Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 33 TAHUN

2008 TENTANG PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0031 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penghematan Energi, perlu melaksanakan penghematan energi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, serta dalam rangka mendukung pelaksanaan penghematan energi agar dapat berdaya guna dan berhasil guna, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Pelaksanaan Penghematan Energi di lingkungan Pernerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 3. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia,

2. Pasal 1 Pelaksanaan Penghematan Energi meliputi : a. dapat digunakan di luar jam kerja dengan penggunaan yang efektif dan efisien. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI Dl LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA. Peralatan kantor. Pemerintahan Daerah Provinsi. 5. c. Mengurangi pencahayaan lampu assesoris. Pasal 4 Penanggung jawab dan pelaksanaan pelaporan penghematan energi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah sebagai berikut: 1. Pasal 3 Pelaksanaan penghematan energi pada kendaraan dinas operasionai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf c dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: a. Penghematan penerangan dan alat pendingin ruangan AC pada gedung kantor dan/atau bangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Pelaporan pelaksanaan tugas dilakukan secara berjenjang ke tingkat yang lebih tinggi. Pasal 2 1) Penghematan energi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a dan huruf b.4. Mempergunakan kendaraan operasional seperlunya sesuai dengan kebutuhan. Penanggung jawab pelaksanaan penghematan energi dilakukan oleh Kepala SKPD dan UKPD masing-masing unit kerja. Kendaraan Dinas operasional yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lift dioperasikan pada jam kerja kecuali penggunaan lift barang. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Memprioritaskan pemakaian bahan bakar gas pada kendaraan operasional. 2) Dalam hal terdapat kegiatan yang penting penggunaan AC dan lift sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. AC dihidupkan pada awal jam kerja sampai dengan berakhirnya jam kerja dengan suhu minimal 25 °C. perlengkapan dan peralatan yang menggunakan energi listrik. b. b. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0031 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penghematan Energi. . b. dilakukan dengan cara mengurangi jam operasi peralatan sebagai berikut: a. c.

Melaksanakan koordinasi pengumpulan data-data kantor/gedung operasional Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berkenaan dengan luas bangunan dan pembayaran rekening listrik serta kendaraan dinas operasional. Melaporkan secara periodik hasil kegiatan pelaporan penghematan energi kepada Gubernur setiap 6 (enam) bulan dalam penyiapan bahan laporan Gubernur kepada Presiden melalui Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Listrik. Pasal 6 1. Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1. Pasal 8 Pelaksanaan pelaporan penghematan energi dilaksanakan secara sistematis. 3. Mekanisme pembinaan terhadap pelaksanaan penghematan energi di lingkungan pemerintah daerah oleh dinas yang membidangi energi sumber daya mineral di satuan kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 2. 2. antara lain : a. Hasil evaluasi sebagaimana tersebut di atas disampaikan secara tertulis oleh Kepala Dinas kepada Sekretaris Daerah setiap 6 (enam) bulan. b. Bimbingan dan penyuluhan kepada seluruh staf dan aparat di lingkungan pemerintah daerah. efektif dan efisien dengan format sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Gubernur ini. Melaksanakan perhitungan dan pemasukan data-data sesuai dengan contoh format dalam lampiran Peraturan Gubernur ini. 2. Departemen Energi Sumber Daya Mineral. . Bimbingan teknis kepada aparat pelaksana pelaporan penghematan energi berkoordinasi dengan instansi terkait.Pasal 5 Pelaksanaan mekanisme pelaporan penghematan energi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 butir 1 adalah sebagai berikut: 1. Pasal 7 Pelaporan penghematan energi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 butir 1 adalah sebagai berikut: 1. Pasal 9 Biaya pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD dan UKPD masing-masing unit. Pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan dilakukan secara periodik sesuai dengan kebutuhan. Pasal 10 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. c. Daya penyampaian laporan pada butir 1 di atas berkoordinasi dengan dinas yang membidangi masalah energi dan sumber daya mineral di satuan kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dilakukan evaluasi.

Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 14 April 2008 Diundangkan di Jakarta pada tanggal 21 April 2008 BERITA DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2008 NOMOR 34. .

Lampiran : Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 33 TAHUN 2008 Tanggal : 14 April 2008 TATACARA PENGISIAN FORMAT LAPORAN PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN PETUNJUK PENGISIAN 1. 2. Isilah data-data pada tabel I atau II atau III untuk mengetahui Intensitas Energi dan Kriterianya 4. Lakukan untuk semua gedung dan kemudian lakukan rekapitulasi hasilnya . Isilah data-data mengenai Luas Bangunan. Lihat nilai Persentase Luas Lantai ber AC terhadap Luas Lantai Total Jika nilainya lebih kecil dari 10% = Jika nilainya lebih besar dari 90% = Jika nilainya diantara 10% dan 90% = Gunakan Tabel I Gunakan Tabel II Gunakan Tabel III (Bangunan Tanpa AC) (Bangunan Ber AC) (Bangunan Ber AC dan Tanpa AC) 3.

[B]} : : = = = 2007 m2 m2 m2 BULAN : Januari s. teras dan area parkir .d. tidak termasuk aula.TATA CARA PENGISIAN FORMAT LAPORAN PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN DATA LUAS BANGUNAN NAMA GEDUNG TAHUN Luas Lantai Total [A] Luas Lantai ber AC [B] Luas Lantai tanpa AC {[A} . Juni Persentase Luas Lantai Ber AC Terhadap Luas Lantai Total {[B] . Lorong.[A]} = #DIV/0! #DIV/0! Keterangan : Luas lantai bangunan yang digunakan untuk aktifitas kerja.

pompa. 1 HP = 0. JIKA TIDAK MEMUNGKINKAN TIDAK PERLU DIISI 1 Hanya untuk mengetahui proporsi penggunaan energi AC Konsumsi energi AC (kWh) = daya nominal AC (kW) x pemakaian dalam sebulan (jam). blower. harus diperhitungkan semua daya peralatan lain yang menyertainya. menara pendingin. misalnya kompresor. lampu dan peralatan lainnya. dsb Lampu Konsumsi energi lampu (kWh) = daya nominal lampu (kW) x pemakaian sebulan (jam) .7459 kW Untuk pemakai AC sentral.7355 kW . Konversi satuan daya nominal AC : 1 PK = 0.TATA CARA PENGISIAN FORMAT LAPORAN PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN TABEL I : BANGUNAN TANPA AC Konsumsi Energi hasil Perhitungan (kWh) Air Lampu Peralatan Conditioner(AC) [E] Lainnya [D] {[G]-[D]-[E]} Total Konsumsi Energi Lantai ber AC Lantai tanpa AC Intensitas Kriteria Intensitas Kriteria Energi Energi [G]/[A] #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Rata-rata Keterangan : #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Bulan Total Konsumsi Energi (kWhrekening) [G] Total Biaya Energi (Rprekening) [H] Januari Februari Maret April Mei Juni Kolom konsumsi energi hasil perhitungan untuk AC.

75) Cukup efisien (12.08 .5 .58-19.1.17-23. JIKA NILAI INTENSITAS ENERGI Dl LUAR KRITERIA.5) .7.Kolom total konsumsi energi dan total biaya energi HARUS DIISI Total konsumsi energi (kWhrekening) dan total biaya energi (Rprekening) dapat dilihat pada tagihan rekening listrik PLN.4.08) Boros (19.84.92 .75 -37.2.3. Kolom intensitas energi dan kriterianya AKAN MUNCUL SECARA OTOMATIS.34) Sangat Boros (3.34 .67 .17) Bangunan Tanpa AC Efisien (0.5) Boros (2.58) Sangat Boros (23.67) Cukup Efisien (1.17 .14. CEK KEMBALI DATA YANG DIMASUKKAN. KRITERIA PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN BERDASARKAN INTENSITAS ENERGI (kwh/m2/bln) Bangunan Ber AC : Sangat efisien (4.12.92) Agak Boros (14.17) Efisien (7.

lampu dan peralatan lainnya. pompa.7355 kW . menara pendingin. misalnya kompresor. dsb Lampu Konsumsi energi lampu (kWh) = daya nominal lampu (kW) x pemakaian sebulan (jam) .TATA CARA PENGISIAN FORMAT LAPORAN PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN TABEL II : BANGUNAN BER AC Konsumsi Energi hasil Perhitungan (kWh) Air Lampu Peralatan Conditioner(AC) [E] Lainnya [D] {[G]-[D]-[E]} Total Konsumsi Energi Lantai ber AC Lantai tanpa AC Intensitas Kriteria Intensitas Kriteria Energi Energi [G]/[A] #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Rata-rata Keterangan : #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - Bulan Total Konsumsi Energi (kWhrekening) [G] Total Biaya Energi (Rprekening) [H] Januari Februari Maret April Mei Juni Kolom konsumsi energi hasil perhitungan untuk AC. blower. 1 HP = 0. harus diperhitungkan semua daya peralatan lain yang menyertainya. JIKA TIDAK MEMUNGKINKAN TIDAK PERLU DIISI 1 Hanya untuk mengetahui proporsi penggunaan energi AC Konsumsi energi AC (kWh) = daya nominal AC (kW) x pemakaian dalam sebulan (jam).7459 kW Untuk pemakai AC sentral. Konversi satuan daya nominal AC : 1 PK = 0.

5) .75 -37.84.17 . Kolom intensitas energi dan kriterianya AKAN MUNCUL SECARA OTOMATIS.5) Boros (2.17) Efisien (7.34 .75) Cukup efisien (12.12.7.58-19.17) Bangunan Tanpa AC Efisien (0.92) Agak Boros (14.Kolom total konsumsi energi dan total biaya energi HARUS DIISI Total konsumsi energi (kWhrekening) dan total biaya energi (Rprekening) dapat dilihat pada tagihan rekening listrik PLN. CEK KEMBALI DATA YANG DIMASUKKAN.92 .67) Cukup Efisien (1.5 .4.17-23.1.34) Sangat Boros (3.08) Boros (19. KRITERIA PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN BERDASARKAN INTENSITAS ENERGI (kwh/m2/bln) Bangunan Ber AC : Sangat efisien (4.3.08 .14.67 . JIKA NILAI INTENSITAS ENERGI Dl LUAR KRITERIA.2.58) Sangat Boros (23.

lampu dan peralatan lainnya.TATA CARA PENGISIAN FORMAT LAPORAN PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN TABEL III : BANGUNAN BER AC DAN TANPA AC Konsumsi Energi hasil Perhitungan (kWh) Air Lampu Peralatan Conditioner(AC) Lainnya Total Konsumsi Energi Lantai ber AC Lantai tanpa AC Intensitas Kriteria Intensitas Kriteria Energi Energi #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Rata-rata Keterangan : #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Bulan Total Konsumsi Energi (kWhrekening) Total Biaya Energi (Rprekening) Januari Februari Maret April Mei Juni Kolom konsumsi energi hasil perhitungan untuk AC. JIKA TIDAK MEMUNGKINKAN TIDAK PERLU DIISI 1 Hanya untuk mengetahui proporsi penggunaan energi Lampu Konsumsi energi lampu (kWh) = daya nominal lampu (kW) x pemakaian sebulan (jam) Kolom total konsumsi energi dan total biaya energi HARUS DIISI .

84. blower. pompa.5) .17-23.75) Cukup efisien (12.34) Sangat Boros (3. CEK KEMBALI DATA YANG DIMASUKKAN.17) Bangunan Tanpa AC Efisien (0.92 .AC Konsumsi energi AC (kWh) = daya nominal AC (kW) x pemakaian dalam sebulan (jam). dsb Total konsumsi energi (kWhrekening) dan total biaya energi (Rprekening) dapat dilihat pada tagihan rekening listrik PLN.34 . misalnya kompresor.08) Boros (19. 1 HP = 0.92) Agak Boros (14.7355 kW . KRITERIA PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN BERDASARKAN INTENSITAS ENERGI (kwh/m2/bln) Bangunan Ber AC : Sangat efisien (4. menara pendingin. Kolom intensitas energi dan kriterianya AKAN MUNCUL SECARA OTOMATIS.58-19. JIKA NILAI INTENSITAS ENERGI Dl LUAR KRITERIA.08 .5 . Konversi satuan daya nominal AC : 1 PK = 0.67) Cukup Efisien (1.58) Sangat Boros (23.2.7459 kW Untuk pemakai AC sentral.17 .17) Efisien (7.12.75 -37.4.14.67 . harus diperhitungkan semua daya peralatan lain yang menyertainya.5) Boros (2.3.7.1.

TATA CARA PENGISIAN FORMAT LAPORAN PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN REKAPITULASI PENGGUNAAN ENERGI Dl BANGUNAN DEPARTEMEN/INSTANSI/LEMBAGA = TAHUN : No. 15. 9. 14. 5. 13. JUNI Total Konsumsi Energi (kWh/Bulan) Tipe Bangunan Ber AC Intensitas Energi (kWh/m2) Kriteria Tanpa AC Intensitas Energi (kWh/m2) Kriteria 1. Desember . Juni dan periode 2 untuk bulan Juli s.d. 3.D. 6.d. d.t. Bangunan BULAN JANUARI S. 4. 12. 8. Rata-rata #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Catatan : Rekapitulasi dilakukan setiap 6 bulan sekali dalam 2 periode yaitu periode 1 untuk bulan Januari s.s. 10. 11. 7. 2.

D. Bus Januari . Sedan Januari Februari Maret April Mei Juni 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2. JUNI Jumlah Kendaraan (Unit) Pemakaian Bahan Bakar Menurut Jenis (Kilo Liter) Pool Non Pool Total Pertamak Premium Solar Bio Solar Total 1. Jenis Kendaraan Bulan BULAN JANUARI S.TATA CARA PENGISIAN FORMAT LAPORAN PENGGUNAAN BBM PADA KENDARAAN DINAS DEPARTEMEN/INSTANSI/LEMBAGA = TAHUN : No. Minibus Januari Februari Maret April Mei Juni 3.

Sepeda Motor Maret April Mei Juni Januari Februari 6. Kapal Motor Ma ret 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 .Februari Maret April Mei Juni 4. Truck Januari Februari Maret April Mei Juni Januari Februari 5.

Juni dan periode 2 untuk bulan Juli s.April Mei Juni Januari Februari 7. Lainnya Maret April Mei Juni Total 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Catatan : Laporan dilaksanakan setiap 6 bulan sekali dalam 2 periode yaitu : periode 1 untuk bulan Januari s.d.d. Desember .