DIARE

Ramzi Syamlan

Pendahuluan  



BAB dengan konsistensi lebih encer dari biasanya, dengan frekuensi •3x/hr, Biasa pada anak umur 6 bln ± 2th Bayi dng ASI eksklusif biasanya beraknya lembek, 6-10x bukan diare

Patofisiologi
Diare sekretorik
Akibat enterotoksin sekresi siklik AMP, siklik GMP absorpsi Na+ oleh vili gagal, sekresi Cl- di sel epitel berlangsung terus sekresi cairan, elektrolit ke lumen usus halus diare

Diare osmotik
Ada bahan hiperosmolar lewat tanpa diabsorpsi menarik air secara pasif dalam usus diare Ex : defisiensi enzim disakaridase primer ataupun sekunder, infeksi Rotavirus

Patogenesis   Virus (Rotavirus) Rotavirus berkembang dalam epitel vili usus halus kerusakan sel epitel dan pemendekan vili fungsi absorpsi air. elekrolit Enzim Disakaridase absorbsi laktose laktosa dan menarik air . elektrolit sekresi air.

berlangsung <14 hari (kebanyakan <7hari) ‡ Diare berkepanjangan Berdasar ada/tidaknya darah ‡ Disentri: ada darah dlm tinja .Pembagian Diare  Berdasar lamanya ‡ Diare akut: < 14 hari ‡ Pengeluaran tinja yang lunak atau cair ‡ Persisten: •14 hari (sebab infeksi) ‡ Kronik : •14 hari (sebab noninfeksi)  •3x tanpa darah.

Etiologi Diare 6 .

Cacing. Campylobacter. parasit. Shigella.virus : Rota virus.parasit : Amoeba.Etiologi  Infeksi . bahan kimia) Sebab lain : KEP.bakteri : E. protein Keracunan makanan (bakteri.coli. Kolera . Salmonella. lemak. Norwalk virus . Jamur     Alergi : protein susu sapi. Defisiensi Vitamin A . makanan Malabsorbsi karbohidrat.

4. coli enteroinvasiv Salmonella Entamoeba Hystolitica . 3.Etiologi Diare Disentri 1. 2. Shigella Campylobacter jejuni E. 5.

Shigella .coli enteroagregatik .Cryptosporidium .E.Diare Persisten Penyebab diare bukan mikroba tunggal .

setelah membuang tinja atau sebelum memasak makanan Tidak membuang tinja (termasuk tinja bayi) dengan benar .Perilaku khusus yang dapat meningkatkan penyebaran kuman: ‡ Tidak memberi ASI secara penuh pada 4-6 bulan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ pertama kehidupan Menggunakan botol susu Menyimpan makanan masak pada suhu kamar Menggunakan air minum yang tercemar bakteri yang berasal dari tinja Tidak mencuci tangan setelah BAB.

Faktor pejamu yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap diare: ‡ Tidak memberikan ASI sampai umur 2 tahun ‡ Kurang gizi ‡ Campak ‡ Imunodefisiensi/imunosupresi .

Rotavirus    33 ± 70% kasus diare pada anak < 2 tahun yang perlu MRS Inkubasi 1 ± 7 hari. intoleransi laktos.5 hari . febris. sering dihidrasi. Muntah & diare banyak. selama 3 .

Dehidrasi . panas. nyeri perut PD : .Kriteria Diagnosis     BAB encer • 3x/ hr Disertai darah disentri Muntah.Gangguan Asam-basa  Lab : - Lekosit • 5 / LPb invasif Biakan untuk etiologi .

minum dengan lahap? 4. TANYAKAN: 1. Lihat keadaan umum anak. Lihat apakah matanya cekung? 3. ‡ Apakah kembalinya: ‡ Sangat lambat (lebih dari 2 detik)? ‡ Lambat? . Apakah anak: ‡ Tidak bisa minum atau malas minum ‡ Haus.Sudah berapa lama? 2. Apakah anak: ‡ Letargis atau tidak sadar? ‡ Gelisah atau rewel/mudah marah? 2. Cubit kulit perut untuk mengetahui turgor. Beri anak minum.Cara menilai diare Jika Ya.Adakah darah dalam tinja (beraknya berdarah)? LIHAT dan RABA: 1.

 TANYA: Sudah berapa lama? ‡ Diare yang berlangsung 14 hari atau lebih adalah diare persisten/kronik.  . TANYA: Adakah darah dalam tinja (beraknya berdarah?) ‡ Tanyakan apakah ibu pernah melihat darah dalam tinja anaknya selama episode diare ini.

Cubitan kulit Perut kembalinya sangat lambat 16 .

ila memburuk setelah susu diberikan diberikan susu rendah laktosa 3. Edukasi . Zinc 4. Medikamentosa : Antibiotika. Penggantian cairan dan elektrolit 2. Makanan harus diteruskan dan tingkatkan ‡ ‡ ASI :Tidak boleh dikurangi/dihentikan & diberikan sesering mungkin PASI :Harus tetap diberikan. probiotik-prebiotik.Penatalaksanaan Prinsip pengobatan: 1.

Prinsip pemberian terapi cairan 1. Memperbaiki dinamika sirkulasi (bila ada syok) Mengganti kehilangan cairan (dehidrasi) yang sudah terjadi Mengganti kehilangan cairan yang akan terjadi (concomitten Water Loss) Mencukupi kebutuhan cairan (maintenance) . 2. 3.1. 4.

Gelisah. 4.KLASIFIKASI DEHIDRASI Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut ini: 1. 2. minum dengan lahap Cubitan kulit perut kembalinya lambat DEHIDRASI RINGAN/SEDANG Tidak cukup tanda-tanda untuk ‡ TANPA DEHIDRASI diklasifikasikan sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang . 3. 3. Letargis atau tidak sadar Mata cekung Tidak bisa minum atau malas minum Cubitan kulit perut kembalinya sangat ambat ‡ DEHIDRASI BERAT Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut ini: 1. 2. 4. rewel/mudah marah Mata cekung Haus.

Cara Menilai Derajat Dehidrasi Penilaian KU Mata Airmata Mulut Rasa haus Turgor kulit A Baik N Ada Basah Tidak haus B *Rewel Cekung Tdk ada kering *Haus C *Lesu / tidak sadar Sangat cekung Tdk ada Sangat kering *Males minum *Kembali sangat lambat (> 2 detik) Berat Kembali cepat *Kembali lambat (1 detik) (1-2 detik) Tanpa Ringan/sedang Derajat dehidrasi Bila ada 1 tanda * + • 1 tanda lainnya .

Tanda Dehidrasi lain :     Oliguria Hipotensi Takikardi Ubun-ubun besar cekung .

Penilaian derajat dehidrasi    Tanpa dehidrasi p Rencana pengobatan A Dehidrasi tidak berat p Rencana pengobatan B Dehidrasi berat p Rencana pengobatan C .

Terapi rehidrasi  Tujuan: ‡ Mengoreksi kekurangan cairan dan elektrolit secara cepat (terapi rehidrasi) dan kemudian mengganti cairan yang hilang sampai diarenya berhenti (terapi rumatan)  Pelaksanaan: ‡ Upaya rehidrasi oral ‡ Pengobatan intravena .

Upaya rehidrasi oral  Prinsip ‡ Absorpsi Natrium (dan juga elektrolit lain dan air) di usus dilakukan secara absorpsi aktif molekul makanan tertentu seperti glukosa atau L asam amino  Cairan yang digunakan ‡ Cairan rehidrasi oral (Oralit) ‡ Cairan rumah tangga .

larutan gula garam. air tajin) atau air matang Jml oralit tiap BAB Jml oralit yang disediakan 50 ± 100 ml 400 ml/hr (2 bks) 100 ± 200 ml 600-800 ml/hr.4-5 bks 300 ± 400 ml 1200-2800 ml/hr Umur < 12 bl 1-4 th 5 th Dws  .3-4 bks> 200 ± 300 ml 800-1000 ml/hr. oralit. cairan makanan (kuah sayur.Rehidrasi Plan A  Jenis cairan : ASI.

Rehidrasi Plan B : oral intravena  Jumlah oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama: ‡ Oralit yang diberikan dihitung dengan mengalikan Berat Badan pasien (kg) dengan 75 ml.berikan oralit Äminimal³ sesuai tabel di bawah Jenis < 1 th Umur Jumlah oralit 300 ml 1 ± 5 th 600 ml > 5 th 1200 ml Dewasa 2400 ml . ‡ Bila berat badan anak tak diketahui dan atau untuk memudahkan di lapangan.

tidak bisa minum .malabsorbsi glukosa .muntah terus .BAB terlalu sering (10 ml/kg/jam) .Kadang ²kadang penderita dehidrasi ringan / sedang infus  Jika: .perut kembung/ ileus .

45% .Terapi rehidrasi intravena  Tujuan ‡ Mengembalikan dengan cepat volume cairan tubuh dan memperbaiki syok hipovolemik   Hanya untuk penderita dengan dehidrasi berat Cairan yang digunakan ‡ Ringer laktat ‡ NaCl 0.9% ‡ Cairan D Gana ‡ NaCl 0.

Rehidrasi Plan C (dehidrasi berat) Umur Bayi < 12 bln Anak .5 ± 3 jam . 1 th Pemberian I: 30 ml/kg dalam 1 jam ½ .1 jam Kemudian 70 ml/kg dalam 5 jam 2.

jika penderita bisa minum.bila rehidrasi tak tercapai setelah 3 jam kirim pasien untuk terapi iv) .Mulai rehidrasi dengan selang nasogastik (Berikan 20 ml/kg/jam selama 6 jam (total 120 ml/kg)) .Nilailah penderita tiap 1-2 jam(bila muntah atau kembung berikan cairan pelan-pelan dan bila rehidrasi tak tercapai setelah 3 jam.Beri 100mg/kg cairan RL Ya .sediakan oralit untuk ibu dan tunjukkan cara memberikan selama dalam perjalanan Ya .Bila penderita dapat minum.total 120 ml/kg) .beri oralit.kirim penderita untuk terapi iv) .Setelah 6 jam nilai kembali penderita dan pilih rencana pengobatan yang sesuai .Kirim penderita untuk pengobatan iv .Dapatkah Anda memberi Cairan IV ? Tidak Adakah Pengobatan Terdekat (dlm 30¶) Tidak Apakah anda Dapat menggunakan pipa nasogastrik u/ rehidrasi ? Tidak Apakah penderita bisa minum ? Ya Ya Mulai diberi cairan IV segera.Mulai rehidrasi melalui mulut dengan oralit (berikan 10ml/kg/jam selama 6 jam.Nilailah penderita tiap 1-2 jam ( bila muntah atau kembung Tidak berikan cairan pelan-pelan.Setelah 6 jam nilai kembali pasien dan pilih rencana terapi yg sesuai Segera kirim anak untuk rehidrasi melalui nasogastrik atau iv .sewaktu cairan IV dimulai.

Komposisi formula baru Oralit 31 .

osm. ORS associated w/ significant reduction (about 35%) in need for unscheduled IV therapy Trend toward reduced stool output (20%) in red osm ORS but not significant Significant (about 30%) reduction in vomiting in red osm ORS Greater incidence of hyponatremia in red osm ORS but not stat.  All RCT¶s with reduced osmolarities (210-268 mosm/l) and sodium conc. of 50-75 meq/l (except for 1 w/ 90 meq/l)  Conclusions: ‡ ‡ ‡ ‡ Use of red.al BMJ 2001.323:81-85.Reduced Osmolarity ORS in Children with Acute. Non-cholera Diarrhoea Meta-analysis of all studies: Hahn et. significant 32 .

tambahkan sup untuk ‡ ‡ ‡    Diet. lemak susu yang mengandung MCT . air kelapa hijau / pisang K+ Hindarkan makanan/minuman dengan kadar gula tinggi Intoleransi KH Rendah/ bebas laktosa Alergi susu sapi kedelai Malabs. sering (6x) ‡ Beri makanan yg lunak. Nutrisi  ‡ Makanan padat tetap diberikan porsi kecil.2. menambah cairan kandungan energi makanan + 5 ml minyak nabati Berikan sari buah segar.

Zinc Manfaat :   Menurunkan keparahan dan durasi diare Mencegah berulangnya diare dalam 2-3 bulan setelah suplementasi Efek terhadap sistem immun secara umum Efek terhadap saluran cerna : Mekanisme kerja :   ‡ ‡ ‡ ‡ Improvement in absorption of water and electrolytes by helping in early regeneration of mucosa Restoration of enteric enzymes Enhancement of humoral and cellular immunity Antisecretory effects in malnourished animals Dosis :Tablet Zinc (20 mg) selama 10-14 hari ‡ Umur 2 bulan ± 6 bulan: ½ tablet per hari ‡ Umur 6 bulan ± 5 tahun: 1 tablet per hari 34 .

3. ‡ Amubiasis ‡ Diare persisten ‡ tropozoit atau kista G lamblia atau tropozoit E histolitika ‡ bila bakteri usus patogen ditemukan dalam kultur tinja . Medikamentosa Indikasi pemakaian antibiotika dan antiparasit : ‡ Disentri (shigella) ‡ Kolera.

kaolin Attapulgit) Anti muntah (Promethazin) tidak terbukti mempunyai efek nyata pd diare akut bahkan ada yang membahayakan Antibiotika tdk boleh digunakan secara rutin .Obat Anti diare Meliputi :     Anti motilitas (loperamid) Adsorben (Norit.

g. 2.) Inhibition of Pathogen Attachment (e. breakdown lactose. lactic acid.g.PROBIOTIK (+ PREBIOTIK) FAO/WHO 2002 recommended definition:  Probiotics: µLive microorganisms which when administered in adequate amounts confer a health benefit on the host¶  Mechanism : 1. 3. bacteriocins1Activities (breakdown microbial toxins. stimulate mucus production) Modulation of the Immune System (regulation of interleukins & cytokines 37 . competition for adhesion. etc. Production of Pathogen Inhibitory Substances (e.

4. Pemberian ASI Memperbaiki makanan pendamping Menggunakan air bersih Mencuci tangan dengan sabun Menggunakan jamban Membuang tinja bayi dengan benar Imunisasi campak . 2. 5. 6. 4. Edukasi / Penyuluhan  Pencegahan Diare 1. 3. 7.

Pencegahan Dehidrasi
1. 2. 3. 4.

5. 6.

Bagaimana mencampur oralit Bagaimana memberikan oralit Meneruskan ASI Pemberian makanan sebelum, sesudah diare Kapan harus kembali Tanda-tanda dehidrasi

Upaya mencegah penyebaran kuman

‡ Pemberian ASI saja pada bayi umur 4-6 bulan ‡ Menghindari penggunaan susu botol ‡ Cara penyiapan dan penyimpanan MP ASI yang ‡ ‡ ‡
baik Penggunaan air bersih untuk minum Mencuci tangan Pembuangan tinja (termasuk tinja bayi) secara benar

Upaya memperkuat daya tahan tubuh pejamu

‡ Pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan ‡ Memperbaiki status gizi ‡ Imunisasi campak

Komplikasi: - Dehidrasi Gangguan elektrolit Gangguan keseimbangan asam basa Syok Gangguan gizi Gagal ginjal Kejang .

campak . otitis media. menghilang selama rehidrasi Panas pd penderita diare mungkin ok infeksi lain seperti pneumone. malaria.Diare yang terkait penyakit lain  Diare dan panas Panas sering terjadi pada diare ok virus atau bakteri invasif Panas bisa juga menyertai dehidrasi. sepsis.

muntah memberi makanan dgn nilai gizi kurang. menghentikan makanan kerusakan vili usus defisiensi enzim disakaridase berkurangnya asam empedu utk absorbsi lemak Transit makanan melalui usus yang sangat cepat memperbaiki epitel usus panas  Berkurangnya absorpsi makanan  Meningkatnya kebutuhan zat-zat makanan .Penyebab pe Gizi slm diare  Berkurangnya masukan makanan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Anoreksia.

Jogya DIARE AKUT KOMPLIKASI (-) INFEKSI(-) INFEKSI (+) Diare akut cair Rotavirus Norwalk ETEC Kolera KRONIS PERSISTEN Anamnesis & Kesan: Dehidrasi Kuszmaul Komplikasi Akut/kroni Diare s disenteriform Intoleransi Dis. Basilar Keracunan Laktosa EPEC. ETEC (?) Lemak . Amoeba : Dis.Prof. Sunarto.

Prof. ETEC (?) Riwayat makanan Tinja cair. Basilar Keracunan EPEC. globul lemak Intoleransi Lemak Diare akut cair Rotavirus Norwalk ETEC Kolera Riwayat makanan Tinja cair. Sunarto. tak berbau berminyak Mikros. Jogya DIARE Diare disenteriform Dis. Amoeba Dis. bau menyengat Infeksi kulit Intoleransi protein Intoleransi: Laktosa Lemak Protein Riwayat makanan Tinja cair. bau asam Keluar nyemprot Kembung Diaper rash Intoleransi Laktosa .

Basilar Keracunan EPEC. tenesmus Lab. leuko ++ Disenteri basilar Diare akut cair Diare akut cair Rotavirus Rotavirus Norwalk Norwalk ETEC ETEC Kolera Intoleransi: Intoleransi: Laktosa Laktosa Lemak Lemak Protein Protein Kolera Frekuen. trofozoit am. bau busuk. relatif Diare coli tak bau. Jogya DIARE Diare disenteriform Dis. banyak. banyak. cair.Frek uen. mengejan Bau amis/busuk Dehidrasi (-) Lab. EIEC Frekuen.Prof. keluar sedikitsedikit. Disenteri amoeba Bayi (lbh rentan) Muali dg demam & muntah. Bukan . Eri ++. cair. Frekuen. dg risiko sama (pesta. Sunarto. Cair. jajanan) Keracunan mkn. Sekelompok pat. Amoeba Dis.

Jogya DIARE Diare disenteriform Dis.Prof. Basilar Keracunan EPEC. tinja cair. tinja cair/seperti cucian beras. Sunarto. leu (-) KLB atau tinggal di daerah endemis. Amoeba Dis. Bisa KLB yg luas Lab. tak bau. eri (-). tinja. Dlm beberapa jam dehidrasi berat dg/tanpa syok Kolera hipovolemik Diare akut cair Rotavirus Norwalk ETEC Kolera Intoleransi: Intoleransi: Laktosa Laktosa Lemak Lemak Protein Protein Bayi (lbh rentan) Mulai dg demam & muntah. Frekuen. EIEC Frekuen. semua negatif Diare rotavirus Diare ETEC . Muntah & diare hebat. bau (-). Wilayah lokal Lab. cair.

Kolera Diare akut cair Rotavirus Norwalk ETEC Kolera Intoleransi: Intoleransi: Laktosa Laktosa Lemak Lemak Protein Protein Bayi (lbh rentan) Mulai dg demam & muntah Frekuen. tenesmus KLB bisa luas Lab. Bukan KLB yg luas Diare rotavirus Disenteri basilar . tinja cair/seperti cucian beras. EIEC Frekuen. Sunarto. cair. eri (+). tinja cair. Amoeba Dis. relatif tak bau. Dlm beberapa jam dehidrasi berat dg/tanpa syok hipovol.Prof. Jogya DIARE Diare disenteriform Dis. leu (-) KLB atau tinggal di daerah endemis. bau. Basilar Keracunan EPEC. tinja. Muntah & diare hebat.

Konstipasi Epidemiologi: 5-10 % anak 16 % terjadi pada anak < 24 bulan Laki ~ prmpuan .

Definisi Konstipasi  Frekuensi defekasi ‡ < 3 kali / minggu  Konsistensi ‡ Lebih keras dari biasanya. bulat-bulat seperti pelet atau kotoran kambing   Teraba massa skibala Nyeri saat BAB 51 .

.

stenosis ani. dll .Batasan  Berdasarkan waktu: ‡ Konstipasi Akut ‡ Konstipasi kronis  ‡ Sering karena tidak adekuatnya penanganan akut Berdasarkan etiologi: ‡ Konstipasi fungsional (97% kasus) ‡ Konstipasi organik : hirsprung.

Etiologi dan patogenesis    Infeksi virus Obstruksi usus Tidak terbentuknya massa tinja yang mengawali BAB ‡  Diet kurang serat Lemahnya kontraksi diafragma dan abdomen tuk mdorong tinja ke anus ‡  Kelemahan otot pada palsi serebral Nyeri pada fisura ani Tidak membukanya sfingter ani secara memadai ‡  dll .

Etiologi konstipasi Bayi ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Tidak diketahui Anal fissures Breast Feeding p Bottle feeding Alergi susu sapi Celiac disease Hirschsprung·s disease Anorectal malformations Cystic fibrosis Spina Bifida .

Kurang serat .Etiologi konstipasi Anak ² remaja ‡ Tidak diketahui ‡ Perilaku Riwayat BAB keras / besar Gangguan perilaku primer Kebiasaan / tidak teratur ke toilet Menolak toilet lain .

kecepirit (encopresis)? Skibala? Mekoneum terlambat? > 50% Hirschprungs > umur 24 jam. nyeri ? . Nyeri ? Berdarah ? fisure ani Sejak lahir ? Hirschprungs Gangguan tumbuh kembang ? organik Usia > 3 tahun fungsional Intake ? ASI / formula (alergi ?). Keras ? . jumlah  Pemeriksaan penunjang ‡ Tinja rutin ‡ Metabolik hipotiroid dll ‡ Barium enema ‡ Biopsi isap rektum ganglionn mukosa rektum ‡ Manometri motilitas kolon .Diagnosis Anamnesis & pemeriksaan fisik: ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Frekuensi ? .

2. Cari Etiologi Evakuasi tinja ‡ ‡ 3.2 mg/kg/hari dalam 3 dosis salep Xilokain/Hidorkortison supp .Tatalaksana (1) 1. Enema Katartik oral (Magnesium sitrat / polyethyen glikol) atau kombinasi Terapi rumatan ( tujuan : BAB 1-2 x/hari): ‡ Beri pelunak feses: ‡ Luka/ fisur ‡ Mineral oil 1-2 ml/kg/hari dalam 1-2 dosis ‡ Laktulosa 1-3 ml/kg/hari dalam 2 dosis ‡ Cisapride 0.

gandum utuh (beras soklat/merah) 6.Tatalaksana (2) 4. Biasakan BAB secara terjadwal & teratur sesudah makan pagi & makan malam (TOILET TRAINING) Diet: ‡ ‡ ‡ Tambah minum: air. 5. tambah serat: sayuran & buahan (pepaya). 8. Alergi susu sapi ganti susu kedelai Konsultasi psikiatrik Rehabilitasi medik fungsional (biofeedback) . 7. karbohidrat kompleks/sorbitol (jus apel/pir).

Muntah  Pelajari : ‡ Patogenesis ‡ Etiologi ‡ Diagnosis : anamnesis & fisik diagnostik ‡ Tatalaksana .

61 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful