesuai dengan harapannya • Cara mengelola bukti-bukti tersebut adalah dengan membuat sebuah atmosfer yang sesuai dengan citra yang ingin dicapai oleh perusahaan. Bahkan logo dan merek juga memberikan pengaruh terhadap citra yang dipersepsi oleh pelanggan.

RISTI

Process
• Dalam konsep Total Quality Management (TQM), proses memainkan peran penting sehingga perusahaan modern haruslah mengubah perhatian mereka kepada kebutuhan untuk mengelola proses usaha inti seperti pengembangan produk baru, perolehan penjualan, dan pencapaian lainnya • Perlu dibuat sebuah prosedur operasi yang standar yang dapat dijadikan acuan bagi pegawai untuk bertindak

RISTI

PEMASARAN VAS xDSL SEBAGAI EVENTUAL ADDITIONAL • • • • • VAS sebagai Promosi VAS sebagai Bonus Eventual VAS sebagai Reward VAS sebagai Kompensasi VAS sebagai Surprise

RISTI

Quality Function Deployment (QFD) Metode untuk menstrukturkan proses perencanaan dan
Bagian E Korelasi Karakteristik teknis Bagian C Karakteristik Teknis

pengembangan produk, dan memungkinkan suatu tim perancang produk untuk merinci keinginan dan kebutuhan pelanggan secara jelas

Bagian A Kebutuhan Pelanggan

Bagian D Hubungan (dampak karakteristik teknis terhadap kebutuhan) Bagian F Matriks Teknis (prioritas karakteristik teknis, perbandingan dengan pesaing, target karakteristik teknis)

Bagian B Matrik Perencanaan (Survei pasar dan rencana strategis)

Bagian A : Identifikasi kebutuhan Pelanggan
RISTI

• Menentukan Key Customer • Identifikasi kebutuhan
– Wawancara, – Focus Groups, – Observasi Penggunaan Produk,

• Strukturkan kebutuhan pelanggan • Menempatkan kebutuhan tersebut didalam House Of Quality bagian A

RISTI

Bagian B : Matrik Perencanaan (Survei pasar dan rencana strategis)

• Terdiri dari tiga jenis informasi :
– Data pasar kuantitatif, – Penetapan target strategis untuk produk yang dirancang – Perhitungan yang dilakukan untuk menentukan peringkat kebutuhan pelanggan, dilakukan dengan metode Weighted Average Performance

RISTI

Dalam pengumpulan data melalui kuisioner, hal penting yang harus diperhatikan agar data yang diperoleh bisa mengambarkan atau mewakili seluruh populasi adalah jumlah sampel dan penyebarannya. Sampel adalah sebagian dari populasi yang dianggap mewakili populasi.

Langkah – langkah yang diperlukan untuk penentuan sampel adalah sebagai berikut :

1. Siapa yang di survey? 2. Berapa jumlah populasi 3. Berapa jumlah sampel

RISTI

n = N/(1+N*e^2)
n = Jumlah sampel N = Ukuran populasi E = % kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan sampel yang masih dapat ditolerir

Data random yang diperoleh perlu diukur validitas dan keandalannya agar data dapat lebih dipertanggungjawabkan dan dapat menyakinkan orang lain bahwa data tersebut benar, berikut konsep validitas dan realibilitas :

RISTI

Uji Validitas
Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mampu mengukur apa yang ingin diukur Langkah – langkah pengujian validitas konstruk 1. Mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur 2. Melakukan uji coba pengukur tersebut pada sejumlah responden 3. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban 4. Menghitung korelasi antara masing – masing pernyataan dengan skor total memakai rumus teknik korelasi Product Moment dengan rumus sebagai berikut r = n(∑XY) – (∑X)(∑Y) √ [n∑X^2 – (∑X)^2] [n∑Y^2 – (∑Y)^2]

RISTI

Uji Reliabilitas
Reliabilitas merupakan istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih dan untuk mengetahui sejauh mana kuisioner yang digunkan sebagai alat ukur dapat dipercaya/dihandalkan Rumus Cronbach’s Alpha (ά)

r11 = k/(k-1) * 1 – (∑σb^2)/ σt^2)

RISTI

r11 : Reliabilitas instrumen k : Banyak butir atribut pernyataan σt^2 : Varians Total σb^2 : Jumlah Varians Butir Nilai r11 ditentukan dengan membandingkan dengan nilai r tabel apabila: Harga mutlak r11 > r tabel maka reliabel Harga mutlak r11 < r tabel maka tidak reliabel

RISTI

Penentuan Sales Point
• Tiga klasifikasi produk (berdasarkan atributnya) menurut Kano: Dissatisfier Satisfier Delighters

Delighters 0%

Actual Performance
100% Dissatisfier

• • •

Satisfier

RISTI

Klien dan Grid Of Customer Needs
Very Important EXPECTED HIGH IMPACT •Must Be met (Harus •High satisfaction if met dipenuhi) •Dissatisfaction if not met •Dissatisfaction if not met •Not much satisfaction gain if it is met LOW IMPACT •Minimal influence on overal satisfaction whether met or not HIDDEN •Oportunity for competitive advantage •More important satisfier than customer admith

Stated Important (Dinyatakan oleh konsumen)

Not Important Weak Link Strong Link

Revealed Important (Berdasarkan Perilaku konsumen)

Bagian C :Karakteristik Teknis
• Merupakan hal – hal yang dibutuhkan secara fisik dalam tiap produk dan bisa terealisasikan apabila dalam produk yang dituju tidak mengandung parameter – parameter teknis yang diinginkan. • Direction of goodness dan target yang harus dicapai. Direction of goodness dibagi menjadi tiga:
– The more the better (MTB)
• Semakin besar semakin baik, dengan target maksimal tidak terbatas

RISTI

– The Less The Better (LTB)
• Semakin kecil semakin baik, target maksimalnya adalah nol

– Target is the best (TB)
• Nilai optimal, target maksimalnya adalah sedekat mungkin dengan suatu nilai nominal dimana tidak terdapat variasi sekitar nilai tersebut

Bagian D : Parameter Teknis
• Parameter teknis dihitung berdasarkan suara customer kemudian dihitung atau dicari pola hubungannya dan dipresentasikan dalam sebuah angka untuk menunjukkan pola hubungan yaitu :
– – – – No Linked, diberi nilai 0. Possibly Linked, diberi nilai 1. Moderatly Linked, diberi nilai 3. Strongly Linked, diberi nilai 5, 7, 9, atau 10 tergantung pemilihan tim perancang.

RISTI

Bagian E : Korelasi Karakteristik Teknis
RISTI

• Korelasi ini tergantung pada direction of goodness dari masing – masing karakteristik teknis. Ada lima kemungkinan :
– Strong Positive Impact – Moderate Positive Impact – No Impact – Moderate Negative Impact – Strong Negative Impact

RISTI

Bagian F : Matriks Teknis
• Terdiri dari tiga jenis informasi :
– Hasil perhitungan untuk mengurutkan peringkat karakteristik teknis, berdasarkan bobot kepentingan kebutuhan pelanggan pada bagian B serta hubungan antara karakteristik teknis dan kebutuhan pelanggan pada bagian D. Hasil perhitungan ini menggambarkan kontribusi karakteristik teknistersebut pada performansi produk secara keseluruhan. – Informasi untuk membendingkan performansi teknis produk yang dirancang dengan performansi teknis produk pesaing – Target performansi teknis

RISTI

ANALISA KENDALA IMPLEMENTASI MMA
• Masalah kualitas jaringan telepon yang terus terdegradasi. • Mahalnya biaya bandwidth internet. • Belum optimalnya proses bisnis penanganan gangguan ADSL dan kompetensi SDM operator telepon tetap yang selama ini lebih terbiasa mengurusi layanan suara saja. • Permasalahan pada vendornya, dimana perangkatnya masih belum mendukung sepenuhnya. • Program pemasaran (marketing) yang belum optimal.

STRATEGI & SOLUSI PERCEPATAN IMPLEMENTASI (1)
RISTI

Penggantian kabel eksisting dengan kabel yang memenuhi spesifikasi teknis untuk layanan ADSL. Tapi hal ini jelas tidak menguntungkan dari sisi investasi karena butuh waktu yang lama dan biaya modernisasi jaringan lokal akses tembaga lumayan mahal. Audit potensi jaringan kabel telepon. Tujuannya untuk mengetahui boundary area sentral telepon mana saja yang memenuhi persyaratan teknis untuk penggelaran layanan broadband. Mempertahankan kondisi jaringan eksisting dengan dilakukan perawatan secara intensif dan penentuan prioritas untuk area yang harus dilayani terlebih dahulu dengan memperhatikan kondisi atau kualitas jaringan. Akan tetapi hal ini akan memerlukan biaya tinggi dan kemungkinan bertahannya tidak

RISTI

STRATEGI & SOLUSI PERCEPATAN IMPLEMENTASI (2)
• Melakukan pelatihan knowledge management secara kontinu kepada seluruh karyawan PT TELKOM, terutama tentang keunggulan dan aplikasi teknologi xDSL untuk meningkatkan benefit dalam industri telekomunikasi. Membuat standar operasional prosedur untuk aplikasi layanan ADSL yang disosialisakian ke seluruh cabang TELKOM dan khususnya karyawan yang bertanggung jawab terhadap jaringan kabel untuk layanan teknologi ADSL tersebut. Melakukan kajian bisnis yang menggambarkan dan menjelaskan prospek bisnis teknologi ADSL dengan melibatkan semua komponen dalam perusahaan.

RISTI

STRATEGI & SOLUSI PERCEPATAN IMPLEMENTASI (3)
• Memilih vendor yang mampu mendukung layanan speedy dari PT TELKOM. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan kajian atau analisa dengan BCR (Benefit Cost Ratio) untuk menentukan vendor mana yang lebih menguntungkan baik dari sisi teknis, finansial maupun jaminan kualitas layanan terhadap pelanggan. • Untuk meraih pelanggan baru atau meningkatkan market share maka PT TELKOM perlu melakukan program-program marketing yang terencana dengan baik dan positioning produknya jelas.

RISTI

STRATEGI PENYUSUNAN TARIF YANG KOMPETITIF
• • • • • • Memilih tujuan penetapan harga Menentukan permintaan Memperkirakan biaya Menganalisis biaya, harga, dan tawaran pesaing Memilih metode penetapan harga Memilih harga akhir

RISTI

Kepekaan Harga
• Terdapat 9 faktor yang mempengaruhi kepekaan konsumen terhadap harga
– pengaruh nilai unik : makin unik makin tidak sensitif – pengaruh kesadaran atas produk pengganti : makin langka makin tidak sensitif – pengaruh perbandingan yang sulit : semakin sulit membandingkan mutu barang subtitusi semakin tidak sensitif – pengaruh pengeluaran total : jika pengeluaran total seumur hidup lebih kecil maka semakin tidak sensitif. – pengaruh manfaat akhir : jika value lebih besar daripada cost maka semakin tidak sensitif – pengaruh biaya bersama : jika biaya ditanggung bersama semakin tidak sensitif – pengaruh investasi tertanam : jika digunakan bersama aset awal maka semakin kurang peka – pengaruh mutu-harga : semakin bagus mutu maka semakin tidak peka – pengaruh persediaan : jika produk tidak dapat disimpan maka semakin tidak peka

RISTI

Kurva Permintaan
• Dalam melakukan pengukuran kurva permintaan dilakukan beberapa metode:
– menganalisis secara statistik data harga di masa lalu – melakukan eksperimen harga – survey ke calon konsumen dengan mengajukan berbagai usulan harga

RISTI

Elastisitas
• Pemasar perlu mengetahui seberapa responsif permintaan dalam menanggapi perubahan harga. Jika permintaan hampir tidak berubah dalam menanggapi perubahan kecil pada harga maka disebut inelastis, jika permintaan mengalami banyak perunbahan maka disebut elastis. • Permintaan akan menjadi kurang elastis dalam kondisi:
• • • • terdapat hanya sedikit atau tidak ada sekali barang subtitusi pembeli tidak menyadari perubahan harga tersebut pembeli lambat dalam mengubah kebiasaan konsumsinya pembeli berpikir bahwa kenaikan itu pantas karena ada perbaikan mutu, inflasi, dan lainnya

RISTI

Strategi Mutu-Harga
Harga tinggi tinggi 1. Strategi premium 2. strategi nilai tinggi 3. Strategi nilai super sedang rendah

sedang

4. Strategi penetapan harga terlalu tinggi

Mutu

5. Strategi nilai menengah

6. Strategi nilai baik

rendah

7. strategi pencuri

8. strategi yang sesungguhnya tidak menghemat

9. strategi penghematan

RISTI

Metode Penetapan Harga (1)
• • Penetapan harga mark up
Biaya per unit Harga mark up = (1-Return Of Investment)

Penetapan harga berdasarkan sasaran pengembalian
Biaya per unit x ROI x modal investasi Harga sasaran pengembalian = Unit penjualan

Penetapan harga bedasarkan nilai yang dipersepsikan

RISTI

Metode Penetapan Harga (2)
• • • Penetapan harga nilai Penetapan harga sesuai harga yang berlaku Penetapan harga tender tertutup

RISTI

Memilih Harga Akhir
• • • Penetapan harga psikologis Pengaruh elemen bauran pemasaran lain Kebijakan harga perusahaan dan pengaruh harga terhadap pihak lain

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->