Anda di halaman 1dari 4

Ilmu Ekonomi

Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani (Xenophone),


“Oikos” : Rumah tangga
“Nomos” : Aturan
Aturan yang berlaku untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam suatu rumah tangga.
Adapun yang dipelajar dalam ilmu ekonomi menyangkut:
1. Kelangkaan (scarcity)
2. Pilihan-pilihan (choices)
3. Biaya kesempatan (opportunity cost)
A. Pembagian Ilmu Ekonomi
Semua ilmu pada dasarnya berasal dari suatu rumpun, yaitu filsafat atau philosophia.
Dalam perkembangannya ilmu filsafat ini terbagi atas:
1. Natural Science : Ilmu fisika, Alam, Biologi dan Pasti.
2. Social Science : Ilmu hukum, Tata Negara, Sejarah, Ekonomi dll.
3. Humanitarial Science : Ilmu sastra, Antropologi, dll.
Sebagai cabang dari ilmu social, ilmu ekonomi dapat dibedakan menjadi:
a. Ekonomi Lukisan (Descriptive Economics)
Ilmu ekonomi yang hanya menggambarkan satu masalah ekonomi secara khusus
tanpa mengadakan pembahasan.
Contoh: Kebutuhan Beras Prop. DKI (10 tahun terakhir)
50
40
30
TON 20
10
0
1st Qtr
TAHUN

A B C D E F G H I J

b. Ekonomi Teori (Analysia Economics)


Ilmu ekonomi yang berusaha menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa
ekonomi dan kemudian merumuskan hubungan-hubungan itu dalam suatu hukum
ekonomi.
Ekonomi teori ini dibagi lagi menjadi:
• Ekonomi Makro
Peninjauan masalah ekonomi secara menyeluruh.
Mis: Inflasi, Keuangan Negara, dll.
• Ekonomi Mikro
Peninjauan masalah ekonomi secara khusus dari suatu rumah tangga
ekonomi tertentu.
Mis: Harga, Biaya Produsen, dll.
c. Ekonomi Terapan ( Aplied Economics)
Ilmu ekonomi yang diterapkan/praktekkan secara langsung dalam kehidupan
sehari-hari.
Contoh: Ilmu ekonomi perusahaan, ekonomi koperasi, ekonomi moneter, dll.
d. Sejarah Ekonomi ( Historical of Economics)
Ilmu ekonomi yang mempelajari perkembangan teori-teori ekonomi (struktur
kehidupan ekonomi) dari masa ke masa sehingga kita dapat mengetahui
perkembangan teori-teori ekonomi sampai dengan ekonomi modern dewasa ini.
e. Ekonomi Normatif
Ilmu ekonomi yang membahas pertimbangan etika dan nilai yang dirangkum oleh
kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi untuk mencapai tujuan ideal (tertentu) dari
ilmu ekonomi.Dengan kata lain yaitu ilmu ekonomi yang berusaha mendudukkan
masalah ekonomi bagaimana mestinya.
f. Ekonomi Positif
Ilmu ekonomi yang membahas deskripsi mengenai fakta, situasi dan hubungan
yang terjadi dalam kehidupan ekonomi yang sebenarnya (Ilmu ekonomi yang
membahas kejadian perekonomian yang terjadi sebenarnya).

B. Tugas dan Metodologi Ilmu Ekonomi


Tugas ilmu ekonomi adalah menyelidiki bagaimana seharusnya manusia bertindak
dalam menghadapi kebutuhan yang tidak terbatas dan alat pemuas yang terbatas
jumlahnya, sehinggga manusia dapat menjadi makmur.

Metode penyelidikan ilmu ekonomi ada 2 (dua):

1. Metode Induksi/Empiris
Metode penyelidikan yang berangkat dari peristiwa-peristiwa ekonomi yang
terjadi, kemudian dianalisa, di tarik kesimpulan dan barulah ditetapkan
dalil/hukum ekonomi.

Lihat bagan dan contoh metode induksi di bawah ini:

No. Kejadian Keterangan

1 Menjelang hari raya Idul Fitri, harga Peristiwa ekonomi


bahan pokok naik yang terjadi

2 Harga naik disebabkan oleh permintaan Dianalisa


yang banyak.

3 Harga naik karena permintaan naik Ditarik kesimpulan

4 Hukum permintaan dan penawaran Ditetapkan


dalil/hukum
2. Metode Deduksi/Abstrak
Suatu penyelidikan yang didasarkan atas dalil-dalil ekonomi menurut pikiran
logis, kemudian dianalisa dengan cara membandingkan dengan kejadian di
lapangan dan ditariklah kesimpulan dari peristiwa umum tersebut. Untuk lebih
jelas lihatlah bagan contoh dibawah ini:

1 Manusia adalah homoeconomic, senang Dalil


dengan harga murah kualitas baik

2 Sebuah barang “X” yang kualitas sama Analisa di lapangan


dijual di toko yang berbeda. Di toko A
Rp. 4.500,-/bh, di toko B Rp.
5.000,-/bh. Maka toko A laku, toko B
tidak laku.

3 Dalil semula adalah benar, bahwa Kesimpulan


manusia itu senantiasa senang barang
bagus harga murah.

C. Prinsip, Motif dan Tindakan Ekonomi


1. Prinsip Ekonomi
Dengan pengorbanan tertentu berusaha untuk memperoleh hasil yang optimal.

2. Tindakan Ekonomi
Segala tindakan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya selalu
berpegang pada prinsip ekonomi senantiasa hidup hemat dan menyusun skala
prioritas.

3. Motif Ekonomi
Adalah keinginan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi.

Tujuan akhir dari motif ekonomi adalah tercapainya kemakmuran.

Berikut ini adalah motif-motif ekonomi:

a. keinginan untuk menjadi makmur.


b. Keinginan untuk memperoleh penghargaan dari masyarakat.
c. Keinginan untuk memperoleh kekuasaan dan kepuasan
d. Keinginan untuk melakukan kegiatan social.

4. Hukum Ekonomi
Adalah keseluruhan rumusan yang berlaku umum yang
menggambarkan pertalian peristiwa ekonomi yang satu dengan
peristiwa ekonomi lainnya.
Hukum ekonomi ini dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu:
(1) Kausal (sebab-akibat)
Peristiwa ekonomi yang satu mengakibatkan peristiwa ekonomi yang lain,
tetapi tidak bisa sebaliknya.
Contoh: Kenaikan gaji pegawai, biasanya menyebabkan kenaikan harga, dan
tidak selalu ada kenaikan harga pasti menyebabkan kenaikan gaji.
(2) Fungsional (interdependence=saling mempengaruhi)
Hukum Permintaan
Banyaknya jumlah permintaan akan menyebabkan harga cenderung naik, dan
sebaliknya jika harga turun maka jumlah permintaan akan naik. Jadi tingkat
harga dan permintaan bisa saling mempengaruhi.
Sifat keberlakuan hukum ekonomi:
 Relatif, artinya tidak mutlak seperti ilmu pasti
 Tendens, artinya bersifat kecenderungan.
 Berlaku syarat,”Ceteris paribus”