P. 1
METODE PELAKSANAAN (AA)

METODE PELAKSANAAN (AA)

1.0

|Views: 6,531|Likes:
Dipublikasikan oleh Lisa Sa

More info:

Published by: Lisa Sa on Feb 17, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2015

pdf

text

original

METODE PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RKB SMK N 56 JAKARTA UTARA

Metode pelaksanaan ini di buat dalam rangka lelang pekerjaan SMK N 56 , berdasarkan dokumen lelang yang terdiri dari : * Dokumen gambar struktur * Dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat * Bill of Quantity * Dokumen Berita acara penjelasan (Aanwijzing) Pembangunan RKB

Pekerjaan yang dihasilkan dalam suatu pembangunan tergantung kepada metode kerja yang diterapkan, kualitas personil lapangan, administrasi yang baik/lengkap dan kontrol pelaksanaan pekerjaan yang ketat dan terus menerus. Sebagai salah satu perusahaan yang memiliki sertifikat ISO 9001/2000, telah berpengalaman banyak dalam menghasilkan proyek yang bermutu dan selalu menerapkan prosedur pelaksanaan yang ketat pada saat pelaksanaan pekerjaan yang telah diterima. ‡ Metode pelaksanaan Pekerjaan pada proyek ini terdiri atas 2 (dua) bagian yaitu : - Metode pelaksanaan pekerjaan sesuai item pekerjaan yang dikerjakan. - Hirarki dan visualisasi Pelaksaaan Pekerjaan. ‡ Metode Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan item yang dikerjakan. Menjelaskan secara rinci tahapan pelaksanaan pekerjaan, mulai dari persiapan sampai dengan serah terima dan demobilisasi. Juga dijelaskan cara-cara quality controlnya agar diperoleh hasil pekerjaan yang baik, bermutu dan sesuai dengan gambar dan RKS. Hirarki dan Visualisasi Pelaksanaan Pekerjaan. Hirarki pelaksanaan pekerjaan yang menyatakan tahapan pekerjaan dan dilengkapi dengan gambar-gambar kerja pelaksanaan pekerjaan, seperti : ± Struktur Organisasi Proyek, ± Posisi Direksi keet, gudang, pagar pengaman dll. ± Sirkulasi keluar/masuk material dan alat bantu. ± Urutan perioritas palaksanaan pekerjaan. ± System pengecoran dan cara pelaksanaannya. ± Control mutu pelaksanaan pekerjaan. ‡ Yang akan dilakukan adalah pembuatan direksi keet , kantor proyek , gudang dan barak kerja jadi secara detail dapat digambarkan urutan pekerjaan yang akan dilakukan sebagai berikut :

1

Pengurusan IMB. Pekerjaan Pagar Pengaman Sementara Mengingat proyek berada pada area yang sudah ada pagar pengamannnya . sehingga suasana proyek terlihat lebih rapih dan tenaga kerja akan lebih Bersemangat dalam melaksanakan pekerjaannya. hanya saja dibuatkan rambu-rambu yang menyatakan bahwa pada area tersebut sedang ada pelaksanaan pekerjaan Pembangunan RKB SMK N 56 Jakarta. Kantor Proyek.METODE KERJA Pekerjaaan Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi dan Demobilisasi adalah pengadaan dan penarikan kembali sumber daya manusia. maka lokasi proyek segera di bersihkan dari rumput. Gudang dan Barak Kerja. Pekerjaan Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank Pekerjaan Pengukuran adalah pemetaan/Survey terhadap lokasi proyek yang akan dikerjakan. Mobilisasi dan Demobilisasi dilakukan secara bertahap baik jumlah dan kualitasnya. Pekerjaan Pembersihan Lokasi Untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan. emak. Pekerjaan Pemasangan air kerja dan listrik Kerja Pembuatan Papan Nama Proyek Pembuatan Direksi Keet. material serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk melaksanakan semua pekerejaan yang tertera pada Bill of quantity dan gambar lelang. ‡ Pengukuran batas bangunan ‡ Pengukuran As Bangunan ‡ Penentuan Peil Bangunan berdasarkan titik ukur tetap yang telah ditentukan (Bench Mark). sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan prsyaratan yang talah ditentukan dalam RKS. sampah-sampah. maka tidak diperlukan pagar pengaman sementara lagi . 2 .

Various Pump and Tremie Pipes for re-Cycling (Submersible Pump 3 -6 ) . Casing sementara ini dibutuhkan untuk menghindari runtuhnya tanah permukaan disekeliling lubang bor.Theodolite & Water pass .Generator Set 150 KVA . clearing & grubbing. konstruksi seperti gambar dibawah.METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PONDASI BORE PILE PROSES PENGEBORAN 1.Excavating Crane (Crawler Crane 100 Ton) . Untuk melaksanakan basement maka penggalian tidak dapat dihindarkan dan bilamana muka 3 . Menggunakan mesin bor.00 meter. METODE PELAKSANAAN DIAPHRAGM WALL ALAT : .Excavator PC 200 .Excavating Clampshell Grab 8 Ton . Pengeboran dilanjutkan menggunakan auger atau bucket tergantung pada jenis dan keadaan tanah yang ditemukan sementara kedalaman serta jenis tanah yang keluar dicatat secara teratur sampai mencapai kedalaman yang ditentukan 3.Dump truck .Service Crane (Crawler Crane 60 Ton) . pengeboran dimulai dengan menggunakan auger dengan diameter disesuaikan dgn kebutuhan.Bentonite Storage 30~60 m3 . Pekerjaan persiapan meliputi : mobilisasi alat. Pembuatan guide wall sebagai panduan untuk kelurusan dan platform alat pengeboran dinding diafragma. 2. maka dibutuhkan pengisian air dalam lubang bor selama proses pengeboran dilaksanakan. Bila dinding lubang bor runtuh.Dan lain-lain METODE PELAKSANAAN 1. Untuk kemudian memasang casing sementara (bila diperlukan) sepanjang maksimum 4.Welding Machine . Adapun urutan pelaksanaan Diafragma Wall adalah sebagai berikut : METODE PELAKSANAAN DEWATERING SISTEM WELL POINT PENDAHULUAN Pada pembangunan gedung bertingkat saat ini sering dibuat basement dengan berbagai alasan diantaranya menambah ruang dan alasan lain seperti bila dijumpai tanah lembek.Bentonite Mixing Unit .Bentonite re-Cycling Unit 100 m3/hr . pengukuran. dll 2. 3.Construction Joint Water Stop (CWS) Form .

5. Menyiapkan casing pipa PVC dengan urutan sebagai berikut : a. Letak water level control/elektrode ( untuk mengatur tinggi rendahnya permukaan air di dalam sumur sebagai pengamanan pompa ). Buat saluran pembuangan air dari hasil dewatering. 8. Isi rongga antara lubang pengeboran dan casing PVC dengan koral gundu. 9. d. Masukkan pipa PVC yang telah dilubangi kedalam lubang bor secara bertahap. dengan menggunakan alat bor. Letak manometer. Lubangi pipa casing pada bagian ujung yg akan terendam air dengan diameter lubang sesai shopdrawing. Rangkaian pompa submersible dengan pipa galvanis b. c. dan petugas pengatur lalin. penerangan. 2. dengan mengatur: a. 6. Letak panel kontrol dan instalasi listrik.air tanah tinggi serta pada lapis yang tembus air. Buat bak penampung air sirkulasi pengeboran berupa galian tanah yang dilapisi semen. PEKERJAAN PERSIAPAN 1. Bungkus lubang-lubang pipa tersebut dengan kawat ayam / plastik filter. Laksanakan pengeboran tanah dengan mesin bor. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi situasi ini ialah dengan menggunakan metode pengatusan dengan pemompaan yang dilakukan dengan sumur titik ( well point system). Merk-merk pompa dewatering yang sering digunakan versa 3. Pasang dan operasikan pompa submersible secara otomatis kedalam casing PVC. maka pemompaan harus dilakukan sebagai upaya untuk pengeringan lahan agar memungkinkan pelaksanaan konstruksi. 4. stop kran. 7. check valve ( untuk mengetahui dan mengatur tekanan / debit air ). jumlah lubang dan diameter serta kedalaman galian harus sesuai dengan rencana. Tentukan letak titik dan kedalaman rencana pengeboran. b. ‡ Meningkatkan kapasitas dewatering galian 4 . METODE KERJA STRUKTUR PELAKSANAAN GALIAN POTENSIAL PROBLEM : ‡ Tanah longsor di lokasi galian dinding basement ‡ Lokasi jalan umum kotor ‡ Kecelakaan lalu lintas ‡ Hujan PENCEGAHAN : ‡ Daerah rawan longsor dilakukan proteksi slope ‡ Dump truck sebelum keluar di cuci terlebih dahulu ‡ Dilengkapi rambu.

BUAT ADUKAN 1 PC : 3 PS. SIRAM PERMUKAAN BATA / BATACO DENGAN AIR SAMPAI BASAH SECARA MERATA (CURING ). 18. 5.GUNAKAN ROSKAM UNTUK MENGGOSOK PERMUKAAN DINDING SAMPAI HALUS DAN RATA.BENAR RATA DAN HALUS. LANJUTKAN DENGAN CURING SELAMA 5 HARI : PAGI. SETELAH BIDANG YANG DIKAMPROT KERING. LAKUKAN PLESTERAN PADA BIDANG . 6. LAKUKAN PENYI RAMAN ( CURING ) SELAMA 3 HARI .BIDANG PLESTERAN YANG TELAH KERING DENGAN MENGGUNAKAN PLAMIR BUATAN PABRIK ( BOYO ). SAAT PLESTERAN SETENGAH KERING . 13. SIANG & SORE. 14. 4. 10. 9. LAKUKAN SEBANYAK 3 LAPIS ( TIGA KALI PELAKSANAAN ) SAMPAI DINDING BENAR . GUNAKAN JIDAR UNTUK MERATAKAN PERMUKAAN SESUAI DENGAN KEPALAAN.BIDANG YANG TELAH[ ADA KEPALAANNYA SAMPAI SELESAI SELURUH PERMUKAAN PADA 1 ZONE DENGAN CARA DILEMPAR DARI JARAK ± 50 CM. SETELAH CUKUP USIA CURING. PAGI. 5 . BUAT ADUKAN UNTUK KAMPROTAN DENGAN PERBANDINGAN 1 PC : 2 PS. SIANG DAN SORE SAMPAI PERMUKAAN PLES TERAN BENAR . BUAT KEPALAAN DENGAN KETEBALAN 15 MM. 8. 11.BENAR BASAH SELURUHNYA. 3. KERINGKAN BIDANG TERSEBUT SELAMA 1 HARI. GUNAKAN PASIR YANG DI AYAK ( HALUS ). LAKUKAN KAMPROTAN PADA BIDANG YANG TELAH DICURING DENGAN JARAK LEMPARAN ± 50 CM DARI PERMUKAAN YANG DIKAMPROT DENGAN KETEBALAN 15 ~ 20 MM. PASANG BATU BATA SESUAI SHOP DRAWING 2. SETELAH ITU MULAILAH MEMBUAT CAPLAKAN DENGAN ADUKAN 1 PC : 3 PS. PASTIKAN BIDANG YANG AKAN DIPLESTER TELAH DICURING.‡ PERALATAN : ‡ Cangkul ‡ Linggis dll ‡ Waktu pelaksanaan 10 hari ‡ Jam kerja 8 jam efektif METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN DINDING 1. HALUSKAN PERMUKAAN DINDING DENGAN AMPLAS HALUS. 12. PLAMIR BIDANG . LANJUTKAN DENGAN PENYIRAMAN JIKA KEPALAAN TELAH MENGERING. 7. 15. 17. 16.

MENENTUKAN TITIK AWAL PEMASANGAN KERAMIK.Waterpass .Sendok Spesi . d. MENENTUKAN SISA POTONGAN KERAMIK HARUS > ½ BADAN KERAMIK.Kain lap basah TENAGA KERJA MENENTUKAN TENAGA KERJA YANG DIBUTUHKAN SESUAI SKEJUL DAN VOLUME PEKERJAAN. MENENTUKAN TATA LETAK SANITAIR & FIXTURE : HARUS DIPEREMPATAN / TENGAH BADAN KERAMIK. II. b. PRESISI. MENENTUKAN SUPAYA PEREMPATAN KERAMIK BERTEMU. c.Keramik . PERHITUNGAN RESOURCES ( SUMBER DAYA ) : Bahan yang digunakan : . 2.Benang atau senar . B.Additive Alat yang digunakan .Jidar Alumunium .Palu karet . SORTIR KERAMIK AGAR MENGHASILKAN KESERAGAMAN : UKURAN / DIMENSI.Skoop . 6 .Bak Air .BAHAN YANG AKAN DIGUNAKAN.LAIN.Semen PC .Busa / spon . MENENTUKAN EXPANTION JOINT MINIMAL SETIAP LUASAN 12 M² .Tempat DudukanTaktakan keramik . PELAKSANAAN SIAPKAN PERALATAN DAN BAHAN .Air . MENENTUKAN NAD KERAMIK DINDING & LANTAI AGAR BERTEMU & NAD KERAMIK SERAGAM. 3. 1. SHOP DRAWING a. e.16 M². f. POLA PEMASANGAN DAN LAIN .METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN LANTAI KERAMIK A PLANNING I. PAHAMI GAMBAR KERJA.

UNTUK MENGHINDARI NAIKNYA LANTAI ( MENGGELEMBUNGNYA LANTAI ) MAKA BUATLAH DELATASI. SETELAH ITU PASANG KERAMIK BERIKUTNYA SESUAI POSISINYA SAMPAI SELESAI. 8. KETUK PERMUKAAN KERAMIK DENGAN PALU KARET UNTUK MENDA TARKAN / MERATAKAN PERMUKAAN KERAMIK SUPAYA TIDAK RUSAK / CACAT. 17. SETELAH PRO SES PERENDAMAN. RENDAM KERAMIK YANG AKAN DIPASANG KEDALAM BAK AIR ( EMBER ) SELAMA 1 JAM.SISA BAHAN COR NAD DENGAN MENGGUNAKAN KAIN / LAP BASAH SAMPAI BERSIH. 11. 7 . PASANG KERAMIK SEBAGAI PASANGAN KEPALAAN . 10. 6. BERSIHKAN PERMUKAAN PASANGAN KERAMIK YANG TELAH TERPASANG DENGAN KAIN / LAP BASAH SAMPAI BERSIH. PASANG BENANG ARAH HORIZONTAL DAN VERTIKAL PADA LANTAI SESUAI ELEVASI PADA SHOP DRAWING KEDUDUKAN BENANG HARUS DATAR DAN SIKU . 14. SEPANJANG GARIS DASAR YANG TELAH TERPASANG. USAHAKAN SUPAYA TIDAK ADA LAS . ISI SELA . 21. KERAMIK TELAH KUAT ATAU SPESI TELAH KERING 19. BERSIHKAN PERMUKAAN PASANGAN KERAMIK YANG SUDAH DIPASANG NAD DARI SISA . DIAMKAN DAN TUNGGU SAMPAI NAD TERSEBUT BENAR . ISI BAGIAN / DAERAH PERMUKAAN LANTAI YANG LAINNYA DENGAN ADUKAN / SPESI. MAKA KEDUDUKAN NAD LANTAI HARUSDISESUAIKAN DENGAN YANG ADA PADA DINDING. SETELAH KERING.SELA NAD DENGAN BAHAN COR NAD DENGAN MENGGUNAKAN SENDOK SPESI ( SEKOP ). PENGISIAN NAD DILAKUKAN APABILA KEDUDUKAN 18. KEMUDIAN RAPIKAN NAD TERSEBUT DENGAN CAPE 20. CEK KESIKUAN KERAMIK DENGAN BESI SIKU DAN KERATAAN ELEVASI KERAMIK DENGAN WATERPASS. 13. TENTUKAN GARIS DASAR PASANGAN SERTA PEIL DARI LANTAI. 9. SETELAH ITU CEK KERATAAN ELEVASI KERAMIK DENGAN WATERPASS. 7. 15. KERAMIK DIANGINKAN DENGAN CARA DILETAKAN PADA TEMPAT DUDUKAN / TATAKAN KERAMIK.APABILA DINDING YANG ADA ADALAH DINDING KERAMIK. SETELAH ADUKAN RATA . 12. JIKA KERAMIK SUDAH TERPASANG SEMUA. 16. 5. KEMUDIAN SIAPKAN ISIAN / BAHAN COR NAD PADA BAK AIR ( EMBER ) DAN ADUKLAH HINGGA RATA.WARNA 4. PENENTUAN PEIL INI UNTUK SELURUH KESATUAN.LASAN.BENAR KERING.

KUNCI DLL ). SESUAIKAN LUBANG KUSEN DENGAN UKURAN KUSEN ( SELISIH LUBANG 1 CM ). STEL PERLENGKAPAN SERTA ASESSORISNYA ( RODA / REL . MASUKKAN FISCHER KE DALAM LUBANG BOR. 5. DAUN PINTU / JENDELA ( SETELAH DIPASANG KACA ) 3. STEL KELURUSAN / KEDUDUKAN KUSEN TERHADAP TEMBOK / DINDING.UNTUK TEMPAT SKRUP. PERALATAN YANG DIGUNAKAN : BAJI KARET / KAYU BOR OBENG B.DALAM KUSEN. PELAKSANAAN : 1. BAHAN YANG DIGUNAKAN : 1. ATUR KEDUDUKAN KUSEN DENGAN BAJI KARET / KAYU. 11. LUBANGI TEMBOK / DINDING MELALUI LUBANG KUSEN DENGAN BOR . PASANG DAUN PINTU /JENDELA ( SETELAH . ( PENGISIAN PADA CELAH ANTARA KUSEN DAN TEMBOK / DINDING ). 7. FISCHER 4. 8 . ENGSEL . 1. 2. KUSEN ALUMINIUM / KAYU 2. UNTUK MENGHINDARI CACAT PADA PROFIL PROFIL ALUMINIUM YANG TELAH TERPASANG. MASUKKAN KUSEN YANG SIAP DIPASANG KE LUBANG TEMBOK DENGAN BANTUAN BAJI KARET / KAYU. PASANG KUSEN PINTU / JENDELA ALUMINIUM PADA LOKASI YANG DITENTUKAN ( SESUAI TYPE YANG ADA ).METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMASANGAN KUSEN A. VASELINE / ISOLASI KERTAS / PLASTIK C. 4. MORTAR / SEMEN / SEALANT 6. SKRUP 5. 9. FINISH TEMBOK / DINDING DENGAN MORTAR / SEMEN / SEALANT. FISCHER DIKENCANGKAN DENGAN OBENG.DIPASANG KACA ) KE . 3. 10. MAKA BERI PELINDUNG : SEJENIS VASELINE / ISOLASI KERTAS /PLASTIK PADA TEMPAT YANG RAWAN GORESAN. 6. 3. 2. 8.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->