Anda di halaman 1dari 72

BioKimia

Protein
Karbohidrat
Lipid
A. Protein

Protein (asal kata proteios dari bahasa Yunani yang


berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik
kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer-monomer asam amino yang
dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.
Protein juga senyawa terpenting makhluk hidup,
serta fungsi biologis yang sangat beragam.
1. Asam amino

 Asam amino adalah asam karboksilat yang


mengandung gugus amino (NH2).
 Asam amino merupakan hasil peruraian
protein, terutama bentuk  (alfa).
 Asam amino bersifat amfoter, disebabkan
adanya gugus amino (basa) dan gugus
karboksilat (asam). Juga bersifat optis aktif
karena adanya atom C- yang asimetris
(kecuali glisin).
ASAM -AMINO
Macam asam amino
2. Ion zwitter

 Dalam satu molekul asam amino dapat


terjadi pemindahan proton dari gugus
karboksilat ke gugus amino sehingga
terdapat gugus NH3+ dan COO– yang
disebut zwitter ion/ion kembar.
Karena mempunyai sifat amfoter, maka asam
amino dapat bereaksi dengan asam maupun basa.
3. Asam Amino Essential dan Non-
Essential

Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup


sebagai penyusun protein atau sebagai
kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut
esensial bagi suatu spesies organisme apabila
spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak
mampu memproduksi sendiri atau selalu
kekurangan asam amino yang bersangkutan.
3. Asam Amino Essential dan Non-
Essential
No. Nama Singkatan Essential No. Nama Singkatan Essential
1 Glisin Gly Tidak 11 Aspargin Asn Tidak
2 Alanin Ala Tidak 12 Glutamin Gln Tidak
3 Fenilalanin Phe Ya 13 Sistein Cys Tidak
4 Valin Val Ya 14 Tirosin Tyr Tidak
5 Leusin Leu Ya 15 Triptofan Trp Ya
6 Isoleusin lle Ya 16 Lisin Lys Ya
7 Prolin Pro Tidak 17 Arginin Arg *
8 Metionin Met Ya 18 Histidin His **
9 Serin Ser Tidak 19 Asam aspartat Asp Tidak
10 Treonon Thr Ya 20 Asam Glutamat Glu Tidak
*) Ya untuk anak yang sedang bertumbuh, tidak untuk orang dewasa
**)Ya untuk bayi
4. Ikatan peptida

Ikatan peptida terjadi karena pengambilan OH


dari gugus karboksilat dengan H dari gugus
amino. Ikatan peptida yang banyak disebut
polipeptida.
5. Struktur Protein
5.1 Struktur Primer

struktur primer protein merupakan


urutan asam amino penyusun protein
yang dihubungkan melalui ikatan
peptida (amida). Asam Amino bisa
ditulis dalam singkatan 3 huruf atau 1
huruf. Jadi untuk gambar di samping
bisa ditulis seperti ini:

Gly-Pro-Thr-Gly-Thr-Gly-Glu-Ser-Lys-Cys-Pro-Leu-Met-
Val-Lys-Val-Leu-Asp-Ala-Val-Arg-Gly-Ser-Pro-Ala
5.2 Struktur Sekunder

struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari


berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh
ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah
sebagai berikut:

 alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-


asam amino berbentuk seperti spiral;
 beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-
lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino
yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
 beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan
 gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma")
5.3 Struktur Tersier

struktur tersier yang merupakan gabungan


dari aneka ragam dari struktur sekunder.
Struktur tersier biasanya berupa gumpalan.
Beberapa molekul protein dapat berinteraksi
secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk
oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer,
atau kuartomer) dan membentuk struktur
kuartener.
5.4 struktur Kuartener (contoh :
Hemoglobin)
Interaksi pebentukan struktur

 Interiaksi ionik
 Ikatan hidrogen
 Gaya Dispersi Van Der Waals
 Jembatan Sulfida
Interaksi Ionik
Ikatan Hidrogen
Gaya Van Der Waals
Jembatan Sulfida
6. Denaturai Peptida

protein telur ini telah mengalami denaturasi dan kehilangan kelarutan,


disebabkan oleh suhu tinggi dari proses memasak.
7. Penggolongan Protein

Protein dapat dibeda-bedakan berdasarkan


 Komposisi kimia
1. Protein sederhana
2. Protein konjugasi
 Bentuk
1. Globular
2. Serabut
7. Penggolongan Protein

 Fungsi biologis
1. Enzim
2. Protein Transpor
3. Protein Nutrien dan penyimpanan
4. Protein Kontraktil
5. Protein Struktur
6. Protein Pertahanan
7. Protein Pengatur
8. Reaksi Pengenalan Protein

Uji Identifikasi Warna


Uji Biuret Ikatan Peptida Ungu
Uji Millons Gugus fenol Merah
Uji Xantoproteat Cincin Benzena Kuning Jingga
Uji Pb-Asetat Ikatan Belerang Hitam
B. Karbohidrat

Karbohidrat adalah senyawa yang terdiri atas


unsur-unsur C, H, dan O dengan rumus empiris
Cn(H2O)m. Karbohidrat disebut juga hidrat
arang atau sakarida. Berfungsi sebagai sumber
energi dalam tubuh.

Selain didapatkan dari nasi, karbohidrat juga


didapat dari roti, tapioka dan sebagainya.
1. Penggolongan Karbohidrat

 Berdasarkan karbohidrat sederhana yang


dihasilkan pada hidrolisis.
 Berdasarkan gugus fungsional yang
dikandungnya
 Berdasarkan jumlah atom C pada
monosakarida
1.1 Berdasarkan karbohidrat sederhana
yang dihasilkan pada hidrolisis.

 Monosakarida
1. Struktur terbuka
2. Struktur melingkar
3. Sifat – sifat Monosakarida
 Disakarida
 Polisakarida
Monosakarida

 Monosakarida adalah satuan karbohidrat


yang paling sederhana sehingga tidak dapat
dihidrolisis menjadi karbohidrat yang lebih
sederhana lagi.
 Monosakarida terkecil adalah gliseraldehida.
Contoh:glukosa, galaktosa, ribosa, dan lain-
lain.
Beberapa monosakarida yang penting
1. Struktur terbuka

Kedua bentuk ini merupakan isomer ruang. Dengan menggunakan


acuan letak OH pada atom C kedua sebelum terakhir, monosakarida
diberi awalan D, jika OH terletak di kanan dan L jika OH terletak di kiri.
(semua monosakarida yang terdapat di alam mempunyai konfigurasi D)
Struktur Melingkar

Struktur cincin glukosa dapat terbentuk melalui dua cara yang


berbeda, yang menghasilkan glukosa-α (alfa) dan glukosa-β
(beta). Secara struktur, glukosa-α dan glukosa-β berbeda pada
gugus hidroksil yang terikat pada karbon pertama pada
cincinnya.
Bentuk  jika gugus –OH terarah ke bawah.
Bentuk  jika gugus –OH terarah ke atas.
Bentuk D jika gugus –CH2OH terarah ke atas.
Bentuk L jika gugus –CH2OH terarah ke bawah
Sifat – Sifat Monosakarida

 Kelarutan Monosakarida dalam air

Semua monosakarida merupakan zat padat


berwarna putih yang mudah larut dalam air.
Sifat ini berkaitan dengan terdapatnya –OH
yang polar, sehingga akan terbentuk ikatan
hidrogen yang kuat dengan molekul air.
Sifat – Sifat Monosakarida

 Mutarotasi Monosakarida
Jika kristal glukosa murni dilarutkan dalam air, maka
larutannya akan memutar cahaya terpolarisasi ke arah
kanan. Namun bila larutan itu dibiarkan beberapa waktu
dan diamati putarannya, terlihat bahwa sudut putaran
berubah menjadi semakin kecil, hingga lama-kelamaan
menjadi tetap. Peristiwa ini disebut mutarotasi, yang
berarti perubahan rotasi atau perputaran.
Sifat – Sifat Monosakarida
 Oksidasi Monosakarida

Semua Monosakarida, baik aldosa maupun ketosa


merupakan reduktor, sehingga disebut sebagai gula
reduktor.

 Reduksi Monosakarida

Reduksi gugus karbonil (gugus aldehid atau keton) dari


monosakarida menghasilkan alkohol polivalen yang
disebut alditol.
Beberapa Monosakarida

 Glukosa

Glukosa disebut juga destrosa, karena bersifat dekstro.


Glukosa mempunyai putaran optik ke kanan (dekstro),
ditulis D(+) glukosa (memutar bidang polarisasike kanan
52°). Mengenai arah rotasinya tak dapat ditetapkan dari
konfigurasinya, tetapi dari eksperimen. Struktur terbuka 
D(+) glukosa jika dilarutkan dalam air membentuk struktur
melingkar disebut siklohemiasetal. Hal ini terjadi karena
reaksi gugus aldehida dengan gugus alkohol dalam 1
molekul (pada atom C nomor 5).
Beberapa Monosakarida

Glukosa

Struktur terbuka dan


struktur melingkar
Beberapa Monosakarida

 Fruktosa

Fruktosa merupakan ketoheksosa yang terbentuk dari


hidrolisis sukrosa, insulin (pati dari dahlia). Fruktosa
terdapat bersama dalam madu dan buah-buahan, rasa
manis melebihi glukosa dan sukrosa. Fruktosa
memutar bidang polarisasi ke kiri dengan sudut 92°
sehingga ditulis D(–) fruktosa.
Beberapa Monosakarida

Fruktosa

Struktur terbuka dan struktur siklik


Beberapa Monosakarida

 Ribosa dan Deoksiribosa

Yang mengandung 5 atom C atau pentosa yang sangat


penting adalah aldopentosa yang disebut ribosa,
terdapat dalam RNA (Ribonucleic Acid = asam
deoksiribosa).
Disakarida

Disakarida terjadi karena penggabungan 2


molekulmonosakarida dengan pelepasan air.
Pada hidrólisis akan terbentuk monosakarida –
monosakarida penyusunnya. Contoh:
1. sukrosa,
2. laktosa,
3. maltosa.
Beberapa Disakarida

 Sukrosa

Sukrosa terjadi karena penggabungan D(+) glukosa


dengan D(–) fruktosa. Pada hidrolisis sukrosa (karena
pengaruh enzim invertase) akan terjadi perubahan
arah putaran bidang polarisasi dari positif (ke kanan)
ke negatif (ke kiri). Peristiwa ini disebut inversi gula
tebu. Campuran yang terjadi disebut gula invert.
Sukrosa tidak bersifat reduktor, tetapi dapat
diragikan.
Beberapa Disakarida

Pembuatan gula invert


Beberapa Disakarida

 Maltosa

Maltosa tersusun atas 2 molekul D(+) glukosa


dengan melepas air. Oleh karena itu, Hidrolisis
maltosa dengan enzim maltase akan dihasilkan
glukosa.
Beberapa Disakarida

 Laktosa

Laktosa tersusun atas satu molekul D-glukosa dan 1


molekul D-galaktosa. Karena itu, hidrolisis laktosa
menghasilkan glukosa dan galaktosa (terjadi karena
pengaruh asam atau enzim laktase). Laktosa
terdapat dalam susu mamalia sebanyak 4–5%.
Laktosa tidak manis seperti gula lain dan tak dapat
diragikan. Laktosa merupakan serbuk tak berwarna
dan sedikit larut dalam air.
Beberapa Disakarida

Struktur Laktosa
Polisakarida

Polisakarida mempunyai massa rumus yang


sangat besar dan tidak larut dalam air.
Polisakarida mempunyai rumus umum:
(C6H10O5)n. Polisakarida adalah karbohidrat
yang disusun oleh lebih dari delapan unit
monosakarida. Senyawa-senyawa penting
polisakarida: amilum (pati), glikogen, dan
selulosa.
Beberapa Polisakarida

 Amilum

Amilum merupakan polimer glukosa dalam


bentuk ikatan alfa, yang terdiri atas kurang lebih
500 unit. Amilum terdapat sebagai persediaan
makanan tumbuh-tumbuhan. Terbentuknya
amilum dalam tumbuh-tumbuhan merupakan
hasil reaksi fotosintesis. Amilum dibedakan
menjadi 2, yaitu: amilosa dan amilopektin
Beberapa Polisakarida
Beberapa Polisakarida
 Glikogen

Glikogen terdiri atas satuan-satuan D-glukosa, kurang lebih 1.000


unit (terdiri dari: 1700 hingga 600.000 molekul glukosa, merupakan
makanan cadangan yang terdapat dalam hati, jaringan hewan
menyusui, dan manusia.
Sifat-sifat glikogen:
(1) Dengan iodium memberi warna merah.
(2) Mereduksi larutan Fehling.
(3) Larut dalam air.
(4) Pada hidrolisis dengan asam terbentuk
glukosa, sedang hidrolisis dengan enzim diastase membentuk
maltosa.
Beberapa Polisakarida
 Selulosa

Selulosa merupakan penyusun utama dinding sel


tumbuhan. Selulosa terdiri atas satuan D-glukosa yang
terdiri atas 1.000–3.000 unit sehingga sukar dicerna oleh
enzim manusia.
Sifat-sifat selulosa:
1. Sukar larut dalam air, asam, atau basa encer, tetapi
larut dalam larutan kupro amonium hidroksida
2. (CuSO4 + NH4OH yang disebut pereaksi Schweitzer).
Beberapa Polisakarida

Struktur Selulosa
1.2 Penggolongan Berdasarkan gugus
fungsional yang dikandungnya

1. Aldosa, yaitu karbohidrat yang memiliki


gugus aldehida. Contoh: glukosa adalah
suatu aldosa.
2. Ketosa, yaitu karbohidrat yang memiliki
gugus keton. Contoh: fruktosa adalah suatu
ketosa
1.3 PenggolonganBerdasarkan jumlah
atom C pada monosakarida

1. Triosa adalah monosakarida yang


mengandung 3 atom C. Contoh:
gliseraldehida dan dihidroksi keton.
2. Tetrosa adalah monosakarida yang
mengandung 4 atom C. Contoh: ertosa.
3. Pentosa adalah monosakarida yang
mengandung 5 atom C. Contoh: arabinosa.
4. Heksosa adalah monosakarida yang
mengandung 6 atom C.
Uji Karbohidrat

Uji Fruktosa Glukosa Galaktosa Sukrosa Maltosa Laktosa

Uji Fehling + + + - + +

Uji Tollens + + + - + +
C. Lipid

Lipid disebut juga dengan lemak. Lipida


merupakan senyawa organik yang terdapat
pada jaringan tanaman dan hewan.
Dipandang dari sudut kimia lemak dan minyak
adalah sama. Keduanya merupakan ester dari asam
suku tinggi dengan gliserol (1,2,3-propanatriol).
Dipandang dari sifat fisisnya lemak berfase padat,
sedang minyak berfase cair. Minyak mengandung
asam tak jenuh (asam oleat), sedang lemak
mengandung asam jenuh.
1. Lemak

Rumus umum Lemak


1. Lemak

R1, R2, R3 adalah rantai hidrokarbon dengan


jumlah atom karbon dari 3 sampai 23. biasanya
jumlah atom karbon 15 dan 17 paling umum
dijumpai.

Lemak yang terbentuk dari sejenis asam


karboksilat ( R1 = R2 = R3) disebut lemak
sederhana, sedangkan kebalikannya disebut
lemak campuran.
1. Lemak
Perbedaan antara minyak dan lemak

 Pada suhu kamar (25 °C) lemak berbentuk


padat sedangkan minyak berbentuk cair.
 Lemak yang berwujud cair banyak
mengandung asam lemak tak jenuh,
sedangkan lemak yang berwujud padat
banak mengandung asam lemak tak jenuh.
Reaksi – reaksi Lemak dan Minyak

 Hidrolisis

Pada hidrolisis lemak dihasilkan gliserol dan


asam lemak.
Reaksi – reaksi Lemak dan Minyak

 Penyabunan

Lemak dan minyak dapat dihidrolisis dalam


lingkungan larutan basa kuat menghasilkan
gliserol dan garam dari asam lemak. Pada reaksi
saponifikasi ester diuraikan menjadi alkohol dan
asam karboksilat. Kemudian asam karboksilat
bereaksi dengan basa membentuk sabun.
Reaksi – reaksi Lemak dan Minyak

Reaksi Penyabunan gliseril tristearat


Reaksi – reaksi Lemak dan Minyak

 Hidrogenasi Minyak

Hidrogenasi minyak merupakan reaksi pemecahan


ikatan rangkap pada minyak menjadi ikatan tunggal
dengan menggunakan gas hidrogen dan katalis Ni.
Dengan menjenuhkan ikatan rangkapnya, yaitu
dengan hidrogenasi, maka titik leleh minyak akan
meningkat dan menjadi padat. Reaksi seperti ini
digunakan dalam pembuatan margarin.
Reaksi – reaksi Lemak dan Minyak

Contoh Reaksi Hidrogenasi Minyak


2. Fosfolipid

Fosfolipid ialah lipid yang mengandung gugus


asam fosfat. Salah satu contoh fosfolipida
adalah asam fosfatida. Berbeda dengan
lemak/gliserida di mana ketiga OH pada gliserol
diganti dengan asam lemak, maka dalam
molekul asam fosfatida hanya terdapat 2 gugus
OH yang diganti dengan asam lemak,
sedangkan gugus OH yang ketiga diganti
dengan asam fosfat.
2. Fosfolipid

Bandingkan gliserida dan asam fosfatida berikut


2. Fosfolipid

Berbeda dengan lemak yang bersifat hidrofob,


fosfolipid bersifat amfifilik. Karena terdiri dari
atas ekor yang hidrofob dan kepala yang
hidrofil. Fosfolipid merupakan pengemulsi
yang baik, karena dapat tertarik kedalam air
dan sekaligus tertarik kedalam minyak.
3. Steroid

Berbeda dengan lemak dan fosfolipid, steroid


bukan dari golongan ester, tetapi mempunyai
sifat yang sama dengan fosfolipid, yaitu
amfifilik. Semua steroid mempunyai struktur
dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang
membentuk empat cincin. Perbedaan antara
steroi yang satu dengan yang lainnya terletak
pada jenis gugus samping atau pada posisi
ikatan rangkap.
Contoh steroid

kolesterol

steroid
Terima Kasih

Kelompok Kimia
Biomolekul

Disusun oleh :
1. Bryan
Diesyandri
2. Fadhlan Rizal
3. Fajar Subhan
Falah
4. Reno
Prastantyo